Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/88

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

sawah ladangnya, pembayar utang penutup malu, sungguh utang sudah dibayar, kita masih digunjingkan orang.

Satu hal lagi anak kandung, jika berunding dengan mertua, beserta istri sendiri, sungguh-sungguhlah berunding, berkata yang benar saja, katakanlah ucapan yang baik, agar enak didengar orang lain.

Kalau bermufakat ninik mamak, serta kaum keluarga, jadi penghulu anak kandung, disitulah beban jadi berat, anak akan bersakit-sakit, tentang laku dan perbuatan, setapak usah dilampaui, dengarkan gurindam adat, disebut kata pusaka, tidur berkalang dengan pusaka, nasehat guru jangan hilang, sungguhpun batang sudah bebas, ingat pucuk akan terhempas.

Duduk dengan cupak gantang
Berdiri pakai tongkat panjang;
Adat pusaka jika mendatang
Air setitik jangan dibuang
Berjalan di alur patut
Berkata sopan dalam rapat;
Jika malu sama dituntut
Tumbuh di cupak kita pepat
Beruning membawa aduk
Kalau duduk meraut ranjau;
Yang dapat paham manis senduk
Dari lurah sudah meninjau
Kalau berdiri meninjau jarah
Berjalan menjemut laba;
Penghulu bersifat murah
Timbangan genap menahan coba

77