Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/90

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

ADAT MENJADI PENGHULU

Dengarkan wahai anak kandung, sejauh-jauh berjalan, seberat-berat menjunjung, laba rugi ingat juga, rezeki jangan dielakkan, tapi walaupun demikian, rakus dan tamak jangan dipakai, di dalam suka kajilah duka, dalam mulia ingatlah hina, kita penghulu kata orang.

Baik-baik menggengam hulu, ingat-ingat kalau mencincang, kalau menurut tentang alur, berjalan di jalan yang terang, takut karena salah, berani karena benar, yang benar jangan dilangkahi.

Sebab begitu kata mande, penghulu ada enam macam:
Pertama penghulu yang di tanjung
Kedua penghulu “ayam gadang”
Ketiga penghulu buluh bambu
Keempat penghulu katuk-katuk
Kelima penghulu tupai tua
Keenam penghulu “pisak sarawa”

Anak kandung sibiran tulang, itulah bentuk kehinaan, jangan anak masuk ke situ, jangan tergabung ke yang enam, diamlah dalam martabat, kita senang dalam sarat rukun, dengarkan perkataan orang.

79