- Karena ribut basah hilalang
- Di paya padi setangkai;
- Hidup jangan tanggung kepalang
- Jika tak kaya berani pakai
- Karena ribut runduklah padi
- Dicupak Datuk Tumanggung;
- Kalau hidup tidak dengan budi
- Duduk tegak kemari tanggung
Oi anak kandung coba pahamkan, tentang penghulu yang enam itu, sebab mandeh larangnya, ingat sifatnya denaiterangkan.
Arti penghulu yang di tanjung, bak pantun si pongah dalam ngalau, atau di dalam gua-gua, atau di pinggir-pinggir tebing, kita berteriak dia berteriak, kita berbunyi dia berbunyi, dihimbau seperti sebenarnya, diturut tidak bertemu, dilihat tidak tampak rupa, bersuara di badan orang, itulah penghulu yang pendusta, suara keras lalu diam, tidak punya pikiran sendiri, hanya bagus di luar saja.
Arti penghulu “ayam gadang”, berkokok hilir mudik, berkokok ke kiri ke kanan, mengatakan kehebatan diri, jika ada suatu yang baru, dialah sumber dan pangkalnya, walau orang lain yang berbuat, dibungkus dengan mulut manis, itulah syarat ayam besar, berkotek tidak bertelur, besar tungkus tak berisi, elok diikat tali kurang.
Arti penghulu“buluh bambu,” beruras sampai ke luar, tapi di dalam kosong saja, tidak berisi apapun juga, tampan elok gagah berlebih, bentuk gagah akal tak ada, ilmu juga sangat kurang, apapun tidak bisa diambil.
Arti penghulu“katuk-katuk”, itulah tontong orang di ladang, kalau dipukul dia berbunyi, kalau orang tak memanggil, tak terdengar suaranya, kalau berunding awak tak pandai, berkata apapun tidak tahu, menjadi diam berat bibir, itu yang disebut katuk-katuk.
81