Lompat ke isi

Halaman:Rangkiang Luluih.pdf/17

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Setelah kejadian di istana berlalu beberapa lama, Puti Pamato Intan menanyakan keadaan anaknya Puti Mayang Taurai, oleh Puti Nilam Cayo kakak dari Angek Carang diceritakanlah bahwa pada waktu perkawinan Bongsu Urai dengan Angek Garang, Mayang Taurai disuruh pergi ke tempat Sutan Maulano. Karena Nilam Cayo tahu bahwa Mayang Taurai dan Sutan Maulano sudah. 'lama mengikat kasih. Walaupun Sutan Maulano sudah mempunyai istri tapi orang-orang menginginkan agar Sutan Maulano mau memperistri Mayang Taurai dan dilaksanakanlah perkawinan itu. Kini raja Koto Lamo sudah tidak ada lagi maka orang-orang bermaksud menjemput Sutan Maulano untuk dijadikan raja dan Mayang Taurai akan dijadikan ibu suri.

Karena negeri Koto Tuo istananya sudah terbakar dan negeri Koto Lamo istananya sudah ditelan bumi maka Sutan Maulano menganjurkan agar kedua kerajaan itu bersatu dan anjuran itupun disetujui oleh rakyat banyak, kemudian kedua kerajaan yang bersatu itu diberi nama negeri Rangkiang Luluih.

Untuk memulai kehidupan baru dalam dua bagian yang sudah dilebur menjadi satu maka diadakanlah perhelatan yang diselenggarakan oleh rakyat dengan perasaan tulus dan gembira.

Demikianlah uraian singkat mengenai Negeri Rangkiang Luluih.

17