Lompat ke isi

Halaman:Si Gadih Ranti.pdf/100

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Banyak pula helat pernikahan, tak seramai helat si Ranti, dua ekor kerbau dibunuh, tujuh hari lamanya helat, dari mana-mana orang datang.

Adapun si Gadih Ranti, sejak bersuami Sutan Parmato, gila bersuka setiap hari, kasih terdorong pada suaminya.

Salasiah di ujung pandang
Diambil daun dan uratnya;
Kasih telah lama didamkan
Kini baru tercapainya.

Besar air di Suranti
Terendam batang timah-timah;
Sejak beristrisi Gadih Ranti
Tak beranjak dari rumah.

Setelah cukup sebulan di kampung, teringat untuk kembali ke Padang, toko diurus orang saja, meminta izin untuk kembali, kedaisudah lama ditinggalkan, ditemuilah mandeh kandung, serta adik Siti Salamah, meminta izin kepada mandeh.

Berkatalah si Salamah, “Kakak kandung belahan diri, bawalah hamba ke Padang, Tuan berjanji janji juga, sekalipun takada nan sampai.”

Mendengar perkataan adiknya, gelak tersenyum Sutan Parmato, “Jika engkau bersikeras, marilah kita pergi, besok kita akan berangkat, bawalah juga mandeh kita, boleh menemani Adik kandung.”

Mendengar perkataan anaknya, gelak tersenyum mandeh si Salamah, sejak mula lahir ke dunia, dijunjung uban di kepala, belum sekali pun melihat laut, hanya berita nan didengar.

Setelah selesai bermufakat, esok harimereka akan berangkat, kereta api pukul delapan, hari semalam-malam itu, tak ada satu pun nan tidur, sibuk membuat lauk pauk, ada rendan juga anyang, cukup dengan wajik dan gelamai, bekal utnuk pergi ke Padang.

89