Lompat ke isi

Halaman:Si Gadih Ranti.pdf/32

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah


“Cempedak di tengah halaman
Dijolok dengan empu kaki;
Usah lama berdiri di halaman
Itu cibuk basuhlah kaki.”

Menjawab Si Sariamin,

“Mengapa aku pergi ke pekan
Malu aku pergi ke sawah;
Mengapa aku berdiri di halaman
Aku sangka kakak tak di rumah.”

Naiklah Si Sariamin ke rumah, duduk bersimpuh di tengah rumah, diambil sirih dalam uncang, uncang beludru merah tua, berjambul berbenang emas, berukir bersuji sutra pelang, berkatalah si Sariamin,

“Bukan aku kinari saja
Kinari anak orang Padang;
Bukan aku ke sini-sini saja
Besar maksud nan kan dihadang.”

Menjawablah Si Rawani,

“Besar air dari hulu
Terendam batang timah-timah;
Wahai kakak duduklah dahulu
Tikar terhampar tengah rumah.”

Berkatalah Si Sariamin,

“Ramai pekan di Rambatan
Ramai sampai petang hari;
Kakak menaruh ayam kinantan
Hamba senang membawa pulang.”

Setelah selesai berpantun, berkatalah si Sariamin, “Wahai Kakak mandeh si Saman, adapun maksud kedatangan hamba, hamba disuruh dan diminta, disuruh oleh mandeh Fatimah, serta semua ninik mamaknya, serta bapaknya Pakiah Sutan.

21