Lompat ke isi

Halaman:Si Gadih Ranti.pdf/40

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah


Tapi sungguh pun begitu, tersinggung hatinya pada orang, tak dapat disabarkan lagi, sehabis sabar datanglah marah, tak akan memandang usia, semua orang dipandang sama, ia pasti akan melawannya, berani nan bukan kepalang.

Ketika mengaji di Limbukan, ia menjadi guru silat, kakinya sangat cepat tangannya sigap, tak ada nan menandinginya, berempat orang sekali datang, kalahjuga kesudahannya, ia digelari si Saman Palak, kalau dilihat kesabarannya, dengan anak kecil ia takut, anak cerdik elok laku, jadi kesayangan orang kampung.

Menurut kaba cerita orang, ia berdagang di Kota Padang, kedainya besar di Kampung Jawo, tiap malam mengajar silat, bermacam silat diajarkannya, silat Lintau dan silat Baruah, cara menangkis ala Lawang.

Mendengar perkataan mandeh kandung, senanglah hati si Saman, tak lama diantaranya, ditating nasi oleh adiknya, adiknya seorang penghuni rumah, sangatlah sayang si Saman padanya, apapun keinginnan pasti diberi.

Ramai pekan Balai Sabtu
Banyak orang menjual kain;
Beralih kaba tentang itu
Beralih kepada nan lain.

Orang Padang memuntal benang
Dipuntal dilipat-lipat
Dilipat lalu jadikan dua;
Kalau direntang bisa panjang
Elok dikumpar biar singkat
Diambil saja nan berguna.

Layang-layang orang Kinali
Diberi berekor berkepala;
Diulang seulang lagi
Penjemput kaba nan ada.

29