Lompat ke isi

Halaman:Si Gadih Ranti.pdf/58

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

KENA BATUNYA



Sampailah di hari Sabtu, berjalanlah si Bujang Saman, dibawa bungkusan kain baju, serta tikar kain selimut, cukup dengan beras gulai rendang, sambal lado gulai pengat.

Sampailah di halaman kantor, duduk berjejer dengan sepuluh orang, orang nan dikirim ke Malalak, pergi ke lebuh rodi, dibawa pangkul dan tembilang.

Kira-kira pukul sepuluh, hari nan masih sangat pagi, berjalanlah sepuluh orang itu, berjalan berbondong-bondong, pergi berkerja tak digaji, makanan datang dari mandeh, pergi terhukum tak bersalah.

Hidup di kampung sangatlah susah, patutlah banyak nan pergi berdagang, tak disesali kampung lengang, mengapa serupa ini perasaian, hidup diganggu peruntungan.

Di mana sapi kan kenyang
Bergembala di Ikua Koto;
Di mana hati kan senang
Hidup diganggu Angku Kapalo.

Masak buah buah pala
Dijolok dengan empu kaki;
Karena perangai Angku Kepala
Menderita bujang pergi rodi.

47