kantor, buku kantor Angku Kapalo, banyak balasting2 nan termakan, begitu juga dengan orang rodi.
Putus hukuman Tuan Kumandua, dirampaslah harta Angku Kapalo, disita sawah ladangnya, dilelang pada orang banyak, ia berhenti memerintah, Juru Tulih terkena hukum juga, hukum penjara setahun seorang, karena bersekongkol dengan Angku Kapalo.
Diangkatlah kepala nan baru, pengganti Datuak Mangkuto Sati, Angku Kapalo nan diberhentikan, diangkatlah Datuak Palindih, orang Sikumbang Sungai Talang, itulah orang nan cerdik, orang malin rajin ke surau, umur nan baru tiga puluh, menulis membaca ia pandai, penyayang pada anak buah.
Sejak beliau menjabat Pangulu Kapalo, dibuat jembatan jalan ke mudik, jembatan baru berdinding besi, senanglah orang pergi ke pekan, surau dan mesjid sangatlah ramai, banyak berkurang orang berjudi, maling dan curi hampir tak ada, senanglah hati orang kampung.
Ramai pekan Balai Sabtu
Banyak orang menjual kain;
Beralih kaba tentang itu
Beralih pada nan lain.
Layang-layang orang Kinali
Diberi berekor berkepala;
Diulang seulang lagi
Penjemput kaba nan ada.
2) Pajak
61