PESTA BESAR-BESARAN
Adapaun si Bujang Saman, karena hemat belanja rajin berdagang, kedainya bertambah besar, manjual jam tangan dan jam dinding, serta barang kain-kain, kain sutra nan halus, kedainya seperti toko Cina, lengkap barang di dalamnya, bermacam-macam dalam lemari.
Sudah ribuah modal si Saman, entah karena rezeki nan datang, atau suratan nan elok, kaya rayalah si Bujang Saman, dua buah toko dibukanya, satu buah toko pecah belah.
Di hari nan sehari itu, datanglah surat dari darek, dilihat alamat nan mengirim, iyalah dari mandeh kandung, dibukalah surat baikbaik, hati di dalam harap cemas, dibaca surat nan dikarang, disebutkan di dalam surat, menyuruhnya pulang ke kampung, janji kita nan dahulu, kini hendak disampaikan, mandeh si Ranti sudah managih, tak dapat ditangguh lagi, eloklah pulang anak dahulu.
Setelah selesai membaca surat, gelak tersenyum seorang diri, senang pikiran masa itu, maksud hati sudah sampai, tiga tahun dalam idaman, kinilah baru tercapainya.
Tinggi jembatan Batang Anai
Tempat orang membuang sampah;
Bukan kail nan mengenai
Ikan didapat tanpa susah payah.
77