Rumah Gadang Sembilan Ruang
Puti duduk di serambi;
Sungguh sakit berpikir seorang
Bagai menentang langit tinggi
Hendak pergi badanlah malu, tidak pergi bagaimanalah, karena sayang pada anak, akhirnya berjalan jua. Telah serentang perjalanan, cukup ketiga rentang panjang, hampir dekat kan sampai, sampai di halaman rumah si Galang, memanggil amai si Umbuik, “Oi, Amai Puti Galang Banyak, adakah di rumah saat ini?”.
Meninjau si Galang Banyak, nampaklah amai si Umbuik, berkata si Galang Banyak,
“Cempedak tengah halaman
Dijolok dengan empu kaki;
Usah lama berdiri di halaman
Itu cibuk cucilah kaki.”
Sudah naik amai si Umbuik, tidak lama di atas rumah, berpantun si Galang Banyak,
“Berbuah belimbing besi
Berbuah berputik pula;
Bertuah pintu di tepi
Sudah pergi berbalik pula.”
Menjawab amai si Umbuik,
“Kain kurik kain Jawa
Dijahit belum disesah;
Sebab saya berbalik jua
Rundingan kita belum sudah.”
Duhai kakak amai si Galang, tolong dengarkan oleh kakak,
Bertangga berbilik juga
Berdulang berkalang hulu;
39