Ringkasan Cerita: RANCAK DILABUAH
Di negeri Batipuah tinggal seorang wanita bernama Puti Ameh Urai. Dia seorang wanita yang kaya, arif dan bijaksana serta berbudi baik. Suaminya bernama Datuak Marajo Lelo. Mereka mempunyai seorang putra bernama Rancak Dilabuah. Rancak Dilabuah berwajah tampan dan sangat disayangi orang tuanya. Orang tuanya termasuk orang yang berada sehingga keinginan putranya dapat dipenuhinya.
Pada suatu hari Rancak Dilabuah berjalan mengepit ayam Kinantan. Di tengah jalan dia bertemu dengan seorang temannya yang bernama Buyuang Geleang. Buyuang Geleang juga berwajah tampan seperti Rancak Dilabuah. Buyuang Geleang menanyakan kepada Rancak Dilabuah mengenai tujuannya hendak ke mana menyabung membawa si Kinantan.
Rancak Dilabuah mengatakan bahwa berat hatinya untuk menceritakan. Buyuang Geleang mendesak terus sehingga diceritakannyalah mengenai gelanggang yang diadakan Datuak Sidi Marajo dari Pandai Sikek untuk Putrinya Gantosari. Datuak Sidi Marajo mengundang orang dari jauh dan dekat di antaranya Rancak Dilabuah dan Buyuang Geleang juga diundang.
Rancak Dilabuah mengeluh, karena ibunya tidak mengizinkannya pergi ke Pandai Sikek untuk menyabung ayam, karena Gantosari seorang gadis yang arif bijaksana.Buyuang Geleang tidak diizinkan orang tuanya ke Pandai Sikek,karena di gelanggang orang menyabung dengan bertaruh, sedangkan orang tuanya tidak termasuk orang yang berada sungguhpun ia tergolong orang yang baik-baik.
Rancak Dilabuah mengajak Buyuang Geleang untuk ikut serta pergi ke Pandai Sikek dengan harapan orang tuanya akan mengizinkannya kalau pergi berdua.
Buyuang Geleang agak tersinggung mendengar ajakan Rancak Dilabuah, karena dia sadar orang tuanya tidak berpunya tetapi
11