Lompat ke isi

Page:Sutan Tumangguang Nan Rancak di Labuah.pdf/15

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

tolak oleh Puti Gantosari.

Gantosari mengatakan, biarpun Rancak Dilabuah tampan dan kaya, tetapi tidak mempunyai kepandaian. Harta bisa habis. dalam sekejap, tetapi kepandaian akan tetap tinggal pada seseorang.

Itulah alasannya mengapa ia menolak lamaran Rancak Dilabuah.Sesudah penolakan lamaran itu barulah orang tua Rancak Dilabuah insaf dan menyuruh anaknya belajar macam-macam di antaranya mengenai bersilat dan berdagang.

Dagangnya laris dan orang tua Rancak tidak segan-segan mengeluarkan uang penambah modal. Dagangannya maju sehingga Rancak membeli kain ke Pandai Sikek hasil tenunan daerah itu, Pada suatu hari rombongan Rancak Dilabuah dihadang oleh perampok, tetapi semua perampok itu dapat dikalahkan. Para perampok itu dipimpin oleh Datuak Ampang Kayo.

Yang dirampoknya hanya terbatas kepada orang kaya-kaya saja.
Buyuang Geleang teman Rancak Dilabuah luka kena senjata perampok.

Rancak Dilabuah meminta bantuan kepada raja di Pilabihi untuk mengobati teman dan kudanya yang luka. Dia sendiri pulang ke Batipuah untuk melihat ibunya dan menceritakan bahwa mereka selamat semuanya. Ayahnya telah pergi menengoknya ke tempat dia berkelahi dengan rampok.

Di rumahnya didapatinya ada ibu Puti Gantosari beserta dengan
Gantosari. Dimintanya kepada Gantosari agar suka menyewakan
dua kudanya.

Terjadilah sindir-menyindir antara Puti Gantosari dengan Rancak
Dilabuah.

Puti Gantosari terpaksa menjilat lidahnya, karena dulu dia menolak lamaran Rancak Dilabuah, tetapi sekarang dia yang menginginkan Rancak Dilabuah.

Akhirnya sesudah bersilat-lidah dan dikembalikan kata-kata tajam Gantosari dulu itu maka Rancak Dilabuah dikawinkan dengan Gantosari, sedangkan Buyuang Geleang dinikahkan dengan adik Gantosari.

Templat:Right