10
1.3.3 Sintaksis
Untuk analisis sintaksis digunakan teori M. Ramlan (1979) dan Verhaar (1977). Ramlan menyebutkan:
1) Frase ialah bentuk linguistik yang terdiri atas dua kata atau lebih, yang tidak melebihi batas subjek atau predikat.
2) Klausa adalah konstruksi yang mengandung unsur S-P. Klausa dibagi atas kiausa bebas dan klausa terikat.
3) Kalimat wnggal ialah kalimat yang terdiri atas satu klausa atau satu konstruksi S-P. Jadi kalimat tunggal sama dengan klausa bebas.
4) Kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara dan kalimat bertingkat. Klausa dalam kalimat majemuk setara diperhubungkan dengan kata perangkai, sedangkan klausa dalam kalimat majemuk bertingkat dihubungkan oleh kata penghubung bertingkat.
Selanjutnya pokok pikiran Verhaar yang diterapkan di sini adalah beberapa istilah sintaksis yang berkaitan dengan fungsi, kategori, peran, pokok dan sebutan.
Menurut Verhaar istilah-istilah seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan mengacu kepada fungsi, istilah kata benda, kata kerja, kata sifat dan sejenisnya mengacu kepada kategori, dan istilah pelaku, penderita dan sejenisnya mengacu kepada peran.
1.4 Metode dan Teknik
Penulisan tata bahasa ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, Melalui metode deskriptif, dideskripsikan dan dianalisis tata kerja bahasa yang dipakai olch sejumiah penutur pada saat ini.
Yang dideskripsikan adalah tata bahasa Minangkabau umum yang dipakai dewasa ini (bahasa Minangkabau yang telah berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau yang berasal dari berbagai wilayah di Minangkabau (Anwar, 1986). Dengan menggunakan metode ini, data dan informasi dicatat dan dikumpulkan untuk dianalisis sehingga diperoleh gambaran tata bahasa sesuai dengan tujuan penelitian.
Teknik yang digunakan adalah teknik studi pustaka, observasi, wawancara, pencataian, dan perekaman. Melalui studi pustaka diperoleh dasar-dasar teori Secara pengkajian hasil penelitian atau informasi yang diperlukan.