Lompat ke isi

Halaman:Tjerita Rantjak Dilabuh.pdf/15

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

-10-

Tertelentang biduk anak 'rang Paub,
dilantak biduk anak 'rang Tiku,
geleng sebagai sirih djatuh.
tidak terkenang tampuk laju.

Padi diladang perumputkan.
batang selebu jang dikisai:
hati gedang kau turutkan,
tidak diingat ibu 'kan sangsai.

O, bujung anak kandungku
Beginilah djenis untung kita.
kaja bertukar dengan miskin
hidup sepantun hidup ajam
mengekas dulu maka makan
tapak tipis dek menggalas
adang2 makan, adang2 tidak
libat olehmu badan hamba
djangat lah bagai djangat pari
badan kering bagai ketiding
kaki naik kepala 'lah turun
senjampang tumbuh sakit-sakit
'kan mati sadja kelaparan.

Mendengar kata nan bak kian.
mendjawab budjang Rantjak Dilabuh:
O, bunda kandung hamba.
dengarlah pula oleh bunda
Bagai pantun orang tua djuga:

Harum sedap bau tembakau,
Asap rokok terbang mengembang:
Waktu hidup baik dikusau,
Sebelum njawa badan bilang.
Mendua kuda diretjak,