Lompat ke isi

Halaman:Tjerita Rantjak Dilabuh.pdf/21

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

— 16 —

hati 'lah kembang-kembang kempis
awak 'lah remang-remang kumis
terasa 'lah gagah badan diri
tangan tersampang diampang bendi
londjak bagai labu dibenam
geleng bagai sepatung kenjang
pandang membubung keudara
orang lalu tak dikerang
hina mulia, tak peduli
tua dan muda tak disapa
awak bak rasa tampan benar.

Tiba dipekan - balai ramai
didjalani pasar hilir mudik
sepantun elang akan manjambar
kalau bertemu teman sama gedang
berapa angguk dan lenggok diri
bukan kepalang kedik pinggang.
banjak kerlip sudut mata
disangka awak santing benar
tapi seorang pun tak mau berhadapan.

Demikian katjak Rantjak Dilabuh
sampai lebaran tudjuh hari
pagi petang gila memakai
angan2 sebesar gunung
habislah pasar terdjalani.
segala jang ramai sudah ditempuh
lambat lama nan bak 'kian
keringlah isi kotjek pinggang
merokok telah berkurang-kurang
berbendi djangan disebut
habislah pakaian sepertegak
lusuh sepatu nan sepasang
djandji sampai tungguan 'lah tiba
wang sambutan tiba djangkanja
dengan apa utang dibajar