-21-
segera sudah djendjang tembok.
Disel sik sajap hanja lagi
Dikirai tiap helai bulu,
Berkata lagi Siti Djubari
O, anakku Rantjak Dilabuh,
Sepandjang pinta sudah diperoleh
kehendak hati sudahlah berlaku
niat dan nazar sudahlah sampai
hanja sebuah bamba rusuhkan,
anak nan belum berpengetahuan
belum bertundjuk - beradjari.
Menjahut pula Rantjak Dilabuh
Kalau itu jang bunda rusuhkan,
Tundjuk adjarilah oleh bunda,
agar ku pegang teguh teguh.
kalau siang hamba pertongkat,
malam hamba perkalang.
dibuhul dalam kebat pinggang.
Mendengar kata sedemikian,
berkata pula Siti Djuhari:
Anak kandungku Rantjak Dilabuh
djika demikian kata anak,
dengarkan malah sungguh2,
dari telinga masuk kehati,
agar ku-tjurai-ku-paparkan,
agar diussi perbenangan
biar diurak sitambo lama.
bubullah didalam kebat pinggang.
letakkan didalam kira-kira
ditaruh dibantal kalang-hulu)
tidak orang rantjak, dirantjaknja.
tidak orang elok dieloknja.