Lompat ke isi

Halaman:Tjerita Rantjak Dilabuh.pdf/37

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

-32-

lalu berkata Sutan Samporono
nan bunda suruh tjari-tjari
nan bunda-suruh pandang-pandang
adalah tampak-tampak apung
jang akan djodoh adik kandung hamba
ialah sutan Malabihi, anak Tuangku Kareh-
Hati, kalau dilihat akan tampannja
langsing badan mangsiang parit
pajukoja lenggundi rombok
lemahnja pinggang dilereng
muka nan bagai bulan penuh
pentjelikan pálita padam
pakai sepatu sepandjang hari
djalan berbendi hilir mudik
Berdetak bunji tjambuknja
peringatan bagi 'rang banjak
pada pikiran hati bamba
rasa sesuai dengan si upik
'lah patut djodoh adik kandung
itu pendapat hamba seorang
maklum pulang pada bunda.
pimpiang
Mendengar kata demikian
lalu berkata Siti Djohari
jepat sadja memberi bandingan
mana anakku Sutan Samporono
sedjak semula ku katakan
belum sampai bunda meninggal
lah lupa anak pada adjaran
bukanlah bunda sudah katakan
tidak orang elok-di eloknja: rancanya
Dika nan merah ia sago,
kalau nan kurik ia kundi:
dika nan elok ialah baso.
Kalas nan baik ialah budi.