Lompat ke isi

Halaman:Tjerita Rantjak Dilabuh.pdf/43

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

-38-

itulah dibunda nan ketudju
kalau diudji sama merah
djika ditahil sama berat.
Sedjodoh gelar dengan lakunja.
seedaran bumi dengan langit
Hobelah anakku pantjing2
kalau bertemu dengan orangnja.
diangan dikebat-kebat benar.
merusak djalan bujung lalu,
menjeleng maka tiba
sama suka maka mendjadi
usah bergulut bergelusang
blar lambat asal selamat,
tak lari gunung dikedjar
namun takdir pada Allah
lama lambatnja sampai djua
demikian kata Siti Djuhari

Menjahut Sutan Samporono
sambil tepekur rusuh datang
swak mentjari lah tiga kali
satupun tidak jang berguna.

Manalah geran bunda bamba.
kalau dirilik tilik benar
pihak kepada anak itu
dipandang pit dengan perangainja
ditilik akal dengan budinja
Sungguh, bak adjaran bunda kandung.
tidaklah tinggal satupun djua,
demikian lebihnja tikam tuo"
pendal mengadji nan tak tampak
pandai menjelam dalam bumi
terbang menjusur awan putih,
patutlah badan bunda kurus.
pade pikiran hati hamba
tidaklah makan minum amat
tentulah kurang lengkap tidur