Lompat ke isi

Halaman:Tjerita Rantjak Dilabuh.pdf/44

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

-39-

dek mengadji hina dengan mulla.
mengenang tinggi dengan rendah,
Sebab demikian kata hamba
'lah pajah hamba memikirkan
tidaklah tampak orang itu.
Kini begitu malah bunda,
Sedialah bunda ditengah rumah
sediakan tikar dengan bantainja
'kan lupakah bunda tentang itu?
Mendjawab Siti Djuhart:
Anak hamba Sutan Samporono
Kalau terhadap tengah rumah
maklum pulang pada bunda.
Tapi sebuah hanja lagi
adikmu siupik Siti Budiman
Belum bunda tundjuk, bunda adjari.
Alangkah sukarnja 'rang bersuami.
kalau gerang terbawa rukun sjaratnja.
manislah bak santan dengan tengguli
kalau tak terbawa serupa itu
mumpun bak alu petjungkil duri..

Djauh bedanja. hai anak kandung.
bukan bagai turun naik sadja,
djika tak dapat jakan ilmunja
badan pajah berdjasa tidak
belandja habis tiada berguna,
bagai memepas katjang hanjut,
Berwari Siti Djuhari
supaja kerdja ada berangsur
dipanggil adik Sutan Samporono
Rundingan putus masa itu
O. 'nak bungsu Siti Budiman
kemari (upik mendekat duduk
Elok: kita berdamping-damping
apaja tahu dibajang klus