Lompat ke isi

Halaman:Tjerita Rantjak Dilabuh.pdf/46

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

–41–

Djangan berangin seangin djua,
dian menghangap sehangap djua,
parit pagar oleh nak kandung.
Tetapi usah pula terlampau benar,
kalau2 tampak pula budi awal,
„membungkus tulang dengan daun”
menjuruk dibawah lumbung,
kenangkan pula tu ‘nak kandung.
Kalau dia tak datang amat,
atau kah tidak kundjung pulang,
djangan mengepat tentangan itu,
kalau gerangan banjak sengsaranja,
rela dengan sabar perlihatkan,
orang sabar kasihan Allah,
kalau me–rasa2 djua,
kalau tak menjenangkan dalam hati,
lihatkan dia sedang riang,
ketika suka sendirinja,
adjak seketek–kerkutjindan,
sambil menjinggung dengan kiasan,
kalau suami orang baik,
gedang rasa dalam hatinja,
tentulah disana emas lojangnja,
dia ditjantjang dengan jang madjal.
djangan ditjetus dengan jang tadjam.

sebuah pula O, ‘nak kandung,
pihak makanan dan minuman,
senantiasa sediakan
tersadji baik dalam dulang,
kau datang orang menanjakan,
berdusta upik sedikit
Asung fitnah agar djangan lalu,
tjahari dengan baso orang itu
perbasakan agak tiga kali.