Lompat ke isi

Halaman:Tjerita Rantjak Dilabuh.pdf/53

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

— 48 —

Menjawab pula Siti Djuhari,
kalau begitu kata anak,
Senanglah hati bunda kandung,
Ditolong Tuhan umur pandjang,
kalau sentana manis daging,
kalau ada pahit2 darah,
kalau beranak anak perempuan,
Untuk diambil akan menantu,
djangan sembarang orang sadja,
usah dipandang emas perak,
usah dipandang kain badju,
djangan dipandang gedang orang,
usah ditjalik elok orang,
tiliklah laku buatannja,
pandanglah piil perangainja,
kalau diudji sama merah,
kalau ditahil sama berat,
ingat2 sementara belum,
djangan menjesal achir kemudian.

Banjaklah orang bunda pandangi,
angan loba pikiran tamak,
harap 'kan banjak emas orang,
tidak diagak achir kelaknja,
Baik dengan buruk galib tumbuh,
didalam korong, serta kampung,
tingkah dan tjaran tak terhingga,
berganti - ganti menghinakan,
berganti - ganti tjatjat dan tjela,
menantu awak dibintjang orang,
kalau beranak dengan awak
sama bermain dengan kawannja,
kalau tumbuh gelut dengan kelahi
anak bertjekak sama gedang,
bapaknja disebut orang djuga,
tersingit hina dan mulianja,