Lompat ke isi

Halaman:Tjerita Rantjak Dilabuh.pdf/63

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

-58-

lengkap berisi sirih pinang.
untung bertemu masa itu.
Dimakan sirib sekapur seorang.
sarinja naik kemuka.
habih manis sepah dibuang
kelatnja tinggal dirangkungan,
lalu berkatalah Siti Djuhari,
mana tuangku Bidjak sano,
adapun lamba kemari kini,
bagai bidal dang tuangku.
Siang nan djadi angan-angan.
malam nan djadi buah mimpi.
maksud sengadja dalam hati.
hendak mendjemput anak tuan,
ialah Pakiah Tjando Kio,
kalau ada untung peruntungan,
kalau ada takdir dari pada Allah,
bertemu ruas dengan buku.
agar mendjadi menantu hamba
kan djundjungan Siti Budiman.

Mendengar kata demikian
Mendjawab Tuangku Bidjaksano:
Manalah kakak Siti Djuhari
lorong si Pakiah Tjandokio
hajaklah orang jang mendatangi
akan mengambil djadi semenda,
rapi bak kata kakak tadi.
ick belum ada untung peruntungan
tidaklah hamba mau menerima
Kini kakak lah datang pula
Tentang maksud dalam hati,
pad pikiran bati hamba.
Se Upik Siti Budiman dengan
Pakih Tjandokio.
ah bagai kapuran dengan tutupnja.
haga dulang dengan tudung sadji.