-61-
hamba menerima tentangan itu.
lepaslah hamba hendak berdjalan.
Nie ndjawab Tuanku Bidjaksano.
insja Allah baiklah itu.
Mendjawab pula Siti Djuhari,
Sepatah lagi hamba minta,
sepandjang adat jang terpakai,
biasa teduh nan berkadjang.
lunda djandji dipegang teguh.
agar erat berkebat pula,
elok kita bertimbang tanda.
tukarilah kiranja tjintjin hamba,
sementara menanti-nanti djandji.
hidup didalam tangan Tuhan
kalau mati didalam djandii.
kan ganti kapan nan selapis.
kalau hidup sama kembalikan
bagitu biasa jang terpakai.
Mendjawab Tuanku Bidjaksano,
benar pula itu kiranja,
ditarik tjintjin ditukari,
lah sama bertimbang tanda.
Siti Djuhari berdjalan hanja lagi,
pulang kerumah badan diri,
setiba didalam korong kampung.
diimbau Sutan Sampurono.
segera pula datang masa itu.
lalu berkata bunda kandung.
"anak hamba Sutan Sampurono.
tentangan pada niat kita.
sudah bunda djelang dengan ajahnja.
ajah si Pakib Tjandokio.
bersua pula dengan mamaknja.
ialah Datuk Djuaro Manti Alam,
Allah Taala kaja sunggub,
adalab baik sadja pelangkahan.
makbul apa jang kita pinta,