-62-
mereka berdjandji tiga bulan,
hamba terima djandji itu..
karena menurut adat nan terpakai,
ada tandandja nan kita pegang.
Menjahut Sutan Sampurono,
kalau begitu teguh buatan,
senanglah pula hati hamba,
entah gerangan singkat jang terpinta.
diluar djandji malah itu,
bersiaplah kita kini-kini,
djangan bunda tergulut-gulut.
Menjahut Siti Djuhari,
Djika hanja tentangan itu,
adat beranak perempuan,
sudah lama bunda siapkan,
hanja sebuah jang merusuh,
badanku bertambah tua djuga,
lorong kepada anak kandung,
pengadjaran kok belum lagi sampai,
ilmu kok belum sampai putus,
kalau mati hamba kini2,
memakik bumi mengandung bangkai,
terbalik-balik majat dalam kubur,
karena bunda banjak ketinggalan,
anak diadjar belum tjukup,
pada pikiran hati bunda.
selagi djandji ada tergenggang,
apa bila ada hari jang baik,
baiklah kita berpadu padan,
berunding berpapar dengan tenang,
bunda tambah segala pengadjian,
bunda adjari sedikit lagi.
Menjahut Sutan Sampurono,
kalau itu bunda rusuhkan,
djadilah hati bunda senang
........ djo ... lah adik hamba.