-64-
sekata dulu ninik mamaknja,
sepakat ibu serta bapaknja,
ketahui tjondong jang akan menimpa,
ranting jang akan mengena,
ataupun pantangan dan larangan,
Kalau pedusi tak bermalu,
tidak menaruh budi baik,
biarpun rupa bulan penuh,
tidak perpi'il - bertertib,
Djanganlah anak segera menerima,
membawa tjetjat dan binasa,
hina dan malu kita sudahnja,
Tapi, kalau perempuan baik budi,
ada bertundjuk beradjari,
menaruh malu dengan sopan,
Djangan dipandang rantjak buruk,
usah diturut pandangan mata,
setan dan iblis permainannja.
Kalau ada berakal budi,
baik mendjadi tuah pendapatan,
kalau anak sudah nikah,
masuk kekorong kampung orang,
peganglah bungkal dengan neratja,
genggam terdju dengan katian,
terhadap berkarih dan berkerabat,
Kalau berselisih bini awak,
dengan anak saudaranja,
berperang dengan orang serumah,
tahot prang itu namanje,
kawani oleh anak dengan kebenaran,
berangnya benar laku awak,
dengan telundjuk mengadjari,
usah didjalan akan jang buruk,
dilalukan neung dengan asah,
sampai melawan ibu bapaknja,