Lompat ke isi

Halaman:Tjerita Rantjak Dilabuh.pdf/7

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

-2-

A. m.

PENDAHULUAN.

Berdasarkan kepada ilmu Kepurbakalaan" chususnja dan Kebudajaan pada umumnja, maka dalam segala langkah perdjuangan kita untuk masa depan perlu sekali kita menindjau sedikit kebelakang guna mengambil bahan2 jang perlu, teristimewa dalam soal2 budi pekerti dan kerohanian.

Banjak bahan2 jang berharga, baik jang berupa barang2 purbakala baikpun berupa kesenian, jang dapat menundjukkan kebesaran nilai kebudajaan bangsa kita di-tiap2 daerah di Indonesia ini.

Masa pemerintah Belanda ada instansi bernama Departemen Pengadjaran dan Ibadat (D. O. E.) tetapi sekarang pemerintah kita mempunjai Kementerian Pengadjaran Pendidikan dan Kebudajaan (P.P.&K.). Tiap2 Negara jang merdeka tidak akan melupakan kebudajaannja. Demikian pun pemerintah R. I. kita.

Tiada salah kalau Pak Drs. Muhammad Hatta ada menjatakan:

,,Diwaktu sekarang kita adalah bangsa jang lebih banjak menerima dari memberi. Tetapi apabila kita tetap berpikir dan berbuat, akan datang masanja kita djuga memberikan sumbangan jang berharga dalam ilmu dan kebudajaan kepada dunia Internasional".

Bahwa lagi berdasarkan kepada Kebudajaan Minangkabau hampir semuanja mendjelma kedalam proza2, puisi2, pepatah2, pantun2 dan pedato2nja, jang boleh mendjadi pedoman tentang susunan pemerintah dan masjarakatnja, maka sebab itulah timbul keinginan kita atas persetudjuan dengan jang empunja hak penuh tentang buku tjeritera ini, jaitu Injik H.M.S. Soeleman menerbitkan buku Tjeritera Rantjak Dilabuh ini dalam bahasa persatuan kita bahasa Indonesia agar dapat dan mudah dipahami oleh pemuda