↓Laman ko alah sah
-3-
dan pemudi kita Indonesia seluruhnja. Tjeritera Rantjak Dilabuh adalah satu proza lama Minangkabau (dalam bahasa Minangkabau sudah melalui tjetakan kesebelas) isinja menggambarkan 'bagaimana dan apa dasar jang dipakai orang Minang- kabau dalam soal pendidikan dan dalam hal mentjari djodoh atau menantu, guna mentjapai keselamatan atau kebahagiaan dalam berumah tangga, berkeluarga dan masjarakat kampung.
Semoga dapat mendjadi pedoman bagi masjarakat kita selandjutnja.
Perlu diingatkan disini lagi bahasa nama2 orang (pelakon) dan nama negeri dalam tjeritera ini keba njakan nama kiasan; dalam hal int édjaannja tiadalah diubah.-
Bukittinggi, Pebruari 1953.-
Wassalam penulis,
(A. Rival Yogi)