Lompat ke isi

Halaman:Tuanku Lareh Simawang.pdf/48

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Bukan denai kan nari-nari saja
Kenari nak orang seberang;
Bukan denai ke mari-mari saja
Besar maksud yang menjelang.”

Menjawab Siti Rawiyah, “Oi Aciak denai Siti Jamilah, silakan malah Aciak ke rumah, tikar sudah denai bentangkan, kami yang sedang bercakap-cakap.”

Telah naik Siti Jamilah, bertiga dengan anaknya, lalu mereka duduk di tengah rumah, di situ berkata Siti Rawiyah.

Aciak kandung Siti Jamilah, telah lama kita tidak bertemu, karena banyak pekerjaan, yang tidak kunjung selesai, tiap dikerjakan bertambah jua.

Kembanglah jala diserakkan
Kenalah anak tali-tali;
Semua yang ada diletakkan
Kalau tidak ada ke mana akan dicari.”

Menjawab Siti Jamilah:

“Jika kena tali-tali
Kepala usah dibuangkan;
Baru terletak gelas kopi
Lepas rasanya haus kerongkongan.”

Sesudah minum dan makan, berkata Siti Jamilah, “Aciak denai Siti Rawiyah, dengarkan malah baik-baik, usah Aciak salah terima, karena denai dalam berbeban berat, nyawa di dalam tangan Allah, jika untung akan elok, selamat denai bersalin, mengikuti syarak dan adat, kalau terlewati surut, kalau terlangkahi kembali.

Kalau ada ucapan yang terdorong, kata yang salah terlompat, pantangan yang denai langgar, denai meminta maaf serta rida, selagi badan sedang sehat.

37