Lompat ke isi

Halaman:Tuanku Lareh Simawang.pdf/96

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

panjang, bertanya Datuak Rangkayo Basa.

“Tuanku Lareh Simawang, adakah senang saja Angku sekarang? Mengapa kurus benar badan Angku?”

Menjawab Lareh Simawang, “Kalau itu yang Datuak tanyakan, tentang badan diri hamba, telah berangsur sembuh, tapi pikiran belumlah sembuh, ibaratnya penuturan,

Di tangsi banyak serdadu
Sersan nama kepalanya;
Jika diingat masa dahulu
Laut dalam tuangannya.

Tidaklah hati seremuk ini, rusuh bercampur dengan iba, bukan denai iba dengan badan sendiri, iba karena anak yang mati, rusuh di anak yang hilang.

Kalau den akan menjarum
Den jahit dengan benang sutra
Den ambil untuk sarabeta38;
Kalau den tahu akan bak nantun
Tidak kan mau den dijemputnya
Dijemput ke ranah Batusangkar.”

Sedang bertutur seperti itu, air mata sebak akan menangis, suaranya telah parau, menjawab Datuak Rangkayo Basa,

“Usahlah padi diluruhkan jua
Kalau bersawah di musim tinggal
Berpadi banyak yang hampa;
Usah hati berlarut jua
Terbuang buruk orang yang tinggal
Celaka murah menimpa.

Usah Tuanku bersusah hati benar, janganlah beriba hati jua,

38) lap tangan

85