Hikayat Puti Zaitun
[ 1 ]
Syamsuddin Sutan Rajo Endah
HIKAYAT PUTI ZAITUN
Milik Dep: P dan K
Tidak diperdagangkan
Hikayat
PUTI ZAITUN
Dikarang oleh
SYAMSUDDIN SUTAN RAJO ENDAH
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
PROYEK PENERBITAN BUKU SASTRA
INDONESIA DAN DAERAH
Jakarta 1982
Diterbitkan oleh
Proyek Penerbitan Buku Sastra
Indonesia dan Daerah
Hak pengarang dilindungi undang-undang
KATA PENGANTAR
Bahagialah kita, bangsa Indonesia, bahwa hampir di setiap daerah di seluruh tanah air hingga kini masih tersimpan karya-karya sastra lama, yang pada hakikatnya adalah cagar budaya nasional kita. Kesemuanya itu merupakan tuangan pengalaman jiwa bangsa yang dapat dijadikan sumber penelitian bagi pembinaan dan pengembangan kebudayaan dan ilmu di segala bidang.
Karya sastra lama akan dapat memberikan khazanah ilmu pengetahuan yang beraneka macam ragamnya. Penggalian karya sastra-lama yang tersebar di daerah-daerah ini, akan menghasilkan ciri-ciri khas kebudayaan daerah, ang meliputi pula pandangan hidup serta landasan falsafah yang mulia dan tinggi nilainya. Modal emacam itu, yang tersimpan dalam karya-karya sastra daerah, akhirnya akan dapat juga menunjang kekayaan sastra Indonesia pada umummnya.
Pemeliharaan, pembinaan, dan penggalian sastra daerah jelas akan besar sekali bantuannya dalam usaha kita untuk membina kebudayaan nasional pada umumnya, dan pengarahan pendidikan pada khususnya.
Saling pengertian antardaerah, yang sangat besar artinya bagi pemeliharaan kerukunan hidup antarsuku dan agama, akan dapat tercipta pula, bila sastra-sastra daerah yang termuat dalam karya-karya sastra lama itu, diterjemahkan atau diungkapkan dalam bahasa Indonesia. Dalam taraf pembangunan bangsa dewasa ini manusia-manusia Indonesia sungguh memerlukan sekali warisan rohaniah yang terkandung dalam sastra-sastra daerah itu. Kita yakin bahwa segala sesuatunya yang dapat tergali dari dalamnya tidak hanya akan berguna bagi daerah yang bersangkutan saja, melainkan juga akan dapat bermanfaat bagi seluruh bangsa Indonesia, bahkan lebih dari itu, ia akan dapat menjelma menjadi sumbangan yang khas sifatnya bagi pengembangan sastra dunia,
Sejalan dan seirama dengan pertimbangan tersebut di atas, kami sajikan pada kesempatan ini suatu karya sastra daerah, dengan harapan semoga dapat menjadi pengisi dan pelengkap dalam usaha menciptakan minat baca dan apresiasi masyarakat kita terhadap karya sastra, yang masih dirasa sangat terbatas.
Jakarta, 1982
Proyek Penerbitan Buku Sastra
Indonesia dan Daerah
DAFTAR ISITeks besar
Hikayat Puti Zaitun
Kata Pengantar ................................. 9 Ringkasan ................................. 11
1. Menjamu Musyafir Mousol ................................. 19
2. Rajo Sahari ................................. 24
3. Abu Hasan Al Majnun (1) ................................. 33
4. Rajo Harun Al Rasid ................................. 35
5. Putri Zaitun Kawin dengan Abu Hasan ................................. 42
6. Rajo Mancubo Kapintaran Zaitun ................................. 50
Si Upiak Siti Rabiatun Kata Pengantar ................................. 55
Ringkasan ................................. 57
1. Siti Rabiatun ................................. 63
2. Perkawinan Marah Jamin ................................. 71
3. Rabiatun dan Jamaran ................................. 75
4. Rabiatun Dipinang Urang ................................. 81
5. Tatangkok Tangan ................................. 86
6. Malarikan Rabiatun ................................. 89 [ 11 ]Cerita Puti Zaitun ini ditulis dalam bahasa daerah Minangkabau. Ceritanya bukan berasal dari daerah Minangkabau, tetapi dari sastra luar negeri yang terkenal dengan Hikayat 1001 malam. Hikayat 1001 malam sendiri masuk ke Indonesia melalui pedagang dari Arab. Puti Zaitun merupakan satu cerita di antara cerita yang ada dalam hikayat tersebut. Peristiwanya terjadi dalam zaman Kerajaan Sultan Harun Alrasyid. Harun Alrasyid terkenal sebagai seorang raja yang adil dan bijaksana. Dia juga terkenal dengan kebiasaannya yang suka menyamar untuk menyelidiki tentang keadaan rakyatnya. Keluhan dan aduan rakyatnya diperhatikannya dan yang dianggap bersalah dijatuhi hukuman. Cerita Puti Zaitun juga mengisahkan kejadian sewaktu Sultan Harun Alrasyid sedang menyamar dengan wazirnya berkeliling kota untuk memperoleh laporan langsung dari rakyat. Dalam penyamarannya itu ia bertemu dengan seorang laki-laki bernama Abu Hasan, yang me ngecam raja, tidak memperhatikan keadaan rakyat. Harun Alrasyid mengangkat Abu Hasan sebagai raja sehari saja. Dalam sehari itu Abu Hasan telah menjatuhkan hukuman kepada yang dianggapnya bersalah.
Ibu kandungnya sendiri diberinya hadiah.
Terbitan buku Puti Zaitun dalam bahasa daerah ini akan menambah khazanah sastra Minangkabau yang berasal dari luar negeri.
Mudah-mudahan buku ini dapat memenuhi selera pembaca khususnya orang Minangkabau.
Jakarta, 15 Pebruari 1983
RINGKASAN: CERITA PUTRI ZAITUN
Pada zaman dahulu ada seorang raja bernama Harun Al rasyid. Permaisurinya bernama Puti Zubaidah, anak raja Mesir. Harun Alrasyid, seorang raja yang adil pandai memerintah, termasyhur ke mana-mana rakyat dan negerinya makmur. Pada suatu hari Raja Harun Alrasyid mengajak wazimnya berkeliling kota untuk mengetahui keadaan rakyat yang sebenarnya. Mereka berdua berkeliling dengan jalan menyamar. Wazirmmya bernama Abdul Gafar. Sewaktu Raja dengan wazirnya sampai di halaman rumah Abu Hasan, maka diajak mampir kerumahnya oleh Abu Hasan. Dijamu makan orang berdua itu dan ditanyakan oleh tamu yang berdua itu riwayat Abu Hasan.
Abu Hasan menceritakan bahwa dia hanya tinggal berdua dengan ibunya karena ayahnya telah meninggal. Raja Harun Al-rasyid mengaku dirinya bernama Abdullah dan wazirnya dikatakannya bernama Mohamad Soleh dan dia mengaku saudagar dari Mousol. Abu Hasan mengatakan bahwa almarhum ayahnya juga seorang saudagar dan meninggalkan harta yang banyak.
Harta itu dihabiskan oleh Abu Hasan dengan kawan-kawannya untuk berpesta pora.
Sesudah harta habis teman-temannya itu meninggalkannya, maka dijualnya kambing dan ontanya, akan jadi modal berdagang. Berkat ketekunan berdagang, dapatlah tersimpan uang sedikit-sedikit. Abu Hasan tetap menolong orang yang sedang dalam kesusahan dan orang miskin maupun menjamu para musyafir. Sambil bercerita itu Abu Hasan meneguk anggur terus-menerus, sehingga sudah mulai mabuk.
Dia mencela Raja Harun Alrasyid yang dianggapnya tidak mau melihat kesulitan rakyatnya, dia tinggal saja di istana, sedangkan negara tidak aman.
Dia juga menambahkan, kalau sekiranya dia diangkat barang sehari menjadi raja, banyak penghulu yang akan dihukumnya. [ 14 ]Sedang berkata-kata itu, Abdul Gafar, wazir Sultan Harun Alrasyid menuangkan obat bius ke dalam minuman Abu Hasan.
Sesudah terminum obat bius itu oleh Abu Hasan, tertidurlah dia tak sadarkan diri.
Raja memerintahkan agar Abu Hasan dibawa ke istana. Bajunya diganti dengan baju tidur raja-raja.
Raja Harun Alrasyid bertitah kepada seisi istana, agar mereka mematuhi segala perintah Abu Hasan, tanpa ketawa dan menganggapnya benar-benar seperti raja untuk sehari.
Pagi-pagi Abu Hasan telah dibangunkan oleh tujuh dayang-dayang perempuan. Sewaktu Abu Hasan sedang mandi, Raja Harun Alrasyid memerintahkan kepada wazir, menteri mangkubumi dan segala pejabat tinggi agar mereka mematuhi perintah Abu Hasan untuk sehari itu.
Sesudah bersantap pagi Abu Hasan dibawa ke balairung dan didudukkan di atas singgasana dihadapi oleh semua orang pintar-pintar. Mereka menunggu perintah Abu Hasan selaku raja.
Dalam sehari itu Abu Hasan menghukum penghulu yang suka memeras rakyat serta menyuruh rampas harta seorang Yahudi, karena hartanya berasal dari rampasan. Harta Yahudi itu disuruh dibagikannya kepada rakyat miskin. Abu Hasan memerintahkan kepada bendahara agar menyerahkan uang seribu dinar kepada ibunya.
Raja sehari itu dihibur oleh gadis-gadis cantik, dayang-dayang istana. Di antara gadis-gadis itu terdapat inang permaisuri raja, bernama Puti Zaitun. Abu Hasan tertarik akan Puti Zaitun. Segala tingkah laku Abu Hasan diintip saja oleh Raja Harun Alrasyid dengan permaisurinya.
Sesudah hari malam, Abu Hasan diberi lagi obat bius dalam minumannya dan sesudah tertidur bajunya diganti lagi dan dibawa pulang ke rumahnya.
Sewaktu Abu Hasan terbangun pada pagi hari dicari-carinya Puti Zaitun dan dipanggil-panggilnya inang pengasuh. Yang datang ibunya menanyakan siapa yang dipanggil-panggil anaknya.
Abu Hasan marah kepada ibunya dan dikatakannya perem[ 15 ]puan buruk. Disuruhnya ibunya menjemput para inang pengasuh karena dia menganggap dirinya masih jadi raja.
Ibunya melarang Abu Hasan menyebut nama Harun Al-rasyid karena dianggap keramat, apa lagi ibunya mendengar raja kemarin menghukum penghulu-penghulu, orang Yahudi dan lain-lain serta dia dapat seribu dinar dari raja.
Abu Hasan mengatakan, dialah yang menghukum orang- orang itu dan memberi uang seribu dinar itu.
Dipukulnya ibunya, karena dianggapnya ibunya perempuan buruk yang tidak ada hubungan dengan dirinya. Orang banyak berdatangan dan menganggap Abu Hasan gila. Dipanggilkan dukun. Dukun mendera Abu Hasan sebagai pengobat sakit gilanya. Sesudah Kira-kira dua minggu Abu Hasan sadar akan dirinya, bahwa dia bukanlah raja.
Sesudah tiga bulan setelah kejadian itu raja dengan menyamar berjalan-jalan ke tempat Abu Hasan.
Sesudah Abu Hasan melihat raja yang menyamar dengan wazirnya dia marah, karena dianggapnya kedua orang itu menyihirnya menjadi raja sampai dia dianggap gila dan diperlihatkannya punggungnya yang berbekas pukulan. Raja kasihan melihat itu dan tidak mengira akan sampai sejauh itu akibat olok-oloknya.
Wazir Abu Gafar yang menyamar sebagai orang Magribi mengatakan mengapa hingga sekarang Abu Hasan belum beristri. Disambung oleh Raja Harun Alrasyid bahwa menurut ramalan bintang seorang gadis bernama Puti Zaitun, yang tinggal dalam istana raja, itulah yang patut menjadi istri Abu Hasan.
Dijawab oleh Abu Hasan, bahwa tidak patut dia beristrikan Puti Zaitun, karena dia orang yang hina.
Dijawab oleh Harun Alrasyid bahwa umat manusia itu sama di mata Tuhan. Sedang berbincang-bincang itu, sewaktu Abu Hasan sedang terlengah dimasukkan obat bius ke dalam minumannya. Sewaktu Abu Hasan tertidur karena obat bius, pakaiannya diganti dengan pakaian raja dan ditidurkan di kamar tidur Harun Alrasyid. Sewaktu Abu Hasan terbangun di pagi hari heran ia me-
lihat lingkungannya dan menyesali tukang sihir yang menyihirnya. Abu Hasan bermaksud tidur kembali, dianggapnya dia bermim[ 16 ]
pi. Puti Zaitun dengan merayu-rayu membangunkan Abu Hasan.
Abu Hasan memaki-maki dan menyesali tamunya yang dua orang itu, telah dijamunya dengan baik-baik masih menyihirnya.
Abu Hasan menanyakan kepada para inang-inang pengasuh di sekelilingnya, siapakah raja. Gadis-gadis itu serentak {{{1}}}mengataka, bahwa dia bukan Abu Hasan tetapi raja. Gadis-gadis yang menglilinginya merayu terus, sehingga Abu Hasan ikut menari bersama mereka.
Raja Harun Alrasyid dengan permaisurinya Puti Zubaidah mengintip dari kamar sebelah. Sedang Abu Hasan asyik menari itu masuklah Raja Harun Alrasyid ke dalam ruangan itu, musik berhenti berbunyi dan semua isi ruangan diam.
Raja mengajak Abu Hasan duduk di dekatnya dan ditanyakannya sebabnya dia datang ke istana.
Abu Hasan menjawab, bahwa ia disihir oleh orang Magribi, padahal ia sudah menjamu orang itu. Raja Harun Alrasyid membuka rahasianya bagaimana sampai dia di istana itu dan pernah menjadi raja sehari.
Raja dengan permaisurinya sudah sepakat untuk mengawinkan Abu Hasan dengan Puti Zaitun. Raja memerintahkan Abu Hasan kawin dengan Puti Zaitun dan tidak boleh menolak perintah raja.
Sesudah seminggu nikah Abu Hasan membawa istrinya pulang ke rumah ibunya. Ibunya sangat sayang kepada menantunya.
Sesudah sebulan kawin, uang berangsur habis, karena tiap hari bersuka hati saja. Puti Zaitun akan menjual selendang pemherian Puti Zubaedah untuk belanja tetapi dilarang Abu Hasan karena mencari uang adalah tanggungan pihak laki-laki. Puti Zaitun menjawab, bahwa adat orang suami-istri bantu-membantu. Abu Hasan termenung mendengar kata istrinya itu. Istrinya mempunyai akal untuk memperoleh uang dengan mudah. Disuruhnya suaminya pura-pura mati dan dia akan meminta uang kepada permaisuri raja untuk pembeli kafan. Mendengar itu tertawa Abu Hasan. Dia berbaring telentang seperti orang mati dan istrinya lari ke istana mengabarkan kematian suaminya. Puti Zubaidah memberi[ 17 ]kan uang seratus dinar dan ikut dengan Puti Zaitun melihat mayat Abu Hasan.
Sesudah Puti Zubaidah pergi Abu Hasan bangkit dan menyuruh istrinya sekarang berbaring pura-pura mati. Abu Hasan berlari-lari ke istana mengabarkan kepada Raja Harun Alrasyid mengenai kematian istrinya. Raja memberikan uang seratus dinar dan ikut dengan Abu Hasan untuk menjenguk mayat Puti Zaitun.
Raja membujuk Abu Hasan agar jangan menangis. Sesampai di istana raja mengatakan kepada istrinya perihal kematian Puti Zaitun, istri Abu Hasan. Tercengang permaisuri raja mendengarkan berita itu, sebab dia tadi melihat Abu Hasan yang meninggal.
Mendengar tutur istrinya, tertawalah raja dan disuruhnya mengucap karena yang dilihat raja istri Abu Hasan yang meninggal
Karena raja dan permaisurinya sama-sama keras pendiriannya, maka disuruh Halimah, pelayannya menjenguk ke rumah Abu Hasan melihat siapa sebenarnya yang meninggal.
Setelah kembali, Halimah melaporkan, bahwa Abu Hasan yang meninggal karena dia melihat Puti Zaitun menangis. Raja tidak senang hatinya, maka disuruh pelayan yang lain yaitu Mansur.
Setelah kembali dari rumah Abu Hasan dilaporkannya, bahwa Puti Zaitunlah yang meninggal, karena melihat Abu Hasan sedang mengaji. Raja dan permaisurinya tidak puas akan laporan kedua pelayannya, maka mereka sendiri yang pergi ke rumah Abu Hasan.
Setelah Puti Zaitun mendengar raja sudah hampir ke rumahnya dia bertanya bagaimana pendapat suaminya. Abu Hasan menganjurkan agar mereka keduanya berbaring pura-pura mati.
Melihat dua mayat terbujur berkata raja siapa di antara keduanya yang dulu mati akan diberi uang seribu dinar. Mendengar kata-kata itu melompat Abu Hasan menyembah raja, mengatakan dialah yang lebih dahulu mati. Puti Zaitun juga bangkit, menjelaskan bahwa Abu Hasan, suaminyalah yang lebih dahulu mati.
Tertawa raja dengan permaisuri melihat kelakuan Abu Hasan dan istrinya dan ditanyakannya maksud mereka berlaku demikian. [ 18 ]Maka dijelaskan merekalah kepada raja dan permaisuri, bahwa mereka melakukan itu karena perlu uang.
Pada suatu hari raja ingin mencoba kecerdikan Zaitun. Disuruh pesuruh menjemput Puti Zaitun agar datang ke istana.
Disuruhnya Zaitun datang keesokan harinya ke istana tanpa baju tapi tidak telanjang, tanpa kendaraan, tapi tidak berjalan kaki tidak menunggang kuda. Kalau berhasil Zaitun melaksanakan perintah itu ia akan diberi hadiah seribu dinar. Abu Hasan juga disuruh datang bersama-sama, raja hendak menguji kecerdikan mereka,
Sesudah mendengar perintah raja itu, Puti Zaitun minta izin pulang.
Di tengah jalan Puti Zaitun tersenyum-senyum seorang diri mengingat akan mendapat hadiah seribu dinar.
Sesampai di rumah Abu Hasan bertanya kepada istrinya perintah raja.
Setelah didengarnya perintah raja itu dari istrinya maka dianggapnya raja kurang waras. Puti Zaitun mengatakan kepada suaminya, bahwa perintah raja itu mudah untuk dilaksanakan.
Keesokan harinya, kira-kira pukul sepuluh pagi, Puti Zaitun menanggalkan semua pakaiannya dan dalam keadaan telanjang masuk dia ke dalam karung goni besar.
Sesudah itu diikatkan ke bawah unta bergantung di perut unta.
Abu Hasan menggiring unta itu ke istana. Setelah sampai di istana raja menanyakan di manakah Puti Zaitun berada, Abu Hasan menjawab Puti Zaitun ada di bawah unata tanpa pakaian, tetapi dalam karung goni. Jadi tidak bertelanjang. Dia tidak menunggang kuda. Jadi semuanya perintah raja itu telah dilaksanakannya. Tertawa Raja dan permaisurinya melihat kecerdikan Puti Zaitun dan dihadiahkannya uang seribu dinar sebagaimana yang dijanjikannya. [ 19 ] [ 20 ]I
MENJAMU MUSYAFIR MOUSOL
Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104').
Kaba carito rang dahulu - dalam hikayat urang Parsi - hikayat saribu satu malam - kaganti suri jo tuladan - guno parintang rintang hati -Tatakalo mulo-mulonyo - tatakalo maso itu - ado saurang Rajo Basa - rajo usali sunduik basunduik - bukan rajo dang babali - tidak rajo dang mamintak - samo tajadi jo alamko - banamo rajo Harun Alrasyid. Parmaisuri Puti Zubaidah - anak rajo dari Mesir - asa rajo turun karajo - asa puti turun kaputi - lorong kapado Harun Alrasyid - mangkuto alam
[ 21 ]nagari Bagdad — rajo tanamo ka mano-mano — tabilang kian kumari — adil pandai mamarintah — tak ado rajo saadilnyo — mahukum usua pareso — adokan sasi tando beti — kalau tarang basalah — aturan pancuang dipancuangnyo — aturan buang dibuang — di mato tidak dipiciangkan — diparuik indak dikampihkan — sano tangah pagang taraju — nagari aman padi manjadi — rakyat sanang santoso — tidak ado maliang curi-paibo di urang dagang — panyantun ka urang miskin — rajo pamurah basidakah — kuek baragiah karang mularaik — kasayangan rakyat nan banyak rakyat sanang samonyo — sorang tidak nan berang — rajo adil rajo di sambah — kalau diliek karajonyo — tak ado rajo sakayonyo — mahligai tinggi tujuah tingkek — ustano gadang baukia-ukia — tonggak ustano batu pualam — mancayo ustano dalam ayia — ustano di tapi talago biru — halaman laweh bakabun bungo — kabun bapaga tarali basi — tiok pintu ado panjago. Kan iyo Harun Al-rasyid — bakato ka wazir manti tuo — manolah wazir sagiro baja- lan - kito bajalan patang hari dikanakan pakaian — baju kuruang balang hitam ~ pakai jubah suto putiah — baitu juo manti tuo — mamakai pakaian sudaga — saudaga Mousol caro musafir — manyamar jadi rakyat — sorang tidak nan tahu baso rajo Harun Alrasyid - sarato wazir Abdul Gafar — pandai manyamar baduo nyo — tatapi sungguah damikian - karano rajo bajalan — manya- mar masuak kampuang — urang mahiriang jauah — dubalang basa basa - mamakai pakaian buruak-buruak — sarupo urang mintak sadakah -- kan iyo Tuanku Rajo — bajalan baduo-baduo — masuak lorong ka lua lorong — masuak pasa kalua pasa — tibo di halaman Abu flasan ~ rakyat Tuanku Harun Alrasyid — mambari salam Abu Hasan - kapado urang nan baduo -- dilick pakaian kaduonyo - bagai saudagar dari Mousol bakato Abu Hasan mano tuan nan baduo — sagiro masuak ka rumah — mukasuik sangajo dalam hati - manjamu tuan sudagar-mandanga kato Abu Hasan — dilick dipandang urang mudo ~ anak bujang elok laku — tampak muko nan janiah indak inyo urang jahek — rupo rancak putiah kuniang — tinggi tidak randah tidak — tampan urang baiak-balak - urang cadiak cando kio - mambayang cadiak ka muko — manjawab Abdul Gafar - kalau baitu kato rang mudo — tume[ 22 ]nah kito ka rumah - masuaklah Abdul Gafar - rajo mairing d balakang - duduak baselo dalam rumah - dijamu makan Abu Hasan alah sudah minum makan - dibasuah tangan anyo lai - diisok rokok sabatang asok mandulang kaudaro - bakato wazir Abdul Gafar - kalau baranti lapeh panek - barundiak sudah makan - batanyo kami karang mudo - siapo garan namo anak - manjawab Abu Hasan - namo hambo Abu Hasan - bapak ambo sudah mandahulu kini tingga baduo - baduo jo mande kanduang Mandanga kato Abu Hasan - bakato Rajo Harun Alrasyid - hambo banamo Abdullah - kawan iko Mhd. Saleh - kami saudaga dari Mousul - urang musafir mambali galeh - kato rajo ka Abu Hasan - mandanga kato nan bak kian - bapak ambo saudagar pulo - takalo baliau mati - banyak tingga harato pusako - sawah ladang kabun korma - cukuik taranak kambiang unto - toko ado duo buah tatapi sungguah nan bak kian - hambo indak baniago - pitih dibuek basuko hati - dibao kawan samo gadang - bagurau bahabih pitih - pitih dikaruak tiok hari - tidak ado tukuak tambah - pitih baransua habih juo - kawan bamain malak - bansaik tingga badan sorak - kawan galak nan banyak - kawan manangih tatumbuak sorang -
Ka pulau kito ka pulau
Ka pulau koto subarang
bagurau sama bagurau
bansaik tasisiah badan sorang
Hambo jua unto jo kambiang - kapokok manggaleh - dicubo hiduik baru diubah laku nan buruak - manggaleh badikik-dikik - balanjo dihimatkan Insya Allah tolong Tuhan pulang karelahan lamo - ado tasimpan pitih - tabali galeh duo tigo - tatapi sabuah nan tak hilang - suko manolong urang musikin - manjamu urang musyafir - itu bana kasukoan) kalau ado urang tajamu - sajuak fikiran sanang hati. Sadang bakato damikian diminum anggur tiok sadaguik - taraso angek dado kapalo - mabuak kapayang Abu Hasan - bakato suaro lantang - tidak ado pambuhuran - kato indak baagak-agak - karano minum anggur - kato indak bapamatang asa kato dipakatokan mulo-mulo soal [ 23 ]manggaleh — kudian kato soal nagari Kalau dipandang rajo kami — rajo Sultan Harun Rasid — baparam sajo si ustano —tidak maliek nasib rakyat — antah makan antah tidak — banyak bajudi manyabuang — banyak maliang mancuri — disarahkan nagari kadubalang — pacayo sajo pado polisi — takuik polisi di muko rajo — bukan murah jadi rajo — banyak tangguang jawabnyo — ditanyo di muko Tuhan — kalau pandai mamarintah — dibao rakyat kanan elok — dalam surgo kadiamnyo — kalau hambo jadi rajo dipakai pakaian usang-usang — ditiru pakaian urang banyak — bajalan masuak kampung — urang indak manyangko rajo — pandai mambungkuak indak tampak — mambuwua indak mambuku — dilawan batutua hambo rakyat — dapek rahasio karajonyo — nan bungkuak ma makan saruang — mandu kua makanan katam — katonyo Abu Hasan — mandanga kato damikian sanang hati rajo Bagdad.
Manjawab rajo Harun Rasyid — manuruik pikiran hati ambo — rakyat di siko, urang baiak - tidak ado nan jahek — katonyo rajo mamanciang-manciang — mamanciang hati Abu Hasan — pandai rajo mangaik-mangaik galah jo kaki — mandanga kato damikian manjawab Abu Hasan — diliek sapinteh lalu tampak elok urang di siko — hambo nangko rakyat rajo — anak nagari Bagdad — mancubo pahik manih — sakik sanang adi rakyat kalau ambo jadi rajo — manjadi rajo agak sahari — banyak panghulu tahukum — banyak urang hambo usia — mangacau dalam nagari — nyato inyo urang dagang — suko mancucuik darah misikin — babuek riba ka hambo rakyat — hutang sapuluah jadi saratuih — laku iblis dibuek — labiah labiah rang Yahudi — indak tantu halal haram — patuik inyo kayo kayo — paluah rakyat dicucuik — bukan sajo urang Yahudi — panghulu-panghulu kapalo kampuang — cotok ateh makan bataduah — siligi baliak batimba — indak ujuang pangka manganai — mamapeh dalam balango — gaji dapek dari rajo rakyat disuruah baiyuran — paga makan tanaman — kalau hambo jadi rajo — dapek mahukum agak sahari — disapu barasiah nan jahek — dihukum urang nan basalah — katonyo Abu Hasan, Sadang bakato kato panjang kan iyo Abd. Gafar — wazir Sultan Harun Alrasyid [ 24 ]—dituangkan ubek bius—sadang si Hasan talengah baru taminum ubek bius—lunak sagalo pasandian kuoknyo barapi api—talalok bujang si Hasan indak tahu dirinyo—tibo parentah dari rajo—mambao bujang Abu Hasan—dibao kaustano—lalu di pintu rahasio—urang indak tahu kan iyo rajo Bagdad—maliek rupo Abu hasan—anak mudo rancak roman—tutua bahaso manggalak sanang hati mandangakan—sayang jo ibo karang bujang—nyato rajo indak baranak—panyayang kanan mudo—pangasiah kanan ketek—nan tuo dihormati—kan iyo Abu Hasan—sungguah inyo mudo matah—banyak ilmu pangatahuan—cadiak sagalo karajo—hati luruih baiak budi—tabayang cadiak kamuko --
Urang Padang mamunta banang
dipunta dilípek ampek
dilipek dipaduo
indak guno dirantang panjang
dikumpa dipasingkek
diambiak sado nan paguno
II
RAJO SAHARI
Pado malam samalam itu—kanai bius ubek lalok—talalok bujang Abu Hasan—baju dituka baju tidua—basulam baameh ameh—pakaian rajo rajo—batitah Sultan Harun Alrasyid—mano kalian isi ustano—baiak dayang panginang—sarato sikambang tujuah puluah—baitu juo panjago pintu—pado hari barisuak joko tasintak anak bujang—pandang kalian sarupo hambo—sabagai inyo jadi rajo—sambah simpuah di kalian—usah kalian galak-galak—apo katonyo turuikkan—sangko bujang nan tidua—manjadi rajo mamarentah—katonyo usah disanggah—ikuik sagalo parentahnyo—katonyo rajo Bagdad—mandanga titah daulat tuanku—badiam diri isi ustano—sorang tidak bakato—bajalan rajo dibaliak tabia—maintai laku Abu Hasan
Pado maso pagi hari-hari sadang paneh pagi—tarang ustano bakiletan—bacayo sagalo ameh—eja kurisi batabua ameh—salo manyalo intan pudi—tunggak baukia bamego mego—ustano gadang bakalebaranpanuah tabantang kasua manggalo—baaleh tika parmadani—parmadani biludu buatan Parsia—sirah kuniang hijau limbayuang pamandangan—tabanam kaki dipijakkan—tampek gadih tari manari—mahibua hati daulat rajo —lampu barantai ameh suaso—babungo bungo bola rampu ado barangkai duo baleh—bukan sarupo lampu kini tibo malam lampu hiduik sinang hari lampu padam—cahayo marayu hati—raso di dalam sarugo. Lorong kapado Abu Hasan tasintak tidua di kulambu—dalam kulambu tujuah lampih kulambu rumin suto—gamarlapan cahayonyo—heran tacangang Abu Hasan—mamandang kiri kanan—dimano garan badan kini—sadang tacangang-cangang sorang—tibo gadih parawan rancak rancak—manyambah gadih katujuahnyo—disusun jari nan sapuluah—diunjuakkan lutuik nan duo—ampun tuanku rajo kami—rajo daulat dang tuanku—mangkuto nagari Bagdad kalau dibunuah kami [ 26 ]mati — kalau dibuang kami jauah — ampun kami dang Tuanku — ampun baribu kali ampun bangun Tuanku jagolah sayang — hari tenggi paneh tabantang. Mandanga sambah inang pangi-nang — heran tacangang Abu Hasan — digusuak mato baulang ulang — bamimpi barasian ambo kini — mangucap ngucap Abu Hasan — kalau iyo bamimpi — cubo galitiak badan ambo — kan
iyo gadih batujuah — naiak ka ateh ranjang — digalitiak badan Abu Hasan — taraso gali galak galak — tidak tatahan galitiak — gali sabatang badan — taraso lunak tangan gadih — lintuah pikiran Abu Hasan. Kan iyo rajo Harun Rasid — tidak tatahan tahan galak — mambuku paruik manahan — sanang hati mali-ek — bakato dayang nan batujuah — turun tuanku rajo kami— mandi basiram tuanku — mandanga kato damikian — heran tacangang mamikiakan kalau iyo tidua bamimpi — sarupo itu Kami galitiak — apo sabab indak ta sintak — mungkin iko iyo bana — indak bamimpi barastan — turun inyo ka halaman ki-peh basabuang suok kida — mairiang gadih batujuah — nan so-rang mambao kain — baduo mambao limau — badak balangia di dalamnyo harun sapanuah ustano — dalam cambuang ameh barukia — banyanyi badendang mairiangkan — diiringi suliang gambuih sarunai — suaro manggama ka udara — bagai suaro bu-luah parindu — marewan hati nan mandanga — tibo di talago suci murni — tacangang maliek talago — dalam talago talago pu-lo — ayia janiah jilah barasiah — talago bapaga batu pualam bareda bungo macam macam — sadap raso pamandangan — rim-bun daun batang pualam — manaungi tampek mandi — mandi bagusuak basuko suko — gadang hati Abu Hasan — sanang pikiran sakutiko — raso di dalam sarugo. Sudah mandi basiram — dikanakan baju kaamasan — mamakai topi mangkuto intan-pakai baju batatah ameh — salo manyalo intan baiduri — taka-nak salempang kuniang — batatah batabua intan barlian — bapa-dang taleo perak suaso — barukia bamego-mego — kalau diliek Abu Hasan bagai dewa turun di langik — sarupo pangeran anak rajo — banyak tadayo isi ustano — maliek rupo anak bujang - dibao ka ruang tangah duduak di ateh kasua ampuak — bara-leh biludu suto — babungo baragi ragi — bukan sarupo lapiak
kini — lapiak gadang sapanuah ruang — barukia alang tabang — kaja mangaja ula nago — kaluak-bakaluak daun paku — di ateh tika parmadani — talatak makanan lazat lazat — labiah saratuih ampek puluah — masakan gadih pandai pandai — kopi susu di cerek ameh — cawan cangkia ameh pulo — maklum rajo kayo rayo — bukan sarupo rajo — indak saroman rajo — rajo kayo diameh perak — harato banyak di gudang — anak kunci biliak jo gudang — indak tabao sikua unto — lorong kapado Harun Alrasyi — sadang Abu Hasan mandi diadokan sidang di balairung — rapek papek basa basa — urang gadang di Bagdad wazit mantari mangkubumi — sagalo imam dangan khatib — suluah bendang dalam nagari — sarato dubalang pagawai — kapalo parang kota Bagdad —cukuik jo upeh polisi — parik paga dalam nupari. Batitah rajo maso itu — pado hari sahari iko — anak bujang jadi rajo — turuik parentah inyo — patuah taat parentahnyo — tidak buliah di sanggah — alah sudah rajo bakato dijaputk Abu Hasan — kan iyo Abu Hasan — ragu inyo maso itu — antah bamimpi barasian — antah iyo bana — bakato Abu Hasan — disuruah cubiak pahonyo — cacak kareh kareh disuruah Puti Zaitun — kasayangan bini rajo — dalam sabanyak tw gadih parawan - Puti Zaitun paliang rancak — kan iyo Puti Zaitun — malu mancubiak anak bujang — karano parentah rajo dituruik kato Abu Hasan — dicacak paho kaduonyo — taraso sakik di Hasan sabananyo indak bamimpi iyo bana tajadi — kan iyo Puti Zaitun — taraso lambuik paho bujang — lintuah pikiran Zaitun — takilik iman di dado — kan iyo samaso itu — samo barubsh paratian - bak nan gadih bak nan bujang — samo di inabuak paratian — nan labiah bana Abu Hasan — kanai geleang suduik mato — lintuah raso rangkai hati —.
- Dari mano punai malayang
- dari banto turun ka padi
- dari mano kasih sayang
- dari mato sampai ka hati
- Api api tabang ka dusun [ 28 ]
- tibo di dusun tabang ka banto
- indak mati kanai racun
- mati digeleang suduik mato
- Pai ka ladang rang basanto
- maambiak buah jo bungonyo
- usah diadang main mato
- hati jantuang dimabuaknyo
Batitah pulo rajo sahari — mano dubalang barani — rampeh harato toko Yakub — urang Yahudi toko kain — bagi bagi karang miskin — harato karun dapek barampeh — lahianyo sudagar batinnyo rajo parampok — usia inyo dari dalam nagari — tidak buliah di Bagdad Mandanga titah Abu Hasan — tagalak suko Harun Alrasyid — bana cadiak bujang nangko kan iyo sahari itu — bakato rajo sahari — batitah ka bandaharo — puro panuah rajo Bagdad — kas kerajaan Harun Alrasyid.
Turuik rumah Abu Hasan — dalam Kampuang kamakmuran — bari hadiah saribu dinar — barikan kapado mandenyo — sabab mangko dibari — suko manolong fakir miskin — suko manjamu dagang datang — manolong yatim piatu — hari sahari itu — tabongka sagalo kasalahan - banyak urang di hukum — rajo maliek laku si Hasan — sunang raso paratian. Kan iyo Abu Hasan — taraso bamimpi barasian — bakato kapado wazir mantari di mano hambo kini — apo sabab bak nangko — hambo iko rakyat jelata kini badaulat batuanku — kama tuanku dihadapkan — katonyo Abu Hasan indak picayo di badannyo — [ 29 ]
Manjawab mantari Mansyur — ampun hambo di Tuanku Tuanku indak bamimpi — Tuanku rajo badaulat — mamarentah nagari Bagdad — sajak dart timua Sampai ka Barat — kakuasaan dang Tuanku — buliah mahitam mamutiahkan — kalau tagak indak tasundak ~ malenggang indak mamapeh — bakato sabuah saGang — mangegayung sakali putuih — katonyo manti wazir Mansyur — bakato kato dalam mimpi — sajak pagi tadi bana — sampai kini hampia patang — rasian apo sapanjang nangko mimpi indak putuih putuih — sudah duduak mahukum bajalan tutun ka ustano — bapayung kuniang bajambua ameh — kipeh basabuang kiri kanan — bapuluah gadih rancak rancak — mairiang rajo ka ruang makan.
rang lai namo hambo si Upiak Sauang — bakato galak sanyum — balubang pipi dibawo galak — bakato pulo Siti Marindu — suduik mato maracun hati — pangabisan gadih marewan — suaro manyaik jantuang manyabuik namo sorang sorang — sambia badendang tari salendang — gadih rancak sambilannyo — dalam baumua anam baleh — ibarat bungo sadang kambang. Ado sabanta antaronyo — turun Puti Zaitun bagai dewa dari kayangan — manyanyi sambil manari — mairiang suliang nafiri — raso kapatah pinggang nan rampiang — lamah layuak layuak pinggang tangan dikambang alang tabang — pantun dendang manyindia bujang — tadayo si Hasan mandangakan — tibo sumangaik mudo — tagak manari basamo samo suaro rancak pandai balagu — labiah sapandai Abdul Wahab — tapasona gadih nan banyak — mandanga suaro bujang si Hasan — suaro rancak bapitunang — marindu gadih nan banyak — banyanyi sambia manari — suaro nyanyi ganti baganti — asik birahi Puti Zaitun — bapantun sambia badendang —
- Kayu aro gadang buahnyo
- jatuah ka bawah tabulintang
- daulat rajo gadang tuahnyo
- bagai bulan di paga bintang
- Ka pulau samo ka pulau
- ka pulau manjaring udang
- bagurau samo bagurau
- manari gadih jo bujang
- Naiak bendi ka Sungaitanang
- singgah mamatiak bungo kinari
- hati siapo indak sanang
- gadih jo bujang samo manari
- Gelang gelang sipatu gelang
- tinggi bukik siramo-ramo
- mari badendang tart salendang [ 31 ]
- kito banyanyi basamo samo
- Di mano padi indak taganang
- aia datang di batang gadih
- dima hati indak kasanang
- manari badendang jo gadih-gadih
dek hati talampau gadang — tacubik Pipi Puti Zaitun — faso dimakan paluak kasayangan — tidak tatahan cinto hati — kan iyo Pati Zaitun sirah muko kamaluan — tatapi takana kato rajo — tidak buliah manulak — apo dibuek Abu Hasan — turuik sajo suko hati — kan iyo Abu Hasan takana bana jadi rajo — indak nan bak kian — Kurang sopan dipangdangi tidak baitu adat rajo katonyo dalam hati — sagalo tingkah laku si Hasan — baduo jo Puti Zaitun — samo kanai kaduonyo — bak nan gadih bak nan bujang — tampak di rajo Harun Rasyid — rajo mancigok di batiak tabia — baduo jo bini rajo — tagalak galak kaduonyo — kan iyo Puti Zaitun — kasayangan bini rajo — daJam gadih sabanyak jtu — Puti Zaitun tapandang mulia — asa mulonyo anak rajo di Bairut — sajak katek di ustano — asa rajo turun ka rajo — asa puti turun ka puti — hari barembang patang kiro kiro pukua limo — dihimbau Puti Zaitun — dibao ka kabun bungo — bajalan baduo duo — bajalan bapacik tangan — tibo di batang kayu rindang — duduak baduo di palanta bakato bujang si Hasan — adiak sayang Puti Zaitun — ambiklah hansi jo kacapi -. kito banyanyi basuko hati — kan iyo sabanta itu - tibolah bansi jo kacapi — sarato suliang jo gandang — dimainkan gadih nan sambilan — Marayu Hati bakucayi — Upiak Sayang babansi — gadih Marewan bagandang — basuliang si Upiak Marindu Hati — samo pandai kaampeknyo balagu Puti Zaitun - pantun manyindia mamabuak hati —
- Birink —biriak tabang ka jao
- hinggok di kayu buah mingkudu
- mati basuko kito badue
- adat mudo inanhangguang rindu [ 32 ]
kato pantun Puti Zaitun — diiringi tari lambai malambai — bamain jaliek suduik mato — raso mangguntiang rangkai hati — sarato galak pipi balubang — lintuah hati bujang si Hasan — dibaleh pantun jo hati rindu musik babunyi gama suaro — tadayo anak gadih gadih — pantun marayu Puti Zaitun
- Ayam kuriak rambauan taduang
- ikua bajelo ka padi
- ambiak tampuruang bari makan
- dalam daerah tajuah kampuang
- adiak saorang tampek hati
- nan lain hambo haramkan
kato pantun si Abu Hasan — tagalak suko Puti Zaitun — dibaleh pantun Sabuah sorang —
- Aua ditanam batuang tumbuh
- tantang bukik kayu jati
- asa hati samo sungguah
- kariang lautan kito nanti
kato pantun Puti Zaitun — mambaleh pantun Abu Hasan — samo matamuak dalam hati — Sudah pueh bapantun pantun — bajalan ka dalam ustano diiriang gadih rancak rancak — sapuluah urang gadih parawan — sagalo bangso ado di sinan — Arab ado Bulando ado — nona Cino jo nona Japang sarato gadih nona Paris — bangso Jerman jo Itali — cukuik sagalo sapuluah bangso — tidak ka mano dipiliah di siko rancak di stnan elok — ragu urang mamandangi — dalam harem Sultan Harun Alrasyid — rajo gadang kayo rayo — kan iyo Abu Hasan makan inyo di ruang tangah — di ateh di pan kasua ampuak — bakuliliang gadih gadih — kipeh basabuang suok kida — bakato Abu Hasan — manokau upiak Puti Zaitun — ka mari duduak sadaun makan — indak elok manyisiah — nyisiah — baitu juo gadih nan banyak — samo makan basamo samo — hari barembang patang — patang baja —
[ 33 ]wek dangan sanjo-sanjo bajawek dangan malam- lah malan candonyo hari tapasang lampu di ustano -kan Iyo Abu Hasan diminum aja sacangkia - cangkia bacampua jo bius- talalok Abu Hasan -tidak tau di ruah rajo - dituka baju anyo lai- baju pakaian Abu Hasan- dibao ka rumah Abu Hasan- ditiduakan elok elok-bajalan dubalang rajo – bajalan ka ustano.*** [ 34 ]
Pagi hari barisuaknyo — kiro kiro pukua anam — tasintak Jalok Abu Hasan — mamandang suck kida — takajuik kaheranan — dihimbau gadih dalam ustano — dalam ustano Harun Alrasyid — bakato badareh — dareh mano kau Upiak Zaitun — sarato gadih Marawan Hati — mari ka mari kalian hambo ka mandi basiram kipeh badan dikalian — lakeh ka mari Marawan Hati — imbau ka mari Puti Zaitun — mendanga kato Abu Hasan — takajuik mande kanduang — anak den sibirantulang — namo siapo anaksabuik mangucap anak dahulu — mandanga kato mandenyo — bajalan mande dahulu — hambo rajo mamarentah — panggia japuik Rindu Hati — sarato Puti Zaitun — parentah rajo mesti dituruik — hambo rajo di Bagdad — banyak urang dihukum — katonyo Abu Hasan — ditaring pinggang manggagah — Malihek rupo demikian susah hati mandenyo — di mano tasapo anak hambo bamimpi barasian — bao mangucap Abu Hasan — usah iblis dituruikan — katonyo mande kandung — manjawab Abu Hasan — hambo Rajo Harun Alrasyid rajo nagari Bagdad — tidak hambo Abu Hasan — Elok bajalan mande di siko — mande urang tuo buruak — usah hambo dihampiri iko rajo Harun Rasyid —mano kau Upiak Marewan hati — sarato satato gadih nan sapuluah — ka mari lakeh kalian — usialah urang tuo buruak — sabalah mato indak dipandang — sagiro usia urang tuo iko — katonyo Abu Hasan — barapo hariak geleang kapalo — maliek rupo Abu Hasan manangih mandenyo — anak kanduang sibiran tulang — anak sorang tungga babeleang — lieklah bi
liak anak kanduang — pandang pakaian waang bujang — tampan iko Harun Rasyid rumah buruak ketek pulo — mandanga kato mandenyo takana bana sakutiko tabayang rupo Puti Zaitun — raso di ruang-ruang mato — raso tampak gadih nan banyak — karvah pikiran Abu Hasan — rusak utak sakutiko — bajalan ka hitaman mande mambujuak manuruikan — bakato mande Abu Hasan mandi anak dahulu — den pai manyanduak na[ 35 ]
si — sudah mandi jo makan baru takana nan ka di sabuik — mandanga kato mandenyo — tamanuang sampik pikiran — bakato pado mandenyo — usah disuruah aden mandi — inang pangasuah balun tibo — katonyo Abu Hasan — duduak bamanuang Manuang sorang susah hati mande kanduang — bakato pado anaknyo — usah ang sabuik Harun Rasyid rajo batuah kiramaik — pado hari nan kapatang — banyak urang tahukum — panghulu kampuang kanaidaro — dilacuik saratuih kali baitu juo abib Yakub urang Yahudi nan batokeh — dirampeh dilelang tokohnyo — dibagi bagi karang miskin — kito dibari saribu dinar
pambarian rajo Harun Rasyid — katonyo mandenyo — mandenga kato damikian tagak sagiro Abu Hasan — Hambo mahukum urang nantun — baitu juo mambari pitih — hambo manyuruah mambarikan — tarang hambo indak bamimpi sabana hambo Harun Rasyid — rajo daulat nagari iko — usah ambo dihampiri — juuah rang gaek dari siko — iko indak anak gaek — hamho Sultan Harun Alrasyid — katonyo manggagah — barapo bulalang ariak suaro — diambiak sapu dirambahkan — dilacuik munde kanduang — datang rang banyak malarati — Abu Hasan lah gilo barubah aka dipandangi — Kan iyo hari barisuak — di japuik dukun nan pandai — paubek si Abu Hasan — marasai Abu Hasan didaro pungguang tiok pagi — babidang bidang kasat facuik payah dukun maubek — pado sapakan duo pakat baransua elok Abu Hasan — tahu dibana kamaluan — sanang hati mande kanduang -- sajuak raso kiro kiro — mancaliak anak lai sanang — *** [ 36 ]
V
RAJO HARUN AL RASID
Habih hari baganti hari — habih pakan baganti pakan — ado sapakan duo pakan — cukuik sabulan duo bulan — lah tigo bulan lamonyo — sajak si Hasan jadi rajo — rajo sahari di ustano — mahukum urang nan basalah — sampai manjadi urang gilo — batuka aka senewen mamuah malacuik mande kanduang — lorong kapado rajo Bagdad — Sultan Harun Al Rasid — tidak tahu damikian —disangko si Hasan indak baa — indak sampai mangarano — garah garah jadi tingkah — sampai gilo anak urang marasai badan kanai rotan —.
Lorong kapado tuanku rajo mufakat bajalan jalan — maintai laku Abu Hasan — dipakai pakaian caro magribi — saudagar urang magribi — baduo mantari Gafur — mantari nan lain jauah jauah — manyamar bagai hambo rakyat — sorang indak urang tahu — bahaso rajonyo bajalan masuak pasa ka lua pasa — masuak lorong ka lua lorong — tibo di gang Abu Hasan — kan iyo bujang Abu Hasan — sadang duduak di barando — mukasuik manjamu urang dagang — malick kalabuah gadang mancaliak urang lalu linteh — tampak urang baduo jauah jauah mambari salam — salam dijawek Abu Hasan — dibawo duduak ka rumah — ditiek ditantang bana - kironyo urang dahulu nan — manyihia si Abu Hasan jadi rajo - bakato bujang Abu Hasan — sangko ambo urang dagang — urang jauah datang ka mair — itu sabab
ambo jamu — kironyo tuan tukang sihia — takana dituan maso dahulu — maso tuan ka mari tigo bulan antaronyo — hambo jamu putiah hati — manjamu karano Allah — kito samo urang Mustim — guno hambo nan bajak tuan baleh jo buruak — susu babaleh jo tubo — elok babaleh jo buruak — laku apo laku tuan — parangai apo parangai tuan urang elok awak buruak — kini kalualah tuan — turun tuan nan baduo — banci ambo maliek — tukang sihia nan cilako — katonyo Abu Hasan — sirah muko kabangihan -- ditulak rajo kalua. Mandanga kato damikian rajo indak cameh bana -- bakato muluik manih — mano rang [ 37 ]
mudo nan elok indak elok urang parabo — rang parabo lakeh kanai — kami indak iukang sihia — namuah basumpah demi Allah — kami urang baiak baiak — musyafir datang ka mari — mancaliak caliak nagari tuan — tibo di siko pitih habih — indak ado kadimakan #WSMinangkabau kato rajo Harun Rasida. Ado sabanta antaronyo — tibo kadam Abu Hasan — diedangkan makanan — sarato sahi banderet dibari pitih sapuluah dinar — makan tuan baduo — ambiak pitih limo dinar — sudah makan bajalan — hambo tak suko mamandang — tuan tarang tukang sihia — mukasuik maaniayo — karano tuan indak makan — makanlah ubek litak — iko pitih babaliak pulang — katonyo Abu Hasan — mandanga kato anak bujang — bakato kato dalam hati — ikolah anak bajak budi — suko manolong urang miskin — mambantu dagang mularat — sadang inyo dalam bangih namun hati suci juo — kato hati Harun Rasid — manjawab Sultan Harun Rasyid. Manolah anak urang mudo — bari luruih kami batanyo — di mano tuan manyangko - bahaso kami tukang sihia — manyihia badan tuan — kato rajo Harun Al Rasyid. Mandanga kato damikian kato tidak kunjuang bajawab — dibukak baju Abu Hasan — tampak pungguang nan putiah — babidang bidang kanai rotan bakato baibo hati — liek dituan parasaian — sajak tuan sihia jadi rajo sahari — babidang badan kanai lacuik — basilang rotan di punggung sakik tidak tatahan — raso anjak nan bakato — hambo jadi urang gito mande kanduang ambo dibum dilacuti batubah aka maso itu - bamacam macam parasaian — katonyo Abu Hasan. Mandanga kato anak bujang — lintuah hati inandangakan — olok olok jadi binaso — bakato rajo Harun Rasyid Kaini indak tukang sihia — kami urang dari jauah — elok pujuak Hlarun Rasyid pandai malunakkan hati urang — funak juo Ahu Hasan. Kalau baitu kato tuan — samo makan kito — Uuduak bareda batige — makan minum katigonyo — sadang makun batutua juo — sampai kapado padusi — bakato wazir Abu fsafas name hambo Abu Kasim - tuan iko Abdullah — kaini arang Magribi hambo liek dipandangi tuan indak baindusk hareh saurang sajo dalam rumah — kami liek dipandayi tan urang barado — cukuik rumah tampek tingga — apo
[ 38 ]sabab indak babini - adat mudo manangguang rindu - urang tuo manahan ragam - kato wazir Abd. Gafar. Mandanga kato Abd. Gafar - takana dirajo Puti Zaitun - maso dalam ustano - bapoya poya jo Abu Hasan rajo tahu hatinyo -
bacinto Puti Zaitun kasayangan bini rajo. Bakato Harun Rasyid - manuruik ramal bintang - ado surang anak gadih - rancak bukan alang alang - gadih parawan anak itu - banamo si Upiak Puti Zaitun - tingga dalam rumah rajo - itu nan patuik jodo tuan - mandanga namo Zaitun mangaluah maharang Abu Hasan - tabayang rupo Puti Zaitun - bakato galak sanyum - bodoh bana kato tuan - hambo rakyat urang hino - indak patuik kajodonyo - babaua minyak jo ayia - dima kadapek campua baua - tasisiah juo dalam balango - bagai bunyi pantun urang
pisang ameh masak digoyang
dibao kataluak bayua
inyo ameh hambo loyang
dima kadapek campua baua
Manjawab tuanku rajo - kito iko umat Allah - indak ado tinggi randah asa jodoh mesti batamu - asam di darek ikan dilauik - batamu juo dalam balango - kalau untung indak ka mano - katonyo Harun Al Rasyid. Mandanga kato nan bakian - indak tarupo kato tuan - siponggok rindukan bulan - putiah mato mamandangi - macam-macam patuturan - sadang batutua galak galak - talengah Abu Hasan - dimasuakkan bius ubek tidua ka dalam cawan Abu Hasan - taminum ayia bius lunak sagalo pasandian - kuoknyo berapi api - talalok Abu Hasan - indak tahu dirinyo - kan iyo maso itu - dibawo ka ustano - dibukak sagalo pakaian -diganti pakaian rajo - tidua di biliak Harun Rasyid - dijago sagalo inang pangasuah hari samalam malam itu - lalok lamak Abu Hasan - tinggi hari tasintak - tajago dari tampek tidua - maliek suok kida - tampak gadih gadih - mangipeh ngipeh Abu Hasan - diliek pakaian barubah - bakato inyo maso itu - bakato kareh sua[ 39 ]
ro — cilako bana tukang sihia disihia pulo badan hambo — O Allah Tuhan hambo — paliharo hambo taniayo — alamat badan kamarasai masuak tangsi rumah gilo — didaro diseso tiok hari — katonyo Abu Hasan — mandanga kato Abu Hasan — ibo hati rajo — maintai dibaliak tabia mandanga arang Abu Hasan di
Kan iyo katike itu — bapikia Abu Hasan — lalok bamimpi barasian — tidak den kajago jago — baekalumun dalam kulambu — sampai tasintak pagi hari — datang Puti Zaitun — manolah tuan jantuang hati — usah tuan lalok juo — mati kito manari nari manyanyi basuko suko — mandanga kato Zaitun — suaro kasavangan badan — lintuah hati mandangakan bakato Abu Hasian — mangucap ngucap sadang tidua — iblis setan nan mandayo — disihia urang Absi — den jamu den bari makan — iko balasan tukang sihia susu dibaleh jo tubo — bajalan kau iblis — pandai maniru suaro Zaitun — bajalan bakikih dari siko — malitak kato Abu Hasan — tagalak ibo Harun Rasyid baitu juo Puti Zubsidah bini — rajo Harun RAsid — mancigok dibaliak tabia,
Ado sabanta antaronyo — sadan si Hasan bakalumun — manungkuik di tampek tidua — babunyi sarunai kucapi — manyanyi Put Zaitun — tantang kapalo Abu Hasan — nyanyi marayu marindu hati — talena lena Abu Hasan — dibukak Kain salimuik — tampak Zaitun sadang banyanyi — diliek suok kida — tampak puti sapuluah — mangipeh badannyo — sadang manya — vyi basamo samo — suaro kareh mairiang musik — tagak Abu Hasan turin ka ruang tangah — tampak gadih Marayu Hati sarato Upiak Sayang Sudah — tampak si Gadih Marindu — “ini - samo manari dendang badendang — tangan diayun tartrounartt — tabik sumangat Abu Hasan dilawan manari Puti Zaitun dan ba bor nyanyi Abu Hasan — suaro rancak marayu hati — asik maksyuk gudi jo bujang -. sanang hati nan gadih gadih — taJayo kapudo anak bujang — bakato Puti Zaitun — mandi tuanku duhuhs - tuanku daulat rajo kami — manjawab Abu Hasan — manolate Pati Zaitun - siapo di panggia daulat tuanku — Tuanhe daulat rajo kami dimano stapo raja kalian — Manjawab Puti Zaitun — depegany bau kaduonyo — tuan ku daulat rajo kami [ 40 ]
— jkolah rajo dipertuan — pasak kungkuang Bagdad — payuang panji nagari Arab — tidak ado nan lain — Tuanku seorang rajo kami — mandanga kalo damikian — susah hati Abu Hasan — bajalan adiak dari siko — usah mambuek gilo pulo — hambo indak jadi rajo — hambo rakyat urang banyak — urang hino indak babangso — cubo pikia di tuan-tuan duo kali taniayo — tidak tatahan kanai rotan —-mano kalian gadih gadih — ka mari duduak dakek-dakek ~ bakarumun gadih nan banyak — sagalo macam bangso gadih — anak Arab Itali Mesir sarato Japang jo India — cukuik Sunda Malayu Jawa — mamakai pakaian baju mandi — manyasak tubuah Abu Hasan — taraso angek tubuah gadih — mabuak kapayang Abu Hasan — bakato Abu Hasan lai kaJian pacayo bahaso hambo Abu Hasan — manjawab gadih nan banyak samo sarangkek mangatokan — tuan bukan Abu Hasan - daulat tuanku rajo kami — bakato Abu Hasan — hambo kini barasian — lai kalian picayo bahaso hambo barasian — bamimpi disihia urang — katonyo Abu Hasan -Manjawab gadih nan banyak — sarantak ayun suaro — mangatokan indak bamimpi — kalau baitu kato kalian — cubo cubi badan hambo — supayo tasintak jago tidua — kan samaso itu datang Gadih Mandayo Rindu — dicubiak paho lambek lambek — tibo pulo Indah Juwita — dicubiak talingo lambek lambek — Sayang Sudah mancubiak pipi — mancubiak gadih nan banyak — Puti Zaitun manyudahi — tibo tangan Puti Zaitun lintuah hati Abu Hasan — tangan tibo mato manggeleang — kampih paruik anak bujang — hilang sumangek manahan hati — musik babunyi nyanyi basamo — samo sarantak alun suaro — kaki manari ganto babunyi — tari salendang badendang sayang — tangan takambang pinggua digoyang — asyik maksuk anak bujang — diayun dibuai anak parawan — Abu Hasan bahati rawan nyanyi tari kawan bakawan — raso dilangik duduak di awan dabua musik sarunai napiri — rajo maliek di baliak tabia — baitu juo Puti Zubaidah — tagalak rajo Jaki bini — suko hati mamandangi — Abu Hasan tegak manyany? — gadih banyak mangali lingi suaro rancak bapitunang — malintuah hati urang mandanga. Lorong kapado Abu Hasan — sadang manyanyi
[ 41 ]
manari — bapegang tangan jo gadih gadih — bangkik gilonyo anak hujang — indak tahu dibadannyo — baju Jalok bao manari — manggalak bana nan maliek - musik biola gitar kucapi — rantak kaki tapuak tangun — buni dalam ustane kalua gadih nan mudo mudo — dalam harem Harun Al Rasyid turun sagalo isi ustano — iruak pikuak di ruang panjang: - rajo maliek takekeh mambuku peruik galak — indak tatahan tahan lai — baru nampak rajo datang — mamakat pakaian kuamasan — baru nampak rajo datang — hilang lanyok gundiak rajo — takuik kapado rajonyo — baranti musik tanang sajo — manyambah sujuik gadih padih — haniang sunyi kattko itu sabuuh tidak kadangaran ~— bagai dalam guo batu — Kan iyo Abu Hasan — tahu inyo rajo datang sujuik manyambah kuki rajo — batitah rajo ka Abu Hasan — mano hang bujang Abu Hasan — marilah siko duduak — apo sabab anak ka mari — katonyo titah Harun Al Rasyid manyambah Abu Hasan ampun baribu kali ampun-ampun hambo di tuanku — hambo disihia urang magribi — hamnbo jamu dibari makan — guno jo iko dibalehnyo — marusak fikiran hambo — sampai hambo digilokan — indak guno hiduik lai — dipasuang dikungkuang urang — dilacuik dirotani — hambo indak basalah salamo hiduik hambo — balumpanah manggangeu urang — babuek baiak nan banyak — apo sabal bangih kahambo — katonyo Abu Hasan — bakato bahibo ath — mandanga kato Abu Hasan — lintuah pikiran rajo — ibo jo sayang mandangakan — labiah labiah puti Zubaidah sabak mato mandangakan lintuah tulang tuan puti — jbo jo sayang karahy mudo — dipandang nyato Abu Hasan — bawdan urang cadiak tenggi sikolah di Masir — ahli filosof jo tasauf — bukan hujang sumbarang bujang — bujang barisi kapalonyo — bakato Harun Rasid danga diang den katokan — takalo mulo mulonyo kaini bajalan manyamas-maniru saudagar Mausol! — tibo di rumah Abu Hasan — bajainu kami baduo — waang tak tahu bahams taj — babukak sagalo kasalahan rakyat sarato urang mamarefui bakatu waung masoitu — kalau hambo jadi rajo — agak Sahigri papek den hukum nan basalah dipareseni Urang nan uferk dibari hadiah nan balak-baiak baitu bana kato ang
[ 42 ]bujang, Kandak buliah pintak balaku kami bari ubek bius dimasuakkan dalam cawan baru taminum awak talalok kami tenteng ka ustano dituka baju jo pakaian rajo dilalokkan di biliak hambo pado hari barisuak waang manjadi rajo-rajo sahari di Bagdad mahukum panghulu kampuang Mansur saudagar Habib Yakob urang Yahudi nan kayo ang suruah bari Abu Hasan bari hadiah 1000 dinar tampak di kami awaang cadiak pandai mahukum manimbang kini ateh parentah hambo awaang diangkek jadi panasehat ujuang lidah rajo pangkek tenggi kami bari dituka namo Abu Hasan bagala Hasan Bay gala urang bangsawan tenggi kato titah Harun Rasid Mandanga kato damikian baru sanang hati si Hasan indak disihia jo bamimpi iyo bana kajadian. [ 43 ]
VI
PUTRI ZAITUN KAWIN DENGAN ABU HASAN
Ado sapakan antaronyo — mufakat rajo jo Zubaidah — bakato rajo Harun Rasid — manolah adiak Zubaidah — ado sa- buah den katokan — sudah taniek saiak dahulu — takana da- lam hati ~ mangawinkan bujang Abu Hasan — jo Puti Zaitun ~ diliek dipandangi - laku karenah nan baduo — asyik bacin- to kaduonyo — samo dimabuak karinduan — bak nan bujang bak nan gadih —- samo tadayo kaduonyo — mandanga kato sua- minyo — galak tasanyum tuan puti — samo saagak kito — mu- kasurk ambo baitu juo — samo rancak kaduonyo — bagai bu- lan jo mato hari patuik sajodo urang itu — sudah putuik mu- fakat ~ diimbau Abu Hasan — sarato Puti Zaitun — datang ma- nyambah kaduonyo ~ bakato rajo Harun Rasid — mano kalian nan baduo -- bakato dareh suaro — turuik parentah hambo — barek singan paralu patuah — mandanga kato dang tuanku — tasirok darah di dado — apo salah karanonyo — mako rajo_ si-rah muko — alamaik dunia dari ustano disuruah karajo barek —kato fikiran - badatak hati rajo — berang takuik manakua ka-duonyo -- kan iyo tuan putri — sarato Rajo Harun Rasid — ma-liek rang mudo baduo — tagalak dalam hati — Batitah rajo Harun Rasied, - "“Panggia ka mari angku Ka di nikahkan Zaitun jo si Hasan tidak buliak mailak (1) turuik parentah yang petuan (2) - mandanga kato rajo — galak bagumam kaduonyo bapandang pandangan suduik mato — tagalak rajo Harun Rasyied nan labiah bana Puti Zubaedah — sakik paruik digalak
tagalak pulo Zaitun - samo galak kaampek nyo - manda- pek kijang tauwik - batamu durian runtuah takayuah biduak kailiee basuruah urang Kapai,
Ado sahanta antaronjo -tibo kadi duo urang — satu ti- bo sujuik manyambah - disusun jari nan sapuluah — diunjuak- kan lutuik nan duo - bakato tuan kadi - ampun hambo rajo kami - apo parintah hambo junjuang - kalau dibunuah kami mati kalau dibuang kami jauah manitah Harun Rasyid — mano-
42
[ 44 ]
lah tuan Kadi — nikahkan rang mudo baduo — si upiak Puti Zaitun — nikah kawin jo Abu Hasan — salasai nikah kaduonyo — babunyi sarunai jo napiri — sarato nyanyi gadih gadih — kan iyo anak daro — duduak basandiang di kurisi mamakai pakaian ka amasan bagai bulan jo matohari — samo rancak kaduonjo — anak daro jo marapulai — duduak basandiang di kurisi — bunyi sarunai mariang hati ~ manuruik dendang layuak tari — basuko suko dalam ustano — bapuluah gadih parawan — imanari bariang hati. Ado sabanta antaronyo — tagak Puti Zaitun — diiringi Abu Hasan samo manari sapu tangan dangan tari dendang sayang — urang malick galak sanyum — samo pandai inyo manari — supasang bana langkah Jaki. Salasai paralatan di ustano — makan minum urang banyak sagalo basa-basa — urang bapangkek patuik patuik — cukuik panghulu dubalang mantari ~ makan minum di jamu rajo — sudah salasai minum makan — harifah laruik malam — pulang ka rumah masiang masiang usai alek pakawinan — langang ustano ruang tangah, Kan iyo Abu Hasan ~ dibimbiang bini ka biliak — masuak ka dalam kulambu sute -— kulambu rumin tujuah lampih — tidua bujang jo gadih
Ado sapakan sudah nikah — dibawo Puti ka rumah — karumah mande — kan iyo mande kanduang ‘sayang kapado minantunyo — hiduik basuko tiok hari —
- Salasiah batang sibusuak
- bao ka lubuak ka tapian
- kasiah sayang jolong basustiak
- samo maajuak paratian
- Dendang duo dendang tigo
- pacah pariuak parandangan
- bia makan bia tido
- asa duduak bapandangan [ 45 ]
Di mano jawi kakanyang
mamakan rumpuik di padati
di mano hati indak kasanang
sampai mukasuik nan di hati
Cukuik sabulan sudah kawin — hiduik basuko tiok hari — pitik baransua habih juo — habih dikaruak tiok hari — lauik ditimbo lai katuwua — indak ado tukuak tambah — kariang pitih di puro. Bakato Puti Zaitun — manolah tuan suami hambe — pitih habih bali bareh — elok jua salendang iko — pambarian Puti Zubaidah — mandanga kato bininyo — bakate AbuHasan — indak elok kain dijua — pambarian bini rajo — tantang halaajo tangguangan kami laki laki — baitu adat nan tapakai — manjawab Puti Zaitun — adat urang Jaki bini — bagai aua jo tabing hiduik sanda samo manyanda — runtuah aua runtuah tabiang — katonyo Puti Zaitun Mandanga kato damikian— tamanuang Abu Hasan — tidak dapek kadisabuik — bakato Puti Zaitun — murah aka mancasi pitil — icak icak tuan mati — hambo babujua diratoki — dimintak pitih ka bini Tajo — inyo sayang ka hambo dibarinyo pitih bali kapan — untuak mandoa kamatian — buliah untuk kabalanjo — katonyo Puti Zaitun — mandanga kaio nan bak Kian tagalak Abu Hasan — tidua inyo manilantang disalimuti di Zaitun sarupo maik babujua — balari ka ustano ynasitak ka bilik Zubaidah manangih manggungu — ngunau marttok batho hati — sarupo baiyo bana — takajuik Puti Zubaidsh mangucap kapado Allah — mati kironyo Abu Hasan — inttak diaso mati mudo — dibari pitih saratuih dinar — Hitiruikkan Puti Zaitun sampai di rumah Abu Hasan — manjanjuak kamatian — dihag pangiriang tigo urang — satu tibo di Galan rumah - basimpuah di muko Jaki — tagerai abuak nan panjeng — tuan den Abu Hasan — jo sia hambo di tinggakan — bum tahan fangik runtuah tagamang hambo ditinggakan —
Simantuang di bukik pututh
Jarajak di tanah taban
tak ado garagai lai
[ 46 ]
tampek bagantuang nan lah putuih
tampek bapijak nan taban
indak dapek manggabai lai
Mandanga ratok Zaitun — manangih Puti Zubaidah — dibukak salimuik mukonyo, Abu Hasan manahan angok ~ sarupo iyo bana mati — tanang sabagai mayik — manangih Puti Zubaidah — sayang kasiah ka Abu Hasan — Ado sajam Jamo duduak baja- lan Putikaustano — jagolah Abu Hasan bakato ka padusinyo — bara dibarinyo pitih — manjawab Puti Zaitun — dibari pitih saratuih dinar — sanang hati kaduonyo — bakato Abu Hasan— kini adiak icak icak mati — babujua di tangah rumah — baja-jan Abu Hasan —. jalan balari anjiang — dinaiki janjang duo duo— nak lakeh ka ustano tibo di dalam ustano — tampak rajo Ha-run Rasid — jauah jauah maangkek tangan — dakek duduak su-juik ~— manyambah baibo ibo — mano Tuanku daulat rajo —malang tibo di badan hambo ~— bini hambo Zaitun — telah ber-pulang ke rahmatullah — sakiknyo sahari sajo — bakato sadang manangih di hapuih mato balado — ayia mato bacucuran — sa-rupo iyo manangih rajo mandanga takajuik — bahaso Zaitun mati — mati mudo anak itu — dibari pitih saratuih dinar — rajo bajalan maliek - mayik tabujua manilantang — basaok jo sa-miri — diliek muko Zaitun — muko putiah tidak badarah — ibo maliyek Puti Zaitun — Abu Hasan manangih babuah-buah —
Luruih jalan Payakumbuah
Silasiah tidak badahan
dima hati indak karusuah
sadang kasiah adiak bajalan
ratok tangih Abu Hasan - bakato Harun Rasyid — usah anak manangih — sudah takadia suratan badan — sudah bakato rajo Bagdad — bdajalan pulang ka ustano — bakato rajo Harun Ra- syid bakato barusuah hati — pado Zubaidah bininyo — sudah takadia pado Allah — singkek umua Zaitun — sudah bapulang ka rahmatullah — mati bini Abu Hasan — mandanga kato da-
45
[ 47 ]mikian — heran tacangang bini rajo — bakato kaheranan tidak Zaitun nan mati — salah liek Tuan ku — hambo bana nan da-tang — dibari pitih saratuih dinar — sarato kain barokat — ham-bo pulo matiek -— manangih Puti Zaitun ~ diliek mato kapa-lo hambo si Hasan nan mati — mandanga kato Zubaidah — ta-galak rajo Harun Rasid — bakato jo galak — bao mangucap da-hulu — salah pandang mato adiak — si Zaitun nan mati — da-tang si Hasan mangabakan — dibari pitih saratuih dinar — tang-ka batangka-laki bini — kato rajo Zaitun mati kato bininyo nan laki mati -— samo kareh pandirian —sorang tidak nan manga-lah — samo kareh pandirian — batangka rajo jo bininyo — so-rang mangatokan nan jantan — sorang mangatokan nan bati-no - dihimbau Siti Halimah — manyuruah caliak Abu Hasan - siapo bana nan mati — kan iyo si Halimah — bajalan baga-geh gageh — indak lamo antaronyo babaliak Siti Halimah —bakuto pado Zubaidah - iyo si Hasan nan mati — diliek mato
kapalo - Zaitun duduak basanda — manangih di muko laki — mandaunga kate Halimah -— indak sanang hati rajo — disuruah Mansur malick — siapo bana nan mati — bajalan Mansur manyi- lau - bajalan balari anjiang — rajo mananti kaluah kasah — sia-po bana nao mati - Abu Hasan atau Zaitun — ka rumah si Mansur .- bakato si Mansur - bakato pado rajo — tarang Zai- tun nan mati - Abu Hasan sadang mangaji - hambo caliak mato kapato - nan padusi nan mati -- Bakato rajo ka Zubaidah — mick guno kito batangka — nyato Zaitun nan mati — manda- ga kato dumikian —- indak sanang hati Zubaidah — bakareh suo mangatokan — bahaso si Hasan nan mati ~ kan iyo Harun Rasyid mancaliak Kareh hati padusi - namuah batagang urek lihia padusi bapantang kalah — takan carito urang dahulu
ado suurang rajo mudo - baru satahun naiak nobat — man- jadi sajo mangganti bapak — lorong kapado rajo itu — indak sayang kahininyo — tagak takuik di bapaknyo — kan iyo rajo iti tahu svaro binatang apo tutua binatang — mangarati rajo nat dikatokan - rajo bajalan jo bininyo — bajalan jalan dalam kabun tadanga jawi mangecek - bakato-kato jo anjiang — ma-ngecek- ngecek baduo - bakato jawi ka anjing — elok untuang
46
[ 48 ]bagian anjiang — buliah bamain kian kamari — saketek tidak ba-karajo — apo dimakan rajo — anjiang buliah mamakan kalau kami bangso jawi — mamakan rumpuik dipijak urang — hino bana makan kami — bakarajo ka sawah ka ladang — kadang kadang tmaelo — padati —~ lambek saketek kanai lacuik — buruak untuang nasib jawi — mandanga kato jawi tagalak rajo sadang bajalan — maliek rupo damikian batanyo bini rajo apo sabab tuan galak— jo siapo tuan galak — camburuan hati bininyo — patuik rajo banci kahambo — lai urang disayangi — manangih bini rajo —bakato rajo itu — usah Adiak manangih — hambo mandanga ja-wi batutua mangarati tutua binatang — jikok hambo katokan sampai aja hambo baitu sumpah dahulu — indak buliah dikato-kan — kalau dikatokan kaurang — sagalo tutua binatang sampai aja kini juo — mati hambo mangatokan — baitu sumpah dahu-lu - babanam rasio di awak sorang — rang lain tak buliah tahu -katonyo rajo itu — mandanga kato rajo tambah manangih bini rajo lari ka biliak manangih — indak ado minum makan — mali-ek padusi manangih —- bakato rajo itu — imbau sagalo bapak kito — sagalo kaum kirabat — karano hambo kamati ~ mambu-kak rasio kato binatang — buliah hambo mintak maaf — bau-manat jo nan tingga — mandanga kato rajo — tidak suruik pa-ratian — tambah manangih satu sadan kan iyo rajo itu pa-tintang hati nan susah ~— awak kamati anyo lai — bajalan jalan ka halaman — tadanga parpatt bakato — kalau di-liek dalam ustano — rusuah urang samuonyo — sabab rajo kama-ti — manuruikkan kato padusinyo ~ namuah mati kanai sum-pah — kaiau mati rajo — mandoa urang nagari — jawi jo ayam banyak mati dibunuah untuak mandoa — anjiang makan ka-nyang — mamakan tulang tulang — kato marpati nan saikua --tanjawab saikua lai -- kalau hambo jadi rajo sarupo itu padu-si — tangka mada bana — dilacuik jo rotan — indak paibo jo
suami — kalau mati rajo — susah sagalo hambo rakyat — tidak siapo pangganti. — mandanga kato parapati —naiak raio ka us-tano — taruih ka dalam biliak -- bakato bapak rajo — panek kami menyabakan — inyo kareh hati bana — manjawab tuanku rajo — bao ka mari rotan — dicambuik dilacuik bininyo bagu-
47
[ 49 ]liang - guliang kasakitan — bakato sadang manangih -- am-
pun hambo dang tuanku -- tidak hambo kabatanyo -- manda- nga katonan bakian — baranti rajo malacuik — baitu bana dalam curito —- baru tasaba hati rajo.
Hati rajo Harun Rasyid — mangana curito urang dahulu — baka-to pulo Putt Zubaedah — indakelok kito batangka balangka -- elok pai kito buduo malick Abu Hasan -- dilick jo mato kapalo —- kuto-nyo puti Zubaedah — mandanga kato bunyinyo ~-kalau baitu kato adiak marilah kito bajalan — turun rajo Harun Rasyid sa-rato puti Zubacdah — turun ka halaman ustano — urang mai-riang di balakang -- bajalan bairiang iriang kipeh basabuang kiri kanan — ado sabanta antaronyo — hampia ka sampai ka rumah- ka rumah Puti Zaitun — kan iyo Puti Zaitun — bakato pado suaminyo -- oO tuan rajo lah datang — datang baduoe jo Zubae-dah apo pikiran fuan — mandanga kato bininyo — dicaliak tajo makin dakek — darah di dado indak sanang — bakato Abu Hasan -- lalok kito baduo — lalok manilantang — sarupo ma-yik babaju ~ basaok kain barokat — ado sabanta antaronyo tandanga tapak saputu rajo - naiak rajo ka rumah — mairiang puti jo tang banyak -- dicaliak dipandangi -- sunyi urang di ru-mah — diimbau-imbau indak manyauik — masuak ka ruang ta-ngah — tampak mayik tabujua — dua urang sakali mati -. mang-ucap-ngucap rajo ~ mayik tabu jua duo urang — heran tacangangrang nan banyak - bakato rajo Harun Rasyid — bakato kareh suaro — siapo ‘nan dahulu mati dibari hadiah saribu dinar — malompek Abu Hasan -- sujuik manyambah di kaki rajo — ham- pun hambo di tuanku — hambo dahulu nan mati -- jago pulo Puti Zaitun ~ sujuik manyambah di kaki Puti — bana inyo nan dahulu — hambo nangko kamudian ~— mulo tajago kaduonyo ~ takajuik tuan putri —. mayik mati hiduik baliak — pucek mu-ko katakutan -- kan iyo samaso itu — riyuah galak fang nan banyak - laku parangai nan mudo mudo -- baolok bagarah ga-rah — sakik paruik manahan galak — kan iyo kaduonyo — inyo tahu kasayangan rajo ~ rajo indak namuah berang -- baitu juo tuan puti — bakoto Puti Zubaidah -- bakato manahan galak —laku kalian nan baduo babantah kami batangka -- bakato rajo
48
[ 50 ]Harun Rasyid mano kalian nan baduo apo mukasuik dalam hati apo sangajo nan bak nangko katonyo rajo Harun Rasyid manjawek kalo damikian manyambah Abu Hasan ampun hambo di tuanku ampun baribu kali ampun sabab dibuek sarupo iko kami tasasak di pitih bapitih tidak sauang juo kadijua indak pulo dibuek aka sarupo iko dapek pitih duo ratuih batua hambo pagawai nagari gaji indak manarimo mandanga kato damikian ditambah pitih saribu dinar sanang hati Abu Hasan sarato Puti Zaitun pulang rajo ka ustano sadang bajalan tagalak juo manyanangkan hati rajo [ 51 ]
VII
RAJO MANCUBO KAPINTARAN ZAITUN
Olak olai samaso itu - ado sabulan antaronyo — takana bana di tuan put! — bakato kapado tuanku rajo Sultan Harun Al Rasyid — manolah Tuanku dipatuan — ruponyo cadiak Zai- tun — panjang bana akanyo — indak sarupo padusi lain — ka- tonyo Puti Zubaidah -. mandanga kato damikian manjawab Sultan Harun Alrasyid imbau ka mari Zaitun — dicubo kaca- diakannyo — batapuak rajo katiko itu — mahimbau dubalang gagah — tibo dubalang sujuik manyambah — ampun hambo di Tuanku — apo parentah ambo turuik — kato sambahnyo pasu- ruah rajo - batitah rajo Harun Rasyid -— manyuruah japuik Zaitun — bao kamari kini juo — kan iyo pasuruah rajo — baja-lan turun ka janjang — dituruik labuah nan panjang — bajalan balari anjiang — Jamo lambek bajalan — tibo dilaman Puti Zai-tun -- naiak ka rumah anyo lai — tampak Zaitun jo Abu Ha-san — sadang duduak bapandangan bakato pasuruah rajo -- aciak den Puti Zaitun — Tuanku Rajo mayuruah datang — bajaian kini juo — rajo mananti di ustano — katonyo pasuruah rajo —mandanga kato damikian tasirok darah di dado — hati di dalam indak sanang - apo garangan nan tajadi — diambiak akin mu-nawarah -- bajalan ka lialaman — mamintak izin ka suami —bajalan cando ka labuah ~ dituruik labuah gadang — bajalan ba-capek capek -- tibo dalam ustano masuak kadalam tampek rajo -- rajo duduak di kurisi -- sarato Puti Zubaidah — cukuik sagalo basa basa — dari jauah maangkek tangan ~ lah hampia sujuik basimpuah manyambah puti Zaitun — bakato Rajo Ha-run Rasid -- pado hari barisuak ~— datanglah Upiak ka mari --tidak buliah bapakaian - usah babaju bakain -- tidak ado saha-lai banang -- tidak buliah hatilanjang -- usah kau bakudo — ba-bendi hakureta -- tidak puto bajalan kaki -- indak buliah ma racak unto - atan banteng jo kabau kalau dapek nan baitu --dibari hadiah saribu dinar -katonyo rajo Harun Rasyid -- mau-ji kapandaian Puti Zaitun - baitu juo Abu Hasan — cubolah ca-
30
[ 52 ]
ri aka — datang ka mari barisuak — usah bakain sahalai banang — jan pulo batilanjang — indak buliah ateh kendaraan — indak pulo bajalan kaki — katonyo rajo Harun Rasid — mandanga kato damikian tamanuang Puti Zaitun — mamintak izin bajalan pulang — bajalan bagageh gageh — susah pikiran mangiroi —.dapek pikiran sakutiko sakitu — galak sorang tangah jalan — suko hati katiko itu — alamat bapitilh saribu dinar — tibo di rumah Zaitun — tampak suami Abu Hasan — bakato suaminyo maso itu— apo parentah rajo kito — bakato Puti Zaitun bakato ga-lak sanyum — hambo disuruah dang tuanku — paralu kamari barisuak — disuruah datang ka ustano — kalau datang hari bari-suak — indak buliah bajalan — indak buliah baricak — naiak bendi atau padati usah maricak kudo — jan pulo naiak motor — pen-dek kato dilarang rajo — indak buliah bakandraan — dilarang ba-kain babaju — sungguahpun damikian tidak pulo batilanjang —mandanga kato damikian — itu karajo sarik bana — dima ka sampai ka ustano — bajalan kaki indak buliah —maricak kudo indak pulo — katabang sayok tak ado — bakain indak buliah —batinlanjang dilarang pulo — gilo pasiak parentah rajo — bia di-bari saribu dinar — karajo tidak dimakan aka katonyo Abu Ha-san — manjawab Puti Zaitun — itu karajo murah bana — pai ki-to barisuak — katonyo Puti Zaitun — nak lakeh sampai paka-baran — indak guno dirantang panjang — dirantang bana dipa-panjang — disanan juo tibonyo — hari yo hari barisuak — kiro-kiro pukua sapuluah — diluluih pakaian Puti Zaitun — indak bakain sabanang juo — batilanjang bulek — masuak inyo ka goni— karuang goni nan gadang — diambiak unto nan gadang — dika-bekkan dibawah unto — bagantuang di paruik unto — diirik un-to di Abu Hasan — bajalan ka ustano — kan iyo maso itu — rajo sadang duduak — baduo Puti Zubaedah — tibolah Abu Hasan — mambao unto ka ustano — bakato rajo Harun Rasyid — mano si Upiak Puti Zaitun — hambo suruah inyo ka mari kini waang nan datang — manjawab Abu Hasan — lorong Puti Zaitun — di dalam goni di bawah unto — tidak bakain sahalai banang — tidak pulo batilanjang — datang tidak bajalan kaki — tidak ma-ricak sabagai juo — mandanga kato damikian — tagalak rajo
[ 53 ]Harun Rasyid - baitu juo tuan Puti pandai kalian nan baduo - dibari pitih saribu dinar - pulanglah puti Zaitun baduo - jo
Abu Hasan - basuko tiok hari -
Alang alang Malin Deman
bari baikua bakapalo
taganang aia dilautan
bari bahilia bamuaro
Silamak jo Limbakan
kaduo Taheh pintu kabun
sadang lamak diantikan
tamat carito Puti Zaitun.
Jakarta, 1 Ramadan 1382
- 25 Januari 1963 [ 54 ]
Dikarang oleh
SYAMSUDDIN SUTAN RAJO ENDAH
[ 56 ]
KATA PENGANTAR
Pengarang Syamsuddin Sutan Rajo Endah banyak mengarang cerita dalam bahasa Minangkabau, baik tentang sastra Minang Lama, maupun yang sudah sesuai dengan keudaan sekarang.
Ada beberapa buku yang telah terbit karya pengarang itu,tetapi tidak dalam oplaag yang besar. Pembacanya juga terbatas karena penyebaran bukunya fidak meluas. Dalam rangka menjangkau pembaca yang Iebih tuas Pemerintah melalui Proyek Penerbitan Buku Bacaan Sastra Indonesia dan Daerah menggali kembali karya sastra davrah lama untuk diterbitkan dan disebarluaskan ke perpustakaan Universitas dan perpustukaan Umum. Tujuan penerbitan karya sastra daerah ini untuk memperkenalkan kepada generasi muda dan agar budayd dacrah jangan sampai hilang ditelan masa.
Karya sastra lama mengandung filsafah hidup yang tinggi yang dapat menjadi contoh bagi masyarakat pembaca sekarang. Kita merasa kehilangan seorang pengarang sastra daerah Syamsuddin Sutan Rajo Endah karena telah meninggatkan kita untuk selama-lamanya.
Si Upiak Siti Rabiatun banyak dikenal masyarakat Minang sampai-sampai juga dimasukkan dalam nyanyian Minangkabau, Kisah si Upiak Siti Rabiatun termasuk cerita yang temanya dapat kita temui dalam kehidupan masyarakat Minangkabau dewasa ini.
Pengolahannya dalam bahasa daerah Minang lebih menggugah perasaan pembaca yang mengerti bahasa Minangkabau,
Semoga buku ini dapat menggugah pembaca khususnya masyarakat Minang untuk menggali Kembali sastra Minang lama Sebagai warisan budaya bangsa.
Jakarta, 1983
[ 58 ]
Ringkasan : CERITA SITI RABIATUN
Di kampung Pincuran Tinggi tinggal seorang perempuan bernama Sanah bersama anaknya bernama Rabiatun. Kira-kira Rabiatun berumur satu tahun ayahnya meninggal yang bernama Rajo Mangkuto.
Rajo Mangkuto mati muda karena muntah darah dan sakit perut, disebabkan termakan ramuan kotor yang diberi orang yang benci kepadanya. Ayah Rabiatun itu seorang opas kepala negeri dan kejam sekali.
Pada suatu hari waktu opas itu memaksa seorang taki-laki bernama Saman menghadap ke kantor karena belum membayar uang rodi, Saman menolak karena anaknya sedang sakit keras dan dia sedang mencari obat untuk anaknya. Paksaan Rajo Mangkuto membuat Saman marah lalu diterjangnya dada Rajo Mangkuto, sehingga mengeluarkan darah. Sejak itu dia sakit-sakitan sampai meninggal.
Setelah Rabiatun berumur dua tahun ibunya kawin lagi dengan seorang pegawai PU bernama Marah Jamin. Hidup Rabiatun dengan ibunya menjadi baik karena gaji Marah Jamin dapat dicukupkan oleh Sanah dengan hemat berbelanja dan dia juga berjualan kue-kue yang ditompangkan ke warung.
Pada suatu hari setelah empat tahun usia perkawinan Sanah dengan Marah Jamin tiba-tiba kepalanya sakit betul, Disuruhnya Rabiatun ke warung untuk membehi obat.
Setelah Marah Jamin suaminya pulang dari kantor dan melihat istrinya sedang sakit langsung ia menceari dukun bernama Datuak Hitam. Obat Datuak Hitam tidak mempan sehingga sudah beberapa dukun yang mengobati si Sanah tidak sembuh juga.
Sebelum sampai ajalnya Sanah berpesan kepada suaminya untuk memelihara Rabiatun selanjutnya. Suaminya berjanji akan memelihara Rabiatun.
Melihat ibunya meninggal berguling-guling Rabiatun. Ia meratapi hidupnya yang sebatang kara, tidak berayah dan ber [ 59 ]
ibu. Mendengar ratapan Rabiatun banyak pelayat yang menangis. Banyak orang yang mengajikan Sanah dan bersedekah uang dan makanan. Tidak berapa lama sesudah Sanah meninggal datang orang dari Silaiang Padangpanjang menjemput Marah Jamin hendak dijadikan menantunya akan dikawinkan dengan anaknya yang bernama Upiak Pakan.
Upiak Pakan sebenarnya bernama Nursaya diberi gelar Upiak Pakan, karena lahir di pasar.
Upiak Pakan sebelum kawin dengan Marah Jamin telah pernah mempunyai dua orang suami. Kedua laki-laki itu bercerai dengan Upiak Pakan karena tidak tahan dengan mulut ibunya. Karena kasihan memikirkan Rabiatun tidak beribu yang akan mendidik Marah Jamin kawin dengan Upiak Pakan. Kelakuan Upiak Pakan pemboros, sehingga gaji suaminya tidak pernah cukup dan terpaksa menggadaikan barangnya untuk menutup belanja rumah tangga.
Sesudah setahun kawin, Upiak Pakan hamil dan melahirkan seorang anak perempuan bernama Nurani.
Sejak Upiak Pakan mempunyai anak segala urusan rumah tangga Rabiatun yang mengerjakan. Beruntung Upiak Pakan mendapat bujang tidak bergaji. Kalau anak Upiak Pakan jatuh,
Rabiatunlah yang disalahkan dan dipukul. Sewaktu Rabiatun sedang disiksa Upiak Pakan, liwat teman sekolahnya bernama Jamaran Melihat Rabiatun tersiksa, dilemparinya Upiak Pakan dengan batu dan kena keningnya. Upiak Pakan mengadukan hal itu kepada polisi. Rabiatun ditanyai oleh polisi siapa yang melempar Upiak Pakan. Rabiatun menjawab tidak tahu, karena ia sedang disiksa ibu tirinya.
Melihat Rabatun menderita, polisi menahan Upiak Pakan dan memasukkan ke dalam penjara selama 5 hari. Hari berjalan juga sehingga Rabiatun sudah berumur 17 tahun dan menjadi gadis yang rupawan.
Melihat Rabiatun telah menjadi gadis cantik, pemuda Ja-. . .Disran fejuan. . . sekolahnya dulu jatuh cinta kepadanya. Perlakuan ayah tirinya kepada Rabiatun dan Nurani berbeda benar. Nurani oleh ibunya, Upiak Pakan dibiarkan bergaul bebas de[ 60 ]ngan teman lelakinya sedang Rabiatun hanis bekerja keras.
Pada suatu hari datang Mak Saripah melamar Rabiatun untuk guru Amzah. Oleh orang tua tirinya Rabiatun diburuk-burukkan, sedang Nurani anak kandungnya disanjung-sanjungnya. Mak Saripah tidak mau menerima Nurani, sebab yang disuruh pinang ialah Rabiatun.
Kalau untuk Rabiatun orang tua tiri Rabiatun tidak menerima lamaran tersebut, karena iri hati anaknya tidak dilamar.
Sepekan sesudah itu datang seorang bernama Jaka Tan- juang ke rumah orang tua tiri Rabiatun. Maksudnya hendak melamar Rabiatun untuk temannya yang sudah tua bernama Sutan Jamarin. Dikatakan oleh Jaka bahwa Jamarin orang kaya dan dia yang akan membiayai perkawinannya nanti, Mendengar Sutan Jamarin kaya kedua orang tua tiri Rabiatun menerima lamaran itu, apalagi calon mempelai lelaki memberi RP. 1.000,— beserta emas permata intan.
Rabiatun sangat sedih hatinya, karena bakal suaminya orang yang sudah tua. Dia mengadu kepada kekasihnya Jamaran. Jamaran mengajaknya Jari dari negerinya itu. Untuk biaya perjalanan Rabiatun menyerahkan cincin permata yang diberikan Sutan Jamarin kepada Jamaran untuk dijual. Jamaran menyerahkan cincin itu ke nimah gadai. Waktu cincin diserahkannya itu ada polisi. Polisi curiga melihat cincin itu dan menanyakan asal-usul cincin itu.
Kemudian polisi mendatangi rumah Rabiatun yang sedang pesta merayakan perkawinannya dengan Jamarin. Melihat polisi datang Jamarin hendak lari, tetapi dapat dikepung orang.
Dia ditangkap dan dimasukkan penjara karena di Medan ia adalah perampok. Rumah orang tua tiri Rabiatun digeledah dan ditemukanlah uang pemberian jamarin dilemari Upiak Pakan. Semua uang yang ada itu disita polisi.
Sejak itu Marah Jamin dan Upiak Pakan sangat marah kepada Rabiatun, sehingga tidak tertahan lagi oleh Rabiatun tinggal di rumah itu.
Pada hari yang telah dijandjikan Rabiatun lari dengan [ 61 ]Jamaran ke Payakumbuh dan dikawinkan oleh kadi sesudah mereka menceritakan nasibnya. [ 62 ] [ 64 ]
SITI RABIATUN
Si Upiak Siti Rabiatun
kaduo bujang Jamaran
Takarang kaba jo pantun
untuak menjadi pelajaran
pado gadih bujang kini
Gadang aia Sungai landai
tarandam batang puluik puluik
bukan ambo cadiak pandai
ganti panggoyang-goyang muluik
Limo koto jo Saruaso
galah mintak disandakan
ado kato kurang maraso
hambo usah digalakkan
Nyanyi talereng jadi kaba-kaba carito Rabiatun, dalam kampuang Pincuran Tinggi, anak si Sanah urang tanjuang, kiro-kiro umua satahun, mati bapaknyo Rajo Mangkuto - urang Subarang Koto Tangah — mati mudo bapak kanduang — tigo hari lamo sakik - muntah-mutah darah kalua — paruik mamilin-milin — mati tamakan ramuan kumuah *dibari urang, utang banyak nan berang — bakato tidak sumanih — urang dipandang budak urang — hati tinggi malangik — suko manggaduah bini urang — urang bujang rambang mato — urang takuik malawan — manjadi upeh angku palo, takalo batenju jo si Saman — karano anak sakik payah - anak si Saman sakik payah — malaruik bana panyakiknyo - pai si Saman mancari ubek — anak tingga jo mandehnyo — anaknyo dalam pansan-pansan.
Bajalan si Saman mancari ubek batamu Rajo Mangkuto - dipaso jo kareh — manamui angku palo — wang rodi balun babayia — paralu awaang ka kantua — kantua ngku palo — bakato [ 65 ]suaro dareh -- manjawab si Saman — anak ambo sakik la zaik — barisuak ambo tamuj — bari kalapangan di mamak — kami baduo jo mandehnyo — urang lain indak ado — bapak ambo mancari ubek — mandanga kato si Saman — galak tabahak Rajo Mangkuto ~- anak ang dirusuahkan — bia mati anak ang — ti- dak tukuak tambah kami — paralu ka rumah angku palo — in- dak dapek batangguah — mandanga kato damikian — sirah mu- ko si Saman ~ tasilap inyo maso itu — dilompeki Rajo Mang- kuto -- kakitibo didadonya — tasanda di pamatang — tangan tibo manenju - ditumbuak sakuek hati — tangga gigi tigo buah
kalam pancalikan Rajo Mangkuto — tacido tak dapek mam- baleh - tangan kuek sarupo basi — urang tak ado malarai, ma-rasai Rajo Mangkuto di palupuah jo tangan — ka lua darah kahiduang -- dipatahkan tangan jo lutuik marasai upeh angku pa-lo .- indak pandai tagak ~ sajak bacakak jo si Saman — badan indak ¢lok lai -- baitu bana berang urang — mati Rajo Mangkuto -- mati basabab kanai racun — urang banyak baniek buni-ak ka bapak si Rabitun maso mati Rajo Mangkuto — hilang sa-gato rang kampung — surang indak nan datang — laku buruakbarangkeso padusi manggali kubua — baitu bana pa rasaian
tinggalah anak indak babapak anak yatim tungga babeleng kan iyo si Rabiatun — tidak malupokan ka bapak --— bapak dubalang angku palo -- cukup baumua duo tahun — baru bala- ki mandehnyo -- balaki jo Marah Jamin — urang Padang kara- jonyo beowe B.O.W -- dibao ka gadung Bukit Tenggi — ting- ga di simpang Kampung Tembok — sajak si Sanah jo si Marah — sanang hiduik saketek -- babaju bakain baru baru — alah sanang hati si Sanah - mandeh kanduang Siti Rabiatun — maso balaki jo Rajo Mangkuto — upeh dari angku kapalo — kain baju in-dak baraga habih sahalai ganti sahalai — lorong kapado si Sa-nah mandeh Rabiatun dalam urang sakampung inyo so-rang nan miskin basawah tidak sacucuak baniah — manuruik kato urang tuo maso dianduang si Sanah banyak sawah jo ladang sarato kincia kilang tabu — tasabuik kayo mandeh si Sanah karano mamak urang pamain parewa gadang bagak pedo habih harato untuak main .- dikaruak-karuak tiok hari —
64
[ 66 ]harato baransua habih ~ indak ado batambah ~ main dipaturuikkan tak nan kayo urang pamain. banyak pamain nan marasai — jadi pancacak jo pamaliang — marampok mambumuah urang — patuik parentah malarang — dihukum urang pajudi — kok indak ulah urang pamain ~ tidak si Juki bagantuang — kara-no kalah bamain — sampai marampok mambunuah urang -- ba-nyak contohnyo didanga — baitu juo si Marantang — tabuang ka tanah Jawa — karano marampok Munahk Kayo — main juo mulo asanyo — patuik.bangih urang mamarentah — dilarang urang bajudi — kok indak anduang pamain sampai kini kayo juo — ti-dak merasai si Sanah — sajak satampok dari tanah — tidak ado ma-natuah sanang —mularat bakapanjangan — sudah bahagian garak Allah — lorong Marah Jamin ~— suami si Sanah kini — taradok ka Rabiatun — sarupo anak kanduangnyo — dibalo anak yatim — anak baumua duo tahun — anak marasai rasai — pandai ba-jalan salangkah salangkah — beloh baru patuturan — anak ran-cak elok laku — dima duduak dima takalok — tidak manyeso man-de — kan iyo siSanah — sajak balaki si Marah — pandai mama-kai diri — abuak disikek licin — baju kain janiah janiah --ta-simbah muko si Sanah pakaian ado duo tigo — kumuah saketek basabun — badan baisi putiah kuniang sanang hati Marah Ja-min — hiduik basuko tiok hari — indak ado silang salisiah — sa-mo turuik mampaturuikkan — kan iyo si Sanah -- pandai bana babalanjo dapek pitih saketek samba gulai lamak juo -- tambah-an hemat jo cermat — dthetong tapai pitih -- paralu bana mang-ko dibali batabuang sapitih sagadang ~ bareh saganggam sagang-gam sekali tanak — sahari sahalai banang -- lamo-lamo sahalai kain — dek hemat babalanjo — tabali subang ameh - tambahan pulo si Sanah tidak ado mamaguik tangan — dibuek godok jo lapek -- batompangkan ka urang urang bopet jua sarobat -- ba-ra tabuek bara habih — raso lamak harago murah — untuak pam-bantu baniu laki — stuiami bagaji ketek - kan iyo Marah Tamin sayang jo ibo ka si Sanah tidak ado silang salisiah -- ampek ta-hun pabauran indak ado dapek anak --pado maso katiko itu —mujua satiok hari - malang sukarijok mato — sanang jo susah baganti-ganti — malang takacak di si Sanah --. sadang duduak [ 67 ]sudah makan -- taraso paniang kapalo ~ bakato pado Rabiatun. manokau Upiak Rabiatun pai ka lapau bali Aspirin — kapalo mande sadang sakik — kan iyo si Rabiatun — anak ketek sangat cencang - diambiak pitih limo sen — bajalan pai ka lapau —ka lapau mantari di simpang — tah di bali aspirin — dibao ka rumah capek-capek - tibo dalam rumah — dipandang mande mu-tah-mutah kapalo raso ditokok urang —badan angek raso api— diminum ubek aspirin — dibao lalok bakalumun — kalua paluah di badan — taraso dingin badan — raso mandi dalam es —goyah lutuang manahan dingin — disaoki si Rabiatun — basalimuik balampih lampih -- namun dingin taraso juo - pulang si Marah dari kantua didapeki si Sanah lalok — bakato si Sanah sa-dang lalok -- makanlah tuan itu nasi ~— nasi basungkuik tuduang saji -- tibo Rabiatun ka rumah — sadang mambao aia basuah —sarato cerek kopi — duduak dakek mandeh Rabiatun — dipan-dang si Sanah kadinginan — bakato Marah Jamin — sungkuik dahu-lu nasi itu — bajalan turun ka janjang — mancari dukun Datuak Hitam -- bakato Rabiatun — makan ayah dahnlu — nasilah dingin manantikan -- sudah makan baru bajalan — diirik tangan ayah-nyo - bakato pulo si Sanah — makan tuan dahulu — sudah ma-kan imbau dukun — kan iyo Marah Jamin — makan inyo ba-capek capek -- raso dusuek duo tangan — sudah makan diba-suah tangan - indak tarago minum kopi — cameh maliek si Sa-nah balari lari anjiang. -- tibo di simpang rumah makan — ba-tamu jo Datuak Hitam — elok langkah basuo Datuak tangah jalan - bakato Datuak Hitam -- ka mano Marah bacapek capek
sia urang kadituruik — manjawab Marah Jamin — mukasuik karumah mamak .- kini basuo di jalan - elok langkah di ham-bo elok babaliak suruik — padusi ambo dalam sakik — badannyo raso api muntah muntah indak jadi — kapalo paniang kadinginan katonyo Marah Jamin — manjawab Datuak Hitam kalau baitu kalo Marah - tumenah kito ka rumah ~ bajalan bairiang-iriang sadang bajalan batutua juo — bakato Marah Ja-min Malang bana indak barinduak — kami baduo di rumah — batigo si anak Ketek -tumbuak tanak diawak - indak siapo la-wan badiri — padusi urang punah - indak ado kaum pamili — [ 68 ]jauah hampia awak manuruik -- kok ado mandenyo sanang juo awak saketek — Manjawab Datuak Hitam — duduak basamo balapang lapang duduak surang basampik sampik .- elok juo di-basamo — tapi baa mangatokan — suratan sudah dahulu — tibo di rumah kaduonyo — duduak baselo tangah mmah — bakato du-kun Datuak Hitam — balilah limau pumik — daun paku ran- sam — sarato ayia pisang kalek — dama tondeh sabuah -- man- danga kato dukun — bajalan ka lua ~ manecari ubek si Sanah .-lamo dukun mananti — tibolah Marah Jamin — mambao ubek bininyo — ditalakkan di dalam cambuang — sudah ditawa dide- sokan dirameh ayia pisang kalek -- dirameh puio paku ransam --dama jo kunyik sipuluik sirah — untuak diminumkan — pam- baruik pisang kalek diureh jo daun paku — bakato urang du- kun — iko anak sangat tasapo — frajin rajin makan ubek — Insya Allah lakeh sehat — kan iyo Siti Rabiatun — bana inyo paja sirah ~— dilatakkan kopi ka rang dukun -- pisang tim batu baha-buih — babari Karambia jo gulo pasia — sarato ampiang pinya-ram — makanan paminum kopi -- bakato Marah dalam hati man-caliak pandai si Rabiatun - kok gadang si upiak isuak — bara kapandai anak nangko katonyo Marah Jamin -- bakato kato dalam hati — mamuji si Rabiatun -- makanlah dukon jo Marah — lorong kapado si Sanah — makin sahari makin labiah — banyak dukun nan maubek — sorang indak bakatapan — badan kumih muko pucek — tulang di dado elok dibilang - kan iyo si Ra-biatun ~‘duduak dimuko mande -- bakato mande si Rabistun-- bakato balambek lambek — anak kanduany sibiran tulang -singkek umua mande kau upiak -- anak tungga yatim piatu -indak ado karib kabiah -- kasansai anak tingga .- elok elok ka-lakuan — anak sorang di bumi Allah -- tndak ado tampek manga-du — takaluah di badan sorang.
Pucuak kiambang dalam tabek
pucuak cikarau mudo mudo
tantang bukik tampek lalu
urang tagamang lai bajawek
anak tagamang lapeh sajo
tidak ka mano kamangadu
67
[ 69 ]
katonyo mande Rabiatun — manangih maliek anak — manangih pulo si Rabiatun — diimbau suaminyo Marah Jamin — datang si Marah maampiri — bakato kapado suaminyo — manolah udo Marah - sahinggo iko pabauran bacarai kito anyo lai
jago anak si Rubiatun — anak tasarah di tangan udo — buruak elok bakato udo — kito kabacarai — rilakan sagalo pambarian bari maaf kasalahan usah manjadi buah ratok — katonyo Si Sanah Tanjung — bakato tatahan tahan manahan sakik hati ibo
ibo bacarai jo suami — nan labiah bana ibo hati pado anak sibiran lulang — anak ketek indak baraka — tabayang parasalan anak kanduang — tidak saurang nan ibo — alamat manjadi budak urang — disarahkan anak pado Allah — sudah suratan di badannyo unak manjadi yatim piatu mandanga kato si Sanah sirah tsato manahan tangih — bakato suaminyo — usah itu adiak msuahkan - hambo jago anak kito pasanang hati adiak — kalau untuang Jakeh sehat — usah disabuik nan buruak — mamintak pado Allah lakeh sehat badan adiak — katonyo Marah Jamin cameh raso dalam hati — kan iyo samalam itu bakicau murai ateh atok — babunyi kuak-kuak — tando alamat urang mati pado bari kasiang — kiro-kiro pukua limo bapasan bini si Maish takalo aja kasampai — dipaguik lihia si Rabiatun — anak kundtang tinggallah sayang — mande diambiak nan penuju — sampai aja st Sanah bapulang karahmatullah manangih si Marah Jamin mangganang st Rabiatun — manangih bagolek golek mande kanduang sibiran tulang — mande bajalan kini juo — jo maa ambon ditinggakan — hauih ka mano mintak aia — litak kamane nintak nasi bau di mande badan ambo — jo sia ambo ditumpangkan.
sunantuang dt Parikputuih
Jarajak ditunale taban
tampek bamntuang van putuih
tampek bupijak tan taban
tidak be tan mangpabai lai bumi mentuah langik lah taban tidak ka beater tampek bapijak.
[ 70 ]
Baparak kaparak urang
indak dapek mananam tabu
ba apak kaapak urang
indak dapek tampek mangadu
Rumah gadang sambilan ruang
salanja kudo balari
badan ketek tingga sorang
tidak ka mano tampek lari
Ijuak mansi mansiro mansi
talatak pandan di jambangan
bungo culan kambang patang
bapak mati mande mati
tidak ka mano manumpang
tasisiah badan sérang
kato ratoknyo Rabiatun — mandanga ratok Rabiatun - bakato bapak Marah Jamin usah anak manangih — urang panagih ru- sak mato — urang parusuah lakeh tuo panggamang dareh jatuah — salamo ayat di badan -- anak dibalo sampai gadang — usah anak manangih juo -— mambujuak si Rabiatun -- mandanga ra- tok Rabiatun banyak urang manangih — ibo malick si Rabiatun — manangih di kaki mande datang urang sitbalah rumah — dipu-juak anak dibaonyo — kan iyo urang banyak dibujua mande di tangah rumah -- dek urang banyak datang -- datang manja-nguak si Sanah — pukua salapan dimandikan ~ sudah mandi di-kapani — nan bujang bujang manggali knbua -- bakubua di Bu-kik Pauah — urang banyak nan ‘datang lorong kapado Marah Ja-min - sungguah inyo urang dagang ~ kamatian tibo dahulu rusuah datang mambujvak — laki bini ringan tangan — pandai babaua urang banyak — pukua satu salasai ~ pado malam sama-lam itu — banyak urang mangaji mangajikan si Sanah — batma-cam kue dianta urang — pisang gadang nasi lamak ado mam-bari sarikayo — katupek gulai paku ~ untuak makanan urang mandoa tidak ado rugi si Marah ~— sadakah urang suok kida -
69
[ 71 ]Urang banyak nan ibo - sagalo kawannyo di Bow - datang manjanguak mambari pitih - banyak pitih nan dapek - budi baiak ditanam - baiak juo balehnyo.
Urang padang mamunta banang
dipunta dilipek ampek
dilipek dipaduo
indak guno dirantang panjang
dikumpa dipasingkek
diambiak nan paguno
[ 72 ]
PERKAWINAN MARAH JAMIN
Habih hari baganti hari - habih pakan baganti pakan - ado sabulan duo bulan - datang urang ka Marah Jamin - man'japuik kaminantu - urang Silaiang Padang Panjang – jando masinis si Bakar - banamo si Upiak Pakan - sabab banamo si Upiak Pakan - manuruik kaba kato urang si upiak lahia tangah pakan - dalam pakan Salasa - pakan Salasa Koto Baru - di sinan lahia siUpiak mande manjua nasi - dalam pakan Koto Baru - taraso sakik katiko itu - sakik kabaranak - kalari ka rumah urang - tibo di sinan anak lahia - dinamoi Siti Nursaya - garah garah urang kampuang bagalai si Upiak Pakan - sampai gadang tabao bao - sampai kini tarubah tidak - ringan manyabuak Upiak Pakan baitu kaba carito urang - laki jolong rang Bintungan - bacarai jo itu - balaki pulo lakinyo masinis kureta - tidak ado urang nan tahan - amainyo cipeh muluik - minantu elok katiko baru - urang dikieh jo dibandiang - indak tatahan muluik amai - bacarai urang laki bini - itu mudonyo Upiak Pakan - lah batigo lakinyo - manjawek warih mandenyo - mandenyo balaki banyak - salapan inyo balaki - alun layua siriah balaki pulo surang lai - kalau mancari usah disabuik - manggaleh nasi tiok hari - Kamis jo Ahad nan tidak Sinayan Jumaat di Padang Panjang - hari Salasa di Koto Baru - salamo manggaleh nasi - tatuka rumah nan usang - tabali sawah duo piriang – manggaleh sangat kayun - nasi murah samba lamak - takato randang kak Saya - tambusu lamak pulo - lorong kapado Marah Jamin - sabab lakeh babini - ibo maliek Rabiatun - batanak manjapuik ayia awak ketek tangan lunak.
Sudah kawin jo si Upiak di bao ka Bukik Tinggi - tingga basamo jo Rabiatun kan iyo Marah Jamin - awak baru samo baru - samo maajuak paratian - kasiah sayang jolong basintuah - ado sabulan duo bulan - tampak karenah Upiak Pakan - jauah balain jo si Sanah - babalanjo indak pandai - indak cukuik gaji laki - manjalang satangah bulan - habih pitih gaji - tapaso manggadai - tagadai kain jo baju - tiok bulan ka rumah ga[ 73 ]
dai — kali lubang timbun lubang — hutang dibuek suokkida — di ma lapau dima barutang — takana elok mande Rabiatun — kan iyo Upiak Pakan — salero sarupo ayam indak baranti mancotok — apo nan lalu diimbau — kalau pai babalanjo barang ka pasa — pamakanan batungkuih — tungkuih — pacal jo sate indak tingga — karupuak sanjai untuak malam — bagoyang taruih garaman — kadang kadang pai manonton — dibali martabak, goreng pisang — maliek rokoh si Upiak awa dikana akia tidak — alamat badan kamarasai — lorong kapada Rabiatun — cukuik umua tujuah tahun — dimasukkan ka sikolah Besa tembok — sampai satahun pabauran — buntiang si Upiak — sanang hati si Marah lah lamo bacinto — dapek anak bak urang — anak urang digadangkan — indak darah dagiang awak — sajak amil si Upiak sayang batambah tambah — cukuwik bilangan sambilan bulan — jahia anak parampuan — anak gapuak putiah — makin sahari makin gadang — sarupo rabuang tatimbun — kan iyo si Rabiatun — pulang sikolah mangasuah anak — mancuci balimpok limpok — cirik anak nan ketek — batanak manggulai si Rabiatun — lapeh tangan si Upiak Pakan — dapek budak indak bagajitiok hari bakarajo ~ indak ado mahantikan tangan — badase nasi dimakan ~—sungguah baitu payah badan — namun upek dapek juo — indak ado tapuji - marasai si Rabiatun — hiduik manompang bapak tirih ~— bajariah dahulu mangko makan.
Duduak barampek ateh anjuang
singeah ka bawah makani Siriah
sajak mati mande kanduang
nasi dimintak sumpah buliah,
Lorong kapado anak si Marah — rupo elok badan gapuak — anak banamo si Nurani sayang tadorong ka anaknyo — batigo inyo babini baru kini dapek anak — taragak bana mangko babati iso dihambuih lakeh gadang — sayang tadorong ka Nusani Sajak mandapek anak anak dipangku tiok hari — bapai sipotong jolong hacincin — baitu juo si Upiak Pakan — anak
[ 74 ]kanduang sibiran tulang- ubek jariah pararai damam - sidingin tampa di kapalo - anak manjo dimandenyo cukuik baumua tigo tahun - pandai bamain sorang - tarambau si Nurani luko kaniang kanai batu - mamakiak mangguruang panjang - tibo mande si Nurani - dicari si Upiak Rabiatun - sadang batanak mambasuah cipia - dituruik si anak dirambahi - apo nan dapek dirambahkan - mamberang si Upiak Pakan - anak cilako batuntungan nyato Nurani di mukonyo - jatuah tatungkuik tibo di batu - diliyek sajo anak jatuah - indak amuah inyo manjagokan - tidak tahu diuntuang kau - hiduik manompang jo kami - kali pusaro ibu bapak kau - turuikkan ka dalam kubua - kan iyo si Rabiatun - marasai kanai panggado badarah kapalo jo lutuik - tidak tatangih tangihkan lai - ditahan sajo kanai rotan - nak lakeh mati kanai tangan pado hiduik marasai - hiduik apo gunonyo - hiduik manjadi budak urang - kan
iyo katiko itu - lalu kawan samo sikolah -sakalas jo Rabiatun - tidak taliek kanai tangan - dipungkang si Upiak Pakan - tibo batu di kapalonyo - badarah tibo dikaniang - babega alam tampek tagak - dikaja anak lari capek - hilang di mato si Upiak - bakato mande Nurani - kapado si Upiak Rabiatun - tarangkan dikau jaleh - siapo nan mamungkang - anak cilako kurang aja mandanga kato si Upiak Pakan - tidak suko manunjuakkaninyo tahu bahaso urang itu kawan sikola jo mangaji - manjawab si Rabiatun - katonyo sadang manangih - indak tahu hambo indak tahu ambo - ambo indak maliek katonyo sadang manangih - mujua Jamaran manolong - indak taliek kanai tangan - dibaenyo jo batu gadang - tapek tibo tantang muko - taduduak mande Nurani - kan iyo bini si Marah - mangadu pado polisi - inyo dipungkang anak ketek - luko kaniang badarah - bakato polisi - manyuruah kaumah sakik.
Ditanyo si Rabiatun ado tahu nan mambae siapo namo anak itu - katonyo mantari polisi - manjawab si Rabiatun - di mapulo ambo tahu - manangih manahan sakik - ambo ditangani mande tirih - bakato mantari polisi - iko jinih anak ketek buliah ka babu budak kau kini kau tangani anak iko - ti[ 75 ]
dak ado ibo kasihan — inyo anak yatim piatu banyak urang maliek — urang kampuang jadi sasi badarah kapalo ju lutuik — luko diubek ka rumah sakik — sudah dibuek proses perbal dibao ka kantua jaksa - kan iyo si Upik Pakan — manyasa gadang mangadu, tabaliak awah — awak jadi nan kanai — ado sapakan antaronyo — tapanggia si Upiak Pakan — ka kantua angku jaksa —karano tarang basalah — cukuik sagalo tando buti — saksi tarang mangatokan — tadando si Upiak Pakan — hukuman limo han masuak tangsi — takana bana salah badan — maniayo anak ketek - malu di urang kampuang —
Tidak alu saalu nangko
alu tasanda di tabiang
kok tasanda di batuang
buliah disaok daun tabu
Indak malu samalu anangko
malu tacoreng di kaniang
kalau tacoreang di pungguang
buliah disaoki jo baju
Lapeh tahukum si Upiak Pakan — sorang indak batanyo — kan iyo urang kampuang tahu inyo anak yatim — manuruik sangko urang banyak — Rabiatun anak si Marah kironyo anak tiruih manompang jo apak tirih — bapak jo mande lah mati Rabistun yatim piatu — bapak mati mande mati.
[ 76 ]
Si Upiak si Rabiatun lah. baumua tujuah baleh — sarupo bungo sadang kambang — mpo rancak hitam manih — sarupo puti dari Mesir — hiduang mancuang mato tarang — samupo bintang timur — pancalikan tajam pulo — sabagai sirauik jatuah — geleang mato mambunuah — abuak panjang baombak ombak mahitam sampai ka batih — rambuik balapiah duo — kaniang licin kiliran taji — pipi bagai pauah dilayang — dapuak sabagai awan tagantuang — bibia tipth limau sauleh — balasuang pipik dibao galak — cirik lalek di bawah bibia — bibia sirah bagai bagencu — gigi putiah bagai gewang — tangan samupo lilin dituang — putiah bulek paruik padi — tumik sarupo talua burung — pinggang sariang dado jombang — banyak tadayo nan mudo nan labiah bana si Jamaran — anak guru pansiun — kan iyo bujang Jamaran — samo sakolah maso dahulu — baranti dikalas limo — bapaknyo gum pansiun — bam mati dalam puaso — anak rancak elok laku — hiduang mancuang mato tajam — sarupo anak arab — sayang saketek mande musikin — takalo maso sikolah bajalan baduo duo — sarupo urang badunsanak — ibo jo sayang ka Rabiztun — inyo mamungkang.si Upiak Pakan — takalo marambah marotani — indak tatahan mialiek — namuah mambunuah mati — dipungkang jo batu gadang — basamburan darah di kapalo acok dibari pitih — untuak baldnjo di sikola — buku pituiuik dibalikan — kadang-kadang dibao makan — makan ka rumah Jamaran — maso babawua maso ketek sarupo urang badunsanak — dari satahun ka satahun — badan baransua gadang juo batuka ibo jo sayang — sayang batuka birahi — birahi rindu dandam — bapadu manjadi cinto — bacinto cintoan kaduonya — mabuak marindu marayu hati ~ samo kanai panah asmara — baknan gadih bak nan bujang — nan labiah bana si Jamaran — dicubo mambuek surek — manyatokan cinto hati — sudah surek dikarang: dimasuakkan dalam buku — buku carito pelajaran — datang Siti Rabiatun manyalang buku ka Jamaran — diambiak [ 77 ]dibao pulang dibaco malam hari dibaco balambek lambek tampak surek di dalamnyo alamat surek ka awak tasirok darah di dado apo bunyi dalam surek pdibukak surek dilipat dibaco dalam hati
Tabang balam tabang malinteh
hinggok di kayu jati
dipikek sadang bajalan
manari kalam jo karateh
manamui adiak cinto hati
kok lai kasiah batimbalan
Pai ka pulau Karimato
salasiah badahan tidak
ambiak pisau tikamlah dado
namun kasiah tatahan tidak
Ayam kuriak rambayan taduang
ikua bajelo dalam padi
ambiak tampuruang bari makan
dalam daerah tujuah kampung
adiak surang tampek hati
nan lain diharamkan
Pai ka lubuak ka Gatangan
mambao timbo pacah balah
usah batapuak sabalah tangan
bagai pisau tajam sabalah
Salasiah batimba jalan
tampak nan dari kampuang jati
lai kasiah batimbalan
baleh surek ambo nanti
Kok hujan hujan kan bana
buliah bakain tarok
kok jan jankan bana
usah kami manti orok
[ 78 ]
- Tenggi bukik buliah didaki
- lurah dalam batalo talo
- urang ulik buliah dinanti
- urang anggan apo kadayo
Sudah dibaco isi surek darah di dado indak sanang — tabayang Tupe si Jamaran raso di rang ruang mato — kasigh tadurong Sajak dahulu — tagah malu mengatokan — sungguah baramutak dalam hati di muko indak mangasan —
- Lumih jalan kamaialak
- Basimpang jalan ka pulasan
- bakelok lalu Sungai buluah
- pandang api makan dadak
- di lua indak mangasan
- di dalam ancua luluah
- Pai baladang rang basanto
- ambiak daun jo bungonyo
- usah diadang main mato
- hati jantuang di mabuaknyo
Sudah dibaco berulang-ulang — indak pasai inyo mambaco sadang lalok dibaco juo — bakato-kato dalam hati — sajak mulo Klas satu — sampai kalua sekola — Jamaran sajo manalong pitih sapitih dipaduo — musuah inyo nan mamujuak takana aa dahulu — maso dibae jo batu — bangih berang ka mande tial — Sanang hati sajuak pikiran — dicubo baleh surek Janaran diambiak karateh buku disurek elok-elok indak tantu kadisurek — bapikia pikia duduak sorang — manyurck baulang ulang — sudah sabarih dikwyaki — sarik bana mangarang surek ditanangkan pikiran — disurek balambek lambek — tulisan rancak dicetak — sudah dibaco barulang ulang — mano nan salah sipeloki — dibungkuih diampolop dilatakkan dalam Puku jauah
[ 79 ]
malam mangko lalok — tabayang rupo anak bujang — lintuah hati katikotu — lamo tidua mangko talalok — mato tapiciang mimpi tibo raso balayia dalam kapa — hari malam bulan tarang tagak baduo di ateh dek maliek liek ka lauik lapeh — kapa sadang bajalan — tampak cahayo tarang bulan — bulan panuah ampek baleh — basanda di dado Jamaran — sadang banyanyi marindu hati — tasintak sadang tidua — kironyo bamimpi barasian — galak sorang si Rabiatun — iyo juo pantun urang —
Taratak gunung pasaman
kurinci sikumbang duo
taragak usah bapasan
jo mimpi kito basuo
Olak olai bujang Jamaran — sadang duduak di palanta — hari nan sadang paneh pagi — duduak bamanuang manuang sorang — pangana kapado Rabiatun — raso katampak galak sanyum — balubang pipi dibawo galak — tampak kariciang jo liok mato suduik mato mambunuah.
Api api tabang ka dusun
dari dusun tabang ka banto
indak mati diracun
mati disuduik mato
Sadang duduak talena lena — dicubik urang dari balakang — matengok si Jamaran Rabiatun rangkai hati — bakato Siti Rabiatun — sabana rancak isi carito — carito dalam buku — iko buku dipulangkan — tarimo kasi banyak banyak — dibarikan buku ka Jamaran — buku carito buku roman — suko manggantuang mambunuah diri — katonyo Siti Rabiatun — baitu bana — cinto hati — usah cinto dipamainkan — manjawab si Jamaran — tando bodoh kaduonyo — mungkin badan ka dibunuah — dunia lapang tampek lari - katonyo bujang Jamaran — manjawab si—
[ 80 ]ti Rabiatun — biaso juo baitu — karano hati tasalap — kasiah dicarai urang lain itu -- sabab mambunuah diri ~ katonyo Si- ti Rabiatun — sungguah carito buku di katokan dalam buku nan basalang — batinnyo sindia manyindia -- samo dimabuak karinduan —kaniyo Rabiatun — disuruikkan buku ka Jamaran — bajalan babaliak pulang — malu duduak di tapi jalan -- saigh cando dicaliak urang — kononlah bujang Jamaran diambiak buku dikambang — tampak surek di dalam —~ dibuka surek -- surek nan balipek — darah di dado turun natak — hatiharok harok
cameh arok raso babalasan — cameh raso kasial tatulak -- dibaco surek Rabiatun dibaco di dalam hati —
Balayia kapa jo pancalang balabuah tantang Suranti mambao parian ka pancuran
iko surek talayang mambukak rahasio raso hati pado sudaro Jamaran
Birih-birih birah di hulu kayu kalek pandan badarai tanam banio dalam padi manyisik lalu ka tapian kujarat pupua jo bungonyo
habih pikia sudaro dahulu buruak baiak indak bacarai kami bansaik dikasihi manyasa sudaro kamudian mularaik apo kagunonyo
Rumah gadang batingkek tido dima angin kalalu antah di liang lantai hati bimbang tasingkok tido [ 81 ]
- mande Rabiatun — manangih ma
- di mano urang katahu
- antah kok urang nan marasai
- Kayu kalek madang di lurah
- ditarah lalu dilampaikan
- hati lakek pandanglah sudah
- bilo masonyo disampaikan
- Andaleh jo Saribulan
- kakida jalan kataruko
- kalau kasiah batimbalan
- cubo baleh surek iko
Manolah sudaro Jamaran — sajak ketek kito babaua — satamat basikola sudaro sajo nan dihati — tatapi sungguhpun damikian elok juo bataruih tarang — usah manyasa kamudian — lorong kapado badan ambo — anak yatim piatu — bapak mati — mande mati — karib kabiah indak pulo — tingga di rumah bapak tirih — lahianyo bapaliharo — batinnyo budak indak bagaji — karajo tapaso patang pagi — bunyi surek si Rabiatun — mandanga bunyi surek — ibo hati si Jamaran — lorong kapado Jamaran badan tidak kayo pulo — Luruih jalan ka Padang Panjang ka kida ka Pandai Sikek ka suok ka Batu Palano indak guno dipanjang dipunta dipasingkek diambiak sajo nan paguno
[ 82 ]
RABIATUN DIPINANG URANG
Birawari si Marah Jamin - sadang duduak di barando - baduo jo si Upiak Pakan - hari Akaik maso itu - si Marah tidak bakarajo - duduak mangguluang guluang rokok - bakato si Marah ka bininyo - mananyokan si Nurani - anak kanduang tungga babeleng - manjawab si Upiak Pakan - si Nurani bajalan jalan - jo kawan samo gadang - ka Ngalau Kamang Baso - balimo kawannyo - duo urang anak bujang samo samo bakureta - kureta api pukua salapan malapeh lapehkan hati - mandanga kato bininyo - manggauik kapalo Marah Jamin - bakato jo hati mangka, sajauah itu bajalan gadih jo bujang dilapeh - babaua durian jo antimun bacampua api jo rabuak - alamat rusak anak kito - lah banyak didanga anak gadih gadih nan buntiang - ulah anak balapeh unggeh - mandanga kato Marah Jamin - manjawab bininyo - si Nurani anak kito usah disamokan jo nan lain - anak cadiak lai baraka - pandai manjago badannyo tahu hino hima jo malu - mandanga kato demikian - sirah muko Marah Jamin bakato jo dareh - dikau anak bamanjo anak gadang disangko ketek - liyek si Sina anak Mariam - tuo Nurani pado si Sina - kini inyolah baranak - anak di aja manjo - gilo bamain jo bujang bujang - manonton tiok sabanta - asa gambar batuka - inyo ado di dalam - manyamba manggulai indak pandai - mancuci indak pulo - manjahik indak bana - apo tando parampuan - sabuah tidak dipandang urang - patuik bapaknyo mambangih - gadih pagurau panyanyi - tidak ado tingga di rumah - babaju indak balangan tampak katiak jo dado - orok singkek di ateh lutuik tampak batih nan gadang - awak gapuak tinggi gadang - baju samupo anak-anak. Sadang bakato laki bini - ka rumah Mak Saripah - satu tibo galak sanyum - bakato sadang duduak - kunyah siriah dalam kampia - katonyo Mak Saripah - disorongkan siriah di carano - kunyah pulo siriah iko - dikunyah siriah sakapua sorang - bakato Mak Saripah - urang tuo banyak garah [ 83 ]
- Bukan den kanari saja
- kanari nak rang Padang
- bukan den ka mari sajo
- padang mukasuik dijalang.
Bakato mak Saripah — nak lakeh sajo patuturan — kito banindiang samo awak — singkok daun ambiak buah — kubak kulik tampak isi — mukasuik kami nak maminang — maminang si Rabiatun — anak Marah nan tuo untuak gumt Amzah — rang bujang alun babini — katonyo mak Saripah —mandanga kato damikian inyo tahu jo si Amzah — gum sekola H.I.S. anak ran-cak elok laku — tatapi sungguah damikian — hati dek dangki banei jajok ka Rabiatun — baitu juo si Marah — dangki pulo di dado bakato mande Nurani — lorong kapadosi Rabiatun— bukan inyo anak ambo — urang tidak ba ibu ba bapak — anak ya-tim piatu — mangapo itu maka piliah — elok anak ambo yang ba-namo si Nurani — mak kan tahu anak hambo pakaian batuka pagi patang — rambuik karitiang di kapalo — pandai mamakai mamatuik badan — patuik jadi bini guru —sasuai jo si Amzah.Lorong — kapado Rabiatun — padusi kumuah — babaju itu ka itu — indak ado batuka baju kumang tangan dalam — sarupo urang alah baranak — awak gadih pakaian gaek —~ tidak sajodo jo guru — antah kok jadi babunyo — katonyo si Upiak Pakan — manjawab pulo si Marah -- kalau sajodo jo si Amzah pandang anak pandang minantu - jo si Upiak Nurani — sakolah lai ting-gi anak manunisk zaman kini sasuai bana jo gunt -- kato bapak si Nurani — manjawab mak Saripah - lorong kapado ambo uleh kato ujuang lidah - jadi manti pamili guru - mampatamu-kan silaturrahim — bukan kandak ambo sorang — si Rabiatun nan dipinang -- kami tahu anak yatim - indak ado bamande bapak — anak rajin bakarajo — mamasak manggulat pandai pu-lo - gadih indak pajalan — bajalan bakutiko itu bana disuko-kan -ado tando bahaso padusi -
- Babelok jalan Mandiangin
- luruih jalan ka pasa Baso [ 84 ]
- elok urang kami tak ingin
- tadayo digadih elok basi
katonyo mak Saripah — mandanga kato damikian — berang hati mande Nurani — baitu juo Marah Jamin — takana salah badan anak di aja manjo manyasa bana kaduonyo — anak tidak baberangi — iyo juo kato urang sayang dikampuang ditinggakan — sayang dianak dilacuiki — bajak tasorong ka batu — indak dapek mailak lai — Bakato mak Saripah — manolah Marah je si Upiak — palakukan mintak kami — tubao juo Rabiatun -untuak kakawan guru — sudah sapakaik mande bapak — sarato guru Amzah — untuak maminang Rabiatun — mandanga kato damikian — bakato si Upiak Pakan — mande kanduang Nurani — kalau anak Rabiatun — balun ado bamukasuik — tidak balaki bak kini.
Mandanga jawab Upiak Pakan — sudah maklum dalam hati — bahaso si Upiak iri hati — kununlah si Nurani gadih gata pamatuik diri — antah tidak bagadih —sumbarang bujang mambao — kalau si Upiak Rabiatun — anak rancak — elok laku pandai mamasak manggulai — tahu manjahik manyulam elok nan mikin —dikasiahi — tapi sungguah baitu si Upiak busuak hati samo sapa-ham jo lakinyo — bajalan turun Mak Saripah—
Ado sapakan antaronyo tibo pulo si Jaka Tanjuang — duduak batigo dalam rumah — bakato si Jakak ka si Marah — ado saurang urang kayo — baumua labiah ampek puluah — kawan ambo maso di Medan — banamo Sutan Jamarin — biaso urang manyabuik — si Jama sajo di Medan — itu nan ringan lidah urang lorong kapado si Jama bana inyo agak tuo — sarupo baumua tigo puluh — baru pulang dari Medan — kini banyak bapitih — kanai hati ka Rabiatun — kalau dapek ka bininyo apo kandak dilakukan — namuah mambari pitih baribu — katonyo si Jaka — bakato si Marah Jamin — kalau iyo baitu — suruah inyo ka mari — imbau inyo kini juo — kami mananti di numah —kan
[ 85 ]
iyo si Jaka — kato tidak bajawab — bajalan turun ka laman — balari lari anjiang — elok untuang maso itu — basarobok dijalan — bakato si Jaka capek capek — Mak Marah maimbau — inyo mananti kini juo — makan tangan awaang Jama — dapek basuntiang bungo kambang — katonyo kawan si Jama — manjawab si Jama — manumik tando alamiah lai kadapek Rabiatun — manjawab si Jaka — Insya Allah mungkin dapek asa saku indak bajahik — manjawek si Jama — pitih usah dirusuahkan taba pitih dibao — mari kito kian — bajalan inyo baduo — hati arok arok cameh — raso indak kadapek — arok raso kamandapek — kan iyo maso itu — tibo di rumah si Marah — duduak barampek — kan iyo katiko itu — tibo si Rabiatun — malatakkan cerek minum kopi sarato pisang gadang — malihek rancak Rabiatun — tadayo si Jama bakilik iman di dado — bakato mande si Nurani — Pai ka laman kau Upiak — kami barundiang barasio — indak elok didanga gadih — bakato ka Rabiatun — kan, iyo si Rabiatun — bajalan turun ka janjang — Bakato Marah Jamin — ,,Lorong kaandak Sutan — nak maminang si Rabiatun — tibo ditampeknyo — lai tapakai di adat tidak salah dalam syarak — tapi sungguah damikian — kami nangko urang miskin — sagalo tidak ditaruah — elok bakato taruih tarang — kuruih indak babaju — suka indak barameh — katonyo Marah Jamin — Untuak mangaruak pitih si Jama — manjawab si Jama — lorong kapado kato mamak — itu kato sabananyo — elok bakato taruih tarang — suko ambo mandangakan — barapo pitih tapakai — buliah ambo mambari — manjawab bini si Marah — maklum sutan tantang itu — sagalo tidak — bakasua kulambu indak ado — cipia cawan batambah pulo — kiro-kiro saratuih rupiah — mandanga kato si Upiak galak badarai si Jama — dika luakan pitih saribu — dilatakkan tangah mimah — saratuih kato kakak saribu ambo bari — bali apo nan kurang — lorong kapado baralek — usah bagadang bana — malu awak di urang ambo nangko urang tuo — mancaliak pitih taonggok — tabulalak mato siMarah — nan labiah bana si Upiak Pakan — salamo nyawa dikanduang badan — balun mandapek sabanyaktu — nak lakeh sajo parundiangan — diimbau si Rabiatun — ka rumah inyo maso
[ 86 ]itu - duduak basimpuah di muko mande - bakato bini si Marah - bukak cincin kau tu dituka jo cincin ameh - cincin ameh baparmato - dikanakan di jari manih - maliek rupo Rabiatun - lintuah pikiran si Jama - raso di bibia tapi cawan - ditakek janji katiko itu - hari Sinayan timbua bulan - kiro-kiro sapakan lai - tidak baralek baranak daro - kanduri sajo dalam rumah. [ 87 ]
TATANGKOK TANGAN
Lorong kapado Rabiatun mandanga inyo kabalaki — urang tuo lakinyo hancua hatinyo bagai kaco jatuah ka batu — ramuak tidak elok lai — badan tajua karang gaek - tidak siapo kamanolong — tatenggang dibadan sorang —
Rumah gadang sambilan ruang
salanjo kudo balari
alangkah sakik batenggang sorang
bagai maliek langik tenggi
hati tadorong ka Jamaran — kan iyo sahari itu dicari Jamaran kian kamari — hari sahari hari itu — indak basuo si Jamaran — antah kamano painyo — barisuak batamu — kan iyo si Jamaran — inyo tahu labiah dahulu — si Rabiatun kabalaki — balaki jo urang tuo — uban panuah di kapalo bakato si Rabiatun — bakato sadiang manangih — ayia mato badarai darai indak lalok talalokkan — nasi dimakan raso sakam ayia di minum raso duri — kaluah kasah manahan hati — manolah tuan Jamaran — malang bana di badan ambo — indak guno hiduik lai — pado mananggung parasaian — badan tajua karang tuo — bakato sadang manangih — ayia mato badarai darai bagai intan putuih pangarang — maliek rupo Rabiatun — manjawab si Jamaran — usah hati di parusuah cari aka nan elok — sarahkan untuang pada Allah — indak buliah putuih aso usah cameh bana — urang pancameh lakeh kanai — urang panggamang lakeh jatuah —
Orang malapeh layang layang
cabiak tantang bingkai
hiduik usah mangapalang
indak kayo barani pakai
kato si Jamaran — mandanga kato kawannyo — kalau baitu ka[ 88 ]
to tuan — elok lari kito baduo — kama sajo kato tuan — namuah manuruik kama pai — tatungkuik samo makan tanah — tatilantang samo minum aia — usah tuan takuik ganta — putuih mufakat maso itu — diluluih cincin di jari cincin ameh permato intan — dibarikan ka Jamaran — jualah barangko untuak balanjo di jalan — diambiak cincin di Jamaran — tatapi sungguah damikian — usah adiak manangih nangih — tampakkan hati suko — mambuhua usah mambuku — mauleh usah mangasan — sudah barundiang kaduonyo bajalan si Jamaran — hati kusuik — pikiran susah — tidak tantu kadiawai —
- sapu tangan balipek ampek
- talatak dalam parahu
- luko tangan buliah diubek
- luko hati siapo nan tahu
- Sapu tangan panyapu tangan
- diambiak panyapu bungo
- malang tangan cilako tangan
- dalam tangan urang punyo
Pado maso katiko bajalan ka rumah gadai — diliek urang indak banyak diambiak cincin dilatakkan — cincin gadang parmato intan — kan iyo maso itu — ado polisi mato-mato — mamakai pakaian pareman — sarupo urang ka manggadai — dicaliak cincin talatak — badatak hati mato mato — mungkin barang cucian — diambiak cincin di polisi — bakato polisi mato-mato di mano dapek cincinko — iriangkan ambo kakantua polisi — pucek muko si Jamaran — disangko cincin bacilok — tibo di kantua polisi — bakato angku mantari — siapo punyo cincinko — manjawab si Jamaran — cincin dari si Jama — urang datang dari Medan — dibarikan untuak timbang tando — kan iyo si Jamaran — inyo tahu jo si Jama — rumahnyo bahampiran — dibawo si Jamaran ka biliak — dibuka album puterek — banyak puterek urang jahek — urang buruan polisi - dalam puterek sabanyak itu — tampak puterek si Jama — bagala si Jama palak — urang
[ 89 ]
buruan dari Medan — marampok mambunuah urang — mambukak toko di Kasawan — toko urang Cino kini hutang kababaia — pado hari sahari itu — dikapuang rumah Marah Jamin — urang sadang baralek — baralek kawin si Rabiatun — panuah mah sampai ka halaman — laki-laki parampuan sadang duduak basuko suko ka rumah damang jo mantari — cukuik angku kapalo — baru tampak polisi datang — malompek si Jama ka jandela — tibo dilaman ditangkok urang — rumah sabalik dipolisi — indak dapek malarikan diri — mancik sikua panggado saratuih — manyarah juo si Jama Palak — diikek tangan dibalanggu — dibawo ka dalam tangsi — dipareso sagalo barang — dalam lamari si Upiak Pakan — tampak pitih dalam cambuang — pitih perak ringgik rupiah — sarato pitih uang karateh — dihetong ampek ratuih — sabanyak itu pitih si Marah — bakarajo di B.O.W. barapo bana gajinyo — tasimpan pitih sabanyaktu pitih jadi bukti — digaledah pulo rumah si Jama — dapek kaluang intan — cukuik barlian mutiara — barang rampasan polisi — kan iyo urang banyak — manciliak polisi jo damang — samo mangucap katakutan — labiah-labiah induak-induak. Elok — langkah si Rabiatun indak jadi nikah kawin — angku kadi alun tibo — kok jadi nikah Rabiatun — balaki buayo Medan — urang mahang dipalaki - pado hari sahari itu — dima-dima urang rami — dalam lapau di surau — indak nan lain kato urang — mampakecekkan si Rabiatun.
[ 90 ]
- Didulang sadulang lai
- pandulang ameh balingka
- diniang saulang lai
- panjapuik kaba nan tingga
Ado sapakan duo pakan — sajak si Jama kanai tangkok hati si Marah indak sanang baitu juo biniyo — kok tidak Rabiatun malaporkan tidak sangsaro di badan — pitih di tangan disita urang — labiah pitih sambilan ratuih disita polisi — kok indak damikian tabuek rumah sabuah — katonyo dalam hati — nan berang
bana bini si Marah — anak dikieh dibandiang — dikatai tiok hari — salah saketek diberangi — apo nan dapek dirambahkan — tidak ado manaruah ibo — kan iyo si Rabiatun marasai badan kanai kato — kadang kadang sipak tarajang apo dapek ditokokkan — sadang manangih kanai berang — Jamaran sadang lalu — tadanga tangih Rabiatun — manangih kanai berang sarupo anak-anak — malihek parasaian Rabiatun — elok dibao lari — indak guno pikia panjang — katonyo si Jamaran — bulek pikiran damikian — pado hari barisuak — Rabiatun pai ka pasa — si Jamaran manantikan — tampak inyo dari jauah — dituruik diampiri — bakato bujang Jamaran — indak elok kito di siko — elok bajalan ka rantau urang — diadu untuang di sinan — asa sabuik kan tarapuang — asa batu nak tabanam — papadek hati kau Upiak - mandanga kato damikian — galak suko Rabiatun — dahulu alah den katokan kama tuan dituruikkan — bia ka dalam lauik lapeh kalo ado samo dimakan — tidak samo ditahan kareh hati si Rabiatun pado hari itu juo — lari inyo ka Payokumbuah — kureta api pukua salapan — waktu luhua baru tibo — diseo bendi ka Ayia Putih — ka rumah angku kadi patang hari ban tibo — ditanyokan angku kadi — di mano rumah angku kadi di siko — manjawab urang kampuang — inyo ado di su—
[ 91 ]
rau — bajalan Jamaran jo Rabiatun — tibo di surau angku kadi — duduak batigo dalam surau — bakato si Jamaran mano Datuak Kadi — datang kami ka mari maminiak tolong pado Datuak — tolong karano Allah — kami mintak dinikahkan — mandanga kato Jamaran tamanuang kadi Ayia Putiah — bakato kapado nan baduo lai ado surek angku palo — kalau tak damikian — tak suko ambo manikahkan cari kadi nan lain — katonyo tuan kadi — manjawab si Jamaran — ruponyo angku kapalo ateh pado nabi kito — sah nikah saizinnyo — kalau tak ado sureknyo — bata nikah kami — liek dimano hadis nan bapakai — lai tasabuik dalam kuraan — atau buatan Datuak sandiri — katonyo si Jamaran — berang hatinyo anak bujang — manjawab angku kadi — kato rang mudo itu — itu iyo sabananyo — tidak basuo dalam hadis — indak ado di kuraan — tapi sungguahpun damikian — nagari kito baparentah — parentah dari tuanku Damang . Manjawab si Jamaran — kito mangecek batigo — barampek jo malaikat — balimo jo Tuhan kito — malaikat jadi saksi — kalau tidak Datuak nikahkan tapaso. kami bazina — sabana indak nikah — doso tangguang di Datuak — katonyo Jamaran sirah muko kabangihan — mandanga kato damikian — tamanuang angku kadi — sabana cadiak anak iko — tidak sumbarang urang — lai barisi bailmu — takuik tuan kadi takuik badoso pado Allah — bakato angku kadi mano kau Upiak — den batanyo siapo jadi walikau — Manjawab si Rabiatun wali tasarah di Datuak — Datuak sebagai hakim — karano ambo anak yatim tidak ado babapak jo mande - yatim piatu — pinang sabatang — tidak ado karib bait - katonyo Rabiatun ~ manyalo pulo Jamaran — itu kato sabananyo — tidak kami baduto — namuah basumpah dami Allah — manjawab angku — suko ambo manikahkan — asa kalian tidak baduto
Bakato angku kadi mano kalian san dilua — masuaklah ka dalam surau — jadi saksi manikahkan — tibo rang mudo baduo — duduak baselo di dindiang.
Dibaco kadi kutbah nikah sudah dibaco ditobatkan — Bakato kadi katiko itu — mano kalian baduo — katian ketek pangkek cucu - patuik manunjuak mahajari — limbago kito urang Is-
[ 92 ]lam — wajib patuah Allah jo Rasul — sambayang usah tingga — luruih bana tapakai — usah baduto sapatah juo — duto itu ibu sagulo doso — taradap urang laki bini — andai pandai babaua — turuik mampaturuikkan — usah ado silang salisiah — hormat pado suami — saiyo sakato alian — usah ado patingkahan — salah saketek maafkan — isi nafakah bini awak — turun balanjo nafkah bini.
Salasia nikah kaduonyo — sanang hati Rabiatun — baitu juo Jamaran dibari sudah angku kadi — suko hati kalian —manarimo pitih rang mudo.— [ 93 ]
| NAP | Tanggal harus dikembalikan |
Telah dikembalik tanggal |
|---|---|---|
[ 94 ]Halaman:Hikayat Puti Zaitun.pdf/94 [ 95 ]
bp PN BALAI PUSTAKA - JAKARTA