Kaba Minang
[ 1 ]Kaba Minang
R.M. Rangkoto
Milik Dep. P dan K Tidak diperdagangkan
KABA MINANG
Oleh
R.M. RANGKOTO
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
PROYEK PENERBITAN BUKU SASTRA
INDONESIA DAN DAERAH
Jakarta 1982 [ 4 ]Diterbitkan oleh
Proyek Penerbitan Buku Sastra
Indonesia dan Daerah
Hak pengarang dilindungi undang-undang [ 5 ]KATA PENGANTAR
Bahagialah kita, bangsa Indonesia, bahwa hampir di setiap daerah diseluruh tanah air hingga kini masih tersimpan karya-karya sastra lama, yang pada hakikatnya adalah cagar budaya nasional kita. Kesemuanya itu merupakan tuangan pengalaman jiwa bangsa yang dapat dijadikan sumber penelitian bagi pembinaan dan pengembangan kebudayaan dan ilmu di segala bidang.
Karya sastra lama akan dapat memberikan khazanah ilmu penge-tahuan yang beraneka macam ragamnya. Penggalian karya sastra lama yang tersebar di daerah-daerah ini, akan menghasilkan ciri-ciri khas kebudayaan daerah, yang meliputi pula pandangan hidup serta landasan falsafah yang mulia dan tinggi nilainya. Modal semacam itu, yang ter-simpan dalam karya-karya sastra daerah, akhirnya akan dapat juga menunjang kekayaan sastra Indonesia pada umumnya.
Pemeliharaan, pembinaan, dan penggalian sastra daerah jelas akan besar sekali bantuannya dalam usaha kita untuk membina kebudayaan nasional pada umumnya, dan pengarahan pendidikan pada khususnya.
Saling pengertian antardaerah, yang sangat besar artinya bagi pemeliharaan kerukunan hidup antarsuku dan agama, akan dapat ter-cipta pula, bila sastra-sastra daerah yang termuat dalam karya-karya sastra lama itu, diterjemahkan atau diungkapkan dalam bahasa indonesia. Dalam taraf pembangunan bangsa dewasa ini manusia-manusia Indonesia sungguh memerlukan sekali warisan rohaniah yang terkan-dung dalam sastra-sastra daerah itu. Kita yakin bahwa segala sesuatunya yang dapat tergali dari dalamnya tidak hanya akan berguna bagi daerah yang bersangkutan saja, melainkan juga akan dapat bermanfaat bagi seluruh bangsa Indonesia, bahkan lebih dari itu, ia akan dapat menjelma menjadi sumbangan yang khas sifatnya bagi pengembangan sastra dunia.
Sejalan dan seirama dengan pertimbangan tersebut di atas, kami sa-jikan pada kesempatan ini suatu karya sastra daerah Minang, dengan harapan semoga dapat menjadi pengisi dan pelengkap dalam usaha men-ciptakan minat baca dan apresiasi masyarakat kita terhadap karya sastra, yang masih dirasa sangat terbatas.
Jakarta, 1982
Proyek Penerbitan Buku Sastra
Indonesia dan Daerah
6. Adat Hiduik Tolong Manolong ........................... 174
7. Dapek Karajo Jadi Polisi ........................... 180
8. Dikacak-kacak Nan Punyo ........................... 185
9. Kinilah Baru Kasampaian ........................... 192
10. Anak Lahia Pangkaik Pun Naiak ........................... 201
11. Taragak Pulang Ka kampuang ........................... 206
12. Jaksa Sutan Mansur ........................... 216
Kaba adalah salah satu jenis prosa dalam sastra Minangkabau. Kaba sama dengan pantun dalam sastra Sunda yaitu suatu cerita yang ditulis dengan bahasa berirama. Dengan demikian kaba termasuk prosa liris atau prosa berirama. Kaba ini dapat pula disamakan dengan hikayat dalam sastra Indonesia lama (sastra Melayu). Isinya pada umumnya sama dengan cerita penglipur lara yaitu cerita yang biasanya berakhir dengan happy end.
Kaba banyak kita jumpai dalam sastra Minangkabau ini dan dapat dikatakan hasil sastra yang khas dan menonjol dalam sastra Minangkabau. Kaba yang terkenal yaitu Kaba Cindua Mato, Kaba nan Tongga Magek Jabang, Kaha Rancak di Labuah, Kaba Umbuik Mudo dengan Puli Galung Banyak, Kaba Malin Deman, dan seba-gainya.
Biasanya kaha ini disampaikan secara lisan, didendangkan atau dilagukan sesuai dengan susunan kalimat yang disusun dengan berirama. Kemudian kaba itu dituliskan dengan huruf Arab-Melayu dan Latin dan beberapa di antaranya sudah dicetak. Penulis atau penyalin kaba yang terkenal ialah Syamsudin Sutan Rajo Endah. Dia telah menyalin sekitar tiga puluh kaba. Penulis kaha yang kedua ialah Sutan Pangaduan, ia telah menyalin sekitar delapan kaba.
Kali ini kita mengenal penulis kaba N.M. Rangkoto yang sekaligus menyajikan tiga kaba yaitu (1) "Kaba Niniak Tumangguang Putiah," (2) "Karatau Madang di Hulu," dan (3) "Kaba Siti Fatimah. Hal ini merupakan sumbangan yang berharga untuk menambah perbendaharaan sastra Minangkabau. Sebelumnya ketiga kaba ini belum kita kenal.
Ketiga kaba ini dicetak menjadi satu buku karena jumlah halamannya tidak begilu banyak dan pengarangnya seorang pula. Masing-masing kaba itu kami sajikan tingkasan isi ceritanya untuk memudahkan kila mengenal isinya. [ 10 ]Mudah-mudahan usaha ini ada manfaatnya dalam rangka pembinaan dan pengembangan sastra daerah.
Jakarta, Februari 1982Penyunting
10 [ 11 ]Ringkasan Isi Cerita NINIAK TUMANGGUANG PUTIAH
Datuak Tumanggung Putiah adalah nenek-moyang orang IV Koto. Negeri IV Koto terletak di daerah Luhak Agam. Negeri IV Koto itu terdiri atas nagari Koto Gadang, Canduang Koto Laweh, Pandai Sikek. Datuak Tumangguang Putiah berasal dari negeri Pa-riangan Padang Panjang, negeri asal Minangkabau, Ia adalah cucu Datuak Katumanggungan. la mempunyai adik perempuan bernama Ganti Murin. Ganti Murin kawin dengan Makhudum Sali, orang Padang Tarok, Luhak Agam.
Pada masa pemerintahan Sultan Sri Maharaja Diraja, raja se-lalu menganjurkan mencari daerah baru. Cati Bilang Pandai mene-mukan daerah baru yaitu Bunga Satangkai atau Sungai Tarab. Raja pindah ke sana. Demikian pula Datuak Suri Dirajo, Datuak Katu-manggungan dan Datuak Perpatih nan Sabatang. Datuak Katu-manggungan menemukan sebuah daerah yang kemudian diberi nama Padang Bandaharo karena di sana yang memerintah Datuak Bandaharo. Juga ditemukannya daerah Kampuang Tanah Rajo dan Baso.
Datuak Perpatih nan Sabatang menemukan daerah yang dibe- ri nama Dusun Tuo. Juga daerah Lima Kaum. Di sana memerintah Datuak nan Balimo. Negeri itu kemudian disebut Limo Kaum Dua Belas Koto. Di samping itu ditemukan negeri Tanjung Balik dan Sungayang (Sungai nan Mangiang). Datuak Sari Maharajo nan Banekgo-nego menemukan daerah yang kemudian diberinya nama Kampuang Sialahan dan Kampuang Koto Tuo.
Datuak nan batigo beserta Sari Maharajo, dan Cati Bilang Pan-dai pergi ke puncak Gunung Merapi melihat daerah yang baik untuk ditempati. Dari puncak Gunung Merapi terlihat tiga jurai yang kemudian menjadi daerah asal Minangkabau yaitu Luhak Ta-nah Datar, Luhak Agam, dan Luhak Lima Puluh Koto. Anak cucu raja pindah ke sana.
Datuak Tumanggung Putiah dengan saudaranya Ganti Murin pindah ke daerah lain. Dari negeri VI Koto, Koto Laweh Pandai Sikek mereka berpindah ke Padang Tarok V Koto, Canduang Koto Laweh sampai ke Agam Balai Gurah dan Biaro, Sungai Pua, Salo
11 [ 12 ]Bukik Kamang, Cupak Sungai Tanang, dan IV Koto, Koto Gadang, Gantiang Ladang Laweh. Diceritakan anak Ganti Murin dengan Makhudum Sati tujuh orang perempuan yaitu Upiak Rantang, Gadih Tapih, Puti Bulan, Upiak Bintang, Si Dayang, Si Tinah, dan Puti Reno Sari Dunia. Ketujuh anak itu diajari adat-istiadat, sopan-santun dalam pergaul-an masyarakat. Keempat anaknya yang tua itu telah bersuami dan masing-masing mempunyai anak seorang, yaitu Majo Lelo anak Upiak Rantang, Pado Putiah anak Gadih Tapih, Tumangguang Sati anak Puti Bulan, Rajo nan Batuah Maharajo Lelo anak Upiak Bintang.
Tersebutlah anak-cucu Tumanggung Putiah telah tersebar ke Sariak Sungai Pua, Batagak Batu Palano, Biaro Balai Gurah, Salo Bukik Kamang, Kurai Banuhampu, Tilatang Kapau, Padang Tarok V Koto, Baso. Cucu-cucu Tumangguang Putih juga tersebar, Upiak Rantang dengan suami dan anak-anaknya tinggal di Canduang Ko-to Laweh Ampek Angkek; Gadih Tapih sekeluarga dan Upiak Bin-tang sekeluarga tinggal di IV Kolo, Koto Gadang; sedang Si Dayang, Si Tinah, dan Puti Sari Dunia mengikuti Datuak Tumang-gang Putih ke daerah Bukit Kapanasan, Sianok, Koto Hilalang. Koto Subarang, dan Pahambatan.
Selanjutnya Puti Dayang dengan suaminya Perpatih tinggal di Sigiran Kampung Malalak, Mudiak Padang; Si Tinah dengan suaminya Bandaharo tinggal di Tandikek Balu Kalang, Puti Sari Dunia linggal di Batang Ampalu. Dengan demikian pintu IV Koto yaitu janjang di Malalak, surambi di Mudiak Padang, dan pancang di Ampalu, Ampalu nan VII Koto, timbangan Luhak Agam. Ibu negeri IV Koto ialah Koto Gadang, penghulu nan XXIV, III Jutai, dan IV Suku. Penghulunya berempat yaitu Da-tuak Tumangguang Putiah, Datuak Makhudum Sati, Datuak Maha-rajo Kayo, dan Datuak Malakewi. Negeri IV Koto itu yaitu Sianok, Koto Gadang, Guguak, dan Tabek Sarojo. Delapan mimbar di da- lamı yaitu: Guguak Tabek Sarojo, Cupak Sungai Tanang, Cingkari-ang Sungai Landai, Koto Tuo Koto Hilalang, Sungai Jariang Su-ngai Landia, dan Malalak Pahambatan.
Datuak Tumangguang Putiah mengembara melihat daerah
12
Setelah anaknya cukup besar Datuak Tumangguang Putiah kembali pulang melalui Tiku, Pariaman, Sungai Solok, dan Taluak Tuban. Datuak Tumangguang Putiah mencarikan jodoh kemenakannya Puti Reno Sari Dunia. Setelah diadakan keramaian mencari jodoh, dapatlah Datuak Sinaro Panjang anak orang Kurai Banuhampu. Dari perkawinan itu mereka beroleh seorang anak bernama Basa Raja Kinayan.
Diceritakan, pada masa dahulu daerah Minangkabau terdiri atas tiga luhak dan dua lareh yaitu Lareh Koto Piliang dan Lareh Bodi Caniago. Lareh Bodi Caniago pusatnya Lima Kaum Dua Belas Koto panurangan Gajah Patah Gadiang; sedang Lareh Koto Piliang pusatnya Sungai Tarab Darussalam. salapan batu di dalamnya sampai ke riak man badabua,
Datuak Perpatih nan Sabatang memerintah Lareh Bodi Caniago. Lareh Bodi Caniago mempunyai tiga lubuak yaitu Lubuak Sikarah, Lubuak Sipunai, dan Lubuak Simawang. Juga mempunyai tiga tanjuang yaitu Tanjuang Barulak, Tanjuang Alam, dan Tanjuang Sungayang. Daerahnya jajaran pesisir tumut, sampai ke Kuantan, Batang Hari, Siak Indragiri, Palembang, Jambi, Deli, Asahan, Pangkalan Koto Baru, Kuok, dan Bangkinang.
Datualk Katumangguangan memerintah Lareh Koto Piliang. Daerahnya meliputi lauik nan sadidiah sampai gunung melintang hilir, Sialang Balantak Basi, Sikilang Aia bangih sampai ke Bengkulu mudik. Lareh Koto Piliang mempunyai luhak yang tiga, koto yang Liga, tujuah langgam, rantau tengah dan rantau mudik yaitu sepanjang pesisir barat.
Adat yang terpakui enam hal yaitu cupak nan asali, cupak budian, kato pusako, kato mufakat, kato dahulu kalo, kato kemudien, Pada masa pemerintahan Sultan Paduko Basa dengan Sultan Indra Alam, Lareh Koto Piliang, dan Bodi Caniago mendirikan kerajaan di Bukik Batu Patah, Limo Kaum; Sungai Tarab, Kurimbang Batu Balang; Sumaniak; Batang Rantau Tiku Pariaman {Ta[ 14 ]luak Tuban Sungai Salak); Banda Padang (Banda Lako), Kualo Aia Batu, Pulau Ranggosuai: Jambi; Palembang: Siak: Rimbo Tambusal; dan Aceh.
Pada masa Sultan Abdul Jalili Alamsyah, anaknya Sultan Maharaja Dewi dinobatkun menjadi Sultan nan Salapan di Pesisir barat dan timur. Di Aceh memerintah Sultan Seri Mara Peto Rahim; di Bantan, Riau, Bangka, dan Taranggano memerintah Sultan Mahjabat; di Jambi, Siak, Kuantan, Batang Hari, Deli serta Asahan memeriniah Sultan Baginda Tuan; di Palembang, Musi, Rejang, Tebing Tinggi sampai ke Bugis Makasar memerintah Sultan Indra Rahim dan seterusnya.
Sultan Maharaja Dewi kawin dengan Puti Ambun Suri berputra tiga orang yaitu Bagindoo Maharajo, Ganto Suri, dan Suto Suri. Ganto Suri kawin dengan Basa Rajo Kinayan berputra seorang yaitu Abdurrahman bergelar Nan Tongga Magek Jabang.
Tumangeuang Putiah anak Puti Bulan, cucu Tumangguang Putiah menjadi raja di V Koto, Suatu hari Tumangguang Sati minta nasihat kepada Datuak Tumangguang Putiah. Dinasihatkan oleh Datuak Tumangeuang Putiah cara hidup di atas dunia yaitu empat hal (1} hidup di atas bumi kuat ke sawah dan ke ladang, (2) hidup di laut sampan dan pendayung harus kuat, tahu tentang ombak dan musim, (3) hidup di awang-awang jangan lupa di daratan, dan (4) hidup di langit cinta kepada yang baik, kuat menuntut ilmu, iman kuat.
Sesudah itu Tumangguang Sati kembali ke daerah baru yaitu Gantiang Rambahan, Negeri ini menjadi lima koto yaitu Gunuang Koto Tinggi, Sambuang Sialahan, Sikucua Koto Hilalang. Tahi Sungai Basa, dan Gantiang arambahan.
Tidak lama sesudah member nasihat pada Tumangguang Sati, Datuak Tumangguang Putiah berpulang ke rahmatullah. Basa Rajo Kinayan cucu Datuak Tumangguang Putiah, anak Puti Suri Dunia dengan Datuak Sinaro Panjang diangkat jadi raja di Ampalu VII Kota. Diceritakun asal negeri Kote Marapak dan Pakandangan nan VI Lingkuang Sultan Maharajo Dewi mengangkat tiga orang raja yaitu Kajo Angek V Koto di Gantiang Parambahan Tuumangguang pembesarnya, Rajo Kinayan di Ampalu VII Koto Bandaharo Pu[ 15 ]tiah pembesarnya; dan Rajo Kuaso nan Gundano di Pakandangan nan VI Lingkuang Rangkayo Basa pembesarnya,
Setelah lama Datuak Tumangguang Putiah meninggal dunia, Rajo Kinayan raja negeri VII Koto hendak perei ke IV Koto ziarah ke kuburan Tumangguang Putiah. Dihimpunkannya semua saudaranya Rajo Angek di Gantiang Parambahan, surambi di Mudiak Padang, janjang di Malalak. Di Gantiang Parambahan, Tumang- cuang gelar dipakainya; di Ampalu, Bandaharo Putiah: di Mudiak Padang, Majalelo; dan di Pakandangan, Rangkayo Basa gelar dipakainya. Semua itu anak cucu Datuak Tumangeuang Putiah.
Demikianlah kisah Niniak Turmangguang Putiah. [ 16 ]Halaman:Kaba Minang.pdf/16 [ 17 ]Ringkasan Isi Cerita SITI FATIMAH
Di Kampuang Dalam, Bukittinggi, Luhak Agam, Siti Fatimah, tokoh utama cerita kaba ini ialah anak Siti Zainab. Siti Fatimah ini bersuami dengan Sutan Karangan, seorang saudagar kaya di Medan. Dari perkawinannya itu, mereka mempunyai seorang anak laki-laki bernama Sabirin.
Siti Fatimah tinggal di kampung, sedang suaminya Sutan Karangan tinggal di rantau, Medan. Hal seperti ini biasa terjadi di Minangkabau pada waktu itu. Seorang laki-laki sehabis menikah, pergi ke rantau sendiri mencari uang. Siti Fatimah digambarkan sebagai seorang wanita desa yang sopan-santun, pemalu, taat kepada agama, patuh kepada suami, dan pandai memasak. Berbeda dengan suaminya, Sutan Karangan, seorang pemuda yang sudah lama tinggal di kota, tidak begitu mengindahkan lagi adat-istiadat, adat di- anggapnya sudah kolot, ia berpikiran modern dan tidak begitu mengindahkan perintah atau ajaran agama.
Sekali peristiwa, Sutan Karangan pulang ke kampung menjumpai istri, anak, dan sanak-keluarga. Rindunya terhadap istri, anak, dan kaum keluarganya cepat hilang karena situasi dan suasana kampung tidak cocok lagi baginya, lebih-lebih sifat dan tingkah-laku Siti Fatimah yang dianggapnya kolot. Ia cepat bosan dan cepat-cepat pula kembali ke Medan. Dibanding-bandingkannya istrinya dengan gadis kota, caranya berpakaian, caranya bergaul, caranya berjalan dengan suaminya, caranya berbicara, semuanya sangat berbeda dan ketinggalan zaman.
Sampai di Medan, ia mulai sibuk lagi dengan dagangannya dan tidak terpikir lagi baginya istri dan anaknya. Ia banyak berkenalan dengan gadis-gadis yang berbelanja ke tokonya. Salah seorang di antaranya, seorang putri Sunda, bernama Nilasari. Ia jatuh cinta kepadanya. Karena pergaulan yang sangat bebas, Nilasari hamil dan Sutan Karangan terpaksa menikahinya.
Perkawinan mereka rupanya tidak bahagia. Mulanya mereka tinggal bersama dengan orang tua Nilasari. Hal ini tidak bisa bertahan lama, mereka akhirnya berpisah tempat tinggal dan mereka tinggal di sebuah rumah yang disewanya. Nilasari hidup royal, suka [ 18 ]jalan-jalan, nonton, dan suka hidup mewah. Ternyata pengeluaran jauh lebih besur dant pendaputan dagang Sutan Karangan. Lama-lama dagangannya menjadi berkurang dan akhirnya bangkrut sama sekali. Bahkan biaya untuk melahirkan anaknya saja tidak bisa lagi ia mengusahakannya,
Terjadilah perlengkaran yang mengakibatkan Nilasari minta cerai dan kembali kepada orang tuanya. Perceraian tidak bisa dielakkan lagi. Mereka bercerai, Nilasari kembali kepada orang orang tuanya dun Sutan Karangan tinggal terkatung-kalung dalam kemiskinan dan banyak hutang.
Setelah cerai, Nilasari ternyata masih banyak penggemarnya karena ia cantik. ia dilamar oleh Amir Hasan, seorang guru dan anak seorang pedagang kaya. Mereka akhirnya kawin,
Pada suatu hari, Sutan Katangin melihat Nilasari dengan suaminya yang baru itu bergandengan berjalan berdua. Karena tidak tahan melihat hal yang menyakitken hatinya itu, Nilasari dan suaminya itu ditikam oleh Sutan Karangan. Amir Hasan maiti, tetapi Nilasuri luka parah, Sutan Karangan segera ditangkap polisi dan diajukun ke pengadilan, Sutan Karangan dihukum dua tahun penjara dan dibuang ke Betawi. Bermacam-macam pula derita yang dialaminya selama dalam penjara. la mulai insyaf dan menyesali kesalahannya terhadap istri dan keluarganya.
Setelah lama dalam tahanan di Betawi, dikirimnya surat kepada ibunya menceritakan peristiwa yang dialaminya selama ini. Hal ita diketahui oleh istrinya Siti Fatimah. Siti Fatimah tidak me- naruh benci kepadanya tetapi ingin membelanya. Ia telap cinta kepada Sutan Karangan. Setelah disetujui oleh keluarganya, ia bersiap pergi ke Betawi menjemput suaminya Sutan Karangan itu.
Di Betawi, Siti Fatimah tinggal di rumah pamannya. Di sana ia dengan sabar menunggu suaminya lepas dari tahanan. Tak lama berakhirlah masa tahanan Sutan Karangan. Dijemputnya suaminya dan berlemulah Sutan Karangan dengan istrinya yang setia, Siti Fatimah dan anaknya, Sabirin, Sutan Karangan menyesali semua kesalahannya dan minta maaf kepada Siti Fatimah. Mereka saling bermaaf-maafan dan memadu cinta kembali, Dibawanya Sutan Karangan ke rumah pamannya, mereka tinggal beberapa lamanya [ 19 ]di sana beristirahat, bari kemudian pulang kampung bertemu kembali dengan sanak-keluarganya.
Tidak lama Sutan Karangan di kampung, ia bermaksud memulai hidup baru, berdagang dengan baik dan selalu memperhatikan keluarganya. la pergi merantau ke Bangkinang. Rupanya disana ia berhasil dan mulai hidup baik. Dibelinya sebuah rumah untuk tempat tinggal bersama anak dan istrinya. Segera ia pulang menjemput istri dan anaknya untuk tinggal bersama di rantau di Bangkinang. Sekarang hiduplah mereka dengan bahagia dan rezekinya pun dimurahkan oleh Allah. [ 20 ]Halaman:Kaba Minang.pdf/20 [ 21 ]Ringkasan Isi Cerita KARATAU MADANG DI HULU
Cerita ini terjadi pada zaman penjajahan Belanda. Tokoh utama cerita kaba ini ialah bujang Mansun. Ia mempunyai seorang saudara perempuan bernama Upiak Boneh. Mereka berasal dari Kampuang Dalam, Luhak Agam. Mereka hidup dalam kemiskinan.
Pada suatu hari, ia bersama orang kampung lainnya disuruh menghadap kepala kampung Datuak Mantiko di kantor. Oleh kepala kampung diperintahkan bekerja paksa (rodi) selama sebulan di suatu daerah dengan syarat membawa perbekalan sendiri untuk makan.
Bujang Mansun tidak bisa pergi karena tidak punya perbekal-an karena ia miskin. Kepala kampung Datuak Mantiko marah dan menghukum bujang Mansun masuk tahanan selama tiga bulan di Bukittinggi. Banyak penderitaan dan pengalaman yang dialaminya dalam tahanan itu. Sekali ia berkelahi dengan orang Madura yang suka mengganggu orang. Dalam perkelahian itu, bujang Mansun dapat mengalahkannya dan menghajarnya sampai pingsan dan terpaksa dirawat di rumah sakit. Sejak peristiwa itu bujang Man-sun disegani orang dalam tahanan.
Setelah habis masa tahanannya selama tiga bulan. bujang Mansun kembali pulang ke kampungnya. Di kampung, kepala kam-pung menyambutnya dengan baik dan ramah karena ia bermaksud hendak meminang adik bujang Mansun Upiak Boneh, Bujang Man-sun menolaknya karena ia tidak mau menikahkan adiknya dengan orang tua bangka. Kepala kampung marah, sehingga terjadilah per-kelahian. Mula-mula dengan hulubalang kepala kampung itu, ke-mudian dengan kepala kampung Datuak Mantiko itu sendiri. Ke- duanya dapat dikalahkan oleh bujang Manson. Hulubalang dan kepala kampung itu jatuh pingsan.
Dalam keadaan pingsan keduanya itu, bujang Mansun melari-kan diri dan membawa sepasang pakaian dan sebuah wang ringgit emas kepala kampung. Ia tidak berani pulang lagi dan terus pergi ke Betawi dengan menumpang kapal laut. Di atas kapal ia berke-nalan dengan Amai Nuriah dengan anak gadisnya Dalipah yang ke-betulan juga hendak ke Betawi menemui suaminya yang bekerja disana. [ 22 ]Sejak perkelahjannya dengan bujang Mansun, kepala kampung jatuh sakit. Di samping itu ia terjebak pula pemeriksaan kas negeri. Rupanya banyak uang negeri yang dibelanjakannya, se-hingga hartanya disita pemerintah. Ia dipecat sebagai kepala kam-pung. Sekarang orang kampung banyak yang benci kepadanya.
Dalam keadaan melarat itu, tak lama sesudah itu, bujang Mansun mengirimkan uang kepadanya sebanyak satu ringgit emas sebagai pengganti uang yang dilarikannya dulu. Bukan main gem-bira hati Datuak Mantiko menerima uang yang tidak dikiranya ada itu. Ia memuji kejujuran bujang Mansun.
Di Betawi, bujang Mansun mula-mula menumpang di rumah Amai Nuriah istri opseter Sutan Salim yang dulu dikenalnya di atas kapal. Di Betawi ia berdagang tembakau dan rokok. Sekali ter-judi keributan di pasar, orang gila mengamuk dan hendak menu-kul anak kecil. Orang banyak berlarian dan takut menangkap orang gila itu. Bujang Mansun memberanikan diri dan berhasil menangkap orang gila itu, Orang banyak heran melihat keberanian bujang Mansun. Rupanya anak kecil itu anak residen dan kebetul-an pula ada di tempat itu. Residen itu mengucapkan terima kasih kepada Mansun dan memberinya uang empat ratus rupiah, di sam-ping surat penghargaan atas keberaniannya. Uang itu digunakan oleh Mansun untuk pembayar hutangnya kepada kepala kampung dulu.
Lama-lama Mansun bosan berdagang rokok karena tidak ada kemajuan, la bersama temannya Hasan melamar jadi polisi. Kebe-tulan nasib baik baginya ia diterima karena ia masih muda, tegap badannya dan ditambah pula ada surat penghargaan residen atas keberaniannya.
Setelah jadi polisi. Mansun rajin bekerja dan menambah ilmu dengan jalan kursus. Sejak jadi polisi itu, ia mulai hidup sendiri dan menyewa rumah sendiri, tidak jauh dari rumah Dalipah. Hubungannya dengan Dalipah semakin erat juga. Dalipah pernah sekali merawatnya ketika Mansun sakit keras. Akhirnya Mansun kawin dengan Dalipah, gadis yang dikenalnya di atas kapal dulu itu.
Sutan Salin, bapak Dalipah, pindah ke Bukittinggi, sehingga [ 23 ]Dalipah dengan Mansun menempati rumah orang tuanya itu. Tak lama Dalipah melahirkan seorang anak laki-laki dan pangkat Man-sun pun naik beberapa kali. Ia sudah menjadi orang yang berpang-kat tinggi. Hidupnya sudah makmur. Sekarang timbul keinginan-nya hendak pulang kampung menemui orang tua dan adiknya Upiak Boneh.
Bukan main gembira hati orang kampungnya melihat Mansun sukses dan sekarang sudah menjadi polisi yang berpangkat tinggi, lebih-lebih lagi adiknya Upiak Boneh. Upiak Boneh hidupnya masih melarat, miskin, dan belum bersuami. Mansun kasihan me-lihatnya dan membawanya ke Betawi. Di Betawi, Upiak Boneh di-kawinkannya dengan temannya. Mulai pulalah ia hidup bahagia.
Mansun pandai bergaul, rendah hati dan aktif dalam organisa-si masyarakat, banyak membantu orang melarat, orang dagang yang kesusahan. Ia disegani oleh masyarakat. Ia tidak hanya me-mikirkan anak istrinya tetapi juga adik dan kemenakannya,
Setelah lama di Betawi, Mansun dipindahkan ke Medan. Di Medan pun ia banyak membantu orang yang kesusahan. Demikian-lah kisah pemuda Mansun yang giat bekerja dan belajar hingga ia sukses. [ 24 ]Halaman:Kaba Minang.pdf/24 [ 25 ]Kaba Niniak Tumangguang Putiah
susunan
N.M RANGKOTO
I. URANG BADUO BADUNSANAK
Gunuang Marapi jo Singgalang
sumarak koto jo nagari
Dangan bismillah kaba dikarang
mangabakan tambo urang nyok ari
Pariangan nagari asa
tasabuik di dalam tambo
tambo disimpan rajo-rajo
Mamintak maaf hambo bakaba
Turangguang Putiah namo kabanyo
niniak muyang urang IV Koto
Rajo banamo Rajo Kinayan
anak dek Reno Sari Dunia
di VII Koto Pariaman
Kaba nan lamo kami kabakan
kalau tadapek salah jo jangga
tolong dek Tuan mambatuakan
Barmulo di hari nan dahulu—di dalam alam Minangkabau—dalam daerah Luhak Agam—koto banamo VI Koto—di nagari Canduang Koto Laweh Pandai Sikek—tasabuik Datuak Tumangguang putiah panghulu di kampuang Koto—panghulu nan gadang basa batuah. Adapun baliau nantun—katurunan nan dari Pariangan—nagari asa sajak saisuak—tatkalo maso dahulu—niniak muyang urang Malayu bakeh bahimpun jo bakumpua—sabalun bapindah-pindah tampat—nan sakuliliang gunuang Marapi.
Birawari baliau nantun—pihak di anak kamanakan—ka pai bakeh batanyo—ka pulang bakeh babarito—urang cadiak candokio—lagi jauhari bijaksano—bak ibarat baringin tumbuah di tangah padang—ureknyo paguah ka bumi—pucuak malembai ka udaro—urek nan tampek baselo—batang nan tampek basanda—daun rindang bakeh balinduang—bakeh balinduang kapanasan—bakeh bata[ 28 ]Tatkalo di maso itu—nan bapulai nan bamunggu—nan basasok bajarami—baliau baduo badunsanak—iyo nan bagai anak balam—sikua jantan sikua batino—nan laki-laki Mangkutak Mangkuto Alam—bagala Datuak Tumangguang Putiah—nan padusi si Ganti Murin—anak gadih nan jolong gadang.
Kononlah si Ganti Murin—elok rupo bukan kapalang—tinggi tidak randah pun bukan—sadarhano samporono bisai—muko nan bagai bulan panuah—pipinyo pauah dilayang—kaniangnyo kiliran taji—abuak batikan indak jadi. Panjang abuak samundam panuah—bibianyo asam sauleh—lidahnyo ampalam masak—gigi bakilek gewang kaco—lihianyo janjang bahunyo leha—pinggang rampiang dadonyo bidang—langannyo ataran anyuik—batihnyo bak paruik padi—bunyi tutua nan lamak manih—mancameh anak mudo-mudo.
Pihak kapado parangainyo—budi baiak paham katuju—elok baso bukan kapalang—anak batunjuak baajai—pandai manakat manarawang—atau manyulam jo mangayam. Anak gadih elok taratik—haromat kapado nan tuo-tuo—indak panah bajalan surang—walaupun mandi ka tapian—tatap inyo ado bakawan—kalau ado nan ka dituruik—inyo salalu mintak ijin—ka bakeh nan tuo ateh rumah— indak nyo pai-pai sajo. Ganti Murin namanya gadih—leh ketek masak pangaja—sajak paningga mandeh bapaknyo—tingga jo urang nan saparuik—dijagoi dunsanak kanduang—itulah niniak mamaknyo— bagala Datuak Tumangguang Putiah.
Sajak lah gadang si Ganti Murin—banyaklah urang nan manyuruah—mamintak si Ganti Murin—mamintak handak sumando—tapi dek Datuak Tumangguang Putiah—alun ado nan batarimo. Sabab inyo sadang bapikia juo—mancari urang ka sumando—ma [ 29 ]Allah Taala menggarakkan—pintak nan sadang ka balaku— kahandak nan sadang ka buliah—lah datang urang nan katuju—iyo dek Datuak Tumangguang Putiah—anak rang Agam Padang Tarok—anak cucu si Murai Randin—kamanakan Alang Manjau Ari—nan bagala Makudum Sati. Sungguah di hati lah katuju—dirapekkan juo nan saparuik—niniak mamak sarato nan tuo-tuo—bakumpua di rumah gadang—sanan bakato Datuak Tumangguang Putiah, "Manolah niniak dangan mamak—sarato urang tuo-tuo—sado nan hadia di rumah gadang ko—nan ka tangah di hambo kini-tantangan si Ganti Murin—inyo kan iyo alah gadang—lah patuik inyo bakawan. Nan sakarang kini nangko—lah ado urang nan mamintak—handak manjadi rang sumando—anak rang Agam Padang Tarok—anak cucu si Murai Randin—kamanakan Alang Manjau Ari—nan bagala Makudum Sati. Kok kato alun bajawab—kok gayuang alun basambuik—batapo ka sipat kito—mak tantu kito bapambari."
Mandanga kato nan bak kian—manjawab saurang urang tuo—nan bagala Bagindo Kayo, "Manolah Datuak kato hambo—salorong kato Datuak nantun—itulah kato sabananyo—pihak kapado kamanakan kito—nan banamo si Ganti Murin—dari ketek inyo lah gadang—kok gadang lah patuik basuami. Maniliak kalo Datuak tadi—kini lah ado urang datang—handak ka jadi rang sumando—kami mamulangkan bakeh Datuak—patuik indaknyo urang nantun—kan jodoh si Ganti Murin. Sabab baalah dek baitu—tipak di badan diri kami—sado nan hadia kini nangko—tantangan rundingan itu—atau nan lain pado itu—di kami indak harubah. Datuak nan lah kami tinggikan sarantiang—nan lah kami dahulukan salangkah—pai ka bakeh batanyo—pulang ka bakeh babarito—kok lah katuju dek Datuak—kami pun satarimo pulo. Baapo nan elok kato Datuak—kami pun manuruik sajo—asa leh baban ka babao—musiki ka mano kato Datuak—manuruik sajo diri kami—ma nan katuju dek Datuak—itu katuju dek kami—usahlah Datuak panjang angan— [ 30 ]Mandanga jawab Bagindo Kayo—bakato Datuak Tumang-guang Putiah, "Nan sapanjang kato Mamak nantun—itulah kato nan sabananyo—bagai pun baitu sakali—manuruik pandapek hambo—pihak kapado rundiangan nang ko—usahlah pulang mamulangkan sajo—untuang elok dapek di nan salasai—tapi kok tibo di angin kusuik—kok basalahan kito kasudahannyo."
Maningkah pulo Bagindo Kayo, "Satantangan kato Datuak nantun—itu pun kato sabananyo—batanyo juo kami saketek—pihak kapado urang nantun—nan datang ka sumando—batapo pulo pandapek Datuak—tarangkan malah bakeh kami—mak siang bak hari tarang bak bulan."
Manjawab pulo Datuak Tumangguang Puliah, "Kalau itu nan Mamak tanyokan—pihak di urang nan datang ko—adolah turunan baiak-baiak—sapadan rasonyo jo si Ganti Murin—bak kapuran jo saoknyo—bak dalamak jo tuduangnyo.”
Mandanga kalo nan bak kian—lorong kapado Bagindo Kayo—alah dipahilia pamundiakkan—rundiang nan indak dipanjangkan—alah dikaji buruak baiak—nan sahari-hari nantun—alah sakato hanyo lai—sagalo urang nan duduak tu—manjodohkan si Ganti Murin—iyo jo Makudum Sati—anak rang Agam Padang Tarok—anak cucu si Murai Kandin—kamanakan Alang Manjau Ari. Sadang dek Tumangguang Putiah—sananglah hati maso itu—mandapek kabulatan kato rapek—picak lah buliah dilayangkan—bulek lah buliah digolongkan.
Indak lamo antaronyo—dibuek pulo paretongan—iyo jo pihak nan sabalah—barundiang jo urang Padang Tarok. Pado maso duaso itu—samo disabuik nan taraso—disudahi rundingan nantun—uliah nan duo balah pihak—alah lalu batimbang tando—dilabuahkan janji alek kawin—bajanji tigo kali tujuah—tigo pakan dang kalamonyo.
Kamudian dari pado itu—bakokoh kaduo balah pihak—mano nan tidak lah dicari—apo nan kurang lah diadokan—alah cukuik alat samonyo—lah sampai janji kutikonyo—lah ganok tigo kali tujuah—lalu baralek hanyo lai. Adapun alek baralek gadang—alek salamo tujuah hari—alek mambantai maso nantun—dipanggia karik jo barik—sarato simpang jo balahan—diimbau ipa dangan bisan—dijamu malah isi nagari. Baralek di rumah gadang—rumah gadang si [ 31 ]Ganti Murin-mandirikan sapanjang adat-adat urang sumando ma-nyumando-panjang pendeknyo tak disuhuik. Alali kawin si Ganti Murin-junjungan bagala Makudum Sali-tantangan adat parkawin-an-nan tapakai di nagari-cukuiklah itu kasamonyo-lorong dek Datuak Tumangguang Putiah-adat urang basumando-sabuah in-dak nan tingga-indak ado cacek salahnyo.
Kan iyo si Ganti Murin-lah ado kini bajunjungan-salasai pulo alek gadangnyo-alah sahari duo hari-lah sampai garan tigo hari-alah badamai jo suami-nan bagala Makudum Sati-bakasiah-kasiahan kaduonyo. Kununlah si Ganti Morin-sangat haromat ka suami-bajalan salangkah mintak ijin-bakalo sapatah basitinah-tabaokan adat dangan budi-indak panah manupang kato. Apo nan kato Makudum Sali-dituruik batako dek Ganti Murin-bapan-tang bakato kasa-barundiang salulu ambiak bawah-baitu ajaran tuannyo-nan bagala Datuak Tumangguang Putiah. Kan iyo Maku-dum Şati--maliek laku si Ganti Murin-sarato rupo nan elok pulo- bak basi baiak diringgiti-sangatlah sayang ka bininyo. Bakasiah-kasiahan kaduonyo-sapantun aua dangan tabiang-sanda manyan-da kaduonyo.
Ganti Murin namonyo puti
Makudum Sati gala suaminyo
Kok tapakaikan adat balaki bini
sinan rumah tanggo mangko santoso
Bukiktinggi tanah rang Kurai
basimpang jalan ka Panganak
Balaki bini kalau tak sasuai
minyak abih samba tak lamak
II. NAN TURUN KA KOTO GADANG
Kok tagak maninjau jarah
bajalan manjapuik labo
Panghulu basipat murah
bungka ganok manahan cubo
Karambia sabatang tinggi
babuah sarangkai duo
Hukum adia adat badiri
pangka saiyo jo sakato
Birawari Datuak Tumangguang Putiah—lah lapeh inyo basumando—alah batambah sanang hatinyo—duduaklah inyo dangan tanang hukum adia bukan kapalang—musahua kian ku mari. Tahu di adat jo limbago—pandai di hereng dangan gendeng—lubuak aka rangkiang budi—kalau mauleh tak mangasan—mambuhua indak mambuku—paham dalam timbangan aluih. Kononlah inyo mamarentah-mahukum di dalam kampuang—indaklah ado nan maupek—sagalo anak buahnyo—laki-laki jo parampuan—abih mamuji ka sadonyo—bacampua takuik jo sayang—baitu urang ka sadonyo.
Kononlah Datuak Tumangguang Puliah—urang nan arih tahu bana—jokok tak pandai mamagang hulu-patah puntiang karih bamato. Panghulu nan ampek dikatahuinyo—aso "panghulu" dang namonyo—hujan paneh bakeh balinduang—kaduo "pangalah" dang namonyo—suko maracik anak buah—bak mangalah di batang aia—gadang ketek ikan nan dapek—katigo "pangaluah" dang namonyo—indak tantu di cupak gantang—kaampek "pangaliah" dang namonyo—jalan nan luruih suko maanjak. Pakaian panghulu banamo adat-basipat bana lautan alimu-panghulu cadiak adia manimbang—saba nan indak tatumbuak mamang—pandirian taguah tak baranjak—baalam laweh bapadang lapang. Panghulu kayo suko baragiah—kayonyo kayo di adat—malatakkan sasuatu di tampeknyo. Takilek sajo roman ikan—lah nyato ikan dalam aia—lah tantu jantan batinonyo—alun diliek alah paham—sarupo jimat dalam tubuah.
Ado kapado suatu hari—baliau Datuak Tumangguang Putiah tapikia di dalam hati—-maliek kampuang batambah rami—mancaliak rakyat batambah kambang—handak mancari kato mupakat-untuak mancari tanah lain—kan tampek urang bapindah.
Sabab baalah dek baitu—mancaliak contoh kanan sudah maliek tuah ka nan manang—dikana riwayaik niniak muyang—takalo maso dahulunyo—takalo sumua ka dikali-samaso nagari ka [ 33 ]
dicacak—di alam Pulau Paco nangko. Pado maso kuliko itu—ciek nagari bani nan ado—iyolah Pariangan Padang Panjang salabiahnyo hutan jo rimbo—basambuang jo lauik basa—ado bapulau ciek-ciek—nan alun barisi urang.
Kononlah rajo maso itu-iyolah Sari Maharajo Dirajo—mamarentahkan Cati Bilang Pandai—naiak ka puncak Gunuang Marapi—supayo mamandang hilia jo mudiak—maliek kiri jo kanan—pandang jauah balayangkan—pandang dakek batukiakkan—nan saedaran Gunuang Marapi. Lah nampak tanah nan elok—tanah data leh laweh pulo-dipareso dek Cati Bilang Pandai—sarato dangan kawan-kawannyo—-ado katuju dalam hati-lalu—disampaikan kapado rajo.
Mandanga kaba tanah nantuun-sangatlah gadang hati rajo—dipareso pulo sakali lai—ado bakanan di hati rajo—mako pindahlah rajo nantun—dangan sabaleh urang kariknyo—surato anam baleh urang lain nan di lua karik rajo—langkok laki-laki padusinyo. Konon nagari baru nantun dinamoi Bungo Satangkai—sabab kutiko rajo tibo—kan iyo di nagari baru tu-rajo mandapek bungo satungkai—itulah asa namo nagari—mako banamo Bungo Satangkai.
Lamolah pulo antaronyo—didirikan Datuak salapan urang—rajo babaliak ka Pariangan Padang Panjang—sarato Cati Bilang Pandai—tinggallah Datuak Nan Salapan—salapan pulo batu kagadangannyo—dinamoi Datuak Nan Salapan Batu—dalam nagari Bungo Satangkai. Allah Taala mantakadiakan-di halaman tampek tingga rajo—kan iyo di Bungo Satangkai—kalua sabuah anak sungai—nan datang dari rumpun tarok—sabab kajadian nan bak kian—Bungo Satangkai dialiah namo—banamo dangan Sungai Tarab—sampai sakarang kini nangko.
Lah lamo pulo antaronyo—gadanglah Datuak Katumanggungan—sarato Datuak Parpatiah nan Sabatang—tigo jo Datuak Sari Maharajo Nan Banago-nago—baru diangkek jadi panghulu-akan jadi kulipah rajo. Sadangkan Cati Bilang Pandai—duo jo Datuak Suri Dirajo—kulipah pulo dari nan batigo tu—barulah hidayat hiduik-hiduik—cadiak nan bukan alang-alang—lagi jauhari bijaksana.
Ado kupado suatu hari—mupakat Datuak Katumanggungan—duo jo Datuak Parpatiah Nan Sabatang—tigo jo Datuak Sari Maharajo Nan Banago-nago—sarato Cati Bilang Pandai dangan Datuak [ 34 ]
Suri Dirajo—basamo jo Datuak Bandaharo Kayo—dangan Datuak Maharajo Basa—handak mancari tampek pindah—supayo laweh juo alam nang ko.
Putuih mupakat maso nantun—bajalan Datuak Katumanggungan—mandaki Gunuang Marapi—manurun ka baliak gunuang-lah sampai inyo ka bawahnyo-basuo padang sabuah—padang nan elok untuak koto—babuek koto inyo di sanan—dinamoi Padang Bandaharo. Diparentahkan sabahagian anak buah—untuak malunyi kampuang nantun—ditanam pulo panghulunyo-bagala Datuak Bandaharo. Adapun kamudian daripado itu—lah kambang pulo urang di sanan—iyo di padang Bandaharo—pindah sabahagian ka tanah lain—tanah tunjuakkan Katumanggungan juo—lalu dinamai kampuang nantun-iyo jo kampuang Tanah Rajo—sabab tunjuakkan rajo Katumanggungan. Karono laweh tanah tunjuakkan—barulah sasak Tanah Rajo—pindah ka tanah tunjuakkan lain—walaupun sagan urang pindah—sabab salalu dilamun ampuah-akia kalaknyo pindah juo—karano tapaso mancari-mangko banamo nagari nantun—nagari Ampuah dangan Baso—sampai sakarang iko kini.
Pihak Parpatiah Nan Sabatang—bajalan pulo hanyo lai—sarato urang sapuluah urang—laki-laki jo parampuan—tadapek pulo satumpak tanah—leba nan bukan alang-alang—tanah nan data bak ditampo-lalu bakampuang inyo di sanan—dinamoi kampuang Dusun Tuo. Lah kambang pulo urang di situ—banyak pulo datang kudian-dikarajankan nan balimo—bagala Datuak Nan Balimo—itulah datuak nan Limo Kaum—limo kaum sanan bakambang. Mako di tampek karajan nantun—itulah medan nan bamulo—di dalam koto Limo Kaum—di dalam kampuang Dusun Tuo—dinamoi malah Tanah Karajan. Dek lamo bakalamoan—dibuek koto duo baleh—sabab urang lah kambang juo—jadi nagari Limo Kaum—Limo Kaum Duo Baleh Koto—puncaknyo Parpatiah Nan Sabatang. Babaliak Parpatiah Nan Sabatang—iyo ka dalam Pariangan-dipindahkan pulo tujuah kaluarga—ka satumpak tanah nan manjorok—dibuek kampuang babalik—dinamoi pulo Tanjuang Balik. Antah barapo kalamonyo—mangiang sungai di mudiak—iyo di mudiak Tanjuang Balik—dek lah pindah pulo urang ka sanan—iyo ka arah [ 35 ]
sungai nan mangiang—babuek kampuang pulo di situ—dinamoi
Sungai Nan Mangiang—kudian disabuik Sungayang sajo. Baru lah rami kaduonyo—Tanjuang Balik jo Sungayang-itulah namo sampai kini—namo nan tidak barubah-ubah. Mako ditanam pulo panghulu batujuah urang nan mulo-mulo datang ka nagari Sungayang nantun—bagala Datuak nan Batujuah—dalam nagari Tanjuang Sungayang.
Kononlah Datuak Sari Maharajo Nan Banago-nago—bajalan ka baruah Pariangan—dialahkannyo rimbo sakampuang—manbuek kampuang pulo di sanan—dinamoi kampuang Sialahan—ado nan taruih ka hilianyo—dinamoinyo kampuang Koto Tuo.
Sadanglah Cati Bilang Pandai—bapak Datuak Parpatiah Nan Sabatang—bajalan pulo kian ku mari—mancari tampek urang ka pindah—nak leba juo alam nangko. Dek lamo bakalamoan—lah banyak tanah nan dapek—sabab lauik manyentak juo—Pulau Paco batambah laweh. Kononlah Cati Bilang Pandai—dijapuik urang ka Sungai Tarab—sarato ka Limo Kaum—sarato Tanjuang Sungayang. Dibagi-bagi urang nantun—di ma nan ado tanah elok—disuruah hunyi ka samonyo—mako tasabuik kamudian urang nan asa dari tigo nagari tu—ado juo dari Pariangan—ado juo dari Koto Tuo. Mako sananglah hati Datuak nan batigo—sarato Cati Bilang Pandai-lah banyak nagari nan bahunyi—hampia batunggu ka sadonyo—lalulah sibuak dek karajo—manimbang buruak dangan baiak—mancari alua dangan patuik—nan ka pamaliharo urang banyak—supayo salamaik alam nangko.
Kamudian daripada itu—kononlah datuak nan batigo—Katumanggungan dan Parapatiah—sarato Sari Maharajo—basamo Cati Bilang Pandai—mandaki Gunuang Marapi kaampeknyo—sampai bana ka puncaknyo—lalu mamandang kiri-kanan—maliek jauah jo ampiang—pandang jauah balayangkan—pandang dakek hatukiakkan—nampaklah jurai tigo jurai—sajurai hadok ka Tanah Data—sajurai hadok ka Lubuak Agam—sajurai hadok ka Limo Puluah. Dek lauik basentak turun—dek Pulau Paco batambah leba—maliek banyak tanah nan kosong—nan balun dihunyi urang—satantangan nan tigo jurai mantun—lalu mupakat katigonyo—sarato Cati Bilang Pandai—handak bajalan mamareso—tanah nan tigo jurai nantun. [ 36 ]
Niat mukasuik dalam hati -mancari juo tampek pindah-pamindahan panduduak nan marato-mambuek koto nagari baru -alam samangkin laweh juo. Putuih mupakat maso nantun-iyo di ateh Gunuang Marapi-lalu babaliak hanyo lai-ka Pariangan Padang Panjang.
Dibuek parahu tigo buah-iyo dek datuak nan batigo-sarato Cati Bilang Pandai-ciek-ciek parahu nantun-limo puluah urang samo isinyo-balaki-laki baparampuan-lalu balaja hanyo lai. Dibagi-bagi malah urang nantun-kapado tiok-tiok tanah babagai-bagai urang banyaknyo. ado nan ampek dalam sakoto-ado nan limo dalam sakoto-ado nan anam sampai duo baleh-masiang masiang sakoto nantun-maniliak laweh tanahnyo. Itulah asa Luhak Nan Tigo-Luhak Tanah Data jo Luhak Agam-sarato Luhak Limo Puluah Koto-di dalam alam Minangkabau nangko.
Birawari Datuak Tumangguang Putiah-alah sahari dalam bapikia-lah duo sampai tigo hari-mamikiakkan kampuang tam- bah rami maliek rakyaik tambah kambang-handak mupakat dalam koto-niniak mamak nan tuo-tuo-sarato dangan cadiak pandai-mancari mupakat nan basamo handak mancari tanah lain-kan tampek pindah rakyaik sabahagian. Karano lah warih dek niniak muyang-sajak samulo dahulunyo-kalau lah rami satu kampuang pindah sabahagian ka nan lain-itulah warih nan di- jawek dari Katumanggungan jo Parapatiah-supayo alam batam- bah leba-karano rakyaik samangkin kambang-hiduik nan sampik kok Ieh lapang. Sasuai jo anjuran pamarentah kini-di jaman In- donesia lah mardeka-maso banamo orde baru diadakan malah transmigrasi-pamindahan panduduak antar daerah-baiak pun transmigrasi lokal-dalam daerah masing-masiang.
Kununlah Datuak Tumangguang Putiah-dihimpunkan malah niniak mamak-sarato urang tuo-tuo-cadiak pandai di dalam koto-mampakatokan niat mukasuik hati--karano lingkaran ma-nurut adat-pasuntiang kato limbago-kato dibao bamupakat-rundiang dibao jo baiyo.
Samotalah bakumpua urang nan banyaklah rapek papek ka-sadonyo-niniak mamak urang tuo-tuo sarato dangan cadiak pan-dai-dirundiangkan malah mukasuik nantun-iyo dek Datuak [ 37 ]
Tumangguang Putiah-basamo sidang nan rapek. Pihak hadirin ka sadonyo-indak surang pun anan manipang-niat baiak mukasuik elok-bak basi baiak diringgiti. Putujh mupakat maso nantun-
akan bapindah sabahagian-dibawah pimpinan Tumangguang Putiah-mancari tanah nan lain-arah ka mato hari mati-sabalah ka kaki Gunuang Singgalang-karano di sinan tanah nan kosong-manuruik kabanan tadanga. Indak lamo doh antaronyo-lah di-tantukan rombongan nan ka pai-sarato dangan nan ka tingga-di antaro rombongan nan ka pai-tamasuak dunsanak kanduang-adiak dek Datuak Tumangguang Putiah-nan banamo si Ganti Murin-sarato dangan suaminyo-nan bagala Makudum Satí.
Itulah asa mulonyo-katurunan Tumangguang Putiah-takalo darek ka barantau-iyolak rantau ka badarek-nan turun dari VI Koto Koto Laweh Pandam Sjkek-ka Padang Tarok V Koto-iyo ka Canduang Koto Laweh-nan banamo Padang Tarok-turun ka Agam Balai Gurah banano Biaro Balai Gurah-turun ka Sariak Sungai Pua-turun ka Salo Bukik Kamang- turun ka Çupak Sungai Tanang turun ka IV Koto mancancang mafateh di dalam nagari Koto Gadang-banamo Gantiang Ladang Laweh-nan turun dari Pariangan Padang Panjang-anak cucu Katumanggungan-Mangkutak Mangkuto Alam-nan bagala Tumangguang Putiah.
Mulo partamo nagari asa
Iyolah Pariangan Padang Panjang
Batambal kambang manusia
dicancang lateh kayu ditabang
Kalau basuo tampek nan rancak
bak puncak bukik tiado bakayo
Asa mulo badiri taratak
ka tampek kaum duo jo tigo
Taratak ketek batambah juo
banyaklah kaum nan mahunyi
Taratak barubah dusun namonyo
ampek limo rumah tadiri
Samporono rabah batang nan tagak
ado barumah ampek jo limo
Taratak batuo rumah bamamak
dusun kok gadang banamo koto
Gadang dusun manjadi koto
dari koto jadi nagari
Nan ampek jinih pun ado pulo
balukih batuangan basasap bajarami
Mangkutak Mangkuto Alam
bagala Tumangguang Putiah
Talatak sabanta kalam
kiro-kiro sakpua siriah
III. ANAK CUCU SI GANTI MURIN
Niniak bagala Tumangguang Putiah
si Ganti Murin namo adiaknyo
Kalam taranti sakapua siriah
kini ko kito sambuang pulo
Ulak alainyo kaba nantun -kononlah Datuak Tumangguang Putiah duo jo adiak Ganti Murin-Ganti Murin dangan suami-nyo-bagala Makudum Sati-sarato urang nan maikuik-lah turun sampai ka Koto Gadang-tanah nan data bukan kapalang-tahampa di kaki bukik-di bawah kaki gunuang Singgalang -dalam daerah Luhak Agam. Mancancang lateh baliau di sanan- dari taratak manjadi dusun-dari dusun manjadi kota-koto manjadi koto gadang- karano gadang bangun kotonyo.
Lah lamo pulo antaronyo--sampailah hamil Ganti Murin- sambilan bulan ka lamonyo-lahialah anak parampuan-anak nan suluang padusi pulo-rancak nan bukan alang kapalang-dibari namo dek bapak mandeh-"Rantang" namonyo anak nantun.
Adapun kamudian daripado itu-Allah Taala manggarakkan-lahia pulo adiak si Rantang-saurang anak parampuan-dibari pulo malah banamo-si Tapih namonyo nan kaduo. Adapun kamudian daripado ítu-lahia pulo adiak si Tapih-surang anak parampuan [ 39 ]
juo-anak nan katigo dek Ganti Murin rancak bak bulan ampek baleh-dinamoi pulo jo si Bulan. Adapun kamudian daripado itu- dek maso bajalan juo-rahmat nan datang dari Tuhan-lahia pulo adiak si Bulan--surang anak parampuan juo-anak nan kaampek
dek mandehnyo-roman elok bacayo-cayo-bak bintang di malam hari-dibari namo jo si Bintang. Adapun kamudian daripada itu- Allah Taala kayo sungguah-sakian pulo maso bajalan--lahia pulo adiak si Bintang-surang anak parampuan juo-elok roman bak dayang puti-anak kalimo dek Ganti Murin-dinamoi dangan si Dayang. Adapun kamudian daripado itu--untuang ka elok dek Ganti Murin-rahmat nan datang batimpo-timpo-tibo pulo maso malahiakan-malahiakan anak nan kaanam-adiak kanduang dek si Dayang-surang anak parampuan juo- dibari namo dangan Tinah. Adapun kamudian daripado itu Ganti Murin lah hamil pulo--ganok bulannyo sambilan bulan--lahialah pulo adiak si Tinah--Surang anak parampuan juo--dinamoi Reno Sari Dunia.
Itulah anak Ganti Murin-dangan suaminyo Makudum Sati- kamanakan kontan Tumangguang Putiah-banyaknyo batujuah urang parampuan sajo katujuahnyo-tandonyo rumah leh ka baunyi tandonyo badan leh kakambang. Pihak di mamak Tu-mangguan Putiah-sarato mandeh si Ganti Murin-tigo jo bapak Makudum Sati. Lorong kapado anak kamanakan nantun-lai ba-tunjuak baajai-masak pangaja pagi patang--caro manjadi anak padusi-limpapeh rumah nan gadang-iyo bana bak pantun urang.
Alim pandito dalam nagari
saluah nan tarang jadi palito
Sipat parampuan pulo dikaji
parhiasan alam dan rumah tanggo
Rang Lasi pai baburu
dapeklah ruso balang kaki
Padusi kalau tak bamalu
ibarat kapa tak bakamudi
Dek ribujk runduaklah padi
di cupak Datuak Tumangguang
Parampuan kok indak baaka budi
duduak tagak kumarl tangguang
Tabang barabah duo kali lapan
digaro anak puti-puti
Elok rumah dek parampuan
patuah satia ka suami
Dek ulah tajam pisau sirauik
batang nan tuo dikarek-karek
Parampuan sipatnyo lunak lambuik
ganggamnyo taguah janjinyo arek
Rang Kurai rang Bukittinggi
luhak banamo Luhak Agam
Parampuan nan pandai manjago diri
kunci nan arek biliak nan dalam
Mamak manunjuak maajai—nan jadi sipat di parampuan—supayo bahati saba—manuruik sagalo parentah suami-sarato ibu dangan bapo baiak niniak sarato mamak-atau pun urang tuo-tuo—marandahkan diri bakato-kato—itu tandanyo urang babudi. Diaja pulo tarutik sopan—sarato parangai nan baiak—maindakan parangai buruak—nan ka jadi cacek calo-baiak taradok diri sandiri—atau taradok ka suami—atau kapado kaum kirabat-saratoniniak dangan mamak. Ditunjuakkan adab basopan santun-antaro sasamo hambo Allah—patuik bana bakasiah-kasiahan—dangan sahabat dan kanalan—dangan dunsanak saudaro—sarato kaum jo kirabat. Caro haromat ka ibu bapo—sarato sagalo guru-guru—baiak pun mamak dangan ninjik—sarato ureng mulia-mulia. Nan tuo wajib dimuliakan—nan mudo patuik dikasihi—samo pgdang di pabasokan—baitu adab paragaulan. Ditambalkan pulo palajaran—caro bakorong jo bakampuang—adat bakaum bakirabat—kok suko samo tagalak—kalau duko samo manangih—batolong-tolongan di nan kabaikan—usah batolong-tolongan di nan buruak—jalan maksiat atau aniayo. Usah mamakai kijik kianat—sarato lobo dangan tamak—usah pulo badangki-dangkian—antarao sasamo hambo Ailah—usah bamasam-masam muko—antaro sagalo manusia—itulah [ 41 ]adab nan patuik jadi pakaian tiok hari.
Diajakan pulo caro taratik baiak taradok rajo-rajo taradok urang basa mulia atau ka urang tuo-tuo ibu bapo sagalo guru tarudok niniak dangan mamak. Jokok manjawek sasuatu, latakkan tangan nan suok di ateh tangan nan kida. Jokok maonyokkan sasuatu barang duduak maadok jo basimpuah kalau bajalan mungudian--mintaklah ijin kok nak dahulu. Kok tibo ukatu minun-minun sarato dangan makan dangan sagalo nan tuo-tuo, handaklah makan mangudian usah mamacah-macah nasi atau mangalatiak-ngalatiakkan tangan, labiahkan manakua dari maningadah atau pun dalam bakato-kato handaklah dangan lamah lambuik. Kalau tapakai nan bak kian adab taratik sopan santun tapaliharo dari upek jo cacek, babudi elok baparbasaan bapakaikan adat di nagari atau di dalam alam nangko.
Lah lamo pulo antaronyo namun hari bajalan juo, nan ketek kini lah gadang di antaro padih nan batujuah baranam Iah patuik basuami. Nan tuo si upiak Rantang, kaduo si gadih Tapih, katigo si puti Bulan, kaampek si upiak Bintang, kalimo si puti Dayang, kaanam si gadih Timah. Allah Taala mantakadiakan dapeklah jodah kaanamnyo, disingkokkan sajo malah kaba alah basuami kaanamnyo pihak di mandeh Ganti Murin, sarato bapak Makudum Sati anak nan anam jadi duo baleh. Duo baleh dangan minantu sangatlah gadang suko hati taraso kayo badan diri. Tinggalah surang anak nan bungsu nan balun lai bapasuamikan sabab dek ketek mudo matah balun lai elok bajunjuangan nan banamo Reno Sari Dunia.
Nasib ka elok dek Ganti Murin indak lamo pulo antaronyo barakat rahmat dari Tuhan-lah hamil anak nan tuo nan banamo si upiak Rantang-lah ganok kandungan sambilan bulan di hari baiak bulan baiak, malahiakan malah si upiak Rantang saurang anak laki-laki. Alangkah gadang bana hati Ganti Murin jo Makudum Sati sarato dangan Tumangguang Putiah mandapek cucu nan paratamo cucu ditimang lakeh gadang baitu bana nan kandak hati.
Indak lamo pulo antaronyo hamil pulo si gadih Tapih anak si Ganti nan kaduo dari sabulan ka sabulan kandungan samangkin [ 42 ]gadang juo ganoklah sampai sambilan bulan tibo ukatu pacah katuban-malahiakan si gadih Tapih --saurang anak laki-laki.-Pihak kapado Ganti Murin-sarato suami Makudum Sati--baitu pulo Tumangguang Putiah batambah sanang juo hati mandapek cucu surang lai lah duo bilangan cucu kanduang-laki-laki kaduonyo.
Indak lamo pulo antaronyo-hamillah anak nan katigo nan banamo si puti Bulan- kandungan basentak naiak-dari sabulan ka duo bulan-tigo ampek limo anam sampailah cukuik bilangan hari-bulan ganok masonyo tibo -sambilan bulan sapuluah hari- tibo ukatu malahiakan- baranak malah si puti Bulan-lahialah anak laki-laki. Batambah suko ibu bapo-ibu bapo dek puti Bulan saruto niniak Tumangguang Putiah baruliah cucu nan katigo--alah batigo laki-laki.
Indak lamo pulo antaronyo-tibo geleran di nan kaampek anak kaampek dek Ganti Murin-sarato dengan Makudum Sati- nan banamo si upiak Binang manganduang pulo paja nantun-- kian bulan batambah barek sampai pulo maso kutikonyo -kan iyo sambilan bulan-dek hatta takadia Allah-malaliakan pulo surang anak-jinihnyo anak laki-laki. Cucu kaampek disambuik pulo-dangan hati suci muko janiah pihak kapado niniak-niniak- nyo-tamasuak Datuak. Tumangguang Putiah.
Kononlah Tumangguang Putiah-lah ampek urang cucu lahia kaampeknyo cucu laki-laki-anak kamanakan nan baram- pek-si Rantang jo si Tapih, si Bulan jo si Bintang - tanial bana dalam hati-sajak ketek handak diaja-sagalo alimu man patuik diajakan-tamasuak alimu silek manyilek-untuak pamaga badan diri-sakiro bahayo datang manimpo. Karano musuah indak dicari- cari-basuo pantang mailakkan- itu landonyo laki-laki- nan tahu di harago diri.
Ulak alainyo kato nantun-baru lah gadang cucu-cucu-lah patuik ditunjuak diajai ditabuih niat jo karajo-ditunjuak diajan kaampeknyo-alimu lahia sarato batin diaja pulo bapancak silek - dibuek sasaran nan tartantu-diaja pulo caro baradat adat bakaum bakaluargo--adat bakoto banagari. Apo karajo dalam kampuang- kok suko samo tagalak kok duko samo manangih umpamo basa- wah jo baladang-atau kok tumbuah kamatian tibo nan baiak
42 [ 43 ]baimbauan-tibo nan buruak baambauan. Kok paikarano suruah- kalau baranţi karano tagah--sagalo karajo nan dikakok-handaklah satahu panghulu juo-atau pun urang luo-tuo-sarato dunsanak nan patuik-patuik. Itulah adat bakaum bakaluargo-adat bahapak baranak-baipa babisan baindu basuku batali jo adat limbago-- nan basaluak urek bajumbai aka-balemba pucuak namonyo.. jokok manyuruak samo bungkuak-kalau malompek samo patah kok ka aia samo basah-kalau ka api samo latuik-saciok bak ayam-sadanciang bak basi.
Ladang babintalak
kok rimbo barajoki
Adat babula sintak
syarak babuhua mati
Babari babalabeh
baukua jo bajangko
Bapikia manuruik barih balabeh
barih diukua balabeh dijangko
Baril baukua jo papatah
iyolah barih nan buanggo
Balabeh baukua jo patitih
iyolah balabeh nan batanggo
Tumangguang Putiah mamhari nasihat
taradok kapado cucu-cucunyo
Lah patuik pulo kiro istirahat
baranti kito sakira-kiro
IV. INGIN MERANTAU
Kambang nagari di IV Koto
Koto gadang nagari asa
Alah baranti sakira-kiro
disambuang pulo kaba nan tingga
Adapun nagari Koto Gadang kian samo tambah rami sam-
43 [ 44 ]pai ado nan tigo jurai satu Sianok kaduo Guguak-katigo Tabek Sarojo-bainduak ka Koto Gadang-itu banamo IV Koto.
Birawari Datuak Tumangguang Putiah-handak bajalan hanyo lai-maninjau tanah nan leba-mamareso hutan nan laweh-sabalah mato hari mati-arah ka kaki Gunuang Singgalang-rimbo nan rawan maso nantun. Pado kutiko hati baiak-sadang bulan pun baiak pulo lalu bajalan maso ilu-Tumangguang Putiah jo pangi- riang-manuruik sakandak hati-indaklah ado tujuan nyato. Dek lamo bakalamoan--bajalan juo maso nantun-tibo di lurah lah di- turuni-tibo di bukik lah didaki bajalan juo bajalan juo-makan tidak minumpun tidak-dek lamo lambek di jalan-tampak sabuah padang nan laweh -laweh nan bukan alang kapalang. Kononlah Tumangguang Putiah-lalu dituju padang nantun-dek lamo baka- lamoan-barakat yakin inyo bajalan-lah tibo inyo di sanan-iyo di padang laweh nantun -bukan kapalang ka lawehnyo.
Pado maso kutiko itu-hari paneh bukan kapalang-bagai ka pacah ubun-ubun--bagai ka ratak ampu kaki-sabuah indak palin- duangan, angek paneh badantiang-dantiang-Allahu Rabbi nan ka tahu. Ado sabanta antaronyo-tasabuik Datuak Tumangguang Putiah inyo manampak sabuah batu-batu hampa rancak bata- duah-lalu ditingkek batu nantun-nak buliah tampek balinduang- endah batu bukan kapalang-sanang saketek dalam hati.
Alah sahari nan bak kian-lah duo hari nan bak kian-duduak di ateh batu hampa-bagai urang sadang batapa--tagarak pulo handak bajalan mukasuík sangajo dalam hati-manaruihkan paja- lanan maso itu. Mako tagaklah Tumangguang Putiah-pandang dilapeh kiri jo kanan-pandang jauah balayangkan-pandang dakek batukiakkan-tampak sabatang kayu gadang--rimbun rampak bukan kapalang-lalu tapikia dalam hati -handak manuju kayu nantun. Bulek pikiran maso itu-sanan bajalan hanyo lai--batang kayu jadi tujuan kayu rimbun kayu nan rampak-sambia bapikia- pikia juo--kayu apolah namonyo garan-mungkin ikolah kayu "ampalu"-kayu ampala janyo urang.
Kononlah Tumangguang Putiah tabik pangana nak maman- jek-mako dipanjek kayu nantun-dipanjek lalu ka pucuaknyo. Alal tibo di puncak kayu-mahingo inyo kiri kanan-pandang
44 [ 45 ]jauah balayangkan-pandang dakek batukiakkan- antaro sasayuik mato mamandang-tampak candonyo lautan basa-batamu dangan tapi langik-antaro lauik jo tapi langik-ado kalompok gadang ketek-mahitam nampak dari jauah-disangko gosong bukan
gosong-antah apo ikolah garan-antah pulau banyak baserak. Lalu
dihetong pulau nantun-kurang aso dari duo puluah-ado di tangah
tigo basilang-disangko ujuang bukannyo ujuang-endah nan
bukan alang-alang-tacangang inyo mamandangi. Dek lamo lambek
mancaliak-lah pueh raso mamandangi-lalulah turun maso itu-
turun ka bawah batang kayu. Lah sampai inyo di bawah-mako
dirambah kiri kanan-sambia bapikia dalam hati-tumbuah panga-
na maso itu-iyolah Datuak Tumangguang Putiah.
Apolah garan jadi pangana-pikiran baiak maso itu-kok iyo darek ka barantau-kok iyo rantau nak badarek- rancak dibaiki tampek nantun. Alah sapakan duo pakan--pakap barubah jadi bulan-Tumangguang Putiah barado di sinan-bamukasuik inyo handak pulang-babaliak ka Koto Gadang--handak manjapuik anak kamanakan-nama nan amuah manuruikkan-kok lai namuah pindah tampek. Mako bajalan Tumangguang Putiah-sarato dangan pangiriangnyo-pulang kumbali ka Koto Gadang-alah sarantang pajalanan-lah duo rantang pajalanan-kok bukik alah didaki-kok lurah alah dituruni--dek lamo lambek di jalan-jauah basarang dakek juo-lah tibo baliau babaliak-iyo dinagari Koto Gadang.
Ado sahari duo hari-ado sapakan duo pakan-sampai sabulan duo bulan kan iyo Tumangguang Putiah-mupakat inyo maso itu-basamo samo adiak kanduangnyo-adiak kandungnyo si Ganti Murin arato dangan urang sumandonyo-an bagala Makudum Sati-tarmasuak anak minantunyo sarato dangan sanak famili. Apolah garan buah mupakat-iyo kok darek nak barantau-kok rantau nak badarek - mancari tampek pindah sabahagian-sabahagian tingga di Koto Gadang. Dek lama pikia jo mupakat-dapek kabulatan maso nantun-kok bulek lah buliah digolongkan kok picak lah buliah dilayangkan-raso nan tidak ka barubah lai-kato harek janjian taguah-satuju sagalo sanak sudaro.
Pacahlah kaba maso itu pacah di nagari IV Koto-malimpah ka IV Niniak iyo ka Sariak Sungai Pua Batagak Batu Palano[ 46 ]sarato Biaro Balai Gurah -iyolah Lambah jo Panampuang-lalu ka Salo Bukik Kamang-di Magek galanggang rami-nan sa Lareh Koto Piliang lalu pulo sampai ka sanan ka Lareh Bodi Caniago-lalu ka Kurai Banuhampu-ka hulu Tilatang Kapau-ka Padang Tarok V Koto--ka Baso jalan ka Lasi--mangelok ka Canduang IV Angkek. Barang nan suko nak manuruik-barang nan namuah nak nyo pai-etongan nan sudah dipabuek-sado urang nan nak pai nantun-nan lah bamukasuik dalam hati-nak saayun nak sapakuak-nak sapijak nak satampuah-suko jo duko nak saraso -nak pai jo Datuak Tumangguang Putiah-ka rantau jauah nak dijalang. Bulek sagolek picak satapiak-kok hiduik nak samo hiduik-kok mati nak samo mati--janji harek buatan taguah-iyolah urang nan banyak-basumpah satia basamo-samo-sabalun tibo maso barang-kek-bakumpua dahulu di Koto Gadang.
Kononlah Tumangguang Putiah--mako diadokan dahulu alek niat mambari gala cucu-cucu laki-laki nan barampek-anak si Rantang jo si Tapih-sarato si Bulan jo si Bintang. Alek nan rami bukan kapalang--sambia bakana malapeh nial-salamat bapisah jo nan taingga-nan pai salamat pulo-usah ado maro malintang-sampai ka tampek nan dituju. Mako dibari bagala cucu kaampek-nyo-cucu kanduang Tumangguang Putiah-anak si Rantang bagala Majo Lelo--anak si Tapih bagala Pado Putiah-anak si Bulan bagala Tumangguang Sati-anak si Bintang bagala Rajo Nan Batuah Maha-rajo Lelo. Alalı salasai karajo nantun-sananglah hati Tumangguang Putiah-cucu lah bagala kaampeknyo--lah tantu pulo kamanakan nan ka pai-sarato dangan nan ka tingga.
Adapun kamanakan nan paling tuo si Rantang sarato suami- nyo-pulang ka Canduang Koto Laweh-Koto Laweh IV Angkek sadang si Tapih jo suaminyo-dangan si Bintang jo suaminyo- manatap tingga di Koto Gadang. Nan pai basamo Tumangguang Putiah-iyolah kamanakannyo nan batigo-yaitu si Dayang dangan suaminyo-Parapatiah suku Caniago-si Tinah dangan suaminyo-Bandaharo suku Piliang sarato si Reno Sari Dunia-sadang gadih parawan ketek.
Lah tibo maso nan ditantukan-lah bakumpua urang nan ka pai iyo di nagari Koto Gadang-lah dihetong hari nan baiak-da-
46
maso nantun-ado satangah sanak famili--bamukasuik handak maantakan-sagalo urang nan ka pai tu-sampai ka bukik jolong nampak-dinamoi bukik Kapanasan-kapanasan dek mato hari- mato hari nan jolong tabik.
Birawari di maso itu.-barangkek malah rombongan-bajalan basamo-samo-maninggakan nagari Koto Gadang-manuju arah Gunuang Singgalang-Gundang Singgalang sabalah barat-dikapaloi Datuak Tumangguang Putiah-sarato urang patuik-patuik-jalan ditampuah turun naiak-kadang-kadang ado mandata-basuo lurah lah dituruni basuo bukik lah didaki sampai di bukik Kapanasan,
Lah tibo di puncak bukik-diparentalikan dek Datuak Tu- mangguang Putiah-baranti dahulu basamo-samo--baranti balapeh. panek-sagalo urang nan maanta lah jadi sampai di siko sajo. Tibolah maso pacaraian-di sinan baragiah kasiah sayang-habih manangih ka samonyo-karano ibo ka bacarai-dangan sanak jo saudaro-sarato ipa dangan bisan-kaum famili kasadonyo-nan ka tingga babaliak pulang--babaliak pulang ka Koto Gadang- samo baurai aia mato.
Sulasiah di ujung pulai
capo nan tumbuah ateh munggu
Sadang kasiah badan bacarai
musin pabilo ka hatamu
Malam hari urang basuluah
habih minyak cayonyo hilang
Nan pai bahaţi ruşualı
nan tingga hati tak sanang
Allah Taala mantakadiakan-kononlah di maso itu-iyo di Bukik kapusan-batamu batu sabuah-panjangnyo duo rueh kaki--diputuilikan dek Datuak Tumangguang Putiah-batu dibao dek rombongan-nantik-nantiknyo kok paguno. Sadang maman- dang-mandang juo puncak Bukik Kapansan maninjau daerah nan ka ditampuah-tampaklah sungai ado sabuah itu banamo batang Sianok-asa nan dari Gunuang Singgalang. Sabalah kateh
47
lang-akia-akianyo rimbo nantun-kini manjadi Koto Hilalang- kaputusan Datuak Tumangguang Putiah-ditampuah rimbo sabalah suok-sabalah suck rimbo hilalang.
Mako bajalan maso itu-rombongan Datuak Tumangguang Putiah turun bukik masuak lurah-lah tibo di batang aia-lalu disubarang batang aia nantun-Batang Sianok itu namonyo- karano mahilia ka Sianok-ditantang panyubarangan batang aia- kini banamo kampuang Subarang-lalu lah mulai manampuah rimbo-manampuah rimbo nan panjang.
Dek hatta takadia Allah-sadang bajalan dalam rimbo-taka- juik urang nan di muko-mancaliak ado nan mahadang-maham- bek mahampang bakeh lalu -antah jihin antah moh setan-antah- nyo anak biopari-bantuak saurang parampuan-parampuan gadih sarato jombang-rancak nan bukan alang kapalang-tagak maha- dang bakacak pinggang.
Adapun anak bujang nan di muko--maliek urang nan manan- tang-lahu basiap hanyo lai-sambia bakato ka parampuan nantun, "Manolah Puti nan jombang-apo mukasuik tagak mahadang- curai papakan pado kami-supayo sanang paratian."
Mandanga kato nan bak kian-sanan manyahuik rang param- puan-sambia tasanyum inyo bakato, "Manolah Bujang nan lalu ko-sabalum tanyo hambo jawab-labiah dahulu hambo batanyo- indak koh ado mandanga-danga-rimbo nangko tak buliah ditam- puah-rimbo larangan iko namonyo-siapo urang barani lalu-iyo bacubo agak sajamang-mak tantu di padeh lado-mak tahu di masin garam."
Kato sudah inyo malompek-baniat manangkok anak bu- jang-bujang mailak jo langkahnyo-tainda tangkok anak gadih- tajadi malah pancak silek-antarao bujang dangan gadih-nan samo sigap kaduonyo. Adapun pihak anak bujang-diparo-paro kapandaian-indak dilayani basungguh-sunggual-sipat manya- rang tak dipakai-manaruah hibo ka nan gadih-tagah dek baa mangatokan-si gadih juo nan mamangkai-mancari-cari lantai tajungkek. Kononlah pihak anak gadih-inyo nan tahu diagiah hati-patuik mambaleh tak mambaleh-diagiah umpan tak nyo
48
Ialu bapikia dalam hati-kok dapek junjungan nan bak nangko dapek bakawan dalam rimbo-pado tualang hiduik surang.
Pado maso di maso itu-sadang bacubo gadih jo bujang- ajuak maajuk kapandaian-hati nan mulai basintuhan-hebohlah urang nan maliek-lalu dibari tahukan ka panghulu-kapalo Rombongan Tumangguang Putiah.
Kononlah Tumangguang Putiah-baru mancaliak cakak ka- lahi-antaro bujang dangan gadih-galak tasanyum dalam hati- cakak sarupo anak-anak-antaro kaduo balah pihak--indak marupo kasungguahan-lahı dilarai maso nantun-disuruah baranti kaduo- nyo. Pihak kapado anak bujang-maliek panghulu nan lah datang- datang manghadap hanyo lai-dicaritokan asa mulonyo-mangko tajadi cakak kalalu.
Adapun akan anak gadih nantun-maliek bujang pai mang- hadap-manghadap panghulu kapalo rombongan--sarato taratik mujilihnyo.inyo mahiriang di balakang-sambia manyambah jo basimpuah-sarato dangan taazimnyo-ditakuakan kapalo nan satu-disusun jari nan sapuluah. Mancaliak kaadaan nan bak kian-gadih rancak manyambah manyimpuah-tahu haromat baso basi-sambia galak Tumangguang Putiah--lalu disuruah malah tagak-tagak badiri gadih nantun-bakato-kato jo haromatnyo, "Manolah Tuan panghulu kami bari luruih hambo batanyo-dari mano handak ka mano-iyolah Tuan nan banyak nangko--mangko- nyo sampai lalu di siko."
Mandanga kato nan bak kian-sanan manyahuik Tunang- guang Putiah, "Mano rang gadih nan batanyo-kami nanko han- dak ka rantau-datang nan dari IV Koto-koto banamo Koto Gadang-dari sinan kami basamo-samo."
Bakato pulo parampuan nantun, "Kalau Tuan handak ka tan- tau-Tuan tinggakan hasia rimbo ko-ku rimbo babungo kayu ka sawah babungo ampiang kok tidak tuan tinggakan- Tuan nad tidak buliah bajalan,"-katonyo parampuan gadih-bakato lantang tak ragu-ragu.
Kononlah Tumangguang Putiah-alun bakilek lah bakalam - tujuan mukasuik gadih nantun--sungguahpun baitu bana-misona
49
nan tuo-tuo--dilawan mupakat jo bapancia-manarangkan muka- suik parampuan nantun-kato tasirek jadi padoman-sarato kure- nah jo baenah-handak mamintak anak bujang-ka kawan hiduik tingga di siko. Lalu diimbau anak bujang-ditanyoi basamo-samo laikoh namuah jadi junjungan-jadi suami parampuan nantun - nak tingga basamo-samo-ka kawan hiduiknyo di tampek nangko. Memang di Tuhan sagalo murah-kalau lah jodoh ka ma ka pai- iyo bak kato buah pantun,
Sitinjau Lanik namonyo tanjuang
Solok Salayo namonyo koto
Ikan di lauik asam di gunuang
dalam balango batamu juo
Mako manyabuik anak bujang. "Ampunlah hambo di pang- hulu-jokok digantuang hambo tinggi-kalau dibuang hambo jauah-kalau baitu ka eloknyo--partimbangan niniak dangan mamak--pulang maalumka nan basamo."
Kato sudah putusan dapek-bulek lah buliah digolongkan- picuklah buliah dilayangkan-dipulangkan kato ka parampuan- nan manuntuik rimbo babungo kayu-atau pun sawah babungo ampiang-iyo dek Datuak Tumangguang Putiah-kok ka bukik lai ka dapek angin- ka lurah lai ka dapek aia-kandak nan lai ka balaku.
Disingkekkan sajo malah kaba- dinikahkan malah bujang jo gadih-lalu bakawin maso itu sangatlah suko parampuan nan- tun-pintak buliah kandak balaku jokok nan mukasuik alah sam- pai kalau nan diama alah pacah, Mako tinggalah bujang jo bini- nyo-laki bini bakasiah-kasiahan -Tumangguang Putiah bajalan hanyo lai sarato dangan rombongannyo. Adapun tampat kajadian nantun dinamoi dek Datuak Tumangguang Putiah-sasuai dangan kajadian-iyo "Pahambatan" kan namanya sampai sakarang iko kini-lakek Pahambatan namo kotonyo.
50
Lamo hiduik banyak dirasai
jauah bajalan banyak diliek
Sadang bagaluik garah marapulai
usahlah kawan sato maliek
Alah bajalan Tumangguang Putiah
maninggakan rimbo pahambatan
Karano bakaba lah agak latiah
samantaro dahulu kito hantikan
V. PANCANG DI AMPALU
Cancang tulerek jadi ukia
kato subuah jadi kaba
Lah dapek kopi sacangkia
disambuang malah kaba nan lingga
Lah tingga rimbo Pahambatan
handak manampuah rimbo gadang
Tumangguang putiah sadang bajalan
jauah lai rantau nan ka dijalang
Bajalan juo bajalan juo-barakat lamo di jalan-basuo lurah di- turuni-basuo bukik lah didaki-lah sampai Tumangguang Putiah-sarato dangan rombongannyo-ka sabuah tampat nan elok--bakeh baranti maso nantun-lalu baranti inyo di sanan-sarato dangau urang banyak.
Kononlah Tumangguang Putiah-dipandang hilia dangan mudiak-diliek-liek suck kida-dilayangkan pandangun jauah-ditukiak-kan pandangan dakek-iyo di tampek baranti nantun-tanahnyo elok raso katuju-rancak ka bakeh tampek diam-tanahnyo dala euknik ain--lalu bapikia maso nantun-handak manjadikan tampek. diam-sabagian dari pangikuiknya.
Alah sahari duo hari-dapek kalatapan dalam hati-sanan bakato Tumangguang Putiah-ka bakeh urang nan basamo, "Mano dunsanak sudaro hambo-rimbo ko patuik kilo ramikan-tinggalah [ 52 ]kito saparampek-sarato dangan kamanakan hambo-nan banamo si. puti Dayang-dangan suaminyo Parapatiah."
Kan iyo urang nan banyak-baru mandanga kato nantun-lalu basiap masa itu-bahagian nama nan ka tingga-bakameh-kameh hanyo lai. Mako batangih-tangihanlah urang nan banyak-sabab dek kasiah ka bacarai--musim pabilo ka batamu--baitu pulo si puti Dayang-dangan dunsanaknyo nan baduo-si Tinah sarato Reno Sari Dunia. Pihak kapado Tumangguang Puliah-dinamoi malah tampok tuntun-Sigiran kampuang Malalak-yaitu janjang ka rantau. Alah salasai batangih-tangihan-antaro sanak saudaro-sarato anak kamanakan-antaro nan pai jo nan ka tingga-aia mato nan alun kuriang-pihak di urang nan ka pai--basegeh-segeh hanyo lai-manunggu parentah dari panghulu-parentah jatuah sugiro barang-kek-maninggakan Sigiran kampuang Malalak-dinamoi janjang di Malalak yaitu janjang ka rantau.
Alah bajalan pulo Tumangguang Putiah-sarato rombongan nan patuik pai-alah sabanta pujalanan-lah duo banta pajalanan-cukuik katigo rantung panjang-nan jauah basarang dakek-dek dakek tibolah garan-iyolah di satu tampek-nan dinamoi jo Mudiak Padang-iyo Surambi di Mudiak Padang.
Dek lamo lambek baranti--bajalan pulo hanyo lai--rombongan Tumangguang Putiah-alah sarantang pajalanan-lah duo rantang pajalanan-cukuik katigo rantang panjang--mako tibolah di padang nan sangaik laweh-padang nan dakek batu hampa-lalu baranti pulo di sanan. Takana maso dahulu-iyo dek Datuak Tumangguang Putiah-padang nan laweh babatu hampa--batu hampa tampoknyo duduak-sampai saliari duo hari.
Indak lamo antaron lah duo hari rombongan baranti-jatuah parentah Tumangguang Putiah-sanan bakato hanyo lai-taradok kapado nan basamo, "Manolah Tuan samo sakali-sagalo dunsanak sudaro hambo-tampek ko patuik pulo diramikan-tingga di sike sapatigo-sarato kamanakan hanbo si Tinah-dangan suaminyo Bandaharo-kito namoi rimbo nangko-iyo Tandikek Batu Kalang
Birawari urang nan banyak-balu nandanga kato mantun-basiap pulo maso itu-mano rombongan nan ka tingga-balangih[ 53 ]tangihan pulo di sinan-antaro nan ka tingga jo nan ka pai. Baitu juo si gadih Tinah-manangihi adiak nan ka pai-si Upiak bungsu kasayangan-iyolah Reno Sari Dunia. Nan ka tingga bahibo hati-baitu pula nan ka pai-tagah baalah mangatokan-suratan alah sajak dahulu tak dapek dirubah lai.
Lah tibo pulo masonyo-rombongan bajalan hanyo lui-di-parentahkan Datuak Tumangguang Putiah--dek lamo lambek di jalan-jauah basarang dakek juo-lah tibo malah di Batang Ampalu-di sinan rombongan baranti pulo-baranti untuak manatap-mambuek tampek nan baru. Jatuah parentah Tumangguang Putiah-mananam batu maso itu-batu nan dari bukik Kapanasan-bukik Kapanasan di Luhak Agam-kini lah sampai ka tanah rantau.
Mako dirambahlah maso itu-kiri jo kanan tampek nantun-sagalo urang nan banyak-mambuck tampek surang-surang-karano kini alah sampai-ka tampek tujuan salamo ko. Kan iyo Tumangguang Putiah-lalu dinamoi Pancang di Ampalu-Ampalu nun VII Koto-koto nan tujuah buah paruik-timbangan urang Luhak Agam-dibuek patatah jo patitih-dari darek lalu ka rantau-dinamoi Pintu IV Koto-kaduo Janjang di Malalak-katigo Surambi di Mudiak Padang-kaampek Pancang di Ampalu-timbangan urang Luhak Agam.
Adapun nan jadi ibu nagari IV Koto-iyolah banamo Koto Gadang-iyolah nan dinamokan panghulu nan XXIV-nan [1] Jurai nan IV Suku. Itulah panghulu nan mahkaram-dangan sarato kato pusuko-iyolah baranam panghulu di Sianok-duo baleh di dalam nagari Guguak-baranam di Tabek Sarojo-jumlahnyo panghulu nan XXIV-nan III Jurai nan IV Suku. Adapun nan akan lawan-nyo-banyak panghulu di nagari-iyo di nagari Koto Gadang-yaitu panghulu nan XXIV pulo-dalam nagari Koto Gadang. Junjuang adatnyo iyolah panghulu nan barampek-partamo Datuak Tumangguang Putiah-kaduo Datuak Makudum Sati-katigo Datuak Maharajo Kayo-kaampek Datuak Malakowi. Itulah panghulu nan mahkaram-samo diangkek oleh Danlai Nan Dipartuan di Pagaruyuang-surato Baso Ampek Balai.
Adapun nan dinamakan nagari IV Koto-iyolah Sianok Koto Gadang Gaguak Tabek Sarojo. Nan dinamokan nan salapan mim[ 54 ]ha di dalam-Guguak Tabek Sarojo-Cupak Sungai Tanang-Cingkariang Sungai Landia-Koto Tuo Koto Hilalang-Sungai Jariang Sungai Landia-Malalak Pahambatan itulah anak mimba nan salapan-dalam nagari IV Koto.
Adapun Gantiang Ladang Laweh-di dalam nagari IV Koto-Itulah nan dinamokan Kunci IV Koto-tatkalo maso dahulunyo. Itulah pintu turun ka rantau-nan dinamokan Pintu IV Koto-Janjang Malalak-Surambi di Mudiak Padang-Pancang di Ampalu. Itulah mulo banamo nagari VII Koto-Sungai Sariak Sungai Durian Tandikek Batu Kalang-Koto Dalam Koto Baru-tujuah jo Ampalu. Mimbanyo salapan-Guguak Barangan Rambai-Pungguang Ladiang-Kampuang Paneh Parian Sonsang-tujuah jo Ampalu. Duo mimba di dalam-satu mimba Ampalu-duo mimba Lubuak Pua. Anak mimbanyo anam-Guguak Barangan Rambai-Pungguang Ladiang Kampuang Paneh-Parian Sonsang. Timbangan urang Luhak Agam-amban puruak urang VII Lurah-kunci nagari VII Koto parmato mimba nan salapan-Pariaman sabatang panjang-Pilubang ujuang Piaman-Bungo Satangkai gandolayua. Nan banamo VII Lurah-Ulakan Pakandangan-Tiku Pariaman-Duo baleh V Koto-tujuah jo Ampalu,
Ampalu di VII Koto
di șinan pancang dilagakkan
Tasabuik dahulu dalam tambo
kini ko baru dibukakkan
Sianok jo Koto Gadang
Guguak Tabek Sarojo
Samantaro ito batanang
baiko die nibuang pulo
VI. PUTI RENO SARI DUNIA
Adapun kunci IV Koto
iyolah Gantiang Ladang Laweh
Disambuang lai kaba nan cako
kok untuang nak samo-samo jaleh
Lah sampai Tumangguang Putiah
mambuek nagari di Ampalu
Hati suci muko pun janiah
baru tacapai nan dituju
Kononlah Datuak Tumangguang Putiah-urang badarah parantauan-lah lamo Jambek di Ampalu-tapikia pulo dalam hati-mukasuik handak bajalan. Bajalan sakali nangko-mahedari Pasisia Panjang-Sungai Salak dang namonyo-taluak banamo Taluak Tuban-hiliakan Batang Piatuan-nagari baru ka rami-banamo Tiku Pariaman. Mako dibuek parahu sabuah-gadang tidak ketek pun bukan-sakiro muatan salapan urang-dek lamo lambek mam- buek-mako sudahlah parahu nantun-langkok jo tali-tumalinyo-sarato sauali jo layianyo. Dihetong-hetong hari nan bajak-mukasuik handak balayia-hari baiak bulan pun baiak-handak mahadang lautan basa-maliek-liek nagari urang-iyo ka Aceh Tigo Sagi.
Pada maso kutiko nantum-tibolah maso kutikonyo-hari baiak ukatu elok-lalu balayia Tumangguang Putinh-sarato dangan tujuah urang-basamo pulo Laksamano layia-takambang angin tibo-laju parahu di lautan-kancang lajunyo bukan kapalang-nan bak malapeli piluru badia. Dek lamo lambek balayia-pagi bajawek dangan patang-patang bajawek dangan malam-malam batuka dangan siang siang malam ateh parahu-alah sahari quo hari-alah sapakan duo pakan-lah sakian pulo ka lamonyo-tiok taluak dilalui-tiok kualo dimasuaki-dek hatta takadia Allah-sampai ka taluak Tapak Tuan-ka Tarumun Aceh Tigo Sagi.
Adapun akan Tumangguang Putiah-dek lamo lanbek di tanah Rencong-Allah Taala mantakadiakan-batamu paruntuangan maso nantun-dangan puti urang Aceh-mako bakawin baliau di sanan-dangan puti urang Aceh tu. Lah sampai pulo maso kutiko- nyo-lah hamia padusi Tumangguang Putiah-alah sabulan duo bulan-lah tigo bulan ampek bulan-sampai ganok bilangan bulan-iyo sambilan bulan sapuluh hari. Mako malahiakan padusi nantun-saurang anak laki-laki-rancak nan bukan alang-alang-dibari namo anak nantun-Gombang Incek Mulin Hatta.
Birawari Tumangguang Puliah-adolah pado suatu hari-datang pangana tibo pikiran-lah lamo badan di ranku urang[ 56 ]lah taragak pulang ka kampuang-Minang maimbau lah tadanga-baakoh garan kamanukan-salamo bapisah ditinggakan. Talabiah pangana ka si Reno-puti Reno Sari Dunia-kamanakan nan gadih ditinggakan-baakoh garan nasibnyo kini-laikoh inyo sehat sajo-dek kaba indak barito indak-karano tampek bajauahun. Kok nisihat salamat sajo-taraso kamanakan lah gadih gadang-lah patuik garan basuami-siakoh urang kajudunyo-mamak lah jauah di rantau urang-dunsanak kanduang baitu pulo-jo sia badan ka babiri-laikoh rang kampuang manjagoi.
Baitu pulo si Tinah jo Bandaharo-kamanakan baduo laki bini-iyo di Tandikek Batu Kalang-sarato si Dayang jo Parapatiah-nan tingga di Sigiran kampuang Malalak-antah bak apolah tu kini. Panjang pangana maso nantun-ka bakeh si Bintang jo si Bula bakeh si Tapih jo si Rantang-anak kamanakan nan ampek lai-baitu pun cucu nan barampek-Majo Lelo jo Pado Putiah-Tumang- guang Sati jo Rajo nan Batuah Maharajo Lelo. Tabayang pulo adiak kanduang-adiak kanduang si Ganti Murin-dangan suaminyo Mangkudun Sati-adiak surang si sado mantun-awak baduo badunsanak-mandeh baranak bak anak balam-sikua jantan sikua batino-kini ko tak tahu manahu-antah sakik antah moh sanang-wallahu alam nan ka tahu. Lah banyak marupo anak kamanakan- sarato sanak jo famili-taratak kampuang dusun nagari-eten di ranah Minangkabau-raso maimbau manyuruah pulang.
Karano sabab nan bak kian-lalu diimbau mandeh si Gombang-Sanan bakato Tumangguang Putiah, "Mano Diak Kanduang mandeh si Gombang-adapun nan akan hambo sampaikan-iyo satan-tangan badan diri hambo bamukasuik handak pulang ka kampuang-eten ka ranah Minangkabau-karano taragak sanak famili-dunsunak sarato kama kan-sarato kampuang jo halaman. Pihak kapado diri Adiak-sarato anak kito si Gombang-eloklah kito nak samo pai-baa pikiran pandarak adiak."
Mandanga kato man bal kian-sanan manjawab mandeh si Gombang. "Manolah Tuan Tumangguang Putiah-satantangan mukasuik Tuan nantun di hambo sam k satuju-hambo pun ingin nak pai pulo-iyo ka ranah Minangkabau-taragak tacinto dalam hati-handak pai basamo Tuan-rindu basuo jo mintuo-atau[ 57 ]pun bako anak kanduang."
Mandanga jawab mandeh si Gombang-galak tasanyum Tumangguang Putiah-sanan bakato hanyo lai, "Kalau baitu kato Adiak-itulah kato sabananyo-bisiap malah kini-kini amak sugiro kito barangkek."
Disingkekkan sajo malah kaba-alah salasai parsiapan-lah dibari tahu sanak jo famili-urang kampuang nan patuik-patuik-lah tantu urang nan ka mairiang-lah segeh parahu nan ka mambaok-lah tibo hari nan baiak-lah tibo kutiko nan elok-lah rami urang di palabuahan-handak malapeh Tumangguang Putiah-sarato dangan padusinyo-tigo jo anak nan si Gombang-langkok jo urang nan kan mairiangkan. Lah tibo saat ka barangkek-maso bapisah nan lah datang-banyaklah urang nan manangih-malapeh bini Tumangguang Putiah-sanak famili nan ka tinggu-baitu pulo nan ka pai. Tapi baalah mangatokan-urang ka pai jo suaminyo-handak manjalang rumah mintuo-mampatamukan anak jo bakonyo-itulah kalo nan sabananyo-tak dapek diungkai lai.
Pihak dek Datuak Tumangguang Putiah-dikambangkan malahlayia parahu-lah naiak sado nan ka pai-sarato bareh jo bakanyo-lah sarek malah parahu nantun-parahu barangkek hanyo lai-maninggakan palabuahan tanah Aceh-mahadang lauik bahanil-lah manuju ranah Minangkabau. Alah sahari duo hari-alah sapakan duo pakan-alah sabulan duo bulan-parahu balayia di lautan-sarang ari dituruik kan angin-tiok taluak inyo lah masuak-tiok kunlo inyo lah singgah-dek lamo lambek balayia-jauah basarang dakek juo-kok dakek tibolah garan-sampai ka Tiku Pariaman-nagari banamo Sungai Salak-taluak banamo laluak Tuban. Dibongka malah isi parahu-lah turun Tumangguang Putiah-sarato dangan padusinyo-tigo jo anak nan si Gombang-Gombang Encek Malin Hatta-basamo urang mairiangkan.
Disingkekkan sajo malah kaba-lalu bajalan maso itu-Tumangguang Putiah sarato rombongannya-dek lamo tambek dijalan-jauah basarang dakek juo-lah tibo sampai di nagari-batamu dunsanak jo sudaro-sarato anak jo kamanakan-sukolah hati urang kumpuang-kini lah tibo panghulunyo-sarato dangan anak biniyo Talabiah bana Puti Reno Sari Dunia-gadanglah hati ku[ 58 ]tiko tu-mamak kanduang nan alah pulang-sarato mambaok amai pulo-batigo dangan anaknyo. Baitu pulo Tumangguang Putiah-dicaliak Reno leh sihat sajo-kamanakan iyo lah gadang-jombang sarato jo rancaknyo.
Alah sahari duo hari-alah sabulan duo bulan-kononlah Tumangguang Putiah-diliek-liek dipandangi-kamanakan iyo lah gadang-lah patuik pulo basuami-lalu mupakat maso itu-dangan dunsanak jo famili-sarato urang tuo-tuo-mukasuik handak baralek-handak mangawinkan kamanakan-nan banamo Reno Sari Dunia. Mako dapeklah karo kabulatan-bulek lah buliah digolongkan-picaklah buliah dilayangkan-niniak-mamak sarato urang tuo-tuo-sanak famili ka sadonyo-alah langkok alek paralatan-malapeh panggia sano-sini-mambari tahu ka Luhak Agam-sarato Luhak Nan Tigo-sarato urang Rantau Panjang. Pado hari nan ditantukan nan di darek alah manunun-nan di pasia alah mandaki-karajo dimuloi hanyo lai-dipancang galanggang maso itu-iyo galanggang tigo jorong-urang manapa hanyo lai.
Dek lamo galanggang rami-alah sahari duo hari-lah tigo hari lah ampek hari-cukuik sapakan galanggang rami-alah basuo nan di hati-alah lah dapek nan katuju-nan kandak hati katuju di mato-siapolah garan urang nantun-anak rang Kurai Banuhampu-bagala Sinaro Panjang. Kan iyo di maso nanlun-lah dapek tunangan Reno Sari-kamanakan Tumangguang Putiah-karajo bamulai ha nyo lai-dibantai kabau tigo kali tujuah-diramikan halek maso itu- calempong babunyi sarato aguang-rami nan bukan alang kapalang-Allahu Rabbi nan ka tahu.
Panjang pendeknyo: disabuik-lah kawin Reno Sari Dunia dangan Datuak Sinaro Panjang-tantangan adat parkawinan-nan tapakaikan di nagari- kuik batako ka samonyo-indak ado cacek salahnya. Alah sahari duo hari-sampailah garan tigo hari-alah badamai si Reno Sari-dangan suaminyo Sinato Panjang-alah bakasiah-kasiahan kaduonyo. Sadanglah Reno Sari Dunia-sangat haromat ka suami-bajalan salangkah mamintak ijin bakato sapatah basitinah-bapakaikan adat basuami-indak panah manupang kato-apo nan kato suaminyo-dituruiknyo itu balako-bapantang bakato kasa-barundiang salalu ambiak bawah-baitu ajaran dek [ 59 ]mamaknyo. Maliek laku si Reno Sari-sarato rupo baiak puto-sangaiklah kasiah suaminyo-iyolah Datuak Sinaro Panjang-kapado Reno Sari Dunia-bakasiah-kasiahan kaduonyo-sapantun aua dangan tabiang.
Tasabuik Tumangguang Putiah-lah lapen inyo basumando-mangawinkan kamanakan Reno Sari-dangan Datuak Sinaro Panjang-suko naimat dalam hati. Didirikan pulo maso itu-kalawan sabandiang duduak-ka lawan sajamba makan-iyolah rang tuo nan barampek-sarato panglimo nan barampek-iyo Manti pamangku Rajo-iyolah Bandaro Panjang-iyo urang suko hiduik-sanang santoso nagari tu. Nagari leba hanyo lai-diatua nagari maso itu-kote nan tujuah buah paruik-tujuah paruik tujuah kotonyo-manuruik barih nan dipahek-manuruik kato nan dahulu. Dek lamo bakalamoan-limpah maamur nagari tu-batahun babilang musim-alah baranak malah si Reno-dangan Datuak Sinuro Panjang-laki-laki jo parampuan-nan tuo iyolah laki-laki-man banamo si Basa-bagala Rajo Kinayan.
Limpah mamur nagari tu-batahun babilang musim-anak cucu si Reno Sari Dunia-nan manjadi Rajo di Tiku-basa nan babingkah tanah-gadang nan balingkuang aua-di Ampalu VII Koto- kamanakan Tumangguang Putiah. Barmulo si Reno Sari Dunia-parampuan Datuak Sinaro Panjang-kaduo anaknyo si Basa Rajo Kinayan-katigo adiaknya si Colok Bandaro Putiah-kampek si Katah-kalimo si Laut-kaanam si Dina-katujuah si Daerah-kasalapan si Kalit-kasambilan si Eceh parampuan-kasanpuluah si Dayat-kasabaleh si Wangku-kanduo baleh si Matah-katigo baleh Saidina Ali-kaampak baleh si Adil-kalimo baleh si Gamuak-kaanam baleh si Rodi-katujuah baleh si Tahir-wallohu alam bissawab.
Adapun bapangkat naiak-adat dalam nagari VII Koto- di Sungai Suriak panghulu nan anam suku-batujuah jo Pamuncak. Adapun di Sungai Durian-panghulu nan duo bush suku-Bandaharo di dalam suku Jambak-Datuak Mudo di dalam suku Piliang. Adapun di Batu Kalang-panghulu nan ka Ampek Suku-balimo jo Maju Leko, Adapun di dalam Tandikek-panghulu nan ka Ampek Suku-bulimo jo Majo Lelo-haranam jo Datuak Basa-sarato da[ 60 ]ngan urang tuo adat. Di Solok Koto Dalam-satu pucuak Panghulu-baduo dangan Pamuncak-lain panghulu hindu-tuo hindu jo tuo adat jo Datuak Sati. Adapun di Koto Ban-panghulu ka Ampek Suku-balimo dangan Urang Kayo-utang tuo adat di satu satu dusun. Adapun di Ampalu-panghulu nan ka Ampck Suku--balimo dangan Bandaharo Panjang-baranam dangan Bandaharo Putiah-batujuah jo Rajo-salapan Pamuncak di bawahnyo. Di Guguak urang tuo adat bapungkat Rajo-bagala Datuak Baranam-di Rambai urang tuo adat bapangkat Rajo-di Pungguang Ludiang urang tuo adat bapangkat Rajo-di Kampuang Paneh urang tuo adat bapangkat Rajo-di Pincuran Sonsang urang tuo adat bapangkat Rajo-anak mimba nan baranam. Di Limau Hantu urang tuo adat bapangkat Rajo-di Toboh Mandailiang urang tuo adat bapangkat Panghulu Tuo Adat-di Sungai Tareh urang tuo adat-bapangkat Panghulu Tuo Adat-di Kampuang Dama Sikilia-iyolah Pamuncak sajo-salabiahnyo bapangkat Datuak-tuo hindu jo buah paruik.
Lah kawin Reno Sari Dunia
dangan Datuak Sinaro Panjang
Abih hutang karano babayia
di sinan mamak bahati sanang
Anak nan tuo dek Reno Sari
si Basa bagala Rajo Kinayan
Buek samantaro kaba taranti
baiko pulo kito taruihkan
VII. PUTI GANTO SURI
Tasabuik kaba Bundo Kanduang
inyo baranak Dang Tuanku
Sungguhpun kaba kito sambuang
Reno Sari Dunia tingga dahulu
Tatkalo maso dahulunyo-nagari sudah baluhak-kampuang nan sudah bajorong-darek nan sudah barantau-lah ado baginyo [ 61 ]dek niniak kito-iyolah Datuak Katumanggungan-Datuak Purpa tiah Nan Sabulang-surato Datuak Suri Dirajo-nan dinamokan Lareli nan Duo-yaitu Larch Koto Piliang-dan Latch Bodi Caniago. Di dalam nan tigo gala tu-nun tulingkuang Larch Bodi Capiago-Lino Kaum XII Koto-punurangan Gajah Patah Gadiang-ban talingkuang Lareh Koto Piliang-nanamoi Sungai Tarab Danessalam salapan batu di dalamnyo-lalu ka riak man badabua.
Adapun pamarentahan Parpaliah Nan Sabalang-Larch Bodi Caniago-mampunyoi Lubuak nan tigo-partano Lubuak Sikarah-kaduo Lubuak Sipunai-katigo Lubuak Simawang. Manonyo taijuang nan tigo-punyo Larch Bodi Caniago-partamo Tanjuang Barulak-kaduo jo Tanjuang Alam-katigo Tanjuang Sungayang. Jajaran Pasisia Timua-ka Kuantan ka Batang Hari-lulu ka Siak Indogiri-hinggo Palembang dangan Jambi-sampai ka Deli ka Asalıan-ka Pangkalan Koto Banu-sampai ka Kuok ka Bangkinang.
Adapun pamarentahan Datuak Kutumanggungan-banamo Lareh Koto Piliang-sampai ka lauik nan sadidih-hinggo Gunuang Malintang hilia-hinggo Siatang balantak basi-hinggo Sikilang Aia Bangih-nan sahinggo Bangkahulu Mudiak. Adapun Larch Koto Piliang-ba lunak nan tigo-ba kote nan tiga-ba Koto Piliang Nan Tujual Langgam-ha Rantau Tangah ba Rantau Mudiak-nan dinamokan Pasisia Barat. Adapun nan ligo ilu-nan tasabuik dalam hadis Malayu:
- Ramo-ramo si kumbang janti
- bari batali banang suaso
- Patah-tumbuah hilang baganti
- namun pusako baitu juo
Pado muso Datuak Katumanggungan-Datuak Parpatiah Nan Sabatang-tigo jo Datuak Suri Dirajo-pudo maso niniak nan batigo-iyo di alam Minangkabau-tapakai adat man anam parkaro nan dipaturun naikkun adat limbagonyo-dek anak cuen toman tamurun-siliak baganti manzakaikan.
Manonyo adat linibago tu-partano cupak pan usali-kadan cupak nan atan-katigo kanto pasako-kaampek kato mupakat-kalimo kuto daliute kalo-kaanam kato kamudian. Mako mupakat[ 62 ]lah niniak nan batigo tu-samaso dahulu kalo-mandirikan adat di nagari-maagak maagiah mampadamaikan-mamparesokan Larch Koto Piliang-dangan Lareh Bodi Caniago.
Adapun Lareh Koto Piliang-sainggan Tanjuang Gadang mudiak-sainggan Sigalundi mudiak-sampai ka lauik nan sadidih-hinggo Marapalam mudiak-iyolah Lareh Koto Piliang. Adapun Lareh Bodi Caniago-nan sainggan Mua hilia-sainggan pantangan ka hilia juo. Itulah pikiran Datuak Parpatiah Nan Sabalang-daerah Lareh Koto Piliang-nan takuruang juo handaknyo-dek Lareh Bodi Caniago.
Mako baparanglah datuak nan baduo-Datuak Parpatial jo Katumanggungan-bukan baparang jo sijato-hanyo baparang muluik sajo-kato mangato pambagian-dangan mambuck adat-istiadat manamoi korong jo kampuang-lurah bukik rimbo jo padang-akan dijadikan nagari-nagari-uliah ninjak nan batigo tu.
Satulah sudah maagak maagiah-ha Luhak banagari sarato Rantau-nyo-yaitu Rantau Pasisia Barat-Rantau Larch Koto Piliang-Rantaunyo tabagi tigo. Nan dinamokan Rantau Hilia-Bayang Puluik-puluik Taratak-Tarusan Lumpo Salido-Painan Batang Kapoh Surantiah-Ampiang Parak Kambang Lakitan Palangai-Sungai Nyalo Punggasan Aia Haji-sampai-sampai ka Indopuro-Tapan tigo dangan Silaut.
Nan dinamokan Rantau Tangali-Padang tigo lurah-Tanjuang Saba Koto di Hulu-Pauah mahadang Koto Tangali-Nanggato jo Ujuang Karang-Bungus Lubuak Kilangan-Aia Manis Batu Basurek.
Nan dinamokan R tau Mudiak-Ulakan jo Pakandangan-Tiku jo Pariaman-XII Koto jo V Kolo-tujuah jo Ampalu, Nan dinamokan Pasisia Panjang-Tujuah Lurah Pasisia Panjang-inggan bateh Ujuang Rajo-ujuang Rajo maladok Tiku-Tiku mahadok Pariaman. Sahinggo Anai-anai Bubuih-lalu ka Sintuak Lubuak Alang-sampai ka Toboh Pakandangan-parwatasan Luhak Agam jo Pasanian-inggan Sikilang Aja Bangih-Punti Rao Lubuak Sikapiung-lalu ka Batu Basurek-ka Sialang Falantak Basi-hinggo Gunuang Patah Sambilan-inggan Durian Ditakuak Rajo-hinggo itu Jah parentah Lareh Koto Piliang. [ 63 ]Adapun samaso Sultan Paduko Basa-duo jo Sultan Inder. Alam-mako Lareh nan duo maso itu-Koto Piliang jo Bodi Caniago-mandirikan karajaan di dalam daerah Pulau Paco-yaitu tanah Andaleh-ado sapuluah karajaan.
Partamo iyolah karajaan-di Bukik Batu Patah Limo Kaum-aluru Lareh Bodi Caniago-kaduo karajaan di Sungai Tarab-Kurimbang Batu Balang-aluran Larch Koto Filiang-katigo di Sumaniak-kaampek di batang Rantau-banamo Tiku Parianan-maso banamo Taluak Tuban Sungai Salak. Kalimo di banda Padang-maso banamo banda Lako-kaalo baunamo kualo Aia Batu-pulau banamu Ranggosuai-kaanain di tanahı Jambi-kutujuah di Palembang-kasalapan di Siak-kasam bilan di rimbo Tambusai ka sapuluah di tanah Aceh.
Adapun samaso Sultan Abdul Jalil Alamsyah-Rajo Basa di alam Minangkabau-Yung Dipartuan Rajo di Pagaruyuang-niako anak baljau Sultan Malwrajo Dewi-dinobatkan manjadi Sultan nan Salapan-sambilan daugan Bandaharo-untuak kakuatan alam Minangkabau-di Pasisia Barat dan Timua. Manolali inyo daerah kakuasaan-Jari Sultan Maharajo Dewi-iyolah Rantau Panjang Mudiak-Sungai Salak Tahtak Tuban-saralo Tiku Pariaman. Mako di dalam Banda Aceh-sasidang Aceh nan Tigo Sagilalu ka Tarumi Taluak Tapak Tuan-sarato dangan Acch Basaman badaulat di dalam nagari itu-iyolalı Sultan Seri Mara Pelo Rahim. Mako di dalam nagari Bantan-Riau Bangka jo Taranggano-nan badaulat di dalam nagari ilu-iyolah Sultan Muhjabat namonyo. Mako di dalam nagari Jambi-Siuk Kuantan Batang Hari-Deli sarato jo Asahan-nan badaufat di dalam magari itu-iyolah Sultan Baginda Tuan namonyo. Make di dalam Bagari Palembang Musi Rejang Tabingtinggi-lalu ka Bugis Makassan-nan badaulat di dalam nagari itu-iyolah Sultan Indera Rahim namionyo Mako di datum nagari Inderapura-Tapan Kurinci Aia Haji-Lampuange Mukomuko Bangkahulu-man hadaulat di daban nagari ilu-jyolah Sultan Muhammad Syah Mako di dalam magrei Iruleragin-Kuantan Pangkalan Jambu-Kampar Kiri Kampar Kanan-Tapung Kiri Tapuang Kanan-an badaulat di dalam nagari du iyolah Sultan Srikali namonyo. Mako di Rantau Panjang Bia [ 64 ]Sungai Pagulalu ka Tarusan Sungai Pagu Kurinci-sampai ka Banda nan Sapuluah-nan badaulat di dalam nagari itu-iyolah Sultan Besar-bagombak putiah bajangguik merah. Mako di banda Pudang-suedaran nan tigo lurah-Tanjuang Saba Koto Di hulu-Pauah mahadang Koto Tangah-sarato dangan Rantau 'Tangah-nan badaulat di dalam nagari itu-Bandaharo, Sultan Malik Besar namonyo. Itulah nan sambilan karajaan-mamagang hak daciang pangaluaran-ubua-ubua gantuang kamudi-samaso di bawah Daulat Nan Dipartuan-Sultan Abdul Jalil Alamsyah-Maharajo Dirajo di dalam nagari Paganiyuang-sarato parmaisuri Tuan Putri Jamilan.
Adapun akan Sultan Maharajo Dewi-karajaan di Rantau Pajang-Tiku jo Parlaman-bakawin dangan Puti Ambun Suri-Anak cucu si Murai Randin-dangan Alang Majau Ari-nan turun dari Agam Padang Tarok. Mako di dalam parkawinan nantun-baranaklah Puti Ambun Suri-anak sabanyak tigo urang hanyo saunang laki-laki-baduo urang parampuan. Kononlah anak nan laki-lakilah gadang lalu dibari gala-bagala Bagindo Maharajo-dirajokan di Natal Langgogayur, Mako anak nan parampuan-dibari banamo kaduonyo-nan gadang banamo Ganto Sori-nan ketek banamo Suto Sori.
Pihak kapado Puti Ganto Sori-buru lah gadung cukuik umua-lah patuik pulo bajunjungan-dicarikan jodoh dek bapak mandel-mako dapeklah nan ka jodolinyo-iyolah rajo VII Koto-banamo Basa Rajo Kinayan-anak dek Reno Sari Dunia-kamanakan Datuak Tumangguang Putiah, Mako baranaklah Puti Ganto Sori-saurang anak laki-laki-dihari namo kuliko tu-bunamo si Abdurahman-bagala Nr Tungga Magck Jabang. Sadangkan adiak si Ganto Sori-nan bananio si Suto Sori-Allah Taala mantakadiakan-indak ado n. ndapek jodoh-indak basuami salamonyo-sampailah mati puti nantun. Itulah katurunan Ambun Sori-sanpai nan Tungga Magek Jabang-asanyo dari Padang Tarok-Padang Tarok di Luhak Agam-turn ka Kurai Bunuhampu-banamo nagari Tigo baleh-kampuang banamo Padusunan-Padusunan sampai kini nangko-nan ado di Pariaman
- Sultan banamo Maharajo Dewi
- Ambun Suri namo parampuannyo [ 65 ]
- Baranak saurang laki-laki
- nan padusi ado baduo
- Nan laki-laki bagala Bagindo Maharajo
- nan parampuan banamo si Ganto Sori
- nan bungsu banamo si Suto Sori
- Tasabuik di dalam tambo
- adapun si Ganto Sori
- Rajo Kinayan namo suami
- Kononlah Rajo Kinayan
- iyolah rajo VI] Koto
- Di siko pulo kaba dihantikan
- balapeh panek sakuliko
- Kaba baraliah banyo lai
- sunggush baraliah sanan juo
- Aliah kapado Tumangguang Sati
- elen di ranah IV Koto
Birawari Tumangguang Sati-anak kanduang si Puti Budansi Bulan anak Ganti Murin-si Bulan kamanakan Tumangguang Putiah-nan tingga di Koto Gadang-kolo banano IV Koto-tubak banamo Luhak Agam.
Ado kapado suatu hari-lalu dijalang angku kanduang-niniak Datuak Tumangguang Putinh-gadung makasuik dalam hati-mamintak sip at nan ka elok-pihak kapade badan diri.
Lorong kapado Tumangguang Putiah-malick cucu nan lah datang-duduak bakisa maso nantun-ka tanggah rumah nan gadang. Lah duduak di ruang tangata-basanda ka tiang panjang dikunyah siriah sakapua-digeleng rokok sabatang. Sadang mancatuth catuih api-cucu lah tibo atch ramah-duduak di muko Tumangguang Putiah-laratik duduak baselo katak. Dalam maisok kalamakan-rokok nan sadang dopek raso-andal tibo amdiang [ 66 ]mandatang-nan ka disabuik maso itu-sanan bakato Tumangguang Sati, "Manolah Niniak kanduang hambo-ampun jo maaf hamba mintak-sabab hambo datang ka mari-gadang nukasuik jo sangajo. Mako dituruik mamak kini-adolal niat nan dikanduang-aka abih paham talatak-maagak nasib awak di kampuang. Banyak di hambo nan mamusiang-patuík disabuik pado Angku laikoh mungkin kini barundiang-manan li ijin dari Angku."
Mandanga kato Tumangguang Sati-iyo dek diri Tumangguang Putiah-tak rago bapikia bana-kato bajawab maso itu-Jalu bakato hanyo lai, “Cucu kanduang Tumangguang Saṭi-kamanakan kanduang badan di hambo-pikiran nyaman hati pun sunyi-sadang tabukak kiro-kiro. Elok langkah buyuang ka mari-rancak kutiko Tumangguang tibo-ape taniat dalam hati-eloklah sabuk pado hambo."
Mandanga jawab ninisk kanduang-lah mujua Tumanggiang Sati-sanang hati bukan kapalang-raso ka buliah nan diagak-lalu bakato inyo sakali, "Manolah Niniak dangakan malah-lai moh elok palangkahan-lai moh buliah ijin sapatah-danga dek Niniak dirundiangkan. Tantangan badan diri hambo-lah rintang duduak bapikia-mabuak jo mamang tiok hari. Angan lanteh palam tatumbuak-aka ado usaho kurang-langkah singkek nan mahalangi-senteng kok iyo nak mintak bilai. Kok lamo bak caro nangko-akia kalaknyo kamudian-mungkin dikicuali angan-angan-namuah dilancuang agak-agak-nan bak ibarat bida rang tuo-tuo. Sanang tak mumbari dianı seso tak nambari bakeh Dek alimu kapulang paham apo karajo hilang lalch Lai hambo turuik kato Ninjak-tatumbuak biduak dikelokkan-latumbuak kalo dipikiri-tapi baalah mangatokännyo-dek aka balun pandapek kurang-haram lilah kusuik salasai-sangkuík pauik batambah dalam. Nan bak maheto kaingaaruang-tak kunjuang ado bakasudahan-rintang babalak sinau juo. Itulah sabab hambo kasiko-mamintak bana pado Angku-baa kok hambo ka rantau pulo-pangana tatu tuik kok leh tabukak." [ 67 ]Mandanga rundiang nan taunjuak-kato nan dari cucu kanduang-nan indak disangko-sangko-payah baliau dek bapikia-duduak tamanuang sakutiko-baru rundingan baliau jawab, "Manolah Cucu kanduang hambo-kok itu kato nan dibincang-balun jadi kusuik dibaco-lah nak mancinto rantau urang. Kini bak nang ko malah nan elok-manuruik kato papatah juc-patitih sacaro adat-jokok kato tantu baasa-limbago hujan jo bapuhun. Asa usua buliah nak tantu-cubo curaikan pado hambo-apokoh sabab karanonyo-bamulo paham dek ragu-nan jadi mamusiang bana-sampai manyingguang nak ka rantau. Malah di sabuik pado hambo-samo ditimbang buruak baiak-kok untuang bana mandatang-nan bak papatah patitihnyo
- Asa leh undang dikarasai
- cicia anak samo-samo dipiliah
- Bapantang kusuik tak salasai
- tak ada karuah nan tak janiah."
padang lapang-dek Niniak ijinkan baa-buliah diliek rantau urang.
Mandanga kato Cucu kanduang-tanamuang Datuak Tumangguang Putiah-lai bapalam malah cucu-lai moh panjang pangananyo-tak bapikia untuak kini sajo-ado pangana ka balakang. Tapi walaupun baitu-mamancuang indak sapancuang putuih-bakato indak sapatah sudah-bajalan indak salangkah sampai-sanan manjawab pulo Tumangguang Putial, "Cucu kanduang Tumangguang Sati-kalau itu nan taraso-sungguah di alam kabanaran-tapi samantang pun baitu-kok iko baru kusuik ranyahnyo-dapek di hambo manyalasaikan-kok indak bana pai marantau. Sabab baa dek baitu-bia di rantau bia di kampuang-tanamo awak urang kampuang-kasiah ka pangkua jo tambilang-suko batanam nan bapuciak-manalibaro nan banyawo. Handaknyo usah tajadi-pandang jauah sajo balayangkan-nan dakck indak batinjau-talonsong tinjauan paham-aka panjang mangabek diri. Kalau dipakai nan bak in-angan-angan mambaok gilo-paham sangko manibaok Talai-talampau leba dek maukua-tulalu panjang dek maagak- hinggo talantak duk panjuluak-tapi tak sampai dek kaitan.
Dangakan malah niniak curaikan-umanat nan ka dipacik taguah-sarato warih nan ka dijawek-caro hiduik di ateh dunia-iyolah ampek parakaro. Partamo hiduik di bumi-itu nan hambo katokan ladi-kuek ka sawah jo ka ladang-suko badugo jo batahun. Usahlah tangguang mangapalang-basawah ladang laweh-laweh-mancancang iyo putuih-putuih-mudo tinaman dek basiang- gadangnyo nyato dek bapupuak. Kuduo hiduik di lauik-sampai pangayuah kagadangan-langLok jo alat jo pakakeh-tahu di ombak nan badabua-ingek di badai nan ka turun. Samaso usabo ado-samaso tulang leh kuck-bapantang karam di lanik-antah kok mumuak di kalangan-tagak batukang tu namonyo.
Katigo hiduik di awang-awang-kutiko kapak leh rimbun-ikua panjang sayok rajumbai-tabang nak ka baliak langik hijau-nak mencapai bintang jo bulan. Induk dikana sungguh-sungguh-siang jo malam tatap baganti-kok patah kapak nan rimbun- sayok nan laweh jadi rumpang-ka tabang sayok maranggeh-kainggok kuku lah ngilu-akja kalaknyo nan tasuo-jatuah ka bumi [ 69 ]handam karam-iṭu nan dagang baniago.
Kaampek hiduik di langik-sungguah mancinto ka nan baiak-kuek ka amal jo alimu-iman taguah amalan taat-napasu di kungkuang aku budi-mungkin jo patuik nan mambateh-pandang ka dunia baukuran. Kok lai tapakai nan bak kian-mungkin bapadi pandai pulang-namuah baameh pandai datang-bak nantun bana mukasuiknyo-nan dikatokan hiduik di langik. Dek sabab karano itu-pikia dahulu nak ka rantau-kayo mikin atau mularaik-usahlah kampuang disalahkan-kok kurang rukun jo sarat-di rantau bana ka seso juo."
Habih rundingan Tumangguang Putiah-barisi nasihat jo umanat-disangko kamanakan ka barubah-dari pandirian nan mulo-mulo-tapi saketek tak baranjak-mukasuik hati nak ditaruihkan juo. Lah panek malah dek barundiang-lah panjang maso dek bafutua-antaro mamak jo karnanakan-mancari ka elok ka baiknyo. Kononlah Tumangguang Putial,
- Ditarah indak tataralı
- ditutuah juo nan jadi
- Ditagah indak tatagal
- disuruah juo nan jadi
Disingkekkan sajo malah kaba-pihak kapado Tumangguang Putiah-putuih mupakat maso nantun-alah sahari duo hari-alah sapakan duo pakan-lah dapek ijin dari niniak-niniak Datuak Tumangguang Putiah-lalu bajalan hanyo lai-sarato rombongan. nan manuruik-iyo ka daerah parantauan. Dek lamo lambek di jalan-basuo tanah nan elok-padang lawch maranjano-ranjano mato mamandang-sanan baranti Tumangguang Sati-dipandang hilia jo mudiak-dihingo kiri jo kanan-lalu diputuilikan maso nantun-handak maunyi tampek itu.
Kononiah Tumangguang Sati-malateh inyo di sanan-marambah rambahan panjang-lalu bakabun jo baladang-huma jo sawah dipabuek-banyaklah sudah tataruko dinamoi malah tampok pantun-iyolah Gantiang Rambahan-rambahan Tumangguang Sati. Dek lamo bakalamoun-lai katuju tampek nantun-dijapuik sanak jo kamanakan-sarato dangan anak bini-baitu pun urang dalam [ 70 ]kampuang-nama nan amuah manuruik-pindah ka Gantiang Rambahan-lalu manatap malah di sanan.
Lah tibo di tampek baru-iyo di Gantiang Parambahan-rambahan Tumangguang Sati-dibagi limo nagari tu-manjadi limo buah koto-partamo Gunuang Koto Tinggi-kaduo Sambuang Sialahan-katigo Sikucua Koto Hilalang-kaampek Tahi Sungai Basa limo jo Gantiang Parambahan-nan turun dari IV Koto-di koto nan ampek buah paruik-timo jo Datuak Basa Nagari.
Mako tataplah Tumangguang Sati-dangan dunsanak kamanakan turun-tamunun hanyo lai-gadang nan babingkah tanah-basa nan balingkuang aua-manjadi rajo maso it-di dalam limo buah koto-kamanakan Tumangguang Sati-gala Tuanku Rajo Angek-sanang santoso nagari tu.
- Ramo-ramo si kumbang jati
- bari baikua bakapalo
- Patah tumbuah hilang baganti
- pusako tatap baitu juo
Badiri Basa nan barampek-di dalam nan limo buah koto-partamo di Gunuang Koto Tinggi-Majolelo gadang babingkali tanah-duo Sikucua koto Hilalang-Rangkayo Basa gadang babingkab-tigo di Tahi Sungai Basa-Maharajo Sati gadang babingkah-ampek di Gantiang Parambahan-Tumangguang gadang babingkah-Rajo Angek lingkuang auanyo. Kamudian di maso parang-anak bajak nan batujuah-pindahlah rajo dari Gantiang Param bahan-iyo ka Tahli Sungai Basa-bagala Sati Pahlawan.
Adapun nagari V Koto-dangan nagari IV Koto-sawah nan tidak bapamalang-ladang nan tidak babintalak-IV Koto manjadi limo-limo jo Gantiang Param bahan-itulah sabab badirinyo-Datuak Majo Palimo di Gantiang Ladang Laweh-yaitu limo di ateh limo di baruah. Nun jadi limo di ateh-Datuak Tumangguang Datuak Pu- tiah-Datuak Batuah Datuak Dinagati-lino jo Datuak Majo Palimo. Limo di baruah-Gunuang Koto Tinggi-Sambuang Sialahan-Sikucua Koto Hilalang-Tahi Sungai Basa-limojo Gantiang Param-bahan [ 71 ]
- Tanjuang Saba Koto Di Hulu
- Pauah mahadang Koto Tangah
- Bandaharo rajo di Padang
- Baranti sabanta kito dahulu
- untuak palapeh-lapeh rangah
- bakaba baiko kito ulang
- Puluik-puluik ambiak ka tuga
- panugakan buah kacang panjang
- Dijapuik kaba nan tingga
- Reno Sari jo Datuak Sinuro Panjang
Birawari kumanakan Datuak Tumangguang Putiah-nan batnamo Puti Reno Sari Dunia-sajaklah sudah basu anti-iyo jo Datuak Sinaro Panjang-sananglah hati kaduonyo-hiduik baduo nikun damai-bakasiah-kasian katuonyo. Lah lahia pulo anak surang-anak nan tuo laki-laki-iyo si Basa dang nanonyo-bagala Rajo Kinayan.
Adapun si Basa Rajo Kinayan-gadangnyo bak diambuilt-ambui badan sihat teh kuat pulo-masak pangaja pagi patang-sagalo alimu dibarikan-dilatiah pulo bapancak silek-hati nan tarang bukan kapalang-cick diajakan duo dapek-langkok disalin kapandaian-dari niniaknyo Tumangguang Putiah. Baru lah gadang si Basa nantun-lalu diangkek manjadi rajo-rajo di Anipalu VII Koto.
Disabuik sabalun itu-eten di dakek Batu Kalang-samaso dialalikan gajah banyak-abihlah urang kasamonyo-urang bajalan sano-sini-tinggalah kampuang maso itu-kampuang sunyi nagari langang-banamo koto nan alah-alah di gajah maso itu-anak-cucu dek Bandaharo-bajalan pulo dari sanan-di mano sanang di hati-di mano sanang tampek diam-dinamoi pulo kampuang nantun-Koto Marapak ka namonyo. Dipaga kampuang maso itu-dek takuik kapado gajah-iyo hanamo Pakandangan-dek unluang urang [ 72 ]di sanan-anak-cucu Tumangguang Putiah-Rangkayo Basa manjadi Basa di nagari-pucuak aua rajo kuaso-Rajo Kuaso rajo usali-di Pakandangan nan VI Lingkuang.
Tatkalo darek ka barantau-tatkalo maso dahulunyo-samo diangkek katigonyo-uliah Rajo Pagaruyuang-di atch galanggang tigo jorong-uliah Pamangku Sultan Nan Salapan-nan bagala Sultan Maharajo Dewi. Manolah rajo nan batigo-nan samo-samo diangkok nantun-partamo Rajo Angek V Koto-Tumangguang jadi basa-nyo-di Gantiang Parambahan-kaduo Rajo Kinayan-di Ampalu VII Koto-Bandaharo Putiah namo basanyo-katigo Rajo Kuaso nan Gundano-Rangkayo Basa jadi basanyo-di Pakandangan nan VI Lingkuang-itulah rajo nan usali. Tatkalo darek ka barantau-iyo di Luhak Rantau Agam-banano Tiku Pariaman-itulah mulo karanonyo-mangko bacamin ka Pariaman-puncak dek rajo nan batigo-iyolah Sultan Maharajo Dewi-pucuak bulek bungka satahia-pusek jalo pumpunan ikan.
Lamolah pulo antaronyo-kononlah Datuak Tumangguang, Putiai dek karano badan lali tuo-tacinto di dalam hati-handaklah pulang ka nagari-ka Koto Gadang IV Koto-nak lalu ka VI Koto-iyolah Canduang Koto Laweh. Pado kuliko hari baiak-alah baja-Jan maso itu-basamo urang mairiangkan-dek lano lambek di jalan-alah sahari duo hari-lah babilang hari nan lampau-jauah basarang dakek juo-lahı dakek tibolah garan-alah lah sampai maso itu-iyo di ranah Koto Gudang-batamu dunsanak kamanakan-sanang santoso dalam hati.
Abih hari baganti hari-abih pakan baganti pakan-abih bulan baganti bulan-lah labiah pulo satahun maso-sakiklah Datuak Tumangguang Putiah-sabijo nasi tak tamakan-aia diminun tak taraguak-jariali bacampua dangan kuhua. Ditiduakan badan tak sanang-dibao duduak hatambah labiah-batimbun ubek dangan tawa-siang-malan indak baranti-baralah banyak urang manyilau-usah ka sanang batambah labiah-namonyo panyakik urang tuo.
Mancaliak rupo hàn bak kian-lah seso anak kamanakan-mancari dukun pandai tawa-mancari urang pandai ubek-pai batanuang kian-ku mari-walau di mano kadangaran urang nan pandai[ 73 ]pandai ubek-dijalang dek anak kamanakan-Allah Taala manta kadiakan satu pun tidak manolongi-ijankan kurang batambah labiah-panyakik baliau Tumangguang Putiah.
Sampailah garan tujuah hari-hari nan malam maso itu-kiro-kiro pukua salapan-uranglah sudah sambayang Isya-jatuah pangsan Tumangguang Putiah-indak nan tahu di diri lai-dihimbau baliau tak babunyi-alah bakumuah ateh lapiak-angok kalua satu-satu-bakaruah-karuah dari dado-badan lah mulo bak dingin aia tulang lah lamah bak batang taleh-baitu kaadaan baliau nantun.
Pukua ampek hari ka siang-alah sakali ayam bakukuak-kaadaan Datuak Tumangguang Putiah-kian batambah Jaruik juo-diimbuau baliau tak babunyi-hangok lah turun-turn naiak-inyo nan tidak maliek lai-diimbau sakali lai-namun baliau tak juo manyahuik. Dalam sabanta itu juo-Tuhan babuek sakahandakNyo
- Tak bulia sukatan padi
- sukalan balah parahu
- Tak buliah kahandak hati
- Kahandak Allah nan balaku
Panjang palapah singkek rumbio-panjang langkah lah singkek paminto. Sampailah aja Tumangguang Putiah-nyawo barangkek dari badan-mangucap kamanakan nan malapel-ditutuikkan malah matonyo-dikatuikkan malah muluiknyo-tangan disusun atch dado-dipaeloki pulo malah tiduanyo.
Barulah tahu urang banyak-dalam sabanta itu juo-sagalo karik dangan baik-sunan manangih hanyo lai-afah banduang dek bunyi ratok-alah basilang tampa di dado-rabo-raboi kian-ku mari-baguliang-guliang atch rumah-hiruak-pikuak indak kanan-namonyo urang kamatian. Birawari di masa nantun-alah susaat sakutiko-tah rado ratok jo tangih-ditatiang maik ka tangah rumah-ditiduakan di atch kasua--di atch hamparan tilam hungo-dicari kain nan elok-elok-lalu disalanuiki hanyo lai. Mako bakokoh masalah urang kampuang-kaum sarato jo sukunyo-mano nan indak lah dicari--apo nan kurang lah ditambah-alah bakameh kasadonyo
-laki-laki sarato parampuan. Diharasiahkan rumah duo tigo[ 74 ]kan tampek urang manjanguak-ditabang pariang sabatang-ditagakkan malah bandera putiah-dikambangkan pulo payuang gadang-banamo payuang ubua-ubua-kan iyo di halaman rumah gadang Dikambangkan pulo kain jajakan-iyo di dakek hantakan janjang-di ateh batu tapakan disangkuikkan kain tarantang-tarantang dari rumah ka rangkiang.
Adapun sagalo parampuan-alah basegeh atch rumah-dikambangkan malah tilam bungo-tahampa lapiak parmadani-dari tangah lalu ka tapi-salo manyalo lapiak sirah-sarato dangan lapiak rumpuik-tapusang pulo tabia gadang-dari ujuang lalu ka pangka-di ateh batabia pulo-tagantuang kulambu suto-dibari batirai balangik-langik. Alah tarantang tiraj nan panjang-tonggak bapaluik kasanionyo-tiang timban bapaluik cindai-tiang panjang dangan sakalat-iyo sakalat ainal banat-diisi carano duo tigo-batirai balako kasamonyo.
Tampek maik pulo dipasegeh-di ruang tangali rumah gadang-garai dihampiri jo kasua panjang-bapaluik jo kain sarat-langkok jo banta kalang hulu-di bawah kulambu nan batirai-baitu adat maso nantun-kalau panghulu nan maningga-urang gadang basa batual-baitu adat limbagonyo. Mako dilatuihkan pulo badia-pambari tahu isi nagari-bahaso panghulu nan lah mati-bunyi badia bagaikan huluih--gumanta ka tangah koto-tatumbuak tibo di bukik-gamuruah ka dalam lucah-takajuik urang dalam koto-tagampa urang dalam kampuang-mandanga bunyi badia nantun-bunyi hadia babuah-buah. Tanyo batanyo urang banyak-di mano pulo badia babunyi-siapo kolah garan nan nati-datuak di mano sampai hukum-baitu buah tanyo urang-dalam nagari Koto Gadang.
Ado sabanta antaronyo-dibuek pulo kacangpali-kacang pali jadi usungan-ka pausuang panghulu nan maningga-dilatakkan tangah halaman-manjalang urang datang manjanguak. Kiro-kiro tagelek matohari-ramilah urang datang manjanguak-sapantun anai-anai bubuih-datanglah pihak pasukuan bako-nan samo pindah dahulunyo-anak pinak karik jo barik-mambao kapan salampih sutang-dulang paha bakalai gadang-batirai-tirai badalamak-dulang bajujuang di kapalo-dipayungi jo payuang gadang-payuang [ 75 ]banamo ubua-ubua-rami mairiang korong kampuang-sarato dangan niniak-mamak-balaki-laki baparampuan-mamakai sapanjang adat-bajalan badombai-dombai-sampai ka tampek kamatian. Sato tibo urang manyonsong-payuang bajawek dek sipangka ditagakkan di tangah laman-dulang dijawek ateh rumah-diduduakkan di ruang tangah-talatak siriah di carano. Lah panuah rumah nan gadang-dek panghulu jo niniak mamak-dangan urang nan patuik-patuik-dinaikkan pulo ka sabalah-jadilah panuah kasadonyo.
Samantaro duduak urang manjanguak-lah makan siriah sakapura surang-mako tajadilah sambahi manyambah-panyambuhan kapan pihak tamu-kapado pihak sipangka-kapan nan mintak ditarimo jo hati suci muko nan janiah-kapan adat itu namonyo-ado nan dari pihak bako-atau sagalo anak panca-karik barik simpang balahan-kabuang karatan dalam nagari. Alah salasai sumbah-manyambah-kapan disarah tariınokan-lalu sagalo pasumandan-diajak turun ka halaman-dek parumpuan nana sipangkalan-mamanuahi adat manyahok-manyahok kacang pali tu namonyo-manyalok baganti-ganti-ann patuik dahulu dahulu juo-patuik kudian kudia juo. Babagai macam kain panyahok-suto jo makau banang ameh-sagalo kain kaamusan-ado balako kasamonyo. Disahokkan ka kacang pali-puncaknyo bapaluik candai-batutuik pulo dangan dalamak.
Samantaru urang banindiang-barundiang di atch rumah-konon sabagian urang siak-sarato iman dangan katik-alaupun pakiah dangan maulano-alah bakokoh kasamonyo-dimandikan Datuak Tumangguang Putiah--alah samporono dimandikan-dijawekkan aia sambayang.
Salasai mandi jo manjawek-salu dikapani hanyo lai-disabayangkan basamo-samo-sudah pulo disambahyangkan-dilatak ateh usungan-masuak ka dalam kacang pali. Lah sudah pulo nan bak kian-maik diarak banyo tai-adok ku pandam pakuburan-diarak barami-rami-dangan ratik dan jikjanyo-Allahu rabbi ka rami urang. Kononlah pulo maso nantun-sapanjang jalan maarak maik-baserakkan pilih dek bako-baserak kiri je kanan-baitu puto maso itu-adat nan lajim dipakaikan. [ 76 ]Lah sampai di pandam pakuburan-iyolah di Balai Gadang-dilatakkan usuangan elok-elok-dikatuakan maik hanyo lai-dari dalam usuangan nantun-dimasukkan ka liang lahat-didindiang pulo dangan papan-baru ditimbun padek-padek. Šalasai pulo nan bak kian-tanah tatimbun alah rato-diapuang pulo tanah badan-ditagakkan pulo batu nisan-sabuah tantang ka pulo-sabuah tantang kakinyo-lalu dibacokan doa talakin-dikambangkan pulo unduang-unduang-baru salasai di pakuburan-barulah urang habih pulang.
Lembak nan daripada itu-namun sahari-hari nantun-sado panghulu dalam nagari-taruih barundiang maso nenhin-mancari panghulu nan ka ganti-manggantikan Datuak Tumangguang Putiah-caro nan lajim dipakaikan-patah-tumbuah hilang baganti.
- Ramo-ramo si kumbang janti
- Katik Endah pulang bakuda
- Patah tumbuah hilang baganti
- pusako panghulu baitu juo
- Biriak-biriak tabang ka sasak
- dari sasak tabang ka laman
- Dari niniak turun ka mamak
- dari mamak ka kamanakan
- Asa batang mancalago
- asa bijo ka tumbuah juo
- Walau lah indak panghulu nan tuo
- panghulu mudo nan kan silialuyo
- Lah barpulang niniak Tumangguang Putiah
- di antaro niniak muyang rang IV Koto
- Sadang pambaco bahati sadiah
- tarani pulo kaba sumantaro [ 77 ]
X. SAPANINGGA NINIAK TUMANGGUANG PUTIAH
- Jaman baraliah maso batuka
- babilang tahun pudo ka lamonyo
- Disambuang kini kaba nan tingga
- nak jaleh di kito nan basamo
Kaba baraliah hanyo lai-sungah baraliah saman juo-aliah kapado Rajo Kinayan-rajo nagari VII Koto-habih tahun babilang tahun-habil musim baganti musim-lah takana pulo di dalam hati-handak pulang ka IV Koto-nak lalu ka Koto Laweh-matiek pandam pakuburan-pakuburan niniak Tumangguang Putiaħ. Lalu dikatokan mukasuik nantun-kapado Datuak Bandaro Panjang-jabatan pamangku Manti-sarato dubalang nan barampek-surato urang tuo-tuo-rundiang tajadi hanyo lai.
Mako dapeklali mupakat maso itu-bulek lah buliah digolongkan-picak lah buliah dilayangkan-bahaso ka pai ka IV Koto-nak Jalu ka Koto Laweh-malick pusaro niniak muyang-almarhum Datuak Tumangguang Putiah. Dicari malah hari nan elok-dihotong-hetong kutiko man baiak-lah tibo maso nan ditantukan-barangkek rombongan maso itu-iyolah Rajo Kinayan-rajo nagari VII Koto-basarato dangan pangiriangnyo-maninggakan nagari VII Koto-handak manuju IV Koto-nak lalu ka Koto Laweh. Dibao kabau nan saikua-sarato bareh nan saratuih-langkok jo asami jo garamnyo-langkok jo siriah jo pinangnyo-manampuah pajalanan panjang.
Dek Jamo bakalamoan-dek lamo lanbek bajalan-jauah basarang dakek juo-lah sampai ka IV Koto-iyolah Raja Kinayan-sarato dubalang dan pangiriang-tibo di Gantiang Koto Laweh-takajuik urang dalam kampuang-maliek rajo nan datang-elok nipo tampan tabao-langkok dubalang jo pangiriang-sarato kabau nan saikua-bagadiang gajah jo bulalai-bamacam-macam pambacan. Dalam urang sabanyak mantun-iyo di Gantiang Koto Laweh [ 78 ]tagak saurang-urang tuo-bagala Datuak Majo Palimo-inyo batanyo maso itu-kapado rombongan nan baru tibo, "Manolah urang nan banyak nangko-dari mano handak ka mano-mangko sarupo damikian-tolong kabakan bakeh kami-nak samo sanang paratian."
Mandanga tanyo nan bak kian-lalu manjawab malah dubalang-dubalang Rajo Kinayan, "Manolah Datuak nan batanyo-adapun kami nan datang nangko-iyolah datang dari rantau-rantau banamo VII Koto-handak pai ka IV Koto-iyo ka Canduang Koto Laweh-Koto Laweh Pandam Sikek-mukasuik maliek pakuburan-pakuburan niniak Tumangguang Putiah-itu nan niat sangajo kami."
Mandanga jawab dubalang nantun-kononlah Datuak Majo Palimo-sanan bakato pulo inyo, "Manolah Tuan nan banyak nangko-mano inyo manti dubalang-mano inyo Rajo Kinayan-iyolah pancang lah tacabuik-Surambi di mano tampek duduaknyo-Janjang mano tampek naiak-di mano Gantiang Parambahan-adokoh datang basamo-samo."
Mandanga rundiang nan taunjuak-kato nan dari datuak iko-indak disangko-sangko-manjawab pulo malah dubalang, "Adapun kami ka mari nangko-kami nan indak singgah manyinggahi-takana di kami sajo-dari Ampulu VII Koto."
Birawari Datuak Majo Palimo-orang jauhari bijaksano-tahu di hereng dangan gendeng-alun bakilek lah bakalam-sanan bakato hanyo lai, "Jokok pintu ka dibukak-ataupun tutuik ka basingkok-adokan janjang jo surambinyo-sarato Gantiang Parambahan.
Satantangan niniak Tumangguang Putiah-makam nan tidak di VI Koto-tapi kuburan baliau nantun-iyolah di IV Koto-bakubua di Koto Gadang-kan iyo di Balai Gadang-kubua baparik kiri kanan, Sungguah pun baitu bana-dek karano hari lah patang juo-marilah kito ka dangau buruak-buliah bacurai jo bapapa-mak jalch duduak masaalahnyo."
Kononlah Rajo Kinayan-sarato dubalang jo pangiriang-jatuah tamanuang mangiroi-mandanga nundiang Datuak Majo Palimo. Sabaklah mato Rajo Kinayan-sarato dubalang jo pangiriang-nan bak papatah urang tuo-malu batanyo sasek di jalan-sagan bagalah hanyuik sarantau-disangko murah manggalam ai-kurang aru [ 79 ]cirik kambingan-talampau aru bapantiangan. Untuak mancari nan ka elok-kok kusuik buliah nak salasai-kok karuah buliah nak janiah-elok dituruik kandak rang tuo-iyolah Datuak Majo Palimo nantun.
Pado maso kutiko itu-bajalanlah Rajo Kinayan-sarato pangiriang jo rombongan-urang nan banyak basanio-samo-dibao dek Datuak Majo Palimo-iyo ka Gantiang Ladang Lawch-dek lamo lambek di jalan-tibolah garan di sanan-iyo di numah Datuak Majo Palimo-hari pun malam hanyo lai. Adapun sagalo rombongan nanțun-lalu dijamu minum-makan-iyo dek Datuak Majo Palimo-salasaí palo minum jo makan-rombongan istirahat balapeh panek.
Namun samalam-malam nantun-kononlah Rajo Kinayan-rintang bacurai jo bapapa-dangan Datuak Majo Palimo-mako lah dapek paretongan-handak manjapuik Gantiang Parambahan-manjapuik Janjang di Malalak-manjapuik Surambi Mudiak Padang-sarato Pancung di Ampalu.
Disingkekkan sajo malah kaba-alah dijapuik kasadonyo-alah sahari duo hari-alah sapakan duo pakan-lali babilang pakan kalamonyo-jokok nan dijapulk alah lah tibo-jokok nan diimbau alah lah datang-alah bakumpua ka samonyo-kan iyo di Gantiang Ladang Laweh nantun. Kononlah Datuak Majo Palimo-disuruali pulo urang manjapuik-koto nan bazampek buah paruik-nan tingga di Koto Gadang-amak bahimpun kasamonyo-nak samo tahu dinan matah. Indak lamo antaronyo-lah tibo pulo nan dijapuik-koto nan barampek di Koto Gadang-Datuak Tumangguang Datuak Putih-katigo Datuak Batuah-kampek Datuak Rangkayo Basa di Nagari-lah hadia malah kasadonyo-anak-cue Tumangguang Putiah. Indak juo sanang dalam hati-dijapuik pulo maso itu-nan gadang di IX Koto VI Lingkuang-Koto Marapak Pakandangап.
Lah sudah bahimpun kasadonyu-nan sani niak nan samoyang-kononlah Datuak Majo Palino-membari tahu hanyo lai-kapado dunsanak jo sudaro-mangatokan handak barulek-mamintak doa salamat-iyolah Rajo Kinayan-dari Ainpalu VII Koto-sarato dangan Rajo Angek-iyo di Gantiang Paranıbahan-sarato Surambi di Mudiak Padang-basamo Janjang di Malalak-handak ka kubua [ 80 ]niniak muyang-iyolah niniak Tumangguang Putiah. Mako dapeklah kato mupakat-tantangan alek ka dibuek-dicari hari nan baiak-dicari kutiko nan elok-dimuloi malah karajo nantun-mambari tahu hanyo lai-ka dunsanak jo sudaro-sarato isi nagari Koto Gadang-panghulu nan duo puluah ampek-nan tigo jurai nan ampek suku-urang nan ampck buah paruik-sarato nan IV Koto-sarato imam dangan katik-sarato pakiah jo pandito.
Lah sudah salasai kasamonyo-pado maso kutiko itu-di hari baiak bulan baiak-alah baralek maso itu-baralek babantai kabau-dibantai kabau nan saikua-dipacah bareh nan saratuih-indak sadang dek itu sajo-ditambah kabau ampek limo-sarato bareh mambarch-alek jadi tak tangguang-tangguang-rami urang bukan kapalang nan masuak ka Balai Gadang-indak tahisab maso itu.
Birawari alek nan rami-hari nan baiak bulan pun baiak-lah sudah garin minum makan-tarangah urang kasadonyo-sagalo urang nan datang tu. Dihimbaukan tuah maso nantun-Koto nan ampek buah paruik-kapado dunsanak nan di rantau-nan basa babingkah tanah-nan gadang balingkuang aua-iyolah di Gantiang Paran bahan-Tumangguang gala dipakainyo-iyolah pulo di AmpaJu-Bandaro Putiah gala dipakainyo-iyolah di Mudiak Padang Majolelo gala dipakainyo-iyolah di Pakandangan-Rangkayo Basa gala dipakainyo-anak-cucu Tumangguang kalimonyo.
Lah sudah pulo karajo nantun-alek salasai hanya lai-jokok nan diama alah pacah-kalau nan diagak alah jadi. Kononlah anak kamanakan-basanang hati kasadonyo-karajo abih maso itu-pulang ka tampek masing-masiang.
Baitu pulo Rajo Kinayan-surato dubalang jo pangiriang-niat lapch kaua pun sampai-lalu mupakat hanyo lai-handak kumbali ka VII Koto. Rundiang masak etongan dapek-barangkek rombongan Rajo Kinayan-iyo ka nagari VII Koto.
Rajo Angek baitu pulo-iyo ka Gantiang Parambahan-ado ka Janjang di Malalak-ka Surambi Mudiak Padang-baitu pulo nan gadang di IX Lingkuang-Koto Marapak Pakandangan. Kok jauah cinto mancinto-kok dakek jalang-manjulang-sagalo sanak jo sudaro-nan saniniak nan samuyang-anak-cucu Tumangguang Putiah. [ 81 ]Hinggo iko kaba ditulih
tangan panek jari lah lamah
Dawat kariang karateh abih
Tumangguang Putioh kaba lah sudah
Tumangguang Putiah namonyo niniak
Gunti Murin namo dunsanak
Kaba ditulih tambo dicaliak
supayo nak tahu urang nan banyak
Niniak nan turun ka IV Roto
mancancang lateh di Koto Gadang
Mukasuik dikarang kaba nangko
supayo sajarah usahnyo hilang
Di Ampalu managakkan pancung
Ampalu nun VII Koto
Kok ado tasalah atau takurang
tolong butuakan di nan basamo
V Koto Gantiang Parambahan
rambahan Tumangguang Sali
Tambo dibilang dipabincangkan
angkatan mudo handaknyo namuah manyalidiaki
IX Koto VI Lingkuang
Koto Marapak Pakandangan
Kok singkek tolonglah sambuang
kok panjang tolong karekkan
Lah tamat Kaba nan lahia
nan tasimpan kok banyak juo
Nak jan binaso papan dek ukia
ampun jo maaf untuak palukihnyo
Kaba Siti Fatimah
Susunan
I.D. DATUAK TUMANGGUNG
I. PULANG MARANTAU
Sumarak gaduang Bukittinggi
jam gadang jo kabun bungo
Satu Rabaa raminyo balao
Untuak parintang-rintang hati
kaba diulang-ulang pulo
kareno lah lamo tabangkalai
Limo Koto jo Saruaso
galah nan usah disandakan
latakkan ka rumpun dama
Jokok kato kurang mardeso
himbo nan usah digalakan
tolongah asak ke nan bana
Nyanyi talereng jadi kuba―kaba curito urang kini―kok untuang jadi palajaran―dibukak kulik ambiaklah isi. Takalo mulo-mulonyo―takalo maso kutiko nantun―hari nan sadang barembang patang―paneh manyirah paneh mambang―antah bidodari nan sadang mundi―baitu kato rang tuo-tuo.
Kan iyo Siti Fatimah―anak dek mandeh Siti Jainab―urang Sikumbang, kampuang Dalam―elen di ranah Subarang―dalam nagari Luhak Agam. Kan iyo Siti Fatimah—pulang di lubuak maambiak aia―dipikua parian di bahu―batikuluak jo anduak gadang―abuak balapiah di kapalo-abuak nan panjang singgan batih―anak rancak putiah kuniang―bajalan maadok pulang―hampia ka tibo di halaman.
Pado maso kutiko nantun―mandeh kanduang datang manyonsong―bakato mandeh Siti Jainab—bakato nan sambia galak sanyum, “Anak kanduang Siti Fatimah―si Sutan iyo lah pulang―baru ka tibo sabanta nangko.”
Kununlah Siti Fatimah―mandanga suami pulang marantau―baminyak muko kasukoan―sajuak rasonyo paratian-kato nan in― [ 86 ]dak bajawab lai-bajalan pulang bagageh-gageh-tibo di rumah lalu ka dapua-dilatakkan parian di sandaran-dicaliak pariuak alah tajarang-tajarang pariuak duo tigo.
Naiak ka rumah inyo lai-nampak suami mamaluak anak- anak nan baru umua satahun-anak surang pamenan mato-buah hati limpo bakurang-disapo laki dek Siti Fatimah, -"Lah lamo garan Tuan pulang." Mandanga kato bininya-kan iyo Sutan Karangan-dijawabnyo jo galak sanyum-kasiah sayang nan batimba-lan.
Birawari kaduo laki-bini-baru duo tahun sudah kawin-dapeklah anak laki-laki-dibari namo si Sabirin-anak nan gapuak putiah barasiah-manurunkan jangek mandehnyo. Di dalam hari nan duo tahun-babaua baru tigo bulan-suami marantau pai ka Medan pulangnyo sakali samusim sajo. Salamo babaua duo tahun-taraso-raso baru juo-alun dapek bana paratian-samo maa-juak kaduonyo,
Ado sabanta antaronyo-ka tangah edangan dek Fatimah- sanan bakato kasuaminyo, "O Tuan basuahlah tangan-nasi nan alah hambo latakkan.”
Kan iyo Sulan Karangan-dibasuah tangan inyo lai-disuok nasi di pinggan-karano paruik iyo lah lapa-sajak nan turun dari oto-kini baru mancubo nasi-bapaluah kanyiang kalamakan. Lah sudah makan jo minun-diisok rokok sabatang-tarangan duduak kakanyangan-edangan dikamehi dek Fatimah-sanan tibo malah mintuo. Kan iyo Siti Jainab-dilawan duduak malah binantu-sadang baranti balapeh arak-batutua sasudah makan-di sinan tajadi tanyo-batanyo-lanyo nan baiak ka binantu. Ka nimah pulo urang suok kida-famili saparuik dek Fatimah-maliek urang pulang marantau. Dek urang Siti Fatimah-dikaluakan salak dari karuang nyo-buah tangan suami dari Medan--dionggok dibagi-bagi-lalu dibagi saonggok surang-dibasoi jo galak sanyum.
Dek lamo lambek duduak-duduak-sampai babunyi tabuah Mugarib-tagaklah Sutan Karangan-mamintak ijin ka bajalan-bajalan pai ka surau-surau nan ampiang dari rumah.
Bajalan Sutan Karangan-si Fatimah mairiang dari balakang-baunduang-unduang jo tilakuang-bakodek kain palakaek. Kunun [ 87 ]lah Siti Fatimah-apo dipakai apo rancak-anak nan sangaek manih dagiang-galaknyo manawan hati-gigi putiah bak mutiaro-bakilek cando gewang digosok-indah rupo dibawo galak-pipi ba-lubang bak lasuang pipik-tambah ciklalek di bawah bibia-indak rancak babuek-buck-rancak tabawo sajak lahia.
Lorong kapado laku parangai-indak saelok Siti Fatimah-anak nan iyo masak pangaja-muluik mani kucindan murah-awak elok baso katuju-indak pandai batandang-tandang-bakato sakadar nan paralu. Indak ado hari tabuang-rintang jo buatan tiok hari-lapeh batanak manyilau sawah-manjahik marendo sangaek pandai-buatan aluih capek pulo-rendo saperai babungo-bungo-kaja mangaja unggeh tabang-banyaklah urang nan manbali.
Jokok mamasak usah disabuik-sagalo samba pandai mam- buek-malabuahkan kue baitu pulo-dek pandai kuek baguru-dek tahu kuek batanyo. Kan iyo mandeh Siti Fatimah-nan banamo Siti Jainab-pandai mandidik anak kanduang-maso mudonyo manjua nasi-musahua tanak si Jainab-nak tahu dilanak samba-cubolah makan di lapaunyo-pangek bada ikan batalua-samba randang jo goreng ayam-gulai paku gulai cubadak-tamusahua pandai mamasak. Di mano urang ka baralek-Siti Jainab baimbau dulu-inyo juaro malin pantun-pandai maagak malatakan-tahu mananai malatakkan-tahu di ereng jo gendeng-anyo man cadiak sajak ketek-sampai gadang batambah-tambah-jadi partue induak-induak-manurun pandai ka anaknyo.
Baitu kini Siti Fatimah-batutua sangacklalı bijak-pandai bagaua samo gadang-bakeh sagan samo padusi-kalau ado nan baciaran-datang Fatimah mararainyo-hati nan sano disabakan-tananglah urang mandangakan-amuah suruik hati nan bangih-baitu bana kapandainyo. Iyo bak manang urang tuo-kok pandai urang barundiang-nan bak santan jo tangguli-kok tak pandai urang barundiang nan bak alu pancukia duri,
Birawari Sutan Karangan-lah salasai sumbayang di surau-bajalan bahaliak pulang-Siti Fatimah mairiang pulo. Kan iyo Sutan Karangan-dek barek mato mangantuak-karano banyak kurang lalok-badan bak raso bayang-bayang-panek sagalo paruasan
87
Kiro-kiro pukua sambilan-lah tibo paneh ka pintu-baru tajago Sutan Karangan-lansuang bajalan ka tapian-dibawo anduak sabun harun-takanak baju piama-piama baru sudah bajaik. Salasai mandi bakacimpuang-taraso malah tawa badan-hilang sagalo panek-panek-sajuak rasonyo paratian-dierak langkah mahadok pulang-Fatimah lah sadio manantikan.
Kan iyo Sutan Karangan-karano paruik lah lapa pulo-latu dibukak tuduang saji-diminun kopi bagulo-disuok nasi hanyo lai-makan baduo jo Fatimah-anak bapaluak jo bapaknyo. Mancaliak anak sangaek lasak-tagalak-galak Sutan Karangan-tasanyun-sanyun Siti Fatimah-anak surang pamenan mato-buah hati limpo bakuruang-sidingin tanpa di kapalo-ubek jariah pararai damam. Kununlah Sutan Karangan-urang bujang jolong baranak-bagai si pontong jolong bacincin-namun sahari-hati nantun-anak nan tidak lapeh di bahu-dikundang-kundang tangkumari.
Sitaba di baljak pakan
sitapuang tumbuah dakek banda
Samantaro kaba dibantikan
maisok rokok agak sabanta
II. MATO PALINGAN SETAN
Didulang sadulang lai
pandulang ameh malako
Diulang saulang lai
panjapuik nan tingga cako
Kan iyo Sutan Karangan-alah sahari duo hari-cukuik katigo hari Rabaa-pasa nan rami di Bukiktinggi-timbua mukasuik
88
Birawari Siti Fatimah-mamakai pulo hanyo lai-dikanakkan baju pilihan-babaju kurang kuniang ala-bakodek kain bariak aluih-baundok bamunawarah-kapalo balilik kain suto-manih tampaknyo Siti Fatimah-sarupo gadih anak sikola-sikola agamo di madarasah-kanai pakaian nan bak itu-tinggi gensinyo dipandangi.
Balain pandapek Sutan Karangan-takana lai takatokan indak-mancaliak sajo jo suduik mato-hayo bakato dalam hati, "Malang bana hambo babini-dapek padusi urang surau-sarupo ka pai mangaji-nyatolah awak pai ka pasa-ka makan-makan di restoran-ka manonton basuko-suko. Ka ditagah turaso majų-ka disapo taraso barek-indak sasuai dalam hati-badan babungkuih saroman haji." Sunguik sajo Sutan Karangan-maliek pakaian Siti Fatimah-tapi sungguhpun damikian-di muko indak mangasan-di hati bakaru-kani-iyo bana bak pantun urang.
Antimun bungkuak dalami podi
cuko di dalara pabarasan
Sungguah baramuak dalam Itati
di muko indak kalihatan
Takanak pakaian ka duonyo-bajalan turun ka halaman-anak lah tingga jo gaeknyo-kan iyo Siti Jainab-gadanglah hati mamandangi. Bajalan bairiang-iriang-rang baduo laki-bini-alah sarantang pajalanan-tibo di tantang labuah gadang-nampak kawannyo dek Fatimah-sadang bajalan jo mandehnyo.
Mancaliak Fatimah datang-gadanglah hati kawannyo mantun
89
Mandanga kato nan bak kian-alah sasuai Siţi Fatimah-elok bajalan basamo-samo-pado baduo-duo sajo-lalu bajalan malah barampek-samo sairiang kasadonyo. Kununlah Sutan Karangan- manyísian-nyisiah di balakang-maleh sairiang jo rang lain-mangka hati karu pikiran-disangko awak ka baduo sajo-kironyo barampek jo rang gaek-seso pikiran mamandangi-bajalan juo kudian-kudian-kalau tak malu dek urang-amuah babaliak pulang sajo.Balain pandapek Siti Fatimah-urang baradat caro kampuang-malu sairiang jo lakinyo-sairiang basinggungan bahu-malu dicaliak urang kampuang-talabiah urang tuo-tuo. Pado maso di maso nantun-bajalan urang nan barampek-lain di hati samo tujuan-samo ka pasa Bukiktinggi-lakadia pulo bendi ndak ado-tiok nan lalu panuah juo-sarek muatan kasadonyo. Dek lamo lambek di jalan-jauah basarang dakek juo-ampiang ka tibo hanyo lai-lah tibo inyo garangan-iyo di pasa Bukittinggi-pasa rami hari Rabaa-baru bacarai rang barampek-Fatimah baduo jo suaminyo-kawan-nyo pai jo mandehnyo.
Kan iyo Sutan Karangan-lah tibo di pasa rani-dibawo bini bajalan-jalan-maliek-liek pasa rami-mamandang toko bapintu- pintu-isi nan sarek jo dagangan-dihiliakan juo pajalanan-tapasah ka Kampuang Cino. Satantangan toko Ramona-tampak kawan- nyo dek Sutan Karangan-nan bagala Sutan Maralauik-bajalan sairiang jo bininyo-nanonyo Neti disabuik urang. Baru basobok Sutan Karangan-kan iyo jo kawannyo Sutan Maralauik-lalu basalam kaduonyo-salam harek salam salamat-karano lah lamo indak basuo. Sanan bakato kawan Sutan Karangan, "Pabilo garan Sutan pulang-laikoh sanang-sanang sajo-salamo dalam parantauan.
Manjawab Sutan Karangan, "Lah ampek hari hambo di kam- puang-insya Allah barakat doa-hambo nan lai salamat sajo."
Sadang batutua-tutua nantun-kecek lah banyak tangkumari -kununlah Sutan Karangan-mato mancaliak padusi kawan-ba- baju suto guntiang katebe-tampaklah langan mahati pisang- baju yukensi sirah jambu-saparo dado tasingkok sajo-tabokak sabagian buah dado. Pungguang tasimbah di balakang-lihia balon-
90
Kununlah Sutan Karangan-bakato-kato di dalam hati, "Mujua bana kawan babini-dapek padusi pandai mamakai-kok iko garan bini den-alangkah sanang paratian." Dibandiang dangan Siti Fatimah-nyatolah bini padusi kampungan-urang kampuang nan totok bana-lah malang tibo di badan-lah mujua tibo di utang-baitu pandangan Sutan Karangan. Sambia bakato dalam hati-mato tak lapeh ka si Neti-bini kawannyo Sutan Maralauik-dicaliak pulo Siti Fatimah-bini awak sagalo babungkuih-sanggua nan licin indak nampak-kulik nan kuniang lah tahandok-muko saketek nan tasingkok-pakaian ka surau nan dipakai-indak katuju dek Sutan Karangan.
Birawari Sutan Karangan-sajak ketek inyo di Medan-manu- ruikkan mamak pai marantau-mamak bagala Sutan Kayo-baraja manggaleh jo mamaknyo. Dek untiang takadia Allah-Awak ga- dang maniak barpulang-mati nan indak rago sakik-dapek pusako sabagian pulang ka kampuang pai babini-bini carian mandeh kanduang-indak sasuai jo salero. Awak lah nyato gadang dirantau-tingga di kota nan rami pulo-kutiko ketek lai sikola-sayang sake-tek mangaji indak-didikan agamo indak batampuah-islam sakadar merek sajo. Kununlah nagari Medan-nagari rami urang dagang-baniacam bangso nan maunyi-adatlah lamo tak bapakai-lah tingga budi taratik sopan-hereng jo gendeng tak basıro-hiduik sarupo tak bamalu-saroman ayam di lasuang sajo-dima ka sasuai jo si Fatimah. Piia parangai jaleh baluka-Siti Fatimah anak rang kampuang-hiduik di lingkuang agamo jo adat-Sutan Karangan lah jadi rang kota-iyo bak cando kato papatah-sarupo pasangan di bawo ka biliak.
Kan iyo Sulan Maralauik-kawan lamo Sutan Karangan- sungguah bukanti jo bakawan-pandapek balain surang-surang- mancaliak bini Sutan Karangan-sampo guru sikola agamo-naiak
91
Dibandiang-bandiang jo si Neti-anak nan gilo-gilo baso-lah lamo tingga di Jakarta-bapakaian suko maniru-niru-adang sarupo padusi jangak-pikia pandapek Sutan Maralauik. Iyo juo bak kato urang-kapalo samo babulu-pandapek balain-lain-pangana sabanyak awak.
Birawari Sutan Karangan-duo jo Sutan Maraluik-dek lamo batutua-tutua-lah panek bahandai-handai-lalu bapisah hanyo lai-samo bajalan bapasangan-iyo jo bini masing-masiang. Indak lamo antaronyo-alah salangkah duo langkah-lah tigo langkah pajalanan-bakato Fatimah ka lakinyo-bakato balambek-lambek, "Konon-lah bini kawan awak tu-ditiliak pakaian nan dipakainyo-orat sajo samato-mato-gadang dosonyo di sisi Tuhan. Haram kurajo nan bak kian-malangga parentah Tuhan-malampaui Jarangan Nabi. Karano manuruik hadis Nabi-padusi orat samato-mato-indak buliah badan ditampakkan-kacuali muko jo tapak tangan."
Mandanga kato nan bak kian-galak tasunguik Sutan Karang- an-manjawab sambia mancam ceh, "Urang nan usah dicikaraui- apo dibueknyo liek sajo-parkaro hadih nan kau sabuk-jarang dipakai urang kini-sajak nagari alah mardeka-indak saruipo jaman kuno-kini rang awak alah maju-salangkah saayun tangan-samo-samo jo bangso asiang-baiak Eropa Amerika-kok duduak lah samo randah-kok tagak lali samo tinggi. Urang tak suko jaman tajajah-pakaian caro maso kumpani-kodek baganti jo rok mini kok indak sarawa jengki-baitu maju urang kini. Lorong kapado Tuhan kito-Inyo mancaliak hati manusia-kok balilik banalah muko-balampih-lampih tungkuih kapalo-kalau pangana manarawang-mato nan lia ke nan bujang-Tuhan nantun kan tahu juo.Baitu pulo sabaliak lui-pokuknyo hati leh barasiah-di Tuhan ka tantu juo-eloklah uruh diri-sandiri-urang nan usah dijagoi," katonyo Sutan Karangan, bakato sumbia bapantun,
"Buah palo di dalam peti
pisang mudo dalam katanyo
Maso mudo puehkan hati
lah tuo apo ka dayo."
Mandanga kato suaminyo-laantok Siti Fatimah-indak tantu nan ka jawabnyo-balain bana pandapek hati-jauah manyimpang dari agamo-ka dilawan bana badebat-takuik suami kok marabo- hanyo mandoa pado Allah-bari pitunjuak ka nan bana.
Tarantang jalan Padangpanjang
ka kida ka Pandai sikek
ka suok Batu Palano
Jokok dirantang namuah panjang
elok dikumpa dipasingkek
diambiek sado nan paguno
Birawari Sutan Karangan-alah bajalan kian-ku mari-manca- liak-caliak pasa rami--duo jo bini Siti Fatimah-niasuak pulo ka toko kain-dibali kain jo baju-pai pulo ka toko ameh-dibali subang cincin ameh-ka untuak bininyo Siti Fatimah. Lorong kapado Siti Fatimah-indak ado banyak kahandak-apo dibalikan ditarimonyo-ditarimo jo suko hati-indak sarupo jo rang lain-kok laki baru pulang marantau-sambuai sajo nan takana-banyaklah kandak ka suami. Siti Fatimah nan elok laku-nyatolah untuk bataratik-dituruikkan sajo kandak suami-banyak pambalian nan tabawo-basyukur inyo kapado Tuhan-sarato tarimo kasi ka suami.
Salasai bajalan mambali-bali--alah turaso litak paruik-masuak ka tapau makan nasi-lah sudah minun jo makan-lah puch pola bajalan-jalan-mancaliak pasa nun rami-makasuik pulang inyo lai- dicari bendi dek Sutan Karangan-bendi rancak kudonyo gapuak-kusianyo ramah elok baso-lalu dinaiaki malah bendi-kudo digantieh dek kusianyo-barangkek Sutan Karangan-duo jo Siti Fatimah-maninggakan pasa nan rami manuju pulang hanyo lai.
Alah sahari duo hari-alah sapakan duo pakan-lah cukuik pulo sabulan lamo-lorong kapada Sutan Karangan-lah akan nak babaliak-iyo ka rantau kota Medan. Taraso buna langang di kampuang-hati nan indak sanang lai-duduak tahabuang surang-Surang-rang kampuang asik jo karajo-pai ka sawah jo ka ladang[ 94 ]nan tuo-tuo tingga di rumah-baa ka dapek lawan baiyo. Ka tatap sajo di rumah bini-tak pulo dapek nan kandak hati-Fatimah banyak pantangannyo-duduak baradat tagak baradat-taraso bana tapawik langkah. Alah tasuo bak papatah-sakandang balain baun-sabiduak balain arah-lain urang balain awak-itu sababnyo nak babaliak. Kato putuih mukasuik sampai-indak ado batangguah lai-barangkek malah Sutan Karangan-iyo ka Medan tanah Deli-dek lamo lambek di jalan-lah sampai ka tampek tujuan-taraso lapang kiro-kiro-sananglah hati jo pikiran.
Balain bana jo nan tingga-kan iyo Siti Fatimah-rusuah bara- muak dalam hati-sadang sayang laki bajalan-bajalan raso bagageh-gageh-iyo bana bak pantun urang,
Luruih jalan ka Payokumbuah
kayu jati batimba jalan
Di ma hati indak ka rusuah
sadang kasiah laki bajalan
Sajak paningga Sutan Karangan-hati Fatimah tak elok lai- duduak tamanuang tagak tamanuang-takana suami tah bajalan- kasiah jo sayang nan tatun tuang. Kok indak malu kamiluan- amuah manuruik ka ma pai-ibo bana badan bacarai-sangack tagamang ditinggakan-sadang di dapua manangih juo.
Anak urang Padang Langenak
manggua talenipong Jawo
Manangih sadang batanak
dikatokan api nan indak nyalo
Untuak paubek-ubek hati-untuak parintang-rintang rusuah-didukuang anak dibuaikan-diayunkan sambia badendang-nyanyi nan tinggi-tinggi randah-dendang dibawo kato hati-usahkan rusuah nan tau bek-hatambah nisuah anyo lai. Tabayang rupo Sutan Karangan-raso maimbau di halaman-adang dituruik ka jandela-satupun indak kalihatan-babalik ka ruang tangah-dibuaikan anak jo hati hibo-kasiah jo sayang dikalahkan.
Rami lah pasa di Malako
94
rami di urang Pakandangan
Baranti kaba singgan iko
baraliah ka bakeh Sutan Karangan
III. AROK DEK BURUANG TABANG TINGGI
Karatau tumbuah di laman
buangkan duri di batangnyo
Marantau ka kota Medan
kampuang nan sunyi raso ka lupo
Alah sahari duo hari-alah sapakan duo pakan-cukuik sabulan ka lamonyo-Sutan Karangan di kota Medan-bakadai kain dalam pasa. Kadaian rancak takamuko-langkok ditaruah macam kain-ado palakat alui kasa-kain batiak baitu pulo-sarato cita biludu suto-apo ditanyo apo ado.
Sutan Karangan pandai manggaleh banyak langganan urang. bapangkaek-ibuk jo gadih-gadih diladani jo mulaik manih mulu-ik manih kucindan murah-rang malo pandai hagarah rumah- tamah babaso basi.
Kununlah Sutan Karangan-di antaro langganan sabanyak Dantun-ado saurang anak gadih-rupo rancak roman katuju-kulik kuniang aluih membayang-abuak karitiang baombak-ombak- bapapek tibo di kuduak. Gadih mantan pandai mumakai-suko babaju sirah nyalo-baju yukensi caro kini-indak badangan kaduo-nyo-tampaklah langan nan asali-putiah nan bagai lilin dituang.Tadayo Sutan Karangan-mamandang muko bak bulan panuah-malo nan bagai bintang Timua-bibianyo sirah bagineu-tailayo hali nak mamikek-payah mamikek Sutan Karangan-gaslib jinak-jinak parpati-raso kadupek inyo tabang.
Gadih banamo Nilasari-anak rang Sunda Pariangan banyak. lah bujang nan kanai hati-tadayo dek ruponyo nan rancak gadih lincah suko panggalak-alun disapo inyo lah sanyun-karijok mato bak ka mambunuah-itu nan sansai Sutan Karangan,
95
Tapak leman daun pagaran
diambiak ka ubek gigi
Takilik iman Sutan Karangan
mancaliak rupo Nilasari
Tabek bapaga jo kamuniang
sinan bamain ikan rayo
Banyaklah gadih nan putiah kunjang
si Nila sajo nan mandayo
Kan iyo si Nilasari-anak cadiak leh galia pulo-tahu bana inyo di rancaknyo-alun bakilek lah bakalam-base Karangan lah kanai hati-alah maalun tantang itu. Tapikia pulo dek Nilasari-Sutan Karangan urangnyo mudo-awak rancak leh baharato-disangko inyo bujang juo-apo salahnyo kok dilawan-lawan bagarah bakuncan-tiok hari inyo lah datang-tiok datang pakaian batuka-digendeng juo jo suduik mato-bagai manikam ulu hati.
Api api tabang ka daun
dari daun turun ka banto
Indak Karangan mati dek racun
mati digeleng suduik mato
Sajak batapuak leh babaleh-gadanglah hati Sulan Karangan- indak ditantang ka banyak abih-dibari kain ka baju-untuak dipakai Nilasari-diagiah pitili ka balanjo-bara ka sadang tak tabateh.Lorong kapade Sutan Karangan-duo jo gadih Nilasari-tiok patang nampak bajalan-bajalan baduo-duo-pai manonton basuko hati-asa bajalan jo si Ja-indak takana pitih ka habil-hari Minggu ka Pantal Camin-mancaliak ombak di tapi pasia-bajalan jo motor sedan. Kadang-kadang pai ka Parapat-mandi-mandi di tapi danau-ka ma katuju dek Nilasari-ka sinan pai kaduonyo-asyik bagurau pagi patang-indak ado bahati susalı.
Manduduik işok timbakau
asok mandulang ka udaro
Maso hiduik dunia dikusau
alah tuo apo ka dayo.
96
Kununlah Sutan Karangan-indak dibaliak sanangnyo hati- kini lah dapek nan katuju-dapek bana nan kandak hati-sasuai pin-tak jo pinto-hati nan gadang bakapanjangan. Sampai mangecek-ngecek surang-bakato dalam hati sajo.
"Kok si Nila ko jadi bini den-bara ka sanang paratian-pucuak dicinto ulam tibo-gadih nan indak kakampuang-kampuang elok dibawo tangkumari-amuah ka tangah jo ka tapi," katonya Sutan Karangan-bakato untuak diri surang.
Dek lamo maso bajalan-habih hari baganti hari-habih pakan babilang pakan-lah bara bulan ka lamonyo-Sutan Karangan jo Nilasari-sadang dilamun-lamun ombak-sadang dimabuak kasiah sayang-labo jo rugi tak dietong-habihlah gali dek galitik-habihlah biso dek biaso. Dek lamo lambek nan bak kian-bak mangbungkuih tulang jo daun taleh-nan tulang tasumbua juo-bak maandokkan barang nan busuak-namun nan busuak babaun juo. Tiok alam mambari bakeh-tiok karajo baakibat-tahulah urang ka sadonyo-sampai barito ka bapak mandeh-bapak mandeh si Nilasari-bahaso anak bamainan-baintaian jo urang Padang Konon tasabuik Sutan Karangan-antali moh apo karajo nyoalun diusua di pareso.Dalam sahari duo hari-dicaliak anak diparatikan-barubah tingkah dari biaso-lah suko duduak mamancia surang-lah banyak lalok muntah-muntah-lah cameh mandeh Nilasari-kalau-kalau anak kok dalam barek.
Kononlah mandeh si Nilasari-lalu diimbau anak kanduang- duduak baduo-duo sajo-bakato babisiak-bisiak-bakato jo hati ibo-antaro berang dangan bangih, "Anak kanduang si Nilasari-nandeh tiliak mandeh pandangi-dalam sahari duo nangko-lain bana kurenah anak-tingkah bak urang dalam barek-muko pucek badan kok latial-lalok bak urang kadamaman-ditambah pule jo mutah-mutah. Apo koh garan nan tajadi-pihak di badan diri anak-cutai papakan bakeh mandeh-tarangkan usah baduto duto-mak sanang pulo ati mandeh." Mandanga kato mandeh kanduang-manangih si Nilasari- manangih bahati hibo-aia mato gurak gumarai-manangkuik ka [ 98 ]pangkuan mandeh-bakato sadang manangih-dikaku salah pado mandeh. Sasa dahulu pandapatan-sasa kudian tak paguno-nasi nan alah jadi bubua-indak dapek dikadang lai. Dek ulah manuruik-kan hati mudo-bateh-batehnyo tak dikana-pargaulan bebas tak babateh-hala jo haram tak dikaji-ibilih mandayo tak tahalang- napasu sajo dituruikkan-kini lah buntiang mangko manyasa.
Mandanga pangakuan anak kanduang-takajuik mandeh maso itu-disasakkan juo dek mandehnyo-sia koh garan nan baulah. Nilasari mangaku sajo-Sulan Karangan urang Padang-nan baka- dai di pasa rami-dek ulah lamak pujuak rayu-hati nan samo suko pulo-di sinan setan mamasuaki.
Sanan bamanuang mandeh si Nila-sasa nan tumbuah dalam hati-anak nan kurang bajagoi-apo kahandak dipalakukan-apo dimintak bari sajo-ka ma ka pai tak balarang-picayo sajo ka anak kanduang-karano inyo alah gadang-lah tantu dangan buruak baiak -disangko indak ka sarupo Iko. Kini ko anak dipangakan-ka dibunuah inyo kok mati-ka diusia sayang tak abih-pusiang kapalo mamikiakan-tatumbuak agak dikaluahkan-dinantikan apak si Nila-pulang karajo dari kantua-dibawo etongan jo mupakat-baa ka rancak ka eloknyo.
Lah tibo bapak si Nila-lah pulang inyo dari kanta-lah su- dah minun jo makan-alah maisok sabatang chio-sanan bakato mandeh si Nila-manyampaikan maro nan lah tibo-pihak kapado badan diri--anak kanduang si Nilasari-anak nan manjo sajak ketek-tapi kini baru lah gadang-karajo buruak nan dibuek-mambari malu bapak mandeh.
Lorong kapado bapak kanduang-hati bangih bukan kapalang -tapi ka sia dikatokan-ka disalahkan bini tak manjagoi-disalahkan anak lah talanjua-disalahkan urang anak pun salah-lamo sabanta dek tamanuang-dibawo mupakat malah bini-untuak mancari jalan kalua-malu di urang kok leh taandok. Dek lamo lambek ba-bincang-Sutan Karangan leh tantu pulo-pihak di umua leh sapadan-kok tampannyo baitu pulo-di bandiang jo Nilasari-sayang karajo tak pagawai-indak sasuai jo mukasuik. Niat hati mancari minantu-urang pagawai tinggi pangkaek-kini ko iko nan basu –supayo nan busuak tak babaun-buruak bunyi pacah barito-elok[ 99 ]lah dikawinkan sajo-Sutan Karangan jo si Nila-tapi saketek nan marusuah-Sutan Karangan kok lah babini-elok di pujuak dilunaki-walau harimau dalam paruik-ka muko bia kambiang juo.
Birawari bapak jo mandah-putuih mupakat maso nantun- di bari tahu pulo famili-dicari unang nan ka diutuih-manamui Sutan Karangan-handak mananyoi ka minantu. Pado hari nan lah ditantukan-dilapeh utusan dari rumah-manamui Sutan Karangan-utusan bajalan banyo lai-iyo ka kadai Sutan Karangan. Dek lamo lambek di jalan-lah tibo garat di saman. Alah sabanta duo banta-kecek mangecek sapatah duo-lalu disampaikan malah mukasuik-disabuik saman nan laraso-sapan bakato utusan nan datang, "Manolah Sutan Karangan-kadatangan kami ka mari nangko-gadang mukasuik nan dijalang-dilapeh urang tuo-tuo-dan pihak si Nilasari-handak manjapuik Sutan ka minantu-ka suami si Nilasari-di ateh suko bapak jo mandeh."
Mandangu kato nan bak kian-galak baguma Sutan Karangan-suko hati sanang pikiran-tasuruah di urang ka pai-taimbangan di urang ka datang-batarimo suko parmintaan-indak batangguah jo babaso. Pado hari-sahari nantun-dikarang janji jo buatan-baralek hari Sinayan-kira-kiro sapakan lai-ditakuak-kan janji nikah kawin, Kato sudah janji dibuek-pulang babaliak malah utusan pulangnya dangan suko hati-manyampaikan janji nan di-karang-mangatokan padan nan diukua-kapade bapak je mandeh-bapak jo mandeh Nilasari.
Lorong kapado Sutan Karangan-ruso dikuyak hari sapakan. Sapakan ruso sa tahun-dikandakkan malah baju baru-baju jas nan maha bali-sarato sarawa sapalagak-untuk dipakai jadi panganten-bara harago tak ditupang-raso di bibia tapi cawan awak ka jadi marapulai-minantu urang bapangkaek. Tabayang rumah mintuo-rumah gadang sarupo istano-sagalo nan tampak dalam rumah jo-pakakeh kurisi meja tamari-indak ado nun murah bali-barang nan baluih ka sadonyo. Di sampiang runsalı bakandang oto-oto sedan nan mode baru-di rumah ado ba pambantu-ado bajongos jo bakoki-pendeknyo mintuo urang kayo-taraso awak lah kayo.pulo. Baitu pulo kakak si Nita-lakinyo Jaksa di Laudaral-nan ka ipa Sutan Karangan-Jaksa Landarat kota Medan-pambayan iya [ 100 ]Urang santiang-taraso awak lah santiang pulo.
Allah sahari duo hari-lah sampai hari nan sapakan-lah tibo di maso janji-dinikahkan malah Sutan Karangan-iyo jo Upiak Nilasari-baralek bajadi-jadi-pihak kapado nan padusi. Pado hari sahari nantun-balirik oto di halaman-oto sagalo rang bapangkat-nan diundang datang baralok-ado mayor ado kolonel-ado camat ado bupati-ado hakim sarato dotor-maklumlah alek urang kayo.Kononlah pulo Nilasari-dipakai pakaian anak daro-anak daro sacaro Sunda-babaju biludu hitam-bapita baameh-ameh-baju gabaya potongan Banduang-basaruang bakain tulih-pakai salayar di kapalo-balain caro pakaian Minang-asiang lubuak asiang ikan-пуo.
Lorong kapado Sutan Karangan-marapulai nan lah manduo- indak di baliak gadang hati-raso diambuang-ambuang cigak- kandak dapek pintak balaku. Lah tigo hari lamo baralck-sanang hati sajuak pikiran-dapeklah bini nan katuju-sasuai kapuran jo saoknyo. Dibandiang-bandiang jo si Fatimah-sanupo mandi di kiambang palak lapch gata taraso-tampak hodolinyo gadih kampuang-padusi kuno tapabini-mamuuruik ukuran diri surang. Banyak nan kurang di Fatimah-indak pandai marayu laki-luruih sajo bak sumpitan-indak pandai malagak-lagak-pandainyo hanyo manuruik sajo.
Ado kapado suatu hari-alah sabulan sudah nikah-marapulai jo anak daro baru-sanan bakato mandeh kanduang-taradok kapado kaduonyo. "Mano kalian kaduonyo-karano kalian alah nikah-alah manjadi laki-bini-manuruik adat nan dipakai-indak buliah lamo di rumah mandeh-carilah rumah nan lain-untuak kalian tingga baduo. Manuruik adat nan biaso-padusi dibawo dek lakinyo-baa nan sakarang kini nangko-karano Nila lah basuami-bawolah inyo dek Sutan-bawo ka mano nan suko hati-baitu mangkonyo elok-mangkonyo sanang hati kami.”
Mandanga kato nan bak kian-tamanuang Sutan Karangan- susah hati mabuak pikiran-balain adal dari Minang-indak disangko nan bak kian-ka pindah dari rumah rancak-rumah gadang bagai ustano-ba sedan ha oto rancak-pakai jongos sarato babu kalau pindah mancari rumah-tantu dicari nan sapadan-kok ru[ 101 ]mah ketek nan dicari-bara ka malu ka mintuo-atau kapado urang banyak-awak minantu rang bapangkat. Sungguah baitu nan takana-indak dapek mambantah lai-kalau mintuo nan lah mangecek-baa manupang kato nantun-dituruik sajo nan ka elok.
Birawari Sutan Karangan-lah dapek rumah seoan-dapek ru- mah di Jalan Japaris-diisi alatnyo cukuik-cukuik-meja kurisi jo lamari-tampek tidua jo kuwi basi-kasua banta jo kulambu-lamari camin sarato jam dindiang-langkok palawan dunia urang- indak ka malu di mintuo-di sinan Nila ditinggakan. Arok malawan dunia urang-ditambah pulo sayang ka bini-indak dikama pitih ka abib-tapaso manunikkan kandak mintuo-pitih abih gaeh lah usak-pokok baransua pai pulo. Galeh nan indak batukuak tambah-bara tajua bapaikan-lah ilang barang nan aluih-aluih-batuka jo kain kasa-indak sajo nan bak kian-ulang diback suok kida-ulang nan sulik mambaianyo-kok datang urang mamintak-rintang di janji ka janji sajo. Kok pagi urang mamintuk-dijanjikan baeko patang kok patang urang mamintak-dijanjikan baisuak pagi-dari baisuak ka baisuak-dari Satu ka Rahaa-abih Rabaa Kamih pulo-janji palapelikan badan sajo. Dari suhari ka sahari- hati batambah susah juo-lah mulai badan disasak utang-lah mulai toko tak picayo-mambarikan barang ka dijua-jokok dibandiang utang jo barang-dicaliak ereng jo gendeng-gasang singguluang pado baban.
Gadanglah aia dari hulu
tarandam daun rimbun buah
Arok mainang bini baru
tateleng toko sabuah
Disangko kuah aia gulai
talatak di dalam pinggan
Disangko murah manggalamai
kurang aru cirik kambiangan
Birawari Sutan Karangan-dek lamo lambek nan bak kian- abih hari tabilang pakan-abih pakan tabilang bulan dek gadang pasak pado tiang-lawik ditimbo leh ka kariang- isi kadaian batam[ 102 ]bah tandeh-tagak lamari tak barisi-arak-arak baitu pulo. Dimintak galeh ka induak samang-mintak nan indak ka babari-utang lamo indak tabaia-utang baru baa mambueknyo. Dibuek utang duo tigo-utang alah balimpik-limpik-hilanglah aka ka pambaia-si Nila manganduang pulo. Kononlah Sutan Karangan-sakik kapalo mamikiakan-panianglah utak maagaki-jo sia badan ka baiyo-sialah urang ka mambantu-lalu mupakat jo bininyo-sanan bakato Sutan Karangan, "Diak kanduang si Nilasari-lah malang bana tipak di hambo-sajak kito barumah-tanggo-bintang nan sadang ka puda-rasaki nan sadang ka manurun-galeh abih utanglah tumbuah-kini lah iko parasaian-indak manaruah sen ciek-kok lahia anak kini nangka-apo katenggang badan kito. Kok buliah bali jo pinto-kok lain namuah adiak kanduang-dijua barang agak ciek-pambali ubek ongkos baranak-parsiapan samantaro balun-buliah nak sanang hati hambo."
Mandanga kato nan bak kian-manyahuik si Nilasari, "Kok iţu nạn Tuan sabuik-usah diulang duo kali-kok barang hambo ka dijua-malu rasonyo badan diri-indak adat nan baitu-barang bini ka dilelang untuak ka ongkos ka baranak," katonyo si Nilasari.
Birawari Sutan Karangan-kalo nan indak baulang lai-alah maalun dalam hati-bini nan indak namuah rugi-sadang si Nila leh baitu-kok kunun pulo mandeh kanduangnyo. Lah nyato min- tuo banci-tagah baalah mangatokan-anak nan kawin bakarono- di muluik sajo nan manil-papek di lua pancuang di dalam- di dalam paik bak ampadu.
Indak lamo antaronyo-lah sakik si Nilasari-sakik bak raso ka baranak-lalu dibawo ka rumah sakik-iyo dek Sutan Karangan.Lah tibo di rumah sakik-Nilasari batambah payah-anak nan indak kunjuang kalua-banyaklah ubek saralo suntik-dibarikan dotor paubeknya. Alah sajam duo jain-sahari samalam ka lamonyo-lahialah anak Nilasari-anak kalua tak baangok-lah mati sajak dalam paruik-baranak sangaek pasakitan. Banyaklah ongkoih nan kalua-paubeki si Nilasari-ditangguang Karangan surang sajo-haram talak mintuo namuah-manolongi agak saketek.
Kononlah kawan sapanggalehan-surang nan indak bahati ibo-mancaliak Karangan abih manjua-antah manggadai lah tu [ 103 ]kini-lamari barangkek dari kadaian-pancari pitih paongkoihi-pambaia utang ka rumah sakik. Banyak mancacek jo maupėk-Padusi jalang tapabini-indak ado malu jo sopan-antah bakato dalam hati-rasaikan bana di ang buyuang-nyatolah awak urang dagang-napasu setan dituruikkan-babini lai di kampuang-manga tak inyo nan dibawo. Jokok dibawa Siti Fatimah-pai marantau ku kota Medan-indak Karangan kamarasai-sakik jo sanang ka ditampuah-elok jo buruak ka dirasai-dapek baiyo jo babukan-baitu kecek nan didanga-pihak parantau urang awak. Ado nan amuah manunjuaki-maaja Sutan Karangan-sabuah indak diiyokan-kok masuak ka talingo suok-kalua ka talingo kida-kini ko badan marasaikan. Satangah pulo kato urang-gadanglah doso Sulan Karangan-bajina dulu mangkonyo kawin-di malah galeh tak ka abih-padi di sisik jo alalang-hukuman Tuhan kini nan tibo-alun batimbang di akirat-di dunia lah nampak balasannyo,
Rumah gadang sambilan ruang
nan salanja kudo balari
nan sapakiek budak maimbau
Disangko paneh sampai patang
kironyo hujan tangah hari
payuang nan indak talakek kasau
Indak alu saalu nangko
alu tasanda di tabiang
kalau tasanda di batuang
disaoki jo daun tabu
Indak malu samalu nangko
Malu tacoreng di kaniang
kalau tacoreng di pungguang
disaoki malah jo baju
Rang Tiku mamukek ikan
di lawik ikan lapeh sajo
Sasa dahulu pandapatan
sasa kudian tak puguno
Rangguang lampaikan nan bak batuang
batuang nan panjang basaua-saua
Tangguang rasaikan di ang buyuang
tangan mancancang bau mamikua
Lorong kapada Sutan Karangan-abih kadaian tak barisi- utang banyak indak tabaia-sajak indak bakadai lai-Nilasari pulang ka mandehnyo-pulang sarato jo pakakch-kurisi meja jo lamari-diangkuik ka rumah mandeh-panuahlah oto duo buah-pambawo barang paragaek-sabuah indak ditinggakan-raso ka indak babaliak lai-bak pulang pipik ka sarangnyo. Kan iyo Sutan Karangan-ditagah indak tatagah-dilapeh sajo jo hati ibo-bininyo. pulang tak bakawani-malu basuo jo mintuo.Alah saminggu duo minggu-cukuik sabulan ka lamonyo-taragak juo Sutan Karangan-nak pulang ka rumah bini-diabihkan malu ka mintuo-si Nilasari kok Ich nyo ibo. Pihak kapado Nilasari-kok pulang bana Sutan Karangan-laki lah bansack tak barono-lah jauah panggang dari api-jokok dibandiang maso saisuak-kini harapan alah abih-kok bulu indak ka batuka-basayok indak ka tatabangkan kasiah abih sayanglah sudah. Kok pulang bana Sutan Karangan-indak dilawan laki duduak-awak ka dalam inyo kahia-muko masam mamandang laki-kich jo bandiang dari mandehnyo-sampik pikiran mandangakan-kato mandehnyo maluko hati.
Saputangan balipek ampek
talatak dalam parahu
Luko langan buliah diubek
luko hati sia nan tahu
Indak disangko rigo-rigo
buruang sikikih tabang malayang
Indak disangku ka bak nangko
pitih abih bini mangganyang
Kononlah Sutan Karangan-dek rusuah talampau ibo-dalam bansaek padusi jajok-ibo batuka jo sakik hati-taradok ka Nilasari-sarato dangan mandehnyo-raso sapakaek kaduonyo-manyu[ 105 ]ruah bini mintak carai. Dek sangaek berang dalam hati-naiak darah indak tabado-talanjua muluik Sutan Karangan-ditalak tigo si Nilasari-ciek dimintak tigo dapek-di muko mandeh jo bapak-nyo-dibari sakali surek carai-turun ka laman inyo lai. Alah sarantang pajalanan-lah duo rantang pajalanan-tibo di kadai duduak bamanuang darah nan naiak alah suruik-takana bana kamudian-manga si Nila dicaraikan-talak tigo pulo dibari. Tabayang rupo si Nilasari-roman nan rancak kuniang aluih-abuak karitiang taba pulo-bapapek sampai ka kuduak-mamakai baju yukensi-tampaklah langan nan putiah-putiahinyo bak lilin dituang-kok bibia sirah bagincu-bulu nato samuik baririang-itulah rupo sadang gadih-baranak ciek bitu juo. Baru takana nan bak kian-ibolah hati mancaraikan-lidah talanjua disasai-ba dek lakeh manyabuik talak-cick dimintak tigo dibari-alamat badan tak dapek suruik-jurang nan dalam tah dikali-hancua marumuak dalam hati.
Birawari Sutan Karangan-dima duduak dima bamanuang- takana jando ditinggakan-raso tabayang di ruang mato-indak ka dapek dilupokan. Kok takana pula kecek mintuo-mandeh kanduang dek Nilasari-sakik hati bukan kapalang-amuah mam bunuah mati-mati-indak ado sabuniak urang-iduik nan indak babaso basi. Dalam bamamuang duduak surang-Sutan Karangan manarawang-tabayang pulo samo gadang-surang nan indak manyapo lai-kawan galak malah nan banyak-kawan managih jarang basuo.
Di malah padi tak ka lusuah
sipuluik siarang bareh carai
Di malah hati tak ka rusuah
dalam bansaek bini bacarai
Kiambang di dalam tabek
pucuak cikaran mudo-mudo
Nila tagamang leh bajawek
awak tagamang lapeh sajo
Sitaba daun sitoba
diruntiah anak Payokumbuah
dibawa ka pakun baso
Diantikan kaba sabanta
Sutan Karangan sadang rusuah
rusuah dimabuak kiro-kiro
IV. DIMABUAK JANDO
Balaia biduak nak rang Tiku
balaia manapi-napi
Baraliah kaba tantang itu
aliahnyo ka Nilasari
Abih hari baganti hari-abih pakan baganti pakan-abih bu- lan baganti bulan-lah tigo bular ka lamonyo. Kan iyo si Nilasari-lah sampai idahnyo tigo bulan-dapeklah jodoh guru sikola-guru gadang sikola rakyat-anak kanduang dek Haji Hasan-urang kayo di Mandailiang-tokonyo gadang di Kasawan. Konon rang kayo Haji Hasan-baranak surang laki-laki-anak nan manjo sajak ketek- banamo si Amir Hasan-maaja di kampuang Sidodadi. Apo kahandak anak kanduang-bapantang indak ka babari-baru manampak Nilasari-badabok darah Amir Hasan-hati nan indak sanang lai. Bagailah urang pangatokan-si Nilasari inyo lah rando-baranak ciek anak lah mati-dek hati mati dek mato buto-disampaikan ka apak kanduang-niack mukasuik nak maambiak-si Nilasari ka bininyo.Mandanga pintak anak kanduang-anak nan sangack disayangi-diutuih urang sakali-ka bapak mandeh Nilasari-maambiak anak ka minantu. Pintak nan sadang ka balaku-bali nan lai ka bapajual-batamu rueh jo buku-sasuai etongan kaduo balah pihak-indak lamo maso bajanji-dikawinkan si Amir Hasan-iyo jo Upiak Nilasari.
Birawari si Nilasari-gadang hati bukan kapalang-dapek ba- laki anak bujang-bujang rancak sarato kayo-dipatiak pulo malah badan-lagak sarupo anak gadih-saroman baumua lapan baleh. Kalau bajalan baduo-duo-bajalan jo laki baru-bapacik bairiang-iriang-indak urang samanjo awak-indak urang sarancak awak-dunia nangko inyo nan punyo. [ 107 ]Kononlah pulo Amir Hasan-kasiah tadorong ka Nilasari-apo kahandak dipalakukan-maalun urang baru-baru-kasiah nan jolong basusuak-kahandak hati salamo ko.
Rumpuik saruik ambiak ka supu
sapu ijuak maha balinyo
Abihlah patuik dek katuju
suaso disangko ameh juo
Kasek-kasek daun ampaleh
tumbuah sabatang di parak tingga
Dek lamak ganduah rang panggaleh
kain nan usang tajua maha
Ado kapado suatu hari-kan iyo Sulan Karangan-sadang la- gak-tagak di tapi jalan-sadang di tapi jalan Bali-tasirok darah di dado-hati nan indak sanang lai-manampak jando si Nilasari-sadang sairiang jo lakinyo-bajalan baduo-duo. Mancalink urang ba katujuan-laki bini bagadang hati-marumeh paruik Sutan Karangan-jando diliek batambah raucak-antah rancak pado biaso-kini jo urang bagendeng bahu-hati di dalam indak sanang-darah mandidiah kabangihan. Hilanglah bana maso itu-darah nan turun-turun naiak-kala pandangan Sutan Karangan-raso bini dilarikan urang-dituruik nan laki-laki-lah dakek pisau dicabuik-dicido dari balakang-pisau basarang masuak pungguang-masuak pungguang guru Amir Hasan-suami si Nilasari. Pisau lakek darah mambosek-Amir Hasan jatah tatungkuik-mamakiak si Nilasari-mamakiak manggaruang panjang-takajuik polisi sadang ronda-datang bagageh anyo lai. Kononlah polisi mantun-dirabuik pisau dari tangan- dari tangan Suton Karangan-dianduah tangan kaduonyo-dilakekkan pilanggu basi-indak dapek manggarik lai.
Birawari si Nilasari-dipangku laki ditangisi-maratok bahon- dai-ondai-buah ralok baibo-ibo-laki dipangku sudang pangsan-darah kalua manyambua-nyambua-lah sirah tantang pangkuan-urang baumang manyasikan. Mandanga ratok si Nilasari-sadang mamangku suaminyo-tabiklah ibo Sutan Karangan-hancua luluah di dalam hati-bagai kaco jatuah ka batu-tangan di irik dek [ 108 ]polisi-dinaiakkan ka ateh oto-oto polisi nan mambawo-manuju arah ka kurungan-tansinyo rumah tak barasuak, Indak lamo antaronyo-datang oto sabuah lai-kan iyo oto palang merah-dinaiak-kan urang Amir Hasan-naiak sarato Nilasari-dibawo ka rumah sakik-Nila nan sato maantakan. Dek lamo lambek di jalan-jauah basarang dakek juo-lah tibo garan di rumah sakik-Amir Hasan diusuang urang-dibawo ka kamar pareso-baduo dotor manantikan. Dipareso luko di pungguang-di pungguang sabalah kida-dalam lukonyo tak tabado-wallahu alam nan ka tahu.Ado sabanta ka lamonyo-lah tibo pulo bapak jo mandeh-bapak jo mandeh Amir Hasan-sarato dangan familinyo-banduanglah ratok maso nantun-anak pingsan disangko mati. Alah sajam duo jam-lah tibo hari nan kaduo-Allah Taala kayo sungguah-sampailah aja Amir Hasan-alah barpulang ka Rahmatullah-kan iyo di rumah sakik. Banduanglah ratok maso nantun-pihak kapado mandeh kanduang-sarato dangan Nilasari-urang mandanga baibo hati.
Sadang tabang alang manukiak
manyemba ayam makan padi
Lah ilang ayam nan panaiak
di malah bandua baluluak lai
Simantuang di parik putuih
jarajak di tanah taban
ka malah pandan manjulai lai
Bakch bagantuang nan lah putuih
bakeh bapijak nan lah taban
ka malah badan manggabai lai
Lorong kapadu Sutan Karangan-badan maringkuak dalam tansi-takana bana maso itu-tabayang rupo kajadian-mangkonyo badan masuak bui, Pado maso dewaso itu-hati nan sadang dikaru setan-kasiah jo sayang batin abih-taradok ka Nilasari-jando di ambiak urang lain.
Indak disangko rigo-rigo
pipik sinanduang mamakan padi
Indak diaso ka bak nangko
kasiah batuka dek Nilasari
Saputangan panyapu tangan
diambiak panyapu bungo
Malang tangan cilako tangan
dalam tangan urang nan punyo
Tabayang kini dek Karangan-si Nila mamangku suaminyo-mara- mang kuduak maliak-amuah mambunuah kaduonyo. Takana pulo bana nan elok-urang kan alah dicaraikan-indak buliah di kanalai-lah putuih tali parubungan-ka ma bajalan mak nyo pai-bungo lapeh kumbang lah inggok-tak bullah dikaji lai. Manyasa babini urang jalang-sadang gadih mudah dirayu-kok kunun kutiko jando-takana salah badan diri-banyaklah urang muajai-sabuah indak diiyokan. Kini rasaikan malah di badan-arok babini gadih kota-arok mintuo rang bapangkaek-indak diukua bayang-bayang-indak dikaji awa akia-masuak tansi kasudahannyo. Takana pulo toko kadaian-raso tampak kain balipek-basusun-susun di lamari-arak-arak lah panuah pule-marameh paruik manganai-padusi ibilih tapabini-lah licin tandeh kasadonyo-barang abih bini bacarai-awak nan masuak tansi pulo. Bamacam-macam pikiran tibo-babagai-bagai pangana datang-manyasa gadang Sulan Karangan-sasa nan 'indak putuih-putuil-tapi baalah mangatokannyo.
Banta dahulu banta Kuantan
banta kini lain ruponyo
Sasa dahulu pandapatan
sasa kudian indak paguno
Ka Pakih mamukek bada
bada dibawo jo parahu
Cakak abih silek takana
lah buduih badan mangko tahu
Kan iyo Sutan Karangan-lah tigo bulan dalam tahanan- badan nan gapuak alah kuruih-muko pucek abuak lah panjang- nasi dimakan raso sakam-aia diminun raso duri-kaluah kasah ma[ 110 ]nahan hati. Dek lamo lambek tatahar-tapanggia Sutan Karangan-pakaro dibukak di landarat-pangadilan hakim nagari-nan jadi jaksa maso nantun-iyo ka ipa dek Nilasari-nan ka manuntuik Sutan Karangan. Sidang dibukak maso itu-diduduakkan Sutan Karangan-duduak di bangku muko hakim-ditimbang parkaro anyo lai. Tibo giliran si Nilasari-sabagai sasi nan paratamo-hakim batanyo mamareso-butapo bana asa mulonyo.
Sanan bakato si Nilasari-manjawab tanyo dari hakim-dita- rangkan asa-mulonyo-dilabiahkan bumbu pado gulai, "Ampun- Iah hambo Tuan Hakim-pado maso kutiko itu-kami nan sadang bajalan-jalan-kami bajalan laki-bini-bajalan sadang makan angin-tibo di muko Balai Kota-ditantang jalan kampuang Bali-tibo-tibo datang parampok-mukasulik mambunuah laki hambo-marampok manyamun pitih-ditikamnyo dari balakang," baitu kato Nilasari-indak mangaku baraso jando-bakeh lakinyo nan dahulu.
Mandanga kato nan bak kian-manyalo Sutan Karangan, "Ampunlah hambo Tuan Hakim-bukanlah hambo rang parampok -indaklah bambo rang panyamun-hambo tasilap maso nantun- si Nila inyo jando hanbo-manampak inyo sairiang-bajalan baduo jo lakinyo-hati hambo dikan setan-banci mancaliak nan laki-laki."
Mandanga kato Sutan Karangan-hakim balanyo ka Nilasari- hatua koh garan katarangan-bahaso si Nila bini lamonyo. Sanan manyabuik si Nilasari, "Ampunlah hambo Tuan Hakim-timbang bana malah dek Tuan-iko contonyo hino urang-bantuak buruak pareman gadang-parampok buayo Medan-macam iko suami hambo-kok tagisia denai ampaleh-kok tatangguak den kiraikan-tasingguang den kikib abih-mangkonyo sanang hati denai." Bakato jo hati bangih-mangecek sambia maludah-dek banci mancaliak Sutan Karangan.
Sadang dek hakim pangadilan-batanyo inyo bakeh jaksa- siapo garan pasakitan-adokoh basangkuik pauik. Jaksa manggeleng indak tahu-mambanakan katarangan Nilasari. Birawari Sutan Karangan-sirali mukonyo kaberangan-bakatuik gigi kabangilan-awak dituduah rang parampok-rang panyamun pamaliang gadang-haram talak kok leh mangaku-baraso jan[ 111 ]do Nilasari. Kok santano indak di pangadilan-raso ka namuah malompeki-mambunuah mati kaduonyo-dek jajok ka Nilasari-sa- rato banci ka ipanyo. Tapi kini apo ka dayo-awak nan jadi pasakitan-sasi nan lain indak ado-tatumbuak di badan surang-baitu bana parasaian, Indak lamo antaranyo-sasudah salasai pamaresoan-jatuah putusan dari hakim-Sutan Karangan nyato basalah-malangga undang pasal sakian-dihukum salamo duo tahun-karano marampok jo mambumuah-dipotong salamo dalam tahanan-badan tabuang ka Batawi-lansuang sugiro dijalani.
Lah putuih cando layang-layang
maraok jantang pasawangan
Hukum putuih badan tabuang
abihlah tenggang Sutan Karangan
Sitaba di baliak pakan
dibawo nak rang Kototuo
Di siko taba dihantikan
baiko kito sambuang pulo
V. HUKUM PUTUIH BADAN TABUANG
Babiduak sago badayuang
badayuang badai kek tibo
Kok duduak sago hamanuang
elok disambuang malah curito
Birawari Sutan Karangan-hokum putih badan dibuang- dihukum salamo duo tahun-karano marampok jo mambunuah- dipotong salamo dalam tahanan-badan tabuang ka Botawi. Pado hari nan ditantukan-barangkek Sutan Karangan-maninggakan kurungan kota Medan-baranam urang samo tabuang-naiak ka oto bapangawal-manuju palabuhan di Balawan. Lah tibo garan di Balawan-lah ado kapa manantikan-kapa gadang nan mambawo- banyaklah urang di dalamnyo-bamacam tujuan nak dituruik, Ado ka Riau jo ka Jambt--satangah ado ka Palembang-sa[ 112 ]tangah taruih ka Batawi-jo kapa nantun ditompangkan-iyo buangan nan baranam. Kapa barangkek anyo lai-tingga Balawan jo kota Medan-kapa di jalan singgah singgahan-tiok nagari palabuhan-baranti kapa sakutiko. Dek lamo lambek balayia-jauah basarang dakek juo-lah tibo garan di sanan-palabuhan rami Tanjuang Pariuak diturunkan malah urang buangan-urang nan banyak turun pulo. Kan iyo buangan nan baranam-samo sabondong ka anamnyo-upeh mairiang di balakang-sampai-sampai ka sitasiun-naiak kureta pukua sabaleh. Barangkek pulo kureta api-maninggakan tasiun Tanjuang Pariuak-indak lamo antaronyo-sampailah garan kureta nantun-tasiun banamo tasiun kota-baranti reta anyo lai. Lah turun urang hukuman-urang hukuman nan baranam-bajalan bairiang-iriang-upch manjago di balakang-manuju tansi di Galodok. Dek lamo lambek di jalan-lah tibo malah di Galodok-di sinan tampat nan barampek-tamasuak Sutan Karangan-baduo takirim ka Cilacap-itu nan gadang kasalahan.
Kan iyo Sutan Karangan-lah bulek pikiran dalam hati- lah satu tekat jo pangana-iduik sabagai urang buangan-lamo iduik banyak dirasai-jauah bajalan banyak diliek. Lah sudah suratan sajak dahulu-sajak di rahim bundo kanduang-tansi Batawi ka diunyi-indak paralu disusahkan-iduik di tansi caro tansi. Indak lamo mauni tansi-dapek kawan Sutan Karangan-dapek saurang-urang Bantam-umua nan baru mudo matah-tagahlah tansi ka tunangan-dek mambunuah manoko tabuang-manggaduah bininyo tatangkok tangan, Kononlah urang Bantam nantun-urang siak pandai mangaji-tamat Kuraan tigo puluah jiuh-tiok ukatu inyo Sambayang sangaeklah taat baagamo. Saganlah urang satansinyo -taradok kapado anak mudo-ijan dicubo manggaduah-gaduah-kaki capek tangannyo capek-panahlah urang mancu boi-di sinan juo utang babayia-marasai pansan urang nantun.
Birawari Sutan Karangan-lah tibo garak dari Allah-alah takana di nan bana-sajak mandapek kawan nantun-sanan baraja Sutan Karangan-rukun syaratnyo pasumbayangan-sarato bacaan rukuak tagak-disimakkan bana elok-elok-didangakan bana hati-hati-sabuah indak dilupokan. Barakat rajin Sutan Karangan-kuek baguru rajin baraja-sado nan dapek diamakan juo-nak pan-
112
ngan-pandai mambaco pasambayangan-tahu bacaan jo maana. Sutan Karangan hatinyo tarang-ciek diaja duo dapek-pasiah lidah mambaco ayal-gurunyo basanang hati-lah dapek kawan sau-gamo-buliah sumbayang jo mangaji-sambayang bakaum-kaum- iyo di dalam tansi nantun, Balain tansi jaman Ulando-sia bagak sia di ateh-bagai ayam makan di lasuang-lantiak-malantiak cotok-mancotok-baitu jaman panjajahan.
Kan iyo Sutan Karangan-banubah kalakuan dari biaso-tobat sagalo kasalahan-takana doso nan alah banyak-mamintak ampun kapado Allah-baribadat inyolah taat-sambayang wajib tak panah tingga-sambayang sunat dikarajokan pulo. Tabayang karajo nan sudah-sudah-takana parangai si Nilasari-namuah mancacek jo mancaci-mancacek caci baadokan-di sidang landarat kota Medan-indak mangakui Sutan Karangan-bakeh suaminyo salamo ko. Jokok dipikia-pikia bana-indak patuik inyo baitu-lah lindang toko sabuah-lah abih kayo Sutan Karangan-jatuah bansaek takarak alehulah mainang Nilasari-minyak abih samba tak lamak-aia susu babaleh dangan tubo. Takana elok Siti Fatimah-gadih kampuang nan masak aia-laku elok purangai baiak-patuah manuruik kato suami. Takana pulo anak nan kanduang-si Sabirin ketek ditinggakan-tingga jo mandeknyo Siti Fatimah-tabayang-bayang rupo anak-anak kanduang sibiran tulang Anak jo bini ditinggakan-tingga nan indak jo napakah-indak ado bakirin-kirin-baralah doso ditangguangkan-nan wajib indak dibayiakan-tibolah sasa di badan diri. Takana janji di muko Kadi-maso malansuangkan akad nikah-anam bulan kok jalan lawik-tigo bulan kok jalan darek-kalau indak bakirin-kirin-napakah indak dibayiakan-kok mangadu Siti Fatimah-mangadu ka angka Kadi-hukum taaliak lah balaku-di sinan talak jatuah ciek. Kalau lah jatuah talak nantu-sampai idalinyo tigo bulan-kok basuo nich jo buku-batamu untuang jo rang lain-alamat bapak anak ka urang. Kok iyo tajadi nan bak itu-indak salah Siti Fatimah-salah di badan diri juo-bakato-kato di dalam hati-dalam hati Sutan Karangan-sadang ba-galuang tidua surang-mato nan indak namuah lalok. Jauah panga- na Sutan Karangan-maetongetong parasaian-badan tabuang
113
Kononlah kota Bukiktinggi
hari Rabaa rami pakan
ramilah urang bajua kain
Sadang mangana untuang diri
di siko kaba diantikan
disambuang pulo jo nan lain
VI. BURUAK BUNYI PACAH BARITO
Didulang sadulang lai
pandulang ameh tambika
Diulang saulang lai
panja puik kaba nan tingga
Kaba baraliah anyo lai-sungguah baraliah sinan juo-aliah ka bakeh Siti Fatimah-anak dek mandeh Siti Zainab-padusi Sutan Karangan-nan tingga di kampuang salamoko. Birawari Siti Fatimah-inyo nan sadang duduak surang-sadang duduak mangayam lapiak-bagaluik tangan jo mansiang-dibuek takok tujuah alai-barabuik tunjuak jo ampu-tangan nan kida panguakkan. Hari nan sadang tangah hari-sadang bunta bayang-bayang-sadang nan litak-litak anjiang-sadang rami urang di balai-sadang langang urang di kampuang. Tadanga ayam bakukuak-ayam kuriak rambayan taduang-ayam nan gadang di pautan-suaronyo sayuuik-sayuik sampai-kukuaknyo indik lenggek tigo. Tamanuang Siti Fatimah-tamanuang baibo hati-pangana tabang mambubuang-mambubuang tabang ka Medan-ka bakeh Tuan kanduang diri-nan bagala Sutan Karangan, Sajak bajalan sakali nangko-lah limo tabun indak pulang-kaba indak barito indak-antah moh sakik ngilu paniang-antah mularaek apak si Birin--susahlah hati mamikiakan. Kadang tibo sangko nan buruak-antah lah mati Sutan Karangan-raso tabayang di ruang mato-kurenahnyo salamo nangko-tampak-
114
raso di talingo-imbau sarato kasiah sayang. Kok inyo lai iduik juo-surek sacabiak tak dikirin-bini di kampuang ditinggakan-anak nan ketek batambah gadang-apokoh garan salah diri-mangko suami nan bak kian. Dikana-kana badan diri-dietong-etong tingkah-laku-taradok kapado apak Sabirin-sabuah indiak nan takana-satu pun indak nan basuo-parangai buruak nan dibuek-kok sampai suami ketek hati. Dalam bamanuang duduak surang-mirih mato manahan tangih-tangan mangayam lapiak juo-tadanga kuhua mandeh kan- duang-mandeh kanduang Siti Zainab dari laman najak ka rumah-lansuang manyapo ka anaknyo, "Anak denai Siti Fatimah di mano garan cucu kanduang-ubek juriah patarai Jaman-sidingin tampa di kapalo-ka ma Sabirin indak tampak-cubo imbaukan agak sabanta-iko puraweh den bawokan-buah peraweb di parak awak.”
Mandanga kato nan bak kian-manyahnik Siti Fatimah, "Ka- lau Sabirin mandeh tanyokan-inyo nan sadang bamain-bamain- main di bawah tumbuang-asik bamain dama tondeh-ih mangko nyo denai lapeh-dapck manyudahkan lapiak nangko. . . ." kato-nyo Siti Fatimah-sambia tagak mainbau anak-niniak nan kasiah di cucunyo.
Sadang tagak Siti Fatimah-datanglah mandeh mangganti- kan-duduak basimpuah mangayam lupiak-manaruihkan takok anak kanduang-mandeh jo anak nan samo pandai-batanun caro di kampuang-manganyam lapiak dangan sumpik-karajinan tangan induak-induak-karajinan dalam rumah-tanggo. Konon Zainab jo anaknyo-indak panah maantikan tangan-maso nan indak di- buang-buang-ado sajo nan ka dikakok-kok duduak inyo marawik ranjau-kok tagak inyo maninjau jarak.
Kan iyo bujang si Sabirin-bujang ketek sadang banan- mandanga imbau mandeh kanduang-mandeh kanduang Siti Fa timah-imbau basauik jo balari-taruih sakali naiak rumah-dikaja niniak sadang duduak-mangayam sambia balapch panek-tampak puraweh masak-masak-Sabirin datang maambiaknyo, Galak tasanyun Siti Zainab-mancaliak cucu bucirabuik-antali jo sia bacirabuik-badaso sungguab pambanan-cucu disuruah baliak turun-
115
mambawo puraweh masak nantun. Alah ka laman si Sabirin-sanan bakato Siti Zainab-kapado anak kanduang diri-disuruah duduak si Fatimah-ado rundingan ka disampaikan, "Anak kanduang Siti Fatimah-mandeh mandapek kaba angin-antah iyo antah moh tido-tapi samantang pun baitu-elok juo mandeh sampaikan usah maupek anak isuak."
Mandanga kato mandeh kanduang-tasirok darah di dado apokolah garan barito-di ma kolah datang barito-ingin nak lakeh mandangakan.
Bakato pulo Siti Zainab, "Anak juo karo mandeh-adapun mandeh dapek kaba-kaba nan dari urang ka urang-si Sutan indak di Medan lai-inyo tabuang ka Batawi-sabab karano mambunuah urang-itu sajo nan mandeh danga-baa bana mulo asanyo-mandeh nan indak tahu lai.”
Alang takajuik Siti Fatimah-mandanga kato mandeh kanduang-pucek roman manahan bati-patuiklah maso kudian koparasaun nan indak lamak sajo-duduak rašah tagak pun ranyah antah apolah nan ka tibo-padakan iko nan ka didanga. Mancaliak anak sangack takajuik-diliek roman lah barubah-ibolah hati mandeh kanduang-sanan bakato anyo lai, "Anak denai Siti Fatimah nambeklah hati diparusuah-usahlah badan diparisau-dangakan malah kecek mandeh-kaba angin mandeh sampaikan-curito urang ka urang-antah iyo antah mo tido-antah asuang antah pitanah antah urang banci ka kito. Sago picayo jo galombang-ambiak sampan turuik ka tangah-eloklah pai kito batanyo-kito tanyokan ka mandehnyo-ka mandeh Sutan Karangan-ka rumah mintuo anak kanduang. Di sinan dapek kaba saiah-aia janiah sayak nan landai-nak jaleh iyo indaknyo-tantu si Upiak si Buyuangnyo-di rumah bako Sabirin nantun. Kok konon kaba jauah sajo-nan sadapo jadi saheto-saheto amuah sakilo-elok sugiro anak basegeh-makpai kito kini nangko-supayo sanang hati kito.”
Mandanga kato mandeh nantun-kato nan indak bajawab lai taraso bana dari mandeh-tagak sakali pai ka biliak-manuka kain jo baju-aia mato indak tatahan-diimbau pulo si Sabirin-dituka pulo baju anak. Salasai mangganti baju-turunlah mandeh Siti Zainab-baduo jo anak si Fatimah-batigo jo cucu kanduang[ 117 ]
bajalan bairiang-ditiakan labuah nan panjang-bukato Fattimah sambia bajalan-kapado mandeh kunduangnyo, “Sajak malam-samalam nangko-lah tibo juo tando-tando-mandangiang-dangiang talingo kida-pulupuak mato manggarik-garik-iko moh kaba nan kɔ didanga-mato manggarik ka manangih-rasian buruak pulo nan tibo-dibuluih urang Bapak Sabirin-kain jo baju dianggukkan-indak bapakaian sahalai banang-batilanjang bulek sajo-tandonyo inyo dapek maro."
Manjawab mandeh kanduangnyo, "Kok ado bana tando-tando-ataupun mimpi jo rasian-rasian pamenan lalok-kacimpuang pamenan mandi-di anak usah dipaturuikkan. Kalau tadayo jo rasian-dek dayo ibilib masuak-masuak ibilih pasiaklah diri-sansailah badan manangguangkan. Sabaliak pulo anak kanduang-kok iyo bana nan baitu-usahlah anak cameh bana-adat Iduik sakik jo sanang hujan jo paneh babalasan-sudah takadia dari Tuhan- Allah babuek sakandak-Nyo-kito tak dapek mambantahi-tarimo sajo dangan saba-sarahkan untuang ka nan Aso," katonyo mandeh si Fatimah-manyabakan anak kanduang diri-hati di dalam man samo maalum-rasuah anak samo taraso-kok dapek musuah dikurangi-kurangi juo jo usaho.
Kalau dibawo ka badan diri-kok sampik ati tumpu pikiran- anak minantu bakatujuan-lah limo tahun indak pulang-kaba indak barito indak-napakah indak lahia batin-lah saba malah si Fatimah. Kini iko pulo nan basuo-minantu tabuang mambunuah urang-kaba di urang ka urang sajo-tak tantu sabab karanonyo-dipujuak-pujuak hati anak-malakik sampai ka tujuan-ka rumah bako si Sabirin.
Dek lamo lambek di jalan-jauah basarang dakek juo-lah tibo di halaman rumah-halaman rumah kak Saona-mandeh kanduang Sutan Karangan-mintuo kontan Siti Fatimah. Kan iyo Siti Zainah-sunan baimbau anyo lai-maimbau kakak Saona-imbau basahuik dari rumah-manjongol Kakak Saona-tampaklah Siti Zainab-sarato dangan Siti Fatimah-batigo jo si Sabirin. Barulah ialeh rang nan datang-manampak minantu jo mandehnyo-batigo jo cucu kanduang-sanan bakato Kakak Saona-bukato sambia bapantun. [ 118 ]"Cubadak di tangah laman
dijuluak jo ampu kaki
Usah lamo tagak di laman
Itu cibuak basuahlah kaki"
Mandanga kato Kak Saona-manjawab Siti Fatimah
"Cubadak di langah laman
baputiak mangko babuah
Mangko tatagun kami di laman
disangko Kakak tak di rumah"
Sadang dek Kakak Saona-lah sudah tamu dibasoi naiak-babaliak ka tangah rumah-dikambangkan lapiak pandan pu tiah-lapiak pandan putiah aluih-batarawang ujuang jo pangka anyaman caro nyok ari.
Lapiak takambang tamupun naiak-disilakan duduak katigonyo-disorong siriah di carano-duduak basimpuah pulo Saona-mengawani Siti Zainab duo jo Siti Fatimah hati di dalam indak sanang-apo mukasuik kadatangan-mangkonyo datang katigonyo. Sungguah baitu dalam hati-mancaliak cucu Sabi rin-maiguik duduak ka mandehnyo diambjak cucu lalu dipaluak-dipaluak ateh pangkuan takana apaknyo baalah kini anak kanduang Sutan Karangan-tabik tangih Kakak Saona-aia mato badarai-darai.
Birawari Siti Zainab-hati nan indak sanang lai-raso tak sampai nan dimukasuik-mancaliak Saona lah manangih-manangihi Sabirin cucu kanduang-tangih kok sampai babaleh ratok elok lah hati disabakan-nak tantu nan ka disabuik-sanan bakato anyo lai.
"Monolah Kakak kato hambo mangko kami datang kamari-gadang mukasuik nan dijalang-kami mandanga kaba buruak-kaba angin kami dangakan-barito urang ka urang-buhaso apak si Sabirin kini nan sadang dapek sangsaro alah tabuang ka Batawi. Baitu kaba nan kami danga buruak disabuik elok mak datang hati nan indak sanang lai-mandanga kan curito urang-sabalun salah dari kakak-tolonglah kami jo bicaro-mak samo sanang paratian." "
Mandanga kato Siti Zainab-mandeh kanduang Siti Fatimah[ 119 ]sanan manjawab kakak Saona-bakato sadung manangih—aia mato badarai-darai suaro tatahan-lahan, "Manolah Kakak Siti Zainab duo jo Siti Fatimah-lorong pandangaran nan didanga–iyo baitu kajadian-kito di kampuang nan lambck tahu. Lah malang denai baranak Lah malang Kakak baminantu-malang Fatimah bajunjungan--malang Sabirin baopak kanduang-Sutan Karangan lah tabuang- masuak rumah indak barasuak-tansi Galodok di Batawi-lah lapan balchi bulan kalamonyo. Mangko badan sampai tabuang-tasabab mambunuah urang-antah bacakak bakalahi-indak pulo jaleh dek hambo. Adapun barito denai danga surek sapucuak nan lah tibo kan iyo dari Sutan Karangan ikonyo surek hambo simpun-surual bacolah dek si Fatimah," kato sudah surek dibarikan -djambiak dari kurapai-surek balipek rancak-wancak-bagageli Fatimah manjawek lalu dibaco basuiambek.
Kan iyo Siti Fatimah- surek dibaco sambia manangih aia mato iriang gumiriang bak maniek putih talinyo-mandanga isi bunyi surek - surek taradok mandel Sauna-antaro lain dalam isinyo.
"Ampunlah hambo Mandeh kanduang ampun baribu kati ampun-mandeh kanduang dunia akirat making lah tiba di badan hanibo buruak tak dapck clok lai bak kavo jatuh ka batu-pacalinyo badarai-darai-baa jo Mandeh mameloki. Dek buruak Untuang parasaian ulah karajo mambungah urang badan tahukum masuak tansi tabuang ka tanah Jawa duo tahun tamo bukuman-alahı dipotong dalam tabanan. Ukatu haaibo mambuek Surek ko lah lapan baleh bukun talahan tinggalai 2 bulan barulah lapeh anak Mandeh dari tansi nan cilako.
Tapi samantang pun baitu - kok sampai bana Jambo kalna Jah lapeh dari hukuman- bambo indak ka Medan lai galeh lah habih kadai talelang jo apo pangidupan ka dican. Baitu juo humbo sampaikan - moal dimintak pado Mandeh kok sampai Kalua anak istak dari tasi man eilako niat pulang pun indak pulo pulang ka kampuang indak mungkin hitam muko mancaliak urang. Gadung malu nan anak tanggwang.
Pibak kapado Siti Fatimalı sakian tahun dilinggakan-ba[ 120 ]Janjo indak kaba pun indak-jo apo anak digadangkan-baduc baranak tak dibari-indak dibari napakahnyo, Anak badoso ka si Fatimah-doso gadang malah kironyo-babini sajo nan lai-balanjo indak dikirinkan-digantuang sa eto tali' mamintak tolong hambo ka Mandeh-tolong sampaikan ka Fatimalı laki nan usah diarok pulang-mangadulah ka Angku Kadi-rela di hambo malapehkan-padonyo urang taniayo.
Lorong kapado si Sabirin-anak kanduang sibiran tulang-anguihlah hati dek taragak-raso di ruang-ruang mato. Tiok malam barasian raso batamu dalam mimpi-Sabirin duduak bapaluak-sanang hati duduak jo anak. Baru tasentak dari tidua-usahkananak ka dicaliak-bapaguik lutuik kadinginan-lalok bakaluak dalam tansi aia mato badarai-darai--mangana untuang badan diri,
- Surantiah jo Taluak Nibuang
- urang mamukek sampai pagi
- Jokok takana di anak kanduang
- dipaluak lutuik ditangisi
- Angku Damang Datuak nan Rambai
- api-api duo sabenggo
- Cubolah tenggang di nan pandai
- hati jo jantuang nan basangketo
Anyo sabuah pintak anak-taradok kapado Mandeh kanduang--rilahkan aia susu nan taminun-rilahkan nasi nan tamakan-anak nan indak pulang lai. Kok takana Mandeh di hambo-sangkokan sajo alah mati-baitu pulo si Fatimah-sarato jo mandeb Siti Zainab. Kok buliah hambo bapasan-taradok kapado si Fatimah paliharokan malah anak kito-usah disio-siokan-kok sampai gadang inyo isuak-kok leh untuang manjadi urang. Sampaikan salam ka si Fatimah-sarato mandeh Siti Zainab-mintakkan maaf banyak-banyak-maalkan hambo lahia batin-jduik nak usah bakarupatan-kok mati indak manjadi doso."
Lah sudah surek dibaco-kununlah Siti Fatimah-hujan sangik batambah labek-labek sarato ribuik kancang-bakucamuak limbubu dalam hati-tabayang laki dalam tansi-tidua bagatuang tak basaok-badan kuruih mato lah cakuang-pulang nan indak diarok lai. Batambah karch isak jo tangih-batambah [ 121 ]laruik paratian-kaluah kasah manakan hati-banduanglah rusuah tangah rumah-sarupo urang kamatian-Sabirin pun sato manangih pulo.
Dek lamo lambek nan bak kian-bakato pulo Kakak Saona-kato taradok ka Fatimah-ibo minantu ka marasai-marasai dilamun-lamun ombak.
"Anak denai Siti Fatimah- surek kan alah Anak baco-apo mukasuik isi surek-Anak lah paham tantang itu. Manuruik pandapek pikiran mandeh-lah salariik salamo nangko-anak manangguang parasaian-lai balaki indak pulang-lah limo tahun ka lamonyo. Kini iko pulo nan basuo-laki lah masuak tansi kurungan-ka pulang indak diarok laj, Manuruik pandapek mandeh Surang-Anak sansaro batinipo-fimpo-indak sabuah nan ditangguangkan jatuah diimpok janjang puto. Eloklah Anak mamintak carai-mamintak carai ka Angku Kadi-mintaklah fasah batarang-tarang-putuihkan hubungan jo si Karangan usah nyiak sayo badan anak. Kok leh untuang takadia Allah-dek badan anak mudo baru-lakeh anak dapck pangganti baganti suami jo nan baru-anak kok dapek baranak padusi-buliah baunyi rumala gadang-bakeh Sabirin baiyo-iyo. Itu pandapek mandeh surang-mandeh nan rela malapchkan-anak nan usah salah sangko-mandeh bakato jo hati suci-iho mancaliak nasib Anak-mak surang-surang manangguangkan-kok dapek Anuk jan sato pulo," katonyo Kakak Saona-bakato sambia manangh-ibo mamikiakan si Fatimah-balaki saroman jo marando-taseso iduik lahia batin.
Mandanga kato nan bak kian-tagaruang Siti Fatimal: aia mato badarai-darai-manjawab juo sambia managih, "Manolah Mandel kato hambo-kalau itu Mandeh katokan-ubek jauah panyakik ampiang-alamat ka sansai badan hambo. Sajak samulo bajunjungan-alah taniat dalam hati-cukuik balaki surang sajo-sakik sanang samo ditangguang-tatingkuik samo makan tanah-tatilantang samo maminun ala-baitu hati mangkonyo sanang. Kini ko iko nan basuo-sadang mularat Tuan kanduang-hambo ka iduik bagadang hati-indak takana nan bak kian-bari ampun hambu di Mandch-bialah hambo saroman iko-kok [ 122 ]untuang isuak elok juo-barakat kasiah Tuhan ka kito-samo mamintak kito ka Allah."
Tagok pandirian Siti Fatimah-Kuek tak dapek diguyahkan-iyo bana bak kalo pantun.
- Ayam kuriak rambayan taduang
- ikua manjelo dalam padi
- ambiak tampuruang bari makan
- Sakik sanang samo di tangguang
- bialah surang basuami
- nan lain raso diharamkan
Kan iyo Kakak Saona-inyo mamuji dalam hati-di muko indak mangasan-kuek iman Siti Fatimah-kian diguyah kian tagok-jarang basuo nan bak nantum-sarik surang dalam saribu, Kalau dicaliak ke nan lain-nan banyak nampak dek Saona kok laki jatuah mularat atau pun indak pulang-pulang-datang si bini baunduang-unduang-baunduang-unduang ka Angku Kadi-mangadukan laki indak pulang-atau pun indak babalanjo. Banyak padusi nan tak tahan-kalau balaki jatuah bansaek-kok pulang bana ka rumah bini-ranyuak jo getong nan dibari-pangka bala di rumah tanggo-bacarai juo ka sudahannyo.
Birawari di maso nantun-sadang babincang-bincang juo-ado sabanta antaronyo-nasi ditaliang dek si Sarinam-adiak kanduang Sutan Karangan lah cukuik nasi talatak-sarato dangan samba gulainya bakato malah kakak Saona, "Oi Kakak Siti Zainab duo jo anak Siti Fatimah--nasi talatak mintak disantap-makan basamo kito malah." Manjawab Siti Zainab, "Kakak Sauna kato hambo-urang elok nan baiak budi-sabalun kami ka mari nangko-kami Jah makan di rumah tadi.”
Kununlah di niso nantun kato basahuik dangan kato-gayuang basambuik dangan gayuang-jokok bakato nan samo pandai-iyo bak santan jo tangguli. Dek panek batangka-tangka makan juo malah nan jadi--makan sapiriang duduak barampek-basamo-samo je si Sabirin. Alah salasai makan jo minum-lah duduak pulo sakiro-kiro -mintak ijin Siti Zainab-handak pulang [ 123 ]jo si Fatimah pulang ka rumah anyo lai- ijin dibari dek Saona-cuma Sabirin ditahani, Kononlah Siti Zainab duo jo anaknyo Siti Fatimah-sambia tagak baurak selo-lah samo turun ka halaman-bajalan maadok pulang-tingga Sabirin jo bakonyo.
- Antimun bungkuak di dalam padi
- cuko di dalam pubarusan
- Sungguah lah ramuak dalam hati
- dikayaikan juo malah bajalan
- Asum kapeli namonyo limali
- tumbuah di paga suduik halanian
- Laki dilapch pai marantau
- kini tadanga dalam buangan
- Batang sitaba di tapi labuali
- diambiak pucuak dipatahkan
- Sadang Fatimah bahati rusyah
- di sinan kaba di hantikan
- didulang juo didulang juo
- diambuang-ambuang banyak kali
- Diulang juo diulang juo
- panyambuang nan tingga radi
ri-malu nan indak satuntuik lai-parcuma sajo laki bini. Alah sahari duo hariah tigo hari ka lamonyo-gilo dipikai ka pikia juo-gilo di manuang ka manuang jio-badan nan susuik batambah susuik-muko batambah cakuang juo-malam nan indak talalokkan-siang nan indak talupokan--risaulah mandeh mancaliakkan.
Kan iyo mandeh Siti Zainab-maliek anak barisau hati-nasi talatak tak tamakan--indak panah bamuko jilah- muram sujo bakapanjangan-rusuahlah pulo maagaki-anak talampau mampaturuikkan-kasiah ka laki sangaek bana-ruso nyiak sayo ka tibanyo. Kok nyampang tak pandai mampasisialkan-gilo di manuang ka manuang juo--sinan ibilih mangko masuak-disinan selan mangko tibo-kok sampai sasek anak kanduang—alamat ka sunyi rumah gadang-anak nan ciek kok paj pulo, Dalam bapikia-pikia surang-timbua pangana dek mandeli kanduang -elok dibawa anak mupakat-rundiang dibawo jo baiyo-kok lai garan tabokak jalan-diimbau malah anak kanduang-sanan bakato Siti Zainab, "Anak denai Siti Fatimah ka mari muri Anak duduak--ado sabuah ka mandeh katokan-piliak kapado Sutan Karangan--amak kito bapadu padan-mancari kato nan sasuni-mancari rundiang nan saukua-baa ka rancak ka eloknyo."
Mandanga kato mandeh kanduang- lah datang Siti Fatimah-lah duduak inyo dakek mandeh--duduak basimpuan elok-elok-mandangakan rundiang dari mandeh-sanan bakato Siti Zainab, “Mandch tiliak mandeh pandangi-di dalam hari nan tigo hari ko-jauah bana susuiknyo badan--roman batambah pucek juo-muko lisuik pipi lah cakuang-minun makan indak taraguak-siang malam basusah hati. Manuruik pandapek hati mandeh-kok lai sasuai pulo jo anak-elok di japuik Sutan Karangan-dijalang bana ka Batawi-kok luluih elok disalam-kok ilang clok dicari nak samo sanang paratian. Itu pandapck mandch Surang kok lai sasuai dangan anak-mak kito cari malah ongkoih nan indak kilo adokan pado anak barisau juo-mananti urang nan tak ka tiho," katanyo mandeh Siti Zainab.
Konontah Siti Fatimah-mandanga pikiran mandeh kanduang duduak tamanyang mangiruoi-aia mato jatuah badarai[ 125 ]dalam hati lah nyato suko-kini di mondeh lah tasabuik-sanan manjawab sambia manangih, "Manolah Mandeh kato hambo-satantangan pandapek mandeh nantun-alhamdulillah ka jawab hambo-pucuak dicinto ulam tibo dihambo pun alah takana juo-manyabuik ka Mandeh nan alun sampai, Sahab baalah dek baitu-kok pai kito manja puik-kok pai Mandeh jo hambo-urusan di rumah kok kucar kacir-sagalo karajo tak salusai-kok gadang pulo mukaratnyo. Tapi dek kini lah mandeh sabuik-kok buliah ijin dari Mandeh-bialah hambo mak pui-pai baduo jo si Sabirin lapch di Mandeli jo hati suci-usah Mandeh tagamang bana-kawan di jalan nan ka dicari. Kok lai sasuai jo Mandch kanduang-dilokok kawek kini-kini-iyo kapado mamak denai-nan bagala Sutan Sati-nan tingga di Pintu Aia kok buliah bali jo pinto-dimintak baltau manyonsong hambo- mananti di Tan- juang Pariuak-supayo nak aman palangkahan.
Kan iyo di maso nanti-kato sudah rundiang salași-sapakat mandeh jo anaknyo-bulek lah buliah digolongkan picak lah buliah dilayangkan fah samo sanang kira-kiro samo la-bukak agak-agak-lah tantu jalan nan ka ditampah. Sajak lah puluih parundingan-dibari Tabu man patuik-patuik-kapado niniak dangan mamak--disampaikan pulo ka Saona-alah basiap maso nantun. Piliak kapado Siti Fatimah-didabiah ayam duo ikua-dibuek samba goreng ayam-dibali pulo malah dagiang dimasak pulo samba randang diaru kalamai jo ajik duo karucuik ajik kalamai Jali panuah sia dek samba hungkuih makanan lah ado pulo. Disusun-susun malah pakaian dilipek masuak ka dalam kopor-sarato pakaian Sutan Karangan-man ado tingga di rumah-lah panuah pulo kopor ciek.
Dek lamo lambek nan bak kian lah sampai maso kuttikonya hari Sinayan pagi-pagi alah barangkek Siti Fatimah baduo jo si Sabirin Jiantakam dck mandeh kanduang diantakan sampai ka Padang dari Padang ka Taloak Bayua, Untuang ka elok leh ka mujua leh dapek kawan ka sairing sairiang samo sakapa iyo si Naamin jo lakinyo -kawan samo gadang jo si Fatimalı indak dibaliak gadang hati - Fatimah sarato jo mandelnyo. Sunan bakato Sili: Zainab kapado Naamin jo lakinyo, "Mano [ 126 ]kalian kaduonyo-bawo sairiang Siti Fatimah-sarato cucu den si Sabirin-inyo nan alun panahı pai-balayia sajauah nantun. Usah kalian bacarai-carai-batompang bana anak mandelt-nak sanang hati mandeh malapeh-pakirin indak batu ruikkan-pitaruah indak baliunikan. Kok sampai ka Tanjuang Pariuak-nyampang mamaknyo tak basuo-nan bagala si Sutan Sati-tolong antakan sampai-sampai-iyo ka tampatnya di Pintu Aia-mangkonyo sanang hati denai."
katonyo mandeh Siti Zainab-manomipangkan Siti Fatimah. Mandanga kato nan bak kian-manjawab suami si Naamin, "Kalau itu Mandeh kalokan-insya Allali nan ka jawabnyo-usahlah mandeh usual bana-Fatimah sairiang jo dunsanaknyo-indak ka mungkin tasio-sio. Nan sakarang kini nangko-babaliuk pulang malah mandeh-tolong sajo mandeh doakan-mintakkan kapado Allah-salamat sajo palayatan-sampai ka tampek nan dituju. Maafkan kami banyak-banyak-kok panjang sajo umua kami-hambo sarato si Naamin-kok pulang kami ka kampuang-isuak Ich kito basuo pulo,katonyo laki si Naamin-kato sudah tangan taunjuak-basalan inyo jo Zainab-alah sarupo jo anak kanduang. Baitu pulo jo si Naamin-basalam-salaman Siti Zainab-sanan bakato si Naamin-taradok kapado Siti Zainab, "Manolah Mandeh kato hambo-pasanang sajo hati Mandeh-Mandeh kan alah tahu juo-kami bakawan sajak ketek-samo-samo saparmainan-samo sikola jo mangaji-samo sahilia jo samudiak-ka ma hambo iken Fatimah-hambo nan indak arang lain. Mujua bana kami basuo-dapeklah kawan nan sahati-dapck baiyo jo batido-alamat ka rami ateh kapa."
Mandanga kato si Naamin-sananglah hati Siti Zainab-abih sagalo uweh-uweh-malapeh anak bajalan jauah-sairiang jo kawan laki-bini-urangnyo elok kaduonyo.
Alah salasai bakato-kato-naiak Fatimah ka ateh kapa-naiak sairiang jo Naanin-sarato dangan suaminyo-kapa gadang banyak panompang-ado tujuan pai marantau-ado pulo pulang ka Jawa-samo mancari tampat nan elok-ka bakeh tidua ateh kapa. Konon Fatimah jo rombongan-samo maambiak tampat di dek sajo-mancari nan murah parongkosan-namun mukasuik ka sampai juo. Kan iyo Siti Zainab-barulah naiak anak kanduang-sarato [ 127 ]dangan si Sabirin-aia mato jatuah badarai-ibo bacarai jo si Fatimah-sarato dangan cucu kanduang. Lah jimek urang naiak kapa indak dinanti kapa balayia-dek hari lah lewat luhua-Siti Zainab barangkek pulo-maninggakan palabuhan Taluak Bayua-manuju arah Bukiktinggi-pulang ka kampuang anyo lai.
Pihak kapado Siti Fatimah-dituruikkan sajo si Naamin-di mano tampat dipiliahnyo-di sinan pulo dikambangkan lapiak-dilatakkan pulo barang-barangnyo. Dikambangkan lapiuk tampek tidua-banta sabuah ado dibawo-sadang maunuih-unuih tampat-mamakiak bunyi sarunai kapa-alah sakali duo kali-cukuik katigo kapa barangkek-maninggakan palabuhan Taluak Bayua. Alah sajam kapa balayia-lah duo jam kapa balayi-kapa basarang jauah juo-mamasvaki lawik baharullah-lah jauah pantai ditinggakan-samek sameto lawik sajo.
- Cincin banamo ganto sori
- sasuai sajo dikalingkiang
- Hilang ka mano ka dicari
- lawitan sajo nan bakuliliang
Salamo dalam palayaran-kononlah Siti Fatimah-hati nan hibo-hibo rusuah-labiah-labiah ukatu malam-dipandang Sabirin alah lalok-takana untuang badan diri-sadang di tangah lawik gadang. Urang balayia awak balayia-urang balayia ado bakawan-awak balayia surang sajo-kok ado buna si Sabirin-alun ka dapek lawan babiri-nan katompangan sakik jo sanang. Urang barangkek
maninggakan kampuang-pai manggabeh jo hadagang-awak barangkek takatuang-katuang-mancari laki nan tabuang. Sadang mangelai-ngelai su rang-tangah malam urang lah lalok-di awak mato ba-tambah nyalang-banyak nan nampak nan tabayang. Mandeh di rumah tingga surang-antah baurai aia mato-atau kok mandeh sadang ka ladang-atau ka sawah surang sajo-sia di rumah mananakkan-kok pulang dari sawah ladang-pinta bakunci didapati. Takana pulo nasib suami-lah hampia duo tahun dalam pinjaro-badan kok kuruih tingga tulang-antah basuo antah indak-Allahu Rabbi nan ka tahu. Sadang mangelai jauah pangana-hati ibo tabiklah tangih-takana pulo urang nan rami-suok kida urang bagolek-dek [ 128 ]malu hati ditahan-dibawo tidua bakalumun. Dek lamo lambek nan bak kian-lah ampiang hari parak siang-tapijam juo mato Fatimah-baru sakalok talalokkan-hari siang awak tasintak-dicaliak urang alah jago-pai ka tampek basuah muko-satangah sambayang subuah-satangah duduak ada mangelai-Fatimah lalu jago pulo. Untuang bana ado bakawan-si Naamin sarato lakinyo-kok siang hari bak nangko-taubek rusuah dek basamo.
Alah sahari duo hari-cukuik tigo hari palayaran-patang hari-hari Rabaa-sampailah kapa di Tanjuang Pariuak-palabuhan rami sagalo kapa-kapa balabuah anyo lai-panompang tunin surang-surang-iruak pikuak bukan kapalang-namonyo palabuhan kota tami.
Birawari Siti Fatimah-duo jo anak si Sabirin-sato turun dari kapa-tampak sakali mamak mananti-nan bagala si Sutan Sati-gadanglah hati indak tabado-lalu bakato ka si Naamin-sarato dangan suaminyo, "Untuang elok untuang ka mujua-kawan nan indak ka turuik seso-lai mananti Mak Sutan Sati-di siko kito bacarai dulu,"-katonyo Siti Fatimah-tangan launjuak ka Naamin-bajawek salam kaduonyo-maal dimintak banyak-banyak-sarato dangan tarimo kasi.
Kununlah pulo si Naamin-sarato dangan suaminyo-dilapch malah kawan bajalan-Fatimah lah pai jo mamaknyo-naiak ka oto nan mananti-dibawo dek mamak Sutan Sati.
Kan iyo mamak Sutan Sati-ditanyokan suami Siti Fatimah-di ma garangan Sutan Karangan-sanan manyahuik Siti Fatimah-manjawab sambia maandok-malu rasio ka tabukak, "Mamak denai Sutan Sati-kalau itu nan Mamak tanyokan-lorong kapado Bapak Sabirin inyo marantau ka kota Medan-sakali ligo bulan ado ka mari-ado ka mari kato urang, "-katonyo Siti Fatimah-dirasiokan juo laki tahukum.
Indak lamo antaronyo-Siti Fatimah di atch oto-duo jo anak si Sabirin-tigo jo Mamak Sutan Sati-oto nan bagai balari kancang-dek jauah basurang dakek-ampiang ka tibo inyo garan-lah sam-pai olo di Pintu Aia-di sinan rumah Sutan Sati-tampek tingga-nyo anak bini. Sato tibo oto di lamant-disonsong bini Sutan Sati-naiak ka rumah basamo-samo-banyak curito pakabaran-sampai [ 129 ]duduak balapeh panek-di hari nan sahari nantun. Kan iyo Šiti Fatimah-dibuek surek ka mandeh-mangatokan lah sampai katujuan-supayo sanang hati mandel-sago bahati cabuah juo. Lah sudah surek dibuek-mamintak tolong ka anak mamak-mamastakkan surek ka kantua pos-mak capek tibo di kampuang-ka bakeh mandeh kanduang diri.
Kan iyo Siti Fatimah-alah sahari balapeh panek-lah hilang gatu-gatu badan-lah timbua tanago baru-pado hari nan barisuaknyo-susudah makan jo minum-dituka pakaian anyo lai. Dikanakan baju gabaya pendek-dipakai saruang batiak aluih-disanggua abuak di kapalo-kain putiah sendo barendo-nan aluih babiku-biku-lagak sarupo gun agamo. Dipakaii pulo si Sabirin-mamintak ijin pado mamak-handak bajalan duo jo anak-mancaliak- caliak nagari rami. Kununlah Siti Fatimah-ijin dapek inyo bajalan-duo jo anak si Sabirin di tapi labuah naiak becak-mintak dibawo ka Galodok-di sinan tadanga tansi kuningan-bakeh suami cinto hati-Sutan Karangan dalam buangan. Kan iyo becak nan ditompang-dikayuah tukangnyo capek-capek-lapch nan dari Pintu Aia-lah tibe di Sawah Besar-mamotong lalu ka Karekot-manyisi-nyisi toko nan banyak-toko nan banyak gadang-gadang-kota nan rami sajak dulu-oto sampo samuik bairiang-bairiang-iriang indak putuih-manampuah jalan basimpang-sin pang-sapanuah kota Batawi nantun. Lab tibo becak di stasiun Kota-ampiang ka tibo inyo garan-jauah basarang dakek juo-becak bakelok ka Galodok. Dek elok langkah Siti Fatimah-sadang di atch becak nantun-tampak kalua urang hukuman-hajalan membawo pangkua-bajalan sabondong panjang-diiriangkan upch nan manjago, Kununlah Siti Fatimah-baru manampak rombongan nantun-diantikan becak tapi lobuah-dinantikan malah upch jago-baduo dangan si Sabirin Sanan batanya si Fatimah-iyo kapado upeh jago-mananyokan suami Sutan Karangan-urang Padang buangan Medan-lah hampia duo tahun ganok.
Birawari urang jago nantun-ditunjukkan malah Sutan Karangan-mamakai baju urang kurungan-badanlah nampak kuruil kariang-garambeh panjang di muko-kulik maitam dimakan [ 130 ]paneh. Manampak suami nan bak kian-manangih Siti Fatimah-baitu pulo Sutan Karangan-aia mato jatuah badarai-sanan manghadap Siti Fatimah-kapado Tuan Sapia tansi-kok dapek bakato-kato-iyo sapatah duo patah-karano dari jauah inyo lah datang-mancari suami apak anak. Mandanga kato Siti Fatimah-jatuah hibo Tuan Sapia-dipanggia Sutan Karangan-tingga jo rombongan nan di tansi-dibari pulo malah ukatu-dapek mangecek laki-bini.
Lorong kapado Siti Fatimah-mancaliak rupo suaminyo-Lintuah hati kusuik pikiran-indak tantu nan ka disabujk-bakato inyo sambia manangih, "O Tuan jo den di Tuan-lah iko jinih parasian-untuang mularat di badan diri-Tuan nan indak bakirin surck-indak namuah mambari tahu-sakik sanang dipikua surang-bini di kampuang indak tahu. Manurujk pandapek ham bo surang-adapun adat balaki bini-iyo sarupo aua jo tabiang-hiduik nan sanda manyanda-runtuah aua runtuahlah tabiang-tagak aua tagaklalı tabiang-baitu bana nan biaso. Tapi sakarang kini nangkolah jajok bana Tuan ka hambo-Tuan pandang hambo urang lain-sarupo indak basangkuik pauik-hiduik banafsi-nafsi sajo. Kok di hambo indak baitu-Tuan junjungan dunia akirat-sakik sanang bakeh mangadu-elok buruak bakeh haiyo-pamimpin hambo pagi patang-gadang diharok sapanjang hari. Lah salaruik salamo nangko-kaba indak barito indak-surek sacabiak tak talayang-kaba sapatah tak tadanga-untuanglah mandeh maagiah tahu--kok indak puto mandeh rahu-indak basuo bapak anak kanduang-anak kanduang Tuan sandiri-anak kanduang kito baduo." Baitu kato Siti Fatimah,-bakato dalam manangih-dirameh paruik dikaluah- kan.
Mandanga kuto Siti Fatimah-manjawab Sutan Karangan-bakate jo hibo hati, "Mano diak kanduang Siti Fatimah-usah baitu kato adiak-jauah tahiho hati hambo-mangana untuang badan diri. Hambo nangko urang basalah-lah banyak salah pado adiak-sabanyak rambuik di kapalo-antah batapo maabihkannyo. Kini baitulah di adiak-ambiak pisau bumuahlah hambo-indak guno diiduiki lai-lah řilah mati kini juo-mati di tangan adiak kanduang-buliah batabuih kasalahan." Bakato sambia manangih-balutuik [ 131 ]mamintak maaf-samo manangih kaduonyo.
Dek lamo lambek batangih-tangihan-mangaji untuang jo nasib-untuang jo nasib nan mamisahkan-sunan batanyo Siti Fatimah, "O Tuan jo den di Tuan-bilokoh garam masonyo-mangkonyo Tuan dapek kalua-dapek bebas dari kurungan ko,"-katonyo Siti Fatimah.
Manjawab Sutan Karangan, "Kalau itu nan Adiak tanyokan-satantangan hukuman nan lah dijalani-manuruik parctongan hambo surang-lah hampia panuah duo tahun-kiro-kiro tigo hari lai," katonyo Sutan Karangan-manjawek tanyo Siti Fatimah.
Bakato pulo Siti Fatimah, "Kalau baitu kato Tuan-sananglah hati hambo mandanga-kini baitu malah dek Tuan-kini ko mak pulang kami dahulu-iyo ka rumah Mamak Sutan Sati-nan tingga di liintu Aia-karano kami sínan manompang-barisuuk kami babaliak pulo. Nan sakarang kini nangko-tarimo bungkusan pambawoan-nasi babali dangan rokok-lapehlah hambo pulang dahulu-sarato dangan si Sabirin."
Lorong kapado Sutan Karangan-mandanga kato si Fatimah-karano hari iyo alah tinggi-dilapeh malah babaliak pulang-sarato dangan anak kanduang-dilapeh jo hati hibo.
Sapaningga Siti Fatimah-dibukak bungkusan barisi nasi-dicaliak pulo ado rokuk-rokok putiah se pak gadang-bapitih pulo ka balanjo-lintuahlah hati Sutan Karangan-mancaliak pambawoan Siti Fatimah-jokok dikana-kana bana-maramang kuduak tagaklah bulu-lunak sagalo pasandian. Takana elok bini rang kampuang- ujuik balaki bukanlah pitih-indak arok jo ameh perak-tagamang lai ka bajawek-kok luluih lai ka basalam-hilang nan lai kabacari. Tampak clok Siti Fatimah-indak sarupo jo si Nita-padusi ibitih padusi setan-mambawo awak ka marako-sayang kutiko kayo sajo-baru lah bansaik dicampakkan.
Takana elok Siti Fatimah-marumeh paruik dek manyasa-takana buruak laku diri-amuah malacuik-lactikkan kapalo-rilalah mati nan bak kini-pado manyasa bakapanjangan. Sadang manangih manyasa untuang-indak tamakan nasi bungkuih-sampik rangkungan dek manarimo-nasi bakuali aia mato-tibo pitunjuak dari Tuhan-datang malah pangana elok-han sahinggo iko ka teh[ 132 ]kok uniua lai samo panjang-dibalch jua guno Siti Fatimah. Cukuiklah sado nan alah-bajanji indak babini lai-lah jadi surang sampai mati-salamo buruak leh ka elok-salamo sakik leh ka sanang-ujan jo panch babalsan-itu nan datang pangana elok. Barulah datang pitunjuak Tuhan-hilanglah suah sampik pikiran-baru tamakan nasi disu ok-pikiran sampik manjadi lapang.
- Pulau Pandan jauah di tangah
- dibaliak Pulau Anso Duo
- Hancua badan dikanduang tanah
- budi nan baiak dikana juo
- Pisang ameh bawok balayia
- masak sabuah di dalam peti
- Hutang ameh buliah dibayia
- hutang budi dibawok mati
Kununlah Sutan Karangan-pado hari sahari nantun-roso bamimpi barasian-antah iyo antah moh tido-raso tabayang Siti Fatimah-sarato dangan anak kanduang. Sampai di hari nan barisuak-lah datang pulo Siti Fatimah-sarato dangan si Sabirin-miambawokan nasi dangan samba-indak dibaliak gadang hati-manunti hari tigo hari.
Lah sampai hari tigo hari-lah cukutik hukuman Sutan Karangan-tapanggia inyo dek Tuan Sapia-ukunan lah cukuik tajalani Hah buliah Iapeh dari tansi-basalam-salaman Sutan Karangan-maninggakan kawan urang kurungan-diagiah rokok sabungkuih surang-baibo hati malah nan tingga.
Lorong kapado Sutan Karangan-lapeh nan dari tansi nantun-di lua mananti Siti Fatimah-sarato dangan si Sabirin-mamaçik kopor sabuah-lalu dibarikan ka suami. Mancaliak kopor nan dibawok-lalu di bukak dek Sutan Karangan-kopor tabukak barisi pakaian-tampaklah baju sarato kain-cukuik sipatu kauih kaki-sarawa pintalon baru juo-pakaian nan tingga jo si Fatimah-disimpan bana elok-sabuah indak nan usah-sahalai indak nan hilang. Hati kasiah batambah sayang-tabik aia mato kagirangan-batambah taguah janji di dalam-mamuji Tuhan nan pamurah-mamuji bini nan elok hati. [ 133 ]Pado hari di maso nantun-barageh abuak Sulan Karangan- baju diganti di panginapan-tinggallah tansi di Galodok-tingga nan indak tacinto baliak.
- Tabantang jalan di Balantuang
- jalan bapaga bunyo rayo
- Tingga paseban tampek takuruang
- hambo nan usah disaru juo
- Ramilah pakan patang hari
- raminyo sampai ka mudiak
- Sakuli ko lah datang ka mari
- bambo nan usaha disaru baliak
- Kok indak karatio puku
- di malah pandan ka manjelo
- Kok indak karano laku
- di malah badan ka bina
Birawari Sutan Karangan-lah sudah inyo barageh-salasai mandi jo basabun-sabun haran bali si Fatimah-falu mamakai hanyo lai. Dikanakkan kameja putiah-kameja putiah nan panjang langan-kainnyo nan maha bali-sarawa wol dari nagari-rambuík disega di kapalo-dikanakkan pulo sipatu cap angso-kaus kakinyo suto bini-barubali rupo Sulan Karangan-lah stok badan dek pakaian-babaliak elok dipandang roman. Kan iyo Sutan Karangan-tinggi indak randah pun indak-sadang leh elok dipundangi-hiduangnyo mancuang matonyo tajam-rambuik hitam basega licin-barombak-ombak di kapalo-tabayang cadiak dalam alimu. Tinggi gensi Sutan Karangan-sabangili-bangil di hati urang-bilo batamu diadokan-haram tapuliak molnik ko lua-baitu bana linggi gensinyo-tinggi maratabat dipandangi.
Lah sudah mamakai Sutan Karangan-lalu bajalan hanyo lai-diiriangkan Siti Fatimah-sarato dangan si Sabirin-malintch becak lalu dihimbau-lalu naiak inyo batigo-manuju ka rumah Sutan Sati-iyolah rumah Marnak Siti Fatimah. [ 134 ]Alah sarantang pajalanan-lah duo rantang pajalanan-cukuik katigo tibolah garan-iyo di rumah Mamak Sutan Sati-turun sakali dari becak-dicaliak mamak sadang duduak-duduak-sadang mambaco surek kaba-diucapkan salain dek Sutan Karangan-lalu manjawck Sutan Sati-samo basalam kaduonyo.
Sanan balanyo Sulan Sati-iyo kapado Sutan Karangan, "Pabilo Sutan ka mori," Manjawab Sutan Karangan-manjawek jo silek kalo-malu mangatokan pulang tahukum-dikatokan datang dari Banduang-sapakan baru sampai kini-mukasuik hati nak lakeh baliak mambawok anak pulang ka Padang.
Mandanga kato nan bak kian-manyaluik pule Sutan Sati, "Baa toh Sutan bagageh bana-di siko dulu agak sabulan-alun Japeh hati Siti Fatimah-mancaliak nagari Butawi ko-inyo lah nyato urang kampuang-alun biaso ka kota rami-nan sarami nagari nangko.
Manjawab pulo Sutan Karangan-bakato sarato jo sopan santon, "Kalau baitu janyo Maniak-pulang maalun ka si Fatimah-kok iyo baitu nan ka elok-hambo nangko manunuuik sajo."
Kan iyo Sutan Karangan-inyo tacangang dalam hati-sabana kayo mamak si Fatimah-rumah gadang babiliak-biliak-batigo baranak nan maunyi-kok oto sedan ado di kandang-tantu tokonyo gadang pulo. Sadang manasia-nasia nantun-tadanga pulo kato mamak-mamak Fatimah Sutan Sati, "Manolah Sutan kato hambo-namun sahari nan barisuak-hambo ka pai ka Surabaya-paralu sangaik nan ka dituniuik-di siko sajo Sutan dahulu-pakailah oto bajalan-jalan-bawok Fatimah jo si Sabirin."
Mandanga kato nan bak kian-gadanglah hati Sulan Karangan-bakato-kato dalam hati-lai pamurah mamak nangko-indak baso sakadar baso-baso sabana dari hali-putiah kapel kapch buliah diliyck-puliah hati bakaaduan.
Lamo sabanta antaronyo-tapasang lampu nan di rumah-lampu listirik tak baminyak-lah tibo malah ukatu mugarik-lah pai malah Sutan Karangan-maambiak uluak ka balakang-lahi sudah inyo maambiak ufuak-lalu sambahyang hanyo lai. Mancaliak suami alalı sambahyang-gadanglah hati Siti Fatimah-alah takana di nan bana-alah barubah dari biaso-lah tobat malah apak si Sa[ 135 ]birin-gadang naimat diharikan Tuhan.
Birawari Sutan Karangan-salamo tingga di Batawi-dibawok Fatimah kian-kumari-sarato dangan si Sabirin-dibawok raun sapanuah kota-oto nan rintang mamakai sajo-oto sedan bakilek-kilek-nan punyo Mamak Sutan Sati-Karangan pandai manjatankan.
Lah sampai oto ka Ciliwuang-sunan bakato Siti Fatimalı-bakato manjo ka lakinyo, "O Tuan jo den di Tuan-culiak di Tuan urang manyasal-mancuci nanyabun di ayia karualı-baalah kain kabarasiah-kok mandi baitu pulo-baa lah badan ka amuah jilah lacirik sinan mandi di sinan-kok mandi iyo batilanjang-laki-laki padusi bacampua baua-sarami nangko umařk Allah-indak ado malu bapakaikan."
Mandanga kato si Fatimah-sanan manjawek Sutan Karangan-oto dijalankan basulambek, "Mano diak kanduang Siti Fatimah-baitu bana di kota gadang-sabarasiah-barasiah urang nan kamari-kok alang kapalang kuat iman-tibo di siko kumuah juo-tak namuah tahu hala harom-bago lah nyato nama nan orat-laki-laki padusi bacampua baua. Kok kito bandingkan jo di kampuang-jauah lainnyo pado siko-kalau kito mandi di kamputang-ayianyo janiah ikannyo jinak-buayo padang di hulunyo."-bakato Karangan sambia galak-lah sumo galak kadutonyo.
Bajalan juo bujalan jun-oto mambawok lak taraso-sampailah pulo ka Cikini-kabun binatang maso nantun-tampaklah hewan mukaluak Tuhan-banacam ragam puto bantuakayo-alo siamung ja baruak gadang-butayo gulang ula jo cipan-lain saikua Jafn bantuaknyo-balain polo kasukoannyo. Allah Taala kayo sunggiah-baribu macam mukaluak Tuhan-tapakua Fatimah mamikiakan takana Allah nan manjadikan sa banyak mantun mukaluakNyo-manusia sajo nan paling macak-man sielok-elok kajadianpatuik basyukur pada Allah.
Dek olo bajalan juo-lah tibo pulo di inusium-di Gambir namo tampatnyo-alah diliyek pulo di sinan-banacam-macam barang kuno-paninggalan dari miniak muyang-tampaklah poto patuang pan banyak-nan disambab urang sisuak, Mancaliak ukia gamba-gambaran-takuna pandai miniak unndyang-banyak bajiwa ka[ 136 ]senian-tamanuang Fatimah mamandangi. Hanyo di Fatimah nan tak kutuju-laki-aki jo padusi tak babatch-campua aduak indak manantu-ado pakaian satangah tilanjang- abukak sajo pangka susu-ado pulo tasingkok palio-langan katebe katiak tampak-manuruik Fatimah anak nan siak-narako jahanam samato-mato-mancaliak urang mancaliak-tampek bamainan baintaian-baitu bana nan tampak di nyo.
Lah patang candonyo hari-lah pulang Karangan jo si Fatimah surato dangan si Sabirin-pulang ka numah Mamak Sutan Sati-nan lalatak di Pintu Ayia.
Pado hari nan barisuakayo-dek alun jue pueh bajalan-jalan-lorong kapado Siti Fatimah-diajak pulo malah suami-Sutan Karangan indak manulak-oto kan lai nan ka mambawok-barangkek pula ka Pasa Ikan-tampak akuarium ikan lawik-bamacam-macam bantuaknyo ikan-sarato karang di lawitan. Kononlah pulo Siti Fatimah-mancaliak ikan jo bungo karang-takana Tuhan nan manjadikan-baribu macamnyo ikan di lawik-mukaluak Tuhan di lawitan takana pule kabasarannyo.
Kan iyo Sulan Karangan-duo jo bini Siti Fatimah-tigo jo unak si Şabirin-lah panek pulo bajalan-jalan-babaliak pulang hanyo lai-pulang ka rumah Mamak Sutan Sati. Alah sahari duo hari-alah sapakan duo pakan-lah hampia sabulan ka lamonyo-mamintak Fatimahi ka mamaknyo-handak babaliak pulang ka Padang lah lamo bana mandeh tingga-kan iyo Siti Zainab-alah taragak dimandeh kanduang-Mandanga mintak kamanakan-kan iyo si Sutan Sati-tabana pulo dipikiran-laki diurus malah kapa-hari Salasa maso nantun-mamak maanta ka Tanjuang Pariuak sarato dangan anak bininyo-kapa barangkek pukua tigo-kupa India kapa Aronda.
Lorong kapado Siti Fatimah-sananglah hati maso itu-nan dinukashik nan alah sampai-nan diams nan alah jadi-tabawok pulang bapak anaknyo-nan bagala Sutan Karangan-kasiah nan indak kunjuang abih-sayang nan indak kunjuang abah. Di malam samalam nantun-tarang bulan di atch kapa-bulan nan panuah ampek balch-tagak Fatimah ateh kapa-tagak baduo jo lakinyo-Sabirin alalı taran bau lalok. Kononlah insan nan baduo-sadang [ 137 ]mancaliak lawik lapeh-hati sanang pikiran tanang-sajuak rasonyo paration-sanan bapantun Sutan Karangan.
- Pulau Pandan jauh di tangalı
- di baliak pulau si Anso Duo
- Hilang badan dikanduang tanahı
- guno adiak takana juo
- Ramilah kampuang Sungai Tanang
- pucuak kiambang di dalam tabek
- diambiak ka ubek gigi
- Di malah hati indak ka sanang
- tagamang ado nan ka manjawek
- kok hanyuik ado nan ka mamintehi
Mandanga pantun suaminyo-manjawab Siti Fatiniah-manjawab sambia bapantun.
- Ayam kuriak rambayan taduang
- ikua manjelo dalam padi
- ambjak tampuruang bari makan
- Dalam daerah tujuali kampuang
- Tuan surang nan tampek bati
- nan lain buliah diharamkan
Kan iyo Siti Fatimah-bapantun sambia galak sanyun-galak barisi kasiah sayang-sayang ku laki indak pulih.
Mandanga pantun Siti Fatimah-lorong kapade Sutan Karangan-bukannyo hati batambah gadang-takana bastan lab badoso-bakato kato di dalam hati, “Lah iko jinih parasajan-bini elok diSangko buruak-sampai manjadi rang rantai-nan burtak juo wan mambalen guno-tubo dibaleh dangan susu-taraso badan salah gadang-raso di ranang lawik dalam-indak baguno sasomayor hiduik-Ibo hati hancua pikiran-baa lah garan nan ka elok-pantun Fatimah tak bajawek-dijawek taraso salah diri. Kan iyo Siti Fatimah-mancaliak rupo Sutan Karangan-tahayang ħati nan kustikmasai-tabiklah pulo panyasalan-raso tasingguang suaminyo Lalu djaliah malah kecek-karann hari lah lanik malam lah elok [ 138 ]duduak balapeh panek-atau mangelai-ngelai kian.
Nak Jakeh sajo pakabaran-alah sahari duo hari-kapu balayia di lawitan-dek jauah basarang dakek-kok dakek tibolah garanlah tampak malah Pulau Cingkuak-lamo lambek kapa marapek-kapa marapek di Taluak Bayua sananglah hati urang nan banyak-Jah sampai kini ka tujuan-bahati gadang ka samonya.
Baru marapek kapa ka hanggar-panompang turun busasak-sasak-tibo giliran Siti Fatimah-turunlah inyo basulam bek-Sutan Karangan mambimbiang anak-nasib elok untuang ka mujua-langkah nan suok talangkahkan-lansuang bajawek dangan oto-eto manambang ka Bukiktinggi-nalak malah Siti Fatimah-sarato dangan Sutan Karangan-batigo jo anak kanduang. Kononlah oto rang manambang-dicaliak pasisia alah panuah-sopir naiak masin pun idnik-oto harangkek hanyo loi-indak ada baranti-anti-lakch sampainyo ka Bukiktinggi-rangah hari tibo di kampuang.
- Alang-alang di Atch Pauah
- tingginyo mancapai awan
- Lah tibo dagang dari jauah
- di siko kaba dihantikan
- Si taba ambik ka ubek
- ditumbuak baru dilakukkun
- Kok dinduak alah bahabih panek
- lah patuik kaba ditaruihkan
Birawari Siti Fatimah-dvo ja Sutan Karangan-tigo jo anak si Sabirim-lah tiba di rumalı mandel-mandeh kanduang Siti Zainah-maleh nan sadang ado di imah-bapalun-palun jo anak kanduang-tandonyo babəti gadang-pai pulang anak salamal-syukur duninstak pado Allah.
Disambuk anuk ja minantu-gitanglah hati bukan kapalang-kok nan dijapuik alah tabawok-kok nan dicinto alah datang-dinant jo fati suci disambuik ja muko jilah. Pihak kapado Siti [ 139 ]Zainab urang jauhari bijaksano-mambuhua indak mangasan-mauleh indak mambuku-kasiah jo sayang ka minantu-haram tiado parubahan-bagai mananai minyak panuah-baitu sayang ka minantu.
Lorong kapado Sutan Karangan-maliyek mintuo nan bak kian-kasiah sayangnyo tak banubah-saroman sayang ka anak kanduang-lunak lambuik kalau batu tua-duduak tagak babaso basi-indak sarupo mandeh si Nilasari. Jokoknyo mandeh Nilasari-batutua indak basumanih-adat kurang budi pun jauah-elok basonyo urang kampuang-baminantu indak maharok pitih sajo-minantu iyo junjungan anak-patah junjuang dipaluik gagang-namun kacang bajunjuang juo.
Kan iyo Sutan Karangan-lek inyo urang biaso parantau-sajak ketek di rantau urang-sabulan tekao hanyo di kampuang-tapeh sabulan pai maruntau-dicubo manggalah baketek-ketek-inyo manggaleh di Bangkinang. Dek tamo lambek nan bak kian-salamo murasai lai ka sanang-naiak malah harago gatah-mam hali urang dipanggalehan-eloklah galeh maso itu-urang kampuang banyak bapitih-apo dijua apo laku-hujan jo panch babalasan.
Kan ivo Sutan Karangan-urang mudo pandai manggaleh-pamain pagurau indak-tahu di untuang parasuian-kinilah rintang dek manggalch sajo. Langkah elok kutika balak-rasaki nan sadang ka tabukak-mukabua pintak pado Allah-tabali kadaian pulo sabuali-kadaian gadang duo ruang-diisi panuh barang kunango-cukuik jo kain sagalo ragi-kain batiak haluih baitu pulo-bamacam ragam ditanahınyo. Dek banyak sagalo ado-indak van suruik urang mambali-apo ditanyo lai sajo-banyak langganan kian kumari-pandai maambiak hati urang.
Ado kapada suatu hari-sadang duduak hari lah patang- takana bana maso itu-handak manjapuik Siti Fatimah-dicarikan rumah ka tampok diam-dapek sabaal nimah batu-rumah ketek nan sadang elok-balangkan bapintu camin-sadang elok ka tampek tingga-tampek tingga batigo baranak. Kan iyo Sutan Karangan-lah bulek pandapek nan bak kian-indak lamo antaronyo-pulang sakali Sutan Karangan-iyo kakampuang dakek Bukiktinggi-tibawek kopor dua buah-panuah [ 140 ]barisi kain baju. Tibo di pasa Bukiktinggi-dari oto naiak kaben-di-indak tarago singgah-singgah-raso lah tibo garan di rumah-lah duo tahun indak pulang-pulang-gilo mancari pitih sajo. Dalam salamo di rantau nantun-hanyo bakirin tick bulan-baitu bana yakin manggaleh-handak manabuih kasalahan-manyampaikan niaek dalam hati-kok dapek tabukak rasaki-disanangkan juo anak bini-panabuih salah nan salamoko-mamintak ampun pado Allah-diubah parangai salamo hiduik.
Dek lamo lambek babendi-kudo balari kancang-kancang-lah tibo garan tu kini-iyo di halaman rumah bini-tampak dek anak si Sabirin-dituruik apak bagageh-gageh-di semba kopor kagirangan-lalu dilarikan ka ateh rumah-indak hati sagadang nantun-apak lah lamo indak pulang-kini ko tibo tak rago tahu.
Mancaliak kopor dibawok anak-takajuik Siti Fatimah-kironyo laki nan lah tibo-tagalak sengeng di halaman-tasirok darah di dado-dikamehi rumah bagageh-gageh-nan barasiah tambah barasiah-dikambangkan lapiak nan baru-pananti suami jolong tibo.
Kononlah Siti Fatimah-disonsong suami ka halaman-disapo sambia galak sanyun-antali mato kok lah nan salah-antah pancaliakan nan kurang tapek-barubah nampak Sutan Karangan-batuka roman dari daliulu-badannyo lah gapuak putiah-bakaco mato reben pulo-abuuk basega di kapalo-mamakai baju kameja putiah-sarawa wo! ungu-ungu-sangaiklah tampan dipandangi.
Birawari di maso nantun-lah naiak Sutan Karangan-diiriangkan pulo dek Patimah-Sabirin lah pulang pulang baliak-eboh dek hati kagadangan-lah tahu pulo Siti Zainah-baraso minantu nan lah pulang-dilawan duduak malah minantu.
Kan iyo Siti Fatimah-basugiro malah ka dapua-dijarangkan tungku duo tigo-disuniah anak mancakau ayam-ayam di kandang ayan taranak-didabiah ayam untuk samba-diam biak bareh dijarangkan-anak nan sigap pulo ka dapua-tantu di jangko karajonyo. Indak laino maso antaronyo-tahedang nasi tangah rumah-langkok juadah jo sambanyo-lalu mintuo manyuruah makan-lah litak bana garan tu kini-makan basamo jo anak bini-Siti Zainab baitu [ 141 ]pulo-makan saroman bacirabuik-di sinan makan mangkonyo
lamak.
Lorong kapado Sutan Karangan-sambia makan bakato juo-taradok ka anak kanduang si Sabirin-bagai maajuak-ajuak paham-bagai manyilau-nyilau hati, "Mano ang bujang Sabitin-fai namuah ang pai ka Bangkinang-sinan sikola jo mangaji-sambia baraja manggaleh-galeh-pado ang di kampuang saja,"-katonyo Su tan Karangan-taradok anaknyo si Sabirin.
Mandanga kato nan bak kian-galak tasanyun si Sabinin-galak tasanyun sambia makan-gadanglah hati mandanga kato ayah-sambia manjawab anyo lai, "Kalau itu Bapak katokan-ibu nat kandak hati den bana-tapi samantang pun baitu-nan jadi pintak badan diri-handaknyo samo mandeh denai-untuak mananakkan kito nasi,"-katonyo anak si Sabirin.
Mandanga jawab anak kanduang-pucuak dicintę ulani tibo- tapi samantang pun baitu-dimuluik lain Jikatokan, “Satantangan mandeh kanduang ang nantun-itu tasarah pada inyo-kok lai suko inyo pai-dibawak malali basamo-samo-kok indak namuuah inyo pai-baapo jo kito mambawoknya," katonyo Satan Karangan-bakato sambia manyuduik mato-iyo kapado si Fatimah-si Fatimah baitu pulo-batan pandang maso nantun-balati suko kaducnyo-galak tasanyun Siti Fatimah-galak bagumam mandeh kanduangnyo-Sabirin nan indak mangarati.
Lah sudah minun jo makan-hari nan siang alah malam-malam baganti pulo jo siang-alah sahari Juo hari-alah sapakat laki-bini-baso ka pai marantau ka Bangkinang-bajanji jo mandeh kanduang-akan pulang sakali-sakali-manjangwak manyilan olandeh.
Lorong kapado Siti Zainab-kandak minantu nan bak kian rumiklah pulo manyolangayo-lah nampak anak busuko hati-elok pargaulan timba baliak-maalum mandeh tantang itu-dilapel malah anak kanduang-Siti Fatimalı pai jo suaminyo¬iyo karantau ka Bangkinang-sarato dangan cucu kanduang-nan banumo si Sabirih. Lah tibo maso kutiko nyo-barangkek malah urang nantun.
Sutan Karangan jo bininyo-tigo jo unak kanduang si Sabirin dianta mandeh ka Bangkinang-mak tantu pulo tampek lingganyo. [ 142 ]Maliyek rumah tampek tingga-sarato galeh minantunyo-lah sanang hati Siti Zainab-maninggakan anak jo minantu-kok untuang Allah bapambari-cucu surang kok leh batambah-kok dapek padusi pulo-buliah maunyi rumah gadang.
Kununlah Siti Fatimah-lah sanang hiduik jo suami-lah samo suko kaduonyo ditolong-tolong malah suami-hiduik nan nukun damai sajo.
- Rami lah urang dari Gaduik
- babondong-bondong pai ka pakan
- Api padam puntuang lah anyuik
- di siko kaba dihantikan [ 143 ]
Anak rang di Tangah Kolo
handak manjalang Taluak Bayua
nan singgah di Lubuak Aluang
mambawo dulang kayu jati
Mulo dikarang kaba nangko
kan ganti siriah nan sakapua
sipatan rokok nan baguluang
guno parintang-rintang hati
Banda urang hambo bandakan
padi balapiah di pamatang
basaua-saua batang jarami
Kaba urang hambo kabakan
antah balabiah antah moh kurang
ampun jo maaf panyudahi
Alai alai tabang ka Alai
tabanglah pipik duo tigo
hinggok di rantiang kayu pagaran
Kabalah lamo tabangkalai
kini diulang-ulang pulo
kok untuang jadi palajaran
Ulak alai samaso nantun—maso di jaman panjajahan—maso Ulando mamarentah—tuan Luhak di Bukittinggi—di bawahnyo Damang urang awak—di bawahnyo pulo Asisten Damang—bari kuik Angku Kapalo di nagari—nan mahitam mamutiahkan—mama rentah caro panjajahan.
Ado kapado suatu hari—eten di nugari Kampuang Dalimo—tatalak di Luhak Agam—hari nan sadang harembang patang—sadang paneh patangnyo hari—panch manyinga tak mahangek—duduaklah şurang anak bujang-nan sadang duduak maniangku Jutuik. Bujang banamo Bujang Mansun—sadang duduak hahati hibo—hati nan hibo hibo kian—ayai mato balimbak suruik—mangana [ 146 ]untuang jo bagian—mambilang nasib badan diri. Sadang nan duduak di palanta—pancaliakan jauah tak babateh—pandangan raso tak bahinggo—pangana jauah jauah ampiang—indaklah urang samalang awak—risau hati Allahu Rabbi—sambia bapantun banyanyi ketek-bunyi nyanyi maundang hibo—bunyi pantun babuah-buah.
Kalau nak tahu di ujuang pandan
tacucuak mangkonyo mambakch
Kalau nak tahu di untuang badan
caliaklah ombak mahampch-hampeh
Pitalah jo Bungo Tanjuang
kalign jo Gunuang Rajo
Indak salah mandeh manganduang
salah di badan buruak pinto
Ramilah balai di Sicincin
raminyo sampai patang hari
Banyaklah urang nan suka mikin
talabiah bana di badan diri
Lurni jalan urang ka Ranah
basimpang jalan Ujvang Pundan
bakelok lalu ka Awa Duri
Sajak salampok dari tanah
alun mancubo sanang badan
unularaik juo nan tiok hari
sikola—lai mangaji sampai tamat—tamat Kuraan maso nantun—sarato kaji tantang agamo—elok laku santiang parangai—sayanglah urang dalam kampuang-samo gadang pun sayang pulo. Di sampiang sikolah jo mangaji—baraja pulo inyo basilek—baraja basilek jo Mak Hitam—Pandeka Hitam namo guninyo—tamusahua ka sano sini—bamacam silek dipalajari—sarato tari dangan sewah—Mak Hitam sayang bakeh nuriknyo. Diaja murik langkah tigo—diaja manggayuang sigap mato—sarato sipak jo tarajang—jokok manyantuang bapantang lapeh—kalau mangepoh sarik tagak—jokok basobok urang kanal—bamacam silek diajakan—silek Lintau jo silek Lawang—capek kaki jo ringan tangan—dek lamo bakalamoan—pandai juo si Mansun nantun—lah ampiang samo jo gurunyo.
Kununlah pulo Pandcka Hitam—urang pandeka nan takato—takato bagak kjan kumari—tak ado urang nan tak tahu—sabab dek sayang ka si Mansun—sagalo ilimu alah diajakan—tasalin kasadonyo ka si Mansun—namun di dalam sasarannyo—si Mansun di angkek manjadi guru—guru tuo nan ka mambantunyo maaja sagalo murik lain.
Dek lamo lambek nan bak kian—lah bujang gadang garan si Mansun—umualah labiah tujuah baleh—bukan bak bujang urang nàn banyak—tapakaikan bana taratik sopan—dek lai sikola jo mangaji—ilimu silek dikaji pulo—tapakaikan bana nan sapanjang adat—namakaikan kurenah ilimu padi—kok kian masak tambah marunduak. Inyo panyaba bukan kapalang—salah saketek urang ka awak—dibawonyo galak sanyum sajo—kalau talampau salah urang—dinasihati malah sakali duo—kalau talewat salah urang—sia sajo urang dilawannyo. lyo bana bak kato papatah—musuh nan indak dicari-cari—basuo pantang dilakkan—urang nan data ka samonyo—bia sisunguik marantiang batuang—kalau malewat dari laro—barih balabeh nan lah hilang—kok gadang handak malendo sajo—saba abih bagaknyo tibo—bagak bana bapantang suruik—kok kareh namuah nyo inanakiak—kok lunak namualı nyo manyudu. Kalau maliyek kasabarannyo—anak-anak jadi mampagarahkan—dilawan sajo jo kucikak—garah dibari bakutiko—sambahyang diberi baukatu—baitu sipaik bujang mantun.
Jokok dicaliak rawik badan—badan panjang tinggi samampai— [ 148 ]badan badagok pisik dagiang-urek kawek tulangnyo baja-kok dipandang kawan samo gadang-malah lah ado nan babini-sabab di maso maso nantun-ketek-ketek uranglah babini-awak sajo garan nan balun.
Kok sayang bana urang di awak-sayang kutiko musim manyabik-banyaklah urang nan manyapo-namualı manyuruah makan minum-lah sudah nasi tamakan-ayia saraguak lah taminum-pasangan tibo di kuduak-disuruh manyabik jo mangiriak-disarayo maangkuik padi-itu ka ganti bali nasi-sarato ayla nan taminun-karajo indak nan bagaji. Kalau lah sudah padi pulang-salasai ka sawah jo ka ladang-haram kok ado nan manyapo-surang tak ado maingo lai-kok pai sapainyo sajo-kok pulang sapulangnyo sajo--baitu nasib Bujang Mansun.
Ditiliak pulo adiak kanduang-nan banamo si Upiak Boneh-tingga jo etek dunsanak mandeh-indak panah mahantikan tangan-pagi patang disaruah karajo-bagai kok rancak bana badan-dek ulah marasai hiduik-dek seso juo sapanjang hari-sarupo babu tak bagaji-hiduik manjadi surual-suruhan-mancarikan paruik nan tak makan-mancarikan pungguang tak basaok-sajak paningga mandeh kanduang-mularaik bana badan diri.
Tamanuong si Bujang Mansun-kinilah baru takana bana-tiba pikiran maso nantun-kok dituruikkan sajo nan bak nangko-sayang urang kutiko kuwek-kok tibo sakik badan tabuang-indak siapo nan ka manolong-mularaik badan kasudahannyo-sarato baduo jo adiak kanduang.
Mancaliak kawan samo gadang-nan lah babini mamakaikan adat-ado baranak satu duo-taraso malu mancaliak urang-bala- biah urang pado awak-aposababnyo damikian-apo nan kurang pado urang-orang batangan awak batangan-urang bakaki awak bakaki-baitu pikiran duduak surang. Dek uah duduak bamanuang juo-dalam mangana untuang badan-hari patang batambah sanjo-sanjo bajawek dangan malam-lahı malam candonyo hari-basentak tagak bujang Mansun-dianjua langkah nan gontai-manuju surau pai lalok-indak tarago bapanggang dama-dirabahkan badan tidua bagaluang.
Kami balainyo Lubuak Basuang
rami di anak rang Piaman
- Sadang tidua bujang bagaluang
- di siko kaba dihantikan
- Banda lah kariang dari hulu
- kariang nan sajak dari matonyo
- Kaba baraliah tantang itu
- sungguah baraliah di sinan juo
Aliah kapade Juaro Labiah-dubalang dek angku kapalo-angku kapalo kampuang Dalimo-urang nan bagak katonyo surang-gadang karengkang tak manantu-tinggi ruoknyo pado boto-taraso bapangkaik di nagari-urang dianggap lecch sajo. Sajak inyo jadi dubalang-ateh rasonyo pado rajo-ciek parentah angku Kapalo-tibo di inyo jadi duo-suko mahariak mahantam tanah-amuah manapiak-napiak dado-sisunguik panjang manggarik-garik-matonyo gadang mambulancik-kalau inyo sampai mahariak-anak ketek manangih dibueknyo.
Pado hari sapagi nantun-Juaro Labiah dapek parentah-parentah nan dari ungku kapalo-mangumpuakan urang di kantua-sagalo laki-laki nan kanai takuak-parentah kareh dari atch. Kununlah urang Juaro Labiah-buru mandapek parentah mantun-capek bajalan musuak kampuang-mancari urang laki-laki-di mabasuo dikecekkan-angku kapało manyuruah datang-sakarang kini datang ka kantua-ado nan handak disampaikan. Basuo urang tangah jalan-disuruah juo pai ka kantua-basto urang ka ka parak-disuruah dahulu ka angku kapalo-basuo urang lah ka sawah-sugiro dulu pai ka kantua-parentah kareh angku kapalo-indak buliah batangguah-tangguah-sia batangquah kanai bulançik bulan-cik dubalang Juaro Labiah-kok karch ka ditakiaknyo-kok lunak ka disudunyo.
Birawari di maso itu-lah banyak urang pai ka kantua-iyo ka kantua angku kapalo-namun Juaro alun puch-bajalan juo bajalan juo-sampai ka surau tampek si Mansun-nampak si Mansun sadang duduak-sanan bakato Juaro Labiah, "Manolah waang Bujang Mansun-mujua bana waang di siko-indak ka payah denai man[ 150 ]cari-turunlah waang dari surau-angku kapalo manyuruah japuik-japuk tabawo kini jo," katonyo dubalang Juaro Labiah-bakato jo suaro darch-sasuai bana bak kato urang-kato dubalang kato mandareh.
Mandanga kato nan bak kian-manjawab si bujang Mansun,-"Apo sababnyo hambo dijapuik-japuik tabawo kini juo-tolang tarangkan dek Mak Juaro-supayo sanang hati denai."Mandanga kato dek batupang-paja matah manjawab pulo-mahariak dubalang Juaro Labiah-"Indak usah waang banyak tanyo-eloklah lakeh waang pai-waang ka diambiak jadi minantunyo-sugiro bajalan kini juo-waden mairiang di balakang,"-kato bacampua jo camech-dek sakik hati ditupang kato.
Manjawab pulo si Bujang Mansun,-"Bari luruih hambo batanyo-maniak nan usah bagarah juo-apokoh garan sabab karanonyo-angku kapalo manyuruah japuik-manyuruah datang kakantuanyo-nak sanang pulo luati hambo,"-sambia bakato inyomalangkah-malangkah turun dari surau.
Manukeh puto Mamak Juaro-tukeh sarato jo hariaknyo,-"Leh laba bana rusuak waang-latahan di ang kaki den nangkousang waang banyak tanyo juo--den bunuah waang baiko." katonyo mamak Juaro Labiah-kapado si hujang Mansun.
Mandanga kato nan bak kian-diuruikkan dado dek si Mansun-disababakan juo malah hati-batangka-tangka tak ado guno-nan dinyo juo nan ka talu-bajalan malah bujang Mansun-manujukantua Angku Kapalo. Dek lamo lambek bajalan-jalan bacapek-capek-alah sarantang pajalanan-lah duo rantang pajalanan-jauah basatang dakek juo-dek dakek tibolah garan-iyo di kantua Angku Kapulo. Dicaliak urang alan banyak-duduak bakumpua dalam kantua-adolah kiro sapulnah urang-sadang mangadap Angku KapaFa-mananti parentah nan ka tiriak-antah apo ikolah garan-urang nam lansiang ka samonyo-sanan bakato Angku Kapalo, "Manolah Tuan-tuan kasadonyo-mangko hambo suruah datang ka mari-ado parental dari ateh-Tuan-tuan ditakuak ka rodi-pado hari nan barispak-musti barangkek basamo-samo-bakumpua di siko pagi-papa-kuto-kro puku tujuah pagi-bawoi baka surang-surang. Di samping baka surang-Surang-bawoi pulo malah pangkua-sarato [ 151 ]ladiang dangan golok-untuak karajo ka rodi nantun-salamo tign pakan kalamonyo. Barang siapo nan indak datang-tandonyo malawan pamarentah-dikirin sajo ka bawah-dipuruakkan masuak kandang situmbin-ingeki bana tu dek Tuan-tuan," katonyo Angku Kapalo-bakato jo suaro dareh. Kan iyo angku Kapalo-kato nan indak buliah dijawab-gayuang nan indak buliah disambuik-cadiak nan indak paguno-cadiak dijua binguang dibonuah. Urang nan takuik ka baliau-Angku Kapalo nan sangaik bagak-bagala Angku Kapalo angkek pusek-kalau berang baliau nantun-kakinyo tibo ka pusek-tibo di pusek ditakankan-indak ado urang nan tahan-tasabuik kanai kaki baliau namtun-tigo hari sajo lamo hi-duiknyo-kalua darah di harang-baitu bana ka bagakannyo-takuik sagalo urang kampuang-manyolang apo parentahnyo.
Mandanga kato Angku Kapalo nantun-pihak kapada urang takuak-an-surangpun indak nan manjawab-lah dijawab mangkonyo bedo-namun parentah ka lalu juo-lah sudah parentah ditarimo-pulanglah urang kasadonyo-iyo ka rumah masing-masiang-si Mansun baitu pulo. Samaklah hati mabuak kira-kiro-mamikiakan untuang nasib badan-lah nyato bansaik sadang ditangguang-kini ka rodi pulo tatakuak-parentah nan indak piliah bulu-indak dapek tanyo jo jawab-ka ma lah baka ka dicari-makan baiko alun lai tantu-dimintak ka adiak usalı disabuik-parasaiannyo nan labiah bana-bajalan si Mansun tak inanantu-baa takadia katibo- nyo.
- Rami galanggang fantang gunuang
- urang manyabuang fariak-latiak
- Hilang akanyo rang nan binguang
- nagari bak kato rang nan cadiak
- Kok batiak banalah deta
- tasungkuik juo di kapalo
- Kok cadiak bana aan suka
- taseso juo dek Angku Palo
Kan iyo di maso nantum-pado hari nan barisuaknyo-disingkekkan sajo malah kaba-alah bajalan urang ka rodi-sado takuak-an nan kapatang-hanyo si Mansun nan tak datang. [ 152 ]Kan iyo Angku Kapalo-mancaliak si Mansun indak tibo-alah dinanti lamo sabanta-lah sampai pulo urang barangkek-berang bangih Angku Kapalo-kapado upeh Juaro Labiah-sanan bakato hanyo lai, "Mano dubalang Juaro Labiah-cari si Mansun kini juc-anak bincacak anak bincacau-anak si ngiang-ngiang rimbo-barani bana paja nantun-manyanggah sagalo parentah denai,”-katonyo Angku Kapalo-sirahlah muko kabangihan.
Alun jadi dubalang barangkek-handak mancari si bujang Mansun-tibolah inyo kutiko nantun-iyo di kantua Angku Kapalo. Baru tacogok si bujang Mansun-di muko pintu kantua nantun-mahariak Angku Kapalo-berang jo bangih bukan buatan.
"Mano ang si bujang Mansun-pakak turiak bana talingo ang-talingo surupo talingo kuali-pukua tujuah disuruah datang-tangah hari waang ka mari, Antah kok lai tatahan dek ang-den cubo saketek jo kaki den-waung nan baru jolong gadang-kok baranti baiko jadi urung."-katonyo Angku Kapalo-sisunguiknyo manggarik-garik-karano berang ka si Mansun. Mandanga kato nan bak kian-sanan manjawek si bujang Mansun-bakato jo hati hibo-mambanakan untuang parasaian, "Ampunlah hambo Angku Kapalo-hambo nangko urang musikin-di ma ka dapok bareh ka baka-lah payah hambo mausahokan-kadibali pitih tak ado-disalang ka urang indak nan dapek-itu sababnyo hambo talambek-talambek datang kamari nangko, Hambo mamintak sungguh-sungguah-kok leh hibo angku di hambo-ka rodi nantun kok dapek makan-hambo barangkek kini juo."
Lorong kapade Angku Kapalo-mandanga kato si bujang Mansun-ban bakato bahibo-hiho-usahkan sayang batambah bangih nato sirah sunguik d.pilin bakato sarato jo hariaknyo, "Lain bana tibo di ang paja ketek indak sumanggah-apo bana kini pangkek ang mangko ka lain pado urang. Kini waang jan banyak crongan-kecek nan usah bapantingan-pado den bunuah waang di siko-elok den kirin sajo ka gaduang-iyo ka kantua Angku Jaksa-inluk tarago batimbang parokaro ang-hukuman putuih tigo buhan masuak tansi bangkai buruak ang-itu nampaknyo katuju diung."
Alang sakikuyo hati si Mansun-mandanga kato Angku Ka[ 153 ]palo-ajab apo ko lah nan tibo-indak buliah mamintak bana-cilzko bana Angku Kapaln ko-Ulando hitam dalam kampuang-kaki tangan bangso panjajah-bak kato urang nugari awak.
Kan jyo samaso nantun-pihak kapado si bujang Mansun-lansuang dikirim dek Angku Kapalo-iyo ka gaduang ka Bukik tinggi-disampaikan ka Angku Jaksa-indak turago baadili-dimasukkan badan kakurungan-karano basalah tak amuah karodi-malawan parentah panjajahan-si Mansun takunang hanyo lai.
Lah patang pulo malah hari-patang bajawek dangan sanjo-sanjo hajawek dangan malam-di malam nan samalam-malamı nantun-duduak bamanuang si bujang Mansun-mangana untuang parasaian-sarato Angku Kapalo-indak manaruah hibo kasihan-taradok rayaik nan bansaik-suko manjilek ka panjajah-labjah ateh dari Ulando.
- Baparak ka parak lado
- indak buliah mananam padi
- Dek maambiak muko ka Ulando
- nan mikin bia masuak tansi
Kununlah si bujang Mansun-iato nan indak namuah lalok-alah dicubo mangelai-ngelai-awih jo lapa nan turaso-sajak siang indaknyo makan-rintang mangana parasaian. Dek Jamo lambek nan bak kian-jarun jam bajalan juo-lah sanipai pulo parak siang-dek sangaik latiah takalok juo-takalok inyo sabanta sajo sampai babunyi lonceng tansi-tandonyo hari satangah anam-satangah anam pagi hari.
Pado hari sapagi nantun-alah jago urang nan banyak-sado sagalo panduduak tansi-kalua mandarap banda-lalai saketek kaki tibo-nama nan bagak lah malendo. Bakucamuak sapagi nantun-bagai ayam di dalam kandang-baganti lantiak malantiakkan-balago sasamo awak-hilang taratik sopan santun sia bagak sia di ateh, Di dalam kawalan nan sabanyak tu-ado saurang urang Madura-badan gapuak badagok gadang-bantuak ka makan urang sajo-takuiklah urang satansinyo. Adapun urang nan surang nantu karajo mamarentah hiba mudiak-sia talambek disuruhnyo-sipak tarajang lakeh tibo-kok talanguah urang kasakikan-inyo nan galak [ 154 ]manyaringai-kok tasingguang agak saketek-lapuak jo tampa tibo sakali.
Indak lamo doh antaronyo-lah libo ukatu makan-datanglah ransun dari dapua-makan samonyo rangkawalan-si Mansun pun makan pulo, Lorong kapado bujang Mansun-bagaipun litak letai badan-nasi disuok tak laraguak-dipasokan juo mangujahnyo-biapun nasi bak raso sakam-dek sangaik litak dimakan juo. Sadang si Mansun manyuok nasi-tibolah kaki rang Madura-tibo nan tidak disangko-sangko-manyipakkan piriang nasi si Mansun-piriang labang nasi taserak-balabua-tahua aleh lantai-urang mancaliak ubih basorak.
Birawari si bujang Mansun-sirallah muko kabangihan-bakate-kato dalam hati-dicubo ju agak sajamang-musuah nan indak dicari-cari-basuo pantang mailakkan-untuang sabuik maknyo tarapuang-untuang batu maknyo tabanam. Lah lagak si bujang Mansun-dirabuik nasi rong Madura-dilatakkan ka atch tembok-mambangih urang Madura-diujo langkalı manyipakkan. Kumunlah si bujang Mansun-alun bakilek lah bakalam-kaki disambuik dilacuikkan-badan talacuik Mansun malompok-sikunyo basirang di dađo lawan-malanguali rang Madura kasakikan. Urang talanguah dilapchikan-lagak si Mansun jo sigapnyo-mangaja pulo urang Madura-mukusuik sangajo nak manggayuang-gayuang tibo Mansun mailak-sikunyo tibo manyumbek arang-badakuak malarak gigi-patahlah gigi tigo buah-bakumua-kumua jo darah sirah-panjang kapalo rang Madura-bakunang-kunang pancaliakan-rakak nan indak dapek baleh, Dek malu di urang banyak-nan tagak bokulilian mancafikkon-dikana jao sagalo alimu-dilawan jup bakuampet-bacakak surang sama surang-basigadu galia kadunayo-ganti lah lacuik nulacuikkan-marasai juo rang Madura-tasungkua jatuah badambin-indak tahu di diri lai,Mancalak lawan alah kalal-tagak si Mansun jo tanangnyo-matmuyo la mantaliak angin-kirinyo ado nan basalero-tukang kunci makanpek jo hanginyo-sambia malompek bakato juo, “Bagak bana waang buyuang-tabankan di ang kaki den ko." Kume si Mansun maso itu-kaki nan tibo disambuiknyo-disambuik tala dipanalıkun-tinju mandarek tantang matokalamlah bumi di[ 155 ]pandangi-pueh si Mansun mampalupushi-mamakiak malah tukang kunci-maaduah-aduah kasakikan-maaduah sambia mintak ampun. Musaliua bagak tukang kunci-sinaruih juo dek si Mansun-lalı baduo pandeka nan buluih-di pagi sapagi nantun-urang maliek basorak-sorai-sorak babunyi bak ka lului, Pado maso ukatu itu-tibolah sapia dari dalam-galak lasengeng Tuan Sapia-disuruah bawo rang Madura-sarato dangan takang kunci-lalu ditandu kaduonyo-diangkek ka rumah sakik.
Indak lamo antaronyo-si Mansun diimbau dek Tuan Sapia-sumbia basalam inyo bakato, "Sabana bagak waang buyuang-harimau urang ang kalahkan-mulai di hari nangko-waang den angkek jadi mandua-mundua tansi indak bagaji-lapi bakarajo pun indak pulo-hanyo maliekkan urang kawalan-kok ado niaik nak ka lari."
Sajak tajadi nan bak kian-takuik sadonyo urang kawalan-saruto sagalo upeh tansi-kapado bujang si Mansun-walaupun inyo tak manyombong-atau mahadang ka bacakak-prang nan sagan ka sadonyo. Barulah aman dalam tansi-indak ado lai urang bacakak-kok ado nan salah gareseh-lakch si Mansun maaman-kannyo.
- Di sawah tanamkan lado
- kok indak batanam padi.
- Dek ulah angku Kapslo
- kuruangan ka ganti rodi
- Ka pakan mambali bada
- bada dicangkuak jo tindawan
- Dihantikan kaba sabanta
- sadang si Mansun dalam kurungan
- Ramilah urang di Subaliak
- rami di anak rang Taruko
- Disambuang kaba babaliak
- panjapuik nan tingga cuko [ 156 ]Birawari si bujang Mansun-lah lamo inyo dalam bui-alalı sahari duo hari-alah sapakan duo pakan-alah sabulan duo bulanlah cukuik garan tigo bulan-abih hukuman maso nantum-disuruah pulang hanyo lai, Kununlah si bujang Mansun-dilapch urang dari tansi-banyak kawalan bahati hibo-ka ditahan kaji tak mungkin-urang ka pulang ka kampuangnyo.
Alah pulang si bujung Mansun-pulang babaliak ka kampuangnyo-ditamui malah adiak kanduang-nan banamo si Upiak Bonch. Upiak Bonch sabana bonch-nan bak bungo tumbual di rimbo-kambang ta andok indak nampak-namun tumbyahıyo salasai juo. Baru mansaliak kakak kanduang-nan baru pulang dari tansi-sanan manangih Upiak Bonch-ayia mato badarai-darai–lakana unluang parasaian-awak badoo badunsanak-ba bapak indak bamandel indak--hiduik mularaik kaduonyo.
Sanan bakalo Upiak Bonch, "Manolah Tuan kato hambo-ukatu paningga Tuan kandung-datang kammari Angku Kapalo-inyo nan sadang mangumisi-etek nan tidak ado di rumah-sadang ka sawah basing padi-dihimbau hambo ka halaman-banyaklahı tanya ditanyokannyo. Ditanyokannyo bapak jo mandeh-bapak jo mandeh nan lah daulu-baitupun tuan dikatokannyo-indak ka Jamo di dalam tansi-kok untuang akeh babaliak pulang-baita kate Angku Kapako. Kato sudalı inyo bajalan-sarato dangan pangiriangayo-inyo nan taruh mangumisi-mamareso sa panuah kamparang-dek takuik haunho mancaliak nyo-hambo babaliak ka atch rumah," Itu carito Upiak Boneh-didangakan' sajo dek bujang Mansun-indak diambiak paralian-dicaliak adiak leb sanang sajo. thal alainyo kalo nantun-ado sapakan lapch takuruang-taimbau pulo si bujang. Mansun-disurual japuik di angku Kapalo-japuik tabawo ka umaboyo. Tibo di rumah Angku Kapalo-disambuk jo muluik manib-disilakan duduak elok-elok-lah duduak si bujang. Mainin-dipandang kiri jo kanan-tak surang juo urang Fais-Angku Kapalo pun duduak pulo-disorong carano siriah, sanan bakato Augku Kapalo, "Kunyahlah siriah di carano!" Manjawab si bujang Mansun, “farinio kasih banyak-banyak-Baunbo nan indak mamakan sirialı,"--dalam hati bukalo-kalo-apokoh garan aan dimukasuik-deck clok bana Augku Kapalo-kok [ 157 ]indak ado barado-ado-maso tampuo basarang randala.
Ado sabanta sakutiko-mandaham ketek Angku Kapalo-sudah mandaham inyo bakato, "Mano rang mudo kato hanbo-ado sabuah nan takana-taraso-raso dalam hati-takilan-kilan di mato-eloklah bana disabuikkan. Adapun nan akan hambo kata-ngalıkan pihak kapado adiak rang mudo-nan banamo si Upiak Boneh-hambo liek hambo pandangi-dicaliak rupo iyo lah gadang-lah patuik inyo bajunjungan-supayo inyo nak bakawan, Sabab baalah dek baitu-hamba nan hibo mancaliakkan-hiduik sarupo nan marasai-sajak paningga mandeh kanduang-sarato dengan bapak kanduang. Dek rang mudo pun baitu pulo-karano rang mudo kakak kanduang nyo-nak lapeh baban ciek-ciek-nak sanang pulo hati rang nudo," katonyo Angku Kapalo-bakato bamanih-manihkan-supayo tapaham dek si Mansun.
Mandanga kato damikian-tasirok darah si Mansun-kilek camin alah ka muko-kilek baliyuang lah ka kaki-bakato-kato di dalam hati, "Ikolah urang nan cilako-lah putiah uban di kapalo-pintu kubua nan alah dakek-pangana nak babini gadih juo. Urang. gaek taruang asam-indaknyo malu ka dirinyo-awak lah gaek salero tajam-bapantang mancaliak nan mudo-mudo, Iko contohnyo gaek badan-laku parangai mamaik pulo-udang tak tahu di bungkuakayo-pado diambiak ka sumando-ka laki si Upiak Bonch bialah inyo marando tagang-indak balaki salamonyo"-kato si Mansun dalam hati-namun kalua lain kalonyo, "Manolah Angku Kapalo-jokok salorong tantangan nantun-paretongan sumando-mányumando-baban barek jtu dek hambo-kami nan lai baniniak bamamak-sarato dangan bako-bako-indak dapek di hambo surang-maalun Angku tantang itu,"--katonyo si bujang Mansun-bakato dielok-elokkan bana-hati di dalam maharumch.
Mandanga jawek kato si Mansun-bangkik butansang Angku Kapalo-nyato panciangan tak manganai-sanan bakato banyo lai, "Kalau baitu kato waang-bakami-kami waang mangecek-indak patuik waang baitu-indak ang caliak sie wak den-aden nan rajo di nagari ko-aden mahitam mamutiahkan-kok santano batampuak nagarinangko—buliah den jenjeng den ampehkan. Kini baitu malah di ang-den bari pitih bara ka sadang-untuak paadokan nan tidak [ 158 ]ado-aden manangguang ka sadonyo-japuti waden ka sumandoka junjungan adiak ang nantun,"-katonyo Angku Kepalo-sirah mukonyo kabangihan.
Lorong kapado bujang Mansun-mancaliak Angku Kapulo alah bangih-inyo manjawab sambia tagak-sanan bakato anyo lai; "Satantangan mukasuik Angku nantun-elok nan lain Angku cari adiek den alun ka balaki-umuanyo nan ketek baru-alun lai raso ku talampau. Tambahan pulo kato denai-santano denai nak basumando-kok dapek nan kandak hati-elok nan bujang denai cari nan sasuai patuik jo mungkin-nan bak kapuran jo sawoknyo. Dek sabab karano itu-mamintak hambo pado Angku-basaba Angku tantang itu-usahlah Angku berang bangih-disuruikkan kato jo kabanaran," katonyo si bujang Mansun. Kato sampai inyo bajalan-baragak turun ka halaman-tapi dihalangi dek Angku Kapalo sambja maimbau agak karch-maimbau dubalang Juaro Labiah.
Mandanga imbau Angku Kapalo-tacogok kapalo Juaro Labiah kan iyo di baliak lumbuang-taruih naiak ka ateh rumah-sanan bakato Angku Kapalo, "Mano dubalang Juaro Labiah-sawokkan pintu muko balakang-mak kito aja si Bunduang ko-anak nan sangaik kurang aja-amuah malawani kahandak denai." Pihak kapado Juaro Labiah-mandanga parentah Angku Kapalo-ditutuik malah pintu balakang-disawokkan pulo pintu dimuko-lah sudah parentah dilakukan-lalu basjap anyo lai-mahadang lawan si bujang Mansun. Sapatah indak inyo bakalo-bagai kabau diatui hiduang-ka ma dielo kama pai-baitu patuah katuunnyo.
Pihak kapado buja Mansun-hati di dalam lah badatak-buruak tak namual elok lai-balain erak nan ka tibo-saketek indak manaruah ganta-hakato-kato dalam hati,
- “Lah putuih talk alang-alang
- lah cabiak satantangan bingkai
- duik nan usah mangapalang
- indak kayo barani pakai
- Palupual namo nagari
- lubuaknyo baikan banyak [ 159 ]
- Musuah nan indak dicari-cari
- basuo pantang mailak.”
Adapun Juaro Labiah-dicaliak garik Angku Kapalo-tibo parentah jo suduik mato-malompek Juaro maso nantun-malompek sambia manarajang-taradok ka bujang Mansun-kaki tibo bujang mailak-tadorong Juaro ka muko-Mansun tak namuah mendahulu. Tadorong Juaro lakeh babaliak-disarang pulo sakali lai-sarangan tibo dülakkan-dijlakkan dek bujang Mansun-batambah paneh hati Juaro-talabiah analu ka Angku Kapalo-awak pandeka janyo awak-mahajan tuah salamo ko, Alah sakali duo kalilah tigo kali ampek kali-sipak tarajang tak mambakeh-dituka pulo dangan gayuang-tapi si Mansun mangguliciak-batambah panch Juaro Labiah-dalam hati bagai mangaku-iyo pandeka paja nangko-baitu pulo Angku Kapalo.
Dek lamo lambek nan bak kian-cakak batambah saru juo-adang mambaleh si bujang Mansun-sipak babaleh jo tarajang-gayuang baganti dangan gayuang-banyak tadangek jo talangtah-nankanai Juaro juo-mambuso angok kapayahan-ka mangaku awaknyo malu-Angku Kapalo mahasuang juo. Raso ka payah Juaro Labiah-disentaknya pisau di pinggang-pisau tajam sudah baasah-dicirupuiknyo si bujang Mansun-tapi si Mansın sangaik sigapnyo-pisau disambuik jo tangan kida-tangan nan suok mama-tahkan-patah badanak tangan Juaro-tajatuah pisau maso nantun-si Mansun pun abih pulo sabanyo-inyo mambaleh tak fangguang-tangguang-sampai tasungkua Juaro Labiah-di sinan juo dipatungkin-tinju bagandang ka Juaro-talanguah sampai jatuah pinsan
Mancaliak anak buah lah marasai-berang bangih Angku Kapalo-dilompeki pulo si bujang Mansun-lompek tibo Mansun mailak-cakak bakuampeh anyo lai, Lah baganti tangkok manangkok-lah ganti ampeh maampehkan-kadang bagolek sampo bagolek-baganti tindiak manindiak-cakak sarupo bapodanan-lah ilang aka Angku Kapalo-baa supayo si Mansun kalah.
Birawari Angku Kapalo-takanu pisau Juaro Labiah-dikana-kana di ma tagtangnyo-dibawak bagolek ka arah nantun-tapi si Mansun nan tahu pulo-tanial di hati mancampakkan [ 160 ]Dalam bagolek batindiah-tindiah--basigadu sigap tangkok-manangkok-baradu galia mahampehkan-dek lamo lambek nan bak kian-tagah dek angok nan fah sasak-kalah sigap Angku Kapalo-si Mansun dapek manidiaknyo. Disantuangnyo kaki kaduonyo-tangan lakatuak ka balakang-siku si Mansun masuak rusuak-tangan nan suok malapch tinju-tinju kuek barapi-rapi-muko Angku Kapalo jadi sasaran-antah pa kali gadibiknyo. Tiok basarang tinju si Mansun-iyo di muko Angku Kapalo-antah di daguak antah di muncuang-antah di kaniang di tantang mato-tiok talanguah Angku Kapalo-muko bak raso ka caia-rusuak bak raso ka tangga-pinggang bak raso kaputuih-namun si Mansun bagandang juo. Dek lano lambek nan baitu-lah pinsan pulo Angku Kapalo-darah kalua dari harang-tantang mato lah bangkak-bangkak-badan lah nyanyai kanai tangan-bairiak pulo dek si Mansun-basipak balunyah-lunyah-samporono marasai Angku Kapalo-mukasuik mambunuah nan indak juo.
Kununlah si bujang Mansun-lah duo lawan nan tagolek-Angku Kapulo ju dubalangnyo-takana bana maso nantun-tak aman lai di kampuang tingga-kok nyampang tahu urang kampuang-atail kok sadar Angku Kapalo-tantulah inyo ka kanai tangkok-mambalehkan dandam Angku Kapalo-elok sabalun nan bak kian-pai dubulu dan kanipuang-mahindakan bala nan ka tibo, Dacaliak haju alah Jusualı-kuyak sarato badarah darah-antah darah Juaro Labiah-antah moh darah Angku Kapalo-malompek inyo ka ateh anjuang-nampak pakaian Angku Kapalo-balipek lipek dalam lamari. Lalu dibukak laman nantun-dipiliah pakaian sapalagak-sarawa baju jo kain saruung-taro mahelokan kain nantun-tampak sabuah kotak ketek-babungkuih jo saputangan-dibukak pulo karak mantun-kironyo baisi barang-barang-barang ameh bajako-ringpak rupiah galang jo subang-takajuik si bujang Mansun-timbua panganu nak mambiak-sakadar ongkoih ka balanjo-diambak cick ringgik amch. Lah sudah ringgik diambiak-kotak dibungkuih bak samulo-disuruakkan pulo dilipek kain-baju dibungkoil jo kain saruang-sanan bajalan si bujang Mansun-turunnyo malandokandok--kalua nan dari pintu dapua-dicaliak urang sunk kita-surang pun indak urang nan tampak. Pado maso dewa[ 161 ]so itu―bajalan si Mansun bagageh-gageh―kalau paralu balari-lari—lah sampai ka samak-samak―sampai ka rimbo bangarai-ngarai—raso ka aman inyo baranti. Dibukak baju nan badarah—pakaian lusuah lah cabiak pulo-dibukak bungkuih kain saruang―tampak pakaian Angku Kapalo―sarawa batiak kain haluih―baju putiah guntiang Cino-kupiahnyo suto hitam pulo―sarato kain palakat aluih, Dikanakkan malah sarawa nantun―sasuai sajo baru takanak—disorong pulo baju putiah—guntiang Cino langannyo gadang—dikanakkan pulo kupiah suto—nan bak jangguik pulang ka daguak―bak cincin pulang ka jari manih.
Kununlah si bujang Mansun―lah sudah disuruakkan baju nan buruak—alah disandang kain palakat―ringgik ameh disimpan elok-elok―dibuhua di kabek pinggang―barubah roman maso nantun—dek pakaian sasuai sajo―sarupo bujang rang panggaleh—ragulah urang mamandangi.
Batusangka balantai batu
parak jua labuah basilang
Badan sarupo bola lampu
panuah minyak makonyo tarang
Kan iyo samaso nantun―hari nan alah barembang patang—bajalan Masun capek-capek―masuak samak kalua samak—tibo di lurah dituruni―tibo ditabiang tabiang didaki. Alah sarantang pajalanan―lah duo rantang pajalanan—patang bajawek dangan sanjo―sanjo baransua malam juo―tabayang rono cahayo bulan―bulan panuah nan ampek baleh―lah basuo jalan nan pasa—jalan nan pasa labuah gadang—dituruikkan sajo ka ma painyo.
Luruihlah jalan rang ka Gaduik
sasimpang jalan ka Bukik Tinggi
Badan sarupo limau anyuik
antah di mano ka baranti
Tak talang satalang nangko
talang saruweh jo sunpitan
Tak malang samalang nangko
bajalan indak pakai padoman
diiriangkan labuah nan panjang-tampak di muko padati kabau- padati kabau bairiang-iriang-adolah garan ampek buah. Kan iyo si bujang Mansun sanang saketek agak-agak-manampak padati kabau nantun-lalu dipacapek malah langkah-dituruikkan padati dari balakang-dijago jarak jannyo jauah. Kununlah urang tukang padati-bajalan malam lah biaso itu nan sanang pajalanan-malam batambah laruik juo-lah parak siang candonyo hari-lah tadanga ayam bakukuak-lah tibo malah di Kampuang Tangah. Tadanga pulo tabuah babunyi- lah abang urang di musajik-tadanga abang malanyuik-lanyuik-baranti padati kaampeknyo-baranti tantang lapau urang-dibukak kabau dari pasangan-dipawikkan dibari makan. Lah sudah padati talatak-tapawik kabau dibari makan- ka iyo tukang padati-masuak ka lapau kaampeknyo-niaik sangajo handak makan-karano paruik lah litak pulo.
Birawari si bujang Mansun-mancaliak mamak tukang pa- dati-lah masuak lapau kaampeknyo lalu si Mansun masuak pulo-paruik taraso sangaik litak-badarong bunyi galang-galang manunggu nasi tak basuo, Sato masuak inyo ka lapau-nasi nan alun lai masak-dimintak sajo katan sapiriang-sarato dangan goreng pisang-aianyo kopi paik sajo. Sambia duduak mananti kopi-duduak si bujang maunjua-unjua-karano badan panek-panek-kopi tibo katan taedang-lalu disantap anyo lai-sambia babaso ka tukang padati.
Kan iyo samaso itu-lah sudah katan disantap-katan jo goreng pisang rajo-katannyo angek gorengpun angek-nan baru masak kaduonyo-diraguak pulo kopi angek-angek nan ngilu- ngilu kuku-taubek raso lapa paruik-ta ilang raso latiah badan-tarangah duduak bujang Mansun. Sambia duduak inyo marokok-maisok rokok nan sabatang-sanan bakato tukang padati-salah surang nan agak tuo-manyapo si bujang Mansun,
"Mano rang mudo kato hambo-handak ka mano garan rang mudo-mangko lah tibo pagi bana,”-katonyo tukang padati-manyapo sambia galak sanyun.
Mandanga kato nan bak kian-sanan manyahuik bujang Mansun- sarato taratik jo sopannyo, "Manolah mamak kato [ 163 ]hambo-kok itu konon mamak tanyokan-muka suik hambo nak ka Padang-pukua bara garan kuritapi tibo,”-katonyo si bujang Mansun-bakato sambia batanyo-sambia lalu ka urang lapau.
Sanan manjawab urang balapau, "Kok kuretapi nan Sutan tanyokan-kureta pagi di Padang Panjang-tibo di siko pukua salapan-agak lamo juo Sutan mananti,"-katonyo urang nan balapau. Disangko si Mansun urang panggaleh-lenggang leng- goknyo tak barubah-saketek indak nan mangasan-bahasa inyo dalam palarian-inyo nan tanang-tanang sajo-indak barubah paratian-tak ado urang salah sangko.
Laguah lagah bunyi kureta
sadang manjalang pandakian
Bujang Mansun duduak maota
di siko kaba dinantikan
IV. KARATAU MADANG DI HULU
Didulang sadulang lai
pandulang ameh Malako
Disambuang kaba nan tadi
samo mandanga malah kito.
Baiaklah kaba dipadareh eloklah kaba dipasingkek, salorong tantang bujang Mansun lah sampai inyo ka kota Padang mukasuik sangajo dalam hati-lah bulek niaik lah pakek tikaik handak maanjak-anjak langkah handak marantau ka tanah Jawo-bia marantau badan bak kini-pado malaraik tingga di kampuang.
Adapun si bujang Mansun--lah tibo inyo di Padang dijua malah ringgik ameh-ringgik ameh Angku Kapalo bukan makasuik ka mancilok-sangajo handak manyalang sajo isuak kok umua samo panjang-kok lai Tuhan bapamban diniatkan di dalam hati-handak mambayia ringgik nantun. Alah sudah ringgik tajua dibali pakaian sapatagak
163
kameja jo sarawa-dibali pulo kapor cick-kopor kelek ka tampck barang-apo paguno ateh kapa.
Pado hari nan ditantukan-sasudah teket dibali. indak baguru nyo maniru-malu batanyo sasck di jalanlah sampai pulo bujang Mansum-iyo ka palabuhan Taluak Bayna, Hari Sinayan maso nantum-ramilah urang di palabuhan sibuak lah urang jo urusan-urusan diri masing-masiang satangah ado nak balayiasatangah ado maanta sajo kalua masuak palabuhan-malakik kapa mambongka sauah.
Kan iyo si bujang Mansun tampaklah inyo mambawok kopor-lapiak baguluang dikapiknyo bagageh-gageh naiak kapa-mairiangkan urang nan banyak nan ka barangkek jo kapa nantun-kapa bananmo Van der Belle-kapa gadang kapa punumpang-handak balayia ka Batawi. Lah tibo di ateh kapa-dicaliak urang mangambang lapiak -inyo mangambang lapiak pulo-dilatakkan kopor ateh lapiak-suok kida urang lah ado-dianju tagak ka tarali-mançaliak urang turun najak-dari anggar ka atch kapa- sadang mancaliak-caliak nantun-nampak karatch baguluang ketek-talatak di atch lantai-hampia sabalah ka tarali. Baru manampak karateh nantum-lalu diambiak dek si Mansun-kironyo saroman teket--dihingo urang suok kida-surang pun tidak mamparatikan dibaco namo di dalam-tasurek namo Siti Nurial.
Sanan bapikia si bujang Mansun-ka dipangakan ko lah teket nantun-tabik pangana maso itu-elok disimpan sajo dulu-beko kok ado rang batanyo- dibarikan malah bakel nan punyo, Lalu disimpan tekel mantun-dimasukkan ka dalam sakuih-sakuih tagak babaliak dakek tarab-pamandangan jauh-jauah ampì-àng-pandang nan jauah dilayangkan-pandangan dakek ditukiakkan. Alah babunyi sarunai kapa--babunyi sakali duo kali-cukuik katigo sawuah dibongka kapa manjarak hanyo lai tambah lamo tambah ka tangah lah ketek ucang di palabuahan-Gunuang Padang pun baitu pulo.
Saman bamanuang si bujang Mansun ka ma pangana tak manantu-anlah inyo badendang kelck-antah hati bakato-kato-hibo hati maninggakan kainpuang surang pun tidak urang nan tahu apukah garan kato si Upiak si Upiak Boneh adiak kanduang[ 165 ]
- Bungo kacubuang di tangah laman
- dipatah batang ambiak ka ubek
- Tinggalah kampuang jo halaman
- bajalan bujang pai larek
- Karatau madang di hulu
- diambiak usah diladuangkan
- Marantau bujang dahulu
- di kampuang sangsaro ditangguangkan
- Sulasiah di Ampang Pulai
- di kelok jalan ka Pauah
- Kasiah di kampuang tak tanilai
- bia den bawok bajalan jaualı
- Banyaklah biduak di muaro
- biduak urang panangkok ikan
- biduak nan datang dari hulu
- Untuang buruak tibo di hambo
- tapaso kampuang ditinggakan
- rantau dijalang nan alin tantu
Lah puch lagak dek bamanuang--takana malu pado urang babaliak inyo ka tanpeknyo-duduk duduak di atch lapiak dikalyakan rokok dari sakuih-lalu diisok malah rokok diliyek urang suok kida-lah duduak di tampek nasing-masing.
Lah tibo ukatu makan panumpang lah buliah mamintak nasi- dijapuik ka dapua kapa---tekel di langan diparagokan. Kan iyo si bujang Mansun-ukatu ka pni mamintak nasi indak jubah dari tampeknyo-nampaklah surang parampuan sadang ngecek jo anaknya. Anaknyo surang anak gadih sadang batangu ka mandelnyo, "Di mano garan teket anai buliah aliomntak nasi kito." Mandanga kato nan bak kian kununlahı parampuan nantum-nampak dek si Mansun mancaricati-matesek tesek tang kumari-tapi saroman tak basuo muko lah pucek Kacanehan.
Birawari si bujang Mansun bakato-kalo dalam balinya mungkin urang ko nan punyo leket elok disudi distack kok [ 166 ]iyo inyo nan punyo-supayo dapek dikumbalikan. Sugiro tagak si bujang Mansun-teket diambiak dari sakuih-didakek-i padusi nantun-sarato dangan anak gadihnyo-sanan batanyo si bujang Mansun, "Manolah amai kato hamba- apo garangan nan amai cari,"-katonyo si bujang mansun.
Mandanga tanyo si Mansun-manjawab padusi nanlun, "Teket hambo garan lah hilang antal di mano tai cianyo,”. manjawab rupo kacamchan-baitu pulo anak gadihnyo.
Baru mandanga kato nantun dibarikan teket dek si Mansun-- sambia bakato hanyo Jai, "Manolah amai kato hamba-hambo lai mandapek tcket-taicia dakek tarali kapa-kambo baco namo di dalamnyo-"Nuriah" urang nan punyo," katonyo si bujang Mansun.
Sadang dek padusi nantun hanu namonyo disabuikkan- sanan manjawab hanyo lai, "Kalau baitu kato anak-iyo malah lu teket hambo-hambo nan banamo Nuriah- anak hambo ko si Dalipah," katonyo Amai Nuriah-dek sangaik kagadangan hati-indak tantu nan ka sisabuik-teket diambiak disimpannyo.
Kununlah anaknyo si Dalipah-disambuang saĵo kecek mandehny-karano lupo tarimo kasi sanan bakato hanyo lai, "Tarimo kasi malah Udo-untuang bana dapuk dek Udo-kok indok bara kapayahnyo-awak di kapa tak bateket."-katonyo gadih Dalipah--bakato sambia galak sanyun-galak sanyun kamalu maluan-iangam taonyok ka si Mansun lalu dijawek malah salam. Salam hajawek sambia bakato-"Kasi kumbali,” ka jawab-nyo si Mansun pun malu pula- lalu jayo mamintak diri—pai maambiak nasi kapa.
Paningga si Mansun pai-hakato Nuriah ka anaknyo, "Untuang bana inyo mandapek-luruh bana rang mudo nantun.kok santano satangah urang iŋdak namuah inyo manyuruikkan," katonyo mandeh Nurishi, bakato-kato ka anaknyo.
Adapun si bujang Mansun lali dapek nasi pambagian kapa- babatiak inyo ka tampeknyo naiak sangajo haudak makan dibasuah tangan sakali jo aia matah di ledeng kapa baru sajo awak ka makan si Dalipah datang maantakan-maantakan samba
166
amai manyuruah maantakan."-katonyo gadih Dalipah.
Manjawab si bujang Mansun, "Samba hambo kan lai pulo bawolah kian babaliak-usah bapayah-payah bana," katonyo si Mansun malu-malu. Dek panek tangka balangka-raso ka ibo hati si Dalipah-ditarimo juo samba nantu-samba talatak di rantang ketek-segeh maenah nampak di mato.
Kan iyo si bujang Mansun baru lah sudah inyo makan dikamehi pinggan dibarasialıkan-dibaliakkan rantang amai Nuriah-sambia mamintak tarimo kasi tarima kasi man banyak- banyak,
Sadang mambalakkan rantang nantun batanyo mandeh Nuriah, "Mano rang mudo kale hambo bukan hambo salah siasck-sia koh gwan gala rong mudo-dari mano kampuang rang mudo-handak ka mano garam ka pai," katonyo mandeh Nuriah nak tahu bana jo si Mansun karuno elok parangainyo.
Mandanga kalo nan bak kian-manjawab malah si bujang Mansun, "Kalau itu nan Amai tanyokan hambo man balum mamakai gala-namo hambo iyo si Mansun anak rang kampuang Dalimo-di ranala Agam Bukittinggi mukasuik hati nak marantau-mancarikan paruik tak barisi mancarikan pungguang tak basawok-mandeh jo bapak lah maningga adiak musikin ditinggakan—baitu jinih parasajan," katonyo si bujang Mansun bakato agak tahibo-sabab baalah dek baitu tah iko gadangnyo badan-sakali ko baru rang batanyo batanyo tantang parampuan.
Bakato pulo mandeh Nuriah, "Kalau baitu kato Anak-samo rang Agam malah kito kami nangko rang Matua hilia nak pai ka bapak si Dalipah-nan bakarajo di Batawi jadi opseter di BOW-nan tingga di Matraman Master Cornelis jaonyo urang," katanyo Mandeh Nuriah manarangkan asa usuanyo sarato mukasuik ka Batawi.
167
Mambaleh pulo mandeh Nuriah, "Jokok salorong tantang itu-sago lai anak cameh bana-turuikkan kami kalau leh namuah-lah sipaik bana di urang awak-kalau inyo pai marantau-sapakan sajo hilang aka lapeh sapakan inyo lah cadiak-baitu malah nan biaso,"-katonyo mandeh si Dalipah-Dalipah nan antok-antok sajo-saroman urang acuah tak acuah-awek tadanga di talingo-di dalam hati disimakkan juo.
Mandanga kato mandeh si Dalipah-sajuak rasonyo paratian-si Mansun mamintak diri-babaliak ka tampok duduaknyo. Tabantang jalan dek si Mansun-taruang kini agak-agak-dapek sajo kawan şairiang-kawan sairiang ateh kapa-lah ado sajo ba ranggaek-bakeh babiri di palayaran.
- Anak balam di sarang tingga
- induaknyo pai cari makanan
- Jalan kalam disigikan dama
- di sinan salamaik palangkahan
- Didulang sadulang lai
- pandulang ameh di tambika
- Diulang saulang lai
- panjapuik kaba nan tingga
- Nak pupuik ambisk batangpadi
- pupuik diambuih anak gubalo [ 169 ]
- Kaba baraliah hanyo lai
- alieh kapado angku Kapalo
Birawari Angku Kapalo-Angku Kapalo kampuang Dalimo-nan bagala Datuak Muntiko-eten di ranah Luhak Agam-sajak bacakak jo si Mansun-badan nan indak elok lai. Ka mangadu taraso malu si Mansun lah nyato tak basalah di awak juo pangka balanyo-ulah salero tak namuah puch-salero sarupo kabau jalang-tak buliah manampak rumpuik mudo dikaja lalu dirang, guikkan-kironyo rumpuik tapi tabiang-tapuruak kaki taguliciak-lah handam karam masuak ngarai. Dek malu indak mangadu-bialah ilang ringgik ciek-sarato pakaian sapatagak di padan sajo Juaro Labiah malu rasio ka tasingkok-dipakok harangnyo jo pitih-paubek-i badan nan marasai. Kununlah Angku Kapalo sabulan lamo di rumah sakik-badan nan indak kunjuang sauang di dalam lah ramuak-ramuak-tapi ka baa manga tokan-awak rang bagak janyo awak-kironyo taawai nan basangek pandeka buluih dek anak kelek.
Indak sajo nan bak itu-kuluak lah tiba dari Allah-duo kali batang manindiah-tarambau diimpok janjang pulo dalam sakik sangsaro tibo-datang pamarentah mangomisi mutareso kas nagari-kumisi nan tibo-tibo sajo. Alah diparcso kas nagari banyaklah pilih nan tapakai piti Lumbuang pun abih pulo-indak baujuang jo hapangka hilang tak tantu rimbonyo. Dipareso pulo buku-buku sagala pitih nan masuak -pitih pakan indak basurekkan balaselen banyak manarino-di buku indak tasabuik Ruponyo Amphi Kapalo-tatunjuak luruih kalingklang bakaik papek dua pancuang di dalam-sarupo paga makan tinaman Disita sagalo barang barang-sampai ka sawah jo ka ladang kudo jo bendi difelang pulo-lindang sagalo haratonyo pambaia ulang ka pantaentili,
- Romalı gadang sambilan ruang
- nan salanja kudo bulari
- Disangko panch sampai palonų
- kironyo hujan tangah hari
- Kambanglah bungo buah pal [ 170 ]
tumbuah di rumpun batiah-batiah
Malang cilako Angku Kapalo
duo tigo batang manindiah
Tabantang jalan ka pincuran
tantang bukik jalan ka rimbo
Tak ado malang samalang badan
dalam sakik sangsaro tibo
Hilang aka mabuak pikiran-alah tuo mangko marasai–surang tak ado rang nan santun-sampai ka bininyo nan mudo. Indak lamo sudah kajadian-mamintak carai bini mudo-apo diarok balaki gack-badan tuo pitih lah abih-pangkaik nyo kini lah jatuah pulo-baranti jadi Angku Kapalo-indak dihingo urang kampuang-ka malu sajo balaki tuo. Pado balaki urang tuo-lah kunyua indak barono-ka jadi baban patang pagi-ba-pitih indak pulo di sakuih-elok carai marando tagang-malakik dapek ka pangganti-baitu pandapek bini mudo.
Lah jatuah gensi Angku Kapalo-baranti jadi kapalo nagari- untuang sajo tak masuak tansi-dek utang lai tabaia-dek ibo juo pamarentah Ulando-jaso lah banyak ka panjajah-lai sakadar baranti sajo. Urang kampuang banyak nan berang-taradok kapado Angku Kapalo-baranti inyo tawa nagari-rasonyo hilang nan cilako tabukak sagalo karajo buruak-doso lah banyak sapanuah badan-baitu pandapek urang nagari.
Tasabuik parangai Angku Kapalo-samaso inyo nan ma-marentah-kalau manampak bini urang-lai bakilek bapiroman--naiak ka rumah Angku Kapalo-digaduah malah bini urang- nan Jaki-laki lah takuik sudah-takuik ditakuak ka pai barodi-sampai dielo bini urang-mamanuahi kandak Angku Kapalo-babuek haram lakunyo busuak -ado bana urang manampak-takunci muluik mangatokan-laku sarupo anjiang gilo-ka ma pai ka ma manggigik. Sapanuah-panuah manggantang-malimbak kasudahannyo, sabanyak-banyak bahutang-babayia juo kasuda-hannyo-lah banyak bana doso baliau-angku Datuak Muntiko nantun-babayia juo kasudahannyo-jatuah bak tapai tagadayak-roman buruak batambah buruak-si sunguik panjang nan
170
[ 171 ]lah badua-alah ka bawah adok ujuangnyo-lah indak ado kalua
amek-dari rumah padusi nan tuo. Lah bangkik takuik bajalan Surang -malampun indak turun-turan-takuik kok urang mam- balehkan kasam-atau sangajo manggalakkan-mamancíang-manciang mancari sabab-maintai taruah dang namonyo-kok untuang panciang leh manganai-dapeklah urang mambalehkan kasam.
Alek di Gurun naa rami bana
digatang bareh ka panyaram
Badan sapantun jo lantera
kurang minyak cayonyo puram
Lah lamo lambek nan bak kian-alah sabulan duo bulan..lah anam bulan ka lamonyo-kununlah Datuak Muntiko - Angku Kapalo nan baranti-adolah pado suatu kali-tibolah surek di kantua pos--sarato wisel pitih kiriman-tacangang boliau manari- mo-dari mano kolah garangan dibukak surek samo surang -- tacangang nan indak namuah abih-siapo sajo nan mangirim Dicaliak pangka surek nantun-dari Batawi urang mangirim.. dikana-kana di Batawi karik kabiah nan indak ado-dibae malah surek nantun-antaro lain didalam isinyo.
"Kapado nan tahormat Angku Kapalo-Angku Kapalo nagari Dalimo-nan bagala Datuak Muntiko-jo sambal. sajo dimuliakan
Ampun jo maaf hambo mintak mungkin di Angku alah lupo-tapi di hambo indak baitu-kini ko bana hambo kananakan-supayo di angku nak taingek.
Apolah garan nan ka hambo ingekkan-iyolali kajadian nantun-kiro-kiro anam bulan nan lapeh ukatu hambo Angku imbau-Angku imbau ka rumah Angku. tajadi cakak jo kalahi-dek niak angku tak mukabua.
Ukatu hambo ka bajalan-baju lah lusuah pitih tak ado--hambo pinjam pitih Angku saringgik aneh sarato pakaian sapatagak-hambo barangkek ka Batawi,
Dek untuang takadia Allah -Allah Ta ala bapatuhan kini ko dapek hambo kirimkan-pitih saharago, ringgik. ameh sarato harago pakaian sapatagak harap sungguah
171
[ 172 ]Angku tarimo-tarimo jo hari suci-sarato muko nan jara-
niah-usah manjadi upek puji atau pun doso ka bakch hambo-usah manyangko nan tidak-tidak. Angku maalum hiduik di rantau-bialah hiduik sadarhano-asa leh indak tamakan nan haram-maaf kan sajo malah di Angku-anggap di Angku utang hambo-lah lansai kini hambo bayia-kito nan indak basangkuik pauik-utang piutang dunia akirat- baitu bana mintak hambo-dari si Mansun di rantau urang.' Sakian isi surek dibaco-surek nan datang dari si Mansun- baru sudah surek dibaco-kini lah baru inyo tahu-sabana luruih anak nantun--sarik lah urang ka saluruihnyo-dicaliak pulo isi wisel-bajumalah tigo ratuih limo puluah. Batambah mangaku Angku Kapalo-si Mansun anak babudi-pantang tamakan di nan haram-dibandiang-bandiang jo badan diri-jauah bana malah bedonyo-doso lah banyak kok tak barampun-doso lah panuah tiok alai bulu baiak taradok ka si Mansun-ditakuak inyo pai ka rodi-bukan inyo nan indak namuah-talaik dek ulah mancari baka -dipuruakkan urang masuak tansi-dituduah malawan ka pamarentah. Baitu pulo salanjuïknyo--alun tamo kalua dari tansi-dipaso pulo mamintak adiaknyo-gadih ketek si Upiak Boneh -handak diambiak dipabini-karano kandak tak balaku-dilantak-i baduo-duo-Allah Ta ala kayo sungguah-bukanlah inyo nan marasai-bukanlah inyo manangguangkan-badan sandiri nan tingkuik-tingkuik. Kini ko inyo lah barangkek-alah marantau ka Batawi-dek tapaso mambawo ringgik-ringgik ameh nan sabuah -sarato pakaian sapatagak-digantinyo juo-kasudahan nyo-ganti jo pitih kasadonyo-kalau dinilai haragonyo-antah balabiah dikirinkannyo. Iyo sabana clok paja nantun-tubo di-baleh dangan susu-sadang awak indak bapitih-sadang rang kampuang banci sadonyo-tibo pakirin dari urang dari urang nan diniayo-baa pulo indak ka manarimo-litak nan sadang nak nasi-awih nan sadang nak aja--batambah insaf Angku Kapalo,
Dek gadang hati Angku Kapalo- Angku Kapalo nan baranti- malonjak-lonjak kasukoan-dijapuik pitib bagageh-gageh-kan iyo ka Kantor Pos bajalan sarato anak bini-sambia mancaliak Bukik tinggi.
172
[ 173 ]
Di malah padi tak ka taranang
ayia nan datang dari rimbo
bapakok pulo di pamatang
di malah hati indak ka sanang
paruik litak nasi lah tibo
apo dicinto apo datang
Pai ka pasa Bukiktinggi—pulang baliak babendi-bendi—sajak pangkaik alah taluncua—sajak baranti kapalo nagari—iko baru mancaliak pasa—karano malu di urang banyak—tambahan pulo indak bapitih. Apo taragak didaguik sajo-apo takana dilupo-lupokan—pitih tak ado ka pambali—urang pun indak nan maagiah—taluncua pangkaik taluncua gensi—taluncua pulo kabek pinggang.
Takana doso nan banyak—bagai-bagai ajal nan tibo ajab di dunia nan ditangguangkan—ajab akhirat wallahualam umua panjang doso manimbun—urang mancaliak abih banci nan bak mancaliak anjiang di kurok—awak lalu urang malengah usahlah urang ka manyapo. Jokok ditiliak hukum adat-hukum apo ko lah nan tibo—buang siriah jo buang bilah—buang utang buang tingkarang—buang puluih paliang cilako indak ado nan ka dipiliah
Banyak pulo uraug nan baranti—baranti jadi Angku Kapalo bagala Inyiak Palo Gaek—tapi dek pandai mamarentah jokok mangati samo barek kalau maukua samo panjang hukum adia sapanjana maso—hambo raayaik dibimbiangnyo lai panyantun ke nan mikin—lai paibo ka nan bansaik—baranti bana mamarentah—urang nan banyak sayang juo—salaku urang nan lah tuo horomat urang batambah-tambah—ka pai bakeh batanyo—ka pulang tampek [ 174 ]
babarito tumbuah tuo--haromat urang batambah-tumbuah-buatan di nagari dibawo urang bamupakat-bakch mamintak kabanaran-mamintak sipaik pamandangan-kalau leh elok sajak bamulo
- Tak talang satalang nangko
- dibuck saluang dibunyikan
- Tak malang samalang nangko
- lah tuo jadi kabancian
- Sajak di niniak nan baduo
- Katumanggungan jo Parapatiah
- Larch nan Duo parentah bana
- Tuo busuak tuo manyeso
- di ma duduak urang manyisiah
- di ma tagak urang mahinda
- Bapupuik daun langgondi
- bunyinyo baralun-alun
- Kaba baraliah hanyo lai
- aliah ka bakeh bujang Mansun
- Didulang sadulang lai
- bungo rumpuik di dalam kaco
- Diulang saulang lai
- panjapuik nan tingga cako
Birawari si bujang Mansun-takalo mulo mulonyo-bumi Batawa ka diinjak langiknyo nan ka dijujuang-barakat tolong Amai Nuriah mandeti si upiak gadih Dalipah-rang Agam rang Matua filia-bini opseter. Sulan Salim-dibawo manompang di rumahnya.
Adapun rumah Sutan Salim-nan talatak di Matraman-rumah rancak leh lapang pulo-di sinan manompang si bujang [ 175 ]
Mansun-dipiliah biljak di balakang-supayo urang jan seso pulo.
Alah sahari duo hari-bajalan sajo hilia mudiak-mancaliak-caliak kota rami-mancigok di ma ka lanteh angan-apo usaho nan ka mungkin-nan baa urang baa awak-sampai sapakan ka lamonyo-dicubo manggaleta baketek-ketek. Dicubo malah manggalch santo-manjua timbakau sarato daun-bajojo kian kumari-sampai ka Senen ka Pasa Baru-lalulah pulo ka Tanah Abang-kadang-kadang ka Pasa Ikan-kadang taruih ka Molenvliet-di tangah-tangah kota Batawi. Kudian dapek inyo kadaian bakadai Mansun di petak sambilan-di muko pangguang Rialto-urang nan rami suruik lalu-banyaklah laku galch si Mansun-galch tumbakau sarato daun-kini bacampua dongan. rokok-rokok karetek rokok kumayan-barakat rajin buusaho-lai balabo panggalehan- Jeh lapeh makan tiok hari--indak maeso ka induak samang-induak samang nan punyo rumah.
Ulak alainyo kato nantun-ado kapado suatu hari-sadang si Mansun duduak di kadai-matohari sapanggalakan naiak-kiro-kiro pukua salapan-tampak kaliru urang nan banyak-balari-lari kian kumari-sarupo nagari dalam parang indak tantu asa usuanyo.
Kan iyo si bujang Mansun bakameli pulo malah inyo-sambia mancaliak suok kida-diparatikan kurenah urang banyak datam urang sabanyak pantun nampaklah surang urang gile-urang gilo lapeh baladiang-bakilek-kilek ladang di tangan-kununlah urang mangatokan-rang gilo lapel dari rumah sakik-rumah sakik gilo di Garogol-di sinan asrama rang gilo nantun.
Adapun rang gito baladiang nantun sadang mangaja urang banyak-ladiang diayun dipakuakkan bakaja-kaja jo polisi. polisi nan takuik manembaknyo-raso ka kanai urang banyak, Urang gilo badannyo gadang-tinggi sarato badagok pulo ba- baju indak kupiah indak-sarawa kotok sajo nan aile--abuak panjang diambuih angin-sadang balari inangaja utang.
Nampaklah puto dek si Mansun-ado saurang anak ketek-anak ketek laki-laki-kiro-kiro umuanyo lima baleh sadang balari sakuek hati-tapi taica di urang banyak anak nantum nan paliang dakck-ampiang ka dapek dek urang gilo. [ 176 ]Mancaliak kajadian nantun hati si Mansun indak tahan-dicarinyo jalan maminteh-basasak-sasak jo urang banyak-basobok balain arah-urang balari mahindakan Mansun balari mandakek-i. Indak lamo doh antaronyc-Mansun balari dek sangaik kancang-ampiang ka tibo inyo garan-iyo ka dakek rang gilo nantun-inyo mandakek ka balakang-ka balakang urang nan gilo--mancari nan rancak parotongan-mancari mang tampok masuak.
Kununlah rang gilo nantun nan sadang mangaja anak ketek-dek capek inyo mangaja-dek lambck anak balari-dapcklah anak ditangkoknya ditangkok jo tangan kida-handak dipakuak jo tangan suok tangan suok mamacik ladiang. Ampiang ka jatuah ladiang nanlun-mamakiak urang mancaliak-kaki si Mansun tibo dahulu-manyipakkan tangan urang gilo-tadiang tacampak Mansun malompek-malompek ka bakeh urang gilo digayuang bao hagolek -bapałun-palun kaduonyo-gantilah lacuik malacuikkan-gantilah ampeh mahampehkan. Dek lamo lambek nan bak kian-si Mansun nan indak pailang aka-dapcklah tangan urang gilo-tangan dianduah ka balakang-pungguang ditakankan jo alutuang-talanguah urang gilo nantun--urang pun datang mambawok tali.
Pihak kapado urang banyak mancalink rang gilo lah tasasuk tangan tapiuah pungguang pungguang tatumpu-saroman tapaku ka atch tanah bagaklah urang mangabek dikabek tangan arek-arek-langan takabek kaduonyo. Dikabek pulo malah kaki-dari kaki sampai ka lutuik-dari lutuik sampai ka pinggua-dirajuik jo tali balati indak dapek manggarik lai, Alahı takabek urang gilo libo polisi jo oto kurungan dinalakkan ka atch oto dihawok babaliak ku Garogol-musuak tahanan urang gilo-kumbali ka tampek mulo asa.
Birawari urang man banyak mancaliak sigapnyo urang mudo-rang mudo panggalch timbakau disabuik urang si bujang Mansun anak rang Padang mudo matah sado rang banyak abih mamuji-sabana bagak paja nantun. Konon kutiko jolong. lapel-rang gilo dari Garogof alah baranam mampasakokkan urang gilo indak iatangkok payali juo kaznainyo. Iko di paja [ 177 ]
mudo matah-dilawannyo surang samo surang-rang gilo baladiang nan dilawan itu ka gadang bangkai rang gilo-kuek basetan baibilih dapck juo kasudahannyo-urang gilo dilalahkannyo. Heranlah urang nan mancaliak-ta'ajublah urang nan maliyek-alimu apo nan dipakainyo-ureknyo kuwek saroman kawek-tulangnyo kareh sakareh waja-kalau tak lakeh inyo manolong-kok indak tapek kanainyo tangan-tangan rang gilo maso nantun-sudahlah gadang paja ketek-baranti inyo jadi urang.
Sadang rang banyak bagarutuang-bakumpua-kumpua mampakatokan mampakatokan si Mansun urang bagak-sadang si Mansun bakameh-kameh-handak babalak ka kadainyo-lah tibo sajo oto sabuah -kan iyo oto Regen Batawi--baranti tantang urang banyak. Baru baranti oto nantun-tabukak pintu turunlah urang-kironyo Tuan Regen Batawi-apak kanduang dek anak ketek-anak ketek nan camiah ditangkok rang gila.
Sato manampak apak kanduang-manangih anaknyo mangajai-muko nan sadang pucek juo-dipaguik kaki apak kanduang-manangih bahibo-hibo-camiah indak basuo lai. Kununlah Regen Batawi-lah sudah urang manunjukkan siapo garan nan manolong-manolong anak lapeh sangsar-manangkok urang gilo baladiang--lalu dituruik si bujang Mansun-dionyokkan tangan basalam-sambia mamintak tarimo kasi-tarimo kasi banyak-banyak-sanan bakato hanyo lai, "Mujua bana lai batolong-manangkokkan rang gilo nantun-kok indak lakeh inyo tatangkok-atau talambek saminik sajo-alamaik ka mati anak hambo,"-katonyo tuan Regen Batawi.
Mandanga kato nan bak kian--sanan monjawab si bujang. Mansun-manjawab sarato haromatnyo, "Manolah Tuan kuto hambo-itu nan caro kabatulan-hambo manampak anak ketek-.ampiang tatangkok dek rang gila-hambo manolong karano Allah-Allah Ta ala manggarakkan-mudah-mudahan fatolong anak Tuan,"--katonyo si bujang Mansun-bakato jo sopan santun.
Dek lamo lambek nan bak kian-kononlah di Tuan Kegen-ditanyokan namo si Mansun-apo karajo di mano tingga-dijawab sadonyo dek si Mansun--ditunjukkan kadaian jua tumbakau jo maaf izin dimintak-handak babaliak ka kadainyo. [ 178 ]Sadang dek Tuan Regen Batawi-diresek sakuih mangalua- kan dompek-dompek kalua diambiak pitih-adolah garan sa- lapan halai-uang karateh limo puluhan-dībarikan ka bujang Mansun-tando alamaik putiah hati-putiah hati nan bakaadaan- mintak ditarimo jo hati suci-hati suci muko nan janiah.
Adapun akan si bujang Mansun-ditarimo pitih bajawek salam-sabalun barangkek Regen nantun-dijanjikan pulo hari barisuak-ado urang nan ka maantakan-iyo ka kadai si bujang Mansun-sapucuak surek Tuan Regen-surek pujian tando pang. hargaan di atch jaso si Mansun-manolong anak Tuan Regen, Kato sudah Regen bajalan-naiak sakali ka ateh oto-dibawok anak kanduang diri-indak dibaliak gadangnyo hati-anak nan ado salamaik sajo-lapel nan dari maro bahayo-tainda bala nan gadang-barakaik tolong si bujang Mansun.
Kan iyo si Bujang Mansun-pado hari nan barisuaknyo- ditarimo pulo surek sapucuak-surek pujian Regen Batawi- tando panghargaan atch jasonyo-manolong anak Regen nantun- diantakan urang pos ka kadainyo. Surek ditarimo jo hati suko-dilipek lalu disimpannyo-di satu maso antah paguno-baitu takana dek si Mansun.
Pado hari sahari nantun-tasabuik namo si bujang Mansun- taseba barito di suurek kaba-surek kaba Kota Batawi-ado ba- namo Bintang Tinnur-ado Sin Po ado Han Po-ado surek kaba Pamandangan-mancaritokan bagak si Mansun-dapek manangkok urang gilo-urang gilo nan lapeh dari Garogol-baitu barita di surek kaba.
Adapun si bujang Ma sun-mandapek pitih ampek ratuih- pambarian dari Regen Batawi-sanang hati sajuak pikiran-takana bana maso itu-duduak bapika-pikia surang-takana utang ka Angku Kapalo-barangnyo nan alah taambiak-iyo sabuah ringgik ameh-sarato pakaian sapatagak. Kunumlah ringgik ameh nantun-alah tajua maso di Padang-pitih diambiak pambali teket-sarato pambali nan paralu-nan paralu salamo palayaran-ttanuju ranah Batawi nangko-lah patuik bana kini dibayia. Niat nan alah sajak dahulu-tatakalo ringgik ka diambiak-sarato pakaian sapatagak-iyo karano dek tapaso-ka ongkoíh bajalan dari kampuang-
178
[ 179 ]manindakan kampuang nak salamaik—manuju ranah Parantauan
Indak ado sangajo hati-maambiak barang Aneku Kapalo—handak manyamun jo merampeh—atan mambalehkan sakik hati—Igi takana hala haram—lai tekana doso pehalo—sapanjang kaji nan didanga-dituntuik dari guru agamo—baitu bana pangana si Mansun.
Barangkek kureta api dari Solok
musinihnyo Atin Sutan Pangeran
Pado mamakan harato bacilok
elokiah mati kelaparan
Rami balainyo Bukiktinggi -
ram di urang Ampek Angkek
jokok takana hiduik ka mati
doso nan usah dipabuek.
Tapji baalah mangatokannyo-—jokok dipikia-pikia bana- maambiak harato Angku Kapalo-indak satahu saizinnyo —man- cilok juo itu namonyo. Cuma taniat dek si Mansun--kok nyam-Pang lai barasaki-handak mambayia panuah-panuah-handak mangganti cukuik-cukuik—mako di maso iko kabarasaki alah dibari Tuhan-bapitih alah ampek ratuh—ditasia utang ka Angku Kapalo—ditanyokan harago singgik ameh-sarito pakaiun sa pitagak—bajumlah tigo ratuih limo puluah.
Birawari si bujang Mansun-dibuek malah surek sapucuak- iyo kapado Angku Kapalo--Angku Kapalo kampuang Dalimo- nan bagala Datuak Muntiko—eten di Agam Bukiktinggi - ditang-kok-i pule jo poswesei_mangirim pitih pambayie utang tak-siran tigo ratuih limo puluah,
Itulah konon pade mulonyi—takalo surek ka dikirim sarato wesel mairiangkan—nan lah ditarimo dek Angku Kapalo- Angku Kapalo nan lah baranti-baranti karano mamakai pitih nagari—sadang bansaik pakirin tibo--battu Kaba nan dahulu kaba nan alah dikabakan.
Pihak kapado si bujang Mansun lah sudah surek dibuek. sarato wesel dikirimkan—sananglah hati sajuak kiro-kiro taraso
179
[ 180 ]utang iah babayja—indak basangkuik jo Angku Kapalo—ringan
taraso panangguangan—baban nan barek lah tahinda—kok un- tuang mukabua pintak ka Allah—diampuni juo sagalo doso- doso nan alah tapabuek—baiak sangajo tak sangajo.
Dicabiak Kain ka deta
dibantuak Jalu dikanakkan
Mintsk tabjak kami bakaba
sadang talamak diantikan
VIII. DAPEK KARAJO JADI POLISI
Didulang juo didulang juo
sitaba tumbuah di tapi balai
Disambuang pulo kaba nan cako
supayo kaba jan tabangkalai
Dek maso bajalan juo—abih hari baganti pakan—abih pakan bagantt bulan—-abih bulan baganti tahun—alah satahun ka lamonyo—si Mansun tingga di Batawi, Alah sakian inyo mang- galeh—manggaleh timbakau rokok—dihetong-hetong pancarian— dibilang-bilang pitih dapek Allah Ta ala manggarakkan—pancarian baru ampek-ampek salapan--dapek-dapek dimakan sajo.Walau yo rajin bausaha-tiok hari manggaleh sajo—indak ado hari nan perai-hiduik bak cuado roda padati-roda padati lambek baputa-kini ko sadang di bawah juo.
Birawari si bujung Mansun—mangecek-ngecek jo kawannyo- kawan sanasib saparuntuangan-samo mudo sama manggaleh— samo-samo manggaleh timbakau—si Hasan urang Batu Sangka— mangaji untuang parasaian, Bakato si bujang Mansun, ‘“Manolah kawan kato hambo-lah iko jauahnyo kito marantau—lah iko lamonyo kito manggaleh-galeh timbakau kito galehkan—bintang nan alun leh ka tarang—nasib nan alun ka barubah--pancarian baru dapex dimakan sajo--batapo katengeang ka aka kito,” katonyo si bujang Mansun-inyo bakato ka kawannyo,
180
[ 181 ]Halaman:Kaba Minang.pdf/181 [ 182 ]Maningkah pulo si Bujang Mansun, "Kalau baitu kalo waang-
asa pandirian leh tak ka barubah-niat dipasang leh ka diamakan-sapaham hambo tantang itu. Kok manggaleh timbakau lah kito cubo-indak nan tantu ujuang jo pangka-kok leh barubah malah nasib-dari nan baiak batambah baiak-kilo masuakkan malah lamaran-nan bak tanah patungkang balam-kok kanai balam dapek dek kito-kok indak ka baa juo-namun tanah ka tanah juo,"-katonyo si Bujang Mansun-mansasuai bana pandapek kawannyo.
Namun di hari sahari nantun-alah sudah bapadu padan- lah dapek kalo nan sapakat-bulek lah buliah digolongkan-picak lah buliah dilayangkan-samo dibuck malah surek--surek rekes surek lamaran-surek ditulih tulisan tangan-diusahokan bana tulisan rancak-dibuek alamat tarang-tarang-supayo jaleh urang mambaco.
Alah sudah surek dibuek-lah samo siap kaduonyo-surek di- bari baampolok-ditulih pulo alamaiknyo-polisi resor Mister Kornelis ateh pitunjuak dari si Hasan-nan lai tahu di pangumuman-pangumuman polisi mancari tanago-tanago baru nan diparalukan.
Alah sahari duo hari-lah tigo hari lah ampek hari-lah sampai hari tujuah hari-alah supakan kalamonyo-lah tibo panggilan bakeh si Mansun--sarato dangan kawannyo Hasan-manyuruah datang ka kantua Polisi-pado hari nan ditantukan.
Kan iyo bujang nan baduo-si Mansun sarato Hasan-lah sam- pai maso kutiko panggilan-basegeh kaduonyo bapakaian-pai manghadap ka Kantua Polisi-dek lamo lambek nan bak kian--sampailah garan kaduonyo-iyo ka Kantua Polisi nantum--banyaklah urang nan mamintak-malamar handak jadi polisi-sadonyo nampak mudo matah-hampia samo sajo umuanyo lalu di imbau surang-surang masuak ka kantua Komisaris.
Kononlah si Bujang Mansun-lah tibo geleran bakeh inyo- alah taimbau namo si Mansun-lalu inyo masuak mangadap-di- suruah daduak mangkonyo duduak-duduak di kursi mahadok meja-di mokonyo duduak Komisaris-sanan bamulai pamare- soan-ditanyo namo umua sikola-disuruah manyurek tulisan ta- ngan-di caliak bantuak dipandangi roman-dipatuik-patuik dek Komisaris-indaklah ado ka cacek salahnyo.
Kununlah Tuan Komisaris-dibaco surek parmohonan si
182
[ 183 ]Mansun-ditanyokan pulo surek nan lain-dibarikan strek dek si Mansun-surek pujian Tuan Regen-panah manangkok urang gilo-urang gilo lapch di Garogol--sanan bakato Komisaris, "Tasabuik di dalam surek nangko-awak manangkok urang gilo-batua koh itu kajadian,”-katonyo Tuan Komisaris-dianggakkan kapalo dek si Mansun-sumbia manjawab maiyokan.
Lah sudah si Mansun taimbau-lah dipareso dek Komisaris- tibo geleran si Hasan pulo-hampia saroman pamaresoan-lalu di-pareso pulo kasehatan-tanyato kaduonyo luluih pulo.
Disingkekkan sajo malah kaba-di antaro calon nan banyak nantun-calon polisi nan ditarimo-tamasuak si Mansun jo si Hasan-disuruah datang barisuak pagi-datang ka Kantua Polisi nantun.
Pado hari nan barisuaknyo-pagi-pagi pukua salapan-lah tibo kaduonyo di Kantua Polisi-alah ditarimo malah kaduonyo-muloi sato masuak latihan-iyo latihan jadi polisi.
Kan iyo si Bujang Mansun-duo jo kawannyo nan si Hasan- alah batuka baju sapatagak-babaju hitam buah salapan-buah bajunyo nan dari loyang-sarawa hitam basitiwal-sitiwal talilik di kakinyo-dari mato kaki sampai ka lutuik-basipatu bot bocawek gadang-cawek gadang dari kulik jangek-ampek jari nan ka laweh-nyo. Mamakai padang tasisik-tasisik di kida tantang pingua-tantang pinggang batabuang aia-bakupiah gadang lakan hitam di muko pakai mangkuta singo-di puncak runciangdari loyang. lah samo gagah kaduonya-sarupo mayor kapai parang-sakik panik manahan galak-samo tagalak kaduanyo.
Alah sapakan duo pakan-lah tigo pakan lah ampek pakan-- alah sabulan ka lamonyo-dipindahkan si Mansun bagian kan- tua-ateh partimbangan induak samang-pakaian batuka paslo si Hasan-babaju kulepak putiah-sarawa nan dari sulo Cino-sulo nan kuniang -kuniang aia-basisamping batiak Pakalongan-di- sampiang tampak indak jadi-kapalo badeta batiak-batuka tamipan dipandangi-sarupo pakaian baha Samiun-dalam bangsawan Nyai Dasima.
Adapun si Bujang Mansun-inyo diangkek jadi pambantu jadi pambantu resersiur-manjadi coro kato urang-bagian polisi
183
[ 184 ]mato-mato-kumandannyo banamo si Saerun-anak Bogor nan
elok hati-bujang bapaham baalemu-sasuai bana dek si Mansun.
Bujang Mansun tahu di untuang-tahulah inyo dibodohnyo- kurang alemu amuah baraja-dimasuakinyo malah karusuh-karusuh baraja bahaso Ulando-sungguh-sungguah inyo baraja-rajin ma-nyimak jo mahapa-sia sungguah tantu mandapek-kuek batanyo mangko pandai-kuek baguru mangko tahu. Taraso bana dek si Mansun-kok bagak sajo dipanggakkan-kapalo kosong indak barisi-indak ditambah pangatahuan-alamat ka tingga dari urang-urang maju awaklah tingga-urang pandai awak lah binguang-bilolah nasib ka barubah. Dimasuaki pulo karusus masin tep-pandai mantep sapuluah jari-barakat rajin jo sungguahnyo-bahaso Ulando lah jarang-jarang kain-dek indak malu mancubokan-kuek baraja jo balatiah-balatiah salalu jo kumandan-kumandan Saerun urang Bogor-nama nan salah dibatuakan-sampailah inyo pandai juo-sangaiklah sayang kumandannyo-nan banamo Saerun nantun. Kalau ka dinas kaluaran-si Mansun baangkuik juo-sangaik sahati jo sapaham-sarupo urang bakatahuan lamo-namun si Mansun pun pandai pulo-mambawokan hati induak samang-biapun sayang induak samang-inyo nan tatap haromat juo. Kalau bajalan baduo-duo nan indak mamakai pakaian dinas-samolah tampan kaduonyo-samo-samo dimakan pakai-sudiklah urang manantu- kan-nama koh garan nan tinggi pangkat-dek samo ganteng kaduo-nyo.
Dek sangaik rajin si Bujang Mansun-rajin baraja jo mambaco-indak ado ukatu sanggang-dibaco buku jo surek kaba-buku detektif talabial bana-pangalaman urang nan lamo-lamo-baa manang-kok manyalidiak-baa caronyo rang manyamar-mancari jajak dalam aia-mambongka sagalo kajahatan-dipahamkan bana sungguah-sungguh sagalo alemu kapolisian.
Dek sartgaik rajin si Bujang Mansun-rajin nan iyo pangka pandai-banyaklah alemu nan lah dapek-alemu jiwa pun pandai pulo-alemu jiwa manusia-lahu digarak garik utang-paguno bana dek si Mansun-tamasuak alemu kapolisian. Kan iyo si Bujang Mansun-karano alemu batambah tambah- tambah sahari tambah maju-karajo pun banyak tasalasaikan-
184
[ 185 ]mangecek lah pasiah baso Ulando-baso Ulando garoseh peseh-naiaklah pangkek si Bujang Mansun-dari satingkek ka satingkek-sampai manjadi Mantari Polisi.
Sitaba daun sitaba
sitapuang dibalíak rumah
Lah panek pulo dek bakaba
baranti dulu lapchkan rangah
Hari Rabaa raminyo pakan
rami balainyo Bukiktinggi
Di siko kaba dihantikan
si Bujang Mansun jadi polisi
VIII. DIKACAK-KACAK NAN PUNYO
Batang capo di bukik pulai
pucuak digatu kalalaso
Šajak cako kaba tabangkalai
kini ko kito sambuang pulo
Birawari si Bujang Mansun-sajak inyo jadi polisi-inyo ma- nyewo rumah surang-paviliun urang sabalah-sabalah rumah Su- tan Salim-suami dek amai Nuriah-apak kanduang dek si Dalipah.Sajak karajo jadi polisi-jarang si Mansun batandang-tandang karano sibuak bakarajo-ditambah pulo jo baraja-abihlah maso dek manuntuik-mancari alemu kapandaian-masuak karusuh iko itu-mak samo pandai jo urang lain. Kalau inyo pai batandang-sakali-sakali sudah Mugarib-dijalang Angku Sutan Salim-sarato Amai Siti Nuriah-dicaritokan juo parasaian-awak baraja jo baguru karano alemu nan alun bara-sambía dimintak malah nasihat-kapado Angku Sutan Salim-salaku urang nan tuo-tuo umua tuo pangalaman-talabiah pangalanan jadi pagawai. Konanlah pulo Sutan Salim-urang johari bijaksano-amuah manunjuak maajai-taradok anak mudo-mudo-diagiah juo pamandangan-taradok ka-pado si Bujang Mansun-banyak nasihat dikatokan-panguekkan
185
[ 186 ]hati si Mansun-supayo inyo amuah baguru-baraja jadi urang pandai. Mancaliak kamauan rang mudo nantun-amuah mandanga
sagalo nasihat-sarato pitunjuak jo pangaja-dari sahari ka sahari-inyo batambah maju juo-sananglah hati Sutan Salim-sarato jo bininyo si Nuriah-bakato-kato di dalam hati-sabana sungguah paja nangko. Budi baiak kalakuan baiak-tahu diuntuang parusaian-kuek baguru rajin baraja-dalam karajo batambah maju-pangkaik-nyo naiak tiok sabanta. Ditiliak pulo paragaulannyo-baiak jo urang atau jo awak-alun panah ado bacacek-katuju bana dek Sutan Salim-sarato bininyo si Nuriah.
Kini si Mansun alah bapangkat-namun haromatnyo bailu juo-kadang talinteh dek Sutan Salim-duo jo bininyo si Nuriah-handak manjapuik ka minantu-untuak suami anak kanduang-nan banamo si Dalipah. Ditiliak pulo si Dalipah-tamat sikolah jururawat-jururawat di Salenba-jokok disanjuang jo eloknyo-turuih bak sapu diantakkan-larai bak mansiang kumbuah. Basi-sondok manikam kaniang-kaniang nan bagai kiliran taji-bulu mato samuik buritiang-malo nan bagai bintang timua-kalilok palito padam-hiduang nan bagai dasun tungga-bibia nan bak asam sauleh-gigi nan bagai camin talayang-lidah nan bak ampalaın masak-galaknyo bagai dalimo rangkah. Lorong kapado talingonyo-talingo talipuak layua-pipinyo pauah dilayang-lihia nan bagai mundam dilariak-daguak nan bagai awan tagantuang-jari bak sugilandak gunjo-karek kuku bulan tigo hari-pinggang sacakak daun bungo. Pihak kapado batilinyo-batih nan bagai paruik padi-ampu kaki bungka satalia-tunik nan bagai talua buruang-tapak nan bagai kipeh Cino-pajalanan síganjua lalai-pado pai suruik nan labiah-ka kida lampan manganai-ka suok tampan mambu- nuah-samwik tapijak indak nati-alu tataruang patah tigo-talua tataruang indak pacah.
Diparatikan pulo dek bapak mandeh-kan iyo si Sutan Salim sarato bininyo Siti Nuriah-musiki lah lamo bakanalan--antaro Mansun jo Dulipali-hanyo sakadar tagua sapo-jokok batutua bakato-kato-salalu mamakai tatarik sopan-usah ka ado malampau taro-bakato jangga pun indak panah. Sunguahpun baitu bana-pandapek Sutan Salim jo bininyo-niat nan alun dinyatokan
186
[ 187 ]manunggu maso kutikonyo-maso elok kutiko bajak-maalun pi-
kiran urang tuo.
Dek hatta takadia Allah-kok mujua nan sapanjang hari- kok malang nan sakarijok mato-mujua nan tak dapek diraiah- malang nan tak dapek ditulak-lorong kapado bujang Mansun- Allah Taala kayo sungguah-sadang tidua tangah malam-di ateh dipan di rumahnyo-taraso badan mandingin-manggigia badan ka-dinginan. Sakik kapalo bagai ka balah-indak dapek dibawok duduak-lunak sagalo pasandian-panyakik datang tibo-tibo. Pado malam samalam nantun-indak sapiciang juo mato takalok-maharang-barang bakapanjangan-lah sampai pulo pagi hari-lah pagi hari baitu juo. Panek sagalo paruwasan-rangkik-rangkik sagalo pasandian-badan hangek kapalo sakik-sakik bak raso ditokok jo batu-rakungan kariang raso tabaka-di sinan awih taraṣo pulo- indak ka mano mintak ayia.
Rumah gadang sambilan ruang
nan salanja kudo balari
Alang sakiknyo tingga surang
ubek siapo ka mambari
Tigo ringgik tangah salapan
sabulan tigo puluah hari
Awih taraso indak tatahan
ayia ka mano ka dicari
Si Asam nak rang Sungai Jariang
nak lalu ka pakan ambek
mambawok balam tigo gayo
Tibo jo sakik ngilu paniang
indak siapo nan ka maubek
tabarieng surang apo ka dayo
Dicubo duduak dikarehkan hati-malayo paruik kalua mutah-kalua mutah basah salimuik-dibawok tagak mancari-ayia- awak tagak paniang pun tibo-bakunang-kunang pancaliakan-jatuah tagolek ateh lantai-tak panah sakik saroman itu-mutah ma-luwak bakapanjangan,
187
[ 188 ]Birawari gadih si Dalipah-sadang mambarasiahkan paka-
rangan rumah-sadang manyapu-nyapu laman-paningga bapak jo mandeh-nan lah barangkek ka Tangerang-pai baralek ka rumah famili-tingga Dalipah maunyi rumah. Mandanga ado urang mutah-sarato maharang harang-pandangaran dari rumah sabalah-nyato di sinan si Mansun tingga-tatagun tagak si Dalipah-ka dituruuik taraso malu-awak gadih si Mansun bujang-indak dituruuik taraso salah-kok iyo si Mansun sakik-siapo lai nan ka manolong-lah nyato inyo surang sajo.
Didanga juo sabanta lai-mutah nan kian manjadi-jadi-mutah sarato jo harangnyo-ibolah hati Siti Dalipah-anak rang gadih nan panyantun-kalahlah malu dek pahibo-pai juo inyo nan jadi. Kunun rang gadih si Dalipah-inyo nan pai baguluik-guluik-pai ka rumah tampek si Mansun-masuak sakali ka dalam rumah-dicaliak si Mansun lah tagolek-tagolek sajo ateh lantai-mutahnyo ba leak-leak-kanailah kain jo baju-kain salimuik pun kanai pulo. Kan iyo gadih Dalipah-anak nan indak panjajok-lapeh sikoła juru-rawat-indak buliah manaruah jajok-baitu latihan di sikola-di-ambiak malah kain kasua-sarato dangan kain salimuik-lalu diba-wok ka balakang. Untuak panuka aleh kasua-inyo balari ka rumahnyo-diambiak saperai aleh kasua-kainnyo putiah barasiah-baru kalua dari dobi--diganti aleh kain kasua-kain kasua dipan si Mansun nantun.
Pado maso duaso nantun-diambiak ayia dek si Dalipah- ayia patah saembe panuah-dibukak malah pakaian si Mansun- dibaruik badan jo aia matah-diseka jo kain handuak-diam biak pulo baju piama-baju pian.. dalam lamari-dilakekkan piama nantun-dipapah si Mansun ka ateh dipan-dikipak sakuek hati-indak leh malu kamiluan. Ditiduakan si Mansun ateh dipan-dicari kain dalam lamari-nan elok ka kain saok-disalimuti malah si Mansun-sambia tidua maharang juo.
Kununlah si Bujang Mansun-indaklah sampai hilang bana- inyo Jeli tahu nan bak kian-tapi suaro nan tak kalua-badan le-nyai indak manggarai-dirasoi badannyo dek si Dalipah-angek sangaik badan si Mansun-bagai mangaca baro api.
188
[ 189 ]Dijapuiknyo pulo dek si Dalipah-ayia angek dalam ta-
romoih-dibawoknyo ka rumah si Manson-diambiak galeh nan barasiah-dituangkan ayia ka galeh-raso lah angek ngilu kuku-lalu diminunkan ka si Mansun. Ayia sagaleh nan lah abih-dimintaknyo juo sagaleh lai-lah duo galeh inyo minun-dimintaknyo juo sagaleh lai-lah tigo galeh si Mansun minun-kok namuah garan mampaturuikkan-raso ka abih ayia sacerek-baitu bana awih si Mansun-rakungan angek bak ka rangkah-handak salalu dibasahi
Lah sudah si Mansun dibari minun-alah dikamehi pulo tam- peknyo-takana pulo dek si Dalipah-handak maimbau Tuan Do- tor-lalu diangkek gagang talipon-ditalipon malah Tuan Dotor.Lah sudah manalipon Tuan Dotor-disambuangkan pulo Kantua Polisi-mangabakan si Mansua sakik-indak takao pai karajo mintak parmisi itu namon yo-ka bakeh induak samang nan di kantua.
Indak lamo doh antaronyo-tibo malah Tuan Dotor-dihanti- kan oto di halaman-lansuang sakali naiak ka rumah-dipareso ma-lah sakik si Mansun-langkok jo alaik pamaresonyo-lah sudah Mansun dipareso-lalu basuntik pulo ciek-basuntik nan tantang pinggua. Salasai pulo basuntik nantun-diagiah ubek tigo bungkuih-sabungkuih saroman tapuang-sabungkuih pel ketek-ketek-sabungkuih pulo pel nan kuniang-antah ubek apo garan namonyo-makJumlah dotor tantang itu.
Adapun baliau dotor nantun-alah salasai pulo karajonyo- dikatokan pulo aturan ubek-baalah caro mamakannyo-bara kali dalam sahari-barulah inyo mintak pulang-babaliak inyo ka tampeknyo.
Kan iyo gadih Dalipah-sapaningga dotor bajalan-dimakan. kan malah ubek si Mansun-Mansun nan patuah bak anak ketek-- diberi ubek dek mandehnyo. Lah sudah pulo mamakan ubek- disuruah tidua si Bujang Mansun-tidua mangalai ateh dipan-Dalipah nan pai ka rumahnyo-taruih ka dapua nyo batanak-manjarangkan nasi untuak si Mansun-kok untuang namuah inyo makan-amak barisi juo paruik.
Dek lamo Jambek nan bak kian-bareh tajarang sampai ma sak-masaklah bareh jadi nasi-disanduak taro angek-angek-disaŋ-
189
[ 190 ]duak ka dalam cambuang-cambuang salada putiah babungo. Di-
ambiak samba dalam lamari-samba randang jo pangek ikan-di- masuakkan ka dalam sia-sia diatua dijenjengnyo-dijenjeng jo tangan kida-nan suok mamacik cambuang-Dalipah bajalan ha- nyo lai-iyo ka rumah bujang Mansun.
Kunun rang gadih si Dalipah-tibo di rumah bujang Mansun- dicaliak inyo indak lalok-lalu diduduakkan malah si Mansun- diagiah banta ka sandaran-disuoki malah si Bujang Mansun-bagai mandeh manyuoki anak-lai tamakan nasi nantun-iyo sasuok duo suok-cukujk katigo tak namuah lai. Lah siap baranti makan-dikamehi nasi jo samba-dikamehi baliak bak samulo-gadanglah hati si Dalipah-nasi ditanak leh bamakan-musiki sasuok duo suok-barisi juo malah paruik-kok untuang lakeh juo sanang. Di-suruah lalok baliak si Mansun-dipaeloki malah kalang bantanyo-dipaeloki pulo salimuiknyo-sadang si Mansun maunjua nantun-dipiciak kaki di lua saok-dipiciak-piciak sampai takalok-sampai takalok si Bujang Mansun.
Pihak kapado si Dalipah-dicaliak si Mansun alah takalok- babaliak pulang banyo lai-dikarajokan pulo karajo rumah--sakali-sakali diliyek juo. Kalau si Mansun sadang tasin tak-ditanyoi apo kahandaknyo-handak minun diambiakkan ayia-kok lah patuik ubek ditukeh-lalu dimakankan malah ubek.
Namun di hari sahari nantun-lah sampai palang pulo nyo hari-ampiang bajawek dangan sanjo-babalik mandeh jo bapak- kan iyo mandeh Siti Nuriah-sarato Bapak Sutan Salim-pulang nan dari Tangerang-tibo di rumah lah tu kini.
Birawari gadih Dalipah-ado sabunta antaronyo-bakato inyo ka mandehnyo. "Manolah Amai kato hambo-sapaningga Amai ka Tangerang-baduo jo bapak kanduang-hambo nan sadang di halaman-ladanga urang maharang-barang-kadang-kadang saroman mutal-iyo di rumah nan sabalah-iyo di rumah Udo Mantari. Mandanga urang maharang-larang-disalo mutah malowek-lowek- hambo dakeki rumah mantun-hambo cagam di baliak pintu-nam- pak di bambo Udo Mantari-inyo nan sadang sakik kareh. Karano Arai tak di rumah-bapak kanduang pun indak pulo-sialah urang nan ka manolong-hambo haranikan hati hambo-masuak ka rumah
190
[ 191 ]sabalah nantun. Karano cameli maliyek sakik-di hambo lak tantu ka dikakok-hambo talipon malah dotor-manyuruah datang mamareso-indak lamo antaronyo-dotor pun datang mamariso basuntik malah Udo Mantari-lalu dibari malah ubek. Ubek suda dibari dotor-baliau bajalan hanyo lai-hambo kamehi rumah nantun-hambo antakan ayia ka diminun-sarato nasi nan ka dimakan-
kiniko inyo sadang lalok,"-kalonyo gadih Dalipah-bacurito bakeh mandeh kanduangnyo-mandeh kanduang Siti Nuriah.
Mandanga kato nan bak kian-indak tarago bapanjang-panjang-dicaritokan pulo malah ka laki-sagalo keock anak nantun-samo takajujk kaduonyo-lalu bajalan hanyo lai-pai manantuì si Bujang Mansun.
Didapati Mansun salang lalok-dicaliak suok jo kida-saperai takambang superai awak-kato Nuriah dalam hati-sabana elok anak kanduang-nan banamo si Dalipah-amuah manolong urang sakik-lai paibo di anak dagang. Ukatu tasintak si Bujang Mansur-alah ditanyoi dek Nuriah-sarato dangan suaminyo-alah dapek kato bajawab-bacurito sapatah duo patah-nampak sakali pangaruah ubek-lai baransua moh kironyo. Mamintak tolong si Bujang Mansun-manaliponkan ka kawannyo-kawan nan sano bakarajo-si Hasan nak rang Batu Sangka. Kan iyo sapatang nantun-patang bajawek dangan sanjo-sanjo bajawek dangan malam-lah malam pulo malah hari-datang si Hasan kawan si Mansun-dalang taca-meh indak tahu-bahaso si Mansun dalam sakik-bamukasuik inyo nak mambawok-mambawok si Mansun ka rumah sakik-tapi si Mansun nan tak namuah-sanang juo tidua di rumah-daripado lalok di rumah sakik-baitu kalo si Mansun.
Adapun akan si Hasan-karano kawan indak nyo namuah -handak dibawok ka rumah sakir -lalu dihunyikan malam nantun- bamalam inyo nan jadi-iyo di rumah si Mansten mantum. Manjalang laruik malam hari-tai bakawan daduak-duduak-iyo jo Angku Sutan Salim-malakik mato takaatuak-barulah pulang Sutan Salim-inyo nan pulang ka sabalah.
Pado hari nan barisuaknyo-sasudah minun pagi hari-ayia dianta dek Nuriah-pamaisi Hasan ka Nuriah-inyo kan pai ka sa-karajo. Konon di tampek bakarajo-dibari tahu malah kawan-ka [ 192 ]wan-kawan-kawan samo polisi-baraso si Mansun dalam sakik- banyak lah kawan nan maliyck-pado hari sahari nantun-man- janguak si Mansun sakik-ado manjanguak dangan mato-ado mam- bawok pambawoan-baitu adaik basamo gadang.
Birawari gadih Dalipah-kutiko hari nan katigo-hari katigo si Mansun sakik-inyo disuruah dek mandehnyo-mahantakan nasi ką sabalah-langkok jo samba jo gulainyo-untuang taraguak dek si Mansun-makan şaketek barang sado. Mangko disuruah si Dalipah-karano mandeh handak pai-ado dituruik ado paralu-disuruah suaminyo Sutan Salim.
Kunun rang gadih si Dalipah-mandanga suruah mandeh kan- duang-lai tasuruah di nan ka pai-lai taimbau di rang ka datang-diantakan nasi jo samba-baguluik-guluik maantakan.
Lah tiba di rumah si Mansun-dicaliak inyo sadang lalok- lalok nan sadang lamak bana-kadang-kadang inyo tasanyun-ka- dang-kadang inyo tagalak-galak tasanyun taro Jalok-heran Dalipah mamandangi.
Lorong kapado rang nan lalok-bujang Mansun nan sadang sakik dalam lalok inyo bamimpi-taraso inyo pai bamain-bamain-main ka lapi pantat-duduak bajuntai ateh batu-di dalam sabuah pulau-di pulau nan banyak tumbuah bungo-sarupo di dalam kabun bungo. Adapun akan si Bujang Mansun-taraso duduak di ateh batu-di bawah batang bungo culan-bungo nan banyak lambai-malambai lambai-malambai di tapi pantai-aia lawik nan sadang tanang-saketek indak nan baombak-bahambuih angin lunak lambuik-sajuak rasonyo parapian-mamandangi bungo nan banyak-baunnyo harun manyadapkan-antah baunyo bungo malati-antah baunyo bungo campako-bungo kananga atau nan lain-sulik rasonyo mampabedokan.
Sadang duduak basanang-sanang-sadang dimabuak harun bu- ngo-tibokih ampek urang puti-puti nan datang antah di mano- antah nan turun dari kayangan-datang ka bumi pai mandi-roman nan elok kaampeknyo-rancak nan bukan alang kapalang-sariklah sutan ka jodohnyo-ataupun rajo ka tandiangnyo. Lah tiba puti nan barampek-bulari-lari di tapi pantai-lari bapacik-pacikan tangan-samhía badendang balari juo-sambia balari badendang juo-
192
[ 193 ]sabalah nantun. Karano cameh maliyek sakik-di hambo tak tantu ka dikakok-hambo talipon malah dotor-manyuruah datang mamareso-indak lamo antaronyo-dotor pun datang mamareso-basuntik malah Udo Mantari-lalu dibari malah ubek. Ubek sudah dibari dotor-baliau bajalan hanyo lai-hambo kamehi rumah nantun-hambo antakan ayia ka diminun-sarato nasi nan ka dimakan-kiniko inyo sadang lalok,”-katonyo gadih Dalipah-bacurito bakeh mandeh kanduangnyo-mandeh kanduang Siti Nuriah.
Mandanga kato man bak kian-indak tarugo bapanjang-panjang-dicaritokan puto malah ka laki-sagalo kecek anak nantua-samo takajuik kaduonyo-lalu bajalan hanyo lai-pai manantui si Bujang Mansun.
Didapati Mansun sadang lalok-dicaliak suok jo kida saperai lakambang saperai awak-kato Nuriah dalam hati-sabana elok anak kanduang-nan banamo si Dalipah-amuah manolong urang sakik―lai païbo di anak dagang. Ukatu lasintak si Bujang Mansur: alah ditanyoi dek Nuriah-sarato dangan suaminyo-alah dapek kato bajawab--bacurito sapatah duo patah-nampak sakali pangaruah ubek-lai baransua moh kironyo. Mamintak tolong si Bujang Mansun-manaliponkan ka kawannyo-kawan nan samo bakarajo-si Hasan nak rang Batu Sangka. Kan iyo sapatang nantun-patang bajawek dangan sanjo-sanjo bajawek dangan malam-lah malam pulo malah bari-datang si Hasan kawan si Mansun--datang tacameh indak tahu-bahaso si Mansun dalam sakik-bamukasuik inyo nak mambawok-mambawok si Mansun ka rumah sakik-lapi si Mansun nan tak namuah-sanang juo tīdua di rumah-daripado lalok di rumah sakik-baitu kato si Mansun.
Adapun akan si Hasan-karano kawan indak nyo namuah -handak dibawok ka rumah sakir-lalu dihunyikan malam nantun- bamalam inyo nan jadi-iyo di rumah si Mansun nantun. Manjalang laruik malam hari-lai bakawan duduak-duduak-iyo jo Angku Sutan Salim-malakik mato takantuak-barulah pulang Sutan Salim-inyo nan pulang ka sabalah.
Pado hari nan barisuaknyo-sasudah minun pagi hari-ayia dianta dek Nuriah-parmisi Hasan ka Nuriah-inyo kan pai ka karajo. Konon di tampek bakarajo-dibari tahu nialah kawan-ka-
191
[ 194 ]wan-kawan-kawan samo polisi-baraso si Mansun dalam sakik-banyak lah kawan nan maliyek-pado hari sahari nantun-manjanguak si Mansun sakik-ado manjanguak dangan mato-ado mambawok pambawoan-baitu adaik basamo gadang.
Birawari gadih Dalipah-kutiko hari nan katigo-hari katigo si Mansun sakik-inya disuruah dek mandehnyo-mahantakan nasi ka sabalah-langkok jo samba jo gulainyo-untuang taraguak dek si Mansun-makan saketek barang sado. Mangko disuruah si Dalipah-karano mandeh handak pai-ado dituruik ado paralu-disuruah suaminyo Sutan Salim.
Kunun rang gadih si Dalipah-mandanga suruah mandeh kanduang-lui tasu ruah di nan ka pai-lai taimbau di rang ka datang-diantakan nasi jo samba-baguluik-guluik maantakan.
Lah tibo di rumah si Mansun-dicaliak inyo sadang lalok-lalok nan sadang lamak bana-kadang-kadang inyo tasanyun-kadang-kadang inyo tagalak-galak tasanyun taru lalok-heran Dali-pah mamandangi.
Lorong kapado rang nan lalok-bujang Mansun nan sadang sakik-dalam lalok inyo bamimpi-taraso inyo pai hamain-bamain-main ka lapi pantai-duduak bajuntai ateh batu-di dalam sabuah pulau-di pulau nau banyak tumbuah bungo-sarupo di dalam kabun bungo. Adapun akan si Bujang Mansun-taraso duduak di ateh batu-di bawah batang bungo culan-bungo nan banyak lambai-malambai-lambai-malambai di tapi pantai-aia lawik nan sadang tanang-saketek indak nan baombak-bahambuih angin lunak lambuik sajuak rasonyo paratian-mamandangi bungo nan baanyak-baunnyo harun manyadapkan-antah baunyo bungo malati-antah baunyo bungo campako-bungo kananga atau nan lain-sulik rasonyo mampabedokan.
Sadang duduak basanang-sanang-sadang dimabuak barun bungo-tibolah ampek urang puti-puti nan datang antah di mano-antah nan turun dari kayangan-datang ka bumi pai mandi-roman nan elok kaampeknyo-rancak nan bukan alang kapalang-sariklah Sutan ka jodohnyo-ataupun rajo ka tandiangnya. Lah tibo puti nan harampek-balari-lari di tapi pantai-lari bapacik-pacikan tangan--sambia badendang balari juo-sambia balari badendang juo-
192
[ 195 ]sadang gumbira sukonyo hati-turun ka lawik baharullah-puti barampek taruih mandi-abuak tagerai ka ampeknyo.
Lah mandi puti sakira-kiro-puti barampek basuko hati- tibolah anso dari lawitan-anso nan gadang bukan kapalang-diracak urang ateh pungguangnyo-anso baranang sampai dakek-diraçak puti bapakaian amel-bakilau-kilau roman pakaian-kironyo lah dakek anso nantun-baranang manuju ka si Mansun-tagalak puti di pungguang anso-kironyo nan disangko puti nantun-iyolah gadih Dalipah-malompek turun di pungguang anso-datang mandakek ka si Mansun-diunjuakkan tangan ka si Mansun-tangan taonyok kaduonyo-sambia tagalak sanyun juo-Mansun manjawek kaduo tangan-Puti Dalipah maelokan-mambawok si Mansun ka pungguang anso-anso gadang bagai salodang-bulu bacampua bulu amch-adang-adang saroman perak-galaklah Mansun jo Dalipah-sukolah hati kaduonyo-banyanyi-nyanyi baden- dang sayang. Lah tibo di pungguang anso-anso baranang-ranang juo-puti barampek bakaja-kaja-kadang malambai-lambaikan tangan-heboh dek galak kasukoan-galak tahadok ka si Mansun sarato dangan si Dalipah-Mansun Dalipah pun galak pulo-sukonyo hati bukan kapalang-Allahu Rabbi nan ka tahu.
Sadang tagalak-galak nantun-tasintak Mansun dari mimpi-mimpi abih rasian hilang-hilanglah pulau taman bungo-hilanglah puti nan barampek-hilanglah pantai jo lawitan-hilanglah anso gadang nantun-lah tingga sajo si Dalipah-digosok mato jago lalok sabana iyo si Dalipah-nan sadang duduak manantikan-si Mansun tasintak lalok. Kan iyo si Bujang Munsun-awak mancaliak ka Dalipah-Dalipah mancaliak ka si Mansun-batamu pandang maso pantun-batamu pandang ampek mato-basabuang ombak di lawutan-mahampeh ombak di tapi pantai-mangguruah bunyinyo dado-dado rang bujang jo anak gadih-samo mangakah kaduonyo mangaluah sajo di dalam hati.
Panto nan indak tapantokan
manumbuak padi jo alu
Kato nan indak takatokan
di dalam hati Tuhan nan tahu
193
[ 196 ]
Mantimun bungkuak di dalam padi
cuko di dalam pabarasan
Sunggual baramuak di dalam hati
di muko haram kalihatan
Birawari gadih Dalipah-mancaliak si Mansun alah jago-sanan bakato hanyo lai. "Manolah Udo kato hambo-eloklah makan kini-kini-usah badingin nasi puto-lah sajak tadi hambo datang-Udo nan sadang lalok lamak,"-katonyo gadih Dalipah-tutua katonyo basumanih.
Mandanga kato nan bak kian-manjawab si Bujang Mansun, "Kalau baitu kato Adiak-mak hambo basuah malah muko-hambo kayaikan ka balakang,"-katonyo si Bujang Mansun-sambia tagak basulambek-mambasuah muko ka balakang.
Lah sudah inyo mambasuah muko-lalu dimakan malah nasi-nasi diantakan si Dalipah-walaupun makan alun taraguak-dek takuik Dalipah baibo hati-pambawoannyo tak dimakan-dikayaikan juo mamakannyo.
Kununlah makan urang sakik-saroman makan ka daguak- makan saketek alah kanyang-dikamehi malah dek Dalipah-sambia bakameh bakato juo. "Manolah Udo kato hambo-hambo caliak hambo pandangi-kutike Udo sadang lalok-Udo tagalak-galak surang-mimpi apo ko lah nan libo-rasian apo ko lah nan datang-kok buliah hambo nak tahu-curitokan malah bakeh hambo," katonyo gadih Dalipah.
Mandanga kato si Dalipah--tasanyun si Bujang Mansun- sanyun bak panch monganduang hujan-dikatokan awak kok malu -indak dikatokan ka baa pulo-bakato juo nan jadi, "Kalau itu nan Adiak tanyokan-mimpi hambo sabana rancak-malulah hambo mangatokan-takuik di Adiak bagalakkan," katonyo si Bujang Mansun-sambia mancaliak ka si Dalipah.
Maningkah pulo si Dalipah, "Kalau baitu kato Udo-manduo hati Udo ka hambo-bana lai picayo indak-kok rancak mimpi Udo nantun-usah rancak di Udo surang-handaknyo rancak di kito baduo," katonyo gadih Dalipah-bakato antah maranyuak-maranyuak antah maajuak-maajuak hati bujang Mansun.
194
[ 197 ]Mandanga tingkah si Dalipah-Mansun nan indak tahan hati-sanan bakato hanyo lai, "Kok namuah Adiak mandangakan-
bajanji indak manggalakkan-mimpi nan rancak janyo hambo-alun panah hambo bamimpi-nan sarancak sakali nantun. Rasonyo hambo sadang duduak-duduak surang di tapi pulau-pulau nan bagai pulau bungo-babagai-bagai bungo nan tumbuah-harun nan bukan alang-kapalang. Sadang duduak barangin-angin-angin malam-buih lunak lambuik-rasonyo tiho bidodari-datang babarih ampek urang-nan samo rancak ka am peknyo-banyanyi badendang-dendang-Allahu Rabbi sukonyo hati. Indak lamo sasudab nantun-datanglah pulo Tuan Putri-roman nan rancak bukan buatan-bapakaian sagalo ameh-duduak batenggek ateh anso-bulu anso ba-perak perak-datang mahampia bakeh hambo-dibawoknyo hambo ka ateh anso-kami balayia basamo-samo-kan iyo jo anso nantun...."
Alun abih curito si Mansun-sanan manyalo si Dalipah, "Bara ka gadang hati Udo-balayia baduo jo Tuan Putri-itu malah Udo tagalak-suko sangaik nampak di hambo-raso ka bingik hambo mandanga-bingik kapado puti nantun," katonyo gadih Dalipah-bakato sambia jo galak sanyun.
Bakato pulo malah si Mansun, "Sajak samulo hambo katokan-hambo nan usah digalakkan-mimpi hambo sabana rancak-sungguahpun rancak di hambo surang-tapi saketek cubolali takok-siapokoh garan puti nantun-kalau di Adiak lai tatakok-sujuik-lah hambo sapuluah jari-sabalch dangan kapalo hambo," kato-nyo si Bujang Mansun-manyaruah jawab tanyonyo nantun. Manyahuik Dalipah sambia golak-galak bagumam indak jadi, “Kalau itu Udo katokan-di ma pulo tantu di harubo-hanbo nan indak manampaknyo-hambo tak sato barasian-antah mambang antah-nyo pari-Udo malah nan ka tahu," katanyo gadih Dalipah.
Mambaleh pulo si Bujang Mansun, "Adapun akan puti mantun-iyolah tuan Puti Dalipah-puti magari antah barantah-kalau lalok jadi rasian-kok jago jadi angan-angan," katonyo rang bujang Mansun-sambia mancaliak ka Dalipah-batamu pandang maso nantun-Dalipah manjawab hanyo lai. "Kok hanyo mimpi Udo nantun-rasian pamenan lalok-kacimpuang pamenan mandi-sa-
195
[ 198 ]rançak-rancak mimpi awak-tasintak tidua ka hilang juo," katonyo gadih Dalipah-namun galak bagumam juo.
Bakato pulo malah si Mansun, "Di Adiak mimpi nan biaso -di hambo mimpi jadi ubek-sabab baalah dek baitu-iyo bak bunyi pantun urang.
"Di Muaro talatak Gunuang Padang
bakeh balabuah kapa ka Pagai
Hambo lah nyato ibarat loyang
adiak lah sungguah bak ameh urai
Dari Singkarak rang ka Solok
manompang naiak kureta api
Hambo bakandak rang nan elok
antah di adiak tak ambiak asi.
Katonyo si Bujang Mansun-bakato bagai bahibo-hibo-rusuah Dalipah mandangakan-sambia manjawab hanyo lsi,
"Urang manumbuak bareh ampiang
manumbuak baduo-duo
alu kamuniang baru sudah
Usah mamakuak jo pungguang ladiang
pakuak dek Udo jo matonyo
mak tantu badarah-darah
Den basuah kain den gosok
den sabun jo sabun mandi
barasiah baru di balau
Kok namuah Udo mambawok
ka ujuang buni namuah den pai
usahlah Udo bahati ragu.
Mandanga kato si Dalipah-manjawab pulo bujang Mansun, "Kalau baitu kato Adiak-guno tak joa ka dibalch-kok hanyuik hambo lah Adiak sahai-kok sakik hambo lah Adiak giloi-Allahu Rabbi nan ka tahu,"katonyo si Bujang Mansun.
Lah lamo lambek nan bak kian-rang mudo bujang jo gadih
96
[ 199 ]-bakato bapadu padan-kununlah gadih Dalipah-parmisi pulang
hanyo lai-takuik Dalipah ka kadahuluan-dari mandeh tibo di rumah-pai dilapeh dek si Mansun-Mansun mangelai ateh dipan- dihelokan kain salimuik-tidua bagatuang hanyo lai.
Sicerek tumbuah tapi banda
banda nan kariang dari hulu
Lah panek pulo kito bakaba
istirahat pulo dahulu
IX. KINILAH BARU KASAMPAIAN
Suligi batiak batimba
indak ujuang pangka manganai
Sudah baranti kito sabanta
disambuang kaba nan tabangkalai
Birawari si Bujang Mansun-Mantari Polisi di Batawi-lah sa- kian lamonyo sakik-Allah Taala manggarakkan-dari sakik inyo lah sanang-karajo baliak bagai samulo. Sajak sasudah sakik nantun-Mansun pandatang ka sabafalt-antah kok indak pulang karajo-ataupun malani sasudah sambahyang-lali pai inyo duduak-duduak kadang-kadang jo Angku Sutan Salin-surato dangan Amai Nuriah sakali-sakali jo si Dalipah.
Abih hari baganti hari-abih pakan baganti bulan-diparati- kan juo dek Sutan Salim-sarato bininyo si Nuriah-pibak kapado anak kanduang-ado paratian ka si Mansun-baitu pulo sabaliaknyo-si Mansun pun ado pulo minatnya. Ditimabang timbang pado umua-Dalipah lah patuik busuami-baitu pulo si Bujang Mansun-lah elok pulo barumah-tanggo,
Disingkekkan sajo malab kaba-dianhiak sakadar ka paguno-ado kapada suatu malam-kutiko si Mansun datang batandang-lah duduak sakiro-kiro-alah maota kian-kumari-lah lalok pulo si Dalipah-tingga batigo duduak-duduak-Sutan Salim samo bininyo-sarato pulo si Bujang Mansun.
Pado malam samalam nantun-diajukan malah paretongan-
197
[ 200 ]lamak lalunyo dek Sutan Salim-kanai ganduahnyo dek Nuriah-
mamintak si Mansun ka minantu-akan suami gadih Dalipah-alah dikaji patuik jo mungkin-dikaji pulo hereng jo gendeng-adat nan caro Minangkabau-musikipun barado di rantau urang-dipakaikan juo caro kampuang.
Dalam maso parundingan nantun-antaro lain dikatokan-dek Sulan Salim Bapak Dalipah, "Cubolah agak dek Sulan-kok si Dalipah lah patuik basuami-anak pun lah patuik babini-kamipun alah tuo-tuo-indak lano lai maso pansiun-kok nyampang kami pulang ka kampuang-jo sia Dalipah ditinggakan-kok kami bawok inyo pulang-inyo nan biaso hiduik di rantau-basakik pulo manyasuaikan diri-itulah kami maharapkan-usah manulak handaknyo Sutan-kami tiljak kami pandangi-raso ka lai bapadan-katonyo si Sutan Salim-dibanakan pulo dek bininyo.
Lorong kapado bujang Mansun-mandanga kato nan bak kian -kato nan indak disangko-sangko-di malam kini ka kaluanyo- hagai dirawok kain basah-indak tantu nan ka dijawabkan-sungguah di hati Jah katuju-kok banyak pulo rukun saratnyo-ka malah badan ka batenggang-awak nan jauah di rantau urang.
Dek lamo Mansun tamanuang-ditakok saja di Sutan Salim- apo pangana dalam pikiran-dipinteh sajo dek Sutan Salim-sarato dangan Amai Nuriah-tantangan ongkoih parongkosan-asa leh Mansun maamuahkan-indak tarago baralek gadang-cukuiklah alek baketek-ketek-ketek sukadar nan paralu-apo nan ado dipadokan.
Dek lamo lambek parundingan-dapeklah kato nan sasuai- dapeklah rundiang nan saukua-picak lah buliah dilayangkan- balck lah buliah digolongkan-lah samo sasuai katigonyo. Janji nan indak lamo bana-limo baleh hari kalamonyo-tapek bana di bulan timbua-maklumlah urang makan gaji-indak tarago baralek gadang-dipanggia sajo karik baik-sado nan ado di Batawi-baitu putusan dipabuek. Rundlang putuih kato lah sudah-Mansun parinisi hanyo lai-pulanglah inyo ka rumahnyo-antah inyo bagadang hati-gadang hati mukasuik sampai-antah inyo barusuah hati-ka sia kalo dipaiyokan-hiduik nan surang di rantau urang-kok lai bana badunsanak-dunsanak bansaik jauah di kampuang.
198
[ 201 ]Ulak alainyo kato nantun-lah sampai hari limo baleh hari-
kan iyo di bulan timbua-dinikahkan malah si Mansun-iyo jo gadih Dalipah-alek kawin nan sadang elok-langkok jo karik dangan barik-sarato kawan handai tolan-ramilah rumah Sutan Salim rami dialek badatangan. Baitu pulo pihak si Mansun-banyaklah kawan nan datang-baiak nan samo samo polisi-ataupun kawan di luaran-badacak juo rami alek-matapeh si Mansun babini-dibagi gala manuruik adat-ketek banamo Mansur-gadang bagala Sutan Mansun.
Sajak lah kawin Sutan Mansun-iyo jo Upiak Dalipah-barulah tatap paratian-rukun jo damai paragaulan-saiyo sajo patang pagi-nampak anak daro jo marapulai-bajalan-jalan baduo-duo. Ramilah kini rumah Sutan Mansur-urang surang alah baduo- ajuak maajuak paratian-samolah sanang kaduonyo.
Sulasiah di ujuang guguak
tampak nan dari parantian
Kasiah-sayang jolong basusuak
samo maninjau paratian
Sawah bapadi lah taganang
datangnyo ayia tak baranti
Di malah hati tak ka sanang
lah samo dapek nan di hati
Dendang duo dendang tigo
pacah pariuak parandangan
Bialah makan bialah tido
asa leh duduak bapandangan
Pacahlah cawan ditimpo cawan
ayia taganang diranangi
Babaua sopan samo sopan
sarupo santan jo tangguli
Kononlah pulo Sutan Salim-sanato dangan Siti Nuriah- sananglah hati suko pikiran-kok nan dimukasuik kini lah sampai-kok nam diama alah pacah.
199
[ 202 ]
Dandang talatak ateh tungku
nasi ditanak balantikan
Pandang anak pandang minantu
lah samo rancak bapadanan
Sikua lelan sikua kulari
samo babintiak tantang ikuanyo
Surang bulan surang matohari
alah sajodoh kaduonyo
Dek lamo lambek nan bak kian-alah sabulan duo bulan- babilang bulan ganti jo tahun-alah satahun ka lamonyo-tibo parentah dari ateh-pihak kapado Sutan Salim-pindah karajo ka Bukiktinggi-sarato pangkat naiak satingkek-jadi opster kalas satu.Lah tiba maso nan ditantukan-sarato dangan Siti Nuriah-barangkek malah Sutan Salim-batangih-tangihan jo anaknyo-diantakan sampai ka Tanjuang Pariuak. Tingga Dalipah jo suami-alang kapalang ibonyo hati-awak nan indak panah bacarai-labiah-labiah jo mandeh kanduang-tagah baalah mangatokannyo.
Sajak barangkek mandeh kanduang-sarato dangan apak kan- duang-hakarajo di Bukiktinggi-Dalipah sarato suaminyo-pindah ka rumah nan sabalah-iyo ka bakeh rumah Sutan Salim-rumah gadang lah lapang pulo-bak basi baiak diringgiti.
Sajak lah pindah ka rumah nantun-sananglah hati si Dalipah -lah tingga di rumah gudang-hiduik baduo rukun damai-suami sangaik sayangnyo-kasiah nan bukan alang-kapalang, Allah Taala manggarakkan-lah hamil malah si Dalipah-banyak taragak di nan masam-aia lua lah janiah-janiah-sakali-sakali mutah pulo.Mancaliak barubah badan Dalipah-sananglah hati Sutan Mansur-bini manganduang lah bamulai-dibalikan sagalo kandak-dibawok pulo bajalan-jalan-kadang-kadang pai manonton. Kononlah gambar maso itu-gambar hiduik pilemnyo bisu-dibawok Dalipah pamancaliak-bamacam-macam pilem nan nampak-ado gumbira ado sadiehnyo. Kok tumbuah sadang gumbira-musik gumbira nan tadanga-kok tumbuah nampak pilem nan sadiah-bunyi musiknyo baibo-ibo. Tibo ukatu pasa malam-pasa malam nan di Gambir-Sutan Mansun lah pai pulo-pai mambawok si Dalipah-
200
[ 203 ]mancaliak pamainan bamacam-macam-ado katoprak kudo kepang
-ado wayang wong jo wayang kulik-ado banamo wayang golek-curito Jawa dahulunyo-samaso urang nanyambah dewa. Dek pandai dalang mamainkan-asyiklah urang nan maliyck-samalam suntuak duduak basimpuah-andangakan nengnang talempong Jawa. Ado pulo parmainan Batawi-urang malawak lucu-lucu- reck Batawi garan namonyo-dek lucu mangocok paruik-panon- ton galak kasukoan. Ado pulo parmainan India-incek siti joget India-kumidi bangsawan nan indak tingga-kok tumibuah pasa malam nan bak kian-pueh Datipah pai mancaliak-sarato dangan suami-nyo.
Ditarah-tarah bilah mati
diambiak ka paga pakarangan
Sadang Dalipah basuko hati
di siko kaba dinantikan
X. ANAK LAHIA PANGKAIK PUN NAIAK
Sitaba tumbuah di gunuang
dibawok nak rang Koto Tuo
Lah patuik kaba kito sambuang
duduak pun alah sakiro-kiro
Birawari Siti Dalipah-dek lamo lambek nan bak kian-abih bulan baganti bulan-lah sambilan bulan kalamonyo-lah sampai malah umua kandungan-taraso badan panek-panek paruik di dalam manggarik-garik-anak di kanduang sangaik nyanyang-raso kalibo malahiakan. Pado maso di waso nantun-suami nan indak ado di rumah-sadang batugeh garan tu kini-badan batambah sakik-sakik-diimbau sajo malah daleman-disewo naiak ka Salemba-ka rumah sakik mukasuik hati. Dek lamo lambek di jalan-jauah basarang dakek juo-alah sabanta duo banta-lah tibo Dalipah di sanan-kan iyo di rumah sakik.
Lah tibo Dalipah di rumah sakik-disuruah sakali masuak ka dalam-masuak ka dalam ka sal duo-sato duduak pacah katuban
201
[ 204 ]-sugiro malah bidan manolong-manolong Dalipah dalam malahia-kan. Dek untuang takadia Allah-malahiakan nan indak pasakitan-salamaik sajo kaduonyo-Dalipali surato jo anaknya -lahialah anak laki-laki-anak nan gapuak rancak bana sananglah hati si Dalipah.
Dirandang batiah di kuali
kualinyo kuali kanso
Kaba baraliah banyo lai
sungguah haraliah di sinan juo
Aliah kapado Sutan Mansun-Sajak barangkek tadi malam- dilapeh Dalipah dari rumah-karano panggilan dari kantua-bunyi talipon mamintak datang-kurano ado pambunuhan. Mandanga panggilan nantun-togeh nan indak dapek mailak-konon barangkek Sutan Mansun-manuju Kantua Polisi-dibawok kawan ampek urang-manuju tampek pambunuhan.
Lab tibo di tampek pambunuhan-kan iyo di Mangga Besar -di tampek nan agak langang-ado sapasang laki-bini-urang Cino pulang cap gomeh-nan padusi mati tabunuah-barang amehnyo abih dirampok-nan laki-laki tangan bakabek-tangan dianduah ka balakang-muncuang basakang dangan kain.
Konon Mantari Sutan Mansun-dipareso malah kaadaan maik- dipareso pulo nart laki-laki-disuruh bukak tangan nan bakabek-disuruh bukak dek kawan-kawan-sampa muncuang dibukak pulo-dipareso tampat kajadian-kok ado nan dapek tando beti-ka bahan mancari parampok-disalidiaki bana jo hati-hati. Lah sudah maik dipareso-disuruah antakan ka rumah sakik-untuak diparso pulo di dolor-kalarangan dotor nan ka manantukan-kok nyampang sidang parkaro nantik-baakoh mati urang nangko-manuruik pandapek alimu dotor.
Kununlah pulo nan laki-laki-Cino baumua satangah bayo -labiah kurung ampek puluah limo tahun-salasai dibukak kabek tangannyo-surato dangan sampa muluiknyo-dibawok malah ka Kantua Polisi ateh parintah Mantari Mansur-dinaiakkan ka ateh oto-sarato dijagoi dek anak buah-basamo pulo jo Sutan Mansun.
Pado malam samalam nantun-dilakukan pamaresoan dek Su-
202
[ 205 ]tan Mansur-indak tarago pulang lai-dicari aka baa ka dapek-di-salidiaki bana basungguh-sungguh-sia koh garan nan mambunuah-sia koh garan nan marampok. Dipareso pulo rumah Cino-Cino man duo laki-bini-ado baranak nan lah gadih-anak kanduang dek nan padusi-anak tirih dek nan laki-laki-anak gadih rancak gadih Cino.
Barakaik pandai Sutan Mansur-barakaik yakin bausaho- sampai tabukak rasio nantun-tabongka rasio pambunuhan-nan mambunuah Cino padusi nantun-iyolah lakinyo nan takabek.
Asa mulonyo kajadian nantun-Cino padusi jando nan kayo- baranak ciek gadih pulo-gadih nan rancak bukan kapalang-lah sampai kawin pulo jando nantun-kawin jo lakinyo nan kini tu-mancaliak rancak anak tirih-kanailah hati apak tirihnyo. Kunun-lah anak gadil nantun-anak nan sangaik bajagoi-piltak dek mandeh kanduangnyo-anak nan sangaik pandiam bana-batutua sakadar nan paralu-jarang ka tua dari rumah-bakarajo nan sangaik rajin-sangaiklah patuah ka mandehnyo.
Karano ibilih nan lah kuaso-bati ladorong ka anak tirih- tapi lahalang dek bininyo-tinbuaiah niat mukasuik jahek-handak mambunuah padusinyo. Kalau padusi alah mati-tinggalah awak jo anak tirih-disampaikan mukastik jahek-handak mamakan si anak tirih-dapekjah pulo baharato pusako-baitu bana nan niat hati. Pado malain kajadian nantun-malam karamaian malam cap gomeh-dirayokan sagalo urang Cino-dibawak bini pai maliyek-maliyek karamaian cap gomeh nantun-alah sabanta duo nan diajak bini babaliak pulang, Lah tibo dakek nan kalam--dicaliak urang pun indak ado-dicakiak bini sakuek hati-ditungkai jo kaki suok-bini rabah badan di himpik-cakiak nan tambah dipatagok-tasukam tangan ka lihia-baru ditikam lantang dado-tahampai mati tapi jalan.
Pihak kapado Cino pantun-dicaliak, bini alah mati-dikamehi sugalo barang amch-barang ameh pakaian bini-disuruakkan di nan tahandok-disampa muluik jo kain-kain nan alah tasudio-di-kabek tangan jo tali-tali nan alalı disiapkan-dikabek baa pandai-nyo-indak saronian jo kabek urang-agak talapang dari biaso.
Asa mulonyo ka curiga-Mantari Polisi Sutan Mansur-kaba-
203
[ 206 ]keh Cino nan laki-laki-ukatu mamareso pandahuluan-partamo
kabek nan lungga-kabek nan lungga pado tangan-kaduo darah nan lakek-darah nan lakek pado tangan-itulah pangka ka curiga-ditambah katarangan lain-lain.
Salasai karajo mamareso-kan iyo si Sutan Mansur-badariang talipon dalam kantua-talipon nan dari rumah sakik-rumali sakik gadang di Salemba-mangatokan Dalipah alah baranak-malahiakan anak laki-laki-ibu jo anak leh sehat sajo. Mandanga barito nan bak kian-gadanglah hati Sutan Mansur -bagageh pai ka rumah sakik-mancaliak anak nan baru lahia-baru tibo anak dicatiak-anak nan sihat leh gapuak pulo-diljek pulo si Dalipah-alhamdulillah tak mangapo-hati nan gadang batambah gadang-buliah pamenan ubek rusualı-anak sabantuak jo bapak-nyo.
Namun sahari-hari nanlun-ditokok kawek ka Bukiktinggi- ka bakeh mintuo Siti Nuriah-sarato dangan Sutan Salim-mangatokan cucu alah lahia-insya Allah ado schat sajo-cucu sarato jo Dalipah-indak kurang suatu apo.
Kan iyo Siti Dalipah-lah duo pakan di rumah sakik-dibawok pulang dek Sutan Mansur-sarato dangan anak ketek-anak ketek nan jolong lahia-kok ketuk lah dibari banamo-dibari banamo dek Sutan Mansur-anak nan ketek banamo Rasid.
Kapunduang tumbuah di Subarang
ditabang kayu dibanam
dibanam ka tonggak luo
Anak kanduang sibiran tulang
ubek jarah palarai damam
sidingin tanpa di kapalo
Sulasiah tumbuah di laman
sagamak ambiak daunnyo
Lah buliah anak ka pamenan
pamenan bapak jo mandehnyo
Birawari si Sutan Mansur-lah cukuik anak umua sabulan- anak kanduang si Rasid ketek-diadokan malah kanduri-kanduri
{{rh|204||} [ 207 ]turun mandi anak-diimbau sagalo urang Padang-sarato kawan jo kanalan-kanduri bamusik-musik-basuko hati nan mudo-mudo- dibantai bana kambiang sikua-undangan banyak badatangan. Nampaklah kawan samo polisi-sarato dangan urang awak-kawan nan lain pun banyak pulo-alek dipanggia badatangan-alek mambawok buah tangan-sananglah hati Sutan Mansur-sarato dangan si Dalipah-mamuji syukur pado Allah-doa salamaik salamonyo.
Tapek pulo di maso nantun-kalua bisuluik dari kantua-pang- kaik najak manjadi ajuang-ajuang jaksa di kantua jaksa-di Batawi-ka sinan pindah Sutan Mansur.
Indak lamo pulo antaronyo-tibolah mandeh dari kampuang -Siti Nuriah sarato suaminyo-datang manjalang maliyek cucu-indak tabado sanang hati-cucu dipuluak dipangkunyo-baganti-ganti mamaluaknyo-antaro niniak dangan tuonyo-baitu bana ka-gadangan hati. Lapeh taragak sajak bapisah-taragak di anak jo minantu-dimintak cuti dek Sutan Salim-manjalang anak jo minantu-ditambah cucu nan baru lahia.
Kan iyo Siti Dalipah-gadanglah hati indak tabado-lah lahia anak kanduang diri-ubek jariah palaroi damam-buah hati pa-ngarang jantuang-pangkaik suami pun naiak pulo-ulah baralek bakanduri-kanduri turun mandi anak-kiniko mandeh lah tibo pulo-sarato dangan apak kanduang-bukumpua sadonyo di Batawi. Lah abih cuti Sutan Satin-pulang babaliak ka Bukiktinggi sarato dangan Siti Nuriah-di juntakannyo dek Sutan Mansur sampai ka palabuhan Tanjuang Pariuak-lah barangkek kapa ka Padang-mambawok Sutan Salim jo bininyo-baru babaliak Sutan Mansur-babaliak pulang ka rumahnyo.
Adapun akan Sutan Mansur-sajak lah lahia anak kanduang- anak kanduang banamo Rasid-dicari pambantu untuak di rumah -nan ka manolong Siti Dalipah-dapek pambuntu gadih tangguang-gadih banamu si Samiyah. Kononlah babu gadih Samiyah-anak rang Jawa dari Serang-gadilt nan rajin bakarajo-capek kaki ringan tangan-alun disuruah nyo lah pai-alun dibimbau nyu lah datang sangaik haromat ka induak samang-sayanglah Ajuang Jaksa Mansur-sarato bininyo si Dalipah.
205
[ 208 ]
Badia sitengga badia lamo
bunyinyo gaga bagaga
Diantikan kaba samantaro
balapeh panek agak sabanta
XI. TARAGAK PULANG KA KAMPUANG
Supir oto anak rang Magek
nan tingga di Bukiktinggi
Lah sudah kito balapeh panek
kaba disambuang hanyo lai
Hari patang barembang sanjo-hari rancak paneh ka abih- pada patang sapatang nantum-Sutan Mansur duduak di barando- sadang mambaco-baco majalah-majalah Liberty bahaso Inggirih-sadang mambaco-baco nanlun-pangana nan jauah-jauah ampiang-jauahnyo sampai ka kampuang-kampuang Dalimo di Bukiktinggi.Pado maso di maso itu-takana malah adiak kanduang-adiak kanduang balahan diri-raso tabayang si Upiak Boneh-adiak kanduang Sibiran tulang-nan sadang bansaik ditinggakan-tingga jo etek dunsanak mandel-antah batapo garan kini.
Kununlah padi salibu
sapinggan malah nasinyo
Kununlah dunsanak ibu
baanggan-anggan di hatinyo
Lah lamo adiak ditinggakan-lah labiah garan limo tahun- antah lai juo antah indak-antah dipaso Angku Kapala-Angku Kapalo Datuak Muntiko-dipaso kawin jo inyo-gack saroman taruang asam awak gaek salero tajam. Takana parangai Datuak Muntiko-indak bapikja badanlah gaek-indak tahu di tuo awak-pintu kubua man lah mananti. Kini takana nasib adiak-adiak kanduang raso tabayang-karajo barek nan tiok hari-disuruali suruali mambantu etek-taragak hati Sutan Mansur-handuk pulang ka kampuang balainan-sambia mancaliak adiak kanduang-nan banamo si Upiak Bonch. Tambahan pula surek mintuo-mangatokan Sutan
206
[ 209 ]Salim alah pansiun-kini manatap di kampuangnyo-iyo di kampuang Matua Hilia.
Karatau tumbuah di banda
dirambah jo mato pisau
Oi rang rantau pulanglah baa
dangakan malah Minang maimbau
Kok tarang bana suluah di panggang
indak satarang tarang bulan
Kok sanang bana di rantau urang
kampuang nan usah dilupokan
Ikolah garan suaro hati-ikolah garan suaro kampuang- ikolah garan suaro adiak-imbau nan mintak disauti-sadang duduak badanlah rasah-sadang lalok mato tabukak-Minang maimbau jo ratoknyo.
Birawari si Sutan Mansur-lalok nan indak talalokkan-duduak tagak tatagun-tagun-heran Dalipah mamandangi-ditanyokan sabab karanonyo. Tanyo bajawab dangan kato-dibanakan malah pokok Padang-hati taragak pulang ka kampuang-dibawok mupakat hanyo nan jadi-kan iyo bininyo Siti Dalipah, Sadanglah pulo dek si Dalipah-mukasuik laki sasuai pulo-tasuruah di urang ka pai-tabawok turun di urang bagak.
Disingkkekkan sajo malah kaba-kan iyo Ajuang Jaksa Mansur -dimintak cuti ka induak samang-cuti nan dapek sabulan lamo-nyo-dapek parolof maso itu-karano sajak mulai karajo-alun panah maambiak cuti-sanan bakato ka bininyo, "Mano diak kanduang Siti Dalipah-kok Jai Tuhan mangizinkan-hari Sinayan mukasuik pulang pulang ka Padang ka ranab Minang-bucklah samba pamakan nasi-pamakan nasi ateh kapa-balilah pulo buah tangan-untuak dunsanak nan di kampuang," katonyo si Sutan Mansur-bakato sambia mambari pitih.
Mandanga kato suaminyo-sajuaklah raso paratian-sanang rasonyo kiro-kiro-lah raso tampak Gumuang Marapi-sarato pulo Gunuang Singgalang-langkok jo ranah kampuang halaman-baitu pulo bapak jo mandeh-taragak bak raso leh ka baubek. Diambiak
207
[ 210 ]pakaian dikanakkan-dijambo salendang di sangkutan-bajalan Dalipah adok ka pasa-babu mairiang di balakang. Dibali ayam jo bantai-langkok sagalo nan paralu-Dalipah pandai mambali-bali-raso tak ado bakatinggalan-salasai mambali-bali-babaliak pulang hanyo lai.
Lorong kapado Jaksa Mansur-dapeklah teket perai kapa- perai kapa nan pulang baliak-dari Tanjuang Pariuak ka Taluak Bayua. Karano awak urang pagawai-amtenar dari gubernemen-jaso lah banyak ka pamarentah-pagawai rajin bakarajo.
Pado maso nan lah ditantukan-barangkek malah Sutan Mansur sarato bininyo si Dalipah-tigo jo Rasid anak kanduang-ampek Samiyah babu nan rajin. Pihak kapado babu nantun-indak di baliak gadangnyo hati-balayia samo jo induak samang-barulah iko naiak kapa-tacaliak pulo nagari urang-sajak ketek sampailah gadang-alun panah baranjak dari Batawi.
Allah Taula bapambari-pintak nan sadang ka balaku-doa nan sadong ka mukabua-kunun palayaran Sutan Mansur-sarato bini jo anaknyo-baitu pulo babu Samiyah-sajak malangkah dari Timah-sampai katua di Taluak Bayua-indak ado maro malintang-ado salamaik pajalanan-manompang jo kapa gadang-kapa gadang nan rancak pulo.
Baru lah sampai di Taluak Bayna-baru lah turun dari kapa-barulah tampak sitasiun-bagageh naiak aleh kureta-kureta api di Taluak Bayua-handak barangkek ka Bukiktinggi-indak tarago singgal di Padang. Adapun hari sapagi nantun-hari nan baru pukua salapan-babunyi piluik kureta api-kureta barangkek hanyo lai. Dek lamo lambek di jalan-tiok tasiun tiok baranti-tiok sitoplat baitu pulo-jauah basarang dakek juo-kiro-kiro sadang tangah hari-sampailah garan di Bukiktinggi.
Kununlah di maso nantun-turun Sutan Mansur dari ku- reta-duo jo bini Siti Dalipah-tigo jo anak banamo Rasid-ampek Samiyah gadih pambantu-dicari bendi tambang ka Matua-bendi lepek naiak basamo-kudo dilacuik dek kusianyo. Diseo bendi duo buah-nan ciek lai ka tampek barang-mairiangkan bendi lampangan-duo buah bendi bairiang-iriang-lari kudo kadang manduo-kadang-kadang mendarap ketek-diiriangkan labuah nan [ 211 ]panjang-labuah nan panjang bakelok-kelok. Lapeh nan dari Padang Lua-manampuah simpang Sungai Tanang-manjalang kampuang Pakan Sinayan-mandaki ka Guguak Randah mandala di Koto Tuo. Dek kudo biaso manambang jaual-taruih bajalan ka Balingka-manjalang pandakian Sungai Landia-tampaklah puto kampuang Ranah-bendi mamurun tantang Panta. Lah tibo di lapau Panta-baranti bendi kaduonyo-kudo baranti balapeh panek di sinan kudo dibari makan-Sutan Mansur sarato jo bininyo masuak ka lapau istirahat-baitu pulo kusia bendi-malapehkan rangah garan namonyo.
Lah sudah baranti sakiro-kiro-lah lapeh malah panek badan-kudo pun alah kanyang pulo-ditaruihkan malah pajalanan-manuju kampuang Matua Hilia-kudo balari basigontai-sungguahpun gontai ka sampai juo.
Dek lamo lambek di jalan-jauah basarang dakek juo-kok dakek tibolah garan-lah sanjo hari di Matua Hilia-kudo baranti tantang halaman-tantang halaman rumah si Dalipah-babunyi lonceng mandareng-dareng-lonceng bendi kaduonyo. Sato tunin si Sutan Mansur-diimbau amai dari laman-takajuik mintuo ateh rumah-Sutan Salim turun dahulu-disonsong minantu nan alah tibo-dicaliak anak nan lah pulang-diambiak cucu nan ketek-dikipak dipangku sayang-lalu basalam jo minantu.
Kononlah Siti Nuriah-inyo nan baru salasai sambahyang-dibukak tilakuang bagageh turun-bagageh turun ka halaman-disapo minantu Sutan Mansur-laikoh garan salamaik sajo-sapo babaleh dangan sapo sambia karajo maangkek barang-pambawoan anak dari rantau-hati di dalam nan samo sanang-mancaliak anak jo minantu-sarato cucu si Rasid ketek-mambawok pambantu pulo surang.
Pado hari nan barisuaknyo-banyaklah urang naiak ka rumah-urang nan suok kida rumah-manantui dagang pulang marantau-mancaliak Dalipah jo anaknyo-sarato dangan suaminyo-Dali-pah nan gadih dari kampuang-kini ko pulang lah basuami-malah pun alah baranak pulo. Ado pulo nan datang mancaliak-mancaliak pambawoan urang rantau-kok lai banyak ameh perak-baringgik ameh rupiah ameh-subang ameh bagalang pulo-kok lai taba[ 212 ]wok nan bak kian—mamuji urang nan mancaliak—kok indak tabawok nan bak kian―mancibia lah urang nan mancaliak―baitu ka kobeh satangah urang.
Langkisau angin langkisau
katigo angin ribuik kancang
Marantau pai marantau
kok indak ka kayo usah pulang
Langkisau angin langkisau
angin manyisi-nyisi tabiang
Marantau pulang marantau
usah manjadi buah gunjiang.
Alah sahari duo hari-hari katigo malapehi niat―diimbau niniak dangan mamak―sarato dangan urang siak—dijanmu mandoa ka ateh rumah-ka ateh rumah Sutan Salim―karano anak alah pulang―sarato dangan minantunyo—lai salamat pajalanan—sampai ka kampuang kini nangko. Tambahan pilo dibaliak itu―cantang nan duo sagaragai―karano baminantu di rantau urang―kini ko baralek-alek ketek―mampasinggah niniak mamak ka namonyo―mamak nak tahu di rang sumando―rang sumando pun baitu pulo.
Pado hari nan ka ampek―hari Rabaa maso nantun―sanan bakato Sutan Mansur—iyo kapado mintuonyo, "Oi Amai jo den di Amai―pado hari nan kini nangko―hambo bamukasuik handak ka Bukiktinggi―handak manekankan surek-sarek―lapeh malah hambo di Amai―mak langsuang pulo karajo hambo,” katonya si Sutan Mansur―bakata bakeh Siti Nuriah.
Mandanga kato nan bak kian―manjawah Siti Nuriah, "Kalao baitu kato Sutan―gadang paralu nan ka dituruik―kami lapeh Sutan ka Bukiktinggi―usah lamo Sutan di sinan―lakeh malah sutan babaliak―alun lapeh taragak urang kampuang,”―katonyo Siti Nuriah―malapeh si Sutan Mansur―nak pai ka Bukiktinggi.
Manyahuik pulo Sutan Mansur, “Kalau baitu kato Amai—insya Allah baiaklah itu―indak lamo hambo di sinan—mungkin barisuak hambo babaliak.”―katonyo si Sutan Mansur, [ 213 ]Kan iyo si Sutan Mansur―lah dapek ijin dari amainyo—sarato dangan Sutan Salim―baitu pulo si Dalipah―sasudah mamakai lagak kampuang―babaju ganiah guntiang Cino—basarawa batiak ragi haluih—bakupiah biludu hitam—tarompah basilang nan dikanakkan—bakain bugih disandang ka bahu―turunlah inyo ka halaman—taruih sakali ka pasa Matua—dicari bendi ka Bukiktinggi bendi dan banyak maso nantun—maalun pakan di Bukiktinggi.
Kononlah urang ateh bendi―banyaklah ota kian kumari―ado curito panghidupan―ado curito pargarakan―kagiatan urang dalam kampuang―mamasuki partai parkumpulan—usaho rakyat nan tajajah—kok buliah pintak jo pinto―manuntuik mardeka basamo-samo.
Mandanga curito ateh bendi―tamanuang sanan Sutan Mansur―baitu bana di kampuang nangko―raso tajajah sangaik taraso―sampai-sampai rakyat badarai―basumangek manuntuik kamardekaan. Urang tak tahu sia Sutan Mansur―Ajung Jaksa di Batawi―tapi sungguhpun baitu bana―karano inyp marasokan pulo―baa tatakan dek panjajah―walaupun invo lah bapangkek—namun asanyo dikana juo.
Dek lamo lambek di ateh bendi―manuju pasa Bukiktinggi―jauah basarang dakek juo—lah nampak garan pasa nantun—Bukiktinggi banamo gaduang―karano banyak gaduang di sanan― gaduang-gaduang jo kantua-kantua― itu sababnyo banamo “gaduang”.
Lah tibo garan di Bukiktinggi―bajalan-jalan si Sutan Mansur―tampaklah mamak kusie bendi―mak Pono urang kampuang Dalimo―lalu disapo dek Sutan Mansur―sapo bajawek dangan sapo―gadanglah hati mamak Pono―diajak si Sutan naiak ka bendi―sanan bakato mamak Pono,” Pabilo saja waang pulang―waang di Jawa janyo urang―laikoh sihat-sihat sajo—lah gagah nampaknyo waang kini,"―katonye mamak kusia bendi―Mak Pono urang kampuang Dalimo―sakampuang jo Sutan Mansur.
Mandanga kato nan bak kian―galak tasanyun Sutan Mansur―sambia galak manjawab kato,” Mano Mak Pano kato hambo―batualah hambo dari Batawi―baru katibo dangan kapa― [ 214 ]hambo caliak Mamak batambah mudo-apokoh garan kaba kampuang,” ―katonyo si Sutan Mansur. Sanan manjawab Mamak Pono,” Baa juo hambo ka mudo―uban lah tumbuah di kapalo―kok kunun kaha kampuang awak―Datuak. Muntiko alah baranti—baranti jadi Angku Kapalo—baranti buruak jatuah tapai―ulah mamakan pitih nagari―kini baganti jo Datuak. Gampo Alam―niniak mamak leh alim pulo—pandai mamarentah di dalam kampuang—sananglah hati urang banyak,"―katonyo mamak kusia bendi―curito tantang kampuang halaman―kudo dilacuik lambek-lambek manuju arah kampuang Dalimo.
Sadang mandanga curito juo―curito tantang kampuang halaman—banyaklah ota sano sini―bajawab sagalo tanyo―curito kampuang dapek sadonye. Dek lamo lambek nan bak kian―lah sampai bendi ka kampuang—kampuang Dalimo kampuang halaman―sato tibo bendi baranti―turunlah konon Sutan Mansur―taruih sakali ka rumah adiak―nan banamo si Upiak Boneh.
Baru tibo inyo di halaman―baimbau inye maso nantun—imbau tak kunjuang basahuti―naiak si Sutan ka ateh rumah―di ateh cumah urang tak ado―taruih sakali masuak dapua―didapati adiak si Upiak Boneh―sadang makan duduak di dapua―makan jo uwok pucuak parancih―sambanyo samba lado mudo—lah runciang tunjuak dek mamalik―baju di badan lah rateh-rateh―di bahu batamba pulo―ibolah hati Sutan Mansur—jatuah ka dalam aja mato―mancaliak parasaian adiak kanduang. Dilayangkan mato suok kida―banyaklah sumpik sudah mangayam—ikolah jinih untuang adiak―iduik mangayam siang malam—lah laruik malam mangko lalok.
Mandi ka lubuak baralian
udang di sangko tali-tali
Dek mabuak untuang jo bagian
malam disangko pagi hari
Angku Damang Datuak nan Rambai
api-api duo sabenggo
Cubolah tenggang di nan pandai
hati jo jantuang nan basangketo.
[ 215 ]Mancaliak tuan baru tibo―talonjak si Upiak Boneh―dikambang sumpik tampek duduak―duduak si Sutan di atehnyo. Dilatakkan pulo tabuang kawa―tabuang basumbek dangan ijuak—kopi daun itu namonyo―talatak pulo galuak tampuruang―galuak bakikih aluih-aluih―lah hitam cando ka lamonya. Dituangkan aia dek si Sutan—kopi daun ka dalam galuak―kopi angek ngilu-ngilu kuku―barasok-asok dek angeknyo―lah lamo indak basuo―aia kopi daun nan bak kian―lalu diminun dek Sutan Mansur―Allahu Rabbi raso kopi―takana hiduik mandeh kanduang—taro ketek pai jo mandeh―mamiliah daun daun kopi―lalu dicucuak dangan bilah―disangai-sangai di salaian―lah masiak mangko
di rameh-dirameh sakadar ka tapakai.
Dek sangaik taragak jo tuan kanduang―lah kanyang sajo si Upiak Boneh―dikamehi nasi jo samba―diambiak pulo ubi baabuih―disanduak ka ateh piriang―ditatiangkan pula ka tuan kanduang―hati nan gadang sandirinyo―mirih aia mato kagirangan.
Alah talatak ubi baabuih—disuruah tuan mamakannyo―sambia bakato hanyo lai,” Tuan denai janyo hambo―makanlah dulu ubi nantun―samantaro denai mancari bareh―baiko tuan makan nasi,"―katonye si Upiak Boneh. Mandanga kato nan bak kian―manjawab si Sutan Mansur,” Usah adiak bapayah-payah—duduaklah dulu adiak kanduang—tuan nan balun litak bana—baiko kito pai ka pasa―ka pasa ka Bukiktinggi,”―katonyo si Sutan Mansur―bakato bahibo hati―mancaliak untuang parasaian—parasaian adiak kanduang diri―sajak paningga mandeh kanduang―awak pun indak maacuahkan. Laiu dimakanlah ubi baabuih―si Upiak Boneh pun duduak pulo—banyaklah tanyo Sutan Mansur—lalu dijawab dek si Upiak―dicuritokan sagalo parasaian—sajak paningga kakak kanduang. Konon paningga Sutan Mansur-hiduik nan alun ka barubah—tingga jo etek pagi patang—etek nan rintang bakarajo―ka sawah ka ladang pagi patang—indak ado bara di rumah―si Upiak sajo mahuni rameh. Tapi samantang pun baitu―alhamadulillah Tuhan nan kayo―kok badan lah indak sakik-sakik—musiki karajo tiok hari―makan pun kadang bakurang-kurang―mahunyi rumah sambia mangayam-mangayam sumpik siang [ 216 ]jo malam―pambali bareh atau pun samba―baitu nasib parasaian―dalam curito si Upiak Boneh.
Mandanga curito si Upiak Boneh―batambah tadayuah paratian―paratian si Sutan Mansur―kadang manyasa dalam hati―salaruik salamo nangko―indak mangana adiak kanduang―hiduik malaraik ditinggakan.
Dek lamo lambek nan bak kian―lah cukuik pulo sakiro-kiro―lalu dikanakan ka si Upiak―handak ka pai ka pasa rami―iyo ka gaduung ka Bukiktinggi.
Lorong kapado si Upiak Boneh―mandanga ka pai ka Bukiktinggi―gadanglah hati indak tabado―dilapiah abuak elok-elok—pai sabanta ka sabulah―ka rumah kawan samo gadang―manyalang baju ka si Mala―ka dipakai ka Bukiktingi. Konon si Mala kawan sahati―mandanga si Upiak ka kapasa―dibawok dek tuannyo—tuan si Mansun nan baru pulang—lalu dipasalangkan malah baju―awak sabaju samo gadang― sasuai sajo dek Upiak Boneh. Baju bakatua basusun dilihia―lihia bakala nan sajari—itu pakaian anak gadih―di maso zamannyo Upiak Boneh.
Lah sudah Upiak bapakaian—barangkek malah Sutan Mansur—sarato dangan Upiak Boneh―kan iyo ka pasa rami―ka gaduang ka Bukiktinggi―diseo bendi dari kampuang.
Tibo di pasa Bukiktinggi―dibali kain ka baju―dipiliah ragi dek si Upiak―baju dibali anam halai―balain ragi ka anamnyo―dibali pulo kain panjang―sarato kutang jo tarompa―salendang pulo tigo halai―ditambeh lai pitih saratuih,
Gadanglah hati si Upiak Boneh—lalu dibali daraham ameh―langkok sakali gandola ameh―cukuik mansora amieh pulo―tasirah lihia si Boneh-dibali subang galang jo cincin―tinggalah pitih tigo rupiah.
Dibali pulo bareh jo samba―ikan jo lawuak tujuah uang—lah panuah kambuik pambalian—baragak pulang hanyo lai-lalu diantakan dek Sutan Mansur―adiak kanduang si Upiak Boneh―pulang nan sampai ka kampuang Dalimo. Sanan bamalam si Sutan Mansur—pado malam samalam nantun―banyaklah kawan nan batamu―basuo jo sumo gadang―samo maurai parasaian—batamu pulo sanak famili―dicaliak pambalian ka adiaknyo―lai [ 217 ]barasaki si Sutan Mansur—baitu pandapek urang kampuang.
Pado malam samalam nantun—dikatokan ka adiak kanduang―adiak kanduang si Upiak Boneh—mukusuik mambawok ka Batawi—nak samo tingga jo kakak kanduang—usah bacarai bajauahan—baitu kahandak Sutan Munsar. Mandanga kato kakak kanduang—gadanglah hati si Upiak Boneh—tabik aia mato kagirangan—raso ka sanang jo kakak kanduang—daripado hiduik manompang-nompang—sarik rasonyo pancarian.
Pado hari nan barisuaknyo—babaliak malah Sutan Mansun—babaliak ka Matua Hilin—dipasankan ka bakeh adiak kanduang—paliang lambek sapakan lai—akan barangkek ka Batawi—dibawok kakak dari Matua—singgah dahulu di kampuang Dalimo—dari sanan sajo barangkek—barangkek langsuang ka kota Padang.
Dek lamo lambek nan bak kian—lah sampai hari nan sapakan—lah tibo malah Sutan Mansur—sarato bininya si Dalipah—tigo jo anak si Rasid ketek—ampek jo gadih pambantu—tibo di rumah Upiak Boneh—kan iyo di kampuang Dalimo—diantakan pule dek mintuo—Sutan Salim sarato jo Nuriah.
Kan iyo si Upiak Boneh—rumahnyo lai dipasegeh—lai bakambangkan lapiak basalang— tilatak jamba duo tigo— cukuik randang jo goreng ayam—langkok pulo jo pangek ikan—gulai ayam jo paragede—anyang dagiang gulai karoma—lai badacak panantian—tak tampak bana baraso bansaik.
Kononlah tamu dari Matua—bamalam malsh samalam nantun-iyo di rumah si Upiak Boneh—manjalang barangkek barisuaknyo—barampek rombongan Sutan Mansur—balimo jo Upiak Boneeh—mintao pulang babaliak—kan iyo ka Matua Hilia.
[ 218 ]
XII. JAKSA SUTAN MANSUR
Anak rang di Padang Panjang
pai ka gaduang ka Bukik Tinggi
Indak guno dirantang panjang
kaba disambuang hanyo lai.
Birawan si Sutan Mansur―alah sabulan duo bulan―lah sampai pulo tigo bulan―sajak babaliak dari kampuang―ranuh Minang kampuang tacinto―mambawok adiak si Upiak Boneh― dibawok marantau ka Batawi.
Lah sampai garan tigo bulan―batamu jodoh adiak kanduang―kan iyo si Upiak Boneh― dangan si Basir urang Lawang―guru sikolah di Palembang―nan baru sajo kamatian bini―sadang parolol ka Batawi. Dek hatta takadia Allah―sadang bajalan-jalan jo kawan-kawan nan samo urang Padang―diajak ka rumah Sutan Mansur-Ajung Jaksa urang awak―numnpak dek inyo si Upiak Boneh―hati lakek pandang lah sudah handuk mangganti bini nan hilang. Indak tarago dirantang panjang―dilakehkan sajo jalan kaba―badapek malah paretongan—rang mudo si guru Basir—datung sumando ka Sutan Mansur―ka jadi suami si Upiak Boneh. Ulak alainyao kato nantun―lah sudah paretongan di pabuek―lah sampai janji kutikonyo―dilansuangkan malah nikah kawin―alek nan indak gadang bana—baralek sakadar nan paralu. Alah salasai alek kawin―kan iyo si Upiak Boneh―dibawok sakali dek lakinyo―rang mudo si guru Basir―bagala Sutan Pangeran-ka nagari kota Palembang-tampek si guru sinan ma-aja. Sajak balaki si Upiak Boneh—sananglah hati Sutan Mansur―adiak nan gadih lah bajanjungan―tompangan iduik nan lah dapek―lapeh kawajiban manuruik adat―gadih gadang nan lah balaki.
Kononlah si Satin Mansur―sajak babaliak dari kampuang―alah mancaliak jo mato kapalo―baa sumangek urang di kampuang—taradok pamarentah panjajahan―panjajahan Ulando maso nantun—tasingguang parasaan nan lah lamo―handak babakti ka nagara―jaji nan lamo nak ditabuih―dituntuik alimu pangatahuan―di sam [ 219 ]piang dapek kapandaian―nasib tajajah dikana juo. Kini lah iko jinih pengkaik―alah manjadi urang gadang―Tuhan lah lai bapambari―kasanangan dunia lah dapek pulo―tapi kok iduik sadang tajajah―digalakkan juo dek Ulando. Sajak timbuanyo pikiran nantun―mulai mandakok ka rang banyak―masuak paragaulan urang awak―masuak parkumpulan urang dagang―urang Padang nan di Batawi―mancari baso jo basi―indak mambangga jo tinggi pangkek―samo-samo manyenseng langan―untuak kapantingan parakumpulan. Nyato parkumpulan urang dagang―caro sosial nan ditampuah―kok nyampang ado kamatian―diimbaukan urang ka rumahnyo―indak ado bapiliah bulu―bia rang bansaik bia rang kayo―Sutan Mansur datang manjanguak―malah nyo sato mauruihkan―mauruih tanah pakuburan-mauruih alat kamatian—sampai janazah dikubuakan—salasai baru dihantikan. Kok nyampang ado nan kasampitan―umpamo tak lanteh angan di rantau―dek sakik iduik jaman malese―sampailah bansaik di rantau urang―ka pulang pitih tak ado―ka ditahan iduik kok seso—Sutan Mansur sugiro turut tangan―sarato parantau nan patuik-patuik―baiyua basamo-samo―mangumpuan bantuan nan paralu mancarikan ongkoih urang nantun―untuak dipulangkan ka kampuangnyo. Atau kok ado urang panggaleh―manggaleh ketek mancari makan―nan sadang ditimpo kasusahan―pokok kok abih dek tamakan―atau kok galeh jatuah rugi―Sutan Mansur sato mambicarokan—mancarikan jalan kalua―basamo jo urang nan barado—maminjami pokok urang nantun―malalui parakumpulan nan ado―dibuek paraturan langkok-langkok―tabaia utang jo ansurun—baitu eloknyo ado kasatuan.
Dek lamo lambek nan bak kian―sayanglah urang ka Sutan Mansur―musahua namo di urang awak―urang bapangkaik nan randah hati―amuah sahilia jo samudiak―amuah mambantu rang nan susah—suko bagaua jo rang banyak―hilang curiga salamo ko-curiga urang ka bakehnyo―sagan mandakek ka Sutan Mansur―Ajung Jaksa amtenar Ulando―kaki tangan pamarentah panjajahan―raso ka sabi ka Ulando—labiah Ulando dari Ulando. Kini ko urang lah mancaliak maliyek jo mato kapalo sandiri―namun Sutan Mansur lain sipatnyo―balain pado pagawai nan banyak― [ 220 ]labiahnyo pulo nan bapangkek—indak bakatahuan jo rakyat badarai-bangkiklah sembong uju diri-labiah Ulando kadang kadang—dari Ulando nan sabananyo.
Adapun akan si Sutan Mansur—dek lamo lambek nan bak kian-lah sampal pulo duo tahun—sadang kasiah urang nan banyak—sadang sayang urang saparkumpulan—tibolah pulo surek pindah—sarato dangan bisuluiknyo—dipindahkan ka kota Medan—pangkeknyo naiak manjadi Jaksa. Mandanga pindah Jaksa Mansur—banyaklah urang ibo bacarai—tagah kabaa mangatokan—rancana sajo di tangan awak—putusan tatap di tangan Tuhan.
Pado hari nan ditantukan-barangkek malah Sutan Mansur—surato bininvyo Siti Dalipah—anak lah duo maso nantun—adiak si Rasid si Rasidah—si Samiyah gadih pambantu—indaknyo sato pai ka Medan—inyo ka pulang ka kampuangnyo-dilapeh bana dek Sutan Mansur—iyo salangkek saganoknyo. Ukatu barangkek Sutan Mansur—banyaklah urang nan malapeh—ado nan sampai maantakan—ka palabuahan Tanjuang Pariuak—diateh namo parakumpulan—mambarikan pulo tando mato—sabantuak cincin dari ameh—itulah garan tando mato—untuak manjadi kangan-kanangan.
Konon di Medan maso nantun—udaro nan sadang paneh bana—udaro paneh pargarakan—giat sagalo partai nan ado—banyaklah rapek diadokan—rapek politik tiok sabanta—pamimpin banyak basumangek—manyaru rakyat dalam pargarakan. Adapun surek kaba di maso itu—di kota Medan banyak nan tabik—ado surek kaba banamo Api—ado pulo banamo Topan—ado banamo Halilintar—macam-macam malah namonyo—baitu pulo di kota lain. Di namo surek kaba nan banyak nantun—nampak sumangek pargarakan—pargarakaa di maso panjajahan—ado pamimpin nan ditangkok—dimasuakkan ka dalam bui—dituduah mangganggu kaamanan—kaamanan panjajah sabananyo.
Lorong kapado Sutan Mansur— Jaksa nan baru di kota Medan—urangnyo arih bijaksano—tahu pirasaik garak garik-mansasuaikan diri inyo nan pandai—hati di dalam mamihak rakyat—tapi kalua indak mangasan—pandal manyuruak ilang-ilang—pandai mambuhua tak mangasan.
Kok ado pamimpin nan tatangkok—atau pun urang nan [ 221 ]tatuduah—bara garetak ariak suaro-pandai mangapik daun kunyik―kalau mamareso urang tahanan—di dalam biliak man samo surang-kalua tadanga nan lapuak lapak—lompek kaki sakayu kasah-sangaiklah bagak jaksa nantun—takuiklah urang mandangakan. Kalau dicaliak dalam biliak-sipak nan indak balalukan—tapuak tampa raso kaiyo-ado satangah urang tahanan-tangah raalam nan bajagokan-dibari nasihat elok-elok―kok ado piluang lati—disuruah lari ka ma nyo suko―kadang-kadang dibantu jo pitih—dilahia jadi pamarentah—di batin manolong pagarakan.
Kok ado pamimpin nan tatangkok―ditanyoi dek Sutan Mansur―tanyo nan dari hati ka hati―ditarangkan malah dek urang nuntun―parjuangan rakyat nyato-nyato―mandidik nak tahu banagari―mambantangkan parangai panjajahan―panjajah Ulando kolonial―mangawik mahabihkan Indonesia―inyo manjajah sampai kamari―di nagarinyo basanang-sanang―awak manajadi kudo baban―nyatolah awak di bumi awak—pusuko nan dari niniak muyang―itiak di ayia kahausan-ayam di kapuak kalaparan,
Lorong kapado Sutan Mansur―sajak ketek maraso susah-seso di bawah panjajahan―riwayat tak gune di ulang lai― kini lah patuaik nyo mambaleh―mambantu parjuangan bangso—lah putuih tekad dalam hati―handak mambantu sakuek tanago—barang sado bisa takawokan.
Dek pandai Jaksa Sutan Mansur―musahua inyo di kota Medan-amuah mambantu parjuangan rakyat―tapi tak nyato di Ulando―rumah tanggo aman jo damai―urang mamuji ka sadonyo.
Urang piaman maarak tabuik
tabuik diarak basamo-samo
Api lah padam puntuang lah hanyuik
kaba lah tamaik singgan iko
Rang Ranah manangguak bada
tangguak baikek dangan rotan
Kok ado salah jo jangga
pangarang nan mintak dimaafkan
—— tamat ——
[ 222 ]Halaman:Kaba Minang.pdf/222 [ 223 ]
PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PADANG
Pengarang : RANGKOTO, R M
Judul : Kaba Minang
Call No, : 899.223.13
NIB : 070/BBP/2010/KM (1) [ 224 ]bp PN BALAI PUSTAKA - JAKARTA