Lompat ke isi

Kaba Puti Sari Banilai

Dari Wikibasurek
Kaba Puti Sari Banilai
2798Kaba Puti Sari Banilai
[ 1 ]

KABA
PUTI SARI BANILAI




Oleh
ANGKU MUDO SIIN




Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
PROYEK PENERBITAN BUKU SASTRA
INDONESIA DAN DAERAH
Jakarta 1986

[ 2 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/2 [ 3 ]

KABA
PUTI SARI BANILAI




Oleh
ANGKU MUDO SIIN




Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
PROYEK PENERBITAN BUKU SASTRA
INDONESIA DAN DAERAH
Jakarta 1986

[ 4 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/4 [ 5 ]

Diterbitkan oleh
Prayek Penerbitan Buku Sastra
Indonesia dan Daerah


Hak pengarang dilindungi undang-undang

[ 6 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/6 [ 7 ]

KATA PENGANTAR

Kaba Puti Sari Banilai adalah sebuah cerita klasik Minangkabau, Kaba ini ditulis dalam bahasa Minangkabau dengan ringkasan cerita dalam Bahasa Indonesia.

Kaba ini mengisahkan satu keluarga yang berasal dari Hindustan yang menetap di sebuah negeri yang bernama Bukik Jambu, Anak tunggalnya yang telah bertunangan dari kecil di kampungnya mangkir janji dan menikah dengan pemuda asli tempat dia menetap. Karena Putri ini sudah mengadakan sumpah yang disaksikan oleh keluarga masing-masing tidak akan saling mengubah janji maka dia sendiri mendapat musibah yaitu berobah menjadi batu.

Apa yang dapat dipetik dari isi buku ini ialah jangan gampang melakukan sumpah karena bisa berakibat fatal pada diri sendiri. Semoga buku ini dapat menambah kazanah Sastra Minang khususnya dan Sastra Indonesia umumnya

Jakarta, 1986

Proyek Penerbitan Buku Sastra

Indonesia dan Daerah

[ 8 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/8 [ 9 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/9 [ 10 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/10 [ 11 ]

RINGKASAN CERITA

Puti Sari Banilai adalah anak dari Maulana Karim dan ibunya bernama Puti Sari Banun. Keluarga ini berasal dari sebuah kerajaan di Hindustan.

Pada suatu hari Puti Sari Banilai menyampaikan keinginannya pada ayahnya untuk pergi ke pulau Petamuan, Karena anaknya hanya seorang maka semua keinginannya dikabulkan, dan berangkatlah mereka dengan perahu layar yang dikemudikan oleh Maulana Karim. Sedang mereka berlayar datanglah angin kencang yang diiringi oleh kilat dan petir dan Sari Banilai cemas dengan keadaan ini, tapi ayah dan ibunya menasihati untuk menyerahkan diri pada Allah dan selalu berdoa agar dilindungi dari marabahaya.

Tidak berapa lama antaranya maka keadaan cuacapun berangsur baik dan Puti Sari Banilai melihat gunting dan diberitahu pada ayahnya, maka perahu diarahkanlah ke situ dan mereka terdampar di Bukit Jambu dan perahu tidak dapat dikayuh lagi. Sari Banilai dan ibunya Sari Banun sudah merasa putus asa dan mereka merasa yakin bahwa di sinilah mereka akan mengakhiri hayatnya. Ayahnnya selalu menasihati agar mereka jangan cepat berputus asa, karena menurut pendapatnya mereka telah lepas dari bahaya yang besar dan sudah sampai ke tanah tepi. Maulana Karim ingin turun ke darat melihat apakah ada penghuni dusun itu sedang Sari Banilai dan ibunya disuruh tinggal dalam perahu, Rupanya duşun itu ada penghuninya dan Maulana Karim kembali mengambil anak dan istrinya mereka menetap di situ sebagai pendatang.

Di kampung itu tinggal pula satu keluarga yang mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama si Rambun Podehh, yang mana keluarga ini adalah keluarga yang disegani di kampung itu. Pada suatu hari si Rambun Podel meminta izin pada ibu bapaknya untuk pergi belajar mengaji pada seorang Imam yang bernama Imam Mulia.

Rambun Podeh adalah seorang anak yang pintar dan rajin mengaji. Setiap hari kalau dia akan pergi mengaji dia lewat di depan rumah Puti Sari Manila, Ketika Sari Banilai sedang berada di kebun di depan rumahnya dia melihat si Rambun Podeh dan hatinya mulai [ 12 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/12 [ 13 ]tertarik pada pemuda itu. Dia berangan-angan sendiri kalau ada keizinan dari orang tua hati sudah tertarik sangat kepada si Rambun Podeh. Tetapi hati merasa sangsi apakah cintanya akan diterima karena dia bukanlah penduduk asli di kampung itu.

Rupanya Sari Banilai tidak bertepuk sebelah tangan karena Rambun Poden juga ada perhatian padanya. Selama ini Rambun Podeh sangat rajin mengaji tetapi setelah hati mulai tergoda pikirannya selalu kacau dan perhatian mengaji berkurang. Gurunya Tanam Mula yang arif bijaksana melihat perubahan pada diri si Rambun Poden lalu ditanya apakah dia sakit atau adakah satu persoalan yang dihadapi. Untuk meringankan pikirannya maka diceritakan oleh si Rambun Podeh bahwa dia sedang tertarik kepada seorang putri cantik yang tinggal dekat jalan dia pulang pergi mengaji yang menggoyahkan imannya dan dia minta tolong kepada gurunya untuk meminang putri itu. Karena sayang kepada murid yang selama ini sangat rajin dan tekun, maka diperkenankanlah permintaannya dan pergilah Imam Mulia menyelidiki putri itu kepada bapaknya apakah sudah ada yang akan dijodohkan kepada putrinya.

Kedatangan Imam Mulia disambut dengan ramah oleh Maulana Karim, karena dia merasa mendapat kehormatan didatangi oleh seorang alim yang arif bijaksana. Maka disampaikanlah oleh Imam Mulia maksud kedatangannya untuk meminang putrinya Sari Banilai untuk muridnya yang bernama Rambun Podeh. Dikatakan oleh Maulana Karim bahwa Sari Banilai semenjak kecil sudah dipertunangkan dengan Bujang Juaro dan mereka sudah mengadakan sumpah setia tiada akan saling mengubah janji. Apabila Sari Banilai yang merubah janji maka dia akan menjadi batu dan kalau Bujang duaro yang merubah janji dia menjadi ular besar. Ditanya lagi oleh Imam Mulia tujuannya berangkat dari kampungnya apakah maksud untuk merubah janji. Kata Maulana Karim tidaklah maksud yang demikian karena tujuannya hanya untuk pergi berjalan jalan ke pulau Patamuan memenuhi kehendak anaknya. Sedang dia berada di tengah tautan luas datanglah badai besar dan dia terdampar di Bukit Jambu, Untuk kembali ke kampung sasanya tidak mungkin mengingat pengalam[ 14 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/14 [ 15 ]annya waktu berlayar dahulu.

Mengenai tunangan Sari Banilai tidak mungkin akan mencarinya karena jarak yang begitu jauh dan tidak tahu ke mana dia akan mencari tempat yang akan dituju, Akhirnya lamaran Imam Mulia diterima oleh Maulana Karim dan dicarilah waktu yang baik untuk melakukan pekerjaan yang baik dan masing-masing menyerahkan diri pada Allah.

Pada suatu hari Bujang Juara dipanggil oleh ayahnya menyuruh mencari Puri Sari Banilai yang hilang tidak tentu rimbanya. Bagi Bujang Juaro sendiri juga sudah ada niat untuk pergi karena selama kepergian Sari Banilai air diminum rasa duri dan nasi dimakan rasa sekam dan juga sangat malu pada orang kampung.

Berangkatlah Bujang Juaro dengan temannya Sutan Lembang Alam dengan diberi perbekalan selengkapnya berlayar mengharungi laut luas dengan perahu layar. Setelah beberapa lama berlayar sampailah ke tanah tepi dan mereka menambatkan perahu di sana dan mendaki bukit di tepi pantai itu. Di sana mereka menemukan gubuk seorang petani dan mereka diajak mampir dan menginap di gubuk itu. Kira-kira setengah malam tidur terbangun Bujang Juaro dan dari jauh kedengaran bunyi agung dan talempong seperti ada perelatan besar di kampung yang tidak jauh dari gubuk itu.

Setelah hari siang merekapun bangun dan sedang mereka minum kopi ditanyakan oleh Bujang Juaro kepada petani itu, di manakah ada perelatan besar karena tengah malam dia mendengar suara agung dan telempang dan sorak sorai orang. Diceritakan oleh petani bahwa memang sedang ada perelatan besar me- rayakan perkawinan Rambun Podeh dengan Puti Sari Banilai yang berasal dari Hindustan.

Mendengar cerita petani itu Bujang Juaro jatuh pingsan. Melihat Bujang Juaro pingsan, petani itu heran dan terkejut, tapi akal tidak tulang dan ditawari Bujang Juaro dengan limau dan kasai dan tidak lama kemudian dia siuaman. Ditanya oleh petani itu kenapa dia pingsan mendengar ceritanya. Dikhabarkan oleh Bujang juaro bahwa tujuannya datang ke sini mencari tunangan[ 16 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/16 [ 17 ]nya yang hilang tak tentu rimbanya tapi rupanya tunangannya itu sudah kawin dengan orang di sini.

Bujang Juaro minta petunjuk pada petani itu bagaimanakah usahanya selanjutnya. Oleh petani itu Bujang Juaro diajarkan ilmu yang bisa meɛnanggil orang dari jauh dan disuruh pergi ke tempat perelatan itu dan di sana dia mengikuti bermacam-macam permainan dan di dalam permainan itu dia sering kalah dan kalau kalalı tidak mau membayar. Terjadilah keributan di gelanggang itu dan Bujang Juaro diusir.

Berangkatlah Bujang Juaro dengan Lembang Alam dengan perasaan sedih dan kesat ke arah Lubuk Mato Kucing. Di sana dia mencobakan ilmu yang diajarkan petani itu memanggil Sari Banilai dan terkabullah permintaannya dan Sari Banilai sudah tidak dapat menahan lagi, dengan tergesa-gesa berjalanlah dia menuju Lubuk Mato Kucing. Didapatinya Bujang Juaro dan Lembang Alam sudah berada di situ dan disambutlah Sari Banilai oleh Bujang Juaro dan membujuk Sari Banilai supaya kembali ke kampungnya dan mengingatkan sumpah setianya waktu bertunangan dahulu. Tetapi dijawab oleh Sari Banilai bahwa itu tidak mungkin karena dia sudah dikawinkan dengan si Rambun Podeh, tambahan lagi ibu bapaknya tidak mungkin ditinggalkan,

Waktu Si Rambun Podeh melihat Sari Banilai tidak ada di tempat dicarinya ke sana ke mari, maka timbullah di dalam pikirannya bahwa Sari Banilai dilarikan Bujang Juaro. Ditemani oleh tiga orang temannya si Rambun Podeh mencari Sari Banilai sampai ke Lubuk Mato Kucing dan dilihatnya Bujang Juaro sedang berbicara dengan Sari Banilai. Si Rambun Podeh mencaci maki Bojang Juaro yang membuat kekacauan dan terjadilah perkelahian di antara mereka dan akhirnya Bujang Jaro dan Lembang Mam dapat dikalahkannya dan Puti Sari Banilai dibawa pulang oleh Rambun Podeh dan mereka hidup berbahagia.

Beberapa bulan kemudian lahirlah anak mereka yang pertama. yang diberi nama Sutan Duano dan anak itu tumbuh dengan baik dan sehat

Pada suatu hari Sari Banilai ingin membawa anaknya bermain manin ke pingir laut di tebing Paninjauan. Sedang asyik bermain jatuhlah munan anaknya ke dalam laut dan anak itu. [ 18 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/18 [ 19 ]

menangis sejadi-jadinya dan tak mau didiamkan. Karena sangat sayang kepada anak dan pikiran kacau karena anak tidak mau didiamkan maka dia berdoa pada Tuhan agar air laut dikeringkan. Karena air laut tidak juga kering masuklah ia ke dalam laut untuk mencari mainan anaknya. Sedang dia berenang-renang mencuri mainan itu maka air laut berangsur kurang dan akhimya kering. Datanglah angin berembus dengan kencang yang tertahan oleh Bukit Junbu dan Suri Banilai terlempar ke pinggir Bukit Jambu dan kakinya lengket pada bukit itu dan mulai dari kaki berobahlah badannya menjadi batu. Demikianlah kisahnya Wallahu alam bissawab.

ooOoo

[ 20 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/20 [ 21 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/21 [ 22 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/22 [ 23 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/23 [ 24 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/24 [ 25 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/25 [ 26 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/26 [ 27 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/27 [ 28 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/28 [ 29 ]

Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 30 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/30 [ 31 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 32 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/32 [ 33 ]

Sayo nak bajalan-jalan
Ten ka pulau Patamuan."
7. Pado saat maṣo itu
Aluran dek urang tu
Lah ditariaknya sampan
Dibawonyo sakati
Ka muko Maulana Karim
Lah tibo rang di sanam
Pado saat masonyo tu
Lah baandainyo sakali
"O Puti Sari Banilai
O Nak kamarilah kau
Masuaklah ka dalam biduak
Kito ka pai bajalan-jalan
Sampanlah taanta juo."
8. Pada saat maso itu
Dek diri Sari Banilai
Lah nyo turu masuak aia
Lah dituruikí dek mundenyo
Banilai tibo di sampan
Dituruki mandenyo
Banamo Puti Sari Aanun
Surato bapaknyo banamo Maulana Karim
Lah duduak tigo baranak
Dalam sampan paraitan
Tibo andai dek ayahnya
"O Diak kanduang si Sari Banun
Kini baitulah dek kau
untuak surang surang
Dariuk untuak surang-surang
Bawo badan masing masing
Karim daduak di kamudi
Kan duduk di haluan
Nak laju parairan. [ 34 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/34 [ 35 ]
9. "Kalau baitu nan di Tuan
Baapo pula tu lai
Katonyo Puti Sari Banun
Andai tibo dek andenyo
Kapado Sari Banilai.
10. "O nuk kanduang Sari Banilai
Kini baitulah dek kau
Duduaklah di tangah-tangah
Pandanglah illa jo mudiak
Caliaklah kiri ju kanan
Ombaklah baguluang-guluang
Angin tanang-tanang sajo.
11. Pada saat masa itu
Lah baranjak dari tabiang
Diansua ka tangah lauik
Pado saat maṣo ițu
Dek diri Maulana Karim
Lah dikayuah sampan hanyo lai
Dek diri Suri Banun
Lah diarahkan ka mudiak
Dituju pulau Parimpunan
Lah sasaat duo suat
Lah sabanta duo banta
Pado saat maso itu
Lah sabantu dalam lauik
Lah saat nyo balam
Butaia tigo baranak
Dalam lauik gadang tu
Takalo muko di tabiang
Sajak butujak ka luuik
Angin bukan dek kancangnyo
Ombak bukan lai sunyipyo
Indak tatangguang laju sampan
Baitu bana maso itu
Dek slain barubah-ubah [ 36 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/36 [ 37 ]
Dek maso batuka-tuka
Nak nyato kodarat Tuhan
Lah badantuang guruah di hulu
Mambalah gaga di lauik
Harilalı galok-gulito
Tak tatangguang awan hitam
Kilekiah tapajam-pajam
Guruahlah batalu-talu
Disalo patuih ciek-cick.
12. Pado saat maso itu
Barubah angin di hulu
Batulak galombang di Barat
Tak tabado kancang angin
Tak tatahan galombang datang
Lita indak tantu arah
Kancang tak dapek dikamudi
Pado saat itu
Tibo andai dek anaknyo
"O yah kanduang janyo hambo
Baapokah nasib kito
Baapo isi badan kito
Angin indak lai tatahan
Galombang indak tahebohkan."
13. Lah sabanta antaranyo
Andai jatuah dek ayahnyo
"Nak kanduong Sari Barilai
Kini buitulah dek kou
Pada saat maso kini
Kato di tangah lajk nangku
Tak lain tampek manyarah
İya kapado uradg nan surang
Nan kuaso di atamko
Takale kite ka jadi
Muko lauik barombak
Takatan ko vali [ 38 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/38 [ 39 ]
Ado urang nan kuaso
lyolah Allah yang satu
Kini bantulah dek kau.
14. Pabulek alu palangi
Tak nan labiah dari ruyuang
Pabulek hati nurani
Tak nan labiah dari untuang.
15. Untuang lah ado dahulunya
Bauh ah sajak dahulu
Takato di dalam rahim bundo kanduang
Nasib ado di sinan
Lah tantu baiak buruaknyo
Lah tantu untuang surang-surong
Kini baitu juo
Samo manyarahkan kito kapado Allah
Katonyo Maulana Karim.
16. Pado saat maso itu
Tibo andai dek andehnyo
"Nak kanduang Suri Banilai
Kini baitu dek kau
Nak tanang dalam hati
Nak sunyi dalam kiro-kiro
Nan takana dek hambo
Mangucap-ngucuplah kau
Bawolah kalimat Tuhan
Nak tanang di dalam hati
Nak dapek bagantuang
Kok elok nasib kita
kok buruak nan tapintak
Dalam lauik nan gadang.”
17. Pado saat maso itu
Angin bukan dek kancangnyo
RIbuik bukan darehnyo
Budaga daga di lauik [ 40 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/40 [ 41 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 42 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/42 [ 43 ]

Tapi bua mangatokanayo
Kondaklah samo tahu
Tuhan mambari kuaso
Tapok nan sakarang
Aluran di badan diri kami
Hambo nak mamintak tunjuak
Ya Allah ya Rasulullah
Sulamaikkan badan kami
Di tantukan alus kami
Abohkan jalan kami nan ditampuah
Salamaikkan badan kami
Dari dunia sampai ka akhirat
Nak santoso laia jo batin
Nak jaleh nan kami tuju."
Katonyo Maulana Karim

19. Manangih Puti Sari Banun
Kini baitu malah dek Tuan
Kami nan batigo baranak
Lah diseso paruntuangan
Lah disonsai pambagian
Dalam tangah tauik gedang
Tapi baa angatokannyo
Lulak disangajo kandak bukan
Tapi iko nan tacapai
Tapi iko nan dapek."

20. Pado at nago itu
To andat dok anaknyo
Banamo Sari Banilai
“Mama ibu kanduang bambo
Mano ayuh kanduang hambo
Kini baltu lah dek bapak
Aluran di badan diri hambres
Harbo ko kini haitu puło
Manciniak mlaklaki hupak
Piniakšali umesto mukabua

[ 44 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/44 [ 45 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 46 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/46 [ 47 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 48 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/48 [ 49 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 50 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/50 [ 51 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 52 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/52 [ 53 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 54 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/54 [ 55 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 56 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/56 [ 57 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 58 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/58 [ 59 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 60 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/60 [ 61 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 62 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/62 [ 63 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 64 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/64 [ 65 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 66 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/66 [ 67 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 68 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/68 [ 69 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 70 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/70 [ 71 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 72 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/72 [ 73 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 74 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/74 [ 75 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 76 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/76 [ 77 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 78 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/78 [ 79 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 80 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/80 [ 81 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 82 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/82 [ 83 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 84 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/84 [ 85 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 86 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/86 [ 87 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 88 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/88 [ 89 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 90 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/90 [ 91 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 92 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/92 [ 93 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 94 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/94 [ 95 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 96 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/96 [ 97 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 98 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/98 [ 99 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 100 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/100 [ 101 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 102 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/102 [ 103 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 104 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/104 [ 105 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 106 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/106 [ 107 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 108 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/108 [ 109 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 110 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/110 [ 111 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 112 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/112 [ 113 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 114 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/114 [ 115 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 116 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/116 [ 117 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 118 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/118 [ 119 ]

Dasah dasuih dalam kampuang
Rundiang-rundiang di nagari
Adok ka badan kito-kito ko
Kok malang tak dapek ditulak
Mujua tak dapek diraiah
Arang tacoreng di kaniang

Indak lai alu sa alu nangko
Alu tatumbuak di tabiang
Asa talatak dipandang
Buliah disaok jo batu
Indak malu samalu nangko
Malu tacoreng pado kaniang
Kalau talatak di badan
Buliah disack jo baju

Baitu banalah tu kini."
Katonyo bapak Bujang Juaro.

85. Pado saat maso itu

Lah sudah ba andai-andai
Tibo putusan dek bapaknyo
"O Nak kanduang Bujang Juaro
Kok hilang ka bacari
Kok hanyuik lai ka waang pinteh
Cubolah waang cari kawan
Çarilah kawan samo gadang
Nak sanang ayah malapeh."
Katonyo ayah Bujang Juaro

86. Manyauik Bujang Juaro

"Ayah kanduang janyo hambo
Kok baitu kato ayah
Indak baa tu kironyo
Aluran badan kami
Duo jo diri si Lembang Alam
Kami lah baandai-andai juo
Inyo Jai namuah pai [ 120 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/120 [ 121 ]

Ka mano hilang nak kami cari
Hilang ka rimbo kami sigī
Hilang ka lauik kami ranangi
Baitu bana di badan kami
Kami lai sapinggan nan bak nasi
Lai sacambuang nan bak gulai
Baitu di badan kami
Baa pikiaran ayah?"

87. "Kalau baitu pikiaran waang
Lah sanang di hati kami
Lah sunyi di kira-kiro
Tapi samantang pun baitu
Himbaulah diri kawan waang
Nan banamo si Lembang Alam."

88. "Kalau baitu kato ayah
Baa pulo lai."

89. Lah pai Bujang Juaro
Manjapuik Sutan Lembang Alam
Satu dijapuik tabawo sakali
Lah tibo di muko bapak
Lah tibo inyo di sinan
"O bapak janyo hambo
Kini baitu lah dek bapak
Inyo ko kawan hambo tu
Nan banamo Lembang Alam."
Katonyo Bujang Fuaro
Lalu batanyo bapak kanduang
Kapado Sutan Lembang Alam
"Kini baitu lah dek sutan
Aluran di diri badan hambo
Iyo nak manyuruah waang pai
Hilang ka bacari
Hanyuik nak tarang di pintehi
Aluran Sari Banilai
Tunangan Bujang Juaro

[ 122 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/122 [ 123 ]

Alah barapo ko lamonya
Hilang tak tantu rimbonyo
Hanyuik nan indak abeh sungainyo
Nan sakarang iko kini
Kok lai namuah Sutan pai
Mangawani si Bujang Juaro
Buliah nak hambo lapch jo hati suci."

90. Manjawek si Lembang Alam
"O Bapak janyo habo
Kalu baitu janyo bapak
Baapo pulo lah dek hambo
Hilang inyo ka kami cari
Hanyuik inyo ka kami pinteh
Ka mano hilang ka kami cari
Hilang di rimbo kami sarang
Hanyuik di sungai kami ranangi."

91. "Kok iyo lai baitu
Lah sanang di dalam hati
Lah sunyi di kira-kiro
Mano waang si Juaro
Sarato Sutan Lembang Alam
Dangakan malah dek kalian
Sayang ka bajalan jauah
Rimbo gadang ka Buyuang tampuah
Lauik laweh ka Buyuang layari
Tibo di bukik Buyuang daki
Tibo di lurah ka baturuni
Basuo elok jo buruak
Batamu bamacın-macam
Kok basuo itu di jalan
Kok batamu waang jo musual
Lai ka talawan."

92. Manjawek Bujang Juaro
"O bapak janyo hambo
Kok itu bapak tanyokan

[ 124 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/124 [ 125 ]

Takalo maso dahulu
Inyo alah baguru
Inyo alah tamo mangaji
Alah bailimu dunia akhirat
Hambo raso indak baa
Sarahkan sajo lah ka untuang
Pulangkanlah ka takadia.
Manjawek Sutan Lembang Alam
"O bapak juo janyo hambo
Aluran kami nan baduo
Mamintak-mintaklah bapak
Tolonglah kami jo doa
Salamaik kami pulang baliak
Sasuai labia jo batin
Nan dicari lakeh dapek
Nan diama lakeh pacah
Lai hasia pintak kami."

93."Kalau baitu kato waang
Kami mandoakan dari rumah
Mamintak-mintaklah kami
Dibaka kumayan putiah
Tiok pagi jo tiok patang.
Katonyo ayah bujang Juaro.

94. Lah dibari ameh sa tahia
Kaganti pambali rokok
Ka pambali siriah di jalan
Sarato pambali aia
Lah sudah timbang tarimo
Lah basalaman jo Bujang Juaro
Duo jo Sutan Lembang Alam
Inyo bajalan pai sakali
Alah sarantang pajalanan
Cukuík katigo rantang panjang
Alah tiba di sinan
Di tabiang paninjauan

[ 126 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/126 [ 127 ]

Di ulak lubuak bajulua
Di pasta pasimpangan
Di jawi-jawi lampai
Di samak tumpak-tumpak
Lah taantak nyo di sinan
Ditariak sampan sabuah
Lah duduak inyo baduo
Lah tibo di dalam sampan
Lah diajak-ajak balaia
Lah dicubo-cubo bakayuah
Kayuahnyo bakalimbuan
Sakali marangkuah dayuang
Duo kali marangkuah dayuang
Sampan bukan main lajunyo
Lai indak maro malintang
Lai laju-laju sajo
Lah tapandang jo ombak lauik
Lah sarantang pajalanan
Ditingkah jo dayuang ciek
Lah duo rantang bajalan
Cukuik katigo rantang panjang
Lah tibo di tangan lauik
Lah dipandangi ilia jo mudiak
Lah diliek kiri jo kanan
Lah gameh hati di dalam
Lah ngari di dalam hati
Takana ibu jo bapak
Takana karik jo kabiah
Awak sadang di tangah lauik
Sawangan tidak pagantuangan
Bagoyah ama jo iman
Dibaco ama ciek-ciek
Basalo jo ombak taduah.

95. Lah sapakan inyo balaia
lah duo pakan palayaran
Lah cukuík tigo pakan

[ 128 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/128 [ 129 ]

Habih pakan babilang bulan
Lah sabulan duo bulan
Lah cukuik tigo bulan
Pandang jauah nyo layangkan
Pandang hampia nyo tukiakkan
Indak ado tampak tanah darck
Indak ado tampak tanah tapi
Balaia indak batujuan
Pulau mano ka di jalang
Andak ka mano ka ditampuah
Hanyo manyarah ka untuang sajo
Takudia lai ka elok
Pintak lai kabuliah
Lah sasaat sakutiko
Lah tampak bukik sabuah
Bukik nan panuah samak rimbo
Alah ditujukan palayaran
Ka arah bukik nan tampak itu.

96. Lai tampak jalan tabantang
Jalan banamo jalan parantian dagang
Tampaklah urang baliak di bukik
Urang tu baliak di kabun
Baranti nyo di ateh nunggu
Nyo mamandang ka hilia
Nyo mancaliak-caliak ka ateh
Pandang jauah balayangkan
Pandang hampia batukiakkan
Lah tibo inyo di sinan
Di bukik rimbo gadang
Dek diri Bujang Juaro
Inyo tambekkan parahunyo
Lah turunnyo sakali
Didaki bukik rimbo.

97. Lah sasaat nyo mandaki
Duo saat nyo mandaki

[ 130 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/130 [ 131 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 132 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/132 [ 133 ]

Lah baandai-andai juo
Lah barundiang-rundiang kaji
Di ateh dangau gadang tu
Lah lamo antaronyo
Tibo sudi jo siasek
Datang usua jo pareso
Dek diri urang dangau tu
"O Buyuang nan baru datang
Anak datang dari mano
Di mano korong kampuang waang
Di mano dusun jo nagari
Baa datang ka iko
Awak sajombang surancak ko
Manga ditampuah rimbo dalam
Manga disawang rimbo labek
Apo sabab karanonyo
Apo asa usuanyo
Cubo caritakan lah kini
Nak sanang di dalam hati
Nak sunyi di kiro-kiro.

101. Manjawek Bujang Juaro
"O Tuak janyo hambo
Kok itu Datuak tanyokan
Aluaran diri badan kami
Mulo ka sampai ka mari
Awak ka sampai ka iko
Indaklah kami sangajo
Tapi baalah mangatokanayo
Lah garak dari Allah
Lah tasurek sajak dahulu
Sajak di rahim bundo kanduang
Kini untuang aluran badan kami nangko
Kami bukan urang siko
Kami nak rang jauah bana
kami nak rang Hindustan
Mulo dek sampai ka mari

[ 134 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/134 [ 135 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 136 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/136 [ 137 ]

Tapi badan lah tuo juo
Diraso indak kamungkin
Balaia indak lai kamungkin
Bajalan indak lai kabisa
Dibuek dangau di hutan
Sambia nak manyanang-nyanang diri
Alah barupokoh lamunyo
Hambo di dalam rimbo ko
Asa caliaklah dek Buyuang
Asa pandanglah dek kalian
Caliaklah tanamptanaman
Pandanglah buah-buahan
Mantimun lah gadang-gadnag
Ladolah baitu pulo
Mantimun malarang bungo
Taruanglah ayun-ayunan
Janguanglah maampai buah
Karambia lah banyak pulo
Asa pandanglah dek waang
Salamo hambo di dangau
Hati sanang pikiaran sunyi
Hati suko niaik lapeh
Nan dimakan lai cukuik
Nan diminum lai samparono
Apo niaik tak tahalang
Ado hasia kasadonyo.

104. Kini baitu lah dek waang
Pihak nan dari hambo ko
Rajin-rajinlah batanam
Tanamlah nan elok-elok
Kasihanilah sado nan bapucak
Sayangilah kapadonyo
Nak salamaik badan waang."
Katonya urang dangau tu.

105. Lah pueh baandai-andai

[ 138 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/138 [ 139 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 140 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/140 [ 141 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/141 [ 142 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/142 [ 143 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/143 [ 144 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/144 [ 145 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 146 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/146 [ 147 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 148 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/148 [ 149 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 150 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/150 [ 151 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 152 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/152 [ 153 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 154 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/154 [ 155 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 156 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/156 [ 157 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 158 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/158 [ 159 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 160 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/160 [ 161 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 162 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/162 [ 163 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 164 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/164 [ 165 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 166 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/166 [ 167 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 168 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/168 [ 169 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 170 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/170 [ 171 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 172 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/172 [ 173 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 174 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/174 [ 175 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 176 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/176 [ 177 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 178 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/178 [ 179 ]

Duduak lah basuko-suko
Tagaklah baandai-andai
Di ateh rumah nan gadang
Allah Taala babuek sakandaknyo
Lah hamil Sari Banilai
Cukuik bilang sambilan bulan
Lah laia anak Banilai
Anaknyo laki-laki
Banamo Sutan Duano
Indak ado anak sarancak no
Induk ado anak sajombang to
Sahari laia sahari banamo
Lahi sapakan duo pakan
Lah sabulan duo bulan
Lah datang Puti Baranam
Rajo mano nan tak datang
Sutan mano nan tak tibo
Datang Puti nan bacujuahı
Dek diri Sutan Duano
Anaknyo Sari Banilai
Lah sanang di dalam hati
Lah sunyi dalam kira-kiro
Cadiak bak diaja
Gadang bak diambuang-ambuang
Awak rancak baiak laku
Dek diri Sari Banilai
Pado hari sahari tu
Taragak nak pai bajajan
Didukuang Sutan Duano
Bajalan-jalan ka tabiang
Ka tabiang Paninjauan
Lah tibo di sinan
Pandang jauah nyo layangkan
Pandang hampia nyo tukiakkan
Barami-rami di sinan
Dek sanang basuko-suko
Hari rancak angin barambuih

[ 180 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/180 [ 181 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 182 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/182 [ 183 ]Lua error in Modul:Ppoem at line 175: bad argument #1 to 'inNamespace' (unrecognized namespace number '104'). [ 184 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/184 [ 185 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/185 [ 186 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/186 [ 187 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/187 [ 188 ]Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/188