Kamoes Bahasa Minangkabau-Bahasa Melajoe-Riau
Karusakan Lua: bad argument #1 to 'makeTitle' (unrecognized namespace name 'Author').
BAHASA MINANGKABAU
—
DIOESAHAKAN OLEH
M. THAIB gl. ST. PAMOENTJAK
DITJETAK DENGAN TITAH
DEPARTEMENT VAN ONDERWIIS EN EEREDIENST
BALAI POESTAKA
BATAVIA
1935
PERMOELAAN KALAM.
Oléh karena bahasa Minangkabau didjadikan voertaal disegala sekolah Negeri dan sekolah Gouvernement di Sumatra's Westkust serta didiadikan leervak pada Jongens Normaalschool di Padang Pandjang, maka saja karangkanlah kamoes bahasa Minangkabau itoe. diartikan dan diterangkan dalam bahasa Melajoe-Riau.
Adapoen goenanja adalah tiga matjam: 1e. mendjadi daftar édjaan. 2e. mendjadi penoendjoek djalan tentang bahasa Minangkabau sedjati. 3e. mendjadi tafsir bahasa itoe oentoek sekolah-sekolah dan amat bergoena bagi meréka jang ingin dan perloe mengetahoei bahasa ini.
Ringkasan kalimah jang tertoelis dalam koeroeng ( ) beberapa perkataan, demikianlah oedjoednja: Templat:Hanging indent/s (v. d. T.) menjatakan, bahwa perkataan jang bertanda itoe diambil dari Minangbausch-Maleisch — Nederlandsch Woordenboek karangan I. L. van der Toom;
(de Vries) menjatakan perkataan itoe petikan dari daftar kata- kata kiriman toean Dr. L. de Vries;
(Koto Toeo) menjatakan perkataan itoe lazim di Koto Toeo onderdistrict IV Koto, district Boekit Tinggi (Fort de Kock);
(Soengai Poear) menjatakan perkataan itoe logat Soengai Poear dekat Fort de Kock;
(Koerai) negeri tempat kota Fort de Kock;
(IV Koto) jaïtoe onderdistrict dibawah district Boekit Tinggi (Fort de Kock); Templat:Hanging indent/e
lih. ringkasan dari lihat.
perb. = perbandingkan.
seb. = sebangsa.
sem. = sematjam.
Ki.: kepéndékan „kiasan”; banjak kiasan atau peroempamaan jang tidak ditoeliskan arti kata-katanja, melainkan teroes diterangkan arti kiasannja; ditempat jang rasa-rasa akan meragoe, laloe saja njatakan dengan ki. itoe.
Asal kata-kata oemp. tingga, panggie, pikie, baoee, sioee d.l.l. ditoeliskan tingga(l), panggie(l), pikie(r),.baoee(r), sioee(l), soepaja diketahoei apa hoeroef achirnja, karena hal ini tiada sela- manja dapat ditentoekan pada perkataan demikian, jang telah berachiran an atau i, sebab kadang-kadang 2 matjam lafalnja, eemp. padjoeali dan padjoeari; pikieran, dan pikielan; pabaoeeran dan pabaoeelan.
Ada poela perkataan matjam itoe jang soesah ditentoekan apa adakah hoeroef achirnja atau tiada, oemp. dora, tora, londa, anda, bie, bioee, kioee: perkataan ini ditoeliskan dora(.), tora(.), londa(.), anda(.), biie(.), bioee(.), kioee(.). [ 6 ]Toelisan oemp. ta(r)anti. ba(r)agoeeng maksoednja boleh di- boenjikan pakai r atau tiada, jaïtoe taranti atau taanti, baragoeeng atau baagoeeng.
Logat jang saja pakai jaïtoe jang lazim terpakai dikota-kota. jang banjak sekali menjeroepaï logat Agam. Boenji a jang menoeroet logat Minangkabau sebelah timoer (Tanah Datar dan L. Kota} mendekati boenji o, seperti dalam perkataan „aré', tarang, kalam”, jang dalam bahasa Melajoe-Riau ‘oemoemnja djadi e lemah, tidak dinjatakan dalam kamoes ini. Sebabnja oléh karena didalam soeatoe kamoes tidak moengkin dinjatakan logat setempat-setempat itoe, dan akan menjatakan jang demikian itoe, berhoehoeng dengan pertjétakan, adalah soeatoe hal jang soekar poela.
Kamoes ini saja karangkan sendiri menoeroet pengetahoean dan pendengaran saja dalam ‘alam Minangkabau, ditambahi dengan poengoetan dari beberapa tjeritera dan petikan dari daftar kata—kata jang dikirim oléh toean-toean Quanjer. Inspecteur van het Inl. Onderwiis in het 2de ressort di Fort de Kock dan Dr. L. de Vries. Ambtenaar pada Kantoor voor Inl. Zaken di Betawi dan dari Minangkabausch-Maleisch —— Nederlandsch Woordenboek karangan t. J. L. van der Toorn. Oentoek bahasa Melajoe dipergoenakan Maleisch Woordenboek karangan Prof. Dr. Ph. S. van Ronkel.
Amat banjak saja peroléh pertoendjoek dari t. Dr, P. Voorhoeve. Taalambtenaar pada Kantoor v. d. Volkslectuur di Betawi, tentang tjaranja mengarang kamoes ini dan apa matjam édjaan jang akan dipakai.
Waktoe toean ini hendak poelang dengan verlof ke Eropah. maka pimpinan pekerdjaan ini terserah kepada t. Dr. G. W. J. Drewes, Hoofdambtenaar voor de Volkslectuur, dan toean K. Soetan Pamoentjak. Adj.-Taalkundige pada kantor tsb., jang bermoerah hati melimpahkan pertolongan, sampai kepada achirnja.
Atas limpah kemoerahan hati sekalian toean-toean ini saja; mengoetjapkan beriboe terima kasih.
Menoeroet pepatah Minangkabau: Inda' gadieng nan ta' rata'. demikianlah hal isi kamoes ini masih ada lagi jang boleh diperbaiki.
Besar harapan kepada sekalian toean-toean juga jang membatjanja, soedi apalah kiranja mendermakan pendapatnja. oentoék menjempoernakan isi kamoes ini. Atas kemoerahan hati toean-toean itoe lebih dahoeloe dioetjapkan terima kasih.
MOEHAMMAD THAIB
Fort de-Kock. Maart 1934
gl. Soetan Pamoentjak.
A.
Templat:Hanging indent/s
A — apa; ari a injo datang? — hari apa ia datang?: a to: a to nan ka karadjo ang? — apakah jang akan kerdjamoe?: a diang? — apa kehendakmoe?; manga — mengapa
ABAD — abad.
ABAH — waba, sampar: disapoe abah! (dipoenah abah! — dipoenahkan waba! (soempah).
ABAI — abai; djai' badjoe toe abai — pendjahitan badjoe itor tiada bagoes dan tiada koeat; sakalian pakaradjaan diabaikannjo — sekalian pekerdjaan tiada (koerang) diindahkannja; omba' nan kete' djan diabaikan — perkara ketjil jang boleh mendatangkan bahaka, djangan disia-siakan.
ABAN — poekoel dengan barang jang pandjang; kanai aban kena poekoel; pai ampo' poelang aban — tiada alah tiada menang.
ABANG — bang, ebang, azan; toekang abang — bilal, modin; abih oekatoe dë abang — karena pembitjaraan dalam perkoempoelan amat landjoet, hal jang perloe tertinggal.
ABEH — djelas, terang, ma‘loem!; inda' abeh — tiada terang: abèhi terangi, minta keterangan jang tjoekoep; abèh-abèhkan bana — terangkan benar-benar; indak nan abèh di (dè') njo — ia tiada tahoe mengerdjakan soeatoe apa: abeh bana di (dè') ang manggadoeeh adie' ang — pandai betoel kamoe mengoesik adikmoe; koedo ko koreang baabèhkan (baabèhi) — koeda ini koerang dipelihara (pemeliharaannja).
ABE'-ABE' (v. d. T) — sematjam kelontang.
ABIE (Koto Toeo) — nama sebangsa penjakit tjagoeh, keloeroet; koeman mandjadi abie — perjara jang ketjil mendjadi besar karena diabaikan atau tiada segera diselesaikan
ABIH — habis; (karadjo) aloen abih — kerdja beloem soedah; abih mati — mati semoeanja; saabih-abihnjo — litjin tandas sesoedah-soedahnja; maabihkan sadjo karadjonjo — pekerdjaanja hanja berdjoedi dan seb. jang menghabiskan oeang; baabih, barabih, basiabih — berdjoedi atau melakoekan pekerdjaan jang menghabiskan oeang ......... baabih-abih ambie' lah tigo roepiah — djika habis semoanja, boleh dapat dengan harga tiga roepiah; maabih(s)i parakaro — memoetoeskan perkara; abih ai! — tjelaka; abih air baganti taoen, abih taoen baganti moesin — setelah beberapa lamanja; abih oentoeeng —bertjerai laki isteri
ABOE — aboe; aboe mendjadi djawab pertanjaan, oempama: io laï ang basoeo djo njo?; djawabnja aboe; artinja: bernarkan kamoe ada bertemoe dengan dia? djawabnja: sekali-kali tidak; maaboe — menjeroepaï warna aboe karena loentoer; aboe! inda’ ka tabali dè’ ang doh — djangan sombong! tiada dapat engkau membeli; ba’ aboe diatèh toenggoee— seperti aboe diatas toenggoel (djika datang angin, ia terbang), demikianlah hal orang jang beloem tentoe tetap dalam soeatoe pekerdjaan, hanja bergantoeng kepada orang jang berkoeasa.
ABOEAN; (padi) aboean — bagian kaoem laki² dalam soeatoe perindoekan, boléh didjoealnja atau dibawanja keroemah isterinja; oeang aboean — oeang simpanan
ABOEE'— ramboet; saaboe’ — sedikit; aboee’ bawah roemah — aboe (serboek) dikolong roemah; ba’ ajam tamakan di aboee’ — ki.: boenji napas orang jang batoek kering; mamboeang aboee’ tjama — oepatjara waktoe menggoenting ramboet anak jang baroe lahir; ba’ maelo aboee’ dalam tapoeeng (lihat pada ramboei’).
ABOEENG — nama sebangsa gaboes.
ABOEIH — reboes; aboeih pisang — piang jang soedah direboes; diaboeih oerang — hal orang jang terbeli barang dengan harga jang mahal atau terbeli barang jang koerang baik.
ABO' (Koto Toeo) I — tampar; maabo’ — menampar
ABO' II; abo’-abo’ — koerang sehat, dikatakan teroetama tentangan boedak ketjil.
ADAB — adab; si Badoe sangat adab ka oerang gaè’njo — si Badoe amat beradab kepada orang toeanja.
ADANG I; lakoe ang maadang tjaka' kelakoeamnoe menoedjoe (mentjari) perkelahian; moedo maadang toeo — moeda menanti toea; balaie maadang poelau — berlajar menoedjoe poelau, artinja pada tiap² pekerdjaan ada [ 8 ] dengan maksoed; moedo diadang, tjèkè dipaboeè' — hal orang jang berboeat soeatoe pekerdjaan, tetapi koerang soeka mengeloearkan oeang. ADANG II aboe; adang-adang — adang-adang, kadang-kadang ADANG III — bibi (toea dari iboe sendiri), kependekan daei biai gadang.
ADAS I
ADAS II
ADAT — 'adat; adat itoe terbagi atas; 1e adat nan sabana adat —'adat jang sebenarnja; 2e, adat nan diadatkan — 'adat jang sengadja didjadikat adat, jaïtoe oendang-poesaka toeroen kepada kemanakan; 3e. adat nan taradat — 'adat jang lama-kelamaan atau tiba2 mendjadi adat; 4eadat istiadat 'adat lama. Menoeroet paham atau pengertian orang Dare' (Bovenlanden)
ADAU2
ADEN
ADI
ADIEL
AEIE'
ADINDA (dalam soreat2) — adinda
ADJA(L) — adjal; sampai adja — sampai adjal, mati.
ADJA(R)
ADJAB I
ADJAB II
ADJAI'
ADJA' I
ADJA' II; roemah ko adja' roemah angkoe Damang — roemah ini seperti roemah engkoe Demang; ba' tjando iko adja'annjo — seperti ini tjaranja; adja'kanlah baa mamboeèknjo — toendjoekkanlah bagaimana memboeatnya.
ADJAN
ADJENG
ADJI'
ADJI'
ADJIMAT
ADJIN
ADJOEE'
Templat:Hanging indent/e [ 9 ]ADJOEENG
7
AGIEH
</noinclude>
|
perti hal orang jang bertoenangan atau baroe kawin, berekanan atau berkenal-kenalan; kaadjoee'an — ketahoean bagaimana perangai seseorang; dangka lah kasoebarangan, dalam lah kaadjoee'an — telah diketahoei betoel, bagaimana perangai (tingkah lakoe) seseorang. ADJOEENG I. — djoeng; dari adjoeeng toeroen kasampan — toeroen pangkat atau martabat. ADJOEENG II. — adjunct; adjoeeng djasa — adjunct djaksa. ADJOEN — maksoed; maadjoen — beragak bekerdja atau berdjalan; aloen diadjoeen lah tataroecng — beloem beragak soedah ada bahajanja; moedo diadjoen (diadang) tjeke dipaboee` — oemp. hendak berdjamoe, tetapi koerang soeka mengeloearkan oeang; maadjoen roendiengan — moelai membitjarakan sesoeatoe hal. ADO — ada; barado — berada, kaja; maadokan — mengadakan, melahirkan; ananjo ado, indoee'njo mati — anaknja lahir, iboenja mati; maado-adokan nan tiado — berbohong, mengada-ada; sadonjo kependekan saadonjo — semoeanja, sekaliannja; ado-ado sadjo — ada-ada sadja; ado njao ado rasaki — tiap-tiap jang bernjawa ada sedia makanannja dari Toehan; ko' tida' barado-ado, inda' tampoeo basarang randah — kalau tida' ada apa-apa, tentoe tempoea tiada memboeat sarang pada pohon jang rendah: soeatoe pekerdjaan jang tiada biasa, djika dilakoekan orang, tentoelah ada dengan soeatoe maksoed; koetiko ado djan dimakan, lah tida' moengko dimakan — maksoednja, waktoe dapat mentjari jang lain, jang tersimpan djangan diganggoe, jang tersimpan ini baroelah diambil, bila tiada lagi dapat berichtiar. ADOE — adoe; maadoe ajam — mengadoe ajam; baadoe kapalonjo djo toengga` — terlanggar kepalanja kepada tiang; baradoe tjape` — bertanding ketjepatan; maadoe-adoe oerang — mengasoet orang; maadoe boeroee' djo baie` — memperbandingkan melarat dan manfa'at; balam adoean — balam jang telah biasa dan kerap menang diadoe; maadoe oentoeeng — mentjoba-tjoba oentoeng; maadoe boekoe tangan — berkelahi; maadoe oedjoeeng pindjai — soesah mentjari penghidoepan; maadoe koedo — menjoeroeh mendjantani koeda; mangadoe — mengadoekan hal; pangadoean — pengadoean; mangadoekan oerang — mengadoekan orang; kata adoe mendjadi kadoe seperti adang2 — kadang2; oesai — koesai; adji — kadji: alah — kalah; aroe — karoe (pikiran bakaroe — pikiran baaroe); ajam mendjadi kajam (anjam Ri.); aoei` — kaoei', dll. ADOOEE(.) (v.d.T.) — amat banjak; maadoee makan — banjak makan. ADOOEEH — adoeh; maadoeeh — mengadoeh; adoeeh dangai ! (dalam tjeritera) — adoehai !; taadoeeh — mengeloeh sebab mendengar kabar jang sedih atau karena kesoesahan. ADOEN, adoen toemadoen — adoen, tjantik. ADO' I, hado` — hadap; maado` — hadir; ado'an — hadapan, moeka; atinjo indak maado` — |
basikola — ia tiada soeka bersekolah; baado'an — berhadapan; maado'i — menghadiri soeatoe pekerdjaan; pa(r)ado'an — pekerdjaan, djabatan; baado'-ado' djo njo katokan ! — katakan bermoeka-moeka, waktoe ia djoega hadir; tangkoemari diado'kan, inda' oerang amoeeh manarimonjo — kesana kemari ia dimintakan kerdja, orang tiada maoe memakainja; maado'kan nan roentjieng — tiada loeroes hati, keroh; maado'kan badie poelang — keroh kepada kaoem; tjie' ado' ba' koekoeceran — tjoema satoe pekerdjaannja (goenanja) jaïtoe oentoek mengoekoer. Demikian djoega dikiaskan kepada orang jang tjoema pandai dalam satoe pekerdjaan sadja. Ado' adang: tantang etongan toe, aden djo apa' njo nan ado' adang — tentang roendingan itoe saja (tjoema berbitjara dengan bapanja; ambo inda' maado'i ale'njo — saja tiada menghadiri perdjamoeannja; taado' sakalian pangoeloe — hadir sekalian penghoeloe; mampaado'kan — menjemoekakan; mangadji diado'an goeroe — merasa takoet bekerdja atau berkata djika dihadiri oleh orang jang pandai. ADO' II. — edap, dap. AE', maae` — beragak hendak memoekoel, mengamang; djan diae'-ae' andjieng toe, digigi'njo baiko ! — djangan diagah-agah andjing itoe, nanti kamoe digigitnja ! AGA, agah — agah; maagah — mengagah; maaga-aga oerang sambajang — mengagah-agah orang sembahjang. AGAH, lih. aga. AGA' — agak, kira, kira2; aga' loeo ari — kira2 doea hari; aga'-aga` — kira2, pikiran; aga'-aga'(i) ! — pikir atau timbang betoel, ingat2; baraga` — bermaksoed; saaga` — semaksoed; taraga', tadaga` — rindoe; inda' taaga'-aga` — tiada terkira-kira; ba' diaga` — betoel sebagaimana jang dimaksoed, tiada beroebah; inda' dape' diaga'kan — tiada dapat ditentoekan; ba'a djanjo awa' maaga'kan — tiada dapat kita menentoekan, melainkan Allah; lain diaga', lain kanai — lain jang dimaksoed, lain jang sampai, oemp.: hendak membeli lemari dilelang, tetapi jang dapat medja; aga' djo agieh inda' basalisieh — tiada berlainan agak dari pada jang ditetapkan; maaga' maagiehkan, maoekoee mandjangkokan — mengatakan dengan habis-habis bagaimana djalan melakoekan soeatoe pekerdjaan; oemoe pandjang rasaki baaga'kan — badan sehat, tetapi rezeki koerang, sekadar akan nafkah diri sadja. AGAM — nama seb. kertjoet ketjil; loea' Agam — afdeeling Agam. AGAMO, igamo, oegamo — agama. AGAN — sengadja; ba(r)agan — bermaksoed; hambo baragan na' toeroen, ari oedjan — saja beragak hendak berdjalan (dari roemah), hari hoedjan; lih. aga` dan angan. AGARAGA, raga-raga — agar-agar. AGÈH — agas; radjo ageh — si tjebol, tetapi berani. AGIEH — agih, beri, bagi; agiehkan soere' ko ! — berikan soerat ini !; agieh samo banja` — bagi sama banjak; paragieh, paragiehan — pemberian; ba' oerang takanai baragieh — |
AGI'
8
AIE(R)
</noinclude>
|
moeram; agieh2 ta' batjarai — oemp. orang Agam hendak mentjeriterakan hal negerinja kepada sahabatnja ,,orang Pajakoemboeh. Dimoelainja dengan perkataan jang terseboet tadi, artinja: saja tiada membedakan (menga-singkan) orang Agam dari orang Pajakoemboeh, hanja sama. AGI', maagi'-agi' toemboeehnjo — tiada baik toemboehnja, tiada berapa bertambah besar tampaknja. AGO, hago, harago, rago — harga; maagokan — menghargakan; baago banilai — lama tawar-menawar; ba(r)ago diateh roepo, batjoepa' diateh toemboeeh — memberi makan andjing dengan tembikar, memberi makan gadjah dengan alatnja; ba' kantjah diago — dikatakan tentang orang jang tiada dapat mendjawab pertanjaan² orang jang didatangkan kepadanja. AGOEE(R), maagoee-agoee — berdjalan seperti orang jang telah toea dan penjakitan; boengkoek kaki dan kepala gojah; ta(r)agoee-agoee — hal orang jang amat toea dan penjakitan dan tiada lagi dipedoelikan anak tjoetjoe. AGOEENG — goeng; ko' inda' taoe, agoeeng kan lai dibao — kalau tiada tahoe oempama akan tempat tinggal seseorang, boekankah boleh ditanjakan (agoeeng — moeloet akan menanjakan); ba' boenji agoeeng tatoengkoei` — tiada djelas berkata-kata; ba' boenji agoeeng patjah — dikatakan dari hal soeara jang tiada baik, jang tiada merdoe; maagoeengkan agoeeng pasaie` — mentjeriterakan kekajaan atau kemoeliaan kaoemnja jang doeloe2, pada hal sekarang toeroenannja telah melarat; ba' kabau takadjoei' di (de') agoeeng — seperti kerbau terkedjoet mendengarkan boenji goeng, artinja heran tertjengang-tjengang seperti orang doesoen baroe pergi kekota jang besar. AGOEI', maagoei` — mengoengap; agoei'-agoei'i — njawa-njawa ikan; ta(r)agoei'-agoei` — antara hidoep dengan mati tentang orang sakit. AGOEN — tjagar, tjagaran; maagoenkan sawah — mendjaminkan sawah; sando agoen — gadai jang hanja boleh diteboes oleh jang menggadai dengan oeangnja sendiri. AH — ah. AHALI — ahli; oerang nan ahali — orang jang ahli; maahalikan pakaradjaan — mengatoerkan (mengoeroeskan Bat.) pekerdjaan. AIE(R) — air; kaaie — pergi mandi; karaie — boeang air; karaie gadang — boeang air besar; karaie kete` — boeang air ketjil; mandi karaie gadang (Padang) — mandi kesoengai; maaiei — mengairi, memberi belandja; mangaraiei — boeang air ketjil atas soeatoe barang; mangaraiekan darah — boeang air darah; lah djadi aie — telah habis; (kama djaga ang ?) — djawabnja: lah djadi aie — artinja, telah habis karena meroegi); baabih aie — lama beroending sehingga menghabiskan air kopi, tetapi hasilnja tiada berapa; aie-aiei — bersoenggoeh-soenggoeh meminta pertolongan; inda' mambaoan aie lai — berhenti dapat kain kotor; kagadangan aie — bingoeng, tiada tahoe apa jang akan di- |
boeat; inda' lakoe sagadang djo aie — sangat djelik, oempama makanan tiada lakoe didjoeal 2 doeit walaupoen ditambah dengan air kopi; inda' baoerang diaie — hal anak gadis jang telah binasa; mambari oerang aie — memberi kopi dengan penganan; inda' manggadangkan aie — tiada menolong, tiada dapat diharap; baraie rakooengan — dapat pertolongan oeang atau makanan; ba' tjando aie kadjinjo — kadjinja lantjar; ba' tjando aie tadji toe — tadji itoe sangat tadjam; masa' aie — baik masaknja (tentang nasi); pakakardjaannjo inda' ado nan masa' aie — pekerdjaannja tiada jang selamat; mambao kaaie — menjoenatkan; mambao (manoenggangkan) aie kalaoei` — memberikan oeang kepada orang kaja, menolong orang jang tiada perloe dibantoe; ta' aie talang dipantjoeeng — dalam hal perloe oeang, diichtiarkan sebagaimana dapat oemp. menggadai atau memindjam; aie baria' tando ta' dalam — orang jang pandai tjakap angin, tanda ta' berisi; sakali aie gadang, sakali tapian baandja' (baralieh) — lain orang jang memerintah, lain poela kemaoeannja; aie gadang batoe basiba` — kalau ada perselisihan dalam satoe kaoem, tentoe kaoem itoe petjah; salamo aie ilie, salamo gaga' itam — selama-lamanja; aie djanieh ikannjo djina` — dikatakan tentang kampoeng jang aman sedjahtera dan orangnja ramah; maradeso diparoei' kanjang, moedjilih ditapi aie — orang jang kenjang peroetnja, tentoe tiada maoe makan atau tiada maoe memakan sebarang makanan dan orang jang diam dekat soengai, tentoelah bersih; aie tanang maanjoei'kan — air tenang menghanjoetkan; oerang aoeih dibari aie — memberi pertolongan kepada orang miskin atau orang jang dalam kesoesahan; loerah djoec ditoeroei' aie, boeki' djoec diladjang paneh — 1e. djika ada oempamanja ketjoerian dalam soeatoe negeri, tentoelah djatoeh sjak kepada orang jang djahat2; 2e. poedji-poedjian tentoelah diperoleh orang jang berkoeasa dalam soeatoe negeri; bamain aie basah, bamain api latoei` — jang berboeat salah tentoelah akan menanggoeng hoekoeman; aie tjoetjoeeran ato' djatoeehnjo kapalambahan djoeo — tabi'at seorang bapa nistjaja toeroen kepada anaknja; ba' aie didaoen taleh — hal orang jang tiada tetap, pikirannja; ba' oerang pai kaaie — artinja berganti-ganti; ba' kambieng diiri' kaaie — tiada moedah mengadjak orang jang tiada soeka; dimano aie oerang disaoee', rantieng oerang dipatah, langi' oerang didjoedjoeeng, boemi oerang dipidja', disitoe adat oerang ditoeroei', lasim oerang dipakai — dimana kita tinggal, hendaklah kita toeroet 'adat orang disitoe; aie lioee — loedah; aie mandi — air mandi; jang dibiasakan, oemp. manjaboeeng toe lah aie mandi njo — menjaboeng itoe memang pekerdjaan jang dilazimkannja; aie moeko — air moeka (moeko aie — tempat air masoek sawah atau masoek tambak); aie soesoe — soesoe; bakarieng aie lioee ana' ko — beberapa kali anak ini ditegoer, tetapi tiada diindahkannja; mambasoeeh moeko djo aie lioee — |
AI'
9
AKIE
</noinclude>
|
mendjadi berat kesalahan; ba' kantoei' djo aie lioee — dikatakan pertjampoeran jang kekal tetapi koerang beroentoeng tentang laki isteri; aie soesoe dibaleh djo aie toebo — kebaikan orang dibalas dengan kedjahatan. AI' — 'aib; mari ai` kependekan mambari ai` — memberi 'aib, memberi maloe. AJA (Koto Toeo, Balingka, Matoer) — apa; aja namono? — apa namanja?; balikan ko' aja-aja — belikan apa-apa (penganan). AJAH — ajah; ajahe (Pariaman) — jang sebagoes-bagoesnja, jang sekoeat-koeatnja dan seb., oemp. iko lah kain nan ajahe, iko lah nan ajah kain. AJA' — ajak; maaja` — mengajak; pangaja` — pengajakan; diaja'njo makan — ia makan sangat banjak. AJAM I. — ajam; berbagai-bagai namanja melihat kepada boeloenja: kinantan, pileh, birieng, tadoeeng, biloerang, tjinangkeh dan seb.; ajam-ajam — sebangsa boeroeng hidoep disawah jang berair; ajam-ajam (dalam nagari) — orang jang pandai boleh ditoetoes; ajam saboeengan — ajam saboeng; ajam poepoeeh — ajam saboeng tiada diberi sendjata; ajam indaroeih — ajam jang alah disaboeng; indoee' ajam — indoek ajam, orang jang penakoet; ajam poetieh — orang jang dikenal orang; soeratan ba' kakeh ajam — toelisan seperti tjakar ajam; pitih ajam — oeang lama bergambar ajam, sekarang tiada dipakai lagi; lalo'-lalo' ajam — beloem lelap betoel, telinga masih awas; koekoee' ajam — dinihari; moentjoeeng ba' ikoee ajam diamboeih — moeloetnja tiada berhenti berkata; ba' ajam gadih bataloee — tiada tetap (teroes) bekerdja melainkan berhenti-henti berselang hari; ba' manggili indoee' ajam — menggalakkan orang penakoet; ba' takatja ditji' ajam — sangat terketjewa; ba' ajam tamakan diaboee` — mengidap; ba' ajam inda' ba(r)indoee` — sangat sengsara; ajam lah dimoesang — seorang perempoean (dalam kaoem) telah dilarikan orang; ajam bataloee a(t)eh padi — hidoep dengan kemewaan, seperti seorang jang beristerikan perempoean kaja; asa ajam kalasoecng, asa itie' kapalambahan — orang jang koerang baik asalnja, nistjaja akan djahat djoega, tiada beroebah kelakoeannja; ajam lapeh tangan batjiri` — beroleh ketjewa jang amat sangat; ajam itam tabang malam, inggo' karimbo dalam, batali idjoee' batambang tandoee` — perkara jang tiada (soekar) didapat keterangannja. Lawannja: ajam poetieh tabang siang, inggo' dibatang mararasi, batali banang, batambang toelang — jaïtoe perkara jang tjoekoep keterangannja; ajam bataloee ateh padi mati kalaparan, itie' baranang dalam aie mati kaaoeihsan — 'ibarat orang jang bergadji besar masih kekoerangan belandja atau orang bermamak, berbapa atau beristerikan orang kaja, mengatakan kesempitan tentang oeang dan seb. AJAM (Kota Toeo) II. — anjam; dindieng barajam — dinding bamboe dianjam; diseboet djoega dindieng bakajam. AJAN — ajan, timah sari; pada beberapa kampoeng disebelah Tanah Datar, hoeroef |
achir m ditoekarnja dengan n dan kebalikannja, oemp.: ajam mendjadi ajan, dan makan mendjadi makam. AJANG — atjoe, amang; djan diajang-ajang andjieng toe — djangan diamang-amang andjing itoe, oemp.: dengan tongkat. AJAT I. — ajat oemp.: ajat Koeraan — ajat Koerän. AJAT II, eto ajat — ± 46 cm (hasta yard ?); 2 eto ajat = 1 yard. AJAT III. — hajat; asa ajat dikandoeeng badan — asal hajat dikandoeng badan, asal masih hidoep; inda' sampai de' ajat — tiada mendapati soeatoe pekerdjaan karena telah meninggal. AJAU, maajaukan — meroewahkan, mentjoerahkan; darah taajau — darah tertjoerah (loeas permoekaannja); maajau — boeang air ketjil ditikar atau dikasoer (dikatakan tentang boedak2). AJOEEH, ajoeeh anang — gelisah karena kesakitan atau setelah mendengar kata jang menjoesahkan pikiran. AJOEN — ajoen; barajoen — berajoen; saajoen sapakoee` — semoepakat; maboee' dibaroee' barajoen — 'asjik melihat sesoeatoe permainan sehingga loepa waktoe atau 'asjik memandang perempoean jang tjantik, akan tetapi tiada akan dapat; barajoen mato ambo — saja sangat mengantoek; maajoen tangan — mengangkat tangan hendak memoekoel; maajoen langkah — moelai berdjalan. AKA(L) — 'akal; maakali, maakali — berichtiar soepaja dapat; baraka — tjerdik, berichtiar; maakakan — mengichtiarkan; maakakan pitih — mengichtiarkan oeang oentoek seseorang; koerang aka — bodoh, gila sedikit; baroebah aka — gila; aka kentjong — tidak benar; tidak loeroes; abih aka, toeaka — djika telah habis ichtiar, baroelah tawakkal. AKA(R) — akar, berbagai-bagai bangsanja: aka boeloe, aka kalimpanan, aka toebo; aka baha — akar bahar; baoere' baraka dinagari oerang — beranak bertjoetjoe, beroemah tangga, bersawah berladang dinegeri lain; aka tadjoembai bakeh siamang bagajoei', dahan mandjolo bakeh toepai managoen — dari perkataan pesakitan dapat hakim mentjari kesalahannja. AKAN (dalam soerat2 atau pidato) — akan; akan tatapi — (akan) tetapi. AKAT I — Ahad; ari Akat — hari Ahad; inda' lakoe di Akat — tiada lakoe dipekan Ahad, artinja: amat djelik, boesoek. AKAT II — 'akad; baakat — berdjandji, memboeat perdjandjian. AKEH I. (Koerai) — kepada; katokan akeh den — katakan kepada saja. AKEH II., bakeh — tempat; akeh basoeeh (tangan) — mangkoek tempat tjoetji tangan. Pada setengah negeri diseboet: bakeh basoeeh. N. B. I dan II dipendekkan mendjadi keh atau ke. AKIE(R) — achir, inda' akie kakajoannjo — tiada kekal kekajaannja; inda' mangana akie — tiada mengingat hari toea; injo lah baakie-akie djo si Timah — dia (laki2) tiada bertjerai- |
AKIE'
10
ALAU
</noinclude>
|
tjerai dengan Fatimah; baakie-akie binaso djoeo — kesoedahannja (lama²) binasa djoea. AKIE' — 'akik. AKIKAT — hakekat; maksoed, niat; akikatnjo salah — maksoednja djahat; akikatnjo na' mandjahanamkan hambo — maksoednja hendak mentjelakakan saja. AKIRAT — achirat; doenie akirat — doenia achirat; kini doenie koedian akirat — saja berkata ini boekan dengan mengingat doenia ini sadja, tetapi saja ingat djoega hari jang kemoedian, waktoe kebaikan dan kedjahatan akan diberi balasannja, pendeknja: apa jang saja katakan, ja'ni jang benar sadja. AKOE, kakoe — akoe; mangakoe — mengakoe, membenarkan; oerang malieng toe mangakoe — maling itoe membenarkan, bahwa ia mentjoeri; mangakoe bapa` — mengakoe bapa; balandjonjo kaka'njo mangakoe — belandjanja abangnja menanggoeng; injo diakoei djihin — ia diakoei djin; akoean — akoean; akoeannjo arimau — akoeannja harimau; le kete' masa' pangadja, lah gadang akoean tibo, lih. adja(r); pangakoean — tanggoengan. AKOEE' I — nama sematjam penjakit ajam: bila kena penjakit ini ia meromok sadja; maakoee'-akoee' sadjo, lih. rakoee'; taakoee'-akoee' (tarakoee'-rakoee') — menjenggoet. AKOEE' II, inda' katoean akoee` — tiada bekerdja dan tiada dapat mentjari pekerdjaan. AKOEI' I — jakoet. AKOEI' II — Jakoeb. AKO' — loba, tama'; ako' dilabo — sangat harapkan keoentoengan. ALAH I — alah; maalah — dikatakan tentang boedak² atau ajam djantan, menakoetkan teman², sehingga ia meradjalela dll.; maalahkan — mengalahkan; baralah — oemp. abang soeka memberikan permainannja jang diminta adiknja, soepaja djangan mendjadi perbantahan atau soepaja adiknja djangan menangis; tjadie' maradeso, gadang baralah — orang jang tjerdik soeka sabar; karalahan — alahan, keroegian berdjoedi; bakaralahan — berkesoedahan, karena telah ada jang alah berkelahi, bertanding main atau berdjoedi; ba' nagari dialahkan garoedo — sangat sepi; mangalah — mengambil ikan dari soengai atau serokan dengan djalan mengempang atau memindahkan alirannja atau menimba airnja sampai tohor; alahan — alahan; alah mambali, manang mamakai — biarlah mahal membeli barang jang baik, tetapi lama dapat memakainja; alah limau de' bindaloe — orang asli dialahkan orang jang datang kemoedian; batjaka' diikoee alahan — memperbantahkan barang jang sedikit (sisanja); berbantah sesoedah perkara dipoetoeskan. ALAH II, lah — telah, soedah; alah soedah — telah soedah; alah datang — telah datang; djan dialahkan sadjo — djangan dikatakan ,,soedah sadja, oemp.: djika beloem tjoekoep, beloem soedah, beloem mengerti dsb.; nan alah-alah — jang soedah-soedah. ALAI I — alai, nama sebangsa petai; oela' alai, lih. oela`. ALAI II — helai, lai; moedo saalai — tjongkak memakai, pada hal pakaiannja hanja jang lekat pada badannja itoe sadja. |
ALA', saala'-ala'(an) — sesedang-sedangnja, tiada lebih tiada koerang, setjoekoep-tjoekoepnja; saala'-ala'annjo badjoe ko diambo — seelok-eloknja badjoe ini pada badan saja (tiada besar, tiada pandjang). ALALANG, ilalang — lalang; dalang (alalang) nan tasia, si tjere' manompang mati — lalang jang terbakar, si tjeret (sebangsa toemboehan jang biasa toemboeh dekat lalang) toeroet mati djoega, maksoednja orang jang sekali-kali tiada berdosapoen terpalit dalam soeatoe perkara orang lain; maando' dibalie' alalang saalai — hendak menjemboenjikan soeatoe hal, tetapi dapat djoega diketahoei orang; manjisi' padi djo alalang — jang baik ditjampoer dengan jang djahat, achirnja poenah jang baik itoe dan hidoep soeboer jang djelik itoe. ALAM I — 'alam; alam Minangkabau — negeri Menangkabau; inda' ado alam bakeh taga' lai — tiada dapat lagi ia mempertahankan dirinja; hilang 'akal, tiada dapat lagi ia mentjari pekerdjaan atau isteri lain. ALAM II — 'alam, bendera, toenggoel, pandji-pandji. ALAMAT — 'alamat, tanda, sasaran; alamat soere` — 'alamat soerat; alamat badan ka binaso — tanda badan akan binasa; dialamatkan — di'alamatkan, ditoedjoekan; manemba' baalamat, bakato batoedjoean — apa² jang dikerdjakan, haroeslah ada maksoednja. ALANG I — alang; inda' alang lai gadoee'njo — boekan main tjongkaknja; (ooekan) alang soesahnjo tida' baindoee` — boekan main soesahnja tidak beriboe; alang tinggi — tiada mentjoekoepi tingginja; alang kapalang — alang kepalang; alang ari — hari biasa, boekannja hari pekan; alang taoen, alang moesin — tiada pada waktoenja; balaie dialang taoen, baboee' dialang moesin — mengerdjakan soeatoe pekerdjaan tiada pada waktoenja, tentoe tiada selamat atau tiada mendapat hasil. ALANG II — alang, jang mengalangi; paralangan basoeo — djarang-djarang bertemoe; dialangnjo datang karoemah ambo — sedikitpoen tiada ia datang keroemah saja; maalang radjakinjo — tiada lagi datang rezekinja, tiada moedah lagi rezekinja; alangan — rintangan; kalau tida' ado alangan — kalau tidak ada apa² hal. ALANG III — pemberian, hadiah; tapoee' babaleh, alang (badjawe') — djahat dibalas dengan djahat, baik dengan baik ! ALANG IV — elang, lang; ada beberapa bangsanja: alang tampian, alang kapalo poetieh (alang sirah), alang laoei`, dll.; alang katoetoeih — sebangsa boeroeng hantoe mengepak-ngepak (mangkatoetoeih) pada malam hari. ALANG-ALANG — lajang-lajang; baalang-alang — melepas lajang-lajang. ALAT — alat, perkakas; alat dapoee — perkakas dapoer; apo alatnjo? — apa ramoeannja?; alat karadjaan — alat keradjaan. ALAU — halau; maalau — menghalau; dikatakan djoega tentang hal koeda jang dibelakang sekali dalam perloembaan; toekang alau — orang jang memboedjoek-boedjoek |
ALEDJO
11
ALOEN
</noinclude>
|
orang lain seperti dalal atau orang jang mengiringkan orang bekerdja (mandoer); dialaunjo makan — ia makan sangat banjak (kasar). ALEDJO, biasa diseboet saledjo — sebangsa kain kasar. ALEH I — alas; aleh tjangkie — tadah (alas) tjangkir; aleh koeboee — orang jang memikoel keroegian, kesoesahan atau kesalahan orang lain; dari alehnjo kaalehnjo — oemp.: dari Selasa sampai ke Selasa dimoeka, dari hari bermoela sampai kepada hari jang senama jaïtoe 8 hari; bakato-kato elo' dialeh — djika berkata djangan dipastikan, soepaja djika moengkir, jang berkata tiada maloe. ALEH II (Koerai) — kepada; katokan alehno — katakan kepadanja atau katakan kalehno; kalehno kependekan dari kaalehno. ALE' — djamoe, perdjamoean; ba(r)ale` — berdjamoe; paralatan — perdjamoean; mampa(r)ale'kan — mengadakan perdjamoean oentoek seorang; ale'an — soeka berdjamoe; oerang ale` (Alahan Pandjang) — orang dagang. ALEMOE — 'ilmoe; alemoe tahan tangan, tahan basi, tahan badie — 'ilmoe tahan kena poekoel, tahan kena sendjata besi, tahan peloeroe; alemoe padi nan kadipakai, makin baboeah makin roendoee` — hendaklah orang merendahkan diri, walaupoen ia kaja atau berpangkat tinggi sekalipoen; awa'njo saalemoe — ia sepaham; na' kami alemoekanlah — bolehlah kami taroehkan dalam hati dan kami 'amalkan. ALEMOENAN — soeatoe 'ilmoe soepaja tiada kelihatan kepada orang. ALI — 'Ali; Baginda Ali — 'Ali (Chalifah 'Ali). ALIE(R) — litjin; dikatakan tentang djalan, ikan; tasialie — tergelintjir; lah alie kadjinjo — pengadjiannja telah lantjar; io lah alie oerang toe — orang itoe sebenarnja tjerdik, tiada moedah dapat dialahkan, atau diketjoh atau diperdajakan. ALHAMDOE LILLAH — alhamdoelillah, sjoekoer. ALIEH — alih; maalieh — menoekar, memindahkan; maalieh gala — menoekar gelar; baralieh roemah — pindah roemah; baralieh roepo — beralih roepa; inda' alieh pado nan dahoeloe — tiada beroebah dari pada jang dahoeloe; soenggoeeh baralieh silitan djoeo (dalam tjeritera) — soenggoehpoen bertoekar tjeriteranja, tetapi masih bagian itoe djoega: djaman baralieh, moesim batoeka (bakisa) — segala sesoeatoe menoeroet aliran zaman; djan baralieh-alieh taga' ang! — tetaplah kamoe pada pendirianmoe ! ALIE' — takoet; pangalie` — penakoet, pemaloe. ALIH — alif; inda' taoe dialih — tiada pandai menoelis atau membatja; babilang dari aso, mangadji dari alih — tiap² pekerdjaan hendaklah dikerdjakan menoeroet peratoerannja. ALILINTA(R), lilinta — halilintar, halintar; boenji alilinta larinjo — sangat tjepat larinja. ALIM — 'alim. ALIMBOEBOE, limboeboe — poesaran angin; dipoeta alimboeboe — dipoetar (dibinasakan) angin itoe. |
ALIMOENAN — halimoen, limoen, halimoen, lih. alemoenan. ALIN — alin; maalin tareh — mengoeroet atau menampal dengan obat soepaja keloear bisa dari bagian badan jang dihinggapinja; maalin djo tangan — bertaloe-taloe menangani. ALILIPAN — lipan. ALLAH — Allah; diboee' karano Allah, mandjadi laanatoe'llah — diboeat dengan tiada berkehendak akan keoentoengan, tetapi mendjadi koetoek. ALOE — aloe; dianta' aloe loentjoeeng — dialahkan orang jang tiada amat pandai; ba' goeno-goeno aloe: soedah manoemboee' batjampa'kan — hal orang jang disajangi hanja bila ada bergoena, tetapi tiada lagi diingat, bila tiada keperloeannja bagi kita; abih baaloe moengko baaloe — dihabis-habiskan 'akal, dan ichtiar dengan djalan damai; djika tiada dapat, baroelah berkelahi atau berperang. ALOEAN — haloean; balain aloean — berlainan pikiran; saaloean — sama toedjoean hati. ALOEE(R) I — aloer, oemp.: aloer atap seng, aloer pesemaian kentang; toengga' roemah toe salapan aloeeanjo — tiang roemah itoe delapan seginja. ALOEE(R) II — djalan jang betoel (kebenaran); menoeroei' aloee djo patoei` — menoeroet 'adat dan pikiran jang betoel; aloee batampoeeh, djalan batoeroei` — bekerdja menoeroet 'adat jang lazim; baaloee — bersoäl djawab (beroending) mentjari kebenaran; injo pandai baaloee — ia pandai memasoekkan (melaloekan) kebenaran atau kemaoeannja; aloeean adie` — djalan adik. ALOEE(R) III, dialoeenjo ambo — didajanja akoe; masa' aloee — selaloe kena tipoe. ALOEENG (v.d.T.) — sematjam peti; aloeeng boenian — benian. ALOEIH, haloeih — haloes; oerang aloeih — orang jang telah terpeladjar; oerang batoeboeeh aloeih — djin, mambang; baaloeih-aloeih — dipikir-pikir dan ditimbang-timbang betoel; baaloeih-aloeih: batoee nan dinjo — dipikir haloes², benar jang dikatakannja; kaaloeihan aka oerang Oelando — tadjam 'akal orang Belanda (oerang Oelando maksoednja orang Eropah). ALOEI' — sesoeatoe barang (dalam pikiran orang sadja) jang banjak lebih dari jang lain; sagadang aloei', sabare' aloei', sarantja' aloei', sasari' aloei', sapajah aloei` — artinja sangat besar, sangat berat, sangat bagoes, sangat soesah, sangat pajah; dialoei' saki' paroei` — dilanggar sakit peroet jang keras; dialoei'njo mambali, dialoei'njo makan — amat banjak ia membeli, amat banjak ia makan. ALOEN I — aloen; baraloen aboee'njo — ramboetnja ikal. ALOEN II — beloem; aloen soedah — beloem soedah; aloen barana' lah ditimang — 'ibarat orang jang telah memboeat atoeran sebeloem soeatoe pekerdjaan terdjadi; aloen taga' na' balari, aloen doedoee' na' maoendjoee — beloem tegak hendak berlari, beloem doedoek hendak beloendjoer; aloen mati, aloen djaran — sebeloem mendapat |
ALOEO
12
AMBIE'
</noinclude>
|
tjelaka atau marabahaja, karena perboeatannja sendiri, beloem lagi ia djera. ALOEO — halwa; lamang baloeo (lamang baaloee) — lemang berisi halwa. ALOETOEENG (IV Koto) — loetoet; basasi kaaloetoeeng — bersaksi kepada loetoet, artinja bermoepakat (minta pertimbangan) kepada orang bodoh atau kepada anak moeda; mangetje' djo aloetoeeng — bertjakap dengan orang bodoh tentoe tiada ia dapat memberi soeatoe pemandangan. AMA(L) — 'amal; barama — meminta dalam hati; amalan — 'amal; maamakan — meng'amalkan. AMA(R) — lemboet karena dipoekoel, dipidjit, lih. amie(r); maama — memidjit; ama-ama badannjo kanai tendjoe — lemboet badannja kena tindjoe; nan dimasoei' lah sampai, nan diama lah patjah — sekalian maksoed dan niat telah sampai (berhasil). AMAI — iboe, mamak, djoega panggilan kepada goeroe agama perempoean atau panggilan pada isteri goeroe agama atau isteri mamak; baamai — beriboe, atau memanggil dengan logat ,,amai; maimbau amai — memanggil ,,amai karena kesakitan atau terkedjoet. AMA' — soepaja, biar; ama' njo pai kakioen, ama' dilie'njo adat oerang — biarlah ia pergi kesana, soepaja dilihatnja 'adat orang; ama'lah nan sakali ko, oedjan djan diboee' djoeo — biarlah jang sekali ini, kemoedian djanganlah dikerdjakan djoega; ama' lah, djan ambo naie' lai — biarlah djangan saja singgah lagi (djawab djika dia djak atau diminta orang naik keroemahnja); ma'aflah, terima kasih banjak²; diama'kan nan sakali ko — dima'afkan jang sekali ini; radjin-radjinlah ang sikola, ama'lah den inda' taoe diampe` — radjin-radjinlah kamoe bersekolah, biarlah (apa boleh boeat), bahkan saja tiada tahoe apa²; dangakan bana, ama'! Djawabnja: ama — dengarkan betoel, ja! Djawabnja: ja, baik. AMAN — aman; maamankan — mengamankan. AMARAH, oemarah — amarah, marah. AMAT, amat langkah — tiada dapat melangkah, artinja hilang 'akal. AMBA(R) — hambar; amba ati den mambali — saja koerang soeka membeli; maambai ati oerang — melemahkan hati orang soepaja ia djangan djadi mengerdjakan soeatoe pekerdjaan; saamba-amba taboe, tigo roepiah lakoe djoeo — sekoerang-koerangnja tiga roepiah lakoe djoega. AMBA(L), maamba pamatang — menambak pematang; ambalan — tambak, batoe jang disoesoen akan djadi tambak pekarangan roemah; gadang ba' diamba-amba, tinggi ba' diandjoeeng-andjoeeng — hal anak jang soeboer badannja, lekas bertambah besar dan tinggi. AMBAH, inda' baambah roempoei' di(de') koedo ko — koeda ini tiada memilih roempoet; roempoet apa sadja diberikan, habis dimakannja. AMBAI-AMBAI — ambai-ambai. AMBA', maamba' kasoee — menggalang kasoer dengan kajoe, tempat orang bangsawan doedoek pada perdjamoean; diamba' saparati kasoee, didjoa' saparati pajoeeng atau gadang diamba' tinggi diandjoeeng — hal penghoeloe: |
dimoeliakan dan dihormati oleh anak boeahnja. AMBALAU — embalau, balau; pangoeloenjo aloen baambalaui — orang jang diangkat djadi penghoeloe atau penghoeloe jang telah binasa 'adatnja itoe beloem mendjamoe isi negeri menoeroet 'adat. AMBAN — emban; amban paroei` — emban peroet; amban ikoee koedo — emban ekor koeda; amban poeroee` — peti besar tempat menjimpan barang² dan diatas toetoepnja ooleh orang tidoer. AMBATA — tembatar. AMBATJANG — embatjang; ambatjang boeroee' koeli` — 'ibarat embatjang: koelitnja djelik, tetapi isinja baik; demikianlah dikiaskan kepada koeda, jang roepanja boeroek tetapi koeat, ataupoen orang, dilihat bodoh tetapi ia pandai; babaoe ba' ambatjang, basoerieh ba' sipasin, badjadja' ba' bakie` — ada tanda² jang boleh mendjadi keterangan dalam soeatoe perkara. AMBAU I, tarambau — terdjatoeh (tentang orang atau binatang jang tiada terlaloe ketjil); maambau — terdjoen; menjerahkan diri karena poetoes ichtiar; baambau-ambau masoee' loerah — bertoeroet-toeroet (dalam satoe kaoem) mendapat sengsara; ambaui — terdjoeni; maambaui ngarai — terdjoen kedalam keleboeran; mentjelakakan diri sendiri; tarambau diimpi' djandjang — setelah djatoeh dari tangga, tangga itoe menimpa poela; artinja doea ketjelakaan jang menimpa dalam soeatoe waktoe oemp.: orang jang kematian, diwadjibkan poela selamatan; badja' patah, bantieng tarambau — badjak patah, lemboe (pembadjak) terdjatoeh; kiasannja sama dengan pepatah jang diatas; toemboeeh karadjo baie' baimbauan, toemboeeh karadjo boeroee' baambauan — dalam mengerdjakan pekerdjaan jang baik oemp.: perdjamoean, dipanggil sanak saudara, sahabat kenalan akan menolong dan waktoe ada kesoesahan hendaklah semoea datang membantoe. AMBAU II — ambau. AMBE' — tahan, empang; maambe' koedo lapeh — menahan koeda lepas; inda' taambe'-ambe' atau inda' taambe' tabalintang — tiada dapat ditahan, maksoed mesti disampaikan; basialau ambe', basialau basiambe` — jang setengah menghalau soepaja lari, jang separoeh lagi mengempang; kiasannja: setengah orang menjoeroeh mengerdjakan, jang lain lagi melarang; maambe' kabau malaboeeh — menekan kerbau tiada dapat beranak, kias. menjebabkán seseorang tiada dapat menyampaikan maksoednja atau orang lain tiada dapat memperkatakan rahsia oleh karena kehadir; siambe` — nama sebangsa toemboehan, boeahnja melekat kepada kain orang jang menempoehnja. AMBIE' — ambik, ambil; maambie' ana` — mengangkat anak; maambie' (mamparambie') hati — mengambil hati; maambie' kahati — mengambil dihati; maambie' singke` — mengambil ringkas; maambie' pandjang — 1e. mengadoekan seseorang kepada hakim, sehingga ia terhoekoem, artinja tiada dengan djalan perdamaian; 2e. mema'afkan |
AMBIN
13
AMIN
</noinclude>
|
kesalahan soepaja silatoe'rrahim djangan poetoes; ambie'-maambie` — toekar bertoekar 'ilmoe, atau kawin mengawini djanda; apo diparambie'njo pindah ka Padang? — apa jang dirasanja baik, maka ia pindah ke Padang?; maambie' aie sambajang — mengambil woedoe'; ambie'an, ambilan — biasa diambil; ambie'annjo na' dipoedji-poedji — kesoekaannja hendak dipoedji-poedji; apo nan diparambie'njo diawa'? — apa jang dipandangnja pada kita?; singko' daoen, ambie' (tarie') isi — beroending dengan tiada banjak boenga-boenganja; kasieh baambilan, sajang bapaidah — maksoednja seseorang kasih kepada orang lain karena ada jang dipandangnja; ambie'! — logat kepada kerbau pedati, menjoeroeh ia mengangkat koek dengan tandoeknja dan menaroehnja pada tengkoeknja. AMBIN I — ambin. AMBIN II (Koerai) — sadja; iko ambin — ini sadja. AMBO I, hambo — hamba, sahaja; ambo Allah — hamba Allah; oerang siko inda' pandai baambo kabadannjo — orang disini tiada menjeboet dirinja dengan hamba. AMBO II (IV Koto) — kakak (laki2), abang; aden baambo keh njo — saja memanggilkan ,,ambo kepadanja; ambo ini kependekan dari ,,toean-ambo. AMBOE-AMBOE I — ramboe-ramboe. AMBOE-AMBOE II — nama sebangsa ikan laoet. AMBOE-AMBOE III — boemboe, rempah-rempah. AMBOEE(R), maamboee — melompat, terdjoen; amboeeekan — lompatkan, terdjoenkan; baamboeeelah ang ! — njahlah engkau !; inda' ambo malompe' maamboee sadjo — saja telah pergi bertanja-tanja lebih dahoeloe kepada orang jang pandai, tiadalah saja terboeroe nafsoe sadja. AMBOEE', diamboee'njo makan, diamboee'njo batana` — banjak ia makan, banjak ia bertanak. AMBOEENG I — amboeng; kapoee' saamboeng — kapoek sebakoel atau segoeni. AMBOEENG II, maamboeng — mengamboeng, melemparkan keatas; baramboeng — main djoedi dengan mengamboengkan doea doeit lama, setinggi pantjang jang ditegakkan; setelah djatoeh ditanah, dilihat mana jang menghadap keatas. Djika gambar singa keatas, tanda pihak sebelah jang mengamboengkan jang menang, djika V. O. C. keatas, kalah; dan kalau jang satoe V. O. C. dan jang lain gambar singa, baloei; maamboeng bako` — mengempas-empaskan diri seperti aroean, karena sebal atau doekatjita; ba' diamboeng-amboeng paratian — amat soekatjita. AMBOEENG-AMBOEENG I — bagian jang tadjam pada sendjata tadji dll.; taga' diamboeng-amboeng — hal orang jang mendapat pekerdjaan jang banjak bahajanja: salah sedikit, dipetjat. AMBOEENG-AMBOEENG II — nama seb. toemboehan, boeahnja dapat djaoeh diterbangkan angin atau melekat pada kain; mama' ambo bangih diamboeng-amboeng |
dalam para` — ada doea pengertiannja: 1e. mama' saja marah, karena toemboehan itoe dibiarkan sadja toemboeh dalam keboen; 2e. ia marah karena ia banjak kali diamboeng dalam keboen. AMBOEIH — emboes, tioep; maamboeih saloeeng — menioep saloeng (sematjam soeling); paamboeih — emboesan; ango'njo lah maamboeih-amboeih — ia sesak napas; inda' taamboeih de'njo saloeeng api lai — ia sangat sesak napas, ia sangat letih karena toea atau karena penjakit. AMBOEN I, maamboen karadjo, maamboen makan — koeat kerdja, banjak makan. AMBOEN II — emboen; kasah (kasa) amboen — doerias, kain kasa; karateh amboen — nama sebangsa kertas tipis boeatan Tjina, dipakai memboeat lajang-lajang; ba' amboen toeroen sandjo — manis, djoeita; ba' amboen djoedjoeeng roempoei` — tiada kekal tentang seseorang dalam pekerdjaannja. AMÈH I — emas, mas; ameh oerai — emas oerai; ameh karateh — emas Tjina; ameh toeo dan ameh moedo — jaïtoe emas menoeroet kadarnja; kanai ameh — diberi soeap; ameh manah — harta poesaka dari toeroen-temoeroen (emas amanat ?), harta jang tiada boleh dilenjapkan; barameh — beroeang, kaja; baameh idoei` — ada mempoenjaï harta jang selaloe mendatangkan hasil; indoee' ameh — menoeroet kepertjajaan orang, ja'ni emas sebesar koetjing, beranak-anak; ameh djati atau ameh sadjato-djati — emas bertoeah; ana' oedjoeeng ameh — anak² sekalian kaoem laki² tentangan kaoem dalam soekoe laki² itoe; lih. ana' pantja, ana' pisang dan ana' poesako. AMÈH II — mendjadi oekoeran berat: 1 ameh = 1/16 taie = 8 sago = 24 boentjih; satapoee' saameh, doeo tapoee' saameh djoec, elo' ditapoee' bana — dikatakan oemp. tentang berdjamoe: djika disembelih doea ekor kambing, oeang biajanja hampir sama dengan menjembelih sekor lemboe; oleh karena itoe biarlah mendebah lemboe djangan kepalang; ta' ameh boengka(l) diasah — (boengka(l) jaïtoe timbangan dari emas) djika tiada beroeang akan mengerdjakan soeatoe pekerdjaan jang amat perloe oemp.: mengawinkan anak dll. diasah boenokal akan mengambil emasnja laloe didjoeal. Demikianlah dikiaskan, djika perloe oeang, ditjari ichtiar sedapat-dapatnja, walaupoen dengan djalan menggadai. AMÈ' — amat (perkataan ini terletak dibelakang nama sifat); gadang ame', lamo ame` — amat besar, amat lama; tabao ame'njo — lebih dari patoetnja. AMIE(R) — ramas; maamie santan (sebenarnja: maamie njioer jang soedah diparoet) — meramas santan; lih. ama(r). AMIENG (Matoer) — sadja: tigo amieng — tiga sadja; lih. samieng. AMIH — amis; mangambang katia' amih — menepoek air didoelang, mentjeriterakan 'aib sanak saudara atau karib sendiri kepada orang lain. AMIN — amin; maamin sadjo — mendengarkan roendingan orang dengan tiada pandai membantah, hanja menerima baik sadja. |
AMO
14
AMPO
</noinclude>
|
AMO — ama; sagadang amo — amat ketjil. AMOOEEH, namoeeh — soeka, maoe, moengkin; injo amooeeh pai — dia maoe pergi; ana' ko isoee' amooeeh djadi oerang bapangkat — anak ini kelak moengkin djadi orang berpangkat (melihat gerak-geraknja); maamooeehkan — menjoekakan; inda' ado nan maamooeehkan injo kawin djo si Minah — tiada ada kaoem jang menjoekakan ia kawin dengan si Minah; baramooeeh — bermoepakat, memperkatakan amooeeh atau tidak; bakaramooehan, beroebah mendjadi bakaramoan artinja sama maoe, oemp.: ajam itoe bakaramoan, jaïtoe maoe berlaga jang satoe dengan jang lain. AMOOEE' — tikam; maamooee` — menikam; mangamooee` — mengamoek; baramooee` — bertikam; baramooee' dalam ati — soesah dalam hati. AMOEN I — hamoen; maamoen — menghamoen; amoen patje` — hamoen dan nista. AMOEN II (IV Koto) baamoenan — berloemba-loemba, bertanding; baamoenan oerang kini mambali oto — sekarang banjak (seakan-akan berloemba-loemba) orang membeli auto. AMPA(R), hampar — hampar; lapie' amparan — hamparan; paga para' diampakan kabau — pagar keboen direbahkan kerbau; batoe ampa — batoe jang terhampar (datar letaknja, atau litjin); maampakan sajo` — meminta pertolongan; doedoee' saamparan, taga' sapamatang — perbahasa ini dikatakan tentang penghoeloe 'adat, maksoednja mereka itoe sama tinggi martabatnja; siampa rajo (Manindjau) — nama sebangsa setan; basiamparan lari — berlarian dengan ta' tentoe arahnja. AMPADOE — empedoe; ampadoe tanah — nama sebangsa toemboehan jang menghampar ditanah. AMPAI — ampai; ampaian — ampaian, sampaian; taampai djamoee — kira-kira poekoel 8 atau 9 pagi; maampaikan sajo` — maamnakan sajo', lih. pada ampa; maampai timbakau — mendjemoer tembakau; maampai djo lidih — memoekoel keras² dengan lidi; baampai batindjoe — berkelahi hebat; diampai Koeraan — dikoetoek Koerän. AMPALEH — empelas; ampaleh katjo (karateh ampaleh) — kertas oentoek menggosok; diampaleh Koeraan — dikoetoeki Koerän (soempah); kase' diampaleh, batoenggoee ditarah — mana jang kesat, digosok dengan empelas, jang berbonggol ditarah, artinja perbantahan hendaklah dipoetoeskan dengan se'adil-'adilnja, sehingga kedoea belah pihak jang berselisih, tiada lagi merasa apa². AMPALOE — nama sebangsa pohon, boeahnja berlendir dipakai oentoek berlangir. AMPANG — empang, tahan; maampang laboeeh — melintang djalan sehingga tertahan orang laloe; orang berkendaraan menarik koedanja melintang djalan; maampang aie — mengempang air; ampangan — pengempang; maampangkan — mengempangkan; langkahnjo inda' taampang-ampang, karano injo inda' barana` — ia dapat pergi kesana sini (bebas), karena ia tiada mempoenjaï anak; aoen ampang — menaroeh sjak atas |
langsoengnja soeatoe pekerdjaan; tandoee' kabau toe ampang — tandoek kerbau itoe makin keoedjoengnja makin djarak (makin djaoeh kangkangnja); ampang laloe kasoebarang, dindieng sampai ka(a)teh langi` — pengempang teroes keseberang, dinding sampai kelangit; maksoednja: karena perselisihan atau karena bersoempah-soempahan sanak saudara atau satoe kaoem tiada lagi berbaik selama-lamanja. AMPANGLIMO, palimo — panglima; nama poedjian oentoek harimau. AMPEH — empas; maampeh — berteloer (tentangan ikan), mendjelepok karena pajah (tentangan orang); ta(r)ampeh — djatoeh tergelintjir atau djatoeh tersandoeng; ampeh-ampehi — mengempaskan diri karena kesakitan, atau karena kesoesahan dan hilang 'akal; ampeh poeleh lih. ampeh-ampehi — tergopoh-gopoh; diampehnjo makan, diampehnjo badjalan — ia makan banjak, ia berdjalan tjepat; basiampeh — mengempas-empaskan diri. AMPE' I — empat; ampe'-ampe' iriengkan — empat-empat iringkan (tentangan binatang); barampe'-rampe' iriengkan — empat-empat iringkan (tentang orang); parampe` — bagi empat; saparampe` — satoe perempat; simpang ampe` — perempatan; inda' taoe di ampe` — sangat bodoh; di (de')njo nan ampe' sasoeke' sadjo nan tantoe — jang diketahoeinja hanja 1 soekat sama dengan 4 tjoepak sadja, artinja ia sangat loeroes, tiada pandai membohong atau berdoesta. AMPE' II; maampe` — baik, apik; kalakoean ana' toe maampe` — kelakoean anak itoe amat baik; ragi kain toe maampe` — ragi kain itoe bagoes (tentang boedjoer lintangnja). AMPIE(R), hampie(r) — hampir, dekat; ampie mati — hampir mati; baampieran — berhampiran; saampie — berdekat(an); ambo djo njo ampie baroe — saja dengan dia masih berkarib; lih. ampieng. AMPIENG I, lih. ampie; ba(r)ampieng(an) — berdekat(an); ampiengi — hampiri, dekati; ampieng-ampieng — hampir-hampir; lah lamo si Badoe inda' maampieng-ampieng — telah lama si B. tiada datang-datang keroemah saja; kaampiengan — dikatakan tentang boedak ketjil jang didekati atau dilihat peleset, oleh karena itoe galibnja ia sakit kedadak; oebe' djaoeeh panjaki' ampieng — 'ibarat seorang jang tinggal di Padang menjoeroeh memboeat roemah di Pajakoemboeh, tentoe soesah; hendak mengerdjakan soeatoe pekerdjaan, tetapi tiada beroeang. AMPIENG II — emping; maampieng — memboeat emping; ba' londja' aloe paampieng — seperti londjak aloe menoemboek emping, artinja berdjalan melondjak-londjak karena soeka atau karena sombong; sa(ba)saki' a padi diampieng — pekerdjaan itoe tiada moedah. AMPO, hampo — hampa; ana' soesoe ampo — ketoeroenan dari kaoem laki-laki; ana' soesoe boneh — ketoeroenan dari kaoem perempoean; ampo bare` — boeah padi jang tiada bernas, dipergoenakan oentoek makanan ajam dan |
AMPOE
15
ANDAI
</noinclude>
|
itik; badjoea patai ampo — menjombong. AMPOE, ampoe tangan — iboe djari; ampoe kaki — indoek djari kaki; ampoe koenji` — soenti koenjit; babana' kaampoe kaki — tiada mempedoelikan baik dan djahat; sia nan ampoe ? (Soeliki) — siapa jang poenja ? AMPOEDOEENG, pai maampoedoecng — pahit jang terlaloe amat sangat. AMPOEEH — sebak, lembak; aie ampoeeh — air sebak, air bah; ampoeeh dipakai akan mendjadi perbandingan sesoeatoe jang bersifat lebih, oemp.: satinggi ampoeeh, sabare' ampoeeh dan seb. lih. aloei'; sawah diampoeeh aie — sawah dilipoeti air; oedjan labe' ampoeeh padang — hoedjan amat lebat sehingga padang terendam; diampoeehnjo makan — ia makan sangat banjak. AMPOEE' — empoek; dipakai djoega menamaï perempoean jang bagoes. AMPOEENG — ringan; sadja' soedah saki', ampoeeng sadjo badan ana' ko — sesoedah sakit, ringan sadja badan anak ini. AMPOEIH, siampoeih — orang hina, bodoh, sombong. AMPOEI' — ampoet; paampoei'an amai ang ! — poeki ma'moe ! AMPOELOEE(R) — empoeloer; inda' baampoeeloee paroei` — tiada ada perasaan; tiada tahoe menimbang. AMPOEN — ampoen; maampoen — meminta ampoen (sebenarnja mengatakan: ampoen !); maampoeni — mengampoeni; salah kapado Allah tobat, salah kapado manoesie minta ampoen — djika salah kepada Allah, hendaklah tobat dan djika salah kepada manoesia, hendaklah minta ampoen (ma'af); ampoen bariboe kali ampoen (dalam tjeritera) — meminta ampoen banjak². AMPO' — lempar, banting; maampo' andjieng — melempar andjing; maampo'kan badan — membantingkan atau mengempaskan badan; baampo` — berdjoedi, lih. amboecng; paampo'an — tempat berdjoedi se'oemoemnja; datang maampo' sadjo — datang menjerahkan diri mohon pertolongan. AN (di Padang, Pariaman dan beberapa negeri sebelah Agam) — ......kan: katoan, katokan — katakan; palie'an — perlihatkan. ANAI-ANAI — anai-anai; ba' tjando anai-anai boeboeih — berkeroemoen, tiada tepermanai banjaknja. ANA' — anak, bagian; ana' laki-laki, ana' padoesi — anak laki-laki, anak perempoean; dinamakan orang djoega: ana' djantan, ana' batino; ana' pina` — anak penak; ana' tirih — anak tiri; ana' bini oerang — anak isteri orang; a. roemah, a. iti — isteri; aloen barana' roemah — beloem beristeri; a. paraoe — a.perahoe; a. samang, a. tomba` — anak semang; a. nagari — isi negeri; a. boeah — a. boeah; a. dampeng — nama toekang tari; ana'-ana` — anakan, boneka, kanak-kanak; a. djawi, a. koendangan — boedak laki² bagoes jang dikasihi orang jang telah dewasa dan selaloe menoeroetkan dia; ana' sasian — moerid; a. pisang — ketoeroenan (anak tjoetjoe) dari laki² dalam satoe kaoem tentangan orang² dalam kaoem itoe; lih. ana' oedjoeeng ameh, ana' oeang — boenga oeang; ana' lidah — |
anak lidah; ana' talingo — anak telinga; ana' badjoe — badjoe didalam; ana' koentji — anak koentji; ana' boeki` — anak boekit; ana' sawah — anak sawah; ana' batoe lado — batoe ketjil oentoek menggiling lombok diatas batoe; ana' djandjang — anak tangga; ana' timbangan — boengkal; ba(r)ana` — beranak, mempoenjaï anak; parana'an — peranakan, kandoeng; anak dari soeami isteri jang berlainan bangsanja; anak koeda jang bapa' dan indoeknja berlainan bangsa; oemp: parana'an Kalieng, parana'an Tjino; parana'an (koedo) 'Arab; tarana` — ternak; batarana` — beternak; saana` — sama-sama disangka dan dipelihara seperti anak sendiri; maana'i pitih oerang — memindjam oeang orang lain dengan memberi boenga; mantarana'kan (mamparana'kan) oeang (pitih) — memperboengakan oeang; ba' andjieng barana' anam — sangat koeroes; ba' ana' balam — dikatakan tentang anak orang jang hanja doea banjaknja, seorang laki² seorang perempoean; ba' tikoeih barana' (maana'kan) poeti — seperti tikoes jang beranakkan poeteri, artinja orang jang tiada diindahkan anak-anaknja karena ia djelik dan anak-anaknja itoe bagoes-bagoes; ba' ba(r)ana' gadang idoeeng — seperti beranak jang hidoengnja besar, selaloe ditengok, artinja sebentar² menengok atau memperagakan barang jang baroe didapat; inda' baana' lidah — tiada tahoe membedakan rasa makanan; aloen barana' lah ditimang — apa jang beloem ada, soedah diperagakan kepada orang dan ditjeriterakan apa jang diboeat nanti; ana' arimau inda' kadjadi ana' kambieng — anak orang baik² (tjerdik) tiada akan djadi orang djahat atau orang bodoh; ana' dipangkoe dilapehkan, baroee' dirimbo disoesoekan — 1e. dikatakan tentang hakim, jang tiada memandang orang; 2e. menjia-njiakan barang jang patoet dipelihara, atau dikasihi, tetapi memperloekan barang jang tiada patoet kita indahkan; sipasan ana' barana', ana'njo manggigi' poelo — dikatakan tentang toemboek atau tindjoe jang bertoeroet-toeroet datangnja dan selaloe mengena; atau oeang jang diperboengakan, boenganja mendjadi modal poela; boenga berboenga poela. ANAM — enam; oeang anam (Agam) — 1 oeang = 6 doeit. ANANG, ajoeeh anang, lih. ajoeeh. ANAU — enau, nau; batang anau — nau, enau, nap, enap; mati anau tingga dirimbo — djika orang hina mati, namanja tidak lagi diseboet-seboet orang; anau mamandje' sigai — oemp.: perempoean jang mentjari (gilakan) laki-laki; inda' poetjoee' ateh anau lih. poetjoee`. ANDA(.) 1, taanda — mengenai; lamari ko taanda kadindieng — lemari ini melekap kedinding; perbandingkan dengan tasanda. ANDA(.) II, roegi anda — roegi jang tiada disangka-sangka, roegi tjoema²; dape' anda — mendapat dengan tiada disangka-sangka dan dengan moedah. ANDAH, kependekan randah — rendah; angkoe andah — engkoe rendah; toee' andah — datoek rendah. ANDAI I — iboe; pada setengah negeri diseboet: ande, ande`. |
ANDAI
16
ANDOEEH
</noinclude>
|
ANDAI II — handai; andai tolan — handai tolan. ANDAI III, ba(r)andai-andai — bertjakap-tjakap; batoeloee' dan barandai — bermoepakat. ANDAI IV, barandai — menari dalam lingkoengan: seorang berdjalan dahoeloe serta bernjanji, ditoeroetkan oleh temannja. ANDALAN, koedo andalan — koeda jang termasjhoer dalam perloembaan; ajam andalan — ajam jang telah biasa menang disaboeng. ANDALEH — andalas, nama sebangsa pohon baik kajoenja; poelau Andaleh — poelau Pertja. ANDAM I — terhoekoem tiada boleh pergi kemana-mana; andam karoemah radjo — terhoekoem diroemah radja; andam karam baniago — roegi sehingga habis modal. ANDAM II — andam; baandam — berandam, berdandan; ana' andaman — gadis jang dipelihara baik². ANDAN — iboe dan saudara seorang laki² tentangan kepada isterinja atau kebalikannja. ANDE, ande` lih. andai. ANDEH I — andas; maandehkan — mengandaskan; andehan — landasan; mantjantjang baandasan, malompe' basitoempoe — djika hendak mengerdjakan soeatoe pekerdjaan, hendaklah disediakan oeang dan bakalnja. ANDEH II — endas; den andehkan kapalonjo kadindieng — saja endaskan kepalanja kedinding; ambo andeh-andehkan djo pakatan — saja kata-katai dengan perkataan jang tadjam². ANDE', lih. ande dan andai. ANDIE(E) — pandir; basiandie-andie — berboeat diri bodoh; lih. pandie. ANDIKO, pangoeloe andiko — penghoeloe 'adat; pangoeloe saandiko, malin sakitab — penghoeloe itoe sama martabatnja dan 'adatnja; orang 'alim sama 'ilmoenja (tentang agama). ANDILAU — nama seb. pohon; tatjantjang poea(r) tagera' andilau — djika ditjela, dihinakan seseorang boleh djadi merasa hati jang sekaoem dengan dia. ANDJA(R), andja-andja(r)i pai manjalang pitih — djoeloer djalar memindjam oeang; oendioee-andja — gelisah, rajau. ANDJA' — andjak; ba(r)andja` — berpindah; kadjinjo lah baandja` — pengadjarannja (kadjinja) telah disamboeng, dipindahkan kepada jang lebih tinggi; lih. asa'; injo lah barandja' dari siko — ia telah pergi dari sini artinja telah bertjerai dengan saja (kata seorang perempoean kepada orang jang bertanjakan soeaminja); diandja' lajoee, diboeboei' mati — djika dipindahkan (tentang tanaman) nistjaja ia lajoe dan djika ditjaboet tentoe mati; dikiaskan kepada soeatoe nasihat atau kebenaran jang haroes tetap dipakai. ANDJALAI — endjelai; andjalai padi — bangsa endjelai jg. baik dimakan; ba' tidoee diandjalai — gelisah. ANDJANG, kependekan pandjang; ma' andjang — ma' pandjang; toee' andjang — datoek pandjang. ANDJE' — lebih; tigo (roepiah) andje'njo pado saratoeih — tiga roepiah lebihnja dari seratoes roepiah; inda' takao diambo maan- |
dje'i lai — saja tiada berani lagi melebihi (harganja). ANDJIENG — andjing; andjieng paboeroe — andjing pemboeroe; ana' andjieng (maki) — anak andjing; dipaandjieng — dimaki dikatakan andjing; badansana' andjieng — seiboe, berlain bapa; kalakoean ba' tjando kalakoean andjieng — kelakoean sangat boesoek; andjieng-andjieng — opas atau pengiring jang berdiri dibelakang kereta orang besar atau orang bangsawan; ba' andjieng barana' anam, lih. pada ana'; ba' andjieng tasapi` — andjing jang tersepit mendengking minta dilepaskan; djika soedah dilepaskan, ia menggigit, demikianlah perangai setengah orang, sesoedah ditolong, ia berboeat chianat poela kepada orang jang menolong. ANDJI' — oentoek, bagi; andji' sia ? — bagi siapa ?; lih. indji', nji`. ANDJILOEENG, andjilocang, lindjoeang — lendjoeang; pari' basisie', andjiloeeng tataga` — roempoet ditepi tebing parit diboeangkan, sehingga tiada dapat didaki dan andjiloeang ditanam: telah bertjerai dengan kaoem karena persengketan, tiada lagi dapat diperdamaikan. ANDJO I, taandjo-andjo — dipermandjakan; maandjokan, mamandjokan — memandiakan; le kete' ta(r)andjo-andjo, lah gadang tabao-bao, lah toeo taoebah tido — ketika ketjil dipermandja, setelah besar terbiasa dan waktoe telah toea kebiasaan itoe tiada lagi dapat dioebah; lih. mandjo. ANDJO II — tjoba; andjo kito bilanakan ari — tjoba kita bilangkan, berapa hari lamania. ANDJOE — tjoba; maandjoe — mentjoba, memoelaï oempamanja melangkah hendak berdjalan, hendak melompat dan seb.; aloen diandjoe lah tataroecng, alamat badan kabinaso — beloem dimoelaï melangkah soedah tersandoeno, 'alamat kita akan dapat sengsara. ANDJOEENG — andjoeng; maandjoecngkan alang-alang — memeoangkan lajang² setinggi kepala bila akan dinaikkan oleh teman; maandjoeengkan oerang — mengagahkan atau memoedji orang; maandjoeengkan diri ba' sipasin — meninggikan diri seperti sinasin; (sinasin jaïtoe sebangsa binatang jang hidoep dalam air atau sawah; bila ia hendak menjelma djadi tjapoeng, ia memandjat batang roempoet atau padi moeda); dikiaskan kepada orang hina hendak mengagahkan dirinja; roemah baandjoeeng — roemah 'adat jang ditinggikan roeang sebelah oedjoeng atau pada kedoea oedjoengnia; sakatidieng barandjoeeng — sebakoel lebih, ja'ni isi bakoel lebih tinggi dari tepinja; tinggi diandjoeeng, padang dilamboee` — tinggi sebab diandjoeng, dan besar (soeboer) karena tanahnja digemboerkan, ja'ni poedji-poedjian bagi penghoeloe. ANDO (Sidjoendjoeng) — koentoel manoesia atau binatang. ANDOEEH — andoeh; maandoeeh tangan — mengikat tangan kebelakang; maandoeeh batang kajoe — mengikatkan (menarik) sepohon kajoe jang tjondong dengan tali kepada pohon lain, soepaja berdiri loeroes atau bagaimana kemaoean orang. |
ANDOEE'
17
ANGGOEI'
</noinclude>
|
ANDOEE', maandoee` — membeli dengan tiada membajar toenaï; maandoee'kan — membeli oentoek orang lain dengan djalan seperti terseboet diatas; mamparandoee'i — mendjoeal kepada orang dengan tiada toenaï; inda' takamehi (takatokan) parandoee` — ki.: sangat bersoesah hati; banjak jang dipikirkan atau dikerdjakan; ari patang nasi diandoee', oerang bangih awa' gala' djoeo — dikiaskan kepada orang jang malas bekerdja dan tiada menaroeh maloe. ANDOEENG I — andoeng, nama sebangsa pohon. ANDOEENG II — nenek perempoean. ANDODJO, anodjo, nodjo — nodja. ANDO' — endap; taando' dibalie' kajoe — terlindoeng dibalik kajoe; maando` — mengendap, bersemboenji; maando'kan pitih — menjimpan oeang; maando'kan oerang — menjemboenjikan orang; basiando` — main endap-endapan; menjemboenjikan diri karena ditjari orang sebab bersalah atau beroetang; paando'an — tempat menjimpan; tempat bersemboenji; bapaando'an — ada menjimpan oeang atau barang lain; maando' tampa' poenggoeeng — menjemboenjikan diri, tetapi belakang masih kelihatan; maando' dibalie' loemboeeng — bersemboenji dibalik loemboeng, tetapi kaki kelihatan djoega; kedoea pepatah (perbahasa) ini dikiaskan kepada orang jang hendak merahsiakan soeatoe hal, tetapi dapat djoega diketahoei orang. ANEH, (pisang) aneh — nenas. ANG — engkau (menegoer laki² jang moeda dari jang menjapa); baang — menegoer dengan perkataan ,,ang. ANGAH I (IV Koto) kependekan ka' tangah — kakak perempoean; ma' angah — ma' tengah; pa' angah — pa' tengah; ka' angah — ka' tengah. ANGAH II, engah; angah-angahi — ngah-ngah; ta(r)angah — pajah, tiada berkata-kata; ta(r)angah ambo mandanga kaba toe — sangat heran saja mendengar kabar itoe, tiada terkata-kata saja mendengar chabar itoe; lih. rangah. ANGAI I — salai; maangai-angai — mendiang dengan tiada bergoeloet, dengan bara api sadja. ANGAI II, ta(r)angai — tiada terlindoeng, terboeka; tarangai sadjo bakeh mandi laki² toe — tiada terlindoeng (tiada berdinding) tempat mandi laki² itoe. ANGAN — angan; diangan — diniat, dimaksoed; inda' baangan-angan ambo kakamari — tiada saja berniat lebih dahoeloe hendak datang kemari, tiba² kemari sadja; angan-angannjo ka karadjonjo sadjo — ingatannja tjoema kepada pekerdjaannja sadja; maboee' diangan-angan (dimaboee' angan²) — rindoekan barang jang soesah didapat; angan laloe paham tatoemboee` — menoeroet kira-kira dapat dikerdjakan, akan tetapi masih banjak alangannja, oemp.: kekoerangan oeang dll. ANGAU — memboengkoek melihat jang rendah; lah diangauinjo ambo — ia memboengkoek (menakoer) melihat saja, karena ia telah tinggi dari saja. ANGE' — hangat; ala, ange' paneh! — amboi, |
hari sangat panasnja !; hati ange` — soekatjita; ange'-ange' koekoe — soeam-soeam; ange'² tji' ajam — panas sebentar sadja seperti tahi ajam; dikiaskan kepada orang atau permoepakatan jang moelanja sangat koeat bekerdja, tetapi tiada berapa lama kemoedian telah moendoer; boengka djo ameh aloen samo bare': ange' sakete' kaboengka — boengkal dengan emas beloem sama berat: berat sedikit boengkal; maange'kan nagari Padang — meradjalela di Padang; mampaange` — mengasoet, menerbitkan kekerasan hati; ange' awa' mandangakan katonjo — panas hati saja mendengarkan katanja; nagari S aga' ange' kini — sekarang dinegeri S banjak penjakit; pakan ange' poenggoeeng — pekan jang ramai hanja dari pagi² sampai kira² poekoel 10 pagi. ANGGA (.) — nama sebangsa moesang. ANGGA (L) — ringan; panjaki'njo (saki'njo) lah angga — sakitnja moelaï berkoerang; ada djoega artinja: semboeh. ANGGA' I — meski; angga' kabangih injo, inda' den amoeeh djoeo do — meskipoen ia akan marah, saja ta' maoe djoega. ANGGA' II — enggan; oerang angga' djan dikajai — orang jang ta' maoe, djangan diboedjoek-boedjoek; amoeeh djo angga' pai djoeo — maoe ta' maoe pergi djoega; anggoee' angga', geleng namoeeh — menganggoek tetapi ta' maoe, menggeleng tetapi soeka; kambieng dipara' pandjang djanggoei'njo, oerang angga' banja' saboei'njo — orang jang ta' soeka, pandai berdalih. ANGGAN — enggan; apo nan dianggankannjo? — apa sebab ia enggan ? ANGGANG — enggang; maanggang — menganga sebab pajah seperti ajam soedah berlaga; salamo anggang maaram — ki.: sangat lama; anggang laloe, ata(1) djatoeeh, ana' radjo ditimponjo — waktoe terdjadi soeatoe kedjahatan, ada laloe disitoe seorang jang boesoek nama, oleh karena itoe ia disjaki; makanan anggang dimakan pipi` — orang miskin hendak hidoep seperti orang kaja, tentoe achir kelaknja ia binasa. ANGGAU, maanggau — bata², takoet-takoetan; ajam ko maanggau balago — ajam ini takoet-takoetan berlaga; anggau-anggau — nama seb. binatang moendoer madjoe diatas permoekaan air. ANGGI', maanggi' batoe — menjoesoen batoe berlapis-lapis djadi pagar pekarangan, ditepi tambak, dipematang sawah. ANGGO, lih. ranggo. ANGGOEATO — anggota. ANGGOEE' — anggoek; maanggoee` — menganggoek tanda setoedjoe; djan taanggoee' pandagang toe — djangan teranggoek pikoelan itoe; anggoee' angga', geleng amoeeh, oendjoee' tida' babarikan — ki.: lain dimoeloet lain dihati. ANGGOEENG, anggoeeng gajo (djalan basimpang) — bingoeng seperti orang melihat simpang djalan, beloem tentoe mana jang akan ditoeroet. ANGGOEI' (Bondjol) — panggilan kepada nenek laki²; anggoei` kependekan djang- |
ANGGOEN
18
ANJANG
</noinclude>
|
goei' (djanggoet), menoeroet 'adat dahoeloe orang toea² biasa berdjanggoet. ANGGOEN — anggoen. ANGGOEN-ANGGOEN (Pangkalan Koto Baroe), sawah kabasaran (sawah kagadangan) — sawah oentoek penghoeloe. ANGI' — angit; mari angi` kependekan mambari angi` — memberi maloe. ANGIN — angin; balie'-balie' angin — n. seb. pohon, kedoea belah daoennja lain warnanja, njata dari djaoeh bila dibalik-balikkan angin; atinjo balie'-balie' angin — pikirannja tiada tetap, poetar balik; kaba angin — chabar angin; laki² angin — n. seb. lang; mato angin — mata angin; tjiri' angin — n. seb. toemboehan hidoep pada pohon kajoe; tahi angin; barangin — berangin; dapat keterangan sedikit (oleh hakim); maangin-anginkan — mengilat-nguatkan, membajang-bajangkan; ta(r)angin-angin — menoeroet kabar angin; djan ta(r)angin-angin — djangan terkilat-kilat; maangin padi — mentjoerahkan padi dari njiroe waktoe riboet soepaja tertjampak boeah jang hampa dan jang bernas djatoeh dekat; mampa(r)anginkan — memperanginkan; kaanginan — keanginan; kena soeatoe penjakit, teroetama boedak ketjil, matanja pedjam, hidoengnja kembang² koentjoep, napasnja keras disertaï panas; (anajoecng) paranginan — peranginan; saangin — sedikit betoel; sio-sio mandjarieng angin, taraso lai dape' tida` — sia² mendjaring angin, terasa ada dapat tiada. ANGKAH, angkah-angkahan — beloem sempoerna toe, tentang boeah-boeahan; angkoeeh-angkah — tertib sopan, bahasa. ANGKA(L), angkah-angkalan — tiada sempoerna empoek (tentangan goelai daging atau nangka. ANGKA', angka'-angka` — senda goerau; pandjang angka'-angka` — pandai bersenda goerau. ANGKANG, indoee' angkang — jang kepala, jang terbesar, biasa diseboet tentang perkoempoelan jang koerang baik; ataupoen tentang sekawan binatang ja'ni jang terbesar atau jang berani. ANGKAU (dalam tjeritera) — engkau. ANGKE' — angkat; doeo angke'njo — doea matjamnja; (sa)angke' sia oerang toe? — se'oemoer (sebaja) siapa orang itoe; saangke' ambo dikampoeeng — waktoe saja dikampoeng; sarangke` — serempak; sarangke' kami badjalan — serempak kami berdjalan; pakaian angkatan — pakaian kebesaran; ta(r)angke` — terboeang; gatah ditangan den, inda' amoeeh ta(r)angke` — getah ditangan saja tiada maoe terboeang. ANGKI (Koto Toeo), inda' diangkinjo toelangnjo bakaradjo — ia bekerdja betoel². ANGKO — tanda; maangko — memberi tanda; moelaï maangko masa` — moelaï masak; maangko sirah — kemerahan; maangko-angko kaoedjan — kelihatan tanda akan hoedjan; maangkokan — menoendjoekkan bagaimana haroes memboeat. ANGKOE I — paman, mama' (sebelah pihak iboe); panggilan kepada orang bangsawan |
atau orang berpangkat (bahasa Padang Darat). ANGKOE II — nenek laki² (logat Padang Hilir). ANGKOEEH — roepa; inda' taoe diangkoeeh — tiada tahoe melarat manfa'at; angkoeeh-angkoeeh oerang — menjeroepai orang; angkoeeh-angkoeehnjo — roepa-roepanja; maangkoeeh (mangkoeeh) — sombong; angkoeeh tabao tampan tingga — baik roepanja, tetapi tiada tampan. ANGKOEI — angkoet; den angkoei' doso ang! — biarlah saja menanggoeng dosamoe !; barangkoei` — mengangkat padi dari sawah keroemah; angkoei'-angkoei` — n. seb. penjengat jang mengangkoet tanah oentoek memoeat sarang; oedjan siangkoei'-angkoei` — hoedjan jang sebentar datang, sebentar berhenti; koedo baban paangkoei' aboe — ki.: orang jang soeka mengerdjakan pekerdjaan orang jang berat-berat. ANGOEIH — angoes; roemah angoeih — roemah terbakar; angoeih ati taraga` — ki.: sangat rindoe; kara angoeih — warna kain seperti kerak angoes; baangoeih-angoeih baparakaro — berdjadi-djadi beperkara; talampau panggang, angoeih — soeatoe pekerdjaan jang melebihi batasnja, tiada baik. ANGO' — napas, njawa; tjie'-tjie' ango` — ngap-ngap, ngengap; nan boesoee' ango` — bedil; ango'-ango' baoeeng — njawa-njawa ikan; poetoeih ango` — mati; sangat pajah; gadang ango'njo mandanga kaba itoe — ia menarik napas pandjang ketika mendengar kabar itoe; maango' kaloea badan — ki.: pertjaja kepada pikiran orang lain, boekannja pendapatan sendiri; maango` — bergerak; barampe' kami maoengki' batoe toe, inda' sakete' djoeo do maango` — berempat kami mengoengkit batoe itoe, sedikitpoen tiada bergerak. ANI — ani; maani — mengani, lih. anji. ANIAJO, niajo — aniaja; maniajo — menganiaja; taniajo — teraniaja; radjo aniajo — radja jang sangat lalim; saboeroee'-boeroee' oentoecng ma(a)niajo, saelo-elo' oentoecng taniajo — lebih baik teraniaja dari pada menganiaja. ANIE (Simaboer) — nenek perempoean (de Vries). ANIENG I — bening; djanieh anieng soemoes dinapa — djernih dan bening (air) soemoer dinapal. ANIENG II — soenji, senjap; baanieng — bersoenji (dengan sabar) mentjari pikiran jang baik; anieng-anieng sakete'! — diamlah sedikit ! ANI', diani'njo manjoere` — ia menoelis seberapa bagoes boleh; maani` — menggeroemit; maani'kan — menimbang dengan sabar dan tenang; ani'-ani'kan banalah ! — tjobalah timbang (pikir) habis². ANJA' — enjak; doedoee' maanja` — doedoek mengenjak, doedoek mendjelepok; dianja' anja'kannjo djo roendiengan — dikata-katainja sehingga tiada terdjawab. ANJAM — anjam, lebih lazim: ajam dan kajam. ANJANG — anjang; maanjang ati — menjoesahkan pikiran, menggoda hati; maanjang |
ANJI
19
ANTJA'
</noinclude>
|
oerang, oemp: mendjandjikan akan menolong orang dengan oeang tetapi djandji itoe beloem ditepati. ANJI — ani; maanji — mengani; banja' anjian — banjak mata pekerdjaan, jang baroe dimoelaï, lih. ani. ANJIE(R) — anjir, baoe ikan; kanai anjienjo — mendapat nama jang koerang baik sebab bertjampoer dengan orang djahat. ANJI' — bagi, oentoek; anji' sia — oentoek siapa; lih. andji', indji', nji`. ANJO I — ia, dia; lih. injo, anjo, awa'njo logat Padang; awa'e, wa'e logat Pariaman; awa no, wa'no, ano logat Agam; awa'o, wa'o logat Tanah Datar. ANJO II — hanja, tjoema; limo roepiah anjo — hanja (tjoema) lima roepiah; anjo nan takana de'njo tjoetjoenjo sadjo — tjoema jang teringat olehnja tjoetjoenja sadja. ANJOEE', maanjoece` — melentoer; ko' taanjoece' pandagang ko, ta' boelieh tida' patah — djika terentak pikoelan ini, nistjaja ia patah. ANJOEI' — hanjoet; injo lah anjoei` — ia tertidoer; basianjoei` atau baanjoei'-anjoei` — berangsoer-angsoer djaoeh meninggalkan negeri sendiri; anjoei'lah ang! — binasalah kamoe! (soempah, koetoek); kewadjiban mamak kepada kemanakannja: anjoei' maminteh, loeloeih manjalam, ilang mantjari — menolong dalam sebarang kesoesahan, baik dalam perkara, baik waktoe hilang atau mati dinegeri orang; sagan bagalah, anjoei' sarantau — ki.: karena malas mengerdjakan pekerdjaan jang ringan, mendjadi mendapat kesoesahan besar. ANO (Agam), lih. anjo I. ANODJO lih. andodjo. ANOE — anoe, nama barang atau pekerdjaan jang tiada lajak diseboet atau tiada teringat pada waktoe berkata. ANOEGARAH — anoegerah; maanoegarahi — menganoegerahi. ANO' I — diam, tiada hiroe; baano'-ano` — diam²; parakaro toe baano'kan sadjo — perkara itoe didiamkan sadja. ANO' II, maano` — mengenap; maano'kan — menakoeng. ANSAH — hamzah. ANSI' — renggek; basiansi` — merenggek-renggek. ANSO — angsa. ANSOEE(R) — angsoer; maansoee oetang — mengangsoer oetang; ansoeran — angsoeran; baransoee — berangsoer; saki'njo laï baransoee — sakitnja ada berkoerang; oerang lah baransoee poelang — orang (dipekan) telah moelaï poelang; si anoe nan saki' lah baransoee ilie — sakit si anoe itoe bertambah-tambah. ANTA(R) — antar; maantakan tando — memberikan, oemp: tjintjin atau barang jang berharga kepada iboe bapa seorang perempoean tanda akan kawin; oeang antaran — oeang pertolongan jang diberikan kepada pihak perempoean jang akan dikawini (oeang dapoer Jav.). ANTAH — entah; maantah — mengatakan ,,entahlah!; baantah-antah — beloem lagi tentoe; koedo² nan bapatjoe toe baantah-antah |
baroe — koeda² jang berloemba itoe beloem tentoe entah mana jang akan menang. ANTA' — tikam, toesoek, tjotjok; maanta' kandie` — menikam babi; manganta` — mendenjoet; manganta'-nganta' kapalo ambo — mentjotjok-tjotjok kepala saja (karena sakit); manganta' ati na' paï — sangat ingin hendak pergi; gadang anta' (anta' sadjo nan dareh), laloe inda' bara(po) — ki.: tjakap angin; taanta ambo mandanga kaba toe — lemah sendi toelang saja mendengar kabar itoe, sehingga saja terdoedoek; taanta' roeeh kaboekoe, tasasa' padang karimbo, ta' dape' balega laï — ki.: habis 'akal boedi bitjara, tidak ada lagi ichtiar. ANTAM — hentam; maantamkan oerang — menghentamkan orang; maarie' maantam tanah (ini pantangan penghoeloe) — berteriak dan menghentamkan tanah; tanda sangat marah. ANTAN I — antan, aloe. ANTAN II — bilah roejoeng atau papan, pada tepi sebelah bawah kasau atap. ANTARO — antara; antaro ari aloen siang — sementara hari beloem siang; paantaroan — perantaraan; maantarokan — tiada teroes, oemp.: hari Senin beladjar, hari Selasa tidak; hari Raboe beladjar, hari Kamis tidak dsb. ANTAU I, marato' antau — meratap pandjang serta berboeah-boeah. ANTAU II, maantaukan — menjadjikan makanan oentoek setan pada tempat orang itoe disakitkannja. ANTAU III — lempar; maantaukan papeh — melemparkan pantjing kedalam air (Pariaman). ANTÈ' (Kota Toeo) lih. anta(r); ante'kan karoemahnjo — antarkan keroemahnja. ANTI I — henti; ta(r)anti — terhenti; baranti — berhenti; pa(r)antian — perhentian; inda' anti basisala — tiada poetoes (selaloe) berbantah. ANTI II — djangan; antilah ang kamari! — djanganlah kamoe kemari!; ko' inda'njo amoech, anti! — kalau dia ta' maoe, soedah! ANTIE', badjalan taantie'-antie` — berdjalan lambat² dan melenggok-lenggok. ANTIENG, antieng-antieng — anting-anting; boengo antieng² — nama pohon boenga jang boenganja seperti anting² bangoennja. ANTILABOEENG — nama sematjam roempoet; alemoe antilaboeeng (boeahnja tidak berisi, tegaknja loeroes) dikiaskan kepada orang jang tiada ber'ilmoe atau tiada beroeang tetapi sombong. ANTIMOEN — entimoen, mentimoen; dipabaoee(r)kan antimoen djo doerian — 'ibarat dipertjampoerkan perempoean dengan laki², boleh mendatangkan hal jang koerang baik. ANTJAI — binasa, roesak betoel; lah antjai roemah de' anai² — roemah telah roesak betoel oleh rajap; maantjaikan — membinasakan, meroesakkan. ANTJA', antja'-antja` — sia-sia, tiada menimbang melarat manfa'at, gila² bahasa; maantja'-antja` — mengerdjakan pekerdjaan jang sia-sia, main gila; maantja'-antja'kan parentah — mempermain-mainkan perintah; malabiehi antja'-antja', mangoerangi sio-sio — tiap² pekerdjaan hendaklah pertengahan, djangan |
ANTJIE'
20
API
</noinclude>
|
melebihi dan djangan mengoerangi; lih. rantja. ANTJIE' I — koejoep. ANTJIE' II — tjoelas, tjelih. ANTJI', lih. nantji`. ANTJOE — bibi; pa' antjoe — paman; lih. oensoe, boensoe. ANTJOEE(R) — hantjoer; maantjoee, maantjoeekan — menghantjoerkan. ANTJOEE' — antjoek; barantjoee` — berantjoek; paantjoee'an amai ang! — poeki mamoe! ANTO (a) — apa sebab; anto ang inda' djadi paï? — apa sebab kamoe tiada pergi? ANTOE, hantoe — hantoe; matjamnja: antoe tinggi, a. paboeroe, a. aroe-aroe — hantoe jang membawa orang ketempat jang soenji atau jang soelit-soelit, laloe ditinggalkannja disitoe; djoeloee'-djoeloee' antoe — nama sebangsa toemboehan; parioee'-parioee' antoe — tanah boelat dalam tanah seperti anak meriam dan berloebang ditengahnja, agaknja sarang binatang; limau antoe — sebangsa limau; dagieng antooan — daging keras (sebangsa penjakit); diantoe — kena sakit sawan; oemp.: anak ketjil, ia menentang keatas, badannja panas dan menggigil; maantoe — mendjadikan takoet, menakoet. ANTOEENG-ANTOEENG (v.d.T.) — bakoel daoen pandan tempat meletakkan piring atau kendi. ANTOEI' — antoek; taantoee' (tarantoee') — terantoek. ANTO' — diam (tiada menangis, senjap, tinggal); anto'-anto'lah, djan mairoee'! — diam², djangan bergadoeh!; inda' amoech anto` — tiada tinggal diam (selaloe hendak bekerdja); maanto'kan ana` — mendiamkan anak jang menangis; laï anto' djoeo injo diroemah si Timah? (Koerai) — adakah ia masih beristerikan Fatimah? AO, awo — hawa; ao moentjoeeng — baoe moeloet; maao — berbaoe boesoek; inda' ao piao — tidak ada pertalian; aden inda' ao piao djonjo — saja tidak ada pertalian dengan dia, tiada oetang pioetang, tiada kawin mengawini dsb. AOEE(R) — nama sebangsa bamboe tipis; bangsanja: aoee doeri, aoee koenieng dll.; marantieng aoee — menjeroepaï ranting aoer (tentangan soengoet); ba' aoee djo tabieng — dikiaskan kepada orang bersahabat jang wadjib tolong-menolong, soepaja djangan binasa salah seorang; ba' aoee dielo sonsang — artinja berboeat soeatoe pekerdjaan jang amat soekar; ibo dipinang sabatang pado diaoee saroempoen — ki.: sajang kepada seseorang dari pada kepada kaoem keloearga. AOEIH I — haoes; kaaoeihan — kehaoesan; aoeih-aoeih awa' manantikan — sangat lama menantikan sesoeatoe jang amat diingini; ba' rang aoeih dibari aie — ki.: pemberian jang sangat berdjasa. AOEIH II — aoes; lah aoeih toendjoee' mamali' samba lado — telah lantjip (aoes) teloendjoek karena memalit sambal, artinja hidoep sangat miskin, tiada pernah memakan daging; nasi dimakan dengan sambal sadja. AOEI', maaoei` — mengaoet; maaoei' oenggeh — menangkap sekawan pipit dengan djala; |
maaoei' mambali — membeli habis semoea, lih. kaoei`. AOEN, baaoen-aoen — berdoejoen-doejoen; saaoen-saaoen pipi' tabang — pipit terbang berkawan-kawan; paaoenan — tempat perhentian orang berboeroe atau tempat doedoek² gembala; ilang dipaaoenan — perkara jang telah terserah kepada penghoeloe-penghoeloe, tetapi didiamkan sadja. APA(R) I — dapoer toekang besi atau toekang emas; tempat toekang besi bekerdja. APA(R) II (Manindjau) — bilik tempat tidoer. APA(L) — apal, hafal; apalan — apalan, hafalan; maapa — mengapalkan; lah apalinjo badjalan malam — ia telah biasa berdjalan malam, tiada pernah tersandoeng atau sesat. APAI, inda' diapai nasi — tiada disentoeh nasi. APA' I — bapa'; apa' tirih — bapa tiri; apa' angke` — bapa angkat; apa' kete` — bapa moeda, paman; apa' toeo — bapa toea; apa' angah — bapa tengah. APA' II — apak. APAM — apam. APANG (v. d. T.) — nama sematjam bagian perkakas tenoen. APE' (Koerai) — tetapi; awa'njo den larang paï, ape'njo paï djoeo — saja larang dia pergi, tetapi dia pergi djoega; lih. tape`. API — api; api-api — gores api; api-api rang malieng — kelip-kelip, koenang-koenang; baapi — berapi; barapi-rapi pantjalie'an — berpendar-pendar penglihatan (kerap kali melihat kepada soeatoe barang); barapi-rapi koeo` — kerap kali mengoeap; goenoeeng marapi — goenoeng berapi; maapikan karadjo — menjelenggarakan (mengoeroeskan) kerdja; manjalokan api — mengasoet; tjatoeih api — pemantik api; salero ba' tjatoeih api — rakoes; kerap kali hendak makan; main api latoei', main aie basah — djika orang berboeat salah, ia akan menanggoeng hoekoem dosanja itoe; ba' api dalam sakam — hal orang jang menaroeh dendam didalam hati, lama² hendak djoega membalaskan dendamnja itoe; ba' api djo aso` — ki.: tiada dapat dipertjeraikan, seperti doea orang jang bersahabat karib; ba' api djo raboee` — ki.: moedah berselisih; lah disingo' makan api, lih. singo'; api padam poentoeeng anjoei` — ki.: soedah habis tentang perkara atau tjeritera; api padam poentoeeng baraso` — ki.: perkara jang telah poetoes, tetapi kemoedian timboel poela; basoeloech mandjapoei' api — hal orang jang bertanja sesoeatoe jang diketahoeinja; amoeeh kaaie kaapi — ki.: boleh dioedji kebenaran sesoeatoe perkara atau perkataan. APIE' I — apak. APIE' II — apik; maapie'kan — mengapikkan, mengindahkan. API' — apit; api' dama(r) — bamboe jang mengapit damar jang akan dipasang malam; api' (daoen) kawa — bilah boeloeh jang dibelah akan penjepit daoen kopi jang akan didiang; api' tjintjin, tjintjin paapi` — tjintjin ketjil² dikiri kanan tjintjin besar; api'-api` — apit-apit, apitan; ba' tjando api' kawa — ki.: sangat koeroes; diapi' bangkai — hal orang jang mati kakaknja dan adiknja; inda' taapi' basi de' bilah — ki.: orang jang |
APO
21
ARI
</noinclude>
|
lemah (bodoh) tiada akan dapat memerintah orang jang lebih koeat (tjerdik) dari padanja. APO I — apa; lih. a; barapo — berapa; kato barapo jang mendahoeloei nama barang oentoek membilang beroebah mendjadi po: po boeah, po ari; mangapo — mengapa, apa sebab; ba' apo — bagaimana; ba' apo aka? — apa 'akal?; ba' apo hambo keh njo? — bagaimana panggilan saja kepadanja?; sapo kependekkan siapo; sapo sia (siapo-siapo) nan datang? — siapa-siapa orangnja jang datang?; apo-apo karadjo — sebarang kerdja. APO II, boeloech apo — sebangsa boeloeh baik diboeat soempitan. APOEENG — apoeng; apoeeng-apoeeng — apoeng-apoeng; batoe apoeeng — batoe timboel; maapoeeng — mempertinggi; maapoeeng djalan — mempertinggi djalan; marapoeeng — mengapoeng; tarapoeeng — terapoeng; apoeeng-apoeeng tjiri` — timboel tenggelam; piapoeeng — 'ilmoe jang dapat membesarkan badan atau dada; tarapoeeng samo anjoei', tarandam samo basah — ki.: sehidoep semati, boeroek baik sama ditanggoeng; asa saboei' tarapoeeng, asa batoe tinggalam — ki.: tawakkal menanti takdir Allah, oemp.: tentang barang jang hilang; tarapoeeng ta' anjoei', tarandam ta' basah — ki.: keadaan sesoeatoe pekerdjaan atau perkara jang beloem ada kesoedahan atau kepoetoesannja. APOEIH — hapoes, hilang; maapoeih salemo — menghapoes selesma; maapoeih doso — menghilangkan dosa; baapoeih — lenjap; baapoeihlah ang! — njahlah kamoe!; djile' apoeih — poenah, habis; saapoeih-apoeihnjo aratonjo — habis (poenah) sekalian hartanja; inda' taapoeih laï dinjo salemo — ki.: ia terlaloe sangat banjak kerdja; maapoeih bibie — ki.: terketjewa; bertjakap-tjakap atau berboeat helat, soepaja orang pertjaja, bahwa ia tiada berdosa, pada hal sebenarnja ia bersalah; paapoeih tala` — mohallil. ARAB — 'Arab. ARABAN — koeroengan (sematjam sangkar) besar bertiang empat, didirikan dimoeka roemah, tempat balam berdjemoer-djemoer diri (reban?). ARAH I — arah; arah mantari mati — sebelah (arah) kebarat. ARAH II, maarah — menjeroepaï, seroepa; moekonjo maarah moeko si Anoe — moekanja seroepa moeka si Anoe; lamo den arah-arahi, moengko den taoe dinjo — amat lama saja tatap dan saja ingat-ingati (dibanding-bandingkan) baroelah saja kenal akan dia; lih. ireh. ARAI — majang. ARA' I — perarakan; ba(r)ara` — berarak; awan ba(r)ara` — awan berdjalan; maara` — mengarak; barara' katabieng — ki.: berloemba-loemba (beramai-ramai) membinasakan diri; elo' ara' di ari paneh — ki.: orang bersoeka hati, djika maksoednja sampai, djika ia beroentoeng; maara' taboe dimalieng — ki.: memperlihatkan 'aib sendiri. ARA' II — 'arak, arak, diseboet djoega toea'; toea' dan ara` — segala arak. ARALODJI — arlodji; aralodji lah oesang — kiasan bagi orang jang telah toea dan penjakitan. |
ARAM I — eram; maaram — mengeram; salamo anggang maaram — ki.: amat lama; taarami di taloee oerang — ki.: mengawini perempoean boenting; roemah gadjah maaram — nama sebangsa bangoen roemah 'adat di Menangkabau; lantai maaram — lantai toeroen; tanah (djalan) maaram — tanah (djalan) tjengkoeng, oemp. sebab koerang padat. ARAM II — haram; maaramkan babi — mengatakan babi haram, mengharamkan babi. ARANG I — moeloet; kareh arang — bantahan, tiada maoe mengalah; bengal seperti setengah koeda; mantjabie' arang — menangis keras; bakaroee' arang — bertengkar. ARANG II, maarang — mengerang. ARANG III — arang; arang paro — arang para-para, arang pagoe; batoe arang — arang batoe; banang arang — benang jang dipakai toekang kajoe oentoek pemboeat garis pada papan atau pada kajoe; arang dikanjieng — arang dimoeka; mambasoeeh arang dikanjieng — ki.: menghapoeskan 'aib, menghilangkan maloe; arang abih basi binaso — ki.: memboeat soeatoe pekerdjaan dengan belandja jang banjak, tetapi tiada selamat. ARAS — arasj; aras dan koerisi, loeh dan kalam — arasj dan koersi, loeh dan kalam (biasa diseboet dalam mantera). ARATI — arti; mangarati — mengerti; pangaratiun — pengertian; salah pangaratiun — salah sangka; aloen ado pangaratiunnjo dalam 'adat — beloem ada pengetahoeannja tentang 'adat. ARATO — harta; arato bando — harta benda; arato poesako — harta poesaka; arato toeo — harta poesaka jang toeroen temoeroen; arato daka, arato baki — harta jang kekal, walaupoen hilang atau ditjoeri orang, dapat kembali. ARATAWAN — hartawan. ARAWAH — arwah; manjada arawah — selamatan karena teringat akan arwah, kebiasaan waktoe boelan Sja'ban. ARAWAN — toelang rawan; gigi tangga, arawan moerah — ki.: setelah oeang habis, datang keinginan jang tiada lagi dapat dipenoehi. AREH — teral; maareh — meneral; maarehkan andjieng — mengasoet andjing, soepaja mengedjar. ARE' — erat; are' mamatji'kan pitaroech — tegoeh memegangkan pesan (amanat); saganggam are` — segenggam padat; djandji are', karangan tagoeeh — djandji jang tiada lagi boleh dioebah; mangabe' are', mamboehoee mati — menetapkan sesoeatoe oendang² jang tiada dapat dilanggar; oerang toe are` — orang itoe kaja. ARENGEH — ringkik; maarengeh — meringkik. ARI I — hari, waktoe, jaïtoe: Satoe (Sabtoe), Akat (Ahad), Sinajan (Senin), Salasa (Selasa), Rabaa (Raboe), Kamih (Kamis), Djoemaat (Djoem'at); Salasa diseboet djoega: ,, ari ampe' ari , Rabaa: ,, ari limo ari (IV Koto); ari baie` diboeang-boeang, ari boeroee' dikadja(r)i — paksa jang baik dibiarkan laloe, kemoedian baroe bekerdja dengan tergopoh-gopoh. ARI II, nasi arian — nasi jang diasingkan, jang akan diberikan kepada djamoe jang barangkali |
ARI-ARI
22
ASAH
</noinclude>
|
datang dengan tiba²; pamahatan dibari baarian — artinja waktoe memahat loebang pada tonggak, dikoerangi dahoeloe dari pada oekoerannja, soepaja kemoedian boleh dibesarkan djika perloe; inda' bakotjong baarian lih. pada kotjong; moesoech djan diari-ari, basoeo djan diindakan — djanganlah ditjari permoesoehan atau perbantahan, djika datang sendiri djangan dielakkan; oela tampoeeng ari — oelar ari. ARI-ARI — ari-ari. ARIBAN, riban — ribaan. ARIEH, maarichkan kabau tangah padang — mengikatkan kerbau pada pantjang. ARIEH — nama sebangsa semboeng. ARIE' — erik; maarie` — mengerik; awa'njo nan paka', awa' diarie'njo — ia jang bersalah, orang lain jang dikatakannja berboeat salah itoe; orang bodoh tiada maoe mendengarkan nasihat orang. ARIENG — aring, oemp.: baoe kentjing. ARIH — 'arif; arih boedeman — 'arif boediman; paarih — lekas mengetahoei apa maksoed orang; koerang arih badan tjilako, talampau arih badan binaso — soeatoe nasihat, soepaja orang djangan terlampau lekas menjangkakan orang berniat djahat kepadanja. ARIKIE(R), rikie — nama sebangsa pohon, kajoenja keras. ARI' — gergadji; maari` — menggergadji; toekang ari` — toekang gergadji; piari` — roeit. ARIMAU — harimau, bangsanja: a. boeloech, a. dahan, a. tjampo; tiga boeah anak tjatoer jang boleh memoekoel boeah tjatoer jang lain jang dinamai ,, kambieng ; arimau djadi-djadian — orang jang mendjelma djadi harimau dan dapat lagi kembali mendjadi orang; arimau rangi` — seb. labah-labah, jang makanannja lalat; waang ana' arimau — kamoe anak jang sangat nakal; maadja ana' arimau — mengadjar anak orang jang terpeladjar (lekas ia pandai); ana' arimau inda' ka djadi ana' kambieng — anak harimau tiada akan djadi anak kambing; ba' takoei' di arimau injo takoei' di den — ia takoet kepada saja seperti ia takoet akan harimau; arimau maando'kan koekoe — ki.: orang pandai mengatakan dirinja bodoh; orang kaja mengatakan miskin; arimau mangaoen inda' mantjakau — andjing menjalal tiada menggigit; arimau manoendjoee'kan balangnjo — ki.: orang mengatakan rahsianja atau 'aibnja. ARO — ara; batoendjang batang aro, batoendjang poelo mali² — hal orang ketjil atau miskin jang hendak menjeroepaï orang besar atau orang kaja; ba' aro anjoei` — seperti boeah ara jang hanjoet, tiada teroes hilir, melainkan singgah² pada poesaran air atau pada loeboek²; demikianlah dikiaskan kepada orang jang tiada teroes berdjalan ketempat jang ditoedjoenja, melainkan singgah² didjalan; djika sia² atau lama menanti orang dikatakan: ba' mananti aro anjoei`. AROE — katjau; toekang aroe — pengharoe; antoe aroe² — hantoe jang membawa orang ketempat jang soelit²; diaroe randangkannjo nagari toe — negeri itoe telah didjalaninja semoea; inda' moerah mangalamai: koerang |
aroe tji' kambiengan, talampau aroe bapantiengan — seperti orang jang memboeat dodol, djika koerang katjaunja, tentoe bergoempal-goempal dan bila terlampau katjaunja nistjaja berpelantingan: maksoednja: tiap² pekerdjaan hendaklah pertengahan dan haroes hemat betoel. AROE — eroe, roe; poetjoee' aroe — orang jang tiada tetap pendiriannja, sebentar begini sebentar begitoe, tiada mempoenjaï kemaoean sendiri. AROEAN — roean; aroean makan ana` — oemp.: penghoeloe atau mamak jang mengambil oentoeng dari anak boeahnja. AROEEH, lih. arawah; aroechnjo nan kamandanga kini — arwahnja mendengar perkataan ini; perbahasa ini dipakai, djika orang memperkatakan hal orang mati atau hal² jang bersangkoetan dengan dia. AROEENG I — aroeng; maaroecng — mengaroeng. AROEENG II, (tali) aroeeng — tali (koelit) dikenakan kepada koeda, tempat mengikatkan talinja. AROEE' — gadoeh; aroee' pikoee` — haroe-biroe. AROEIH I — haroes, patoet, lajak; inda' aroeih awa' den samo doedoee' djo ang — tiada lajaknja saja sama doedoek dengan kamoe. AROEIH II — aroes; ditjoetjoei' aroeih (soempah) — diisap aroes. AROEMAN — asoetan. AROEMBE' — nama boeroeng. AROEMBOEIH, maarocmboeih — terbang atau berlari dengan tiada mengingat toedjoeannja; aroemboeih-toemboeih — lebih dari aroemboeih. AROEN — haroem; namonjo aroen — namanja masjhoer. AROMIN (Simalanggang) — rami. ASA(L) I — asal; asa oesoee — asal oesoel; oerang asa — orang asli, ketoeroenan orang jang moela² mendirikan negeri; barasa gilo — ia ketoeroenan orang gila; inda' asa dikito pamalieng — beloem pernah semendjak nenek mojang kita jang mentjoeri; asa ajam kalasoecng, asa itie' kapalamhahan — tingkah lakoe seseorang seroepa dengan perungai orang toeanja; oedjan bapochoen paneh barasa — tiap² pekerdjaan atau perselisihan ada sebabnja dan ada orang jang memoelaï. ASA(L) II — asal, asalkan, djika; asa le ati samo soenggoech — djika hati sama² setia. ASA(R) — 'asar; barasa (Koto Gadang) — sembahjang 'asar. ASAB, lih. adjab. ASAH — asah; batoe (asahan) — batoe pengasah; asah-asahi — djoeloer-djalar; beriba-iba minta pertolongan; basiasah — doedoek gelisah; maasah pikieran — menadjamkan pikiran; maasahkan oerang — menjoeroeh orang bekerdja dengan berlebih-lebihan; taasah ambo bakaradjo — tiada tempoh saja bekerdja; asoeeng siasah — berbagai-bagai fitnah; asoeeng-asahan — pengasoet betoel²; poenggoeeng ladieng ko' diasah, lamo-lamo tadjam djoeo — belakang parang sekalipoen, djika diasah lama-lama tadjam djoega; ba' balioeeng djo asahan — hal persahabatan jang tegoeh atau laki isteri jang sehidoep semati. |
ASAI
23
ATEH
</noinclude>
|
ASAI — sebangsa binatang jang memakan kajoe; oerang toe inda' talo' di (de') asai — orang itoe telah ber'oemoer, tetapi masih sehat. ASA' — alih pindah; barasa` — berpindah; baasa` — dipindahkan; injo lah asa' dari roemah si Timah — ia telah bertjerai dengan Fatimah; maasa' langkah — pindah kenegeri lain; inda' kama ka di asa` — tiada dapat dioebah (dibanding); diasa' laioee, diboeboei' mati — soeatoe kebenaran tiada dapat dioebah-oebah, hanja tetap seperti dahoeloe; djalan diasa' oerang laloe (rang paladang) — 'adat dioebah orang datang; inda' barasa' lenggang dikatia` — oempama orang jang mendjadi kepala negeri jang sekarang jaïtoe kaoem jang telah berhenti djoea. ASALI, oesali — asli; radjo asa radjo oesali — radja asli betoel². ASAM — asam, jaïtoe nama bermatjam-matjam boeah-boeahan atau barang tjair atau daoen-daoenan jang asam rasanja, oemp.: asam soendai, a. kandih, a. balimbieng, a. sewah, a. poejoech, a. roeso, a. djao, a. kapeh, a. galoegoee; saasam sagaramnjo — tjoekoep asam garumnja, artinja tiada tjelanja tentang makanan atau perkataan atau doedoek orang dalam perdjamoean; maasam ikan — mengasamkan ikan; ba' tjando mantjalie' asam — sangat ingin (berahi) teroetama melihat perempoean bagoes; ikan dilaoei' asam digoenoeeng, djiko' oentoeeng batamoe dalam balango — laki² dan perempoean jang berdjaoehan tempatnja, djika soedah nasibnja, dapat berkawin. ASAN, kependekan asaan — asa, harap; diasan, diasankan — diharap, diharapkan; pitih toe nan diasankannjo — oeang itoe jang diharupnja; asan-asani, asan-asanan — ketjewa; mengharapkan sesoeatoe tetapi tiada diperoleh. ASANG — nama seb. ikan danau. ASI — sah; inda' asi kamanangannjo — tiada sah ia menang; inda' masoee' asi — tiada dimasoekkan hitoengan, tiada diambil salah terima. ASIE(L) I, hasie — hasil; asie rimbo — hasil rimba; pangasielan — pendapatan; barasie, barhasie — berhasil; moekasoei' ambo laï barasie — maksoed saja sampai (berhasil). ASIE(L) II — sedia; logat Padang ase; pakakehnjo lah asie — alatnja telah sedia; barasielah! — bersiaplah!, berkemaslah! ASIENG — asing, lain; asieng djanjo awa', asieng djanjo — pikiran kita tiada sama dengan pikirannja; asieng moekasoei'njo (niatnjo) — lain maksoednja, kebiasaan tiada baik; barasieng diam — diam diroemah lain, tiada lagi seroemah; maasiengkan — mengasingkan; maasiengkan nasi — menjediakan nasi oentoek orang jang telah ditentoekan; maasieng — mengasingkan diri; maasieng-maasieng beroebah djadi masieng-masieng — masing-masing; asieng oerang lain pandape` — tiap² orang lain pikirannja; asieng bidoee' kalang dilata` — lain djawab dari pertanjaan; djawab tiada sepadan dengan pertanjaan; asieng loeboee' asieng ikannjo, asieng padang asieng bilalang, asieng nagari lain langgamnjo — lain negeri lain 'adatnja. |
ASI' — 'asjik; asi' bakaradjo — 'asjik bekerdja. ASIN — masin. ASO I — asa; poetoeih aso — poetoes asa. ASO II — sangka; inda' ambo aso injo ka mati moedo — tiada saja sangka ia akan mati moeda; ambo diasonjo kaka' kandoeengnjo — saja dipandangnja seperti abangnja betoel²; injo inda' diaso oerang laï — ia tiada lagi dipandang orang. ASO III — sengadja; djan bangih, inda' ambo aso — djangan marah, tiada saja sengadja. ASO IV — esa; mangadji dari alih, babilang dari aso — tiap² pekerdjaan ada bertangga; aso laï, doeo tida'kan, sebenarnja: aso laïkan, doeo tida'kan — pertama katakan: ,,baiklah, kedoea: ,,tidak. ASO-ASO — nama seb. ikan laoet. ASOE — nama seb. ajam djantan ditilik kepada boeloenja dan warna kaki dan paroehnja. ASOEEH — asoeh; maasoeeh — mengasoeh; asoechan — didikan; pengasoech — pengasoeh. ASOEENG — asoet; asoeengan — asoetan, fitnah; mangasoeeng — mengadoekan hal; maasoeena — mengasoet; asoeeng-asahan lih. asah; N. B. asoeengkan = kasoeengkan. ASO' — asap; maaso` — menerbitkan banjak asap, seperti kajoe basah jang dibakar; maaso'i — mengasapi; parasapan — perapian, perbaraan; manggantang aso` — menjombong; kanjang de' aso` — 'ibarat perempoean bersoeamikan orang kaja, tetapi tiada mempoenjaï harta benda; danoee inda' baraso` — amat miskin, sehingga tiada mempoenjaï beras lang akan dimasak; api padam poentoeeng baraso`, lih. padam; aloen dipandje' aso' koemajan — beloem pernah kawin; bapolongan aie batitian aso`, lih. polong. ASTAGA, astagapiroelah — astagfiroe'llah. ATA(L) — atal; anggang lalo: ata djatoech, lih. anggang. ATA(R), ataran — semahan; maatar — meniemahan. ATAH — antah; inda' takoei' ai atah — tiada takoet kepada siapa djoeapoen; basisieh atah djo bareh — asing orang miskin dari orang kaia; kami disisieh bagai atah — kami tiada dibawa tjampoer karena kami miskin; diandiian atnh inda' tjaroech — ki.: nasib jang malang tiada akan baik; inda' taoe diatah takoeniah — ki.: tiada merasa akan soeatoe hal jang tiada patoet dalam permoepakatan atau nertjakapan. ATAI — soesoen; maatai — menjoesoen baik² soepaja elok dan banjak roepanja seperti orang berdjoeal ikan teri. ATA', maata' maatoenkan — mengatoerkan baik², oemp.: perkakas roemah atau hidangan. ATAM — lantai; maatam — lantai lendoet karena tanah toeroen atau djeriau patah; maatam djalan — merendahkan djalan, ja'ni memboeang tanah dari bagian jang tinggi. ATANG — perkasa, perwira. ATAU I — atau. ATAU II — akoean (oemp.: djin). ATEH — atas; ateh paratolongan — atas pertolongan; diateh ambo inda' basalah — dalam hal saja tiada bersalah; balinjo diateh limo roepiah — harganja lebih dari lima |
ATI
24
AWAI
</noinclude>
|
roepiah; maatehi — melebihi; inda' ado nan maatehi rantja' roemahnjo — tiada jang melebihi tjantik roemahnja; djatoeeh ka(a)teh — naik pangkat; beroleh banjak rezeki sesoedah melarat; baarago diateh roepo, batjoepa' diateh toemboeeh — hematan harga barang tentoe menilik kepada roepanja; dan mendirikan 'adat atau menghoekoem tentoe melihat kepada perkara (hal) jang terdjadi; meletakkan sesoeatoe pada tempatnja. ATI I — hati; bagian jang ditengah; ati djalan — pertengahan djalan; ati toengkoe — pertengahan toengkoe jang tiga; ati kajoe — bagian pertengahan kajoe. ATI II — hati, pikiran, perasaan; inda' baati — tiada menaroeh maloe; tiada tahoe menimbang boeroek dan baik; sampi' ati — pemarah; lapang ati — sabar; gadang ati — soeka hati, soekatjita; kete' ati — soesah hati; salah penerimaan; ange' ati — soeka hati; paneh ati — marah; bagadang ati — tiada mendengarkan nasihat orang toea; itoe nan diati kete'njo — itoelah jang diingininja betoel²; inda' ado oerang nan mandape' atinjo — tiada orang jang mengetahoei bagaimana kesoekaannja; ko' dape' atinjo, amoech njo mati — djika pandai mengambil hatinja, ia maoe menolong dengan apa djoeapoen; djanjo ati den — menoeroet pikiran saja; saparatiun, saati — sepikiran; maraso ati — koerang senang hati; mambari ati — menjajangi orang, barang katanja ditoeroet; inda' malake' atin;o — ia tiada sajang; boeah ati — boeah hati, kesajangan; ati-ati — nama oekiran seperti hati; manoeroei'kan ati — menoeroetkan hawa nafsoe; manoeroei'kan ati, mati; manoeroei'kan mato, boeto — siapa jang menoeroetkan hawa nafsoe, setan, iblis, nistjaja binasa; djaoech dimato, djaoech diati — djaoeh dimata, djaoeh dihati; ati gadjah samo dilapah, ati toemo samo ditjatjah — rezeki besar atau ketjil hendaklah dibagi dengan sahabat atau rekanan; ati ba' ati palapah, djantoeeng ba' djantoeeng pisang — dikatakan tentang orang jang tiada menaroeh perasaan, tiada tahoe membedakan boeroek dan baik. ATIE' I — bibi, kependekan mande (biai) katie`. ATIE' II — kakak laki² (Soengai Poear) atau kakak perempoean (Pandai Sikat, Koerai). ATIKAT — e'tikad; boeroee' atikat — djahat maksoednja. ATJAH, kependekan tjatjah; saatjah — sebentar. ATJA', inda' atja' gadoee'njo! — boekan kepalang tjongkaknja !, dipendekkan: inda' atja' laï. ATJANG, atjang-atjang ale` — pendjenang, orang jang tahoe mengatoerkan perdjamoean; atjang-atjang dalam nagari — orang jang bidjaksana dan kepertjajaan orang dalam negeri. ATJEH — Atjeh; sarawa Atjeh — tjelana Atjeh (di Atjeh pakaian perempoean, di Minangkabau dipakai laki-laki); rentjong Atjeh (dalam tjeritera) — rentjong jang termasjhoer karena tadjamnja; tipoe Atjeh goerindam Baroeih — tipoe moeslihat jang patoet diingat soepaja djangan kena olehnja. ATJE' — patjat; atje' siamang — n. seb. patjat dalam hoetan biasa hidoep didaoen kajoe |
amat djahatnja; soebangnjo atje' kanjang — roepa soebangnja seperti patjat jang kenjang jaïtoe gemboeng ditengah; maatje' kaoerang — mandja kepada orang, lekat kepada orang. ATJIE', kependekan mande (biai) katjie` — bibi; ma' atjie` (di Padang) panggilan kepada orang bangsawan jang sebaja dengan mamak kita laki². ATJO — tempat permoelaan main kelereng atau keminting atau menembak; mambari atjo — memberi keentengan kepada lawan main, koeda jang kentjang mendahoeloekan koeda jang lembik dalam perloembaan. ATJOE, maatjoe-atjoe — memikir-mikirkan bagaimana djalan memboeat soeatoe pekerdjaan; atjoean — atjoean. ATJOEEH — pedoeli; inda' atjoeeh di karadjo — tiada pedoeli (mempedoelikan) kerdja; inda' atjoeeh dilawan — tiada mengindahkan orang; inda' diatjoeehkan oerang — tiada dipedoelikan orang. ATJOEENG — sepak; kanai atjoeeng — kena sepak; maatjoeeng — menjepak. ATJO' (atjo` kali) — atjap kali, kerap kali; atjo'-atjo` — lekas-lekas. ATOEE(R) I — atoer; atoeeran, paratoeeran — atoeran; atoeeran makan injo inda' makan — datang waktoe makan, ia tiada (hendak) makan; atoeeran bapa` — atoeran bapak. ATOEE(R) II — tjotjok; maatoee manjie` — mentjotjok manik; maatoee idoeeng kabau — mentjotjok (menemboek) perantaraan kedoea loebang hidoeng kerbau tempat melaloekan tali; diatoee oerang idoeeng — didaja orang; sambajangnjo atoee manie` — kadang-kadang ia sembahjang, kadang-kadang tidak. ATOEENG, doedoee' maatoeeng — doedoek tiada bekerdja, doedoek memenoeng; ta(r)atoeeng-(r)atoeeng — dikatakan tentang orang atau hal jang beloem tentoe ketetapannja. ATO' — atap; ato' toengkoe — terletak menoeroet atoeran toengkoe, tiga segi; maato` — mengatap; maato' ana' djo soempah — mengatoerkan (menjeboet) bermatjam-matjam soempah atas anak; inda' taato' tabilang gala — tiada tersoesoen dengan atoeran dan tiada terbilang gelar masing² (dalam pidato); roemah gadang badindieng papan, ato' idjoee' paraboeeng oepieh — dikiaskan kepada barang jang bagoes akan tetapi bertjela, karena tertjampoer barang jang boeroek. AU-WA-WAU — perkataan jang diseboet karena sebal atau sebab kedjadian jang tiada disangka-sangka. AWA(L) — awal; dari awa sampai kaakie — dari awal sampai achir; awa mangana akie — waktoe hendak bekerdja, hendaklah dipikirkan bagaimana achir pekerdjaan itoe; hendaklah orang mengingat bakal oentoek hari toeanja pada waktoe ia masih moeda. AWA — hawa; awa nasoe, awa napasoe — hawa nafsoe; awa pantang karandahan, nasoe pantang kakocrangan — hawa dan nafsoe tiada maoe direndahkan atau dikoerangi, tiada maoe alah (koerang) dari orang lain. AWAH — abah; balie' awah — hal pohon kajoe jang soedah ditakoek, tiba² rebah kebalik arah jang dimaksoed bermoela. AWAI — pegang; maawai — memegang, |
AWA'
25
BADIE
</noinclude>
|
memboeat; paawaian — apa jang dipegang; perboeatan. AWA' — awak, badan (diri), diri sendiri; awa' den — badan saja, jaïtoe: saja, hamba, akoe; awa' sajo (Pariaman) — diri saja; awa' ang — diri kamoe (laki²), engkau, kamoe; awa' kau — diri kamoe (perempoean), engkau; awa' njo — dirinja jaïtoe: ia, dia; awa' kalian — kamoe sekalian; baawa'-awa' moengko den amoech mandjoea tigo roepiah — oleh karena kita berkarib atau berkenalan, maka saja maoe mendjoeal tiga roepiah. AWAN — awan; awan-awan — nama oekiran terboeat dari kain poetih, didjahitkan pada tengkoek badjoe poetih; baawan-awan pantjalie'an — kaboer pemandangan. AWANG (Sarilama') — awang; pa' awang — pa' awang. AWANG-AWANG, awang goemawang — awang-awangan; ma(r)awang sadjo temba` — tiada tentoe toedjoean maksoed. AWEH — idjoek jang ditaroeh (disoembatkan) didalam moeloet taboeng kopi daoen akan djadi penapis; diawehnjo mambali — dibelinja semoeanja; moentjoeengnjo inda' baaweh — apa jang terasa dalam hatinja, dikeloearkannja semoeanja; inda' tingga ditaboeeng, lah tingga diaweh — boekannja salah goeroe atau mamak atau pemerintah, hanja jang salah moerid atau kemanakan atau ra'jat: tingga ditaboeeng ditoentoeengkan, tingga diaweh dikiraikan — apa jang tinggal dalam taboeng telah ditjoerahkan dan apa jang lekat pada aweh (tapisan) telah dikebaskan; maksoednja: goeroe telah mengadjarkan pada moeridnja sekalian 'ilmoe jang ada dalam dadanja; pemerintah telah mendidik ra'jat dengan sedapat-dapatnja. AWE', awe'-awe' ka sampai — tiada berapa djaoeh akan sampai; aloen awe'-awe'njo ka tibo laï — masih djaoeh lagi waktoe ia akan tiba; awe'-awe' kadangaran — sajoep² kedengaran. `B.` BA' — = ber ... di ...; baboeah — berboeah; bakoedo — berkoeda; babatjo — dibatja. BAB — bab. BABA (dikota) — baba, panggilan kepada orang Tjina jang moeda dari jang menegoer. BABA (.), pambaba — pemberang; bingoeeng baba — bodoh lagi pemberang; oerang pambaba ilang aka — orang jang lekas marah, tiada mendapat pikiran jang betoel. BABAB — perkataan boedak², artinja tepoek; dibababnjo — ditepoeknja. BABA' I — nama sematjam kertas rjeki, jang merah seloeroeh permoekaannja, oleh karena itoe lekas tampak; tababa', tasimbaba` — terpampang; tababa' tababau — sangat djelas kelihatan, sebab terpampang. BABA' II (Padang) — bapa. BABAN — beban, tanggoengan; dalam baban boenting: baban ambo bare` — tanggoengan saja berat; pakaradjoan toe tababan ka ambo sadjo — pekerdjaan itoe tertanggoeng atas diri saja sendiri sadja; kajoe sababan — kajoe seberkas; oetangnjo sababan — oetangnja amat banjak; boelieh baban sadjo ambo — dengan tiba² saja dapat peker- |
djaan jang akan saja kerdjakan; baban bare', singgoeloeeng batoe — lain dari beban berat akan didjoendjoeng, kepala sakit poela ditekan batoe; artinja tanggoengan diri amat berat sekali; gadang singgoeloeeng pado baban — 'ibarat orang memperbaiki seboeah roemah jang toea, belandjanja besar dari harga roemah itoe; ta' baban batoe digaleh — ta' ada beban, batoe didjoendjoeng, maksoednja: 'ibarat orang jang mentjampoeri soeatoe pekerdjaan orang lain jang mendatangkan kesoesahan atas dirinja. BABANG, saloee' babang — dikatakan tentangan beberapa rekanan atau orang jang kedoea belah pihaknja telah banjak beroetang dan pioetang atau kawin-mengawini; saloee' babang kami aloen salasai — oetang pioetang kami antara kedoea belah pihak beloem djelas. BABAU, tababau — terpampang. BABE' — bebat; dibabe` — dibebat, dibaroet; kambieng babe` — kambing hitam atau kemerahan dan ada boeloe jang poetih membelit peroetnja. BABI — babi; mambabi boeto — membabi boeta. BABOE (dikota) — baboe. BADA(R) — badar, nama sebangsa ikan laoet dan ikan soengai; babada — mentjari (menangkap) badar; main bada main garoendang — baroedoe hendak bermain-main seperti badar, artinja orang ketjil (miskin) hendak hidoep seperti orang besar (kaja); boelieh bada tatimbokan — mendapat oentoeng dengan tiada bersoesah pajah. BADAH I, djaga badah — barang jang bertjela. BADAH II, mambadah paroei` — meretas peroet akan melihat isinja. BADAI — badai; mambadai — berboenji badai, oemp.: boenji boeroeng jang terbang berkawan-kawan dengan sangat tjepatnja, seakan-akan boenji badai; den badai djo kato — saja kata-kataï; mambadai boeroeeng ateh langi', marandah djaro' djangan — djanganlah terlaloe harap akan keoentoengan jang beloem tentoe akan diperoleh. BADA' I — badak; lidah bada` — lidah² boeaja; paka'² bada` — pekak sedikit. BADA' II — bedak; babada` — berbedak; mambada' ana` — soeatoe oepatjara jang disertaï perdjamoean waktoe boedak ketjil pertama kali dimandikan. Oepatjara ini pada setengah negeri dinamakan: ,,mambao kaaie, mambao toeroen mandi, mantjilo'kan aie. BADAM, tabadam — seperti boeroeng balam jang kalah diadoe, meromok dan tiada berboenji; dikiaskan kepada manoesia, artinja ,,sebal atau koerang sehat. BADAN — badan, saja; badan malang, badan tjilako — saja malang dan saja tjelaka; badan badjoe, badan roemah — togok badjoe, bagian roemah dari lantai keloteng; babadan — tegap, gemoek, sintal; koerang (di)badan — koerang anak dan tiada banjak sanak saudara; sabadan — sama besar tentang badan, djadi badjoe sama besar; manjoeroeengkan badjoe dibadan, moengko sasoeai — setengah orang jang djahat perangainja, bersangka, bahwa pekerti orang lain seperti fi'ilnja djoega. BADAWI (dikota) — badoei. BADIE(L) — bedil; mambadie; mambadie djo kato — memberi nasihat atau memarahi; |
BADIE'
26
BAHAN
</noinclude>
|
badie-badie — mertjoen, permainan anak² jang dapat ditembak-tembakkan; letoep²; sapambadielan, sapambadieran — sepembedil; mandjoea badie kalawan — ki.: memboekakan rahsia kepada moesoeh; maado'kan badie poelang — ki.: mentjelakakan atau meroegikan kaoem. BADIE' — badik. BADJA' — badjak; mambadja` — membadjak; tabadja' ambo kanai dando — banjak saja kena denda; den badja' roesoee'njo — saja sepak atau toemboek roesoeknja; dahoeloe badja' pado djawi — ki.: pekerdjaan jang tiada menoeroet atoeran; badja' patah, bantieng tarambau — malang jang sangat, 'ibarat saudagar jang djatoeh miskin dan barang-barangnja jang tinggal ditjoeri orang poela atau kedainja terbakar; pada setengah negeri ganti mambadja` dikatakan orang mandjadja. BADJI I — badji; mambadji — memboeboeh badji; tahan badji — kabal, tiada telap dibadji; tahan badji de' kalidai! (kalidai — n. seb. kajoe keras) maksoednja: perlihatkanlah kekoeatanmoe! oemp.: doea perkoempoelan main bal jang sama koeatnja bertanding; basoeo badji djo matan — ki.: berlawan pendekar dengan pendekar; berperang doea keradjaan jang sama koeat. BADJI II — bentji; kabadji — 'ilmoe, soepaja laki isteri berbentjian, atau salah seorang bentji; katioendang labieh ba' kabadji — asoetan lebih djahat dari 'ilmoe jang terseboet tadi. BADJO — badja, gerang; babadjo — menghitamkan gigi dengan badja; mambadjoi basi — membadjaï besi, soepaja djangan berkarat; basi baie' dibadjoi — barang baik ditambah lagi baiknja. BADJOE — badjoe; matjamnja badjoe: badjoe koeroeeng, badjoe gadang (semoeanja badjoe perempoean); badjoe laki²: badjoe ta'oeo — badjoe tekoea, badjoe boenian; bari babadjoe kitab ang! — kitabmoe masoekkan dalam kampil kain (soepaja djangan kotor dan tjabik); mantjabie' badjoe didado — ki.: mentjeriterakan 'aib kaoem sendiri kepada orang lain. BADO, inda' tabado — tiada tertanggoeng; inda' tabado ange' ari — tiada tertahan panas. BADOEE(.), kabau badoee — kerbau jang tandoeknja terkoelai; ditandoee' kabau badoee — ki.: dialahkan atau ditipoe orang jang bodoh. BADOEENG — badoeng; ana' kaloea dari badoeeng — gadis. BAE — lempar; mambae — melempar; babae-baean — berlempar-lemparan; sapambaean — sepelempar, sedjaoeh dapat melempar; tabae-bae kaki badjalan — kaki seakan terlempar-lempar waktoe berdjalan, seperti perdjalanan orang sakit beri-beri atau orang maboek; satampoeeh sabae nangko — sekali ini; dibaenjo makan, dibaenjo banjanji — ia makan banjak, bernjanji keras; djan takatja' tabaekan sadjo — apa jang terasa dalam hati, djangan dikatakan sekali, melainkan timbang betoel² dahoeloe. BAENAH — bajan ('Ar.), keterangan; koerinah djo baenah — perangai dengan keterangan. |
BAGA, mambaga djo api — membakar (memasak) dengan api keras; mambaga djo kato — mengataï dengan perkataan jang tadjam²; mambaga djo kaki, djo tangan — menjepak atau menindjoe keras² (bagal?). BAGAI — bagai; sabagainjo nan tibo — bermatjam-matjam tjobaan jang datang; babagai-bagai — berbagai-bagai; mampabagaikan — memperolok-olokkan; mengataï; sabagai lagi (dalam tjeritera) — lagi poela, tambahan lagi; inda' sabagai djoeo nan tantoe de' njo — ia tiada tahoe apa², bodoh. BAGA' — berani; babaga'-baga' awa` — berboeat-boeat diri berani (oleh karena itoe binasa). BAGALAN — tiada letoep; inda' badie gadang nan bagalan — tidak ada orang besar jang takoet melakoekan kewadjibannja. BAGI I — bagi; oendang² toe salapan baginjo — oendang² itoe terbagi delapan; sabagi (sabagian) — satoe bagian; bagian — nasib, peminta; bagian elo', b. boeroee` — nasib baik, n. malang; sabagian — senasib; oerang ko babagi-bagi — manoesia boleh dibagi atas beberapa matjam (tentang lakoenja atau tabi'atnja); ko' boeroee' tabagi diambo — djika kiranja saja tjelaka atau binasa. BAGI II, lih. bago; bagi awa' oerang ino — telah njata kita orang hina. BAGIE' (Padang), dibagie'njo ambo — saja ditindjoenja, diteradjangnja, ditjekiknja dsb. BAGINDO — baginda; perkataan ini dipakai djadi gelar, oemp.: Datoee' Bagindo, Soetan Bagindo dsb., Bagindo Soetan, Bagindo Radjo; sebelah Tanah Datar djika kata Bagindo terseboet dahoeloe pada gelar, itoelah soeatoe tanda bahwa jang bergelar itoe ketoeroenan dari radja²; sebelah Pariaman 'alamat orang bangsawan. BAGIO (Kota Gedang), bagi, bago — telah njata meskipoen; bagio inda' ka tabaie, manoa diboee' djoeo oetang? — telah njata tiada akan dapat membajar, apa sebabnja memboeat oetang?; bagio ko' sakit bana, aden bakaradjo djoeo — meskipoen saja sakit, saja bekerdja djoega. BAGO, lih. bagio; bago lebih lazim dari bagi dan bagio. BAGOEE(R) — sebangsa kampil terboeat dari kertjoet. BAGOEE' — begoek; dibagoee` — dapat penjakit begoek. BAHA(R) — bahar ('Ar.), laoet; aka baha — akar bahar; laoei' baharoe'llah — semoedera. BAHAGI, lih. bagi. BAHAJO, bajo — bahaja, baja; maro bahajo — mara bahaja; babahajo — mendapat mara bahaja; boleh mendatangkan mara bahaja. BAHA', tabaha` — mendekah; gala' tabaha` — tertawa gelak-gelak. BAHAN — bahan; mamboeang bahan — membahan; boeang bahan loekonjo — loekanja menganga, karena ada daging jang terboeang seperti dibahan; gadang kajoe gadang bahannjo, kete' kajoe kete' bahannjo — ki.: siapa besar pendapatannja, dapat banjak mengeloearkan ongkos, membajar joeran atau belasting dsb.; siapa jang sedikit pentjahariannja, nistjaja sedikit poela mengeloearkan oeang oentoek keperloean. |
BAHANO
27
BAKAM
</noinclude>
|
BAHANO — bahana; tabahano kamano-mano — termasjhoer kemana-mana. BAHAROE, baroe — baharoe, baroe; oerang baharoe — orang baroe datang, boekan orang asal negeri itoe; baroe batjakau — orang jang beloem tahoe 'adat, kekok dsb.; mambaharoei, mampabaharoe — membaharoei; oesang dibaharoei, lapoee' diganti — barang jang toea, hendaklah dibaharoei, jang lapoek diganti. BAHASO I — bahasa; bahaso Malajoe — bahasa Melajoe; taoe dibahaso (dibaso basi) — tahoe bahasa, tahoe 'adat; babahaso — memakai bahasa, ber'adat sopan; djan babaso-baso makan! — djangan maloe-maloe makan!; bahaso manoendjoee'kan banso — boeroek atau baik orang dapat diketahoei kepada bahasanja ('adatnja), lih. baso. BAHASO II — bahwa; ambo inda' taoe, bahaso injo saki` — saja tiada tahoe bahwa ia sakit. BAHOE — bahoe; bidang bahoe — pandjang dari bahoe kebahoe; gadang bidang bahoe — maoe menanggoeng soeatoe pekerdjaan dengan tiada dibantoe orang lain; mamikoee kabahoe, mandjoendjoecng kakapalo — mengerdjakan soeatoe pekerdjaan dengan sedapat-dapatnja; ka mamikoee inda' babahoe, ka mandjoendjoecng kanalo loentjoeeng — tiada berdaja oepaja; boelieh kabahoe na' kakapalo — diberi hati atau kekoeasaan sedikit, hendak termandja atau mengoeasaï betoel². BAIE(R) — baiar; mambaie — membaiar; baieran — baiaran; mambaie niat, mambaie kaoee — menjempoernakan niat dengan oepatjaranja; oetang dibaie, pioetang ditarimo — oetang hendaklah dibaiar dan pioetang diterima; salah ditimbang, oetang dibaie, lih. jang diatas ini; oetang babaieran, maminta' boelieh sadjo — oetang dibajar, apa jang diberi orang tiada dibajar; oetang ameh boelieh dibaie, oetang boedi dibao mati — oetang oeang dapat dibajar, tetapi oetang boedi tiada moedah membalasnja; oetang tabaie, toenggoe tiho — 'ibarat roemah jang haroe soedah dan baroe didiami, tampak sekali jang akan dioebah. BAIE' — baik; oerang baie'-baie` — orang ber'adat dan betertib sopan; basi baie` — wadja; ari baie` — waktoe jang baik, paksa jang baik; ari baie' boelan baie` — bagi orang Islam jaïtoe waktoe (boelan) jang dimoeliakan, oemp.: boelan Moeharram, 12 Rabi'oe'lawal, boelan hadji dsb.; oentoeeng baie` — oentoeng baik; babaie` — berdamai, lebih lazim baelo'; baie' siang baie' malam — meski siang meski malam; mampabaie'i — membaiki, membaikkan, memperbaiki; kabaie'(k)an — kebaikan, kebadjikan; basi baie' diringgi'i — wadja diringgiti, maksoednja 'ibarat roemah bagoes dan baroe, ditjat poela; sabaie'-baie' oentoeeng, tanjajo, saboeroee'-boeroee' oentoeeng, manjajo — dari pada menganiuja lebih baik teraniaja; nan koerie' koendi, nan sirah sago, nan baie' boedi, nan endah baso — tidak ada jang lebih baik dari boedi dan bahasa. BAIH — sebangsa kertjoet, dapat diboeat tikar dan soempit. |
BAI' ('Ar.) — ba'id; kari' bai` — karib ba'id, kaoem keloearga, handai tolan. BAJA' I — hal roemah jang rendah oleh karena tingginja tiada berpadanan dengan lebarnja; mambaja` — doedoek rendah seperti mempelai doedoek berpakaian. BAJA' II, membaja` — menjemai, menaboerkan benih; ditaroeh, ditempatkan (Mahat); dimano koedo ko dibaja'an? — dimana koeda ini ditempatkan? BAJAM — bajam. BAJAN I — bajan (nama sebangsa boeroeng). BAJAN II ('Ar.) — bajan, terang, djelas. BAJANG — bajang; bajang-bajang — bajang-bajang; babajang — bertjahaja; mambajang — memantjarkan tjahaja; tabajang — terkilat, terang sedikit tentang maksoed orang atau tentang soeatoe perkara; tabajang sampai kalangi` (dalam tjeritera) — termasjhoer djaoeh-djaoeh; singke' bajang-bajang — 'alamat tiada pandjang 'oemoer; kalimbajangan lih. disitoe; taoe dibajang kato — tahoe akan oedjoed perkataan; dimaboee' bajang-bajang — gila kepada sesoeatoe (teroetama perempoean) jang tiada moengkin didapat; bajang-bajang disangko toeboech — harap akan barang jang beloem tentoe atau djandji jang beloem boleh dipegang; bajang-bajang sapandjang badan — apa jang dikerdjakan hendaklah berpadanan dengan kekoeatan kita. BAJAU, sibajau-bajau — nama rangkiang padi jang sebesar-besarnja. BAJEH — nama sebangsa niboeng berdoeri. BAJO I — baja; saparo (sapaloeo) bajo — kira² 'oemoer 35 tahoen; (sa)bajo siapo oerang toe? — sebaja (se'oemoer) siapa orang itoe?; oerang toe lah aga' bajo — orang itoe telah ber'oemoer. BAJO II, lih. bahajo. BAJOEE(R) — bajoer. BAJOEEH I (Koto Toeo), mambajoech — memboedjoek, mengelon, meminta djandji, tetapi tiada didapati. BAJOEEH II, gala' bajoech-bajoech (Dr. de Vries) — tertawa bersama-sama. BALOEENG — gajang. BAKA — baka; arato baka — harta jang kekal: harta hilang jang dapat kembali, lih. daka. BAKA(L) — bekal; bareh baka — beras bekal mengadji, beras bekal didjalan; baka nan ka dibao poelang — bekal oentoek diachirat, jaïtoe 'amalan; mambaka(l)i boeda' lari — memberi perbekalan kepada sahaja lari, artinja doea kali meroegi; mantjari baka oentoee' akirat — berboeat 'amal dan 'ibadat; sabaie'-baie' baka toeaka — sebaik-baik bekal, tawakkal. BAKA(R) — bakar, kabakaran — kebakaran; sia(r) baka — memanggang dan membakar, kata dalam oendang² Menangkabau. BAKAH (Koto Toeo); bakah² awa' de' kado — penoeh badan saja oleh koedis. BAKA' — tepoe, penoeh sesak; baka' oerang diateh roemah — penoeh sesak orang diatas roemah; dibaka'kan katalingonjo — dikatakan tjoekoep² dan terang² kepadanja; basibaka' didjandjang — doedoek atau berdiri ditangga, sehingga orang lain ta' dapat toeroen naik. BAKAM — bekam; mambakam — membekam; |
BAKANG
28
BALANGKEH
</noinclude>
|
toekang bakam — toekang bekam; perempoean toekang tindik. BAKANG, mambakang — menjoembat; mambakang paroei` — mengisi peroet, makan (kasar); tabakang — tersoembat; ana' ko' bakang — anak ini lekas marah. BAKEH — bekas, tempat, kepada, dari pada; bakeh (keh) basoeeh — tempat basoeh, jaïtoe kembok; bakeh batanjo — tempat bertanja; bakeh bagantoeeng — tempat bergantoeng; jang diharap; bakeh tangan den — perboeatan saja; babakeh pantjariannjo — ada bekas pentjariannja, jaïtoe roemah, sawah dan lain² jang diboeatnja atau dibelinja atau keloearga jang dididiknya sampai pandai; inda' alam mambari bakeh — 'alam tiada dapat berboeat apa², hanja Toehan sadja; bakeh tataroeeng le takana (tatjinto), ko' koenoen balahan njao — sedangkan jang menjandoeng ada dikenang, betapa lagi si djantoeng hati (anak). BAKI, arato baki — harta jang diperoleh dengan oesaha dan djalan jang halal, lih. baka. BAKIE(L) ('Ar.) — bachil. BAKIE' — berkik; badjadja' ba' bakie', basoerich ba' sipasin — perkara jang ada djedjaknja (hawa dabanja) jang boleh memberi keterangan. BAKO, bako si Badoe; jaïtoe sekalian keloearga bapa Badoe tentangan kepada si Badoe; indoee' bako si Badoe, jaïtoe bako bapa atau bako iboe si Badoe. BAKOE — bekoe; dadieh bakoe — dadih. BAKOEENG — bakoeng. BAKO' — roean; ikan ini banjak lagi namanja, oemp.: roet eng, palompong, toemboee' tabjeng; ambceeng bako` — melompat-lompat karena soeka. BA' — seperti; ba' iko — kelak, seperti ini; ba'tjando — seroepa; ba'a, ba' apo — bagaimana; ba' nangko — seperti ini; ba' nantoen — seperti itoe; inda' ba'a-ba'a — tiada apa-apa, tiada koerang apa-apa; ba' apa' ba' ana'njo, pantjilo kadoeonjo — baik bapanja, baik anaknja, pentjoeri kedoeanja. BALA ('Ar.) — bala, sampar; ditimpo bala — ditimpa bala; ampie babala-bala — hampir mendatangkan permoesoehan besar; hampir berkelahi; bala laloe dibao singgah — kesoesahan jang ditjari-tjari. BALABEH — belebas; mambalabehi — menandaï batasnja; poetoeih gajoeeng dibalabeh, poetoeih kato dimoelonjo — sesoeatoe hal dipoetoeskan menilik kepada asalnja. BALABE', lih. balabeh. BALAH — belah; oerang sabalah manjabalah — orang jang diam kiri kanan kita; balahan — belahan; kaoem jang pindah kenegeri lain; balahan njao — djantoeng hati, babalah aie — orang jang dikampoeng berbagi doea waktoe berkelahi; patjah balah — tjawan pinggan; satoe kaoem bertjerai-tjerai karena perselisihan; ba' mambalah batoeeng — djalan membelah bamboe jaïtoe moela² dibelah doea sedikit dengan kapak, kemoedian jang sebelah dipidjakkan dan jang sebelah lagi ditarik keatas, soepaja bamboe itoe belah doea. Demikianlah dikiaskan kepada hakim jang tiada 'adil; menghoekoem orang beperkara, jang sebelah ditekan dan jang sebelah lagi |
diangkat (ditolong); mamidja'kan batoeeng sabalah, lih. pepatah jang diatas. BALAI — balai, pekan; paï kabalai — pergi kepekan membeli apa-apa; balai-balai — bangkoe pandjang tempat doedoek; balai balerong nan pandjang — balai jang pertama di Menangkabau, tempatnja di Pariangan Padang-Pandjang; balai gadang di Simalanggang — tiada mempoenjaï roemah melainkan: ato'njo langi', lantainjo boemi, dindiengnjo boeki', lapie'njo goeroen. BALAJAN — sebangsa bisoel jang toemboeh dikepala. BALAKANG — belakang; mambalakang — membelakang, babalakang-balakangan — lawan berhadap-hadapan, berbelakang-belakangan; roemah ambo mambalakangi roemah oerang Tjino — roemah saja membelakang keroemah orang Tjina; inda' mangana kabalakang — tiada mengingat hari kemoedian, dikatakan tentang orang jang amat boros; dibalie' pambalakangan oerang — dibelakang orang; hatinjo boele' mambalakang — hatinja tiada sajang; baroe tabalakang ambo sabanta, ...... — baroe pergi saja sebentar, ...... BALA' I — sopak (penjakit). BALA' II (Pariaman) — djemoe, bosan; lah bala' den mangaradjokan — soedah djemoe saja mengerdjakan; lah bala' den de'njo — soedah djemoe saja akan dia, lih. batjan. BALAKO — belaka; roepiah balako — roepiah belaka, roepiah semata. BALALAN — orang jang tiada mengerdjakan soeroehan agama ('Arab. dlalla?). BALAM — balam; ba' ana' balam — dikatakan tentang anak orang; seorang laki-laki, seorang perempoean; ba' balam djo katitieran — ki.: tiada semoepakat; padjatian balam padi rabah — hal jang ditjita-tjita; djare' inda' loepo dibalam, balam nan loepo didjare` — 'ibarat polisi tiada loepa mentjari orang jang telah bersalah, tetapi orang jang bersalah loepa kepada orang jang mengintai dia; balam-balam — sebangsa koembang ketjil, meroesakkan daoen kentang. BALAMBANG, idjoee' sabalambang — idjoek seberkas. BALAN, mambalan — oemp.: terasa sakit poela pada tempat lain, lain dari pada tempat jang sakit, kerap terdjadi pada barah dan bisoel. BALANA' — belanak. BALANDJO — belandja; mambalandjokan — membelandjakan; babalandjo — pergi kepekan membeli makanan; mambalandjoi — memberi belandja; doenie kareh balandjo koerang — hal orang jang soeka kemewahan, tetapi tiada soeka mengeloearkan oeang. BALANG — belang; balang tjantjang — belang berintik-rintik; balang kandai — boeloe badan hitam; soerai, ekor dan kaki poetih; djawab balang — djawab beberapa orang tiada sama; mambalang — tiada semoepakat dengan teman²; koedo balang batino, tampa' djaoech djantan djoeo — oemp.: kain, dilihat dari djaoeh bagoes, pada hal ia kasar; manoendjoee'kan balang — memperlihatkan 'aib; goendoe balang — kedoea kepeng jang diamboeng dan telah djatoeh ketanah menoendjoekkan ,,baloei. BALANGKEH — belangkas; taloee balangkeh |
BALANGO
29
BALOEAI
</noinclude>
|
— teloer belangkas jang dibakar orang dibawah pohon kajoe, soepaja kajoe itoe lekas berboeah atau lebat boeahnja. BALANGO — belanga; mamapeh dalam balango — ki.: mendatangkan bentjana atau keroegian pada sahabat; asam digoenoeeng, ikan dilaoei', batamoe dalam balango — doea orang jang tiada berkenalan dan berdjaoehan, moengkin berkawin. BALATI, tali balati, pisau balati — tali dan pisau boeatan Eropah. BALATJAN — belatjan, diseboet djoega tarasi. BALATJOE — belatjoe. BALATO — nama seb. ikan laoet. BALATOE — sangkal, gagang belioeng. BALAU, baliau — beliau. BALEDANG — beledang. BALEH — balas; baleh-baleh seso ko' le sanang — balasan soesah, moedah-moedahan senang; balehan, balasan — balasan; babaleh-balehan oedjan djo paneh — berganti-ganti hoedjan dengan panas; soesah dengan senang; mambaleh — merenggoetkan tali pantjing, bila telah digigit ikan; mambaleh goeno, dipendekkan: maleh goeno — membalas kebaikan orang; mambaleh — tentang kajoe jang hendak ditebang, setelah ditetak disebelah kanan ditetak poela sebelah kiri soepaja kajoe itoe lekas rebah; aie soesoe dibaleh djo aie toebo — kebaikan orang dibalas dengan kedjahatan; sariat paloe mamaloe, hakikat baleh mambaleh — kebaikan orang hendaklah kita balas; alang badjawe' tapoee' babaleh, lih. alang III. BALEH — belas; sabaleh, doeo baleh dsb. — sebelas, doea belas dsb. BALE' — belat; kaki patah dibale` — kaki jang patah dibaloet dengan belat; tandjoeeng bale` jaïtoe dinding dari lantai kebendoel; ba' ikan didalam bale` — 'ibarat boeroeng dalam koeroengan, tiada dapat keloear, hanja berpoetar-poetar didalam sadja. BALERANG, malerang — belerang. BALERO — kajoe djeloedjoer. BALERONG — balairoeng. BALI I, darah bali, injo padarah bali — dia penakoet (akan berkata-kata); ambo-bali, diambo-bali — dikatakan tentang baji jang tertawa dan menangis semaoe-maoenja sadja. BALI II — beli; pambali — soeka membeli-beli; barang jang dibeli; balian — pembeli, pokok; bali-bali maminta` — membeli dengan harga jang moerah karena berkenalan dengan jang mendjoeal; tadjoea tabali — perkataan atau pekerdjaan jang akan dilakoekan kepada orang wadjib diketahoei apa disoekaï atau tiada disoekaï orang dengan insaf akan diri sendiri; bali moeloei'njo — tanjakan kepadanja; tabali dikabau di(de') boendoeeng — membeli barang dengan harga jang amat moerah; tabali dikabau batoentoen — membeli barang atau kawin dengan seorang perempoean jang tiada dilihat atau dikenal; mambali ta' mamakan — oemp.: membeli koeda, sebeloem dipakai, ia telah mati. BALIAU — beliau. BALIBIH — belibis. BALIDO — belida. |
BALIE — balig; balie baraka — balig dan ber'akal; lapeh balie — 'oemoer 15 tahoen. BALIEH, pambalieh — sifat ajam saboeng jang karena pajah, lari, tetapi kembali lagi melawan. BALIE' — balik; pabilo balie' (babalie') — bila kembali; tabalie' oedjan kalangi` — orang kaja dahoeloe djatoeh miskin dan meminta kepada orang miskin; babalie'-balie' roendiengannjo — poetar balik tjakapnja; babalie'-balie' ba' koedo tatjiri` — perkara jang soedah dipoetoeskan, diperiksa lagi kembali; disabalie' (disoebalie') boeki` — dibalik boekit; dibalie' pambalakangan oerang — dibelakang orang; mambalie` — pandai membalikkan diri (tentang boedak ketjil), sesoedah menelentang teloengkoep; soebalie' itam soebalie' poetieh — orang jang tiada memegang perkataannja; mambalie djamoece — mengatjau padi jang terdjemoer, soepaja terbalik, agar kena panas semoeanja; tabalie` — terbalik; tabalie' de' njo Koeraan — hafal olehnja Koeran; tabalie' edong, 'ibarat orang kaja meminta atau memindjam kepada orang jang miskin; tabalie' kalang — terbit marah; kabalie'an — 'ibarat A moela² telah kerap kali mengalahkan B main, tetapi kemoedian B mengalahkan A, djadi: si A lah kabalie'an de` si B.; bakeh balie` — orang jang tempat kita minta tolong atau barang jang dibeli atau diboeat, jang kemoedian boleh didjoeal atau digadaikan; toenggang balie` — toenggang langgang; balie'-balie' angin — nama seb. pohon warna daoennja berlain diatas dan dibawah, njata bila ditioep angin; dibalie'-balie' ba' mamanggang — dipikirkan habis². BALIENG — baling; balieng² — boelang baling; soere' balieng² — soerat jang perloe lekas disampaikan kepada 'alamatnja, biasa bertanda X; ati ba' tjando balieng² — pikiran tiada tetap; ba' balieng² ateh boeki`, lih. pepatah diatas. BALIGO (Dr. de Vries) — nama boeroeng. BALIKE' — belikat. BALI' — belit; mambali` — membelit; mambali' boeki` — mengelilingi boekit; pandjang bali` — pandai berdalih; kanai bali` — kena tipoe; oetangnjo sabali' pinggang — oetangnja amat banjak. BALIMBIENG — belimbing; bangsanja: balimbieng manih, balimbieng sewah; asam balimbieng — seb. asam, bangoen boeahnja seperti belimbing; demikian djoega katjang balimbieng. BALIOEENG — belioeng; poentieng (poentjo) balioeeng — poentja belioeng; angin poentjo balioeeng — topan; basoeo balioeeng djo sangka — belioeng bertemoe dengan sangkalnja, bertemoe doea orang atau barang jang sepadan; ba' balioeeng djo asahan — tiada bertjerai-tjerai, oempama doea laki isteri. BALO — bela; mambalo — membela. BALOBO', bilobo` — boenji beroek, bila ia marah; boeroee' balobo` — hal orang jang marah dan mengeloearkan perkataan kasar. BALOE — tegar, dikatakan tentang bidji djagoeng jang direndang, tetapi tiada hendak kembang. BALOEAI — taroek; babaloeai pangke` — bertaroek sesoedah padi tertanam beberapa |
BALOEBOEE
30
BANDO
</noinclude>
|
hari; babaloeai ana` — hal padi djika telah beranak-anak. BALOEBOEE(R) — beloeboer. BALOEE(R) — baloer, dendeng; mambaloee — memboeat baloer, mendendeng; (ba') koetjieng takoei' dibaloee — ki.: laki² jang takoet atau maloe kepada perempoean; dibaloee oerang awa` — ki.: saja banjak alah main. BALOEE' I — balok; pambaloee'an — tepi pohon kajoe jang keloear sesoedah pohon itoe didjadikan balok, dinamakan djoega: palamie'an, panjibieran. BALOEE' II, babalocc` — orang² dagang jang telah banjak tolong bertolongan baik tentang oeang; saloee' baloee` — hal orang dagang jang terseboet diatas tadi atau orang² jang kawin mengawini atau ada pertalian lain²; kato banja' kato babaloee` — perkataan orang banjak katjau bilau. BALOEIH, baloei — tiada alah menang; badan ana' den lah babaloeih — badan ana' saja telah gemoek kembali sesoedah sakit. BALOEI' — beloet; babaloei` — menangkap beloet; kaleong baloei` — gelisah; toelang baloei` — matjam memintal tali atau tali perak seperti toelang beloet; ba' baloei' diragang — dikatakan tentang orang jang tinggi koeroes; ba' baloei' digatie ikoee — sangat gelisah; kanai katjipa' rang babaloei` — ki.: orang jang tiada bersalah terpalit. BALOEKA(R), biloeka(r) — beloekar; baloeka moedo — tanah rimba jang baroe ditinggalkan, telah ditoemboehi beloekar moeda; baloeka toeo — idem ditambahi beloekar tinggi²; dari sama' kabaloeka — ki.: jang dahoeloe (lama) sama dengan jang sekarang (baroe); pindah dari soeatoe tempat ketempat lain, jang sama boesoeknja. BALOEN I — goeloeng; dibaloen sabaloen koekoe, dikambang saleba alam (teka-teki) djawabnja mato; perbahasa jang diatas ini dikatakan djoega akan djadi poedji-poedjian tentang kain haloes, djika digoeloeng atau dilipat sangat ketjilnja dan djika dikembang amat loeasnja; perkataan jang telah diringkaskan, djika hendak ditjeriterakan betoel² tentoe amat landjoet; mambaloen tanah — meninggikan tanah, oemp.: tempat menanam oebi, kentang dll. atau oentoek pesemaian. BALOEN II, lih. aloen. BAMBAN — bemban, sebangsa poear. BAMBANG — bambang; tabambang — lekas kelihatan karena bambang. BAN — bal, band (Ned.); main ban — main bal; patjah ban oto — petjah band auto. N. B. l hoeroef achir dalam beberapa perkataan Belanda beroebah mendjadi n oemp.: rol, mantel, aandeel, flanel mendjadi ron, manten, anden, planin. BANA(R) — benar; bana nan dikatangahkan — hal jang diseboet dimoeka madjelis; tabana dë' kami kato angkoe toe — perkataan engkoe itoe sepandjang timbangan kami betoel; mambana — mengatakan jang sebenarnja dengan tiada bersemboenji serta meminta pertolongan; mambanakan — mengakoe, mengatakan jang sebenarnja; mambanai — memboedjoek, mengelon; inda' taoe dibana — tiada sadar akan dirinja; oerang ta' taoe dibana — orang bengal, kegila-gilaan; ninie' |
mama' saparentah bana — penghoeloe hendaklah loeroes. BANAI (IV Koto) — benar. BANA' — otak, benak; inda' babana` — tiada tahoe melarat manfa'at; tabana mangare' koekoe — mengerat koekoe sampai kena daging dan berdarah; pantjara' bana` — pemakan (pengisap) darah. BANAM — benam; mambanam — membenamkan diri karena berat, oemp.: kajoe dll.; tiada tampak², hanja tinggal dalam roemah sadja; mambanam parakaro — mendiamkan perkara dengan tiada diperiksa; basibanam — tiada menampakkan diri; tiada lekas kembali, apabila disoeroeh mendjempoet apa²; banaman — bakal roemah jang dibenam; tempat membenam; poesako tabanam — pangkat penghoeloe jang tiada berdiri lagi; mambangki' poesako nan tabanam — mendirikan poesaka penghoeloe jang terbenam itoe; mato ari lah tabanam — matahari telah masoek; baoe lanta' tabanam — baoe bamboe terbenam, artinja sangat boesoek; oedjoeeng ilang, pangka tabanam — keoentoengan tiada diterima dan modalpoen telah koerang. BANANG — benang; banang arang — benang jang berdawat akan pemboeat garis diatas kajoe; banang pantjono (pantjaroeno) — benang tiga atau lima roepa dipintal, sebenarnja benang pantjawarna; salah banang — salah tenoenan kain oleh karena itoe pada satoe doea tempat tiada rapat; dikatakan djoega tentang orang, artinja ,,koerang sehat; inda makan banang — tiada loeroes, tiada benar, tiada dimakan 'akal; oekoen batoepang dibanang, oekoen sakato dibandieng — kalau hakim tiada semoepakat tentang hoekoem, hendaklah hoekoeman itoe disatoekan dan djika semoepakat, hendaklah ditimbang lagi betoel². BANDA(R) — parit, serokan; kabanda — pergi boeang air besar; mambandakan — mengalirkan air jang mengelas, menggenang; djan dibandakan djoeo lai — djangan lagi disoeroeh-soeroeh (diasoet); banda boeangan — parit oentoek mengalirkan air; poetoeih banda — tiada lagi mendapat boelan menoeroet biasa; manaie'kan banda sondai — ki.: tiada maoe alah, melainkan hendak mendjawab djoega, pada hal telah njata ia tiada benar. BANDAHARI — bendahari. BANDAHARO — bendahara, dipakai djoega dalam gelar, oemp.: Datoee' Bandaharo, Soetan Bandaharo, Bandaharo Kajo dll.; (Datoee') Bandaharo di Soengai Tarap — nama orang besar pada zaman Menangkabau, doedoeknja di Soengai Tarap. BANDERA, mandera — bendera (lebih lazim marawa); dibawah bandera — hal karib atau sahabat orang besar jang tentoe akan dapat perlindoengan (pertolongan). BANDIENG — banding, bandingan; tida' ado bandiengnjo — tiada bandingannja; mambandieng — mengatakan koerang betoel dan mengatakan mana atau bagaimana mestinja; mengadoe kepada ke'adilan jang lebih tinggi dalam kepoetoesan hoekoeman jang didjatoehkan; menerangkan beberapa keberatan. BANDO — benda; arato bando — harta benda. |
BANDOEE
31
BANSAT
</noinclude>
|
BANDOEE(L) — bendoel; bibienjo sataba bandoee — bibirnja amat tebal; ditingke' djandjang ditapie' bandoee — sjarat orang memanggil akan berdjamoe, haroeslah ia datang sendiri keroemah orang jang dipanggilnja itoe. BANDOEENG I — boenji soeara berkatjau, menderoe; bandoeeng rato` — menderoe ratap orang banjak. BANDOEENG II — bandoeng; ajam bandoeng — ajam bandoeng, ajam sepasang. BANGA(R) (v. d. T.) — koerang awas telinga seperti orang jang telah makan kenini. BANGAH, idoeengnjo bangah — hidoengnja kembang. BANGAI — bangai; tabangai — terbangai. BANGAN — bernga; dagieng babangan — daging berisi bernga; siampa rajo babangan (Manindjau) — nama setan jang sangat djahat dan boeroek. BANGANG — berdesing, berderoet dalam telinga, bila orang minoem obat demam. BANGAU — bangau; bangau lanta` — jaitoe bangau jang kelaboe, karena ia berdiri loeroes seperti lantai (pantjang); orang jang tinggi koeroes diberi nama sindiran: bangau; ba' lakoe bangau, lah tabang moengko baikoee — hal orang jang kelihatan kelakoean atau perangainja jang koerang baik setelah ia pergi; satinggi-tinggi tabang bangau soeroei'njo kakoebangan djoeo — walau kemana djoega orang pergi, kemoedian kembali djoea kenegeri sendiri. BANGE' — bangat; mambange'kan — membangatkan; lambe' bange` — lambat laoen. BANGGI — miskin, sengsai. BANGIH — marah, berang; mambangih — bangkit berang, djadi marah; mambangihi, mambangisi — memarahi; kabangihan — kena marah, dimarahi, diberangi; amat marah; dë' kabangihannjo ditindjoenjo dindieng — karena sangat marahnja, ditindjoenja dinding. BANGKA(L) — bangkal; nama pohon kajoe, ada bermatjam-matjam. BANGKAH, koedo (djawi) bangkah — koeda (djawi) jang poetih boeloe dahinja, dari djaoeh telah kelihatan; roentjieng tandoee' bangkah kanieng — perisau jang telah boesoek nama (kenamaan); toeo bangkah — toea tjelaka. BANGKAI — bangkai; badan (kasar); awa'njo lah saroepo bangkai — artinja amat koeroes; ana' ko bangkai sadjo nan gadang, oemoee baroe kapatang — anak ini badan sadja jang besar, tetapi ia sangat moeda, beloem lagi ber'akal. BANGKA' — bengkak; mambangka` — mendjadikan bengkak; loeko manaweh, bangka' manamba` — menoeroet 'adat, siapa jang meloekai atau memoekoel orang lain sampai bengkak, wadjib mengobati orang itoe. BANGKAL — bengkal; kabangkalan — kebengkalan. BANGKALAI, toekang toe inda' amoech manjoedahkan bangkalai oerang — toekang itoe tiada soeka menjoedahkan pekerdjaan orang jang beloem soedah (sisa pekerdjaan orang lain); tabangkalai — terbengkalai; roemah iko lah lamo tabangkalai — roemah ini telah lama terbengkalai. BANGKANG — bengkang. |
BANGKAWAN — bengkawan, perkataan ini dipakai oentoek membilang atap roembia, oemp.: ato' tigo bangkawan — atap tiga bengkawan. BANGKEH — bangkas. BANGKIEH, oi bangkich! — wahai malang! BANGKI' — bangkit; bangki' bangihnjo — terbit marahnja; tabangki' karoegian nan saisoee` — keroegian jang dahoeloe dapat kembali; tertoetoep keroegian jang dahoeloe; bangki' dari koeboee — bangkit dari koeboer; mambangki' oebi, kantang — menggali oebi, kentang; mambangki' parioee` — mengangkat perioek; mambangki' djamoeee — mengangkat padi jang terdjemoer; bangki' setan den — terbit marah saja; mambangki' sitambo lamo — mentjeriterakan hal jang telah soedah²; mambangki'kan panjaki' oerang — membangoenkan penjakit orang (dengan 'ilmoe); mambangki' batang tarandam (poesako nan tabanam) — mendirikan penghoeloe karena telah lama tiada berdiri. BANGKOE² — bangkoe ketjil. BANGKOEENG I, gandin; dibangkoecngnjo makan — ia amat banjak makan. BANGKOEENG II — bengkoeng. BANGOEE(R) — hidoeng tersoembat karena selesma; dë' (di)bangoee — sema-sema. BANGOEN I (dalam tjeritera) — bangoen; mambangoen — timboel, terbit; bago talamoen dalam tanah, namoen tareh mambangoen djoeo — intan itoe djika terbenam dalam pelimbahan sekalipoen, tiada akan hilang tjahajanja. BANGOEN II — bangoen, denda karena memboenoeh orang. BANGOEN III bangoen, bentoek. BANGOEN-BANGOEN — nama seb. toemboehan. BANIE(R) — banir. BANIEH, banjieh — benih; inda' basawah satampang banieh — tiada mempoenjai sawah sedikit djoeapoen, artinja amat miskin. BANIENG — baning. BANIO — nama sebangsa kajoe keras. BANJAI (Koerai) — rengsa, letih, loenak. BANJA' — banjak; mampabanja' moesoech — membanjakkan (mendjadikan banjak) moesoeh; mambanja'-banja'i — menambahi banjak dengan benda jang tidak ada berarti; kabanja'an, kabanjakan — kebanjakan; babanja'-banja` — beramai-ramai; koetiko kito babanja'-banja' ko, moeloei' djaga` — ketika kita beramai-ramai (bersama-sama) ini, didjaga moeloet (perkataan jang akan dikeloearkan); oetangnjo sabanja' boeloe — oetangnja sangat banjak; sabanja' bintang dilangi` — sebanjak bintang dilangit. BANJIEH, lih. banieh. BANOEE — benoea; banoee Roehoen — Toerki; banoee Tjino — negeri Tjina. BANSA (.), bareh bansa — beras jang beloem tjeroeh; dikatam bansa sadjo daoeioe papan ko — diketam kasar sadja dahoeloe papan ini; mambansa — mengerdjakan soeatoe pekerdjaan setjara kasar sadja. BANSAI — bangsai; dikatakan djoega tentang orang, artinja koeroes kering. BANSAT I — miskin. BANSAT II — penjakitan, bangsai. BANSAT III — bangsat. |
BANSAWAN
32
BAOEE
</noinclude>
|
BANSAWAN — bangsawan. BANSI — bangsi. BANSIENG, dibansiengnjo djo kato — dikatakainja. BANSO — bangsa; ilang banso ta' baoeang, ilang rono dë' panjaki` — orang bangsawan djadi hina, djika ta' beroeang; dan tjahaja orang hilang karena ia sakit. BANTA(L) — bantal; banta gadang — nama sebangsa tempat doedoek mempelai; bantabanta — kajoe alas gandar roda dan alas rel; salapie' sakatidoeeran, sabanta sakalang oeloe, salaoee' sanasi — ki.: bersahabat karib tiada bertjerai-tjerai. BANTA(R) — bentar; sabanta — sebentar; ado sabanta doeo banta — adalah sedjoeroes lamanja. BANTAH — bantah; bantah kalai — bantah dan kelahi; babantah — berbantah; mambantah(i) — membantahi; mampabantahkan — memperbantahkan. BANTAI — daging binatang empat kaki jang telah disembelih; mambantai — menjembelih; djawi bantaian — djawi jang akan dibantai; toekang bantai — toekang bantai, pembantai; bantaian — jang biasa dibantai; orang jang tiada pandai main djoedi, moedah dapat dialahkan; den bantai makan — saja makan banjak²; mambantai djo tangan — memoekoel koeat² sesoeka hati; maaie bantai — seroepa air daging (dikatakan tentang air loeka). BANTA tabanta` — bantoet; koedo ko tabanta', sacab lakeh ame' dipakai — koeda ini tiada mendjadi besar, sebab masih moeda telah dipakai; paraminta'annjo tabanta` — permintaannja tertoemboek, tiada berlakoe, tertolak. BANTANG — bentang; mambantangkan lapie — menghamparkan tikar; dibantangi — dihampar; timoee mambantang — padjar menjingsing; mairi' mambantang — memimpin anak kemanakan; djalan lah tabantang nan ka ditoeroei` — telah tentoe apa jang akan dikerdjakan dan bagaimana mengerdjakannja. BANTI, bantie (?) — taring; lah toemboeeh bantjnjo — telah toemboeh taringnja, tentangan koeda, tandanja telah boleh dipakai. BANTIENG I, nama lemboe bangsa jang ketjil; badja' patah, bantieng tarambau, lih. ambau; tabali dibantieng tie` — terbeli sapi pintjang, terketjoh membeli. BANTIENG II — banting; mambantieng toelang — bekerdja keras. BANTILAU, mantilau — nama sebangsa boeroeng koening. BANTJAH — bentjah; ba' maoengki' batoe dibantjah — soesah mengadjak orang akan mengerdjakan soeatoe pekerdjaan. BANTJAU, mambantjau (sawah) — membadjak sawah kedoea kali, soedah itoe baroe disikat. BANTJI I — bantji. BANTJI II — bentji; mambantji — membentji; kabantjian — orang (apa) jang dibentji; dikabantjii — dibentji; kabantji — kebentjian; bantji dimantji' nan sikoee, rangkiang disia(r) — karena bentji kepada seseorang jang bersalah, dibinasakan atau dibentji kaoem jang banjak jang tiada berdosa. BANTO — nama sebangsa roempoet makanan |
koeda; loetoei' mamboekoe banto — loetoetnja bagoes. BANTOE — bantoe; babantoe — dibantoe, ditolong; bantoean — bantoean, pertolongan; bantoe mambantoe — tolong-menolong. BANTOEE' — bentoek; tjintjin doeo bantoe` — tjintjin doea bentoek; mambantoee` — membentoek, memperbaiki kelakoean orang; inda' tabantoee` — tiada dapat dipatih, bengal. BANTOEIH — bernas tentang pisang atau djari tangan. BANTOEN — bantoen; mambantoen — membantuoen. BAO — bawa; mambao — membawa; mambao djo pikie — memikirkan dalam²; mambao djo paioan — bermoepakat; mambao elo` — menjebabkan elok; mambao lare` — menjebabkan pergi kenegeri djaoeh; mambao tando — menaroeh tando; mambao tando ari kapaneh — memberi tanda bahwa hari akan panas; mambao adat — ki.: mendapat boelan; mambao tidoee saki' kapalo — tidoer karena sakit kepala; pambao, pambaoan — apa jang dibawa; sawah pambao — sawah kepoenjaan seorang laki² jang boleh dioesahakan perempoeannja selama ia bertjampoer; pambaoan ana' soerang² — oemp.: setengah perempoean boenting soeka makan sirih karena anak jang dihamilkannja; itoe baoan oerang gapoee` — itoe lazim pada orang gemoek; tinggi roemah toe inda' babaoan djo lebanjo — tinggi roemah itoe tiada sepadan dengan lebarnja; apolah mambao-bao? — apalah jang menjebabkan ?; bao-mambao — berpadanan; injo paampo' karano tabao-bao dë' si B. — dia pendjoedi, karena adjakan (bertjampoer gaoel) dengan si B.; dibao oentoeeng, moengko ambo sampai kamari — karena oentoeng malang, maka saja sampai kemari; ati roesoech dibao bagoerau — hati soesah dihiboerkan dengan goerau; mambaokan tjoepa' kanagari oerang — mendjalankan 'adat sendiri dinegeri orang; dibao riboei' dibao angin atau dibao pike' dibao langau — mendapat keterangan tentang orang jang berboeat kedjahatan; gapoee' tabao dilama', tinggi tabao diroeeh atau gadang tabao dë' dagiengnjo, tinggi tabao dë' roeehnjo — roepanja sadja ia besar karena ia gemoek, dan ia tinggi karena roeasnja pandjang², tetapi 'akalnja amat pendek, ja'ni bodoh. BAOE, baoen — baoe; babaoe — berbaoe; mambaoeni — mentjioem; mambaoen-baoeni — mentjari-tjari keterangan dalam soeatoe perkara; aloen babaoen-baoen lai — beloem lagi ada angin-anginnja; sabaoen — sesoeal, telah berkenalan; andjieng ko lah sabaoen djo ambo — andjing ini telah berkenalan dengan saja; nagari ko aloen sabaoen djo ambo — (hawa) negeri ini beloem serasi dengan saja; baoen malekat taampeh — baoe malaekat terdjatoeh, artinja sangat haroem; baoen-baoenan — baoe-baoean; inda' babaoen toendjoee' den — ki.: itoe moestahil; itoe tiada boleh djadi; inda' boesoee' nan ta' babaoen — tiap² boesoek berbaoe djoega, artinja kedjahatan toe lambat laoen akan ketahoean djoega; babaoen ba' ambatjang — ki.: soeatoe perkara tjoekoep keterangannja. BAOEE(R) — baoer; babaoee — bertjampoer |
BAOEE'
33
BARI
</noinclude>
|
lah lamo angkoe babaoee djo padoesi angkoe ko? — telah lama engkoe kawin dengan perempoean engkoe ini?; baoeeran — tjampoeran (tentang goelai dll.); pabaoeeran, pabaoeelan — pertjampoeran; mampabaoeekan — mempertjampoerkan, mengawinkan; tjampoe baoee — tjampoer adoek, bertjampoer bermatjam-matjam bangsa; babaoee lama' djo galimie — bertjampoer lemak dengan selapoet; dikatakan tentangan jang baik bertjampoer sadja dengan jang tiada baik; babaoee ba' kamoetah, batjarai ba' kadamam — djika bertjampoer rasa hendak moentah, djika bertjerai seakan-akan demam; dikatakan tentang orang bersaudara, djika bersama-sama, terbit perbantahan dan bila bertjerai (berdjaoehan) sangat rindoe. BAOEE' — baoek; oerang gomba' baoee` — orang bangsawan. BAOEENG — baoeng; ango'-ango' baoeeng — njawa-njawa ikan; sisoengoei' baoeeng — soengoet djarang, pandjang dan kasar. BAOEENGAN — nama sebangsa moesang. BAOEN, lih. baoe. BAPA' — bapa, bapa'; bapa' gadang, bapa' toeo — bapa toea; bapa' kete` — bapa moeda; bapa' tirih — bapa tiri; (ba)pa' ana` — soeami. BAPO, lih. bapa'; iboe bapo — iboe bapa. BARABAH — merbah, bangsanja: barabah tjontjong, barabah tintin; menoeroet boenjinja. BARAH — barah; barah sase` — barah jang toemboeh tiada pada tempat jang biasa. BARAHALO — berhala. BARAKAT — berkat; minta' barakat — minta berkat; mambari barakat — mendatangkan berkat; pangadjaran angkoe barakat bana diambo — pengadjaran engkoe mendatangkan berkat kepada saja; barakat paratolongan — karena (makboel) pertolongan; barakat jakin — oleh karena jakin. BARAMBAN — beremban. BARAMBANG — bawang. BARANDO — beranda. BARANG — barang; barang apo — apa-apa, barang siapo — barang siapa; barang kamano — barang kemana; barang pabilo — bila, kalau sempat; barangkali — barangkali; barang sahari — barang (kira²) sehari; barang sado nan ado — seberapa jang ada; barang sado nan badjaga, maroegi samoeonjo — sekalian jang berdjagal (berniaga) meroegi semoeanja; sembarang, soembarang — sebarang. BARANG-BARANG — berang-berang. BARANGAN — nama sebangsa kajoe, boeahnja dapat dimakan. BARANI, baranji — berani; barani babi — membabi boeta, tiada menimbang baik dan djahat; basi barani — besi berani; mambaranikan ati — memberanikan hati; barani karano bana, takoei' karano salah — berani karena benar, takoet karena salah; mairi' parang djo barani, mairi' karadjo djo koeaso, lih. iri'; ko' ta' kajo, barani pakai — kalau ta' ada oeang, hendaklah hati keras. BARAPO — berapa, lih. apo. BARASIEH — bersih; mambarasiehkan — membersihkan; kabarasiehan — kebersihan; atinjo barasieh — hatinja bersih (soetji); |
pakaradjaannjo barasieh — pekerdjaannja bersih. BARAT — barat; angin barat — angin barat; barat laoei` — barat laoet; barat dajo — barat daja. BARAU — nama sebangsa ikan soengai. BARAU² — barau². BARAWARI, birawari — kira² sama dengan ,,maka. BARAWATJI — berotji. BAREBEH — n. seb. beroeang. BAREH — beras; bareh tjarai — beras makanan; (bareh) sipoeloei` — beras poeloet; sarang bareh — nama sematjam serabai; pabarasan — tempat menjimpan beras; lah bareh toe mocah (mah) — ki.: itoe telah njata keoentoengan bersih; ditana' sakalian bareh — dibelandjakan (dipakai) sekalian oeang. BAREH-BAREH — nama sebangsa kajoe. BARE' — berat; bare' tangan — malas bekerdja; bare' ikoee — malas bergerak, malas bekerdja; bare' moeloei` — koerang tegoer sapa kepada orang jang bertemoe; bare' ati ambo injo nan mantjilo` — keras sjak saja dia jang mentjoeri; bare' ati pai karoemahnjo — koerang soeka pergi keroemahnja; dalam bare', bare' roemah — hamil; mambare'kan mama` — memoeliakan mamak; mambare'kan karadjo ko keh ang — memikoelkan atau menanggoengkan kerdja ini kepadamoe; mambare'-bare'kan awa` — meninggikan diri (sombong); tabare' kaambo — sebagian besarnja tertanggoeng atas saja; mambare'i — menambahi kerdja, menjoesahkan jang kabare'an (kabaratan) — jang amat menanggoeng kesoesahan; sabare'-bare' baban, labo djan ditinggakan — meskipoen beban berat atau kerdja banjak, apa jang mendatangkan keoentoengan, dikerdjakan djoega; sabare'-bare' kajoe tarapoeeng djoeo di aie — seberat-berat kajoe terapocng djoega dalam air, maksoednja: bagaimana tegoeh sekalipoen pikiran orang, dapat djoega diasoet orang; bare' samo dipikoee, ringan samo didjendjeng — dikatakan tentang orang jang bersahabat atau bertegoeh-tegoehan djandji, artinja kesoesahan akan sama² ditanggoeng; bare' sapikoee, ringan sadjendjeng — boeroek baik sama dipikoel; baban bare' singgoeloeeng batoe, lih. pada baban. BARI — beri; babari — diperkenankan; pinta'njo lah babari — permintaannja telah diperkenankan; pambari — soeka memberi; djawab; sapambari — sama djawabnja; pambari Allah — anoegerah Allah, apa jang didatangkan Allah; toeah ditilie' Allah, radjaki pambari Allah — inilah nasihat soepaja orang djangan tekeboer; a pambarinjo? — apa djawabnja ?; bapambarilah angkoe! — engkoe djawablah pertanjaan itoe; pambarian — pemberian; mambari ati — sangat menjajangi, sebarang kehendak diperlakoekan; mambari baso — memberi maloe; mambari daoeioe — membiarkan bekerdja dahoeloe, dengan maksoed akan dikedjar; mambari kasoedahan — mentalak perempoean; mambari kapoetoesan — mengatakan jang tiada dapat dioebah lagi; jang akan dipegang tegoeh (tentangan 'ilmoe); dibari oerang — diberi orang ratjoen. |
BARIANG
34
BASI
</noinclude>
|
BARIANG — nama seb. beloekar, boeahnja makanan kantjil. BARIENG I — baring; tabarieng — terhantar. BARIENG II — biloer; ko' sanang bana loeko, bariengnjo tingga djoeo — ki.: meskipoen persengketaan telah habis, tetapi dalam hati masih ada djoega. BARIH I — baris; saradadoe babarih — serdadoe berbaris; boeki' barisan — boekit barisan; itoe inda' manoeroei' barih — itoe tiada menoeroet peratoeran ('adat); lah barihnjo kamati ditangko' boeajo — telah djandjinja akan mati ditangkap boeaja; barih diateh — fathah; baris dibawah — kasrah; barih didapan — dammah; sabarih bapantang ilang, sanitie' bapantang loepo — tiada boleh hilang atau loepa sedikitpoen tentang tambo, 'adat dll.; nan babarih nan bapae', nan batakoee' nan batabang — ki.: pekerdjaan jang dilakoekan menoeroet 'adat isti'adat dalam negeri. BARIH II — sangat dingin; nasi lah barih — nasi telah sangat dingin; aie lioee barih — loedah orang jang baroe bangoen sebeloem mentjoetji moeloet. BARINGIN — beringin; baringin sonsang — gambar jang kelihatan dalam boelan. BARISOEE', bisoee` — esok. BARITO — berita; mambaritokan — memberitakan; mambaritoi — mentjeriterai; boeroee' boenji patjah barito — ki.: tersiar chabar jang koerang baik; adapoen ninie' mama' itoe iolah ka pai tampe' batanjo, poelang tampe' babarito — djika hendak pergi, atau mengerdjakan sesoeatoe pekerdjaan, ,,ninie' mama` itoe tempat kemanakan minta nasihat dan setelah kemanakan kembali, maka ditjeriterakannjalah pendapatannja kepada mamaknja itoe. Djadi kemanakan tiada berboeat semaoe-maoenja sadja. BARO — bara; baro paiso` — aboe rokok; tjatjah² oaro doedoee'njo — ia doedoek tiada lama; ba' tapidja' dibaro ange` — ki.: gelisah; tabaro-baro — sara bara; ketjemasan karena mendengar kabar djahat; poko'njo dibaro — itoe bergantoeng kepada oeang; pepatah ini asalnja dari toekang besi: asal ada ia mempoenjai arang, ia dapat memboeat apa²; asal ada oeang, dapat kita memperboeat apa². BAROE I — baroe, baharoe; baroe datang — baroe datang; orang baroe — orang baroe datang, orang baroe kawin; baroe dibatjonjo injo manangih — baroe dibatjanja, ia menangis; mambaroei — mengganti dengan jang baroe; ikan baroe — ikan baroe; kain baroe — kain baroe; baroe² sangat radjinnjo — moela² sangat radjinnja; oesang dipabaroei, lapoee' diganti — apa jang telah toea (tiada dapat dipakai lagi) ditoekar dengan jang baroe, dan mana jang rapoeh, diganti: pepatah ini berlakoe djoega atas 'adat dan perintah. BAROE II — baroe, jaitoe nama sebangsa pohon. BAROEEH — bawah; dibaroech — dibawah; pai ka baroech — pergi ke Manindjau dari Matoer; pergi ke Taroesan dan Painan dari Padang; mandi dibaroech-baroech, manjaoee' diilie-ilie — mandi dan mengambil air hen- |
daklah sebelah hilir tepian orang, artinja hendaklah kita selaloe merendahkan diri, teroetama djika kita dinegeri orang. BAROEE' — beroek; roman ba' tjando baroee` — roepa amat boeroek; babaroee'-baroee' toengga(l) — permainan beberapa orang anak laki² dihalaman, seorang diantaranja dimisalkan beroek dan jang lain menjanjikannja; ana' dipangkoe dilapehkan, baroee' dirimbo disoesoekan — 1e. hal hakim jang menghoekoem dengan tiada memandang orang; 2e. orang jang menjia-njiakan anak kemanakannja dan mengasihi orang lain. BAROEENG² — baroeng-baroeng. BAROEIH, kapoee baroeih — kapoer baroes. BAROEI' — oerap; pambaroei` — oerapan; pandai mambaroei` — pandai berkata-kata akan menghilangkan kesalahan sendiri; mambaroei' pamatang — melitjinkan pematang sesoedah ditambak; mambaroei' ana`, lih. mambada' ana`. BAROEMBOEENG — beroemboeng, pipa. BAROMBONG, tabarombong — menjergam; tatjela' tampa' djaoeeh, tabarombong tampa' ampie — dari djaoeh lekas tampaknja, dipandang dekat lebih besar dari jang lain; hal ini mendjadi poedji-poedjian kepada orang jang pandai atau orang jang dimaloei dan dipandang orang. BASA(R) — besar; mambasakan — memoeliakan; kabasaran — kebesaran, kemoeliaan; pajoeeng kabasaran, pakaian kabasaran — pajoeng kebesaran, pakaian kebesaran; kabasaran Allah ta'ala — kemoeliaan (kelebihan, kekajaan) Allah ta'ala; oerang gadang basa batoeah — poedji-poedjian bagi penghoeloe; basa(r) nan ampe' balai — nama pangkat 4 orang besar, jaitoe: 1e. Bandaro (Bandaharo, Titah) di Soengai Tarap, tempat meminta hoekoem tentang 'adat dan lembaga; boleh membanding kepada Radjo 'Adat di Boeo; 2e. (Toean) Kali di Padang Gantieng, menimbang perselisihan tentangan agama; boleh membanding kepada Radjo 'Ibadat di Soempoe Koedoeih; kepoetoesan jang achir sekali dalam 1 dan 2 didjatoehkan oleh Radjo Alam di Paga Roejoeeng; 3e. Machoedoen di Soemanie' memoetoeskan perselisihan tentang toehoee' parang; boleh memohonkan lagi kepoetoesan Radjo Alam di Paga Roejoeeng; 4e. Indomo di Soeroeaso, pajoeeng pandji, pemberi nasihat Radjo Alam. Lain dari basa 4 balai ada lagi Toean Gadang di Batipoech jang berdiri sendiri bernama Harimau Koto Paliang. Bila perloe ia berdjalan akan menangkap orang jang melanggar 'adat. BASA — nama penjakit sematjam beri-beri. BASAH — basah; basahan — basahan; padja ko lah tabasah — kain boedak ini basah (karena kentjing); kain pangganti-ganti basah — kain saroeng jang moerah harganja oentoek dipakai bekerdja; salamo injo balaki si Djamin, lah basah rakoecngannjo — selama ia bersoeamikan si Djamin, senang hidoepnja; basah ditimpo oedjan poelo, lih. tarambau diimpi' djandjang pada ambau. BASA' — penoeh sesak, lih. baka. BASAU — basau. BASI I, rasan — basi; hal makanan jang telah beroebah rasanja. |
BASI
35
BATJOEI'
</noinclude>
|
BASI II — basi, (tambahan, tokok tentangan oeang dll.); oemp.: 1 roepiah toekarannja 100 sen, tetapi kalau sen hendak ditoekarkan roepiah, kadang² 101 sen baroe maoe orang menoekari dengan 1 oeang roepiah. Djika orang membeli banjak, ada basinja jaitoe tokoknja. BASI III — tempat nasi (Jav.). BASI IV — besi; basi baie', basi malelo — wadja; basi namoeeng — besi jang koerang baik; basi barani — besi berani; basi lantai — besi lantai; basi gilo — bitjoe, toeil; basi karasani — besi kersani; tahan basi — tiada telap oleh sendjata besi; basi baie' diringgi'i — seperti wadja diringgiti, ja'ni bertambah eloknja, oemp. roemah bagoes ditjat. BASIN — bersin; basin-basini — kerap kali (bertoeroet-toeroet) bersin; antah ko' basin boemi Allah, baroe den baelo' djo njo — tiada pernah saja akan berdamai dengan dia. BASO I — nama sebangsa pohon beringin. BASO II — bahasa; baso Oelando — bahasa Belanda; mambaso malajoekan — menterdjemahkan kedalam bahasa Melajoe, mendjawikan; inda' taoe dibaso basi — tiada tahoe akan 'adat; babaso-baso — maloe-maloean; injo sangat pabaso — ia sangat pemaloe; oemp.: dipanggil akan makan, tiada maoe, dan djika makan diroemah orang, ia makan sedikit sadja; mampabasokan — berbahasa (hormat) kepada orang menoeroet 'adat; mambari baso — memberi maloe; mandape' baso — moelai tahoe kelakoean orang; kadape'an baso — mengetahoei 'akal djahat orang; bakadape'an baso — telah kenal-mengenal oleh karena itoe mendjadi bersahabat; gilo-gilo baso — kegila-gilaan. BASOEEH — basoeh; keh basoeeh — kembok; mambasoeeh moeko — mentjoetji moeka; menghapoes kesalahan dengan perkataan; den basoeeh djadja' ang — dikatakan waktoe orang mengoesir orang dari roemahnja, sehingga djedjak kakinja akan dihilangkan djoega; dibasoeeh baabih aie, dikikih baabih basi — hal pekerdjaan jang menghabiskan belandja dan waktoe, tetapi tiada hasilnja, oemp.: tentang perkara. BASOEENG I — nama sebangsa pohon gaboes. BASOEENG II — nama daoen dilipat jang bangoennja roendjoeng; (koee) basoeeng — koee jang dimasak dalam daoen itoe. BASOEENG III, basoeengkan — ragoetkan, sentakkan. BASOEI' — tjerat; mambasoei` — mentjerat; tabasoei' gala` — dengan tiba² tertawa gelak², karena melihat atau mendengar barang jang gandjil; koetjieng mambasoei` — koetjing mengemboes, djika ia marah; kanai basoei` — dapat marah. BATA(L) — batal; mambatakan — membatalkan. BATAH I — senang, sehat. BATAH II — betah; batah bakaradjo, batah mangetje` — radjin bekerdja, betah bertjakap. BATANG — batang; batang aie — batang air, soengai; batang idoeeng — batang hidoeng; batang toeboech — toeboeh; kasabatangan toeboech — seloeroeh toeboeh; roko' sabatang, saboen doeo batang dsb. — djadi pe- |
nambah kata bilangan, pada barang jang bangoennja seperti batang; sabatang paiso` — selama merokok sebatang rokok; sabatang katjang, sabatang karang — sebatang kara; pinang sabatang — orang jang tiada lagi bersanak saudara; pangga(l) batang — ringkas tentangan berkata; mambatangi — mendjadi pokok atau memoelai soeatoe pekerdjaan; soenggoeehpoen batang mardaeko, ingati (inge'i) poetjoee' ko' taampeh — ki.: djanganlah sebagian sadja dari soeatoe pekerdjaan kita ingati, melainkan dari awal sampai achirnja. BATEH — batas, watas; babateh — berbatas, berwatas; mambateh — mendjadi batas, membatasi; taga' dibateh — ki.: menjamoen; badjalan sampai kabateh, balaie sampai kapoelau — ki.: beladjar atau bekerdja hendaklah sampai kepada jang dimaksoed. BATIEH — bertih; mambatieh — memboeat bertih, menjeroepai bertih, jaitoe hal koelit jang tiba² membintoel ketjil²; hal kajoe api jang meletoep dibakar. BATIEH² — nama sebagian isi peroet sapi atau kerbau. BATIE' I — batik; mambatie` — membatik. BATIE' II, djan tabatie' tabarito — sedikitpoen djangan terchabar-chabar. BATIE' III — betik; batie'-batie` — betik-betik. BATIENG, (Mahat) — soekar. BATIH — betis; djantoeeng batih — djantoeng betis; banagari dibatih — hal orang jang selaloe pergi kenegeri lain; bapoesa-poesa dibatih — dikatakan tentang orang jang terseboet diatas ini; batih ba' paroei' padi — bangoen b tis seperti batang padi jang berisi, jaitoe bagoes bentoeknja; dikatja' batih lah ba' batih, dikatja' langan lah ba' langan — hal seorang jang menjangkakan dirinja telah pandai dan kaja, tiada lagi mempedoelikan karib, tiada lagi hendak bernoepakat dalam soeatoe pekerdjaan dengan ninie' mama. BATIN — batin; mambatinkan — membatinkan, merahsiakan; babatin — membitjarakan rahsia; laie bamakanan, batin bapadjalanan — oemp.: orang jang memberi seorang apa² dengan maksoed minta pertolongan. BATINO — betina; lain dari binatang, dan tanaman dan barang, maka pada setengah negeri dikatakan djoega tentang manoesia; katam batino — ketam betina, akan memberi lidah pada papan jang akan dirapat; batino dipintjoeran — perempoean dipantjoeran; taboelang diajam batino — oemp. mengirim anak jang tiada madjoe dalam oedjian (examen). BATJA' I — borek, berintik. BATJA' II — lantjang moeloet, tadjam moeloet (teroetama tentang anak²). BATJAN — djemoe; batjan awa' dë' lakoe ana' ko — djemoe saja melihat lakoe anak ini; kabatjanan — sangat djemoe. BATJO — batja; batjoan, pambatjoan — batjaan; a djoeo nan dibatjonjo ko? — ki.: mengapa ia meroseng djoea?; djan nan tasoere' sadjo dibatjo, nan tasire' dibatjo djoeo — ki.: djangan jang lahir sadja dipandang, diingat djoega apa batinnja. BATJOEI' — tjaboet; bidjo katjang lah mam- |
BATO
36
BENTA(R)
</noinclude>
|
batjoei` — bidji katjang telah timboel (berketjambah). BATO — bata; tanah bato — tanah digali seperti bata akan tambak djalan atau tambak pekarangan. BATOE — batoe; batoe apoeeng — batoe apoeng, batoe timboel; batoe koelansieng — batoe poetih ketjil²; batoe asahan — batoe asahan; batoe tapa'an — batoe besar dipangkal tangga tempat mentjoetji kaki; batoe api — batoe api; batoe timbangan — batoe datjing, anak timbangan; batoe oela — batoe oelar; batoe² — timah pada tali kail, soepaja kail tegak loeroes; mambatoei pasaro — menembok koeboer; bataga' batoe — mendirikan nesan; batoe sandaran — tempat doedoek, dari 2 boeah batoe, seboeah tempat doedoek dan seboeah oentoek sandaran; batoe boele' ta' basandieng — batoe boelat tiada bersanding, artinja orang jang tiada menaroeh takoet kepada apa dan siapa djoeapoen; ba' maoengki' batoe dibantjah, lih. pada bantjah; patah batoe atinjo — hatinja tawar, tiada lagi hendak meneroeskan pekerdjaannja; moentjoeeng panoeeh dë' aie, paroei' barisi batoe — oemp.: hakim, tiada dapat mengatakan apa jang terasa dihatinja, karena ia telah beroetang boedi atau makan soeap. BATOEE(L) — betoel; mambatoee(l)i — membenarkan; lai batoee nan dikatokannjo toe? — adakah benar jang dikatakannja itoe?; nan batoee² sadjo — jang sebenarnja sadja; oetang nan babatoeelan, babaieran — oetang jang djelas, wadjib dibajar; katonjo toe babatoeelan djo 'adat — katanja itoe setoedjoe dengan 'adat. BATOEEH — tetak; mambatoeeh kajoe — membelah kajoe. BATOEE' — batoek; dë' ba'toee` — sakit batoek; batoee' karieng — batoek kering; batoee'kan darah — batoek darah; lih. kococe(.). BATOEENG — sebangsa bamboe; batoeeng-batoeeng — sebangsa katak; sebangsa roempoet. BAWA(L) — bawal. BAWA(R) — nama sematjam saloet hoeloe pahat, tangkai patjoel atau kaki tongkat, soepaja djangan retak atau petjah; mambawai — memberi saloet. BAWAH — bawah; bawah roemah — dipendekkan mendjadi baoemah; kabawah — kebawah; kabawahkan — letakkan kebawah; mangabawahkan — merendahkan (menghinakan); sakabawah-kabawahnjo tigo roepiah aragonjo saloesin — sekoerang-koerangnja tiga roepiah harganja seloesin; diambie' bawah — diambil (dikimat) sekoerang-koerangnja; bakato maambie' bawah — berkata merendahkan diri; ambo bansat bana kini: dibawah-bawah sakali maiso' le inda` — saja sekarang amat miskin: (diambil jang dibawah sekali) sehingga tiada merokok; inge'-inge' nan diateh, nan dibawah ka manimpo — ki.: orang jang djadi kepala hendaklah ingat, jang dibawah boleh djoega menjoesahkan. BAWA' — beloelang. BAWANG — bawang; bawang poetieh — bawang poetih; bawang sirah — b. merah; makan bawang — ki.: marah. |
BEBA(R) — bebar; basibebaran atau basibabaran — bertemparasan; bagai kaloeang beba patang — seperti keloeang bebar petang, demikianlah ramainja orang. BEBEH — bebas. BEBE' — embik; mambebe` — mengembik; bebe'-bebe'i — mengembik-embik. BEDO — soesah; tabedo — sakit atau ditimpa kesoesahan; tiada sempat karena sedang makan oempamanja; sagalo bedo — serba salah; tjinamieh babedo-bedo — njaris dapat sengsara; njaris berkelahi dsb. BEENG — beheng; babeeng — berloemba-loemba atau lebih melebihi, teroetama tentang menoeroetkan hawa nafsoe. BEGA(R) — begar; babega — berbegar; lah tabegai nagari ko dë' ambo — telah terbegar (terkelilingi) negeri ini oleh saja; alang babega — nama sematjam tari seperti elang berbegar. BEGA' — gembira; bangki' bega` — terbit gembira. BEGO (v. d. T.) — tjelih. BEKO, kependekan ba iko — kelak. BELA I — bela; manoentoei' bela — menoentoet bela. BELA II — bodoh, koerang ingatan. BELA' — hal warna jang lekas tampak, djanggal roepanja. BELE — bingoeng, karena koerang tidoer, njanjoek; babele-bele — banjak tjakap, oedjoednja ta' ada. BELE' — gangsa (blik), kaleng. BELENG — poetar; babeleng — berpoetar, berpoesing; toengga babeleng — toenggal tentangan orang, tiada beradik dan berkakak; sabeleng — sekali poetar; mambelengi — mengelilingi, mendjolok kata. BELOH — telor, pelat, bisoe, lih. teloh. BELO' — belok; djalan babelo` — djalan berbelok; ambo babelo' ka Boeo badjaga — saja berdjagal arah ke Boeo dan kepasar jang dekat-dekat Boeo; sabelo` — berpoetar berdjagal menoeroet pasar² dalam sepekan. Dalam satoe tempat tinggal ada kadang² lima pekan (pasar) jang dikoendjoengi; tatoemboee' bidoee' dibelo'kan, tatoemboee' kato dipikieri — djika bidoek terantoek (ketebing atau batoe) hendaklah dibelokkan; djika pikiran tiada loeloes, hendaklah ditjari djalan lain. BENDANG — terang; soeloech bendang — soeloeh jang terang, artinja orang jang menoendjoekkan djalan, pemberi nasihat; tabendang kalangi` — sampai chabarnja kelangit, artinja telah tersiar kemana-mana. BENDI — bendi; babendi — berbendi, naik bendi; mampabendikan — memasang koeda dibendi, menjewa bendi oentoek orang. BENGA' — bingoeng, lengoeng. BENGGO(L), menggo — benggol, oeang 2½ sen. BENGGONG — kekok, tiada tjekatan, tjelih. BENGKANG — bengkok; bengkang bingkoee` — bengkang-bengkoeng. BENGKENG — lekas marah. BENGO' — pandir, doengoe; mambengo'-bengo` — berboeat pandir. BENTA(R), babenta — berbegar, seperti koeda jang berlari dalam lingkoeng; mampabentakan |
BENTENG
37
BILA
</noinclude>
|
— merdjalankan, menjoeroeh koeda berlari dalam lingkoeng; dibentainjo mangetje` — ia bertjakap tiada teroes tepat sekali, melainkan dikelilinginja dahoeloe; mendjolok kata; pabentaran — tempat koeda beredar, berpoetar. BENTENG — benteng; mambenteng — berdjalan melereng boekit atau goenoeng; Oelando babenteng basi, Malajoe babenteng 'adat — orang Belanda melindoengkan dirinja dengan sendjata, Melajoe dengan 'adatnja. BENTJA(R), bentja ati den kini — bimbang (tjemas) hati saja sekarang. BENTJANG, lih. bintjang. BENTONG — kekok, tjanggoeng. BEO — bia; kanai beo — membajar bia. BEONG, tabeong — terajoen seperti perasaan penoempang waktoe auto melaloei kelok. BERAI — berai; tjempai-berai — tjerai-berai. BERANG — berang, marah; mamberang — marah oleh soeatoe sebab; pamberang — soeka marah; kanai berang — kena (dapat) marah; diberangi — dimarahi; kaberangan — kena berang. BERE, tjere-bere — bertengking, kernjoet; moentjoeengnjo tjere-bere sadjo — perkataannja tiada berketentoean (tiada ketahoean): mengoempat, mentjela dsb. BERENG-BERENG — bering-bering. BESOH — beda, beza; babesoh — berlain; apo besohnjo tapoeeng djo kapoee? — apa bedanja tepoeng dengan kapoer? BETE' (Koto Toeo) — ketjil. BETI, tando beti — barang² jang boleh mendjadi keterangan dalam soeatoe perkara pelanggaran. BIA — sematjam koeman dalam mata ajam; dë' bia — kena penjakit itoe. BIA(R) — biar; pabia, padia — biarkan; djan dipabia injo kamari — djangan dibiarkan ia datang kemari; bapabia sadjo ana' toe batendjoe — dibiarkan sadja anak itoe berkelahi; inda' tapabiakan — tiada dapat didiamkan. BIADAB — biadab. BIADI — nama sebangsa oelat dalam peroet binatang. BIAI (Agam) — iboe, ma'; sabiai — seiboe; sabiai-sapaai — seiboe-sebapa. BIAJO — biaja. BIA' I, babia` — basah; mambia'i — membasahi. BIA' II, kambang bia` — biak, peridi; kangkang bia` — toenggang langgang; kangkang bia' mengadjai — toenggang langgang mengedjari. BIANG — bening, bening, oleh karena soeatoe barang tipis boleh tjerah kebaliknja; biang² kain — terang sedikit, oemp.: tentang pengadjian atau pengadjaran sekolah; biang mananti taboee` — ki.: hal perkara jang hampir poetoes; biang lah taboee', gantieng lah poetoeih — telah poetoes tentang perselisihan (persengketaan); djan tabiang-biang kehnjo — djangan ia tahoe sedikit djoeapoen. BIARO, batoe biaro — goea. BIASO — biasa; tabiaso — terbiasa, mendjadi kebiasaan; mambiasokan — membiasakan; kabiasoan — kebiasaan; alah biso dë' biaso — alah bisa karena biasa; karena biaso (orang berdjalan tiada memakai alas kaki) tiada lagi merasa sakit. BIAWA' — biawak. |
BIAWEH, piaweh — biawas, djamboe bidji. BIBIE(R) — bibir; bibie koeali — tepi koeali; bibie roemah — tepi roemah; batanam taboe dibibie — manis moeloet; pandjang bibie oerang mampakatokannjo — tiada berhenti dan hampir tiap² orang mentjeriterakan halnja jang koerang baik; ia mendjadi gamit-gamitan. BIBI' I — bimbit; pajah mambibi' atinjo — pajah mengagak hatinja, seperti menatang minjak penoeh. BIBI' II — bibit. BIDA(L) — bidal; pepatah. BIDAAH — bida'ah. BIDAI — bidai; oela bidai — menoeroet kepertjajaan orang oelar itoe seperti bidai (tikar) terhampar, siapa jang doedoek diatasnja, digoeloengnja. BIDA' — bidak. BIDAN — bidan. BIDANG I — bidang; sabidang sawah — seboeah (sepiring) sawah; bidang kain ko gadang — kain ini lebar; gadang bidang baoe — ki.: mengerdjakan soeatoe pekerdjaan sendiri sadja dengan tiada mengharapkan bantoean dari orang jang wadjib membantoe. BIDANG II — biloer; badannjo babidang-bidang kanai latjoei` — badannja penoeh biloer kena poekoel. BIDARO — bidara. BIDIE' — bedek; babidie` — beladjar membedek; pabidie'an — tempat beladjar membedek (menembak); angkoe nan dibidie'njo — engkoe jang dimaksoednja. BIDJA' — bidjak, petes; bidja'sano — bidjaksana. BIDJAN — bidjan. BIDJO — bidji; batanam bidjo baie` — berboeat sesoeatoe pekerdjaan jang achirnja mendatangkan kebaikan; lawannja: batanam bidjo boeroee'; bidjonjo elo` — asalnja (bapanja) baik. BIDODARI — bidadari. BIDOEE' — bidoek; sabidoee' makannjo — banjak makannja; asieng bidoee kalang dilata` — galang ditaroeh tiada dibawah bidoek, artinja lain tanja lain djawab; bidoee' laloe kiambang bataoei` — ki.: sesoedah selesai perbantahan orang bersaudara, lambat laoen mereka itoe akan berdamai djoega. BIDOERI — baidoeri. BIEH, oedjan bieh-bieh — hoedjan boenoet, hoedjan rintik-rintik. BIGAU I — sebangsa kertjoet. BIGAU II — nama orang kerdil dalam hoetan, pada setengah negeri namanja letjo, tembe, mege; ialah jang memerintah babi. BIGO — bega; mambigo — memegangkan leher kerbau jang soedah direbahkan dengan tangan kanan akan disembelih. BIHIE(R) — daging antara paha dan peroet sapi atau kerbau, sangat digemari orang karena bertjampoer lemak. BIKA — bingka; oentoeeng ba' oentoeeng bika, baapi diateh dibawah — hal orang dalam djabatan jang soekar, seperti doedoek antara api, djika ta' ingat nistjaja terbakar. BIKO, lih. baiko. BIKOE² — biroe-biroe. BILA(L) — bilal; kati' laloe kati' mati, bila laloe bila mati — ki.: tiada memandang |
BILAH
38
BINGKIH
</noinclude>
|
orang, siapa laloe akan mendapat kesoesahan. BILAH — bilah; papan doeo bilah; padang sabilah — papan doea bilah, pedang sebilah. BILAI — samboeng; mambilai — menjamboeng, teroetama tentangan kain; senteng dibilai, singke' dioeleh (dalam pidato) — ki.: permintaan penghoeloe jang berpidato kepada penghoeloe jang didekatnja, soepaja ditambah djika ada jang keloepaan. BILALANG — belalang; bangsanja: b. koenji', b. siminja'; aloen patjah mato bilalang, injo lah na' tidoee — beloem lagi malam (kira² poekoel 7) ia soedah hendak tidoer; diatoeebilalang oerang matonjo — matanja disihir orang, oleh karena itoe meraboen. N. B. Sepandjang persangkaan orang mata belalang tiada awas. BILANG — bilang; mambilang — membilang; babilang — berbilang; mambilang paroentoeengan — mentjeriterakan oentoeng malang; tabilang (kabilangan), kabilangan boeroee' atau djae' atau baie' atau pandai — termasjhoer djahat atau baik atau pandai; doeo sabilangan — dikatakan tentang orang jang tiada berharga didalam negeri; (ba')boenji babilang bilih — dikatakan tentang orang membatja atau mengadji atau mendo'a amat tjepat dan lantjar; babilang dari aso, mangadji dari alih — berbilang dimoelai dari esa (satoe), kalau mengadji dimoelai dari alif, artinja tiap² pekerdjaan hendaklah menoeroet soesoennja. BILANG² — gelang; randah bilang² disoeroei'i, tinggi kajoe aro dilangkahi — walaupoen gelang rendah, hendaklah disoeroeki dan kajoe ara jang tinggi, haroes dilangkahi, artinja walaupoen perempoean mamak kita moeda dari kita, hendaklah dipanggil amai, mintoeo, biai dan meskipoen perempoean adik kita toea dari kita, haroeslah dipanggil kau djoega. BILAS — bilas; mambilasi — membilas, lih. djilah; perb. dengan bileh. BILASOEI' — berang; mambilasoei` — merenta-renta, lih. basoei`. BILAWARI — sematjam lagoe memoekoel gendang, kadang² keras, kadang² lemboet. BILEH — bilis, bilas. BILIE — bilai, biloer. BILIH I — sebangsa ikan danau; babilang bilih, lih. pada bilang. BILIH II — ketip, pitjis. BILIE' — bilik. BILO — bila; pabilo — apabila, bila; bilo-bilonjo sadjolah — bila sempat sadjalah, artinja tiada ditentoekan waktoenja. BILOBO' — boenji beroek kalau ia marah; mambilobo` — marah, dikatakan djoega tentangan orang. BILOEDOE — beledoe. BILOEI' — menggeleding, tiada tentoe bentoeknja, oemp.: papan. BILOEKA(R), lih. baloeka(r). BILOELANG, toelang biloelang — sekalian matjam toelang dalam badan. BILOELOEE' — belolok. BILOENGKANG — belongkang. BILOERANG — nama sematjam ajam saboeng. BILOESOEIH, tabiloesoeih kabe'njo — hal |
barang jang diikat melentjit, karena loeloes dari ikatnja. BIMBA(R), mimba(r) — mimbar. BIMBANG — bimbang, ragoe; ati bimbang — hati bimbang; ati djan dipabimbang — hati djangan diboeat bimbang. BIMBIENG — pimpin; mambimbieng — memimpin; ana' dipangkoe, kamanakan dibimbieng — anak dan kemanakan kedoeanja dibela dan dipimpin kepada djalan kebaikan. BINANTOE, minantoe — menantoe; pandang ana' tenggang binantoe — anak djangan dilebihkan dari menantoe. BINASO — binasa; mambinaso — mendjadikan binasa, mendatangkan bahaja; mambinasokan — membinasakan, mentjelakakan; kabinasoan dipendekkan mendjadi kabinasan artinja goegoeran. BINATANG, minatang — binatang; ana' binatang — anak koerang adjar (maki); binatang tahan paloe, manoesie tahan kieh — mengadjar (mengadjak) binatang hendaklah dipoekoel, tetapi mengadjar atau menghardik manoesia hendaklah dengan kiasan atau sindiran. BINAWAH — binatang (memaki). BINDALO — soesoe binatang. BINDALOE — benaloe; oenggeh bindaloe — n. seb. oenggas ketjil; alah limau dë' bindaloe — ki.: alah orang asal oleh orang datang. BINDATANG — binatang. BINDJAI — nama sebangsa pohon. BINDJE' — angkat; mambindje` — mengangkat. BINGA(R) — pekak sedikit; mambinga — tiada mengindahkan perkataan orang. BINGI' — dengki; itoe nan ambo bingi'kan — itoe jang saja dengkikan; bakabingi'an — berdengki-dengkian; apo nan mambingi'kan atinjo ka ambo — apa jang mendjadikan (menjebabkan) dengki hatinja kepada saja. BINI, binji — bini; mampabini — memperisteri; mampabinikan — memperisterikan; ana' bini — anak isteri; laki bini — laki isteri. BINGKAH — bongkah, sekeping lebar tetapi tipis; tanah bingkah — tanah bata; badannjo lah sabingkah dë' katoemboeehan — badannja mendjadi satoe (artinja rata²) kena tjatjar; gadang lah babingkah tanah — dikatakan tentang keloearga jang dahoeloe seorang penghoeloenja, sekarang telah mendjadi doea. BINGKAI — bingkai; badannjo ba' tjando bingkai — ia sangat koeroes; ba' tanggoee' lara' djo bingkainjo — dikiaskan kepada laki isteri jang tiada pernah bertjerai sampai toea, hanja bila mati salah seorang atau kedoeanja. BINGKALANG (Sidjoendjoeng) — djeloe-djoer pintoe kandang atau pintoe keboen (ladang). BINGKAROEENG — bengkarocng; takoei' dioela, takadjoei' di bingkaroeeng — ki.: karena takoet kepada seorang jang memegang kekoeasaan, oleh sebab itoe takoet poela kepada anaknja atau kaoemnja. BINGKATA' — nama seb. boeaja jang amat ganas; ana' bingkata` — anak koerang adjar. BINGKEH — membingkas; bingkeh pasawe` — pesawat membingkas. BINGKIH — bingkis; bingkisan — boengkoesan ketjil. |
BINGKOEA'
39
BODJI'
</noinclude>
|
BINGKOEA' — nama seb. boeroeng hantoe. BINGKOEANG — nama sebangsa toemboehan, oembinja manis; dipendekkan mendjadi bingkoe, ditinggalkan ang soepaja boenji perkataan itoe djangan mengenai orang tempat berkata. BINGKOEDOE — bengkoedoe, mengkoedoe. BINGKOEE' — bengkok; mambingkoee` — mendjadi bengkok. BINGKOEIH — koeroes kering dan kerdil. BINGOEENG — bodoh; sapi' bingoeeng — kaka'toea (perkakas). BINJI, lih. bini. BINOEANG I — nama seb. pohon. BINOEANG II, si binoeang — nama kerbau bertoeah dalam hikajat Tjindoee' Mato, kepoenjaan radja Minangkabau. BINTALA' — batas ladang; sawah bapamatang, ladang babintala` — ki.: tiap² barang atau pekerdjaan atau roendingan ada batasnja, tiada boleh disamakan atau diperhimpoenkan sadja. BINTANG I — bintang; bintang kadjoran — bintang kedjora, bintang timoer; bintang baikoee — bintang berekor; bintang-bintangan — dikatakan tentang atap jang berloebang-loebang. BINTANG II — bintang tanda setia atau djasa atau berani. BINTANGOEE(R) — bentangoer. BINTIE(L) — bintit; bintie-bintie badannjo — badannja berbintit-bintit. BINTJANG — roending; babintjang — beroending; mampabintjangkan — mempertiakapkan, membitjarakan; pabintjangan — peroendingan, pertiakapan. BINTJARO — hati (bagian peroet). BINTJANO — bentjana; mambintjanokan — membentjanakan; tabintjano — kena bentjana; sadang kasieh bintjano datang — waktoe berkasih-kasihan biasa didatangkan orang bentjana. BINTOEE(L) — bintoel; mambintoee — mendjadi bintoel. BINTOEENGAN — nama sebangsa pohon. BINTOEROEN, mintoeroen — bentoeroen. BIO-BIO — nama sebangsa beloekar. BIOEE(R) — boenting tentang binatang. BIOLA — biola. BIOPARI — biaperi; iolah biopari oerang toe — orang itoe amat pintar (tjerdik). BIRAH — birah; birah ta' baoere` — ki.: orang malas jang lebih soeka berbaring dari pada doedoek; ba' birah ditapi lasoeeng — seperti birah toemboeh ditepi lesoeng, artinja amat soeboer tentangan boedak². BIRAI — berahi; ati anda' mato birai — sangat ingin hendak mempoenjai. BIRI, babiri — menolakkan pekerdjaan sendiri kepada orang lain; menjoeroeh mengerdjakan pekerdjaan sendiri kepada orang lain; pabiri — hal orang jang perangainja seperti diatas; inda' boelieh lawan babiri — tidak ada teman tempat membagi kerdja. BIRI-BIRI I — biri-biri. BIRI-BIRI II — penjakit beri-beri. BIRIE'-BIRIE' — n. boeroeng bangsa lajang². BIRIENG I — nama sematjam ajam saboeng jang boeloenja merah kekoeningan. |
BIRIENG II — nama sematjam penjakit koelit; birieng paloeeh — betik-betik; tindawan birieng — nama sebangsa tjendawan. BIROE — biroe; biroe laoei` — biroe seperti laoet; awan biroe — awan biroe; iroe biroe — haroe-biroe, hiroe-biroe, haroe-hara. BIROEANG — beroeang. Soepaja boenjinja djangan mengenai orang tempat berkata karena soekoe kata jang kemoedian ja'ni ang, perkataan ini dioebah djadi biroengkang. Demikian djoega: mansiang djadi mansi; piliang — pili; tamiang — tami; kaloeang djadi kaloee'; bingkoeang — bingkoe; binoeang — binoe, dll. BIROEGO — beroga; ajam biroego — ajam beroga. BIROENGOEI' — rengoet; mambiroengoei` — merengoet-rengoet. BIROTO', lih. biroengoei`. BIRONJONG, lih. biroengoei` dan biroto`. BISAI — bisai. BISAN — besan; babisan — berbesan. BISANAN, toemboeeh bisanan — terbit bisoel ketjil pada tepi kelopak mata karena tiada menjampaikan pesan orang. BISIE' — bisik; babisie` — berbisik; ba' bisie' oerang Soengai Poea(r) — seperti orang Soengai Poear berbisik, ja'ni kedengaran kepada orang sebab keras soearanja; babisie' kadangaran, baimbau kalampauan — artinja perantaraan orang jang berkata dan orang jang akan mendengar amat dekat. BISO — bisa; dibiso — dihinggapi bisa; dimakan biso kawi — dimakan bisa kawi; poeti biso — perempoean jang bertoeroet-toeroet kematian soeami; nan biso tawa, nan tadjam toempoee — oetjapan orang jang memperdamaikan orang, soepaja sekalian kesalahan dan perkataan jang kasar² dihilangkan. BISOE — bisoe; basibisoe — diam sadja, tiada maoe berkata-kata; ba' sibisoe barasian — seperti orang bisoe bermimpi, demikianlah hal seorang jang tiada dapat mengatakan apa jang terasa dihatinja. BISOEE(L) — bisoel; bisoee maangkoei' nanah — bisoel bernanah; manjinggoeeng mato bisoee oerang — kiasan jang artinja amat sangat menjakiti hati orang. BISOEE', barisoee` — esok; dambisoee` — loesa; lih. isoee`. BITEH — batas; bainggo babiteh — ada watasnja, ada oekoerannja (waktoenja), tiada selaloe; bamain ko bainggo babiteh — bermain ada waktoenja, artinja tiada selaloe bermain. BITIH, betih — potong; penambah kata bilangan pada barang² jang petjak. BITJARO — bitjara; bitjaro dibadan soerang — jang membitjarakan atau mengichtiarkan hanjalah diri sendiri; gadoeeng bitjaro — kantor, balai² 'adat; abih aka boedi bitjaro — habis boedi bitjara; tjoebo batenggang babitjaro — timbang betoel². BOBO' — gemoek (tentangan moeka). BODI — nama seb. pohon; daoen bodi — gambar atau kain digoenting jang bangoennja boelat seperti daoen bodi. BODJI' — gadoek, sombong. |
BODOH
40
BOEBOEIH
</noinclude>
|
BODOH — bodoh; babodoh-bodohkan awa` — berboeat dirinja bodoh. BOEA(R) I — berat keatas (kepoentjak) soeatoe barang. BOEA(R) II — nama sematjam rotan jang kasar. BOEAH — boeah; boeah kajoe — ketoemboehan; boeah badjoe — kantjing badjoe; boeah poenggoeeng — boeah pinggang, kerindjal; boeah rato` — perkataan jang diseboet ketika meratap; boeah tjatoee(r) — anak tjatoer; boeah ati — djantoeng hati; boeah tangan — barang² jang dibawa dari negeri orang, oentoek dibagi-bagikan kepada sahabat kenalan; boeah ketje', boeah moeloei` — perkataan; boeah-boeah — koentoel; ana' boeah — anak kemanakan seorang penghoeloe; lah po oerang si Timah maadokan boeah? — telah berapa orang si Timah beranak?; saboeah nan den roesoeehkan — satoe perkara jang saja soesahkan; kami lah saboeah — kami telah semoepakat; boeah masa' tagantoeeng tinggi, ka didjoeloee' pangalan singke', ka ditingke' batangnjo litjin — 'ibarat hendak beladjar akan mentjapai pangkat jang tinggi, tetapi oeang koerang; ko' le baboeah si maoeeng djantan — siapa tahoe, berboeah simawang djantan, maksoednja Allah ta'ala kaja, barangkali jang miskin djadi kaja nanti; pepatah ini biasa dikatakan orang miskin jang tiada dapat meminta bantoean dari sanak saudaranja. BOEAI — boeai; baboeai — berboeai; mamboeaikar ana` — memboeaikan anak; taboeai-boeai — memboeai karena beratnja; boeaian — boeaian; gantoeengan dikatakan boeaian; gantoeengan disangkakan boeaian, oemp.: hal orang moeda jang toeroet berdjoedi, tiada mengetahoei, bahwa pekerdjaan ini tiada baik, hanja mendatangkan tjelaka. BOEAJO — boeaja; mamboeajo — menipoe; gadang boeajo dilaoei'tan, gadang garoendang dikoebangan — boeaja itoe koeasa dalam laoet dan beroedoe itoe radja dikoebangan, artinja tiap² orang radja (berkoeasa) pada tempatnja atau dalam djabatannja masing². BOEA' — bertjanda, hal orang jang kadang² baik dan kadang² boeroek hatinja; boea'-boea'an, boea'-boea'kan — banjak kali boea'; sia oerang nan ka diboea'i! — tidak ada orang jang soeka bersahabat dengan orang jang sifatnja boea`. BOEAN — nama sebangsa ikan soengai; semah. BOEANG I — boeang; hoekoeman jang seberat-beratnja lain dari hoekoem boenoeh, jaitoe ,,boeang sepandjang 'adat (Dr. de Vries): 1e. boeang oetang, jaitoe djika kemanakan bertoeroet-toeroet memboeat oetang dan oleh sebab membajar oetangnja itoe berkoerang harta poesaka, maka kaoemnja memberi tahoe kepada kerapatan penghoeloe², bahwa ia tiada lagi maoe menanggoeng membajar oetang kemanakannja itoe, laloe hal ini ditjanangkan dalam negeri; 2e. boeang sirieh, djika seorang kemanakan berboeat pekerdjaan jang tiada senonoh, sehingga roesak nama kaoem, maka mamak menghimpoenkan penghoeloe². Ketika itoe dikeloearkannja sehelai dari seikat daoen sirih, sambil berkata |
bahwa kemanakannja itoe ,,diboeang sirieh, artinja dikeloearkan dari kaoem seperti daoen sirih jang selembar dikeloearkan dari jang seikat. Hoekoeman ini tiada berat, hanja mendjadi nasihat, karena salajoee sirieh, sailang berang nan sakaoen; kemoedian kemanakan ini diterima lagi kembali dalam kaoem; 3e. boeang bilah; hoekoeman ini lebih berat. Sepandjang pendapat setengah negeri hoekoeman ini jaitoe hoekoeman no. 2 jang ditambahi beratnja, karena bilah bamboe tiada lekas boesoek sebagai daoen sirih. Pada setengah negeri lagi hoekoeman ini berat: bilah dipanggang, aboe dipakai, artinja gelar kemanakan tadi ditanggalkan dan diberikan kepada jang lain; 4e. boeang tingkarang (boeang tembika(r)). Selama tembikar masih ada, kesalahan kemanakan jang diboeang itoe beloem lagi dima'afkan. Djika penghoeloe jang berboeat salah itoe, tiada ampoennja lagi, tiada ia lagi boleh memakai pangkat penghoeloe, seperti kata 'adat: inda' dibao sailie samoedie', sadoedoee' sataga', saadat sapoesako, saino samaloe, salaboeeh satapian, ko' salah inda' boelieh lai ditimbang, oetang inda' boelieh lai dibaie; 5e. boeang bida`. Kalau seorang beroetang kepada negeri dan tiada ia dapat membajar oetangnja itoe, ia mendjadi hamba kepada radja, namanja andam karoemah radjo; 6e. boeang poeloeih (poeloeih — habis, hilang). Orang jang bersalah diboenoeh; mamboeang oedi — memboeang sial; mamboeang ana` — meroesakkan anak jang dalam kandoengan; mamboeang-boeang langkah — berdjalan-djalan; taboeang boeroee` — karena soedah boeroek, tiada dipedoelikan lagi, pada hal dahoeloe banjak ia berboeat kebaikan; abih manih sapah taboeang — 'ibarat makan teboe, sesoedah habis manisnja, sepahnja diboeang, demikianlah dikiaskan kepada orang sesoedah habis oeangnja, kekoeatan telah hilang, ia tiada lagi dipedoelikan; gapoee' mamboeang lama', tjadie' mamboeang kawan — hal orang jang tiada hendak mengingat sanak saudaranja dan kaoem keloearganja; mamboeang-boeang moeloei` — mengatakan soeatoe maksoed dengan tiada ditepatkan betoel, melainkan dengan sindiran. BOEANGA' — bengah. BOEBOEE(R) — boeboer; maanta boeboee sama dengan maanta lape`, lih. pada lape`. BOEBOEE' — boeboek; boeboee' batang — loebang kajoe jang digerek boeboek, ketika kajoe ini masih hidoep. BOEBOEENG I — moemboeng, penoeh sesak, tepoe; boeboeeng loemboeeng de' padi — penoeh sesak loemboeng oleh padi; lah boeboeeng didalam — ki.: tiada sabar lagi. BOEBOEENG II, mamboeboeeng — terbang tinggi; tabang mamboeboeeng kaateh langi` — terbang tinggi kelangit. BOEBOEENG III, boeboeengan — boeboengan. BOEBOEIH — bobos; ba' anai² boeboeih — ramai karena² ada orang jang datang dan pergi; tanggoee' rape' karoentoeeng boeboeih — tanggoek rapat djadi banjak mendapat ikan, tetapi keroentoeng bobos, oleh karena itoe ikan jang didapat bertjetjeran, dikiaskan kepada doea laki isteri, soeami banjak men- |
BOEBOEI'
41
BOEKI'
</noinclude>
|
dapat oeang, tetapi si isteri tiada pandai menjimpan. BOEBOEI' I — tjaboet; mamboeboei'kan — mentjaboet; mamboeboei' banjih — mentjaboet benih dari pesemaian, akan ditanam disawah; ba' diboeboei' gadangnjo — sangat lekas besarnja; ba' diboeboei' ati mandanga poepoei` — seperti dihela orang awa' hendak pergi sebab mendengar serdam; ba' taboeboei' kasisieran — ki.: lepas dari soeatoe kesoesahan. BOEBOEI' II — nama boeroeng. BOEBOEI' III, tali boeboei'tan — boeboet. BOEBOEN-BOEBOEN — oeboen²; aloen panoeeh boeboen-boeboennjo (maango'-ango' djoeo lai boeboen-boeboennjo) — ki.: ia masih terlaloe moeda. BOEDA' — boedak, hamba; mampaboeda` — menjoeroeh mengerdjakan pekerdjaan boedak, memperhamba; kaboeda'-boeda'an beroebah mendjadi kaboedan-boedan — keboedak-boedakan, artinja berperangai seperti orang moeda. BOEDEMAN, lih. boediman. BOEDI — boedi; boedi bahaso — boedi bahasa; baie' (elo') boedi — baik boedi; kadape'an (kadapatan) boedi — kelihatan perangai jang koerang baik; dipaboedikan oerang — ditipoe (diperdajakan) orang; kapioetangan boedi — beroetang boedi; oetang ameh boelieh dibaie, oetang boedi dibao mati — beroetang oeang boleh dibajar, tetapi beroetang boedi tiada terbalas sampai mati. BOEDIMAN — boediman; arih boediman — 'arif lagi boediman. BOEDJANG — boedjang; mamboedjang — memboedjang; roemah pamboedjangan — roemah oentoek boedjang²; mati boedjang — mati moeda; boedjang djoearo — dewa jang berkoeasa atas saboeng; ba' boedjang djolong bakarih — seperti boedjang djolong memakai keris, soeka hati, gadoek; 'ibarat anak diberi pakaian baroe. BOEDJOEE(R) — boedjoer; boedjoee taloee — boelat teloer; moekonjo boedjoee — moekanja pandjang (lawan boelat); mamboedjoee mai` — meletakkan majat; taboedjoee laloe, tabalintang patah — artinja djika jang menahan (alangan, empangan) letaknja memboedjoer, tentoe dapat laloe dan djika letaknja melintang, ta' dapat tiada alangan itoe patah tandanja jang laloe lebih koeat dari jang menahan, demikianlah dikiaskan tentang perintah jang akan didjalankan, mesti berlakoe. BOEDOEE(R) — boedjal; ingoeenio taboedoee — ingoesnja boedial (tersemboel); poese'njo diboedoee-boedoeekannjo sadjo — poesatnja (peroetnja) terboeka sadja. BOEDOEI', mamboedoei` — bersoesah hati, sebal, moeka asam. BOEEH — boeas; arimau mamboeeh — harimau kerap kali menangkap (pada waktoenja); diseboet orang djoega arimau mamoeeh. BOEE' — boeat; mamboee` — memboeat; baboee` — mengerdjakan sawah, diseboet djoega mampaboee' sawah; baboee'-boee` — mengada-ada, berboeat bohong; boeatan, paboeatan — boeatan; tioepa' boeatan — 'adat jang diboeat; banja' boeatan — banjak kerdja; saboee` — sekata; boeati — baiki: |
baboee' baie' pado-padoi, baboee' djae' djangan sakali — berboeat baik hendaklah tjoekoep², berboeat djahat djangan sekali; N. B. Perkataan ,,boee'kan nasi! inda' taboee' disiko; inda' taboee'-boee' diati den sebenarnya salah, hendaknja: moee'kan (moeatkan) nasi; inda' tamoee' disiko (tiada termoeat disini), inda' tamoee'-moee' diati den (soedah penoeh peroet saja, saja tiada sabar lagi). BOEHOEE(L), boeoe — simpoel; boehoee sinta` — simpoel jang teroerai, djika disentak oedjoeng talinja; boehoee mati — simpoel jang soesah dapat diboeka lagi; mamboehoee — menjimpoel; kato angkoe toe ambo boehoee are', ambo pegang tagooeeh — nasihat engkoe itoe saja simpoel erat-erat (saja simpan betoel² dalam hati), saja pegangkan tegoeh²; mamboehoee djan baboekoe, maoeleh djan mangasan — ki.: apa jang dikerdjakan (teroetama kedjahatan, asoetan) djanganlah diketahoei orang siapa orang jang memboeatnja. BOEHOEE' — gondok; manggantoeengkan boehoee' dilihie — menggantoengkan gondok dileher, artinja mentjampoeri perkara jang mendatangkan kesoesahan atas diri sendiri. BOEIEH — boeih; boeieh saboen — boeih saboen; baboeieh — berboesa; mamboeieh aie lioeenjo — loedahnja berboesa (karena pajah atau kesakitan); apoeeng-apoeeng boeieh — timboel tenggelam; ko' pandai manitih boeieh, salamat badan kasoebarang — djika maoe mengerdjakan pekerdjaan jang soekar, oemp.: orang jang menoentoet 'ilmoe keras hati dan radjin, nistjaja jang dimaksoednja akan sampai djoega. BOEJAU — rawa; sawah toe boejau — sawah itoe bentjah (rawang). BOEJOEENG — awang (panggilan anak laki²). BOEJOEI' — loejoet; mamboejoei' sadjo ana' ko didoekoeeng — hal anak jang tiada pandai berdoekoeng, terloentjoer dan terasa berat. BOEJOEN — sangat banjak, teroetama tentang barang jang tergantoeng, oemp. boeah-boeahan; mamboejoen — toendoek karena banjak; taboejoen — melentoer karena sangat lebat. BOEKA' — boeka; mamboeka' pintoe — memboeka pintoe; mamboeka' rasio — memboeka rahasia; mamboeka' kapalo banda(r) — moela mengalirkan air kesawah oentoek mengerdjakan sawah; taboeka' atinjo — ia bersoekatjita, apa diminta kepadanja diberinja; taboeka' atinjo mangadji — moelai terboeka pikirannja mengadji; taboeka' pintoe rasakinjo — ia moelai mendapat rezeki. BOEKAN — boekan; nan boekan ditoendjoee'kannjo ka ambo — jang tiada betoel diadjarkannja kepada saja; baio-io baboekan-boekan — memperkatakan jang baik dan jang tiada baik, artinja bermoepakat; saio saboekan — sekata. BOEKE' I — boekat; mamboeke` — memboekat; diboeke'njo mantjari den — ia mentjari saja kian kemari (dimana-mana). BOEKE' II, goelai boeke` (Matoer) — n. sematjam goelai kental. BOEKI' — boekit; boeki' lah tinggi, loerah lah dalam — maksoednja telah toea, tiada koeat |
BOEKO
42
BOELIEH
</noinclude>
|
lagi mendaki dan menoeroen; baboeki' dibalie' pandakian — artinja sesoedah lepas dari soeatoe kesoesahan, ada lagi kesoekaran jang lain. BOEKO — boeka; baboeko — boeka poeasa; taboeko atinjo, lih. pada boeka`. BOEKOE I — boekoe, oemp.: boekoe taboe, boekoe djari; boekoe lali — mata kaki; ana'njo saboekoe sadjo — anaknja hanja seorang; saboekoe randang — seboeah rendang; maadoe boekoe djari — ki.: bertindjoe; kareh boekoe lidah — ki.: tiada maoe alah berkata, keras kepala; talampau pamilieh, tapilieh diboekoenjo — ki.: siapa hendak jang bagoes, kadang² dapat jang boeroek. BOEKOE II — boekoe, kitab. BOEKOEE(R) — tjoekoer, lih. tjoekoee; baboekoee — bertjoekoer; mamboekoee — mentjoekoer. BOEKOEENG, bokong — tinggi ditengah oemp.: djalan. BOEKOEI', mamboekoei` — menoetoep; mamboekoei' parakaro — mendiamkan perkara. BOELA(R) — boelar; boela mato de' mamandang — boelar mata karena memandang seorang jang akan datang, tetapi beloem djoega tampak. BOELAJAN — bisoel pada kepala; boelajan sase` — boelajan jang tiada toemboeh pada kepala. BOELA'KAN, boela'an — mata air jang memboeal-boeal. BOELALAI — belalai. BOELALANG, mamboelalang — membesarkan mata tanda marah; mamboelalang di nan kalam — ki.: berani kepada orang jang penakoet; injo nan boeto awa' diboelalangnjo — ia jang salah, tetapi ketika diberi tahoe ia akan kesalahannja, ia mengatakan kita jang salah. BOELALIE' — belalak; mamboelalie` — membelalak. BOELAN — boelan; boelan panoeeh — boelan poernama; boelan naie` — boelan timboel; boelan soesoei', boelan djiroeih — boelan soesoet; boelan saki` — gerhana boelan; boelan sabi` — boelan seperti sabit; manjonsong boelan — selamatan pada achir Safar; maanta(r) boelan — selamatan pada achir Rabi'oe'lâwal; tamakan diboelan — terlambat masoek poeasa (berpoeasa); ba' tjando boelan — sangat tjantik tentangan perempoean; mambao boelan — membawa (mendapat) boelan; boelan manamat — boelan mengadji-kan arwah jaitoe boelan Sja'ban; boelan ini dinamai djoega boelan menjiang sebab dalam boelan ini menjiangi koeboer atau boelan pondo'an sebab dalam boelan ini orang memboeat pondok akan memboeat dodol (kalamai); boelan tjarai — boelan jang tiada dirajakan atau boelan orang tiada bekerdja sawah; boelan malin (Pariaman) — boelan Rabi'oe'l-äwal (mauloed), waktoe inilah selamatan diroemah atau bersedekah nasi kesoerau-soerau; boelan lamang (idem) — Sja'ban, waktoe ini diboeat lemang oentoek selamatan meminta rahmat Toehan; boelan sambareh (idem) — boelan Radjab; dalam boelan ini diboeat sarang bareh oentoek selamatan |
menghormati mi'radj nabi dan mentjeriterakan kissahnja; boelan sahari — nama perhiasan (dokoh); djiroeih ba' boelan kaabih — tiroes seperti boelan akan habis, dikatakan tentang modal jang makin lama makin koerang; siang ba' ari tarang ba' boelan — ki.: amat terang tentang perkataan, perkara, pengadjaran dsb.; abih boelan diateh ambo balie' poelang — tiada pernah lagi akan kembali; oele' boelan — seb. oelat. BOELANG — boelang; mamboelang — memboelang; mamboelang ajam — mengikatkan tadji pada kaki ajam saboeng dengan tali; boelang kanan — djika tadji diikatkan pada kaki kanan ajam; boelang kiri — djika tadji diikatkan pada kaki kiri ajam; boelang toendjoee` — tadji diikatkan pada teloendjoek kaki ajam; kabau pamboelang tali — kerbau jang biasa memboelangkan tali pengikatnja pada tandoeknja, laloe disentakkannja sampai poetoes soepaja ia bebas; atinjo boelang-balieng — pikirannja tiada tetap. BOELANTJI', boeroee' boelantji` — marah dan mengeloearkan kata jang kedji². BOELE' — boelat; saboele` — sekata; mampaboele' moepakat — menjatoekan moepakat; baboele'-boele' kito diam ka Boekittinggi — semoeanja kita diam ke Boekittinggi; paboele'lah pitih ang — sekalian oeang kamoe himpoenkanlah; mamboele'i — boenting tentang ternak; kaboelatan karapatan — persatoean moepakat penghoeloe; lah boele' atinjo na' ka Makah — telah tetap hatinja hendak ke Mekah; batilandjang boele` — telandjang boelat, telandjang bogel; boele' aie de' pamboeloeeh, boele' kato de' (djo) moepakat — ki.: karena beroending, dapatlah orang sepakat; boele' lah boelieh digiliengkan (digolongkan), pitja' lah boelieh dilajangkan — boelatnja sehingga dapat digoelingkan dan petjaknja sehingga dapat dilajangkan, artinja telah sepakat betoel; si boejoeeng (si oepie') boele` — boedak atau orang jang sedjak lahirnja tiada berkaki bertangan atau salah satoenja koerang. BOELI-BOELI — boeli-boeli, nama 'oemoem bagi botol; badan ba' tjando boeli² — gemoek dan boelat seperti boeli². BOELIEH — boleh, dapat, beroleh; injo inda' boelieh doedoee' disiko — ia tiada boleh doedoek disini; boelieh maloe — mendapat maloe; boeah toe boelieh dimakan — boeah itoe dapat dimakan; ambo boelieh pitih di (dari) mama' ambo — saja beroleh oeang dari mamak saja; saboelieh-boelichnjo angkoe datang djoeo — seboleh-bolehnja engkoe datang djoega; pinta' boelieh kahanda' balakoe — permintaan diperkenankan dan kehendak diperlakoekan; boelieh bada(r) tatimbokan — ki.: mendapat keoentoengan dengan tiada bersoesah pajah; boelieh loeloee' dinan karieng — ki.: mendapat kesoesahan dengan tiada berdosa; djaoeeh boelieh ditoendjoee'kan, ampie boelieh dikako'kan — sesoeatoe hal sangat terangnja, tiada bohong, 'ibarat barang jang ada djika djaoeh, dapat ditoendjoekkan dan djika hampir boleh dipegangkan; boelieh-boelieh sadjo nan ka disoesahkan — datang² sadja jang akan disoesahkan. |
BOELILI
43
BOENJI
</noinclude>
|
BOELILI, mamboelili-boelili — memperagakan koeat, beragak hendak berkelahi. BOELO (Koerai) I — poela; a boelo djano go — apa poela katanja ini. BOELO II, baboelo-boelo — merengoet-rengoet, meroseng; tjaro boelo — mengeloearkan perkataan jang kedji-kedji. BOELOE — boeloe; mamboeloei — mentjaboet boeloe; boeloe boeroee` — boeloe binatang sedjak dari moelai lahir, jang nanti akan berganti; boeroee' boeloe — ki.: hal orang jang dibentji orang; taga' boeloe koedoee' den — seram boeloe badan saja; injo inda' baboeloe lai — dia tiada lagi berpakaian dan beroeang karena alah berdjoedi; kapalo samo baboeloe pandape' balain-lain — lain orang lain pikirannja; tjabie'-tjabie' boeloe ajam, tjantjang aie inda' poetoeih — ki.: berapa sekalipoen orang bersaudara bersengketa, lambat laoen akan berdamai djoega; aka(r) boeloe — akar boeloe; oele' boeloe — oelat boeloe; boeloe ramang — roma; boeloe ranta` — boeloe balam atau ketitiran jang berbintik-bintik pada lehernja; boeloe soeo — boeloe leher ajam, jang tegak bila (hendak) berlaga. BOELOEE(R) I — rakoes, lahap. BOELOEE(R) II, boeloeeran aie — beroemboeng air. BOELOEEH — boeloeh; boeloeeh-boeloeeh darah — oerat darah; boeloeeh parindoe — b. perindoe; pamboeloeeh — pemboeloeh; boele' aie de' pamboeloeeh, lih. boele`. BOELOEIH — bolos; inda' pandeka nan ta' boeloeih — ki.: radja jang gagah berani dan gagah achirnja akan tewas djoega. BOEMBOEN I — rimboen, rindang. BOEMBOEN II — longgok padi jang baroe disabit akan diirik. BOEMI, goemi — boemi, tanah; boemi poeto — boemipoetera; boemi langi' (di)den, angkoelah — tiada lain jang saja harap, melainkan engkoelah; dimano boemi dipidja', langi' didjoedjoeeng, aie disaoee' rantieng dipatah, disinan adat dipakai, lasin ditoeroei` — ki.: hendaklah orang menoeroet 'adat dimana orang tinggal; langi' roentoeeh, boemi lah taban — ki.: poetoes pengharapan, karena orang jang biasa menolong mati atau djatoeh miskin dsb. BOENDA' — katjau, hiroe-biroe; boenda' paratian — soesah pikiran; mamboenda` — mengatjau; mengerdjakan pekerdjaan jang ta' baik, sehingga mendatangkan hiroe-biroe; diboenda'njo mantjari ambo — kesana kemari ia mentjari saja; saboenda' kara'njo — semoeanja. BOENDJAI, goendjai — djoembai, ramboeramboe; batanoen sampai kaboendjainjo — mengerdjakan soeatoe pekerdjaan hendaklah sempoerna soedah. BOENDO — boenda; boendo kandoeeng — iboe betoel; gelar radja perempoean Minangkabau. BOENDOEENG — boendoeng; sebangsa penjakit kerbau dan lemboe; dialoei' boendoeeng — dilanggar boendoeng. BOENGA(R) — boengar; sadang boengaran — sedang boengar; ana' boengaran (boengalan) — anak jang sedang remadja. |
BOENI, boenji — boenji, lih. boenji. BOENGIN — lanau; loempoer jang sangat haloes dalam tambak atau dalam serokan. BOENGKA(L) — boengkal; boengka nan piawai — anak timbangan jang betoel; naratja nan palingan, boengka nan piawai — ki.: hakim (mahkamat) jang 'adil; ta' ameh boengka diasah, ta' kajoe djandjang dikapieng — ki.: karena daroerat (oep. akan mengoeboerkan majat, atau mengawinkan anak, atau membajar oetang), digadaikan atau didjoeal harta poesaka atau barang jang dikasihi. BOENGKANG — boengkang; batjaroei' boengkang — mengeloearkan perkataan jang kedji², memaki-maki, mentjaroet. BOENGKOEE(R) — bagian kajoe jang soesah dikeping sebab ada matanja. BOENGKOEE' — boengkoek; boengkoee' saboei` — boengkoek seperti saboet, dikatakan tentang orang jang boengkoek belakangnja; boengkoee' sadjangka — tegar, keras kepala; boengkoee' sadjangka ta' takadang — 'ibarat kajoe boengkoek jang pandjangnja sedjengkal, tiada moedah dibentoek, dikiaskan kepada orang jang keras kepala, soesah diadjar, sangat bengal; mamboengkoee` — toendoek, mendjadi boengkoek; nan boengkoee' dimakan saroeeng — ki.: orang jang tiada loeroes akan mendapat hoekoeman dari Toehan; oedang ta' taoe diboengkoee'njo (ini sebagian dari goerindam) samboengannja: oerang ta' taoe diboeroee'njo, artinja orang jang djelik jang bersangka bahwa ia bagoes. BOENGKOEIH — boengkoes, lih. toengkoeih; boengkoesan — boengkoesan; mamboengkoeih toelang djo daoen taleh — ki.: menjemboenjikan rahsia, jang achirnja akan kentara djoea. BOENGO — boenga; boengo api — boenga api; boengo kajoe, boengo pasi. — padjak jang dibajar karena mengambil hasil rimba dan hasil laoet; boengo koekoe — pangkal koekoe; boengo oeang — boenga oeang; boengo pasang — pasang jang baroe naik; ana' kete' ko (ba' tjando) boengo — anak ketjil moedah sakit; baboengo — berboenga; ketje'njo lah banja' baboengo — perkataannja telah banjak dilebih-lebihi; mamboengo — moelai terbit tentang penjakit; dima boengo nan kambang disinan koembang nan banja` — ki.: dimana ada perempoean bagoes, disitoe banjak laki² moeda; boengo inda' sakaki, koembang inda' s(a)ikoee — ki.: perempoean banjak, laki² poen banjak djoega, perkataan ini dikeloearkan laki isteri jang berselisih menjatakan bahwa masing² tiada takoet, djika bertjerai, tentoe akan dapat isteri atau soeami djoega. BOENGOEE(R) — boengoer. BOENJI I — boenji; baboenji — berboenji, bernjanji (seperti boeroeng) berkata, mendjawab; inda' tapaboenjikan — tiada terkata-kata; saboenji — semoepakat, sekata. BOENJI II, mamboenji — tiada berkata benar; mamboenji ati — tiada berkata benar, tiada loeroes; mamboenji toelang — bekerdja koerang dari kekoeatannja; mamboenjikan — memoekoel boenji-boenjian; memboenjikan: ko' lai oerang mananjokan den, boenjikan sadjolah — kalau ada orang menanjakan saja, |
BOENOEEH
44
BOESOEE'
</noinclude>
|
katakan sadja saja ta' ada; diimbau baboenji dilie' basoeo — djika dipanggil ia menjahoet, djika dilihat bertemoe, artinja betoel tiada bohong apa jang dikatakan, boleh dioedji akan kebenarannja; boenji-boenjian — boenji-boenjian; oerang boenjian — hantoe jang kedengaran soearanja; ba' boenji Tjino karam — seperti Tjina karam; ba' boenji agoeng patjah — soeara tiada merdoe; ba' boenji tjoe-bada' (kapoee') roentoeeh — boenji jang besar (hebat) tentangan barang jang djatoeh; ketje' ba' boenji marandang katjang — beleter, geritjau; boeroee' boenji patjah barito, lih. pada barito. BOENOEEH — boenoeh; boenoeeh aie! — toetoep pantjoeran; air djangan dibiarkan mengalir; boenoeeh api! — padamkan api!; mamboenoeeh — memboenoeh; baboenoeeh-boenoeehan — berboenoeh-boenoehan; pamboenoeehan — kemaloean; mantjantjang inda' mamampeh, mamboenoeeh inda' mambangoen — maradjalela; mamboenoeeh pandjaitan — menjimpoel oedjoeng pendjahitan, soepaja djangan tanggal; inda' poedji nan manganjang, inda' oepe' nan mamboenoeeh — djanganlah dihiraukan oempat dan poedji, karena kedoea perkara ini tiada akan menolong dan tiada akan meroesakkan. BOENOEI' — boenoet. BOENTA(R) — boentar; sadang boenta bajang² — sedang tengah hari betoel, poekoel 12 siang. BOENTA, lih. boenta(r). BOENTANG — bangkai; baoe boentang — sangat boesoek. BOENTIE(L) — boentil; talampau doeko taoerah boentie, talampau soeko taoerah roesie — dalam hal berdoekatjita, terdjoeal barang simpanan; waktoe bersoekatjita, kadang² terboeka rahasia, oleh karena itoe berdoekatjita dan bersoekatjita djanganlah berlebih-lebihan. BOENTIENG — boenting; mamboentiengkan — memboentingkan, menghamilkan; boentieng harimau — hal perempoean hamil jang soeka marah. BOENTJAH — haroe-biroe; katjau, keroeh; pikiran boentjah — hati ta' senang; mamboentjah — mengharoe biroe; mamboentjah ati — menjoesahkan hati. BOENTI' — senoeh, belenting, boenting (kasar). BOENTJILA' — beliak; boentjila'kan mato ang sakete'! — boeka matamoe betoel-betoel, soepaja kelihatan (kasar). BOENTOE I — kemaloean perempoean (Agam). BOENTOE II — pendek (Limapoeloeh Kota). BOENSOE, bonsoe — boengsoe; si boensoe — anak jang boengsoe; si boensoe paindang atah — anak boengsoe jang tiada dapat dipermandjakan karena miskin (biasanja anak boengsoe sangat dipermandja). BOERAI I, borai — boerai; taboerai isi paroei'njo — terboerai isi peroetnja karena ditikam orang. BOERAI II, bawah boerai — dibawah tebing dalam. BOERAKAH — sombong; gadang boerakah — sangat sombong. |
BOERA', bora` — borak; ba' tjando bora` — sangat tjantik (tentangan perempoean). BOERANDANG — goedang dibawah roemah. BOERANSANG — marah; tabi' boeransang — terbit marah; pamboeransang — lekas marah. BOERANTA' — sebenarnja boeloe ranta` — boeloe jang berbintik-bintik pada leher balam atau ketitiran. BOERENSENG, mamboerenseng — marah dengan tiada semena-mena. BOERI' — borek. BOERO — boera, semboer; mamboero — menjemboer; oela moero sebenarnja: oela mamboero — sebangsa oelar jang menjemboer; baboero-boero — marah-marah tiada berkoepoetoesan; pamboero — rempah-rempah isinja: lada katik, djerangau, halia (djae), daoen boenglai dan lagi sematjam koenjit namanja koenji' babaoe, dikoenjah laloe disemboerkan kepada orang sakit. BOEROE — boeroe; baboeroe — berboeroe; paboeroe — pemboeroe; andjieng paboeroe — andjing jang pandai berboeroe; antoe paboeroe — menoeroet kepertjajaan orang, asalnja pemboeroe jang mendjadi hantoe; paboeroean — tempat berboeroe; binatang jang diboeroe; taboeroe-boeroe — tergopoh-gopoh. BOEROEE' — djelik, tiada bagoes; boeroee' moeloei` — kasar perkataan; baboeroee` — tiada berbaik; mamboeroee` — bernanah atau bertambah loeas tentang loeka atau koedis; mampaboeroee` — menambah djelik; mampaboeroee' oerang — memfitnahkan orang, mengatakan orang lain jang bersalah; boeroee' moeko tjamin dibalah — ki.: marah kepada orang jang menegoer kesalahan kita; boeroee' boenji patjah barito — lih. pada barito; saelo' saboeroee` — sekata, semoepakat; inda' elo' nan ta' boeroee` — selama baik (bersahabat) nanti akan datang waktoe bermoesoeh atau berselisih; inilah nasihat soepaja djangan lekas memboeka rahsia kepada sahabat; inda' boeroee' nan ta' elo` — orang jang berselisih achirnja boleh djoega berdamai. BOEROEENG — boeroeng; aro' diboeroeeng tabang tinggi, poenai ditangan dilapehkan — harapkan goentoer dilangit, air ditempajan ditjoerahkan; mambadai boeroeeng ateh langi', marandah djaro' djangan, lih. badai. BOESE', mamboese` — melentjit; dari tanah na' njo mamboese', dari langi' na' njo manjamboee — ki.: saja tiada takoet apa-apa jang akan didatangkan kepada saja. BOESIEH — boesoeng. BOESO — semboer, emboes; mamboeso — mengemboes keras-keras; ango'njo lah mamboeso — napasnja keras, ia soesah bernapas; arang abih basi binaso, nan maniti' pajah sadjo, nan mamboeso bileh mato — oeang habis, pekerdjaan tiada selamat, orang jang pajah bekerdja tiada berdjasa. BOESOEE' — boesoek; nan boesoee' ango` — bedil; mamboesoee'kan namo — meroesakkan nama; mamboesoee'kan oerang — meroesakkan nama orang, mempetenahkan orang; oerang boesoee` — orang soeka mengasoet, menipoe dsb.; inda' boesoee' nan ta' babaoe — pekerdjaan jang djahat, lambat laoen akan ketahoean djoega; lah boesoee' moengko di- |
BOESOEENG
45
DABIEH
</noinclude>
|
pado — ki.: pikiran jang teringat kemoedian, setelah pekerdjaan telah terdjadi. BOESOEENG, bosong — bakoep; mamboesoeengkan dado, mamboelalangkan mato, manjensengkan langan badjoe — sikap hendak berkelahi; inilah larangan bagi penghoeloe 'adat. BOETIE(R) — koetil, bonggal, ketoeat; boetie baloei` — sebangsa koetil ketjil-ketjil. BOETO — boeta; ati boeto — soeka loepa, beladjar tiada deras; kalam boeto — gelap goelita, gelap katoep; soere' boeto — soerat jang tiada ditanda tangani oleh si penoelis; tjino boeto — orang jang dioepah akan nikah dengan seorang perempoean jang telah tiga kali ditalak soeaminja, soedah itoe akan bertjerai poela, soepaja sesampai iddah si perempoean dapat lagi kawin dengan bekas soeaminja; toenggoee boeto — toenggoel kajoe jang tinggal terbenam dalam tanah, menoeroet kepertjajaan orang tempat hantoe; mambabi boeto — seperti lakoe babi boeta, marah kepada sebarang orang; ba' si boeto djolong njalang — seperti si boeta baroe melihat; ba' si boeto babilalang — soesah jang tiada berdjasa, mengerdjakan pekerdjaan jang sia². BOETOEEH — orang jang tiada artinja dalam pergaoelan. BOETOEN — sematjam perhiasan. BOGO, lih. bago, bagio. BOGO' — odoh. BOH, boh kamari! — bawa kemari !; boh lah ! — berilah kepada saja ! BOHONG — bohong; toengga' bohong — tiang dari tanah tiada sampai keatap, goenanja akan menjangga. BOJO' — bojas. BOJONG, lih. boejoen. BOKE' — bantoen, tjaboet; taboke` — tertjaboet, terbantoen, terbongkar; boke'kan — bantoenkan; de' riboei' dareh, taboke' batang baringin — karena riboet kentjang, terbongkar batang beringin. BOKO — koebis, lobak. BOKO I — gemoek pendek. BOKO II, taboko` — dapat keoentoengan atau bertemoe dengan tiada disangka-sangka. BOKONG — tinggi ditengah, djendoel, kemboeng; bokong mato de' manangih — bengkak (kemboeng) mata karena menangis; papan toe aloen litjin lai, bokong djoeo sakete' ditangah — papan itoe beloem lagi litjin, masih lagi tinggi sedikit ditengah; a nan tabokong dalam sakoe ang? — apa jang menggemboeng dalam sakoemoe? BOLAI, nama kajoe; koenji' bolai — boenglai. BOLA' — goendoel, botak. BOLENG — goendoel, tiada bertoetoep kepala; padoesi toe diboleng mama'njo — ramboet perempoean itoe ditjoekoer mamaknja (sehingga goendoel) karena djahat lakoenja; lah dibolengnjo awa' den de' ana` — pakaian saja dihabiskannja oleh anak saja. BOLOE, koee boloe — boeah boloe. BOEMBAI — Bombai. BOMBONG — rimboen (rindang) dan tinggi; tabombong (tabarombong) — njata kelihatan dari djaoeh karena tinggi dan rindang. BONAI — nama sebangsa kajoe; aie mato ba` |
oedjan labe', ba' bonai diranta' pagam — air mata bertjoetjoeran seperti hoedjan lebat, seakan boeah bonai direntak pergam. BONDE', bondi` — tjongkak, bengah, sombong. BONDO(L) — bondol, pipit kepala poetih. BONDONG, babondong-bondong — berdoejoen-doejoen; bondong aie bondong dada` — toeroet-toeroetan; pekerdjaan orang kaja hendak ditiroe orang miskin. BONEH — bernas; kaoentoeengan nan boneh limo roepiah — keoentoengan bersih lima roepiah; nan boneh katokan — kepoetoesannja katakan; nan boneh na'njo tingga, nan ampo na'njo tabang — ki.: jang baik biarlah tinggal, jang boesoek boleh pergi. BONDJO(L) — bondjol. BONGA' (a) — bodoh. BONGGENG — tiada berekor, lih. ponggeng. BONGKA(R) — bongkar; mambongka — membongkar; berbelandja banjak. BONGKAH — bongkah. BONGKEH — retak; bongkeh timoee — padjar menjingsing. BONGKONG — bodoh; dare' bongkong — ketjelaan atas diri orang hoeloe (Padang Darat) jang baroe datang kekota Padang, heran ia melihat laoet. BONGO' — bodoh, lih. dongo`. BONSENG — tjongkak, gadoek. BONSOE, lih. boensoe. BORAI, lih. boerai dan bosai. BORONG — borong; mamborong — memborong; mampaborongkan — memborongkan; toekang borong — pemborong; borongan — pemborongan. BOSAI — boerai, lih. borai. BOSONG, lih. boesoeeng. BOTJE', nan botje` — jang sebaik-baiknja, jang tiada tjelanja. BOTJO(R) — botjor; paroei' botjo — kedadak, tjika; oebe' itoe mambotjo — obat itoe mentjahar. BOTO(L) — botol. D. DABA', mandaba` — datang dengan tiada disangka-sangka; oedjan mandaba` — hoedjan datang dengan tiba-tiba sadja; ale' mandaba` — djamoe datang dengan tiada memberi tahoe; didaba` — didatangi dengan tiada memberi tahoe lebih dahoeloe. DABEH, dabeh-dabeh ari kasiang — hampir-hampir akan siang; badabeh-dabeh oerang malieng djo ambo — berdekat-dekat maling dengan saja; maling hampir dapat saja tangkap. DABIEH — debah, sembelih; mandabieh — menjembelih; pandabiehan si Anoe inda' lama` — apa jang disembelih si Anoe tiada enak dimakan; pandabiehan — daging jang diberikan kepada orang jang menjembelih sebagai oepah; inda' oesa' kabau de' pandabiehan — ki.: sedekah tiada mengoerangkan kepada harta orang jang bersedekah; mandabieh dikoedoee` — ki.: mendjoeal barang kepada seorang dengan harga jang sangat mahal; kadabiehan — oemp.: kerbau jang |
DABIE'
46
DAGIENG
</noinclude>
|
terdjatoeh dari tebing jang tinggi, sebeloem mati masih dapat disembelih; mandabieh manampoeng darah — ki.: sangat loba terlaloe amat banjak mengambil oentoeng. DABIE', mandabie' dado — menepoek dada, tanda tiada takoet; lih. tapie`. DABOEE(R) — deboer; badaboee — berdeboer; mandahoee pintoe — mendeboer pintoe; omba' badaboee — ombak berdeboer, boenji ombak jang memetjah. DABOEE' — deboek; badaboee` — djatoeh, berboenji ,,boee` tanda ada barang jang djatoeh; tadaboee` — terdjatoeh; boesoee' babaoe, djatoeeh badaboee` — tiap-tiap jang boesoek berbaoe, apa jang djatoeh tentoe berboenji, artinja perboeatan jang djahat lambat laoen akan ketahoean djoega. DABOEENG — daboeng; mandaboeeng — mendaboeng; saeto badaboeeng — satoe hasta + satoe telempap. DABOEIH I — daboes; badaboeih — bermain daboes. DABOEIH II — deboes; paroei' den badaboeih-daboeih — peroet saja berdeboes-deboes; merasa takoet. DABO' I — debar; badabo` — berdebar; darah den badabo` — hati saja berdebar. DABO' II, tadabo' oerang sadang makan — tiba-tiba kedapatan orang sedang makan. DADA(R) I (dikota) — dadar. DADA(R) II, mandada — menangis, tentang boedak-boedak; dada-dadai manjalang pitih — djoeloer djalar memindjam oeang; badada oerang minta' sidakah — penoeh orang (tiada berhenti berteriak) minta-minta. DADAH — sengam. DADA' — dedak; dada'-dada' randang — sisa rendang (dagingnja tiada lagi); sadada` — sedikit; inda' tingga sadada' djoeo — sedikitpoen tiada lagi tinggal; mandada' padi de' mantji` — mendjadi seroepa dedak padi karena dimakan tikoes; inda' batahan dada' de' koeda — ki.: sekalian makanan dihabiskan oleh orang jang rakoes, seberapa ada oeang habis dibelandjakan oleh pemboros; maminta' dada' ka oerang mangoebie` — meminta dedak (sekam) kepada orang jang mengobak padi dengan koekoenja, artinja meminta kepada orang miskin; maindang dada' babia` — ki.: mengerdjakan pekerdjaan jang tidak dapat dikerdjakan. DADAWAN, dalawan, ladawan — kerempagi. DADIEH — dadih; dadieh djalang — soesoe tjair; dadieh pake` — soesoe pekat, dadih; mamoetahkan dadieh — ki.: menolak kebadjikan atau keoentoengan; tji'kan dadieh — n. sem. penjakit anak kerbau, anak djawi dll., tahinja poetih; maadja oerang toeo makan dadieh — ki.: mengadjar limau berdoeri. DADJA(L) — dadjal; ana' dadja — anak djahat. DADO — dada; mandado toemo — loengkoem, moengkoem; tadado — terkarib betoel; manapoee' dado — menepoek dada, menjatakan tiada takoet; mantjabie' badjoe didado — menepoek air didoelang, artinja mentjeriterakan 'aib sendiri atau 'aib anak isteri dan kaoem keloearga kepada orang lain; |
marangkoeeh pangkoee kadado — ki.: insaf akan diri sendiri karena melihat atau mendengar hal jang terdjadi. DADOE — dadoe; mamoeta dadoe — main dadoe. DADO' — dedap; mandoeri dado` — bangoen soesoe gadis jang baroe toemboeh; maman dje' dado` — ki.: sangat marah, tetapi tiada dapat berboeat apa-apa; badjoea tangka pangkoee dado` — ki.: menjombong. DAE', tjantjang tadae' djadi oekie — ki.: perboeatan jang salah kadang-kadang ada jang membagoeskan kerdja jang terdahoeloe. DAERAH — daerah; gambar isi dada dan peroet dinamai ,,daerah badan. DAGA(R) — degar; mandaga — mendegar; tadaga — terantoek; lih. laga(r). DAGAM — degam; badagam — berdegam. DAGANG I — dagang; oerang dagang — orang dagang; badagang — tinggal dinegeri orang, berniaga; dagangan — perniagaan; adat badagang: doedoee' dagang, taga' dagang, bakato dagang sakali — maksoednja, djika tinggal dinegeri orang, hendaklah merendahkan diri. DAGANG II — pikoel; mandagang — memikoel; pandagang, dagangan — pikoelan; sadagangan — amat banjak tentang boeah-boeahan atau daging dan lain-lain jang biasa dipikoel. DAGI — dagi. DAGIENG — daging; darah dagieng — anak sendiri; dagieng antoean — daging badan jang djadi keras (penjakit); dagieng batadoeeh — daging antara kaki lemboe atau kerbau; dagieng idoei` — daging ternak jang telah disembelih jang masih gementar; dagieng pade` — daging tiada bertjampoer toelang; dagieng sale` — daging antara toelang roesoek; boeroee' dagieng — hal orang jang moedah mendapat penjakit koelit, loeka sedikit djadi merojak; sadarah sadagieng — seiboe sebapa; pangadjaran angkoe djadi darah dagieng diambo — pengadjaran (nasihat) engkoe tetap saja pegangkan; doeto toe lah djadi darah dagieng dinjo — berdoesta itoe tiada dapat lagi ditinggalkannja; ia selaloe berdoesta; mandjadi darah dagieng rasonjo nasi biai den makan — sangat enak dan banjak saja makan nasi iboe; inda' badagieng sale' sakete' djoeo — terlaloe amat sangat koeroes; koeroes kering; lakoe ana' den manjisio' toelang djo dagieng — kelakoean anak saja mengoeroeskan saja; saja koeroes karena tingkah anak saja; abih dagieng toelang bakisai — dari moela hidoep sampai dalam koeboer; selama-lamanja; lah tadagieng ambo kini — ki.: telah lebih banjak oeang keloear dari pada oeang datang, sehingga telah memakai oeang simpanan atau modal asli; barang tairoen na' tadagieng — lih. pada irih; ba' doeri didalam dagieng — ki.: hal jang tiada moedah diloepakan (tentang kedjahatan jang menimpa diri sendiri, perasaan dalam hati jang akan dilahirkan); awa' koeroeih dagieng manimboen — ki.: hal orang kaja jang mengatakan koerang oeang; indoee' bako (bako) badagieng taba, ana' pisang bapisau tadjam — ki.: |
DAGO
47
DALAM
</noinclude>
|
menoeroet 'adat, anak pisang (anak dari sekalian laki-laki dalam satoe kaoem) haroes dipermandjakan oleh kaoem bapanja itoe. DAGO — daga; mandago — mendaga; dago dagi — daga dagi. DAGOEE(R), lih. daga(r). DAGOEE' — dagoe; dibawah dagoee` — berdekatan tentang pangkat, oemp. controleur dibawah dagoe ass. resident; tentang karib, oemp. kemanakan dibawah dagoe mamaknja; maajoen dagoee` — naza': menarik-narik napas seperti orang jang hampir mati. DAGOEI' — tegoek; sadagoei` — setegoek; tagie dagoei` — soeka melihat perempoean-perempoean bagoes. DAGOEN, lih. daboee. DAGO' — koekoeh, tegap; lebih lazim: badago'; injo inda' sadago' (sabadago') apa' ang — dia tiada sekoekoeh bapamoe; atinjo badago` — pikirannja tiada bergoentjang (tetap). DAHAGO, doeago — dahaga; aoeih dahago — aoes dahaga. DAHA' — dahak; mandaha` — mendahak; daha' den de' ang — ki.: dikatakan seorang djika tiada hendak memberi apa jang diminta orang lain. DAHAM — daham; mandaham — mendaham; mandahamkan oerang — mendaham dekat orang, maksoednja menghinakan, mengedjek; djika orang Minangkabau hendak naik keroemah saudaranja atau keroemah orang lain, ia mendaham dahoeloe, sama oedjoednja dengan ,,menokok pintoe pada orang Eropah. DAHAN — dahan; dahan djoeambah (v.d.T.) — dahan tempat sarang lebah. DAI — dahi. DAIENG, mandaieng — menjajat besar-besar; tadaieng — banjak meroegi; terpakai oeang simpanan lama, lih. tadagieng. DAJANG-DAJANG — dajang-dajang. DAJO — daja; dajo oepajo — daja oepaja; mandajo — memperdajakan; ibilih mandajo — iblis memperdajakan; kanai dajo — diperdajakan; tadajo karano ana' mati — gila (madjnoen) karena kematian anak; didajo oerang — dibinasakan dengan 'ilmoe, diberi ratjoen atau makanan jang meroesakkan badan; bakitjoeeh badajo — memperdajakan; tiada loeroes hati. DAJOE — dajoe; mandajoe-dajoe — mendajoe-dajoe. DAJOEEH, tadajoeeh-dajoeeh paratian — sajoe. DAJOEE', tadajoee' pinggang nan lamah — terbentoer pinggang jang lemah. DAJOEENG — dajoeng; pandajoeeng — dajoeng; badajoeeng — berdajoeng; berdjalan lambat; inda' tadajoeengkan lai — tiada dapat lagi membantoe dengan oeang atau toelang; sakali marangkoeeh dajoeeng, doeo tigo poelau talampau — ki.: dalam satoe waktoe dikerdjakan doea tiga pekerdjaan; bidoee' oepieh pangajoeeh bilah — ki.: tiada berdaja oepaja akan mengerdjakan soeatoe pekerdjaan. |
DAJOEIH, lih. dajoeeh. DAKA, arato daka — harta baka, djika hilang dapat kembali. DAKA' — boenji doea barang jang keras beradoe; daka'-daka` — n. sem. koee. DAKAN I — daki jang tebal dan telah lama tiada digosok (diboeang); lah badakan kaki ang — kakimoe telah tebal dakinja. DAKAN II — n. seb. tikoes jang memakan oerat bamboe dan tinggal dalam roempoen bamboe. DAKAT, lih. dakan. DAKE' I — dekat; mandake` — mendekat; badake'an, badakatan — berdekatan, berhampiran; mandake'i, mandakati — mendekati; siapo nan didake'injo kini? — dikatakan tentang seorang jang tiada mempoenjai saudara jang 'kandoeng, tentoe ada jang sesoekoe dengan dia jang disajanginja, orang inilah jang didekatinja; dake' djalang mandjalang, djaoeeh tjinto mantjinto — 'adat bersahabat atau berkaoem keloearga, djika berdekatan: datang mendatangi dan kalau berdjaoehan djangan loepa meloepakan. DAKE' II, mandake` — menandoek; badake` — berlaga tentang binatang jang mempoenjai tandoek. DAKI I — daki, kotoran jang lekat pada badan atau barang; inda' badaki — tiada beroentoeng. DAKI II — daki; mandaki goenoeng — mendaki (naik) goenoeng; pandakian — tempat mendaki; mandakikan parakaro — meminta ke'adilan kemahkamat jang lebih tinggi; mandakikan banda sondai — ki.: mengadoekan perkara jang rasanja tiada akan menang karena koerang koeat keterangannja; memboeat pekerdjaan jang tiada moengkin djadi; boeki' samo didaki, loerah samo ditoeroeni— ki.: boeroek dan baik, laba dan roegi sama-sama ditanggoeng; kaboeki' samo kito dakikan, kaloerah samo kito toeroenkan — ki.: bersama-sama kita ichtiarkan, biarpoen soesah atau memakai ongkos banjak; boeki' inda' tadaki, loerah inda' tatoeroeni lai — ki.: tiada koeasa lagi karena telah toea atau penjakitan; baboeki' poelo dibalie' pandakian — ki.: sesoedah mengerdjakan soeatoe pekerdjaan jang soesah, ada lagi jang akan diboeat jang soekar djoega. DAKOEE' I, mandakoee'kan djari — melentoer atau menghela djari, soepaja berboenji. DAKOEE' II — pengoentji gelang jang berpatah doea, soepaja djangan djatoeh. DAKOEIH — boenji koetjing mengemboes; badakoeih — boenji loetoet djika berantoek dengan dinding papan. DAKO-DAKO — (kedoea) kajoe melintang pada iboe pintoe atau djendela. DAKO' — dekat; lih. dake'; kito lah dako' katibo — kita telah hampir sampai; di Tanah Datar dan 50 Kota lebih lazim dako` dari pada dake`. DALA(.), badala kiro-kironjo — terboeka mata hatinja, terboeka pikirannja. DALAM I — dalam; dalam ama, d. bare', d. doeo, dalam laoei', dalam tian. — semoeanja artinja hamil; dalam idah — beloem sampai iddah; dalam parakaro — sedang |
DALAM
48
DANDAN
</noinclude>
|
perkara; dalam doeo tangah tigo — ki.: tiada loeroes hati, tiada boleh dipertjaja; dalam loeroeih bapiari, seperti diatas; kain dalam — saroeng atau kain pendek, lapisan saroeng perempoean. DALAM II — dalam; barapo dalam kolam ko — berapa dalam(nja) kolam ini; mandalam — bertambah mendjadi tentang penjakit atau permoesoehan; lah dalam kanainjo — ki.: ia telah banjak roegi; ia telah banjak termakan ratjoen atau pengasih; pasalisiehannjo lah badalam-dalam — perselisihannja telah bertambah-tambah mendjadi; mampadalam gadai sawah — menambah gadai sawah, oemp. tergadai f 200.— sekarang didjadikan f 300.—; darah dalaman — darah bekoe dibadan karena terpoekoel atau ditimpa barang jang berat; barla' tando ta' dalam — ki.: orang jang menjombong, tiada berisi; mampadalam kabeh kanai, mampatinggi bakeh djatoeeh — ki.: menambah besar kesalahan, oemp. orang sedang terhoekoem, lari poela dari pendjara; dareh datang dalam kanai — ki.: djika tampak kepada orang jang mendjoeal kita sangat ingin akan barangnja, tentoe ia djoeal dengan harga jang tinggi; dalam laoei' boelieh didoego, dalam ati siapo taoe — ki.: pikiran orang soesah diketahoei; dalam lah kaadjoee'an, dangka lah kasoebarangan — ki.: telah diketahoei betoel bagaimana hati orang. DALAM III, kadalam — keroemah radja, keistana. DALAMAK — delamak. DALANG — kegila-gilaan. DALAWAN, dadawan, ladawan, gadawan, kadawan — kerempagi. DALIE(L) — dalil; didalie djo aka — ditimbang (didalil) dengan 'akal. DALIENG — tandas, habis (tentang oeang atau harta benda); ampo' nan mandalieng(kan) — djoedi jang menandaskan; lah dalieng den de' kamanakan — telah habis oeang saja oleh kemanakan; arato njo lah sadalieng-daliengnjo — hartanja soedah habis semoeanja; soendieng (soenggieng) dalieng — toenggang langgang. DALIMO — delima; batoe delima; nama soeatoe soekoe. DALOE-DALOE — nama seb. pohon, kebiasaan toemboeh ditempat jang berair. DALOEENG I — nama sem. doelang, kakinja besar dan boelat seperti pohon pinang. DALOEENG II — djerat boeroeng ditahan dalam sarangnja. DALOEENG III — gelendong besar oentoek benang tenoen. DAMA(R) I — keminting; dinamai djoega: tondeh, boeah kareh; mamatjah dama ateh pagoe — ki.: memakai oeang simpanan lama, karena pendapatan tiada tjoekoep oentoek nafakah; badama — main dengan boeah keminting. DAMA(R) II — damar; bangsanja: dama sarang; dama mato koetjieng. DAMA(R) III — soeloeh, ketaja; dama tirih — nama oekiran; poesar² pada lamboeng koeda. |
DAMAI — damai; badamai — berdamai; mampadamaikan — memperdamaikan, mendamaikan; padamaian — perdamaian. DAMA' — damak. DAMAM — demam; damam paneh — soeatoe penjakit; orang jang kena penjakit ini ada jang menggantoeng atau memboenoeh diri atau memboenoeh orang; gila, madjnoen; damam-damam poejoeeh — demam-demam sedikit, tetapi kalau ada permainan jang disoekainja, ia soeka melihat atau serta bermain. DAMBAN, lih. lamban, dambin. DAMBIN I — tiada gantjang; tjenih. DAMBIN II — boenji barang jang besar atau orang gemoek djatoeh; mandambin poenggoeeng oerang — menindjoe belakang orang. DAMBISOEE', damisoee` — loesa. DAMBO — tiada soeka bertjakap-tjakap sebab hati koerang senang. DAMBOEN — boenji orang memoekoel kasoer atau memoekoel tamboer. DAMI — demi; dami Allah — demi Allah. DAMIE', mandamie` — memoekoel dengan telapak tangan, oemp. memoekoel pelana atau belakang koeda. DAMIKIAN — demikian; lebih lazim: nan ba' kian. DAMOEI' — pendiam, tiada banjak tjakap; damoei' nan gadang kaoei` — ki.: pendiam, tetapi tadjam perkataannja. DAMO', badamo` — berdjoempa, bertemoe; tadamo` — tersoea dengan tiba-tiba. DAMPA(R), tadampa — terdampar; dampa-dampa — papan jang dibawah oedjoeng atap, ada jang beroekiran; dampa-dampa sioela gerang — papan seperti jang terseboet memakai oekiran oelar (poedji-poedjian roemah); mandampa — terpampang. DAMPAM — boenji barang djatoeh; lih. lampam. DAMPENG, badampeng — mementjak beramai-ramai berdekat-dekatan mendjadikan seboeah lingkoeng disertai dengan njanji. DAMPIENG — damping; lih. dampeng. DAMPOEENG — boenji barang jang besar djatoeh kedalam air. DAMPONG, badampong darahnjo — ia merasa takoet (koeatir). DAN — dan; dan kato diboenjikan dangkato — oleh sebab; dangkato ang lah salah, patoei' ang minta' ampoen — oleh karena telah njata kamoe bersalah, patoet kamoe minta ampoen. DANA' I, dena` — denak; ajam dana` — ajam katai. DANA' II — hal aloeng jang terdekat kepada soeatoe tempat jang telah ditentoekan. DANAU — danau; mandanau — berboeat djahat dengan perempoean indoek semang atau perempoean sahabat. DANDAM I — dendam; manaroeeh dandam — mendendam; malapehkan dandam — membalas dendam. DANDAM II — n. seb. toemboehan biasa didjadikan pagar. DANDAN I — tali kasar; mairi' oerang inda' amoeeh djo dandan do, malainkan djo soeto — mengadjak orang tiada boleh dengan |
DANDAN
49
DANTANG
</noinclude>
|
kekerasan, hanja dengan haloes atau dengan perkataan jang lemah lemboet, soepaja maksoed berhasil. DANDAN II, badandan — berdandan. DANDANG I — nama seb. perahoe; ta' laloe dandang diaie, digoeroen den tandja'kan djoeo — maksoednja: niat (kebiasaan jang djahat) akan disampaikan djoega dengan sedapat-dapatnja, walau dengan djalan apapoen. DANDANG II, antimoen dandang — n. seb. entimoen. DANDANG III — dandang. DANDI, mandandi — mendatangkan ketjelakaan atau sengsara; arato batjilo' mandandi — harta jang dapat dengan mentjoeri (barang tjoerian) mendatangkan ketjelakaan; didandi Allah den (soempah) — biarlah saja dibinasakan Allah, kalau ......... DANDO — denda; mandando — mendenda; tadando — kena denda. DANG — dang, sang; dang toeankoe — sang (seri padoeka jang mahamoelia) toeankoe; dang makoeto — mahkota jang moelia. DANGA(R) — dengar; mandanga — mendengar; tadanga — terdengar; kadengaran banjak matjam seboetannja: kangoran (Soeliki), tingaran (IV Koto), tangiran (Matoer) — kedengaran; mandangakan — mendengarkan, mengindahkan; danga-dangaran — dengar-dengaran, serasa-rasa akan mendengar djoea; pandangaran — pendengaran; padangakan — perdengarkan; pandangaran den lah batoeka-toeka — pendengaran saja tiada lagi awas, lain dikatakan orang lain jang terdengar; sapaningga den danga-dangakan roemah — sepeninggal saja, tolong peliharakan roemah tangga saja (amat-amati); katonjo badanga, pandainjo batoeroei` — perkataannja dan kemaoeannja ditoeroet orang. DANGA', mandanga'-danga` — mentjotjok-tjotjok tentangan perasaan sakit kepala. DANGAN I — dengan; dangan karano Allah — dengan karena Allah; dangan soeko ati — dengan soekatjita; lih. djo. DANGAN II — hamba, sahaja, boedak; dangan oerang — hamba orang; dangannjo sakare' koto — hamba sahajanja setengah kampoeng (amat banjak); soepaja dangan I djangan mendatangkan keragoean dengan dangan II, dangan I dioebah mendjadi djan (Tanah Datar) dan djangan (dalam tjerita). DANGANG, mandangang — berdesing, berderoet. DANGAU — dangau; dangau-dangau — tempat-tempat orang berdjagal dipasar, kebiasaan beratap roembia; singgahlah kadangau den — singgahlah keroemah saja. DANGE', mandange` — bernapas seperti orang jang sesak napas; inda' oerang nan ta' tadange' kini — tidak ada sekarang orang jang tiada meroegi (tentang saudagar) atau mengatakan soesah oeang; badange'an — kesoesahan seperti terseboet diatas. DANGENG, lih. dangang, dangieng. DANGIENG, mandangieng — berdesing; talingo soeo' den mandangieng — telinga ka- |
nan saja berboenji, 'alamat akan mendengar kabar baik; djika telinga kiri berdesing, tanda akan mendengar kabar jang koerang baik. DANGKA(R) — dangkar; oekan dangka — boekan kepalang; badangka badalam kanai soedaga kini ko — sekarang saudagar ada jang roegi sedikit, ada jang roegi banjak; dangka lah kasoebarangan, dalam lah kaadjoee'an — artinja telah diketahoei bahwa perangai seorang tiada baik. DANGKANG I, oemp. boenji emas jang ditempa; paneh mandangkang — panas terik. DANGKANG II (v.d.T.) — nama seb. toemboehan. DANGKE', lih. dangka(r) — pendek; dangke'kan — pendekkan; badjoe ko dalam sakete', nan ka diboee' dangke'kan aga' doeo djari — badjoe ini pandjang sedikit, jang akan diboeat pendekkan barang doea djari; dinan dangke' basidjingke', dinan dalam basisalam — ki.: waktoe soesah oeang, hendaklah kita berhemat dan waktoe oeang banjak, bolehlah kita banjak mengeloearkan belandja; kepada orang jang miskin ditaroeh harga (diminta joeran) sedikit, tetapi kepada orang kaja, banjak. DANGKENG — boenji, njaring dari dangkang. DANGKI, dangkih — dengki; apo nan didangkikannjo ka ambo — apa sebab ia dengki kepada saja; basidangki — gemar berboeat aniaja, sebab dengki melihat orang senang hidoepnja atau mempoenjaï barang bagoes-bagoes, laloe tanam-tanamannja ditjaboet, kaki kambingnja dipotong; bakadangkian — dengki seorang akan seorang. DANGKIENG I — dengking. DANGKIENG II — dangkar. DANGKOEENG — dengkoeng; mandangkoeeng — mendengkoeng, menindjoe belakang orang. DANGOEENG — dengoeng; koembang mandangoeeng — koembang mendengoeng; dangoeeng-dangoeeng — boenjian ang diikatkan pada lajang-lajang dan berboenji bila ditioep angin. DANGOEIH — dengoes; mandangoeih — mendengoes; oerang soedaga badangoeihan dë' karano inda' djoea bali — saudagar mengeloeh, karena dagangannja tiada lakoe. DANGOEI' — boenji goeng, boenji poejoeh; agoeeng (poejoech) mandangoei'-dangoei` — goeng (poejoeh) berboenji. DANGO' — dengoek; darah badango` — hati berdebar; mandango' poenggoeeng oerang — menindjoe belakang orang. DANJOEI' — denjoet; mandanjoei'-danjoei' loekonjo — mentjotok-tjotok (mendenjoet-denjoet) loekanja; mandanjoei' ati na' paï — datang ingin hati hendak pergi. DANO — 'akibat; itoelah danonjo — itoelah 'akibatnja. DANOEE(R), badanoeeran darah idoeengnjo — mengalir darah dari dalam hidoengnja. DANSANA', lih. doensana`. DANTAM — dentam, oemp. boenji meriam. DANTANG — boenji bedil; boenji batoe di- |
DANTENG
50
DAPE'
</noinclude>
|
lemparkan kebatoe; paneh mandantang — panas jang sangat keras. DANTENG — boenji jang lebih haloes dari dantang. DANTIENG — boenji jang lebih haloes dari danteng, oemp. tali biola jang tegang djika poetoes; paneh mandantieng = paneh mandantang — panas jang sangat terik; mandantieng sari' pitih kini — sangat soesah oeang sekarang; tagang nan badjelo-djelo, kandoee nan badantieng-dantieng — 'ibarat tali: tegang tetapi berdjela-djela, kendoer tetapi berboenji-boenji seperti akan poetoes, demikianlah dikiaskan kepada pemerintah jang baik; didalam keras ada loenaknja dan didalam loenak ada kerasnja, menilik kepada waktoenja. DANTJIENG — dentjing, oemp. boenji oeang djatoeh atau boenji lontjeng. DANTO — danta; anggang danto — enggang jang paroehnja seperti danta atau gading. DANTOEENG — boenji darah didjantoeng; boenji petir atau boenji goeng; mandantoeeng pintoe — mendeboer pintoe; badantoeeng patoeih toengga — berboenji petir jang keras; dantoeeng — n. seb. pohon getah. DAOEE(R) (v.d.T.) — sematjam tanggoek; mandaoee — menangkap ikan dengan daoee. DAOEI' I — Daoed. DAOEI' II (v.d.T.) — lipat doea kali, ganda; daoei' ampe` — andjadi salapan — doea kali empat ja'ni delapan; toengkoei' daoei` — toenggang langgang. DAOELAT — daulat; daoelat toeankoe — daulat toeankoe; daoelat jang dipatoean — daulat jang dipertoean; badaoelat — berdaulat; badaoelat ambo maminta` — dengan segala hormat saja meminta; radjo sadaoelat — radja-radja sama kekoeasaannja dalam keradjaannja. DAOELOE, doeloe — dahoeloe; daoeioe kalo — dahoeloe kala; taoen daoeioe — tahoen dahoeloe; mandaoeloe — dahoeloe dari kawan dalam sesoeatoe pekerdjaan atau perboeatan, oemp.: ambo mandaoeloe sakete' makan, ambo tagageh na' ka Padang — saja permisi makan lebih dahoeloe, karena saja bergoeloet hendak pergi ke Padang; mandaoeloei — mendahoeloei, memoelaï; mandaoeloei' Toehan = daoeioe dari (pado) Toehan — mengatakan lebih dahoeloe 'akibat soeatoe pekerdjaan; tekeboer; daoeioe dari Toehan takaboee namonjo — mendahoeloei Toehan diseboetkan tekeboer; mandaoeloekan — mendahoeloekan; kadaoeloean — didahoeloei orang; badaoeloe bakoedianan — tiada serempak; nan tjape' tibo daoeioe, nan lambe' tibo koedian — perkataan ini dioetjapkan oleh orang jang terlambat datang, akan ganti minta ma'af; kato daoeioe basitinah, kato kamoedian basitjape` atau daoeioe kato basitinah, kamoedian kato basitjape` — moela-moela mengeloearkan perkataan dengan segala hormat, sekarang diminta seboleh-bolehnja diseboet dengan ringkas sadja (sitinah = istina); tadaoeloe takoedian — perkataan ini diseboet orang jang bertjeritera, karena ada keloepaan akan |
sesoeatoe hal jang patoet didahoeloekan, sekaranglah baroe hendak dikatakannja; daoeioe badja pado djawi — ki.: bekerdja tiada menoeroet atoeran; adalah 'ibarat orang jang telah mentjeriterakan bagaimana ia nanti hidoep kalau soedah tinggal diroemah sendiri, pada hal bakal roemah (ramoean) beloem sedia. DAOEN — daoen; daoen bodi — nama sematjam oekir, menoeroet bentoek daoen pohon bodi; daoen naratjo — daoen neratja; daoen pintoe — papan toetoep pintoe; sadaoen makan — makan dari satoe piring; dibao sadaoen makan, na' mamatjah nasi, dibao sairieng djalan, na' mandaoeloe — djika orang makan dari pinggan besar, jang dimakan lebih dahoeloe jaïtoe nasi jang ditepi sekeliling pinggan itoe, tinggal lagi bagian jang ditengah; jang ditengah ini haroes dikekar ketepi; jang biasa mengerdjakan ini ialah orang jang tertoea diantara mereka jang makan itoe, tiada boleh sebarang orang; djadi arti pepatah ini, bila seorang jang koerang tertib dibawa sama-sama dalam permoepakatan. kelakoeannja melampaui haknja; singko daoen tarie' isi — ki.: berkata dengan ringkas, tiada berboenga-boenga. DAPA', dapap, lapa` — boenji barang jang petjak djatoeh, oemp. tjetjak; badapa` — berboenji demikian. DAPAN, barih didapan — baris dihadapan, dammah. DAPAP I, lih. dapa`. DAPAP II, badapap dinjo djadi kapalo nagari — ia beroentoeng djadi kepala negeri. DAPE' — dapat; badape` — sesoeai; inda' badape' roendiengan toe — tiada sesoeai (mendjadi) roendingan itoe; inda' dape' do gadoee'nja — boekan main gadoeknja; inda dape' di (dë') paneh — tiada beroebah warna (kain) bila kena panas matahari; inda dape' tida` — ta' dapat tiada, mesti; kadape'an (dape' salah) — kedapatan berboeat pekerdjaan salah; dape' namo baie', dape' namo boeroee` — mendapat nama baik, mendapat nama jang tiada baik; mandape' ati oerang — pandai mengambil hati orang; mandape' karoemah kari'njo — menoempang diroemah saudaranja barang doea tiga hari; mandape' pisang takoeba', mandape' doerian roentoech, mandape' bada tatimbokan — ki.: beroleh keoentoengan dengan tiada bersoesah pajah; mandape' labich ba' kailangan — diberi orang soeatoe barang jang mendatangkan soesah atau memakai banjak belandja; ba' mandape' tjintjin idjoee` — ki.: lebih baik tiada mendapat dari pada mendapat; kadapatan (kadape'an) boedi — kelihatan perangai seorang jang djahat; pandape` — pikiran, perasaan; sapandape` — sepikiran, sama perasaan; aka singke' pandape' koerang — bodoh; pandapatan — hasil pentjarian; pandapatan sawah — hasil sawah; bakadape'an baso — mendjadi bersahabat karena setoedjoe; badape'-dape' oerang malieng djo nan poenjo roemah — hampir dapat maling dikedjar oleh jang poenja roemah; mandape' samo balabo, kailangan samo maroegi — oentoeng dan roegi sama- |
DAPIE
51
DAROEENG
</noinclude>
|
sama dipikoel; ko' tjadie' djan na' mandape` — kebidjaksanaan itoe djanganlah dipakai hendak mentjari keoentoengan. DAPIE, lapie — boenji tjamboek, atau boenji kedjai jang diregang, laloe dilepaskan. DAPI', lapi` — boenji djika kedoea belah telapak tangan dipertepoekkan, atau rotan dipoekoelkan pada barang jang keras; badapi` — berboenji demikian; dapi'-dapi' aboee` — penjepit ramboet anak perempoean. DAPO — depa; nan saeto djadi sadapo — hal kabar jang dilebih-lebihi dari pada jang didengar atau jang dilihat; mandapo — berenang dengan mengoeloer-oeloerkan (mengembangkan) depa; sadapo tandoee' nan datang, sadjangka tandoee' nan mananti, pajah djoeo nan datang — ki.: orang negeri asing tentoe koerang djoega dari orang negeri sendiri. DAPOEE — dapoer; dapoee-dapoee soesoe — tempat dibawah soesoe; baampie dapoee — berdekat roemah; padapoeeran — tempat dapoer didirikan; koetoe dapoee — nama sebangsa binatang biasa tinggal didapoer; orang jang biasa bekerdja atau doedoek-doedoek didapoer. DAPOEE' — boenji dahan patah; lih. lapoee'; badapoee` — berboenji demikian. DAPOEIH — boenji oedara jang keloear dari tempat jang sempit; lih. lapoeih; badapoeih — berboenji demikian; badapoeih-dapoeih ango' mantjalie' oerang toe dikadja kabau — amat koeatir (tjemas) hati melihat orang itoe dikedjar kerbau. DAPOEI' — boenji kentoet atau boenji barang berisi angin dipoekoel sampai meletoes; badapoei` — berboenji demikian. DARADJAT — daradjat, pangkat; badaradjat — tinggi rasi. DARAH — darah; darah dagieng — anak kandoeng; makan darah — ki.: terlaloe banjak mengambil oentoeng; badarah bali — penakoet, teroetama tentang berkata; oerang nan badarah poetieh — orang jang berbangsa; soengkah darah — perbahasa jang kasar tentang orang jang soeka makan, tetapi tiada soeka bekerdja; darah dalaman — darah bekoe dalam daging bila tangan tersepit dipintoe atau koekoe ditimpa barang; badarahan — berdarah banjak; abih darah awa` — sangat terperandjat; mandarahi batoe — meloemoer batoe besar jang ada pada peroemahan dengan darah, soepaja batoe itoe djangan mendatangkan tjelaka. DARAHAM I — dirham. DARAHAM II — alas kaloeng koeda bendi. DARAI, tanah badarai — tanah gemboer; pitih badarai — oeang tembaga; gala' badarai — gelak terbahak, tertawa gelak-gelak; koekoee' ajam badarai-darai — kokok ajam djelas dan tiada berhenti; kanai darainjo — terpalit dalam soeatoe perkara; aie mato badarai-darai — air mata berlinang-linang. DARA' — derak; badara` — berderak, boenji roemah kalau ditioep riboet, atau boenji loteng atau dinding papan roemah baroe waktoe malam; mandara' ketje'njo — ia berkata |
lantjar dan tiada takoet-takoetan; katitieran mandara` — boenji ketitir: ak, ak. DARAM, badaram-daram — boenji sepatoe serdadoe banjak atau boenji roemah roeboeh. DARAMA — derma; maminta' darama — meminta derma. DARANG — derang; mandarang — menderang; ari lah badarang siang — hari moelaï terang, hari berangsoer-angsoer djadi siang; pikierannjo moeloï badarang — pikirannja moelaï terboeka (terang); baroe badarang dinjo — ia baroe moelaï mengerti. DARANI — pasak badjak. DARAU — boenji oeang, atau pakaian baroe; badarau — berboenji demikian. DAREDA (v.d.T.), mandareda — pening sedikit, mamang. DAREDE', lih. darode`. DAREH — deras, tjepat; pandareh — pentjepat, kasar moeloet; mandareh — berkata keras dan kasar; pidareh — 'ilmoe soepaja dapat berdjalan tjepat atau boleh keras memoekoel; kamano angin nan dareh, kakian injo — ki.: hal orang jang tiada berpendirian sendiri, hanja menoempang kepada orang jang pandai berkata atau orang jang akan menang; dareh datang dalam kanai, lih. pada dalam. DARE' — darat, ladang disawah sesoedah mengetam; oerang dare` — demikianlah dinamai orang Padang orang Padang Darat; kadare` — dari Padang ke Padang Darat; ajam lah kadare` — ajam telah keloear dari kandangnja; kadare'kan djawi — keloearkan lemboe; mandare` — berdjalan darat; daratan — daratan; ikoee dare' kapalo rantau — dikatakan oemp. tentang negeri Sidjoendjoeng; Dare' bapangoeioe, Rantau baradjo — negeri Darat mempoenjaï penghoeloe dan negeri Rantau mempoenjaï radja. DARENG, lih. darieng. DARI — dari; kadang-kadang dari dipendekkan mendjadi di; ambo datang di aie — saja datang dari air (soengai). DARIDI', main daridi` — main dadoe. DARIE' — derik; mandarie' kadjinjo — bagoes dan lantjar kadjinja; nan badarie` — dikatakan disebelah Pariaman tentang orang bangsawan (asli). DARIENG — dering; mandarieng — mendering; boenji djengkerik, boenji serindit; pindarieng — djengkerik. DARO I — dara; ana' daro — anak dara. DARO II — dera; mandaro — mendera. DARODE' — dengan berlari menjerang, seperti angsa mengedjar, seperti babi menjerang. DARODO', lih. darode`. DARODONG, lih. dodong. DAROEDAN — daki kaki jang telah lama. DAROEDOE, lih. doedoe. DAROEE' — deroek, boenji djika orang mengoenjah mentimoen moeda; mandaroee'kan djari — meregangi atau membentoer djari soepaja berboenji. DAROEENG — kasar boenjinja dari darieng, oemp. boenji beberapa ringgit jang ditjoe- |
DAROEIH
52
DATOEIH
</noinclude>
|
rahkan dari dalam karoeng; mandaroeeng boenji paroei' karano kalaparan — gemerentjang boenji peroet karena kelaparan. DAROEIH — deroes, boenji kain poetih ditjabik, boenji menggigit empedal ajam. DAROEI' — deroet; mandaroei` — berderoet, oemp. boenji bedil banjak, boenji air bah atau hoedjan, boenji auto, boenji goeroeh; didaroei'njo sadjo mambatjo — ia membatja amat tjepat dengan tiada mengindahkan arti. DAROEN — deroem, seperti boenji tebing roentoeh, seperti boenji sepatoe serdadoe berdjalan banjak-banjak, boenji djeram; sadaroen boenji badie — boenji beberapa bedil jang sama. DARO' I, oedjan sadaro` — hoedjan sebentar sadja. DARO' II, darah badaro` — hati ta' senang. DARO' III, ari badaro' sandjo (malam) — hari moelai sendja (malam). DARONG, lih. daroeceng. DASAU — desau; darah badasau — hati berdebar karena terkedjoet atau waktoe mendengar chabar djahat; lih. lasau. DASIE — desir, boenji daoen pisang jang mersik ditioep angin atau dimakan api, boenji orang menggoreng; lih. lasie. DASO, dasonjo lah banja` — djasanja telah banjak; mampadasokan — meminat, memoeliakan, oemp. kedatangan atau pemberian orang; lih. ljaso. DASOEIH — boenji orang berbisik-bisik, boenji besi panas dimasoekkan kedalam air. DASOEI' — boenji koetjing mengemboes kalau ia marah; lih. basoei`. DASOEN — dasoen; dasoen toengga — dasoen jang satoe sadja isinja; samipih koeli' dasoen — sangat tipis. DATA(R) — datar; mandata — berdjalan pada tempat jang datar, tiada menoeroen tiada mendaki; djalan mandata — djalan tiada toeroen naik; mandatakan — mendatarkan, memoenahkan, menghabiskan; bakadataran — berhadapan, teroes terang, tiada bersemboenji atau menjemboenjikan; bakadataran barani injo manemba' arimau — dengan tiada bersemboenji (siang hari) berani ia menembak harimau; katokanlah bakadataran! — katakanlah teroes terang!; pahamnjo data — ia loeroes; sadata sadjo dinjo loerah djo boeki` — ia tiada memandang atau membedakan orang; sifat ini bagi hakim baik, tetapi bagi 'adat wadjib diperbedakan toea dengan moeda; kelakoean jang demikian namanja ,,megak; taga' di nan data — berdiri pada kebenaran; data nan ba' (ba) lantai papan, litjin nan ba' (ba) dindieng tjamin — ki.: poetoesan hoekoem jang amat 'adil; dalam data bagadengkeng (bagadoengkoee) — ki.: dalam kepoetoesan perkara ada djoega perasaan jang koerang senang. DATA' — detak; ati badata` — sjak; mandata'i — mensjaki. DATANG — datang; oerang datang — boekan orang negeri sedjati; boelan datang — boelan didepan, boelan dimoeka; mandatangkan kato — meminang; mandatangkan bala — mendatangkan bala; badatang sam- |
bah — berdatang sembah; mandatang salero — datang keinginan; nan mandatangi — jang bermoela-moela mengadjak, oemp. bertoekar koeda, berkelahi dll.; datang mandatangi — berkoendjoeng-koendjoengan; kadatangan ale` — didatangi djamoe; poetjoee' ditjinto oelam datang — lih. pada oelam; datang tampa' moeko, poelang tampa' poenggoeeng — oemp. bila datang kepada soeatoe negeri dan kita menoempang pada seorang sahabat, maka djika pergi dari sitoe, hendaklah kita katakan poela bahwa kita hendak pergi; aloen diimbau njo lah datang — poedjian kepada seorang hamba atau kepada orang gadji jang gantjang, lekas mengerti apa jang dimaksoed toeannja; tang sakarang kini (dalam pidato) kependekan dari datang sakarang kini — artinja sampai sekarang ini. DATIE' — detik, jaïtoe boenji arlodji dan djam; inda' badatie' injo badjalan — tiada kedengaran boenji kakinja ia berdjalan; inda' soerang djoeo nan badatie` — tiada seorang djoeapoen jang berani berkata atau mendjawab. DATEH, mandateh-dateh ango'njo — napasnja tiada lagi koeat dan djarang. DATJA' I, badatja` — tampan, koekoeh, enak; badatja' injo badeta — tampan ia memakai destar; badatja' boeatan roemah ko — boeatan roemah ini koekoeh; badatja' masa'annjo — enak masakannja; labieh badatja' angkoe manjaboee` — lebih baik djika engkoe mengatakan; aloen badatja' injo mamatji'kan pae` — masih kekok ia memegangkan pahat. DATJA' II — boenji barang jang keras dilemparkan kepada barang jang keras; lih. latja`. DATJEH, badatjeh makan den — enak makan saja; mandatjeh — memboenjikan moeloet tanda tiada soeka mengerdjakan apa jang disoeroehkan; mandatjehkan awa` — memoedji diri sendiri; mandatjehkan koedo — memboenjikan moeloet soepaja koeda lari. DATJIENG — datjing. DATJI', mandatji` — boenji air jang keloear dari loebang jang sempit; datji'-datji` — pentjorot mesin djahit; pentjorot air terboeat dari bamboe, permainan boedak-boedak; inda' nan mandatji' keh njo — tiada jang berani mendjawab katanja, sebab ia amat berani. DATJOEE(R), mandatjoee — pergi dengan tiada berkata apa-apa (dengan tiada diketahoei orang). DATJOEI', badatjoei' paroei'njo — ia merasa takoet, ia mendoea hati. DATOE I — pandai tentangan obat. DATOE II — benang-benang idjoek jang liat. DATOEE' I — penghoeloe 'adat; ale' badatoee` — perdjamoean mendirikan penghoeloe. DATOEE' II — nenek laki-laki (Simaboer), engkoe (Pajakoemboeh). DATOEI', mandatoei'kan djari — meregang atau melentoer djari soepaja berboenji. DATOEIH I — detoes; nasi badatoeih — nasi beloem sempoerna masak, didalamnja masih keras. DATOEIH II, ati badatoeih — menaroeh sjak. |
DATO'
53
DIAM
</noinclude>
|
DATO' (v.d.T.) — djelas, terang; badato'-dato' mangetje` — terang-terang berkata. DAWA — da'wa; mandawa — menda'wa; pandawaan — da'wa; badawa badjawab — bersoäl djawab. DAWAI — dawai. DAWAT — dawat. DEBA' — dempak, pandjang dan lebar tiada berpadanan tentang moeka atau kaki. DEBANG, lih. debong. DEBONG, mandebong — menjajat daging sehingga berloebang, mematjoel tanah sehingga berbongkah. DEDE, tadede-tadede — moengoet-moengoet seperti perdjalanan orang maboek; ana' kete' mandede manoeroei'kan oerang gadang — anak ketjil menjeret kaki mengikoet orang besar. DEGANG, lih. dagang — pikoel. DEKE', mandeke` — menokok orang dengan oedjoeng djari; oendang deke` — bolak-balik. DË' — karena; di Agam biasa diseboet di; dë' (di) a ang? — apa halmoe?; dë' (di) a moengko ang manangih? — apa sebab maka kamoe menangis?; inda' dë'-a—dë'-a (di-a—di-a) doh — tiada sebab apa-apa, tidak ada sebabnja; ka dë' saari — oentoek siapa oeang ini; ka dë' amai ambo — bagi iboe saja; dë' ambo inda' djadi apo — bagi saja tiada mengapa; dë' saari — tempoh hari; nan dë' itoe — jang tempoh hari; ma kitab nan dë' saari (nan dë' itoe) — mana kitab jang tempoh hari; laï basoeo dë' ang adie' den? — adakah bertemoe olehmoe adik saja?; dë' ati mati, dë' mato boeto — karena menoeroetkan hati dan mata, tjelakalah diri; dë' lamo loepo, dë' banja' ragoe — karena telah lama djadi loepa, karena amat banjak (barang jang dilihat) djadi ragoe. DEME' (v.d.T.), bademe'-deme` — penoeh dengan tampal. DEN, dejen, denai — akoe, saja, hamba; den kasar dari ambo; manden — mengatakan: den nan koeaso disiko, den nan ...... — artinja meradjalela, tiada ia takoet kepada siapapoen; djan baden-den disiko — disini tiada dapat kamoe berboeat sekehendak hatimoe; denai (dalam tjerita) — dipakai oleh orang besar kepada orang jang dibawahnja: mano ang Boedjang Salamat, tjoebo djagokan dang si Boejoeeng, denai mananti disoerambi — Hai Boedjang Selamat, pergilah engkau membangoenkan si Boejoeeng, kita menanti diserambi (tjerita Tjindoee Mato; denai radja perempoean di Minangkabau jang bernama Boendo Kandoceng dan si Boejoeeng jaïtoe poeteranja jang dinamakan Dang Toeankoe); soedah manden, maambo poelo — moelanja berkata kasar, mengatakan tiada takoet kepada barang siapapoen, tetapi kemoedian oendoer sendiri (lemah lemboet perkataannja). DENA', lih. dana`. DENDANG — dendang; badendang — ber-dendang; badjoea dendang — mentjari penghidoepan dengan bernjanji seperti anak komidi bangsawan; dendang rantau — sematjam lagoe jang memiloekan hati; pabialah na' njo badendang — biarkanlah dia me- |
rotok, menjombong dan sebagainja; sambie badendang bidoee' ilie — ki.: doea pekerdjaan jang diboeat dalam satoe waktoe. DENDENG — dendeng; mandendeng — memboeat dendeng; lebih lazim: baloee (baloer) dari dendeng. DENGENG I, lih. dangieng. DENGENG II, saboelan badengeng — seboelan betoel; tjie' roepiah badengeng — satoe roepiah betoel. DENGKE', mandengke` — tekeboer, bertambah djahat tentang perangai; kalakoean ana' den mandengke' bana kini — lakoe anak saja sekarang bertambah djahat. DENGKENG — boenji jang keras, oemp. boenji toekoel besi dipoekoelkan pada landasan besi. DENGKONG, tjalempong badengkong-dengkong — gamelan Melajoe berdengkoeng-dengkoeng. DENTJE' — lompat jang tiada pandjang; mandentje'-dentje` — melompat-lompat seperti anak ketjil; lih. dontje`. DEPA' (v.d.T.), lih. deba`. DERE' — deret; badere'-dere` — berderet-deret, berleret-leret. DESO — djampi; mandesokan oebe` — memanterakan obat. DETA(R) — destar; badeta — berdestar; mampadeta — berdestarkan; sadeta — oekoeran kain, jaïtoe empat persegi jang sisinja sepandjang kain jang disoekaï; matjam-matjam nama destar menoeroet ikatnja: deta saloee' (saloee' timbo) — destar pakaian penghoeloe, orang-orang bangsawan, orang berpangkat atau mempelai laki-laki; deta bakaroei` — destar penghoeloe; deta tjilieng manoeroen — destar orang bangsawan di Padang; deta baridie` — destar toekang tari; deta pitja', deta boele` — pakaian orang moeda; deta belah katjang — destar pendjoedt; inda' soerang ang sadjo nan badeta — boekan kamoe scorang sadja laki-laki didoenia ini; dikatakan seorang perempoean kepada soeaminja dilka berbantah. artinja djika saja bertjerai dengan kamoe, dapat saja mentjari soeami lair. DEWA — dewa; ba' tjando dewa — terlaloe amat bagoes tentangan perempoean. DEWANGGO, doeanggo — dewangga. DEWASO, lih. doeaso. DI — di, pada (akan); dibilie` — dibilik; dimakan — dimakan; baoetang di Tjino — beroetang pada Tjina; injo takoei' di den — ia takoet pada (akan) saja; ambo inda' tabao dipitih — saja tiada terbawa oeang; tamakan diratjoen — termakan (akan) ratjoen; di = dë` — oleh, dari; di-a ang, dë' apo ang — apa halmoe; ambo disipa'njo di si Badoe — saja disepak oleh si Badoe; aden datang diaie — saja datang dari soengai, perigi dll.; inda' salah diden — boekannja salah dari saja; djaoech dimato, djaoech diati, jang sebenarnja: djaoech dari mato, djaoech dari ati. DIAM I — diam, tinggal, berhenti; djo sia ang diam? — kamoe tinggal dengan siapa?; diam dibanda ta' maniroe, diam dilaoei' masin tida` — hal orang jang telah lama ting- |
DIAM
54
DJADI
</noinclude>
|
gal dibandar jang ramai, akan tetapi masih bodoh, kekok; diam! diam! — berhenti, berhenti! (kata koesir atau toekang pedati kepada binatangnja); mandiamkan — menjoeroeh tinggal atau menjoeroeh berhenti; inda' mandiamkan tangan — tiada menghentikan tangan, artinja selaloe bekerdja. DIAM II — ta' oesah, djanganlah; singgahlah daoeioe!; djawabnja: diamlah! — artinja: ta' oesahlah!; diamlah ang paï — ta' oesahlah kamoe pergi. DIANG — diang; badiang — berdiang; mandiang... mandiang daoen kawa — menjalai daoen kopi; badiang diaboe dingin — oemp. bertandang keroemah orang, tetapi tiada diberi rokok atau kopi; sambie badiang nasi masa` — ki.: soeatoe perboeatan mendatangkan keoentoengan doea tiga matjam. DIAT — diat; mandiat — mendiatkan. DIDIEH — didih; mandidieh — mendidih; aie didieh — air nasi jang soedah menggelegak, boeih nasi. DIDIH — dedes; sadidih — sededes, sesajat; mandidih — mendedes. DIDI' — bingoeng, lopak, njanjoek; mampadidi` — membingoengkan. DIEH — logat mengadjak kerbau atau lemboe soepaja berhenti. DIE' kependekan adie`. DIGOEIEH — antoek; badigoeih, bagadigoeih — berantoek, berselisih; mandigoeih — menjentoeh, menjinggoeng; atinjo tadigoeih — hatinja ketjil, ia berketjil hati karena sesoeatoe sebab; sandoee' djo parioee' le badigoeih (bagadigoeih) — sendoek kadang-kadang berantoek dengan perioek, artinja telah 'adatnja sekali-sekali soeami isteri berselisih sedikit. DIKIE(R) — dikir, zikir; badikie — berdikir dengan lagoeaja. DIKI' — dikit; sadiki` — sedikit; badiki'-diki` — hemat; na' kajo badiki'-diki` — djika hendak kaja, hendaklah hemat. DILAM — nilam, sebangsa toemboehan daoennja haroem. DINDIENG — dinding; mandindieng — memasang dinding, melindoengkan; ampang sampai kasoebarang, dindieng sampai ka(a)teh langi` — dikatakan tentang perkariban jang telah poetoes karena persengketaan; kain pandindieng miang, oeang pandindieng maloe — goena kain soepaja kita djangan kena miang atau dihinggapi bisa, goena oeang penoetoep maloe; maksoednja djangalah terlaloe mengoetamakan oeang sehingga djatoeh kepada bachil, soepaja djangan djadi ediekan orang. DINGIN — dingin; mandingin — terasa dingin, tetapi badan panas, jaïtoe demam; mandinginkan — mendir-inkan; nantikan daoeioe dingin atinjo — nantikan dahoeloe sampai ia tiada lagi marah; ari rajo lah dingin — hari raja telah moelai kasip, tiada lagi ramai; sidingin — sedingin, bangsa toemboehan, daoennja dipakai djadi baroet; sidinoin tampa dikapalo — ki.: djantoeng (boeah) hati; injo inda' maange' mandingin kadansana'njo — ia tiada berfaedah bagi saudaranja; inda' nan maange' mandingin dinjo — ia tiada mengindahkan (mempedoelikan) apa-apa hal jang terdjadi. |
DINGKAU, sidingkau-dingkau (Dr. de Vries) — sematjam bakoel. DINGOE (Dr. de Vries) — sebangsa toemboehan. DINIARI — dinihari. DIRI — diri; kandiri — sendiri; boeatan kandiri — boeatan sendiri; badiri — berdiri (dalam sembahjang); taga' badiri — berdiri betoel, mandirikan adat — mengerdjakan apa jang ditoentoet oleh 'adat; mandirikan (managa'kan) pangoeioe — mendirikan penghoeloe; badan inda' mandiri laï — badan tiada lagi koeat; saoee' aie mandikan diri — ki.: bekerdja sendiri dengan tiada meminta pertolongan orang lain. DIROEIH — diroes, siram; mandiroeih — menjiram; oedjan lah mandiroeih — hoedjan lebat toeroen; mandi sadiroeih — mandi sedikit (tiada lama); badiroeih oerang malie` — penoeh orang melihat. DJAAN, djan — djangan. DJABAH (v.d.T.), mandjabah — memboeka, memperlihatkan; roendiengan batin djan didjabah — rahsia djangan diboeka; didjabahnjo sadjo dadonjo — dadanja tiada ditoetoepnja. DJABA' (v. d. T.) — peti ketjil terboeat dari kertjoet. DJABANG — djambang, tjambang, djanggoet tali toedoeng. DJABAT, djabatan — djabatan, pekerdjaan. DJABE' I, lih. djabat. DJABE' II — djebat; moesang djabe` — moesang jang menghasilkan djebat, dinamai djoega tinggaloceng. DJABOE, aie lioeenjo mandjaboe — loedahnja berboeih-boeih keloear; mandjaboe-djaboe kapoee' kaloea dari dalam banta — penoeh kapoek keloear dari dalam bantal. DJADAH — zadah; haram djadah — haram zadah. DJADAI (v. d. T.), lih. djadjai. DJADAM I — moeka ikat pinggang terboeat dari emas, perak atau tembaga. DJADAM II — gala garoe, gaharoe; sapai' djadam — sangat pahit. DJADI, djadih — djadi, baiklah; injo mandjadi djoeroetoelih — ia (djadi) djoeroetoelis; ana'njo mandjadi sadonjo — anaknja ada memegang pekerdjaan (berpangkat) semoenja; ka mandjadi a ang isoee` — djadi apa kamoe kelak; boeah-boeahan mandjadi bana kini — sekarang moesim boeah-boeahan; padi koerang mandjadi — padi koerang hasilnja; roendiengan kito inda' mandjadi (bakadjadian) — roendingan kita tiada djadi; lah djadi toe — itoe soedah tjoekoep; kamari baiko patang, djadi! — datang kemari petang nanti, ja!; djawabnja: djadi! — artinja: baiklah!; manjalang pitih ka pandjadikan roemah — memindjam oeang akan memboeat roemah; badjadi (Sianok) — bapa; badjadi-djadi bana oedjan tadi malam — hoedjan tadi malam sangat lebat dan lama; arimau djadi-djadian — boekan harimau biasa, tetapi orang mendjelma djadi harimau dan boleh djadi orang kembali; bo lah tjintjin den, djadi-djadian toe baiko — mari kembali tjintjin saja, nanti mendjadi tjintjinmoe kelak; dansana' sadjalan djadi — saudara (se)kandoeng. |
DJADJA(R)
55
DJALADJAH
</noinclude>
|
DJADJA(R) — djadjar; sadjadja — sedjadjar, seleret; mandjadja — membadjak; mandjadjakan — mengeret; oerang pantjatja' toe didjadjikannjo dë' doebalang — pentjoeri itoe diseret oleh opas; djadjaran — aloer, djaloer, kelar; didjadjanjo makan — ia banjak makan. DJADJAH, mandjadjah — mendjadjah; djadjahan — djadjahan; lah abih tadjadjah samoeonjo poelau Djao dë' ambo — telah saja djalani semoeanja poelau Djawa. DJADJAI — haloes; kain ko djadjai — kain ini djarang tenoenannja; didangkoeeng dado nan djadjai — ditindjoe dada jang haloes (bagoes). DJADJA' — djedjak; mandjadja` — mendjedjak; aden sakali ko baroe mandjadja' nagari Padang — saja baroe sekali ini mengindjak negeri Padang; aloen ka tatoeroei'kan djadja'njo dë' ang — tiada dapat kamoe menjamaï kepandaiannja atau kekajaannja; inda' badjadja' ditanah awa'njo — ki.: ia sangat bersoekatjita; ia amat tjepat berdjalan; djadja'njo karoech djoeo laï — ki.: orang beloem loepa akan asalnja (rendah) dan hal miskinnja dahoeloe; mailangkan djadja` — ki.: mentjari daja oepaja, soepaja orang tiada sjak, bahwa ia berboeat kesalahan; ambo aloen panah didjadja' pitih saratoeih roepiah — saja beloem pernah mempoenjaï oeang seratoes roepiah; badjadja' ba' bakie` — 'ibarat berkik djika berdjalan disawah ada meninggalkan bekas kakinja, demikian djoega tentang orang djahat ada didapat keterangan dari hal perboeatannja; tadjadja' tanah tapi — ki.: sampai kepada jang dimaksoed, setelah menanggoeng beberapa kesoesahan. DJADJATAN, njanjatan — jang dibiasakan; djadjatan boendo — anak jang tiada loepoet dari moeloet boenda (selaloe diseboet-seboet); balam toengga djadjatan boendo — nama timang-timangan bagi anak, seakan-akan sama artinja dengan tjahaja mata, boeah hatikoe. DJADJAU, lih. djadjah. DJADJO', djedjo', djidjo` — bentji; mandjadjo` — mendatangkan bentji; lakoe ana' ko mandjadjo` — kelakoean anak ini mendatangkan (menerbitkan) bentji orang; mandjadjo'kan — mendjadikan bentji; mandjadjo'i — membentji; bakadjadjo'an — berbentji-bentjian. DJADO — djeda; inda' djado — tiada djeda (berhenti); inda' djado agoeeng toe digooeanjo — tiada berhenti goeng itoe dipoekoelnja. DJAE' — djaas, jaïtoe doelang kajoe teroetama akan melimbang. DJAE' — djahat; oerang djae` — orang djahat; sadjae'-djae' oerang — orang jang sangat djahat; tando djae` — keterangan jang menjatakan pekerdjaan salah; badjae' atau baboee' djae` — bermoekah; kadjahatan — kedjahatan; djae' sangko — salah sangka, sjak. DJAGA(L) — djagal; badjaga moedo — berdjoeal boeah-boeahan, ada djoega bertjampoer makan-makanan jang lain; badjaga nasi — berdjoeal nasi; djaga — kemaloean (kasar). DJAGAI (v. d. T.), djagai bana awa' djago — pagi-pagi benar saja bangoen. DJAGAN — djidjik. DJAGANG — liat, tegang, kakoe, oemp. |
daging jang koerang masak atau daging lemboe toea atau majat. DJAGE' — sempoerna toea, sempoerna baik; badan den inda' sadjage'njo — saja koerang sehat. DJAGIE' (v. d. T.), lih. djagie`. DJAGIE' (v. d. T.) — koeroes kering; dë' lamo saki', lah djagie' bana roeponjo — karena lama sakit, ia telah mendjadi koeroes kering. DJAGO — djaga, bangoen; oerang djago — kawal; badjago — berkawal; badjago-djago — berdjaga-djaga; mandjago(i) — mendjagaï; mandjagokan — membangoenkan; djagokan toengga' toe ! — tegakkan tiang itoe !; oerang djago, awa' lalo` — orang ingat, tetapi kita tiada awas. DJAGOEENG — djagoeng; mandjagoeeng — toemboeh seperti bidji djagoeng, tentang ketoemboehan; saieng koedo toe lah mandiagoeeng — taring koeda itoe telah moelaï toemboeh sebesar bidji djagoeng; oemoee sataoen djagoecng, darah satampoee' pinang — ki.: artinja masih moeda dan masih bodoh. DJAGOEENG-DJAGOEENG — nama sebangsa kajoe, baik diboeat tonggak. DJAHANAM — djahanam; ana' djahanam — anak tjelaka; mandjahanamkan — mentjelakakan; masoee' narako djahanam — masoek naraka. DJAIE(R) — tiada koeat; tiada hati-hati; boeatan roemah toe djaie — boeatan roemah itoe koerang koeat; djandjinjo djaie — djandjinja tidak koeat; karadjonjo djaie — kerdjanja tiada hati-hati. DJAIH — abai; mandjaihkan — tiada mengindahkan. DJAILIAH — djahiliah; djaman djailiah — zaman djahiliah, zaman dahoeloe dari pada Islam; adat djailiah — 'adat djahiliah. DJAI' — djahit; toekang djai` — pendjahit; pandjaï, pindjaï` — djaroem; pandjaï'(t)an — pendjahitan atau barang jang didjahit atau akan didjahit; tjintjin pandjaï` — bidal; didjaï' moentjoeengnjo anda'njo — moeloetnja didjahit (disoembat) hendaknja; ati inda' loeloeih pindjaï` — ki.: terlaloe amat bersoesah hati; mantjabie' moerah, mandjaï' sari` — mentjari perselisihan moedah, tetapi soekar menghoekoemkan atau memperdamaikan; mampadjoeai oerang Tjino pandjaï` — mengadjar limau berdoeri; masoee' ba' loebang pandjaï', kaloea ba' liang taboech — ki.: pendapatan sedikit, tetapi belandja sangat banjak; maadoe oedjoeeng pindjaï, lih. pada adoe. DJAKAT — zakat; badjakat — berzakat, mengeloearkan zakat; oeangnjo sadjakat — oeangnja amat banjak, ia kaja. DJAKOEN — pangkal kerongkongan. DJALA(R) — djalar, rajap; mandjala — merajap; pelo (oebi) djala — seb. oebi jang mendjalar; djoeloee-djala — djoeloer djelir; pagi-pagi lah djala-djalaï karoemah oerang — pagi-pagi telah bertandang keroemah orang; a djoeo nan didjalaï kamari — apa djoega jang ditjari (diminta) kemari; djalaran — ranting-ranting tempat mendjalar, pendjalar. DJALADJAH, elo' djaladjah ketje' njo — pan- |
DJALADJAU
56
DJAMANG
</noinclude>
|
dai ia menjoesoen perkataan; tolonglah djaladjahkan bana kehnjo — tolonglah oeraikan betoel-betoel kepadanja. DJALADJAU (v. d. T.), mandjaladjau — toemboeh mendjalar ditanah. DJALAI, djelai; sadjalai timbakau — tembakau sedikit; didjalai (didjelai) roko' sabatang — diboeat rokok sebatang. DJALA' — djalak; djala'-djala' lita` — orang jang roepanja pendiam atau penakoet, tetapi jang sebenarnja ia sangat berani. DJALAMPAI, goelampai — djelar; mandjalampai — mendjelar, dikatakan tentangan oelar atau boeaja. DJALAN — djalan; djalan rajo — djalan raja; djalan ana', djalan bapa', djalan mama` — menoeroet perkariban: atoeran (aloeran) anak, bapa atau mamak; djalan oetang — djadi oetang; baa djalannjo — bagaimana sebabnja (moelanja); parambah djalan — orang jang moela-moela sekali mengerdjakan soeatoe pekerdjaan; sakali djalan — sekali goes; koedo djo padati sakali djalan didjoeanjo — koeda dan pedati sekali goes didjoealnja; djalan rajo titian batoe — ki.: 'adat atau atoeran jang telah lazim dari dahoeloe dan beloem beroebah-oebah; sairieng batoeka djalan, saio batoeka saboei` — ki.: mengeloearkan perkataan berlain, tetapi maksoednja sama; bapantang soeroei' didjalan — hal orang jang teroes bekerdja sampai hasil jang dimaksoednja; badjalan sampai kabateh, balaie sampai kapoelau — ki.: hendaklah bekerdja atau menoentoet pengadjaran sampai sesoedah-soedah atau setammatnja; badjalan salangkah maado' soeroei', bakato sapatah dipikiekan — ki.: djika telah menoelaï soeatoe pekerdjaan hendaklah periksa lagi, barangkali ada keloepaan atau jang tiada koerang baik ataupoen tiada sepadan dengan jang akan diboeat lagi, maksoednja paia sebarang kerdja hendaklah ingat dari awal sampai keachirnja; badjalan paliarokan kaki, bakato paliarokan lidah — berdjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah, karena langkah jang salah dan perkataan jang tiada patoet boleh mendatangkan kesoesahan; sitia mandjalani, oentoeeng manjoedahi — ichtiar didjalankan sedapat-dapatnja, kemoedian baroelah dipoelangkan kepada takdir; pasa djalan dë' batoeroei', lantja kadji dë' baoelang — pekerdjaan jang biasa dikerdjakan tentoelah mahir; laie bapadjalanan, batin bamakanan, lih. makan; badjalan baranti, bakato basoedah — pekerdjaan atau roendingan haroeslah ada kesoedahannja. DJALANG I — djalang; entjer, tjair; kabau djalang — kerbau djalang; dadieh djalang — soesoe entjer; padoesi djalang — perempoean djalang (soendal); timah djalang dë' api — timah hantjoer oleh api; pake' pagi, djalang barisoee` — ki.: dikatakan tentang moepakat jang telah koeat, tetapi tiada berapa lama kemoedian beroebah. DJALANG II, mandjalang mama` — mendjelang mamak; dako' (dake') djalang mandjalang, djaoech tjinto mantjinto — djika tinggal berdekatan, koendjoeng mengoendjoengi dan djika berdjaoehan, djanganlah loepa meloepakan; mandjalang tangah ari — men- |
djelang tengah hari; badjalang-djalangan — berkoendjoeng-koendjoengan. DJALAPA', djilapa', tadjaiapa` — djatoeh telentang; badjalapa'an — berkaparan. DJALAPOEE' (v. d. T.) — djelepok. DJALEDJEH, badjaledjehan aie lioeenjo — berlelehan loedahnja. DJALEH — djelas, terang; mandjalehkan — menerangkan; mandjalehi — meminta keterangan jang lebih djelas; bakadjalehan sadjo dari siko kagoenoeeng Marapi — lawah sadja dari sini kegoenoeng Merapi; ko' aloen djaleh, dipadjaleh — bila beloem terang, diterangkan lagi. DJALE', lih. djoele`. DJALENGA', tjalenga', tjilenga', djalonga', tjilonga` — djelengar. DJALEPO' — djelepok; mandjalepo` — mendjelepok. DJALIDJIEH, lih. djaledjeh. DJALIO' (v. d. T.) — gasang, gangsang. DJALILO', kalilo', mandjalilo', mangalilo` — mendieling. DJALIME', mandjalime'i — mentjari dan mengoempoelkan sehingga tiada jang keloepaan; lih. djime`. DJALIN — djalin; mandjalin — mendjalin; akanja badjalin-djalin — amat pandjang 'akalnja. DJALINO', mandjalino' dingin ari — hari terlaloe amat sangat dingin; mandjalino' manjihnjo — terlaloe amat sangat manis. DJALO — djala; djalo-djalo — jang menjeroepaï djala akan penahan ajam masoek kedalam kedai nasi; poese' djalo poempoenan ikan, lih. pada poese`. DJALODJOH, mandjalodjoh — boenji kerongkongan atau peroet bila orang hendak moentah. DJALOE — djaloe. DJALOEE(R) — djaloer; timbakau sadjaloee — tembakau sedjaloer. DJALOEE', djaloe` — djeloekak; mandjaloee` — mendjeloekak; djaloe'-djaloe'i — bertoeroet-toeroet mendjeloekak. DJALONDJONG, tinggi mandjalondjong — bertambah tinggi tetapi koeroes. DJALONGA', lih. djalenga', tjilenga', tjilonga', tjalenga`. DJALOENOEI', badjaloenoei', mandjaloenoei` — amat pekat (kental). DJAM — djam. DJAMAAH — djema'ah; djamaah hadji — djema'ah hadji. DJAMAH I — djamah; mandjamah — mendjamah; inda' didjamah pitih aga' limo roepiah — beloem pernah mempoenjaï wang barang lima roepiah. DJAMAH II — djemah; inda' djamah — tiada djemah, tiada pernah; djamah-djamah idoei', aloen ambo malie' nan sagandjie ko — selama saja hidoep, beloem pernah saja melihat barang (hal) jang segandjil ini. DJAMAN — zaman, djaman; djaman pariboe-kalo — zaman poerbakala; lah djaman oerang toe — telah lama 'oemoer orang itoe. DJAMANG — tipis dan djarang tentangan kain; sadjamang — sebentar; na' den tjoebo aga' sadjamang — biar saja tjoba barang sebentar. |
DJAMAROEI'
57
DJANGKANG
</noinclude>
|
DJAMAROEI' — zamroed. DJAMBA(R) — hidangan; sadjamba — 4 atau 6 orang; maado'i djamba soerang-soerang — mengerdjakan pekerdjaan masing-masing; inda' dibao oerang sadjamba makan — ki.: dipentjil orang. DJAMBA' — n. seb. djamboe; nama soeatoe soekoe di Minangkabau. DJAMBAN — djamban; ana' lah kadjamban — anak boeang air ketjil, kentjing. DJAMBATAN — djembatan. DJAMBE' — djambang, tjambang. DJAMBO — tjapai; mandjambo — mentjapai; tjape' tangan tadjambokan — kesalahan tangan, oemp., mengambil harta orang. DJAMBOE — djamboe; bangsanja: djamboe lipo — djamboe bidji; djamboe aie, djamboe kalieng, djamboe erang; merah djamboe — merah moeda. DJAMBOEE(L) — djamboel, ramboe-ramboe, roembal. DJAMIE', moesadji' djamie` — mesdjid tempat sembahjang djoem'at; (djamie` = djami'). DJAMOE — djamoe; perdjamoean besar; mandjamoe — mendjamoe; paradjamoean — perdjamoean. DJAMOEE(R) — djemoer, padi jang didjemoer; mandjamoee — mendjemoer; memperlihatkan; badjamoee — berdjemoer, doedoek dipanas; toeroen djamoee — kira-kira poekoel 9 pagi; inda' mamasie'kan djamoee — ki.: tiada mempoenjaï kepandaian jang sempoerna; tiada mempoenjaï kekerasan hati; ba' djamoee tangah tigo ari — ki.: telah melampaui batas tentang mendatangkan penggodaän atas seseorang; bago kalangi' mandjamoee, malah inda' ka masie', inda' djoeo — ki.: meski kemana pergi mentjari oeang, kalau beloem nasib, tiada djoega beroleh rezeki. DJAMOEH (v.d.T.) — djampal. DJAMPAI, lih. djalampai. DJAN I, djaan — djangan. DJAN II — dengan; djan siapo ang kaiko? — dengan siapa kamoe kemari? DJANAH, djoenoe djanah — bermatjam-matjam fitnah; djoenoe djanahan — pengasoet. DJANANG I — djoeara tentang perdjamoean atau saboeng. DJANANG II — djernang. DJANAWI — djenawi; padang djanawi — pedang djenawi. DJANDIAM — zamzam, djamdjam. DJANDJANG — tangga; djandjang karang — kantor (mahkamat); maningke' djandjang karang — menghadap mahkamat; goentieng aboee'njo badjandjang-djandjang — goenting ramboetnja tiada rata; toepai djandjang — n. seb. toepai; ditingke' djandjangnjo, ditapie' bandoeenjo — naik tangga dan masoek roemahnja, ja'ni datang keroemahnja (sjarat orang memanggil berdjamoe); badjandjang naie' batanggo toeroen — ki.: menoeroet atoeran tingkat-tingkatnja, oemp.: ada hal jang moelanja diadoekan kepada kepala negeri, soedah itoe kepada assistent demang, kemoedian kepada demang dsb., peratoeran mengadjar, tangganja tiada boleh dilampaui; tarambau diimpi' djandjang — oemp.: hal orang kematian, haroes poela mendjamoe |
orang jang melawat; alah dalam soeatoe perkara haroes poela membajar ongkos rapat. DJANDJI — djandji; dalam djandji — bertoenangan; dalam perdjandjian; sampai djandjinjo — sampai djandjinja (adjalnja); dari djandji kadjandji — banjak kali berdjandji, tetapi beloem ditepati; djandji diboee' padang dioekoee — djandji jang telah diboeat dengan koeat; djandji are' karangan soedah — djandji diboee' padang dioekoee; djandji ditape'i, ikara dimoeliekkan — djandji haroeslah dipenoehi; ba' badjandji djo rang djaoech — nanti-nantian, entah datang entah tidak; djandjian dë' moesang inda' dë' alang — ki.: apa jang didjandjikan oleh Toehan bagi seseorang, tiada akan dapat oleh orang lain; djandjian atah inda' tjaroech — ki.: jang djahat itoe tiada moengkin akan baik; dima tadjandji ditapati — dimana djandji akan mati tiada dapat dielakkan; ba' badjandji djo Oelando — artinja tiada boleh moengkir dan djangan lewat dari waktoenja. DIANDO — djanda. DIANG, lih. djan II. DJANGAI (v. d. T.) — orang jang soeka tertawa. DJANGA' — djangak. DJANGAN I, (dalam pantoen atau tjeritera): soenggoeeh batjarai loepo djangan — soenggoeh bertjerai (berdjaoehan) djangan loepa-meloepakan. DJANGAN II, (dalam tjeritera) — dengan; djangan si oepie' Poeti Bonsoe — dengan Poeteri Boengsoe. DJANGANG — tegak; djangang talingo mandangakan — tegak telinga mendengarkan (sebab marah atau maloe). DJANGE' — djangat; tingga djange pamaloei' toelang — koeroes kering; djange' lie' koerang panggang — ki.: orang jang tiada dapat diadjar atau bengal. DJANGGA(L) — djanggal; djangga roepo, djangga boenji, djangga pantjalie'an, djangga paboeatan dsb.; mandjangga — tiada tampan, tiada patoet; nan ka mandjangga dian dibaboee` — apa jang akan mendjadikan djanggal, djangan dikerdjakan; padoesi djangga — perempoean jang koerang baik tingkah lakoenja. DJANGGI I — djanggi; djanggoei' djanggi — soeatoe dari tanda kebesaran; paoeeh djanggi — n. seb. paoeh dalam angan-angan. DJANGGI II, tanah djanggi — tanah sematjam napal. DJANGGOEI' — djanggoet; ba' djanggoei' poelang kadagoee` — ki.: berpadanan, berpadan; kambieng dipara' pandjang djanggoei'njo — (ini sebagian dari sja'ir jang 'oemoem diketahoei orang), teroesnja: oerang angga' banja' saboei'njo, artinja orang jang enggan banjak dalihnja. DJANGKA(L) — djengkal; mandjangkai — mengoekoer dengan djengkal; matjam-matjam djangka: djangka toendjoee', djangka lapeh (jaïtoe djengkal djari malang), djangka djari manih, djangka kelingking. DJANGKANG — djengkang, mampoes; djangkang lah ang! — mampoeslah kamoe!; langkoeeng-langkang samba langkoeeh, awa` |
DJANGKAU
58
DJAOEEH
</noinclude>
|
nan djangkang oerang nan poeeh — awa' jang pajah beroesaha, orang lain jang mendapat nama atau keoentoengan. DJANGKAU — djangkau, djempoet; mandjangkau — mendjempoet, mengambil dengan mengoeloerkan lengan; sapandjangkauan — sepandjang mendjangkau; pandjangkau nan ampie, pandjapoei' nan djaoech — ki.: tangan kanan, kaki tangan, artinja orang jang menolong-nolong; didjapoei' didjangkau — mengoeatkan arti djangkau. DJANGKIE(R) — djari atau koekoe binatang jang dibelakang sekali; nan dikakoe tadjare' djangkie, nan mangakoe tadjare' liie — orang jang didjamin tentangan oetang, djangkirnja (djarinja jang dibelakang sekali) jang terikat, tetapi jang mendjamin, lehernja jang terikat, artinja: djika jang beroetang tiada membajar oetangnja, tentoelah jang mendjamin jang akan menanggoeng. DJANGKIH — djangki; mandjangkih — membawa dengan djangki. DJANGKO — djangka, waktoe; mandjangko — mendjangka; maoekoee mandjangkokan — menentoekan apa jang haroes diboeat, bagaimana memboeat dan bila diboeat dll.; djangko ka makan, inda'njo poelang — datang waktoe akan makan, ia tiada poelang; djangko timbakau — perkakas penjepit tembakau jang akan diratjik. DJANGOEEH — djengoeh, djengoek; mandjangoechlah kapintoe! — mendjengoehlah kepintoe! DJANGOEE' — melawat; mandjangoeo' oerang mati — melawat(i) ahli orang jang kematian, 'alamat toeroet berdoekatjita. DJANIEH — djernih; moeko djanieh — moeka djernih; langi' djanieh — langit djernih (tjerah); mandjaniehi roendiengan — meminta keterangan jang sedjelas-djelasnja tentangan soeatoe roendingan; aienjo djanieh ikannjo djina` — ki.: hal negeri jang ma'moer dan orangnja ramah; koesoei' disalasaikan, karoech dipadjanieh — perselisihan dipoetoeskan dengan djalan perdamaian; mantjari saja' nan landai, aie nan djanieh — ki.: mentjari tempat berhoekoem jang se'adil-'adilnja; djanieh-djanieh aie lioee — meloja; djanieh-djanieh aie lioee manantikan — terlaloe amat lama menantikan. DJANJO, djano — oedjarnja; apo djanjo? — apa oedjarnja, apa katanja?; inda' boelieh ba' djanjo sadjo disiko — disini tiada dapat ia berboeat sekehendaknja sadja; pitih den lah ba' djanjo sadjo — ia berboeat sekehendak hati atas oeang saja; ba' djanjo anglah! — soeka hatimoelah! perboeatlah sekehendak hatimoe!; nan djanjo ambo djan paï laï — sepandjang pikiran saja, ta' oesah pergi. DJANO (Agam ketjoeali di Kota Gedang) = djanio. DJANOEN (v.d.T.) — seb. hantoe. DJANTA(R) (v. d. T.) — taboeng tempat menjimpan air teboe jang telah dimasak (tenggoeli). DJANTAIOE, (dalam pantoen) — nama boeroeng dalam angan-angan sadja. DJANTAN — djantan tentang binatang, toemboeh-toemboehan, barang-barang atau perkakas, oemp.: djari djantan, kaliki (pepaja) |
djantan, katam djantan; sekali-sekali tentang orang; djantannjo — kemaloeannja (laki-laki); kato djantan — kata jang ta' akan beroebah-oebah (menoendjoekkan keberanian); aden djantan — saja tiada takoet; iolah djantan awa'njo — betoel dia berani atau keras hati; didjantaninjo awa` — ia mengatakan tiada takoet kepada saja dan mengadjak berkelahi. DJANTANG, lih. lantang; itam mandjantang dikaniengnjo — ada terang kelihatan soeatoe baris hitam didahinja; badjantangan oere'njo — terang kelihatan oerat-oeratnja (biasa pada orang jang koeat bekerdja atau main raga). DJANTI, koembang djanti — seb. koembang hidjau jang berkilau-kilauan warna badan dan sajapnja. DJANTIE' — menokok dengan djari jang ditekankan dahoeloe keiboe djari, laloe dilepaskan. DJANTOEENG — djantoeng; djantoeng ati — djantoeng hati, kesajangan; djantoeng batih — djantoeng betis; djantoeng pisang — djantoeng pisang; djantoeng tangan — djantoeng tangan; tadjantoeeng kasiehnjo — terlaloe amat kasihnja; inda' badjantoeeng — tiada menaroeh maloe, dampit; djantoeeng ang ba' djantoeeng pisang — djantoengmoe seperti djantoeng pisang, artinja kamoe dampit, tiada tahoe baik dan djahat, tiada tahoe timbang-menimbang. DJAO — djawa; asam djao — asam djawa; limau djao — seb. djeroek dll.; N. B. Dekat Padangpandjang ada seboeah kampoeng bernama Djao, karena itoe disebelah Padangpandjang, asam djao dan kain djao dll. diseboet orang asam djawa, kain djawa, soepaja djangan keliroe. DJAO-DJAO — boetir emas boelat-boelat atau perak jang dipaterikan oemp.: pada kepala koendai. DJAOEEH — djaoeh; mandjaoech — mementjil; badjaoeehan — tiada berdekat tentangan kediaman atau tentang perkariban; kito lah bakadjaoeehan samieng — kita tiada lagi berkoendjoeng-koendjoengan; djaoeeh-djaoeeh ati mandangakan boenji saloeeng — amat sajoe hati mendengar boenji soeling (teroetama waktoe malam); djaoech panggang dari api, djaoech Koeboeeng dari Agam — dikiaskan kepada tawaran jang djaoeh dibawah harga; kerdja jang lama lagi waktoenja, baroe soedah dsb.; djaoeeh (ilang) dimato djaoeeh diati — djaoeh dari mata djaoeh dari hati; oebe' djaoeeh panjaki' ampieng — oemp.: hendak memboeat roemah tetapi tiada beroeang; seorang jang tinggal di Betawi menjoeroeh memboeat roemah di Padang; djaoeeh badjalan, banja' dilie', lamo idoei' bagai dirasai — orang jang telah toea dan telah djaoeh berdjalan, tentoe telah banjak penanggoengan, penglihatan, kebanjakan orang jang demikian dikatakan: toeo taoe, artinja telah 'arif bidjaksana; pepatah ini goenanja akan penghiboerkan hati, memang bila djaoeh berdjalan banjak dilihat dan djika lama hidoep berbagai-bagailah penanggoengan; djaoeeh boelieh ditoendjoee'kan, ampie boelieh dikako'kan — tanda soeatoe barang ada, jaïtoe djika djaoeh tempatnja, dapat ditoendjoekkan dan djika dekat, dapat dipegang, maksoednja |
DJARADJA'
59
DJARIEH
</noinclude>
|
kebenaran soeatoe perkataan boleh dioedji, ada bekasnja; maampiengi nan moepaat, mandjaoeehi nan moelarat — mendekatkan diri kepada perkara jang memberi manfa'at dan mendjaoehi jang mendatangkan melarat; lah djaoeeh moengko diimbau, lah boesoee' moengko dipado — ki.: nasihat jang diberikan atau ichtiar jang akan didjalankan tiada lagi bergoena karena telah kasip. DJARADJA' — djerdjak; toelang djaradja` — toelang roesoek. DJARADJI (v.d.T.) — nama seb. boenga. DJARAH — djarah; mandjarah — mendjarah; doedoee' maraoei' randjau, taga' manindjau djarah — ki.: hendaklah orang selaloe bekerdja, djangan berpangkoe tangan sadja. DJARAI' — djerait; badjarai` — dikatakan tentangan kain jang tjabik-tjabik disana sini didjahit, tentangan hoetan jang semak, tiada dapat lagi dimasoeki; kalam badjarai` — gelap goelita; ati badjarai` — hati terlaloe amat soesah. DJARAKI — rezeki; lih. radjaki, rasaki; inda' badjaraki — tiada beroentoeng; djaraki marandah — rezeki moerah; djaraki maninggi — rezeki mahal, tiada moedah mendapat rezeki; djaraki moesang inda' de' alang — apa jang soedah didjandjikan Toehan oentoek seseorang, nistjaja tiada akan didapat orang lain (penghiboeran, nasihat soepaja tawakkal). DJARA' I — djarak; roemah sikolah djara' dari siko — roemah sekolah djaoeh dari sini; barapo djara'njo — berapa antaranja; anjo badjara'an djo ambo — ia tinggal berdjaoehan dengan saja; si Minah lah djara' sadjo karoemah den — si Minah telah djarang sadja datang keroemah saja; baa mandjara' sadjo, kamari-marilah doedoee` — mengapa berdjarak sadja, marilah doedoek dekat-dekat; padjara'kan mamaoei'kan ajam nan doeo ikoee toe, djan njo balago djoeo — ajam jang doea ekor itoe ikatkan berdjaoehan, soepaja djangan ia berlaga djoega. DJARA' II — n. seb. toemboehan, dinamai djoega larak. DJARAM, goenoeeng lah djaram mandjaram — goenoeng-goenoeng melampoeng. DJARAMBAB — lih. djarambo'. DJARAMBIN, tadjarambin — djatoeh terbanting; djarambinkanlah kabau nan ka dibantai toe — djatoehkanlah kerbau jang akan dibantai itoe. DJARAMBO' — djerembap; mandjarambo` — mendjerembapkan diri karena amat pajah; djarambo' djago awa' lari — toenggang langgang saja lari. DJARAMI — djerami; saso' djarami pandam pakoeboeeran — sawah ladang dan pekoeboeran; ko' io ang oerang siko, dima saso' djarami pandam pakoeboeeran ang — djika benar kamoe orang asal dinegeri ini, (di)mana sawah dan pekoeboeran sekaoem kamoe? DJARAMOEN, djariamoen — nama sebangsa toemboehan dalam air. DJARAN, djaro — djera; mandjarankan — mendjerakan, mendjadikan djera; nan mandjarankan ambo makan djarieng (de') saki' paroei` — jang mendjerakan saja makan djering karena sakit peroet; sakali pambari taoe, kadoeo pambari inge', katigo pambari djaran |
— satoe kali diberi tahoe, doeka kali diberi ingat (diingatkan), tjoekoep tiga kali dihoekoem sehingga djera; kalakati mandje' paran, aloen mati aloen djaran — 'ibarat anak (orang) jang dilarang atau diberi nasihat berboeat soeatoe pekerdjaan, tiada maoe berhenti, sebeloem mendapat tjelaka beloemlah djera. DJARANDJANG, mandjarandjang — sangat koeroes tinggi; asal kata djandjang. DJARANG I — djarang tentang kain, gigi, tanaman tiada rapat; djarang basoeo — tiada kerap kali bertemoe; djarangilah basobat djo njo — djanganlah terlaloe karib dengan dia; djarang oerang nan saelo'njo — djarang (tiada) banjak orang jang sebaik boedi dia; tanggoee' rape' karandjang djarang — ki.: oemp.: soeami koeat mentjari rezeki, tetapi isteri boros. DJARANG II — perkataan toekang pedati atau toekang badjak kepada binatangnja, artinja kekiri, lawannja: loea(r). DJARANG III — djerang; mandjarangkan parioee` — mendjerangkan perioek; mandjarangkan nasi — menanak nasi; adat, sjara' dan parentah itoelah toengkoe nan tigo sadjarangan — 'adat, agama dan oendang-oendang inilah perkara jang tiada boleh dipertjeraikan. DJARANGAU, djariangau — djerangau. DJARAO' — djerahap; mandjarao` — mendjerahap; tadjarao` — terdjerahap. DJARAWE', djariawe` — djerawat; djarawe' batoe — djerawat jang besar dan keras. DJARE' — djerat; djare' samato — boeah hati tentang anak toenggal; lah tadjare', lah kanai djare` — telah kena tipoe; sadjare' ikan, sadjare' manggih — beberapa ekor ikan ditjotjok dengan lidi atau beberapa bidji manggis jang diikat mendjadi satoe; djare' aloeih koelindan soeto — ki.: tipoe moeslihat jang haloes; balam nan loepo didjare', ...... — lih. balam; nan uikakoe tadjare' djangkie ... — lih. djangkie. DJARI — djari; djari tangan namanja: indoee' djari, ampoe tangan — iboe djari; toendjoee` — teloendjoek; djari malang, djari tangah, djari mati — djari malang, djari hantoe; djari manih (manjih) — djari manis; kalingkieng — kelingking; tentang djari kaki tjoema jang bernama: ampoe kaki, djari manih kaki dan kalingkieng; si limo-djari beroebah seboetannja mendjadi sarimoendjari — nama seb. toemboehan, lima djoerai daoennja, biasa dimakan dengan sirih; sadjari — selebar djari. DJARI-DJARI, djari-djari padati — anak djentera pedati; djari-djari taboei` — pantja emas atau perak jang ditaroeh pada taboet. DJARIAMOEN, lih. djaramoen. DJARIANGAU, lih. djarangau. DJARIAWE', lih. djarawe'. DJARIAU — djeriau, gelegar; mandjariau — memasang djeriau; tibo dirasoee' mandjariau — ki.: hal jang terletak pada tempatnja; djawab telah sepadan dengan pertanjaan. DJARIEH — djerih, sesak napas, pertolongan; panjaki' djarieh — esek; lah banja' djariehnjo ka ambo — telah banjak ia bersoesah pajah menolong saja; sagan badjarieh — malas bekerdja, tiada soeka bersoesah pajah; mam- |
DJARIE'
60
DJAWI-DJAWI
</noinclude>
|
padjariehkan — berichtiar dan bersoesah pajah menolong; oebe' djarieh palarai damam — jang mengobat pajah dan mendjaoehkan (menghilangkan) demam, maksoednja; anak, djantoeng hati, bidji mata; djarieh manantang boelieh, roegi manantang labo — orang soeka menolong dan mengeloearkan oeang karena akan mendapat keoentoengan atau pertolongan. DJARIE', badjarie` — hal kajoe jang soesah dibelah karena dagingnja berpilin. DJARIENG I — djaring; mandjarieng — mendjaring; sio-sio mandjarieng angin, taraso lai dape' tida` — sia-sia mendjaring angin, terasa ada dapat tiada, artinja mengerdjakan pekerdjaan jang tiada akan berhasil. DJARIENG II — djering. DJARO — djara; mandjaro — mendjara. DJAROEDJOE — djeroedjoe. DJAROEE' — daoen soerian moeda baik dimakan sesoedah direboes; moetah-moetah djaroee` — kerap kali moentah. DJAROEENG I — korek; sirangka' mandjaroeeng tabe` — ketam mengorek tambak. DJAROEENG II, didjaroeengnjo paroei' awa` — didajanja saja (tentang oeang). DJAROEMAN I — alkoe. DJAROEMAN II — Djerman. DJAROEME' — djeroemat; mandjaroeme` — mendjeroemat. DJAROEОЕE' — djeroemoes; mandjaroeoee'kan — mendjeroemoeskan. DJAROEMOEIH — djeroemoes; mandjaroemoeihkan moekoe' ngarai — mentjelakakan. DJAROEN — djaroem; djaroen arlodji — djaroem arlodi; djaroen padoman — djaroem pedoman; djaroen pintoe — bilah papan jang dilekatkan pada sebelah daoen pintoe akan penoetoep soepaja angin djangan masoek; djaroen ameh — kadar emas; moedo djaroen ameh ko — menoeroet oedjian emas ini moeda; laloe djaroen laloe koelindan — ki.: kalau loeloes maksoed jang pertama, niat jang kedoea menoeroet sadja. DJAROENGKOE — djerahap; tadjaroengkoe — terdjerahap; mandjaroengkoekan — mendjerahapkan. DJAROENGO', tadjaroengo` — terdjerembab; mandjaroengo'kan masoee' ngarai — mentjelakakan. DJARONDJANG, lih. djompa'. DJARONGKANG, tadjarongkang — djatoeh telentang; karosi toe badjarongkangan — kerosi itoe tertengadah; djarongkang korang — toenggang langgang. DJARONGKONG, lih. djarongkang, perb. dengan djongkang. DJAS — djas. DJASA — djaksa. DJASO — djasa; baboee' djaso — berboeat djasa, berboeat kebaikan; djaso oerang djan diilangkan — djasa (pertolongan) orang djangan diloepakan; badjaso bana diambo dibarinjo badjoe, karano badjoe ambo lah tjabie'² — amat berpaedah bagi saja badjoe jang diberinja, karena badjoe saja telah tjabik-tjabik. DJATI I — djati. DJATI II, sadjati — sedjati, tiada bertjampoer, asli; oerang Malajoe sadjati — orang Melajoe |
sedjati; ameh sadjati — emas sedjati; ameh sadjato-djati (sidjato-djati) — emas bertoeah kepoenjaan radja Minangkabau, kata orang emas itoe didapat orang telah mendjadi bermatjam-matjam perhiasan. DJATIN — jatim; ana' djatin — anak jatim. DJATOEEH — djatoeh; djatoeeh ka nan elo` — masoek kepada jang baik; djatoeeh ka nan baie` — mendjadi baik, beroentoeng; djatoeeh kateh — berbagia, beroentoeng; djatoeeh moesikin (moelarat) — djatoeh miskin (melarat); djatoeeh ati malie` — iba hati melihat; pandai djatoeeh — mengakoe salah sebab itoe tiada ditertawakan orang atau kena hoekoem; moembang djatoeeh, kalapo djatoeeh — orang moeda mati, orang toea mati dan tiada tentoe siapa jang mati dahoeloe; oerang panggamang mati djatoeeh — orang jang penakoet berkata oempamanja, lebih banjak memboeat kesalahan, makin takoet makin banjak berboeat kesalahan; djatoeeh badjoeloee` — ki.: mendapat sesoeatoe karena diminta; nan didjoeloee' inda' djatoeeh, nan pandjoeloee' tingga djateh — ki.: orang jang dipanggil tiada datang, orang jang disoeroeh memanggil tiada poela kembali; boesoee' babaoe, djatoeeh badaboee` — tiap-tiap boesoek berbaoe, kalau barang djatoeh tentoe ada boenjinja, artinja tiap-tiap pekerdjaan salah lambat laoen akan ketahoean djoega. DJAWA I — Djawa. DJAWA(R) II, djawa-djawa — meraban, meratjau. DJAWAB, djawap, djawe` — djawab; mandjawab — mendjawab; sadjawab — sama pendapat, djika ditanja; badjawab-djawaban — berdjawab-djawaban; basoea badjawap — bersoal djawab; gajoeeng basamboeti, kato badjawap — toemboek (tikam) ditangkis, kata didjawab; pepatah ini dipakai orang djika orang hendak mendjawab perkataan orang atau hendak menjatakan, bahwa ia tiada sepakat dengan orang itoe. DJAWE' — samboet, djabat; badjawe' tangan — berdjabat tangan; mandjawe' aie — berwoedoe'; mandjawe' poesako — menerima poesaka; mandjawe' ana` — pekerdjaan doekoen menolong orang beranak; sandjo badjawe' djo malam — sendja berganti dengan malam; siapo oerang nan ka amoeeh mandjawe' oentoeeng ambo, ambo boeroee' dan moesikin — siapa maoe mengambil saja djadi isteri, saja djelik dan miskin; warih didjawe' poesako ditolong — pekerdjaan dan tanggoengan si mati (menoeroet sepandjang 'adat) wadjib digantikan, harta peninggalan wadjib dipelihara atau diichtiarkan soepaja bertambah, djangan berkoerang; djika oesak harta poesaka, dikatakan orang: warih didjawe', poesako digolong; di Padang djawab diboenjikan djawe`; salamat — salame`; kiamat — kiame` dll., kebiasaan perkataan 'Arab jang demikian halnja. DJAWI — djawi, lemboe; ana' djawi — anak moeda laki-laki jang disajang-sajangi dan dibawa kemana-mana. DJAWI-DJAWI — nama sebangsa pohon beringin; batoendjang djawi-djawi, batoendjang poelo mali-mali — djawi-djawi ber- |
DJEDJO'
61
DJINDARA
</noinclude>
|
toendjang, mali-mali (pohon jang ketjil) hendak bertoendjang poela, artinja orang jang rendah atau miskin hendak meniroe-niroe kelakoean dan pekerdjaan orang jang moelia atau kaja. DJEDJO', lih. djadjo'. DJEGE', sadjege'; badan den inda' sadjege'njo — saja koerang sehat. DJELAI, lih. djalai; pandai mandjelaikan — pandai menjoesoen perkataan, pandai mengenakan pakaian sehingga bagoes roepanja. DJELO — djela; manajelo — mendjela, merebahkan diri karena sangat pajah; maï' tadjelo — majat terhantar; baajelo-djelo — berdjela-djela; tagang badjelo-djelo, kandoee badantieng-dantieng — dikatakan tegang, tidak tegang, dikatakan kendoer poen tidak djoega, jaïtoe antara tegang dan kendoer, tegang dan kendoer itoe pada waktoenja; demikianlah dikiaskan kepada oendang-oendang dan perintah. DJELOBIO — nama sematjam koee ('Ar.: zalâbijjah). DJEMBE', lih. djambe'. DJENDANG (v.d.T.) — terang seperti tjahaja matahari. DJENDJENG, djindjieng — djindjing; mandjendjeng — mendjindjing; sadjendjengan — seberat dapat mendjindjing; bare' samo dipikoee, ringan samo didjendjeng — ki.: apa-apa hal dan belandja ataupoen baik dan djahat akan dipikoel bersama-sama; batali boelieh diiri', batampoee' boelieh didjendjeng — ada talinja akan mengeret, ada tangkainja tempat mendjindjing, artinja, oemp.: beroetang memboeat perdjandjian atau menggadai ada tertoelis atas kertas atau ada djaminnja, djadi tiada dapat dimoengkiri. DJENGKENG — djengkeng, djengket; mandjengkeng — mendjengkeng; basidjengkeng — mendjengkeng; di nan dalam basisalam, di nan dangka basidjengkeng — ki.: waktoe beroeang boleh kita berbelandja banjak, waktoe koerang wang haroeslah kita berdikit-dikit (tjermat); badjengkengan — berdjengkengan. DJERONG — serong, tiada loeroes seperti hal setengah tepi kain jang dirobek. DJIAT — djihat ('Ar.); djiat nan ampe` — segi jang empat (tentangan batas sawah). DJIBOEEH — bodoh, bebal; si djiboeeh — orang bodoh, pa' pandir. DJIDA(.), mandjida (manjida) — mendjadi aoes dan kesat: tentangan koelit, oemp.: telapak karena berdjalan tiada memakai alas kaki; atau pakaian jang lama dipakai. DJIDJIE(R) — seringai, kerising, gerenjot; boeroee' djidjie — djelik seringai seperti moeloet anak jang menangis; mandjidjie — menjeringai, menangis; lah mandjidjie sipatoe den — sepatoe saja telah robek. DJIDJI' — djidjik; djidji' den mantjalie` — djidjik saja melihat. DJIDJO', lih. djadjo'. DJIGAH — basah koejoep. DJIHIN, djin — djin; ba' tjando djihin — sangat djelik; disapoe djihin — dipoenahkan (dibinasakan) djin. |
DJIKALAU, djiko', djokok, ko` — djikalau, djika, kalau. DJIKO', lih. djikalau. DJI', andji', nji` — bagi, oentoek; dji' sia iko? — oentoek siapa ini?; dji' den lah koedo ang toe! — berilah (oentoek) saja koedamoe itoe!; dji' barisoee` — oentoek esok. DJILAH — bersih, habis; mandjilahi — membilasi; mandjilahkan — membersihkan, menghabiskan; ampo' djoeo nan mandjilahkan pitih — djoedi djoea jang menghabiskan oeang. DJILAM, mandjilam — mendjilat-djilat bibir akan menghilangkan rasa makanan atau karena enaknja makanan atau karena sangat ingin; gae' djilam — orang toea jang ingin melihat perempoean bagoes atau perempoean moeda. DJILAPA', tadjilapa` — telentang karena pajah atau djatoeh pingsan; badjilapa'an — djelempah; lih. djalapa'. DJILATANG — djelatang, pengasoet; djilatang api, djilatang gadang atau djilatang niroe — bangsa-bangsa djelatang. DJILE' — djilat; didjile' api — didjilat api; didjile' ari — bertoekar koelit karena kena panas; didjile' koenang-koenang — botak karena penjakit; sadjile'-djile'njo pitih den— oeang saja telah habis semoeanja; ana' kete' soedah batjaka' lah badjile'an poelo — ki.: boedak-boedak sesoedah berkelahi telah berdamai lagi. DJILI' — djilid; mandjili` — mendjilid. DJILOEANG, andjiloeang, lindjoeang — lendjoeang. DJILOEENG (toemboee'), mandjiloeeng — menggosokkan teloendjoek tangan kiri kebawah hidoeng orang atau kemoeloet orang. DJILOEE', lih. djaloee'. DJIMA' — bersetoeboeh. DJIMAT, adjimat — djimat, 'azimat. DJIME' — habis, genap, segenapnja; lah djime' oerang datang — telah semoeanja (segenapnja) orang datang; lah djime' nagari ko tadjalani di den — negeri ini seloeroehnja telah habis terdjalani oleh saja; djime kan nasi ko! — habiskan nasi ini!; sadjime'-djime'njo pitih den — sehabis-habisnja oeang saja (dibelandjakan, dikeloearkan); djime'-djime' mamiliehi saro' toe! — habis-habis menghimpoenkan sampah itoe! (djangan berketinggalan). DJIMI' — kedjam moeloet; na' di djimi'lah moentjoeeng den, ko' lai den mangatokan — biarlah kedjam moeloet saja, djika kiranja ada saja mengatakan (soempah). DJIN, lih. djihin. DJINA, sina — djinah, zinah; badjina — berzinah, bermoekah. DJINABAT, mandi djinabat — mandi sesoedah bersetoeboeh, lebih lazim mandi djoenoei`. DJINA' — djinak; mandjina'kan — mendjinakkan; mandjina'i — memboedjoek; djina'-djina' parapati — djinak seperti merpati, tetapi tiada dapat ditangkap, dikiaskan kepada perempoean jang roepanja sadja moedah didapat, tetapi sekali-kali tiada; aie djanieh ikannjo djina`, lih. djanieh. DJINASAH — djenazah, majat. DJINAWI, lih. djanawi. DJINDARA — djenderal. |
DJINDJIENG
62
DJOEDJOEI'
</noinclude>
|
DJINDJIENG, lih. djendjeng DJINGAU, lih. djangoeeh. DJINGKARIE', tjingkarie` — djengkerik, tjengkerik. DJINGKAROEI', badjingkaroei` — koesoet tentangan ramboet atau tali, berbelit-belit tentang toemboeh ranting atau oerat-oerat. DJINIH I — djenis; oerang nan ampe' djinih: pangoeloe, malin, manti, doebalang; oerang nan tigo djinih: injie' mama' (pangoeloe), goeroe-goeroe (oerang sia'), tjadie' pandai (oerang moedo); ikolah djinih badan ambo: baninie' bamama' tido, bansat nan oekan oelah-oelah — beginilah halnja diri saja, tidak mempoenjai nenek mamak, lagi poela boekan main miskinnja. DJINIH II — bersih, baik; djinih-djinih manjasah — bersih-bersih mentjoetji; badjinih-djinih etongan ko handaknjo — apa (perkara) jang diperkatakan hendaklah selesai dengan setoedjoe kedoea belah pihaknja. DJINGKE', basidjingke` — mendjengket; di nan dalam basisalam, di nan dangke, basidjingke`, lih. pada dangke'. DJINTAN (dikota) — djintan; padi rani' djintan — sematjam padi haloes, lebih enak dari jang kasar. DJIWA — djiwa; po oerang djio dalam roemah ko? — berapa djiwa (orang, besar ketjil) dalam roemah ini? DJIOEIH — djoez; dimakan koetoee' koeraan nan tigo poeloeh djioeih — dimakan koetoek Koerän tiga poeloeh djoez. DJIPANG — dahan; lih. djapang. DJIRA' — nama sebangsa kajoe, boeahnja boleh dimakan. DJIRE' — djirat. DJIROEIH — timpoes, tiroes; djiroeih ba' boelan ka abie — ki.: makin lama makin soesoet (tentang modal atau barang dagangan); moekonjo lah djiroeih soedah saki` — moekanja tiroes sesoedah sakit. DJO I — dengan; djo sia ang kamari? — dengan siapa kamoe kemari?; djo a ang kamari? — dengan apa kamoe kemari?; djawabnja: djo kareta api, djo oto, djo bendi artinja: naik kereta api, naik auto, dengan bendi. DJO II — pada, kepada; anjo diam djo den — ia tinggal pada saja; katokan djo bapa` — katakan kepada bapa'. DJO III kependekan „djano, djanjo” artinja oedjarnja; itoelah djo den! — itoelah kata saja, artinja ini telah beroelang-oelang saja katakan. DJOA' I, badjoa` — berloemba-loemba; djan didjoa' oerang kajo! — djangan ditanding orang kaja! DJOA' II — ditinggikan, diangkat keatas, artinja dimoeliakan; pangoeloe toe didjoa' saparati pajoeeng — penghoeloe itoe dimoeliakan. DJOANG — djoeang; badjoang — berdjoeang; gadjah badjoang samo gadjah, kantjie mati tasapi` — gadjah berdjoeang sama gadjah, pelandoek mati tersepit. DJOARI, djoarih — djauhari, artinja pandai; oerang djoari bidja'sano — orang jang sangat tjerdik. DJODI, djoedi — djoedi; badjoedi — berdjoedi. DJODJO — djadja; badjodjo — berdjadja. |
DJODOE, djoedoe — djodoh. DJOEA(L) — djoeal; mandjoea — mendjoeal; djoea bali; aloen ambo djoea bali lai — beloem lagi ada barang saja jang lakoe, beloem lagi ada orang membeli apa-apa pada saja dari tadi; tadjoea tabali — berani mendjoeal, berani membeli, artinja apa-apa jang dikerdjakan atau dikatakan hendaklah dengan timbang menimbang, djangan mengenaï orang; lah didjoea moengko dibali — beginilah hendaknja moeslihat saudagar, soepaja ia beroentoeng, jaïtoe dikira-kiranja lebih dahoeloe dengan harga berapa dapat didjoealnja dagangan jang akan dibelinja, baroelah dibelinja; demikianlah djoega orang jang beperkara, dipikirkannja lebih dahoeloe dalam hatinja sendiri apa soäl dan apa djawab; mandjoea namo oerang — memakai nama orang akan menipoe; mandjoea mato djoeo badjalan, itoe moengko tataroeng — melihat djoega kesana kemari, itoe sebab maka tersandoeng; mandjoea taga` — menipoe orang; mandjoea tangkai pangkoee dado` — mandjoea patai ampo — ki.: membohong; mandjoea bapade', mambali bakirai— 'ibarat djika kita mendjoeal barang dalam kerandjang atau bakoel, maka orang jang membeli menekankan isinja, soepaja banjak (berat), tetapi kalau kita membeli, diamboeng-amboeng isinja, soepaja djangan banjak; maksoednja kalau kita semenda (kawin) dengan seorang perempoean, belandja dan kewadjiban kita sempoerna tjoekoep, tetapi kalau orang kawin dengan sanak saudara kita, koeranglah ia melakoekan kewadjibannja itoe; didjoea saja' dibali tampoeroeeng — ki.: jang dibeli atau jang pengganti sama dengan jang didjoeal atau jang ditoekari, jang hilang sama dengan gantinja; djoko' toean djoea, ambo djaoeeh, djoko' toean gantoeeng, ambo tinggi — toean boleh berboeat sekehendak toean atas diri saja, tiada jang dapat melarang. DJOEA(R) — djoear. DJOEADAH — djoeadah (koee-koee). DJOEARAN — djoearan, djoran. DJOEARIH, lih. djoari. DJOEARO — djoeara pada perdjamoean atau waktoe menjaboeng; saboeeng badjoearo, parang bahoekoemoe'llah — jang menentoekan oentoeng baik dan djahat kita jaïtoe Allah djoea, djanganlah koeatir dalam soeatoe hal. DJOEBAH — djoebah. DJOEBIN — djoebin. DJOEBOEE(R), doeboee(r) — doeboer (Ar.). DJOEBOEENG — djoeboeng. DJOEDAH — Djoedah. DJOEDI, lih. djodi. DJOEDJAI, mandjoedjai — berkata-kata soepaja ditiroe anak jang baroe lahir jang beloem pandai berkata, atau mengerdjakan sesoeatoe soepaja orang tertawa; badjoedjai (Soengai Poear, Koerai) — berkelahi tentang perempoean. DJOEDJOEEH, djoedjoeeh atinjo keh den — lebih sajang ia kepada saja; djoedjoeeh atinjo mambali keh den — lebih soeka ia membeli kepada saja. DJOEDJOEI' — djoedjoet; mandjoedjoei` — |
DJOEDJOEENG
63
DJOERAGAN
</noinclude>
|
mendjondjot idjoek akan memboeat tali; inda' talo' didjoedjoei` — tiada dapat diboedjoek. DJOEDJOEENG — djoendjoeng; titah didjoedjoeeng — perintah ditoeroet; mandjoedjoeeng sangka' ajam — menanggoeng maloe; ka mandjoedjoeeng kapalo loentjoeeng, ka mamikoee inda' babaoe — tiada berdaja oepaja. DJOEDOE, lih. djodoe. DJOEE', sadjoee', saparandjoeengan — sepandjang dari kaki keoedjoeng djari tangan, djika orang berdiri dan kedoea tangan ditegangkan keatas; tali djoee'-djoee` — tali temali jang direntangkan disawah oentoek mengoesir boeroeng jang hendak makan padi. DJOEGI I — tinggal sedikit tentangan ramboet karena banjak jang goegoer. DJOEGI II — basah koejoep; lih. djogi'. DJOEGOEEH, djoegoeeh pangkoeeh — tjela, jang tiada patoet menoeroet 'adat; ko' lai nan ereng nan gendeng nan djoegoeeh nan pangkoeeh, kami minta' dibari maäf — kalau ada jang tiada loeroes atau tiada baik, kami minta diberi ma'af. DJOEHOEENG, mandjoehoeeng — menikam atau menoemboek atau mentjotjok dari bawah keatas dengan barang jang pandjang sambil melompat, oemp.: orang mengambil boeah betik dengan tongkat; djoehoeeng paramajo — soeatoe 'ilmoe sihir jang boleh menjakitkan orang. DJOEIE' — gojah (tentang pendirian) karena berat keatas atau terlaloe tinggi, tiada berpadanan dengan telapak atau dasarnja, djadi moedah rebah. DJOEKAT, lah djoekat oerang toe — orang itoe telah toea betoel. DJOELAI, mandjoelai — mendjoelai; dikatakan tentang akar jang mendjoeloerkan diri hendak melilit; aka mandjoelai — 'akal (pikiran) moelai terboeka. DJOELE', badjoele' akanjo — 'akalnja (pikirannja) moelai terboeka. DJOELIENG — djoeling; djoelieng lata'njo parioee' ko — miring letaknja perioek ini. DJOELOE(R) — djoeloer; lidah kabau lah mandjoeloee — lidah kerbau telah mendjoeloer (karena pajah); djoeloee-djala — djoeloer-djalar. DJOELOEE' — djolok; djoeloee'-djoeloee' antoe — nama sebangsa akar, koelit boeahnja jang masak merah, isinja hitam; djoeloee'-djoeloee'lah rakoeengan, ko' le amoeeh moetah — tjobalah gelitik kerongkongan dengan djari, barangkali dapat moentah; badjoeloee' moengko lareh — diminta baroe dapat; nan didjoeloee' inda' djatoeeh, nan pandjoeloee' tingga djateh — 'ibarat menjoeroeh orang memanggil orang lain, jang dipanggil tidak datang dan jang memanggil tiada kembali. DJOEMAAH, djoemaah hadji — djoem'ah hadji; kapalo djoemaah — kepala djoem'ah hadji. DJOEMA'AT — Djoem'at; badjoema'at — sembahjang Djoem'at. DJOEMADIE AKIE — Djoemadi'lâchir. DJOEMADIE AWA — Djoemadi'lâwal. DJOEMALAH, djoembalah — djoemlah; bara djoemalah oetang ambo — berapa djoemlah oetang saja; badjoemalah — berbitjara dan telah ada kepoetoesannja; kami lah badjoe- |
malah: ambo pai ka Padang, adie' ambo manoenggoei kadai — telah poetoes bitjara kami: saja pergi ke Padang dan adik saja menoenggoei kedai. DJOEMALANG, djoembalang — djembalang; de' (kanai) djoemalang lapa — (sakit) pening karena waktoe hendak pergi tiada makan; diambe' djoemalang — kena penjakit jang terseboet. DJOEMBAI — djoembai; djoembai alai — roembai-roembai, bermatjam-matjam djoembai; aden djo njo lai badjoembaian aoee — saja dengan dia ada perkariban. DJOEMBALAH, lih. djoemalah. DJOEMBALANG, lih. djoemalang. DJOEMBANG, djombang — tampan. DJOEMPO (koerang lazim) — djoempa; badjoempo — berdjoempa. DJOENDAI, sidjoendai — 'ilmoe sihir jang dapat menggilakan orang dan orang jang sakit itoe menjanji-njanji; sidjoendai paka` — kena sihir itoe tetapi tiada menjanji; basidjoendai — bernjanji-njanji dan tiada sadar akan diri. DJOENGKANG, djongkang — djatoeh telentang, kaki naik keatas (tentangan orang), djika tentangan kajoe, oeratnja terbongkar. DJOENGKE', djongke` — djoengkat; mandjoengke' bana kalakoean ana' den kini — anak saja sekarang bertambah-tambah djahat; titian djoengkang-djoengkatan — titi djoengkat-djoengkit, djambatan djoengkatan; sidjoengke` — djoengkat-djoengkit; bibie tadjoengke' (mandjoengke') — bibir terdjoengkat; padoesi djoengke` — perempoean berani (tiada maloe-maloean kepada laki-laki); mandjoengke' ati na' pai — beringin hati hendak pergi (sebab melihat orang pergi); mantjari lantai tadjoengke` — mentjari kesalahan orang jang dibawah, soepaja dapat diperhentikan; awa' nan ta' pandai manari, dikatokan lantai tadjoengke` — kita jang ta' pandai menoelis oempamanja, dikatakan pena jang ta' baik. DJOENGOEE(R) — djoengoer; mandjoengoee — melihat dengan moeloet terdjoengoer (tanda heran atau bodoh). DJOENDEH I, roendeh — sentak; djoendehkan kabawah — sentakkan kebawah. DJOENDEH II — berani. DJOENDJOEENG — poendjoeng (oentoek katjang, sirih); djoendjoeeng banieh — lenggoendi dan tanaman lain jang ditanam dipesemaian akan melindoengkan benih itoe; ana' den aloen badjoendjoeeng lai — anak saja beloem lagi bersoeami; mampadjoendjoeengkan ana` — mempersoeamikan anak; taboe djoendjoeeng — n. seb. teboe jang pandjang; djoendjoeengan — soeami; nabi Moehammad. DJOENGOEI' — tanah jang mengandjoer kelaoet. DJOENOEI', mandi djoenoel` — mandi sesoedah bersetoeboeh. DJOENTAI — djoentai; badjoentai — berdjoentai; mandjoentai — berdjoentai; mandjoentaikan kaki — mendjoentaikan kaki. DJOENTOEE(R), akanjo inda' sadjoentoee djoeo — 'akalnja pendek. DJOERAGAN — djoeragan. |
DJOERAI
64
DOEDOE
</noinclude>
|
DJOERAI — bagian; katjang toedjoeeh djoerai — n. seb. katjang, dalam setangkai daoen toedjoeh daoennja; badjoerai-djoerai — tjompang tjamping, berdjerabai. DJOEROE — djoeroe; djoeroetoelih, djoeroemasa', djoeroemoedi — djoeroetoelis, djoeroemasak, djoeroemoedi; djoeroebaso — djoeroebahasa, orang jang disoeroeh akan membitjarakan soeatoe hal oemp.: menoenang orang, hendak membeli roemah dan lain-lain jang penting; badjoeroe baso — memakai djoeroebahasa. DJOGA', oerang djoga` — perisau. DJOGI, bangki' djoginja — terbit marahnja. DJOGI' I (v.d.T.) — basah koejoep. DJOGI' II, djogi' awa' samalam nangko bamain — habis oeang saja berdjoedi malam tadi. DJOHARI, lih. djoari. DJOKO', djiko` — djika, djikalau; djoko' elo' kito pakai, djoko' boeroee' kito boeang — kalau baik (tentang bitjara) kita pergoenakan, kalau tiada baik, tiada kita toeroet. DJOLANG — djoelang; mandjolang — mendjoelang. DJOLENG, baban nan ang djoedjoeeng ko djoleng — beban jang kamoe djoendjoeng ini gojah (karena mendjoendjoeng tiada ditengahnja); lih. djoelieng. DJOLI, sadjoli — sepadan, sepasang. DJOLO(R) — ana' den lah pandai mandjolo — anak saja telah pandai beringsoet dengan menghela peroetnja; oela mandjolo — oelar merajap; perb. dengan djala(r). DJOLONG — djolong, moela; djolong aden kamari, oerang djolong mamboee' tansi — moela saja kemari, orang moelai memboeat tangsi; pandjolongan — djolong-djolong; injo pandjolongan barana` — ia djolong-djolong beranak; iko ana' nan djolong diden — ini anak saja jang djolong-djolong; ba' gadih djolong besoebang, ba' boedjang djolong bakarih — ki.: terlaloe amat bengah seperti orang miskin jang baroe kaja, atau mempoenjaï barang jang beloem pernah ada dipoenjainja. DJOMBANG, lih. djoembang. DJOMBONG (v.d.T.), mandjombongkan oerang — memoedji-moedji orang, lebih lazim menjandjoeengkan oerang. DJOMPA', koedo mandjompa` — koeda tegak dengan doea kaki, bermaksoed menohok; koedo badjompa` — koeda berlaga; awan badjompa` — awan beradoe; badjompa' kajo samo kajo — oemp.: orang kaja kawin dengan orang kaja. DJONDJANG, lih. djompa'. DJONDJONG, lih. djompa'. DJONGA', lih. djanga'. DJONGGANG, lih. djoeie'. DJONGGI' (v.d.T.) — pandjang koeroes tentangan orang. DJONGKAH, lih. djoengkang. DJONGKANG, lih. djoengkang. DJONGKEH — sikat, sisir; mandjongkeh — menjikat ramboet; sari' djongkeh nan mandape' koetoe — ki.: kebanjakan orang jang diserahi pekerdjaan, tiada bekerdja dengan bersoenggoeh hati. DJONGKONG I — djongkong. |
DJONGKONG II, tjongkong — roemah djaga, gardoe (Jav.). DJONGOS — djongos. DJONTA' (v.d.T.), badjonta` — doedoek berdjoentai dibendoel (menoeroet perasaan orang Minangkabau tiada tahoe 'adat). DJORO', mandjoro` — mengandjoer keloear atau kedalam, oemp.: tandjoeng mengandjoer (mandjoro`) kelaoet dan teloek mengandjoer (mandjoro`) kedarat. DJORONG I — djorong; pinggan djorong — pinggan djorong. DJORONG II — bagian; nagari badjorong, kampoeeng baoempoee` — negeri terbagi atas beberapa bagian dan kampoeng terdjadi atas beberapa perkoempoelan roemah; nagari Koerai terbagi atas 5 djorong, masing-masing diperintahi seorang kepala negeri. DO, doh — biasa dipakai dibelakang kata inda` akan djadi boedi bahasa, oemp.: kata si A kepada si B: ,,marilah kito badjalan-djalan; djawab B: ,,inda' doh. DOA — do'a; mandoa — mendo'a, selamatan; mandoakan — mendo'akan. DOA', mandoa'-doa` — mendoea ketjil tentangan perdjalanan koeda, kepalanja naik toeroen. DOBI — dobi; mandobi — mentjari penghidoepan mendjadi dobi; masoee'kan kain kadobi — berikan kain kotor kepada dobi. DOBONG — tipoe; kanai dobong — kena tipoe, ditipoe; pandobong — penipoe. DODO (Pajakoemboeh) — poekoel. DODONG I — nama sematjam sendjata. DODONG II, tadodong hampir sama artinja dengan terdorong, terandjoer, tadoho`; tadajoee' (talajoee') pinggang nan lamah, tadodong baoe nan kambang — terbentoer pinggang jang lemah, terdorong bahoe jang bidang. DOEAGO, lih. dahago. DOEANGGO, lih. dewanggo. DOEASO — dewasa; maambie' doeaso — memoelaï pekerdjaan mengingat waktoe (paksa jang baik). DOEATO — dewata; boeroeeng doeato — boeroeng dewata. DOEBALANG — opas, orang jang menjampaikan perintah kepada anak negeri; pahlawan, jang mendjaga keamanan negeri; adapoen doebalang toe taga'njo dipintoe mati, lalo' siang badjago malam, tidoee batilam sigaga, talo' bakoelamboe rasam, katonjo mamandeh, roendiengannjo malangga, toenggang ilang barani mati; ko' kareh ditakie'njo, ko' loena' disoedoenjo — pekerdjaan doebalang itoe banjak marabahajanja, siang hari ia tidoer, malam hari berkawal, kasoernja roempoet tadjam, kelamboenja resam, perkataannja pendek dan tiada mengindahkan kata orang, lagi tadjam, ia berani memboeang njawa; melawan atau tiada, mesti ta'loek kepadanja; abih doebalang basia` — djika doebalang tidak ada jang akan bekerdja, terpaksa dipakai siak, oemp.: kalau perloe wang, didjoeal apa sadja jang ada. DOEDOE I, mandoedoe — berdjalan tjepat dengan tiada menoleh kekiri kekanan, seperti ajam jang mengedjar makanan jang disediakan. |
</noinclude>
|
DOEDOE II, mandoedoe-doedoe — menangis; manangih mandoedoe-doedoe — mengesak-esak. DOEDOEE' — doedoek; tadoedoee` — terdoedoek; kadoedoee'an — kedoedoekan; pantat; ketetapan; mandoedoee'i, mangadoedoee'i, mangkadoedoee'i — mendoedoeki; mandoedoee'kan oerang — menghimpoenkan penghoeloe dll. akan membitjarakan soeatoe hal, bermoepakat djika hendak berdjamoe dll.; taoe (pandai) doedoee` — hal anak jang baroe tahoe doedoek; badoedoee'-doedoee` — memanggil beberapa sahabat akan bersoeka-soeka dan minoem makan; baa kadoedoee'an roendiengan toe? — bagaimana ketetapan roendingan itoe?; taga' samo tinggi, doedoee' samo randah — ki.: sama daradjatnja menoeroet 'adat; aloen doedoee' lah maoendjoee — beloem doedoek hendak beloendjoer; doedoee' maraoei' randjau, taga' manindjau djarah, lih. djarah; doedoee' baata, makan basanto` — doedoek dan makan dalam perdjamoean hendaklah menoeroet 'adatnja. DOEDOEI', oedoei` — oedoet; mandoedoei` — mengoedoet; pandoedoei` — rokok; sapandoedoei` — seperokok, sepengoedoet, selama mengoedoet sebatang rokok. DOEGA(L) — doegal. DOEGANG — daga, dagi; mandoegang — mendaga. DOEGO — doega; badoego — berloemba; inda' tadoego akanjo de' oerang — tiada dapat orang mengetahoei 'akalnja, tiada terlawan tjerdiknja. DOEJOEENG — doejoeng; minja' doejoeeng — air mata doejoeng goenanja djadi ramoean pengasih. DOEJOEN — doejoen; mandoejoen — berdoejoen; badoejoen-doejoen — berdoejoen-doejoen. DOEKO — doeka; doekotjito — doekatjita; badoekotjito — berdoekatjita; talampau soeko, doeko — djika terlampau bersoekatjita biasanja djadi berdoekatjita. DOEKOE — n. seb. langsat. DOEKOEEH — dokoh. DOEKOEENG — doekoeng, selamanja dibelakang; mandoekoeeng — mendoekoeng; sadoekoeengan — sebanjak koeat mendoekoeng, amat banjak; kain pandoekoeeng — kain oentoek mendoekoeng, kain bersoengkitkan benang emas; lasa' badoekoeeng — ki.: lintjah, hal orang jang hatinja tiada lama tetap pada soeatoe djabatan; sidoekoeeng ana` — n. seb. toemboehan, daoennja direboes, airnja diminoem akan obat. DOEKOEN — doekoen; doekoen barana` — bidan; mandoekoen — mentjari penghidoepan djadi doekoen. DOELANG I — doelang; mandoelang — melimbang. DOELANG II, aso' mandoelang — asap menaboen. DOELANG III, doelang-doelang — n. seb. pohon. DOELOE, lih. daoeioe. DOEMAJANG (v.d.T.) — nama sematjam koee. DOENDANG, doendang-doendangi mantjari amai — kesana sini mentjari iboe. |
DOENDOEN, sadoendoen — semoepakat; badjalan sadoendoen — berdjalan bersama-sama, berdjalan tiada bertjerai; badoendoen (Sidjoendjoeng) — nama sematjam tari dengan njanji, dimainkan oleh doea orang. DOENIE — doenia; pakaian doenie — apa jang disoekaï diatas doenia: berdjamoe, menjaboeng dll. kepelesiran; badoenie — melakoekan kesoekaan; oerang doenie — orang jang soeka pelesir; oerang moedo salendang doenie — orang moeda perhiasan doenia; doenie pa' sikaroen, abih bareh soempi' diparoen — orang jang soeka pelesir, achirnja menghabiskan harta poesaka; de' doenie tasoengie — karena hawa nafsoe mendapat tjelaka. DOENSANA', dosana', dansana` — sanak, saudara, sanak saudara; doensana' kandoeeng — saudara seiboe sebapa; doensana' bapo, doensana' iboe — saudara sepoepoe; badoensana` — berkarib; badoensana' andjieng — saudara satoe iboe lain bapak. DOEO — doea; inda' doeo — tiada djodohnja; inda' doeo kajonjo — tiada ada orang jang sekaja dia, dialah jang sekaja-kaja; mandoeo — mendoea (tentangan koeda): telah doea kali mengerdjakan soeatoe pekerdjaan; lah po kali angkoe ka Batawi?; djawabnja: lah mandoeo djo iko — soedah berapa kali engkoe ke Betawi?; djawabnja: telah doea kali dengan sekarang ini; mandoeo ati — tiada loeroes hati; doeo ati — doea hati, bata-bata; mandoeoi — menambah satoe lagi soepaja djadi doea; mandoeoi laki — dalam bersoeami bermoekah poela; mampadoeo — membagi doea; manjadoeokan tarana` — menjoeroeh pelihara ternak kepada orang akan berbagi keoentoengan, karena beranak-anak atau bertambah besar atau gemoek; manjadoeokan sawah — menjoeroeh kerdjakan sawah oleh orang lain, padinja akan dibagi doea; manjadoeoi kabau — memelihara kerbau orang lain dengan maksoed seperti terseboet diatas; padoeoan — ½ keoentoengan; badoeo kito api! — beri saja sedikit api (meminta pindjam rokok orang lain jang sedang berapi akan pembakar rokok sendiri); dalam doeo — hamil; doeo tigo — doea tiga, beberapa (tentangan binatang atau barang); badoeo batigo — tentangan orang; mandoeokan Toehan — mengatakan sesoeatoe jang hanja Toehan dapat mengetahoeinja, tekeboer; oerang kadoeo-doeo — laki isteri, beroebah mendjadi kadoerang, doeo kanoerang (doeo kandoerang); lah doeo kapalonjo — ki.: ia maboek; dalam doeo tangah tigo — ki.: hal perkataan jang tiada dapat dipegang; ba' pinang dibalah doeo — seperti pinang dibelah doea. DOERAKO, lih. doeroeako. DOERANTJI', lih. toerantji'. DOERI — doeri; mandoeri — tadjam tentang perkataan, sehingga hati loeka; mandoeri dado` — seroepa doeri dedap dikatakan tentang soesoe gadis jang baroe toemboeh; doerian — doerian; aie diminoen raso doeri — ki.: sangat bertjinta; ba' doeri didalam dagieng — ki.: perasaan hati jang tiada baik jang masih teringat; moentjoeeng disoeo'i |
</noinclude>
|
pisang, ikoee dikai' djo doeri — moeloet disoeap pisang, pantat dikait dengan doeri. DOEROE, badoeroe-doeroe atau bagadoeroe — datang berdoejoen-doejoen dengan tjepat. DOEROEAKO, doerako — doerhaka. DOESOEN — doesoen. DOETO — doesta; badoeto — mendoesta; mandoetoi — mendoestai; mandoetokan Toehan — tiada pertjaja bahwa Toehan ada; mandoetokan Koerän — mengatakan, bahwa isi Koerän tiada benar, tiada pertjaja akan isi Koerän; mampadoetokan — oemp.: bapak ada diroemah dikatakan tiada ada kepada orang jang bertanja, menjemboenjikan; doeto iboe sakalian kadjahatan — doesta itoe iboe sekalian kedjahatan. DOGOH, mandogoh — perdjalanan koeda seperti biasa; tadogoh — telandjoer; tjaro dogoh — berkata atau bekerdja dengan bersahadja. DOH, lih. do. DOHO', tadoho', tagadoho` — mengandjoer atau telandjoer kemoeka; koedo bendi toe tadoho` — koeda bendi itoe terdorong kemoeka; roemah ko aga' tadoho' sakete' kamoeko — roemah ini mengandjoer sedikit kehadapan dari roemah-roemah jang lain; tadoho' moentjoeengnjo — telandjoer perkataannja; badoho` — beradoe karena sama-sama terdorong kemoeka, berlawan. DOHONG, badohong; lih. badoho` pada doho'. DOJONG, badojong-dojong — berdoejoen-doejoen. DOKE', mandoke` — menaiki dengan tjepat; mandoke' koedo — naik keatas belakang koeda. DOKO'-DOKO' — dokok-dokok. DOLA'-DOLAI — poesaran angin. DOLE' — golek, goeling; mandole` — menggolek, bergoeling. DOMO — nama soeatoe soekoe di Minangkabau. DOMPA', badompa` — berdjoeang, seperti koeda, gadjah; mandompa` lih. mandongka`. DOMPO(L) — dempoel; mandompo — mendempoel. DONDONG, didondongkan koedo — dilarikan tjepat-tjepat oleh koeda jang dipegangkan talinja, tiada tertahani; mandondong — tjepat datang; mandondong den keh kau — saja lari tjepat kepada kamoe (perempoean), artinja saja sangat ingin akan dikau. DONGE', gadonge'; mandonge` — mendoea ketjil, berpatjoe lambat. DONGGI', badonggi'-donggi` — hal laki isteri jang selaloe berdjalan berdoea. DONGKA', mandongka` — mengangkat kaki tinggi; sidongka` — koeda; badongka` — lompat melompati serta menerdjang, artinja berkelahi. DONGKANG, dongkangi sabarih — langkaui sebaris; sadongkang de' njo kapasa — sekali ia melangkah soedah sampai dipasar, artinja ia tjepat berdjalan, sebentar sadja ia telah sampai dipasar; lih. longkang. DONGKENG, mandongkeng — lari koeda jang tiada tetap. DONGKONG — besar tetapi lambat, bentoekpoen tidak bagoes. |
DONGO' — bodoh, doengoe, odoh, lih. bongo', ongo`. DONTJANG — lompat; mandontjang — melompat; badontjangan — berlompatan; mandontjangi — menerpa. DONTJE' — melompat, tetapi tiada djaoeh; lih. dentje', lontje'; mandontje'kan — melompatkan atau menghamboerkan, soepaja disamboet; badontje'an — berlompatan; pandontje'an — tempat melompat. DORA, mandora — mendorong dan menindjoe; badora — dorong mendorong, tindjoe menindjoe; didoranjo mambali, didoranjo makan — banjak ia membeli, sangat banjak ia makan. DORE' I, mandore'kan batoe — meloentjoerkan batoe dari tempat jang miring; badore'an — banjak barang jang meloentjoer. DORE' II, mandore` — perdjalanan (lari) koeda orang Melajoe, lebih tjepat dari ligas. DORO, badoro batoe dari tabieng — batoe meloentjoer kebawah karena tiada padat tempatnja. DORONG — dorong; mandorong — mendorong; tadorong — terdorong; kato (moeloei') tadorong — perkataan telandjoer; kami lah bakadorongan — perkataan kami telah telandjoer sebelah menjebelah; moeloei' tadorong ameh padahannjo — apa-apa perdjandjian hendaklah ditepati, oemp.: berdjandji hendak memboeatkan atau membelikan apa-apa, tentoelah mengeloearkan oeang; djika moeloet telandjoer sampai memberi maloe orang, tentoelah terdenda atau main sepandjang 'adat; gadjah tadorong de' gadiengnjo — gadjah terdorong karena ia terlaloe memperagakan gadingnja; manoesiapoen terdorong kadang-kadang karena tekeboer atau karena chilafnja. DOSANA', lih. doensana', dansana'. DOSO — dosa; badoso — berdosa. DOTO(R) — dokter. E. E (Pariaman) — nja; badjoee, awa'e — badjoenja, dia; lih. no. EBE' (v.d.T.) — dengki. EBOH — gadoeh, hoeroe-hara, hoeroe-biroe; oerang eboh — ada gadoeh; a djoeo nan diebohkan ko? — apa djoea sebab maka bergadoeh ini? EDA(R), doedoee' baeda — doedoek berkeliling; makan baeda — makan bersama-sama berkeliling seboeah pinggan besar; saedaran goenoeeng Marapi — sekeliling goenoeng Merapi. EDAN — gila. EDANG I — hidang; maedangkan — menghidangkan; edangan — hidangan; makan saedangan — makan bersama-sama dari seboeah pinggan besar; doedoee' saamparan, makan saedangan — ki.: hal orang jang sama daradjatnja. EDANG II, toelang edang — kasau soedoet. EDJOH, oedjah-edjoh — bermatjam-matjam hoedjat, fitnah, asoetan; oedjah-edjohan — soeka menghoedjat, lih. asoeng-asahan. EDONG, tabalie' edong — 'ibarat orang kaja memindjam kepada orang miskin. 'E'EH (logat boedak²) — boeang air besar. |
EGAH
67
ENGGA'
</noinclude>
|
EGAH — egah; maegah-egah — mengegah-egah. EGANG — njonjot, lebih dari regang; baegang-egang djo rang malieng — beroendjoen-oendjoen dengan pentjoeri (malam hari). EGE', baege` (Kamang) — moelaï tahoe berlari-lari seperti boedak ketjil; maege'-ege` — berlari-lari lambat (dengan langkah jang pendek) karena kepajahan. EGOH, maegoh-egoh — berdjalan seperti orang gemoek. EGO', lih. egoh. ELAH, banja' elah — pandai berdalih, banjak membanding. ELA' — elo; 1 ela` ± 69 cm; 4 ela` = 1 kabaja; maela'(i) kain — mengoekoer kain dengan elo. ELANG, maelang — melihat kesana kemari, tiada mengindahkan perkara jang dekat; bago wa' ang maelang sadjo, inda' ka tataroeeng poelo? — sebab kamoe gila melihat kesana sini sadja sedang berdjalan, tentoelah kamoe tersandoeng. ELE(R) — temoet-temoet, lambat; oerang ele — orang jang lambat pada sebarang pekerdjaan; baele-ele mangetje` — melintjah-lintjah berkata, berkata jang tiada tentoe toedjoeannja. ELE' — tiada koeat, tiada radjin; ele' makan — tiada koeat makan; ele' bakaradjo — tiada koeat atau tiada radjin bekerdja. ELO I — hela; maelo — menghela, menarik; maelo paroei` — menghela (menjeret) peroet seperti lakoe boedak ketjil jang beloem pandai merangkak; ba' maelo aoee sonsang; ba' maelo aoee dari oedjoeengnjo — ki.: hal mengerdjakan pekerdjaan jang amat soesah; ba' maelo ramboei' dalam tapoeeng: ramboei' djan poetoeih, tapoeeng djan tasera` (taboeang) — ki.: menghoekoem atau memperdamaikan orang hendaklah se'adil-'adilnja, sehingga kedoea pihak jang bersengketa bersenang hati. ELO II — meter; maelo kain — mengoekoer kain dengan meter. ELO' — elok; baelo` — berdamai, perb. d. babaie'; mamelo'i, mampelo'i, kependekan dari mampaelo'i — memperbaiki; mampelo'i roemah — memperbaiki roemah; mampelo'i, (mampelo') oerang kadoeo-doeo — memperdamaikan laki-isteri; elo' ara' diari paneh — perarakan sempoerna (selesai), bila hari panas; artinja orang bersoekatjita, djika ia beroentoeng; nan elo' dipakai, nan boeroee' diboeang — perbahasa ini dipakai kebiasaan waktoe memperdamaikan orang, maksoednja: hal² jang baik kita pakai, djangan diloepakan dan perkara² jang tiada baik, kita boeang dan ma'af-mema'afkan; elo' kato dalam (djo) moepakat, boeroee' kato diloea moepakat — sebarang pekerdjaan jang akan diboeat, baiklah lebih dahoeloe dibitjarakan dengan nini' mamak dll.; demikian djoega dalam perdjamoean. EMBE(R) — ember; saembe — seember. EMO — badi; kanai emonjo — terpalit dalam soeatoe perkara boesoek; perb. dengan amo. EMO' (Koto Toeo), baemo'-emo` — hal orang bersahabat selaloe bersama-sama, bertjakap- |
tjakap, tertawa-tawa, minoem-makan (teroetama tentang perempoean). EMPA(R), maempa; koedo bendi ko maempa kasoeo` — koeda bendi ini soeka berdjalan tjenderoeng kekanan; ko' ambo tasasa' dipitih, bakehnjo ambo maempa — kalau saja kepitjikan (oeang), kepadanja saja minta pertolongan; kaki oerang toe maempa kaloea — kaki orang itoe tjondong keloear. ENA', taena'-ena' injo di Batawi djo ana'njo — senang hatinja tinggal di Betawi dengan anaknja (tiada teringat olehnja hendak poelang). ENDAH — indah; inda' maendahkan kato oerang — tiada mengindahkan (mempedoelikan) kata orang; nan merah sago, nan koerie' koendi; nan endah baso, nan baie' boedi, artinja tiada orang memandang roepa atau bangsa atau kekajaan orang, melainkan jang dihormati orang jaïtoe boedi bahasa. ENDAN, maendan — menolakkan orang dengan badan, perb. d. lendan. ENDE', maende` — menindih; menolakkan kekiri atau kekanan; lasoeeng ende` — lesoeng jang aloenja dioempil-oempil dengan kaki, di Kamang dinamai lasoeeng gondja`. ENDJE' — tambah; baendje'-endje' doenie oerang kini — bertambah-tambah hawa nafsoe orang sekarang (berloemba-loemba tentang pakaian dll.); baendje'-endje' lakoe ana' ko kini — bertambah-tambah djahat lakoe anak ini kini. ENDJO — hela dengan keras; maendjokan — menghelakan dengan koeat. ENDJONG — tingkah; banja' endjong — banjak tingkah; maendjong — bertingkah; endjong gerongan — pentjong mentjong; roendiengan lah ampie poetoeih, datang poelo soerang nan maendjong — roendingan telah hampir selesai, datang seorang (diantara kaoemnja) jang tiada menjoekakan. ENDONG, ba-tji'-endong — permainan boedak-boedak: ditentoekan seorang jang mengedjar teman-temannja. Djika jang dikedjar, lari kepada soeatoe pantjang atau tempat jang telah ditentoekan dan ia menjeboet ,,endong ia tiada lagi boleh ditangkap; siapa jang tertangkap, ialah jang akan mengedjar poela; (endoeng ?). ENENG — tampan; dienengnjo bana ana'njo, de' pakaian le banja` — anaknja dipakaikannja (dihiasinja) betoel², karena ia banjak mempoenjaï pakaian. ENGA', ngenga', nganga', tenga', tengang — lengah, alpa; maenga` — tiada mempedoelikan apa-apa atau tegoer sapa orang, hanja seperti orang tertjengang sadja; enga'-enga' rang pambantai — berlakoe seperti tiada mendengar tawaran orang walaupoen ia telah soeka, dengan mengharap soepaja ditawar lebih tinggi lagi. ENGANG, lih. enga'. ENGE', renge` — rengek, tjiar; maenge` — merengek, mentjiar, mendongeng; dikatakan djoega tentang boedak ketjil jang sakit. ENGGA' — lenggang; roemah ko maengga' de' gampo — roemah ini berlenggang karena gempa; mage' engga` — ki.: orang jang soeka bersolek dan berboeat-boeat perdjalanan, tetapi koerang soeka bekerdja. |
</noinclude>
|
ENGGENG, maènggèng moengoet, lih. enggong. ENGGONG, maènggong-ènggong berdjalan seperti orang gemoek atau itik jang ke- kenjangan atau seperti gerak pengajakan jang sedang mengajak. ENGKA (R), ingka(r)ingkar, menjangkal; èngka kapado Toehan tiada menoeroet titah (perintah) Toehan. ENGKANG, maèngkang, mangengkang berdjalan mengangkang karena bersoenat dll.; perb. d. kangkang, kèngkang. ENGKE'; maèngkè'-èngkè'melebih-lebihi; lakoenjo taèngke'-èngkè' -lakoenja berlebih- lebihan (tjenderoeng kepada jang koerang baik); perb. dengan angkè' dan mengkè'. ENGKENG, lebih lazim kèngkeng dengking; mangengkeng mendengking. ENGKO(Ned. en Co) kongsi; baèngko berekanan; saèngko semoepakat; saèngko njo mampatindjoekan dèn - ia semoepakat (bersama-sama) mempertindjoekan saja; ambo dipaèngkokannjo - ia semoepakat memper- dajakan dakoe. ENGOH- pandir, lih. ingoeeh; maèngoh- èngoh atau basièngoh - berboeat bodoh. ENGONG - toléh; maengong menoléh; roendiengan ko ambo èngongkan sakètè' kakawan-kawan roendingan ini saja moe- pakati sedikit dengan handai tolan (dalam pidato, djika roendingan mengenaï kaoem dengan nin e mama' dll.). ENJEH, baènjèh-enjèh, baonjèh-onjëh - mero- séng, merotok, bersoengoet-soengoet; a nan dienjèh-ènjihkannjo sadja tadi? - perkara apa ia merengoet dari tadi? ENJOH, kènjoh, genjoh, maènjoh, mangènjoh- memalingkir. moeka alamat tiada soedi. ENSE - éngsél. ENTENG - énténg, ringan, koerang; mantjari nan enteng -mentjari djalan, soepaja koe- rang ongkos, atau moedah bekerdja; kaèn- tengan kekoerangan ongkos; kemoedahan; sabab ana-ana lah lapèh, lah ènteng balandjo ambo-sebab anak-anak saja telah bekerdja semoeanja, belandja saja telah koerang. ENTJO, roemah ko taèntjo roemah ini tiada lagi loeroes tegaknja; djan maentjo doedoee'! djangan tjondong doedoek! ENTONG kékok. EPE, baèpé-épè- merépék, bertjelotéh. EPOH (v. d. T.), maèpoh menghapoes. EPONG, doedoee' baepong -doedoek berimpit paha. ERA, baèra'-èra kakantoee berdoejoen- doejoen kekantor (karena perkara); baèra- èra, baara'-ara' tentangan kedjahatan. ERANG, djamboe èrang - sebangsa djamboe jang merah. ERE, tèrè, èrèh, gèrè - madjenoen, gila-gilaan. EREH, lih. èrè. ÈRE' soembang, salah perangai; padoesi toe èrè' langkahnjo perempoean itoe salah perangainja (agak djalang); laki2 toe èrè' langkahnjo pentjoeri dll. ÈRENG, maèrèng-miring; doedoee' maèrèng -doedoek miring; taèrèng-tjondong, tiada datar; paniagoannjo aga taèrèng sakètè' |
ia meroegi sedikit berniaga; djan taèrèng mambao pinggan toe, tatoenggang isinjo baiko djangan miring membawa piring itoe, nanti tertoempah (terboeang) isinja; maerèng sadjo injo apo nan dikatokan tiada didengarkannja jang dikatakan kepadanja; èrèngan iringan. ES - és. ESEH, maèsèh bergésék, bergésél; roda bendi toe maèsèh karoemah-roemahnjo roda béndi itoe bergésék dengan roemah- roemahnja (togoknja); ambo lah maèsèh kapokok saja telah terpakai pokok (modal), dikatakan tentang saudagar jang telah memakai sedikit dari modalnja oentoek ongkos-ongkos; perb. èsèh dengan èsoh, asah, osoh. ESENG, lih. èsèh; basièsèng hal boedak jang selaloe berpeloek atau mendekap kepada iboenja atau bapanja. ESOH, lih. èsèh; aloen panah den maèsoh kèh njo - beloem pernah saja minta bantoe dengan oeang kepadanja. ETANitoe; pè' ètan disitoe; lih. itan. ETEH (Soengai Poear) baètèh-ètèh - berkata- kata jang tiada ada goenanja atau jang moestahil. ETE', kepéndékan dari kètè' ketjil, pang- gilan kepada bibi, artinja biai (mandè) kètè'; baeté -ètè'kan dipermandjakan, diboeat se- perti ana' kètè' djoega. ETEN, lih. ètan, tètèn; ètèn ba' tjando apa' ambo itoe seroepa bapa saja (dilihat dari djaoeh tentang sikapnja dsb.): pè ètèn, kepéndékan ditampè' ètèn - ditempat itoe, disitoe; roemah si Minah dipè' ètèn - roemah Aminah disitoe. ETENG, oerang nan pansan toe baètèng ka- roemah orang jang pingsan itoe diangkat bersama-sama dan lambat-lambat keroemah; perb. dengan tètèng, tatieng. ETJEH I, maètjèh sadjo injo badjalan sasoedah dèn kato-katoi ia teroes pergi sadja dengan tiada berkata sepatahpoen sesoedah saja kata-katai. ETJEH II, ajam maètjèh taloee - ajam ber- teloer pada sebarang tempat, tiada dalam petarangan. ETJENG, maètjèng membagi atas beberapa bagian jang ketjil-ketjil; lah diétjéng-étjéng oerang - dibagi-bagi orang dan dibawa kepada beberapa tempat. ETO - hasta; saèto ajat - ± 45 cm atau ½ yard; saèto badaboeeng sehasta 4 djari atau setelempap; maèto-mengoekoer dengan hasta; ba' maèto kain saroeeng-ki.: per- moepakatan (bitjara) jang tiada berkesoe- dahan; ba bakain tigo èto - ibarat berseli- moetkan kain jang pandjangnja hanja tiga hasta, djika ditarik keatas, kepala tertoetoep tetapi kaki terboeka; ditoetoep kaki, kepala terboeka; demikianlah kiasan kehidoepan jang tiada memadai. ETONG-hitoeng: barètong-bermoepakat, beroending, memeriksa laba roegi perniagaan; ètongan roendingan; ètongan kami banja banjak hal jang akan kami bitjarakan: maètong paroentoeengan memikirkan nasib jang malang: maètong boeloe kambieng ki.: membitjarakan hal jang tiada moengkin |
</noinclude>
|
djadi: djan banja' ètongan djangan banjak tjakap. EWAI (Koerai) - hai, bila menjeroe orang djaoeh. EWE, maèwè'membatalkan; goendoe baèwè' goendoe dibatalkan. - G GABA (R) I (IV Koto) gebar, biasa di- pakai djadi selimoet, terboeat dari tjit ber- tepikan kain poetih atau kain merah. GABA II, gaba-gaba pintoe gerbang jang diperboeat dari bamboe dan dihiasi dengan daoen njioer dan daoen-daoen lain. GABAH- pekerdjaan; a gabahnjo? - apa pekerdjaannja?; manggabahi - menjeleng- garakan: inda tagabahi dè dèn - tiada soeka saja mempedoelikan itoe. GABAI, manggabai mentjapai; gabai-gabaii mentjapai kiri kanan seperti hal orang jang hampir tenggelam; kama dèn manggabai lai? kemana (siapa tempat) saja ber- gantoeng lagi?, siapa lagi akan membantoe saja? lih. gagai, garabai. GABA- redoep: hari gaba' hari redoep, mendoeng: gaba' dioeloe tando ka oedjan, tjèwang dilangi tando kapanèh - telah ada tanda, bahwa hari akan hoedjan atau akan panas, artinja ada hal jang akan datang. sebab itoe hendaklah ingat2 lebih dahoeloe. GABANG soerai, ramboet; gabang koedo ramboet tengkoek koeda; aboee'njo taga- bang-gabang-ramboetnja koesoet seperti ramboet koeda: lih. garabang. GABEH tergopoh-gopoh; tagabèh tergesa-gesa, oemp.: karena takoet ketinggalan kereta atau karena terasa hendak boeang air. GABE soekar, soelit: padoesi toe lah gabe' - perempoean itoe dalam hal jang soelit, artinja hamil, hampir bersalin; gabe' ambo mangatokansoekar saja mengatakan. GABELAN (Koto Toeo), kabelan - kawan, tolan: djan bagabèlan djo njo djangan bergaoel dengan dia. GABELO, lih. katèlo. GABELONG, kapèlong: bagabèlong lidahnjo- tiada loeroes toetoernja; télor karena sakit atau karena takoet; ketje njo bagabèlong perkataan atau tjeritanja tiada terang. GABIE (R) - tjanggoeng, kékok, tiada tjepat (tangkas) meniti, melompat atau memandjat. GABIENG, manggabieng menjajat berbong- kah-bongkah oemp.: daging. GABI, kabi, koebi; manggabi memberi isjarat dengan tangan atau kepala. GABOEE(R) I-nama seb. ikan laoet. GABOEE (R) II, manggaboee-gaboee darahnjo banjak, tetapi berselang-selang keloear darah dari loeka. GABOEE gaboee' ati soeka, soeka hati. soekatjita: aie gaboee' air (soengai) besar.
|
(GADANG GABOEN (de Vries), manggaboen tentangan awan tebal jang naik keatas. GABO', lih. gaba'; hari gabo'-hari mendoeng. GABORA- pelesir. GADABA', manggadaba' menghentamkan tanah dengan kaki; perb. dengan gadabie'. GADABANG, tagadabang terperandjat seakan-akan terlompat; gadabang-gadabang seperti hal ajam jang djatoeh kedalam soemoer, menggelepar-gelepar dan mengham- boer-hamboer hendak keloear. GADABIE', manggadabie' -memoekoel roe- soek kedoea paha dengan tangan atau meng- hentam tanah akan menakoeti moesoeh, soepaja ia lari; gadabie' pambao lari - orang jang mengedjar sendiri jang lari, artinja: jang mengadjak bersama-sama akan melawan, ia sendiri jang moendoer. GADABOEIH, pa' gadaboeih orang jang sangat penakoet. GADAI gadai; manggadaikan menggamengga- daikan; roemah (padja') gadai daian; gadai lah laloe telah sampai djandjinja tentang barang jang digadaikan, sebab itoe mendjadi kepoenjaan jang meme- gang; tanggoeeng gadai - tiada memadaï oentoek soeatoe maksoed; gadai tadorong ka Tjino gadai itoe tiada lagi dapat dite- boes, artinja pekerdjaan jang telah telan- djoer, tiada dapat ditarik kembali. GADAJA, tji' kabau tagadaja' -hal tahi kerbau terletak loeas permoekaannja; djan digadaja'kan sadjo lado disinèn- djangan ditaboerkan sadja lada itoe disitoe; doedoee' manggadaja' doedoek mendjelepak. GADAMIE', lih. damie'. GADANG - besar, moelia; sia gadang awa'? siapa penghoeloe kamoe?; manggadang gadoek; kagadang-gadangan tjongkak; panggadangkan tjatjar, ketoemboehan; oerang gadang orang besar. orang ber- pangkat; Toean Gadang di Batipoeeh Orang Besar di Batipoeh, semasa keradjaan Minangkabau; gadang ati soeka hati; bagadang ati tiada lagi soeka menoeroet- kan kemaoean orang toea; gadang kato, gadang pakatan sombong, tjakapnja menja- kitkan hati; pitih sirah gadang oeang lama jang toekarannja 2 doeit; gadang paroei boenting; bagadang-gadang - diadi-djadi. mendjadi-djadi; gadang sadang diawa' kebesaran atau kemoeliaan sedang dalam tangan kita; sirieh gadang sem. taboet. diboeat waktoe perdjamoean kawin; gadang na' malèndo, pandjang na' malindih - karena koeasa hendak meradjaléla sadja; gadang kajoe gadang bahannjo, kètè' kajoe kètè' bahannjo -kajoe besar djika ditebang. tentoe besar bahannja, kajoe ketjil, ketjil bahannja. artinja: orang jang beroeang boleh baniak mengeloearkan oeang oentoek joeran atau derma atau belasting; sebaliknia iang miskin; apa' kètè' dèn nan manggadangkan dèn - bapa saudara (paman) saja jang memelihara saja sampai besar; gadang ikan rajo di- laoei'tan, gadang garoendang dikoebangan ki.: tiap-tiap orang berkoeasa atau moelia dalam djadjahannja dan djabatannja masing- masing. |
</noinclude>
|
GADAPA', tadagapa' — oemp.: hal dawat atau koeah jang tertoempah, loeas permoekaannja, perb. dengan gadepe, gadopo. GADAWAN — kerempagi; lih. dadawan. GADÊA', manggadêa' — melenggang seperti lenggang orang gemoek. GADÊBA', lih. dèba. GADÊGOEIH, lih. gadègoh. GADÊGOH, gadigoeèh, gadigoeih, galègoh — boenji pinggan, sendoek, jang berantoek dengan jang lain; bagadègoh dikatakan djoega dari hal laki bini jang berbantah; perb. d. digoeih. GADÊJO', lih. gadeo'. GADÊLÊ, lih. katèlè. GADÊMAP — boenji barang jang besar terdjatoeh. GADÊMÊ', kain bagadêmê' — kain saroeng atau selendang pakaian mempelai bertenoenkan benang emas semata. GADÊNGKÊNG, bagadêngkêng — hal papan jang permoekaannja berbintil-bintil; perb. d. gadoengkoee. GADÊNJÊ', manggadènjè' — berdjalan sambil melompat-lompat, seperti koeda bendi, atau koeda kendaraan jang tiada tetap larinja, sekali-sekali melompat. GADÊO', agadèo; manggadèo' — tiada moedah berdjalan, seperti itik jang sangat kenjang, atau seperti perdjalanan orang gemoek. GADÊPA', lih. gadapa'. GADÊPÊ', tugadêpê' — oemp.: hal barang tjajir jang bergetah tertoempah tetapi tipis; bagadêpê' kadanjo — sangat rapat koedisinja dan bernanah; digadêpê' katoemboeèhan — amat rapat ditoemboehi tjaïjar; perb. dengan gadapa, gal'cpo, katêpê. GADÊRÊ', manggadèrè' — dengan tiba-tiba berdjalan ketepi djalan seperti koeda jang terkedjoet melihat apa-apa, lih. kalèrè dan galèrè. GADIA', bagadia' — basah sedikit karena ketoempahan; tagadia' — terasa basah dan bergetah. GADIÊ', tagadiè' — terpidjak pada seboeah batoe, hampir terdjatoeh. GADIENG — gading; manggadieng — hal njioer jang baroe toemboeh menjeroepai gading; karambie gadieng — n. seb. njioer, koelit boeahnja koening moeda; gadieng-gadieng — beroti; inda' gadieng nan ta' rata — ki.: barang atau pekerdjaan jang sebagoes-bagoesnja, ada djoega tjelanja; lah mati nan bagadieng — telah mati seorang dalam kaoem jang diharap-harap, atau jang dimaloei orang; gadjah mati maninggalkan gadieng — lih. tingga. GADIGOEEH, lih. gadègoh. GADIGOEIH, lih. gadègoh. GADIH — gadis; inda' bagadih — telah dirogol; gadih gadang — gadis jang telah sampai oemoer; ba' gadih djojong basoeba — ki.: sombong, karena baroe mendapat apa-apa; ba' ajam gadih bataloe — dikiaskan kepada orang jang tiada teroes berdjar atau bekerdja, melainkan berhenti-henti. GADIMPI', gadipi, gadipi — dimpit; bagadimpi |
soeratannjo — toelisannja terlaloe sangat rapat. GADIPI', lih. gadimpi'. GADIRAM — boenji bedil. GADIRAP, goedirap — boenji sepatoe orang banjak. GADJAH — gadjah; gadjah mènong — nama dokoh bergambar koeda; roemah gadjah maram — sem. roemah 'adat; gadjah baga- djah, kantjie mati tasapi — gadjah berdjoeang sama gadjah, peloendoek mati tersepit; gadjah tadorong dê' gadiengnjo, arimau talompe' dê' balangnjo — ki.: orang besar ada djoega bersalah, karena ia amat pertjaja kepada kekoeasaannja; telah 'adatnja manoesia kadang² salah, jang tiada diboeat dengan sengadja. GADJAI, tagadjai — terlepas, tanggal; ana' djaandjang tagadjai — anak tangga tanggal; ambo bagartoeeng digadjaikan — saja harapkan toean, tetapi toean menoemangikan saja; lih. garadjai. GADJALO — djelaga. GADJAMBÊ', lih. djambè. GADJÊBÊ, manggadjebè' — menggerenjoet karena sebal. GADJÊBÊNG — daging jang teroentai pada orang atau binatang jang gemoek. oemp.: gelambir; bagadjèbèng — menggelambir; bagadjèbèng pipinjo dê' gapoeè' — menggelambir pipinja karena gemoeknja. GADJI I, sagadji — sekalian; sagadji penghoeloe — sekalian pengh oeloe. GADJI II — opah; makan gadji — makan gadji; manggadji — menggadji; abih boelan abih gadji — tiada menjimpan oeang dari gadji; oerang digadji — orang gadji. GADJIMBO', manggadjimbo' — menggemboengkan pipi, karena mendengar perkataan jang tiada disoekai. GADJIPI', lih. gadimpi'. GADJOEDJOE, manggadjoedjoe nai' tinggi — oemp.: awan atau bisoel dll.
GADO — gada. GADOEEH — ganggoe, gadoeh; manggadoeeh — mengganggoe; apo nan gadoeeh dalam ati? — apa jang mengganggoe pikiran?; bagadoeeh — berbantah; bertjampoer gaoel. oemp.: lah bagadoeeh ringgi' djo roepiah — bertjampoer ringgit dengan roepiah; manggadoeehkan ana'-ana' — menjelenggarakan anak-anak. GADOEÊ' — tjonqkak, gadoek; manggadoee' — berlakoe tjonqkak; sia oerang nan ka digadoee'i? — siapa jang akan kamoe peraqati?: kepada siapa akan kauperagakan kemoeliaan dan kedajaanmoe? GADOEENG I — gadoeng; ba' raso oebi poelo gadoeeng — gadoeng menjamakan dirinja dengan oebi, dikiaskan kepada orang hina dan miskin, jang melakoekan dirinja seperti orang moelia atau orang kaya. GADOEENG II — gedoeng; Gadoeeng (IV Koto) — Boekit Tinggi (Fort de Kock), menoeroet gedoeng bitjara (kantor) jang moela-moela didirikan orang di Fort de Kock; oerang Gadoeeng — pendoedoek Fort de |
</noinclude>
|
Kock; pèlo gadoeng — kentang; roemah gadoeng — roemah jang tokohnja seperti roemah orang Eropah. GADOENGKOEE (R), bagadoengkoee — hal papan jang permoekaannja berbiutoel-pintoel, ja'ni lebih dari berbintil-bintil; perb. d. gadèngkèng. GADOEROE, lih. doeroe. GADOGAH, garogah; manggadogah — dengan tiba-tiba bangbangkit. GADOHO, tagadoho — telandjoer kemoeka karena deras lari atau tjepat djalan; lih. doho'. GADONGÈ, lih. dongè'. GADONGGANG, bagadonggangan — dikatakan tentang anak^2 moeda laki-laki atau perempoean jang berdjalan hilir moedik. GADONGKONG, bagadongkongan — dikatakan tentang anak^2 dalam soeatoe kaoem (laki^2 atau perempoean) jang telah besar^2, tetapi beloem ada pekerdjaan (tentang jang laki^2) dan jang perempoean beloem lagi bersoeami. GADOPO, tagadopo — hal barang (oemp.: dawat) jang tertoempah, permoekaannja tinggi; lakè' bada'njo bagadopo'an — bedaknja pada setengah tempat tebal (tinggi) perb. dengan gadapa', gadèpè'. GAÈ — toea; angkoe gaè — engkoe jang toea, dalam soeatoe roemah, djika ada poela engkoe jang moeda; oerang gaè — iboe bapa; apa' (ajah) gaè — nènèk laki^2; gaè' taroeng asam (makin toea makin tadjam) — orang toea jang pikirannja masih seperti orang moeda; kami lah bagaè'-gaè — kami telah lama bertjampoer; lah gaè' mangko dè' goeam — telah toea maka sakit goeam, artinja, waktoe telah toea ingin hendak mengerdjakan pekerdjaan orang moeda; oerang gaè' laki^2 — bapa; oerang gaè' padoesi — iboe. GAGA (.) — berani, sakti; ana' ko gaga — anak ini berani; mato aie ko gaga bana — mata air ini sangat sakti. GAGA (R) — gegar; manggaga (bagaga) roemah dè' auto laloe — bergegar roemah kalau auto laloe. GAGAH — gagah; manggagah — memakai pakaian jang bagoes-bagoes, bersolèk; manggagahi — menggagahi; goegoeeh djo gagah — dengan kekerasan betoel. GAGAI, lih. gabai, garagai II; manggagai (manggai') ana' kètè' toe ka dèn — sangat terpoaet hati anak itoe kepada saja. GAGA' — gagak; salamo gaga' itam, salamo aie ilie — ki.: selama-lamanja; ba' gaga' manggoengoeng taloee — ki.: orang jang hitam beristeri bagoes. GAGANG — soeloer; lah manggagang — telah bersoeloer; manggagang badannjo — ia djadi koeroes; sirieh poelang kagagangnjo, pinang poeroei katampoeenjo — ki.: artinja kembali seperti sediakala, tentangan hak milik orang jang beperkara atau laki isteri jang telah bertjerai. GAGANI — sangkoer. GAGAU, garagau — teriak; tagagau — tiba-tiba berteriak karena terkedjoet; bagagauan — banjak jang berteriak. GAGEH — memboeroe; manggagèh — melekaskan, menggesa; tagagèh — terboeroe- |
boeroe, tergopoh-gopoh; inda' pandai bagagèh — lambat pada sebarang pekerdjaan; abih ari dè' bagagèh — makin tjepat makin lambat. GAGE' I (Solok) — deras. GAGE' II (Banoeampoe), gagè'an taoekoen — menoeroet timbangan patoet terhoekoem; gagè'an baoetang — patoet atau telah pada atoerannja akan beroetang. GAGI, tagagi' ambo ka manjaboei — berat hati atau maloe saja akan mentjeritakan, lih. pada gigi': lidah tagigi' I. GAGOEE — seb. ikan laoet. GAGO' — gegap; gago' ganta ambo manjaboei' namo — gegap dan gantar saja menjeboet nama (dalam pedato). GAH — gah; maambie' gah — berlakoe atau berboeat pekerdjaan soepaja dipoedji orang. GAHAM — antjam; manggaham — mengantjam (menakoeti) dengan perkataan; inda' talo' digaham — tiada takoet akan antjaman. GAHAROE, garoe — gaharoe; soedah gaharoe tjindano poelo, lah taoe batanjo poelo (goerindam). GAIE (.), lih. gaieng. GAIENG, tagaieng-gaieng — tersangkoet sedikit, hampir djatoeh (goegoer); tagaieng-gaieng sadjo roendiengan toe — roendingan itoe beloem poetoes. GAI' I — gaib, rahasia; nan gai' djangan dibanakan — rahasia djangan diboeka. GAI' II, manggai', lih. manggagai pada gagai. GAIAH — tiada koeat lagi tentangan orang. GAIIEH, goejah gajieh — terlaloe amat gojah. GAJO, balam tigo gajo — balam jang boenjinja tiga patah sekali berboenji, jaitoe: toegoetoe toe toe; anggoeng gajo lih. pada anggoeeng. GAJOEENG, manggajoeeng — menggajoeng, memarang, menikam, menoenboek dsb.; kerbau menggajoeeng dengan tandoeknja; manggajoeeng oerang — dengan sihir mendatangkan penjakit atas seseorang, sehingga orang itoe mati; gajoeeng basamboei', kato badjawab — perasaan hati dikeloearkan setelah mendengar perkataan orang. GAJOEI' — gajoet; gajoei'kan, gantoengkan — sangkoetkan; aka tadjoeimbai bakèh siamang bagajoei', dahan mandjolo bakèh toepai managoen — ki.: perkataan ianq bolèh dipegang hakim akan mengetahoei hal orang jang beperkara. GA' , kepéndékan aga'; ga' tigo ari — barang tiqa hari. GALA (R) — gelar; kètè' banamo gadang bagala — djika menegoer orang moeda diseboetkan namanja, menegoer orang janq soedah kawin atau jang toea, diseboet gelarnja. GALABANG, manggalabang — mengepak-naepak, menggelodar. GALABOEE' — n. seb. pohon kajoe, boeahnia toemboeh pada batanqnia. GALADIE (R) — air kemaloean perempoean; ana' galadie (memaki). GALADOEENG — geleding; manggaladoeeng — menggeleding. GALAGAH — seb. lalang. GALAGA' — geleqak; manggalaga' — mengeleqak; manggalaga' darah awa' mandanga |
</noinclude>
|
katonjo — sangat marah saja mendengar katanja; inda' tahan sagalaga — tiada tahan lama. GALAGASI (Soeliki) — gergasi, lih. garagasi. GALAH I — galah akan penolak perahoe atau rakit; tombak oentoek penikam binatang; bagalah — menolak perahoe dengan galah; sapanggalah matoari naie' — matahari sepenggalah tingginja; sapanggalah matoari ka tatjampoeeng — sepenggalah matahari akan masoek; sagan bagalah, anjoei' sarantau, lih. rantau. GALAH II, main galah (pandjang) — permainan anak-anak jaitoe beberapa anak-anak menahan teman-temannja laloe pada beberapa garis jang telah ditentoekan. GALAJA', ana' galaja', lih. galadie. GALA' — gelak, tertawa; gala' sèngèng, gala' sanjoen — tersenjoem; kawan gala' nan banja', kawan manangih inda' bara — ki.: dalam berada banjak sahabat, tetapi dalam kesoesahan tiada lagi berapa. GALAN, bagalan, lih. disitoe. GALANDJA (R) — pantoel; manggalandja — memantoel. GALANG — gelang; pagalangan — pergelangan; galang-galang — tjatjinq dalam peroet; galang-galangnjo dapè' dèn bilang — ki.: saja tahoe betoel bagaimana pikirannja. GALANGGANG — gelanggang; manggalanggang, mamantjang galanggang — mengadakan saboeng ajam akan mentjari djodoh (oentoek anak perempoean); boekan basoeloeh batang pisang, anjo basoeloeh boelan djo mato ari, bagalanggang mato ranq banja' — ki.: hal-ihwal jang amat terang. GALAP, galap aie — tempat air tertoetoep, terboeat dari batoe oentoek dialirkan kepada beberapa tempat lain; saloeran air. GALAPA (R) — gelepar, lih. kalapa'. GALAPOEE (R) — gelepoer, lih. qalapa; tinggi galapoee (kalapoee) randah lago (tikam) — ki.: banjak tjakap jang tiada tampak keadaannja (menjombong). GALAPOEENG — seb. pohon. GALAT — qalat, ralat; bagalat — bertjela. GALATA (R) — geletar; manggalata — menggeletar. GALATJOEE (R) — menqoemar karena litjinnja; bagalatjoeeran — bergelabaran; oerang nan banja' dalam rapè' toe lah bagalatjoeeran sadjo païnjo — orang baniak jang bersidang itoe telah bertjerai-berai denqan diam-diam. GALATIOEIH, lih. galuetjoeih. GALAU, gandau, gindau; ana'-âna' bagalau — oemp.: anak-anak siboek; kato banja' kato bagalau — kata orang banjak berlain-lain, beloem tentoe jang mana akan dipertjaja. GALEA' — tjemar; galèa' pèa — sangat tjemar, hal orang jang meletakkan barang tiada berketentoean; lih. galèpa. GALEBÈ (R), manggalèbè — terkoelai, oemp.: bibir orang toea. GALEDE', manggalèdè — menggelemboer; manggalèdè' ba' koeah djangè — ki.: hal orang jang tiada keras hati. GALEGÈ (.), djan digalègè djoeo koentji pintoe toe! — djangan digoentjang-goentjang djoega koentji pintoe itoe! |
GALÈGÈ', lih. gègè; soearonjo manggalègè — soearanja bergentar (menggeletar). GALÈGOH, lih. gadègoh. GALÈH I — galas; manggalèh — berniaga ketjil; oerang manggalèh — saudagar ketjil; manggalèhkan ana' — mentjari napekah bagi anak; panggalèhan — negeri tempat menggalas, hal perniagaan; inda' baban batoe digalèh — ki.: hal orang jang mendatangkan kesoesahan atas dirinja karena mengerdjakan pekerdjaan jang tiada berhoeboeng dengan dia; taro manjoeroee' galèh laloe — sambil berdiang nasi masak; galèh tadorong ka Tjino — ki.: perkara jang tiada lagi dapat ditjaboet. GALÈH II — gelas. GALÈMA', bagalèma' — tjemar; galèma'-tèma — sangat kotor, lih. galèmo', galomo', garomo', galèpa', kalèpa', lèma', lèmo. GALÈMBONG, sarawa galèmbong — tjelana goenting Atjèh, sebab menggelemboeng. GALÈMÈ (R), galimie (r) — selapoet; babaoee sadjo lama' djo galèmè, kantoee' djo aie lioee — ki.: jamq èlok bertjampoer adoek sadja dengan jang boeroek. GALÈMO', lih. galèma; bagalèmo — bertjampoer sadja laki-laki dengan perempoean. GALÈMPONG — koentoel, pelir, gadang galèmpong — ki.: malas bekerdja, berat tangan. GALÈNJÈ (R), galonjo; manggalènjè — menggelemboer, kendoer tentang koelit. GALÈPA', lih. galèma'; galèpa'-pèa' — sangat tjemar. GALÈPÈ, manggalèpè — oemp.: boenji gendang janq koelitnja kendoer. GALÈRÈ', manggalèrè' — tiba-tiba lari ketepi seperti koeda jang terkedjoet; lih. kalèrè dan gadèrè. GALÈSÈ, manggalèsè — merajap kian kemari, seperti koetoe jang pindah dari orang lain; galèsè koetoe pindahan — ki.: tjongkak, pada hal kita orang pindah dari negeri lain, boekan orang asli; lih. kalèsè. GALÈSOH — hal anak-anak jang merosèng, tiada tinggal diam, hendak memegang ini itoe; apo djoeo nan diqalèsoh disitoe toe? — apa djoea jang ditjari disitoe dengan membongkar ini itoe?; lih. kalèsoh. GALÈTA — geléta. GALÈTANG, galètonq, manggalètang — bergerak atau menjentak-njentak djika dipeqanq, maksoed hendak melawan atau sebab tiada soeka. GALÈTÈ' I — keratjak, nakal; manggalètè'i — menqoesik; lih. garètjè'. GALÈTÈ' II — geletik; manggalètè' djantoeng mandanga — merasa marah atau kasihan mendengar. GALÈTIÈ (R), bagalètjèran — dikatakan tentang baranq-barang jang bertjétjéran atau orang jang berapat berangsoer-angsoer pergi denqan diam-diam; perb. d. galatjoee (r). GALÈTONG, lih. galètang. GALÈWANG, lih. kalèwang. GALI — geli; abih gali dè' bagiti', ilang biso karano biaso, abih miang dè' bagisie — ki.: hal atau pekerdjaan jang tiada baik, djika dibiasakan, tiada lagi djanggal. |
</noinclude>
|
GALIE(R) — galir, moedah terboeka, atau berpoetar tiada erat lagi, oemp.: koentji sekeroep pitjoe, dll.; koedo ko galie — koeda ini moedah berlari, djika diadjak. GALIE', titian tagalie'-galie' — titian bamboe atau kajoe jang djoengkat-djangkit. GALIENG — takoet; galieng-galieng asam — takoet-takoetan; manggalieng — menakoetkan. GALIGATO — gelegata. GALI' — galib; inda' gali'' — tiada lazim; kagali'an — kebiasaan; lah kagali'an kini oerang bakoepiah — telah lazim sekarang orang memakai kopiah. GALIMANG, goelimang — geloemang; bagalimang loeloee' — bergeloemang loempoer; bagalimang sadjo laki-laki djo padoesi — bertjampoer sadja laki-laki dengan perempoean. GALIMIE(R), lih. galèmè(r). GALIMPANG, goelimpang — gelimpang; tagalimpang — terdjatoeh; bagalimpangan — bergelimpangan. GALINGGAMAN — geligeman. GALINGGANG, goelinggang — gelinggang; galinggang kètè'' — dipergoenakan djadi pentjahar; galinggang gadang (gal. laoei') — djadi tjampoeran obat koerap. GALINJIE(R), lih. linjie. GALINTJIE(R), goelintjie — gelintjir; galintjie matoari — gelintjir matahari; atinjo tagalintjie — ia tiada maoe lagi karena ada jang merasa dalam hatinja; sigalintjie (sigoelintjie) — perkakas akan penangkap harimau; djika dipidjakkan harimau, nistjaja tergelitjik ia masoek kedalam loebang. GALINTOEENG, lih. kalintoeeng. GALITI', lih. giti; manggaliti — menggelitik; kanai galiti'njo — ki.: pandai mengambil hati orang, pandai memboedjoek. GALITJAU, lih. kalitjau. GALITJIE', goelitjie', koelitjie'; galitjie'kan — èlakkan; manggalitjie'' — berdalih; tagalitjie' sakètè' sadjo — dikatakan tentang orang jang mentjari orang lain tiada bertemoe, karena kebetoelan baroe sebentar ini ia pergi. GALO-GALO — seb. lebah. GALODO, galoedoee(r) — air bah, aliran jang menghandjoetkan batoe, kajoe dll., kadangkadang membinasakan kampoeng dan orang dan ternak. GALODO', manggalodo'' — antara tjair dan kental. GALOE-GALOE — padi moeda direndang laloe ditoemboek mendjadi beras, énak dan haroem rasanja dimakan; dinamaï djoega lajoe-lajoe. GALOEDOEE(R), lih. galodo. GALOEENG — geloeng, lingkar, belit; oela manggaloeeng — oelar membelit. GALOEGOEE(R), asam galoegoee — geloegoer. GALOEE' — geloek; dimandikan djo aie sagaloee'' — ki.: dipoedji sedikit. GALOEI' — geloet; bagaloei — bergeloet; dikoetjieng galoei', tapi diandjieng lah tjaka — ki.: bagi jang seorang hal itoe tiada artinja (tiada mendjadi apa-apa), tetapi bagi temannja soeatoe hal jang penting atau menjakitkan hati; bagaloei'-galoei' sirangka', bagaloei' djadi batjaka — moelanja berge- |
loet-geloet, tetapi sebab berlebih-lebihan mendjadi berkelahi. GALOENDI, lih. lagoendi. GALOENGGANG, loenggang — longgar, lapang; bagaloenggang — mendapat kelapangan; laï bagaloenggang sakètè' paroeï' dèn sasoedah maminoen oebè' tadi — adalah lapang (tiada lagi sesak) rasa peroet saja sasoedah meminoem obat tadi; dè' karano laï boelieh maminta' djandji, laï bagaloenggang ango' awa' sakètè'' — olèh karena dapat meminta tanggoeh, adalah lapang sedikit pikiran saja; manggaloenggangi — mengendoeri oemp.: tali tjelana jang tegang, memberi tanggoeh; mampagaloenggang — memperlonggar (melonggarkan), memperkendoer ikatan; perb. dengan ganggang, loengga(r) dan oenggang (berantara). GALOETJOEIH, galatjoeih, tagaloetjoeih — melentjit, lih. biloesoeih. GALOETOE, lih. kaloetoe. GALOGO', garogo', garèga'' — antjam; oeloe malang, salah galogo'; oeloe baie', pandai batènggang — kadang^2 antjaman itoe mentjelakakan; tahoe timbang menimbang djoelah jang mendatangkan kebadjikan. GALO' — redoep, mendoeng. GALOMAT, gamat — qadoeh, haroe-biroe; ari lah galomat — kilat saboeng menjaboeng serta hoedjan amat lebat; oerang lah galomat — orang haroe-biroe. GALOMBANG — gelombang; galombang doeo balèh — nama tari pedang; manompang ria' digalombang — ki.: orang miskin atau orang ketjil mengikoet orang kaja atau orang moelia. GALOMO', lih. galèma', garomo', tjilomo'. GALOMPA(R), sagalompa — sebentar. GALOMPO' — gelompok. GALONJO, lih. galènjè. GALORO — gelora. GALOROH, garoroh, lih. loroh I; oedjan manggaloroh — hoedjan toeroen dengan tiba-tiba dan sangat lebatnja. GALOSANG, manggalosang — mengerdjakan sesoeatoe dengan tergesa-gesa dan tiada hémat; djan digalosang sadjo pakaradjo — djangan digesa-gesa (diboeroe-boeroe) sadja bekerdja. GALOTJO(R) — gelongsor; manggalotjo — oemp.: tebing jang roentoeh atau tanah jang baroe ditimboenkan, tergelongsor. GAMAI, sigamai-gamai — n. toemboeh-toemboehan. GAMA', manggama'' — memegang hendak mengetahoei berat atau besar soeatoe barang. GAMAM, panèh bagamam — panas jang terasa, bila hari hendak hoedjan; lih. goemam. GAMANG — takoet, nqeri; tagamang kami ditinggalkan — kesoenjian kami karena ditinggalkan; oerang panggamang mati djatoeeh, oerang pandingin mati anjoei'' — lawannja: barani ilang inda' ilang, maksoednja: mengerdjakan sesoeatoe pekerdjaan hendaklah dengan berani, djangan takoet-takoetan, karena takoet tiada menjampaikan maksoed. GAMAT, lih. galomat. GAMBA(R) — gambar; gambaran, gambalan — gambar; saroepa gamba — amat tjantik; inda' tagamba dalam pikiran dèn — tiada dimakan 'akal saja. |
GAMBELOE
74
GANGGANG
</noinclude>
|
GAMBELOE, kambeloe — seb. poear, oeratnja ditoemboek akan pentjoetji kain, soepaja haroem. GAMBIE(R) — gambir; bagambie-gambie — bermoekah. GAMBOEE(R) — gemboer. GAMBOEENG — gemboeng; gamboeeng diamboeih — marah bila mendengar fitnah orang. GAMBO' I — pipi. GAMBO' II — mendoeng. GAMBOLO — seb. ikan laoet. GAMI', goemi'; manggami` — memberi sjarat atau memanggil dengan djari. GAMIRAU — gemerlapan; gamirau tjintjin didjari, gamirau bintang dilangi` — gemerlapan tjintjin didjari, gemerlapan bintang dilangit. GAMOEE' — gemoek (dipakai dalam perkataan datoee' gamoee` dan dalam arti „lemak”). GAMOERINTJIENG — gemerentjing. GAMOEROEEH — gemoeroeh; gamoeroeeh sora' oerang baara` — gemoeroeh boenjinja sorak orang jang berarak. GAMPA(L) — sasa, gemoek dan koeat. GAMPA(R) — gempar; tagampa oerang dalam kampoeeng — orang dalam kampoeng gempar (terkedjoet). GAMPANG, ana' gampang — anak haram zadah. GAMPITO, goempito — gempita. GAMPO — gempa; gampo rajo — gempa besar. GAMPOEE(R) — hantjoer tentang tanah, lidah, boeah-boeahan. GANA — bimbang; oemp.: mendengar boenji petir, atau karena banjak makan obat demam. GANANG, genang — genang; mangganangi sawah — memasoekkan air kesawah; aie matonjo taganang — air matanja berlinang. GANDA(R), mangganda — memoekoel dengan tongkat; baganda — berpoekoel-poekoelan, berkelahi. GANDAM — n. sem. selendang. GANDANG I, 1 gandang karateh — 20 kodi. GANDANG II — gendang; bagandang pao — ki.: soeka hati, karena orang lain dapat tjelaka; bagandang paroei` — ki.: menjesal; loeloeih gandang paratiannjo — ki.: ia amat bersoekatjita; ba' bagandang ka Siroekam, paroei' kanjang ameh boelieh — ki.: waktoe mendjalankan soeatoe pekerdjaan diperoleh doea keoentoengan (Siroekam tempat tambang mas). GANDANO, manggandano — mendjaga sesoeatoe. GANDAU, gindau (v.d.T.), lih. galau; bagandau — bagalau. GANDE' — poeki; ana' gande` (maki). GANDIENG I — banding; tida' ado gandiengnjo — tidak ada bandingnja, tidak ada kesamaannja (perbandingannja); mampagandiengkan — memperbandingkan mana jang lebih bagoes, lebih besar dan seb. GANDIENG II — memperdekatkan, oemp.: perahoe. GANDIN I — gandin. GANDIN II, manggandin taroech — melawan taroehan orang dengan melebihi dia, oemp.: f 4 dilawan f 7. GANDJA' — gandjak; tongga' ko manggandja` — tonggak ini menggandjak, menggelingsir. |
GANDJE', gindje', gendje` — lebih; bagandje' pado limo roepiah — berlebih dari lima roepiah. GANDJIE(L) — gandjil; gandjie bana oerang ko! — berlain lakoe orang ini dari orang banjak; manggandjie pado oerang — tidak semoepakat dengan orang; masoee' inda gano', kaloea inda' gandjie — hal orang jang tiada berarti dalam masjarakat. GANDJO I — sem. toemboehan, biasanja toemboeh dinegeri dingin, daoennja dipakai akan obat; gandjo kalieng, seb. gandjo, djika dioedoet bertjampoer tembakau atau dimasoekkan kedalam goelai kambing oempamanja, ia memaboekkan. GANDJO II — gandja; gandjo ireh — gandja iras, g. jang tiada bersamboeng-samboeng, hanja satoe potong sadja. GANDJOEE(R) — hela, angsoer, tarik; gandjoee kabalakang atau kamoeko — angsoer kebelakang atau kemoeka; gandjoee soeroei` — tarik kembali, artinja: oeroengkan; sigandjoee lalai — perdjalanan jang elok dan tiada tergesa-gesa; dibao bagandjoee (barandjoee) — dibawa sama seorang atau jang satoe kongsi, goenanja akan memperkatakan rahsia atau akan bertindjoe dan seb.; digandjoee soeroei' ba' batanam, didjambo-djambo ba' basiang — ki.: poedjian pada perdjalanan orang atau koeda atau langkah pendekar dalam permainannja; manggandjoee tali alang² — menjentak tali lajang². GANDO — ganda; lipe' gando — beberapa kali; koedo balang sigando — koeda belang koening. GANDOOEEH I — imboeh, tokok; bagandoeeh — bertoekar barang, jang seorang mengimboeh; kanai gandoeeh — ketika bertoekar terdjerat; kanai gandoeehnjo — kena boedjoeknja. GANDOOEEH II, bagandoeeh ringgi' djo roepiah — bertjampoer ringgit dengan roepiah; bagandoeeh-gandoeeh — bermoekah. GANDOOEI' — gendoet, hamil. GANDOEN — gandoem; biloedoe gandoen — sem. beledoe, warnanja seperti gandoem. GANDOLA — n. sem. tjat. GANDORIAH — gandariah. GANGGAM — genggam; saganggam pitjieng — isi genggam djari digenggamkan rapat²; taganggam de' pangoeioe — terpegang dalam tangan penghoeloe; padoesi toe lah baganggaman — perempoean itoe telah ada djodohnja; diganggam are'-are` — dipegang tegoeh-tegoeh, tentangan petoea; (di)oanggam-ganggam baro, taraso ange' dilapehkan — ki.: dikatakan tentang pekerdjaan jang tiada diselenggarakan betoel-betoel, baroe terasa berat, ditinggalkan. GANGGANG — renggang, tiada rapat; mangganggang — oemp.: papan jang dahoeloenja rapat, sekarang telah ada tjelahnja; baganggang — bertjerai laki bini; nikah ganggang — telah nikah, tetapi mempelai laki-laki beloem poelang keroemah isterinja; ganggang² marape'kan — tentang laki isteri jang berbantah atau bertjerai sebentar, kemoedian lebih berkasih-kasihan; aden sampi' bana kini, malah taganggang na' den datang — saja |
GANGGOE
75
GAOEI'
</noinclude>
|
banjak kerdja sekarang, kalau ada kelapangan sedikit, boleh saja datang. GANGGOE — ganggoe; inda' boelieh diganggoe (Koto Toeo) — tiada dapat dilarang. GANIEH — kain poetih; ba' tjando ganieh — sangat poetih (tentangan koelit orang). GANJE' I, mangganje` — mentjotok-tjotok tentangan loeka atau bisoel. GANJE' II, saganje` — sebentar. GANJOEI' — sentak. GANOEEH I — djagoeng. GANOEEH II, karambie nan mangganoeeh — njioer moeda jang banjak airnja; mangganoeeh — baroe hamil. GANO' — genap, tjoekoep, banjak; gano'kan tigo roepiah — tjoekoepkan tiga roepiah; gano' oerang dipakan — banjak orang dipekan; bagano' sadjo saratoeih roepiah — seratoes roepiah betoel, tidak lebih tidak koerang. GANTA(R) — gentar; piganta — antjaman, 'ilmoe jang menakoetkan orang; lih. pigarieng pada garieng II; mampigantai — menakoetkan; djan ganta-ganta — djangan takoet-takoet. GANTA', mangganta'-ganta` — mentjotjok-tjotjok, oemp.: loeka atau gigi sakit; lih. anta`. GANTANG — gantang bermatjam-matjam isinja, oemp.: di Agam 1 gantang = 1 tjoepak; di Tanah Datar 1 gantang = 4 tjoepak; manggantangi — menggantang; gantang nan koerang doeo limo poeloech — gantang jang isinja 48 tahil, itoelah gantang jang sebenarnja; dikiaskan djoega kepada pekerdjaan atau barang jang tiada bertjela; nan sasoeke' ampe' gantang sadjo dinjo — ia loeroes, tiada pandai membohong; manggantang aso` — menggantang asap, menjombong; ba' manggantang (basoeke') ana' ajam, jaïtoe masoee' ampe' kaloea limo — ki.: artinja mengerdjakan soeatoe perkara jang tiada berapa hasilnja; beladjar 'ilmoe, sebanjak dapat, sebanjak itoe poela loepa; ba' maisi gantang pasoee' (boeboeih) — 'ibarat mengadjar orang, dari pada 'ilmoe jang diadjar tiada banjak jang tinggal didadanja; manggantangi paroei' (ati) oerang — ki.: tahoe akan pikiran orang; gantang nan pape', boengka nan piawai — ki.: hakim jang 'adil; bagantang panoeeh kabawah — ki.: mengisi 'adat atau membajar oetang, tetapi mintak koerang banjak-banjak; nan sagantang inda' djadi satjoepa` — ki.: dikatakan tentang orang sakit, jang pandjang 'oemoernja tiada akan lekas mati; oebi gantang, lih. p. kantang. GANTE', tagante` — tergantoeng, tiada teroes; tagante'-gante' bakaradjo — tiada teroes bekerdja, melainkan berhenti-henti; lih. gantje', goente', goentje`. GANTI — ganti; mangganti — mengganti, menjilih; baganti-ganti — berganti-ganti; gantikan den — gantikan saja; ba' tambilang ba' pangali, ba' nan ilang ba' pangganti — jang pergi atau jang hilang sama dengan gantinja. GANTIEH — gantih; manggantieh — menggantih. GANTIE' — djentik; main taro gantie' sadjo |
— bermain kartoe dengan taroehan ketjil sadja. GANTIENG — genting; poetoeih nan gantieng — ki.: hilang 'akal karena tidak ada lagi jang boleh diharap; gantieng poetoeih biang taboee` — ki.: satoe perkara jang telah poetoes, tiada dapat dioebah lagi; gantieng mananti poetoeih, biang mananti taboee` — ki.: perkara jang hampir poetoes, atau hal laki bini jang hampir bertjerai; dima(no) pane' dima baranti, dima(no) gantieng dima poetoeih — 'ibarat menjerahkan anak kesekolah, bila tiada lagi koeasa membelandjainja, anak itoe dikeloearkan dari sekolah. GANTIENGALAU, lih. mantilau. GANTJA(R), tagantja — terpantjoer sekali sadja. GANTJE', bagantje'-gantje` — tiada selaloe, tiada teroes; lih. gante`. GANTO — genta, kelentang; ganto sadjo nan baboenji, tapi koedo lah de' garindin — hanja genta sadja jang berboenji, tetapi koedanja sakit, dikiaskan kepada orang jang pakaiannja masih bagoes, tetapi oeangnja telah habis. GANTOEENG — gantoeng; inda' tagantoeeng dipitih, anjo tagantoeeng dikajoe — djangan takoet, oeang tiada djadi alangan (oeang soedah sedia) hanja kajoe jang koerang oentoek memboeat roemah; awa' den bagantoeeng ka ana' sadjo laï, pagantoeengan den ana' sadjo laï — saja hanja mengharapkan bantoean dari anak saja; nan manggantoeeng ambo badjalan, iolah karano mama' ambo saki` — jang menjebabkan saja tiada dapat pergi jaïtoe karena mamak saja sakit; bagantoeeng diaka lapoee` — harap kepada jang tiada (koerang) dapat menolong; bagantoeeng saeto tali — 'ibarat perempoean jang soeaminja tiada poelang-poelang, bertjerai poen tidak; digantoeengkan tinggi, dikalikan dalam — oemp.: soeatoe perdjandjian atau permoepakatan jang diperboeat menoeroet atoeran jang koeat, sehingga tiada moedah dilanggar atau dimoengkiri; oeboee-oeboee gantoeeng kamoedi — belasting (bia) kapal jang masoek pelaboehan pada masa jang telah laloe; idoei' nan kadipakai, mati nan kadipagantoeengi — 'ilmoe djalan kepada Allah (dipakai didoenia dan diachirat); gantoeengan — pegantoeengan; gantoeengan dikatakan boeaian — ki.: dikatakan tentangan hal orang jang menjangkakan bahwa berdjocdi atau pekerdjaan djahat, soeatoe pekerdjaan jang memberi kesenangan atas dirinja. GAOEENG — liang, loebang; gaoeeng oela — liang oelar; manggaoeeng — mengorek, mengorok; dindieng bagaoeeng — dinding berloebang (oleh maling); mangaroece' saahih qaoeeng, mamakan saahih raso — ki.: bertanjakan atau menjelidiki sesoeatoe, hendaklah sempoerna terang. GAOEI' — garoek; manggaoei` — menggaroek; inda' oerang manggaoei' kaloea badan — ki.: dalam soeatoe perselisihan kebiasaan orang berpihak kepada keloearganja; gaoei'-gaoei'i — hal orang jang menjesal; gaoei' gapai (gepai) — tiada berhenti menggaroek; ati gata mato digaoei` — ki.: hal orang jang melihat soeatoe perboeatan jang salah, tetapi |
GAPAI
76
GAREDJOH I
</noinclude>
|
tiada dapat atau tiada berkoeasa menegoer atau memperbaiki; kini gata baisoee' digaoei` — ki.: hadjat jang terlambat dipenoehi. GAPAI, gepai, lih. gaoei`. GAPI' I — dekat; bagapi` — berdekat, lih. garipi', gipi', rapi`. GAPI' II — nama salah satoe dari kertas tjeki. GAPOEE' — gemoek; manggapoee` — mendjadikan gemoek; gapoee' mamboeang lama', tjadie' mamboeang kawan — orang gemoek tentoe banjak gemoeknja, dan orang tjerdik nistjaja banjak sahabatnja; jang dimaksoedkan pepatah ini, jaïtoe orang jang tiada soeka bersahabat atau tiada hendak menolong keloearganja. GAPO', manggapo` — memeloek batang kajoe hendak memandjat, oemp.: hendak naik batang pinang; oenggeh gapo' (sigapo') — sebangsa belatoek merah. GAR — gar, boenji, kalau oemp.: pintoe ditoetoep dengan keras, lih. daga(r). GARABAI, lih. gabai. GARABA' I — kerikil. GARABA' II — kereta sorong; manggaraba` — mengambil oepah mengangkat barang dengan kereta sorong. GARABA' III lih. goeraba' II. GARABANG — gerbang; aboee'njo manggarabang — ramboetnja menggerbang; lih. gabang. GARADA', manggarada` — sangat banjak, oemp.: tentang boeah-boeahan, ketoemboehan; garada' poeda', garoeda' poeda', garoda' poda` — lambak. GARADJAI, ambo malompe' banda, tagaradjai kaki sabalah, djatoeeh ambo — saja melompat serokan, terloentjoer kaki jang sebelah, laloe saja terdjatoeh; lih. gadjai. GARAGADJI — gergadji; nama soeatoe kertas tjeki karena tepinja bergerigi; manggaragadji — menggergadji; panggaragadjian — serboek gergadji, bekas menggergadji, lih. ari`. GARAGAI I — geragai. GARAGAI II, manggaragai, lih. manggagai. GARAGAJOE — dirgahajoe, lih. ragajoe. GARAGA', manggaraga` — mengagak; djo a digaraga' njo mamboee' roemah, awa' inda' bapitih — dengan apa ditjobanja (diagak) memboeat roemah, dia tiada beroeang; inda' tagaraga` — tiada koeasa. GARAGASI — gergasi. GARAGAU, lih. gagau. GARAH I — takoet. GARAH II — senda; garah-garah — senda; bagarah — berdjenaka; pagarah — soeka bersenda; toekang garah — alan-alan; garah mandjadi tingkarah — senda jang achirnja mendjadi perbantahan. GARAHANO, goeroehano — gerhana; garahano boelan — gerhana boelan; garahano matoari — gerhana matahari. GARAI — koeat; manggarai sawah — mengerdjakan sawah (mengoesahakan sawah); inda' manggarai — tiada dapat bekerdja (tiada koeat); digaraikannjo djoeo datang — dikoeatkannja djoega datang. GARA' — gerak, takdir; qara' Allah — takdir Allah; gara' mato, bibie dll. — mendjadi soeatoe tanda bahwa ada apa-apa jang akan |
datang; tagara' diati — terniat dalam hati; bagara` — bekerdja, dikatakan tentang bermatjam-matjam toekang: toekang emas, toekang besi, toekang kajoe; pagara'an — pekerdjaan toekang; dima bagara' kini? — dimana (toekang) bekerdja sekarang? GARAM — garam; manggaram — dikatakan tentang air teboe jang berboekoe-boekoe sebagai garam; tentang ternak jang mendjilat-djilat tanah jang mengandoeng garam; na' tahoe dimasin garam — ki.: soepaja tahoe bagaimana kesoesahan hidoep; tanah garam — tanah jang longgar bertjampoer kersik; sakitoe anjo garamnjo — hanja sekian harganja atau oeangnja; mampaoedjankan garam — ki.: memperlihatkan 'aib sendiri; saasam sagaramnjo — 'ibarat goelai tjoekoep asam dan garamnja, djadi enak rasanja, demikianlah halnja pekerdjaan jang tiada bertjela; garamnjo nan masin — ki.: perkataannja jang ditoeroet orang; sajang digaram satjatjah, boesoee' kabau saikoee, lih. pada tjatjah. GARAMA', karama'; djan digarama' sadjo maambie' samba — baik-baik mengambil laoek paoek, djangan dipegang ta' keroean sadja (ta' ber'adat). GARAMAN — geraham; gadang garaman — lahap, rakoes; taboe satoentoeeng masoee' garaman gadjah — barang jang sedikit dimasoekkan kedalam tempat jang besar. GARAMBEH — djambang. GARAMBIE(R) — dampit, tebal telinga; manggarambie — tiada maoe bekerdja, tiada mempedoelikan apa-apa. GARAN — gerangan; baa garan? — bagaimana gerangan?; bagaran-garan hati na' mangatokan — doea hati hendak mengatakan, beragak hati hendak mengatakan. GARANDAN — nama sebangsa doekoe. GARANG — garang; paneh garang, api garang — panas terik, api panas; andjieng garang makan — andjing koeat makan; mampagarang — mendjadikan garang; manggarangkan api — mendjadikan api menjala besar; Toeangkoe (radjo) Ange' Garang — radja lalim, radja aniaja, demikianlah dalam tjerita dinamakan radja jang meradjalela sadja. GARANJAM — senjar. GARANJE', lih. goeranje`. GARASAU — gerosok, kerosok; manggarasau — menggerosok. GARATA' — gertak; lih. garoeta`. GARATJAT I, manggaratjat — boenji ajam djantan, djika bertemoe atau memanggil ajam betina. GARATJAT II — tentangan koedis, banjak toemboeh dalam sekali goes. GARATO' (v.d.T.), lih. garoto`. GARAU — garau. GAREBEH, tagarebeh — geloeloer; garebeh-tebeh, garoboh-toboh — serbah-serbih; ko' tagarebeh ambo baiko dipitih, angkoe tolong malah — djika saja kekoerangan oeang kelak, diharap engkoe bantoe. GAREDENG — roembai-roembai, papan penoetoep oedjoeng kasau ditepi atap. GAREDJOH I, garedjo` — asoetan; mangaredjoh — mengasoet. |
GAREDJOH II
77
GAROEBOEE'
</noinclude>
|
GAREDJOH II — perkakas sem. pelarik oentoek memaroet boeah njioer. GAREDJO', lih. garedjoh I. GAREGAH, garegah-pegah — perdjalanan orang jang baroe semboeh. GAREGA' — antjam ; manggarega' djo tangan — mengantjam dengan tangan; lih. galogo', garogo`. GAREGE', lih. gege`. GAREMEH-TEMEH — keropas-keropas, lambak barang² ketjil. GAREME'-TEME', lih. garemeh-temeh. GARENDENG — gerendeng; manggarendeng — berdiri miring serta menaikkan sajap seperti ajam hendak berlaga; patang ari tagarendeng arago djaga sakete' pado pagi — petang hari harga barang perniagaan toeroen sedikit dari pada waktoe pagi, lih. gendeng. GARENJE' — gerenjet; manggarenje' atinjo na' manoeroei` — terbit inginnja hendak menoeroet, lih. garinjie`. GARENJENG, lih. garenjong; bagarenjeng — bersoengoet-soengoetan seperti kelakoean anak-anak ketjil dengan saudaranja, atau laki-isteri. GARENJONG — rengoet; bagarenjongan — oemp.: laki-bini atau boedak² jang selaloe meroseng dengan saudara-saudaranja, lih. garenjeng. GARENTENG, bagarentengan — gerintil. GAREO', manggareo` — boenji peroet djika lapar. GAREPE', ana' manggarepe` — anak memegang segala jang dilihatnja. GAREREH, manggarereh — melintas, soepaja tampak kepada orang. GARESEH, manggareseh — menari bila ajam djantan mendekati ajam betina; laki² salah gareseh — laki² gangsang, soeka mengganggu perempoean, lih. galete'; gareseh-peseh — berbahasa (bertjakap) Belanda; injo pandai gareseh-peseh — ia pandai tjakap Belanda; lih. kareseh-peseh. GARESOH — perkakas toekang kajoe, berpikoe, goenanja akan pemboeat garis; mangaresoh — boenji tikoes jang menggaroek papan; garesoh-pesoh — boenji orang membongkar barang² akan mentjari apa-apa. GARETA', lih. garetang. GARETANG, gareta'; manggaretang — mendaga, bersikap hendak melawan. GARETE', manggarete` — gementar, lih. rete`. GARETJE' — soeka mengoesik, lih. galete' I. GARIBI', goeribi'; manggaribi' bibienjo — bibirnja bergerak, seperti bibir orang sembahjang, ada jang diseboetnja dalam hati. GARIE', lih. girie'; tjoelie' garie` atau tjoekie garie` — bertanja ini dan itoe akan mengetahoei hal orang. GARIENG I — nama seb. ikan soengai, ikan semah; lih. samah. GARIENG II, manggarieng — berkata-kata soepaja orang djadi takoet; pigarieng — 'ilmoe akan menakoeti orang, lih. ganta. GARIGIE(.) — gementar; garigie-garigiei` — hal seorang jang mengerdjakan soeatoe pekerdjaan jang tiada tekerdjakan olehnja, oemp.: mengangkat medja jang amat berat, |
ditjobanja djoega meskipoen tiada akan dapat. GARIGIE' — bamboe pandjang, seroeas bertangkai, goenanja akan tempat air; garigie' antoe, lih. pada koeran I. GARIGI' — gerigi; garigi', sarigi', garigi'i — reboet; bagarigi` — bereboet-reboetan, lih. sarigi', tjarigi`. GARIH I, manggarih — mengisjaratkan, mengadjak; manggarih koedo — menerat koeda. GARIH II — garis; manggarih — menggaris. GARIH III, pitih garih — pitis Inggeris, doeit kepeng. GARI' I — takoet; manggari` — menakoet; mampagari'i — mempertakoeti; bakagari'an — jang seorang takoet kepada jang lain. GARI' II — gerak, manggari` — bergerak; manggari' ati na' paï — terbit ingin hendak pergi; gari'-gari` — sem. koee. GARIMI', goerimi` — gerak moeloet ketika membatja atau menjeboet apa-apa dalam hati; garimi' timi` — lambat bekerdja, lambat bersiap, djika hendak pergi. GARINDA, goerinda — gerinda; digarinda djo saboen — ditjoetji betoel² dengan saboen. GARINDIN, rindin — gigil (sem. penjakit teroetama pada koeda); roda sadjo nan bapalieng, koedo lah de' garindin (rindin), lih. palieng. GARINDJA', garindja'-garindja'i — seperti boeroeng jang terikat menjentak-njentak hendak terbang, demikian djoega hal orang jang melihat soeatoe hal, tetapi tiada boleh atau tiada dapat menolong. GARINJIE', goerinjie` — boenji air jang hampir menggelegak, atau hal air itoe berpoeal; manggarinjie` — menggerobok; lih. garenje`. GARINJOEI' — gerenjot. GARIPI' — sangat berdekat, lih. gapi' I, gipi', rapi`. GARISIE', gisie', kisie` — geresek; manggarisie` — mendesir seperti boenji kersik atau boenji kain saroeng atau selendang haloes. GARITIE', goeritie'; manggaritie` — menokok papan dengan oedjoeng djari seperti boenji tamboer. GARITIH, manggaritih — bekertak gigi, karena marah atau sebab kesakitan. GARITJI', manggaritji` — sangat takoet; garitji'-pitji`, lih. karitji`. GARITOEIH, atinjo tagaritoeih — ada hal jang koerang menjenangkan hatinja. GARO — gera; panggaro — tali temali (kelontang) pengedjoetkan boeroeng jang makan padi. GAROBOH-TOBOH, lih. garebeh-tebeh. GARODA' PODA', garoeda' poeda` — lambak, keropas-kerapis, lih. garada' poeda` pada garada`. GARODI, garoedi — goerdi. GARODJANG, karodjang — kedjang; manggarodjang, mangarodjang — kakoe, seperti kain jang dikandji. GAROE, gaharoe — gaharoe. GAROEBOEE', tagaroehoee` — terperosok; manggaroeboce'kan — mentjelakakan orang; bagarocboeec'kan samoeonjo disiko — bertempat diroemah jang ketjil semoeanja. |
GAROEBOEENG
78
GATAH
</noinclude>
|
GAROEBOEENG, karoeboeeng — keroeboeng; bagaroeboeeng — berkeroeboeng, berkeroemoen. GAROEBOEIH, lih. garoeboee`. GAROEDA' POEDA', lih. garoda' poda` dan garada' poeda`. GAROEDI, lih. garodi. GAROEDJAH, manggaroedjah pintoe — menokok pintoe, soepaja bangoen orang jang dalam roemah; garoedjah poedjah, garoegah poegah — bekerdja tiada dengan sabar, riboet sadja. GAROEDJOEEH, tagaroedjoeeh — beberapa orang sama-sama tergelongsor; manggaroedjoeehkan — mentjelakakan; manggaroedjoeeh — amat banjak, limpah, dikatakan misalnja tentang boeah-boeahan jang didjoeal orang dipasar. GAROEDO — garoeda, goerda; sagadang garoedo — terlaloe amat besar; ba' nagari dialahkan garoedo, lih. alah. GAROEE' — serak; garoee'-garoee' manih — hal soeara, soenggoehpoen serak sedikit, tetapi merdoe. GAROEENG I — taboeng tempat air. GAROEENG II, manggaroeeng — meraoeng; garoeeng gadjah — meraoeng seperti gadjah, menangis keras; paroei' manggaroeeng — peroet berboenji minta makan. GAROEGAH-POEGAH, lih. garoedjah poedjah dan karoekah poekah. GAROEIH I — paroet, gores. GAROEIH II — geroes; manggaroeih kain — menggeroes kain, soepaja berkilat. GAROEMBOEE' — boeal; garoemboee' aie — boeal air manggaroemboee' paroei' den mandanga ketje'njo — bentji saja mendengar tjakapnja. GAROEMEH, garoemieh, karoemeh; manggaroemeh — menggaroek moeka orang; bagarocmeh — berkelahi menggaroek moeka. GAROEMIEH, lih. garoemeh. GAROENDANG — beroedoe; ba' paroei' garoendang — besar; gadang garoendang dikoebangan, gadang ikan rajo dilaoei'tan — ki.: tiap-tiap orang berkoeasa pada pemerintahannja atau djadjahannja masing². GAROENTANG — gerodak, seperti boenji perkakas toekang kajoe jang berimpit-impit, djika dihela jang sebelah dibawah; garoentang-poentang lari — lari toenggang langgang; garoentang bajang (karoentang bajang) — djatoeh toenggang langgang dari tangga. GAROETA', garata', karocta` — kerkap; manggaroeta' toelang — mengerkap toelang. GAROETOE — geroetoe; bagaroetoe — menggeroetoe. GAROETOEENG, bagaroetoeeng — berkeroemoen, berkeroeboeng; digaroetoeengi — dikeroeboengi. GAROETOEIH, karoetoeih — boenji peroet kalau lapar, boenji mertjoen; manggaroetocih — berboenji seperti terseboet. GAROGAH, lih. gadogah. GAROGO', lih. garega` dan galogo'; garogo' Nieh — sebagai antjaman orang Nias, jaïtoe tiada berani melaloekan. GAROHO, tali garoho — napas jang keras |
jang berboenji didalam kerongkongan sadja dari orang jang hampir mati; lah batali garoho — sakratoe'lmaocet (naza'). GARO' — gangsang, koeat; garo' makan — koeat makan; garo' babalandjo — banjak belandja. GAROMO', garomo'-tomo', galomo'-tomo` — terlaloe amat kotor; lih. galema`. GAROMPO', karompo` — kelompok; sagarompo' roemah — sekelompok roemah. GARONDONG — radjoet; roempoei' sagarondong — roempoet seradjoet. GARONJOH, garonjo'; bagaronjoh — bereboet-reboet makan, oemp.: djika dihadapan boedak² diletakkan goreng katjang atau goreng pisang. GARONJO', lih. garonjoh. GARONJONG, manggaronjong — meroseng. GAROROH, lih. galoroh. GAROSOH, karosoh, karoesocce` — kerosok; manggarosoh — mengerosok; garosoh-posoh — hal orang jang koerang hemat bekerdja; garosoh oela diroempoen batoeeng — boenjinja besar, tetapi oelarnja ketjil; djangan takoet kepada antjaman orang. GAROTJOH, karotjoh — tiada tenang pada barang pekerdjaan, lih. garosoh, karosoh. GAROTO', garato', biroto', biroeto'; manggaroto` — meroseng, bersoengoet-soengoet. GASA', manggasa` — menggasak; manggasa' djo tangan — menggotjoh dengan tangan; digasa'njo makan — ia makan banjak. GASANG, gasi', gaso — gesa; manggasang — menggesa. GASIE(R), sigasie — andjing tanah; paroei' de' gasie — dikatakan tentang boedak² jang sebentar-sebentar mintak makan. GASIENG — gasing; manggasieng oerang — 'ilmoe sihir akan menjakitkan orang, oemp.: sakit kepala. GASI', lih. gasang. GASO — gesa, lih. gasang; manggaso — menggesa. GASOEE(R), lih. ansoee(r). GASOEIH I, gisoeih — bisik; bagasoeih — berbisik. GASOEIH II, gasoeih api — gores api; manggasoeihkan — menggoreskan. GATA(L) — gatal; manggata — menjebabkan gatal; moentjoeeng gata — ki.: soeka mengasoet atau menjakiti hati orang; padoesi (laki²) gata — perempoean soendal, laki² gangsang; gata-gata toelang na' bakaradjo — datang kehendak badan hendak bekerdja; kini gata baisoee' digaoei`, lih. pada gaoei'; njamoee' mati gata ta' lapeh — ki.: orang jang berboeat kesalahan kepada kita telah terhoekoem, tetapi kita masih beloem merasa poeas, masih menaroeh dendam djoega. GATAH — getah; matjamnja: g. balam, g. ngari', g. dantoceng, g. para (parah); manggatah oenggeh — menangkap boeroeng dengan getah; bagatah — lekit-lekit; bagatah-gatah — terpalit-palit; ba' gatah dibao kasama` — 'ibarat soeatoe perkara djangan-kan poetoes, melainkan bertambah sangkoet-paoetnja; baloei' nan kanai gatah — orang tjerdik jang tertipoe; soerang makan tjocbada', samonjo kanai gatahnjo — ki.: seorang berboeat salah, semoeanja terpalit. |
GATANG I
79
GENSI
</noinclude>
|
GATANG I — getang; manggatang parioee', manggatang rabano — menggetang perioek, menggetang rebana. GATANG II — n. seb. toemboehan, boeahnja boelat, oleh karena itoe ,,kantjing badjoe dinamai djoega boeah gatang (Soeliki). GATEH — getis; badie ko gateh — bedil ini hampir selamanja mengena ditembakkan; moentjoeengnjo gateh — perkataannja menjakiti hati orang; gateh tangan — kerap memetjah pinggan atau piring; gateh dipakaian — lekas meloesoehkan atau meroesakkan pakaian; gagateh kependekan gateh-gateh — n. sem. koee jang rapoeh. GATIE(R), manggatie — mentjoengkil, mentjoebit; manggatie poentja' kado oerang — menjakiti hati orang; ba' baloei' digatie ikoee — ki.: hal orang jang lekas marah, atau hal orang jang tiada tetap doedoek diroemah, melainkan hendak berdjalan-djalan sadja. GATJA(R) — basah, banjak airnja; gatja ame' kandji ko — kandji ini amat banjak airnja, entjer amat; de' (di) gatja — kedadak; gatja paroei'njo — ia takoet. GATJA', lih. katja`. GATJI' I — andjing. GATJI' II, tagatji` — hal barang tjair jang memantjoer dari loebang jang ketjil; gatji'-gatji' aie, lih. datji'-datji`. GATJOEE(.), gatjoei'; takoei` — takoet; panggatjoee — penakoet. GATJOEI', lih. gatjoee, takoei'; toelang panggatjoei` — toelang kering atau toelang penakoet, karena djika ia tersentoeh ia merasa sakit. GATOE — getoe; ba' bagatoe — sama² merasai senang; sama² mendapat pertolongan atau kebaikan. GATOEIH, manggatoeih — menggigit dengan gigi sampai poetoes; koedo bagatoeih — koeda berkelahi sampai bergigitan. GATO', manggato' padi — menggigit padi sehingga terboeang koelitnja; manggato' pinang — memboeangkan koelit pinang; taradjoe nan bagato', boengka nan piawai — ki.: ke'adilan. GAWA(L) — kilap, chilaf, salah; manggawakan — membatalkan, menjalahkan; manoesie basipat gawa, Allah ta'ala basipat kadin — manoesia biasa kilap, tetapi Toehan tiada; sapandai-pandai toepai malompe', sakali ka gawa djoeo — orang jang pandai atau ingat sekalipoen, ada kalanja bersalah djoega. GAWAI, lih. pagawai; perb. d. doebalang. GEA', geja` — sem. lenggang; manggea` — melenggang. GEBANG — gebang, gewang. GEBE' — tiada gantjang; padoesi toe lah gebe' bana — perempoean itoe hamil, telah hampir bersalin. GEDOH — siboek; bagedoh-gedoh — siboek bekerdja, ketjoeh-ketjah; perb. dengan gadoeeh. GEGAH — gojah; gegah padjalanannjo — gojah, tiada tetap perdjalanannja; bagegah — siboek bekerdja oemp.: orang jang hendak berdjamoe atau mengawinkan anak. |
GEGE(L) — gigil; manggege kadinginan — menggigil kedinginan; perb. dengan gigie(l). GEGE', galege', garege` — gementar, selaloe bergoentjang sendiri tentang tangan atau kepala. GEGOH — siboek, gadoeh; mangapo oerang gegoh sadjo? — apa sebab orang gadoeh sadja? GEJA', lih. gea`. GELANG — gilang; tagelang-gelang — gilang-gemilang; lih. gilang. GELE(R), gilie — gilir; geleran siapo kini djadi pangoeioe? — giliran siapa sekarang djadi penghoeloe?; lih. lega(r). GELE' — tjenderoeng; tagele' tangah ari — lebih dari tengah hari; tagele' masin — agak asin sedikit; ati tagele` — tiada lagi soeka, karena hati loeka. GELENG — geleng; manggeleng — menggelengkan kepala; inda' boelieh manggeleng — tiada dapat mengatakan tidak maoe, tiada dapat mengelak; ba' geleng sipatoeeng kanjang — ki.: terlaloe amat tjongkak seperti hal anak² mendapat pakaian baroe; anggoee' angga', geleng namoeeh, oendjoee' tida' babarikan — ki.: hal jang berlainan dari jang tampak atau jang didjandjikan. GELONG — geloeng; bagelong-gelong diroemah sadjo — selaloe tinggal diroemah sadja; panggelong — kemaloean laki-laki. GEMAI, manggemai — sambil laloe menggesel dengan tangan (oemp.: menggesel anak ketjil). GEMBA(R), dagieng gemba — daging kerbau atau lemboe, letaknja pada pantat kerbau atau lemboe. GEMBO' — pipi, lih. gambo' I. GENANG, lih. ganang. GENDENG — gendeng; loemboeeng ko manggendeng — loemboeng ini tjondong; tagendeng bana kini arago gatah — toeroen betoel sekarang harga getah. GENDJA(.) — tiada tetap doedoek, mentjatjar; ba'a gendja bana oerang toe — apa sebab orang itoe amat gelisah (sebentar kesana sebentar kesini), lih. lendjang, gindja`. GENDJA', manggendja` — sebentar-sebentar melompat; moerai gendja` — n. sebangsa moerai jang tiada tinggal diam, melainkan seakan-akan menari dan melompat-lompat; lih. gendja. GENDJANG — gendjang. GENDJE', gandje', gindje` — imboeh, tokok; bagendje'-gendje' seo roemah — sewa roemah dinaik-naikkan. GENEH, bageneh-geneh oerang datang — sedikit-sedikit orang datang (tiada sekali goes). GENENG (Pariaman) — mandja; geneng djo oerai — mandja karena kaganja. GENGGANG I — genggang. GENGGANG II — siah, oemp.: perdjalanan orang jang baroe semboeh dari penjakit. GENGGONG — boenji-boenjian, terboeat dari lojang dan besi, disepitkan diantara gigi, laloe dipetik dengan teloendjoek. GENJENG, lih. ginjang. GENJOH, lih. kenjoh. GENSI, bagensi atau tinggi gensi — tinggi rasi; (ko) bagensi injo inda' alah de' oerang — |
GENTENG
80
GIRIE'
</noinclude>
|
beradoe rasi (toeah) ia tiada alah dari orang lain. GENTENG — genting. GEONG — gantoeng; manggeongkan — menggantoengkan; tageong — tergantoeng. GEPAI, gaoei' gepai, lih. gaoei`. GERAH, lih. gea`. GERAI, manggerai — dikatakan tentang tanaman jang soeboer jang daoennja rebah (oemp.: bawang dll.) kekiri dan kekanan; manggeraikan ramboei` — mengoeraikan ramboet. GERA', tagera` lebih keras artinja dalam hal jang koerang baik dari ,, tagara` — tergoentjang. Perbandingkan: baera'-era` dengan baara'-ara`, bategang-tegang dengan batagang-tagang, mangengkang dengan mangangkang; karengkang dengan karangkang, lendo dengan lando; maengke'-engke` dengan maangke'-angke` (walaupoen kata jang kemoedian ini tiada lazim). GERANG, sioela gerang — seb. oekiran. GERE — gila, lih. ereh, ere. GEROH, lih. goroh, goreh, keroh dan gesoh; gerohkan api-api — goreskan korek api. GESEH — lebih dari gisie; digeseh — disembelih. GESE', lih. geseh; manggese` — menjembelih. GESOH, manggesoh — bersentoeh; ana' ko manggesoh djoeo djo mandenjo — anak ini selaloe menggesel djoega kepada iboenja; gesohkan api-api — goreskan korek api; lih. geroh. GETEH (K. Toeo), manggeteh-geteh — menjombong, hendak meradjalela. GEWANG — gewang. GIAP-GIAPAN — takoet-takoetan, takoet kepada orang. GIGI — gigi; gigi garagadji — gigi gergadji; koedo doeo sagigi — koeda jang boeloenja merah atau hitam diselang-selang poetih; gigi tangga arowan moerah — ki.: keinginan datang waktoe tiada beroeang atau ta' koeasa lagi mengerdjakan; mangoenjahkan oerang bagigi — ki.: mengadjar orang pandai, jaitoe pekerdjaan jang tiada berpaedah. GIGIE(L) — gigil; damam manggigie — demam malaria; lih. gege. GIGIEH — tetap pada pikirannja, tiada lekas membenarkan kata orang; gigieh barakadjo — radjin bekerdja; gigieh baradja — radjin beladjar; mampagigiehkan — mempertahnkan. GIGI' — gigit; bagigi` — gigit-menggigit; paroei' manggigi` — peroet sakit; lidah tagigi' I — maloe, menanggoeng kasih, beroetang boedi; lidah tagigi' II — 'alamat akan makan daging. GILANG — gilang; gilang goemilang — gilang-gemilang, lih. gelang. GILI, manggili ajam — menggelitik ajam, soepaja ia maoe berlaga; manggili oerang — mengasoet orang; manggili tjingkarie` — menggelitik tjengkerik soepaja ia berboenji; ba' manggili indoee' ajam — meski berapa kali sekalipoen digelitik indoek ajam ia tiada djoega hendak melawan, demikianlah menjoeroeh seorang moerid jang penakoet menoeroet oedjian. |
GILIE(R), lih. gele(r). GILIENG — giling; manggilieng rokok — memboeat rokok; manggilieng lado — menggiling lombok; padati manggilieng kambieng — pedati menggelek kambing; giliengan — roda, lereng; boele' sagilieng, pitja' satapie` — ki.: artinja sekata, semoepakat, tiada lagi beroebah; boele' boelieh digiliengkan, pitja' boelieh dilajangkan — ki.: semoepakat; na' oetjo' dilawan damai, na' parang gilieng piloeroe — hendak berdamai baik, hendak berperang poen boleh disediakan 'alatnja, maksoednja: poelang ma'loem kepada lawan belaka. GILO — gila; manggilo — mendatangkan ingin (berahi), menjebabkan gila; manggiloi, manggilokan — memelihara; injo inda' gilo kamari — dia tiada biasa kemari; bagilo-gilo mamangkoee — gila-gila mematjoel, tiada berhenti-henti mematjoel; ,,kagilo-giloan beroebah mendjadi kagilan-gilan (= kaginta-gintalan) — keratjak; sikoeroep ko lah gilo — sekeroep ini gila (Holl. doi, verloopen); digilo baroee' barajoen — 'asjik melihat beroek berajoen-ajoen, mengharap-harap ia djatoeh, maksoednja ingin melihat barang jang tiada akan diperoleh, atau 'asjik melihat orang main pada hal kerdja sendiri tiada teringat lagi; tio' gilo tio' bakoengkoeeng, tio' mandi tio' bakoesoee` — 'ibarat orang perkara, tiap-tiap kali bersidang, haroes membajar oeang rapat (oeang medja); seperti orang masoek Pasar Malam atau Pasar Gambir, melihat permainan jang ada didalam wadjib poela membajar. GINDJAI, bagindjai datangnjo — datangnja tiada sama; dipagindjaikan mandjai` — tiada disama ratakan mendjahit kain. GINDJE', lih. gandje`. GINDJO — timpang, intjoet; inda' patah nan ta' gindjo — djika patah tentoe intjoet; tiap-tiap tjelaka meninggalkan bekas jang tiada baik. GINDJOEI' — tiada sama, berlain, tiada tjoekoep; oemp.: moeatan bendi jaitoe 3 orang, penoempang ada 4 orang, bagi 2 boeah bendi tiada tjoekoep dan oentoek satoe bendi, berlebih; moepakat toe ampie poetoieh, soerang nan manggindjoei` — moepakat itoe hampir poetoes, tjoema seorang jang berlain (tiada setoedjoe) pikirannja. GINJANG, genjeng; basiginjang — soeka merepek, meroseng, banjak tingkah; malah awa' kabadjalan banja' siginjangnjo — djika saja hendak pergi, banjak tingkahnja. GINTA(L), kaginta-gintalan, lih. kagilan-gilan pada kata gilo. GIPI', lih. gapi', garipi', rapi`. GIRIE', garie` — gerek; manggirie` — menggerek; soegirie` — segirik, goerdi, djara dan apa jang dipergoenakan oentoek menggerek; toeka' soegirie` — toekak jang makin lama makin dalam dan sangat sakitnja; akanjo manggirie` — ia sangat tjerdik, tjendekia; girie'-girie` — gobek; mangoentjang girie'-girie` — telah toea; girie'lah dë' kau langi', kau inda' djoeo ka den sara'i — ki.: pergilah kamoe (perempoean) mengadoekan halmoe kemana djoeapoen, lamoen kamoe tiada koetjeraikan. |
GIRIENG-GIRIENG
81
GOEMA'-GAMIE'
</noinclude>
|
GIRIENG-GIRIENG — n. seb. toemboehan, bidjinja jang masak gemerintjing boenjinja dalam koelit boeahnja; kelentoeng, giring². GISA(R) — gisar; manggisa — mendaboeng; digisa moentjoeengnjo djo lado — digosok moeloetnja dengan lombok (karena moeloetnja tadjam dan soeka mangasoet, dan seb.). GISIE(L) — gesel; manggisie — menjentoeh; kagisieran, kagisielan — sengal; bagisie — kena mengena, bergesel; bakagisielan — dikatakan tentang orang jang perkataannja menjakitkan hati sebelah menjebelah. GISIE', lih. garisie`. GISOEIH, bagisoeih — berbisik; mampagisoeihkan — mentjeritakan hal orang dengan berbisik; basigisoeih — selaloe berbisik-bisik, lih. gasoeih. GISO', kiso` — gasang, gangsang, koeat; giso' makan — koeat makan. GITAN — n. seb. kajoe jang bergetah. GITIE(R)-GITIE(R) — sematjam baling²; ba' tjando gitie-gitie — sangat tjepat. GITI', lih. galiti'; ko' kanai giti'njo, abih amoech njo — djika pandai mengambil hatinja, tiada ia pedoeli oeangnja habis. GOBAH — koeboer (Ar. koebah). GOBE' (dikota) — gobek. GODE (K. Toeo) — gobak. GODO' — n. seb. penganan, adonan diboelat-boelatkan digoreng; godo' batinta — godo' jang ditjempeloengkan kedalam tenggoeli; kiasan: tindjoe. GOEA(L) — menggoeal, memoekoel, memetik, memboenjikan; manggoea agoeeng, tjanang dll. — memboenjikan, memoekoel goeng, tjanang; manggoea biola, koetjapi — memboenjikan biola, memetik ketjapi; manggoea agoeeng — menjiarkan kabar; bertanja. GOEAM — goeam; lah toeo mangko dë' goeam — ki.: hal orang toea jang kelakoeannja atau pekerdjaannja seperti lakoe atau kerdja orang moeda. GOEBAH — goebah. GOEBALO — gembala; goebalo djawi — menggembalakan djawi; oerang goebalo — gembala, orang jang mendidik atau mengadjar, jang mendjagai; ba' oerang goebalo dibari bakarih — sebagai gembala diberi keris (keris itoe dipergoenakannja sebagai golok), demikianlah halnja orang diberi barang soeatoe jang tiada ia tahoe memakainja. GOEBI', koebi`, lih. kabi`. GOEDAM — godam; tahan goedam garagadji — tiada telap oleh penokok dan gergadji, artinja kabal. GOEDANG — goedang (di Kamang, Tilatang: kantor); goedang garam — goedang garam. GOEDANGGA (K. Toeo) — sombong, tekeboer. GOEDIE(R) — hantjoer, robak-rabik; badjoe den lah goedie — badjoe saja telah hantjoer. GOEDIRAP, lih. gadirap. GOEGOEE(R) — goegoer; manggoegoeeekan tala` — mendjatoehkan talak, bertjerai. GOEGOEEH — poekoel; manggoegoeeh taboeeh — memoekoel bedoek; manggoegoeeh pintoe — mengetoek pintoe. GOEGOEE' — goegoek; satinggi goegoee` — amat tinggi (tentangan orang, binatang). |
GOEGOEIH — goegoes; lanse' sagoegoeih — langsat segoegoes; sagoegoeihan kami — sekaoem kami. GOEGOEI' — goegoep, maloe-maloean, takoet-takoetan. GOEH — goes; sagoeh — sekali goes; doeo goeh — doea regoe, doea ketoempoekan. GOEJAH — gojah; aga' goejah atinjo — tiada koeat hatinja; goejah gajieh — goeal-gail, lih. gojah; goejah taga` — pendirian dapat dibatalkan orang. GOEJOE, manggoejoe — mengagah; djan digoejoe oerang sambajang — djangan diagah orang sembahjang (goejoe Jav.). GOELAI — goelai; manggoelai — menggoelai; manggoelai oerang — mengalahkan orang berdjoedi; goelai-goelaian — sajoer-sajoeran; sagoelai — sebanjak satoe kali menggoelai. GOELAMBAI, koelambai, kalambai — setan jang membakar roemah beberapa poeloeh atau ratoesan; api si goelambai — api jang terbang dari seboeah roemah jang angoes keroemah lain jang djaoeh letaknja. GOELAMBE', soelambe` — perlahan-lahan; bagoelambe` — bekerdja dengan tiada tergesa-gesa, perlahan-lahan. GOELAMPAI, lih. djalampai. GOELANG-GOELANG — pondok disawah tempat menoenggoei padi. GOELIE' — golek; bagoelie` — bergolek; manggoelie` — menggolek; tagoelie` — terdjatoeh, lih. gole`. GOELIENG — goeling; bagoelieng — bergoeling, djatoeh; bagoeliengan — berkaparan; goelieng parieng, goelieng palien;j — toenggang-langgang. GOELIGO I — goeliga; koedo ko bagoeligo — koeda ini koeat, tiada lekas pajah. GOELIGO II, digoeligonjo awa' tadi maminta' pitih — dari tadi ia merepek minta oeang. GOELIMANG, lih. galimang. GOELIMPANG, galimpang — gelimpang; tagoelimpang — terdjatoeh; bagoelimpangan — berkaparan. GOELINGGANG, galinggang — gelinggang, doea bangsanja: goelinggang gadang atau goelinggang laoei` dan goelinggang kete`; daoen kedoeanja dipakai djadi obat. GOELINTJIE, lih. galintjie. GOELITJIE', koelitjie`, lih. galitjie`. GOELOEENG — goeloeng; manggoeloeeng — menggoeloeng; paroei' manggoeloeeng — peroet sakit seperti dikatjau; manggoeloeeng djo tangan — menggotjoh; singgoeloeeng — kain atau daoen pisang kering digoeloeng, ditaroeh diantara beban dengan kepala, soepaja kepala djangan merasa sakit mendjoendjoeng; gadang singgoeloeeng pado baban, ki.: oemp.: harga kain tanah badjoe doea roepiah, oepah mendjahit satoe ringgit; besar belandja dari pendapatan; baban bare' singgoeloeeng batoe, lih. baban. GOELOEI' — goeloet; bagoeloei` — bergoeloet; tagoeloei` — tergopoh; manggoeloei` — menggesa; tagoeloei'-goeloei` — tergopoh-gopoh. GOEMA'-GAMIE', aloen tantoe goema'-gamie'njo parakaro ambo — beloem tentoe hilir moediknja (hitam-poetihnja) perkara saja. |
</noinclude>
|
GOEMALAI — kemalai; lamah goemalai — lemah kemalai. GOEMALO — kemala. GOEMAM — kemam; paneh bagoemam (bagamam) — panas ketika langit berawan; gala' bagoemam — gelak senjoem. GOEMAMBIE' — gementar; tanah goemambie` — tanah gementar. GOEMANTA(R) — gementar. GOEMARANG — nama koeda radja Minangkabau dipakai djoega oleh Tjindoee Mato mendjempoet Poeti Bonsoe ke Soengai Ngiang. GOEMARAU, lih. koemarau. GOEMI — boemi; goemi dan langi` — boemi dan langit; lih. boemi. GOEMI', lih. gami`. GOEMILANG — gemilang; gilang-goemilang — gilang-gemilang, lih. gelang. GOEMIRAU — gemerlapan. GOEMIRIENG, aie mato irieng-goemirieng — air mata bertjoetjoeran. GOEMIRILAP — gemerlap. GOEMIRO' — berdebar; goemiro' darah didado — hati berdebar. GOEMPANI — kompeni; paroei'njo bagoempani — ia takoet; lih. koempani. GOEMPANJI, lih. goempani. GOEMPANO — gempita. GOEMPITO, gampito — gempita. GOEMPO (Fort v. d. Capellen dan Boeo) — dikatakan tentang batang padi atau katjang goreng jang besar roempoennja, tetapi koerang boeahnja atau isinja, (di IV Koto artinja tiada berboeah tentangan padi). GOENAJO (Koto Toeo) — penoeh sesak, dikatakan tentang orang berkeroemoen, berdoejoen-doejoen. GOENAWAN (goena+wan) mendjadi goenawan; demikian djoega biasa diseboet roepawan, aratawan, bangsawan. GOENDA(R) I, manggoenda — memoekoel atau menindjoe. GOENDA(R) II — beroes, (boender? Holl.); goenda badjoe, goenda sipatoe — beroes badjoe, beroes sepatoe. GOENDIE' (kota) — goendik. GOENDJA(.), manggoendja — mentjotjok kedalam soeatoe loebang dengan tongkat atau memidjak tanah soepaja keloear binatang jang didalamnja, lih. oendja. GOENDJAI, lih. boendjai, djoembai. GOENDJE', manggoendje` — mengangkat keatas; manggoendje' (ati) oerang — mengandjoeng orang; mengasoet. GOENDJIENG — adjoedjah, oempat; mampagoendjiengkan oerang — memperkatakan kedjahatan orang dibelakangnja. GOENDJO — landak, bangsanja: goendjo babi, goendjo itie' (goendjo itie` boleh dimakan orang Islam). GOENDOE — goendoe; alamat goendoe katjele', batjarai diawang-awang, ki.: 'alamat pekerdjaan tiada selamat, jang akan mengoeroeskan tiada lagi semoepakat. GOENGGOEENG I — gonggong; manggoenggoeeng — menggonggong; manggoenggoeeng mambao tabang — ki.: melarikan gadis orang. GOENGGOEENG II — seb. karang, baik |
diboeat tjintjin; goenggoeeng kinantan — gonggong jang poetih semata, kata orang bertoeah. GOENI — goeni; karoecng goeni — karoeng goeni; sagoeni pitihnjo — sangat banjak oeangnja, lih. goni. GOENO — goena; pagoeno — bergoena; mampagoenokan — mempergoenakan; maleh goeno, sebenarnja mambaleh goeno — membalas goena; goeno ba' goeno aloe, soedah manoemboee' batjampa'kan — seperti aloe, waktoe menoemboek baroe teringat, lepas menoemboek diboeang lagi; goenawan — goenawan. GOENOEENG — goenoeng; ba' maharo'kan goenoeeng — sangat harap; setinggi goenoeng — amat tinggi; sakapa mandjadi goenoeeng — jang sedikit mendjadi banjak tentangan pengadjaran. GOENTE', lih. gante`. GOENTIE', gantie'; djantie` — djentik. GOENTIENG — goenting, bangoen; manggoentieng — menggoenting; manggoentieng roemah — memboeat bangoen roemah; panggoentiengan — pertja jang didapat setelah menggoenting; manggoentieng ati — menjakitkan hati; manggoentieng siba badjoe — ki.: perdjamoean mengangkat seorang mendjadi penghoeloe dalam kaoemnja, karena kaoemnja ini telah kembang; manggoentieng dalam lipatan — ki.: mendatangkan bentjana kepada teman jang pertjaja kepada kita; ba' digoentieng paratian — sangat sedih. GOENTJE', lih. gante`. GOENTO, manggoento — oedjoeng toioendjoek atau djari malang ditekankan (dilentoerkan) keperoet iboe djari laloe didjentikkan, soepaja oedjoengnja mengenai orang atau barang lain. GOENTOEENG — goentoeng, poenah, tiada toeroenannja: poesako goentoeeng — poesaka kaoem jang telah poenah. GOEO — goea. GOERAB — gorab. GOERABAI, garabai; tagoerabai — hampir djatoeh, tetapi dapat berpegang atau ada jang menahan, lih. gabai. GOERABA' I — kereta sorong; manggoeraba` — mentjari rezeki membawa barang dengan kereta sorong. GOERABA' II, garaba' III; manggoeraba' aie matonjo — bertjoetjoeran air matanja; manggoeraba' djamboe (dibatangnjo atau ditanah) — penoeh djamboe (dibatangnja atau ditanah). GOERADJAI, garadjai, lih. gadjai; tagoeradjai — terlepas; terloentjoer dari tempatnja, oemp.: atap; kami bagantoeeng toean goeradjaikan — kami harap kepada toean, tetapi toean toemangkan (toean poetoeskan pengharapan kami itoe). GOERAJANG, koerajang — gerajang; manggoerajang — menggerajang, dikatakan tentang koetoe, oelat jang banjak. GOERAJO', lih. koerajo`. GOERANJE', garanje` — gerenjet, lih. ganje`. GOERAPAI, manggoerapai — mentjapai atau meraba keatas, kiri kanan, seperti lakoe orang hampir terbenam, lih. gapai. |
</noinclude>
|
GOERATIEH — ligas, sem. perdjalanan koeda kendaraan orang Melajoe. GOERAU — goerau; bagoerau — bergoerau; goerauan — soeka bergoerau. GOERETEH, goereteh ba' tjando ka io, tapi inda' tjie' djoeo — banjak tjakap, tetapi tiada tampak bekasnja. GOERIBI', lih. garibi`. GOERIH — gores; nan tagoerih diati, nan takalang dimato — jang terpikir atau terasa dalam hati. GOERIE' — korek; tjoekie goerie` — mentjari dan mentjeritakan kesalahan orang; manggoerie' atinjo na' pai — sangat ingin ia hendak pergi. GOERIMI', manggoerimi` — menggerak-gerakkan bibir seperti orang membatja dalam hati; goerimi'-timi` — keropas-kerapis, lih. garimi`. GOERINDA, garinda — gerinda; manggoerinda — menggerinda, mengasah dengan gerinda, atau memoekoel orang beberapa kali. GOERINDAM — goerindam; tipoe Atjeh goerindam Baroeih — tipoe dan moeslihat orang Atjeh dan gerindam orang Baroes. GOERINDJAM — gerindjam; manggoerindjam — menggerindjam. GOERINJIE' — robok; manggoerinjie` — merobok; manggoerinjie' atinjo — terbit nafsoenja hendak pergi atau mengikoet (kebiasaan kalau melihat orang beramai-ramai pergi); lih. garinjie`. GOERITIE', lih. garitie`. GOERITO I, ikan goerito — sotong. GOERITO II — kain pemaloet peroet boedak jang baroe lahir, lih. koerito. GOEROE — goeroe, tjontoh, teladan; mamboee' roemah ko, nan mano nan diambie' djadi goeroe? — akan memboeat roemah ini, roemah mana djadi tjontohnja?; ba' niroe ba' tampian, ba' goeroe ba' (ana') sasian — bagaimana lakoe perangai goeroe, begitoe djoega fi'il moerid; bagoeroe — beladjar, bergoeroe; bagoeroe kapalang adja, ba' boengo kambang ta' djadi — ki.: peladjaran jang tiada sempoerna tiada akan memberi paedah. GOEROEEH — goeroeh; ba' boenji goeroeeh — gemoeroeh; inda' goeroeeh di rang paka', inda' kile' di rang boeto — orang pekak tiada mendengar goeroeh dan orang boeta tiada mengenal kilat, demikianlah halnja orang jang bodoh, tiada tahoe akan arti perkataan serta kias dan sindiran. GOEROEHANO, lih. garahano. GOEROEIH, 1 goeroeih — 12 loesin = 144 boeah. GOEROEN — goeroen, tanah jang tiada ditanami; goeroen tandeh — tanah jang tiada ditoemboehi apa-apa. GOESI — geraham jang toemboeh kemoedian sekali, lih. gosi. GOESOEE', lih. koesoee`. GOETIE(L), lih. koetie. GOETIE' I, manggoetie` — mengambil sedikit-sedikit. GOETIE' II, kanai goetie'njo — pandai berkata jang menjenangkan hati orang; kanai goetie' moengko injo djadi berang — kena asoetan maka ia djadi marah. GOETJI I — goetji. |
GOETJI II — n. soeatoe soekoe di Minangkabau. GOGE', lih. p. tilandjang. GOGO — gaja, kekoeatan; inda' bagogo lai — tiada koeat lagi (tentang orang). GOGO', tagogo` — bata-bata, doea hati karena maloe atau sebab jang lain. GOHONG, lih. gaoeeng; tanah bagohong — tanah berloebang. GOJAH — gojah; gigi gojah — gigi bergojang, lih. goejah. GOJA' — goentjang, lih. oja'; roemah bagoja` — roemah bergoentjang; digoja' gampo — digoentjang gempa. GOJANG — gojang; gojang atinjo — doea hatinja. GOJOH I, lah gojoh — telah toea (tentangan orang). GOJOH II — goentjang. GOLE' — golek; tagole` — tergelimpang, terdjatoeh; manggole'-gole', bagole'-gole` — berbaring; bagole'-gole' kasaki'an — mengempas-empas dan bergoeling-goeling karena kesakitan; manggole'kan — menggoelingkan; bagole'an — bergelimpangan; gole' pinang — miring (tjondong) jang berangsoer-angsoer; datang manggole` — hal apa-apa jang diperoleh dengan tiada bersoesah pajah; nan boele' datang manggole', nan pipieh datang malajang — apa jang boelat datang bergoeling dan jang petjak datang melajang sendiri, artinja: keoentoengan dan ni'mat lain-lain datang dari mana-mana; manggole' sadjolah — ki.: serahkanlah diri soepaja ditolong orang; manggole' batang tagoelieng — ki.: mengerdjakan pekerdjaan jang moedah; tagole' dinan data — ki.: mendapat tjelaka pada tempat jang tiada disangka-sangka. GOLO' I — aloeng. GOLO' II — golok, parang. GOLO' III, manggolo` — menggadai. GOLONG — goeling; roda manggolong — roda bergoeling; lape' golong — lepat jang digoeloeng dalam daoen pisang; golongan goeroe-goeroe — kaoem goeroe-goeroe; sagolongan — dalam soeatoe djabatan jang sama; laboeeh nan golong, pasa nan rami — negeri (kota) jang ramai, djalannja besar, pasarnja ramai. GOMBA' — gombak; ana' bagomba` — ki.: anak kesajangan (ketika anak ini ketjil ramboetnja dipandjangkan, kemoedian akan digoenting dengan memboeat perdjamoean jang dinamakan manggoentieng gomba`). GOMBANG — tampan. GOMBO' — pipi, lih. gembo', gambo' I. GOMO — kotoran jang lekat pada oeboen² boedak ketjil. GOMO' I, manggomo` — memegang soesoe perempoean dengan kelima djari; perb. dengan gama`. GOMO' II — lemak binatang (boekan bahasa Minangkabau). GOMPONG — papak, lih. kompong. GONDJA', manggondja` — oenggit; bagondja' (basigondja') — oengkang-oengkit, djoengkang-djoengkit; gondja` (Koto Toeo) — perkakas pemoekoel teloer oentoek pemboeat koee; lasoeeng gondja` — lesoeng jang aloenja |
</noinclude>
|
dioenggit dengan kaki (Kamang); tagondja' atinjo — soeka hati karena dipoedji, kebiasaan mendjadikan sombong; perb. dengan ondja', londja`. GONDJE', lih. ondje`. GONDJONG — gondjong; gondjongnjo raboeng mambatjoei` — gondjongnja seperti reboeng jang baroe toemboeh; digondjongnjo aboee' madoenjo — ditangkapnja laloe didjindjingnja ramboet madoenja. GONDO' — pendek badan atau pendek bagian badan. GONI, lih. goeni; pitihnjo sagoni — oeangnja banjak. GONTAI — perlahan-lahan; badjalan gontai — berdjalan lambat-lambat. GORA' (Koto Toeo) — dikatakan tentang batang padi jang soeboer toemboehnja, tetapi koerang boeahnja. GOREH — gores; tagoreh — tergores; gorehkan (korehkan) api-api — goreskan korek api; lih. geroh, gesoh, keroh. GORENG — goreng; goreng pisang, goreng katjang, goreng ajam — kerap kali terdengar dikatakan orang pisang goreng, ajam goreng (seboetan ini salah); manggoreng — menggoreng, artinja menjombong; djan manggoreng djoeo lai — ki.: berhentilah menjombong ! GOROH, geroh — sembelih; manggoroh — menjembelih. GOSI, lih. goes ; toemboeeh gosi — toemboeh geraham jang achir sekali. GOSOH — gosok; manggosoh — menggosok, mengilapkan. GOSO' — gosok; kanai goso' (digoso') — diasoet. GOSONG — gosong. GOTJOH — kotjoh; tagotjoh-gotjoh — tergesa-gesa, bergoeloet. GOTJO', bagotjo` — boenji kaki kalau masoek loempoer dalam. `I.` I (di Tilatang pada permoelaan beberapa perkataan) — si atau di; i Minah — si Minah; iseno — disitoe. IAI, perkataan mengedjek, kependekan biai; iai! lah kajo injo kini — boekan alang kepalang sombongnja, karena sekarang ia telah kaja. IA' I, (pada setengah negeri di Agam) panggilan kepada iboe — ma'. IA' II (Padang) — nenek perempoean. IA' III (Agam) — angkat; maia` — mengangkat; taia` — terangkat; sagan baia` — malas berbangkit, artinja malas bekerdja, perb. dengan kia`. IANG I — hiang, jang; maniang (maniangko), mandiang (mandiangko) jaitoe: man+iang, artinja jang telah menoedjoe (kembali kepada) hiang — marhoem; sambahian sebenarnja sambah+iang — sembahjang; maiang, mahiang — menjeroepai hiang, artinja amat bagoes; djange' njo maiang — koelitnja seperti koelit hiang, artinja amat bagoesnja; oela mangiang — oelar jang amat bagoes, jaitoe pelangi; pada beberapa negeri diseboet orang mangindo. |
IANG II, baiang (Koto Toeo); mato den baiang samalam ko — semalam mata saja tiada maoe tidoer. IANG III, iangi (Koto Toeo) — senggarakan, selenggarakan; inda' itoe nan ka den iangi — tiada lajaknja saja akan mengerdjakan itoe; inda' taiangi di den — tiada sempat (tiada soeka) saja menjelenggarakan. IBA(.), maiba-iba — dikatakan tentang baoe boesoek jang sekali-sekali berbaoe; taiba-iba — terbaoe-baoe boesoek. IBADAT — 'ibadat; baibadat — ber'ibadat. IBAH — hebah, pemberian harta kepada orang lain jang boekan ahli waris; maibahkan — menghebahkan, memberikan seperti terseboet diatas. IBARAT — 'ibarat; ambo ibarat aboe diateh toenggoee — saja seperti ('ibarat) aboe diatas toenggoel, artinja dengan moedah dapat dipetjat dari pekerdjaan; baibarat — berpantoen jang berisi 'ibarat; pantoen 'ibarat oempamanja: baraki'-raki' kaoeloe, baranang-ranang katapian; basaki'-saki' daoeioe, ko' le sanang kamoedian. IBILIH — iblis; ibilih kasa — orang jang djahat; baibilih — sifat orang jang soeka marah. IBO — iba; iboi — kasihani; baibo-ibo maminta` — mendajoe-dajoe meminta; ibo dioerang bantji dibadan — sajang kepada orang, bentji kepada diri sendiri, jaitoe karena menolong orang, awak sendiri mendapat kesoesahan. IBOE I — iboe; iboe bapo — iboe bapa; saiboe sabapa', saiboe sabapo — seiboe sebapa; doensana' iboe — saudara sepoepoe; ba' tjando ana' inda' baiboe — koerang terpelihara. IBOE II — tjioem; maiboe — mentjioem boedak ketjil. IBOEE(L) — nama sebangsa niboeng. IDAH — 'iddah; idahnjo lah sampai — 'iddahnja telah habis; sara' disilaki-laki, idah disiparampoan — laki² koeasa mentalak perempoean, perempoean wadjib menanti 'iddah. IDAM — idam; mangidam — mengidam; mangidamkan — mengidamkan; pangidaman — idam-idaman; itoe lah lamo ambo idamkan — itoe telah lama saja inginkan; wa' ang diidamkannjo, inge'-inge' ang! — ia mendendam kamoe, ingat-ingatlah kamoe ! IDANG, lih. edang. IDEH — bagian idjoek jang baik diboeat tali; maideh — memintal tali; badjoe den lah maideh — badjoe saja telah loesoeh; arti jang sebenarnja: tinggal lagi bagian jang keras (koeat) sadja; idoei'njo lah maideh — ki.: halnja amat soesah (miskin). IDJAB — idjab. IDJARAT — hadjrat, waktoe lahir orang; lai basoere'kan idjarat ana' ko? — adakah ditoeliskan tanggal lahir anak ini ? IDJASAH — idjazah. IDJAU — hidjau; tabangnjo sampai kalangi' idjau — terbangnja terlaloe amat tinggi. IDJEN (v. d. T.) — tidak; kapai ang ?; djawabnja: idjen! — maksoednja: hendak mengikoet kamoe ? djawabnja: tidak ! IDJIN, isin — idjin, izin; maidjinkan — mengidjinkan, mengizinkan; inda' idjin diambo — |
</noinclude>
|
tiada saja beri izin; minta' kaidjinan — minta idjin; saidjin-idjin ati — dengan rela. IDJO — edja; idjoan — edjaan; maidjo kadji — mengedja peladjaran; maidjo oerang (Koto Toeo) — memperhatikan lakoe dan tabi'at orang, akan ditjeriterakan kepada orang lain. IDJOEE' — idjoek; taidjoee` — ketjewa; tampa' idjoee' ta' basaga, loerah ta' babatoe — njata bahwa idjoek ta' ada segarnja dan loerah ta' ada batoenja, artinja tidak ada kaoem atau sahabat seorang djoeapoen jang dimaloei atau ditakoeti orang; sisoengoei'njo lah maidjoee` — soengoetnja telah kelihatan hitam roepanja; ba' mandape' tjintjin idjoee` — memperoleh soeatoe barang jang tiada dapat dipergoenakan. IDOE — tjioem; maidoe boengo — mentjioem boenga. IDOEENG — hidoeng; ba' ba(r)ana' gadang idoeeng — seperti beranak jang hidoengnja besar, selaloe dipandang (ditengok): demikianlah dikiaskan kepada orang jang baroe mendapat apa-apa selaloe ditengoknja; sagadang boto idoeengnjo dipoedji oerang — ia amat soeka, karena dipoedji orang; diatoee oerang idoeeng — ki.: menoeroet kemaoean orang dengan tiada tahoe membantah; membeli barang dengan harga mahal; balantoeeng idoeeng awa' inda' disaponjo — ki.: berdekatan saja dengan dia, ia tiada hendak menjapa saja (tanda tjongkak). IDOEI' — hidoep; maidoei'i api — menjalakan api; maidoei'i oerang — membelandjai orang; maidoei'kan — menghidoepkan; saidoei' den — selagi saja hidoep; idoei' darah den soeroei` — ki.: baroelah saja bersenang hati (tiada koeatir lagi); idoei' tjat toe — tjat itoe berkilat; idoei' atinjo mangadji — deras adjarnja; oedjoeeng papan toe idoei' sakete` — oedjoeng papan itoe tinggi (naik) sedikit; injo pandai idoei` — dengan pendapatan (gadji) sedikit ia hidoep sederhana dan tiada beroetang; idoei' bakarilahan — hal penghoeloe 'adat jang diganti ketika ia masih hidoep; idoei' nan ka dipakai, mati nan ka dipagantoeengi — 'ilmoe jang baik dipakai didoenia dan diachirat; adat idoei' tolong batolong — hendaklah kita bertolong-tolongan; lamo idoei' bagai dirasai — orang jang telah ber'oemoer, banjak jang telah ditanggoengnja, oleh karena itoe biasanja ia tahoe timbang-menimbang. IDO' — ídap; maido` — mengídap; maido'kan — menanggoeng (penjakit); paido'an — ídapan. IEH — hias; baieh (kanieng) — bertjoekoer kening; pariasan, paraiasan — perhiasan; maiasi — menghiasi; pariasan doenie — harta benda, roemah tangga, perdjamoean dsb.; iasan — soeka berhias. IGAMO, agamo, oegamo — agama; igamo isilam — agama Islam; igamo djailiah — (agama) djahiliah; oerang inda' baigamo — orang jang tiada senonoh kelakoeannja. IGAU — hoeroe hara; taigau — terkedjoet; maigau — takoet madjoe, oemp.: koeda jang melihat barang atau mendengar boenji jang gandjil. |
IKAN — ikan; baikan — mentjari (menangkap) ikan; njao-njao ikan — njawa-njawa ikan; takile' ikan dalam aie, tantoe djantan batinonjo — sebentar sadja kelihatan ikan dalam air, dapat diketahoei ikan itoe djantan atau betina, demikianlah hal orang jang bidjaksana, dapat ia mengetahoei apa toedjoean perkataan atau maksoed orang. IKARA(R) — ikrar; baikara — berdjandji tegoeh; maikarakan — mengikrarkan; diikarakan diati, ditasadie'kan dilidah — diikrarkan didalam hati dan dioelang-oelang dengan lidah; diingat dengan hati dan diseboet-seboet dengan moeloet, soepaja djangan loepa; djandji ditapati, ikara dimoeliekkan — djandji dan ikrar djangan dimoengkiri. IKE' — ikat; maike' tjintjin — mengikat tjintjin; maike' deta — mengikat destar; ikatan djo boeatan — moepakat jang diboeat oleh kerapatan penghoeloe; taike' takabe` ....... lih. kabe`. IKI' — perkataan terpakai dalam permainan boedak² dengan kemiri, kelereng atau oeang. Tiap² boedak melemparkan aloengnja kepada soeatoe tempat jang telah ditentoekan, siapa jang aloengnja dekat kepada tempat itoe, iki' namanja dan ia jang moelai main; lawannja pantjin, artinja tjorot. IKILAS, ikileih — ichlas; toeloeih ikileih — toeloes dan ichlas. IKO — ini; baiko (baeko) — nanti, kelak; baiko patang — petang nanti; baiko-baiko — lebih lama dari nanti; iko, ba' itoe anjo lai — sekarang, begini; aloen taikokan, aloen dape' den maikokan — beloem dapat dipastikan, beloem dapat saja menetapkan; kaiko — kemari; pabilo kaiko? — bila kemari?; sa(k)iko — sebegini; iko nanjko — jang ini; ba' iko — seperti ini; ba' nan iko mendjadi ba' nangko — seperti ini. IKOEE(R) — ekor; ikoee koeali — pantat koeali; ikoee koto — penghabisan kota, lawannja kapalo koto; sikoee — seekor; bare' ikoee — malas berbangkit, malas bekerdja; maikoee — menoeroet sadja apa jang dikatakan orang dalam permoepakatan; baikoee-ikoee — berboentoet-boentoet, hal boedak jang selaloe mengikoet iboenja; baikoee kabalakang — tiada bebas dalam soeatoe pekerdjaan, karena mengingat anak-anak jang ditinggalkan; ba' langau diikoee gadjah — ki.: selaloe menoeroet kemaoean orang besar atau orang jang pandai; ba' baloei' digatie ikoee — ki.: mentjatjar, gelisah; manganda'kan tji' arimau tagantoeeng di ikoeenjo — ki.: ingin kepada barang jang soesah didapat, permintaan jang tidak dapat diperkenankan. IKOE', kikoei` — ikoet; maikoei` — mengikoet apa jang diboeat orang, oemp.: ma'moem : mangikoei` — mengikoet perboeatan imam dalam sembahjang; ikoei'tan oerang — orang jang ditoeroet orang pikirannja. ILAHAM — ilham. ILA' I — elak; maila` — mengelak, berdalih; taila' dari maro bajo — terlepas (loepoet) dari marabaja; baila' ilam — berdalih; menjemboenjikan diri, sebab tiada maoe menepati djandji; lih. ilam. |
</noinclude>
|
ILA' II — oekoeran jang menentoekan berapa lebar kain jang akan ditenoen; perkakas akan pemoetar benang; ba' ila' tjarai djo banang — ki.: tiada akan bertemoe-temoe lagi. ILALANG, alalang — lalang; maando' dibalie' ilalang saalai — bersemboenji, tetapi kelihatan djoea; ilalang nan tasia, sitjere' manompang mati — ki.: orang jang tiada berdosa, toeroet terhoekoem djoea. ILAM, basiila' ilam, baila' ilam; lih. ila' I. ILANG — hilang; ana' den batigo nan ilang — anak saja tiga orang jang meninggal; mailangkan — menghilangkan; mailang, basiilang — tiada menampakkan diri; aso ilang, doeo tabilang — pertama hilang, kedoea termasjhoer, 'alamat tetap hati mengerdjakan soeatoe pekerdjaan; ba' dape'njo ba' ilangnjo — barang jang diperoleh dengan djalan jang tiada baik, hilangnjapoen demikian djoega; moedah diperoleh moedah hilangnja; ilang tantoe rimbonjo, mati tantoe koeboecenjo — oemp.: tentang oeang jang telah habis, dapat ditoendjoekkan apa jang dibeli atau apa jang diboeat dengan oeang itoe; lawannja: ilang ta' barimbo, mati ta' bakoeboee atau ilang ta' tantoe rimbonjo, mati ta' tantoe koeboeenjo; pindjai' ilang ditigo ari djo kabau — ki.: lebih banjak ongkos perkara dari pada harga barang jang diperkarakan; mandape' samo balabo, kailangan samo maroegi — hal orang berekanan: laba dan roegi sama² dipikoel. ILAT — roesak; awa' den lah ilat — saja telah roesak; baban bare' nan mailat — memikoel beban berat jang meroesakkan badan. ILAU; bailau — menari dekat harimau atau boeaja jang tertangkap meskipoen telah mati; di Solok: meratapi anak moeda jang mati dirantau. ILIE(R) — hilir; mailie — mengalir; mailiekan — mengalirkan; mailie-iliekan — mendoriong-dorongkan, soepaja berboeat soeatoe pekerdjaan; mailie aie lioee — sangat ingin; batambah ilie — dikatakan tentang orang sakit jang bertambah letih; roendiengan toe inda' bakailieran dinjo — ki.: roendingan itoe tiada terang kepadanja; ba' bidoee' dikajoech ilie — 'ibarat seseorang telah sangat lapar, disoeroeh makan, tentoe dengan segera dikerdjakannja. ILIEAIE(R), lih. aliaie. IMA' I, maima` — meniroe boenji atau perboeatan akan djadi senda; maima' gaga` — meniroe boenji gagak. IMA' II, maima` — menoleh; djan maima' djoeo badjalan, tataroeeng baiko — djangan menoleh kekiri kanan waktoe berdjalan, nanti tersandoeng. IMAM — imam. IMAN — iman; iman den bakoetja' mantjalie' padoesi toe — teperdaja saja melihat perempoean itoe; koerang iman — moedah didaja setan; tagoeeh (tago') iman — tiada dapat didaja setan. IMANAT, lih. oemanat. IMAT, ime` — hemat; baimat — berhemat; maimatkan kain — menghematkan kain, soepaja djangan robek atau lekas loesoeh; imat barakadjo — tjermat bekerdja; imat pangka |
kajo — djika hendak kaja, hendaklah hemat. IMBA(L) — tiada sepadan tentang 'oemoer atau besar atau warna, oemp.: doea orang laki isteri atau barang². IMBANG, maimbang — memilih; maimbang oerang — membedakan orang kaja dengan orang miskin dsb.; diimbang oerang — tiada maoe orang menerima, kalau datang meminang orang; atau tiada diterima orang bila ia hendak masoek soeatoe perhimpoenan; injo inda' maimbang lawan — ia tiada membedakan orang, miskin dan kaja sama padanja; tiada memilih kerdja, berat dan ringan maoe ia mengerdjakan. IMBAU — panggil; maimbau — memanggil; sapaimbauan — sepenjeroe; toemboeeh karadjo baie' baimbauan, toemboeeh karadjo boeroee' baimbauan — dalam hal jang baik dan djahat oemp.: berdjamoe dan kematian hendaklah bertolong-tolongan; taimbau di oerang kadatang, tasoeroeeh dioerang kapai — ki.: menjoeroeh seorang berboeat soeatoe pekerdjaan, jang telah hendak dikerdjakannja. IMBEH, taimbehkan; inda' taimbehkan oerang mambali dë' njo — tiada terlajani olehnja orang jang membeli barangnja, artinja amat banjak jang membeli; inda' taimbehkan pitih datang keh njo — tiada terbilang banjak oeang datang kepadanja. IMBOEEH — imboeh; ambo patoekakan kabau ambo djo djawi si Tamin, diimboeehnjo saalai kain Boegih — saja pertoekarkan kerbau saja dengan lemboe si Tamin, imboehnja sehelai kain Boegis. IME', lih. imat. IMPAU, mangimpau — menggembalakan (teroetama kerbau dan lemboe). IMPI' — tindih; taimpi` — tertindih, tertimpa; lidah taimpi` — ki.: maloe akan mengatakan, karena beroetang boedi; lidah sadang taimpi` — sedang makan; sapoeloech batang batindih nan dibawah djoeo nan ka taimpi` — ki.: djika terbit kesoesahan, oemp.: dalam berdjamoe. tentoe orang jang berdjamoe djoega jang akan menanggoeng; tarambau diimpi' djandjang — ketika djatoeh ditimpa lagi oleh tangga, artinja seperti hal orang kematian, wadjib poela selamatan beberapa hari lamanja, ja'ni mengeloearkan belandja dan bekerdja. IMPOEN — himpoen; baimpoen — berhimpoen; maimpoenkan — menghimpoenkan; paraimpoenan — perhimpoenan. IMPO' — timpa; maimpo` — menimpa; roemah toe roentoech, diimpo' batang karambie — roemah itoe roeboeh karena ditimpa batang njioer; diimpo' goenoeeng loeroech — ki.: banjak mendapat poesaka; diimpo' lae, dirao' kain basah — ki.: hilang 'akal, oemp.: karena beberapa hal jang sama² ditanggoeng dan datang dengan tiba². INAI — inai; bainai — menginai koekoe; maanta inai — soeatoe perarakan dan perdjamoean waktoe mempelai berinai; inai tatapoeeng kockoe tangga — 'ibarat roemah soedah, tetapi jang akan mendiami meninggal; nan diinai kockoe, nan diintai itoe, artinja |
</noinclude>
|
itoelah jang saja kehendaki; kaki tataroeeing inai padahannjo, lih. pada taroeeng. INAN, pai inan! — pergi kesitoe! lih. sinan. INANG — inang; inang pangasoech — inang pengasoeh: mainang — memelihara baik² (anak gadis, kerbau dll.) soepaja bagoes atau gemoek; ana' inangan — anak jang dipelihara baik²; diinangnjo bana mamboee' roemah toe dë' toekang — toekang itoe memboeat roemah itoe dengan sebaik-baiknja. INANGO — kenanga. INDA(R) — elak; mainda — mengelak; mainda dari nagari — berdjalan meninggalkan negeri; maindakan karadjo — ketika ada kerdja dalam soeatoe kaoem, ada seorang pergi berdjalan kenegeri lain, soepaja djangan ia bersoesah pajah; maindakan moesoech — pergi ketempat lain, soepaja djangan timboel sengketa; moesoech djan diari-ari, basoeo djan diindakan — djangan ditjari-tjari perselisihan atau permoesoehan, tetapi djika bertemoe djangan mengelak (diari-ari = ditjari-tjari). INDAH, endah — indah; inda' maindahkan oerang — tiada mengindahkan orang; inda' maindahkan karadjo — tiada mempedoelikan kerdja; nan merah sago, nan koerie' koendi, nan indah baso, nan baie' boedi — artinja jang indah boekannja orangnja, melainkan boedi bahasnja. INDAJANG — pelepah njioer. INDA' — tidak; inda' dape' tida` — tiada dapat tiada; mainda'kan — menidakkan; bainda` — tiada mengakoe, mengatakan tidak; basiinda' pandjang — teroes tiada mengakoe; selaloe mengatakan tidak; painda'kan — alasan (sebab) maka ditidakkan. INDANG — indang; maindang — mengindang; permainan anak laki² menari-narikan gendang dan menjanji-njanji, kadang² sampai berdaboes; inda' taindang dë' njo dada' babia' lai — ki.: ia tiada lagi koeasa (berkodrat). INDAROEENG — n. sebangsa pohon. INDAROEIH — ajam jang alah disaboeng, baik loeka atau telah mati dan mendjadi kepoenjaan jang menang; awa' lah djadi indaroeih samalam ko — ki.: saja alah main tadi malam. INDEH, maindeh koekoe — pendek mengerat koekoe sampai kedaging; maindeh sisie` — memboeang sisik (menjisik) ikan sampai kedaging. INDIE' — impit; maindie` — mengimpit; baindie'-indie` — berimpit-impit. INDI', koekoee' ajam toe indi` — kokok ajam itoe pandjang dan beranak-anak. INDJAH, indja` — indjak, endjak, pidjak; maindjah — mengindjak; indjah-indjah, indja'-indja` — sanggoerdi. INDJA', lih. indjah. INDJIE(L) — indjil. INDJI', andji` — oentoek, bagi, lih. anji', nji`. INDJO' — lidi² jang dipasang pada moeloet boeboe, soepaja ikan jang telah masoek kedalamnja tiada dapat keloear; lah masoee' loekah baindjo` — ki.: terdjeroemoes kedalam lembah kesoesahan dan tiada moedah lagi keloear, lih. loekah. INDO I, inda` — tidak; indo basoeo — tiada bertemoe. |
INDO II, indo banat — 'aina'lbanat (?). Nama negeri atau gelar orang: Indopoero — Inderapoera; Indogiri — Inderagiri; Madjo Indo — Maharadja Indera; lih. mangindo. INDOE — nenek mojang dahoeloe, indoek; saindoe-indoenjo — satoe nenek mojang jang seasal; sapa(r)indoean — sekalian jang satoe indoek atau iboe; djaoech mantjari soekoe, ampie mantjari indoe — djika telah djaoeh pertalian keloearga, ditjari jang sesoekoe; kalau dekat, ditjari pertalian indoek. INDOEE' — indoek, iboe; indoee' nasi, indoee' bareh — isteri; indoee' samang — indoek semang; indoee' angkang — jang kepala tentangan perkoempoelan orang djahat atau tentang sekawan binatang; indoee' ameh — emas jang mengoepasai tambang, besarnja seperti koetjing; indoee' api — api jang diberi sampah² atau ditimboen dengan sekam akan dipakai lama; ba' ajam inda' baindoee` — seperti anak² jang kematian iboe, melarat hidoepnja. INEH, maineh — mentjoetjoep seperti oelar besar atau pelesit. INGA(.), mainga-inga, lih. maiba-iba. INGAH, maingah ana` — mendjaga (memelihara) anak; maingah ati — mentjari penghiboeran hati, soepaja djangan terkenangkan lagi hal jang telah terdjadi; ingahan — pendjagaan; samparono ingahan koedo ko — amat baik pendjagaan koeda ini. INGAN, taingan-ingan; inda' taingan-ingan di ambo na' mandjoea roemah — sekali-kali tidak ada ingatan saja hendak mendjoeal roemah saja, perb. dengan angan. INGANTOEE(R) (Soengai Poear) — loetoet; ingantoee ang amieng nan pandjang — tjoema badanmoe sadja jang besar, tetapi 'akalmoe pendek; lih. singantoee. INGE' I — ingat; mainge` — mengingat; inda' tainge` — tiada teringat, loepa; ingatan — ingatan; inge'-inge` — ingat-ingat; inge' samantaro aloen kanai — ingat sebeloem kena; loepo mainge'kan, takalo' mandjagokan — 'adat orang bersahabat, djika loepa memperingatkan, djika tertidoer menibangoenkan, soepaja ia djangan ketjoerian atau mendapat kesoesahan. INGE' II — lihat; ambo mainge' oerang baalang-alang — saja melihat orang main lajang². INGGAN — hingga; aie toe inggan pinggang — air itoe hingga pinggang dalamnja; kasihnjo bainggan — kashinja tiada sepenoehnja; (inggan asalnja inggoan atau inggaan). INGGIE(R) I — tengger, tenggek; inggieran — tempat bertengger-tenggeran; aloen itie' nan bainggie — beloem ada itik jang bertengger, maksoednja: hal itoe tiada akan terdjadi, ia tiada berani berboeat itoe. INGGIE(R) II, inggie-inggie — n. seb. ikan soengai. INGGIRIH — Inggeris; pitih garih kependekan dari pitih Inggirih. INGGO — hingga; sainggo — sehingga; lih. paringgo. INGGOE — inggoe. INGGO' — hinggap; tabang² inggo` — hal orang jang sebentar meninggalkan negerinja, |
INGIN
88
IPOEEH
</noinclude>
|
dan tiada berapa lama ia kembali lagi; inggo' mantjakam (dahan), tabang manoempoe (dahan) — ki.: dikatakan tentang orang pergi kenegeri lain, hendaklah ia mentjari soekoenja dan bila ia hendak pergi, haroeslah ia memperma'loemkan maksoednja itoe; inggo' sadjo ba' langau, titie' sadjo ba' oedjan — ki.: hal jang terdjadi dengan tiada diketahoei. INGIN — ingin; kainginan — ingin; ingin ati malie' poelau, sampan ado pangajoeh tida` — ki.: ingin hati hendak berboeat sesoeatoe, tetapi tiada mempoenjai alat atau oeang jang tjoekoep. INGKA(R), engka(r) — ingkar. INGKEN, inokin; (ka)ingken — kesitoe. INGKIEH (Pariaman) — tiada maoe alah, tekak. INGKIN (Pariaman), lih. ingken. INGO, maingo — menoleh; badjalan inda' maingo-ingo — berdjalan tiada menoleh-noleh; maingokan kasoeo' kakida — bermoepakat dengan teman² jang dekat2 atau dengan sanak saudara. INGOE — nama kajoe. INGOEE(R), ingoes; ingoee dë' ang! — ki.: artinja kamoe tiada akan koeberi apa²; moestahil katamoe itoe!; padja gadang ingoee ko! — ki.: penakoet (bodoh) betoel kamoe ini!; ingoee-ingoee — nama pohon. INGOEEH — bodoh; maingoeeh-ingoeehkan awa` atau pasiingoeeh — berboeat dirinja bodoh; lih. engoh. INI', ini'kan — pikirkan haloes²; ini'-ini'kan — pikir-nikirkan haloes², timbang dalam². INIAI (Soeliki) — panggilan pada mamak, iboe. INJA' — ini; inja' badjoe ang! — ini badjoemoe!; kainja' (kasinja') — kesini, kemari; pe' inia` — ditempat ini, disini; sinja` — sini; disinja` — disini. INJIE' — nenek; injie' mama` — penghoeloe; injie' aki (Kamang) — nenek laki-laki; injie' oetji (Kamang) — nenek perempoean (oetji = oesi = padoesi); injie' radjo — ketoemboehan; injie' balang — harimau; injie' loentjoeeng — babi; injie' tjentjeng — tikoes; inda' bainjie' bamama` — tidak ada jang mengadjarinja; awa' lah injie' oerang — kamoe satoe orang jang telah ber'oemoer (patoet tahoe boeroek dan baik: lih. njinjie', ninie`. INJO, lih. enjo; injo na' pai — dia hendak pergi; ko' inda' dë' injo, inda' ambo tjilako do — kalau kiranja tiada karena dia, tentoe saja tiada tjelaka. INJO', mainjo'-injo` — sangat djaoeh; tainjo'-injo' paratian — djaoeh² pikiran, artinja amat piloe. INO — hina; mainokan — menghinakan; kainoan — kehinaan; na' moelie inokan diri — hendak moelia hinakan diri. INO', lih. ini`. INSAF — insaf; lah insaf injo kini — telah insaf ia sekarang. INSA' ALLAH — insja Allah. INSAN I — mani. INSAN II, ana' ko bainsan — anak ini berat, pada hal dilihat ia koeroes. INSAN III — insan. INSOEI' — ingsoet; mainsoei` — mengesak; |
mainsoei' tampe' doedoee` — mengesak tempat doedoek; bainsoei` — bergerak; inda' bainsoei' toengga' ko kami elo — tiada bergerak (berpindah) tonggak ini kami helakan; inda' bainsoei' dari roemah — tiada pergi2 dari roemah; basiinsoei` — mengingsoet seperti anak ketjil; inda' insoei' dari bibienjo ana'njo — ia selaloe menjeboet anaknja, ki.: ia sangat sajang akan anaknja. INTAI — intai; maintai — mengintai; koetjieng maintai mantji` — koetjing mengintai tikoes; tadi malam kami maintaikan oerang malieng — tadi malam kami mengintaikan pentjoeri; baintaian — main mata dsb.; djan baintaian bana kito baarago — djanganlah kita terlaloe lama tawar-menawar. INTAN — intan. INTI — goela dimasak dengan njioer berparoet, goenanja oentoek dimasoekkan dalam ondeh-ondeh atau lepat dll.; nan intinjo bana — jang isinja betoel-betoel (teroetama tentang maksoed perkataan orang). INTIE', taintie'-intie'; badjalan taintie'-intie` — berdjalan dengan langkah jang pendek-pendek dan melenggang bagoes-bagoes. INTIANG, intiang-intioei` — intjang-intioet. INTJE' — bidji; intje' mato — bidji mata; intje' katjang, lih. p. boentjih I; inda' tapaloei' intje` — tiada dapat memboengkoes bidji; maksoednja sangat miskin tiada berpakaian setjoekoepnja; nasi ko baintje` — nasi ini tiada masak sampai kedalamnja. INTJI', antji` — djangan; intji' ang pai daoeioe — djangan kamoe pergi dahoeloe. INTOEE', taintoee` — kena, tersintoeh; taintoee' atinjo — tersintoeh hatinja, ketjil hatinja; banja' soedaga nan taintoee` — ki.: banjak saudagar jang meroegi. IO — ia, benar, baiklah!; io ang kapai ka Makah? — benarkah kamoe hendak pergi ke Mekah? Djawabnja: io — artinja benar, betoel; nan io-io nan ka dikatokan — jang sebenar-benarnja jang akan dikatakan; itoe inda' io do toe — itoe sekali-kali tiada baik, tiada loeroes; baio — mengakoe; baio-io — bermoepakat, demikian djoega artinja baio-batida', baio-baboekan, baio-bamoeah; baio-io bana ale'njo — perdjangoeannja djadi² (ramai) betoel; taio poelo di ambo katonjo — menoeroet pikiran saja katanja itoe benar; io sapandiang ari, inda' sapandjang diam — ki.: banjak djandji, tetapi tiada jang dipenoehi. IOE — hioe, jioe; matjamnja: ioe tandoee', ioe kapa', ioe tjoetjoei` dll. IOEE(R) — hioer; baioee — berhioer; ioeeran — hioeran, joeran; mampaioeekan — bersama-sama mengoempoelkan oeang, oemp.: akan mengoeboerkan majat, akan belandja seorang jang haroes dikirim poelang kenegerinja. IPA — nama seb. mangga. IPA(R) — ipar; baipa — menegoer dengan ipa; atau mengawinkan saudara; aden ka baipa baiko malam — malam nanti saudara saja akan kawin; ipa bisan — ipar dan besan. IPOEEH — ipoeh, nama pohon atau bisa dari toemboeh-toemboehan; ba' baroee' kanai |
</noinclude>
|
ipoeeh — seperti beroek kena ipoeh, berbelit-belit sebab kesakitan. IPOEE', maipoee` — memelihara dan memberi makan baik² soepaja gemoek; koedo ipoee'an — koeda jang dipelihara baik². IRADAT — iradat; koedarat iradat — kodrat iradat. IRAM, iram² — lebam. IRAN (v.d.T.) perkakas memoetar benang jang telah digantih akan didjadikan gentjel. IREH I, maireh, maireh-ireh — seroepa; lakoenjo inda' maireh-ireh apa'njo sakete' djoeo — lakoenja tiada sedikitpoen menjeroepai lakoe bapanja; saireh — seroepa; lih. arah II. IREH II — iras; karih gandjo ireh — keris gandja iras. IRIEH, bairieh gala` — tertawa gelak-gelak; djadi irieh-irieh — djadi perkara jang mendjadikan orang tertawa. IRIE' — irik; mairie' padi — mengirik padi; pairie'an — sawah tempat mengirik; padi jang diirik; hal mengirik; bairie' gala` — tertawa besar dan beramai-ramai; poenah irie` — poenah betoel, tidak lagi ada ketoeroenannja. IRIENG — iring; mairieng — mengikoet; mairiengkan — mengiring; nan mairieng — adik (karena ia lahir kemoedian); sairieng — serempak; bairieng-irieng(an) — beriring-iring(an); pangirieng — pengiring; irieng-goemirieng — berlinang-linang; sairieng batoeka djalan, saio batoeka saboei', saranta' balain dagam — ki.: maksoed kedoea belah pihak sama, tetapi seorang akan seorang tiada mengerti; diiriengkan manjipa', dikoediankan manandoee` — ki.: hal orang jang kalau didjadikan ketoea atau didjadikan lid sadja dalam perkoempoelan tiada menjenangkan hati bersama. IRIH — iris; mairih timbakau — meratjik tembakau; mairih biola — menggesek biola; barang tairih (tairoen) na' tadagieng — apa jang disajat, biarlah sampai kedaging, maksoednja apa dan bagaimana djoega jang akan terdjadi, saja tiada koeatir; ba' diirih djo sambiloe — bagai diiris dengan sembiloe (beroesak hati). IRI' — eret, seret; mairi' kajoe dari rimbo — menjeret kajoe dari rimba; mairi'kan oerang kangarai — ki.: membinasakan orang; tairi'-iri' dë' oerang — terbawa-bawa memboeat pekerdjaan salah oleh orang lain; ba' mairi' kambieng kaaie — ki.: mengerdjakan pekerdjaan jang amat soekar, oemp.: menjoeroeh anak² doesoen masoek sekolah; mairi' karadjo djo oesao (koeaso), mairi' parang djo baranji — ki.: mengerdjakan soeatoe pekerdjaan hendaklah dengan keras hati dan berani, maka berhasil. IRO I, iro doerian, iro limau, iro kajoe, iro daging — bagian, petak, garis² dalam boeah doerian, boeah limau, kajoe, daging; disinilah moedah membelah boeah-boeahan atau kajoe itoe. IRO II, diirokan, dikirokan — dikirakan, dipikirkan; banja' nan diirokan — banjak hal jang soelit² dipikirkan. IROE, iroe aro — hoeroe hara. |
IROEE' — gadoeh, haroe, ingar; mangapo kalian mairoee' sadjo sadja' tadi? — apa sebab kamoe sekalian bergadoeh sadja dari tadi ?; iroee' pikoee', iroee' piroee` — haroe-biroe, haroe-hara, hoeroe-hara. IROEI' — iroep; bari kopi ang sairoei` — beri kopimoe seiroep (setegoek); mairoei` — mengiroep; badannjo lah mairoei' sadjo — badannja tambah lama tambah koeroes; inda' loeko nan ta' iroei', inda' patah nan ta' gindjo — orang loeka ta' dapat tiada mengiroep, orang patah ta' dapat tiada timpang, artinja tidak ada ketjelakaan jang tiada diderita orang dengan bersoesah hati; loeko inda' iroei', patah inda' gindjo — dalam segala hal jang akan terdjadi, tiada menjesal. IROEN, mairoen daoen — mengoesaki daoen dengan goenting atau pisau; barang tairoen na' tadagieng, lih. pada irih; tairoen poko' mandjoea kain toe — ki.: koerang dari pembelian didjoeal kain itoe. IRO', sairo'-sairo` — sekali-sekali, tempoh-tempoh; sairo'-sairo' takana djoeo diambo ana' ambo nan mati — satoe-satoe kali saja teringat djoega akan anak saja jang mati. ISA I — 'isja. ISA II — nabi 'Isa. ISA' I — esek; diisa` — sakit esek. ISA' II — esak; maisa'-isa' manangih — menangis tersedoe-sedoe; isa'-isa'i — mengesak-esak; taisa'-isa` — tersedoe-sedoe. ISANG — insang; oerang baisang — djin (dalam tjeritera). ISARAT — isarat, isjarat. ISI — isi; isi soere` — isi soerat; saisi saboenji — sama isi dan boenjinja; isi nagari — isi negeri; maisi — mengisi, boenting (teroetama tentang binatang); oerang itoe baisi — orang itoe pandai 'ilmoe sihir, ber'ilmoe; adat diisi limbago ditoeang — ditoeroet apa² jang diatoerkan oleh 'adat; maisi parian boeboeih — ki.: melimpahkan pengadjaran kepada orang bodoh atau orang jang ta' soeka menerimanja; isi paroei njo tantoe dë' ambo — ki.: bagaimana pikirannja saja ma'loem semoeanja; saparati alemoe padi, makin barisi makin roendoee` — ki.: makin orang ber'ilmoe, makin ia merendahkan diri; singko' daoen tarie' isi — ki.: berkata mengambil ringkas; isikan bana katalingonjo — ki.: beri dia nasihat jang tiada akan diloepaloepakannja; katidieng siang bara itoe? sebenarnja: katidieng isian bara itoe? djawabnja: siang 20, artinja isi 20 soekat. ISIANG, disiang, kependekan ari siang, dihari siang — esok. ISILAM — Islam. ISIN I — idjin, izin; inda' isin di (dari) ambo — tiada saja beri izin; maisinkan — 'mengidjinkan. ISIN II — isim. ISO — sisa; taiso — bersisa, tersisa, tersimpan; barapo taiso gadji ang saboelan? — berapa sisa (tersimpan) gadjimoe dalam seboelan ?; isokan malah pitih, djan diabihkan sadjo — baiklah simpan oeang, djangan dihabiskan sadja; maisokan — menjisakan; inda' baiso (basiso) dada' dë' koedo — ki.: dikatakan |
ISOEE'
90
KABA(R)
</noinclude>
|
tentangan makanan jang habis dimakan anak². ISOEE' — kemoedian, kelak; baisoee', barisoee` — esok; tjako baisoee` — tadi pagi; taisoee', saisoee` — dahoeloe; damisoee` — loesa; makan barisoee` — makan pagi; isoee' lah na' den katokan — kelaklah saja katakan; dari barisoee' kabarisoee` — dari esok keesok, artinja djandji jang selaloe moengkir. ISO' — isap; maiso` — mengisap, merokok, minoem rokok, mengoedoet; tanah maiso' aie — tanah mengisap air; aie maiso' katanah — air menjerap kedalam tanah; paroei' den maiso'-iso` — peroet saja sakit seperti ada jang mengisap-isap; paiso` — rokok; paiso' sabatang — rokok sebatang; oerang paiso` (madat) — pemadat; sapaiso` — sepengoedoet; dipagadang iso' itam bibie — ki.: djika belandja dibesarkan (dilebihi dari patoet), tentoe akan mendatangkan kesoesahan. ISTIADAT, sitiadat — isti'adat. ITAM — hitam; maitam — mendjadi hitam, hitam; kaitaman — lebih hitam, agak hitam; kain ko kaitaman sakete' pado kain toe — kain ini lebih hitam sedikit dari kain itoe; itam manih — warna koelit jang hitam sedikit, tetapi ada manisnja; itam pata — sangat hitam; ma' itam — panggilan kepada paman jang hitam; den itamkan nagari ko — ki.: saja tiada lagi datang² kenegeri ini; itam tahan tapo, poetieh tahan sasah — ki.: artinja boleh dioudji; roendiengan toe aloen tantoe itam poetiehnjo — ki.: roendingan itoe beloem ada kepoetoesannja. ITAN, titan (Koto Toeo) — itoe, menoendjoekkan barang jang djaoeh; itan ba' tjando si Badoe — itoe seroepa (agaknja) Badoe; lih. etan, eten, teten. ITI, kependekan siti; ma' iti — ma' Sitti; ana' iti — isteri. ITIE' — itik; tapa' itie` — kain jang ditampalkan pada sebelah bawah kaki tjelana Atjeh, ada jang bersoelam benang emas atau benang soetera; ba' itie' poelang patang — berdjalan berboentoet-boentoet; dikatakan djoega tentang perdjalanan perempoean jang pantatnja sangat bergoentjang; itie' baranang dalam laoei' mati kaaoeihsan (kaaoeihan) — ki.: orang bersoeami atau beristerikan orang kaja tetapi amat melarat. ITIENG (Koto Toeo), saitieng — sedikit betoel. ITI', iti'-iti` — setjina, sebangsa koembang pandjang soengoetnja dan berboenji ti', ti'. ITJIE(R) — tjetjer; taitjie — tertinggal, tertjetjer; poero pitih den taitjie didjalan — poendi² saja tertjetjer didjalan; djaoeh taitjie koedo Patoeih dë' koedo Kile` — Patoes djaoeh tertinggal dibelakang oleh Kilat (pada perloembaan); maitjie — tinggal dibelakang tiada lagi serempak; maitjie taloee — hal ajam jang tiada berteloer pada soeatoe tempat sadja, mentjetjer teloer; maitjiekan kawan — tiada membawa kawan serta; menoemang kawan; meninggalkan kawan; kaitjieran — ketjetjeran; baitjieran — bertjetjeran; nan dikadja inda' dape', nan dikandoeeng baitjieran — jang dikedjar tidak dapat, jang dikandoeng bertjetjeran. ITJIEH, lih. ritjieh. |
ITJIENG, oto tjako lah itjieng — auto tadi telah djaoeh, hampir hilang. ITJO I, maitjo — selamanja mendjadi kepala karena beraninja. ITJO II, inda' taitjo — tiada selesa; tiada sempat, tiada dapat; inda' taitjo laloe kamari — tiada dapat laloe kemari; lai taitjo ang datang karoemah den baiko? — adakah sempat kamoe datang nanti keroemah saja ? ITOE I — itoe, kebiasaan dipendekkan mendjadi toe; oerang toe — orang itoe; toe moeah apa' ang! — itoe dia bapamoe !; baitoe, ba' itoe — begitoe; inda' elo' baitoe — tiada baik begitoe; sakitoe — sebegitoe; sakitoe anjo pitih den — tjoema sebegitoe oeang saja; dari itoe kaitoe djoeo — tiada bertoekar-toekar, oemp.: makanan dll.; injo baitoe-baitoe djo padoesi toe — dia begitoe-begitoe dengan perempoean itoe, artinja dia berboeat pekerdjaan salah dengan perempoean itoe. ITOE II (Koerai) — beliau; dimana mama' den? — dimana mamak saja? djawabnja: itoe inda' diroemah — beliau tiada diroemah. J. JAANI — ja'ni. JAHOEDI, Djahoedi — Jahoedi. JAKIN — jakin; jakin baradja atau bakaradjo — bersoenggoeh-soenggoeh beladjar atau bekerdja; sa' pasie', jakin salieh, batoe djadi djoeadah — ki.: djanganlah orang banjak wasangka, bekerdjalah dengan jakin, karena dengan jakin apa maksoed sampai. JAKOEI' — jakoet. JAMAN, nagari Jaman — Jaman. JAMPITOEAN — jang dipertoean, jamtoean; jampitoean Paga Roejoeeng — jamtoean Pagar Roejoeng. JANG I (dalam pidato atau soerat) — jang. JANG II, lih. iang. JASIN — jasin (nama soerah dalam Koerän); Jasin (nama orang) — Jasin, tetapi lebih lazim Asin. JATIN, djatin — jatim; ana' jatin — jatim; jatin piatoe — boekannja jatim sadja, tetapi tiada lagi kaoemnja jang akan memelihara. JOEENG (Pariaman dan sebelah pesisir lain) kependekan boejoeeng — panggilan kepada boedak laki-laki; Joeeng Oetieh (nama) — Boejoeeng Poetih. JOESOEF — Joesoef, oemp.: nabi Joesoef; nama orang kebanjakan diseboet Oesoeih. K. KA — ke, akan, kepada; ka Padang — ke Padang; katoean — kepada toean; kaaie, karaie, lih. aie; kadjamban, lih. djamban; kasama`, lih. sama'; ka(a) goenonjo? — apa goenanja?; inda' ka ka doh (inda' kaa kaa do) — tiada (beloem tentoe) goenanja; ka di den — saja tiada maoe. KAABAH — ka'bah. KABA(L) — kabal; alemoe (koeat) kaba — pelias. KABA(R) — kabar, chabar, tjerita; kaba angin, kaba ria — chabar angin; bakaba — bertjerita; intji' bakaba djoeo lai (Soeliki) — djangan |
KABAJA I
91
KADIH
</noinclude>
|
lagi bertjakap, tiada soeka saja mendengarkan; toekang kaba, pandai (ba)kaba — toekang tjeritera, orang ahli tjerita; takabakaba — menoeroet chabar angin; takabakaba injo ka pai ka Makah — sepandjang chabar angin ia akan pergi ke Mekah; pakabaran — chabar, tjerita; kaba barito — kabar berita. KABAJA I — kebaja. KABAJA II — oekoeran kain pandjang 6 hasta, ± 3 yard, atau 4 elo. KABAJAN (dalam tjerita), ninie' kabajan — kebajan. KABAN — nama dokoh. KABAT — sematjam lemari jang koekoeh boeatannja, tempat menjimpan dagangan atau barang jang berharga; roemahnjo ba' tjando kabat — roemahnja koekoeh boeatannja. KABAU — kerbau; sagadang kabau — badan telah besar tetapi kelakoean boesoek; dipakabaunjo — dimakinja dengan mengatakan ,,kerbau; kabau gadang — dikatakan tentang perempoean moeda jang soeka bertandang atau berdjalan sendiri; kabau-kabau — nama sebangsa binatang, hidoep dalam air; bakabau-kabau — bermoekah; tarambau kabau de' roempoei moedo — kerbau terdjatoeh kedalam loerah, karena (hendak) memakan roempoet jang ditepi tebing itoe, artinja: mati semoet karena manisan; sikoee kabau bakoebang, samonjo kanai loeloee'njo — sekor kerbau membawa loempoer, sekalian kerbau terpalit. KABE' — ikat, kebat; sakabe' sirieh — seikat sirih; kabe' pinggang — ikat pinggang; takabe' bana ambo kini — saja sekarang tiada bebas; langkah takabe' — tiada dapat pergi-pergi, (karena mengasoeh adik dll.); bakabe'-kabe' — terpalit dalam soeatoe perkara; loengga pangabe'an — tiada dapat memegang rahsia (tiada tegoeh memegang rahsia); mangabe' badan — menjoesahkan diri; sakabe' ba' sirieh — ki.: semoepakat, setoedjoe; sakabe' are' — sepakat; mangabe' sakabe' are', malangkah salangkah sampai, bakato sapatah sadang — ki.: perkataan (moepakat) jang tiada dapat dioebah-oebah lagi; talalah takadja, taike' takabe' — kesalahan mentjoeri atau berboeat pekerdjaan jang tiada senonoh jang telah diperoleh keterangannja, atau tertangkap tangan; ambo lah dikabe' oerang poelo dikampoeeng — ki.: saja dikawinkan orang dikampoeng, sehingga tiada lagi dapat pergi-pergi kenegeri lain. KABELAN, gabelan — teman, kawan, sahabat; djan bakabelan djoeo djo si anoe — djangan bersahabat djoega dengan si anoe. KABIE(R) — kabir, kaoet; mangabie — mengaoet, mengambil (memboedjoek) djadi kawan. KABIEH, takabieh keh njo — berdiri memihak kepada seorang dalam soeatoe hal; kari' kabieh — karib, sanak saudara, ipar besan kaoem keloearga; bakari' bakabieh — berkaoem. KABI', gabi', koebi'; mangabi' — melambai (memanggil) dengan tangan atau kain. KABILAT — kiblat; kabilat ati — toedjoean pikiran. |
KABIRI — kebiri, kembiri. KABOEE(R) — kaboer; ari kaboee — hari soeram. KABOEE(L) — kaboel; mangaboee'kan — mengkaboelkan, mengaboelkan, memperkenankan; ko' lai (le) kaboee (moekaboee) paraminta'an ambo — kalau kiranja makboel permintaan saja; kaboee ambo manikahi si Anoe — saja berkenan menikahi (mengawini) si Anoe. KABOEE' I — tjerek tanah. KABOEE' II — haroe; tanah dikaboee' — tanah dipatjoel, soepaja gemboer; mangaboee' nagari — mengharoe biroekan negeri. KABOEE' III, mangaboee' bareh — menoemboek beras penjoedahan sekali, soepaja poetih. KABOEENG I, sakaboeeng pandjangnjo 4 eto — 2 yard (oekoeran kain); mangaboeeng kain — menghadiahkan kain pandjang sekaboeng kepada goeroe, djika hendak menoentoet 'ilmoe doenia atau 'ilmoe achirat. KABOEENG II — kerat, penggal; kaboeeng tigo — kerat tiga. KABOEN — keboen (kopi atau para); bakaboen — berkeboen; mampakaboeni — mempergoenakan djadi keboen; mampakaboenkan — menanam dalam keboen. KADA(L) — kedal, nama 'oemoem bagi koedis, koedil; matjamnja: kada tjama(r), kada andjieng dll.; mantjoekie poentja' kada oerang — ki.: menjakiti hati orang; moeko litjin, ikoee de' kada — pada lahirnja seorang beroeang banjak, karena pakaiannja banjak, tetapi jang sebenarnja banjak oetangnja. KADA(R) — kadar; sakada sadjo — djangan terlebih, djangan terkoerang, pertengahan; sakada anda' batamoe — sekadar hendak bertemoe. KADAI — kedai; bakadai — berkedai, memperlihatkan barangnja; kadaian — kedai; mangadaikan — meletakkan dagangan, soepaja tampak kepada orang; pandai bakadai — ki.: pandai mentjeritakan sesoeatoe hal, sehingga sedap didengar orang. KADAM I — tjepoe, tempat kapoer sirih. KADAM II — kadam, chadam. KADANG I — kedang; mangadang pinggang — melentoer pinggang; mangadang kajoe — melentoer kajoe boengkoek, soepaja loeroes; boengkoee' saeto inda' takadang — kajoe boengkoek tetapi pendek, tiada moedah melentoernja, artinja orang jang keras kepala, soesah dapat diaddjar atau diberi nasihat. KADANG II, mangadang nasi — menjendoek dan memboeangkan air nasi jang telah menggelegak, soepaja lekas kering; sandoee' kadang — sendoek jang goenanja oentoek perboeatan itoe. KADANG-KADANG — kadang-kadang; lih. adang II. KADAWAN, lih. gadawan. KADI, kadih — kerdil. KADIE', mangadie' — berdjalan dengan melentoer pinggang kemoeka; badjalan mangadie' — berdjalan dengan peroet kemoeka serta menengadah sedikit; talampau tjadie', takadie' — terlampau tjerdik, kena tipoe. KADIH, lih. kadi. |
</noinclude>
|
KADIN — kadim ('Ar.); pabilo ambo ka poelang, inda' dape' dikadinkan — bila saja akan kembali, tiada dapat dikatakan dengan pasti; Allah ta'ala basipat kadin, manoesia basipat gawa — Allah ta'ala bersifat kadim, manoesia bersifat chilaf: apa jang dikatakan atau didjandjikan Toehan tentoe akan terdjadi, tetapi manoesia tiada begitoe. KADJA(R) — kedjar; bakadja oerang na' djadi goeroe — bereboet orang hendak djadi goeroe; kadja-kadjai — tergopoh-gopoh, tersera-sera; mangadjakan karadjo — memboeroe (menggesa) kerdja, soepaja lekas soedah; djan bakadja-kadja djoeo, djatoeeh baiko — djangan berkedjar-kedjaran djoega, nanti djatoeh; talalah takadja — dikedjar, tetapi tiada tentoe orangnja; inda' dape' oentoeeng dikadja, kalau inda' djo bagian — tiada dapat orang mentjari pangkat atau mentjari keoentoengan, djika ia tiada berbahagia; bia lambe' asa salamat, tida' lari goenoeeng dikadja — biar lambat asal selamat; nan dikadja inda' dape', nan dikandoeeng batjitjieran — jang dikedjar tiada dapat, jang dikandoeng bertjetjeran. KADJAI I — n. seb. pohon getah (karet); gatah kadjai — getah pohon jang terseboet; kadjai — barang jang terboeat dari getah oentoek penghapoes toelisan diatas kertas. karet, kedjai. KADJAI II — bachil, kikir, artinja: liat seperti kedjai, tiada moedah dihela. KADJAM — edjam. KADJANG I — kedjang; mati kadjang — mati kedjang, mati tegang; kadjanglah ! — mampoeslah ! lih kodjang, karadjang, karodjang. KADJANG II — kadjang pada pedati atau perahoe; bakadjungi — ditoedoengi; oesang dibaroei, lapoee' dikadjangi — ki.: diganti atau dioebah apa jang tiada baik. KADJAP, kadjo' — kedjap; sakadjap, sakidjap, sakidjo', sangidjo' — sekedjap. KADJE', kodje' — kedjat; mati kadje' — mati kedjat, mati tegang; kadje' gala' — tertawa gelak-gelak. KADJI — kadji, (adji); kadjinjo lah tinggi — peladjarannja (teroetama dalam agama) telah tinggi; mangadji — mengadji; mangadjikan oerang mati — mengadji oentoek orang mati; mangadji moelarat moepaat — menimbang melarat dan manfa'at; ko' dikadji-kadji bana — kalau dipikir betoel-betoel; sari' kadji di (de') oerang malin, sari' pitih dioerang kajo — orang jang pandai-pandai dan 'alim tiada moedah memoetoeskan sesoeatoe perkara sebeloem menimbang dan memikirkan habis-habis. KADJIH — kering, oemp.: goelai jang koerang koeahnja; badannja kadjih — badannja koeroes kering; kadjih injo gala' — ia tertawa gelak-gelak. KADJI' — gelap-goelita. KADJO, lih. karadjo — kerdja, pentjaharian, pekerdjaan; aso kadjo, kadoeo labo — dalam bekerdja ada djoega keoentoengannja. KADJOEAI — longgar dapat bergerak kiri kanan; sadang kadjoeai dagang gerang — sedang keris longgar dalam saroengnja, jaitoe petang hari (v.d.T.). |
KADJOEI' — kedjoet; pangadjoei' — kedjoet-kedjoetan; mangadjoei' ajam — mengoesir ajam; mangadjoei'i — mengedjoetkan; sikadjoei' — roempoet kemaloean, sebangsa toemboehan jang terkoelai dan mengoentjoepkan daoen bila tersentoeh; inda' oerang mamboeang oerang, nan loempoeeh pangadjoei' ajam, nan boeto paamboeih lasoeeng, dsb. — sekalian orang bagaimana sekalipoen sifatnja, dapat dipakai, jaitoe: jang loempoeh akan penghalau ajam waktoe mendjemoer padi, atau ajam jang naik keroemah, jang boeta akan pengemboes lesoeng; ba' kabau takadjoei' de' agoceng — ki.: sangat ta'adjoeb dan tiada tahoe apa jang akan diboeat; takoei' di oela takadjoei' di bingkaroeeng — ki.: karena takoet kepada seseorang jang memegang kekoeasaan, maka takoet poela kepada karib orang itoe. KADJO' — kedjap, lih. kadjap. KADJORAN, bintang kadjoran (bintang katjoran) — bintang kedjora. KADOE — sangat hitam. KADOEAI — n. seb. boeroeng. KADOEDOEE', sikadoedoee' — sendoedoek. KADOEEH — bakoel petjak tempat membawa padi dari sawah kerangkiang (v.d.T.). KADOEE', sirieh kadoee' — kadoek. KADOEI' — kadoet; mangadoei'kan — memasoekkan kedalam kadoet. KADOERANG, lih. p. doeo. KADO' — kedap, kerap kali; kado'njo ka iko — kerap kali ia kemari. KADONDONG — kedondong. KAEMAH, kaimah — kemah. KAHA', koehoee kaha' — batoek redjan. KAHANDA', lih. kanda'. KAHANG — kohong; minja' kahang — minjak kohong. KAIE(L) — kail; toekang kaie — pengail: kaie-kaiean — sakit kerongkongan soesah menelan; mangaie baoempan, bakato batipoean — ki.: djika hendak memohonkan satoe permintaan, kepada orang, hendaklah orang itoe dipoedji-poedji atau diboeat perdjandjian jang menjenangkan hatinja, soepaja maksoed sampai. KAIH — kais. KAI' — kait, gait; kakinjo kai' — kakinja seperti kait; kai'an, kaitan — kait tempat menggantoengkan pakaian, sampiran; pangai' — pengait; kai' bakai' — berkait-kaitan; djatoeeh bakai' — ki.: hal barang jang diperoleh dari orang sebab diminta, boekannja diberi orang itoe dengan geraknja sendiri; djatoeeh inda' rago bakai' — lawan jang diatas; tali djan poetoeih, kai'(tan) djan sakah — tali djangan poetoes, kaitan djangan serkah, hal (pendirian) orang jang memoetoeskan perselisihan antara doea bersahabat atau berkaoem, hendaklah persahabatan atau perkariban mereka itoe djangan poetoes. KAIMAH, lih. kaemah. KAIN — kain, pakaian; kain badjoe — pakaian, kain oentoek badjoe; kain kode' — saroeng; kain sao' — selimoet; kain kapan — kapan, kafan; kain boeroee' — kain jang telah tjabik-tjabik bergoena pada perempoean bila mendapat boelan: kain balapa' (basoeng- |
</noinclude>
|
ki', samboeeran, kain batata') — saroeng atau selendang jang berpakankan emas; kain batjoekie — saroeng atau selendang bersoengkit benang emas; kain batapi — saroeng jang bertepikan benang emas; mangana'kan kain — berpakai, berpakai-pakai; sakain sabadjoe, salaoee' sanasi, sabanta sakalang oeloe, salapie' sakatidoeeran — bersahabat karib; inda' bakain saalai banang djoeo — tiada mempoenjai pakaian jang patoet; inda' taoe dikain lai — hal orang jang sakit pajah, tiada mengindahkan kainnja, sehingga kadang-kadang terboeka 'aurat; djan taoe dikain lai — saja menanggoeng kain oentoek kamoe; lah maraso' tapi kain — hal orang jang sakit pajah: ia meraba-raba tepi kainnja; kini injolah taoe ditapi kain — sekaranglah baroe ia mempoenjai pakaian dan oeang; kain ditangko' moengko doedoee' — ki.: terlaloe sangat miskin; ba' bakain tigo eto — ki.: hal oeang jang tiada mentjoekoepi oentoek menjampaikan soeatoe maksoed; ba' maeto kain karoeeng (saroeeng) — ki.: perkara jang soesah dipoetoeskan, walaupoen telah beberapa kali bermoesjawarat; ba' manjasah kain dape' — ki.: terlaloe kerap kali memakai dengan berlebih-lebihan akan soeatoe barang jang dipindjam atau diperoleh. KAIOEN, kajoen — sangat lakoe, laris; kaioen djaganjo — sangat laris djagalnja. KAJA(L), (chajal 'Ar.) — maboek; ana' mangaja — anak memoesing; dikaja paroentoeengan — dimaboek (digoda) nasib jang malang. KAJAH, takajah — sangat pajah, sehingga koerang soeka bertjakap, hanja hendak beristirahat sebentar. KAJAI, kajaikanlah taga' — tjobalah koeatkan berdiri sedapat-dapatnja; inda' takajai badjalan — tiada koeasa berdjalan; bakajai, dikajai — diboedjoek; oerang anggan djan dikajai — orang jang tiada soeka, djangan diboedjoek-boedjoek. KAJA', dikaja' gampo — digoentjang keras oleh gempa; moetah kaja' — moentah sangat; moetah kaja' den malie' lakoenjo — amat bentji saja melihat lakoenja. KAJAM — anjam; mangajam lapie' — menganjam tikar; lih. ajam II. KAJAN-KAJAN, kajan-kajan ambo mananti — telah lama dan penat saja menantikan, beloem djoega datang. KAJO — kaja; kajo-rajo — amat kaja; kajo diana' — banjak anak; kajo dibadan — banjak sanak saudara; mangajokan — mengajakan; kakajoan Toehan — kekajaan Toehan, kedjadian jang tiada dapat dipikirkan; oerang kajo, rangkajo — panggilan pada orang bangsawan jang moeda dari kita, baik laki-laki atau perempoean; rang kajo soeko dimakan, rang elo' salendang doenie — orang jang soeka berdjamoe atau soeka menolong orang miskin dan jang tahoe mempergoenakan kekajaannja (poedji-poedjian kepada orang kaja dan tiada bachil); nan kajo tampe' batenggang, nan tjadie' tampe' batanjo — orang kaja tempat minta tolong, orang jang tjerdik tempat bertanja; Allah ta'ala |
kajo soenggoeeh — Allah ta'ala amat moelia dan koeasa. KAJOE I — kajoe; pakajoe — bakal roemah; kajoe-kajoean — kajoe-kajoean; kajoe patana' — kajoe api; inda' kajoe djandjang dikapieng — ki.: djika karena daroerat bergoena oeang, oemp.: dalam kematian, hal kawin dll. maka diichtiarkanlah oeang itoe sedapat-dapatnja, oemp.: mendjoeal ternak, atau perhiasan atau menggadaikan sawah; ko' samo tinggi kajoe dirimbo, dimano angin kalaloe — ki.: kalau sekalian manoesia sama pangkatnja, nistjaja tiadalah pekerdjaan jang akan mendjadi. KAJOE II, sakajoe kain — sekajoe kain. KAJOEEH — kajoeh; bakajoeeh — berkajoeh; pangajoeeh — penggali, sekop; inda' takajoeehkan lai — tiada koeasa lagi mengoesahakan soeatoe pekerdjaan atau membela atau membelandjai sanak saudara, kaoem keloearga; bakajoeeh sambie kailie — ki.: pekerdjaan jang dikerdjakan waktoe memboeat pekerdjaan jang lain (sambil berkajoeh bidoek hilir); ba' bidoee' dikajoeeh ilie — 'ibarat menjoeroeh orang jang djoega hendak pergi. KAJOEN, lih. kaioen. KAJO' — kajap, seb. koedis jang toemboeh pada bibir; dikajo', de' kajo' — kena penjakit kajap. KAKA(R) I, sikaka — koetoe ajam. KAKA(R) II, takaka — telentang seperti orang penjakit sawan atau seperti ajam jang kena kepalanja dilempar dengan batoe; mangaka — telentang dan menggelepar-gelepar; mangaka djamoee — mengekar padi jang didjemoer; mangaka alemoe — mengembangkan 'ilmoe; djamoee takaka ajam tibo — ki.: oentoeng baik kepada orang berniaga, baroe diboekanja dagangannja, datang jang hendak membelinja. KAKA(L) — kekal; bakakalan — berkekalan, seperti laki isteri jang tiada bertjerai-berai; mangakali baboee' djae' — mengekalkan berboeat djahat; inda' kaka boengo dikarang — ki.: dikatakan tentang kekajaan atau kemoeliaan jang telah hilang, atau pertjampoeran doea orang laki isteri jang tiada lama. KAKAH, takakah-kakah gala'njo — ia tertawa gelak-gelak; sikakah — n. s. boeroeng hantoe jang berboenji: kah, kah. KAKA', lih. ka'; di Koto Toeo, IV Koto kaka' mendjadi panggilan djoega kepada soeami kakak perempoean; kaka' padja — temboeni; kaka' boelan Poeaso (Ramadan) — Sja'ban; kain ko inda' bakaka' lai — tiada kain jang lebih bagoes dari kain ini; kaka' toeo — kakaktua (perkakas toekang kajoe pentjaboet pakoe dan n. seb. boeroeng). KAKANDA — kakanda (dalam soerat kiriman). KAKANG — kekang, kang; mangakang koedo — (moela2) mengenakan kekang pada koeda; dikakang anda'njo moeloei'njo sakete' — ki.: diaddjar (baik dengan lemah lemboet, baik dengan keras) soepaja ia djangan gelatak djoega. KAKAU — bingoeng (kekau ?); kakau-kakaui — sangat bingoeng, tiada tahoe apa jang diboeat atau jang akan dikatakan; lih. karakau. |
</noinclude>
|
KAKEH — kais, koeis; kakeh ajam — tjakar ajam; soeratannjo ba' tjando (di) kakeh ajam — toelisannja seperti tjakar ajam; mangakeh — mengais; mangakeh injo de' kasakitan — berpoesing-poesing ia kesakitan, ia menanggoeng kesakitan jang amat sangat; inda' mangakeh, inda' makan — ki.: tiada bekerdja tiada makan; mangakeh daoeioe mangko mantjoto' — ki.: bekerdja dahoeloe maka makan; kakeh gala' — tertawa amat sangat; lih. kokeh. KAKE' — nama sem. laoek-paoek; kalakoean ana' ko mangake' — kelakoean anak ini memoesing. KAKI — kaki; mangaki — mendjadi magang tiada bergadji; pajoeeng sakaki — pajoeng seboeah; kaki tangan — orang jang menolong orang lain, lagi kepertjajaan; inda' bakaki toehoee — tiada berhenti bekerdja; tjape' kaki ringan tangan — tjekatan dan soeka menolong; kaki naie' kapalo toeroen — ki.: tiada berhenti bekerdja keras oentoek nafakah; makan kaki — kena sepak; kaki (dikota) — oekoeran atap seng. KAKO — kakak; toeo pado kako, tjadie' pado mama' — melakoekan soeatoe pekerdjaan menoeroet kehendak hati sendiri dengan tiada hendak bermoepakat lebih dahoeloe dengan ninik mamak dan penghoeloe menoeroet 'adat. KAKOBEH — tabi'at, perangai, kebiasaan; bakakobeh, banja' kakobeh — bertingkah; koedo ambo bakakobeh bana — koeda saja banjak tingkahnja; manoesia bakakobeh, ikan bakakoeban — manoesia masing-masing mempoenjai tabi'at. KAKOE I — kakoe; lidahnjo kakoe — ia telah telor, karena sakit. KAKOE II — akoe; mangakoei — menanggoeng, mendjamin; diakoe adie' — diangkat mendjadi adik; pangakoean — tanggoengan; injo basikolah ateh pangakoean mama'njo — ia bersekolah (beladjar) atas tanggoengan mamaknja; ambo bakakoean roti djo Tjino — Tjina mengakoe mengadakan roti tiap-tiap hari oentoek saja. KAKOEBAN I, koekoeban — rongga batoe tempat ikan diam atau tempat boeroeng bersarang. KAKOEBAN II, lih. kakobeh. KAKOEDOEIH, koekoedai — n. seb. boeroeng. KAKOEEH, mangakoeeh — bekerdja; inda' ado nan ambo kakoeeh lai — tiada ada lagi jang akan saja kerdjakan; lih. kako'. KAKO' — pegang; mangako' — memegang, mengerdjakan, memboeat; siapo mangako' sawah toe ? — siapa mengerdjakan sawah itoe ?; lama' pangako'annjo — enak masakannja; a nan dikako'njo, maroegi samonjo — apa jang dikerdjakannja, semoeanja (me)roegi; a kako'an ang kini ? — apa pekerdjaan kamoe sekarang ? KA' — ka', kakak, boleh dipanggilkan kepada laki² dan perempoean. Di Sidjoendjoeng panggilan kepada kakak perempoean; ka' doesi ja'ni kependekan kaka' padoesi; ka' angah — kak tengah; ka' toeo — kak toea; ka' oetieh — kakak jang poetih; ka' kantjie, ka' baroee' — sang kantjil, sang beroek. |
KALA — kada; mangala sambajang — meninggalkan (tiada) sembahjang satoe atau beberapa waktoe; mambaie kala — sembahjang jang tiada dikerdjakan dahoeloe, dikerdjakan sekarang, mengerdjakan pekerdjaan jang keloepaan dahoeloe. KALA(R) I — dokoh, kaloeng; kala kambieng — kaloeng kambing; ajam toe dibari bakala — ki.: ajam itoe disembelih. KALA(R) II (Sidjoendjoeng), bakala — berkelahi. KALABANG, mangalabang — mengelepak, karena terkedjoet, oemp.: ajam. KALABOE, koelaboe — kelaboe, biroe; mangalaboe, mangoelaboe — kebiroean, mendjadi biroe. KALABOEE', sakalaboee' — keleboek. KALABOEENG, lih. kalabang. KALADAI — keledai. KALADI — keladi; ba' birah djo kaladi — sama sadja, tiada berlainan. KALAH, lih. alah I. KALAI; mangalai, mangelai — berbaring; mangalai-ngalai — berbaring-baring; takalai kapajahan — terbaring karena kepajahan. KALAI — kelahi; tjaka' kalai — kelahi; mantjari tjaka' kalai — mentjari perkelahian. KALAIE(R) — sem. anjaman tikar atau tenoenan kain; mangalaie — menganjam demikian. KALAJAU I — sematjam toemboehan jang hidoep dalam paja. KALAJAU II, mangalajau — mengatjau loempoer akan memboeangkan batoe-batoennja. KALAKA(R) — bitjara; abih tenggang djo kalaka(r) — habis 'akal dengan bitjara. KALAKATAI — seb. akar, boeahnja bermiang, menggatal. KALAKATAU — seb. boeroeng lajang² (v.d.T.). KALAKATI I — koentji² pangkal toelang rahang. KALAKATI II — kelekatoe; kalakati (ma)mandje' paran, sabaloen mati aloen djaran — sebeloem mati beloem djera, dikatakan tentang anak jang ta' maoe dilarang, oemp.: memandjat-mandjat. KALAKATOE — kelekatoe. KALAKE' KANDJI, lih kalikikandji. KALA' — kelak; akie kala'njo — achirnja, achir kelaknja. KALALASO, batang kalalaso, batang kalaso, tangkalaso — n. seb. tjetjak atau bengkarong, hidoep diatas daoen kajoe atau dipohon kajoe (kameleon Holl.). KALALATOE — kelekatoe. KALALAWA(R) — kelelawar, kelawar; nama kartoe: ,,klaver. KALALOJANG, lih. kalojang. KALAM I — kalam; kalam saga — kalam segar; kalam basi — kalam besi, pena. KALAM II — perkataan; bapandjang kalam — berpandjang kalam (perkataan). KALAM III — sebangsa pasir hitam, biasa terdapat bertjampoer dengan emas jang ditimbang; batintieng baboeang, (baamboeih) kalam — kalam jang mentjampoer dalam emas ditinting dan diemboes, soepaja tertjampak, djadi tinggal emas bersih sadja, artinja di- |
KALAM IV
95
KALAWANG
</noinclude>
|
boeang jang djahat, soepaja tinggal jang baik sadja. KALAM IV — kelam; mangalam — menjebabkan gelap karena berdiri dimoeka tjaja; kalam-kalam — pagi-pagi betoel, dinihari; kalam koetjia', kalam pirie', kalam pitjieng, kalam pidji' — gelap goelita, gelap katoep; kalam kaboei' bakaradjo — riboet bekerdja; kalam kaboei' nagari — negeri haroe biroe; kalam kalimbadjo — gelap, mendoeng, taram-temaram, hitam seperti badja gigi; atinjo kalam — tiada deras adjarnja, lawannja: atinjo tarang; kalam disigi, lakoeeng ditindjau — djika gelap, hendaklah ditjari dengan soeloeh, djika terletak dalam lekoek, haroeslah ditindjau, artinja barang soeatoe hendaklah diperiksa, diselidiki dengan seterang-terangnja; aloen bakile' lah bakalam, boelan lah sangkap tigo poeloeeh — ki.: hal perkara jang telah terang betoel. KALAMAI — n. seb. dodol; mangalamai — memboeat kalamai; iolah kalamai bana oerang toe — orang itoe betoel seperti kalamai, boleh dikatjau sesoeka-soeka kita, artinja orang itoe sangat baik hati; inda' moerah mangalamai: koerang aroe, tji' kambiengan, talampau aroe, bapantiengan — tiada moedah memboeat kalamai, djika koerang katjau, bergoempal-goempal, djika terlaloe amat dikatjau, tentoelah ia berpantingan, maksoednja: 'ibarat orang memerintah, djangan terlaloe keras, djangan terlaloe loenak (lemah), sifat ini kedoeanja tiada baik, melainkan pertengahan. KALAMARI, kalimari — kemarin doeloe, kelamarin doeloe. KALAMBAI, lih. goelambai, koelambai. KALAMBODJO, karambodjo — kemendikai, mendikai, semangka (Jav.); giginjo kalambodjo masa' — giginja seperti mendikai masak, jaitoe goesi merah seperti isi mendikai dan giginja hitam karena dibadjai. KALAMBOE, koelamboe — kelamboe. KALAMBOEAI — kelemboeai. KALAMBOEE', mangalamboee'kan — menjemai (boekan padi), hanja bidji pohon lain. KALAMBOEENG — gelemboeng; takalamboeeng — menggelemboeng. KALAMOE'LLAH, bakalamoe'llah — bersoempah menjeboet nama Allah; batapoee' kalamoe'llah — berani menepoek Koerän, karena tiada berdosa atau berdjoesta. KALAMOENTIENG, kalimoentieng — kemoenting, lih. karamoentieng. KALAMPAGI, lih. karampagi. KALAMPAJAN — n. seb. pohon. KALANDJA(R), mangalandja — memantoel; bakalandjaran oere' den — rasa sakit-sakit oerat saja, oempamanja sesoedah dioeroet. KALANDOEENG, mangalandoeeng; lapie' mangalandoeeng — tikar terhampar tiada datar sebab tergelemboeng. KALANDOEÏ' — koentoel; ana' gadang kalandoei' — anak jang malas bekerdja, melainkan soeka doedoek sadja. KALANG I — kalang, galang; kalang oeloe — bantal; kalang roda padati — sepotong kajoe jang goenanja penggalang roda pedati djika berhenti waktoe mendaki, soepaja pedati |
djangan meloentjoer kebawah; mangalang: injo mangalang katoempoean ambo — ia tidoer dengan kepalanja dibawah kaki saja; mangalangkan lihie, mangalangkan marieh — ki.: menjaboeng njawa; soeka memboeang njawa karena menolong orang; salapie' sakatidoeran, sabanta sakalang oeloe — ki.: persahabatan jang karib; lidah takalang — ki.: tiada berani membantah, karena beroetang boedi (menanggoeng kasih); nan taraso di ati, nan takalang dimato — jang terpikir; asieng bidoee' kalang dilata' — ki.: lain tanja, lain djawab; pado idoei' batjamin bangkai, elo' mati bakalang tanah — dari pada melihat satoe hal jang menjoesahkan pikiran (oemp.: isteri sendiri berboeat pekerdjaan jang tiada senonoh) lebih baik mati; mati ana' bakalang bapa', mati bapa' bakalang ana' — ki.: anak dan bapak hendaklah tolong menolong dalam waktoe kesoesahan; inda' tantoe kalang toempoean, inda' tantoe kalang batang — ki.: karena marah tiada membedakan orang, melainkan semoea digoesari. KALANG II — empedal (pada boeroeng); ikan kalang — lele (Jav.), karena dalam peroetnja ada jang menjeroepai empedal; gadang kalang — penakoet, tjabar; sampi' kalang — dengan tiada berpikir lekas salah terima, bila dinasihati orang; kaloeeng kalang — keloeh kesah karena kesakitan. KALANSANGAN — sangat pajah, sehingga napas sesak, tiada terdjalan, tiada maoe makan. KALANTJI', ana' kalantji' (maki). KALAOEENGAN — tiada kena angin, oemp.: dibalik pohon kajoe jang besar. KALAPA', galapa — gelepar. KALAPIE(R) — koentoel; ana' gadang kalapie — orang jang malas menolong, malas berbangkit (kasar). KALAPO — tombong njioer, lih. toemboeeng; mangalapokan — menjemai bidji pohon; lih. kalamboee'. KALAPOEE(R), galapoee(r); mangalapoee — mengepak-ngepak; tinggi lago randah kalapoee — ki.: tjakap angin, sombong, tetapi tiada dapat dilihat keadaannja. KALAPOEE', mati takalapoee' — djatoeh mati dengan tiba-tiba. KALARAI — kelarai; mangalarai — mengelarai. KALARI, lih. koelari. KALAS — kelas, pangkat. KALASE', mangalase' — bertengking, mengata-ngatai orang; perbandingkan dengan kase'. KALASI — kelasi, anak kapal. KALASO — kelasa; batang kalaso, lih. kalalaso. KALATIE' — keletik; mangalatie'kan djari — mengebaskan djari; mangalatie'kan oerang — mengebas orang dengan djari; mendjawab perkataan orang dengan kasar. KALAU I — kalau. KALAU II — n. seb. boeroeng. KALAU III — kaloei (goerami Jav.), lih. kaloeih I, kaloeai. KALAWAN, kaloean — tali jang ditjotjokkan dihidoeng lemboe atau kerbau. KALAWANG, lih. kalamboee', kalapo; mangalawangkan — menjemai. |
KALAWI
96
KALIMBADJO
</noinclude>
|
KALAWI — sebangsa soekoen. KALEBOEI', kaliboei' — haroe-biroe, hoeroehara; nagari lah kaleboei' — negeri hoeroehara. KALEH, aleh (Koerai), bakeh — kepada; katokan lah kaleh apa'njo — katakan kepada bapanja; (kaleh = ka + aleh, lih. aleh II). KALEKO', djalan bakaleko' — djalan berkelok perb. dengan leko', kelo'. KALE' — kelat, sepat; kale' diden kamanjalang — berpantang saja memindjam; den kale'kan ka datang karoemahnjo — saja pantangkan datang keroemahnja; pisang kale' — n. seb. pisang; kajoe kale' — n. kajoe, ada bermatjam-matjam, kebanjakan baik oentoek ramoean roemah. KALELE', kalele'-kalele'i — tiada pandai mendjawab pertanjaan, karena bersalah; karena kekenjangan tiada dapat menelan. KALELO', bakalelo' — kelang kelok; lih. kalero' dan kelo'. KALEME, lih. galeme, galimie. KALEMPONG — koentoel; gadang kalempong — ki.: hal orang jang malas berbangkit akan bekerdja. KALENGKANG, kain kalengkang — kain jang pakai perada. KALENTJONG, mangalentjong — mengelok; kama takalentjong roendiengan toe ? — kemana sesatnja (perginja) roendingan itoe ? lih. kentjong ; kalentjong pentjong, lih. pentjong. KALENTONG, bakalentong ketje'njo — tiada terang tjakapnja, karena tiada baik soesoen perkataannja, sebab takoet salah; kalentong-pentong — sangat bakalentong (tiada beratoeran) tentang perkataan. KALEONG, mangaleong — menggeliat; kaleong baloe' — geliang gelioet (karena kesakitan); kaleong meong — selaloe menggeliat (gelisah), tiada berdiri tetap seperti kebiasaan anak jang dikenakan pakaian. KALEPA' — kelepak; takalepa'-kalepa' detanjo — terkelepak-lepak destarnja; badjoe kalepak — djas terboeka dada; kalepa' pea' — sangat kotor, teroetama karena air; lih galepa'. KALERA, koelera — penjakit kolera (cholera). KALERE', mangalere' — tiba-tiba berdjalan (berlari) dari tengah ketepi, oemp.: koeda bendi; kama poelo takalere' ketje' (roendiengan) toe ? — kemana poela perginja pertjakapan itoe ? lih. galere', gadere'. KALERENG, koelereng — goendoe, kelereng, goeli; bakalereng — main kelereng, main goeli. KALERO', bakalero'-kalero' djalan kakampoeengnjo — berkelok-kelok (kelang kelok) djalan pergi kekampoengnja; kama poelo takalero' paroendiengan toe ? lih. kalere'. KALESE, galese — gelepar; mangalese, manggalese — menggelepar; mati takalese — mati menggelepar-gelepar. KALESOH, galesoh — gelisah; lih. kesoh. KALETE', koelete' — tapak-tapak kajoe. KALEWANG, galewang — kelewang. KALI I — gali; pangali — penggali; mangali — menggali; pangalian — galian; ba' tambilang, ba' pangali, ba' nan ilang ba' nan pangganti — ki.: oemp.: demang jang sekarang sama baiknja dengan demang jang pin- |
dah atau jang digantikannja; ko' dikali-kali, dikaoei', dalam toe moeeh — kalau dipikir-pikir djaoeh atau diperiksa betoel, hal itoe amat penting; dikalikan dalam, digantoeengkan tinggi — ki.: pekerdjaan jang diboeat setahoe orang jang memegang koeasa dalam hal itoe. KALI II, sakali, doeo kali dsb. — sekali, doea kali; sakali-sakali — satoe-satoe kali; sakali-kali — sekali-kali; sakalikoen = sakali + koen — semoeanja (koen 'Ar. = ada); kali-kali — daftar darab (memperbanjakkan); sakali pambari taoe, doeo kali pambari inge', tigo kali pambari djaran — perkataan jang pertama memberi tahoe, jang kedoea memberi ingat (memberi nasihat, mengingatkan), jang ketiga mendjerakan, artinja menghoekoem. KALI III — kadi; kali nikah — kadi jang mengawinkan orang. KALIALI — n. seb. toemboehan, akarnja berbintit-bintit, rasanja pahit; kakang kaliali — kekang berdoeri, kekang kesat. KALIAN — kamoe sekalian (perkataan menegoer atau panggilan kepada jang lebih moeda); di Rao perkataan ini dipakai menegoer kepada perkoempoelan orang moelia² dan toea-toea. KALIBA', lih. koeliba'. KALIBIE', lih. koelibie'. KALIBOEI', lih. kaleboei'; perbandingkan dengan kaboei'. KALIDAI, kanidai — n. seb. kajoe jang keras; tahan badji de' kalidai — ki.: tjobalah, telah bertemoe koeat sama koeat. KALIEH, takalieh tidoee (lihie takalieh) — salah oerat leher, karena tidoer tiada betoel (kelih ?). KALIENG, oerang Kalieng — orang Keling; badjoe goentieng kalieng — djas; djamboe kalieng, boeaian kalieng, balango kalieng, poepoei'tan kalieng (poesaran air), taboei' kalieng, goelai kalieng; lidah kalieng — poetar balik; mantja' rang kalieng — djatoeh dengan kaki keatas, toenggang langgang. KALIKAT, koelikat — tabi'at (chalikah 'Ar.). KALIKIE(R), kalikie batoe — bachil, kikir, kedekoet. KALIKIH — betik; ada beberapa bangsanja; kalikih rambai atau kalikih gantoeeng; kalikih alang — seb. betik: boeahnja ketjil berdoeri-doeri. KALIKIKANDJI, kalake' kandji, lake'kandji — kalikandji. KALI'-KALI' — n. seb. semoet jang bisa. KALILO' — kerling; mangalilo' — mengerling; kalilo' dama (ka)padam — kerling seperti pelita jang akan padam, menoeroet pemandangan orang Melajoe, kerling ini sangat merindoekan; lih. djalilo'. KALIMAH, koelimah — kalimah; kalimah sahadat — doea kalimah. KALIMAIE(R) — kelemajar. KALIMANTANG — kalimantang; mangalimantang — mengalimantang. KALIMARI, lih. kalamari. KALIMBADJO — kelaboe, sebam; poetieh mangandoeeng awan, mangalimbadjo mangandoeeng oedjan — ki.: hakim masih menaroeh |
</noinclude>
|
sjak tentang orang jang bersalah, meskipoen ia mengakoe atau tidak; agaknja kalimbadjo asalnja persenjawaan kalam dan badjo, artinja gelap seperti badja (penghitamkan gigi). KALIMBAJANGAN — kena bajang-bajang lampoe, atau bajang pelita oleh karena itoe tiada terang. KALIMBOEE'AN — tembolok. KALIMOEMOE, alimoemoe, limoemoe — kelemoemoer. KALIMOENTIENG, lih. kalamoentieng, karamoentieng. KALIMPANAN I — termasoek aboe (deboe) atau barang lain kedalam mata. KALIMPANAN II, lih. kalimpanang. KALIMPANANG, aka kalimpanang (kalimpanan) — n. seb. akar daoennja diramas dan diminoem: tjintjau. KALIMPARIE' — n. seb. pohon kajoe. KALIMPASIENG(AN) — bingoeng karena pekerdjaan moeskil atau pekerdjaan berat jang dikerdjakan dengan tergegas. KALINDJANG, mangalindjang — dengan tiba-tiba berbangkit; takalindjang — terkedjoet dan bergerak, oemp.: bila mendengar bedil dengan tiba-tiba. KALINGKIENG — kelingking; sagadang kalingkieng — sebesar kelingking, artinja sangat ketjil; kaba si kalingkieng — tjerita anak jang amat ketjil tetapi tjerdik. KALINTJO, mangalintjokan — mentjampoerkan; mampakalintjokan — mempertjampoerkan; kalintjo-pintjo — tjampoer baoer dengan tiada ketahoean; lih. kintjo. KALINTJOEI', kama takalintjoei'njo roendiengan ko ? — kemana perginja (sesatnja) pertjakapan ini? lih. kalere'; banja' kalintjoei'-pintjoei' — banjak poetar balik; lih. pioeeh-pilin. KALINTOEENG, galintoeeng — kelintoeng; dimano kalintoeeng baboenji, (di) sitoe kabau batanang — dimana kelintoeng berboenji, disitoelah kerbau tinggal diam, artinja: dimana perintah baik, disitoe ra'jat bersenang hati dan tinggal tetap. KALIO — sem. masakan daging; mangalio — memboeat kalio; mangalio nagari — mangatjau negeri. KALIOEI', mangalioei' — menggeleding; takalioei' mato padang — mata pedang terbalik; kalioei' mioei' — matjam² dalih. KALIPAH, koelipah — kalipah, chalifah; kalipah tarikat, kalipah daboeih — kalipah tarikat, kalipah daboes. KALIPE', koelipe'; takalipe' — terlipat dengan tiada disangka-sangka, oemp.: tepi kain, tepi kitab dll. perb. dengan lipe'. KALISOEI', lih. karisoei' dan kisoei'. KALITJAU, galitjau; mangalitjau — mengalitjau, mengelak atau bersemboenji bila datang orang menagih oetang; ditindjoenjo ambo, ambo kalitjaukan, tibo didindieng — ia menindjoe saja, saja elakkan, kena dinding; lih. galitjie', kalitjau, kalitjie', koelitjie', perb. dengan kitjau. KALITJIE', koelitjie', galitjie', lih. kalitjau; takoelitjie' — tergelintjir; takalitjie' iman — salah pikiran hendak berboeat pekerdjaan jang koerang baik. |
KALO I — kaladjengking; bintang kalo — bintang kala. KALO II — kala; ado kalonjo — ada kalanja; barado kalo — tempoh-tempoh, sekali-sekali; mana(ng)kalo — manakala; daoeioe kalo — dahoeloe kala; pariboe kalo — poerbakala. KALOE — keloe; matonjo boeto, lidahnjo kaloe — matanja boeta, lidahnja keloe; lih. djoega pada kaloeang. KALOEAI, kaloeih — kaloei (goerami Jav.). KALOEAN, lih. kalawan; mangaloeani — memberi (mengenakan) tali itoe; dikaloeani padoesinjo — dibawah perintah perempoeannja; poetoeih tali poetoeih kaloean, poetoeih kaloean rampoeeng idoeeng — ki.: hal orang bersaudara atau keloearga jang telah poetoes betoel karibnja. KALOEANG — keloeang; (soepaja djangan mengenai orang tempat berkata, perkataan ini dioebah seboetannja mendjadi kaloe atau kaloee'; bagai kaloeang beba patang — seperti keloeang bebar petang, dikiaskan pada orang banjak berdoejoen-doejoen dipekan atau pada satoe keramaian. KALOEARAGO — keloearga; kaoem kaloearago — keloearga (logat 'Arab + logat Melajoe akan pemaniskan dan pengoeatkan arti). KALOEAT — chalwat; bakaloeat — berchalwat. KALOEBA', koeliba' — kelojak; takaloeba' — terkelojak; den kaloeba'i kapalo si Anoe — saja ledja si Anoe; lih. koeba'. KALOEBI, katam kaloebi — sebangsa ketam. KALOEEH — keloeh; kaloeeh kasah — berkeloeh kesah; dikaloeehkan sadjo — diderita sadja dengan tiada dapat penghiboeran; kaloeeh kasah tidoee dikasoee, bakaroeeh dilapie' pandjamoeeran — ki.: bersoesah hati beristeri orang kaja, tetapi senang hati berbinikan orang miskin. KALOEE' — keloek; bakaloee'-kalooee' toelisannjo — toelisannja berkeloek-keloek (berboenga); banjanji sakaloee' — bernjanji sebentar, satoe lagoe; kaloee'-kalcoe' niroe — (toelang) selangka; kaloee' pakoe katjang balimbieng, ana' dipangkoe kamanakan dibimbieng — artinja: anak dan kemanakan haroeslah sama² dipimpin dan dididik; lih. djoega pada kaloeang. KALOEENG — n. seb. dokoh; kaloeeng koedo — kaloeng leher koeda; bakaloeeng-kaloeeng masoee' tansi — banjak masoek pendjara; kaloeeng kalang — keloesoeh kelasah (karena kesakitan). KALOEIH I, lih. kaloeai — kaloei. KALOEIH II — tiada masak reboesnja. KALOEKOEE(R), bakaloeekoeeran — tergores karena tergelintjir pada batoe jang kesat, seperti dikoekoer, lih. koekoee(r). KALOEKOEIH, mangaloekoeih ati na' pai — sangat ingin hendak pergi; perb. dengan koekoeih II. KALOEMBOEE' — n. sebangsa pohon. KALOEMOEN, tidoee bakaloemoen — tidoer menoetoep moeka dengan selimoet; manampa' ambo, dikaloemoeninjo moekonjo — ketika ia melihat saja, ditoetoepnja moekanja dengan kain. |
KALOENDO
98
KAMBIENG
</noinclude>
|
KALOENDO, aso' mangaloendo masoee' roemah — asap sangat banjak masoek roemah; mangaloendo oerang pai — sangat banjak orang pergi; perb. dengan koendo. KALOENDOEÏ', lih. karoendoei'. KALOENGKOEENG — n. seb. pohon. KALOEPA' — kelopak; mangaloepa'kan — mengangkatkan kelopak; koedo kaloepa' — koeda jang boeloe badannja kepoetihan, boeloe tengkoek dan ekor hitam. KALOEPEH — keloepas, geloepas; lih. koepeh; takaloepeh moeko de' paneh — terkeloepas (koelit) moeka oleh panas; perb. dengan koepeh. KALOESOEE', mampakaloesoee'kan — mempergosokkan kedoea tangan atau kedoea kaki, atau doea barang karena sebal; mangaloesoee' kasakitan — berpoetar-poetar kesakitan; kaloesoee' soenoe, kaloesoee' baka — keloesoeh kelasah; asal kata: koesoee'. KALOESOEÏH, biloesoeih — lentjit; takaloesoeih — melentjit, lepas dari tangan dengan tiada diketahoei, oemp.: tali lajang-lajang jang sedang dipegangkan. KALOETOE, galoetoe, saloetoe, siloetoe; bakaloetoe — kotor karena darah, tjat, getah dll. KALOJANG, kalalojang — seb. beloekar berdoeri, boeahnja sebesar kelereng, dipakai djadi boeah tjongkak; oenggeh kalojang — tjemperling. KALOKA' — gelekak, gelokak, djeloengkap, soengkap; karateh parake' roemah ambo bakaloka'an — kertas perekat roemah saja menggelokak semoeanja. KALOKE', lih. kaloka'. KALO', takalo' — tertidoer, ketidoeran; mangalo'-ngalo' — mengedjap-ngedjap; takalo'-kalo' — terkelip-kelip karena mengantoek atau karena merasa sedap, oempama orang jang berdjemoer, atau berdiang, atau ditioep angin; lalo' sakalo' — tidoer sekedjap; lalo' sakalo' barasian — baroe sebentar tidoer, datang mimpi; peribahasa ini dipakai, djika orang hendak beralih atau menjatakan bahwa dia dapat pikiran lain dari pada jang telah dikatakannja; loepo kahilangan, takalo' kamaliengan — nasihat, soepaja orang ingat. KALOMPO', karompo' — kelompok. KALONDANG, bakalondangan — terangkat koelit ari, oemp.: karena digesel roda. KALONDONG, bakalondongan dakinjo dikoesoee'i — terlepas dan bergoeloeng-goeloeng dakinja karena digosok waktoe mandi. KALONSONG, lih. kalondong. KALORO' — nama doea helai kertas koa jang seroepa jang ditaroeh oleh orang² jang bermain dihadapannja; djika kertas tjeki jang diambil (ditjaboet) sama dengan kedoea kertas jang ditaroeh dimoeka tadi, hal kertas itoe kaloro' poela dan ia menang bakaloro' namanja. KALOTO', pisang kaloto' — pisang jang boeahnja berbidji. KAMAH — mani. KAMANAKAN — kemanakan, jaitoe anak saudara perempoean; kamanakan dibawah loetoei' — hamba, sahaja; kamanakan saparentah mama', mama' saparentah bana(r) — kemanakan haroes menoeroet perintah mamak |
(laki²), mamak haroes melakoekan jang benar. KAMAM lih. gamam. KAMANG — n. seb. pohon. KAMANGI — semanggi. KAMARAU — kemarau. KAMBA(L) — kembal; kamba bodi — kembal kertas berangkai-rangkai, makin keatas makin ketjil. KAMBA(R) — kembar; si kamba — orang jang kembar; tali kamba doeo, atau kamba tigo — tali pilin doea atau pilin tiga. KAMBAN — kemban; ana' kitji' dikamban — boedak ketjil dikembani, dipangkoe dengan selendang dan kakinja ditoetoep dengan selendang itoe; ditolong, dipimpin. KAMBANG — kembang; dawat mangambang — oemp.: dawat jang memetjah, djika ditoeliskan pada kertas saf; mangambangkan pajoeeng — mengembangkan pajoeng; mangambangkan alemoe — mengembangkan 'ilmoe, ja'ni mengadjarkan 'ilmoe kepada orang banjak; mangambangkan lapie' — menghamparkan tikar; mangambangi roemah — menghampari roemah (dengan tikar); tarana' kambang — ternak mendjadi banjak; kambang bia' — sangat kembang (tentang manoesia), peridi (tentang binatang); kambang pipi den maminoen paloeroeeh — tidak enak perasaan saja meminoem pentjahar, oemp.: castorolie; katiko boengo sadieng kambang — ki.: ketika remadja (tentang perempoean), ketika hati soeka, ketika pikiran baik; si kambang — nama sahaja perempoean; tjari kambang (tjari koembang) — nama soeatoe lagoe, disertai dengan tari; dikambang saleba alam, dibaloen sabaloen koekoe — ki.: poedjian bagi kain jang amat haloes; boleh djoega djadi teka-teki, djawabnja: mata. KAMBEH — n. seb. peria, rasanja pahit; aro' dikoenjieng koeah kambeh, tjangkoee' taroeboee' ditinggakan — koeah kambeh koening, tetapi pahit, tjangkoee' taroeboee' hitam, tetapi enak, oemp.: orang peladang melihat saudagar, ingin hendak berniaga, ditinggalkan sawah ladang, pada hal berniaga beloem tentoe akan beroentoeng, artinja: karena memandang roepa, diboeangkan jang lebih baik. KAMBELOE, gambeloe — sebangsa lengkoeas. KAMBI — kambi; kambi kasoee — kambi kasoer. KAMBIENG — kambing; kambieng oetan — kambing hoetan; tji' kambiengan — bergoempal-goempal, oemp.: dodol karena koerang katjau, atau berboekoe-boekoe, seperti tali jang dipintal; ba' tjando tji' kambieng — sama besar, atau sama pandai sadja didalam satoe kaoem atau satoe negeri; ba' kambieng hago (harago) doea koepang — seperti lakoe anak kambing, jaitoe keratjak; demikianlah dikiaskan kepada boedak jang beloem terpeladjar, beloem ada pendapat; ba' mairi' kambieng kaaie — seperti mengeret kambing masoek air, jaitoe kambing itoe sekali-kali tiada maoe, demikianlah mengadjak orang jang tiada maoe; kambieng dipara' pandjang djanggoei'njo, oerang angga' |
KAMBOEI'
99
KANA(L)
</noinclude>
|
banja' saboei'njo, artinja: djika orang ta' soedi, dapat ia berdalih. KAMBOEI' — sebangsa soempit, terboeat dari kertjoet. KAMEDJA — kemedja. KAMEH — kemas, habis; bakameh — berkemas, bersiap; pakamehan — persimpanan; kameh mameh — menjimpan dengan tiada berketinggalan; pitih den lah kameh — oeang saja telah habis; ki.: baameh kameh, bapadi mandjadi — asal ada oeang dan padi, apa dimaksoed sampai. KAME' — enak, padat; ana' ko kame' — anak ini manis, tjomel; inda' taoe dilaboe nan kame' — ki.: tiada tahoe akan soeatoe jang bagoes; kame' den — djantoeng hatikoe (tentang anak); perb. d. koeme'. KAMI — kami (tiada termasoek orang tempat berkata); kami lah elo' lakoe kini — kalimat matjam ini biasa dikatakan seorang iboe; jang dimaksoednja dengan kata ,,kami itoe ja'ni anaknja. KAMIH — Kamis; pakan Kamih — pekan jang diramaikan hari Kamis. KAMO — kerma; inda' loepo dikamo — tiada meloepakan (ingat) kepada hal jang boleh terdjadi, djadi perloe lebih dahoeloe menimbang atau memberi nasihat habis-habis; moelokamo ambo mati daoeioe, paliarokan ana'-ana' ambo — djika kiranja saja mati lebih dahoeloe, peliharalah anak-anak saja; moelokamo — malakerma (?). KAMOE, dalam perbahasa; oemp.: moeloei' kamoe, arimau kamoe, mangarakah kapalo kamoe — artinja: perkataanmoe djoealah jang membinasakan dirimoe. KAMOEDI — kemoedi; mangamoedi — mengemoedikan; inge'-inge' mamegang kamoedi — ingat-ingat memegang kemoedi, maksoednja: pada tiap-tiap pekerdjaan hendaklah ingat, soepaja djangan beroleh marabahaja; bakamoedi karoesoee' — ki.: selaloe menoeroetkan kata perempoean, karena takoet kepadanja. KAMOEDIAN, koedian — kemoedian; pikie daoeioe pandapatan, sasa kamoedian inda' bagoeno — pikir dahoeloe pendapatan, sesal kemoedian tidak bergoena. KAMOEMOE — n. seb. talas, daoen dan batangnja dapat digoelai; di Koto Toeo namanja taleh Tjino; disini jang dinamai kamoemoe jaitoe toemboehan itoe djoega, bangsa jang besarnja, toemboeh dihoetan, tiada dimakan orang. KAMOENIENG, kamoenjieng — kemoening; kamoenieng paoei'tan koedo: menoeroet 'adat dahoeloe kerap kemoening ditanam dihalaman, tempat mengikatkan koeda djamoe jang datang. KAMOERANTANG — boenji bedil, boenji boeah-boeahan jang sangat banjak goegoer; demikian djoega dikatakan tentang air mata jang bertjoetjoeran. KAMOERISIE' — gemertjik, gemerentjik. |
KAMPAI I, takampai — terbaring karena sangat pajah; oela mangampai — oelar mendjelar; bakampaian mai' tangah medan paparangan — majat berkaparan dimedan peperangan. KAMPAI II — nama satoe soekoe. KAMPIE — kampil; kampie santo — tempat tembakau, tempat rokok; kampie sirieh — kampil sirih; kampie badie — kerpai; inda' takapi' kampie badie — tidak terkepit kerpai, artinja: sangat riboet dan soesah pikiran. KAMPIH — kempis; pipinjo kampih — pipinja kempis; sakoe-sakoenjo kampih — ia tiada beroeang sedikitpoen; tibo diparoei' dikampihkan, tibo dimato dipitjiengkan — ki.: kalau kaoem jang bersalah, didiamkan sadja (tanda ta' 'adil). KAMPO — kempa; mangampo — mengempa (getah gambir atau boeah manggis soepaja keloear getahnja atau soepaja koelit manggis itoe belah); kampoan, ditoetoerkan mendjadi kampaan — kempaan; koee' sapi' karano kampo — ki.: orang koeat didalam soeatoe perkara, karena ada jang menolong dibelakang. KAMPOEEH I, kain kampoeeh — selimoet jang terboeat dari tiga lembar kain jang dipersatoekan, jaitoe jang didjahitkan mendjadi satoe; ajam manang kampoeeh tagadai — ki.: seperti orang jang baroe menerima gadji, datang orang menagih, terpaksa memindjam atau menggadai akan mendjelaskan oetang itoe; ba' bakampoeeh tigo eto — seperti berselimoet jang pandjangnja tiga hasta, djika ditarik keatas penoetoep kepala, telandjang kaki, djika kaki diselimoeti, kepala terboeka; artinja: oeang jang dapat dipergoenakan oentoek sesoeatoe maksoed, tiada mentjoekoepi. KAMPOEEH II — masak, empoek (tentangan makanan); ranoem (tentang boeah-boeahan); binasa; kampoeeh ang! — tjelaka kamoe !; kampoeeh nan baoeo' — seroean ketika ada hal jang menghawatirkan; makan laoee' kampoeeh — jaitoe perdjamoean makan hari akan makan daging kerbau jang disembelih waktoe hendak mendirikan penghoeloe 'adat atau pada perdjamoean kawin. KAMPOEENG — kampoeng, soekoe; apo kampoeeng ang ? — apa soekoemoe ?; sakampoeeng — sekampoeng, sesoekoe; bakampoeengan — berhimpoen, teroetama tentang penghoeloe; kampoeeng akirat — achirat; oerang sakampoeeng — orang satoe kampoeng; kampoeeng halaman — negeri tempat lahir, negeri asal; mangampoeengkan saro' — ki.: djatoeh pingsan dan menggelepar-gelepar; nan tapantieng nan ka dipiliehi, ko' tasera' inda' lai dikampoeengkan — ki.: hendaklah kita hemat (tentang oeang), tetapi kalau berdjamoe dll., djangan bachil. KAMPOEIH, kimpoeih, lih. kampih. KAN — boekan ?, memang, ja; kan lah den barikan ? — boekan telah saja berikan ?; angkoe toe ? djawabnja: kan ! — Engkoe itoe ? djawabnja: ,,ja !. KANA-KANA — boejoeng, botjong. KANA(L) — ingat; takana — teringat; lai takana ambo de' (di) injie' ? — adakah nenek ingat (kenal) kepada saja ?; pangana — ingatan; ilang pangana de' banja' karadjo — bingoeng karena banjak kerdja; pangananjo kaana' sadjo — ingatannja selaloe kepada anaknja; mangana paroentoeengan — memikirkan nasib jang malang; kana-mangana — |
KANAI
100
KANDOEENG I
</noinclude>
|
ingat mengingati, tjinta-mentjintai; pangana inda' sakali toemboeeh, kiro-kiro inda' sakali datang — menjatakan bahwa soeatoe pikiran baroe timboel sekarang, dahoeloe beloem, oleh karena itoe bermaksoed hendak menjeboetnja. KANAI — kena; kanai latjoei' — kena poekoel; kanai berang — dimarahi; kanai panggie — dipanggil (dipersilakan) berdjamoe; kanai ati — sebal, menjesal; djatoeh berahi; atinjo kanai ka kain ko — hatinja berahi kepada kain ini; manganai — mengena, beroentoeng mempertoekarkan barang; bersetoeboeh; takanai — meroegi bertoekar barang; sagan takanai, gali kanai — kikir, tiada soeka berdjamoe; badie ko panganai — bedil ini kerap mengena; boeroee' panganaian badie toe — oemp.: babi jang ditembak patah lehernja; bakanaian — setoedjoe; bakanaian roendiengan — setoedjoe roendingan; kanai nan diatinjo — dapat jang diingininja; amoeeh kanai-manganai — soeka diberi soeka menerima dan soeka memberi; soeka didjamoe dan soeka mendjamoe; ba' tjando oerang takanai baragieh — seperti orang jang meroegi ketika berbagi barang perserikatan, artinja sebal, moeka asam; dareh datang, dalam kanai — oemp.: kalau dari kita datangnja permintaan hendak mendjoeal roemah, tentoe banjak akan koerang dari pokok; inge' samantaro aloen kanai — hendaklah habis-habis dipikiri melarat manfa'at 'akibatnja, sebeloem melakoekan soeatoe pekerdjaan. KANA' — kena; mangana'kan kain — mengenakan pakaian; mangana'kan oebe' — melekatkan obat; mangana'kan ato' — memasang atap; dindieng tarateh, oepang-oepang takana' — dinding teretas, tangga terpasang: soeatoe tanda ketjoerian malam hari; mangana'kan badjoe dibadan moengko sasooeai — ki.: apa-apa kata orang diambil salah, karena piil sendiri demikian; disangka kelakoean orang lain, seperti lakoe kita djoega. KANA'-KANA' — kanak-kanak. KANAN (dalam soerat-soerat tjerita) — kanan, lebih lazim: soeo'. KANARI — kenari. KANDA (.) I, takanda — pesak tjelana pendek. KANDA (.) II — kering (tiada berair) sehingga soesah menelan; nasi kanda — nasi jang tiada tjoekoep banjak air pemasaknja, oleh sebab itoe nasi itoe kersang sadja dan soesah menelannja; manganda — boeang air besar tiada disoengai hanja dipadang atau ditempat jang ta' ada air. KANDAI (v.d.T.) — bendera, toenggoel², roembai², djamboe² pelana koeda; balang kandai — belang: badan hitam, soerai, ekor dan kaki poetih. KANDA' — permintaan, kemaoean, kependekan dari kaanda' — kehendak; pinta' boelieh, kanda' balakoe — apa jang diminta dapat, kehendak diperkenankan. KANDALI (dalam tjerita) — kendali. KANDANG — kandang; mangandang — memboeat kandang pada tempat jang loeas padang roempoetnja oentoek menternakkan kerbau; mangandang arimau — memboeat perangkap oentoek menangkap harimau; man- |
djalang kandang I — oemp.: kita pergi kekandang tempat orang memelihara ternak kita, serta membawa beras dan ajam sekali setahoen waktoe ternak baroe beranak; mandjalang kandang II (Koerai) — menoeroet 'adat maka mempelai perempoean pergi dengan beberapa orang kaoemnja, perempoean djoega, keroemah mentoeanja membawa makanan dan djoeadah, disitoe didjamoe makan minoem oleh mentoeanja itoe; kabau bakandang, ameh bapoero — siapa jang memelihara kerbau hendaklah memboeat kandang dan orang jang kaja hendaklah menjimpan kekajaannja dalam peti, soepaja selamat; ajam lago sakandang — ki.: orang berbantah dalam satoe roemah atau bersanak saudara; kabau sakandang tagoebalokan, oerang soerang inda' dape' mandjagoi; artinja moedah mendjagai kerbau sekandang dari pada mendjaga seorang perempoean. KANDANO, bankandanoi — dimata-matai, didjaga. KANDIE(L) dalam tjeritera — kandil. KANDIE', koendie' — babi; ana' kandie' — anak babi (maki). KANDIH — kandis; asam kandih — asam kandis. KANDIKIE, tandikie — seb. pohon, boeahnja jang masak boleh dipakai akan pentjoetji. KANDI', mangandi' — menjoesahkan, mendatangkan doekatjita; kalakoean ana' ko mangandi' tio' ari — lakoe anak ini menjoesahkan tiap hari; sarawa bakandi' — tjelana pendek terboeat dari selendang jang didjeloedjoer sadja, soepaja kelak dapat lagi diorak didjadikan selendang. KANDIRI, sandiri — kendiri, sendiri; ambo kandiri nan poenjo — saja kendiri (sendiri) jang poenja; ambo kandirian pai — saja sendiri pergi. KANDJA(.), kaloesoee' kandja — keloesoeh kelasah, gelisah karena kesakitan; takandja — sangat terperandjat, perbandingkan dengan kalandja. KANDJI — kandji; boeboer pisang dengan santan dan goela; mangandji — memboeat kandji; mangandji kain — mengandji kain, soepaja keras; lakoe ana' ko mangandji — ki.: kelakoean anak ini amat boesoek atau meroseng, membosan. KANDOEE(R) — kendoer; djange'njo kandoee — koelitnja kendoer; nan tagang lah na' kandoee, nan kareh lah na' loena' — ki.: hati jang tegar telah moelai lemboet; kandoee nan badantieng-dantieng, tagang nan badjelo-djelo — kendoer itoe ada tegangnja dan tegang itoe poen ada kendoernja, dikiaskan kepada orang jang berkoeasa (memerintah) hendaklah djangan lemah dan djangan keras amat. KANDOEENG I — kandoeng; mangandoeeng — membawa dalam sakoenja atau pinggangnja oemp.: oeang dll.; boenting; kandoeengan — kandoeng; dansana' kandoeeng — saudara (se)kandoeng; nan dikadja inda' dape', nan dikandoeeng batjitjieran, lih. pada kadja; mangalimbadjo mangandoeeng oedjan, mangalimantang mangandoeeng paneh — ki.: beroedang dibalik batoe; aroen samaraba' ma- |
|
ngandoeeng malo — ki.: pada lahirnja banjak sifat jang baik padanja, tetapi batinnja amat boesoek. KANDOEENG II — nama seb. kajoe. KANDOERANG, kadoerang, lih. p. doeo. KANDOERI — kandoeri; bakandoeri — berdjamoe makan minoem. Di Padang perdjamoean waktoe kawin dinamakan bakandoerian. KANÈ', takanè' — sakit dalam anggota atau oerat, djika loetoet atau sikoe atau tongkéng terantoek. KANGARAN, lih. tangiran, tingaran. KANGKAM — dipeloek dengan kedoea belah lengan atau kedoea tangan; kangkam — sepit, kakaktoea; kangkam karo — seb. ragoem. KANGKANG — kangkang; mangangkang — mengangkang; kangkang bia, kangkang koeja — bergoeloet, gesa-gesa; lih. kèngkang. KANGKOEENG I — kangkoeng; kangkoeeng kasè — katak; kangkoeeng ngèa dipéndékkan mendjadi koengèa — menoeroet kepertjaan: roeh anak zina jang digoegoerkan iboenja dan diboeangkan didalam semak, kemoedian ia mendjelma mendjadi kangkoeng dan mangèa'-ngèa (berteriak-teriak) mentjari bapanja, soepaja djika bertemoe akan direnggoetkannja kemaloeannja; ba' kangkoeeng dipapikè'kan — 'ibarat orang jang mentjengang-tjengang dalam madjelis, tiada pernah mengeloearkan perkataan; kangkoeeng kangkang — gesa-gesa. KANGKOEENG II — nama seb. sajoeran, dinamai djoega lalidi, sebab akarnja menjeroepai oelar lidi. KANGKOEMAN (dalam soerat²) — koemkoema. KANIDAI, lih. kalidai. KANIENG, kanjieng — dahi; ba(r)adoe kanieng — kedoea mempelai doedoek dipelaminan, dahinja dipertemoekan oléh perempoean lain: arang tatjorèng pado (di) kanieng — ki.: beroléh maloe; boeloe mato manoengkè' kanieng — poedjian bagi perempoean jang boeloe matanja mendjongét; balantoeeng kanieng, awa'njo inda' manjapo do — meskipoen bertemoe dekat sekalipoen, ia tiada hendak menjapa (tanda sombong atau tiada tahoe 'adat). KANJA', kinja; manganja — meramas dengan tangan, oemp.: meramas madjoen atau kain jang ditjoetji. KANIAM I — kemam, koeloem. KANIAM II, manganjam lapie' — menganjam tikar (anjam), lebih lazim mangajam. KANJANG — kenjang; inda' poedji nan manganjang, inda' oepè' nan mamboenoech — ki.: oempat dan poedji djanganlah terlaloe dihiraukan, karena kedoeanja itoe tiada berapa faédahnja; ba' tjando oela kakanjangan — seperti oelar jang sangat kenjang, malas bergerak, demikian djoega hal orang; ba' atjè' kanjang — kalau patjat soedah kenjang, dia mendjatoehkan diri, tiada mengikoet lagi; demikianlah djoega hal orang jang soedah makan diroemah orang lain, dengan tiada berkata apa-apa ia pergi sadja; antieng-antieng atjè' kanjang — anting-anting jang bangoennja seperti patjat jang kenjang, di- |
tengahnja gemboeng dan keoedjoengnja timpoes; tidoee lalo', makan kanjang — hidoep dengan keméwahan; kanjang awa' dilakoe ana' ko — saja bosan melihat lakoe anak ini; sapandjang-pandjang tali, sakanjang-kanjang bantieng — ki.: sekalian ichtiar telah didjalankan, sekarang apa jang terdjadi, tiada akan menjesal. KANJIENG, lih. kanieng. KANJOEE(R) — ranoem, loenak karena terlaloe masak (tentang boeah-boeahan). KANJONJONG — njonjong; manganjonjong — menjonjong; takanjonjong bibienjo — ternjonjong bibirnja, oemp.: karena disengat taboehan atau karena terdjatoeh. KANOEN, lih. ranoen. KANOERANG, kadoerang, lih. p. doeo. KANSO — gangsa, logam. KANTANG — kentang; pada setengah negeri dinamai oebi kantang, pèlo gadoeeng, oebi gantang. KANTI — handai, tolan, teman, kawan, sahabat, rekanan; bakanti — berekanan; sakanti — bersahabat; sama² mengerdjakan satoe pekerdjaan. KANTJAH — kawah, belanga besi jang besar; ba' kantjah diago — seperti lakoe kawah ditawar, artinja diam-diam sadja; demikian hal orang jang menganga dan mentjengang-tjengang sadja bila ditanjai orang atau bila mendengarkan orang bertjakap: makannjo sakantjah — makannja amat banjak; mangantjah — hal anak ketjil waktoe tidoer boeang air ketjil dikasoer. KANTJANG — kentjang; angin kantjang — angin kentjang; (lari) koedo kantjang — lari koeda ini kentjang; ana' ko kantjang — anak ini gantjang. KANTJÈH, takantjèh — terbantoet; koedo toe takantjèh, moedo bana lah bapakai — koeda itoe tiada mendjadi besar, tegap atau gemoek, sebab terlaloe moeda telah dipakai. KANTJIE(L) — kantjil; aka kantjie — 'akal kantjil, artinja amat tjerdik; ka' kantjie — sang kantjil. KANTJIENG — kentjing, kemih; takantjieng — kentjing; ana' kantjieng (memaki) — anak kentjing; mangantjiengi — mengentjingi; mangantjiengkan darah (nanah) — kentjingkan darah (nanah); bakantjieng-kantjieng ang mangètjè' — poetar balik tjakapmoe. KANTJI', mangantji' salèro — mengoerangi (menahan) makan; idoei' bakantji'-kantji' — makan minoem, pakaian dan oeang selaloe berkoerang-koerang. KANTJOEENG, kintjoeeng — kotjok; mangantjoeeng karatêh — mengotjok kartoe; mandi sakantjoeeng — mandi sebentar. KANTOEE(R) I — kantor. KANTOEE(R) II, mangantoee; tidoee mangantoee — tidoer dengan kaki berlipat, dan loetoet berdekat dengan dagoe; perb. dengan ingantoee. KANTOEE' — kantoek; mangantoee', takantoee — mengantoek; nan kasoee kantoee, lih. kasoee. KANTOEI' — kentoet; takantoei — kentoet; ana' kantoei (memaki); aka kantoei'-kantoei' — sebangsa akar, daoennja dapat dimakan; |
|
ba' kantoei' djo aie lioee — ki.: tiada dapat bertjerai, seperti doea laki isteri, tetapi hidoep tiada manis. KAO — tjoba; kaokan — tjobakan; bakao sanang — moelai (berangsoer) semboeh; kaolah taga' — tjobalah berdiri; takao — koeasa; diambo takao mambao — saja koeat membawa; ana' ambo mangao-ngao pandai badjalan — anak saja moelai pandai berdjalan; ko' inda' takao, manga dikao djoeo? — djika tiada koeasa, mengapa ditjoba djoega? KAOEE(L) — kaoel, niat; bakaoee — berkaoel, berniat; mambaie kaoee — selamatan, pada tempat keramat, sesoedah permintaan berlakoe; bakaoee bakèh nan kiramat, maminta' bakèh nan ka boelieh — meminta kepada orang jang moengkin dapat memperloekan permintaan, atau jang mesti dapat menolong. KAOEENG — penakoet, tawar. KAOEIH — saroeng kaki, kaoes; bakaoeih — berkaoes. KAOEI', kawi — kaoet; sakaoei — segenggam penoeh, sebanjak sekali mengaoet; mangaoei — mengaoet; mangaoei' labo djo sikoe — ki.: sangat tama'; damoei' nan gadang kaoei — ki.: dikatakan tentang orang jang pendiam, tetapi sangat tadjam perkataannja, atau djahat boedi pekertinja; lih. aoei. KAOEN — kaoem; kapalo kaoen — kepala kaoem; kaoen kaloearago — kaoem keloearga; sambajang bakaoen — sembahjang dengan imam. KAPA(L) I — kapal; bakapa ka Mèdan — menoempang kapal ke Mèdan (berlajar). KAPA(L) II — kepal; sakapa — sekepal; mangapa — mengepal; mangapa nasi — ki.: beroesaha soepaja orang jang sekaoem atau bersaudara selamanja berdamai; pangapa barèh — ki.: hal mamak atau kakak jang mempertjeraikan atau memperseteroekan orang dalam sekaoem; sakapa mandjadi goenoeeng, satitie' mandjadi laoei — ki.: jang sedikit mendjadi banjak, tentang nasihat jang diberi orang. KAPA(R) III — kapar, pohon kajoe jang dihanjoetkan air dan terbenam dalam loeboek atau teloek soengai; nama seboeah kampoeng dekat Air Bangis, karena asalnja dari pohon-pohon kajoe hanjoet dan ditimboeni oléh pasir; adat taloee' timboenan kapa, adat loerah timboenan saro — ki.: kebiasaan orang jang ditempat jang ramai, tentoe kerap kali didatangi djamoe. KAPADAN, dikapadankan, bakapadankan — diintai; mangapadankan — mengintai. KAPAH, takapah, lih. takajah pada kajah. KAPAJANG I — n. seb. pohon. KAPAJANG II — penjakit (koentoel besar). KAPA' I — kapak. KAPA' II — kepak, sajap; roemah toe bakapa — kiri kanan roemah itoe ada bagiannja jang mengandjoer; na' tabang inda' bakapa — hendak terbang, tetapi tiada bersajap; maksoednja: hendak berboeat sesoeatoe, tiada mempoenjai oeang; patah kapa' batoengkè' paroeeh — ki.: djika soeatoe maksoed tiada sampai, menoeroet djalan ini, boléh djadi |
niat itoe sampai menoeroet djalan lain, oléh karena itoe djanganlah poetoes asa. KAPALANG — kepalang, lih. alang I. KAPALO — kepala, jang koeasa, jang teroetama, permoelaan; kapalo nagari — orang jang berkoeasa dalam negeri; angkoe kapalo — engkoe jang koeasa; kapalo soerè — kepala soerat; kapalo dadieh — kepala soesoe; kapalo banda(r) — permoelaan (asal) air; kapalo pakodian — kain jang teroetama dalam sekodi; kapalo adat — jang teroetama pada 'adat, oemp.: di Pajakoemboeh: pisang manis; kapalo djoea bali — tjengkeram; kapalo koto — permoelaan kota, pengatjara, procureur, advocaat; mengapaloi — mengepalakan, mengempoekan; memberi orang tjengkeram; mangapalo gadjah — seperti kepala gadjah, dikatakan tentang pohon njioer moeda jang pokoknja baroe toemboeh seroepa kepala gadjah; mandjoea kapalo — menerima oeang akan mendjadi serdadoe atau mendjadi koeli contract; ko' inda' bapitih, dèn djoea kapalo dèn — djika ta' ada oeang boléhlah saja ichtiarkan, bagaimana sadja dapatnja; ba' ajam kanai kapalo — ki.: habis 'akal; kapalo samo baboeloe, pandapè' balain-lain — tiap-tiap orang lain pikirannja, kesoekaannja dll.; saki' kapalo pandjang ramboei', patah salèro banja' makan — hal orang jang lain pada lahirnia dari pada batinnja. KAPAN — kapan, kafan; mangapan — memberi kapan kepada seorang kaoem jang mati menoeroet 'adat: memberi oeang oentoek membeli kapan. KAPANG — kapang, seb. oelat jang makan beras atau makan kajoe; inda' talo' dè' (di) kapang — ki.: orang toea jang tiada penjakitan; lah bakapang pitihnjo — ki.: oeangnja lamo tersimpan tiada lagi keloear-keloear. KAPARAT, kiparat — keparat; mambaie kaparat — memberikan oeang pada 'alim, soepaja dimintakannja ampoen kepada Allah; ana' kaparat — anak tjelaka; kanai kaparat — kena la'nat. KAPARÈH — seb. ikan air tawar. KAPAUI — seb. serdang. KAPÈH — kapas; ba' tjando kapèh — sangat lemboet; kapèh pandji — kapoek, kaboe-kaboe; oentoeeng ba' oentoeeng kapèh — ki.: banjak penanggoengan; asam kapèh — djeroek nipis. KAPÈLONG, lih. gabèlong. KAPENTJONG — n. seb. padi. KAPENTONG, bakapèntong lidahnjo — ia télor karena takoet. KAPERÈ, takapèrè-kapèrè djalannjo — siah (kédék-kédék) perdjalanannja, seperti orang maboek; takapèrè kamano roendiengan toe? — kemana perginja toedjoean (sesat) roendingan itoe? KAPÈTJONG, lih. kapotjong. KAPÈTONG, lih. kapèntong. KAPIALOE, damam kapialoe — demam, sekalian anggota ngiloe rasanja. KAPIARAN — baik pemeliharaan; koedo ko gapoee', dè' lai kapiaran — koeda ini gemoek, karena baik pemeliharaannja; kapiaran sebenarnja: kapiaraan; lih. piaro. KAPIE(R) — kafir; ana' kapie (maki). KAPIE' I — n. seb. ikan soengai. |
|
KAPIE' II; tanah liè' bakapiè — tanah liat sangat bergetah (beléngkét Batv.). KAPIENG — keping; mangapieng kajoe — membelah kajoe; soerè' sakapieng — kitab agama sedjilid; inda' kajoe, djandjang dikapieng, lih. kajoe I. KAPI' — kepit; sakapi — sebanjak dapat dikepit; pangapi' tangan — tidoer dengan tangan diantara kedoea kaki; pangapi' daoen koenji — ki.: pemoedji-moedji diri; pangapi' kapalo arimau — ki.: biasa mempertakoet-takoet atau mengantjam orang; mangapi'kan padoesi gadang paroi — 'adat satoe² negeri, bila ada seorang perempoean boenting, kaoem soeaminja, beberapa orang perempoean, datang bersama-sama memberi djoeadah keroemah perempoean itoe. KAPILA (.), takapila — bodoh; ana' takapila, inda' amoeh basikola — anak ini bodoh, ta' maoe bersekolah. KAPILAGO — kepoelaga. KAPILO — boelai. KAPINDIENG — kepinding, pidjat-pidjat. KAPINDJI', bakapindji — sangat gelap, oemp.: dalam roemah jang koerang dimasoeki tjahaja; bakapindji' sadjo ati — sangat soesah hati; bakapindji' sadjo soerè'njo — terlampau rapat toelisannja; mato bakapindji — hal mata sakit jang tiada dapat diboeka karena direkat kotoran mata itoe. KAPIRADAN, sapiradan — kesemoetan (semoetan). KAPIRA'-PIRA'AN, lih. pirè' II. KAPIRÈ'-PIRÈ'AN, lih. pirè' II. KAPITAN — kapitan; kapitan kapa — kapitan kapal. KAPITIENG — kepiting. KAPITJIENG, lih. koepitjieng. KAPOA' — sombong, tjongkak; mangapoa'kan — mengandjoeng, memoedji-moedji; kapoa' gadang kapopoh ......... lih. kapopoh. KAPODANG — kepoedang. KAPOEA', lih. kapoa'. KAPOEE(R) — kapoer; kapoee sirieh, kapoee batoe; kapoee toehoee — kapoer tohor; mangapoee — repoei, kersai, empoek; memboeboeh kapoer; sirieh sakapoee — sirih sekapoer; mangapoeekan sirieh — mengapoerkan sirih; sakapoee sirieh — sepemakan sirih; kapoeeran — pekapoeran, kotak tempat kapoer; djan disaromankan sadjo tapoeeng djo kapoee — walaupoen tepoeng dengan kapoer kedoeanja poetih, djanganlah disamakan sadja; maksoednja: sekalian barang atau orang tiada sama halnja atau martabatnja; tapidja' dikapoee, poetieh tapa', tapidja' diarang, hitam tapa' — ki.: kalau bersalah, tentoe akan dihoekoem. KAPOEE' — kapoek padi; sagadang kapoee' — amat besar; ba' boenji kapoee' roentoeh — gemoeroeh boenji seperti kapoek roentoeh. KAPOEE'-KAPOEE' — tempat permata terikat dalam tjintjin; paramato lakè' dikapoee'-kapoee'njo, lih. paramato. KAPOEENG I, takapoeeng-kapoeeng — terkatoeng-katoeng, terapoeeng-apoeeng. KAPOEENG II — kepoeng; takapoeeng — terkepoeng. KAPOEIH, takapoeih-kapoeih ango'njo — |
mengemboes-emboes napasnja sekali-sekali, naza'. KAPOEI' — seb. koesta; dikapoei' — kena penjakit koesta. KAPOEJOEE' — lipas; ana' kapoejoee' (memaki). KAPOELOEN — n. seb. pohon, boeahnja bergetah, dapat dimakan; pada setengah tempat namanja sikapaoenan; bakapoeloen sadjo kètjè'njo — tjakapnja tiada djelas. KAPOENDA', mangapoenda' baoenjo — semerbak baoenja, teroetama tentang baoe jang boesoek atau jang keras; mangapoenda' aso' atau aboe — mengepoel asap atau deboe. KAPOENDAN — aboe dari l. l. jang menjemboer dari kawah; loebang kapoendan — kawah. KAPOENDOEENG — n. seb. pohon boeah-boeahan; takapoendoeeng baoetang saratoeih — dengan tiba-tiba dapat oetang seratoes roepiah. KAPOEO', mangapoeo' baoenjo kaidoeeng dèn — mengoeap, semerbak baoenja kehidoeng saja; lih. kapoenda'. KAPOEROE, mangapoeroe — terbang dengan tidak disangka-sangka, oemp.: boeroeng liar jang dipegangkan, atau poejoeh jang terkedjoet diantara lalang dihadapan kita. KAPOEROEI', lih. poeroei. KAPOESA', mangapoesa, mangapoenda dan mangapoeo, lih. kapoenda dan kapoeo. KAPOETAT, bakapoetat lama'njo — sangat énaknja. KAPOETJAH, bakapoetjah oerang — berpoesing-poesing atau polang-paling orang; bakapoetjah sadjo ati dèn — pikiran saja sangat berkatjau-bilau. KAPOETOEENG, dikapoetoeeng minja' laoee' — direkat dan dibeloet lemai; samoei' bakapoetoeeng — semoet berkeroemoen. KAPOLÈH — balok kajoe oentoek main tjongkak, oedjoeng dan pangkalnja berloebang besar masing-masing seboeah, dan kiri kanannja 7 boeah. KAPOMPONG — kepompong; kapompongan, lih. pompong II; basikapompong, lih. pompong I. KAPONDONG, takapondong, takapoendoeeng, lih. kapoendoeeng. KAPOPOH, mangkapopoh atau mangapopoh — memboeal-boeal; ba' kapopoh goelai laboe — sebagai boeal goelai laboe; dikiaskan kepada tjakap angin; kapoa' gadang kapopoh, gadang toengkoeih ta' baisi — ki.: orang jang sombong, tjakapnja tiada berisi. KAPORO I — bengkak berisi air, oemp.: karena meletjoer atau ketoemboehan. KAPORO II, pintoe kaporo — pintoe gerbang. KAPOROH, bakaporohan — beterbangan kesana kemari karena terkedjoet, lih. kapoeroe; bakaporohan sadjo kètjè'njo — perkataannja keloear dengan tiada ketahoean. KAPOSOH, mangkaposoh, mangaposoh — boenji obat bedil djika ditoenoe. KAPOTJONG, lih. kapiradan. KARABANG, karabang taloee — koelit teloer sesoedah ajam menetas (di Pajakoemboeh: karobong); karabang lawah — koelit labah-labah, sesoedah berganti koelit; sangka lah |
|
mangarabang — sangkar tiada lagi berisi; mati takarabang (soempah). KARABOE I, koeraboe — keraboe. KARABOE II, karaboe antimoen, lih. koeraboe II. KARADA', lih. garada; mangarada = manggarada. KARADJANG, lih. karodjang. KARADJO, kadjo — kerdja; kami ka karadjo — kami hendak berdjamoe (mengadakan perdjamoean); koedo ko inda' bakaradjokan amè' lai — koeda ini tiada lagi dipelihara dengan sepatoetnja; sia nan mangaradjokan ana' gadih toe? — siapa jang meroesakkan gadis itoe?; tadi malam oerang malieng lah bakaradjo poelo — malam tadi maling telah mentjoeri lagi; apo pakaradjaannjo? — apa djabatannja, pentjahariannja?; inda' karadjo mantjari karadjo — hal orang jang mentjampoeri soeatoe perkara orang lain atau berboeat satoe pekerdjaan dan ia dapat kesoesahan; karadjo baiè' lakèh-lakèhkan, na' djan ditimpo karadjo boeroee', karadjo boeroee' lambè'-lambè'kan, ko' lè ditimpo karadjo baiè' — maksoednja: pekerdjaan jang baik hendaklah dikerdjakan dengan segera, soepaja djangan ada kerdja djahat jang mengalangi; kerdja djahat baiklah dipertanggoehkan, moedah-moedahan datang pikiran jang lebih baik, sehingga pekerdjaan djahat itoe oeroeng sadja. KARADOE (Koto Toeo) — badar (ikan teri) kering; badjaga karadoe — berdjagal ikan kering jang terseboet; inda' bakaradoe lai — ki.: tiada lagi mempoenjai oeang, telah djatoeh miskin (K. Toeo). KARAH I — koelit penjoe jang diperboeat orang djadi sikat ramboet dsb.; tjamin karah — katja mata pendinding mata dari kaboet, boekanja terboeat dari katja (mika?). KARAH II — kraag Holl, karah badjoe — léhér badjoe; karah tangan (kamèdja) — manchet, Holl. KARAI I — kersai, repoei. KARAI II, karai diadat — koeat memegang-kan 'adat. KARAIE, lih. aie; mandi karaie gadang — menoeroet logat Padang, artinja: mandi kesoengai; tetapi menoeroet pengertian sebelah Darè', jaitoe: ,,mandi tahi, sebab karaie gadang artinja ,,tahi; demikian lagi mandi karaie kètè, menoeroet logat Padang, artinja: ,,mandi disoemoer atau diperigi, tetapi pengertian sebelah Darè', jaitoe: ,,mandi kentjing, karena karaie kètè artinja ,,kentjing; mangaraiekan darah — boeang air darah; mangaraiei — membéraki. Demikian djoega halnja dengan berapa perkataan lain: pada satoe negeri baik artinja, tetapi pada negeri lain djahat ma'nanja. Hal ini baik djoega diketahoei, soepaja djangan diédjék orang. Kata tjipoei tiada boléh diseboet di Padang, karena artinja kemaloean laki², di Darè' artinja sipoet; patoee di Pajakoemboeh artinja paroeh, di Agam artinja kemaloean laki²; boentoei di Pajakoemboeh artinja péndék, tetapi di Agam kemaloean perempoean. KARAKAH — kerkah; (perbandingkan dengan rangkah — rekah); mangarakah toelang — mengertak toelang; moeloei'moe arimaumoe, |
mangarakah kapalomoe — ki.: moeloet (perkataan) kita djoega jang membinasakan kita. KARAKA', karaka'-karaka'i — bingoeng tiada tentoe apa jang akan diboeat, takaraka' — terkedjoet. KARAKAU, karakau-karakaui — sangat bingoeng, lih. kakau dan karaka'. KARAKOETIE (.) — seb. merbah, dinamai djoega barabah tintin. KARAKOETO — sebangsa koesta; tjoetjo karakoeto — djampi soepaja penjakit ini tiada memakan. KARAKO' — seb. sirih jang tiada biasa dimakan hanja djadi obat (kerakap?); ba' karako' atèh batoe — sebagai karako' toemboeh dibatoe, artinja: hidoep ta' tentoe, mati ta' poela njata; 'ibarat keadaan seseorang jang tiada madjoe dan tiada moendoer dalam perdagangan. KARA' — kerak; dèta kara' angoeih — destar jang warnanja kehitaman; takara — sampai kedasarnja, artinja tiada jang tinggal lagi; takara' alèh soempahnjo — ia menjoempahi orang, poenah hendaknja, sampai-sampai kepada anak-tjoetjoenja; banasi dibaliè' kara — ki.: ada lagi apa-apa jang beloem diperiksa; inda' banasi dibaliè' kara — tiada orang jang lebih dari pada orang jang dilihat atau jang diperkatakan, atau dari dia sendiri; kara'-kara — n. sem. koeé; ikolah kara'-kara'njo — inilah sisanja jang penghabisan, tiada lagi lain dari pada ini. KARA' KALIENG I — n. sem. koeé goréng, bangoennja seperti angka 8 (krakeling, Holl.). KARA' KALIENG II — n. sem. sendjata terboeat dari kajoe, tandoek, besi d. l. l. bangoennja seperti |_|, diselitkan antara djari akan penindjoe moesoeh; ada djoega orang menamai kajoe batoepang. KARA' KOEDAI, bakara' koedai — terlaloe amat kotor. KARAM — karam, tjelaka; karam dèn! — tjelaka saja!; karam ditapi — beroléh bentjana, tetapi dapat ditolong; lawannja: karam ditangah — beroléh tjelaka dan tiada ketolongan; iko nan mangaram — inilah jang mentjelakakan; karam sakapa — mendapat tjelaka (keroesakan) bersama-sama; disangko tida' ka mangaram, omba' nan kètè' diabaikan — ki.: karena alpa, maka marabahaja jang ketjil mentjelakakan betoel-betoel; ba' boenji Tjino karam — sangat haroe biroe, sangat gadoeh. KARAMA', lih. garama dan karanja; djan dikarama' sadjo nasi toe — djangan dipegang dengan tiada ketahoean sadja nasi itoe, artinja: ambil baik-baik! KARAMALAI, lih. malai. KARAMBIE(L) — boeah njioer, bangsanja: karambie oedang, kemérahan boeahnja; karambie idjau, biasa dipakai orang djadi obat; karambie poejoeh; mangarambie, manggarambie sadjo — mentjengang sadja waktoe melihat soeatoe perkara jang patoet ditolong; mamaga karambie tjondong, boeahnjo djatoeeh kapara' oerang — 'ibarat mendidik seorang anak laki-laki menoentoet 'ilmoe sampai dapat pekerdjaan, tetapi kemoedian ia |
|
kawin dengan bangsa lain dan tiada dapat lagi diharap oleh kaoemnja. KARAMBI', koerambi` — sendjata (djembiah) bengkok, tadjam matanja dan belakangnja; mangarambi' paroei` — meretas peroet dengan pisau itoe. KARAMBODJO, lih. kalambodjo. KARAMOAN, bakaramoan, lih. amoeeh. KARAMOENTIENG, kalamoentieng — kemoenting. KARAMPAGI, kalampagi, rampagi, lampagi — kerempagi; lih. gadawan. KARAMPANG — kerampang; karampang sarawa — kerampang tjelana. KARAN — tjetakan panjaram. KARANDO — keranda. KARANDOOEI', karoendoei, karoendjoei`; mangaroendoei'kan — membawa atau memboengkoes dengan kain; sakarandoei` — banjak. KARANG I — karang dalam laoet; pinggan karang — pinggan kasar; saboen karang — (penjakit batoe) soesah boeang air ketjil. KARANG II, mangarang — menjoesoen; mangarang tjarito (soere') — mengarang tjerita (soerat); mangarang boengo — menggoebah atau menjoesoen boenga; karang tigo — pelita minjak njioer jang tiga tempat soemboenja; karang malai — perhiasan kelamboe terboeat dari gaboes; pandai mangarang-ngarang — pandai mengada-ada; itoe karangan oerang sadjo — itoe hanja direka (diboeat-boeat) orang sadja; sabatang karang — sebatang kara; ba' intan poetoieh pangarang — bagai intan jang tanggal dari ikatannja, demikianlah dikiaskan kepada air mata jang bertjoetjoeran. KARANGGO, lih. kararanggo. KARANGKAM — mentjekam atau memegang dengan sekalian djari; perb. dengan kangkam. KARANGKANG, karangkang-karangkangi — gesa-gesa; lih. kangkang, karengkang. KARANGKO — rangka; roemah ambo takarangko — roemah saja baroe dimoelai rangkanja. KARANJA', lih. karama`. KARANO — karena; inda' bakarano — tiada bersebab. KARANO' — batang padi jang ditanam pada tempat jang telah disediakan, goenanja akan pengganti batang padi jang boesoek atau jang mati; mangarano'kan — menanamkan akan djadi karano`. KARAPA(L) I — kepal; lah bakarapa pitihnjo — berkepal-kepal oeangnja: oeangnja sangat banjak. KARAPA(R) II, mangarapa(r) — mati; takarapa — mati terhantar; perb. dengan kapa(r). KARAPANG, lih. karapa I; perb. dengan kapang. KARAPIE', koerapie`; mangarapie` — petjak; mangarapie' deta den dikadoedoee'injo — petjak destar saja, karena didoedoekinja; mangarapie' idoei'njo — soesah kehidoepannja; mati takarapie` — mati karena kelaparan sehingga petjak badannja; karapie'-karapie'i — berpandjangan mengerdjakan perkara jang ketjil-ketjil; karapie' pandja — keropas-kerapis. |
KARAPOEIH, karipoeih — kepik; mangarapoeih — mengepoek; pipinjo lah mangarapoeih, de' lamo saki` — pipinja tjengkoeng (mengepik) karena lama sakit; takarapoeih sarang ango'njo — ia mati. KARARANGGO — kerengga; koedo kararanggo — koeda jang boeloenja merah moeda, seperti kerengga. KARARAWAI, karawai — kerawai. KARASA', matjo karasa` — sematjam ikan kering teri, koerang baik; karasa'-karasa` — barang-barang jang koerang baik; mangarasa' pitihnjo — amat banjak oeangnja. KARASANI, basi karasani — besi kersani. KARATANG, dikaratang minja' laoee` — direkat gemoek daging (jaitoe tentangan moeloet orang jang soedah makan daging jang banjak lemak). KARATAU — kertau. KARATEH — kertas, kartoe; karateh alang-alang — kertas oentoek lajang-lajang; karateh koa — kartoe tjeki; main karateh — main kartoe; oeang karateh — oeang kertas; ameh karateh — emas Tjina; salendang ko mangarateh — selendang ini haloes sebagai kertas. KARATOE (dikota-kota) — kartoe. KARAWAI, lih. kararawai. KARAWE', koerawe` — beloelang jang disajat-sajat pandjang akan pengikat, ganti tali; makan karawe` — amat miskin, tiada dapat membeli daging akan dimakan, melainkan makan beloelang sadja. KAREH — keras; boeah kareh — keminting, kemiri; kareh ati — tiada terbentoek, tekoen; kareh idoeeng, kareh arang, kareh boekoe lidah — tiada maoe alah berkata-kata; kareh-kareh — keras-keras, sematjam makanan; mangareh — berkata keras; koeda jang tiada maoe ditahan, melainkan hendak lari kentjang sadja; mendaga; basikareh — berkata tiada dengan lemah lemboet; sia kareh sia diateh — ki.: siapa berani, tentoe maradjálela; kareh-kareh kara` — keras sebentar sadja, soedah itoe loenak lagi ki.: kemaoean jang hanja sebentar sadja kerasnja; oeang toe lah kareh — orang itoe telah berboemoer; djan bakareh-kareh awa` — djanganlah kamoe berkata, bahwa kamoe berani dan tiada mempedoelikan siapa dan apa-apa!; kareh ditakie', loena' disoedoe — ki.: hal perintah jang kentjang tiada mempedoelikan keras dan tiada keras, hanja bergantoeng pada kesalahan; kareh ba' batoe, tinggi ba' langi` — ki.: hal kemanakan jang tiada maoe menoeroet perintah mamaknja atau anak boeah jang ingkar. KAREHENG, mangareheng — menjeringai, artinja: menjanggah; boeroee' kareheng — kasar moeloet. KAREKE', takareke'-takareke' gala`, lih. karikie`. KARE' I — karat; bakare` — berkarat; lah bakare' pitihnjo — oeangnja disimpannja sadja. KARE' II — kerat; mangare` — mengerat; mangare' kapalo — sangat memberi maloe; kalakoean ana' toe mangare' kapalo mama'njo — ki.: kelakoean anak itoe memberi maloe mamaknja; bakare' rotan — bertjerai bersaudara selama-lamanja; minta' rotan nan sakare` — hendak bertjerai karena persengketaan; |
|
karatan poese` — saudara seiboe sebapa; ba' balatjan dikare' doeo (nan pai boesoee', nan tingga anjie) — ki.: bagi kedoea belah pihaknja mendatangkan 'aib; pandjang bakaratan, laweh basibieran — hal kaoem jang telah pindah kenegeri lain karena telah kembang biak ditempatnja bermoela. KAREMOH — goemal, koemal; karateh toe lah bakaremoh — kertas itoe telah bergoemal, lih. remoh. KARENAH, lih. koerenah. KARENE'-MENE' — ketjik-mengetjik; perb. d. kene` — ketjil, ketjik. KARENGKANG, mangarengkang — tiada mendengarkan nasihat; karengkang-pengkang — pentjong-mentjong; lih. karangkang. KARENGKENG, mangarengkeng — sangat koeroes; perb. dengan rengkeng. KARENGKONG-PENGKONG — pentjong-mentjong, lih. karengkang-pengkang. KARENTENG-PENTENG — hal perempoean jang banjak anak, tidak bebas, hendak berdjalan tiada sampai hati meninggalkannja, sebab itoe dibawa djoega; hal orang jang banjak membawa barang, ada jang didjoendjoengnja, ada jang dikepitnja, ada jang dipikoelnja. KAREPENG — keropeng; mangarepengi — mengeropengi; inda' bakarepeng — tiada beroeang sedikit djoega. KARESEH-PESEH, gareseh-peseh; awa' njo kareseh-peseh sadjo djo toean koemandoee — ia berbahasa (bertjakap bahasa) Belanda sadja dengan toean Controleur; injo pandai kareseh-peseh — ia pandai tjakap Belanda. KARETA, koereta — kereta; kareta api — kereta api; bakareta api ka Padang — naik kereta api ke Padang. KARETANG, garetang; mangaretang — mengambil sikap hendak melawan. KARETEK-METEK — ketjik-mengetjik, keropas-kerapis, lih. karene'-mene`. KARIDJO, sakaridjo` — sekedjap, lih. kidjo`. KARIEH — karih; mangarieh nasi — mengarih nasi dalam perioek; mangarieh paroei` — marah dalam hati tetapi tiada dapat melepaskan marah itoe. KARIENG — kering; mangariengi tabe` — mengeringi tambak; inda' karieng² aie matonjo —ia selaloe menangis; bakarieng aie lioee — ki.: poeas memberi nasihat teroetama kepada boedak², tetapi tiada diindahkannja; toelang karieng — toelang betis, toelang kering; pitih den lah sakarieng-kariengnjo — oeang saja telah habis semoeanja; boelieh loeloee' pe' nan karieng — ki.: orang jang tiada tjampoer dalam soeatoe perkara, terpalit djoega. KARIH — keris; ba' boedjang djolong bakarih — ki.: sangat memperagakan (sombong); ba' oerang goebalo dibari bakarih — 'ibarat memberi atau memindjamkan pakaian kepada orang bodoh, dipakainja tiada pada waktoenja. KARIKAM, lih. koerikam. KARIKIE'; karikie'-karikie'i gala` — tertawa gelak-gelak. KARI' — karib. KARIPI', ripi` — kerepek, sematjam penganan terboeat dari pisang atau oebi jang disajat |
tipis² laloe digoreng; katjang karipi` — seb. katjang makanan, berakar pandjang, kebiasaan didjalarkan kebatang kajoe; mato bakaripi` — kedoea belah kelopak mata (jang diatas dan jang dibawah) seperti direkat karena sakit; lih. kapindji`. KARIPOEE', takaripoee` — memar; karipoee'kan kakinjo — patahkan kakinja. KARIPOEIH, karapoeih — kepik, kepoek; mangaripoeih — melekoek, mengepik. KARIRIE', lih. koelirie', koeririe`. KARISIE' — kerisik; mangarisie` — mendesir amat haloes (tentang kain batik). KARISOEI' — kesot; mangarísoei` — mengesot; roemah sampi' inda' taitjo mangarisoei' awa` — roemah sempit, tiada dapat kita bergerak (beringsoet); karisoei'-karisoei'i — mengesot-ngesot, artinja hilang 'akal karena tiada dapat mendjawab perkataan orang; perb. dengan kisoei`. KARITIENG (dikota-kota) — keriting; lebih lazim dikatakan orang karoei`. KARITIH, garitih; mangaritih — mengernjoet atau menggertak melihat atau mendengar apa-apa jang tiada patoet. KARITJAU — bekerdja dengan bergoeloet; karitjau oekan oelah², mamatjah sakali baloen — gopoh-gopoh tetapi beloem pernah memetjahkan piring dll., poedjian bagi boedak dalam istana; perb. dengan kitjau. KARITJIENG, koeritjieng — ketjeng; mangaritjieng — mengetjeng, mengoentjoepkan mata tetapi masih dapat melihat, seperti hal orang makan djeroek jang asam; karitjieng-karitjiengi ba' kangkoeeng disimboeei — ki.: hal orang mengelip-ngelip seperti katak jang disimbah dengan air, tetapi tiada pandai mendjawab; lih. kitjieng. KARITJIH, koeritjih — kaartjes bagi penoempang kereta api, komidi d.l.l.; itoe lah (arago) karitjihnjo sadjo ambo katokan — harga jang saja katakan itoe, tiada boleh ditawar lagi. KARITJI', garitji`; mangaritji` atau manggaritji' mantjalie' lidih — amat takoet melihat lidi; sebenarnja mendjadi kitji`, ja'ni ketjik karena ketakoetan; bakaritji'an — habis ketakoetan; karitji' pitji`, lih. basampi'-sampi`, jaïtoe sangat kesempitan oemp.: roemah ketjil didiami beberapa orang dan barang² banjak; perb. dengan kitji`. KARO — kera, pada setengah negeri lebih lazim tjiga`; ba' tjando karo — sangat djelik atau soeka memegang apa-apa jang dekat padanja. KAROBAN — koerban; bakaroban — mengoerbankan, memberi koerban. KAROBONG, lih. karabang. KARODJANG — kakoe, tegar; mangarodjang — kakoe seperti kain jang dikandji, lih. garodjang, kodjang, kadjang I. KAROE, bakaroe; bakaroe pikiran den — pikiran saja amat soesah; perb. dengan aroe. KAROEBIENG — perkakas penangkap ikan. KAROEBOEENG, garoeboeeng — keroemoen; dikarobooeengi samoei` — dikeroemoeni semoet. KAROEBOEI' — sebangsa beloekar besar boenganja. |
|
KAROEEH I — dengkoer, lengkoer; bakarooeeh — mendengkoer, melengkoer, menggeroeh; karoeeh ba' boenji agoeeng tasinggoeeng — dengkoer seperti goeng tersinggoeng, tanda enak tidoer. KAROEEH II — keroeh; karoeeh-karoeeh kara` — keroeh sedikit; mangarooeeh — mengeroeh, mengharoe; mampakarooeeh — hal jang baik didjadikan boesoek; karoeeh dipadjanieh, koesoei' disalasaikan — kalau keroeh didjernihkan, jang koesoet diselesaikan, artinia: apa jang boesoek diperbaiki, perselisihan dihabisi dengan djalan damai; djadja'njo karoeeh djoeo lai — ki.: hal orang jang gadoek atau sombong, pada hal orang masih tahoe halnja (asal oesoelnja) jang koerang baik. KAROEE', mangarooee` — memasoekkan lengan kedalam loebang atau karoeng akan mengambil apa-apa; bakarooee' arang — bertengkar; sapangarooee'an — jaïtoe oekoeran jang pandjangnja dari oedjoeng djari malang sampai keketiak, ja'ni oekoeran pandjang kaki tjelana dari pesak kekakinja; pangarooee' parioee` — anak jang biasa mentjoeri makanan, dinamai djoega malieng padjoeeh; mamakan saabih raso, mangarooee' saabih gaoeeng — ki.: bertanjakan apa-apa hendaklah sehabis-habisnja dan seterang-terangnja; pisang karoee`, lih. p. pisang I. KAROEE'-KAROEE' — n. seb. agas, biasa masoek loeka atau koedis. KAROEENG — karoeng; kain karoeng — saroeng; bakaroeeng — hal anak jang lahir dalam selapoet; mampakaroeengkan kain — mempertemoekan atau memperdjahitkan kedoea oedjoeng kain, sehingga menjeroepaï saroeng; pitihnjo sakaroeeng — oeangnja terlaloe amat banjak; ba' maeto kain karoeeng (kain saroeeng) — ki.: mengerdjakan atau memperkatakan sesoeatoe dengan tiada berkesoedahan. KAROEI' — keroet; aboee'njo karoei` — ramboetnja keriting; takaroei`, mangaroei` — moeka asam (Jav.); karoei' kera` — selaloe bermoeka asam; deta bakaroei` — destar keroet, jaïtoe pakaian penghoeloe 'adat; pakaroei` — boengkoesan jang isinja kebiasaan barang² dagangan; tali pakaroei` — tali pengikat pakaroei' itoe biasanja tali belati pandjang jang sedang kasarnja. KAROEKAH-POEKAH, lih. garoegah-poegah — bekerdja dengan gesa-gesa, tiada hati², biasanja tiada selamat. KAROEKAI, oerang toe lah karoekai — orang itoe telah sangat toea; lih. oekai. KAROEKAM, roekam — seb. pohon, batangnja berdoeri, boeahnja manis-manis masam. KAROEKOEI' — kokot; mangaroeekoei` — seperti hal djari kaki orang jang biasa memakai sepatoe, bila berdjalan didjalan berbatoe-batoe dengan tiada memakai alas kaki, kokot ia berdjalan; lih. koekoei`. KAROEMEH, garoemeh; mangarooemeh — mengoaroek moeka orang sampai loeka atau biloer-biloer. KAROEMOEI', mangarooemoei'kan — menjemboenjikan dalam kain; soeratan si Anoe bakarooemoei' sadjo — toelisan si Anoe tiada djelas. |
KAROEMOEN — keroemoen; bakarooemoen — berkeroemoen; mangarooemoeni — mengeroemoeni. KAROEN; oeang (ameh) karoen — oeang atau harta jang diperoleh dengan djalan jang tiada halal, oleh sebab itoe tiada kekal; lih. Koeran, Soerah 28: 76—82. KAROENDJOEI', karoendoei` — poendjoet; mangarooendoei'kan — memasoekkan kedalam karoendoei`; takarooendoei` — kelihatan bahwa dalam kain ada isinja jang tergemboeng; sakaroendjoei` — amat banjak. KAROENDOEÍ', lih. karoendjoei`. KAROENGKANG-POENGKANG — pentjong-mentjong; karoengkang-poengkang sadjo lata' karosi ko — letak kerosi ini pentjong-mentjong sadja; karoengkang-poengkang ambo mangadjai kareta api — toenggang langgang saja pergi kesetasioen, soepaja djangan ditinggalkan kereta api. KAROENIE — koernia, karoenia; karoenie Toehan — karoenia Toehan; mangarooeniei — mengaroeniaï; mangarooeniekan — mengaroeniakan. KAROENJOEI' — keroet, kedoet; bakarooenjoei'an djange' njo — koelitnja menggelemboer (kerepot); badjoe ang takarooenjoei` — badjoe kamoe mengeroet. KAROENTANG — kerontang; karoentangpoentang — lebih dari kerontang; karoentang bajang, lih. garoentang. KAROENTJO, sakarooentjo — amat banjak (tentang oeang). KAROENTOEENG, karontong — sem. kadoet oentoek penjimpan ikan jang dapat ditangkap; tanggoee' rape' karoentoeeng boeboeih — ki.: soeami koeat mentjari oeang, tetapi isteri boros. KAROEPIENG, karepeng — keropeng. KAROEPOEE' — keropok; karoepoee' ikan — keropok ikan. KAROESOEE' karosoh, garosoh — kerosok; mangarooesoee` — mengerosok. KAROESOEENG, karosong, keronsong; karoesoeeng oela — seloemoer; karoesoeeng lawah — koelit labah-labah jang ditanggalkannja; mangarooesoeeng — bertoekar (berganti) koelit. KAROETA', garoeta`; manggarooeta' toelang — menggigit toelang sampai petjah (kertak?). KAROETJOEI' — kertas atau daoen atau kelopak bamboe, jang digoeloeng roendjoeng; mangarooetjoei` — mengoentjoep; mangarooetjoei' katakoei'an — seakan-akan koentjoep karena sangat takoet, sangat ketakoetan; perb. d. koetjoei`. KAROETOEIIH, lih. garoetoeih. KAROKO', tjiroko`; takaroko` — terkedjoet serta bingoeng, oemp.: ketika orang masoek kedalam roemah, tiada disangka-sangka kelihatan seorang lain doedoek; lih. karaka`. KARO' — karap. KAROMA — koerma. KAROMPO', lih. garompo`. KARONGKONG — rangka; gadang karongkong — besar badan tetapi koeroes; mangarongkong — koeroes seakan-akan tinggal lagi rangkanja sadja. |
|
KARONO' (Koto Toeo), dikarono'kan — oemp.: boedak ketjil diselimoeti dan dipangkoe, soepaja ia djangan kedinginan atau kena angin. KARONSONG, lih. karoesoeeng. KARONTONG, lih. karoentoeeng. KAROPO' — kelompok, goegoes; roemah sakaropo` — roemah sekelompok; poelau sakaropo` — poelau segoegoes. KAROSI, koeresi, koerisi, koresi, korosi — kerosi, koersi. KAROSOH, lih. karoesoee`. KAROSONG, lih. karoesoeeng. KAROTJOH, garotjoh; karotjoh-karotjohi — bekerdja dengan gesa-gesa; lih. kotjoh. KAROTO', lih. garoto`; mangaroto` — merengoet. KASA(R) — kasar; kasa moeloei`, kasa roendiengan — kasar perkataan; mangasai — mengataï dengan perkataan jang tiada lemah-lemboet; pangasa — hal orang jang seperti terseboet diatas KASAB — seb. kain jang kasar dan kesat (kasap). KASADA'AN, lih. sada`; perb. dengan katjaha`. KASAH I — kasa; kasah amboen — kasa jang loenak; lompe' njo sakajoe kasah — lompatnja amat pandjang. KASAH II — kesah; kaloeeh kasah — berkeloeh kesah. KASAI — kasai; bakasai — berkasai; balimau bakasai — berlangir dan berkasai. KASA' — panas (badan) karena doedoek berdekat-dekatan; iolah kasa' koedo ko balari — koeda ini koeat dan tahan lama berlari; bangki' kasa' njo — terbit marahnja, sehingga maoe ia berkelahi. KASAM — kasemat, chasoemat; bakasam — bermoesoel; malapehkan kasam — membalas dendam. KASAN — kesan; mangasan — berkesan; kasani — lihatlah bekasnja; mamboeboee djan baboekoee, maoeleh djan mangasan — ki.: apa-apa pekerdjaan (teroetama jang djahat) djanganlah diketahoei orang. KASANG I — kersang; kasang rakoeengan — kering kerongkong. KASANG II — ladang padi. KASAU — kasau; kasau pajoeeeng — kasau pajoeng; roemah lah takasau — roemah telah lekat kasaunja; tantang rasoee' mandjariau tibo dikasau lake' lae — djeriau dilekatkan pada rasoek, dan lae pada kasau, ki.: hal perkataan jang telah pada tempatnja; lae, jaïtoe bilah-bilah papan tempat memakoekan atap zink. KASE' — kesat; katonjo kase` — perkataannja kasar; kase' baso — tiada manis, tiada tahoe bahasa; kase'-kase' daoen pimpieng — ki.: dikatakan tentang orang jang tiada selamanja lemah, sekali-sekali kasar, djadi tiada moedah orang lain melakoekan kedjahatan atasnja; bakase'an — hal doea orang jang berbantah dengan mengeloearkan perkataan jang tadjam-tadjam; batoenggoee ditarah, kase' diampaleh — dimana (kajoe) ta' datar hendaklah ditarah, djika kesat hendaklah diempelas (dilitjinkan), artinja: perselisihan |
dihabiskan betoel-betoel; kangkoeeng kase` — katak. KASI (Soeliki), inda' takasi — tiada dapat mempastikan lebih dahoeloe; djan dikasikan sadjo hari ka oedjan — djangan dipastikan sadja, bahwa hari akan hoedjan. KASIEH — kasih; pakasieh — pekasih; bakasieh toean djo oerang bansat, kasieh djo apo ka dibaleh! — toean mengambil (saja) seorang miskin, dengan apa kelak saja balas kebaikan toean itoe? bakasieh-kasiehan — berkasih-kasihan; manarimo kasieh — menerima kasih; kakasiehan — kekasih; mangasiehi — mengasihi; kasieh baambilan, sajang bapaidah — seorang kasih atau sajang kepada orang lain, tentoe ada jang dipandangnja, oemp.: karena ia mendapat pertolongan dll. dari orang itoe. KASIE' — kersik; kasie' boelan — kersik poetih; kasie' balado — kersik haloes jang ditjampoeri dengan lombok dipakai penjamoen akan dilemparkannja (dihamboerkan) kemata orang jang hendak disamoennja; takasie' boelan oerang toe dikatoinjo — ki.: orang itoe dimakinja habis-habis (ditjoetji makinja); ba' tjando kasie' pitih dinjo — ia tiada mempedoelikan oeang, oeangnja diboeang-boeangnja sadja; ba' tjando kasie' dipoelau — ki.: terlaloe amat banjak. KASIENG — kersang, tiada berair sedikit djoeapoen; lah kasieng rakoeengan de' mangetje` — telah kering tekak (kerongkongan) sebab bertjakap, perb. d. kasang I. KASI' — koeat dan tahan lama; iolah kasi' koedo ko — betoel koeat dan tahan koeda ini berlari. KASIN (dikota-kota) — kasim; mangasin ajam — mengebiri ajam; ajam kasin — ajam kebiri; mangasin batang djamboe — mentjangkoek batang djamboe. KASOEE(R) — kasoer; kasoee panda` — kasoer tempat mempelai doedoek; tidoee dikasoee — ki.: beristerikan orang kaja; tidoee dikasoee kaloeeh kasah, bakarooeeh dilapie' pandjamooeran — ki.: beristerikan orang kaja berhati soesah, beristerikan orang miskin hati senang; nan kasoee kantoee', nan samba lita` — kalau kita mengantoek, meskipoen kita tidoer tiada diatas kasoer, tidoer kita itoe sama enaknja dengan tidoer diatas kasoer; makan enak djika kita lapar, walau koerang laoek-paoek sekalipoen. KASOEENG, asoeeeng, mangasoeeng; mangasoeengkan — mengadoekan hal; mangasoeeng dan maasoeeng berlainan artinja; maasoeeng — mengadoe (mengasoet). KASOEI' — pajau. KASOEMAT, lih. kasam. KASOEMBO — kesoemba; kain kasoembo — kain merah; limau kasoembo — djeroek jang merah isinja. KASOEMI' — n. seb. poear, boeahnja dapat dimakan. KASO' — kasap; sikaso` — seb. pohon, daoennja kesat sedikit, goenanja penghapoes pantat boedak ketjil sesoedah boeang air besar; boeloeeh kaso` — seb. boeloeh jang kesat. KATA(R) — kakoe; kata tangan de' manjoere', kata kaki de' lamo doedoee` — kakoe tangan |
</noinclude>
|
sebab menoelis, kakoe kaki karena lama doedoek. KATABOEENG, mangkataboeeng, mangataboeeng — oemp.: ajam jang terlompat karena terkedjoet; takataboeeng — tiba-tiba terlondjak sebab terperandjat; dikataboeengkan ajam — direbahkan ajam jang terbang sebab terkedjoet. KATAI I — sem. permainan boedak-boedak. KATAI II, katai-katai; takatai-katai — meratjau, merabau. KATAJO — rotan dianjam diikatkan pada bom pedati dibawah leher kerbau atau sapi, soepaja pedati djangan terloentjoer atau terbalik; lintah katajo — lintah jang besar dan pandjang. KATA' I — pendek, tiada pandjang; roeang roemah ko kata'² — roeang roemah ini pendek²; mandoeo kata` — mendoea ketjil, langkah tiada pandjang. KATA' II — ketak; kata' liie — ketak (lipit) leher. KATAM I — katam, chatam; mangatam kadji — menjoedahi kadji; mangatam Koeraan — menammatkan Koerän, kebiasaan dengan selamatan; mangatam roendiengan — menjoedahi roendingan. KATAM II — ketam, ja'ni sem. perkakas toekang kajoe; mangatam — mengetam; koee' katam karano sapi, lih. koee' I. KATAM III — kedjam moeloet. KATAMBAN (v. d. T.), katamban roembai — bakoel ketjil terboeat dari daoen roembai. KATAN — ketan; bareh katan — beras poeloet; dibari oerang katan ta' bakarambie — ki.: mendengar perkataan jang tiada sedap. KATANAHAN, madang-katanahan — ketanah, seb. medang. KATANG-KATANG I — bakoel pandan ketjil empat segi, ada tali pendjindjingnja. KATANG-KATANG II — seb. toemboehan jang mendjalar ditepi laoet, getahnja menggatal; ba' baoereh katang-katang — sebagai dioerap dengan daoen katang-katang, artinja: gatal, panas hati dan hendak berkelahi. KATAPANG I, lebih lazim: katapieng — ketapang. KATAPANG II — ampas njioer, sempelah. KATAPIENG — ketapang. KATARA (.), mangatara-ngatara, mangkatarakatara — berdjalan dengan badan diloeroeskan dan kaki ditegangkan, langkah ditjepatkan. KATARI — b. toemboehan, pelepah daoennja boleh diboeat djadi bakoel atau toedoeng sadji. KATATANG, mangkatatang — hal badjoe jang sempit, djika dipakai tegang, segah. KATEA (v. d. T.), mangatea, mangkatea — memalingkan moeka, oemp.: lakoe perempoean jang tiada soeka diganggoe laki-laki. KATeLe, gadele; ketje' njo bakatele — tjakapnja tiada terang karena menjimpang kesana sini. KATELO, oebi katelo, lebih lazim: pelo, gabelo — katela (Jav.). KATeMe', lih katepe`. KATeNGKANG, bakatengkang — hal beberapa boenji jang tidak sesoeai; hal laki-isteri |
atau sahabat jang tiada semoepakat; oerang badansana' toe salaloe bakatengkang — orang jang bersaudara itoe selaloe lingkah (berbantah atau bertengkar); boenji gandang djo biola toe bakatengkang sadjo — boenji gendang dan biola itoe tiada sesoeai (sepadan). KATeNGKONG, lih. katengkang. KATePe', dikatepe' kada — rapat ditoemboehi koedis haloes², lih. kateme`; kain bakatepe', kain bagademe`, lih. gademe`. KATeRÀ (dikota-kota), lajoe katera — lagoe tari setangan. KATI I — timbang; mangati — menimbang; katian — timbangan; dikati samo bare', dioedji samo merah — ki.: hal orang jang sama tinggi bangsanja dalam 'adat; mangati samo bare` — ki.: menghoekoem dengan 'adil. KATI II — 1/100 pikoel. KATIA' — ketia'; ketje' ba' katia' oela — ki.: tjakap jang tiada dapat dipegang; mangambang katia' amih — ki.: memboekakan 'aib sanak saudara = menepoek air didoelang; inda' barasa' lenggang dikatia`, oemp.: orang jang menggantikan kepala negeri jang baroe mati, jaïtoe anaknja atau kemanakannja; aro' na' malenggang, katia' pasoee` — ki.: karena kemewahan, terdjoeal harta benda. KATIANJIE(R) — nama soeatoe soekoe. KATIDIENG — bakoel; pinggang sarieng ba' katidieng — pinggang ramping seperti bakoel; ini soeatoe edjekan, artinja: pinggang besar; ba' oela dalam katidieng — ki.: berpoetar-poetar disitoe djoega; hal orang jang sakit pinggang, menggeliat-geliat sadja. KATIE(R) (chatir 'Ar.); ko' lai bagai takatie dalam ati ambo, ambo minta' dibari maaf — djika ada terchatir dalam hati saja (tentangan jang koerang baik) saja harap dima'afkan. KATIE', katjie` — ketjik, ketjil; sakatie` — sedikit; lado katie` — lada (meritja Jav.). KATIEN (v. d. T.) — bagian dari perkakas tenoen (koedo-koedo). KATIENG I — perioek tanah rendah, tempat menjimpan laoek-paoek ; satinggi katieng — sangat rendah, biasa dikatakan tentang perempoean. KATIENG II, paneh mangatieng-ngatieng — panas terik. KATI' — katib, chatib; bakati` — berdjamoe mengangkat katib; ba' tjando kati` — amat tjantik tentang laki-laki berpakaian. KATIKO, koetiko — ketika; sakatiko — sebentar; katiko boengo kambang — ketika hati senang; sedang remadja; djandjian dibari bakatiko, sambajang dibari baoekatoe — bekerdja dan berdjandji tentoe ada waktoenja. KATIMBABA(L), timbaba(l) — kebal. KATIMBALANGAN, lih. timbalang. KATIMBI' — boenji gendang dipoekoel. KATIMBOEE'AN, lih. katimboeloee'an. KATIMBOELOEE'AN, katimboee'an — tembolok. KATIMPOEENG, lih. katjimpoeeng. KATINAGAN, tjinagan — zat dalam mata air, roepanja kekoeningan; orang jang berpenjakit koelit biasa mandi dengan air itoe. |
</noinclude>
|
KATINDI' — gendang ketjil; mangkatindi`, mangatindi' paroei'njo — peroetnja seperti gendang, ja'ni kemboeng. KATITIERAN — ketitir; ana' andoeeng katitieran, ana' barabah ampe'-ampe', nan dikandoeeng batjitjieran, nan dilalah inda' dape` — jang dikandoeng bertjetjeran, jang dikedjar tiada dapat. KATJA(R) — raba; mangatja — meraba; katja-katjai — mengerepes; mangatja ikan — meraba (menangkap) ikan diantara batoe-batoe, atau dirongga karang; lah bakatja ari — hari sangat gelap (oleh karena berdjalan meraba); takatja diikan kalang — ki.: berlawan (bertanding) dengan orang jang pandai. KATJAHA', takatjaha` — tersedak, kesedakan. KATJAINAN, katjiinan, katjinan, tjainan, tjiinan — ingin; mangkatjainani — memperingini. KATJA', kitja', gatja` — pegang, angkat; mangatja` — memegang atau mengangkat akan mengetahoei berat barang; mangatja' langan — mengangkat lengan hendak berkelahi; mangatja' doenie — bersoeka-soeka hati didoenia; mangatja' parang — berperang; dikatja' langan lah ba' langan, dikatja' batih lah ba' batih — ki.: dikatakan tentang orang jang merasa dirinja telah sempoerna koeat akan mengerdjakan soeatoe pekerdjaan, tiada lagi hendak bermoepakat dengan mamaknja atau sanak saudaranja; katja' baie', balandjo koerang — ki.: soeka kemewahan, tetapi oeang koerang. KATJAMBAH — ketjambah; bakatjambah — berketjambah; namoen katjambah kajoe aro, inda' man djadi poeloei'-poeloei` — sama artinja dengan anak harimau tiada akan mendjadi anak kambiing. KATJANG — katjang; matjamnja: k. pandjang, k. paga, k. poeti, k. paroei' ajam, k. doedoee`, k. (boenjih) randah, k. toedjoeeh djoerai, k. balimbieng, k. dadieh, k. kajoe, k. karipi', k. ramang, k. miang (gatal, tiada dimakan orang; pengasoet) ; bakatjang — berboeat sesoeka hati atas harta orang lain; ba' katjang ditana' tjie` — ki.: sangat bersoekatjita; ba' boenji marandang katjang ketje'njo — ki.: beleter, geritjau; lah paneh ari, loepo katjang dikoeli'njo — ki.: dikatakan tentang orang jang ditolong orang lain, sehingga mendapat pangkat atau mendjadi kaja, tetapi loepa ia kepada orang jang telah menolongnja; loepa kapada orang jang telah berboeat baik; katjang-katjang — ramboen; bagian dari kemaloean perempoean (di Goegoek, Fort de Kock); nama jang lazim oentoek katjang-katjang: panaboee; sabatang katjang, lih. batang. KATJAPI, koetjapi — ketjapi; bakatjapi — memetik ketjapi; bakatjapi tangannjo — tjepat ia bekerdja (teroetama tentang perempoean). KATJAPIE'; katjapie', ana' katjapie` (memaki). KATJeKA', lih. koetjeka`. KATJAPOEENG, takatjapoeeng — kesoenjian, hal orang jang ditinggalkan anak-anak atau sanak saudaranja, hal orang atau anak-anak jang kematian bapak atau saudara jang diharap. |
KATJATIENG, mangkatjatieng — mendjoengkat. KATJAU — katjau; mangatjau — mengatjau; mangatjau nagari — mengatjau negeri; bakatjau ati den — hati saja amat soesah; katjau balau (bakatjau balau) — katjau bilau; ba' tjando pangatjau kaki koedo toe — kaki koeda itoe berlari pentjong-mentjong; toekang katjau — pengharoe; lah takatjau diden nagari ko — seloeroeh negeri ini telah banjak kali saja djalani. KATJeH — kenjam, ketjap; mangatjeh — memboenjikan moeloet tanda ta' soeka; oemp.: bila seorang anak disoeroeh iboenja. KATJeKA', lih. koetjeka`. KATJeNTANG, barapo katjentang — boekan patoet ia memboeang sikap (tanda tjongkak). KATJeO, lih. katjio I. KATJIE' — ketjil; lih. katie'; ana' katjie` — anak ketjil; mande katjie` dipendekkan mendjadi atjie` — bibi; lado katjie` — lada; ana' ambo balimo katjie` — anak saja 5 orang masih ketjil-ketjil; sakatjie` — sedikit; oekan sakatjie` — boekan sedikit; sakatjie'-katjie'njo limo roepiah aragonjo — sedikit-dikitnja (sekoerang-koerangnja) harganja lima roepiah; katjie' dibari banamo, lah gadang dibari bagala — waktoe ketjil (boedak) diberi nama, setelah besar diberi gelar, goenanja akan djadi penegoer pada masa ketjil atau pada waktoe ia telah besar. KATJIENG; mangatjieng kapalo soempi` — mengikat kepala soempit erat-erat; mangatjieng balandjo — mengoerangi belandja; salero bakatjieng — makan dan laoek-paoek dikoerangi; lih. tjakieng. KATJIINAN, lih. katjainan, katjinan. KATJI', lih. katjieng. KATJILAU-BINGKAU — hiroe-biroe. KATJIMOEIH, mangkatjimoeih — mentjebik, ja'ni menggerakkan kedoea bibir, tanda tidak pertjaja, atau menghinakan; mangkatjimoeihkan — menggeronjot tanda menghinakan. KATJIMPOEENG — ketimboeng, mentjepoek-tjepoek; katjimpoeeng pamenan mandi, rasian pamenan lalo` — ketimboeng permainan waktoe mandi, mimpi permainan tidoer, maksoednja: djanganlah terlaloe pertjaja kepada mimpi, karena mimpi itoe tiada bertjerai dengan tidoer; djanganlah terlaloe dihiraukan perkara jang ketjil-ketjil. KATJIN (Tilatang), lih. katjie`. KATJINAN, lih. katjainan, katjiinan. KATJINDAN, lih. koetjandan, koetjindan. KATJIO I, katjeo, koetjio — taboeng simpanan oeang; mangkatjiokan — memasoekkan kedalam katjio, artinja: menjimpan oeang. KATJIO II, takatjio — ketjewa; (soepaja arti II ini sekali-kali tiada bertali dengan kata I, pada setengah negeri logat II mendjadi koetjawai). KATJIPA(R) — menggelepar; barapo katjipa — boekan main ia memboeang sikap; lih. katjentang. KATJIPO' — boenji ikan jang bernapas kemoeka air; mangkatjipo` — berboenji seperti terseboet. |
</noinclude>
|
KATJO — katja; boeli-boeli; katjo djandela — katja djendela; barapo arago minja' sakatjo? — berapa harga minjak satoe botol?; mangatjo — keras dan berkilat seperti katja, oemp.: wadjik jang keras. KATJOANG, mangkatjoang — mendjoengkat; takatjoang — terdjoengkat. KATJOEBOEENG — ketjoeboeng. KATJOEI' I — ketjoet; mangatjoei' dagieng — mengetjoet daging. KATJOEI' II, pangatjoei` — penakoet; toelang pangatjoei` — toelang kering, karena ia tiada tahan tersentoeh. KATJOENDANG I — ajam jang alah disaboeng. KATJOENDANG II, lih. tjoendang. KATJOKeH, mangkatjokehkan — memelantingkan dengan oedjoeng tongkat; toengga'-toengga' nan barandam toe takatjokeh tjie` — satoe dari tiang² jang dibenam itoe timboel oedjoengnja. KATJO' — tjoba; mangatjo` — mentjoba; aloen takatjo' dinan lamo` — ki.: beloem lagi merasai kesenangan; inda' sakali djoeo dikatjo' pitih aga' tjie' roepiah — beloem pernah mentjoba mempoenjai oeang satoe roepiah. KATJONGKeNG, mangkatjongkeng — hal gigi jang mengandjoer atau tinggi toemboehnja dari gigi² jang lain. KATJOPOH, lih. kapopoh. KATJOPO' (dikota-kota) — nama sem. ikat kepala. KATJORAN, kadjoran; bintang katjoran — bintang kedjora. KATJOTANG, mangkatjotang — salah satoe oedjoeng mendjoengkat; mangkatjotang kapalo oela toe — oelar itoe menegakkan kepalanja. KATO — kata; kato ati — kata jang sebenarnja; kato poesako — atoeran jang telah ditetapkan dari dahoeloe; kato moepakat — apa jang telah ditetapkan oleh kerapatan penghoeloe-penghoeloe; kato koedian kato batjari — atoeran baroe jang akan ditjari dengan moepakat; kato djantan — kata jang tiada lagi akan beroebah; gadang kato — gadoek, tjongkak; inda' kato lai — boekan patoet, dipakai dalam pengertian jang koerang baik, oemp.: inda' kato lai gadoee'njo, sombongnjo, laga'njo, tjekenjo, dsb.; nan kato ambo injo lah diroemah — menoeroet pikiran saja dia ada diroemah (sekiranja tidak); ba' kato angkoe sadjolah — bagaimana timbangan engkoe sadjalah; poelang ma'loem kepada engkoe sadja; kato banja' kato bagalau — kata orang banjak bermatjam-matjam, beloem tentoe mana jang benar; kato doebalang kato mandareh — perkataan doebalang keras; badjalan salangkah maado' soeroei', kato sapatah dipikiekan — soedah berdjalan selangkah, baiklah menoleh kebelakang, kalau-kalau ada ketinggalan dan perkataan jang sepatah boleh mendatangkan kesoesahan, oleh sebab itoe wadjib kita ingat-ingat pada sebarang kerdja; kato soerang diboele'i, kato basamo dipaiokan — djika hal jang diperkatakan mengenaï seorang dengan seorang, perkataan itoe boleh dipoetoeskan dengan orang itoe sendiri, tetapi perkara |
bersama (sekaoem) hendaklah dimoepakati lebih dahoeloe; elo' kato dalam moepakat, boeroee' kato diloea moepakat — apa jang akan dikerdjakan, baiklah dengan moepakat, jang tiada dimoepakati kerap kali tiada selamat; poetoeih kato dimoelonjo — djika toemboeh perselisihan tentoe diperiksa bagaimana asal moelanja perselisihan itoe; pakatan — perkataan jang koerang baik; gadang pakatan — menghinakan, kasar moeloet, sombong; sakato — semoepakat; bakato paliarokan lidah — berkata haroes diingat apa jang boleh membinasakan diri dan jang boleh mengenaï orang lain; bakato-kato ati den na' mambali koedo toe — ragoe hati saja (beloem tetap pikiran) hendak membeli koeda itoe; mangatoi — mengatai, memberi nasihat, menghardik; mangato-ngatoi — menghardik, memaki; mampakatokan — memperkatakan, moesjawarat; mendjoedjat; takato — termasjhoer. KATODJANG, mangkatodjang, mangatodjang — kaki ternaik keatas karena terkedjoet; perb. d. katoedjang. KATOEAI — ketahoei, lih. pada taoe. KATOEAN, kataoean — ketahoean, lih. taoe. KATOEBAH — ketoebah, chotbah; katoebahkanlah — tjeritakanlah; pandjang ame' katoebahnjo — terlaloe landjoet tjeritanja. KATOEBAN — toeban-toeban; patjah katoeban — toeban-toeban petjah. KATOEDJANG, katodjang; mangkatoedjang — berbangkit karena terkedjoet; dikatoedjangkannjo kakinjo — diangkatkannja kakinja dengan tiba-tiba (tentang orang atau binatang) jang pingsan atau jang tidoer. KATOEDJOE, lih. toedjoe I. KATOEE(R) I — ikal; aboee'njo katoee — ramboetnja ikal. KATOEE(R) II — lipit, kedoe; katoee badjoe — lipit badjoe; ati takatoee — sebal, hati tiada senang, karena ada jang tiada berkenan dihati, tiada setoedjoe. KATOEE', mangatoee' liie koedo — membentoek leher koeda, soepaja bagoes roepanja, dengan tali kekang atau tali biara; ana' toe inda' takatoee' de' bapa'njo — ki.: anak itoe tiada mengindahkan nasihat bapaknja, walaupoen keras atau lemah lemboet; mangatoee' diri — menahan hawa nafsoe diri sendiri. KATOEE'-KATOEE' — tongtong. KATOEe', mangatoee'kan — memoekoel-moekoelkan tongkat keatas; djan dikatoee'-katoee'kan djoeo toengke' ang, takadjoei' katitiran den baiko — djangan dipoekoel-poekoelkan djoea tongkatmoe (atau dinaik-naikkan djoea oedjoengnja) nanti terkedjoet ketitiran saja. KATOEENG — penjoe; takatoeeng-katoeeng — timboel-tenggelam seperti katoeeng, teratoeng-atoeng. KATOEI' — katoep, toetoep; katoei'kan pisau — toetoepkan pisau; katoei'kan pajoeeeng — toetoepkan pajoeng; inda' bakatoei' moentjoeengnjo — ia selaloe berkata; inda' bakatoei' moentjoeeng awa' de' gala` — selaloe awak tertawa; ati bakatoei` — hati soesah. KATOEKA, lih. patoeka. KATOEKAH, katokah, lih. katengkang. |
</noinclude>
|
KATOEMBA(R) — ketoembar. KATOEN — perhiasan leher terboeat dari emas, bangoennja boelat atau bersegi. KATOENTANG, basikatoentang — mengempas-empaskan kaki, oemp.: kerbau jang disembelih atau anak jang menangis. KATOENTOEENG, lih. katoentang. KATOEPE' — ketoepat; katoepe' bangkahoeioe — ki.: tindjoe. KATOERI, mantji' katoeri — tikoes ketjil jang tinggal dalam roemah; limau katoeri — djeroek ketjil² boeahnja dan haroem baoenja (kestoeri ?). KATOETOEIIH, mangkatoetoeih boenji badie — boenji bedil berdetoes-detoes, banjak dan lama; alang katoetoeih — boeroeng hantoe jang mengelepak-ngelepakkan sajapnja pada malam hari; lih. alang. KATOKAH, katoekah, lih. katengkang. KATOPOH — lih. kapopoh. KATOPO', lih. gadopo`. KATOPONG, lih. katopo`. KATORO, mangatoro, mangkatoro; mangkatoro badjoenjo — badjoenja kemboeng, karena terlaloe besar (lapang). KATOTONG — gemboeng, bengkak; bibienjo mangkatotong — besar bengkak bibirnja. KAU — panggilan kepada perempoean, jaitoe isteri kita, atau karib kita atau kenalan kita jang lebih moeda dari kita dan tiada perloe dihormati: (di Sidjoendjoeng mekau dan mengkau; di Rao diang). KAWA — kahwa; ba' tjando api' kawa — sangat koeroes. KAWA(L) — kawal; takawa — dikawal; oerang kawalan — orang jang didjagaï, orang jang dihoekoem dan disoeroeh bekerdja serta tinggal dipendjara. KAWA' — berinda, kaoem, teman-teman jang sedjabatan; sakawa' ambo ado 10 orang laki² — sekaoem saja ada 10 orang laki²; sakawa' radjo dilaboeeeng — seberinda, satoe koempoelan orang bersanak-saudara, ipar-besan dsb. KAWAN — kawan, teman; inda' tantoe (taoe di) lawan kawan — tiada tahoe siapa moesoeh, siapa sahabat; nan kawan di kito pitih njo — jang menolong kita, tiada lain melainkan hanja oeang; gadjah sakawan — gadjah sekawan; bakawan — berkawan; bakawan-kawan — bertjampoer gaoel; lah bakawan si oepie' ko? — soedahkah bersoeami perempoean moeda ini?; mangawan — bersetoeboeh djantan dengan batina (tentang binatang jang besar-besar); mangawani — menemani karena takoet; mampakawankan padja — mengawinkan anak; kawan gala' banja', kawan manangih inda' bara — ki.: sahabat oentoek bersoeka-soekaan, banjak, tetapi sahabat waktoe dalam kesoesahan tiada berapa. KAWE' — kawat; tali kawe` — tali kawat; manoko' kawe` — memoekoel kawat; pakoe kawe` — seb. pakoe biasa ditanam dalam djambangan; lah kawe' mato kaie — amboi, tjelaka!; soenggoeeh kawe' nan dibantoee', ikan ditabe' nan diaga` — ki.: dalam pekerdjaan jang lahir ada tersemboenji niat batin, oemp.: dikasihi dan dibantoe-bantoe seorang |
moerid sekolah tinggi, dengan maksoed kelak, djika ia telah loeloes dalam oedjian, ia akan diambil djadi menantoe. KAWI I, biso kawi — bisa kawi. KAWI II, adat nan kawi — 'adat jang dilazimkan dari poerbakala sampai sekarang. KAWI', lih. kaoei`. KAWIN — kawin; mangawinkan — mengawinkan; mangawini — mengawini; mas kawin (dikota) — emas kawin. KE, keh, lih. akeh, bakeh. KEA, kia; mangeakan roendiengan — mengoebah atau memoetar-moetar roendingan; djan bakea-kea poelo ang lai — djangan poela lagi engkau memoetar-moetar roendingan. KEBOH, kedoh, kidoeeh — kidal. KEDOH, lih. keboh. KEDONG — sem. gedoebang, oedjoengnja bengkok (berkeloek). KEH, lih. bakeh. KEJO', lih. keo`. KEKAH — 'akekah; ana' inda' bakekahkan — anak jang tidak betertib. KEKE', anggang keke` — seb. enggang ketjil. KEKO', akanjo keko` — 'akalnja boesoek, hatinja ta' loeroes. KELAI, lih. kalai. KELO' — kelok; kelo' karih — eloek (loek) keris; djalan bakelo` — djalan berkeloek, djalan mendjelimpat; karih pandjang bakelo', kamano dibao kamano elo` — hal orang jang boleh dipergoenakan oentoek sebarang maksoed, soeka dan ahli mengerdjakan sebarang pekerdjaan; kamano kelo' lilin, kakioen kelo' lojang — ki.: menoeroet apa jang disoekaï oleh jang djadi kepala; tatoemboee' bidoee' dikelo'kan, tatoemboee' kato dipikie(r)i — ki.: djika sesoeatoe hal tiada dapat dibitjarakan, hendaklah dipikiri lagi; takelo' kamapoelo roendiengan toe? — kemana poela perginja roendingan itoe? Lih. leko', lengko`. KEN — sitoe; kaken — kesitoe; kaken-kaken — djaoeh lagi kesitoe; kaken salah, kamari bedo — kesitoe salah, kemari ta' baik, artinja: serba salah apa jang dikerdjakan. KENDANG, kain kendang-kendang(an) — kain hari-hari, teroetama selendang. KENDE, badjoe kende-kende — sem. badjoe. KENDI — kendi, kelalang; bakendi-kendi — mentjari pentjoeri dengan kendi berisi air, dibatjakan isím. KENE', keneng, kini', kinji', kitji', katjie', ketje', kinoei', kinieng — artinja: ketjil; sakene` — sedikit. KENENG, lih. kene`. KENGKANG, kangkang, engkang, lebih dari kangkang; mangengkang — mengangkang. KENGKENG, mangengkeng — mentjiar, mendengking, mentjiak-tjiak; kengkeng-kengkengi minta' tolong — menangis-nangis minta tolong. lih. engkeng. KENJOH, genjoh, enjoh; mangenjoh — melengos; koenjah-kenjoh, lih. koenjah. KENONG, mangenong — menandoek kekiri dan kekanan. KENTJA'; moerai kentja`, lih. gendja`; basikentja` — melompat dan berkedjar-kedjaran; djan kalian basikentja' djoeo diateh roemah — djangan kamoe sekalian berkedjar- |
</noinclude>
|
kedjaran dan melompat-lompat djoea diatas roemah. KENTJE, si KENTJE — si ketjil, si tjebol. KeNTJONG — bengkok, miring, pentjong; mangentjong — mengambil toedjoean lain; mangentjongkan koedo — mendjalankan koeda menoedjoe kekiri atau kekanan; mangentjongkan roendiengan oerang — mengoebah atau memoetar-moetar perkataan orang; oerang kentjong — penipoe, tiada loeroes hati; koedo pangentjong — koeda jang biasa lari sendiri kekiri atau kekanan ketika dipakai; kama poelo takentjong roendiengan tjako? — kemana poela perginja roendingan tadi?; kentjong-meong — pentjong-mentjong; atinjo moerah takentjong — ia lekas salah penerimaan, meradjoek. KeO' I, kejo'; mangeo` — boenji ajam ditangkap atau alah berlaga; ana' ko keo` — anak ini takoet. KeO' II, akanjo keo` — hatinja tiada loeroes, perbandingkan dengan keko`. KeONG — keong. KePA(R) — keper (Holl.), nama kain tebal jang biasa diboeat badjoe. KePAH, mangepah — menelentang, merentang kaki dan tangan; takepah — telentang seperti terseboet, karena sangat pajah. KePA' — kápak; mangepa'-ngepa` — mengepak-ngepak, seperti selendang jang ditioep angin. KePeNG — doeit, oeang; inda' bakepeng — tiada beroeang; inda' lakoe sakepeng — amat djelik. KePOH, takepoh — djatoeh pada sebelah sisi; mangepohkan djo padang — memoekoel dengan pedang dari moeka kebelakang, djadi jang dipoekoel tempatnja diroesoek. KeRANG I — n. sem. bakoel tempat ikan. KeRANG II, bakerang — siboek bekerdja. KeROH, geroh — gores; gores api; kerohkan api-api — goreskan gores api; djan dikerohkeroh dindieng ko! — djangan digores-gores dinding ini! KeRONG I — sem. ikan laoet. KeRONG II, mangerong-ngerong — menggores-gores; lih. keroh; pangerong — anak jang menghapoes ingoesnja dengan lengan badjoe. KeSOH, lih. gesoh. KeSONG — poetar; mangesong lamari — memoetar lemari, lih. pesong I. KeTe' — ketjil; lih. katjie`; mande kete` — bibi, dipendekkan mendjadi ete`; atinjo kete' keh ambo — ia ketjil hati pada saja. KeTJe' I (Soeliki) — ketjil. KeTJe' II — tjakap; mangetje` — berkata, bertjeloteh; pangetje` — gelatak, soeka memboekakan rahsia; ketje'-ketje' oerang — chabar angin; taketje'-ketje' injo kakawin — menoeroet chabar angin ia akan kawin; gadang ketje` — sombong; mampaketje'kan oerang — memperkatakan orang; mampaketje'i — mentjeritai; ba' ketje' oela — kebiasaan oelar jang ditjeritakan lebih besar dari jang dilihat, oleh karena itoe apa-apa jang dilebihi mentjeriterakan dari jang sebenarnja dikatakan: ketje' oela; ketje' balaoee'-laoee', makan djo samba lado — tiada poetoes memperkatakan daging, tetapi makan dengan lom- |
bok djoea, demikianlah kiasan atas orang jang sombong. KeTJeNG, mampaketjeng — merobek ketjil-ketjil; baketjeng-ketjeng — telah ditjabik ketjil-ketjil. KeTJOH, ketjohkan sabanta soere' sakete` — tolong toeliskan soerat sedikit, biarlah tidak bagoes. KIA, lih. kea. KIAH, bakiah — beragak, moelaï, bersiap; bakiah na' badjalan — bersiap hendak pergi. KIAI — panggilan kepada orang Tjina toea. KIA' — angkat; mangia` — mengangkat, perb. dengan ia' III. KIAMAT — kiamat; kiamat kito! — tjelaka kita! KIAMBANG — kiambang; bidoee' laloe kiambang bataoei` — ki.: sesoedah habis persengketaan orang bersaudara, kerap kali mereka itoe mendjadi hidoep damai kembali; ba' kiambang dibae — ki.: seperti orang banjak jang melihat permainan, djika disoeroeh moendoer, mereka itoe moendoer sebentar, tetapi kemoedian madjoe lagi dan tempat mendjadi sempit kembali. KIAN I, sakian — sebegitoe; doeo kian — doea kian; kian lamo kian bodoh — makin lama makin bodoh, tambah lama tambah bodoh; nan ba' kian — jang demikian. KIAN II — sana, sitoe; kian kamari — kesana-kemari; kakian — kesana, kesitoe. KIDA(L) — kiri; tjape' kida — hal anak atau orang besar, jang biasa menoendjoek, memberikan atau menerima dengan tangan kiri. Menoeroet perasaan orang Minangkabau koerang 'adat; roendiengannjo tjape' kakida — tjakapnja koeat perkara jang kotor; koee' kakida — koeat mengganggoe perempoean; mangkakidakan — tiada mengindahkan nasihat atau kata orang. KIDAMAT — kademat, chidmat. KIDJAM — kedjam, kedjap; mangidjamkan — mengedjamkan; sakidjam — sekedjap. KIDJANG — kidjang. KIDJAP — kedjap; sakidjap — sekedjap; lih. kadjap, kidjam, kidjo`. KIDJI' — dengki; apo nan ang kidji'kan keh njo? — apa sebab kamoe dengki kepadanja?; bakakidji'an — berdengki-dengkian. KIDJO' — kedjap; lih. kidjap; mangidjo` — mengedjap, mengernjit; sakidjo` — sekedjap; takidjo'-kidjo` — terkelip-kelip; boelan lah bakidjo` — telah lebih dari 15 hari boelan, moelaï gelap; aloen bakidjo' lah bakalam, boelan lah sangkap 30 — ki.: artinja telah djelas betoel siapa bersalah, karena tanda² dan tjoekoep keterangannja. KIDOEEH, kedoh — kidal. KIeH I — kias; mangieh — menjindir; kiasan — kiasan; kiasan dari pado Toehan — sedikit tjobaan dari pada Toehan, soepaja ingat kepadanja dan djangan tekeboer; manoesia tahan kieh, binatang tahan paloe — mengadjar manoesia dengan sindir, mengadjar binatang dengan paloe. KIeH II, koedo mangieh — koeda meringkik. KIE' — sifat, rahsia; mamboeka' lamari toe bakie' sakete` — memboeka lemari itoe ada rahsianja sedikit. |
</noinclude>
|
KIIE(L) — kehel; takiie — roesak; oerang ko lah takiie, de' koee' bababan daoeloenjo — orang ini telah roesak badannja, karena dahoeloe terlaloe koeat memikoel beban jang berat-berat. KIKI)(R) I — kikir; mangikie garagadji — mengikir gergadji; pangikiran — kikiran. KIKIE(R) II, mangikie — kial-kial, menggelepar-gelepar seperti ajam jang dipoekoel kepalanja. KIKIE(R) III — bachil, kedekoet. KIKIE' — sepotong kain empat persegi dikenakan pada pertemoean pendjahitan badan badjoe dengan lengannja pada badjoe perempoean; dinamai djoega daoen bodi. KIKIH I — kikis; mangikih koeli' manih — mengikis koelit manis; bakikih ang dari (di) siko, den basoeeh djadja' ang — njahlah engkau dari sini, saja hilangkan segala sesoeatoe jang boleh menimboelkan kenang-kenangan kepadamoe; lah kikih pitih den — soedah tandas oeang saja; padja ko basikikih samieng — anak ini selaloe menghabiskan oeang atau harta benda (karena berdjoedi atau memboros); mariangi' takikih (Koto Toeo) — sangat maloe. KIKIH II, lih. sikikih. KIKOEI', lih. ikoei`; dikikoei` — diikoei; kikoei'tan — ikoetan. KILA (.), mangila — memoetar-moetar perkataan, mengoebah-oebah atau menjalah-njalahkan, membantah; banja' kila — banjak bantahan. KILAF, kilap, silap — kilap, chilaf; takilaf — terchilaf; manoesie basipat kilaf, Allah taala basipat kadin — manoesia kadang-kadang chilaf, tetapi Allah ta'ala tiada pernah salah dan tiada meloepakan djandji. KILA' (v.d.T.), takila' badan awa' mamikoee toengga` — saja salah oerat karena memikoel tiang; lebih lazim tarila`. KILAN, takilan dimato — terbajang-bajang atau teringat dalam hati. KILANG I — kilang; mangilang — mengilang; kilangan taboe — kilangan teboe; dikilangnjo mamangkoee — ia memangkoer betoel-betoel dengan radjinnja; bakilang batindjoe — berkelahi betoel-betoel; ba' djawi tasando kaboeki', soedah mangilang mandjadja poelo — 'ibarat lemboe jang tergadai kepada orang jang tinggal diboekit (tempat kebiasaan orang menanam teboe), sesoedah mengilang, dipakai lagi membadjak sawah, artinja tiada berhenti bekerdja, sangat menanggoeng kesoesahan tentang orang. KILANG II — sem. toeak; inda' kilangan nan masam de' njo — dikiaskan kepada hal orang jang gelodjoh, makanan jang koerang enak, atau masin atau kohong, dimakannja djoega. KILAP, lih. kilaf. KILAU — kilau; bakilau-kilau — berkilau-kilauan; kilau koemilau — kilau-kemilau. KILe' — kilat; bakile` — berkilat; bakile'-kile` — sangat berkilat, berkilat-kilatan; sakile` — sebentar ; mangile` — kelihatan sebentar; lai mangile'-ngile' si Anoe kamari ? — adakah tampak-tampak si Anoe kemari?; dikile'kan — dibajangkan, diterangkan dengan sindiran; ikan takile' dalam aie, tantoe djan- |
tan batinonjo, lih. ikan; ikan takile' djalo tibo — baroe sadja ikan kelihatan, djala datang menangkapnja; baroe kelihatan orang bersalah, jang telah lama ditjari-tjari, polisi datang menangkapnja; kile' tjamin lah ka-moeko, kile' balioeeng lah kakaki — ki.: telah dima'loemi maksoed orang; inda' kile' de' (di) 'rang boeto, inda' goeroeeh di rang paka` — orang boeta tiada mengenal kilat, orang pekak tiada tahoe akan goeroeh; apa² jang dikatakan sekali-kali tiada diketahoei oleh orang bodoh, tiada ia mengetahoei sindir dan kias. KILI — kelim; mangili — mengelim; kili-kili — kili-kili; pandjang kili-kili — pandai berdalih KILIE(R) I — kilir; mangilie — mengilir, mengasoet; mengadjar orang dengan betoel-betoel akan toeroet oedjian; kilieran tadji — kiliran tadji; kaniengnjo kilieran tadji — keningnja amat litjin (tentangan perempoean). KILIE(R) II, takilie — rioek, terpeletjok, lih. takili`. KILI' I, inda' tahoe dikili'-kili'njo — tiada tahoe bagaimana kemaoeannja, bagaimana mengambil hatinja (bagaimana kesoekaannja); ko' tahoe dikili'-kili'njo, abih amoeh njo — djika tahoe mengoemboek, maoe ia membelandjakan sekalian oeangnja oentoek keperloean kamoe. KILI' II, kaki takili` — kaki rioek, terpeletjok; iman takili` — iman bergojang, teperdaja: tiada lagi ingat bahwa pekerdjaan jang akan dilakoekan salah; takili' iman den mantjalie' padoesi toe — tiada tertahan hatikoe (amat berahi akoe) melihat perempoean itoe, sebenarnja: berpoetar atau bergoentjang imankoe melihat perempoean itoe. KIMAT ('Ar.) — hemat; kimatan — hematan; bara kimatan banja'njo ato' seng ka nji' roemah sagadang ko? — berapa hematan banjaknja atap seng (zink) oentoek roemah sebesar ini? KIMO — kima. KIMPA(L) — kimpal; mangimpa — mengimpal, mendjadikan satoe; soembieng maniti', patah mangimpa — sendjata orang jang dipindjam, djika soembing ditangan kita, haroeslah kita menitiknja dan djika patah, menempa, soepaja mendjadi satoe kembali seperti sediakala; pepatah ini sama artinja dengan: beroetang, membajar. KIMPANG, kimpang-kimpoei' ango' den mangadjai ang — sesak napas saja mengedjar kamoe. KIMPOEIH, kampoeih — kepek, kepik; pipi kimpoeih — pipi kempoeng, tjedoek. KINANTAN, ajam kinantan, koedo kinantan — ajam atau koeda jang boeloenja, matanja dan koekoenja serta badannja poetih semata. KINARI — nama pohon kajoe. KINDA', koenda` — bongkar, katjau; manginda' kain dilamari mantjari badjoe — membongkar kain dilemari sebab mentjari badjoe; manginda' nagari — mengharoe negeri. KINDJANG, sikindjang — nama toemboehan; basikindjang, sebenarnja basikidjang — melompat-lompat, menjepak-njepak dan seb. seperti koeda pingitan jang dibawa keloear dari kandangnja. KINI — kini, sekarang; sakarang kini — kini, |
|
KINIENG, lih. kene`. KINI', lih. kene`. KINJA', kanja` — memegang, mengangkat beroelang-oelang, meramas betoel-betoel dan seb. seperti orang mentjoetji kain, daging, beras dan seperti anak ketjil jang mempermain koetjing. KINJAM — ketjap; kinjamlah! — ketjaplah!; goelai toe lah den kinjam, koerang sakete' garamnjo — goelai itoe telah saja ketjap, terkoerang sedikit garamnja. KINJI', lih. kene`. KINOEI', lih. kene`. KINTJAH — kintjah; mangintjah, oemp.: mengiraï kain tjoetjian dalam air; mengatjau air soepaja keroeh akan menangkap ikan; membersihkan kemaloean atau mentjebok; membongkar-bangkir perkakas. KINTJANG, kitjoeeh-kintjang — berbagai-bagai tipoe moeslihat. KINTJIE(R) — kintjir; kintjie aie — kintjir air, goenanja akan menaikkan air dari soengai kesawah; kintjie penoemboee` — kintjir jang goenanja penoemboek padi atau beras; kintjie pandjai` — mesin mendjahit; kintjie alie — hal orang jang tjerdik, pandai mendjawab dimoeka hakim sehingga ia tiada dapat dihoekoem. KINTJIE' — bermata satoe; ibilih kintjie` — ki.: orang jang terlaloe amat djahat. KINTJO — tjampoer; bakintjo — bertjampoer, teroetama tentang makanan; mangintjo — mentjampoer; mampakintjokan — mempertjampoerkan; djan dipakintjokan nan masa' djo nan moedo — djangan dipertjampoerkan jang masak dengan jang moeda. KINTJOEENG I — seb. semboeng; mangintjoeeng — moelaï berasa asam seperti rasa kintjoeeng, oemp.: goelai jang lama terletak. KINTJOEENG II, kantjoeeng; mangintjoeeng karateh koa — mengotjok kartoe; kanai kintjoeeng basisieh — ki.: diperdajakan orang; mandi sakintjoeeng — mandi sebentar. KINTJOEIH, pintjoeih, lih. kimpoeih. KINTJOEI', mangintjoei` — memoetar, mendolak-dalikkan. KIOEE(R), ketje'njo bakioee — perkataannja berisi maksoed lain dari pada jang dikatakannja; atinjo bakioee — hatinja tiada loeroes. KIOEI' — kioet; mangioei' pintoe disao'kan — berkioet pintoe ditoetoepkan; lih. kitjoei`. KIOEN, lih. kian II, tjioen II, tjian; kioen kasieh kamari sajang — hal orang jang ragoe memilih doea barang jang hampir sama bagoesnja. KIO', mangio' ati malie' oerang berami-rami ka Padang — timboel keinginan (hendak mengikoet) sebab melihat orang beramai-ramai pergi ke Padang; mangio' boeloe badan awa' mandanga kaba toe — seram boeloe saja mendengar kabar itoe. KIPA', mangipa` — menggendong diroesoek. KIPANG, bipang — nama penganan. KIPARAT — keparat; ana' kiparat — anak keparat; mangiparat — menoelah; kanai (dimakan) kiparat — ketoelahan. KIPeH — kipas; mangipeh — mengipas; ba' dikipeh ati taraga' diana` — ki.: amat rindoe |
hati akan anak; dikipehnjo den djo pitih tjie' roepiah — dalam kesempitan ini diberinja saja satoe roepiah; mangipehkan oerang — menolakkan orang jang berdiri disisi kita dengan lengan. KIPe' — lambai; mangipe` — melambai; ana' den nan kete' nan le mangipe'-ngipe' den — hanja anak saja jang ketjil jang memberi-beri saja belandja atau pakaian lih. kipeh. KIRABAT — kerabat, kaoem kerabat, kaoem keloearga. KIRAH, mangirah — memboeka, oemp.: kain, melihat djika berloebang; mangirah mato — memboekakan mata; mangirah badan — berbangkit. KIRAI — kirai; mangirai sajo` — mengiraikan sajap (tentangan boeroeng), pergi berdjalan-djalan serta berpakaian bersih (tentangan orang); bakirailah ang! — njahlah engkau dari sini!, lih. kiro`. KIRAMAT — keramat, bertoeah; tampat kiramat — keramat; disoengkoee kiramat — diempaskan (dibinasakan) keramat. KIRI — kiri; inda' mangiri manganan pikirannjo — tetap pikirannja. KIRIN — kirim; bakirin — berkirim, mintak dibelikan apa-apa pada orang jang pergi kepekan; pakirin — kiriman; kirinan — kiriman. KIRO — kira, sangka; bakiro, bakiro-kiro — berpikir; aloen ambo bakiro-kiro na' baminantoe — beloem lagi saja berpikir (teringat) hendak bermenantoe; inda' takiro angkoe de' ambo lai — tiada lagi engkoe teringat oleh saja, artinja saja loepa kepada engkoe; koeroeih badan mangiroi ana` — koeroes badan memikirkan anak; sakironjo (kironjo) — tetapi, sekiranja, pada hal; kato ambo injo saki' djoeo lai, sakironjo injo lah bakaradjo balie` — pada sangka saja ia masih sakit, tetapi ia telah bekerdja kembali; kiro-kiro inda' sakali datang, pangana inda' sakali toemboeeh — pikiran tiada serempak (teroes) datang, ingatan tiada teroes terbit: perbahasa ini dipakai, bila seorang hendak menjoesoel perkataan jang telah laloe. KIRO' — kirap; mangiro' deta — mengirap destar dalam air soepaja terboeang kandjinja; mangiro' lari koedo toe — amat kentjang lari koeda itoe; bakiro'lah ang! — njahlah engkau! KISA(R), bakisa — berpindah; bakisa doedoee` — berpindah doedoek; bakisa diam — berpindah tempat diam; bakisa taga` — pindah tempat berdiri; menoekar djalan pentjarian; pakisaran boelan — pertoekaran boelan; koedo den lah den kisa — koeda saja telah saja djoeal; doedoee' bakisa, taga' bapalieng — ki.: moengkir dari perdjandjian atau perkataan dahoeloe. KISAI; mangisai — mengajak; kisaian — ajak, pengajak; dikisainjo makan — ia makan amat banjak; pangisaian oerang — sisa barang setelah diambil orang mana jang bagoes-bagoes; bakisailah ang dari siko! — njahlah kamoe dari sini; pakisaikanlah! — tjampakkanlah!; kisai den de' ana` — habis oeang saja oleh anak saja. KISIE', lih. garisie`. KISI', lih. kidji`. |
</noinclude>
|
KISOEI' I — ajak; mangisoei` — mengajak; pangisoei` — pengajak; mangisoei' goeni — menggoentjang-goentjang goeni, soepaja padat isinja. KISOEI' II — ingsoet. KISO', giso`` — koeat mengerdjakan sesoeatoe; gasang, gangsang; kiso' maiso`` — koeat mengoedoet; kiso' makan — koeat makan. KITA(R), mangitakan oerang, lih. mangipehkan oerang pada kipeh. KITAB — kitab; mangadji kitab — mempeladjari 'ilmoe agama sesoedah pandai mambatja Koerän; kitab-kitab — bagian isi peroet kerbau atau lemboe; toeankoe sakitab, pangooloe saoendang-oendang — toeankoe sama timbangannja tentangan agama dan penghooloe sependapat tentang 'adat. KITIE(R), bakitie-kitie larinjo — amat tjepat larinja. KITJA' — angkat; lih. katja`. KITJAU I, moerai bakitjau — moerai berboenji; moerai bakitjau ari siang — ki.: telah terang betoel tentang kesalahan. KITJAU II, alang-alang mangitjau — lajang-lajang berpoetar; injo mangitjau sadjo — ia pergi sadja dengan diam². KITJIENG — ketjeng. KITJI', lih. kene`. KITJO (Koto Toeo) — kedjar, boeroe; tio' sabanta dikitjonjo ajam den de' ajam sianoe — sebentar-sebentar ajam saja diboeroe oleh ajam si anoe. KITJOEEI' — tipoe, ketjoh; mangitjoeeh — menipoe; bakitjoeeh — doea hati; mampakitjoeehkan — memperdajakan; mangitjoeeh taga'-taga`` — menipoe teroes terang; masa' kitjoeeh — selaloe kena tipoe; kitjoeeh kintjang, lih. kintjang. KITJOEI' — kioet, poetar; pintoe bakitjoei`` — pintoe berkioet; mangitjoei' kintjie — memoetar kintjir (kilangan); bakitjoei'-kitjoei' garamannjo — mengioet-ngioet gerahamnja. KITJO' — ketjap; lih. kinjam; mangitjo' goelai — mentjoba rasa goelai, kalau-kalau telah tjoekoep garamnja. KITO — kita (termasoek bilangan orang tempat berkata); kito oerang mano? — kita orang mana? (orang tempat berkata sadja, tanda sopan santoen). KO, lih. iko. KOA — koa; bakoa — main dengan kartoe itoe; main koa; pakoaran — tempat main koa. KOÄT — boenji itik; mangoat — berboenji (tentangan itik). KODAH — kotor; kodah bana padja ko — kotor betoel anak ini. KODÈ' — saroeng, jang dipakai seperti perempoean memakainja; bakode` — memakai saroeng; bakode' lah ang! — pakailah saroeng seperti perempoean; maksoednja: kamoe penakoet. KODI — kodi; 1 kodi kain banjaknja 20 helai; 1 kodi kertas 24 helai; kapalo pakodian — kain jang terbagoes dalam sekodi. KODJANG, lih. kadjang I. KODJÈ', kadje`` — kedjat; kodje' lah ang! — mampoeslah kamoe! KOEA (Tjandoeeng) — apa; koea dibali? — apa dibeli? |
KOEABÈ', bakoeabe`` — berenang dengan mengoeloer-oeloerkan lengan. KOEAH — koeah; mangoeah — memboeat goelai, menggoelai; mangoeahi — menoengang dengan koeah; mangoeahkan — mengoeahkan; koeah tatoenggang (talenggang) kanasi, nasi kadimakan djoeo — ki.: oemp.: anak dikawinkan dengan kemanakan, karena kedoeanja tanggoengan awak sendiri djoega. KOEAI, bakoeai (Solok) — berseroe (berteriak) keras dan lama waktoe berboeroe, soepaja perboeroean keloear dari tempatnja dan sekalian pemboeroe ingat. KOEA' I, sikoea`` — sebangsa boeroeng hantoe. KOEA' II, bakoea`; si Koenieng lah bakoea'-koea' djo padoesinjo — si Koening telah bertjerai dengan isterinja; mangoea'kan bala — menolakkan bala, mendjaoehkan bala; gigi garagadji kalau lah dikikie, handa'njo dikoea`` — gigi gergadji bila soedah dikikir, patoet berganti-ganti direbahkan kekiri dan kekanan, soepaja moedah digergadjikan. KOEALI — koeali. KOEALO — koeala. KOEARAN — sebangsa boeroeng. KOEASO — koeasa; bakoeaso — berkoeasa; mangoeasoi — mengoeasai; mangoeasokan — memberi koeasa; inda' takoeasokan taga`` — tiada koeasa berdiri. KOEATIE(R) — koeatir, chawatir; lebih lazim: tjameh. KOEAU — koeau; ba' (tjando) koeau — demikianlah dinamakan akan orang, jang menjeboet namanja; menjeboet nama, menoeroet perasaan orang dahoeloe, tiada baik, karena kata pepatah: bapantang manjaboei' namo, balarangan manjaboei' gala — berpantang menjeboet nama dan terlarang menjeboet gelar sendiri. KOEBA(R), mandi koeba — mandi madjat waktoe berpoelang. KOEBA' — kobak, koepas; mangoeba' doerian — mengobak doerian; mangoeba' kapalo oerang — memberi maloe orang; taro bakoeba' sadjo baroendieng — mengatakan sesoeatoe teroes terang; lah bakoeba' awa' den — habis pakaian saja (karena berdjoedi); boelieh (mandape') pisang takoeba`` — ki.: mendapat keoentoengan dengan tiada soesah pajah. KOEBANG I — seb. pohon getah; sagadang batang koebang — amat besar tentangan orang. KOEBANG II, bakoebang — berkoebang; koebangan — koebang; sikooee kabau bakoebang, sadonjo kanai loeloee'njo — seorang makan tjempedak, semoeanja terpalit; gadang garoendang dikoebangan, gadang ikan rajo dilaoei'tan — ki.: tiap-tiap orang radja (berkoeasa) ditempatnja masing-masing; aie laloe, koebangan tochoee — ki.: hal orang jang baroe menerima gadji dan telah membajar atau mengangsoer oetangnja, baroelah ketahoean, bahwa tiada bersisa gadjinja itoe; inda' koebangan nan ta' balontje`` — ki.: tiada ada negeri jang tidak bertjela (teroetama tentang tangan perempoean jang tiada senonoh lakwenja). |
|
KOEBANG III (Mage') — sem. ondeh-ondeh; koebang poetieh — ondeh-ondeh; k. sirah — ondeh-ondeh jang digoreng. KOEBIE' — kobak tentangan padi; mangoebie` — mengobak padi; maminta' dada' ka oerang mangoebie` — meminta dedak pada orang jang mengobak padi, artinja: meminta atau memindjam kepada orang miskin; babaoen koebie` — haroem seperti baoe padi jang baroe dikobak. KOEBI', lih. kabi', gabi', goebi`. KOEBIN — koebin; tjatja' koebin — tjetjak koebin; sabanta koebin malajang, saladjang koedo balari — ki.: soeatoe poedjian bagi roemah, jang maksoednja mengatakan roemah itoe pandjang. KOEBOEE(R) — koeboer; bakoeboer — dikoeboerkan, dimakamkan; pakoeboeran — pekoeboeran; koebooeran — koeboer; lah bakoeboee injo dipasa — dikatakan tentang orang jang disoeroeh kepekan, tetapi telah lama beloem lagi kembali (tanda marah); bakoeboee dikoeli' tanah — ki.: hal orang jang terlaloe amat lama mengidap; mati tantoe koeboetnjo, ilang tantoe rimbonjo — ki.: oemp. oeang negeri jang keloear, hendaklah terang perhintoengannja. KOEBOOENG — koeboeng; Koeboeng Solok dan daerahnja; djaoeeh Koeboeng dari Agam — dikatakan tentang barang jang ditawarkan f 10.— tjoema ditawar f 2.—, orang jang mendjoeal menjeboetkan perbahasa ini, artinja: „tidak dapat, masih djaoeh lagi harganja". KOEDARANG — kederang; mangoedarang — mentjeloep dengan kederang. KOEDARAT — kodrat; ambo inda' bakoedarat lai — saja tiada bergaja lagi; malah lai takoedaratkan djoeo — asal ada lagi tekerdjakan. KOEDIAN, kamoedian — kemoedian; koedian nangko — dahoeloe, tempoh hari; mangoedian — berdjalan dibelakang; takoedian — terlambat; badaoeloe bakoedianan — tiada serempak, ada jang dahoeloe, ada jang datang kemoedian; tadaoeloe takoedian — dikatakan orang, bila ada keloepaan tentang bertjerita atau berkata, jaïtoe jang patoet diseboet dahoeloe terseboet kemoedian, sekarang hendak diseboet; badjalan mangoedian, mandi dibaroeeh-baroeeh, bakato ambie' bawah — djika berdjalan, djangan dimoeka, kalau mandi (disoengai), sebelah hilir, kalau berkata, merendahkan diri. KOEDIDI — kedidi; basikoedidi lari koedo toe — lari koeda itoe tjepat dan haloes, baik ligasnja. KOEDIH (dikota-kota) — koedis. KOEDJARAT — nama boenga, banjak kali bertemoe dalam pantoen, bersadjak dengan moelarat, oemp.: koedjarat poepoee boengo njo bersadjak dengan: moelarat apo kan goenonjo. KOEDJOEE(R), sikoedjoee — seb. toemboehan, daoennja dapat didjadikan oelam. KOEDJOEI' — koedjoet; bakoedjoei` — terikat karena bersalah; mangoedjoei' liie — menjoesahkan diri sendiri; bakoedjoei' kandoee — ada bebas sedikit, tetapi tiada dapat berboeat |
sekehendak hati; toengkoeih koedjoei` — sebangsa boeroeng hantoe jang berboenji demikian; menoeroet kepertjadjaan orang ada orang jang akan mati dekat tempat ia berboenji itoe. KOEDO — koeda; koedo baban — koeda pikoel; koedo ratja'an — koeda kendaraan; koedo padati — koeda pedati; koedo bendi — koeda bendi; koedo gadang — perempoean djalang; koedo baban paangkoei' aboe — ki.: orang bodoh jang disoeroeh-soeroeh mengerdjakan pekerdjaan jang berat-berat; bakoedo — berkoeda; padang bakoedo — pekoedaan; koedo-koedo — koeda-koeda; koedo-koedo api (dikota) — perarakan orang Tjina (waktoe tjap gomeh); bakoedo-koedo mangga — ki.: tergelintjir atau tergoeling kebawah; bakoedo-koedo pitih — permainan djoedi, ja'ni menggoelingkan doea boeah doeit pada tempat jang miring; mampakoedoi oerang — menjoeroeh orang mengerdjakan pekerdjaan jang berat; ba' tjando koedo tatjiri` — ki.: orang jang mengoelang-oelang perkataannja; ba' tjando koedo anjoei` — hal orang jang memperlihatkan giginja ketika tertawa; manganda'kan tandoee' koedo — ki.: hendakkan barang jang tiada ada atau soekar didapat. KOEDOEE' — tengkoek; kakoedoee' ango` — nafas ketengkoek, artinja: sangat pajah bekerdja; manjangka' boeloe koedoee' den — tegak boeloe tengkoek, artinja bentji saja; gadang koedoee' den; maramang boeloe koedoee' den — seram boeloe badankoe; takoedoee' mandabieh — sampai ketengkoek menjembelih, artinja banjak mengambil oentoeng; mandabieh dikoedoee` — mendjoeal dengan harga mahal; badjoe ko takoedoee` — leher badjoe ini mendaki tengkoeknja, oleh sebab itoe patoet digoenting sedikit lagi; koedoee' biawa` — nama boeah-boeahan (Sidjoendjoeng). KOEDOEENG — potong; sakoedoeeng — sepotong; koedoeng-koedoeng paroei' kalita'an — poetoes-poetoes rasa peroet karena sangat lapar, demikianlah perasaan kalau terlaloe lapar; mangoedoeeng — mempotong; bakoedoeeng — bersoenat; koedoeengan — sisa soedah dipotong; pangoedoeengan — potongan, djedjak memotong; palasi' koedoeng — penanggalan; sakoedoeeng baloei' (limbe') sakoedoeeng lintah — ki.: kadang² berkata begini, kadang² begitoe, ragoe; tjintjin soedah kalingkieng koedoeng — ki.: 'ibarat roemah soedah, tetapi jang empoenja meninggal. KOEDO' — koedap; mangoedo臨 — mengoedap. KOEÈ' I — koeat; koee' makan — banjak makan; koee' bagoeroe — radjin beladjar; moerah-moerahkan badjoe keh den, na' koee' den mambali — moerahkan mendjoeal pada saja, soepaja kerap kali saja membeli; koee' katam karano sapi` — ketam itoe koeat, karena ia mempoenjai sepit, dikatakan tentang orang jang berani karena ada jang membantoenja; koee' ikan karano radai, koee' boeroeeng karano sajo` — ki.: artinja sama dengan jang diatas; mangoee'kan adat — koeat memakaikan adat dan soepaja orang |
</noinclude>
|
lainpoen begitoe djoega; basikoee'' — berkoeat. KOEÈ' II, djan dikoee'-koee'kan djoeo toengke' toe, takoei' koedo ambo — djangan dinaik-naikkan djoega oedjoeng tongkat itoe, nanti koeda saja terkedjoet; mangoee'-ngoee'kan soeloeeh — mengibas-ngibaskan soeloeh, soepaja terang dan soepaja soeloeh djangan padam. KOEHOEE(R) — batoek; di (de') koehoee — sakit batoek; koehoee kaha'' — amat keras dan kerap kali batoek; mangoehoee — menjebabkn djadi batoek, oemp.: timbakau iko mangoehoee — tembakau ini dioedoet menjebabkan djadi batoek; mangoehoeeekkan oerang — batoek dengan maksoed hendak mengganggoe orang; mangoehoeeekan darah — membatoekkan darah. KOEIE(L) I — penggaroek; mangoeie — menggaroek. KOEIE(L) II, mangoeiekan saro'' — melantingkan sampah dengan oedjoeng tongkat; lih. toeie(r). KOEIH, mangoeih taboe — menggigit teboe sampai serpih; mangoeih tanah — marah, tetapi tiada dapat berboeat apa-apa. KOEINI — koeini. KOEJA' — kojak, tjabik; mangoeja` — mengojak, mentjabik; mangoeja' arang — berteriak keras; ba' boenji oerang dikoeja' (ditjabie') arimau — berteriak terlaloe amat keras; mangoeja' sadjo ang nan pandai — ki.: kamoe hanja tahoe memboeat sengketa, (tetapi ta' pandai menjelesaikan); di den rago bakoeja' sadjo — hal saja lain: saja tiada maloe² atau hendak merahsiakan, melainkan teroes terang saja katakan; kangkang koeja', lih. kangkang. KOEJANG, lih. kojang. KOEIO — sem. ama pada daoen kentang. KOEJO — koejoe; dahoeloe oerang toe gagah, kini lah koejoe — dahoeloe orang itoe gagah, sekarang telah koejoe; ajam toe lah koejoe — ajam itoe telah penakoet, tiada lagi gagah; penda sikoejoe — nama sem. permainan dengan keminting. KOEJOEEEH — kentjing; takoejoeeh — kentjing, boeang air ketjil; mangoejoeehi — mengentjingi; ba' raso koejoeeh den tjindoee ko — tier.dol itoe sedikit poen tiada enak; mangoejoeehkan darah djo nanah — boeang air darah dan nanah. KOEJOEE' (Solok) — koejoek; ana' koejoee` — anak koejoek, anak andjinq (memaki). KOEJOEI', lih. poejoei', loejoei'. KOEJO', mangoejo` — mentjari sesoeatoe diantara atau dibawah barang-barang lain. KOEKAI I, toekai — ikan peda. KOEKAI II, lah koekai — telah toea renta; lih. karoekai. KOEKANG, poekang — koengkang; ba' tjando koekang — maloe, tiada berani menentang orang. KOEKOE I — koekoe; boengo koekoe — bagian koekoe jang diatas, seperti boelan baroe; ngiloe² koekoe — soeam; pasa' koekoe — garis hitam pada koekoe, tanda tierdik; koekoe bilalang — kelim sosok; inda' ado sakoekoe atinjo na' baradja — sedikitpoen tiada |
ia ingin hendak beladjar; aloen satji' koekoe oerang kapandaian ang lai — amat sedikit kepandaianmoe dibandingkan dengan kepandaian orang; dibari bakoekoe — diberi koeasa; aloen bakoekoe na' mantjatja` — ki.: beloem lagi ada menaroeh kekoeasaan (baroe didjadikan wakil) soedah hendak mentjari-tjari kesalahan orang; maando'kan koekoe ba' arimau; arimau maando'kan koekoe — ki.: orang kaja jang mengatakan dirinja miskin, orang pandai jang mengatakan dirinja bodoh. KOEKOE II — boenji balam. KOEKOEBAN, lih. kakoeban I. KOEKOEDAI, lih. kakoedoeih. KOEKOEE(R) — koekoer; koekoeeran — pengoekoer, koekoeran; saboeah ado' ba' koekoeeran — hal orang jang tjoema pandai dalam satoe pekerdjaan sadja; ba'a to djanjo koekoeeran, karambie malah nan ka tandeh — itoelah kesoekaan koekoeran (jaïtoe mengoekoer sadja) tiada mempedoelikan boeah njioer jang akan habis; dikatakan tentang orang jang pandai mengatakan sadja dengan tiada memikirkan, bahwa orang lain jang akan menanggoengkan roegi atau soesahnja. KOEKOEEH, lah koekoeeh — toea renta, toea lontok; padi lah koekoeeh ame` — padi telah terlampau masak. KOEKOEE' — kokok; bakoekoee` — berkokok; koekoee' ajam — pagi-pagi boeta, kira² antara poekoel 4 dan poekoel 5 pagi; bakoekoee' dalam kandang — ki.: tjerdik dalam negeri sendiri. KOEKOEIH I — seb. loeak jang dapat mengadakan baoe jang amat boesoek, djika ia didatangi moesoeh; telegoe. KOEKOEIH II — koekoes; mangoekoeih — mengoekoes; koekoeihsan — koekoesan. KOEKOEI' I — kokot; mangookoei' kara` — mengokot kerak; mangookoei' mangakeh — ki.: bekerdja berat mentjari nafkah; lah koekoei' awa' de' ana` — oeang saja telah dihabiskan anak; mangookoei'kan — menghabiskan; takookoei' kanieng den de' tarambau — dahi saja bergores sebab terdjatoeh. KOEKOEI' II — kerekot; na' koekoei'lah djari den, ko' lai den maambie' pitih ang — biarlah kerekot djari saja, kalau saja mengambil oeangmoe (soempah). KOELABOE — kelaboe; koelaboe basi — warna boeloe koeda bertjampoer hitam dengan poetih sedikit; perb. d. kalaboe. KOELAH — tempat air empat segi, terboeat dari batoe. KOELAI — koelai; andjieng koelai — andjing jang telinganja terkoelai (terkelepai); deta koelai — destar jang terkoelai doea boeah oedjoengnja; bibie takoelai — bibir terkelepai; lipe' takoelai — lebih dari ganda doea, oemp.: dibeli f 2.—, didjoeal f 5.—. KOELAJA', soelaja` — kelodjak; boeroee' koelaja', mangoelaja` — berkata kasar, dengan menjeringai; takoelaja' kadoedoee'an den de' baratja` — terkelodjak pantat saja karena naik koeda. KOELA' — bangsa gantang besar, isinja 4 tjoepak. |
</noinclude>
|
KOELALI, kependekan dari boekoe lali, lih. boekoe. KOELAMBAI, goelambai, kalambai — kelembai; api sikoelambai — api roemah terbakar jang melompat-lompat dari seboeah roemah keroemah jang lain; nan ka ditarah sikoelambai roemahnjo — kelembai nanti membakar roemahnja sampai habis (soempah). KOELAMBOE — kelamboe; mangoelamboei — mengenakan (melekatkan) kelamboe pada tempat tidoer. KOELAMPAI — djelar; mangoelampai — mendjelar seperti oelar; asal kata: kampai. KOELANSIENG I — daoen sirih dilipat djadi segi tiga ketjil, laloe disemat, ditinggalkan diroemah orang jang hendak dipanggil serta berpesan minta datang, oemp.: nanti malam makan laoee' kampoeeh dan esok mairiengkan ara'; pekerdjaan membagi-bagi daoen sirih ini namanja: malapeh koelansieng. KOELANSIENG II, batoe koelansieng — batoe jang poetih seperti marmar (poealam). KOELAPAI — kelepai. KOELARAI — kelarai; mangoelarai — mengelarai. KOELARI — sebangsa ikan soengai. KOELATA(R) — keletar; mangoelata — mengamboel. KOELATIE', koelatjie` — letis; mangoelatie` — mengebaskan tangan (djari) soepaja terpelanting air pentjoetji tangan; mangoelatie` — meletis; pangoelatie` — soeka mendjawab atau membanding perkataan orang dengan perkataan jang tadjam. KOELATJIE', lih. koelatie`. KOELE', mangoole` — menggerakkan moeloet ketika makan; koele' koembeh — selaloe makan apa-apa. KOELEKO, dalam tjerita: dahoeloe kala sekali. KOELEPA' — pantjoeng; badjoe bakoelepa` — badjoe djas terboeka dada. KOELERA — kolera; diampai koelera — dibinasakan kolera. KOELERENG, kalereng — kelereng, goendoe; bakoelereng — berkelereng, main goendoe. KOELETE', takele` — tapak-tapak. KOELI — koeli; bakoeli — mengoeli, berkoeli. KOELIA', lih. koeliba` — kelodjak. KOELIBA', takoeliba` — letjet; kaki den takoeliba' de' sipatoe — kaki saja letjet oleh sepatoe; koeliba'kan koeli'njo — boeka koelitnja; mangooliba'kan poentja' kada oerang — ki.: mengeloearkan ketjelaan orang, sehingga sakit hatinja; asal kata: koeba'. KOELIBIE', tjoelibie`; mangoelibie'i — memboeang koelit; djan dikoelibie'i djoeo kada toe — djangan dikoepas djoega keropeng koedis itoe; a djoeo nan dikoelibie'i toe ? — mengapa djoega memboeka ini dan itoe ? perb. dengan koebie'. KOELIDEH — letjet; mangoelideh baoe de' mamikoee — letjet bahoe karena memikoel. KOELIE', mangoolie` — meregangkan tangan dan badan, bila mengantoek atau penat. KOELIKAT — tabi'at, perangai (chalikah, 'Arab); bakoelikat — mempoenjai perangai jang gandjil. |
KOELI' I — koelit; koeli' kitab — sampoel kitab, koeli' ari — djangat, koelit tipis jang diloear sekali; koeli' manih — koelit manis; koeli' katjang, lih. p. boentjih I; manih koeli` — manis, tjantik, permai; ameh koeli` — emas perada; inda' lake' koeli` — tiada mempoenjai pakaian; samipih koeli` daoen tipis; awa' den dibarinjo koeli'njo — ki.: jang dikatakannja pada saja boekan jang sabetoel-betoel isinja, tetapi bagian jang tiada penting; baroe paneh ari, loepo katjang dikoeli'njo, lih. katjang; mangoeli'i, mangoeliti — mengoeliti, artinja memboeang koelit atau memberi kitab berkoelit (bersampoel); singko' koeli' tarie' isi — ki.: berkata mengambil ringkas. KOELI' II — boenji elang; alang bakoeli` lang berboenji; ari paneh alang bakoeli` — hari panas elang berboenji; mendengar ini banjak teringat perkara jang menjoesahkan hati. KOELI' III, bakoeli'-koeli' diroemah — tiada pergi-pergi dari roemah; bakoeli'-koeli' djo bini — tiada bertjerai (selaloe) dengan bini. KOELILIENG — keliling; bakoelilieng — berkeliling; mangoeliliengi — mengelilingi; nagari ko lah takoeliliengi de' ambo — negeri ini telah saja edari; bakoelilieng awa' den mantjari ang — kesana kemari saja mentjari kamoe. KOELIMAH — kalimah; koelimah toei` — kalimah tauhid, jaïtoe „la ilaha illa'llah"; doeo koelimah — doea kalimah: „la ilaha illa'llah, moehammaddoe'rrasoeloe'llah". KOELIME' — hemat, tjermat; mangoelime'i — menghematkan; inge' samantaro baloen kanai, koelime' samantaro baloen abih — sebeloem kasip, hendaklah hemat dan inqat. KOELIMPAI — kelepai; mangoelimpaikan — mengelojakkan, mengata-ngatai; takoelimpai pipinjo kanai ladieng — terkelodjak pipinja kena golok. KOELIN I — nama pohon kajoe keras. KOELIN II, bakoelin-koelin boenji rababnjo — berboenga-boenga (merdoe) boenji rebabnja. KOELINDAN — kelindan; laloe djaroen laloe koelindan — ki.: djika niat pertama loeloes, tentoe maksoed jang lain-lain poen akan berhasil djoega; djaroen aloeih, koelindan soeto — djaroemnja haloes, kelindannja soetera, jaïtoe moeslihat janq amat haloes akan menjampaikan maksoed. KOELIPAH — orang jang telah dapat izin dari goeroe besar akan mengadjarkan tarekat; lih. kalipah. KOELIPA' — kelopak; koelipa' pisang — kelesek; mangoelipa` — terkelojak (terkeloepas) sendiri, oemp.: ketoemboehan; aden lah balaïn koelipa' djo njo — saja ada djoega berkaoem dengan dia, tetapi telah bagian lain. KOELIPEH I — sem. koeda² jang ditaroeh dibahoe oentoek mendjoendjoeng beban. KOELIPEH II, mangoelipeh — mengeloepas; asal kata koepeh. KOELIPE', lih. lipe'. KOELIPI' — lipit; dikoelipi' sarawanjo panoeeh toemo — dilipit tjelananja banjak toema; a djoeo nan dikoelipi'injo dibawah lapie' toe? |
</noinclude>
|
— apa djoega jang ditjarinja dibawah-bawah tikar itoe; basikoelipi` — menjemboenjikan sebahagian hal ihwal atau dengan diam² menjimpan oeang; ka ambo djan basikoelipi' djoeo baroendieng — berbicara dengan saja djanganlah menjemboenjikan; taro le moedo, inda'njo na' basikoelipi', kini marasai idoei` — waktoe moeda ia tiada hendak menjimpan oeang, sekarang soesah kehidoepannja (hidoepnja). KOELIRIE', koeririe` — nama tjengkerik se'oemoemnja. KOELISA(R), bakoelisa; inda' dape' bakoelisa — tiada dapat bergerak karena tempat sempit; tiada dapat mentjari ichtiar tentangan oeang; de' ana' saki', ambo bakoelisa diroemah samieng — sebab anak sakit, saja tinggal sadja diroemah. KOELITJIE', lih. goelitjie`. KOELOÈ' — berkoeloep; ana' koeloei' ko moeah! — anak pandir ini! KOELOEN — koeloem; mangoeloen — mengoeloem; djan dikoeloen-koeloen djoeo pitih toe, taloeloee baiko — djangan dikoeloem-koeloem doeit itoe, nanti tertelan (masoek peroet); koeloen-koeloen — seb. senggoeloeng, tenggoeloeng; sem. kelentang, biasa terboeat dari perak akan dikoeloen-koeloem anak ketjil; ba' ambatjang dikoeloen — ki.: dikatakan tentang orang jang ramboetnja tegak. KOELO', mangoelo` — oemp.: memakan rendang dengan sekali telan sadja, tiada dipotong-potong dengan gigi lebih dahoeloe; dikoelo'nji soerang labo — diambilnja sendiri sekalian keoentoengan, tiada diberinja teman-temanandja. KOEMA(R) — kotor; mangoomakan — mengotorkan; koema disasah, baaboe digantie` — djika kotor ditjoetji dan djika beraboe didjentik, soepaja terboeang; ki.: perbahasa ini dipakai waktoe memperdamaikan orang: apa jang tiada baik, diboeang dan jang boesoek, diboeang semoeanja, soepaja djadi bersih; djika seorang berboeat kesalahan, hendaklah ia membajar denda atau mengisi 'adat, soepaja namanja bersih. KOEMAI — koemai; mangoemai — mengoemaikan. KOEMAJAH — senda; banja' koemajah — banjak goerau; djan bakoemajah djoeo — djangan bertjoemboe djoega; sakalian karadjo dikoemajahkannjo sadjo — sekalian pekerdjaan diabaikannja sadja (tiada diboeatnja dengan hati-hati). KOEMAJAN — kemenjan; aloen dipandje' aso' koemajan — ki.: beloem pernah beristeri (kawin). KOEMALO — koemala. KOEMAN — koeman; matjamnja: k. aie, k. soeroee', k. gadjah; sagadang koeman — amat ketjil; koeman disoebarang laoei'tan tampak', gadjah dipaloepoee' mato inda' nampa' de' njo — ki.: kesalahan orang jang ketjil tampak, tetapi kesalahannja sendiri tiada tampak olehnja. KOEMANDOOEE(R) — controleur. KOEMANGO — nama seboeah negeri dekat Fort van der Capellen, orangnja kebiasaan mendjoeal serba djenis keperloean roemah |
tangga, oemp.: rempah², setangan, pakoe dsb.; oerang itoe koemango — ki.: orang itoe banjak kepandaiannja. KOEMANTANG, lih. mantang. KOEMARAU, goemarau — kemarau. KOEMARI, tangkoemari — kesana sini; tangkoemari tampa` — dimana-mana kelihatan. KOEMARINTJIENG — djoerang, keleboeran jang sempit dan dalam. KOEMBALI — kembali; mangoembalikan — mengembalikan; koembali karahmatoe'llah — berpoelang kerahmatoe'llah, meninggal; manjalang mangoembalikan, djiko dibari boelieh sadjo — memindjam haroes mengembalikan; apa-apa jang diberikan, dapat tjoema-tjoema sadja; sase' soeroei' talangkah koembali — djika kita telah ketahoei, bahwa kita telah bersalah atau berdosa, hendaklah kita kembali kepada jang benar. KOEMBANG — koembang; bangsanja: k. poetieh kaki (tiada menjengat), k. tandoee', k. djanti, k. tjiri', k. pandan; daoen koembang (Sidjoendjoeng) — daoen keladi; dima boengo nan kambang disinan koembang nan banja` — ki.: dimana banjak perempoean bagoes, disitoe banjak laki² moeda; tjari koembang, tjari kambang, lih. p. kambang; koembang-koembang, lih. pada rongong. KOEMBÈH, koele'-koembeh — koedap-koedap, hal orang jang selaloe memakan apa². KOEMBOE — kedadak, tjika; nan ka dialoei' koemboe! (soempah) — dapat penjakit kedadak jang djahatlah dia. KOEMBOEEH — sebangsa kertjoet. KOEMBOEE' — tjerek tanah; koemboee' antoe, lih. pada koeran I. KOEMBO' I — siamang, atau boenjinja; bakoembo` — berboenji (tentangan siamang). KOEMBO' II, takoembo` — ketjewa, kedapatan memboeat soeatoe pekerdjaan, tetapi beloem langsoeng; lih. oembo'. KOEMÈ', kame` — manis, molek, tjantik, permai, tjomel. KOEMIHI — komes. KOEMIHI II, basikoemih — selaloe makan atau selaloe berbelandja, tetapi sedikit-sedikit. KOEMOEE(R) — koemoer; bakoemoee-koemoee — berkoemoer-koemoer. KOEMOEEH — kotor; mangoemoeeh — memboeat kotor, oemp.: memboeang-boeang air, meletakkan barang jang kotor-kotor; mangoemoechi — mengotorkan; mangoemoeechkan namo — memboesoekkan nama; mountjoeengnjo koemoeeh — kotor moeloetnja, ia soeka mengeloearkan perkataan jang kedji². KOEMOEI', dikoemoei'njo sadjo — diambilnja oentoek dirinja sendiri apa jang diperolehnja. KOEMO', komo`; mangoemo` — membaham; sakoemo` — sebanjak sekali membaham. KOEMPA(L) — koempar; mangoempa banang — mengoempar benang; koempalan banang — gelendong; roendiengan ko elo' kito koempa, na' njo 'singke` — ki.: roendingan ini baik kita ringkaskan. KOEMPAI, lih. sikoempai; padi koempai, lih. pada padi. KOEMPAKARO', lih. tangkaro'. |
</noinclude>
|
KOEMPANG-KAMPOEI', koempang-kimpoei'; koempang-kampoei' ango'njo mangadja ang — engah² ia mengedjar (menjoesoel) kamoe. KOEMPANI, koempanji, goempani, goempanji — kompeni; paroei'njo bakoempani — ki.: ia takoet. KOEMPANJI, lih. koempani. KOEMPIN, bakoempin — bergaoel; oerang djae'² sadjo lawannjo bakoempin — dengan orang djahat sadja ia bergaoel. KOEMPOEE(L) — koempoel; bakoempoee — berkoempoel, berhimpoen; mankoempoee — mendjoemlah; mangoempoeekan — menghimpoenkan; koempoeelan — djoemlah; bara koempoeelan oetang ambo samoeonjo? — berapa djoemlah oetang saja semoeanja ?; kini lah sakoempoee awa' disiko — sekarang kita telah berkoempoel semoeanja disini (adik kakak, sanak saudara). KOENAI — goemboek; mangoenai — menggoemboek; inda' talo' dikoenainjo — tiada dapat digoemboeknja. KOENANANG, takoenanang — kesenangan, keenakan; koenanang-koenanangi — hampir tertidoer karena kesedapan. KOENANG-KOENANG — koenang-koenang; pada setengah negeri dinamai: api² oerang malieng. KOENDA' — bongkar-bangkir; djan dikoeda' bana peti toe, bapalantiengan isinjo baiko — djangan dibongkar-bangkir (diorak-arik Jav.) peti itoe, nanti berpelantingan isinja; mangoenda' nagari — mengharoe-biroe dalam negeri; perb. dengan boenda` dan kinda`. KOENDANG, mangoendang — selaloe membawa bersama-sama; djan dikoendang-koendang djoeo pitih toe, tinggakan diroemah — djangan dibawa-bawa djoea oeang itoe, tinggalkan diroemah; ana' koendangan — anak laki-laki jang disajangi dan dibawa kemana-mana oleh laki² lain; perb. dengan kandoeeng I. KOENDI — kenderi; 24 koendi beratnja 1 emas; sakoendi sakoendio, sasoeke' saoelangalieng — sekoendi + 1/10 koendi, 1 soekat + lekoek pada pantat soekat; nan merah sago, nan koerie' koendi, nan indah baso, nan baie' boedi — bahasa dan boedi itoelah jang indah dan baik, boekannja roepa. KOENDIE', kandie` — babi; ana' koendie` (maki) — anak babi. KOENDI', lih. konde`. KOENDIO — 1/10 koendi. KOENDJOEENG — lekas; ko' le koendjoeeng dape', lakeh den poelang — djika kiranja lekas dapat, segera saja kembali; inda' koendjoeeng datang — tiada lekas datang. KOENDO, bakoendo-koendo — beramai-ramai pergi (tentang hal jang koerang baik): bakoendo-koendo kakantoee — beramai-ramai pergi kekantor karena soeatoe perkara; bakoendo oerang batjaka' dipasa — sangat banjak orang berkelahi dipasar; perb. dengan oendo. KOENDOOEE(R) — koendoer; ba' tjando koendoee — amat gemoek padat. KOENÈNÈNG — melenggok melenggok serta melihat-lihat (menampan-nampan) diri, gaja. |
KOENGÈA', kependekan dari kangkoeeng ngea`, lih. kangkoeeng I. KOENGKOEENG — kongkong, jaïtoe kajoe tempat memasoekkan kaki orang gila, soepaja djangan ia dapat mengganggoe orang; tio' mandi tio' bakoesoee', tio' gilo tio' bakoengkoeeng — 'ibarat orang masoek pasar malam atau Pasar Gambir, haroes membajar; hendak melihat permainan dalam roemah² ketjil, haroes lagi membajar; demikian djoega djika hendak memasoekkan pengadoean kepada Landraad, kadang² membajar beberapa kali. KOENGKOEN — kekok, seperti anak jang baroe beladjar menoelis memegang kalam. KOENIENG, koenjieng — koening; poetieh koenieng — poetih teloer; mangoenieng — mendjadi koening; nasi koenieng, lih. nasi koenji`; aro' de' koenieng koeah kambeh, tjangkoee' taroeboee' ditinggakan, lih. kambeh; koenieng pagoe — koening seperti para-para diatas toengkoe (olok-olok); ma' oenieng, artinja ma' koenieng, panggilan pada paman jang koening; padi koenieng, lih. pada padi. KOENI', lih. koenji`. KOENJAH — koenjah; mangoenjah — mengoenjah; mangoenjah pawa (mamawa) — memamah; koenjah-kenjoh — selaloe mengoenjah, teroetama mengoenjah sirih; mangoenjahlah! — makan sirihlah!; timbakau sakoenjah — tembakau sebanjak sekali mengoenjah; mangoenjahkan oerang bagigi — ki.: mengadjar limau berdoeri; inda' taoe diatah takoenjah — ki.: amat bodoh, tiada ada perasaan mendengarkan kata-kata orang jang pedih; lama' laoee' dikoenjah-koenjah, elo' kato dioelang-oelang (dipakatokan) — daging baroelah enak rasanja, bila hantjoer dikoenjah, demikianlah peroendingan dioelang beberapa kali, soepaja djelas. KOENJAM, koenjoee(r) — kempoeng. KOENJIENG, lih. koenieng; koenjieng den — djantoeng hatikoe. Sebelah kadare` lebih biasa diseboet koenjieng dari pada koenieng, tetapi sebelah pesisir kebalikannja. KOENJI' — koenjit; bangsanja: k. tamoe; k. tamberang; k. babaoe; nasi koenji` — nasi koening, nasi kehormatan; ampoe koenji` — oerat besar koenjit; koenieng de' koenji', itam de' arang — ki.: hal orang jang dapat diasoet orang atau digoemboek orang; inda' koenieng de' koenji` — ki.: tiada menerima asoetan dan poedji-poedjian; tiada bagoes karena pakaian perhiasan atau bedak dll. KOENJOEE(R), lih. koenjam. KOENJOEENG, lih. koendjoeeng. KOENOEN — lorong kepada, tentangan; apalagi; koenoenlah si Oemboei' Moedo — tentangan si O. M.; sadang nan kajo lai lare', koenoenlah kami soeka(r) mikin — sedang orang kaja berdjalan djaoeh meninggalkan negerinja, apalagi kami jang miskin. KOENTANG — kerontang; sakoentang-koentangnjo — kering kerontang. KOENTJANG — goentjang; mangoentjang — menggoentjang, menggojang; bakoentjang — bergojang; ba' raso dikoentjang gampo — |
</noinclude>
|
seperti digoentjang gempa; dikoentjang koero — menggigil karena demam koera; lah mangoentjang girie'-girie` — ki.: toea rénta; girie'² — sem. gobék, taboengnja terboeat dari bamboe. KOENTJÈ', bakoentje'-koentje` — sedikit-sedikit; bakoentje'-koentje' ale' datang — djamoe datang berdikit-dikit (tiada sekali goes); bakoentje'-koentje' injo mambaie oetang — sedikit-sedikit dan tiada teroes ia mengangsoer oetang. KOENTJI — koentji; ana' koentji — anak koentji; indoee' koentji — indoek koentji; mangoentji — mengoentji; koentji² — sendi, boekoe, pergelangan; pandai mangoentji pitih — tahoe moeslihat, soepaja oeang djangan (banjak) keloear, ja'ni pandai menjimpan; dikoentji Allah atinjo — ditoetoep Allah hatinja dari pada berboeat kedjahatan; koentji are'-are' roendiengan ko — ki.: roendingan ini rahsiakan betoel-betoel. KOENTJI' — tjorot; perkataan ini dipakai pada permainan dama atau oeang: aloengnja dilémparkan lebih dahoeloe kepada soeatoe tempat akan mengetahoei siapa jang akan main lebih dahoeloe. Jang akan main kemoedian tiada goena lagi main ; dama jang tinggal, mana jang tiada dapat oléh lawannja, bagi dialah semoeanja. KOENTJOEN — tiada tampan. KOENTO (Koto Toeo) — béngkéng. KOENTOEENG, lih. kontong. KOEOEE(R) lih. koehoee(r). KOEO' I — mengoeap; koeo'-koeo'i — kerap kali (bertoeroet-toeroet) mengoeap; koeo' kawan nandape' pitih — soekatjita kawan beroléh oeang. KOEO' II — nama pohon. KOEPA', soepa` — patah; mangoepa` — mematah; mangoepa' koentji — mematah koentji; mangoepa' dindieng — memetjah dinding; koepa' awa' samalam ko de' oerang — roesak awak malam tadi oléh orang; artinja saja semalam banjak alah main; koepa' boedjang lah ang — mampoeslah kamoe (boedak laki-laki); koepa' gadih lah kau — mampoeslah kamoe (perempoean moeda). KOEPANG — timbangan emas; 1 koepang tetap 6 oeang; oeang berlain-lain, ja'ni ada oeang 6 (Agam) artinja: 1 oeang = 6 pitih (doeit), djadi 1 koepang = 6 X 6 djadi 36 doeit = 30 sén; oeang 8, seboetannja oeang lapan (Pajakoemboeh, Tanah Datar, Solok) karena 1 oeang sama dengan 8 doeit; 1 koepang 6 X 8 djadi 48 doeit = 40 sén; oeang 10, seboetannja oeang poeloeeh (Padang); 1 koepang disitoe 60 doeit sama dengan 50 sén; sakoepang (di Padang) = setengah roepiah. KOEPÈH — koepas; bakoepeh — alah main; dikoepehnjo awa` — diambilnia pakaian saja. KOEPIAH — kopiah; deta abih koepiah loeloeeh (antjoee) — ki.: barang habis terdjoeal dan sawah tergadai. KOEPIE(R) — terkelopak; pirieng lah koepie — piring telah roesak; mangoepie — mengoesaki sedikit-sedikit, sebelah tepi soeatoe barang; inda' talo' dikoepie — keras dan liat tiada dapat diroesaki barang sedikit |
djoeapoen; dikiaskan kepada orang jang kikir. KOEPITJIENG, kapitjieng; bakoepitjieng — memedjamkan mata; bakoepitjieng (basikoepitjieng) sadjo ambo mamboee' roemah — ki.: saja beranikan sadja hati saja memboeat roemah, seakan-akan saja tiada mengetahoei akan beratnja pekerdjaan itoe; perb. dengan pitjieng. KOEPOE (Ar.) — koepoe; sakoepoe — sama tinggi daradjat. KOERAAN, Koera'an — Koerän; disapoe, diampaleh, dilindang Koeraan — dibinasakan, ditoempas Koerän (soempah). KOERABOE I, karaboe — keraboe. KOERABOE II, koeraboe antimoen — entimoen disajat-sajat ketjil, diboeboeh bawang, lombok, garam, pati santan; ati den bakoeraboe sadjo — ki.: pikiran saja amat soesah, lih. karaboe. KOERAH, saoemoee koerah — sangat toea. KOERAI — koerai. KOERAJANG, goerajang — gerajang; koetoe (oelat) mangoerajang — koetoe (oelat) menggerajang; bakoerajangan — bergerajangan. KOERAJO', goerajo'; mangoerajo` — bergerak; sagan mangoerajo` — malas berbangkit, artinja malas bekerdja; inda' takoerajo'an de' njo tangannjo — ia tiada dapat menggerakkan tangannja. KOERAMBI', karambi` — sendjata jang seroepa sabit; mangoerambi` — menikam dengan koerambi`. KOERAN I — sematjam gamoeh; koeran² (Sidjoendjoeng) — seb. sakat, mempoenjaï taboeng pakai toetoep, toemboehnja ditebing; pada setengah negeri namanja: garigie' antoe, koemboee'² antoe. KOERAN II, daki — kotoran; poetieh nan ta' bakoeran, itam nan ta' batjata — sempoerna bersih. KOERANDJI — kerandji. KOERANDJI', bakoerandji` — dikatakan tentang kain jang berloebang-loebang digigit tikoes, didjahit bersilang-silang, tiada ketahoean lagi roepanja; ati bakoerandji` — ki.: pikiran terlaloe amat soesah; dikoerandji' katoemboeehan — hal moeka jang sangat roesak, karena ketoemboehan. KOERANG — koerang; koerang adat, koerang baso — koerang 'adat; koerang adja — koerang adjar; oerang koerang — orang bangsa rendah; bakoerang — berkoerang; mangoerangkan — mengoerangkan; mangoerangi — mengoerangi; takoerang — terkoerang; sakoerang-koerangnjo — sekoerang-koerang(nja); labieh koerang — lebih koerang; kakoerangan — kekoerangan; batoekoee' basarang koerang — ki.: hal orang jang masoek perhimpoenan, tiada menambahi 'akal dan tiada menambah kemadjoean, koerang garam boelieh ditoekoee', koerang aka dipanga(po)kan — djika makanan koerang garam, dapat ditambah, tetapi djika manoesia koerang 'akal, apa daja ?; hawa bapantang karandahan, nasoe bapantang kakoerangan — hawa nafsoe tiada dapat dikoerangkan dan tiada soeka koerang dari orang; koerang sasai' sabalango — tjoema sedikit betoel koe- |
</noinclude>
|
rangnja; lah bakoerang-koerang bana kini djoea bali — sekarang tambah lama tambah koerang lakoe dagangan; ambo de' apa' ambo inda' ado bakakoerangan — saja diberi bapa' saja dengan setjoekoepnja; si Amin djo si Badoe lah bakakoerangan — si Amin tiada lagi bersahabat karib seperti dahoeloe dengan si Badoe; koerang sadjo atinjo ke den — dia tiada lagi sajang seperti dahoeloe kepada saja; talabieh takoerang bakarilahan kito — perbasa ini lazim antara pendjoeal dan orang jang membeli, artinja kalau ada jang terkoerang, atau tiada baik, kita kedoea belah pihak hendaklah merelakan. KOERANTJAI, mangoerantjaikan paroei' oerang — menikam orang sehingga keloear peroetnja. KOERANTO — keranta. KOERAPAI — kerpai. KOERAPA', injo ditampa sikoerapa` — ia ditampar djin, ada jang kentjong moekanja atau lemah tangannja dsb. KOERAPIE' I, mangoerapie` — mendjadi petjak; idoei' mangoerapie` — soesah penghidoepan (pentjarian); awa' lah mangoerapie` — saja telah petjak, artinja saja ta' lagi beroeang. KOERAPIE' II — kerepes; mangoerapie'i — mengerepes; koerapie' pandja — lama mengerepes dimana-mana; lih. karapie`. KOERAPOE — seb. ikan laoet; idoei' mangoerapoe — sangat miskin. KOERAWÈ' — tali terboeat dari beloelang; makan koerawe` — sangat miskin, artinja makan beloelang sadja, karena ta' dapat membeli daging, lih. karawe`. KOERÈH I — koeras. KOERÈH II — perkataan memanggil ajam; mangoerehkan ajam — memanggil ajam akan diberi makan: sapoeloeeh ana' nan dikoerehkan — ki.: sepoeloeh anak jang ditjarikan makan, artinja dipelihara. KOERÈNAH, karenah — tabi'at, perangai; koerenah djo baenah — keterangan jang tjoekoep atas orang jang bersalah. KOERÈSÈNG — djangat jang tanggal, karena penjakit; mangoereseng — mengeloepas (tentang djangat): ada djoega karena memakai saboen jang koerang baik. KOERÈSI — koersi, kerosi. KOERÈTA, kareta — kereta; koereta angin — kereta angin, sepeda; koereta api — kereta api; bakoereta — naik kereta. KOERÈTÈH I, mangoereteh — naik toeroen pelampoeng karena ditarik-tarik ikan. KOERÈTÈH II, mangoereteh — bersikap dan berkata mengadjak berkelahi. KOERIDEH — keridas. KOERIDJO', lih. kidjo` dan karidjo`. KOERIE' — berintik-rintik; koerie' intie` — berintik-rintik haloes; malah le koerie' apa'njo sakoerang-koerangnjo rintie' ana'njo — djika bapaknja berintik, anaknja sekoerang-koerangnja berintik haloes; sama artinja dengan: anak harimau tentoe tiada akan mendjadi anak kambing, melainkan djadi harimau djoega. KOERIKAM. karikam — roekam, n. seb. po- |
hon jang batangnja berdoeri, baik diboeat aloe, boeahnja dapat dimakan. KOERINAH, lih. koerenah. KOERINDJÈ', lih. rindje`. KOERINJIE', goerinjie'; mangoerinjie` — berboeal dan berboenji, tentangan air jang dimasak. KOERINTJIENG — keleboeran jang sempit dan dalam. KOERIPÈH, mangoeripeh — mengedjap-ngedjap; koeripeh dama ka padam — kedjap sebagai pelita hendak padam, soeatoe poedjian bagi pemandangan perempoean. KOERIPI', lih. koelipi`. KOERIRIE', lih. koelirie`. KOERISI, lih. koeresi, karosi. KOERITJIENG, lih. karitjieng. KOERITJIH, lih. karitjih. KOERITO I, goerito — goerita. KOERITO II — kain pembaloet peroet anak ketjil (dikota-kota) karena bangoennja seperti goerita. KOERITO III — sebangsa padi (v.d.T.). KOERO — koera; de' (di) koero — demam koera, malaria. KOERO-KOERO — koera-koera; koentji koero-koero — repoeh-repoeh; bakoero-koero ati den na' mandjoea koedo den — mendoea hati saja hendak mendjoeal koeda saja. KOEROEE' — korok; bakoeroee' sadjo diroemah — tinggal sadja diroemah; takoeroee` — terlindoeng dibalik roemah atau dibalik pohon. KOEROEENG — koeroeng; bakoeroeeng — dikoeroeng, dipingit seperti anak gadis; dikoeroeengkan oedjan — tiada dapat pergi dari seboeah roemah, karena hoedjan; koeroeengan — pendjara, kerangka; koeroeengan ajam — tempat mengoeroeng ajam jang akan disembelih; takoeroeeng diadat — kena menoeroet sepandjang 'adat; ma'e lapeh badan bakoeroeeng — bebas, tetapi masih didjagaï, seperti gadis atau boeroeng dalam sangkar; mangoeroeeng — hal tiada boeang air besar beberapa hari; tingkoeroeeng, tangkoeroeeng — sem. ondeh² jang digoreng. KOEROEIH — koeroes; mangoeroeih — mendjadi koeroes; kiro² mangoeroeihkan badan — pikiran mendjadikan badan koeroes; djo a mangoeroeihkan badan? — dengan apa mengoeroeskan badan? apa ichtiar soepaja badan djadi koeroes?; mangoeroeihi — mendjadi koeroes sendiri, seperti perempoean jang hampir bersalin; koeroes sendiri badannja seperti boedak, jang tingginja akan bertambah; mampalie'kan koeroeih ta' babadjoe — ki.: menoendjoekkan kepada orang, bahwa kita miskin; memperlihatkan rahsia sendiri kepada orang lain. KOERO' — koerap; matjamnja: k. ajam, k. basi, dll. mangoero' ati den malie` — amat bentji saja melihat. KOESAI, mangoesai — membongkar barang² oemp.: pakaian atau kitab dalam lemari akan mentjari barang jang hilang; perb. dengan oesai. KOESAM — koesam. KOESAO — oesaha; dikoesaokan — dioesahakan; lih. oesao. KOESAU, lih. koesam. |
</noinclude>
|
KOESOOEE' — gosok; bakoesooee` — mengangkatkan daki dari badan; mangoesooee' mato — menggosok mata; mampakoesooee' daoen sirieh — menggosokkan daoen sirih kebadan; mangoesooee'-ngoesooee' poenggoeeng oerang — memoedji-moedji orang, soepaja berhasil maksoednja; koesooee' gala` — tertawa sangat; tio' mandi tio' bakoesooee', ......... lih. pada koengkoeeng. KOESOOEI' — koesoet; mangoesooei` — mengoesoetkan, mengatjau; koesooei' masai — terlaloe amat koesoet; koesooei' mase` — bermoeram doerdja, moeka asam; koesooei' disalasaikan, karoeeh dipadjanieh — kalau koesoet, hendaklah diselesaikan, djika keroeh didjernihkan, artinja: orang jang berselisih, haroeslah diperdamaikan; inda' koesooei' nan ta' salasai, inda' karoeeh nan ta' djanieh — ki.: sekalian perselisihan dapat dipoetoeskan dengan djalan damai; kandoee mangoesooei', tagang mamoetoeih — ki.: orang jang berkoeasa djanganlah terlaloe lemah dan djangan poela terlaloe keras. KOETA' — menggoentjang keras; mangoeta'-ngatie'kan nagari — meradjáléla atas negeri. KOETANG — koetang. KOETI, mangoeti — mentjabik ketjil-ketjil, sehingga tiada dapat dipergoenakan lagi. KOETIE(L), goetie(l) — koetil, ketil; mengambil sedikit-sedikit: taro ambo ka saki', lai ambo maando'kan pitih saratoeih roepiah; kini lah abih de' dikoetie-koetie djoeo — ki.: waktoe saja akan sakit, ada saja menjimpan oeang se atoes roepiah, sekarang oeang itoe telah habis, sebab selaloe dikoetil. KOETIENG (v.d.T.), mangoetieng — merobék; koetieng-koetieng — daging jang diberikan kepada penghoeloe-penghoeloe 'adat, pada perjamoean dalam soekoenja; bakoetieng-koetieng — tjabik ketjil-ketjil. KOETIKO, kotiko — ketika; koetiko boengo kambang, lih. kambang: djandjian dibari bakoetiko, soembajang dibari baoekatoe — tiap² pekerdjaan hendaklah ditentoekan waktoenja; koetiko ado djan dimakan, tida' moengko dimakan — ketika dapat mentjari jang lain, jang ada djangan dimakan atau dipergoenakan, ketika tidak dapat lagi berichtiar, baroelah dipakai simpanan lama. KOETJAI I, takoetjai — terlepas; tanggal dari bagian-bagiannja; mangoetjai — mementjil atau berpisah dari teman-temannja; mangoetjaikan aie — mengalirkan air ketempat lain, sehingga soeatoe tempat tiada lagi mendapat air; lih. koetjie. KOETJAI II (dikota) sem. sajoeran. KOETJA' — kotjak; ati bakoetja` — gojang pikiran, doea hati; badan takoetja` — badan mendjadi koeroes; baria' tando ta' dalam, bakoetja' tando ta' panoeeh — orang jang sombong (banjak tjakap), tiada bekasnja. KOETJANDAN, katjindan — senda, goerau, kelakar; bakoetjandan — bergoerau; bara eneng, bara koeneneng, bara koetjandan (koetjatie') tandan ikoee — memboeang sikap 'alamat tjongkak. KOETJAP, lih. oetjap. KOETJAPANG; si koetjapang si koetjapeh, |
sikoee tabang sikoee lah lapeh — ki.: menjatakan nasib jang amat malang. KOETJAPI, lih. katjapi; koetjapi lebih lazim dari katjapi. KOETJAPIE', lih. katjapie`. KOETJARA', bakoetjara` — tiada lagi tegoer-menegoer, tiada hendak tolong-menolong dsb., seakan-akan orang bermoesoeh-moesoehan (tentang boedak²); bakoetjara' limpeh — seperti jang terseboet tadi, tambahannja jaïtoe masing-masing boléh menindjoe lawannja djika léngah. KOETJATIE', koetjatieng'; mangkoetjatie', mangkoetjatieng — mendjoengkat, tentang papan atau pelepah d.l.l. jang dipidjakkan salah satoe dari oedjoengnja, lih. katjotang; oele' samba mangkoetjatie` — oelat dalam daging mendjoengkat akan memelantingkan dirinja; koetjatie' tandan ikoee — gerak pantat orang berdjalan ('alamat gatal); perb. d. koetjandan. KOETJATIENG I, lih. koetjatie`. KOETJATIENG II — gatal, gangsang teroetama tentang perempoean. KOETJAWAI — ketjéwa; takoetjawai — ketjéwa; perb. d. katjio II. KOETJEH — singsing; mangoetjehkan jaïtoe memanggil koetjing mengatakan: koetjeh-koetjeh, sebenarnja: koetjieng-koetjieng. KOETJEKA' — senda; bakoetjeka` — bersenda; pandjang koetjeka` — banjak olok-olok; mampakoetjeka'kan — memperolok-olokkan. KOETJENTANG, bara koetjentang! — beroepa seperti orang jang pandai betoel, tetapi tiada tahoe apa-apa. KOETJENTENG, lih. koetjentang. KOETJEPA(R), koetjipa(r); mangkoetjepa — menggelepar; bara koetjepa — boekan patoet sombong tentang perdjalanan dan gerak badan. KOETJETA', bakoetjeta` — beramai-ramai mempereboetkan, bereboet-reboetan; baroe mati baliau, bakoetjeta' ana' kamanakan — baroe beliau mati, bereboet-reboetan anak dan kemanakan tentang harta peninggalannja; bakoetjeta' oerang didapoee — orang bekerdja didapoer amat siboek. KOETJETEH, lih. koetjepa(r), koetjipa(r). KOETJIA', kalam koetjia` — gelap goelita, gelap katoep. KOETJIE(R), mangoetjie — pergi dengan diam² dari teman² atau dari soeatoe perkoempoelan; moelonjo lah samoepakat, tapi koedian injo lah mangoetjie sadjo — moelanja telah semoepakat, tetapi kemoedian dia keloear sadja dengan tiada diketahoei sebabnja dan ia tiada memberi tahoe; mangoetjiekan kawan — dengan diam² tiada lagi membawa tjampoer akan kawan; bakoetjieran — berikoet-ikoet menghéla diri; perb. d. koetjai I. KOETJIENG — koetjing; koetjieng paka` — apitan tikoes; maradeso koetjieng, mandi djo aie lioee — ki.: roepanja (diloear) sadja bersih; koetjieng takoei' dibaloee — ki.: laki² takoet (maloe) kepada perempoean; ba' koetjieng mandjapoei' api — djika koetjing mendjempoet api, tentoe tiada lekas ia kembali, karena ia tidoer dahoeloe disitoe; demikianlah |
</noinclude>
|
dikiaskan kepada orang jang tiada lekas kembali bila disoeroeh; malaka' koetjieng didapoee — ki.: berboeat djahat kepada orang jang berboeat baik atau kepada sanak saudara; ba' koetjieng lapeh sandjo — tiada lagi bertemoe dan tiada dapat ditjari, demikianlah dikiaskan kepada orang jang pergi berdjalan-djalan malam; koetjieng-koetjieng — koetjing², seb. kerang-kerangan, jang besar dipakai penggeroes kain; mangoetjieng-ngoetjiengkan — mendjoelang; basikoetjieng latjoeih — permainan boedak berganti-ganti tjari-mentjari. KOETJINDAN, lih. koetjandan. KOETJIO I, lih. katjio I. KOETJIO II, takoetjio — beroleh ketjewa; perb. d. katjio II. KOETJIPA(R), lih. koetjepa(r). KOETJIPEH, lih. koetjepa(r), koetjipa(r), koetjeteh. KOETJOEENG, kotjong — boengkoes pandjang atau karoeng jang diikat salah satoe, atau kedoea oedjoengnja; goelo anau sakoetjoeeng — goela enau seboengkoes; mangoetjoeeng — memboengkoes; mangoetjoeeng mai` — memboengkoes majat; mangoetjoeeng soempi` — mengikat moeloet soempit. KOETJOEI' — koentjoep; koetjoei'kan pajoeng! — katoepkan (toetoepkan) pajoeng!; koetjoei'-koetjoei' talingo koedo toe mandanga badie-badie — telinga koeda itoe koentjoep mendengar mertjoen; koetjoei' awa' kanai berang — seakan-akan koentjoep (sangat takoet) saja ketika dimarahi; kambang² koetjoei' paratian — sebentar soeka, sebentar soesah pikiran; bertjampoer harap dengan tjemas. KOETO — koesta. KOETOE — koetoe; lado koetoe — tjabai (lombok) rawit; koetoe aie — seb. labah²; badjoe ambo dimakan koetoe aie — badjoe saja hitam dimakan air; bakoetoe-koetoean — bertjari-tjarian koetoe; bakoetoe ati den mantjalie'njo — bentji saja melihatnja; koetoei lado toe! — boeang tampoek lombok (tjabai) itoe; makan koetoe kakapalo — ki.: telah galibnja anak meminta kepada bapaknja, kemanakan meminta kepada mamaknja, jang miskin meminta kepada jang berada. KOETOEE' — koetoek; dimakan koetoee` — dikoetoeki. KOJAH — lenggang; bakojah sadjo — melenggang atau berdjalan dengan tiada membawa beban. KOJANG, koejang — sem. penjakit ajam (tiada boeang air). KOJO — perkakas penangkap ikan. KOKEH, kakeh; kokeh gala` — tertawa gelak-gelak; mati kokeh sadjo apa'njo malie' ana'njo — sangat soekatjita bapaknja melihat anaknja (sebab tjantik, baik lakoe, pandai). KOKOH I — koekoeh; bakokoh — bersiap; mangokohi — mengoeatkan, menambah koeat. KOKOH II, sikokoh — sem. boeroeng hantoe. KOKO', mangoko` — berketoek. KO', lih. djoko`. KOLA' — oelap-oelap. |
KOLAM — kolam, temp. air minoem atau air mandi, tiada berisi ikan. KOLONG I, mangolong — memakan seboelatnja dengan tiada dipotong-potong dengan gigi lebih dahoeloe. KOLONG II, kolong-kolong tali — gelindoeng tali beroek. KOMA' (Bangkinang) — pajah dan berpeloeh sebab bekerdja. KOMBOLAN — kenjataan kesombongan atau perangai jang koerang baik atau djandji tiada ditepati; kombolan = kaoemboeelan. KOMENG — komeng; inda' bakomeng sako-meng djoeo — tiada beroeang sedikit djoeapoen. KOMO', lih. koemo`. KOMPONG — kotong; djarinjo kompong — djari tangannja kotong; kain (salendang) kompong — selendang pendek; ajam kompong — ajam papak, ajam tiada berekor. KONDE', koendi'; bakonde'-konde` — selaloe dibawa-bawa, oemp. permainan jang baroe diperoleh seorang anak; bakonde'-konde' djo bini — selaloe berdjalan dengan isteri. KONGKANG, takongkang — djatoeh telentang kaki keatas. KONGKE', dikongke' oerang malieng — banjak ketjoerian (teroetama malam hari). KONGKONG I, mangongkong — menjalak keras. KONGKONG II, mangongkong — menjaroek; a djoeo nan dikongkongnjo kamari? — apa djoega jang ditjarinja, diminta dsb. kemari ? KONJOH — gonjeh; mangonjoh — menggonjeh. KONSI — kongsi; bakonsi — berekanan, berserikat; mampakonsikan — bersama-sama menipoe. KONTAN — toenai (contant); mambali kontan — membeli dengan membajar toenai; bapa' kontan — bapak kandoeng; si Amin toe kamanakan ambo sakontan-kontannjo — si Amin itoe kemanakan saja betoel². KONTANG, takontang-kontang — terkatoeng-katoeng. KONTJAH, bakontjah-kontjah — banjak air, tentangan goelai dsb. KONTONG, koentoeeng — pendek, kotong; sarawa kontong — tjelana pendek; kontong sadjo de'njo — ia berkata dengan ringkas sadja. KOPE' — tempat menjimpan oeang terboeat dari koelit (dompet Jav.). KOPI — kopi; kopi kareh — kopi pekat (kental); pakopi — sangat soeka minoem kopi; oenggeh kopi — seb. hoeroeng ketjil. KORAN — koran (courant), soerat-chabar; si Amin dikorankan oerang — tingkah lakoe Amin jang ta' baik dimasoekkan dalam soerat kabar. KOREH — gores; korehkan api-api — gesekkan, goreskan api²; mangoreh — menoelis-noelis jang tiada ketahoean, jang tiada dapat dibatja, menggores-gores. KORE' (dikota) — korek, tjoengkil; mangore'-ngore` — mentjari-tjari kesalahan orang. KORENG — koreng; andjing jang koreng dinamai koreng; moekonjo bakoreng-koreng — moekanja bertjoreng-tjoreng (tjoreng-moreng). |
</noinclude>
|
KORESI, lih. karosi, koeresi. KOROH, koroh-koroh I — kerongkongan; koroh-koroh II — kerek, lorah. KORONG I, korong kampoeeng — keliling kampoeng. KORONG II, boeloe matonjo korong — kedoea belah boeloe matanja (alisnja) bertemoe. KORONG III, ketitieran korong — ketitiran jang kelopak matanja berboeloe, menoeroet kepertjajaan: bertoeah. KOROSI, lih. karosi. KOSONG (dikota) — kosong; lebih lazim: inda' baisi; ketje'-ketje' kosong — tjakap jang tiada isinja, tjakap angin. KOTAI — kotai; daoen pisang toe lah kotai — daoen pisang itoe telah mersik; padoesi toe lah kotai — perempoean itoe telah koeroes kering. KOTA' — kotak; kota'-kota` — kotak-kotak, teroetama tempat oeang dikedai-kedai; inda' baisi lai, lah tingga kota'njo sadjo — ki.: hal perempoean jang dahoeloenja amat bagoes, tetapi sekarang telah toea lontok; hal orang jang dahoeloe kaja, sekarang telah djatoeh miskin. KOTAT — ketoek; ajam batino bakotat — ajam betina berketoek; inda' nan bakotat keh njo — tiada jang berani memboeka moeloet kepadanja. KOTE' — ketoek; lih. kotat. KOTJOH — kotjoh; takotjoh-kotjoh — gesa-gesa dan ketjemasan. KOTJO' — kotjok; mangotjo' karateh — mengotjo' kartoe. KOTJONG, lih. koetjoeeng; lah bakotjong ambo samalam ko — saja telah diboengkoes seperti majat malam tadi, artinja saja banjak betoel alah main tadi malam; inda' bakotjong baarian — ki.: hal doea pekerdjaan jang dikerdjakan dengan sekali goes, oemp. padi jang disabit, diirik sekali. KOTO I — kota; dibedakan kadang-kadang atas: kapalo koto, tangah koto dan ikoee koto, jaïtoe permoelaan, tengah dan penghabisan kota. KOTO II — nama soekoe; kapalo koto — orang jang diserahi mendjalankan perkara atau melakoekan soeatoe roendingan. L. LA! diseboet ketika heran, kependekan ala! LAANAT — la'nat; diboee' karano Allah mandjadi laanatoe'llah — diboeat menoedjoe kebadjikan, tetapi mendjadi kedjahatan. LABAH — lebah; ba' tjando labah — amat banjak; ba' boenji labah — haroe-biroe, gadoeh; toetoeeran labah mangirap — poedjian bagi atap idjoek jang bangoennja seperti sabit. LABAI — lebai; ba' didjile' labai — litjin tandas. LABA', malaba' boeah kopi — banjak boeah kopi goegoer. LABAN, alaban — leban. LABANG I, malabang — menempa logam sampai mendjadi lebar. LABANG II, pinggang ba' raso dilabang — pinggang amat sakit. |
LABE' I — lebat tentang hoedjan, ramboet, ketoemboehan dll. LABE' II, malabe` — boenting tentangan ternak. LABE' III, (v.d.T.) — nama bangsa padi. LABI I — labi². LABI II — sebangsa penjakit peroet perempoean, bila boelan besar, besar poela peroetnja. LABIEH — lebih; balabieh; pitih balandjo inda' ado balabieh — wang belandja tidak ada bersisa; kalabiehan — sisa, kemoeliaan; balabiehan, bakalabiehan — lebih dari biasa, terlaloe amat sangat; balabiehan tingginjo — terlaloe amat sangat tingginja; malabieh-labiehi — menambahi dari jang sebetoelnja; pitih ambo talabieh keh njo — saja terlebih membajar kepadanja; labieh koerang — lebih koerang; labieh koerang minta' dimaafkan — kalau ada jang tiada menoeroet atoeran ('adat dan sjara') saja minta dima'afkan; malabiehi antja'², mangoerangi sio² — ki.: tiap² pekerdjaan djangan lebih dan koerang dari jang biasa, melainkan hendaklah pertengahan djoea; inda' pitih nan balabieh dinjo — berapa sekalipoen ia berwang, semoeanja dihabiskannja; kalabiehan ikan radai, kalabiehan manoesie aka — ikan moelia karena siripnja, manoesia moelia karena 'akalnja. LABO — laba, oentoeng; balabo — berlaba, beroentoeng; malaboi — memberi laba; palaboan — faedah jang diperoleh, oemp. apo palaboannjo diang maasoeeng-asoeeng padja kete'? — apa faedahnja bagi kamoe mengasoet-asoet boedak ketjil ?; mangaoei' labo djo sikoe, lih. sikoe; aro' dilabo, tjameh diroegi — soeka mendapat keoentoengan dan takoet akan mendapat roegi; sabare'-bare' baban, labo djan diündakan — meskipoen dalam mengerdjakan pekerdjaan jang soesah, djika ada jang akan mendatangkan keoentoengan, djanganlah dibiarkan laloe sadja. LABOE — laboe; laboe tjakie` — sebangsa laboe jang lehernja genting, tiada baik dimakan melainkan dipakai oentoek tempat air setelah dikeloearkan isinja, namanja sekarang laboe aie; kapopoh goelai laboe, aloen disingko' injo lah rasan — ki.: banjak tjakap atau djandji, tetapi tiada berisi. LABOE-LABOE — barang jang boelat dipakai oentoek perhiasan poentjak mesdjid atau poentjak taboet. LABOEE(R), talaboee — telandjoer, terdorong berkata; tjadie' padoesi malaboeekan — ki.: perkataan perempoean kerap kali telandjoer, sehingga mendatangkan kesoesahan. LABOEEH I — laboeh; balaboeeh — berlaboeh; palaboeehan — pelaboehan; malaboeehkan — menoeroenkan; maambe' kabau malaboeeh — ki.: karena kita diroemah orang, orang tiada dapat bekerdja atau meneroeskan pekerdjaannja. LABOEEH II, malaboeehkan lape` — memadoe tepoeng dll. akan memboeat lepat; laboeehan — padoean, madjoen. LABOEEH III — leboeh; laboeeh nan golong, pasa nan rami — kota jang ramai. LABOEE' — gemboer; lih., lamboee' I; malaboee' tanah — mematjoel tanah, soepaja |
</noinclude>
|
gemboer; toemboeeh di nan laboee` — 'ibarat tanaman toemboeh ditanah jang gemboer, tentoe bagoes, demikianlah dikiaskan kepada anak gadis jang iboe-bapanja kaja, perb. dengan lamboee`. LADAH — kotor, tjemar; ladah moentjoeengnjo — soeka mentjaroet. LADAN (Alahan Pandjang) — sebangsa petai, boelat boeahnja. LADANG — ladang; baladang — berladang; mampaladangi — mempergoenakan djadi ladang; manari diladang oerang — ki.: bersoeka-soeka memakan atau memakai harta orang, dengan tiada mengingat akan keroegian atau belandja orang; inda' elo' ba' itoe bana, isoee' ko' sase' pantau kaladang oerang — ki.: tidak baik kamoe berlakoe demikian kepada orang itoe meskipoen kamoe dinegerimoe sendiri, siapa tahoe barangkali kamoe masoek kenegerinja nanti; djalan diasa' rang paladang (oerang laloe), tjoepa' dipape' rang manggaleh — ki.: 'adat lembaga dioebah atau diroesakkan orang datang. LADAWAN, dalawan, dadawan — kerempagi. LADÈ', malade` — makan (kasar). LADIENG — lading, parang; poenggoeeng ladieng — belakang parang; bagian boekit atau goenoeng jang diapit oleh djoerang, biasa tempat orang laloe keatas boekit atau goenoeng; mamakoee' djo poenggoeeng ladieng — 'ibarat orang kaja hendak memindjam kepada orang miskin; poenggoeeng ladieng ko' diasah tadjam djoeo — belakang parang djika diasah, nistjaja tadjam djoega; orang jang bodoh djika beladjar nistjaja pandai djoega; orang jang sabar, djika diasoet, boleh djoega djadi djahat. LADJANG — redjang; maladjang — meredjang; koedo paladjang boeki` — ki.: orang jang disoeroeh-soeroeh orang mengerdjakan pekerdjaan jang berat; saladjang koedo balari — seredjang koeda berlari, jaïtoe poedji-poedjian bagi roemah jang pandjang; siapo maladjang siapo patah — ki.: oempama si A mengadjak si B bertoekar koeda, biasanja si A jang mengimboeh. LADJAT, lasat; ladjat saki'njo — pajah sakitnja; ia sakit pajah. LADJOE — ladjoe; basiladjoe sampan — berloembakan sampan. LADO — tjabai; lado kete` — lada; lado koetoe — tjabai rawit; lado soelah — lada soelah; bisoee lado — bisoel ketjil merah dan terlaloe sakit; kete'-kete' lado koetoe — ki.: orang ketjil, tetapi berani; den lado moentjoeeng ang baiko — saja gosok nanti moeloetmoe dengan tjabai; aloen taoe dipadeh lado — ki.: tiada tahoe soekar penghidoepan (hidoep). LADOEENG — lekoek, lekoeng; maladoeeng — melekoeng. LAÈ — bilah papan atau bamboe tempat memakoekan atap sing (lajas?); manoengkoei' mambilang lantai, maningadah mambilang lae — ki.: hendaklah pikirkan habis² akan sebarang pekerdjaan. LAÈ', balae'-lae` — berdjoengkat-djoengkat. LAGA(R), talaga — terantoek, teragoeng; de' |
saki' gigi dilaga-lagakannjo kapalonjo — karena sakit gigi, kepalanja diantoek-antoekkannja; lih. daga(r). LAGA' — lenggak; elo' laga'njo koedo toe — elok lenggak koeda itoe; malaga` — memperagakan, menjombong; malaga'kan kajonjo — memperagakan kajanja, gadoek karena ia kaja. LAGAM I (v.d.T.) — kerdam, lih. dagam. LAGAM II — nama pohon kajoe. LAGI, lih. lai II. LAGO — laga; balago — berlaga; balago kajo samo kajo — berloemba (kawin) orang kaja dengan orang kaja; pirieng balago djo galeh — piring beradoe dengan gelas; parioee' djo sandoee' le balago, ko koenoenlah manoesie — perioek dengan sendoek beradoe, apalagi manoesia, maksoednja djanganlah dihiraukan betoel hal laki isteri berbantah, memang itoe soedah lazim; lambe' lago le ka manang — ki.: biar lambat, asal maksoed sampai; tinggi kalapoee randah lago — ki.: sombong. LAGOE — lagoe; malagoe, balagoe — berlagoe; malagoekan — melagoekan; baa lagoee? (Pariaman) — bagaimana perinja?, bagaimana djalannja? LAGOEEH-LAGAH — boenji pedati bila berdjalan diatas batoe² besar. LAGOENDI, langgoendi, galoendi — lenggoendi. LAH, kependekan alah, talah — soedah, telah; lah makan ang? — soedahkah kamoe makan?; kami lah makan — kami soedah makan; karadjo ambo lah soedah — kerdja saja telah habis; lah koedian moengko mamoedji — kemoedianlah baroe memoedji; lah marasai mangko santoen — setelah merasaï (menanggoeng) kesoesahan, baroe insaf; lah boesoee' mangko dipado — ki.. hal pikiran jang datang setelah perkara selesai, djadi telah kasip. LAHA', baoen laha` — terlaloe amat boesoek baoenja. LAHAT; (liang) lahat — lahad; ba' raso dalam liang lahat — ki.: sangat berdoekatjita atau soesah. LAI I — ada; lai ang malie'? — adakah kamoe melihat?; balai — mengakoe; nan tida', dilaikan — jang tidak ada pada kita, karena perloe, ditjari sampai dapat; jang boekan kesalahan kita, diakoe; salai satida` — hal laki isteri jang semoepakat; salainjo ampe' roepiah pitih den — sebanjak-banjaknja empat roepiah wang saja; oerang toe oerang lai bana — orang itoe orang berada (kaja) betoel; lai samo dimakan, tida' samo ditahan — kalau ada rezeki, kita makan bersama-sama, kalau tidak ada poen, sama-sama poela kita menderita kelaparan, ja'ni hal laki isteri atau sahabat jang setia. LAI II — lagi; apo lai — apa lagi, lagi poela; saboeah lai — seboeah lagi, lagi poela, tambahan lagi; injo inda' lai diroemah (Bondjol) — ia tiada lagi diroemah. LAIE(R) I — lajar; balaie — berlajar; malaiekan — melajarkan; palaieran — pelajaran; balaie atas angin — ki.: menoempang |
</noinclude>
|
atas belandja orang lain; balaie sambie mamapan — ki.: doea boeah pekerdjaan dilangsoengkan pada satoe waktoe; balaie sampai kapoelau, badjalan sampai kabateh — ki.: tiap² maksoed atau pekerdjaan hendaklah disampaikan kepada oedjoednja; balaie dialang taoen, baboee' dialang moesin, lih. taoen. LAIE(R) II — lahir; malaiekan — melahirkan, tiada menjemboenjikan; nan batin djangan dilaiekan — rahsia djangan diboekakan; laie bapadjalanan, batin bapamakanan, lih. batin. LAIE(R) III rasa doerian jang tiada lagi enak karena telah terlaloe masak lih. langkie(r). LAIENG, malaieng — menjajat tipis-tipis; lih. lajang II. LAIH, sakalian ketje' oerang, laïh dinjo samonjo — sekalian perkataan orang tiada dipedoelikan dan tiada dibenarkannja; malaihkan — tiada mengindahkan. LAIN — lain; balain — berlain; balainan — beroebah dari pada dahoeloe; inda' lain inda' boekan, angkoe nan ambo aro'kan — tiada jang lain jang saja harapkan, melainkan engkoelah; badannjo aga' balainan — dia sakit sedikit (tentang laki²); dia hamil (tentang perempoean); kalainan — peroebahan; salamo nagari ko den tinggakan inda' bara kalainannjo — selama negeri ini saja tinggalkan, tidak berapa peroebahannja; mampalainkan — memperbedakan; dansana' inda' boelieh dipalainkan — saudara kita tidak boleh kita perbedakan; lain daoeloe lain sakarang — lain dahoeloe lain sekarang; lain padang lain bilalang, lain loeboee' lain ikannjo — ki.: lain negeri lain 'adat isti'adatnja; malaini pado nan biaso, ado mangandoeeng soeatoe niat — djika tingkah lakoe atau pekerdjaan orang lain dari pada jang galib, 'alamat lain poela niatnja; pepatah ini sama dengan: ko' inda' barado-ado, inda' tampoeo basarang randah. LAJAH — tjeper; pinggan lajah — pinggan tiada dalam; lajah onggo'njo — ki.: perkataan jang tiada berapa artinja; pilajah — 'ilmoe akan menakoetkan orang. LAJA' I — basah; laja' awa' de' ang — basah saja oleh kamoe (kena kepertjikan). LAJA' II — penoeh, sangat banjak; badan ana' ko laja' de' kada — badan anak ini penoeh koedis; malaja' oerang badjoea manggih — penoeh (sangat banjak) orang mendjoeal manggis. LAJANG I — lajang; lajang² — lajang²; malajang — melajang; toembang lajang — njah; pandang djaoeeh dilajangkan, pandang ampie ditoekie'kan — djika melihat kepada barang jang djaoeh, penglihatan itoe mendatar; djika melihat kepada jang dekat, pemandangan itoe toedjoenja kebawah, artinja telah dilihat djaoeh dan dekat; sabanta koebin malajang — poedjian bagi roemah jang pandjang; malajangkan soere` — melajangkan (mengirim) soerat; pikirannjo malajang sadjo — pikirannja tiada tentoe toedjoeannja. LAJANG II; pipinjo paoeeh dilajang — pipinja bagoes bangoennja. LAJOE-LAJOE; lih. galoe². |
LAJOEE(R) — lajoe; lajoee djantoeeng den malie` — amat iba hatikoe melihat; diasa' lajoee, diboeboei' mati — atoeran atau pikiran jang baik, tiada boleh dioebah-oebah; kalau dioebah boleh mendatangkan hal jang koerang baik; boeroee' bana kalajoeeran kain ko — djelik betoel kesoedahan kain ini. LAJOEEH — loempoeh; kaki lajoeeh — tepok. LAJOEE', malajoee` — bergojang kekiri kekanan, seperti dahan kajoe jang ditioep angin; perdjalanan perempoean jang bagoes; lajoee' pimpieng dilereng — ki.: lemah gemoelai; talajoee`, lih. tadajoee` pada dajoee`. LAJO' — lajap; malajo` — melajap; kain dilajo'kan angin — kain ditioep angin dan djatoeh tiada djaoeh dari tempatnja bermoela; balam atau ikan balajo'an — banjak balam atau ikan jang melajap. LAKA(R) — lekar; malaka(r)i — meletakkan diatas lekar; laka babasoeeh parioee' tida` — ki.: isteri mengerdjakan agama (sembahjang dan seb.) tetapi soeami tidak. LAKA'; malaka` — memoekoel, memarap dengan kajoe atau barang jang keras; malaka' malakoeih — menjamoen; malaka' koetjieng didapoee — ki.: membentjanakan kaoem; salaka' naie' salaka' toeroen — ki.: hal seorang jang tiap² datang kepada saudaranja atau mamaknja, teroes dikataï; dilaka' loetoei' (aloetoeeng) saki', dilaka' sikoe saki` — ki.: kesoesahan bagi hakim (mamak) akan menghoekoem karena jang bersengketa tiada lain, melainkan keloearga djoea. LAKAN — lakan dari bahasa Belanda: laken. LAKANG — retak seperti tanah jang kena panas; inda' lakang de' paneh, inda' lapoee' de' oedjan — ki.: barang jang tiada beroebah, jaïtoe 'adat; inda' bibie den lakang de' paneh, lakang de' bakato — boekannja bibir saja retak karena panas, tetapi retak karena berkata, maksoednja tjoekoeplah rasanja saja memberi nasihat kepadanja, tetapi tiada diindahkannja, inilah sekarang kedjadiannja. LAKEH — lekas; malakehkan — melekaskan, menjegerakan; basilakeh — dengan peri jang ringkas; salakeh-lakehnjo — selekas-lekasnja; kalakeh-lakehan — dengan perdjalanan jang lekas; lai kalakeh-lakehan sadjo injo barana` — ia bersalin dengan moedahnja; palakeh — soeka lekas²; pakaradjaan baie' lakeh-lakehkan, djan ditimpo karadjo boeroee` — pekerdjaan jang baik lekas moelaï, siapa tahoe nanti datang soeatoe hal jang koerang baik jang boleh mengalangi pekerdjaan itoe. LAKE' — lekat; malake`; ana' toe malake' ke den — anak itoe tiada maoe bertjerai dengan saja; malake'kan tangan — memoekoel dengan tangan; malake'kan kaki — meneradjang, menghentam dsb.; malake'kan pitih — membeli sawah atau roemah, memboeat barang jang berharga; malake'kan kain — mengenakan kain; lake' atinjo ka koedo den — ia ingin akan koedakoe; ati lake' pandanglah soedah — soedah beringin betoel; matonjo lake' mantjalie' padoesi oerang — 'asjik ia melihat isteri orang; paroei'njo lah lake` — peroetnja kempis, |
</noinclude>
|
karena lama sakit; lake'kandji, kalikikandji — kalakandji, kalikandji. LAKI — soeami; balaki — bersoeami; didjantani; mampalaki — bersoeamikan; laki² — laki², berani; iolah laki² si Anoe — betoel berani si Anoe; laki² angin — sebangsa elang jang mengirap disawah akan mengintai mangsanja; kalaki-lakian — hal perempoean mempoenjaï tabi'at seperti laki². LAKI' — sampaikan, oesahakan sehingga sampai jang dimaksoed; laki' djoeolah mamboee' roemah — oesahakanlah sedapat-dapatnja memboeat roemah; inda' talaki` — tiada sampai, tiada dapat; inda' ka talaki' de' ang mambali koedo den — tiada koeasa kamoe membeli koeda saja; malaki' tangah ari — sebeloem tengah hari; malaki' karoemah — mendjelang keroemah, sebeloem sampai keroemah; ari lah patang, inda' talaki' lai ka Padang — hari telah petang, tiada lagi akan sampai ke Padang. LAKOE I — lakoe, perangai: balakoe — bertingkah; makboel; mamboee' lakoe, balakoe-lakoe — berboeat pekerdjaan salah; malakoekan — mengerdjakan, berboeat; malakoekan parangai nan boeroee` — berboeat pekerdjaan jang tiada senonoh; salakoe iko — seroepa ini; mampalakoekan paramintaan — memperkenankan permintaan; pinta' boelieh kahanda' balakoe — niat dan nazar makboel. LAKOE II — laris; djaga njo aloen lakoe — dagangannja beloem terdjoeal; malakoekan djaga — mendjoeal perniagaan; inda' lakoe di Akat — ki.: tiada disoekaï orang sedikit djoeapoen; de' lakoenjo moengko injo inda' lakoe — karena perangainja, ia tiada diterima orang akan djadi menantoe atau akan memegang soeatoe pekerdjaan. LAKOEEH I — kotor. LAKOEEH II, kaniengnjo lakoeeh — dahinja mengandjoer kemoeka (njonjong). LAKOEE' — lekoek, keloek; djalan balakoee'-lakoee` — djalan berlekak-lekoek; lakoee' mato — tjengkoeng mata; lakoee' gadang — keloek besar; djalan jang besar keloeknja. LAKOEENG — lekoeng; kalam disigi, lakoeeng ditindjau — djika gelap akan disoeloeh, djika pada tempat jang lekoeng akan ditindjau, maksoednja hal atau perkara jang koerang terang akan diperiksa dengan saksama. LAKOEIH, malakoeih — menggotjoh, memoekoel; malaka' malakoeih — menjamoen; palaka' palakoeih — penjamoen, perisau; lih. laka`. LAKOEI', pilakoei` — sebangsa apitan penangkap binatang boeas; silakoei` — nama pohon. LAKO', malako` — merapat kepada belakang orang atau barang; pangoeloe nan mati inda' baganti, ana' boeahnjo malako' ka kami — penghoeloe jang mati tiada diganti, anak boeahnja berpenghoeloe kepada penghoeloe kami; ko' saki' paroei' lako'kan kabanta, na'njo ange` — kalau peroet sakit, rapatkan kebantal soepaja panas; lako' lah ambo sakali nangko, inda' bapitih lai — sekali ini |
saja minta tiada memasang taroeh, tetapi saja serta djoega main, karena saja tiada lagi mempoenjai oeang (kata pendjoedi jang alah kepada jang menang). LALA(R) I — soeka keloear, soeka bertandang, koerang soeka tinggal diroemah sendiri; padoesi lala — perempoean soeka djoeloer-djalar; malala sadjo karadjonjo — ia selaloe djoeloer-djalar sadja. LALA(R) II — kajoe atau dahan kajoe boelat jang ditaroeh dibawah kajoe besar jang diseret, soepaja moedah dihela; tasilala — tergelintjir djaoeh; bakalalaran — selaloe; bakalalaran sadjo injo minta pitih — selaloe sadja ia meminta oeang. LALAH — kedjar; malalah — mengedjar, meloeroe; talalah takadja (tando beti dan tando djae') — dikedjar tetapi tiada tertangkap; nan dilalah (dikadja) inda' dape', nan dikandoeeng batjitjieran, lih. tjitjie(r). LALAI I — lalai; ana' ko nan malalai awa` — anak ini jang menjebabkan saja terlambat; bakalalaian — tiada berhenti, tiada berke-poetoesan; santoeeng pilalai, lih. santoeeng. LALAI II, malalai — memandjat pohon sampai keoedjoeng dahan atau kepoentjaknja. LALAIAN — lelaian. LALAN — sebangsa pohon kajoe. LALANG; laloe lalang lih. laloe. LALANSIE (dikota) — kain pintoe (asal katanja „langsai"); „langsai-langsai" dioebah mendjadi „lelangsai", beroebah poela mendjadi lelanse atau „lelansi"; orang Minangkabau menjeboet lalansie. LALÈH — lelas; malaleh ajam — memotong baloeng ajam saboeng sampai kepangkalnja; koedoee' kabau malaleh de' pasangan — tengkoek kerbau melelas oleh koeknja. LALÈ' — lalat: tji' lale` — tahi lalat; toebo lale` — sebangsa toemboehan; parieng² lale` — pening sedikit. LALI — lali; boekoe lali dipendekkan mendjadi koelali — mata kaki. LALIDI, lih. kangkoeeng II. LALIN — lalim; adie radjo disambah, lalin radjo disanggah atau radjo adie (radjo) disambah; radjo lalin (radjo) disanggah — radja jang 'adil disembah, radja jang lalim disanggah. LALITO — nama toemboehan. LALOE — laloe; laloe toeo — sampai toeo; injo mangetje' djoeo badoeo laloe tangah malam — kedoea mereka itoe bertjakap djoega sampai tengah malam; laloe angannjo ka ambo — ia tahoe, bahwa apa² maksoednja atau permintaannja kepada saja berlakoe; pakan nan laloe — pekan jang baroe lepas; inda' laloe nasi de' oerang saki' toe — orang sakit itoe tiada termakan näsi; djo pisang laloekan oebe' toe — dengan pisang makan obat itoe; langkah laloe — maksoed tiada teralang; oedjan laloe — hoedjan jang datang dengan tiba² dan lekas tedoeh; panjaki' laloe — penjakit jang datang dengan sekonjong-konjong; laloe lalang — laloe lalang; laloe lalang sadjo katonjo — perkataannja tiada tersangkal, teroetama tentang perkataan jang |
|
kasar; laloe linteh — bolak-balik; salaloe, balaloe — tiada berhenti; ana' toe salaloe (balaloe) saki` — anak itoe tiada berhenti sakit; itam salaloe — hitam tiada bertjampoer; ambo samalam tadi balaloe — tadi malam saja tiada makan saoer (makan dinihari oentoek poeasa esoknja); balaloe ratib — ratib tiada berhenti karena sangat 'asjik; balaloe-laloe — teroes mendjadi; malaloe djoeo oerang saki' toe — orang sakit itoe teroes djoega mati; poekoee bara oerang itoe talaloe? — poekoel berapa orang itoe mengemboeskan nafas jang achir?; apo kalaloean roendiengan toe? — apa oedjoed roendingan itoe?; bakalaloean sadjo injo batandang — tiada berhenti ia bertandang; paroei'njo lah bakalaloean sadjo — ia selaloe tertjirit; batoeka laloe; ko' amoeh injo batoeka laloe sadjo koedo toe, djadi — kalau maoe dia bertoekar koeda dengan tiada mengimboeh, baiklah; malaloekan etongan — mendjalankan roendingan; injo laloe didjalan — ki.: ia melakoekan sesoeatoe menoeroet 'adat isti'adat; angan laloe faham tatoemboee` — ki.: ichtiar dapat, tetapi tiada beroeang akan melakoekan pekerdjaan; laloe djaroen laloe koelindan — ki.: kalau maksoed jang bermoela soedah berlakoe, jang lainnja moedah djoega melakoekannja; bala laloe dibao singgah, lih bala; ta laloe dandang diaie, digoeroen ditandja'i an djoeo, lih. dandang I; anggang laloe, a i(l) djatoeeh, lih. anggang. LALO' — lelap, tidoer; talalo` — ketidoeran; malalo'kan ana` — menidoerkan anak; palalo` — penidoer; lalo'-lalo' ajam — tidoer, tetapi telinga masih awas; tidoee lalo', makan kanjang — hal orang jang senang hidoepnja, tiada menghiraukan soeatoe djoeapoen; tidoee ta' (to) lalo', makan ta' (to) kanjang — hal orang jang bersoesah hati, karena banjak perkara jang dipikirkannja; minja' lalo` — minjak bekoe; pipi ba' tjando minja' lalo` — pipi seperti minjak bekoe, artinja litjin; lalo' sakalo' barasian, lih. kalo` dan tidoee. LAMAH — lemah, koerang; ati lamah — tiada keras hati; lamah pangoeih, lih. pangoeih ; lamah soemange` — badan tiada koeat, kerap kali sakit; lamah paloepoee' mato — penglihatan (pemandangan) tiada gagah, menoeroet kepertjajaan: tiada pandjang 'oemoer; si A lamah pado si B — A lebih moeda dari B; lamah boengka dari ameh — boengkal lebih ringan dari emas (waktoe menimbang); malamahkan ati — mengoerangkan kemaoean; basilamah ta' patah — ki.: hal orang jang roepanja sadja dapat dipermainkan, tetapi sebenarnja ia tiada moedah menoeroet apa jang tiada berkenan dihatinja; lamah baraieh, pantai batitih — ki.: djika kita bodoh, tentoe dapat diperdajakan orang. LAMA' I — enak; nasi lama` — beras poeloet jang dimasak dengan santan; inda' malama'kan kambieng — tiada soeka makan kambing; nan (ka)lama' diawa' sadjo! — itoe baik oentoek kamoe sadja, tetapi kamoe tiada mengingat orang lain; lama' de' den, sandoee` |
kete' lai — ki.: hal orang jang mengingat kesenangan diri sendiri dengan tiada memikirkan kesoesahan orang lain; talama' dinjo dinagari oerang — ia merasa senang tinggal dinegeri asing; lama' laoee' dikoenjah-koenjah, elo' (lama') kato dipakatokan — ki.: tiap² roendingan baiklah dibitjarakan dan ditimbang dalam². LAMA' II — lemak; gadang lama` — orang jang malas atau tiada tahan bekerdja; gapoee' mamboeang lama', tjadie' mamboeang kawan — orang gemoek tentoe mempoenjaï lemak, orang jang tjerdik tentoe mempergoenakan kawan; pepatah jang diatas mengatakan hal orang jang tiada mempedoelikan (menolong) sanak saudaranja pada hal ia kaja; silama` — nama sebangsa tjengkerik. LAMAN, lih. alaman. LAMANG I — lemang; kanai tadji balamang — ki.: kena tipoe, diperdajakan orang. LAMANG II — lemang; malamang — melemang; sanda lamang — miring, tjondong jang 60 a 70 daradjat; mambali na' pelo, mamakan na' lamang — pelo (oebi) moerah harganja dan koerang enak, tetapi lemang mahal, amat enaknja; arti pepatah ini jaïtoe dengan oeang sedikit hendakkan sesoeatoe jang bagoes, tentoe tiada dapat; manjandang lamang ange' oerang — ki.: 'ibarat orang lain jang salah, kita jang terhoekoem, orang lain jang beroetang, kita jang membajar; lamang baloeo, lih. aloeo; boelan lamang, lih. boelan. LAMARI — lemari. LAMBAH — lembah; palambahan — pelimbahan; ana' palambahan — anak koerang adjar. LAMBAI, lembai — lambai; malambai — melambai. LAMBAI² — kajoe jang dipakai oentoek bingkai pintoe atau bingkai djendela. LAMBA', lembe` — kain tjawat, kain (saroeng) jang dipakai diatas saroeng lain; lapie' balamba` — lampit jang berlapisan. LAMBAN — lambat bekerdja, lengai, tiada gantjang. LAMBANG — lembang; oela dipaloe djan mati, nan pamaloe djan patah, tanah dipaloe djan lambang — ki.: peringatan bagi hakim waktoe memoetoeskan persengketaan, soepaja kedoea belah pihak jang berselisih bersenang hati menerima kepoetoesan. LAMBE' — lambat, lama; basoelambe` — perlahan-lahan; palambe` — temoet-temoet; ana' ko nan malambe` — karena anak ini maka djadi lambat; lah lambe' aden disiko — telah lama saja disini; lambe' bange` — lambat laoen; padi lambe` — padi jang 'oemoernja ± 6 boelan; salamo lambe' nan ba' kian — setelah beberapa lamanja dalam hal jang demikian; aro' na' tjape' djadi lambe` — terlaloe tjepat djadi lambat; lambe' lago le ka manang, lih. lago; nan tjape' tibo daoeloe, nan lambe' tibo koedian — pepatah ini dipakai oleh orang jang terlambat datang, goenanja akan meminta ma'af; lih. goelambe', soelambe`. LAMBIE' — lembik; nasi lambie` — nasi lembik; oerang lambie` — orang tjenih (rengsa); |
</noinclude>
|
lambie' matahan — hal nasi jang lembik dan mentah, dikatakan djoega tentang pekerdjaan jang tiada sempoerna baik soedahnja. LAMBIENG — lembing; lambieng lamboeeran — lembing jang beramboet. LAMBIN lih. dambin II, ja'ni boenji barang besar djatoeh. LAMBOE — binatang jang mendjoendjoeng boemi dengan tandoeknja; djika ia bergerak, terdjadilah gempa. LAMBOEE(R) lih. limboee(r). LAMBOEERAN lih. pada lambieng. LAMBOEE' I gemboer; melamboee' tanah — melamboek tanah dengan tjangkoel; ana' gadih ko rantja' bana, tagah inda' toemboeeh di nan lamboee` — gadis ini tjantik betoel, sajang orang toeanja miskin; tinggi diandjoeeng, gadang dilamboee` — dimoeliakan tentang penghoeloe 'adat. LAMBOEE' II; sarawa lamboee` — tjelana Atjeh. LAMBOEENG I — lambang; malamboeeng — melondjak, terbang keatas; malamboeengkan — melemparkan keatas; talamboeeng awa' mandanga boenji mariam — terlondjak saja mendengar boenji meriam; satinggi- tinggi malamboeeng soeroei'njo katanah djoee — ki.: berapa djaoeh sekalipoen pergi kenegeri orang, biasanja kembali djoega kenegeri sendiri. LAMBOEENG II — peroet; maisi lamboeeng — makan (kasar); gudang lamboeeng — banjak makan; lamboeeng-lamboeeng ikan — gelemboeng ikan. LAMBOEI' I — lemboet; lamah lamboei` — lemah lemboet. LAMBOEI' II — letjoet, sebat; malamboei` — meletjoet, menje(m)bat; dilamboei'njo makan — makannja sangat banjak. LAMBOESIE(R) — oerat dekat tamparan njamoek; toelang lamboesie — tamparan njamoek, toelang belikat; daging lamboesie — daging pada toelang belikat kerbau atau sapi; di Betawi dan ditanah Soenda, lemoesir dan lamboesir. LAMBO' — lembab; ari lambo` — hari mendoeng. LAMEH — sesak dada; mati lameh — lemas. LAMIE', lih. palamie'an. LAMIN; palaminan (dikota) — pelaminan. LAMO — lama; oerang lamo — orang jang telah landjoet 'oemoernja; adat lamo poesako oesang — 'adat jang telah lama dipakai; pakaian lamo — pakaian tjara dahoeloe kala; lamo bakalamoan — lama-lama, setelah beberapa lamanja; basilamo — beradoe lama; balamo-lamo inda' moengkin ambo babaoee djo njo — tiada moengkin akan lama saja bertjampoer dengan dia; salamo gaga' itam, salamo aie ilie — selama-lamanja; salamo anggang maaram — amat lama; (de') lamo loepo, (de') banja' ragoe — sebab telah lama mendjadi tiada teringat, karena banjak, djadi ragoe. LAMOEN, malamoen — menimboenkan tentang pakaian, tiada diletakkan baik²; balamoen — terlonggokkan seperti terseboet tadi; |
dilamoennjo makan — ia makan banjak; balamoen batindjoe — bertindjoe hebat. LAMPAGI, lih. karampagi. LAMPAI — lampai. LAMPAM — boenji barang jang besar atau jang berat djatoeh; balampam — djatoeh; lih. dampam. LAMPANG — tampar; malampang — menampar; kanai lampang — kena tampar, ditampar, perb. d. lempeng II. LAMPARI — lempari. LAMPATO; lih. limpato. LAMPAU — lampau; talampau — terlampau, terlaloe, lepas; talampau sari` — terlaloe soekar; roemahnjo lah talampau — roemahnja telah dilaloei; malampaui injie' mama` — melaloei nini' mamak (penghoeloe); malampaui adat — melanggar 'adat; oebi ko lah lampauan — oebi ini dibangkit, telah laloe dari waktoenja; kalampauan — dilampaui; talampau tinggi patah, talampau panggang angoeih — ki.: tiap² pekerdjaan djanganlah berlebih-lebihan, karena jang demikian djarang jang selamat; talampau djambo maantakan — ki.: siapa mengambil jang boekan haknja, nistjaja akan mengembalikan; soembieng maloee'i, rata' malampaui taro` — ki.: hal pekerdjaan jang melaloei batas, artinja pekerdjaan jang salah; talampau arih badan binasa — orang jang lekas salah tampa tentang perkataan orang, kerap dapat kesoesahan. LAMPEH — lampas; malampeh — mengasah pada asahan kasar. LAMPIH — lapis; lampisan — lapisan; badjoenjo tigo lampih — badjoenja tiga lapis; langi' nan toedjoeeh lampih — langit jang toedjoeh pangkat; koee lampih — sematjam koee jang berlapis-lapis (Holl. spekkoek). LAMPIN — lapis; batoe balampin — batoe berlapis-lapis; ko' na' mambangkı' parioee' toe, lampini tangan ang — djika hendak mengangkat perioek itoe, lapisi tanganmoe (soepaja djangan letjoer). LAMPOE — lampoe. LAMPOEEH, malampoeeh — melotjak, djerah. LAMPOEIENG — lempojang. LAMPOEIH, malampoeih (Pangkalan Kota Baroe) — berperahoe melaloei djalan jang sempit antara boekit², karena memintas. LAMPO' — longgok padi jang baroe disabit; malampo` — melonggokkan padi itoe; menoetoep; (karateh) palampo` — kertas saf; palampo` — papan penoetoep pertemoean papan dinding atau oedjoengnja; ba' ajam dibao kalampo` — bingoeng karena melihat padi jang banjak; dikiaskan djoega kepada orang doesoen jang tertjengang-tjengang masoek kota; perb. d. limpo`. LANANG, lapeh lanang; dilapeh lanangkannjo sadjo karadjo toe ka ambo — dipertjakannja sadja pekerdjaan itoe segenapnja kepada saja. LANDAI — landai; malandaikan — melandaikan; mantjari aie nan djanieh, saja' nan landai — ki.: mengadoekan hal kepada mahkamat jang 'adil. LANDA' — landak; soegilanda', sigoelanda` — doeri landak. |
</noinclude>
|
LANDANG, laloe landang — laloe lalang; lapeh landang, lapeh lanang, lih. pada lanang. LANDASAN — landasan, lih. landeh I; perb. dengan andasan pada andeh I. LANDEH I — landas; landehan, landasan — landasan. LANDEH II, malandeh — tiada soeka menerima nasihat orang, hanja mendjawab dengan kasar. LANDEH III — tikoes. LANDEH IV — bangsa babi hoetan. LANDIE(R) I — lendir. LANDIE(R) II — nama toemboehan; aboee'njo landie disenta` — ki.: ramboetnja pandjang dan ikal. LANDIE(R) III, lih. mandie. LANDJA(R), malandja — menempa soepaja pandjang; pira' (pera') balandja — perak ditempa; den landja djo kato² — dikata-kataï betoel. LANDJAI — ramping. LANDJAN — kain jang dipakai melapisi kain lain. LANDJIENG — nama sebangsa ikan soengai; lih. tilan II. LANDJOEANG lih. lindjoeang. LANDJOEE(R), talandjoee — terdorong; talandjoee moeloei'njo — terdorong perkataannja,telandjoer moeloetnja; lih. andjoee. LANDJOEENG, tabang malandjoeeng — terbang tingqi; tinggi malandjoeeng — toemboeh ti nggi teroetama tentangan bamboe; lih. andjoeeng. LANDJOEI' — landjoet; malandjoei` atau tinggi malandjoei` — toemboeh tinggi; lah landjoei' oemoeenjo — telah tinggi (pandjang) 'oemoernja; landjoei' pikiran ana' toe — anak itoe amat tjerdik. LANDO, lendo; malando — berdjalan melanggar orang; gadang na' malando, pandjang na' malindih — ki.: orang besar jang hendak mempergoenakan kekoeasaannja menganiaja orang ketjil. LANGAN — lengan; langan badjoe — lengan badjoe; mangatja' langan — memegang lengan artinja mengadjak berkelahi; dikatja' langan lah ba' langan, dikatja' batih lah ba' batih — kiasan oentoek orang jang merasa, bahwa ia telah tjoekoep koeatnja (tentangan oeang atau 'akal), tiada perloe meminta bantoe atau nasihat dari ninie' mama` atau kaoemnja. LANGANG — lengang, soenji; pakan langang — pekan tiada ramai; djalan langang — djalan soenji; pilangang — 'ilmoe orang jang biasa masoek hoetan, soepaja djangan bertemoe dengan binatang boeas; 'ilmoe soepaja soeatoe perdjamoean tiada ramai, atau soepaja soeatoe kedai koerang didatangi si pembeli. LANGAU — nama 'oemoem oentoek lalat, langau; langau idjau — langau; masoee' langau kamoentjoeengnjo — ki.: ia menganga karena heran. LANGE' — sakit peroet, sebentar-sebentar terasa hendak kada hadjat, tetapi keloear sedikit sadja dan sangat sakitnja. |
LANGGA(R) I — langgar; malangga adat atau parentah — melawan 'adat atau perintah; bendi balangga djo padati — bendi beradoe dengan pedati. LANGGA(R) II (Koto nan Gadang Pajokoemboeeh) — soerau. LANGGAJAN — para-para; langgajan laboe — pendjalaran, bangoenan (bilah bamboe dikarang bertonggak empat) tempat laboe mendjalar dan berboeah; langgajan ajam — tempat ajam bertenggek. LANGGA' — lenggak; malangga` — bersolek, lih. laga`. LANGGAM — peri, tjara, lakoe; salanggam (tentangan anak boeah 2, 3 negeri) — sama 'adatnja atau pakaiannja dan bentoek roemahnja; tampan soedah langgam tabao — sempoerna, baik bangoennja; ari nan langgam² paneh, lih. paneh bagamam atau bagoemam pada goemam. LANGGITAN (v.d.T.) — nama toemboehan, boeahnja asam. LANGGOEAI — tempat sirih terboeat dari tembaga, berisi tempat daoen sirih, tempat gambir, pinang, kapoer dan tembakau. LANGGOENDI, lagoendi, galoendi — lenggoendi. LANGIEH — sengau. LANGIENG, lih. dangieng. LANGIH, poekoee' ampe' patang pakan lah langih — poekoel empat petang pekan moelaï soenji. LANGI' — langit; boemi langi` — ki.: orang jang menolong; langi' roentoech boemi lah taban — ki.: orang² jang menolong telah tiada lagi, oemp. iboe bapa, mamak, saudara. LANGI'-LANGI' — langitan; langit-langit kelamboe, langit-langit dalam roemah. LANGKAH — langkah; langkah soeo` — langkah baik, oemp.: kita datang keroemah orang, kedapatan dia sedang makan; langkah kida(l) — perdjalanan jang tiada berhasil; langkah boeroee` — perdjalanan jang berbahaja; langkah (nan) tigo — langkah orang bersilat; langkahnjo salah, langkahinjo serong — perboeatan jang salah, oemp.: mentjoeri, bermoekah dll.; maoera' selo, marendjeng langkah — minta diri, bermohon poelang dari perdjamoean; malangkah — berangkat; malangkahi — melangkahi; malangkahi adat atau sara` — melangkahi 'adat atau sjara'; malangkahi laki — bermoekah (tentang isteri); kalangkahan (kalongkahan) — hal seorang laki² jang isterinja bermoekah; bakato inda' sapatah sadang, malangkah inda' salangkah sampai — pepatah ini diseboet, bila orang hendak menjoesoel perkataannja jang terdahoeloe; pandjang langkah, singke' paraminta'an — ki.: berpoelang; kaki lah talangkahkan, tangan lah tadjambokan — ki.: telah berboeat salah menoeroet 'adat, oendang atau agama. LANGKAI — ramping. LANGKAN — langkan; badapoee' kamoeko balangkan kabalakang — ki.: hal orang jang njonjong dahinja dan naik belakang kepalanja. LANGKANEH, silangkaneh — pengasoet. |
</noinclude>
|
LANGKANG, dangkang — boenji barang keras jang dilemparkan kepada barang jang keras; titian djoengkang-djoengkatan, dititih malangkang kanieng — titian djoengkatan, djika dititi memoekoel dahi; paneh malangkang — panas terik; langkang sakali dang sataoen, mamanta'-manta' kandirinjo — ditjeriterakan tentang peri jang menenoen kain radja Minangkabau, dalam setahoen sekali ia memoekoel kain itoe dan kain itoe sendiri jang memasoekkan gelendong. LANGKAU — langkau; djan dilangkaui sadjo ninie' mama' awa` — didalam soeatoe pekerdjaan djangan dilaloei sadja penghoeloe dan mamak; langkaui sabarih — lampaui sebaris (tentang menoelis). LANGKEH — melawas. LANGKIE(R) — doerian jang hampir roesak isinja karena terlaloe masak. LANGKIENG — dengking; malangkieng — mendengking; langkieng pakie'njo — njaring pekiknja (karena kesakitan); lih. lansieng II. LANGKISAU I — riboet keras teroetama waktoe panas. LANGKISAU II, n. seb. pohon, koelitnja dipakai penoeba ikan. LANGKITANG (sebelah pesisir) — sipoet, disebelah darat tjipoei`. LANGKOEEH — lengkoeas. LANGKOEENG — dengkoeng; langkoeeng-langkang — boenji pemoekoel banjak jang sangat siboek; boenji barang jang terempas-empas waktoe membongkar; langkoeeng langkang samba langkoeeh, awa' nan djangkang oerang nan poeeh — (gerindam), kita jang bersoesah pajah, orang lain jang mendapat nama atau keoentoengan. LANGKOEI' — nama boeroeng. LANGKO' I — langkap, nama sebangsa niboeng, roejoengnja keras, baik diboeat tongkat. LANGKO' II — lengkap; sirieh langko` — sirih lengkap; langko' gano` — tjoekoep semoeanja; malangko'kan — melengkapkan; malangko'i — mentjoekoepkan. LANGOEEH — koeak, ngangoe; malangoeeh — mengoeak. LANGOEENG, itam langoeeng — hitam legam. LANJAH — betjak; malanjah — mengotorkan (lantai) dengan air; talanjah injo dikatoi si Badoe — ki.: dia diledja si Badoe. LANJA' I — lanjak; malanja' djo tangan — memoekoel keras dengan tangan. LANJA' II, malanja` — mendjelepok; malanja'kan — meletakkan soeatoe barang pada tempat jang koerang bersih atau tiada dialas lebih dahoeloe; lih. anja`. LANJAU, malanjau — memidjak tanah sawah jang soedah dipatjoel sampai hantjoer; balanjau batindjoe — bertindjoe berdjadi-djadi; malanjau makan — makan banjak². LANJO' — lenjap; malanjo'kan — melenjapkan, menghilangkan; ilang lanjo` — selenjap-lenjapnja; mailang lanjo'kan — melenjapkan betoel²; lah lanjo' ari, lah njo' ari — dahoeloe, dahoeloe kala. LANSA(R), malansa — menoemboek sampai padat, oemp.: memadat isi bedil, isi karoeng; palansa badie — tongkat pemadat isi bedil. |
LANSAI — djelas, loenas (Jav.); oetang ambo lah lansai — oetang saja telah djelas; malansaikan — mendjelaskan; bakalansaian — oetang kedoea belah pihak telah djelas. LANSANG, kalansangan — sesak napas karena berlari atau berdjalan tjepat. LANSANO — angsana. LANSE' — langsat, ketjil dari doekoe; koenieng lanse` — koening seperti koelit langsat (dikatakan tentang warna koelit orang). LANSIE(R) — langsar. LANSIENG I — nama sebangsa patjat, kebiasaan masoek kedalam loebang hidoeng andjing. LANSIENG II — langsing; lansieng pakie'njo — langsing pekiknja karena kesakitan. LANSOEE(R), lansoeeeran — pakaian jang soedah lama dipakai orang, biasa diberikan kepada orang lain; lih. lonsoran. LANSOEENG — langsoeng; malansoeeengkan pakaradjaan — menjempoernakan pekerdjaan; lansoeeng masoee' kadalam — teroes masoek kedalam; karadjo toe inda' lansoeeng dalam doeo ari — kerdja itoe tiada soedah dalam doea hari. LANTA(R), lih. palanta. LANTAI — lantai; malantai — memasang (mengenakan) lantai; sataba lantai — amat tebal (tentang bibir, daki, kain); disapoe lantaikan mamanggie — rata-rata dipanggil; manjale'kan lidah kalantai — ki.: menahan keinginan, hawa nafsoe (hendak makan sesoeatoe) karena maloe atau tiada maoe meminta atau memindjam; data ba' lantai papan, litjin ba' dindieng tjamin — ki.: telah diselesaikan dengan 'adil; awa' nan ta' pandai manari, dikatokan lantai nan tadjoengke` — awak jang ta' pandai menari, dikatakan tanah lembab; 'ibarat orang tiada pandai memahat, dikatakan pahat jang tiada tadjam atau ta' baik; manoenykoei' mambilang lantai, maningadah mambilang lae — ki.: memikirkan soeatoe perkara dengan sehabis-habisnja. LANTA' — lantak, pantjang pada tanah jang lemboet akan djadi sempadan atau ditanamkan pada tepi pematang jang baroe, soepaja djangan roentoeh; lanta' nagari — orang asli dalam negeri; salanta' sapasoepadan — selantak sesempadan, artinja seasal, satoe nenek mojang; balanta` — bertindjoe; mampalanta'kan — mempertindjoekan, menggotjoh beramai-ramai. LANTAN, iboe malantan ana` — iboe memandjakan anak, tiada boleh bekerdja, soepaja djangan bersoesah pajah, segala pekerdjaan dikerdjakan sendiri oleh iboe; malantan kain — dibeli kain jang kasar oentoek dipakai tiap² hari, soepaja terpelihara kain jang bagoes. LANTANG — lantang, terang, djelas baik tentang perkataan orang atau tentang pemandangan; lih. djantang. LANTEH — lantas, teroes, sampai; (ma) lanteh kasoebalie` — lantas kebaliknja; lanteh kapakan — sampai kepekan; lanteh saari kanagari toe — sampai satoe hari kenegeri itoe; lanteh angan — sampai hematnja, dimakan 'akal; bakalantehan — teroes meneroes; basilanteh angan maminta' keh den — |
</noinclude>
|
tahoe ia bahwa permintaannja akan berlakoe djika ia meminta pada saja; inda' lanteh angan den badjaga disiko — tiada termakan kepada 'akal saja akan berniaga disini. LANTERA — lentera. LANTIBANG, lintibang — sebangsa lipan jang amat banjak kakinja; lih. oele' sipisan pada sipisan. LANTIE' I — lentik; poenggoeeng koedo lantie` — belakang koeda lentik; gigi balantie' saboei` — gigi dikikir lentik seperti saboet; basilantie' (oedjoeeng) djari — tiada maoe mengerdjakan pekerdjaan jang berat atau jang meroesakkan tangan. LANTIE' II — mentjotok dan memoekoel dengan sajap, bila indoek ajam beranak marah. LANTIENG — lempar; malantieng — melempar; balantienglah ang! — pergilah engkau dari s'ni !; sapalantiengan — sedjaoeh melempar; malantieng manoedjoe tampoee', bakato manoedjoe bana — ki.: soepaja permoepakatan berhasil, hendaklah dipakaikan kebenaran; pilantieng; ambo takoei' bakato-kato keh njo, ko' kanai pilantieng baiko — saia ta' berani berkata apa-apa kepadanja, kalau² ia marah kepada saja; perb. dengan pilantieng. LANTJA(R) — lantjar, loentjoer; malantja(r) kadji — membatja pengadjaran banjak² kali soepaja mahir; lantja(r) kadji de' baoelang — ki.: apa jang dibiasakan mendjadi mahir; sato talantja ana'njo, mati sakali — serta anak lahir, anak itoe teroes mati; ba' poetjoee' dilantjakan — bagai poetjoek enau diloentjoerkan, artinja teroes meloentjoer dengan tiada alangan, dikiaskan kepada kemoedahan perempoean bersalin; palantjaran — tempat meloentjoerkan kajoe dari dalam hoetan. LANTJANG I — lantjang, sebangsa kapal perang. LANTJANG II, lantjang tangan — moedah mempergoenakan tangan ja'ni dengan terboeroe nafsoe memoekoel orang; lantjang moeloei` — dengan koerang pikir lekas mengatakan sesoeatoe jang boleh mengenaï oranq; singa lantjang — si lantjang moeloet. LANTJANG III — nama sematjam tempat sirih. LANTJI', kependekan dari liang tji` (liang tjiri`) — doehoer; ana' lantji` (kata memaki). LANTJOEENG — lantjoeng; ameh lantjoeeng — emas lantjoeng; malantjoeeng — meniooe; sakali lantjoeeng kabedjian, salamo idoei' oerang ta' pitjaio — ki.: sekali ketahoean perangai jang ta' baik, selama hidoep orang ta' pertjaja. LANTJO', talantjo` — terdorong, telandjoer tentang moeloet; si Anoe nan baroe mati ko, lah talantjo'-lantjo' djoeo moeloei'njo — si Anoe jang baroe mati ini, telah telandjoer-andjoer djoega perkataannja. LANTOEE(R) — lentoer; paran toe malantoee — peran itoe melentoer; malantoee djari — melentoer djari akan melepaskan penatnja. LANTOEENG I — antoek; talantoeeng — terantoek; malantoeeng — menjintoek; atinjo |
talantoeeng — hatinja ketjil karena mendengar perkataan jang koerang atau karena permintaannja tiada berkenan. LANTOEENG II — boenji barang jang meletoes, oemp.: goenoeng berapi, meriam, bangkai jang kemboeng dsb.; baoe lantoeeng — baoe bangkai jang meletoes, artinja sangat boesoek; malantoeeng — meletoes dan berboenji „toeng"; lantoeeng lantang — bermatjam-matjam boenji jang keras sekali; perb. dengan dantoeeng. LANTOEN — pantoel, amboel; malantoen, mamilantoen — memantoel; lih. palantoen, pilantoen. LANTONG, lih. lantoeeng. LAO, malao sadjo karadjonjo — ia soeka makan, tetapi tiada soeka bekerdja. LAOEE(R), malaoee — melentoer; poenggoeeng koedo ko malaoee, de' moedo lah bapakai — belakang koeda ini melentoer, karena masih moeda telah dipakai. LAOEE' — laoek, daging, ikan; dikatakan djoega tentang pendjoedi, jang kerap kali alah main; ketje' balaoee'-laoee' makan djo samba lado — seorang jang berkata, bahwa ia selaloe makan banjak laoek paoek, tetapi jang sebenarnja ia makan dengan sambal sadja, artinja soeka menjombong. LAOEENG, kalaoeengan — tiada kena riboet atau hoedjan dan panas; perb. d. naoeeng. LAOEI' I — laoet; dalam laoei` — hamil; laoei'tan — laoetan; laoei'tan saliboe — laoetan seleboe; malaoei` — menjeberang laoet, berlajar; laoei' lapeh — laoetan besar, djaoeh dari poelau²; boeatan laoei` — boeatan Eropah; pakaian ko aga' laoei' sakete` — pakaian ini manis (seperti boeatan Eropah); barat laoei` — antara barat dengan oetara; timoee laoei` — antara timoer dengan oetara; satitie' mandjadi laoei', sakapa mandjadi goenoeng atau satitie' kami laoei'kan, sakapa kami goenoengkan — ki.: dikatakan bahwa nasihat atau pengadjaran dari orang lain, diterima dengan segala soeka hati dan terima kasih; diam dilaoei' masin tida', diam dibanda ta' maniroe, lih. masin. LAOEI' II — lempar; malaoei` — melempar; malaoei'kan — melemparkan; palaoei'kan kain²njo kaalaman — lemparkan (boeangkan) pakaiannja kebawah; balaoei' lah ang! — njahlah engkau dari sini! LAOEI' III, laroei'; salaoei' salamo nangko — semendjak dari dahoeloe, dari dahoeloe sampai sekarang. LAPA(R) — lapar; moesin lapa — moesim kelaparan; kalaparan — kelaparan; tantoda' lapa — sebangsa belalang jang roepanja seperti ranting. LAPA(L) — lapal, lafal; taoe dilapa djo maana — tahoe akan lafal dan ma'na. LAPAH, malapah — memolok, menoembal; ati gadjah samo dilapah, ati toemo samo ditjatjah — ki.: keoentoengan, maoe besar maoe ketjil, dibagi bersama-sama. LAPA' I — lepak; lapoee' lapa` — boenji tjampak makan; boenji tjakap jang memboekakan rahsia atau memperkatakan 'aib orang lain; lih. dapa`. LAPA' II, kain balapa` — kain bersoengkit. |
</noinclude>
|
LAPAN (salapan) — delapan; oeang lapan — perhitoengan oeang jang terpakai di Tanah Datar, L. Kota, Koeboeng: saoeang lapan = 8 doeit; sakoepang lapan = 40 sen. LAPANG — lapang; tanah lapang — tanah lapang; badjoe ko lapang diambo — badjoe ini longgar pada badan saja; ko' le lapang, den datang baiko — djika saja tidak bekerdja, saja datang nanti; malapangi — menolong; kalapangan — kesempatan; dibari kalapangan — diberi djandji; lapang ati — sabar; lapang paroei` — sesoedah kenjang makan nasi, masih soeka makan jang lain²; bapadang lapang — ki.: soeka memberi tanggoeh dan sabar; adat pangoeloe baalam leba, bapadang lapang — wadjib pada penghoeloe sabar dan menimbang habis²; doedoee' soerang basampi'-sampi', doedoee' banja' balapang-lapang — ki.: djika doedoek seorang diri, koerang dapat pikiran jang benar, tetapi kalau ada bersama-sama, dapat kita bermoesjawarat; mampalapang kandang moesang, mampasampi' kandang ajam — ki.: memberi kesempatan kepada orang jang mendatangkan kedjahatan dan tiada melindoengi orang jang akan mendapat kesoesahan. LAPARI, lih. lampari. LAPAU — kedai; lapau nasi — kedai nasi; lapau moedo — kedai tempat mendjoeal teroetama boeah-boeahan; balapau — berkedai. LAPEH — lepas, soedah, sesoedah; djelas; lapeh sikola — sesoedah sekolah; lapeh poeaso — sesoedah poeasa; poeaso den tigo boeah nan lapeh — saja tiga hari tiada berpoeasa; oetang den aloen lapeh lai — oetang saja beloem lagi djelas (loenas); lapeh balie — telah balig; lapeh badja` — kira-kira poekoel 10 pagi; lapeh oenggeh — lenggar, bebas; makan gadji lapeh tangan — makan gadji tiada dapat makan dan pakaian; bakareta angin balapeh tangan — naik sepeda tiada berpegang pada stuurstang; basilapeh tangan — ki.: tiada hendak tjampoer dalam hal sanak saudara; lapeh atinjo (matonjo) — poeas hatinja (matanja); inda' lapeh dari oetang — selaloe beroetang; ana' den badoeo lai padoesi nan aloen lapeh — anak saja doea orang perempoean jang beloem lagi bersoeami; balapeh — boeka poeasa (lebaran); ko' balapeh de' oerang gae', ambo na' pai badjalan — djika diizinkan oleh orang toea saja, saja hendak pergi kenegeri orang; balapeh-lapeh roemah ko — roemah ini amat loeas; talapeh — soeka membiarkan; aloen lai talapeh di (de') ambo ana' ambo badjalan sadjaoeeh itoe — beloem lagi koeasa saja membiarkan anak saja berdjalan sedjaoeh itoe; malapeh alang-alang — menaikkan lajang-lajang; malapeh oerang pai balaie — mengantarkan orang pergi berlajar; malapeh badie — menembakkan bedil; malapeh niat — selamatan karena niat telah sampai; sarang oenggeh ko lah malapeh — anak-anak boeroeng telah terbang meninggalkan sarangnja, sebab ia telah besar; ambo minoen paloeroeeh, sampai kini aloen djoeo lai malapeh — saja minoem pentjahar, sampai sekarang beloem lagi keloear; malapeh |
oerang baniago — memberi modal kepada orang oentoek berniaga; malapeh tabe` — mengeringkan tambak; bersetoeboeh (kasar); inda' malapehi tjakie` — ki.: hal pertolongan (teroetama dengan oeang) jang tiada mentjoekoepi; malapehkan taraga` — memoeaskan rindoe dendam, karena telah lama tiada bertemoe; palapeh — pemberian kepada orang jang hendak berdjalan djaoeh (makanan, oeang dsb.); bapalapeh sadjo apo kato ana` — ditoeroet sekalian kemaoean anak; palapasan, palapehan — doeboer; palapasan tabe` — tempat air keloear bila mengeringkan tambak; bakalapasan (bakalapehan) kito — oetang pioetang antara kita telah didjelaskan; kalapeh-lapehan — telah selesai bersalin; saoedjo salapeh — semoepakat menjoeroeh; saboeeng salapeh ari patang — ki.: oemp. memboeat roemah jang penghabisan sekali, sesoedah itoe oeang habis atau jang memboeat telah toea; ba' kambieng lapeh kapara` — ki.: sesoeka hati memilih makanan, kemewahan; mato lapeh badan bakoeroeeng — lih. badan; ibarat baban aloen lapeh dari baoe (kapalo) — ki.: beloem lepas dari tanggoengan; ajam lapeh tangan batjiri` — ki.: oemp. orang membeli barang tjoerian, oeang hilang sebab barang haroes dikembalikan kepada jang empoenja dan jang membeli dihoekoem; ba' arimau kalapasan labo — ki.: hal orang merengoet-rengoet, sebab jang diingininja loepoet dari tangannja; moeloei' manih djan pitjajo, lapeh dari (di) tangan djan diaro` — ki.: bila seorang hendak memindjam oeang atau barang, banjaklah tjakapnja dan perdjandjiannja jang menjenangkan hati; akan tetapi djika permintaannja itoe telah berlakoe, kerap kali perkataannja itoe tiada lagi ditepatinja, oeang atau barang jang dipindjamnja itoe soesah diperoleh kembali. LAPE' — lepat; malape` — memboeat lepat; maanta lape` — menoeroet 'adat, keloearga si soeami mengantarkan lepat keroemah perempoeannja jang boenting. LAPIE(R), lih. dapie(r). LAPIEH — selampit; kaki koedo toe balapieh — kaki koeda itoe tiada loeroes berdjalan; dilapiehnjo makan — ia makan banjak. LAPIE' — lampit, tikar; lapie' panda` — tikar oentoek kasoer jang pendek; malapie` — menjeroepaï tikar tentang penjakit koelit; manggantikan (manjilihkan) lapie` — kawin dengan isteri saudara atau keloearga jang meninggal. LAPI', lih. dapi`. LAPOE — lepoe. LAPOEE(R), lih. galapoee. LAPOEE' I — lepoek; dilapoee'njo — ditamparnja; lapoee' lapa' ketje'njo — ia bertjakap banjak dengan tiada timbang-menimbang, lih. dapoee`. LAPOEE' II — lapoek; lapoee' dinagari oerang — tinggal tetap dinegeri orang, tiada poelang² kenegeri sendiri; lapoee' de' kain saalai — ki.: sedjak semoelanja beristerikan atau bersoeamikan seorang sadja; randjau |
</noinclude>
|
lapoee` — ki.: tahi jang terletak pada tempat jang boleh terpidjak oleh orang; inda' lapoee' de' oedjan, inda' lakang de' paneh, lih. lakang. LAPOEIH, malapoeih — boenji oedara jang keloear dari loebang jang sempit; ajam toe ko' diambe' disiko, dape' injo malapoeih kakioen — djika diempang disini, ajam itoe dapat lari kesana; lih. dapoeih. LAPOEI', lih. dapoei`. LAPOEN I — lapoen; malapoen — menangkap boeroeng atau ikan dengan lapoen. LAPOEN II, malapoen makan — makan banjak. LAPOH, balapoh — boenji barang jang berloebang petjah karena terdjatoeh, oemp. perian jang berisi. LARAH, malarah — kembang biak, peridi tentang ternak atau itik, ataupoen kekajaan; lih. rarah. LARAI — lerai, lih. rarai; malarai — melerai; bakalaraian — berhenti berkelahi; inda' talarai djo djandjang — djika doea ekor kerbau berlaga, dapat dilerai dengan tangga; ini tiada dapat dilerai; demikianlah dikiaskan dengan orang jang berkasih-kasihan, tiada dapat dipertjeraikan dengan tipoe moeslihat. LARA' I, rara` — lerak; ba' tjando bingkai ka lara` — seperti bingkai jang akan lerak. demikianlah kiasan atas orang jang sangat koeroes. LARA' II. lih. djara' II. LARANG — larang; talarang sapandjang agamo — terlarang menoeroet agama; larangan — larangan; tatampoeeh dilarangan — melanggar peratoeran; taboeeh larangan — bedoek jang hanja diboenjikan waktoe ada hal jang penting sadja; injo na' malarang sadjo — ia hendak meradjálela sadja; bapantang manjaboei' namo, balarangan manjaboei' gala — menoeroet 'adat Minangkabau tiada maoe orang menjeboet nama atau gelar sendiri. LARANG II — djarang; larang basoeo, larang dape` — djarang bertemoe, soekar didapat; palarangan — apa jang soekar didapat atau terdjadi. LARAU, rarau; malarau — menangis keras dengan soeara jang serak. LAREH I, rareh — goegoer; lareh dari moentjoeengnjo — keloear dari moeloetnja; malarehi diseboet djoega malarasi atau mararasi, artinja goegoer daoen semoeanja karena telah toea dan akan berganti seperti hal soerian, koebang dll. LAREH II — laras; badie doeo lareh — bedil doea laras atau doea mata. LAREH III — djadjahan, bagian jang besar dari soekoe di Minangkabau jaïtoe Koto Piliang dan Bodi (Boedi) Tjaniago. LAREH IV, tarang² lareh — saboer; pangadjaran toe tarang² lareh diambo — pengadjaran itoe terang sedikit pada saja. LARE' — larat; lare' kanagari oerang — larat (berhanjoet-hanjoet) kenegeri orang lain. LARI, rari — lari; malarikan oetang — pergi kenegeri lain, dengan tiada membajar oetang; lari² andjieng — berlari dengan |
langkah jang pendek²; salarian — sepadan. LARIE' — larik; malarie` — melarik, memboeat loebang dalam kajoe seperti koembang; ka(a)teh inda' bapoetjoee', kabawah inda' baoere', ditangah dilarie' koembang — soeatoe soempah, maksoednja, djika saja bersalah, biarlah saja dan keloearga saja binasa semoeanja. LAROEEH, raroeeh; malaroeeh — mengatjau, memboeat gadoeh, memboeat roesoeh. LAROEI' — hantjoer seperti garam dalam air, atau emas dileboer; ati laroei` — hati roesak; laroei' ba' garam panggoelai — ki.: dikatakan tentang orang jang makin lama makin koeroes; ari lah laroei' tangah malam — hari telah djaoeh malam; balaroei'-laroei` — lama-lama; salaroei' salamo nangko — sedjak dari dahoeloe. LARO' — sajat; malaro' paroei` — menjajat peroet karena kesal atau sebal; palaro'an — daging ketjil² jang disajat dari toelang². LASAH, lih. palasah. LASA' — roseng tentang boedak²; soeka bekerdja tentang orang besar; malasa` — meroseng tentang anak²; bertoekang-toekang, mematjoel-matjoel dsb. tentang orang besar; lih. lese`. LASANG, malasang — mengendaraï (kasar); lih. leseng. LASAT, lasat saki'njo — pajah sakitnja; lih. ladjat. LASAU, dasau — desau; darah balasau — hati berdebar; palasau — damak. LASI — djera; malasi — menakoetkan; mengalahkan teman², meradjálela. LASIE(R), lih. dasie. LASI', latji` — kesang; malasi` — mengesang. LASIM, lih. lasin. LASIN — lazim, galib; malasinkan — membiasakan; lasin disara', kawi diadat — menoeroet hoekoem sjara' dan hoekoem 'adat. LASO I — laksa. LASO II — bengkak telapak, soeatoe penjakit jang biasa pada ajam djantan. LASOEEH — moedah; lasoeeh dielo — tiada soesah dihela; lasoeeh boeang aie — ia moedah boeang air besar; lasoeeh baradja — moedah (deras) adjarnja. LASOEENG — lesoeng; lasoeeng² pipi — tjengkoeng² pipi; basilasoeeng mangetje` — berganti-ganti bertjakap, djangan mengaroe(k); tjie' lasoeeng sikoee ajam gadang — ki.: tiap² kaoem ada seorang penghoeloenja. LASOEIH, malasoeih — mengemboes seperti koetjing atau lemboe jang marah. LATAH — latah; moentjoeengnjo latah — ia soeka mentjaroet. LATA' — letak; malata' tando — pihak laki² memberikan tjintjin atau barang² lain kepada pihak perempoean akan tanda perkawinan telah sah akan langsoeng; lata'kanlah nasi! — hidangkanlah nasi !; padoesi toe lah lamo talata` — ki.: perempoean itoe telah lama meranda; elo' lata' ketje'njo — pandai ia menjoesoen perkataan; malata' nasi — menaroeh nasi dengan oepatjara bagi djin setan jang mendatangkan penjakit; inda' tantoe di den palata'annjo — tiada saja tahoe dimana ia meletakkan barang itoe; malata'kan soeatoe |
</noinclude>
|
pado tampe'njo — ki.: berkata atau mengerdjakan sesoeatoe menoeroet 'adat dan menoeroet patoetnja. LATEH, malateh — memotong atau menebang pohon sehingga sama rata dengan tanah, oemp.: batang padi atau pohon² dalam hoetan rimba; tjantjang lateh biasa diseboet tjantjang latieh — menebang pohon² dll. akan memboeat sawah ladang atau kampoeng; tarang balateh, oekan tarang balendo — ki.: sehabis-habis terang, oemp.: tentang hak milik atau pemeriksaan dalam soeatoe perkara. LATIEH — letih; malatiehkan — memajahkan; tjantjang latieh, lih. lateh. LATIE'-LATIE' — sebangsa boeroeng ketjil disawah, djika terbang ia berboenji tie', tie`; sagadang latie'-latie` — amat ketjil tentangan orang atau binatang. LATIENG — lenting; malatieng — melenting; pilatieng, palatieng — sematjam pesawat penangkap binatang; inge'i rantieng nan kamalatieng, dahan nan ka mantjoetjoee` — ki.: pada barang pekerdjaan hendaklah ingat kalau² ada jang akan memberi kesoesahan. LATJAH — letjah, betjak; malatjah — memboeang-boeang air, oemp.: diatas lantai; inda' baloei' nan balatjah sama artinja dengan pepatah: oelar jang bisa itoe djika menjoesoer akar, tiada akan hilang bisanja. LATJA' — latjak; pinang latja` — pinang jang moelaï keras isinja. LATJI — latji. LATJIEH — hamba, sahaja, boedak; ana' latjieh — hamba orang. LATJI', lih. lasi`. LATJOEIH, malatjoeih — pergi dengan tiada memberi tahoe; basikoetjieng latjoeih — seorang hilang seorang timboel, lih. loetjoeih. LATJOEI' — letjoet; palatjoei` — tjamboek. laoek-paoek; ko' elo' palatjoei', tjape' lari koedo — ki.: djika laoek-paoek enak, banjak makan orang; sajang di ana' dilatjoei'(t)i, sajang di nagari ditinggakan — ki.: djanganlah anak terlaloe dipermandjakan, sebab kelak ia binasa; baiklah orang pergi kenegeri lain akan beladjar dan meloeaskan pemandangan oentoek kebaikan negeri sendiri. LATO I — kotor; tamakan di nan lato — termakan makanan jang berbisa. LATO II, malato — melata; binatang nan malato — binatang jang melata. LATOEE(R) I — lepoeh, letjoer. LATOEE(R) II, malatoee daoen kopi — mendiang daoen kopi. LATOEE', malatoee'kan djari atau pinggang — melentoer djari atau pinggang akan melepaskan penatnja; lih. latoei`. LATOEIH — letoes; badie malatoeih — bedil meletoes; goenoeeng malatoeih — goenoeng meletoes; bisoee malatoeih — bisoel petjah; kaba malatoeih — kabar petjah (tersiar). LATOEI', lih. latoee(r) I; (ba)main api latoei`, (ba)main aie basah — ki.: tiap² orang akan menanggoeng 'akibat pekerdjaannja. LATTIAMONO, lattjoemano — laksamana. LATTJOEMANO, lih. lattjamono. LAWAH — labah-labah; ba' tjando sarang lawah ditjabie` — ki.: terlaloe amat banjak tentangan anak² dalam satoe kaoem. |
LAWAIAN — nama sebangsa boeroeng jang bodoh; wa ang lawaian — kamoe seorang jang bodoh. LAWA'-LAWA' — paloeng tempat makanan koeda dalam kandang atau tempat makanan boeroeng dalam sangkarnja; tinggi lawa'-lawa` — ki.: hal seorang jang hidoep melebihi dari koeasanja. LAWAN — lawan, moesoeh, tandingan; lawan kajo misikin — lawan kaja miskin; malawan ka bapa` — melawan bapa; malawan doenie oerang — menanding (meniroe) hidoep orang; ladieng ko inda' malawan ka batoeeng — lading ini tiada menelap bamboe; oebe' malawan — hal obat jang terlaloe keras, orang jang memakannja, merasa lebih sakit pada permoelaannja; lawan basoeo lah oerang toe! — pergilah menemoei orang itoe !; djan dilawan mangetje' djoeo oerang toe — djanganlah bertjakap djoega dengan orang itoe; ambo inda' malawan lai — saja tiada berdaja lagi; inda' taoe dilawan-kawan — tiada tahoe mana jang lawan, mana jang kawan; tjoebolah palawankan kain nan doeo alai ko! — tjobalah pertandingkan kain jang doea helai ini !; kaanda' njo balawanan bana djo kaanda' ambo — kehendaknja berlawanan betoel dengan kemaoean saja; malawan boeajo ba-salam (basisalam) aie — ki.: orang miskin hendak menanding kehidoepan orang kaja. LAWANG — lawang. LAWEH — loeas, besar; malawehi — mendjadi lebar sendiri tentang penjakit koelit, merojak; laweh arang — penangis; adat pangoeloe, bapadang laweh (lapang), baalam leba — ki.: penghoeloe hendaklah sabar; laweh ame' para', inda' tasiangi — ki.: djika pekerdjaan terlaloe banjak (matjamnja) atau djadjahan terlaloe loeas, tentoe tiada dapat diselenggarakan (dioeroeskan) dengan setjoekoepnja. LE, asalnja lai — lagi, waktoe, ketika, ada; le kete' awa'njo diroemah den sadjo — waktoe dia ketjil, dia biasa diroemah saja sadja; sadang poetjoee' le ta' sirah, ko' koenoenlah poelo salaronjo — poetjoek lagi ta' merah, apa lagi daoennja jang toea, artinja sedang ia kaja tidak ada ia memboeat roemah oempamanja, apa lagi sekarang ia tiada berwang lagi; le kete' tarandjo-andjo, lah gadang tabao-bao, lah toeo taoebah tido — selagi ketjil dibiarkan sadja kelakoean anak jang tiada baik, setelah besar terbiasa djoega dan setelah toea tiada lagi teroebah; ko' le basoeo ang djo njo — kalau kiranja kamoe ada bertemoe dengan dia; ko' le baboeah simaoeeng djantan isoee` — ki.: siapa tahoe barangkali kelak (saja) jang miskin ini mendjadi kaja; le singke' le bakare' poelo — ki.: oempama gadji ketjil masih dipotong lagi. LEAH (Koto Toeo) maleah — pergi sebentar dari madjelis; dileahkan — tiada boleh tjampoer dalam moepakat. LEA' — tiada tangkas tentang pertjakapan, perdjalanan, pekerdjaan, tiada gantjang. LEBA(R) — lebar, loeas; djika dikambang saleba alam, djika dibaloen sabaloen koekoe — djika dikembangkan amat loeas, djika dilipat (digoeloeng) amat ketjil, poedji-poedjian tentang kaïn oleh karena haloesnja. |
</noinclude>
|
LEDA', lida'; maleda` — menangis, dikatakan tentang boedak; paleda` — anak jang kerap kali menangis. LEDJI — malas, tiada berkodrat. LEGA(R) — legar; balega — bergilir; legaran — giliran; legaran sia djadi pangoeloe kini ko? — giliran siapa djadi penghoeloe sekarang ini ?; malega(r)i — mengedari; malegari djo aka? — mentjoba dengan bermatjam-matjam ichtiar; ko' tibo legaran diden, kiamat ana'², injo kete'² lai — djika kiranja (datang waktoe) saja mati, anak-anakkoe tentoe sengsara betoel, mereka itoe masih ketjil²; soerat legaran — soerat edaran; tasasa' padang karimbo, inda' dape' bantieng balega (inda' dape' balega lai) — ki.: telah habis daja oepaja oempama memindjam oeang, tentoe menqadai atau mendjoeal harta benda; lih. gele(r). LEKO' — keloek; lih. lengko` dan kelo`. LELA(R) — bingoeng. LELAN — nama seb. ikan soengai. LELANG I — lelang; malelang — melelang; talelang — karena oetang tiada terbajar, dilelang harta benda. LELANG II, kama lelangnjo? — kemana perginja?; toembang lelang — hilang tiada tentoe kemana perginja. LELE — tiada gantjang pada barang soeatoe pekerdjaan, lih. ele(r). LELE(R), malele — menitis; bakaleleran — tiada berkepeetoesan tentang tjakap, tiada tentoe toedjoeannja; tentang meminta dll.; lih. bakalalaran pada lala(r) II. LELO — tingkah, lakoe; balelo — bertingkah; maradjolelo — meradjálela; salelo-lelonjo — sesoeka soekanja, tiada jang melarang. LEMA', lih. galema`. LEMALA', lih. mala`. LEMAN — Soelaiman; tapa' leman — nama toemboehan, daoennja besar, tjampoeran goelai; (tapa' leman = tapa' liman ?; liman artinja gadjah). LEMBAI — lambai; malembai — melambai; dilembai api — didjilat api; dahan kajoe toe malembai-lembai aie — dahan kajoe itoe menjapoe-njapoe air. LEMBANG, lembang malam — djaoeh malam. LEMBE' I — lambat. LEMBE' II, lih. lamba`. LEMO', lih. galemo', lema', galema`. LEMPENG I, tanah lempeng — tanah bata; timbakau salempeng — tembakau satoe bagian jang bangoennja seperti bata. LEMPENG II, malempeng — menampar tiada keras, lih. malampang pada lampang. LENANG, linang — linang; balenang-lenang koeah goelai toe — koeah goelai itoe gilang-gemilang. LENDAN, lih. lendo, endan. LENDJANG — lintjah; padoesi lendjang — perempoean jang soeka berdjalan atau bertandang kesana sini; lih. gendja`. LENDO — langgar; malendo — melanggar; gadang na' malendo, pandjang na' malindih, lih. lindih; diiri'kan arimau tantoe alalang nan lendo, diiri'kan oentoeeng inda' oerang nan taoe — ki.: perdjodohan (pertjampoeran) orang tiada dapat ditentoekan; tarang |
balateh inda' tarang balendo, lih. lateh; perb. dengan lando, londa, londan, lendan. LENGAH I — alpa, lalai. LENGAH II, malengah — menoleh. LENGAH III, malengah ana` — membawa anak bermain-main atau berdjalan-djalan, soepaja ia loepa akan iboenja; malengah ati — ki.: mentjari penghiboeran. LENGGA(R) — lenggar; inda' lengga — tiada lenggar, tiada bebas; inda' boelieh dilenggakan pakaradjaan ko — tiada boleh dilengahkan pekerdjaan ini. LENGGANG — lenggang; malenggang — melenggang; malenggangkan — menoempahkan; malenggang inda' tapampeh, taga' inda' tasooenda` — ki.: meradjálela karena ia orang besar; aro' na' malenggang katia' pasoee` — ki.: karena hendak menoeroetkan hawa nafsoe, terdjoeal atau tergadai harta benda atau doedoek beroetang; inda' ba(r)asa' lenggang dikatia` — ki.: selaloe dalam kesoesahan seperti dahoeloe djoega; koeah talenggang kanasi, nasi kadimakan djoeo — ki.: dikatakan tentang anak jang dikawinkan dengan kemanakan atau kebalikannja; talenggang koemari pai, ba' aie didaoen taleh — ki.: tiada tentoe pendirian, tiada tetap pikiran hanja toeroet-toeroetan kepada orang lain sadja; kaki peko' lenggang memangkoe — kaki pekoek lenggang keperoet; dikatakan tentang orang jang djelik (odoh); salah lenggang koeripeh bedo — perdjalanan dan pemandangan atau gerak-gerak mata seorang berlain dari biasa seperti orang jang takoet-takoetan (tando tjemo); lenggang ilie lenggang moedie', ari patang nasi diandoee', oerang bangih awa' gala' djoeo — berdjalan hilir moedik, djika peroet lapar, nasi dioetang, orang marah awak tertawa djoega; hal orang perlintih, tiada menaroeh maloe. LENGGE' — tingkat; roemah doeo lenggek — roemah doea tingkat atau doea pangkat. LENGGO' — lenggok; malenggo` — melenggok, lebih dari melenggang. LENGKO', leko', kelo` — lengkok; kama lengko' (kelo') lilin, kaken lengko' lojang — ki.: seperti hal orang jang hanja menoeroetkan pikiran orang jang diatasnja. LENGONG — toleh; malengong — menoleh, mengoendjoengi, melihati, melawati; lengong barapi-rapi — kerap kali menoleh (tanda djahat). LENJAI — lemah; lenjai toelang den — lesoe, letih, iba hati memikirkan. LENONG — ligat, lintjah; malenong — memoetar; balenong pinang — nama sematiam permainan djoedi seroepa main poetar dadoe. LEOH — lemah kaki atau tangan. LEPAI — lemah teroetama tentangan kaki, djika berdjalan diseret sadja; lih. leoh. LEPE, soearo malepe — soeara tiada djelas; malepe boenjinjo — tiada njaring boenjinja, oemp.: boenji gendang jang tiada disedak; soesoenjo lah malepe — soesoenja kopek. LEPE', malepe` — menampar perlahan-lahan. LEPOH, malepoh — menampal dengan kapoer atau dengan bedak; malepoh moeko — berbedak tebal (kasar). |
</noinclude>
|
LEPONG, lih. lepoh. LERA' — loepa-loepaan, peloepa. LERE' — larat; roendiengan toe talere' ka ambo — roendingan itoe larat kepada saja. LERENG I, lereng goenoeeng — pinggang goenoeng; malereng boeki` — berdjalan pada pinggang boekit. LERENG II — tiada karib lagi seperti dahoeloe. LESEH, maleseh; temba' maleseh — tembak tiada mengenaï 'alamat; peloeroe atau ramboen laloe dekat 'alamat. LESE', lih. lasa`. LESENG, lih. lasang. LESOH, lesoh alalang bakeh kabau balago — lalang bergoemal bekas kerbau berlaga; malesoh — menggoemal. LETAI — lesoe, letak, lih. lenjai. LETENG — pangkas; maleteng — memangkas; amoeh taro baleteng talingo, ko' le manang si anoe pakaro — maoe bertaroeh akan memangkas telinga, djika kiranja si Anoe menang dalam perkarànja. LETJO, bigau — orang kerdil, tapak kakinja menghadap kebelakang, tempatnja dalam hoetan atau tempat jang soenji; lih. bigau, retjo. LEWA(R), malewakan — menjembojankan, memberi tahoekan soeatoe hal kepada orang banjak dengan tjanang atau dengan moeloet. LEWANG — lawang (Jav.), pintoe; sampai kapintoe lewang langi` — sampai kepintoe langit. LEWAT — lebih; lewat poekoel satoe — lebih dari poekoel satoe; malewati bateh — melampaui atoeran; inda' boelieh lewat — tiada boleh lebih dari waktoe jang telah didjandjikan. LEWE', malewe` — laloe pada soeatoe tempat dengan amat tjepat tentangan orang, elang dll. LIA(R) — liar; lia kako` — seperti hal koeda baroe, masih takoet-takoetan dipegang; lia-lia alang — liar sedikit; sajo' lia — boeloe jang ditepi loear pada sajap boeroeng atau ajam; bakaliaran, bakoeliaran — berdjalan kesana kemari tentangan anak² ajam, orang banjak. LIAIE(R), lih. aliaie(r). LIANG — liang, loebang; liang lahat — lahad; liang pandjai` — loebang djaroem; liang tjiri` beroebah seboetannja mendjadi lantji`, dipergoenakan oentoek memaki, oemp.: aoi lantji', ana' lantji'; inda' bakaliangan de' den ketje'njo — saja tiada mengerti tjakapnja; ati inda' baliang — pikiran amat soesah. LIBA' — djemoe, tiada lagi soeka memakan. LIDAH — lidah; lidah aie — oedjoeng air jang baroe datang; lidah api — api jang mendjilat-djilat; lidah badjoe — kain jang didjahitkan pada pertemoean badjoe tjina, akan penoetoep belahannja; lidah boeaja — sebangsa toemboehan; lidah papan — tepi papan jang masoek kedalam loebang papan lain soepaja rapat; malidah papan — memberi lidah papan; lidah kalieng — ki.: poetar balik; pandjang lidah — ki.: menjampaikan perkataan orang kepada orang lain; patah lidah — telor karena sakit, tiada pandai mendjawab perkataan atau pertanjaan orang; lidah ta' batoelang — ki.: moedah mengatakan, tetapi tiada maoe mengerdjakan; moedah mengada-ada; patah lidah bakeh kalah, patah karih |
bakeh mati — ki.: djika tiada tahoe berkata-kata dalam soeatoe perkara, tentoelah akan alah; taoeloee lidah — dikatakan tentang orang jang meminta kembali barang jang telah diberikannja kepada orang. LIDA', lih. leda`. LIDIH — lidi; oela lidih — sebangsa oelar ketjil, tiada bisa; pisang lidih — sebangsa pisang, ketjil² pandjang boeahnja; dilidih — dipoekoel dengan lidi; ba' koetjieng dibaokan lidih — ki.: takoet dan tiada lagi maoe ingar-ingar. LIEH — tonggak tangga pengambil sialang. LIE' I — liat; tanah lie` — tanah liat, tanah jang tiada ditanami; lie' mambaie oetang — tiada lekas membajar oetang; djange' lie' koerang panggang — ki.: dikatakan tentang orang jang bengal. LIE' II — lihat; malie` — melihat; mampalie'kan — memperlihatkan; malie'-lie'i, malie'-malie'ti — menenoeng; palie` — pelihat, pengelihat; palie'(t)an — penglihatan, tenoengan; kalie'an (kaliatan) boedi — njata tingkah perangai jang djahat; siang dilie'-lie', malam didanga-dangakan — pada siang hari dilihat-lihati, waktoe malam hari didengar-dengarkan, inilah kewadjiban mamak kepada kemanakannja; mampalie'kan roemah boeroee' ka rang malieng, mampalie'kan koeroeih ta' babadjoe — ki.: mentjeriterakan atau memperlihatkan kehinaan sendiri atau rahsia kaoem kepada orang lain. LIHIE(R), lih. liie. LIIE(R), lihie(r) — leher; liie badjoe — leher badjoe; lah pandjang liie njo — lehernja telah ketjil karena koeroes sesoedah sakit. LIKOE — soeak, keloek; djalan balikoe-likoe — djalan berkeloek-keloek; djalan nan balikoe, tandjoeeng nan babali` — ki.: tipoe moeslihat. LIKOEI', malikoei` — mengendap dengan merapatkan diri dibalik soeatoe barang. LIKO', lih. likoei`. LILIE(R) — leleh; malilie — meleleh; maliliekan oebe` — mengoerapkan (meloemaskan) obat. LILIEH I — letih, letak, lambat; lilieh bana padja ko badjalan — lambat benar anak ini berdjalan. LILIEH II, malilieh — lebih dari biasa; malilieh ame' kalakoeannjo — terlampau amat lakoenja. LILIH, malilih — memaras. LILI' — lilit; deta lili' oebi — sematjam ikat destar. LILIN — lilin; kama kelo' lilin, kaken kelo' lojang, lih. lengko`. LILINTA(R), lih. alilinta. LILIO — n. sem. seroenai batang padi. LILIPAN, alilipan, lipan — lipan. LIMANG, lih. silimang. LIMARI, lih. limo. LIMAU — limau; bangsanja: limau manih, limau gadang, limau paga(r), limau loenggo, l. kapeh, l. soendai, l. poeroei', l. aboeeng, l. karatan, l. antoe, l. kambieng, l. sampoerago; balimau — berlangir; malimaui — melangiri, mengata-ngataï orang; balimau tji' andjieng — ki.: mendapat maloe. |
</noinclude>
|
LIMBAGO — lembaga; adat diisi, limbago ditoeang — ditoeroet peratoeran 'adat. LIMBAJOEENG — lembajoeng atau warna jang seroepa lembajoeng. LIMBA' I — lembak; malimba` — melembak. LIMBA' II — lain; limba' dari pada itoe — lain dari pada itoe; diloear itoe. LIMBANG (dalam soerat²), limbang tangah ari — lepas tengah hari. LIMBE' — limbat; maminta' sisie' kalimbe` — ki.: meminta nasihat kepada orang bodoh, memindjam kepada orang jang tiada poenja. LIMBOEBOE, alimboeboe — poesaran angin. LIMBOEE(R), lamboee(r); ko' takoei' dilimboee pasang, djan baroemah tapi pantai (laoei') — ki.: djika tiada soeka didatangi djamoe, djangan tinggal pada tempat jang ramai. LIMBOEE'AN — limboek, sebangsa pergam. LIMEH — seloedang pinang jang toea, dipergoenakan oentoek pemboengkoes nasi, sirih dll. LIMO — lima; limari kependekan dari limo ari jaïtoe hari jang kelima (Raboe) dibilang dari hari Sabtoe jang diseboet orang satoe; silimoendjari atau sarimoendjari kependekan dari silimo djari jaïtoe tanaman jang toemboehnja dipoentjak goenoeng dan bangoen daoennja seperti lima djari. LIMOEMOE, lih. kalimoemoe. LIMPAH — limpah; malimpah — melembak; malimpahkan pangadjaran — memberi pengadjaran; salimpahan — kemoerahan hati. LIMPAPEH — koepoe-koepoe; limpapeh roemah nan gadang — poedji-poedjian bagi perempoean jang mendjadi seri roemah. LIMPATO, lampato — nama kajoe. LIMPATOE — nama sebangsa pergam. LIMPEH, koetjara' limpeh — pekerdjaan boedak² jang tiada bersapaan, bila tiada awas, digotjoh lawannja dari belakang. LIMPIENG — lemping; malimpieng — memboeat lemping perb. dengan lempeng. LIMPI' — lapis; balimpi` — berlapis; talimpi` — tiada disengadja atau tiada diketahoei bahwa soeatoe barang terletak antara barang² jang lain; mampalimpi'kan — meletakkan doea atau beberapa barang berlapis-lapis. LIMPO — limpa; inda' balimpo — ki.: tiada tahoe timbang-menimbang. LIMPO' — timboenan, longgok; balimpo'-limpo' pakaradjaan — bertimboen-timboen pekerdjaan; talimpo' sadjo kabaie'(k)annjo — kebaikannja tersemboenji (tertimboen); perb. d. lampo`. LINANG, lih. lenang. LINDANG — habis, tandas; malindangkan — menandaskan, menghabiskan oeang atau harta; malindangi — membilasi; pitih den lah lindang — oeang saja telah habis; ana' dilindang Allah (soempah) — anak dipoenahkan Allah. LINDIH, malindih — meratakan tanah sawah dengan bamboe boelat atau papan; palindih — bamboe atau papan jang dipergoenakan oentoek itoe; pandjang na' malindih, gadang na' malendo — ki.: hal orang besar jang |
hendak berboeat sekehendak hatinja sadja atas orang ketjil. LINDI' — intai dari tjelah; malindi` — mengintai. LINDJOEANG, landjoeang — lendjoeang, lih. andjiloeeng. LINDOEENG — lindoeng; malindoeengi — melindoengkan, memelihara, mempertahankan; mangalindoeengi — menaoengi; mengempang penglihatan; kalindoeengan — tiada kena panas matahari; tiada djelas kelihatan karena dibalik barang lain; adapoen pangoeloe itoe kajoe gadang ditangah padang; tampe' banaoeeng kapanasan, tampe' balindoeeng kaoedjanan — penghoeloe itoe dimisalkan kajoe besar ditengah padang, djika hari panas tempat bernaoeng, djika hoedjan tempat berlindoeng. LINDO' — mendoeng, berkoerang tentang panas, terang dll.; ari lindo` — hari mendoeng; api roemah tapanggang lah lindo` — api roemah terbakar telah moelaï berkoerang; pantjalie'an oerang saki' toe lindo` — pemandangan orang sakit itoe koerang tadjam. LINGAU — soenji, senjap; kalingauan — terasa soenji karena tiada lagi beramai-ramai. LINGGA (.) — emboesan, poepoetan; malingga — menjalakan api dengan emboesan; dilingganjo makan atau badjalan — ia makan banjak atau berdjalan tjepat dan tiada berhenti-henti. LINGGAJOEERAN — ramping dan tinggi, oemp.: pohon pinang. LINGGANG (v.d.T.), balinggang — beramai-ramai berdiri mendjadi satoe lingkoengan. LINGGEH — litjin, dikatakan tentang sikat ramboet, ikat destar. LINGKA(R) — lingkar; lingka roda — simpai (kasoet) roda; lingkaran — boelat(an), lingkar(an); salingkaran goenoeeng Marapi — sekeliling goenoeng Merapi; poesako nan maroenggoeeh, adat nan malingka — ki.: poesaka itoe tetap dan dipagar (dilindoengi) oleh 'adat. LINGKOEENG — lingkoeng; dilingkoeeng adat — mesti menoeroet 'adat. LINGKOEI' — lingkoep; lapie' dilingkoei'kan riboei` — tikar dibalikkan riboet; lingkoei' oerang kapasa — penoeh orang pergi kepasar. LINJA' — penjek; lah linja' deta den dikadoedoeo'injo — telah petjak destar saia didoedoekinja; dilinja' padati — digelek pedati; dilinja' oerang djo kaki — diteradjang dan dihentam orang dengan kaki; ana'-ana' toe lah balinja` — anak² itoe berkelahi. LINJIE(R) — loenak; dilinjie bendi — (loenak) digelek bendi; manggalinjie — amat loenak tentang boeah-boeahan. LINOEI', tjinoei` — ligat; malinoei'(kan) — meligatkan. LINTABOEENG — sebangsa roempoet daoennja lebar, tangkai daoennja keras; alemoe lintaboeeng — lawan 'ilmoe padi ja'ni kepalanja tegak, kiasan bagi orang jang sombong, tetapi tiada mempoenjaï 'ilmoe atau kekajaan. LINTAH — lintah; lintah katajo — bangsa lintah jang pandjang dan besar; lintah dare` — (dikota) orang jang soeka makan riba. |
</noinclude>
|
LINTANG — lintang; gado malintang — kajoe pandjang atau dahan akan melempar; lintang poekang — toenggang langgang; oela gado malintang — nama oelar pendek, jang melemparkan badannja kepada moesoehnja; tabalintang — terbelintang. LINTEH — lintas; laloe linteh, linteh pinteh — laloe lalang; kalintehan — dilampaui; injo bapantang kalintehan — dia tidak maoe dilampaui dalam soeatoe hal; ado nan talinteh dalam ati ambo — ada jang terasa dalam hati hamba; palintehan arimau — tempat laloe lalang harimau; tampa' salinteh — tampak sebentar; perb. dengan pinteh. LINTIBANG, lantibang, oele' sipisan — b. sepesan jang banjak sekali kakinja; loewing Jav., titinggi Soend. LINTJAH — lintjah, dikatakan tentang orang jang tiada tetap tempatnja atau atjap kali bertjerai dengan isterinja dan kawin lagi dengan perempoean lain. LINTJAM, salintjam — sekedjap; mandi salintjam — mandi sebentar. LINTJIE(R) — litjin; tasilintjie — tergelintjir sigoelintjie, sigalintjie, lih. pada galintjie; lintjie ba' baloei` — ki.: hal orang jang tiada moedah dapat ditipoe; perb. d. loentjoee(r), lantja(r). LINTJINGA'; pa' lintjinga` — pa' pandir. LINTOEEH — loenak, lemah; mangana-ngana parasaiannjo, lintoeeh toelang awa` — mengingat penanggoengannja, lemah sendi toelang awak. LIOEE(R) — lioer, loedah; malioee — meloedah; malioee kalangi` — ki.: melawan orang jang berkoeasa; mandjile' aie lioee — ki.: menarik perkataannja jang mentjela dan mengoempat dahoeloe, tetapi sekarang memoedji-moedji dan menjetoedjoei. LIOEE' — lioek; manari salioee` — menari sebentar; lioee' lampai — lioek lampai, lemah dan ramping. LIOEENG, lih. tali. LIO' — loja. LIPAN, lilipan — lipan. LIPEH I — lipas. LIPEH II, inda' boelieh malipeh ana' ajam de'njo, disembanjo sakali — tiada boleh kelihatan padanja anak ajam, teroes disambarnja (tentang koetjing djahat atau elang). LIPE' — lipat; lipe' labonjo — keoentoengannja 100%; lipe' takoelai — djoealan lebih dari 100% pokok; lipe' gando — 2 atau 4 kali asalnja; ko' inda' den baie barisoee', den lipe' pitih ang — kalau tiada saja bajar esok (oeang jang saja pindjam) saja lipat doea kali; palipatan — hal melipat; tempat loetoet berlipat; balipe` — tiada dipakai; poesakonjo balipe' sadjo — gelar ('adat) penghoeloenja tiada berdiri; tapi kain ko takoelipe` — tepi kain ini terlipat; mato pisau ko mangoelipe` — mata pisau ini terbalik, karena diraoetkan kepada barang jang keras (mengelebet ?); roemah lipe' pandan — sematjam bangoen roemah Minangkabau; sanggoee lipe' pandan — sematjam ikat sanggoel. LIPO, djamboe lipo (Sidjoendjoeng) — djamboe bidji. |
LIPOEE(R) — lipoer; malipoee djadja` — menghilangkan tanda² dengan perkataan, perboeatan atau moeslihat, soepaja perboeatan jang salah djangan diketahoei orang; malipoee ati — menghiboerkan hati. LIPOEI' — lipoet; malipoei'i, malipoe'ti — melipoeti; paneh sataoen oedjan saari, lipoei' tandjoeeng djo poelau — ki.: kebaikan jang beberapa lamanja hilang sama sekali, karena salah jang sedikit. LIRAH — rela; lih. rilah; malirahkan — merelakan; bakalirahan — sama soeka antara orang kedoea belah pihak, beridjab (sesoedah bertoekar, membeli), berma'af-ma'afan. LIRA', talira` — karena sesoeatoe hal (djatoeh, atau ditangani orang) seorang merana atau tentang boedak, tiada lagi djadi besar; lih. talira`. LIRIENG — iring; balara' balirieng-lirieng — berarak beriring-iring. LIRI' — leret, deret; baliri'-liri` — berleret-leret, bersaf-saf, berderet-deret; mampaliri'kan — meleretkan. LISOE (v.d.T.) — bingoeng, penakoet. LISOEI' — kisoet. LITA' I — lėtak; lita'-lita' andjieng — kira² poekoel 12 siang; ambo lah lita` — saja tiada lagi koeat; lih. letai. LITA' II — lapar; kalita'an — sangat lapar; lita' takatja, aoeih tarabo — ki.: mengakoe dan meminta ma'af atas kesalahan jang diperboeat tiada dengan sengadja atau karena daroerat. LITJA' — petjak karena terimpit; dilitja' padati — digelek pedati (gerobak) sehingga petjak. LITJIN — litjin; malitjinkan — melitjinkan; menghabiskan; ana' toe nan malitjinkan bapa'njo — anak itoe jang menghabiskan oeang bapanja; litjin de' minja' baminto, rantja' de' kain basalang — ki.: memperagakan barang orang. LOBA' — koebis; ba' loba' dipamaroenan — seperti koebis jang ditanam ditanah jang pohon-pohonnja baroe dibakar orang, dikiaskan pada orang moeda jang soeboer. LOBO — loba; lobo tamaa` — sangat loba, tama'. LODJI, aralodji — arlodji. LODJO', talodjo` — mengandjoer; talodjo' kalaboeeh — mengandjoer kedjalan. LOE' — loeat; paroei' den maloe` — saja meloeat; maloe' den mandangakan ketje'njo — bentji saja mendengar tjakapnja. LOEA — loha, doha; haloea — berhari raja. LOEA(R) — loear; maloea — tiada tjampoer, tiada serta; mangaloeakan — mengeloearkan, mengatakan; mangaloea(r)i — dikatakan tentang obat pentjahar jang diminoem 'atau dimakan orang, ada mengeloearkan; loea dari pado iko — lain dari pada ini; oerang kalooearan — orang loearan; orang jang boekan kaoem kita; masoee' tigo kaloea ampe` — ki.: besar belandja dari penghasilan; masoee' ta' gano', kaloea ta' gandjie — ki.: hal orang jang tiada berharga dalam pergaoelan. LOEAH I — loeah; maloeahkan — meloeahkan; lama' manih nambe' diloeloee, pai' djan diloeahkan — djika enak djangan teroes ditelan |
</noinclude>
|
dan djika pahit rasanja djangan diloeahkan, artinja sebarang bitjara hendaklah dipikirkan dan ditimbang betoel² dahoeloe. LOEAH II, maloeah — loentoer; perb. dengan roeah II. LOEA' I — soemoer jang digali. LOEA' II — negeri, djadjahan; loea' nan tigo jaïtoe loea' Agam, loea' Tanah Data, loea' Limopoeloeh. LOEA' III, maloea'i — mengoesaki, mengoerangkan; soembieng aloen maloea'i — ki.: kesalahan jang beloem besar. LOEA' IV, loea' dari iko — lain dari pada ini. LOEANG — kelapangan, keloeasan; maloeangkan — mengadakan kelapangan; kaloeangan — kesempatan; palooeangan — perantaran roemah, boekit dll.; inda' baloeang kiro² — ki.: pikiran soesah, 'akal hilang; kini inda' ado tampe' nan taloeang disikola — kini tidak ada tempat jang kosong disekolah; inda' dape' awa' den datang karoemah kau, de' inda' bakaloeangan sakete' djoeo — saja tiada dapat datang keroemahmoe, karena tiada sempat; perb. dengan roeang. LOEBANG — loebang; maloeabangkan — meloebangkan; maloebangi — menggerek; piloebang — peloebang; kali loebang timboen loebang — ki.: diboeat oetang baroe akan pembajar oetang lama; saroempoen ba' sarai, saloebang (saliang) ba' taboe — ki.: semoepakat; tolong menolong; sia nan manggali loebang, iwa'njo djoeo masoee' kadalamnjo — siapa menggali loebang ia djoega terperosok kedalamnja. LOEBOEE' — loeboek; pinggan loeboee` — pinggan dalam; djalan ko taloeboee' disiko sakete` — djalan ini berlekoek disini sedikit; asieng (lain) loeboee' asieng (lain) ikannjo — ki.: lain negeri lain 'adatnja. LOEDAH — loedah; maloedah — meloedah; maloedahi — meloedahi; maloedahkan darah — meloedahkan darah; lih. lioee. LOEDJOEE(R) — pandjang dan loeroes, teroetama tentang ramboet perempoean. LOEHOEE(R) — lohor; soedah sambajang loehoee — kira² poekoel 2 petang. LOEJA' I, loeja' de' kada — penoeh koedis; lih. loejoei`. LOEJA' II — loenak; nasi ko loeja` — nasi ini lembik. LOEJOE — roejoep; matonjo loejoe — matanja roejoep. LOEJOEI' — penoeh; boeahnjo loejoei` — boeahnja penoeh (banjak); loejoei' de' kada — penoeh oleh koedis; loejoei' de' aie — penoeh oleh air, artinja basah koejoep; perb. d. loeja' I. LOEKAH — loekah, boeboe; maloekah — menangkap ikan dengan loekah; akanja saloekah — 'akalnja pandjang, ia tjerdik; basiloekah gilo — 'ilmoe jang dapat menjoeroeh loekah menari; loekah ta' panoeeh de' aie — ki.: dikatakan tentang anak jang selaloe hendak makan sadja; masoee' loekah baindjo` — ki.: seperti hal orang jang tiada lagi bebas karena menoeroet perdjandjian, lih. indjo`. LOEKIH, maloekih — meloekis; loekisan — loekisan. |
LOEKO — loeka; maloekoi — meloekaï, meloekakan; atinjo loeko — hatinja roesak; loeko inda' manjioee', mati inda' manjasa — ki.: tiada mengoempat dan tiada menjesal, djika mendapat kesoesahan dalam soeatoe pekerdjaan. LOEKOEI' — bangoen barang jang seperti perioek, sempit keatasnja; sandoee' loekoei` — gajoeng terboeat dari tempoeroeng jang moeloetnja sempit. LOEKO' — tanah jang letaknja dibalik boekit; sawah diloeko` — sawah jang letaknja dibalik boekit; taloeko` — terlindoeng oleh boekit atau oleh tanah tinggi. LOELI — kajoe oentoek pengoempar kapas jang beloem digantih; maloeli — mengoempar kapas seperti terseboet. LOELOEE(R) — loeloer, telan; maloeloee — menelan; tasiloeloee — gelongsor; tasiloeloee atinjo — pikirannja (nafsoenja) moendoer; inda' taloeloee de' ambo roendiengan toe — ki.: saja tiada maoe menerima pembitjaraan itoe; lama' manjih nambe' diloeloee, pai' djangan dimoentahkan, lih. pada loeah. LOELOEH — loeloeh; antjoee loeloeh — hantjoer loeloeh; maloeloehkan — meloeloehkan, menghabiskan; dalam sataoen ambo maloeloehkan tarompa doeo pasang — dalam setahoen saja menghabiskan doea pasang terompah; ati loeloeh — hati hantjoer; bakaloeloehan — hal orang bersahabat atau laki isteri jang se'oemoer hidoep tiada bertjerai. LOELOEE' — loempoer; baloeloee` — kena loempoer; maloeloee'kan — meloenjah tanah sawah, sehingga hantjoer; inda' baloeloee' maambie' tjikarau — ki.: mendapat keoentoengan dengan tiada bersoesah pajah. LOELOEENG — lolong; maloeloeeng — melolong; maloeloeeng kasaki'an — menangis karena kesakitan. LOELOEHI I — loeloes; badan den inda' loeloeih diloebang ko — saja tiada loeloes diloebang ini; oeang tali den loeloeih ka bawah roemah — oeang tali saja loeloes kebawah roemah; kaloeloeihan, kaloeloeisan — keguegoeran; lah loeloeih mangko malantai — ki.: setelah mendapat tjelaka baroe ingat; saloeloeih — seiboe; ba' maoelangi sandoee' loeloeih — ki.: kerap kali datang keroemah orang lain meminta barangnja; loeloeih inda' basalam — ki.: hal orang jang mendapat sengsara, tiada dipedoelikan sanak saudaranja atau ninie' mama'nja. LOELOEHI II — diperkenankan; paramintaan den inda' baloeloeihkan — permintaan saja tiada diperkenankan. LOELOEIH III, maloeloeih — menanggalkan; maloeloeih badjoe — menanggalkan badjoe; hal penghoeloe jang minta berhenti djadi ninie' mama'; kain sapaloeloeihan — selengkap pakaian. LOELOI', loeloet; maloeloei` — meloeloet; maloeloei'kan — meloeloetkan; dama loeloei` — isi keminting masak ditoemboek haloes², ditjampoer dengan kapoek, laloe diloeloetkan (dibaloetkan) kepada bilah bamboe mersik, goenanja dipasang akan djadi pelita. |
</noinclude>
|
LOEMA(R) — loemoer; baloema — berloemoer; maloema — meloemoer; maloema djo kapoee — melaboer dengan kapoer. LOEMAI — nama kajoe, baik diboeat papan; loemai batoe — toemboehan, boeahnja ketjil seperti boeah teroeng. LOEMBO-LOEMBO — loemba-loemba. LOEMBOEENG — loemboeng; padi saloemboeeng dimakan oerang banja` — ki.: penghiboeran kepada isteri dari seorang soeami jang beristeri doea tiga. LOEME' — loemat, haloes; maloeme'kan — memperloematkan. LOEMIH — lahap, teroetama makan laoek-paoek. LOEMOEIH — loemoes; loemoeih kain den de' koeah — kainkoe loemoes oleh koeah; loemoeih awa' den dioetang — saja banjak beroetang; toengkoei' loemoeih — mendapat kesoesahan jang amat sangat. LOEMOEI' — loemoet; padi loemoei` — sebangsa padi. LOEMPAI I — bagian dalam peroet kerbau atau lemboe; ba' tjando loempai anjoei` — ki.: sangat djelik lagi poetjat. LOEMPAI II — seb. ikan, roepanja seperti beloet, tapi boentoetnja tidak roentjing. LOEMPANG, lih. oempang, perb. d. roempang. LOEMPOEE(R) — loempoer. LOEMPOEEH — loempoeh; maloempoeeh — menjebabkan (mendjadikan) loempoeh; nan loempoeeh pangadjoei' ajam atau paoenji roemah — pepatah ini menjatakan bahwa orang jang loempoeh sekalipoen ada djoega goenanja, jaïtoe mengoesir ajam jang naik kedalam roemah atau ajam jang hendak memakan padi jang didjemoerkan dan boleh djoega goenanja akan penoenggoe roemah. LOENA' — loenak, lemboet; maloena'kan — meloenakkan, melemboetkan; maloena'i — memboedjoek; taloena' atinjo na' mambari — terboeka hatinja hendak memberi; nan loena' ango` — kebiasaan dikatakan tentang perempoean jang berkata dengan lemah lemboet; loena' disoedoe, kareh ditakie` — ki.: djalan melaloekan perintah, jang melawan dikerasi dengan memakai kekoeatan, jang tiada ingkar dapat dengan lemah-lemboet sadja. LOENAU — lanau. LOENDANG I — londang. LOENDANG II — nama sebangsa akar; djika ditakik keloear airnja jang diminoem djadi obat. LOENDI, londi — bangsa oelat, hidoep dalam tanah jang kemoedian mendjelma mendjadi koembang; oelat boelan. LOENGAP, loengo', longo'; maloengap — mentjakoep. LOENGGA(R) — longgar; maloenggai — melonggarkan; dape' kalonggaran — mendapat kelapangan, kesempatan atau keringanan; loengga pamboehoeeran — ki.: tiada tahoe menjimpan rahsia; sampi' laloe, loengga batoko` — ki.: ditempat jang koerang sawah ladangnja oentoek isi negeri, disitoe orangnja radjin bekerdja mentjari penghidoepan dengan geraknja sendiri, tetapi ditempat jang loeas |
tanahnja disitoe biasanja anak negeri wadjib disoeroeh bekerdja, perb. d. galoenggang. LOENGGANG, lih. galoenggang. LOENGGOEE' — longgok, padi jang dilonggokkan disawah akan diirik; maloenggoee'kan pitih — menjimpan oeang; taloenggoee` — tersimpan; taloenggoee' toelang ambo malie` — ki.: sangat kasihan (iba) saja melihat. LOENGO', lih. loengap. LOENJAH — loenjah; oerang lah baloenjah (batindjoe) — orang ramai berkelahi. LOENOEI' — ampas, tahi. LOENO', baloeno` — banjak lemak. LOENTJOEE(R) — loentjoer, gelongsor; angkoe kapalo nan loentjoee — engkoe kepala jang berhenti; basiloentjoee — menggelongsor dari tempat jang tinggi, kebiasaan doedoek diatas pohon pisang atau pelepah njioer; sarawa ang lah taloentjoee — tjelanamoe geloeloer; perb. loentjoee dengan lontjo(r), lintjie(r), lantja(r). LOENTJOEENG — kotong seperti montjong babi; dianta' aloe loentjoeeng — ki.: ditipoe atau dialahkan oleh orang bodoh. LOEPA', lopa` — tempat, bagian, toempoek; saloepa' sawah — sebidang sawah; loepa'-loepa' tambakau — kotak tempat tembakau. LOEPIH, lopih — nama sematjam penganan, jaïtoe beras poeloet diboengkoes dalam daoen jang bangoennja segi tiga, direboes laloe dimakan dengan njioer diparoet dan goela. LOEPO — loepa; maloepokan — meloepakan; paloepo — soeka loepa, loepa-loepaan; kaloepoan — terloepa; loepo-loepo inge` — tiada lagi ingat betoel, ingat sedikit; de' lamo, loepo; de' banja' ragoe — karena telah lama loepa, karena banjak ragoe; balam nan loepo didjare', djare' inda' loepo di balam, lih. balam. LOEPOEI' — loepoet; loepoei' dari tangan — lenjap (hilang) dari tangan; anak mati; loepoei' di (dari) mato — lenjap dari mata, tiada lagi kelihatan; hilang dimato, loepoei' diati — hilang dari mata, lenjap dari hati; dikiaskan kepada orang bersahabat ang telah berdjaoehan tempatnja, tiada lagi berkirim-kiriman soerat. LOERAH — loerah; tampa' loerah ta' babatoe, tampa' idjoee' ta' basaga — ki.: njata kepada orang, bahwa ta' ada sahabat atau kaoem jang akan memperlindoengkan seorang, oleh karena itoe ia dapat dipermain-mainkan orang; loerah djoeo nan ditoeroei' aie, boeki' djoeo nan diladjang paneh — ki.: oemp.: waktoe menjembahkan permintaan dalam djamoe (pidato) tentoe ditoedjoekan kepada penghoeloe; boeki' lah tinggi loerah lah dalam, lih. boeki`; diloerah moengko na' angin diboeki' moengko na' aie — ki.: tjita² jang datang, tiada lagi pada waktoenja oemp.: orang hendak beladjar menoelis dan memhatja waktoe ia telah ber'oemoer, pada hal dahoeloe ketika ia masih ketjil, tiada hendak bersekolah; baloerah dibalie' pandakian — beroedang dibalik batoe; diloerah aie nan gadang, diboeki' oerang nan anjoei` — ki.: orang jang tiada bersalah, jang kena hoekoem. |
</noinclude>
|
LOEROE, banang saloeroe — benang sedikit tjoekoep oentoek mendjahit kain jang robek. LOEROEEH — roentoeh, roboh, terban; goenoeeng atau boeki' loeroeeh — goenoeng atau boekit roentoeh; ari loeroeeh — hoedjan lebat; maloeroeeh ari — menjihir soepaja hari hoedjan; maloeroeeh paroei` — mentjahar; menggoegoerkan (memboeang) anak; paloeroeeh, piloeroeeh — pentjahar; kain maloeroeeh — kain loentoer; maloeroeehkan bareh — mentjoerahkan beras; ati taloeroeeh keh njo — amat sajang kepadanja; basigoenoeeng loeroeeh (Koto Toeo) — dikatakan tentang orang menjoekat padi oempamanja dengan bakoel atau kaleng, boekannja diparas, melainkan dibiarkan sampai penoeh betoel dan melembak. LOEROEIH — loeroes; oerang loeroeih — orang loeroes, orang benar; nan loeroeih sadjo — jang betoel (benar) sadja; saloeroeihnjo ambo nan datang — sepatoetnja saja jang datang; loeroeih soempitan — orang jang sebetoelnja loeroes; talampau loeroeih, koeroeih — djika terlaloe sabar, nistjaja selaloe dipermain-mainkan orang; toendjoee' loeroeih kalingkieng bakai` — ki.: hal orang jang pada lahirnja benar, tetapi pada batinnja sangat boesoek; badjalan loeroeih bakato bana — ki.: dalam sebarang pekerdjaan hendaklah benar jang akan dipakai. LOEROEI' — goegoer, loeroeh, loeroet; aboee'njo loeroei` — ramboetnja goegoer; maloeroei' djamboe — meloeroet djamboe; maloeroei' tjintjin di (dari) djari — menanggalkan sekalian tjintjin dari djari; loeroei' oerang mati — banjak orang mati. LOESEH (v.d.T.), maloeseh — mengoemal. LOESIN — loesin, dosin. LOESOEHI — loesoeh; saloesoeh — obat jang diminoem perempoean hamil soepaja moedah bersalin; kaloesoechan kain ko boeroee` — kain ini kalau telah loesoeh, amat djelik. LOETAH I, dipaloetah andjieng — dimakan andjing habis²; paloetahlah! (kasar) — makanlah ! maloetahi toeka` — mentjoetji pekoeng dengan air soeam. LOETA' (v.d.T.), maloeta' kain — menghabiskan kain karena tiada hemat. LOETJOEAN (dikota) — lotjoean. LOETJOEIH, latjoeih, lotjoh; maloetjoeih — pergi dengan diam²; saloetjoeih de'njo kapakan — sekedjap sadja ia pergi kepekan, telah kembali; loetjoeihkanlah sabanta ikan ko kapasa — bawalah dengan lekas ikan ini kepasar (akan didjoeal). LOETJOEI' — lenjap; ilang loetjoei` — hilang lenjap; maloetjoei'kan — melenjapkan; mentjelakakan; soedaga toe lah loetjoei' maroegi — saudagar itoe amat banjak meroegi; loetjoei' den! — tjelaka saja! LOETOE (v.d.T.) — gelemboeng, tiada rata; lih. sifoetoe, saloetoe, tjiloetoe, tjaloetoe. LOETOEENG, aloetoeeng (Agam) — loetoet; bakato-kato djo aloetoeeng — bertjakap dengan orang jang bodoh; basasi ka aloetoeeng — ki.: minta timbangan kepada orang jang bodoh. |
LOETOOEI', lih. loetoeeng; kamanakan dibawah loetoei` — hamba orang; maoendjamkan loetoei' nan doeo — berloetoet, berteloet. LOETO', maloeto` — memasoekkan makanan segenapnja kedalam moeloet; sakali loeto` — sekali tjakoep. LOGAM — logam. LOGAT — logat, seboetan, lafal; logat Pajokoemboeeh balain pado logat Agam — lafal Pajakoemboeh berlainan dengan lafal Agam. LOHONG — loebang, geronggong jang terdjadi, karena tanah terban atau tanah dikorek air; paroei' balohong — sangat lapar. LOJANG — lojang; kama kelo' lilin, kaken kelo' lojang, lih. lengko`. LOJO — loja; malojo — meloja. LOKA' — lekang; maloka', mangaloka` — melekang. LOKAN — lokan. LOKE' (Koerai) — kerak. LOKOH — hal barang jang bangoennja rendah dari seperdoea boelatan. LOLA' I — nama sematjam kerang; sagadang mato lola` — amat besar (tentangan mata orang). LOLA' II, talola` — lewat dari patoet; talola' banja' aden mambali — terlampau banjak saja membeli lebih dari bergoena; talola' den maago kain toe — terlaloe tinggi saja menawar kain itoe. LOLO I — nama toemboehan, daoennja oentoek atap. LOLO II; dagieng lolo — daging kerbau atau lemboe, tempatnja dikiri kanan toelang poenggoeng. LOLO III, (Boeo) — bodoh. LOLOH — longgar; badjoe ko loloh di den — badjoe ini longgar pada saja, perb. dengan galoenggang. LOLONG I, malolong — menelan dengan tiada dikoenjah lebih dahoeloe. LOLONG II, lolong-lolongi — mengeloeh dan mengerang, tetapi telor; takalolong — berkata tiada djelas, seperti orang jang makan goreng pisang panas atau orang jang berimpi djahat. LOMBA, malomba alang² — mengoeloer tali lajang²; djan dilomba sadjo mambari ana' pitih — djangan selaloe dan djangan terlaloe banjak memberi oeang kepada anak. LOMBAN — loemba; balomban — berloemba; balomban kependekan dari balombaan — berloembaan. LOMO', lih. tjilomo`. LOMPE' — lompat; kato talompe` — kata terdorong (telandjoer); palompe'an — tempat melompat; sapalompe'an — sepelompat; salompe' idoei' salompe' mati — ki.: hal orang jang sakit pajah atau hal perempoean jang soesah bersalin, entah akan hidoep, entah akan mati; sorong lompe'an — ki.: telandjoer dengan tiada disengadja; sapandai-pandai toepai malompe', sakali ka gawa djoeo — ki.: orang jang bidjaksana kadang² tersalah djoega; arimau talompe' de' balangnjo, gadjah tadorong de' gadiengnjo, lih. gadjah; apo nan malompe' lah bilalang, lih. bilalang. LOMPONG, lompong sagoe — lemping sagoe; ki.: penakoet. |
</noinclude>
|
LONDA, lih. lendo, londan. LONDAN — langgar; malondan — melanggar. LONDI, lih. loendi. LONDJA' — londjak; talondja' gadangnjo — deras besarnja; ati talondja` — bersoekatjita, karena beroentoeng; ba' londja' laboe dibanam — ki.: sombong, gadoek; pasa' malondja` — ki.: orang jang soeka dipoedji-poedji; aro' na' malondja' koepiah pasoee` — ki.: karena hendak hidoep dengan kemewahan, terdjoeal atau tergadai harta benda. LONDJONG, rondjong — londjong. LONDONG, dilondong aie — dihanjoetkan air; malondongkan — membinasakan, mentjelakakan; ampo' nan malondongkan soedaga toe — djoedi jang mentjelakakan saudagar itoe; londong den! — tjelaka saja !; pitih den lah londong — wang saja telah habis. LONEH, lih. lone`. LONE' (v.d.T.), loneh — sebangsa pengeretan pembawa padi poelang dari sawan. LONGKAH, malongkah — mendjangkah; malongkahi laki — ki.: hal isteri jang bermoekah; kalongkahan — hal soeami jang isterinja berboeat djahat dengan orang lain; perb. d. langkah. LONGKANG — langkau; longkangi — langkaui, lampaui; lih. dongkang. LONGKEH, lih. rongkeh. LONGO', lih. loengo`. LONJE' — hal boeah-boeahan tiada tentoe rasanja, hanja hambar sadja. LONJO', lih. longo`. LONSONG, talonsong — telandjoer, terdorong, terlebih; talonsong pitih den doeo roepiah keh njo — terlebih (terdorong) saja memberikan doea roepiah kepadanja; kato talonsong — kata telandjoer; galeh talonsong ka Tjina — perniagaan telah didjoeal kepada orang Tjina, ja'ni tiada dapat diminta kembali dengan dipoelangkan oeangnja, kiasan sesoeatoe perboeatan jang tiada dapat diperbaiki lagi. LONSORAN — barang jang telah dipakai orang teroetama pakaian; lih. lansoeeeran. LONTA(R) — lontar, lotar. LONTJE' I — lontjat; lih. dontje`. LONTJE' II — katak, karena binatang ini melontjat-lontjat; inda' koebangan nan ta' balontje` — ki.: tiap² negeri ada tjelanja, teroetama tentang perempoean jang tiada senonoh lakoenja. LONTJENG — lontjeng, lotjeng. LONTJO(R) — loentjoer; lih. loentjoee(r). LONTJONG — segenapnja, seboelatnja; tjie' roepiah lontjong — satoe roepiah betoel. LOPA', lih. loepa`. LOPIH, lih. loepih. LORO — oeloer, tentang tali lajang². LOROH I, maloroh — keloear tiada berhenti-henti tentangan air; soearonjo maloroh sadjo — soearanja besar dan tiada merdoe sedikit djoeapoen; perb. d. loeroeeh, galoroh. LOROH II, sarawanjo taloroh — tjelananja dengan tiba² terloentjoer; lih. roroh. LORONG I — lorong; malorongkan — memberikan djalan, memboekakan; berbagai-bagai Toehan malorongkan rasaki oerang — ber- |
bagai-bagai Toehan memboekakan pintoe rezeki orang atas beberapa djalan. LORONG II — tentangan; lorong kapado badan ambo, soenggoeeh idoei' saroepo mati — tentangan kepada diri saja, soenggoeh hidoep seperti mati. LOSOH I, malosoh — boenji air hoedjan lebat jang toeroen dari saloeran atap. LOSOH II, malosoh — memakai dengan tiada dihematkan; malosoh sadjo kabaalah, tjoebolah mambali — memakai sadja tentoe moedah (tiap² orang maoe), tetapi membeli ...... tentoe soesah (tiada moedah); perb. dengan lasah. LOTA(R) — lotar, lontar; pilota — pegas. LOTENG — loteng; maloteng — mengenakan loteng. LOTJOH, malotjoh — berdjalan dengan tiada memberi tahoe; salotjoh de'njo kapakan — sebentar sadja berdjalan, ia telah sampai kepekan dan poelang kembali; perb. d. loetjoeih. LOTOH — tiada banjak memakai perhiasan, hanja sekadar jang perloe sadja. M. MA — mana; kama — kemana; inda' kama kapai — tiada dapat dibanding; djan kama-kama — djangan berdjalan-djalan (pergi-pergi) dari tempat jang ditentoekan; dima — dimana, bagaimana; dima ang latakkan? — dimana kamoe taroeh?; dima ka moengkin! — bagaimana boleh!; dima-dima — dimana-mana; matoh nan ang padjandjikan? — manatah jang kamoe djandjikan? MAADJISAT, madjisat — ma'djizat. MAAF, maap, maoeh, maoh — maap, ma'af; bari maaf — beri ma'af; bamaaf-maafan, bamaoh-maohan — berma'af-ma'afan; inda' maaf di den — tiada saja ma'afkan. MAALIGAI, mahaligai, maligai — mahligai. MAALOEN — ma'loem; itoe poelang maaloen kapado angkoe — itoe dipoelangkan kepada timbangan engkoe; mamaaloenkan, mamparamaaloenkan — mema'loemkan. MAANA — ma'na; balapa bamaana — ada lafalnja dan ada ma'nanja; oemp. pepatah ada artinja jang sebenarnja dan ada 'ibaratnja (kiasnja). MAANIKAM, manikam — manikam. MAAP, lih. maaf. MAARIPAT, maripat — ma'rifat; poetoeih maripat — sempoerna ma'rifat; poetoeih maripat de' njo — sempoerna timbangannja; kedjadian apa jang dikatakannja. MAASIAT — ma'siat; baboee' maasiat — berboeat ma'siat, teroetama tentang kesalahan laki-laki dengan perempoean. MABAU, simabau — n. seb. setan jang bengis; bangki' simabau — dirasoek hantoe; bangki' simabaunjo — datang marahnja jang amat sangat; simabau boengo (v.d.T.) — nama setan jang memasoekkan ratjoen atau bisa kedalam air. MABOEE' — maboek; mamaboee` — memaboek; maboee' laoei` — maboek laoet; dimaboee' darah — pening karena melihat darah |
</noinclude>
|
orang loeka; dimaboee' padoesi — gila perempoean; dimaboee' paroentoeengan — bersoesah hati karena nasib jang malang; dimaboee' baroee' barajoen — ki.: 'asjik melihat soeatoe hal dengan menghabiskan waktoe, atau 'asjik melihat perempoean bagoes jang tiada moengkin didapat. MADA(R) — ta' ada perasaan, tebal telinga, tebal djangat; basimada — dampit, tiada pedoelikan apa-apa, poera-poera tiada mendengar dipanggil. MADANG — medang, banjak matjamnja. MADANG GÈRI — nama soeatoe keris bertoeah. MADARASAH (koerang lazim) — madarsah. MADAT — madat; mamadat — mengisap madat; ki.: kesoekaan jang tiada dapat dihentikan; pamadat — pemadat; de' tjandoe madat manggilo — oleh karena dalam madat ada tjandoe, itoelah sebab ia mendatangkan berahi, maksoednja seorang sajang kepada orang lain karena oeangnja. MADIE(R) I — lih. mada(r). MADIE(R) II — n. seb. koembang; lih. mandie(r). MADINAH — Medinah. MADJA(L) — toempoel; pikiran madja — pikiran toempoel, tiada tjerdik. MADJAIE(L), mandjaie(l); tandie madjaie — orang jang memegang tjermin radja. MADJILIH — madjelis. MADJISAT — lih. maadjisat. MADJOE — madjoe; pakaradjaan madjoe — pekerdjaan madjoe; mamadjooekan ana` — bersoenggoeh-soenggoeh menjerahkan anak beladjar, soepaja pandai; kamadjooan nagari — kemadjoean negeri. MADJOINDO — maharadja indera; lih. indo. MADJOKAJ O — madjakaja, maharadja kaja. MADOE I — sakit peroet, boeang air besar; dianta' madoe — soempah, dimintakan soepaja sakit peroet membotjor (kedadak, tjirit). MADOE II (Padang) — madoe; madoe si Minah — madoe si Minah; bamadoe — bermadoe; di Dare' (Padang Hoeloe) madoe namanja sambajan. MADOEIH, paroei' tamadoeih — perasaan peroet sakit, karena angin tiada keloear. MAGANG — liat; tentangan daging jang beloem sempoerna masak; ana' ko magang — anak ini bengal. MAGARI', moegari', moenggari', manggari` — magrib. MAGE' — megat; mage' engga` — orang jang soeka berpakaian elok dan perdjalanan bagoes, tetapi tiada soeka bekerdja. MAH, iko mah!, nja' mah! — nilah !, nah !; nja' mah, den lah datang — ini, saja telah datang; lih. moeah. MAHA — maha; mahamoelie — mahamoelia; mahakoeaso — mahakoeasa; maharadjo, dipendekkan djadi madjo — maharadja. MAHA(L) — mahal, larang, soekar; dalam sapoeloech maha soerang nan loeroeih — dalam sepoeloeh mahal (soekar) seorang jang loeroes; moerah de' (di) nan lai, maha de' (di) nan inda` — ki.: bagi orang kaja moedah, bagi jang miskin soekar mengada- |
kan atau memboeat barang sesoeatoe; moerah dimoeloei', maha ditimbangan — ki.: moedah berboeat djandji, tetapi soesah akan menepati djandji itoe. MAHA(R) — mahar. MAHADI — mahdi; biasa djoega diseboet imam mahadi. MAHALIGAI, lih. maaligai. MAHAM — baham; mamaham tanah — membaham tanah; tatilantang samo taminoen diaie tatoengkoei' samo tamaham ditanah — ki.: semoepakat, sehidoep semati, roegi dan laba sama ditanggoeng. MAI — mari; mailah, beroebah lagi djadi „milah" — marilah. MAIE(R) — mahir; mamaiekan — membiasakan; aloen maie de' ambo badjalan malam dikampoeeng ko — saja beloem pandai (karena beloem biasa) berdjalan malam dikampoeng ini; djan dipamaie bana lai maadoe ajam — djangan lagi dibiasakan benar-benar menjaboeng ajam. MAIENG — baoe majat atau bangkai. MAI' — majat; ba' raso mai` — sangat dingin; ba' tjando mai` — amat koeroes dan poetjat. MAIN — main; bamain — bermain, mendjoedi; pamain — soeka main, pendjoedi; main mato — main mata; main tangan — bersilat, bermain pedang, mendekar; mainan — moekah; bamainan — bermoekah; pamainan — permainan (silat, sepak raga dsb.), soeka bermoekah (perboeatan); benda permainan (benda jang djadi permainan) diseboet pamenan, panenan; (ba)main api latoei', (ba)main aie basah — ki.: djika mengerdjakan pekerdjaan salah, tentoe akan menanggoeng hoekoemannja ('akibatnja); (ba)main bada, (ba)main poelo garoendang — 'ibarat orang miskin atau hina hendak meniroe pekerdjaan atau kelakoean orang kaja atau orang berbangsa; lie'kan ranggoeeng bamain! — lihatkan ranggoeng bermain, artinja lihatkan bagaimana kesoedahan permainan, persengketaan ini! MAIRAB — mihrab. MAJAN; inda' taoe dimajan — tiada tahoe melarat dan manfa'at, bodoh. MAJANG — majang; majang pinang — n. sem. koee; majang karambie — n. seb. padi (v.d.T.). MAJO I — semangat; inda' bamajo — tiada bersemangat; ilang majonjo — hilang semangatnja, karena terkedjoet. MAJO II, aloen majo-majonjo oerang mamboee' tansi saradadoe, ambo lah djadi toekang batoe djoeo — beloem lagi masa-masanja orang memboeat tangsi serdadoe, saja telah djadi toekang batoe djoega. MAKABOEE(L) — lih. moekaboee(l). MAKAH — Makkah, Mekah. MAKAI — amat toea tentangan bamboe dan kajoe dll.; makai bana kain ko — kain ini bagoes, baik benangnja dan tieloepnja. MAKALOEE', moekaloee` — machloek. MAKAMAT — mahkamat. MAKAN — makan; makan oeang soeroee` — makan soeap; makan banang, sebenarnja makan banang arang — bagoes; demikian djoega arti makan sikoe-sikoe; makan |
</noinclude>
|
bawang — ki.: marah; makan tali, makan koerawe', makan tanah — ki.: amat miskin; makan tangan — kena poekoel dengan tangan, digotjoh; makan bana', makan darah — ki.: banjak makan oentoeng; dimakan soempah — kena soempah; tamakan dikato — dikatakan, oempama tentang orang jang berkata, bahwa ia tiada akan poelang-poelang, tetapi dengan tiba-tiba ia poelang djoega; tamakan disadah — ki.: terbeli barang dengan harga jang amat mahal; tamakan di tji' barandang — termakan goena-goena; dikatakan djoega: tamakan dipaboeatan oerang, tamakan di nan bakete'-kete'; dimakan aka — diterima 'akal; dimakan kare` — kemakanan; dimakan aie — oemp. kaki, telap oleh air; dimakan paneh — tentang moeka jang kesat karena main atau bekerdja dipanas, atau hal kain jang beroebah warnanja kena panas; dimakan pakai — hal orang jang tjantik roepanja, bila ia mengenakan pakaian; pamakanan — penganan; makan-makan kabatang aie atau kasawah — pergi kebatang air atau kesawah beramai-ramai membawa nasi selengkapnja oentoek dimakan; itoe inda' makanan ambo — ki.: itoe tiada lajaknja bagi saja karena saja miskin; roendiengan toe tadjam makannjo — perkataan itoe tadjam; makanan anggang djan dimakan pipi` — ki.: pekerdjaan atau hidoep orang kaja djangan dikerdjakan orang ketjil; salah makan mamoetahkan — ki.: djika terlampau banjak berboeat salah, nistjaja akan kena hoekoem; koetiko ado djan dimakan, lah tida', moengko dimakan, artinja: ketika ada dapat mentjari rezeki lain, jang ada (jang tersimpan) djangan dimakan, dibelandjakan dsb., tetapi bila tidak lagi dapat, baroelah simpanan itoe dipergoenakan; makan ati baoelam djantjoeeng — ki.: terlaloe amat bersoesah hati; mambali ta' mamakan — oemp. hal orang jang mengganti keroegian orang jang berdjoeal piring mangkoek karena ada jang petjah terpidjak olehnja; saminoen samakan, salaoee' sanasi — ki.: bersahabat karib sehidoep semati; lai, samo dimakan, inda', samo ditahan — lih. jang diatas!; laie bapadjalanan, batin bamakanan — oemp. pada lahirnja kita memberi orang apa-apa atau memindjami dia oeang, pada batinnja soepaja kelak orang itoe menolong kita dalam kesoesahan. MAKAROEEH, lih. moekarooeeh. MAKASOEI', lih. moekasoei', masoei'l; nan dimakasoei', sampai, nan diama, patjah — niat dan nazar telah sampai. MAKAU — benang makau (benang Macao). MAKI (dalam tjeritera) — maki, biasa dikatakan amoen maki. MAKIN, mangkin, mikin, mingkin — makin, mangkin; makin (samakin) gadang makin (samakin) pandie — makin besar makin bodoh. MA' I — mamak laki-laki; di Padang: mamak laki-laki atau iboe, ma' angah — ma' tengah; ma' oentjoe, ma' atjie` — ma' boengsoe di Matoer: abang, kakak. |
MA' II, ama` — soepaja; ma' taoe diadat oerang — soepaja tahoe akan 'adat orang; pada kebanjakan negeri dikatakan na`. MA' III — seroepa, seperti; ma'antan, ma'antoen — seroepa itoe; ma'antankan, ma'antoenkan — beginikan, begitoekan; diimatkan bana pitih, ma' le ka kajo — dihematkan oeang, tetapi tiada djoega djadi kaja. MALAH I — bila, djika; malah ka mandi, ana' toe lah manangih — bila hendak mandi (dimandikan), anak itoe mesti menangis. MALAH II — asal; malah ka dipoelangkan barisoee', pakailah pitih ko daoeloe — asal akan dikembalikan esok pakailah oeang ini dahoeloe. MALAH III, kependekan marolah — maralah, marilah; malah kito pai! — marilah kita pergi! MALAI (tiada lazim) — malai; karamalai kependekan karang malai — karangan boenga, terboeat dari gaboes oentoek perhiasan kelamboe mempelai. MALAIKAT, malekat — malaekat; parang bamalaikat, saboeeng baboedjang djooearo — artinja perang dikoerasaï malaekat dan saboeng dikoeasaï boedjang djooeara (n. seb. dewa); mereka inilah jang menentoekan mana jang akan kalah dan mana jang akan menang; dalam perloembaan dan pendjoedian beloem dapat ditentoekan kesoedahannja. MALAJOE I — Melajoe; mamalajoekan — menterdjemahkan kedalam bahasa Melajoe, mendjawikan. MALAJOE II — nama soeatoe soekoe di Minangkabau; oerang Malajoe — orang soekoe Melajoe. MALAKAMO, moelakamo, boeah si malakamo — malakerma(?); ba' makan boeah si malakamo, dimakan bapa' mati, inda' dimakan iboe mati — ki.: serba salah, tiada dapat mengelakkan ketjelakaan. MALA' (v.d.T.) — penoendjoek moeka kitab, biasa diseboet lemala`, sebenarnja selembar kertas bergaris-garis tebal oentoek pengalas kertas jang tiada bergaris waktoe menoelis; simala` (Koto Toeo) — keminting jang petjak, koerang isinja, lawannja simoekoeeng, ja'ni keminting jang moengkoem; simala' samo simala', simoekoeeng samo simoekoeeng — artinja orang jang miskin sama-sama jang miskin dan jang kaja sama-sama jang kaja. MALAM — malam; samalam (Padang) — kemarin; mamalami — menoenggoei orang sakit atau anak jang bersoenat atau majat waktoe malam; mampamalamkan — menaroeh majat semalam diroemah, esok baroe dikoeboerkan; menahan seorang bermalam diroemah kita; menaroeh obat jang soedah sedia satoe malam, esok harinja baroe diminoem; kamalaman — kemalaman; samalam-malaman — semalam-malaman; tamalam — kemalaman; malam doeo poeloech toedjoeh sadjo ari de' den — ki.: tiada terang pada saja apa jang ditjeriterakannja atau jang dikatakannja (malam 27 artinja gelap); datang malam pai malam — tanda djahat, sebab datang waktoe malam dan pergi pada malam itoe djoega. |
</noinclude>
|
MALAN I, dimalan pinang — maboek (pening) sebab makan pinang; dimaboee' santo dimalan pinang — maboek karena mengoenjah tembakau dan pening sebab makan pinang; perkataan ini goenanja menjatakan bahwa seorang mengakoe telah berkata salah sebab ketika itoe ingatannja tiada terang atau tiada betoel. MALAN II, inda' malan — tiada djera. MALANG — malang; djari malang — djari malang, djari hantoe, djari mati; basimalang basimoedjoee — rambang, oentoeng-oentoengan; malang tjilako Radjo Genggang : toea' tabali toendjang ilang — goerindam jang maksoednja: malang jang amat malang; si Lebai Malang; malang ta' boelieh ditoela', moedjoee ta' boelieh diraieh, malang tibo diambo — oentoeng malang tiada boleh dielakkan, oentoeng baik tiada dapat diraih (semoeanja dengan takdir Allah) sekarang oentoeng malang jang menimpa diri saja. MALAPARI — n. seb. djin; ditampa(r) malapari — ditampar djin, ada orang jang lemah seloeroeh atau sebagian badannja; lih. sikoerapa` pada koerapa`. MALARAT, moelarat — melarat; injo sangat malarat — ia amat melarat; mamalarat — mendatangkan melarat, mentjelakakan; kamalaratan — melarat (nja); kamalaratan mambatjo sadjo ari, iolah raboen mato — melaratnja membatja waktoe sendja jaïtoe mata lekas raboen. MALATI (dikota) — melati. MALÈ I, kependekan dari malah lai — asal; male lai ka elo', boee'lah — asal baik rasanja, kerdjakanlah (boeatlah). MALÈ II — sedangkan; male itoe sadjo diminta', inda' boelieh doh — sedangkan tjoema itoe jang diminta, lagi tiada dapat. MALÈH I — malas, tiada soeka, tiada soedi; maleh den bamain-main djo njo — saja tiada soedi bermain-main dengan dia; kamalehan — kemalasan, kematian; ambo kamalehan tadi malam — saja kematian tadi malam. MALÈH II, lih. male II. MALÈH III, maleh goeno, lih. pada baleh. MALÈKAT, lih. malaikat; malekat maoei` — malakoe'lmaoeet. MALÈLO, basi malelo — wadja. MALÈRANG, balerang — belerang. MALI — n. seb. ikan (v.d.T.). MALI-MALI — seb. toemboehan; batoendjang kajoe aro, batoendjang poelo mali-mali — ki.: orang ketjil atau orang miskin, hendak hidoep seperti orang besar atau orang kaja. MALIENG — tjoeri; mamalieng — mentjoeri; malieng tjoeri — bermatjam-matjam tjoeri; oerang malieng — pentjoeri; malieng oembi — pentjoeri itoe terdapat diantara orang jang dalam roemah; kamaliengan — ketjoerian; loepo katinggalan, takalo' kamaliengan — orang jang peloepa, tentoe barangnja kadang-kadang hilang atau tertinggal dimana-mana dan orang jang lengah, ketjoerian; kiasannja djanganlah lengah atau teledor, melainkan hendaklah ingat-ingat betoel tentang harta benda atau pada sebarang pekerdjaan; malieng bapangiri', djarah bapa- |
nindjau — tiap-tiap maling mempoenjaï teman dalam satoe-satoe negeri jang akan menoendjoekkan mana orang jang beroeang dan bagaimana djalan mentjoerinja; demikian djoega djika hendak mendjarah tentoe bergoena penjoloeloh. MALIGAI, lih. maaligai. MALIN — malim; lah malin — telah pandai; ana' soerang minantoe malin — ki.: beroentoeng tentang anak perempoean; aloen lai, malin! — masakan!; boelan malin, lih. boelan. MALO — danoer, air bangkai. MALOE — maloe; mambari maloe — memberi maloe, mempermalooekan; dimaloei oerang — dimaloei (dikemaloei) orang; kamaloean — mendapat maloe, maloe, kemaloean; soepaja djangan keliroe antara maloe dengan kemaloean, kata jang kemoedian beroebah mendjadi kamiloean; saino samaloe — hal orang jang sesoekoe; maloe oerang — toenangan orang; soekoe ta' boelieh diandja', maloe ta' boelieh diagieh — ki.: orang jang sesoekoe sehina semaloe; maloe batanjo sase' didjalan — djanganlah maloe bertanja dan meminta adjaran, soepaja selamat dalam sebarang kerdja. MALOEE(R), boengo maloee — pohon boenga jang biasa ditanam diatas koeboer, sembodja. MALOEKOEI' — meloekoet, lemoekoet; maloekoei' anjoei` — sematjam ragi kain Boegis. MAMA(R) (v.d.T.) — pepat, poentat. MAMAH — mamah; mamah bia` — memamah seperti kerbau, lemboe dll.; kainnjo ba' tjando dimamah djawi — kainnja seperti dimamah lemboe. MAMAI — gabas, tiada selia, lawan mameh. MAMA' — mamak; abang, kakak (Matoer) injie' mama' (mama' njinjie') — penghoeloe-penghoeloe; inda' banjinjie' bamama` — tiada mempoenjaï injie' mama` jang akan mengadjar, djadi artinja tiada tahoe 'adat dan sopan; lah toeo pado kako, lah tjadie' pado mama` — ki.: tekeboer, telah mengakoe pandai tiada hendak bertanja atau bermoepakat dengan orang-orang lain. MAMAM, mam-mam (perkataan boedak ketjil) — makan. MAMANG I (v.d.T.) — maloe-maloean, takoet-takoetan. MAMANG II — pematah, perbahasa; ba' mamang oerang toeo: lita' takatja, mamang (aoeih) tarabo — ki.: karena daroerat atau takoet dengan tiada sengadja berboeat pekerdjaan jang salah. MAMBANG — mambang; bangsanja: simambang koenjieng, simambang idjau, simambang itam; ari mambang — langit koening, ketika matahari hendak terbenam; simambang — nama soeatoe lagoe Melajoe. MAMBOE, lih. simamboe. MAMÈH — bagoes, koeat, selia, artinja mempoenjaï sifat kepoedjian; roemah ko mameh boeatannjo — roemah ini bagoes dan koekoeh boeatannja; keringkasan maameh. MAMÈ', rame'-mame`, lih. pada rame`. MAMPÈ' (maampe`), dikatakan tentang orang, baik fi'il perangainja; tentang kain Boegis, |
</noinclude>
|
sama bagoes raginja boedjoer lintang; (djempol, kata orang Betawi). MAMPOEIH — mampoes. MANAH (arato manah) — manah; ameh manah — manah, harta benda; ameh manah toekoei' boeboeeng — harta benda, sawah ladang dan roemah tangga; parang manah, lih. parang. MANAI, aden lah dimanai — saja telah penjakitan. MANANG — menang; mamanangkan — memenangkan; kamanangan — kemenangan; mampamanangkan — berdiri kepada sebelah pihak orang jang berselisih; tongga' ko manang sakete' dari tongga' toe — tiang ini pandjang sedikit dari tiang itoe; oerang toe batanah manang — ki.: orang itoe koekoeh pendiriannja (dalam perkara); alah mambali manang mamakai — biar mahal membeli, asal lama dapat memakai; lambe' lago le kamanang — ki.: biar lambat asal selamat; manang inda' ka manarimo, alah inda' ka mambaie — nasihat ini dikatakan kepada orang jang berbantah, soepaja dapat diperdamaikan dengan moedah, maksoednja: berbantah ini tidak ada faedahnja. MANANGAI — salah roepa, tiada patoet, soembang. MANANGKALO — manakala. MANAPIE' — moenafik. MANAU — manau; oela manau — sebangsa oelar besar. MANDA' I — djantoeng pisang jang baroe tersemboel dari batangnja. MANDA' II, inda' manda` — tiada djera. MANDÈ, mandeh — ma`, iboe; mande roebiah — perempoean saleh, isteri goeroe agama; mande roebiah (dalam tjerita) — inang pengasoeh jang toea. MANDÈH, lih. mande. MANDÈRA — bendera. MANDI — mandi; mandi koeba(r) — mandi majat ketika baroe mati; mandi soedah — mandi penghabisan, ketika majat akan dikafani; mandi djoenoel` — mandi sesoedah bersetoeboeh; mambao toeroen mandi — oepatjara (chandoeri) waktoe moela-moela memandikan boedak; mandi de' pitih — banjak mendapat oeang, banjak beroentoeng; kapalang mandi — djangan alang kepalang (kebiasaan tentang pekerdjaan jang baik); aie mandi — ki.: pekerdjaan jang biasa dikerdjakan; manjaboeeng toe lah aie mandi den — menjaboeng itoe memang pekerdjaan saja jang biasa; tio' mandi tio' bakoesooee` — 'ibarat orang jang masoek Pasar Derma: tiap-tiap masoek kedalam satoe tempat permainan, haroes membajar (oeang masoek); saoee' aie mandikan diri — ki.: bekerdja sendiri dengan tiada mengharapkan pertolongan orang. MANDIANG, maniang — marhoem, lih. iang I; mandiang (mandiangko) apa' ambo — bapa saja marhoem. MANDJAIE(L), lih. madjaie. MANDIE(R), madie(r), landie(r) — sebangsa koembang. MANDILAWAN, mandirawan — seb. pohon kajoe. |
MANDIRAWAN, lih. mandilawan. MANDJIDA(R), manjida(r) — aoes; mandjida tapa' de' badjalan — aoes telapak sebah berdjalan; menjatakan bahwa banjak berdjalan. MANDJO — mandja; tamandjo — termandja; bamandjokan — dipermandjakan; mamandjokan — mempermandjakan; ana' mandjo baroleng — anak dipermandjakan dengan perkataan, tetapi makan dan pakaiannja ta' sempoerna; lih. andjo I. MANDOOEE(L) — mandoel. MANDOOEE(R) — mandoer; djadi mandoee angin — perlintih. MANDOEENG — n. sebangsa pohon. MANÈ' (Matoer) — tetap tentang djandji; mane' kain toe — kain itoe bagoes tiada tjelanja. MANGAT — ternama karena djahat, boesoek nama. MANGGA — bangsa mempelam. MANGGA(R) — manggar; bakoedo-koedo mangga — ki.: djatoeh dari tempat jang tinggi. MANGGARI (v.d.T.) — sebangsa pohon damar. MANGGARI', lih. magari`. MANGGIH — manggis; manggih oetan — manggis hoetan. MANGGOEN — nama ikan (v.d.T.). MANGINDO — pelangi, benang radja; indo indera; mangindo — menjeroepaï indera karena bagoesnja. MANGIRAP, lih. mairab; labah mangirap — lebah terbang sekawan; pisau den lah mangirap — pisau saja telah hilang. MANGKA(L) mengkal; ati mangka — marah, sakit hati. MANGKIENG (Pariaman) — amat bagoes; kain ko mangkieng — kain ini aînat bagoes. MANGKIN, lih. makin, mikin, mingkin. MANGKIRAI — nama pohon. MANGKO, moengko — maka, sebab; tadoeeh ari mangko badjalan — tedoeh hari maka berdjalan; mangko injo saki' kapalo, sabab baoedjan-oedjan — maka (sebab) ia sakit kepala, karena berhoedjan-hoedjan; mangko injo manangih, sabab digadoeeh kaka'njo — sebab ia menangis, karena diganggoe kakaknja. MANGKOEDOE, mingkoedoe, bingkoedoe — bengkoedoe, mengkoedoe. MANGKOEEH — gadoek, tjongkak, bengah, lih. angkoeeh. MANGKOEE' — mangkoek; koee mangkoee` — koee jang dimasak dalam mangkoek ketjil. MANGKOEIH — moedjarrah, makboel; oebe' ko mangkoeih — obat ini moedjarrab; inda' mangkoeih paraminta'annjo — tiada makboel permintaannja. MANGKOETO — makota, mahkota; didjoedjoeeng bagai mangkoeto (dalam pedato tjeritera) — dimoeliakan; mangkoeto alam — radja 'alam. MANI — mani; lih. kamah. MANIANG, lih. mandiang. MANIE', manjie` — manik; atoee manie` — sekali-sekali, berantara; sambajang atoee ma- |
</noinclude>
|
nie' (manjie') — kadang-kadang sembahjang, kadang-kadang tidak; tiada teroes sembahjang pada waktoenja; ba' manie' poetoeih talinjo — kiasan: air mata jang bertjoetjoeran. MANIH, manjih — manis; ana' ko manih lakoenjo (roeponjo) — anak ini manis lakoenja (roepanja); manisan labah — madoe; manisan teboe dinamai tanggoeli; pamanih — pemanis, permanis; manih moeloei` — manis moeloet; manih moeloei' djan pitjajo — manis moeloet djangan pertjaja; samboengannja: lapeh dari tangan djan diaro`; lih. lapeh; pitih manih — oeang itoe disoekaï tiap-tiap orang; mati samoei' karano manisan — mati semoet karena manisan; elo' bapai'-pai' daoeloe, na' njo manih kamoedian — ki.: tentang apa-apa roendingan baiklah diseboet bertoeroes-terang sekalian jang terasa dalam hati, baik elok atau boeroek, soepaja achirnja djangan mendjadi hal jang koerang baik; lama' manih djan diloeloee, pai' djan dimoetahkan — ki.: soeatoe roendingan djika baik sekalipoen, djangan diterima sekali dan djika koerang baik, djangan teroes ditolak, melainkan hendaklah dipikirkan dalam-dalam dahoeloe dan ditimbang baik-baik. MANIKAM, lih. maanikam. MANJIDA(R), lih. mandjida(r). MANJIE', lih. manie`. MANJIH, lih. manih; (Soeliki) air goela teboe, biasa diseboe tanggoeli. MANO — mana, hai!; mano ang Boedjang Salamat! — hai Boedjang Salamat!; mano nan elo' kito pakai — mana jang baik kita pakai (kita t(oeroet); ba' mano — bagaimana; mano awa ka kapakan, mano ana' manangih poelo — menjatakan soesah hati: saja hendak pergi kepasar (karena hari telah tinggi) dan anak menangis poela. MANOEENG — menoeng; tamanoeeng — termenoeng, termangoe-mangoe; itoe inda' dape' dimanoeengkan — sebab hal itoe djangnlah bersoesah hati; tjoebo manoeengkan! — tjoba pikirkan! MANOEIH (dalam dongeng) — manoesia; baoen manoeih — baoe manoesia. MANOESIE — manoesia; inda' manoesie nan maleh (mambaleh) goeno — djarang manoesia jang membalas goena; manoesie basipat kilaf — manoesia bersifat chilaf. MANSAI, masai — sebangsa ikan laoet. MANSI I — taroem, pentjeloep kain soepaja hitam; oenggeh mansi — tjemperling, karena boeloenja hitam; (ikan) mansi — goerita. MANSI II, kependekan dari mansiang — kertjoet; mansiang dipendekkan djadi mansi, demikian djoega piliang mendjadi pili, binoeang mendjadi binoe d.l.l., diboeang soekoe ang soepaja djangan mengenaï orang tempat berkata, karena ang artinja kamoe. MANSIANG — sebangsa kertjoet; perb. d. mansi. MANSIOE — mesioe, obat bedil; garam mansioe — sendawa; maminta' mansioe dipaparangan — ki.: memindjam atau meminta oeang dalam perdjalanan, tentoe soesah dapat. MANSIRO — seb. pohon. |
MANTAGI — dahi. MANTANG, samantang, soemantang, koemantang — sementang, soenggoehpoen, meskipoen; samantang injo kajo, aden aloen panah maminta' keh njo — meskipoen ia kaja, beloem pernah saja meminta (oeang dll.) kepadanja. MANTARI I, kependekan matoari — matahari; boelan naie' mantari naie` — ki.: oemp. bapanja naik pangkat dan mamaknja beroentoeng berniaga; sabalah mantari idoei` — timoer; sabalah mantari mati — barat. MANTARI II — menteri. MANTARO, sataro, taro — sementara. MANTÈGA (dikota) — mentega; boeah mantega, lih. pokat. MANTÈH, lih. pamanteh. MANTÈN — mantel (Holl.); perb. d. ban. MANTI — oetoesan, pendjolok kata; manti pareso — orang jang memeriksa, menjelidiki; dilapeh manti — disoeroeh seorang jang akan mendjolok kata. MANTIE' I — tjermat; mantie' bakaradjo — hemat bekerdja; mantie' dipakaian — apik tentang pakaian. MANTIE' II — nama kitab oentoek mentafsirkan Koerän. MANTIKO, moentiko — mestika; moentiko tjiri` — orang jang dibentji orang banjak; bamoentiko — kebentjian orang; mantiko oela — kemala oelar. MANTILAU, bantilau, gantiengalau — nama seb. boeroeng. MANTJA' — pentjak; mamantja` — mementjak; pandjang mantja', pandai mamantja` — poetar balik; mantja' rang Kalieng — djatoeh toenggang langgang; mantja' kengkong — poetar balik. MANTJI' — tikoes; padja sagadang mantji' na' malawan — boedak sebesar tikoes (amat ketjil) hendak melawan orang besar; ba' mantji' kaloea dari sambang — seperti tikoes jang keloear dari dalam taboeng berisi air, artinja basah koejoep; mantji' sikoee panggado saratoeih — tikoes seekor gada banjak, tentoe pajah atau mati kena poekoel; demikianlah dikiaskan: hal satoe orang jang berlawan dengan beberapa orang, tentoe pajah; bantji dimantji', rangkiang disoenoe — karena bentji kepada tikoes, loemboenglah jang ditoenoe (dibakar); oemp. karena mamak bentji atau marah kepada kemanakan, didjoeal sawah ladangnja oleh mamak itoe; malah nan ka djadi mantji', kete'-kete' lah boele' ikooeenjo — ki.: jang akan mendjadi orang baik-baik (berpangkat) ketika masih ketjil telah ada tanda-tandanija. MANTJOEE(R), lih. pantjoee(r); aie mantjoee sebenarnja aie mamantjoee — djeram. MANTJOEENG (dikota) — mantjoeng. MANTO — mantera; mamantokan — mementeraï; mamantokan oebe` — mementeraï obat. MANTOEE(R) (Koto Toeo) — toepai. MANTOEE' (v.d.T.) — bentoek. MANTOEENG, simantoeeng — n. pohon, warna kedoea belah daoennja berlainan; (ba') daoen simantoeeng — ki.: hal orang jang tiada tetap pendiriannja atau pikirannja, poetar balik. |
MANTOEIH
151
MASO
</noinclude>
|
MANTOEIH — orang bodoh, orang pandir. MANTOEO, mintoeo — mentoea. MAO, maolah, lih. maro. MAOE, balam maoe — balam jang soeka berboenji (mendekoet): andjieng maoe — andjing jang telah pandai berboeroe; bakamaoean — binatang jang sama-sama berani maoe berlaga, dikatakan djoega tentang boedak-boedak; maidoei'i andjieng ta' maoe — ki.: memberi makan dan pakaian kepada orang jang tiada soeka atau tiada lagi koeat bekerdja. MAOEENG — maoeeng; maoeeng atinjo — marah dalam hati; lih. simaoeeng. MAOEH, lih. maaf. MAOEI' — maoeet; ampie maoei` — hampir mati. MAOELOEI' — mauloed; boelan Maoeloei` — Rabi'oe'läwal. MAOEMIN — moe'min; oerang maoeemin — moe'min. MAOH, lih. maoeh, maap, maaf. MARADEKO — merdeka, merdeheka; maradekokan boeda` — memerdekakan boedak. MARADESO — pemilih tentang makanan atau sedikit makan: maradeso diparoei' kanang, moedjilih ditapi aie — orang memilih makanan atau sedikit makan bila ia kenjang dan orang medjelis bila tinggal dekat air, tetapi djika peroet lapar, dengan koerang laoek paoek, makan banjak dan enak. MARADJAN — merdjan. MARAH I, oemarah, amarah — marah. MARAH II — merah: gelar bangsawan dinegeri Padang; marah engga` — orang jang soeka berpakaian bagoes, tetapi tiada soeka bekerdja. MARAI, soemarai — hantjoer loeloeh tentang piring mangkoek. MARA', mera` — merak. MARAMBOEENG — nama pohon. MARANSI — merangsi. MARANTI, marantieh — meranti. MARANTIEH, lih. maranti. MARAPALAM, marapolam, palam — mempelam. MARAPOEJAN — nama beloekar. MARAPOELAI — mempelai laki-laki. MARAPOLAM, lih. marapalam. MARARASI, lih. lareh. MARATABAT I — martabat. MARATABAT II — beradab, betertib; ana' ko sangat maratabat kapado oerang toeonjo — anak ini sangat beradab kepada orang toeanja. MARAWA(L) — toenggoel, pandji-pandji; kito dipangka marawa, injo dioedjoeeng marawa — ki.: tanggoengan kita lebih berat dari tanggoengannja. MARAWAN — merawan. MAREH (Koerai, Solok) — marah; kanai mareh — dapat marah, dimarahi; mamarehi — memarahi, memberangi. MAREKAN — meríkan: kain marekan — belatjoe. MAREWAN — n. toemboehan. MARI I, mai — mari: kamari — kemari; tangkoemari — kesana kemari; marilah beroebah djadi mailah, milah; milah kito kasawah — |
marilah kita kesawah; amoeh mari, angga' lari — djika soeka marilah, kalau tidak pergilah!; dikiaskan kepada orang bermoepakat, siapa setoedjoe hendaklah serta, siapa jang tidak soeka ta' oesah tjampoer (kasar). MARI II — kependekan mambari; mariangi`, lih. angi`. MARIAM — meriam. MARIAU — sebangsa bamboe. MARIEH — merih; mangabe' marieh — menggantoeng diri; ki.: menjoesahkan diri, oemp. karena mendjamin orang beroetang. MARIPAT — lih. maaripat. MARO I — ketjelakaan; bamaro — mendapat tjelaka; maro inggo` — ketjelakaan jang datang dengan tiada disangka-sangka; maro laloe dibao singgah — ki.: oemp. memberi menoempang orang bermalam diroemah sendiri dengan tiada diketahoei, bahwa ia perisau jang sedang ditjari polisi; tjamieh bamaro — hampir dapat tjelaka atau marabahaja; banja' maronjo kalau kito basobat djo njo — banjak kesoesahan jang akan ditanggoeng, djika kita bersahabat dengan dia. MARO II — mara, madjoe; marolah beroebah mendjadi maolah atau molah, malah — marilah, ajoeh!; molah kito pai! — marilah (ajoeh) kita pergi! MAROEIH — dikatakan tentang orang jang loeka oleh sendjata, pada hal ia mengadjarkan 'ilmoe tiada telap oleh besi. MAROENGGAI — meroenggai. MASA(R), padang masa — padang mahsjar. MASAALAH — masaälah. MASAI — lih. mansai. MASA' — masak; masa' adja — tjoekoep adjarnja; masa' tangan — kerap kali dipoekoel dengan tangan, digotjoh; masa' sapara` — lih. para`; roendiengan lah masa` — bitjara telah poetoes; pamasa` — rempah; pantangan oerang diagieh nan masa` — ki.: karib atau sahabat teroetama penghoeloe kita, tiada soeka bila kita minta ia datang menghadiri perkawinan saudara kita, djika mereka itoe lebih dahoeloe tiada dibawa tjampoer bermoepakat mentjari djodoh; karena menoeroet 'adat apa-apa jang dikerdjakan hendaklah dimoepakati bersama-sama. MASAM — masam. MASIE' — mersik; inda' mamasie'kan djamoe — ki.: kepandaian tiada mentjoekoepi, pertolongan tiada memadai; malah nan ta' ka masie', bago kalangi' mandjamoee — ki.: kemana sekalipoen mentjari rezeki, kalau tiada nasib, tentoe tiada djoega mendapat. MASIKI, moesiki, misiki — meski. MASIKIN, lih. misikin. MASIN — masin; masin lidahnjo — permintaannja berlakoe, perkataannja ditoeroet-orang; kamasinan — hal orang jang makan sirih, letjoer lidahnja karena banjak amat kapoernja; diam dibanda ta' maniroe, diam dilaoei' masin tida` — ki.: dikatakan tentang orang jang telah lama bertjampoer dengan orang jang pandai dan telah banjak melihat-lihat negeri orang, tetapi masih bodoh dan kekok dsb. MASO — masa, tatkala, waktoe; lah lamo masonjo — telah lama masanja; maso bareh |
</noinclude>
|
maha — tatkala (waktoe) beras mahal; maso daoeioe — waktoe dahoeloe; samaso — waktoe, tatkala. MASOEE' — masoek; matoari lah masoee` — matahari telah terbenam; masoee'kan kaati — pegangkan betoel-betoel tentang nasihat; djan dibao masoee' ati — djangan dipedoelikan (tentang perkataan orang); masoee' isilam — masoek Islam; kamasoee'kan ibilih — dirasoek hantoe; mamasoee'i — mentjampoeri, oemp. permoepakatan; mamasoee'kan soere` — mengirim soerat; mamasoee'kan dawa — mendatangkan da'wa (pengadoean), menda'wa; masoee' katalingo nan soeo', kaloea katalingo nan kida — ki.: tiada dipegang tentang pengadjaran atau nasihat; masoee' ampe' kaloea limo — ki.: lebih banjak belandja dari penghasilan; masoee' ta' gano', kaloea ta' gandjie — ki.: hal orang jang tiada berarti; masoee'njo sagadang loebang pandjai', kaloea sagadang loebang taboeeh — ki.: lebih besar belandja dari pendapatan, lih. masoee' ampe' kaloea limo; masoee' kandang kambieng, mambebe', masoee' kandang kabau, mangoee` — ki.: dimana kita tinggal, hendaklah kita toeroet 'adat dan lembaga ditempat itoe. MASOEI', lih. makasoei', moekasoei` — maksoed; masoei' ati mamaloee' goenoeeng, apo dajo tangan ta' sampai — ki.: maksoed jang baik tiada dapat disampaikan karena tiada koeasa artinja tiada beroeang. MATAH — mentah; nasi matah — nasi tiada baik masaknja; oerang toe matah lai — orang itoe masih moeda; moedo matah — amat moeda (tentangan orang); matah kadji — roendingan tiada mendjadi; masa' malam, matah siang — hal roendingan jang telah ditetapkan, tetapi antara tiada berapa lama kemoedian, beroebah sekali. MATAN I — mata kajoe; basoeo badji djo matan, lih. badji I. MATAN II, matan-matannjo daoeioe kadji — hoeroef-hoeroefnja batja (peladjari) lebih dahoeloe; matan kependekan dari mataan. MATAN III — tetap; roendiengan toe aloen matan lai — roendingan itoe beloem lagi tetap; inda' nan matan dë' njo — segala perkara diabaikannja. MATI — mati; mati tarameh — mati dengan tiba-tiba; djam toe mati — djam itoe tiada lagi berdjalan; goendoe mati — dikatakan tentang djoedi amboeng doeit, kedoea gambar singa telangkoep, tandanja jang mengamboeng kalah; tjat roemah toe mati — tjat roemah itoe tiada berkilat; mati atinjo baradja — tiada deras adjarnja; gadji ang matikan aga' tigo roepiah saboelan — dari gadjimoe simpan tiga roepiah dalam saboelan; angin mati — angin tiada bertioep lagi; kamatian angin — kepoetoesan angin; saidoei' samati — sehidoep semati, sama-sama hidoep sama-sama poela mati, amat setia tentang bersahabat atau laki isteri; mati inda' manjasa, loeko inda' manjioee` — ki.: tiada menjesal pada mengerdjakan soeatoe pekerdjaan, djika bertemoe hal jang koerang baik; mati arimau tingga balangnjo, mati gadjah tingga gadiengnjo, mati anau tingga |
dioetan — ki.: orang pandai-pandai mati ada meninggalkan djasa, tetapi djika orang kebanjakan mati, namanja tiada lagi diseboet-seboet orang; parmoepakatan toe mati poetjoee` — ki.: permoepakatan itoe tiada lama berdiri (hidoepnja); mati samoen' karano manisan, lih. manih. MATJAM — matjam; mampamatjamkan — memboeat sesoeatoe atas beberapa matjam, memperboeat sekehendak hati atas seorang, mempermainkan; matjam, di Soeliki dan Galo Gandang artinja masam; di Galo Gandang (Tanah Datar), Panjakalan (Solok) d.l.l. hoeroef s pada awal soekoe kata beroebah mendjadi tj dan kebalikannja, masam mendjadi matjam, koetjieng mendjadi koesieng dsb. MATJO — ikan ketjil-ketjil, oemp. ikan teri; ko' pandai manggoelai, matjo djadi tanggiri — ki.: djika pandai mengatoerkan perkakas roemah, walaupoen jang sederhana sadja, manis djoega roepanja; demikian djoega tentang memakai. MATO — mata; mato aie — mata air; mato kaie — kail; mato pandjai` — oedjoeng djaroem; matoari — matahari; mato kajoe — mata kajoe; mato dadoe — mata dadoe; mato ati — tempat datang pikiran; mato soere` — toelisan; mato bisoee — tempat bisoel meletoes; mato pantjarian — djalan jang mendatangkan hasil (oeang); mato-mato — mata-mata; mamato-matoi — mengawasi; paramato — permata; poetieh mato — memandang soeatoe hal dengan bersoesah hati; poetieh samato — poetih segenapnja; mandjoe mato — tiada melihat djalan, melainkan menoleh kekiri kekanan ketika berdjalan; djare' samato boendo kandoeeng — anak seorang jang amat disajangi; karateh den mati samato — mata kertas hendaknja 21, mata kertas saja 22. MAWEH — mawas, majas; ba' tjando maweh — amat djelik (tentang orang); ana' maweh — anak binatang. MEANG (Tanah Datar) — kamoe laki-laki. MEDAN — medan; medan paparangan — medan peperangan; pamedanan — tempat bersoeka-soeka dalam negeri, oemp. roemah bola dikota; bamedan — beramai-ramai ditengah medan; dipamedankan — diarak kemedan, oemp. mempelai dan didoedoekkan kedoeanja disitoe dengan boenji-boenjian dan pentjak serta tari. MEDIA — medja. MEDIAN — nesan, nisan. MEGE, lih. bigau II. MEGO, lih. menggo II. MEKAU, mengkau, kau (Agam) — kamoe (perempoean) lawannja meang. MENDO, mamendo — dikatakan tentang perempoean jang berboeat-boeat perdjalanan dan sebagainja, soepaja manis dipandang orang; pamendo — hal perempoean jang soeka berlakoe demikian. MENE', kene` — ketjil; karene'-mene` — ketjil²-mengetjil. MENGGO I, benggo(1) — benggol. MENGGO II — mega; bamenggo-menggo — tentang tjat, oekiran seperti mega atau awan. |
MENGKAN
153
MOEARO
</noinclude>
|
MENGKAU, lih. mekau. MENGKE', sebenarnja maengke'; tamengke' sebetoelnja taengke` — tjongkak, bengah; perb. engke` dengan angke`. MENONG, gadjah menong, lih. gadjah. MERAH — merah; merah djamboe — merah moeda. MERAI, lih. marai. MERA', lih. mara`. MERANG, lih. berang. MERENG, kependekan maereng — miring. MIANG — miang; katjang miang — sebangsa katjang, boeahnja bermiang dan menggatal; pengasoet; pala'-pala' miang — panas-panas badan seperti kena miang; abih miang dë' bagisie — ki.: alah bisa karena biasa (teroetama terhadap kepada pergaoelan laki-laki dengan perempoean jang leloeasa, boleh mendatangkan hal jang koerang baik). MIDIE' — amat tjerdik; sidie'-midie` — keras siasat dengan tjerdiknja. MIKAIE — Mikail. MIKIN I, lih. masikin, misikin, moesikin. MIKIN II, lih. makin. MILAH, mailah, lih. mai, mari. MILIE' — milik; mamilie'ki, mamilie'i — memiliki; ha' milie` — hak milik; ha' bamilie' arato banan poenjo — tiap-tiap barang ada jang empoenja, tiada boleh sebarang orang berkoeasa atasnja. MILOE, kamiloean, lih. p. maloe. MIMBA(R), bimba(r) — mimbar. MIMI' I — sepit, tjoenam. MIMI' II, oeang mimi` — oeang ketip. MIMPI — mimpi; bamimpi — bermimpi. MINANG, Minangkabau — Menangkabau. MINANTOE, lih. binantoe; baminantoe — mengawinkan anak; latjoei' ana' sindie minantoe — ki.: dalam hal timboel perbantahan anak dengan menantoe, djanganlah anak dilebihkan dari menantoe; pandang ana' pandang minantoe — ki.: mentjari menantoe hendaklah jang sepadan dengan anak. MINARO, mindaro, bindaro — menara. MINATANG, lih. binatang. MINDARO, lih. minaro. MINDJOH (Koto Toeo) — tjoba; mindjoh ditjalie'! — tjoba dilihat! MINDOERO — Madoera; oerang Mindoero — orang Madoera. MINGKAROEENG, bingkaroeeng — bengkaroeeng; takoei' dioela, takadjoei' dimingkaroeeng — ki.: boekannja takoet kepada si Amin oempamanja, melainkan terpandang kepada kakaknja jang baik boedi atau jang berpangkat. MINGKIN, lih. makin. MINGKOEDOE, mangkoedoe, bingkoedoe — bengkoedoe, mengkoedoe. MINI' I — menit. MINI' II, oeang mini` — oeang ketip, lih. mimi' II. MINJA' — minjak; maminja'i — meminjaki; minja' manih — minjak njioer; tji' minja` — tahi minjak njioer jang baroe dimasak; banja' tji' minja` — ki.: bertingkah, banjak tingkah; ba' katitie' minja' kain ko — ki.: kain ini bagoes berkilat-kilat tjelcepnja; mamasoee'kan minja' tanah — ki.: mengasoet; |
pandai baminja' aie — ki.: pandai memoedji-moedji, tetapi dimoeloet sadja, tiada sebetoelnja datang dari hati; litjin dë' minja' baminto, rantja' dë' kain basalang — ki.: bersolek dengan harta dan pakaian orang; minja' abih, samba ta lama` — ki.: oeang habis pemboeat soeatoe barang, tetapi barang itoe tiada baik; tatjampoeng kaminja` — ki.: oemp. beristerikan orang kaja. MINO (IV Koto) — djika, bila; mino awa' boeroee' lakoe, samonjo oerang djadjo` — djika lakoe kita ta' baik, semoeanja orang bentji. MINOEN — minoem; minoeman — minoeman; paminoen — djoeadah, diseboet djoega: paminoen kopi atau paminoen kawa; saminoen samakan — ki.: bersahabat karib; maminoenkan — meminoemkan, memberi minoem; sambie manjalam minoen aie, lih. salam III. MINSIE — pita benang emas jang didjahitkan ditepi kain perempoean. MINTA' — minta, minta'; paraminta'an — permintaan; minta' doa — selamatan; minta' tabie` — meminta ma'af (ampoen); pandjang paramintaan, taminta' dinan pandjang — sehat kembali tentang orang jang sakit pajah; maminta'-minta` — dengan bersoenggoeh dan kerap kali meminta, minta-minta. MINTO, lih. minta'; paminto — peminta; boeroee' paminto, boeroee' paraminta'an — nasib malang; minto-mintoi — kesana kemari minta-minta. MINTOEO, mantoeo — mentoea; mintoeo — panggilan kepada isteri mamak. MINTOEROEN, lih. bintoeroen. MIPIH, nipih, tipih — mipis, tipis; samipih koeli' dasoen — amat tipis; mipih kanainjo — tiada berat hoekoemannja, tiada banjak ia meroegi. MIRIH — rembes; inda' mirih sakete' djoeo pantjariannjo poelan — tiada sedikit djoeapoen ia berkirim oeang atau barang² lain poelang kepada iboe bapa atau saudaranja; titie' ditampoeeng, mirih dipali`, lih. titie' II. MISIKI, masiki, moesiki — meski. MISIKIN, masikin, moesikin, mikin — miskin. MISITI, lih. moesiti. MITAR — nama ikan soengai; seboetannja boekan ,,mita. MODA(R) — modar. MOEAH, moeeh, moh; iko moeah — inilah (dia); ko moeah — sebentar ini; bamoeah — beria-ia, bermoepakat bakato baio, badjalan bamoeah — ki.: sebarang pekerdjaan hendaklah dimoepakati; lah moeah gadang den, aloen den mantjalie' oela nan sapandjang ko — telah begini besar ('oemoer) saja, beloem lagi saja melihat oelar jang sepandjang ini. MOEA' — djemoe; pamoea` — lekas djemoe; mamoea` — membosan; inda' toeah nan mamoea', inda' kajo nan mamasai — toeah dan kekajaan tiada membosan, artinja sekalian orang soeka akan kemoeliaan dan kekajaan; lih. poea' I. MOEARO — moeara; dimoedie' nan saoeloe, diilie nan samoearo — ki.: sama asalnja, semoepakat; kamoedie' tantoe oeloenjo, kailie tantoe moearonjo — ki.: soeatoe bitjara hendaklah tentoe kepoetoesannja; tentoe asal oesoel orang. |
</noinclude>
|
MOEBASIE(R) — tiada tjermat, tentang orang jang memboeang-boeang nasi tjoema-tjoema. MOEDAH (koerang lazim) — moedah; lebih lazim: moerah. MOEDIE' — moedik; kamoedie` — kehoeloean; oerang moedie` (di Padang) — orang hoeloean, orang doesoen; mamoedie'kan paraoe — memoedikkan perahoe; mamoedie'kan Batang Kampa(r) — berperahoe kemoedik Batang Kampar; sailie samoedie` — seia sekata; awa'njo inda' dibao oerang nagari sailie samoedie` — ki.: ia tiada dibawa orang negeri tjampoer, ia dipentjil orang; dipailie pamoedie'kan — ki.: ditimbang betoel-betoel; aloen tantoe ilie moedie'njo — ki.: beloem tentoe kepoetoesannja. MOEDIN — modin, moeäzin. MOEDJARAB — moedjarrab; moedjarab oebe'njo — moedjarrab obatnja; paraminta'annjo moedjarab — permintaannja berlakoe. MOEDJILIH I, moedjlis — bersih; moedjilih ditapi aie, maradeso diparoei' kanjang, lih. maradeso; moedjilih koetjieng, mandi djo aie lioee — bersih seperti koetjing, mandi dengan loedahnja, 'ibarat orang jang tiada sempoerna kebersihannja. MOEDJILIH II, madjilih — madjelis. MOEDJOEE(R) — moedjoer; ko' le moedjoee, le dape' dë' den rasaki, pai den taoen datang ka Makah — kalau ada oentoeng baik, dapat saja rezeki, tahoen didepan saja pergi ke Mekah; moedjoee ta' boelieh diraieh, ....... lih. malang. MOEDO — moeda; main moedo, bamoedo — bermoekah; moedo ati (pikiran) — hal orang toea jang lakoenja seperti orang moeda; alemoe moedo — pengasih, 'ilmoe jang dipakai orang moeda, soepaja gadis sajang kepadanja; oerang moedo — orang jang pandai berpoeroet, bersaloeng, mementjak dll.; kain ko moedo dë' angkoe — ragi kain ini tiada baik oentoek engkoe, sebab ini pakaian orang moeda; roendiengan (parakaro) toe moedo poelo soeroei` — ki.: roendingan (perkara) itoe beloem poetoes, dioelang lagi dari moelanja; moedo saalai — pesolek jang menaroeh pakaian sedikit sadja; tjilako moedo ranjang, tjilako toeo njinjie — soeatoe sifat jang ta' baik pada orang moeda jaitoe lintjah, pada orang toea jaitoe gelatak. MOEEH, lih. moeah. MOEE' — moeat; mamoee` — memoeat; moeatan — moeatan; samoeatan padati — sebanjak boleh dimoeatkan kedalam pedati dan tiada berat oleh binatang jang menghela; moee'kan nasi! beroebah seboetannja mendjadi boee'kan nasi!, artinja ambil nasi oentoek tambahan!; inda' tamoee'-moee' (taboee'-boee') diparoei' den — ki.: habis sabar saja; badjoe toe inda' tamoee' (taboee') dibadan den — badjoe itoe sempit bagi saja. MOEGARI', lih. magari`. MOEHAMAT — Moehammad. MOEHARAM — Moeharram. MOEJANG — mojang; injie' moejang — nenek mojang. MOEKABOEE(L), makaboee(l) — makboel. MOEKALOEE', makaloee` — machloek. MOEKAROEEH, makaroeeh — makeroeh. |
MOEKASOEI', makasoei', masoei` — maksoed; samoekasoei` — semaksoed. MOEKIE(R), lih. moengkie(r). MOEKIN, moengkin — moengkin; mamoekinkan — memoengkinkan; ko' le moekin, datanglah barisoee` — kalau dapat, datanglah esok. MOEKO — moeka; moeko aie, moeko banda — hoeloe air masoek sawah; bamoeko-moeko — berhadapan; bamoeko-moeko den saboei` — berhadapan saja katakan: maambie' moeko — bermoeka-moeka; tamoeko — jang mendjamin, jang djadi kepala; dioetang toe aden nan tamoeko — oetang itoe saja jang mendjamin; bamoeko doeo — balik belakang lain bitjara; boeroee' moeko, tjamin dibalah — ki.: lakoe kita jang tiada baik, tetapi orang jang menegoer kita tentang kelakoean kita itoe, kita moesoehi; datang tampa' moeko, pai tampa' poenggoeeng, lih. pai; moeko-moeko — hiliran danau. MOEKOEENG, simoekoeeng — keminting jang moengkoem; perb. d. simala` pada mala`. MOELAI (IV Koto, Solok) — moela; bamoelai — dimoelai; soeroei' samoelai — soeroet semoela, kembali seperti sedekala; ba' bamoelai ba' basoedah — oemp.: tentang perdjandjian jang permoelaannja dihadiri oleh beberapa orang, djika perdjandjian itoe hendak dimatikan, dioebah, hendaklah hadir djoega sekalian mereka itoe; begitoepoen tando djadi tandai. MOELAKAMO, malakamo; moelakamo ambo mati daoeioe — djika takdirnja saja mati lebih dahoeloe. MOELARAT — melarat; lih. malarat. MOELIE — moelia; mamoeliekan — memoeliakan; mampamoelie — mempermoeliakan, memoeliakan; kamoeliean, kamoelieran — kemoeliaan; na' moelie inokan diri — hendak moelia hinakan diri. MOELO — moela; mamoeloi, mamoelai — memoelai; paramoelaan — permoelaan; moelo paramo — moela-moela sekali. MOELOEI' — moeloet, perkataan; inda' pandai bamoeloei` — tiada pandai berkata pandjang; poeta-poeta sadjo moeloei'njo — ia poetar balik; inda' boelieh mamboeka' moeloei` — tiada boleh berkata akan mengeloearkan perasaan; lain dimoeloei' lain diati — lain dimoeloet lain dihati; moeloei' tadorong ameh padahannjo — ki.: djika moeloet soedah berdjandji tentoe akan dipenoehi (tentoe dengan oeang); djika perkataan kita salah, oemp.: memberi maloe orang, kita terdenda atau terhoekoem; manih moeloei' (moeloei' manih) djangan pitjajo, lih. manih; moerah dimoeloei' maha ditimbangan, lih. maha(l); moeloei' manih koetjandan moerah — moeloet manis dan pandai bersenda sedikit; sifat ini terpoedji; moeloei'moe arimaumoe, mangarakah kapalomoe, — ki.: moeloetmoe jang djahat tentoe akan membinasakan kamoe. MOEMBANG — moembang; moembang djatoeeh kalapo djatoeeh — ki.: orang moeda mati, orang toea mati, beloem tentoe siapa jang akan mati dahoeloe; ditjoebo-tjoebo batanam moembang — ki.: saja hendak men- |
</noinclude>
|
tjoba mengerdjakan pekerdjaan jang soekar ini, moedah-moedahan berhasil. MOEMOEE' — boesoek; repoet. MOEMPOEN — toempoel, tiada lantjip; nan tadjam madja, nan roentjieng moempoen — diseboet hakim kepada orang jang berselisih, jaitoe meminta soepaja sekalian hal jang tiada baik diboeang, dihilangkan dari dalam hati. MOENA, mamoena — tiada menerima (tiada mempedoelikan) nasihat atau 'adat jang lazim. MOENDAM — moendam. MOENGGARI', lih. magari`. MOENGGOE — boesoet; moenggoe lah roentoeh — ki.: 'adat (daradjat) penghoeloe telah roesak, karena ia bersalah menoeroet 'adat. MOENGKIE(R) — moengkir; inda' moengkie lai — ta' dapat tiada; mamoengkieri — memoengkiri, memoengkirkan; lih. moekie(r). MOENGKIN, lih. moekin. MOENGKIROEN WA NAKIROEN — Moenkar wa Nakir, malaekat jang menanjai dalam koeboer. MOENGKO, lih. mangko. MOENO — n. penjakit jang menjebabkan orang seperti hilang 'akal, termenoeng-menoeng, karena doekatjita, oemp.: kematian anak atau soeami. MOENOEI', bamoenoei'-moenoei` — termangoe-mangoe. MOENTIKO, lih. mantiko. MOENTIRA, boentira — sebangsa moesang, koening boeloenja mengisap otak ajam. MOENTJEH — imboeh, tokok; doerian nan kete' ko moentjehnjo — doerian jang ketjil ini imboehnja. MOENTJIKARI — alkoe. MOENTJOEENG — moeloet; boeroee' moentjoeeng — kasar moeloet; djan bamoentjoeeng-moentjoeeng djoeo — djangan lagi banjak tjakap; moentjoeeng taboeeh dape' disao', moentjoeeng oerang ba'a manjao'njo — moeloet bedoek dapat ditoetoep, moeloet orang tiada dapat menoetoepnja (moeloet orang bagaimana menoetoepnja); moentjoeeng disoeo'injo djo pisang, ikoee dikai'njo djo doeri — ki.: moeloet disoeapi pisang, pantat dikait dengan doeri, lahirnja hendak menolong, batinnja menggolong. MOENTOE, bamoentoe — tiada maoe bertjakap dengan orang, karena ia marah atau bentji kepada orang itoe; simoentoe (dikota) — anak-anak taboet jang memakai topeng. MOEPAAT — manfa'at. MOEPAOEN — mafhoem; aloen tantoe moepaoennjo — beloem tentoe maksoednja (tentang pengadjaran, tentang agama atau nasihat orang). MOEPOETI — moefti. MOERAH I — moerah; moerah ati — soeka menolong; moerah moeloei` — ramah, soeka menegoer; pamoerah — soeka mendjoeal moerah; soeka memberi, dermawan. MOERAH II — moedah; inda' moerah mamboee' roemah — tiada moedah memboeat roemah; djan dipamoerah-moerah sadjo — djangan diipermoedahkan sadja; moerah dimoeloei', maha ditimbangan, lih. moeloei`; |
inda' moerah mangalamai ....... lih. kalamai. MOERAI — moerai; badjoe den lah djadi moerai — ki.: badjoe saja telah terbang (hilang); moerai bakitjau ari siang — ki.: perkara jang telah dapat keterangannja. MOERAM — moeram; moeko moeram — moeka moeram; ari moeram — ari redoep. MOERI I — kain moeri. MOERI II — sematjam soeling. MOERI' — moerid; ba' goeroe ba' moeri` — begitoe goeroe begitoe moerid; kelakoean moerid tentoe meniroe kelakoean goeroe. MOERO, kependekan mamboero — menjemboer; oela moero — sebangsa oelar jang menjemboer; pamoero sahnja pamboero, lih. boero. MOESADJI' — mesdjid. MOESAHAB — moezhab, mazhab. MOESANG — moesang; pandan moesang — pandan haroem; moesang kapalo itam — ki.: orang pentjoeri ajam; mampalapang kandang moesang, mampasampi' kandang ajam — disini dimaksoed dengan moesang jaitoe orang jang meroesakkan negeri dan isinja; ajam ja'ni anak negeri, dikatakan tentang atoeran jang akan diboeat oleh kerapatan penghoeloe hendaknja djangan melapangkan kandang moesang dan menjempitkan kandang ajam, hanja kebalikannja. MOESAPIE(R) — moesafir. MOESARI' — masjrik; dari moesari' kamoegari` — dari masjrik kemagrib. MOESAWARAT — moesjawarat; (ba)moesawarat — bermoesjawarat; ninie' mama' dilawan moepakat, kamanakan dilawan moesawarat — nenek mamak (penghoeloe) hendaklah bermoepakat serta dengan kemanakannja. MOESIEH — banding; inda' dape' dimoesieh — tiada dapat dibanding; tahan moesieh — tahan banding, boleh dibanding. MOESIKI, lih. misiki, masiki. MOESIKIN, lih. misikin. MOESIN — moesim, waktoe; moesin kasawah — waktoe kesawah; moesin panjaki' katoemboeehan — moesim penjakit ketoemboehan (tjatjar); balaie dialang moesin, baboee' dialang taoen — ki.: mengerdjakan pekerdjaan tiada waktoe jang telah ditetapkan, djarang jang selamat. MOESITI, misiti — mesti. MOESLIMIN — moeslimin. MOESOOEEH — moesoeh, babi; disiko inda' kami batanam oebi, moesooeeh banja` — disini kami tiada bertanam oebi, babi banjak; moesooeeh dalam salimoei` — ki.: moesoeh ja'ni diantara kawan-kawan djoega; moesooeeh djan diari-ari ....... lih. inda(r). MOESTADJAB — moestadjab. MOESTAIE(L) — moestahil. MOETAH — moentah; moetahkan darah — memoentahkan darah; mamoetahkan dadieh — ki.: menolak kebaikan atau keoentoengan; moetah awa' mantjalie' lakoenjo — bentji sadja melihat lakoenja. MOETO, roempoei' moeto — mota. MOH, lih. moeah; lai moh toean kamari, mangapo inda' singgah karoemah ambo? — |
MOLAH
156
NAMOEN
</noinclude>
|
djika benar toean kemari, mengapa toean tiada singgah keroemah saja? MOLAH, lih. maro II. MOMO' I, logat oentoek boedak ketjil, artinja hantoe MOMO' II, tasimomo', tatjimomo` — hal keadaan barang jang gemoek atau besar kelihatan. MOMONGAN — moengmoeng. MONGGO', mamonggo` — meradjoeh; pamonggo` — peradjoek. MONTJO', simontjo` — si pandir. MORA' — dikatakan tentang paras moeka, maksoednja bertjahaja, berseri, lawannja moeram. MORENG, tjoreng moreng — tjoreng moreng. MORO' — mendoeng, taram-temaram. N. NABI — nabi; inda' batoehan ka Allah, inda' bapangoeioe kanabi (soempah) — keloear dari agama Islam. NABOE — bidji nangka atau doerian dengan dagingnja; sanaboe — sebidji jang demikian; baroeang ba' doerian, banaboe ba' tjoebada`, lih. roeang. NADJA(R) — nazar; niat djo nadja — niat dan nazar. NADJIH — nadjis; inda' sanadjih djoeo den bapitih — tiada saja beroeang sedikit djoeapoen. NAGARI — negeri; sanagari — senegeri; oerang nagari — isi negeri; poelang kanagari — poelang kenegeri sendiri (tentang orang poetih poelang ke Éropah); adat banagari mamaga nagari — tiap-tiap orang wadjib memperlindoengkan negeri dan isinja; sanagarinjo oerang kabanda — sekalian isi negeri pergi memperbaiki serokan (hendak toeroen kesawah); mandjoea nagari — ki.: hal orang jang mengatakan ia orang negeri A pada hal asalnja dari negeri B. NAGO — naga; nagosari — sem. koee (Jav.). NAHA', tanaha` — bingoeng, tertoemboek pikiran. NAIE' — naik; naie' pangkat — naik pangkat; naie' sasi — naik saksi; naie' hadji — naik hadji; kanaie'(k)an oeang — keoentoengan oeang; kanaie'(k)an goeroe bantoe (djadi) goeroe kapalo — goeroe bantoe boleh diangkat djadi goeroe kepala; padi den sataoen ko lai bakanaie'(k)an doeo katidieng — hasil sawah saja dalam tahoen ini doea bakoel lebih dari tahoen dahoeloe; naie' dari djandjang, toeroen dari tangga; badjandjang naie' batanggo toeroen — ki.: tiap-tiap pekerdjaan bertangga- tangga, lih. djandjang; banaie` — menjemai; manaie'i, manaie'(k)i roemah — moelai mendiami roemah jang baroe soedah, biasanja dengan selamatan; manaie'kan arago — meninggikan harga; kini lah naie' arago gatah — sekarang telah moelai mahal harga getah. NAIMAT — ni'mat; manarimo kasieh banja'-banja', naimat soeko salamonjo — saja menerima kasih banjak, menerima ni'mat selamanja bersoekatjita. |
NAKODOH, nodoh (Soeliki), nangkodoh — nakoda, nachoda; balaie banangkodoh, badjalan banan taoe, bakato banan pandai — ki.: sebarang pekerdjaan jang akan dilakoekan hendaklah dikepalai oleh orang jang ahli, soepaja selamat; bidoee' patjah nangkodoh mati, ana' boeah tjempai berai — ki.: oemp. soeatoe kedai besar terbakar, jang mengepalai mati, sekalian anak semang jang bekerdja disitoe, telah bertjerai-tjerai mentjarikan rezeki masing-masing. NA' I — hendak; na' kama? — hendak kemana?; na' abihlah! — biarlah habis (saja tiada pedoeli); na' koenieng boee'lah koenji', na' masin boee'lah garam — ki.: perboeatlah mana jang baik pada pikiranmoe sendiri. NA' II, kependekan ana` (dalam pantoen); na' rang Silaieng Tinggi — anak orang Silaing Tinggi. NALA(.), den nala-nala — saja pikir-pikir (timbang-timbang). NALAM — nazam; banalam — bernazam, bertjeritera dengan lagoe (teroetama tentang agama atau jang berisi pengadjaran). NALO-NALI — seb. boenga (teroetama dalam pantoen). NAMBE' — toenggoe, nantilah dahoeloe; nambe' ang toeroen sadjo, makan sakete' daoeioe — toenggoelah sebentar, djangan pergi sadja, makan sedikit dahoeloe; nambe' sabanta! — toenggoe sebentar!; inda' boelieh minta' nambe` — tiada boleh minta toenggoe sebentar. NAMBI — seb. penjakit koelit; perb. dengan pamanteh. NAMIEH, lih. njamieh. NAMO — nama; banamo — bernama; oerang banamo — orang jang dikenal orang; tanamo — ternama, termasjhoer, boleh djoega tentang kedjahatan; kanamoan — termasjhoer (tentang kebaikan); roemahnjo tantoelah rantja', namonjo injo oerang kajo — roemahnja tentoe bagoes, memang ia orang kaja; satoe ilang doeo tabilang, namonjo ana' laki-laki — pertama mati, kedoea termasjhoer, tandanja (memang) anak laki-laki; kete' banamo gadang bagala — boedak diberi nama, orang besar ada gelarnja (menoeroet 'adat Minangkabau orang jang berpangkat atau telah heristeri ditegoer dengan menjeboet gelarnja, boleh djoega dengan nama pangkatnja); bapantangan manjaboei' namo, balarangan manjaboei' gala — orang Minangkabau maloe menjeboet nama atau gelarnja sendiri, djika ditanjakan kepadanja, melainkan disoeroeh seboetnja oleh temannja. Djika maoe menjeboet nama atau gelar sendiri, dikatakannja: ,,koeau. Doea orang jang senama menegoer temannia dengan ,,sanamo, oemp. dari ma sanamo? NAMOEEH, amoeeh — maoe, soeka: namoeeh ang pai djo den? — maoekah kamoe pergi dengan saja?; manamoeehkan — menjoekakan, mengatakan soeka. NAMOEENG, basi namoeeng — besi jang koerang baik; batoe namoeeng — sem. batoe jang moedah petjah. NAMOEN — djika, tentangan; namoen batagah, antikanlah! — djika terlarang (dila- |
|
rang orang toea), djanganlah diboeat lagi; namoen adén, kapai djoeo — tentangan saja akan pergi djoega; namoen djandjian mati, mati djoeo — djika soedah djandjinja mati, tentoe mati. NAMPA’ — kelihatan; lai nampa’ djoeo dé’ angkoe mambatjo? — masih kelihatan oléh engkoe membatja?; nampa’ loerah ta’ baba- toe, idjoee’ ta’ basaga — ki: tahoe orang bahwa tidak ada jang akan memperlindoeng- kan; lah nampa’ kaki ocla — ki: telah diketahoei sekarang akan lakoenja jang boe- soek, jang dahoeloenja beloem kelihatan, NAN — jang, bahwa; a nan ditjari? — apa jang ditjari?; nan tida” ambo mantjilo’, amoeeh ambo basoempah — saja berani ber- soempah, bahwa saja tiada mentjoeri (ba- rang itoe). NANA(R) — nanar; nana dén dimaboce’ (dimalan) pinang — nanar saja karena ma- boek makan pinang; diawa’ bana, dinjo na- na — perkataan (pikiran) saja betoel, tetapi ia salah terima, ia tiada loeroes. NANAH — nanah; bananah — bernanah; maangkoet’ nanah — moelai_bernanah; padja sagadang nanah, inda’ mandangakan kato awa’ — boedak jang amat ketjil ini tidak mendengarkan kata kita. NANA’ I (IV Kota, Manindjau) — bapa’. NANA’ II (Padang) — nének perempoean. NANANG — pikir-memikir; tjoebolah nanang- kan! — tjobalah pikirkan betoel-betoel |; pikie palito ati, nanahg saroego aka — ki.: pikir pelita hati; pikir memikir itoe ditoentoet oléh ‘akal. NANEH — nenas; pisang nanéh — betik, pepaja. NANE’, nani’ — ligat; lih. tané’ 1. NANGKO — nan + ko, nan iko — ini; badjoe nangko — badjoe ini; ba’ (ma’) nangko — seroepa (seperti) ini, begini; iko nangko — ini; ba’ nangkokan — beginikan, boeat seperti ini; kami ba’ nangko (ma nangko, manangko) oerang badansana’ — kami seroepa bersaudara; koedian nangko — témpoh dahoeloe; dimano koedo nan koedian nangko? — dimana koeda jang dahoeloe? NANGKODOH, lib. nakodoh. NANT, lib. nané’. NANTA’ (Soeliki) — tampak. NANTI, nanti’ — nanti; nanti-nantian — lama menanti dengan tjoema-tjoema; mananti-nanti — bernanti; dimano kito banantian? — di- mana kita akan bertemoe ?; ba’ mananti aro anjoer, lih. aro; tananti dioerang daoeloe — menanti orang jang telah berdjalan lebih da- hoeloe, ki: hal pekerdjaan jang sia-sia; gantieng mananti poetoeih, biang mananti faboee” — ki.: hal perkara jang hampir selesai, perdjandjian jang dekat sampai waktoenja. NANTIASO — nantiasa, senantiasa. NANTI, lih. — nanti NANTII, lib. nambe’. NANTOEN — nan + ifoe, artinja itoe; ba’ (ma’) nantoen — seperti itoe, begitoe; itoe nantoen — itoelah (pengoeatkan kata .jtoe”); manantoenkan — begitoekan. NAOE — nahoe. |
NAOEENG — naoeng; banaoeeng — ber- naoeng; manaoeengi — menaoengi; ka- naocengan — kelindoengan; tampé’ banaoeeng kapanéhan, tampé” balindoeeng kaoedjanan — ki.: tempat berlindoeng, tempat meminta per- tolongan dalam waktoe kesoesahan, NAPA(L) — napal. NAPAKAH — napekah, nafakah; manapakahi — memberi rapekah, NAPAS — napas. NAPASI-NAPASI — nafsi-nafsi, mendjagai diri_sendiri-sendiri, NAPASOE, nasoe — napsoe, nafsoe; napasoe — hawa nafsoe, NAPI — napi, nafi, lawannja isbat; manapikan — menafikan, menapikan. NAPOEEH — napoeh, NARAKO — naraka; masoee’ narako idoei’- idoei’ — _hidoep menanggoeng — sengsara; narako djahanam — naraka, NARATJO, ana’ ratjo — neratja; mamagang naratjo nan adie, mamagang naratjo kaadielan — ki: menghoekoem dengan ‘adil. NARIEH, njarieh, tjinarieh — njaris; adén na- rich digilieng oto — saja njaris digélék auto. NAS — nahas; ari nas — hari nahas. NASA(R), lih. nadja(r). NASAKAH — naskah. NASARA, lih. nasarani. NASARANI, sarani, nasara — nasrani. awa NASI — nasi; nasi lama’, nasi toeai — beras poeloet dimasak dengan santan; nasi koenji’ — nasi koening; pamakan nasi — laock paoek; maanta nasi katoendoee an — tiada berapa lama sesoedah kawin, kedoea mem- pelai diiringkan beberapa perempoean lain membawa nasi selengkapnja keroemah iboe mempelai laki-laki, Disitoe ia ds imboet bera- mai-ramai laloe berdjamoe; Latozlang kanasi — hal orang jang baroe timboel kekoeatannja bekerdja, bila soedah makan; bialah nasi ta- boeang, asa djan parioce’ patjah — ki.: dika- takan tentang perempoean jang dengan soe- sah pajah melahirkan anak; ana< mati tetapi iboenja ada terpelihara; nasi abih boedi ba- soeo — ki.: hal sahabat jang kemoedian ke- lihatan lakoenja jang koerang baik; koeah talénggang kanasi, nasi ka dimakan djoeo — ki: perkataan mamak kepada orang lain ke- tika ia mengawinkan anak dengan kemana- kannja atau kemanakan dengan anaknja, se- bab meréka itoe dipimpin dengan ongkos ma- maknja itoe djoea; salaoee’ sanasi — bersa- habat karib. NASIAT — nasihat. NASIB, nasi’ — nasib; inda’ nasib dén ka djadi goeroe — tiada nasib saja akan djadi goeroe. NASI’, lih. nasib. NASOE, lih. napasoe; inda’ banasoe na’*mam- ° boeé’ roemah — tiada ingin hendak mem- boeat roemah; ana’ inda’ banasoe — anak tiada mempoenjai nafsoe (hendak madjoe dalam kepandaian atau mentjari peng- hidoepan); awa pantang karandahan, nasoe pantang kakoerangan — hawa dan nafsoe soesah menjoesoetinja. NATA — noktah; alif tido nata — alif tiada bernoktah; ba dibawah satoe nata — ba mem- |
|
poenjai satoe titik dibawahnja (beginilah dahoeloenja djalan menghafalkan abdjad); lih, nitie’. NAWI — sebangsa ikan laoet. NEEN, kanéén, kanén, kanin — kesitoe. NEN, lih. néén. NENA(R) — pening, pbesing, perb. dengan nana. NENA’ — bingoeng. NENEH — nénés; banénéhan ingocenjo — menénés ingoesnja. NENENG, sinénéng oerang — orang bang- sawan, berada dan mandja. NEREH, sanéréh — patoet, laik; lakoenjo inda’ sanéréh — lakoenja tiada sepatoetnja, tiada senonoh; akanjo inda’ sanéréh — pikirannja tiada betoel; boeatan roemah foe inda’ sanéréh — boeatan roemah itoe tiada baik; badan dén inda’ sanéréh — badan saja tiada séhat. NESOE (v.d.T.) — bibi jang ketiga. NGAE’, inda’ mangaé’ oerang toe kanai tindjoe — tahan orang itoe digotjoh, tiada ia meng- gerénjét. NGALAU — goea; mangalau — seroepa goea, besar, hébat; roemahnjo mangalau — roe- mahnja besar (didalamnja). NGALOE — ngeloe. NGANGAH, dingangahkannjo sadjo goelai toe — goelai itoe tiada ditoetoepnja dengan toe- doeng sadji; lih. tjingangah. NGANGAI (v.d.T.), tangangai — terboeka; paroei padj* toe tangangai sadjo — peroet boedak itoe cerboeka sadja, perb. d. rangai. NGANGA', nyénga’, lih. énga’. NGANGAM, lih. tjangam. NGANGAN (IV Angkat) — laoek paoek. NGANGE’ — nagengat, gegat; dé’ ngangée’ — ditemboes ng:-ngat. NGANGO nganga; | mangangokan mengangaka1, memboeka lapang-lapang; sia mangangokan péti ko ? — siapa memboekakan (membiarkan terboeka) peti ini? tangango — tertjengang; tangango injo malié’ dén — ter- tjengang ia melihat saja. NGANGO' (v.d.T.) — tjakoep, toembal. NGANTO, lih. sanganto’. NGAOEN — aoem; takoei’ dén mandanga ngaoen arimau toe — takoet saja mendengar aoem harimau itoe; mangaoen — mengaoem; arimau mangaoen inda mantjakau — ki.: andjing menjalak tiada menggigit. NGARAI — djoerang; injo manjoeroeeh dén maambaui ngarai — ia menjoeroeh saja mengerdjakan pekerdjaan jang mendatangkan tjelaka, NGARI I — ngeri. NGARI II, badan dén aga’ ngari — saja koe- rang séhat. NGARI';; gatah ngari’ — n. seb. getah. NGARO' (v.d.T.), mangaro’-ngaro’ — doedoek atau berdiri didjalan sehingga terganggoe orang laloe lalang; mangaro’-ngaro’ ati dén mantjalie’ parangainjo — terbit marah saja melihat perangainja. NGEA’ — tangis anak ketjil; mangéa’ — menangis; kangkoeeng ngéa’, dipéndékkan mendjadi koengéa’, lih. kangkoeeng 1. NGENGA’, nganga’, lih. énga’. |
NGEONG — ngiau, ngéong; mangéong — mengéong, mengiau; ngéong-ngéongi — sela- .loe mengéong. NGIANG, ngiang-ngiang rimbo — seb. hantoe rimba; ana’ ngiang-ngiang rimbo (maki) — anak sétan; aloen tangiang-ngiang — beloem terangin-angin, NGILOE — ngiloe, singkil (tentangan gigi); ngiloe-ngiloe badan dén soedah baoeroei’ — sakit-sakit badan saja sesoedah dioeroet. NGINGIH — aoes, loesoeh; inda’ ngingih kain dipakainjo — tiada loesoeh kain dipakainja; roemah toe aloen ngingih lai — roemah itoe beloem lagi ada roesaknja. NGIO', mangio’ boeloe badan dén — seram boeloe badan saja; mangio’ ati na’ pai — sangat ingin hatikoe hendak pergi. NGOE’, mangoé’ — mengoeak; masoee’ kan- dang kabau mangoé’, lih, masoee’. NGOENGOE — boenji tangis, djika telah lama orang menangis; mangoengoe — menangis. NGOENGOEEH — tiada lagi bergigi, ten- tang orang. NGONGOH, mangongoh — masoek roemah orang dengan tiada minta izin; tiap-tiap hari tiada hendak bekerdja; lih. njonjoh I. NIAJO, aniajo — aniaja; radjo niajo — radja lalim; taniajo — teraniaja; maniajo — menga- niaja; saélo’-élo’ oentoeeng taniajo, saboeroee’- boeroce’ oentoeeng maniajo — bibarlah tera- niaja dari pada menganiaja; lebih baik dianiaja orang dari pada menganiaja orang. NIA’ (Padang) — ini; nia’ pisau ang! — ini pisaumoe ! kania’ — kemari; kania’ kanin — kesana kesini; bania’ banin — begini begitoe. NIAT — niat; baniat — berniat; maniatkan — mendo‘akan; malapéh niat — membajar niat, kebiasaan dengan selamatan. NIBOEENG — niboeng. NIBH — Nias; Niéh pasoee’ — Nias sedjati, lih. pasoee’; ati Niéh — bertingkah, bertjanda, sebentar baik sebentar tidak hatinja; garogo” Niéh — antjaman keras, tetapi tiada berani menjampaikan. NIE’, kepéndékan dari ninie’; nie’ aki (kepén- dékkan ninie’ laki-laki), di Kamang panggilan kepada datoek; nie’ oetji (Kamang) kepén- dékan ninie’ padoesi — nénék perempoean. lih. pasoee’. NIKAH — nikah; manikahkan — menikahkan; manikahi — menikahi; nikah ganggang — telah nikah, tetapi mempelai laki-laki beloem poelang keroemah isterinja; oeang panikahan — oeang akan dibagi-bagi kepada kadi dan lain-lain. NILAI — nilai; manilai menilai; inda’ baarago banilai — tiada tawar-menawar. NILAM I —.nama seb. permata, batoe nilam. NILAM II, lih. dilam. NIN, lih. néén. NINIE’ — nénék; ninie’ moejang — nénék mojang; ninie’ mama’, mama’ ninie’ — peng- hoeloe-penghoeloe ‘adat dan orang-orang toea; inda’ baninte’ bamama’ — tiada orang jang mendjegai, mengadjari dsb.; lih. njinjie’ injie’. NIOEE(R), njioee(r), dalam tjeritera — njioer; kalapo nioee gadieng — kelapa gading, NIPAH — nipah, |
|
NIPIH, mipih. tipih — mipis, tipis; badan koedo toe nipih — badan koeda itoe tiada lébar (tiada sintal);: nipih talingo — lekas marah mendengar perkataan jang tadjam; labo kain ko hiss — keoentoengan kain ini sedikit; nipih pangarapan — tipis pengharapan. NIRO, njiro — nira, NIROE, njiroe — njiroe; ba’ niroe ba’ tampian, ba’ goeroe ba’ na’ sasian — ki.: kelakoean moerid mentjontoh kelakoean goeroe, biasanja tentangan jang djahat; ftantangan pitoca angkoe toe ambo tarimo, koerang lawéh tapa’ tangan, niroe ambo tampoeengkan — ki.: maksoednja petoea engkoe itoe saja terima dengan segala soeka hati. NITIE’ — noktah; diseboet djoega titie’ — titik pada toelisan hoeroef ‘Arab dan hoeroef lain. NJA’ I — ini; aja’ mah — inilah; nja’, awa’ kapai kapakan — ini saja hendak pergi kepekan. NJA’ II (Sianok) — hendak, biarlah, lebih lazim ,,na’™; nja’ abihlah! — biarlah habis!; nja’ mati — hendak mati. NJALANG — tjelik; mato ana’ koetjieng toe aloen “jalang lat — mata anak koetjing itoe beloem lagi terboeka; Kini lah njalang ma- tonjo — sekarang baroe terboeka matanja, sekarang baroe ia pandai (tiada lagi bodoh seperti dahoeloe); ambo nan manjalangkan matonjo — ki.: saja jang mengadjarnja; ragi kain toe koerang njalang — ragi kain itoe koerang terang. NJALO — nijala; manjale — menjala, bernjala; atinjo njalo — hatinja marah; manjalokan ati oerang — mengasoet, menerbitkan marah orang; njalo moekonjo kanai panéh — mé- rah moekanja kena panas; njalo badannjo dé galigato — mérah badannja sebab ge- legata. NJAMIEH, namich. tjamieh, tjinamich — nja- ris; njamieh mati — njaris mati; lih. njarieh. NJAMOEE(R) — emboen; ba’ njamoee di- oedjoeeng roempoei — seperti emboen di- oedjoeng roempoet, artinja tiada kekal dalam pekerdjaan. NJAMOEE’ — njamoek: njamoee’ mati, gata ta’ lapéh — ‘ibarat orang jang berboeat salah kepada kita telah dihoekoem, tetapi kita masih menaroeh dendam kepadanja. NJAMPANG, sanjampang — djika kiranja; njampang (sanjampang) mati dén kini-kini, soesah ana’-ana’ dén — djika kiranja saja mati sekarang, soesah anak-anak saja. NJANJA(R) — memoekoel atau menokok ke- rap-kerap kali; njanja dé’ tangan — pajah kena tangan- NJANJA’ I (v.dT.) basah koejoep. NJANJA’ I, bh. njanja(r). NJANJAM, manjanjam — njamnjo makan katan — ia terlaloe amat banjak. ; NJANJANG — nakal; sifat hendak mengoesik atau memegang ini itoe, selaloe hendak be- kerdja. NJANJATAN, lib. djadjatan. ‘ NJANJI — njanji, sjanjian; banjanji — ae njanji: banjanji-njanjt ket — bernjanji tiada keras; banjanji bondong — bernjanji_bera- mai-ramai, satoe doea orang memoelai, jang |
lain-lain menjamboeng dengan perkataan jang telah ditetapkan. NJANJOEE' — sangat rindoe, manjanjoee’ — mendatangkan rindoe jang amat sangat. NJAO — njawa, kemaloean laki-laki; njao biola — kajoe topang dada biola; njao-njao ikan — njawa-njawa ikan, ngap-ngap; mam- boeang njao — memboeang njawa; sanjao — hal doea barang jang dipersamboengkan tiada lagi dapat dipertjeraikan; satoe njao doeo badan — ki.: sehidoep semati tentang doea orang jang bersahabat. NJAPOEE(R) — sebangsa njamoek. NJARA’, njéra’ — terang tentang njala api. NJARANG — njarang. NJARIEH, narieh, njamieh, namieh, tjamieh, tjinamieh, tjinarich — nijaris. NJARIENG — niaring; njarieng boenjinjo — njaring boenjinja; njariengkan talingo! — pasang telinga!; talingonjo njarieng — teli- nganja awas. NJATO — niata; lie’ njato-njato! — lihat be- toel-betoel!; kalangi’ ta’ sampai, kaboemi ta’ njato — ki.: hal orang beladjar jang tiada tammat, sehingga kepandaiannja beloem tjoe- koep, beloem dapat dipergoenakan, diseboet djoega tanggoeng. NJENJEH — njénjéh; lih. rénjéh; djan banjée- njéh-njenjéh djoeo — djangan meroséng djoea; lih. énjéh. NJERA', lih. njara’. NJIAH I — njah; manjiahlah, njiahlah — njahlah. NJIAH II, njiah pisau ang! — ini pisaumoe kembali! NJI' I — oentoek, bagi; nji’ ang — oentoek kamoe, bagimoe, lih. anji’. NJI II, nji’ raso — salah raso; nji' tjando — salah roepa, tjandal; nji’ sajo — terboeang sia-sia. NJINJIE(R) — ngoetngit, gelatak; basinjinjie — merépék; tjilako moedo ranjang, tjilako toeo njinjie — sifat (pekerti) jang tiada baik pada orang toea, jaitoe soel'a merépék, sifat jang tiada élok pada orang moeda ja‘ni tiada tetap pikiran, baik tentang pekerdjaan- nja, baik tentang beristeri, sebentar-sebentar hendak berganti. : NJINJIE’ — nénék; lih. injie’, ninie’; njinjie moejang — nénék mojang. NJIOEE(R), lih, nioee(r). NJIRO, lih. niro. NJIROE, lih. niroe. NJO, lih. no. NJOENJOEE(R) — terlaloe amat loenak, le- bih dari _ranoem. é NJOENJOEI’ I — njonjot; lih. oenjoei'; ma- njoenjoei| — menjoesoe. NJOENJOE!’ Il — basah koejoep. : NJO' ARI (kepéndékan lanjo ari) — dahoe- Joe kala; oerang njo’ ari — orang poerba- kala; adat njo’ ari — ‘adat zaman dahoeloe; lah njo’ ari ambo tibo — telah lama saja tiba. NJONJA — njonja- NJONJOH 1, manjonjoh, mangongoh — ma- ‘soek kedalam roemah orang dengan tiada meminta izin kepada toean roemah; njonjoh- |
</noinclude>
|
njonjohi — djoeloer djalar dengan poetoes asa. NJONJOH II, banjonjoh — seperti hal beberapa ekor itik jang diberi makan dalam seboeah paloeng, bereboet-reboetan; banjonjoh mangetje` — lama bertjakap-tjakap seperti hal orang jang la.na bertjerai, baroe bertemoe. NJONJONG — njonjong; lih. pada kanjonjong. NJOOH, sinjooh — orang jang pandir, lih. tooh. NO (Agam) — nja; badjoeno — badjoenja; awa'no (arti sebenarnja: badannja) — dia; awa'no mendjadi ganti „kamoe" dsb. bila seorang isteri berkata kepada soeaminja; di Tanah Datar: badjoeo, awa'o — badjoenja, dia; di Pariaman: badjoee, awa'e; di Padang: badjoenjo, awa'njo. NOBAT — nobat; mamaloe nobat — memaloe nobat; naie' nobat — dinobatkan, kawin (senda). NODJO, anodjo, andodjo — nodja. NODOH (Soeliki), lih. nakodoh. NOEDJOEN — noedjoem; toekang noedjoen, alinoedjoen — ahloe'nnoedjoem. NOEGARAH, anoegarah — anoegerah; noegarah Allah — anoegerah Allah; manoegarahi — menganoegerahi; manoegarahkan — menganoegerahkan. NOEN (Bondjol) — noen. NOENANG atau sinoenang — sebangsa pohon, boeahnja kergetah, dipergoenakan perekat lajang-lajang. NOENOE — nonong; manoenoe — menonong; noenoe-noenoei — menonong dengan kehilangan 'akal; lih. doedoe-doedoei pada doedoe I. NOER — noer. NOERI — noeri. NOMO(R) — nomor; tatangko' nomo(r) — kedapatan berboeat salah. NONA (dikota) — nona. NONGGONG I — tinggi besar tentangan orang jang soeboer badannja. NONGGONG II — orang jang bodoh. NONOH, nonong; manonoh — meminoem sekali habis, meminoem dengan tiada berhenti sampai habis. NONONG I, lih. nonoh. NONONG II — mendjadi bodoh, karena banjak penanggoengan. O. O; o Amin — hai Amin; o (menjatakan heran); o ko' ba' itoe ...... — nah, kalau begitoe ......; o dibelakang setengah perkataan (di Tanah Datar) — nja, oemp.: katoo — katanja; awa'o — dia; sadoo kependekan saadoo artinja semoeanja; perb. d. no. OAH-OAH — logat memanggil andjing. OAI I, hai oai (Koerai) — hai, hai. OAI II, poelang oai — poelang dengan hampa tangan. OA', oa'-oa'i — mendjeloeak-djeloeak, lih. oe`. ODJO', maodjo` — berdjalan lambat-lambat dengan memboengkoek-boengkoek; a poelo nan diodjo'njo kamari ko! — apa poela jang |
dimaksoednja kemari ini !; inda' katoean odjo' lai — tiada tentoe jang akan diboeatnja (teroetama oentoek mentjari nafakah); tangkoemari diodjo', tangkoemari tatoemboee` — kemana-mana mentjari pekerdjaan atau memindjam dsb., tiada dapat. ODOH, lih. tere. ODO', maodo'kan nasi — memberikan (menghidangkan) sekalian nasi jang ada. OÈ' — oeik; maoe` — mengoeik; maoe'-oe` — bertoeroet-toeroet mengoeik. OEA(R)-OEA(R) — tempat memegangkan badjak; kabadja' ta' elo', kasingka ta' elo', kaoea-oea pandjang ame` — ki.: hal orang jang tiada dapat dipergoenakan oentoek apa djoeapoen. OEAI — iboe, ma'. OEAN (sebelah pesisir), ma' oean — ma' toean, artinja mamak laki². OEANG — oeang; saoeang (Agam) — 6 doeit, diseboet oeang anam; saoeang (50 Koto, Tanah Datar, Koeboeng) — 8 doeit; saoeang (Padang) — 10 doeit, namanja oeang poeloech; oeang mimi', oeang mini', oe. pidi', oe. bilih, oe. mato ajam — ketip; oeang poengkoe — oeang negeri; oeang pandjapoei` — oeang jang diberikan kepada laki² jang akan diambil djadi menantoe; oeang soeroee` — oeang soeap; oeang karoen — oeang jang didapat tiada dengan djalan jang halal; mato oeang — sekalian matjam oeang; mata pentjarian; satali tigo oeang — sama sadja, karena setali sama dengan 3 oeang; si Amin djo si Badoe satali tigo oeang — artinja si Amin sama dengan si Badoe (tentang sifat jang koerang baik); ilang banso ta' baoeang — orang bangsawan tiada dimaloei orang, djika tiada beroeang. OEBA(R) — oebar, tjat; maoeba djalo, maoeba roemah — mentjeloep djala, mentjat roemah. OEBAH — oebah; maoebah lakoe — membaiki lakoe; baoebah — beroebah; baroebah — beroebah; poelih; mamparoebahkan — memperlainkan, memperbedakan; djan diparoebahkan ati djo moeloei` — djangan lain dimoeloet lain dihati; oebah datang dari njo — kelainan pikiran datang dari dia; paroebahan — peroebahan; maoebahi pado nan biaso, ado mangandoeeng soeatoe niat — djika tingkah lakoe orang berlain dari jang biasa, tanda ada maksoednja (teroetama tentang kedjahatan). OEBAN — oeban; maoeban — mendjadi djelik; badjoe ambo lah maoeban sakali — badjoe saja telah djelik sekali; oenggeh oeban — n. seb. boeroeng, poetih boeloe kepalanja (boekan bondol); mandjoedjoeeng oeban (kasar) — beroeban, mengoeban. OEBÈ' — obat; maoebe` — mengobati; baoebe` — berobat; djarih pajahnjo lah baoebe` — soesah pajahnja telah ada balasannja; oebe' ati — penglipoer hati; makan oebe' lapa, minoen oebe' aoeih — makan penghilangkan lapar, minoem pemoeaskan haoes; oebe' djarieh, palarai damam — boeah hatikoe, bidji matakoe; oebe' djaoeeh, panjaki' ampie (ampieng), lih. ampieng. OEBI — oebi; banjak bangsanja; ba' tjando oebi poelo gadoeeng — gadoeng hendak seroepa poela dengan oebi, artinja orang |
</noinclude>
|
miskin hendak seroepa dengan orang kaja. OEBIN, djoebin — oebin. OEBOEE(R)-OEBOEE(R) — oeboer-oeboer; pajoeeng oeboee-oeboee — pajoeng oeboer-oeboer; ha' datjieng pangaloearan, oeboee-oeboee gantoeeng kamoedi — oeang pelaboehan dan bia barang masoek dan keloear. OEBOEENG — hoeboeng, samboeng; oeboeeng maocboeeng — tolong menolong; mampa(r)oeboeengkan salatoerahin — memperhoeboengkan silatoe'rrahim; oeboeengan njao — djantoeng hati, bidji mata. OEBOEN-OEBOEN, lih. boeboen-boeboen. OEDA; oedo — abang, (kakak laki²). OEDAH, oedah hai! kependekan soedah hai! — tjelaka! OEDANG — oedang; kain sapi' oedang — nama kain Boegis menoeroet raginja; karambie oedang — n. seb. njioer, merah koelit boeahnja; oenggeh oedang — n. seb. boeroeng pemakan ikan; oedang ta' taoe diboengkoee'-njo, oerang ta' taoe diboeroee'njo — dikatakan tentang orang jang menjangka dirinja bagoes, pada hal ia djelik; baoedang dibalie' batoe — ki.: ada hal jang tersemboenji dari pada jang dilihat. OEDARO, saki' si anoe lah oedaro sakete` — sakit si anoe moelaï baik sedikit. OEDI — sial; maoedi — mendatangkan sial; mamboeang oedi — memboeang sial; oedi poejooeeh — sial selama-lamanja. OEDJAH — hoedjat, asoet; oedjah-edjoh — berbagai-bagai asoetan; paoedjah, toekang oedjah — pengasoet. OEDJAN — hoedjan; oedjan manie` — hoedjan batoe; oedjan sangi` — hoedjan boenoet; oedjan rintie'-rintie', oedjan bieh-bieh — hoedjan rintik-rintik; piloeroe maoedjan — peloeroe datangnja seperti hoedjan (amat banjak); lah oedjan poelo ari — ki.: dikatakan djika seorang boedak menangis; sadio pajoeeng sabaloen oedjan — ki.: hendaklah ingat sebeloem kena; hendaklah menjimpan oeang sebeloem toea, dan seb.; oedjan ameh dinagari oerang, oedjan batoe dinagari awa', nagari awa' tatjinto djoeo — ki.: bagaimana sekalipoen bagoes dan senang tinggal dinegeri orang lain, negeri kita lebih disoekaï djoega. OEDJI — oedji; maoedji — mengoedji, memeriksa; batoe oedjian — batoe oedji; maoedji ameh — memeriksa kadar emas; kaoedjian — kelihatan boedi jang koerang baik; ameh taan oedji — ki.: hal jang benar boleh diperiksa betoel². OEDJO — odja; maoedjo — mempertemoekan doea ekor ajam jang akan disaboeng; saoedjo salapeh — semoepakat tentang akan mengerdjakan soeatoe pekerdjaan; dioedjo dilapeh — dioetoes; baoedjo bapatji' ikoee — ki.: menjerahkan soeatoe pekerdjaan kepada orang, tetapi masih dimata-mataï. OEDJOE — pongah, soeka dipoedji-poedji; maoedjoekan — memoedji-moedji. OEDJOEENG I — oedjoeng; oedjoeeng nagari — kesoedahan negeri; oedjoeeng lidah — djoeroe bahasa, haloen; oedjoeeng tanah — tandjoeng; katonjo baoedjoeeng — perkataannja tadjam; ba' taloee dioedjoeeng tandoee` — ki.: hal orang jang beloem tetap kedoe- |
doekannja dalam pekerdjaan; soeligi tadjam batimba, ta' oedjoeeng pangka manganai — ki.: hal orang jang doea mata pentjariannja; salah satoe boleh beroentoeng, hal laki isteri jang kedoeanja mentjari rezeki. OEDJOEENG II — timoer; lawannja: poehoen — barat. OEDJOEI' — oedjoed, woedjoed; oedjoei'njo satoe sadjo — pikirannja tetap kepada soeatoe toedjoean; oedjoei'njo samo — maksoednja sama; saoedjoei` — semaksoed. OEDO, lih. oeda. OEDOE — woedoe, oedoe; oerang takaboee oedoe Allah — orang jang tekeboer oedoe (moesoeh) Allah. OEDOEEH — ramoean obat-obat digantoengkan pada pohon atau pada pantjang ditepi keboen, soepaja takoet orang mentjoeri isi keboen itoe, karena jang mentjoeri akan gemboeng peroetnja; kanai oedoech (kasar) — boenting tentang orang. OEDOEE', lih. oeloee`. OEDOEI', doedoei` — oedoet; maoedoei` — mengoedoet, merokok; pandoedoei` — rokok; paoedoei` — orang jang koeat merokok. OEÈH — poeas. OEÈH-OEÈH, wasoewas — waswas; maabihkan oeeh-oeeh — mendjalankan bermatjam-matjam ichtiar, soepaja tetap pikiran atau bertawakkal. OEE' — waktoe; baoee'-oee' saki'njo — sakitnja tiada selaloe; tempoh-tempoh sakit; saoee' kami basikola — waktoe (tempoh) kami bersekolah; lah oee'njo kini ko — kini memang waktoenja; saoee'-saoee` — sekali-sekali. kadang². OEGAMO, lih. igamo. OEGOEI', lih. goegoei`. OEIE(R)-OEIE(R) — sebang.a binatang, biasa hinggap pada pohon kajoe dan berboenji keras waktoe panas; oeie-oeie minta' gatah — ki.: orang jang hendak mengerdjakan pekerdjaan jang boleh mendatangkan kesoesahan atas dirinja sendiri. OEI' — oeit; maoei` — mengoeit inda' talo' dioei` — ki.: hal orang jang tiada maoe beroebah hatinja; hal orang jang tetap dengan isterinja; mandape' kidjang taoei` — ki.: mendapat keoentoengan dengan tiada bersoesah pajah. OEKAI, lebih lazim: karoekai; oerang toe lah oekai — orang itoe telah sangat toea. OEKAN — boekan; nan oekan-oekan — jang boekan-boekan, jang tiada benar; oekan injo nan mati — boekan dia jang mati; paneh oekan alang-alang — panas boekan kepalang. OEKATOE, wakatoe — waktoe; sambahianq dibari bạoekatoe, djandjian dibari bakoetiko — ki.: soeatoe pekerdjaan hendaklah ditentoekan waktoenja. OEKOEE(R) — oekoer; inda' oekooeenjo — tiada lajaknja; lah oekoee tangah ari — telah kira² tengah hari; lah oekoeenjo diboenoeeh — telah patoetnja ia diboenoeh; oekoee makan inda' njo poelang — waktoe makan ia tiada poelang; lah oekoee tibo injo kini di Padang — telah patoet sampai ia sekarang di Padang; maoekoee mandjangkokan — |
</noinclude>
|
mengatakan bagaimana haroes mengerdjakan soeatoe pekerdjaan; mengatoerkan; saookooee babaoee, batoopang batjarai — ki.: hal laki isteri atau berekanan, djika sekata tentoe bertjampoer dan djika tiada sepikiran, tentoe bertjerai. OEKOEN — hoekoem; bekoenan, oekoeman — hoekoeman; oekoen adat (sara') — atoeran 'adat (sjara'); inda' taoekoen de' njo ana' boeahnjo — ia tiada pandai memerintah anak boeahnja (kemanakannja); kemanakannja tiada menoeroet kemaoeannja. OELA(R) — oelar, banjak bangsanja; ba' ketje' oela — dilebih-lebihi; ketje' ba' katia' oela — tiada berkepoetoesan, tiada berkesoedahan; ba' oela djo oerang — oelar djika bertemoe dengan orang, kedoeanja sama-sama lari; demikianlah hal orang bersaudara jang tiada maoe berkenalan; oela dipaloe djan mati ....... lih. paloe. OELAH — lakoe, tingkah; banja' oelah — banjak tjanda, banjak olok²; koedo baoelah — koeda bertingkah; oelah siapo ko — perboeatan siapa ini (tentang kelakoean atau perboeatan jang tiada baik); oerang toe masak oelah de' oerang — orang itoe selaloe dipermainkan orang; djan dipaoelahkan oerang gae' toe — djangan diperolok-olokkan orang toea itoe; saoelah-oelah — seolah-olah; saoelah-aliehnjo — sesoeka hatinja; ia melakoekan kehendak hatinja, tiada jang memberi nasihat. OELAJAT — oelajat, wilajat. OELA', kaoela` — kehilir; mangoela` — tiada maoe lagi; ambo lah mangoela' makan doerian — saja tiada koeat lagi makan doerian seperti dahoeloe; maoela'; oerang lah datang maoela` — orang tclala datang kembali menanjakan hal perdjandjian jang telah diboeat; maoela` — mengerabalikan penjakit orang jang kena sihir kepada orang jang mendatangkan penjakit itoe; oela' alai kato (tjarito) — pemaniskan perkataan atau tjerita; pandjang oela' alai — landjoet perkataan; dioela' alaikan — dipermain-mainkan, roendingan tiada jang soenggoeh-soenggoeh; oela'-oela' baoe — lekoek diatas toelang selangka; baroela` — gojah, tiada lagi seperti dahoeloe; koentji toe lah baroela` — koentji itoe tiada koeat lagi seperti dahoeloe; badan den lah baroela' bana kini — badan saja tiada koeat (sehat) lagi seperti doeloe; ambo na' oela' doeloe — saja hendak berhenti doeloe. OELAM — oelam; makan baoelam — ki.: hal orang jang beristeri, bergoendik poela; poetjoee' ditjinto oelam tibo — ki.: jang diperoleh lebih baik dari jang diminta atau dari jang ditjita. OELAMA — 'oelama. OELANDO — Belanda; oerang Oelando — orang Belanda atau orang koelit poetih (Eropah); kaoelando-oelandoan — hal orang jang tingkah lakoenja seakan-akan orang poetih; pakoe Oelando — harga barang jang tiada boleh ditawar lagi; djandji Oelando — djandji jang tetap waktoenja, tiada boleh lewat; Oelando nagari — Belanda sedjati; inda' mati de' Oelando — pepatah ini asalnja dari main kartoe, ki.: artinja ia telah kaja |
betoel, tiada lagi ia akan djatoeh miskin; ba' Oelando minta tanah — ki.: hal orang jang beloem bersenang hati dengan pemberian jang soedah², melainkan hendak meminta lagi; Oelando babenteng basi, Malajoe babenteng 'adat — orang Belanda mempertahankan negerinja dengan kekoeatan sendjata, tetapi orang Melajoe dengan kekoeatan 'adatnja. OELANG — oelang; maoelang — mengoelang; mangoelang — tiada seperti dahoeloe lagi halnja; kain ko mangoelang — kain ini loentoer atau dimakan panas, beroebah warnanja; baoelang makan — makan kembali; oelang-oelangi aden kamari — datang² kesini melihat-lihat saja; maoelangkan kadji — memperkatakan pengadjaran sekali lagi; saoelang — sekali; saoelang lagi — sekali lagi; lantja kadji de' baoelang, pasa djalan de' batoeroei` — ki.: apa² jang biasa dikerdjakan djadi mahir. OELANG-ALIENG; sagantang saoelang-alieng — segantang oelang-aling jaïtoe segantang penoeh + isi lekoeng pantat gantang itoe; lih. koendi. OELÈH I — samboeng; maoeleh — menjamboeng; oelehan, oelasan — samboengan; paoelehan — persamboengan, tempat menjamboeng; pertemoean doea barang (kajoe) jang dipersamboengkan; singke' dioeleh, pandjang dikare` — ki.: djika ada jang koerang, minta ditambah; koerang baik diperbaiki; djika tersalah minta dioebah; maoeleh djan bakasan (mangasan), mamboeece djan baboekoe — ki.: djika memboeat soeatoe pekerdjaan (jang koerang baik, kedjahatan) djangan dapat diketahoei orang; lah tampa' paoelehannjo (paoelasannjo) — ki.: telah kentara tingkah lakoenja jang djahat. OELÈH II — oelas; limau saoeleh — limau seoelas; bibienjo limau saoeleh — bibirnja seperti limau seoelas artinja bagoes. OELÈ' — oelat, banjak bangsanja; baoele` — beroelat; ba' mantjalie' oele` — ki.: sangat bentji; baoele' mato den mantjalie` — sama artinja dengan jang tadi; maoele' oerang dipasa — amat banjak orang dipasar. OELI, baoeli (baroeli) lih. roeli; maoeli — memboeat soeatoe pekerdjaan sampai soedah, oemp.: maoeli sawah. OELIA — aulia. OELIEH — oleh; baroelich biasa dipendekkan djadi boelieh — beroleh, mendapat; mambaroeliech, diparoelieh — memperoleh, diperoleh, lih. boelieh; oelieh karano, oelieh sabab — oleh karena, oleh sebab. OELI' I — tiada moedah; oeli' mambaie oetang — tiada moedah membajar oetang; oeli' didjagokan — tiada moedah dibangoenkan. OELI' II — olet; mangoeli'kan ana` — mengolet anak. OELOE — hoeloe; oeloe karih — hoeloe keris; oeloe aie — oeloe air (soengai); pangooloe — penghoeloe adat; kamoedie' tantoe oeloenjo, kailie tantoe moearonjo — hal orang dagang sebelah Pesisir Barat poelau Soematera boleh diterangkan dari mana di Tanah Dare' (Pad. Bovenlanden) ketoeroenan nenek mojangnja; oerang tapatji' dioeloenjo, |
</noinclude>
|
awa' tapatji' dimatonjo — ki.: dalam hal perdjandjian atau beperkara adalah orang lebih koeat pendiriannja dari kita. OELOEE(R) I, maoelocekan — mengantarkan; maoelocekan nasi kasawah — mengantarkan nasi kesawah; maoelocekan tando — mengantarkan tanda akan kawin dari seorang laki² dengan oepatjara keroemah bakal isterinja. OELOEE(R) II, taoeloee — keloear, tersemboel; taoeloee lidah kabau toe mandaki — tersemboel lidah kerbau itoe (karena pajah) mendaki; taoeloee lidah — antjaman kepada anak² jang meminta kembali barang jang telah diberikannja kepada orang lain, akan keloear lidahnja dan diindjak-indjak orang pada hari kemoedian. OELOEE', oedoce` — woedoe, maambie' oeloe` — mengambil woedoe, bersoetji. OELO' — semboel; lidah (ingcoe)njo taoelo` — lidah (ingoes)nja tersemboel; mantji' taoelo' gado tibo — ki.: orang djahat jang ditjari-tjari polisi tiba² kelihatan, sebentar itoe djoega ditangkap. OEMAH, baoemah, boocmah — bawah roemah (kolong). OEMAI — ketjoep, tjioem; maoemai — mengetjoep, mentjioem. OEMAJANG — sakit dalam peroet seperti diisap-isap; oemajang ati awa' malie' ana' kete' ditapoee'njo — ki.: sakit hati saja melihat anak ketjil ditamparnja. OEMANAT, imanat — amanat; baoemanat — berpesan, djika mati ......; barang oemanat — amanat, barang komisi; boelich oemanat — menerima kata jang akan dipegangkan, djika seorang meninggal. OEMANG-OEMANG — oemang-oemang. OEMARAH, lih. amarah. OEMAT — oemat. OEMBAI — oembai; oembai ame` — pandjang amat teroembai. OEMBAN — oemban; oemban tali — ali-ali; baoembanlah ang! — njahlah kamoe (djaoeh dari sini dan dengan segera) !; paoembankanlah — boeangkanlah djaoeh². OEMBANG (v.d.T.), maoembang — menakoetkan. OEMBÈH, dioembehnjo makan — ia makan amat banjak; dioembehnjo lari — ia lari tjepat; perkataan ini menjatakan oekoeran pekerdjaan jang dikerdjakan dengan berlebihan; lih. aloei', ampai, antam, bantai dll. OEMBI I — oembi. OEMBI II, malieng oembi — jang djadi pentjoeri ja'ni orang dalam roemah atau sahabat; oemboee' oembi — tipoe daja. OEMBOEE(R) I — soeboer, lekas besar. OEMBOEE(R) II, maoemboee — memperlihatkan diri; inda' maoemboee-oemboee — tiada tampak-tampak; oemp.: orang jang telah lama tiada keloear-keloear dari roemah; oemboee-oemboee — kain atau orang-orangang jang ditaroeh disawah akan mengedjoetkan boeroeng; lih. soemboee(r); bataga' oemboee-oemboee soedah manjabi` — ki.: pekerdjaan jang diboeat jang tiada lagi bergoena karena telah kasip; kaoembooeelan, lih. kombolan. |
OEMBOEE' — oemboek; paoemboee` — pengoemboek; oemboee' oembi — berbagaibagai tipoe daja. OEMBOEI' — oemboet; maoemboei' padi — mengambil oemboet padi (boedak² soeka memakannja); ba' tjando oemboei` — artinja sangat poetih dan lemboet (teroetama tentang koelit perempoean). OEMBO', maoembo` — menampakkan sebahagian dari badan; taoembo' kakinjo — tampak sebagian kakinja; takoembo` asalnja dari taoembo`, artinja ketahoean apa maksoed; ketjewa. OEMÈH (Koto Toeo) saoemeh — sedikit; sagadang oemeh — amat ketjil. OEMOEE(R) — 'oemoer; oemoe sataoen djagoeeng — masih amat moeda, beloem ada pendapat; saoemoee koerah — terlaloe amat toea; pandjang oemoee — dikatakan, bila orang jang diperkatakan, tiba² datang (tampak); oerang toe lah baoemoee — orang itoe telah boleh dikatakan toea; singke' oemoee — lekas mati; masih moeda telah meninggal. OEMOEM — 'oemoem, 'am. OEMOEN — rahsia; djan dioemoen(kan) — djangan dirahsiakan; baoemoen — membitjarakan soeatoe rahsia; nan baoemoen djan dirapa` — batin djangan diboeka. OEMPAMO, oepamo — oempama, misal; maoempamokan — mengoempamakan, memisalkan; sajo oempamo (ana') tiram, kasieh omba' moengko mandi — ki.: saja hidoep atas kasihan orang (pemberian orang) sadja. OEMPAN — oempan; ba' tjando oempan, elo' kaoempan — ki.: terlaloe amat djelik (tentang orang); mangaie baoempan, bakato batipoean — ki.: djika minta tolong atau menghendakkan sesoeatoe kepada orang, hendaklah ditampakkan keoentoengan jang akan diperolehnja. OEMPANG — tempoh; po boeah oempang poeaso ang? — berapa hari kamoe tiada (tempoh) poeasa; inda' oempang-oempang injo kamari — tiada tempoh² (tetap) ia kemari; oempang-oempang saliang, asa` — ki.: salah-salah sedikit dima'afkan, tentangan laki isteri, atau bersaudara; lih. roempang, loempang. OEMPIE(L) — oempil; inda' dioempiekannjo ambo sadja' tadi — tiada ditjeraikannja saja dari tadi, artinja kemana saja pergi diikoetnja djoega. OEMPINA' — empenak; baoempina'-oempina' bana — diempenak betoel-betoel; ditoeroetkan kesoekaan seorang, tiada pernah dibantahi. OEMPOE, baoempoe batjaka` — berkelahi mendjadi-djadi; baoempoe makan — makan betoel² beramai-ramai; lih. toempoe. OEMPOEE' — longgok; lado saoempoee` — lombok seonggok; banja' diagieh baoempoee', sakete' diagieh batjatjah — djika jang dibagi banjak, bagian tiap² orang besar, dan bila jang dibagi sedikit, tiap² bagian tentoe ketjil poela, artinja 'adil membagi; lih. toempoee`. OENAH — tiada sjahwat. OENA' — enak. |
</noinclude>
|
OENDAN, ondan — oendan; oerang toe oendan sadjo tio' ari — orang itoe tiap hari berdjalan berdoea laki isteri. OENDANG, oendang-oendang — oendang-oendang; pandai baoendang — ahli tentangan 'adat, pandai berkata-kata; taratja' dioendang, tasoengkoei' dilimbago — ki.: menoeroet 'adat semata-mata. OENDI — oendi; maoendi — mengoendi; maoendi kapalo nagari — mengoendi (memilih) kepala negeri; oendian — oendian, eksaman, examen. OENDJA(R), maoendja — mengindjak-indjak loempoer atau merodok loebang atau dengan ichtiar lain, soepaja binatang jang didalamnja keloear, oemp.: beloet, oelar, tikoes dll.; kanai oendja — diasoet; perb. dengan goendja(r). OENDJAM — oendjam; maoendjamkan loetoei' nan doeo — berloetoet, berteloet; taoendjam kaboemi — terbenam masoek tanah; lih. soendjam. OENDJÈ', ondje'; oendjang oendje` — pergi datang dengan bergoeloet-goeloet; oendjang oendje' mantjari pitih — selaloe hilir moedik (kesana sini) mentjari rezeki; oendjang oendje' manjalang — djoeloer-djalar mentjari orang tempat memindjam oeang. OENDJOEE(R) — oendjoer; maoendjoee — beloendjoer; maoendjoeekan — mengoendjoerkan; mai' taoendjoee — majat terhantar (tengah roemah); majat diboedjoer; oendjoeeran — sebelah bawah tempat beloendjoer; sebelah bawah kaki orang jang tidoer; sebelah bawah kaki orang jang telah berkoeboer; aloen doedoee' lah maoendjoee — beloem doedoek soedah beloendjoer; oendjoee andja — gelisah. OENDJOEE — oendjoek; maoendjoee'kan — mengoendjçekkan; lah saoendjoee' kito toe? — telah sekata kita tentangan perkataan jang akan disampaikan itoe?; oendjoee' nan ta' babarikan — ki.: diberikan tjoema dimoeloet sadja. OENDJOEI' — kain empat segi jang diperikatkan keempat oedjoengnja laloe disandang, tempat membawa (meletakkan) apa², oemp. sirih, kain atau beli-belian d.l.l. OENDJOEN — oendjoen; baoendjoen-oendjoen — beroendjoen-oendjoen; elo oendjoen — direboet dan diregang sampai dapat. OENDO, lih. koendo, toendo; baoendo-oendo (bakoendo-koendo, baondoh-ondoh) kakantocc — hampir semoea pergi kekantor karena soeatoe perkara. OENDOOEE(R) — oendoer, soeroet; inda' amoeh oendoee — tetap pada pikirannja; inda' oendoee-oendoeenjo atinjo (paratiannjo) — walaupoen ia telah toea, tetapi hawa nafsoe masih seperti dahoeloe; badan ambo lah oendoee — badan saja telah moelaï lemah dan penjakitan; ambo lah oendoee makan — saja soedah makan; oendoee sakit — soedah sakit, baroe semboeh; pakaro ambo baoendoeekan poelo — perkara saja dipertanggoehkan lagi (oleh hakim). OENDOEENG-OENDOEENG — kain penoetoep kepala; baoendoeeng-oendoeeng — memakai kain oentoek penoetoep kepala. |
OENDO' (Koto Toeo) — tjadar. OENGANG — tenang, tedoeh, berkoerang, (tentangan penjakit) oedjan, riboet dll.; lah oengang oerang dipakan — orang dipekan telah berkoerang; lih. oenggang. OENGÈ' (v.d.T.), badjalan taoenge'-oenge` — berdjalan seorang diri dan bata-bata (tando djae`). OENGGANG, lih. oengang; inda' oenggang-oenggangnjo oedjan — hoedjan tiada berhenti-henti; oenggangkan sabanta minoen oebe` — tempohkan sebentar (sementara waktoe) minoem obat. OENGGÈH — oenggas; lapeh oenggeh — merdeheka, bebas. OENGGI', onggi', ongge` — oenggit. OENGGOEE' — longgok; lih. onggo`. OENGGOEN — oenggoen; maoenggoen — membakar sampah; maoenggoenkan saro` — melonggokkan sampah; saoenggoen pitihnjo — amat banjak oeangnja; satinggi oenggoen — amat tinggi. OENGIE', maoengie' bakaradjo — bekerdja radjin; dioengie'njo makan — ia makan betoel-betoel (banjak). OENGKA(R) — bongkar; oengka batang pisang toe! — bongkar pohon pisang itoe !; inda' talo' dioengka — tiada dapat dioebahkan pikirannja. OENGKAI — oengkai, orak; maoengkai badjoe — menanggalkan (memboeka) badjoe; maoengkai roemah — merombak roemah; maoengkai djandji — mengoebah perdjandjian, merombak perdjandjian. OENGKI' — oengkit; inda' talo' dioengki' djo basi ange` — hal orang jang tiada maoe pergi (bertjerai dengan) dari temannja, karena keenakan bertjakap; ba' maoengki' batoe dibantjah — ki.: mengerdjakan soeatoe pekerdjaan jang soekar, oemp.: mengadjak orang doesoen bersekolah; lih. soengki`. OENGKO', ongko', maoengko'-oengko` — berdjalan terboengkoek-boengkoek. OENGKOEE' — mojang; perb. dengan boengkoee`. OENGKOEIH, boeroee' oengkoeih — kasar moeloet. OENGKO', ongko'; maoengko'-oengko` — berdjalan terboengkoek-boengkoek. OENGOE — oengoe. OENGO', maoengo` — menjemboel; maoengo' kamari maoengo' kaken — djoeloer-djalar. OENI (Padang) I — kakak perempoean. OENI II, lih. oenji. OENIENG (Pesisir) lih. oeni I; ma' oenieng, lih. koenieng. OENJAI — mengerdjakan pekerdjaan dengan tiada diboeroe, oemp.: menggoelai, mengangkat tanah; manggoelai laoee' dioenjai moengkonjo kampoeeh — memasak daging djanganlah diboeroe-boeroe soepaja ia lemboet; oedjan baoenjai — hoedjan tiada lebat, tetapi lama, tiada lekas tedoeh. OENJI, oeni — toenggoei, diami; maoenji — mendiami, menoenggoei; maoenjikan djawi makan — djawi makan didjagaï; dioenji djawikan — ki.: dinantikan sampai dapat jang diminta seperti boedak menantikan orang memboeatkan dia lajang-lajang; pasan inda` |
</noinclude>
|
batoeroei'i, pitarooeh inda' baoenjikan — ki.: menjerahkan soeatoe pekerdjaan kepada orang dengan tiada dimata-mataï. OENJOEI' — onjot, njonjot; ana' ko inda' baranti maoenjoei` — anak ini tiada berhenti menjoesoe; djawi paoenjoei' tali — djawi penjonjot tali (maksoednja soepaja poetoes); perb. dengan njoenjoei' I. OENOEIH — bagian idjoek jang seroepa benang dan koeat; maoenoeih — memintal tali; maoenoeih idoei` — ki.: miskin; baoenoeih — membitjarakan hal jang penting; nan baoenoeih — jang sebenar isi roendingan. OENSOE, oentjoe (tentang panggilan) — boengsoe; ma' oensoe — ma' boengsoe; pa' oensoe — pa' moeda, paman. OENTAI — oentai; manie' saoentai — manik seoentai; baroentaian — beroentaian. OENTIEH, lih. roentieh; dioentiehnjo mandjoea koedonjo — diangsoernja mendjoeal koedanja (karena daroerat). OENTJANG I — oentjang, kadoet; oentjang sirich — oentjang (kadoet) sirih. OENTJANG II — koentoel. OENTJI', maoentji' oerang — mengalang-alangi soepaja maksoed orang djangan sampai; dioentji' oerang oemp.: hendak memindjam, tiada diberi orang; hendak tjampoer dalam soeatoe perkoempoelan, tiada orang maoe menerima; berdjamoe, tiada didatangi orang perdjamoeannja dsb. OENTJOE, antjoe, lih. oensoe. OENTO — oenta; manjarahkan diri ba' oento — karena tiada terbitjarakan lagi laloe menjerahkan diri meminta pertolongan atau mengakoe. OENTOOEE' — bagi, bagian; oentooee' siapo iko — bagi siapa ini; maoentooee'kan — membagikan; iko oentooee' ang — ini bagimoe; kami lah baoentooee' soerang-soerang — kami telah ada mempoenjaï bagian masing²; ganggam nan baoentooee', ha' banan poenjo — kepoenjaan masing-masing, tiada boleh dikoeasaï orang lain; aloen ka oentooee' de' ambo djadi oerang malin — beloem dibagikan (ditakdirkan) Toehan pada saja akan mendjadi 'alim. OENTOEENG — oentoeng, nasib; oentoeeng baie' (elo') — nasib jang baik; oentoeeng boeroee` — nasib jang malang; abih oentoeeng (paroentoeengan) — bertjerai laki isteri; pandjang oentoeeng (paroentoeengan) — lama bertjampoer laki isteri; mangadji paroentoeengan — memikir--mikirkan nasib jang malang; saparoentoeengan — sama-sama malang; senasib, sepeminta; kaoentoeengan — laba; baroentoeeng — berlaba; dioentoeengkan Allah ...... — ditakdirkan (dengan takdir) Allah ......; oentoeeng diparoentoeeng-roentoeeng, malang dipaboee'-boee` — oentoeng baik disia-siakan dan pekerdjaan djahat dikerdjakan; baoentoeeng-oentoeengan — beloem dapat ditentoekan, djika oentoeng baik, ..... tetapi djika oentoeng malang, .....; oentoeeng-oentoeengan: inda' dape' toeah dikadja, kalau inda' oentoeeng djo bagian — toeah tiada dapat ditjari-tjari, djika tidak oentoeng baik; lah oentoeeng ang toe inda' bagantoeeng — boleh dikatakan nasib kamoe |
masih baik, sehingga kamoe tiada dapat hoekoeman gantoeng. OENTO', maoento` — datang dengan tiba²; radjaki datang maoento` — keoentoengan jang diperoleh dengan tiada disangka-sangka. OEO — abang, kakak perempoean; ka' oeo, pa' oeo, ma' oeo; oeo kependekan dari toeo; oeo data (Pariaman) orang kebanjakan, boekannja orang bangsawan. OEO' — oeap; daoen² kajoe jang dimasak dengan oeap; maoeo` — memboeat oeo'; merooeap, beroeap; nasi ange' maoeo` — nasi panas meroeap; baoen badannjo maoeo` — baoe badannja (jang boesoek) meroeap; paoeo'kan lasoeeng — ki.: menjombong, mengatakan soeatoe hal jang tiada moengkin terdjadi. OEPA(R) — n. seb. oelar jang amat bisa. OEPAH — oepah; makan oepah — mengambil oepah; maoepah — mengoepah; oerang oepahan — oepahan; oepahan — oepah. OEPAJO — oepaja; dajo oepajo — daja oepaja; inda' dajo inda' oepajo diambo — saja tiada mempoenjaï daja oepaja; tiada daja oepaja bagi saja. OEPAM — oepam. OEPAMO, lih. oempamo. OEPAN — n. seb. boeroeng pergam. OEPANG-OEPANG — perkakas sematjam tangga oentoek memandjat; oepang-oepang takana', dindieng tarateh — tangga terpasang, dinding telah temboes; (tanda ketjoerian, tando djae`). OEPATI — oepeti. OEPÈH I — oepas. OEPÈH II — opas. OEPÈ' — oempat; maoepe` — mengoempat; oepe' djo poedji inda' batjarai — ada orang jang mengoempat dan ada jang memoedji akan orang jang seorang itoe djoega; inda' oepe' nan mamboenoech, inda' poedji nan manganjang — ki.: djanganlah dihiraukan amat oempat dan poedji, karena kedoeanja tiada berfaedah. OEPIEH — oepih; maooepieh — telah djelik warnanja karena telah toea (tentang pakaian); dikatakan tentang djagoeng jang telah toea; ba' oepieh djatoeeh — ki.: jang toea mati dahoeloe, kemoedian baroe jang moeda; padi masa' djagooeng maooepieh, ana' soerang minantoe malin, ana' koedo djantan-djantan poelo — ki.: nasib jang amat baik sekali; apa dikerdjakan beroentoeng semoeanja. OEPIE' — panggilan kepada anak perempoean atau perempoean moeda. OERAH — bongkar; maoerah padi — mengeloearkan padi dari loemboeng, dikatakan djoega maoerah loemboeng; maoerah parasaian — mentjeriterakan penanggoengan; maoerah sitambo lamo — mentjeriterakan hal jang lama-lama; de' roesooeeh taoerah boentie, de' soeko taoerah roesie — karena bersoesah hati (karena ta' beroeang) diboeka boentil tempat menjimpan oeang; oleh sebab bersoeka-soeka kadang² terboeka rahsia. OERAI — oerai; ameh oerai — emas oerai; ramboei' taoerai — ramboet teroerai; maoeraikan nikah — mentalak perempoean; maoerai aie mato — mentjoerahkan air mata, mena- |
</noinclude>
|
ngis; oeraian — keterangan dari moelanja sampai kesoedahannja. OERA' — orak; maoera' badjoe — menanggalkan badjoe; maoera' roemah — merombak roemah; maoera' selo — berbangkit hendak poelang ketempat masing² tentang djamoe; beragak hendak berangkat; mangoera` — meloeroeh, meranggas; lapeh oera'-oera` — hilang penat-penat badan, atau diberi orang oeang, sehingga dapat membeli jang perloe. OERANG — orang; kato oerang — kata orang; oerang kete` — orang ketjil, orang kebanjakan; oerang gadang — or. besar, or. bangsawan; oerang kajo — or. moelia; panggilan kepada isteri orang besar²; oerang sia` — siak; oerang toeo (oerang gae') — orang toea, iboe bapa; oerang toeo taoe — crang toea jang telah banjak pendapat; oerang moedo — toekang poepoet, toekang saloeng, toekang rebab, toekang tari dll.; oerang djago — kawal; oerang malieng — pentjoeri; oerang aloeih — orang jang terpeladjar; djin. mambang dsb. jang tiada kelihatan; oerang rai', oerang aloeih, oerang batoeboech aloeih — dewa, peri dsb.; oerang-oerang — patoeng, boneka; oerang-oerang mato — bajang² dalam mata; baoerang-oerang — hal (nisbah) dengan orang lain; arago baoerang-oerang: limo roepiah, tapi baawa'-awa' ambie'lah ampe' roepiah — kepada orang lain (jang tiada berkarib) saja tawarkan lima roepiah, tetapi sama-sama kita (kita jang berkarib atau berkenalan lama), bajarlah empat roepiah; pandai baoerang-oerang — pandai bertj ampoer gaoel dengan orang lain; oerangan — hal orang jang biasa ditandangi orang; inda' oerang saoerangnjo lai — pada pikirannja, tiada orang jang lebih dari padanja; injolah n in oerang — sama dengan jang terseboet diatas ini; oerang kapitoeroenan — orang jang bersahabat dengan djin, setan, mambang, indera dsb. OERANG-ARIENG — orang-aring, sebangsa tanaman. OERÈH — air obat; maoereh — membasahi badan orang sakit dengan air obat; paoereh — oerapan; baoereh rakoeengan — basah tekak, artinja diberi orang oeang akan pembeli makanan dll.; ba' baoereh katang² — artinja badan gatal²; sangat marah. OERÈ' — oerat; oere' oesa — oerat seb. roempoet akan djadi haroeman; oere' kajoe — obat jang dimakan perempoean soepaja hamil; ana' oere' kajoe si Anoe — anak jang diperoleh dengan memakai obat si Anoe; baoere' njo diroemah oerang — ki.: lama ia bertandang diroemah orang; ambo lah mandanga dari oere'njo — saja telah mendengar dari orang jang djadi asal perkabaran itoe atau dari karibnja; oere' malang, pangka tjilako — jang mendjadi asal perkara jang koerang baik; oere' nan basaloee', poetjoee' nan baampeh — ki.: hal orang jang dari dahoeloe kawin mengawini; poetjoee' boele', oere' toenggang — ki.: penghoeloe 'adat jang teroetama. OERI — temboeni. OERIEH — baris, garis, paroet; taoerieh — tergores; maoeriehkan api-api — menggoreskan geretan api; lih. soerieh. |
OERIE' — linggis, alabangka, peredjang; maoerie` — menggali atau mebongkar dengan linggis. OERIENG, oreng — lekoek pada pertengahan bibir diatas. OERO-OERO, oele' oero-oero — sebangsa oelat boeloe. OEROE, baoeroe — berkeroemoen; oeroe-oeroe — pekerdjaan tiroe-meniroe, tentang pakaian, permainan; basioeroe-oeroe — toeroet-toeroetan, oemp.: moelanja seorang memakai selop tinggi toemit, kemoedian satoe kampoeng meniroe poela dsb. OEROEENG, baoeroeeng — berkeroemoen; goelo dioeroeengi samoei` — goela dikeroemoeni semoet. OEROEIH — hoeroef; maoeroeih-oeroeihi — mengawas-awasi(mengenang-ngenang)soepaja dapat mengenal; lah lamo ambo oeroeihoeroeihi, baroe ambo taoe dinjo — lama saja pandang-pandangi, baroe saja kenal akan dia. OEROEI' — oeroet; maoeroei` — mengoeroet; toekang oeroei` — toekang oeroet; maoeroei' paroei' oerang — ki.: memboedjoek-boedjoek orang, atau bermain dengan dia, sehingga habis oeangnja; ba' kato (djanjo) nan pandai oeroei'lah — ki.: hal ini saja serahkan kepada orang jang ahli sadja. OESA (.) — roempoet jang haroem oeratnja. OESAH — djangan; oesah ang pai — djangan kamoe pergi; oesahkan — djangankan; oesahkan sanang, batambah saki` — djangankan senang, bertambah sakit. OESAI — oesai; pakan (galanggang) lah oesai — pekan (gelanggang) telah oesai; maoesai — mengoesaikan; maoesai kain — mengoesaikan kain; baka(r)oesaian — berhenti, berkesoedahan tentang perkelahian, permainan dll.; pitihnjo lah oesai — oeangnja telah habis. OESA' — oesak, koerang; maoesa'i — mengoesaki; aie lah oesa` — air soengai (bandjir) telah soesoet (soeroet); injo lah banja' maoesa'i arato toeo — ia telah banjak menghabiskan harta poesaka; inda' oesa' kabau de' pandabiehan — ki.: orang kaja beloemlah akan merasa, bila ia mengeloearkan oeang barang sedikit; nasihat soepaja orang soeka memberi sedekah atau menolong orang jang kekoerangan. OESALI, lih. asali. OESANG — toea, lama (tentang barang²); roemah toe lah oesang — roemah itoe soedah toea; adat lamo poesako oesang — 'adat jang telah toeroen-temoeroen; oesang² dipabaroei, lapoee'² diganti — apa jang soedah toea ditoekar dengan jang baharoe dan jang telah boesoek, haroes diganti; demikian djoega hal penghoeloe². OESAO — oesaha; maoesankan sawah — mengerdjakan sawah; maooesaokan ana' kamanakan — beroesaha oentoek kebaikan anak kemanakan; koee' baoesao — radjin bekerdja jang mendatangkan kebadjikan; mairi' karadjo djo oesao, mairi' parang djo barani — ki.: orang jang bekerdja hendaklah mempoenjaï kekerasan hati dan orang jang hendak berperang, wadjiblah berani. OESIAT, wasiat — wasiat; baoesiat — berwasiat. |
</noinclude>
|
OESIE(R) (dikota) — oesir; taoesie dari sikola — dikeloearkan dari sekolah atau disoeroeh poelang karena kesalahan. OESIE' — oesik; maoesie` — mengoesik. OESOEE(L) I — oesoel; asa oesoece — asal oesoel. OESOEE(L) II, maoesoee — memeriksa; dioesoee dipareso — diperiksa dengan saksama dari permoelaannja sampai achirnja. OESOEE(R) — 'oezoer; badan ambo lah oesoece — badan saja telah lemah dan penjakitan. OESOEENG, osong — oesocng; oesoeengan — oesoengan; mai' doeo saoesoeengan — doea orang sekali mati dalam satoe roemah. OESOEIH, lih. Joesoef. OESO' — oesap; maoeso` — mengoesap, memberi soeap. OETAMO — oetama; nan dioetamokan — jang dioetamakan; tarootamo — teroetama. OETAN — hoetan; oetan kareh — tanah jang tiada ditanami; oetan lamboei` — tanah jang ditanami, jaïtoe sawah ladang; oetan djaoeeh — rimba; oetan dake` — tanah jang pernah ditanami, tetapi telah tinggal lagi; oetan djaoeeh baoelangi, oetan dako' bakandanoi — hoetan djaoeh dilihat satoe-satoe kali, hoetan jang dekat selaloe dimata-mataï. OETANG — oetang; oetang ameh — wang jang dipindjam; oetang boedi — oetang boedi; baoetang — beroetang; baoetang kato — djandji jang beloem ditepati; pioetang — pioetang; oetang pioetang — oetang pioetang; mampioetangi — memindjami oeang; kapioetangan boedi — beroetang boedi; kapioetangan baso — beroetang karena telah didjamoe oranq makan keroemahnja, beloem lagi dibalas; atau telah menoempang diroemahnja dsb.; oetang dibaie, pioetang ditarimo — oetang dibajar, pioetang diterima; baoetang babaieran, maminta' boelieh sadjo — oetang haroes dibajar, apa jang diberi orang dapat tjoema²; oetang ameh boelieh dibaie, oetang boedi dibao mati — oetang emas dapat dibajar, tetapi oetang boedi tidak terbalas sampai mati. OETARO — oetara. OETIEH — oetih kependekan poetih; ma' oetieh — mamak laki² jang kekoeningan warna koelitnja; lawannja ma' itam; tji' oetieh, tji' itam — bibi. OETJAP, koetjap — oetjap; mangoetjap — mengoetjap; mangoetjap soekoee — mengoetjap sjoekoer; di(k)oetjap-(k)oetjapkan — dioelang-oelangkan menjeboet kalimah tauhid kepada orang jang sakit keras atau diseboet-seboet dekatnja soepaja ditoeroetkannja dengan hati. OETJI (Kamang), kependekan dari padoesi ; ninie' oetji — nenek perempoean; lawannja nja' aki — nenek laki². OETJOE, kependekan dari boengsoe; (ma`) oetjoe — paman jang boengsoe; perb. dengan oentjoe. OETJO' — damai; baoetjo` — berdamai; mampaoetjo'kan — memperdamaikan; na' oetjo' dilawan damai, na' parang gilieng piloeroe — sebarang boleh dipilih: hendak |
berdamai atau hendak berperang (beperkara). OETOOEIH I — oetoes; oetooesan — oetoesan. OETOOEIH II — tjerdik; maoetoeih kapandaiannjo — ia terlaloe amat pandai. OGAH — gah; maambie' ogah — berkata-kata atau berboeat sesoeatoe akan mentjari gah (nama). OGO' I, maogo'-ogo` — berdjalan lambat-lambat seperti orang toea atau orang jang baroe semboeh; koedo maogo` — koeda tiada lagi maoe berlari hanja berdjalan perlahan-lahan karena terlaloe pajah; djaga maogo` — dagangan koerang lakoe. OGO' II, maogo'kan — mengoendjoekkan barang kepada orang, soepaja dibeli orang; mengoendjoekkan perempoean kepada orang jang mentjari djodoh; djo apo diogo' inda' bapitih — dengan apa dibeli, saja tiada berwang. OJA' — goentjang; roemah dioja' gampo — roemah digoentjang gempa. OJO, lih. oja`. OJONG I, maojong tanah — menoenda tanah jang soedah digali dengan papan jang lebar ketempat jang rendah. OJONG II, maojong-ojong — moengoet-moengoet. OKAH — boros; lih. rokah. OLA' ALAI, lih. oela' alai pada oela`. OLA'-OLA' — poepoet (serdam) batang padi dililit didepannja dengan daoen njioer, mendjadi seroepa selompret, soepaja besar boenjinja. OLÈ (Koto Toeo), diole-olekan — diperolok-olokkan. OLÈNG — oleng. OLO' I, olo'-olo` — olok-olok; baolo'-olo` — bersenda; mampaolo'-olo'kan — memperolok-olokkan, mempermain-mainkan; pandjang olo'-olo` — pandai bersenda; masa' olo'-olo` — selaloe diperolok-olokkan orang. OLO' II — bodoh. OLONG-OLONG, amoeeh sadjo diolong-olongkan oerang — maoe sa lja dipoedji-poedji (digoemboek) orang. OMBA' I — ombak; baromba` — berombak; siso omba' maampehkan — ki.: dikatakan tentang orang jang telah semboeh dari penjakit keras; lah pajah dilamoen-lamoen omba' — ki.: telah pajah menanggoeng beberapa kesoesahan; omba' nan kete' djan diabaikan — ki.: djanganlah dilalaikan perkara jang ketjil jang boleh mendatangkan bahaja jang besar; omba'njo sadjo kadangaran, pasienjo aloen dilie` — oemp. orang mengatakan Soetan Bagindo itoe kaja, tetapi beloem ada kenjataannja. OMBA' II (Mahat, Pangkalan) — kakak (laki²), toean. OMBÈNG — kertas jang dilekatkan pada sebelah sajap lajang² soepaja djangan senget atau timah jang diikatkan pada belakang koeda jang akan diadoe berpatjoe dengan koeda lain, soepaja sepadan. ONDAI-ONDAI — seboet-seboetan; mandjadi ondai-ondai — mendjadi gamit-gamitan. ONDA', aie maonda'-onda' dibanda — air amat besar dalam serokan, sebak. |
</noinclude>
|
ONDAN, lih. oendan. ONDÈH, diseboet menjatakan heran, atau karena belas — amboi; ondeh kependekan o, andeh. ONDÈH-ONDÈH — ondeh-ondeh. ONDJA', lih. londja`. ONDJÈ', lih. oendje`. ONDOH, ondohkan — toelakkan; baondoh-ondoh masoee' koeroeengan — semoeanja masoek pendjara; ondoh poroh — djatoeh semoeanja (terdjeroemoes); maondoh-ondohkan oerang — memboedjoek orang, soepaja mengerdjakan pekerdjaan jang koerang baïk atau jang meroegikan. ONGÈH (v.d.T.) — sombong. ONGGAH, maonggah-onggah — berdjalan dengan pakaian jang tiada tjoekoep oemp. orang besar tiada memakai saroeng. ONGGÈ', oenggi` — oenggit. ONGGI', lih. ongge`. ONGGO' — longgok: lih. oenggoee`. ONGGONG I, maonggong — bertjangkoeng. ONGGONG II, lih. tonggong I. ONGKANG — langkah jang pandjang; maongkang-ongkang — berdjalan dengan langkah jang pandjang. ONGKO', lih. oengko`. ONGOH, maongoh — memperlihatkan diri; taongoh — dengan tiba² kelihatan dimoeka kita. ONGO' — bodoh; perb. dengan dongo`. ONJÈH, baonji'-onjeh, lih. baenjeh-enjeh pada enjeh. ONJÈ', maonje` — mengoenggit. ONJO', onjo'kan — oendjoekkan, berikan; maonjo'kan soere` — memberikan soerat. ONTJONG, maontjong — berdjalan tjepat dengan tiada tentoe toedjoean, oemp.: bila orang kena marah; maontjong ilie maontjong moedie` — berdjalan kehilir kemoedik dengan tiada maksoed jang tentoe. OPA'-OPA' — nama sem. koee. OPANG (v.d.T.) — bilah pengoekoer besar mata djala. OPO' I, maopo'kan — meletjeh. OPO' II, opo'-opo` — nama sem. permainan kelamboe. ORAT — 'aurat. ORÈNG, lih. oerieng; inda' taoe dioreng — amat bodoh. ORO, dioronjo makan — ia makan terlaloe amat banjak. ORONG (dikota) I — tiada djadi; diorongkan — tiada didjadikan. ORONG II, orong-orong — nama sem. lorah, kerek penaikkan sangkar ketitiran. OSOH. lih. asah, eseh; maosohkan tapa` — menggosokkan telapak: berdjalan dengan tiada memakai alas kaki; berdjalan kaki. OSONG, lih. oesoeeng. OTA (dikota) — omong, reta-reta; maota — mengomong, mereta-reta; talo' si Bangkah diotanjo — pertjaja si Bangkah akan omongnja. OTJOH, maotjoh — berdjalan dengan tjepat²; otjohkan soere' ko sabanta kakantoee pos — antarkan dengan tjepat soerat ini kekantor pos. |
P. PAAAI, saoeai sapaai (Balingka) — seiboe sebapa. PABILO — apabila, bila; pabilo kapa balaie? — bila kapal berlajar ?; barang pabilo ambo kamari — nantilah (tiada ditentoekan waktoenja) saja kemari. PADA(R) — pedar; minja' pada — minjak pedar; ati pada — sebal; kapadaran — sebal, sakit hati. PADAH — padah; padahkan — pada hal: dengan tidak disangka-sangka; diseboet djoega parakan; dikatokan injo tingga di Padang djoeo, padahkan injo lah ka Batawi — pada sangka saja, ia masih tinggal di Padang, kiranja ia telah pergi ke Betawi; padahan — 'akibat jang tidak baik; bamain-main djo pisau ko, bapadahan djoeo ko baiko — bermain-main dengan pisau, akan ada djoega kelak 'akibatnja jang ta' baik; kaki tataroeeeng inai padahannjo, moeloei' tadorong ameh padahannjo, lih. pada tanoeeng dan dorong. PADAKAN, lih. padahkan, parakan pada padah. PADAM — padam; mamadami — memadami; sirah padam — merah padam; tentang warna moeka orang, jang sangat marah; dajo ibilih inda' tapadami — daja iblis tiada terlawan (tiada terbantahi); njao padam — mati; kapadaman soeloeeh — ki.: kematian orang tempat meminta bitjara atau nasihat; api padam, poentoeeng anjoei` — ki.: dikatakan tentang perkara jang telah dipoetoeskan betoel-betoel atau tanda tjeritera telah tammat; api padam, poentoeeng baraso` — ki.: hal perkara jang telah diselesaikan, tetapi kemoedian timboel kembali. PADAN I — titik atau tempat orang berdiri akan melempar dengan batoe atau damar pada permainan lempar-lemparan, oemp.: pada main keminting atau kelereng; mambari padan — memberi dahoeloe (mendahoeloekan), oemp.: pada perloembaan koeda: koeda jang lambat didahoeloekan dari jang gantjang beberapa meter; sapadan — sepadan; bapadanan — berpadan; mamadan — memeriksa mana jang lebih besar atau lebih koeat diantara doea barang dan mentjahari djalan akan menjamakan; mantjilo' (mangitjoeeh) padan — ki.: mengoebahi perdjandjian. PADAN II, mamadan oerang — meminta kepada orang soepaja menjimpan rahsia atau mengatakan jang tiada sebenarnja kepada erang jang bertanja; injo mamadan den, djan mangetje'-ngetje' ka oerang — ia memboedjoek (mengelon) saja, soepaja djangan berkabar-kabar kepada orang lain; padan Solo' boedi Salajo — orang Solok ternama pandai berpadan, orang Selajo pandai berboedi, dipakai seperti: tipoe Atjeh goerindam Baroeih. PADANG I — padang; padang ana — padang soenji; padang masa(r) — padang mahsjar; bapadang lapang — sabar; pangoeloe (ninie' mama') wadji' baalam leba, bapadang lapang — penghoeloe haroes sabar (banjak pikir-memikir); lain (asieng) padang, lain (asieng) bilalang lih. asieng; padang-padangan — |
</noinclude>
|
tiada tetap, oemp.: orang sakit, kadang2 baik, sebentar lagi sakit poela; hal ajam jang berani hanja pada padangnja (pekarangannja) sadja; karangan lah soedah, djandji lah diboee', padang lah dioekoee, apo sabab inda' ditapati — ki.: sekalian sjarat-sjarat perdjandjian telah diboeat, apa sebab dimoengkiri. PADANG II — pedang; manapie' mato padang — ki.: melawan orang jang memegang kekoeasaan (pemerintah). PADANI (v.d.T.) — permadani; lih. paramadani. PADATI, pidati — pedati; padati toela` — pedati jang ditarik atau ditolak orang; bapadati — mentjari penghidoepan membawa moeatan dengan pedati. PADATO, pidato — pidato; banjak matjamnja; bapadato — berpidato. PADEH — pedas; padja aga' padeh sakete` — anak saja koerang sehat; na' taoe dipadeh lado, na' taoe dimasin garam — ki.: soepaja tahoe bagaimana soesah hidoep akan mendjadi pengadjaran kelak; sipadeh — halia. PADE' — padat; mamade' kasoee — mengisi kasoer dengan kapoek; aden nan mamade' paroei'njo — saja jang memberi dia makan; pade' atinjo — tetap hatinja, ia berani; roendiengan kami lah pade` — roendingan kami telah pasti (tiada dapat dioebah lagi); pade'kan katalingonjo — katakan djelas-djelas kepadanja, soepaja ia djangan loepa; badjoea bapade', mambali bakirai — djika kita jang mendjoeal (oempama dalam karoeng), haroes isinja dipadat, tetapi jang dibeli, gemboer sadja, dikiaskan kepada seorang, djika ia kawin dengan seorang perempoean, ia haroes berbelandja banjak, membanting toelang, tiada ditolong oleh saudara atau mamak perempoeannja, akan tetapi orang jang kawin dengan saudaranja perempoean, tiada demikian halnja. PADI — padi, terbagi doea jaitoe: padi tjarai, padi poeloei`; padi tjarai berbagai-bagai poela bangsanja: padi santo`, padi rani' djintan, padi koenieng, padi sariboe naie`, padi boengo tandjoeeng, padi baja`, padi same`, padi koempai; padi poeloei`, lih. sipoeloei` pada poeloei`; makan padi sabalah — mendapat seperdoea dari hasil sawah jang dioesahakan orang lain; padi saliboe, lih. saliboe; pitih oerang den padii — oeang orang lain saja pindjam, boenganja dibajar dengan padi; alimoe padi nan ka dipakai, makin baboeah makin roendoee`, lih. roendoee`; ba' Bata' bapadi — dikatakan tentang orang jang tiada hendak mentjari rezeki lain, selama ada padinja dalam simpanan; ba(r)ameh, kameh, bapadi mandjadi — djika ada oeang semoeanja kemas, djika ada padi, semoeanja mendjadi, maksoednja: orang kaja sampai segala maksoednja. PADIA, pabia, lih. bia(r). PADIEH — pedih; mamadieh ati — menjakitkan hati; paroei' padieh — sakit dalam peroet; padieh djantoeeng — belas, karena melihat atau mendengar seorang mendapat bentjana atau didjahati orang; padieh katonjo — katanja menjakitkan hati; injo kapadiehan — hatinja marah, oemp.: karena alah dalam |
soeatoe persengketaan; oele' sipadieh — n. sebangsa oelat boeloe, djika tersentoeh, pedih rasanja badan kita. PADJA(R) I — boedak; padja sirah — boedak ketjil; bapadja — melahirkan anak, beranak; apa' padja — soeami. PADJA(R) II — fadjar; tabi' padja — fadjar menjingsing, terbit fadjar; padja sidie` — waktoe soeboeh (fadjar siddik, 'Ar.). PADJA' — kedai; padja' (nasi) — kedai nasi; roemah padja', padja' gadai — pegadaian. PADJAM — pedjam; mamadjamkan mato — memedjamkan mata; pisau den lah padjam — pisau saja telah hilang; injo lah padjam — dikatakan tentang orang jang berangkat, telah djaoeh tiada kelihatan lagi; padjam njaonjo — hilang njawanja, mati, padam njawanja. PADJOEEH, malieng padjoeeh — mentjoeri makanan, laloe dimakan diam2; pamalieng padjoeeh — soeka berlakoe seperti diatas; padoesinjo dipadjoeeh oerang — perempoeannja dipakai orang. PADO I — pada, tjoekoep; mamadai, mamadoi — mentjoekoepi; mamadokan — mentjoekoepkan; aloen pado atinjo — beloem poeas hatinja; baboee' baie' pado-padoi, baboee' djae' djangan sakali — djika berboeat baik, hendaklah tjoekoep-tjoekoep, kedjahatan sekali-kali djanganlah dilakoekan. PADO II, dari pado; si Amin kete' pado si Badoe — Amin ketjil dari si Badoe; pado idoei' batjamin bangkai, elo' mati bakalang tanah — dari pada hidoep betjermin bangkai, lebih baik mati bergalang tanah. PADO III (koerang lazim) — pada; pado sakali ari — pada soeatoe hari. PADO IV — peda; matjo pado — ikan teri jang ditjampoer dengan keloeak; mamado ati — ki.: menjoesahkan hati; lah boesoee' mangko dipado — ki.: pekerdjaan jang dikerdjakan sesoedah soeatoe hal terdjadi, djadi tiada faedahnja; lawannja: inge' samantaro aloen kanai. PADOE — padoe; mamadoe ameh — meleboer emas; ameh padoe — emas padoe, emas kimpal; mamadoe lape` — meramas tepoeng akan djadi lepat; padoean — madjoen, ma'djoen; mamadoe roendiengan — ki.: bermoepakat, menjatoekan pikiran. PADOEE', bapadoee` — sematjam permainan boedak-boedak melemparkan keminting masoek kedalam loebang jang disediakan, lih. podo`. PADOEKO, pandoeko (dalam soerat2 dan djadi gelar) — padoeka. PADOELI — pedoeli; mampadoelikan — mempedoelikan. PADOESI — perempoean, isteri; ana' padoesi — anak perempoean; padoesi den — isteri saja; aloen bapadoesi — beloem beristeri; kapadoesi-padoesian — laki2 jang lakoenja seperti perempoean; tjadie' padoesi malaboeehkan, soedaga moedo maoetangkan — ki.: orang jang beloem atau tiada pandjang pikirannja, atjap mendatangkan kesoesahan; ba' boenji padoesi diaie — amat rioeh; ba' tjando paham padoesi, lih. paham. |
</noinclude>
|
PADOMAN — pedoman; mampadoman — mengamat-amati; elo'-elo' mamagang padoman — ingat-ingat pada sebarang pekerdjaan; patji' (mamatji') padoman kami tida', angin basiroe (bakisa) kami taoe — meskipoen kami bodoh, kami tahoe djoega, bahwa ada hal jang terdjadi. PAE' — pahat; mamae', — memahat; lah mantjiri'kan pae` — ki.: telah toea renta; pamahatan — pahatan; ba' tjando pae', inda' ditoko', inda' makan — ki.: dikatakan tentang orang jang selamanja haroes disoeroeh, baroe bekerdja, tiada bekerdja dengan kemaoean sendiri; nan babarih nan bapae`, lih. barih; kapalonjo ba' tjando toekoee pae`, lih. toekoee. PAGA(R) — pagar; pagaran — pagar; mamaga — memagar, melindoengi (memelihara); malompe'i paga — dikatakan tentang perempoean bersoeami jang berboeat djahat; paga makan tinaman — pagar makan tanaman, artinja orang jang haroes mendjaga keselamatan jang memboeat kesalahan; adat banagari mamaga nagari; adat bakampoeng mamaga kampoeeng — tiap-tiap orang haroes mendjaga negeri dan kampoengnja; lawannja: mamaga diri ba' aoee — ki.: hal orang jang hanja mendjaga keselamatan dirinja anak beranak sadja, tiada mempedoelikan sanak saudaranja dan kaoemnja. PAGAM — pergam. PAGANG — pegang; mamagang sawah — memindjamkan oeang kepada orang dan sawahnja mendjadi tjagar akan diambil hasilnja; mamagang parintah — memegang perintah; mamagang oemanat (pitaroeeh) — memegang pesan; soerat pagang gadai — soerat tentang sawah atau roemah jang dipegang; pagangan — barang atau orang jang dalam kekoeasaan, pemerintahan atau djadjahan; dalam pagangan, dalam pangoeasaan — dalam pegangan, dalam pengoeasaan; bakoetja' pagangan — beroebah pikiran; loengga pagangan — moedah beroebah pikiran; boelan mamagang — boelan poeasa. PAGAWAI, pagawai nagari — opas negeri; pagawai dikie — orang jang pandai berdikir dengan berlagoe. PAGEH — pegas, terboeat dari rotan akan pemoekoel kasoer; mamageh — memoekoel dengan rotan atau ranting; pageh-pageh — pegas. PAGI — pagi; pagi-pagi — pagi-pagi; pagi-pagi boeto — pagi-pagi betoel; pamagi djago — biasa bangoen pagi-pagi. PAGOE — para-para teroetama tentang dapoer, loteng tentang roemah; koenieng (koenjieng) pagoe — koening seperti pagoe artinja sangat hitam, jaitoe sindiran bagi orang jang hitam warna koelitnja; mamatjah dama ateh pagoe — ki.: karena daroerat terpaksa memakai oeang simpanan lama. PAGOEI' — peloek; mamagoei` — memeloek; bapagoei'-pagoei'an — berpeloek-peloekan; sapamagoei'an — sepemeloek; bapagoei' tangan — tawar hati karena jang ditjita tiada dapat. |
PAGOEN — pagan, tentang roemah; pagoen taga'njo — tampan ia berdiri. PAHAI (v.d.T.), mamahai — mengiris, melawar. PAHALO — pahala; bapahalo — beroleh pahala. PAHAM — paham, faham; bapaham — betertib; toeo paham — bertabi'at seperti orang toea, bidjaksana; oemoeenjo nan moedo, pahamno lah toeo — ia masih moeda, tetapi kelakoeannja seperti orang toea; sapaham — sependapat, sepikiran, seperasaan; inda' paham ambo tantangan toe — saja tiada ahli dalam hal itoe; tapaham — mengerti, ma'loem; inda' tapaham — tiada dapat diartikan, tiada dikerdjakan; angan laloe, paham tatoemboee` — menoeroet timbangan moengkin dapat, tetapi tiada koeasa; ba' tjando paham padoesi — seperti tabi'at perempoean, bolak-balik, soeka mentjampoeri perkara orang; pahamnjo ba' gatah tjaie — ki.: pikirannja tiada tetap. PAHAR — pahar. PAI — pergi; mamaikan pitih — membelandjakan oeang; djaga inda' bapai — djagal (perniagaan) tiada lakoe; inda' kama kapai — tidak lagi dapat dibanding; sapai-painjo sadjo — sesoeka-soekanja sadja; roendiengan kami lah sapai — kami telah setoedjoe; manjapaikan etongan — mempersatoekan bitjara, bermoefakat; koentji ko inda' sapai djo lamari toe — koentji ini tiada sesoeai dengan lemari itoe; injo lah lamo sapai — ia telah lama bertjampoer (laki-isteri); djan sapai-sapai djo oerang djae` — djangan bertjampoer-tjampoer dengan orang djahat; pai-paian — diakoei djin; lah datang nan sapai djo njo — telah datang akoeannja, ki.: telah datang iblisnja jang pemarah; pai den — saja pergi, saja poelang; djawabnja: pai (Koerai) artinja: baiklah; (ka) pai tampe' batanjo, (ka) poelang tampe' babarito — maksoednja disini jaitoe penghoeloe atau ninik mamak, karena mereka itoelah tempat minta bitjara, djika kita hendak mengerdjakan soeatoe perkara; pai djo roendiengan, tingga djo moepakat — dikatakan tentang orang jang tiada dapat menghadiri rapat, karena ia hendak pergi ketempat lain, ia pergi itoe telah dengan moepakat dengan orang-orang jang akan hadir; datang tampa' moeko, ka pai (poelang) tampa' poenggoeeng — 'ibarat seorang jang baroe datang kedalam sesoeatoe negeri, ia menoempang diroemah seorang sahabat, djika ia hendak pergi dari sitoe, hendaklah dia memberi tahoe kepada sahabatnja itoe menoeroet 'adat. PAIDAH — paedah, faedah; bapaidah — berpaedah; inda' dipaidahkan — tiada dipedoelikan; kasieh baambilan, sajang bapaidah — seorang kasih atau soeka menolong, seorang lain karena ada jang dipandangnja atau ada mendatangkan keoentoengan kepadanja. PAIH — pais, kebiasaan ikan jang dipais. PAI' — pahit; mamai` — mendjadi amat pahit, oemp. goelai karena terlaloe amat banjak garamnja; pai' maningga — dikatakan tentang djeroek, sesoedah dimakan baroe terasa pahit; |
</noinclude>
|
ki.: tentang orang jang kemoedian ketahoean, bahwa dia tiada loeroes; salero pai'-pai` — tiada bernafsoe makan; itoe nan pai' di den — itoe pantangan saja betoel-betoel; ko' le pai' sadjo darah ana' ko — ki.: moedah-moedahan pandjang 'oemoer anak ini; bapai'-pai' kito daocloe — ki.: oemp. orang jang hendak memperborongkan soeatoe pekerdjaan kepada seorang, diboeat perdjandjian jang tegoeh diatas soerat, soepaja kemoedian djangan berselisih. PAJAH — pajah, soesah; saki' pajah — sakit keras; mamajah — menjoesah, mendatangkan kesoesahan; mampasoesah mampapajahkan — menjoesah pajahkan, mengichtiarkan dengan sebetoel-betoelnja, menolong dengan sehabis-habis koeasa; awa' nan pajah mambalah roejoeeng, oerang nan boelieh sagoenjo — ki.: kita jang mengoesahakan dengan beberapa soesah pajah, tetapi orang lain jang mendapat nama atau keoentoengan atau kesenangan. PAJAU — pajau. PAJO — paja; demikianlah asal nama Pajokoemboeeh, Pajobasoeeng, jaitoe tempat jang mempoenjai pajo ditoemboehi koemboeh (sebangsa ertkjoet) dan basoeng (gaboes); Pajobada(r) — nama soeatoe soekoe di Minangkabau. PAJOEE' — lampai, ramping; pajoee' ba' pimpieng dilereng, lamah ba' langgoendi moedo — ramping serta lemah gemalai (poedji-poedjian bagi perempoean jang bagoes bangoennja dan perdjalanannja). PAJOEENG — pajoeng; pajoeeng koenieng — pajoeng kebesaran bagi radja-radja, atau toeroenannja; pajoeeng pandji, — orang besar jang diangkat dalam sesoeatoe perkoempoelan jang akan melindoengkan dalam soeatoe hal; sapajoeeng — hal anak boeah seorang penghoeloe; bataga' pajoeeng — mendirikan penghoeloe; pajoeeng oeboee-oeboee — pajoeng oeboer-oeboer, kebesaran radja-radja; pajoeeng sirandjano — sematjam pajoeng kebesaran; nan bapajoeeng nan batemba` — ki.: orang jang tempat menepatkan persembahan, jaitoe penghoeloe; djika anak kemanakan atau anak semang jang berboeat salah, tentoelah jang akan ditoentoet ja'ni mamak, atau indoek semangnja; adapoen pangoeioe toe didjoa' saparati pajoeeng, diamba' saparati kasoee — ki.: penghoeloe itoe dimoeliakan. PAKA(L) — pakal. PAKAH, lih. pokah — kimpal, padat, gempal. PAKAI — pakai; mamakai — mengenakan pakaian; lah mamakai adat — dikatakan tentang laki-laki jang telah beristeri; mamakaii ana` — mengenakan pakaian pada anak, memakaikan anak; pakaian doenie — perkara jang dikerdjakan didoenia, oemp. berdjamoe; apa-apa jang menjoekakan hati; pakaian moedo — pakaian jang dipakai orang moeda, apa jang biasa dikerdjakan (disoekai) orang semasa moeda; pakaian toeo — pakaian jang biasa dipakai orang toea-toea, jaitoe kain jang hitam-hitam; telah kerap sakit-sakit, atau sengal; dimakan pakai — hal orang jang molek, djika ia memakai |
pakaian, walaupoen jang koerang bagoes sekalipoen; nan lah tapakai — jang telah dibiasakan, sepemakai; adat toe inda' bapakai lai kini — 'adat itoe sekarang tiada lagi ditoeroet; idoei' nan ka dipakai, mati nan ka dipagantoeengi — hal 'ilmoe jang akan di'amalkan dari doenia sampai keachirat; nan elo' pakai, kain djan diloesoehkan — pakailah pakaian jang bagoes dan mahal, tetapi hendaklah hemat. PAKAKEH — perkakas; pakakeh sambajang — ajat-ajat jang diseboet dalam sembahjang; oerang toe banjak pakakehnjo — orang itoe banjak matjam barang-barangnja. PAKA' — pekak; paka' bada', paka' daoen padi — pekak sedikit; mamaka` — bergadoeh; basipaka` — berboeat pekak; koetjieng paka` — apitan tikoes; taboeeng paka` — taboeng, tjelengan; injo nan paka', awa' diarie'njo — ki.: ia jang salah, kita jang dimarahinja, atau kita jang dikatakannja bodoh; inda' goeroeeh di oerang paka', inda' kile' di oerang boeto — ki.: orang bodoh tiada mengetahoei sindiran; nan paka' palapeh badie, nan boeto paamboeih lasoeeng — orang jang pekak dapat dipergoenakan oentoek memasang bedil dan jang boeta akan pengemboes (pemboeangkan) aboe dalam lesoeng, artinja tiap2 orang ada goenanja. PAKAN I — pakan. PAKAN II — pekan; ari pakan — hari jang pekannja diramaikan; pakan Satoe, pakan Kamih, dsb. — pekan jang diramaikan pada hari Sabtoe atau hari Kamis; sapakan — seminggoe. PAKARO — perkara, tentang, lih. parakaro; bapakaro — bersengketa; sapakaro salah, sapakaro bedo — serba salah. PAKAROEI', lih. karoei`. PAKASAM — tempojak, diboeat dari doerian, diseboet djoega asam doerian atau tampoeja`. PAKASIEH, lih. kasieh. PAKAU — bingoeng; heran; pakau den mamikiekan — heran saja memikirkan; kapakauan — kebingoengan. PAKE' — pekat; kopi pake` — kopi keras; ati pake` — hati keras, pikiran tetap; pake' pagi, djalang barisoee` — ki.: oemp. moepakat jang tiada dipegang atau moedah beroebah. PAKETI — pekerti. PAKIEH — pakir, pekir, fakir; mamakieh — meminta-minta sedekah beras d.l.l., oentoek belandja mengadji. PAKIE' — pekik; lansieng pakie` — memekik keras; pakie' sampai kalangi` — memekik keras; tio' tjatjah oerang tapakie' kamaliengan — sebentar-sebentar orang riboet mengatakan ketjoerian. PAKOE I — pakoe, ada beberapa bangsanja, oemp. pakoe kawe', pakoe adji, pakoe gadjah, pakoe makanan, pakoe bareh, pakoe rasam, pakoe toengke', pakoe oela; kaloee' pakoe katjang balimbieng, ana' dipangkoe, kamanakan dibimbieng — artinja anak dan kemanakan kedoea-doeanja dididik. PAKOE II — pakoe, diseboet djoega sipakoe; mamakoe — memakoe; tapakoe diatinjo — ia tiada loepa² tentang soeatoe nasihat; pa- |
</noinclude>
|
koe Oelando — harga jang tiada lagi boleh ditawar. PAKOEE' — tetak; mamakoee` — menetak; saajoen sapakoee', salangkah sapidja` — ki.: semoepakat, sekata. PAKOEENG — tjagoeh, keloeroet; koeman mandjadi pakoeeng — ki.: perkara jang ketjil mendjadi besar. PAKO' — soembat, empang; tapako` — terboentoe; mamako` — menjoembat, mengempang air; pikiran tapako` — pikiran tertoetoep; pako'an — tambak jang asalnja dari soengai jang diempang; tapako' oerang laloe — tiada dapat orang laloe; den pako' talingo den — saja toetoep telinga saja, karena maloe mendengar perkataan orang; dipako' mati, diampang toehoee — ki.: dilarang keras. PA' I — lepak (boenji barang petjak djatoeh), lih. dapa`. PA' II, kependekan apa` — bapa'; pa' badoe — panggilan kepada bapa' si Badoe; pa' padja, pa' ana` — pa' awang, soeami; bapa' ana` — bersoeami; pa' ete', pa' angah, pa' toeo — paman (pa' tji'), pa' tengah, pa' toea; pa' saroeeng — orang jang soeka mengaroe(k). PALADJAU — n. seb. kajoe. PALADOEE', liie ana' tapaladoee' tidoee — leher anak terlentoer tidoer (sebab bantalnja tiada datar). PALAI — ikan-ikan ketjil ditaroeh boemboe diboengkoes dalam daoen pisang, laloe disalai; idoei' bapalai — ki.: hidoep menanggung kesoesahan jang datangnja dari kaoem atau dari orang jang berkoeasa. PALAKAT I — pelekat. PALAKAT II — pelekat (plakaat Holl.). PALAKIAH — palak, falak; alemoe palakiah — 'ilmoe falak. PALA' I — panas badan; oerang pala` — perisau; mamala` — menjoesah (tentang kelakoean); dipala' ango', dipala' idoei'; pala' dë' ango', pala' dë' idoei` — ki.: telah pajah hidoep, soeka mengerdjakan pekerdjaan jang berbahaja; djan bapala'-pala' awa` — djanganlah soeka mengerdjakan pekerdjaan jang boleh dihoekoem; le pala' babadjoe poelo — ki.: orang jang soesah bertambah lagi kesoesahannja. PALA' II — keboen (perlak?); bapala` — berkeboen, mentjari rezeki dengan berkeboen. PALAM — mempelam, mangga; lih. marapalam. PALAMIE'AN — bagian kajoe jang diloear sekali, jang dapat karena mengergadji pohon, soepaja kajoe jang tinggal mendjadi balok; dinamai djoega pambaloee'an. PALANDOEE' — pelandoek, kantjil; gadjah bagadjah-gadjah, palandoee' mati tasapi` — gadjah berdjoeang sama gadjah, pelandoek mati tersepit, artinja orang besar-besar jang bersengketa, orang ketjil jang mendapat kesoesahan. PALANG I — kail beloet; mamalang — mengail beloet. PALANG II — palang ajam, kelendjar minjak pada ekor ajam. PALANG III; palang pintoe — palang pintoe, |
PALANGAI — kain pelangi, kain jang berbagai-bagai warnanja, seperti pelangi. PALANGEH — n. seb. kajoe. PALANGKIN — belangkin. PALANIN — flanel (Holl.), perb. d. ban. PALANO — pelana; mampalanoi — mengenakan pelana. PALANTA(R) — bangkoe-bangkoe tempat doedoek, atau tempat menghantarkan beban jang didjoendjoeng, pelantar. PALANTIENG — pelanting; tapalantieng — terpelanting, perb. dengan pantieng. PALANTJA(R) — pelantjar (letaknja melintang roemah); jang letaknja memboedjoer roemah namanja rasoee`. PALANTOEN, pilantoen — melondjak seperti pegas atau ranting, atau barang jang dilemparkan oempama kedinding, datang kembali; takoei' den mangatokan, kanai pilantoen baiko — takoet saja mengatakan, nanti saja kena marah; lih. pantoen II dan lantoen. PALAPAH — pelepah; ati ba' ati palapah — ki.: dikatakan tentang orang jang tiada mempoenjai perasaan, tiada mempedoelikan apa-apa. PALASAH — pakaian jang telah toea, pakaian jang tiada bagoes; den bali kain ko ka kain palasah — saja beli kain ini (kain jang tidak mahal) akan dipakai bekerdja atau dipakai diroemah sadja; mampalasah oerang — memakai orang dengan berlebih-lebihan. PALASI' — peleset; palasi' koedoeeng — peleset jang berkepala, tetapi tiada berbadan; bilalang palasi` — n. seb. belalang jang keras dan sakit gigitnja. PALASOE — palsoe; ringgi' palasoe — ringgit palsoe; mampalasoekan — memalsoekan. PALATJARAN (Agam) — djelik; ana' koedo ko inda' nan palatjaran — anak koeda ini tiada jang djelik; tjoemilan (Padang). PALEH, paleh-paleh — bangoen-bangoenan tempat doedoek atau tempat meletakkan barang-barang atau beban. PALEKO' — peletjok, lih. palenjoh. PALENJOH — peletjok. PALENTAH, parentah — perintah; djadjahan; mamalentah — memerintah; ana' kamanakannjo inda' tapalentah dinjo — anak dan kemanakannja tiada menoeroet (mempedoelikan) nasihatnja; kamanakan sapalentah mama', mama' sapalentah bana — kemanakan wadjib menoeroet kemaoean mamak, mamak hendaklah loeroes, 'adil; nagari ko masoee' palentah angkoe Damang — negeri ini masoek djadjahan engkoe Demang. PALIARO — pelihara, sehat (tidak koerang apa-apa); kami lai paliaro sadjo — kami ada sehat sadja; nan mati disalamatkan, nan idoei' dipaliaro — jang mati diselamatkan, jang tinggal (anak-anak orang jang meninggal) hendaklah dipelihara dan dididik. PALIENG — paling, poetar; goelieng palieng, lih. goelieng; sòelieng palieng, lih. soelieng; mamalieng — memaling, memoetar; ati bapalieng — pikiran beroebah dari pada jang telah didjandjikan; taga' bapalieng, doedoee' bakisa — ki.: beroebah dari pada jang dikatakan atau didjandjikan dahoeloe; ati paliengan Allah, |
|
mato paliengan sètan pikiran boleh ber- oebah-oebah, dan mata boléh didaja sétan; roda nan bapalieng, koedo lah di (dè') garindin -ki.: dikatakan tentang seseorang, pada lahirnja sadja jang baik atau senang atau tiada meroegi, tetapi jang sebenarnja ia soesah. PALI- palit; mamali mengambil dengan oedjoeng djari, oemp. mengambil sambal atau kapcer sirih; matjo pali peda; sapali sedikit; djilè pali ki.: hal orang jang kikir; pakaro toe bapali -pali ka nan lain- banjak ékornja perkara itoe; soerang nan mamboeè salah, bapali-pali' ka nan lain- seorang jang bersalah, jang lain terpalit djoega. PALIMO - panglima, nama poedjian oentoek harimau: palimo parang - panglima perang; lih. ampanglimo. PALITO - pelita; pikie toe palito ati itoe pelita hati. PALITOEE, tapalitoee' toee kan pikir terpelétjok; pali- peletjokkan, patahkan. PALO I, boeah palo-boeah pala. PALO II - pahala. PALOE - paloe; sariat paloe mamaloe, akikat balèh mambalèhki.: pemberian atau ke- baikan orang patoet dibaias; oela dipaloe djan mati, nan pamaloe djan patah, tanah dipaloe djan lambang -ki.: hal menghoe- koem orang: kedoea pihak jang berselisih, djangan menaroeh perasaan jang koerang senang. PALOEEH- peloeh; bapaloeeh berpeloeh; paloeeh sani - peloeh orang jang hampir mati, atau orang jang sangat ketakoetan; tjoetjoee paloeeh ambo ki.: keoentoengan jang saja peroleh dengan soesah-pajah sen- diri: bapaloeeh alieki.: sangat pajah mengerdjakan pekerdjaan jang soekar. PALOEE - peloek: mamaloee' - memeloek; bapaloee doedoek diribaan; sapamaloee'an -sepemeloek; dipaloee'kan kaamainjo-di- doedoekkan diribaan iboenja; atau dikoeboer- kan dikoeboer iboenja, tetapi sebelah keatas sadja; takoei di (dè') mai', tapaloee' dibang- kai ki.: takoet akan kesoesahan atau keroegian jang sedikit, mendapat kesoesahan jang lebih besar dari itoe. PALOEENG (v.d.T.) tempat menjimpan pakaian atau barang jang berharga dan tem- pat itoe boleh ditidoeri. PALOEI - paloet, baloet; goelai paloei' bebotok; inda' tapaloei intje' -ki.: sangat miskin: nan dipaloei inda' tapaloeiki.: sangat miskin; tingga koeli pamaloei' toe- lang - terlaloe amat koeroes, koeroes ke- ring, hanja tinggal koelit dan toelang. PALOEN-peloek; bapaloen-paloen - ber- belit-belit, berdekan bapaloen-paloen djo dililit gebar atau gaba (djo ramboei) ramboet. PALOEPOEEH peloepoeh; asal kata: loe- poeeh tiada lazim; mampaloepoeehi - meloepoeh; mampaloepoeehi djo tangan menggotjoh beberapa kali. PALOEPOEE poee' mato poee mato peloepoek, kelopak; paloe- kelopak mata; loejoe paloe- koerang gagah penglihatnja, |
tanda orang akan mati moeda; koeman di- soebarang laoei'tan tampa' de'njo, gadjah batonggo' dipaloepoee' matónjo inda'njo taoe -koeman diseberang laoetan tampak oléh- nja, tetapi gadjah bertenggek dikelopak ma- tanja, tiada ia sedar. PALOMPONG - roean; lih. bako', roetieng. PAMAKANAN - penganan, lih. makan. PAMAMAN - paman. PAMANDA - bagian keris, jang merapat kepada saroengnja terboeat dari pérak atau emas. PAMANTEH (Sidjoendjoeng) nama penjakit kaki, dagingnja tersemboel, diseboet djoega nambi (boeboel). PAMATANG - pematang (ditepi sawah atau ditepi tambak); sawah bapamatang, ladang babintala' ki.: sesoeatoenja ada batasnja, ada hingganja; doedoee' saamparan, taga' sapamatang-ki.: sama daradjat atau mar- tabatnja tentang penghoeloe 'adat. PAMEDANGAN pemidang. PAMENAN, panènan, lih. pada main. PAMPANG I - pampang; tapampang terpampang. PAMPANG II, mamampang menjepitkan - memam- kepala kerbau atau sapi antara doea tiang waktoe hendak mentjotjok hidoengnja. РАМРЕН pampas; mamampèh pas; salah tjantjang mambari pampèh, salah boenoeeh mambangoen djika meloekaï orang, haroes memampas, djika memboenoeh, membangoen. PAMPOEI', pampoei'an poeki, poekas; pampoei'an, sebenarnja paampoei'an, asal kata: ampoei ampoet. PANA (R) héran, bingoeng; tapana - ― termangoe-mangoe.
PANAH II - pernah, lih. paranah; N. B. disebelah Rao, pernah ditoetoerkan pènah; kerbau, terbang d.1.1. mendjadi kèbau, tè- bang, dsb. PANAI I tambak ketjil dipekarangan. PANAI II nama soekoe di Minangkabau. PANAU panau, bangsanja: panau boengo, panau basi. PANDAHAN pendahan. PANDAI- pandai; pandai doedoee' - tahoe doedoek (tentang boedak ketjil); pandai idoei' hal orang jang sederhana hidoepnja dan tiada beroetang, walaupoen pendapatannja se- dikit; pandai djatoeeh mengakoe kesalahan sebeloem diperiksa orang; pandai-pandaian- pandai 'ilmoe sihir; mangapandaii oerang menjihir orang; bapandai-pandai - mengerdjakan satoe pekerdjaan dengan tiada bertanja lebih dahoeloe kepada jang kepala (indoee' samang); pandai djanjo-tekeboer, menga- pandai koe diri pandai; oerang pandai emas; kapandaian kepandaian, pengeta- disihir hoean; kanai kapandaian oerang - orang; sapandai-pandai toepai malompè, sa- kali ka gawa djoeo, lih. lompè'. PANDA pandak; lapie panda' - tikar ketjil, empat persegi, dinamai djoega lapie boenta. |
|
PANDAM — pendam; pandam pakoeboeeran — pekoeboeran; sapandam sapakoeboeeran — satoe kaoem, PANDAN — pandan, bangsanja: pandan moe- sang, atau pandan aroen, pandan badoeri. PANDANG — pandang; tapandang — terpan- dang; tapandang dibasonjo — maloe karena boedinja; mamandang moerahnjo — mengingat moerah harganja; inda’ mamandang oerang —tiada membédakan orang; pandang-maman- dang — maloe memaloei, ingat-mengingat; doedoee’ bapandangan — doedoek berha- dapan; pamandangan — penglihatan; pan- dang ana’ pandang minantoe — ki.: meng- ambil seorang akan menantoe, hendaklah jang sepadan dengan anak. PANDEH, mamandéh — péndék mengerat ram- boet atau koekoe; mamandéh — mendjawab perkataan orang jang baik dengan kasar, sehingga orang itoe maloe. PANDEKA(R) — pendékar, orang jang pan- dai mendékar. PANDIE(R) — pandir, bodoh; basipandie — berlakoe seperti orang pandir; kapandieran —kebodohan, lih. andie. PANDIENG — pending. PANDITO — pendita, pendéta teroetama ten- tang agama Nasrani. PANDJA(R) I — pandjar, tjengkeram. PANDJA(R) II, mamandja — meraba; roso’ pandja — me-aba kesana-sini; koerapie’ pan- dja = roso’ , andja; maara’ pandja — meng- arak djari-djari tangan diatas taboet; per- bandingkan dengan pantja (Melajoe). PANDJAT, lit. pindjai’. PANDJANG J — pandjang; pandjang tangan — soeka mit ijoeri; pandjang lidah (moen- tjoeeng) — yelatak, tjomél; pandjang oemoee —landjoet orsia, pandjang ‘oemoer; pandjang aka — tjerdik; pandjang oentoeeng — lama berbaoer (laxi isteri); pandjang karadjo roe- mah ko lai — masih banjak lagi jang akan dikerdjakan, baroelah roemah ini selesai; maambie’ pandjang pakaro — mengadoe ke- pada hakim jang tinggi, tiada maoe dihabisi dengan djalan damai; mamandjang — mem- boedjoer, tiada berkepoetoesan; oedjan ma- mandjang (bakapandjangan) sadjo — hoe- djan teroes meneroes; sapandjang — sepan- djang, menoeroet; sapandjang pikiran ambo — menoeroet pikiran saja; kasieh iboe sa- pandjang djalan, kasieh ana’ sapandjang panggalan — ki.: kasih iboe kepada anak tiada terkira-kira, tetapi kasih anak kepa- da iboe amat sedikit; sapandjang-pandjang tali, sakanjang-kanjang bantieng, lih. tali; singké’ dioeléh, pandjang dikaré’ — ki.: kalau ada jang keloepaan, saja minta diingatkan djika koerang harap akan ditambah, dan dijika terlebih harap ditegoer, dsb. (permintaan se- orang penghoeloe kepada teman-temannja, djika ia hendak memboeka bitjara dihadapan madjelis); pandjang langkah singké’ para- mintaan — ki.: meninggal; pandjang nan bakaratan, lawéh nan basibieran — ki.: ka- rena soeatoe keloearga telah kembang, se- paroeh pindah kenegeri lain, itoelah jang dinamai karatan atau sibierannjo. |
PANDJANG II, pandjangan — sebangsa pe- lését jang mengisap seri makanan, sehingga makanan atau penganan jang dimasak dide- katnja, tiada lagi énak rasanja; mamandjang — pekerdjaan pelését, seperti terseboet diatas. PANDJE' — pandjat; toekang pandjée’ — nama sindiran bagi orang Nias, karena penghi- doepan meréka itoe jang baroe datang dari negerinja ke Padang, mengambil oepah me- mandjat njioer; aloen dipandjé’ aso’ koemajan — ki. beloem pernah beristeri; mamandjé’ dado’ — ki.: terlaloe sangat marah, tetapi tiada dapat melepaskan marahnja; lih. pindje’. PANDJI — pandji; kapéh pandji — kapoek; pajoeeng pandji — pajoeng kebesaran; pang- kat jang tertinggi dalam soeatoe keradjaan atau pada soeatoe perkoempoelan, ialah jang melindoengi keradjaan atau perkoempoelan itoe; paloeeh mamandji — peloeh banjak ke- loear; toeah mamandji — termasjhoer. PANDJOEI' I — tjolok diboeboehi minjak njioer dibakar, minjaknja sedang panas itoe dititikkan kedalam loeka jang mentjotok-tjo- tok atau jang bernanah. PANDJOEI' II, darah atau aie mamandjoei’ — darah atau air memantjoer. PANDJOEI' III (v.d.T.) — koerai atau baris- baris pada mata keris. PANDJOEI' IV — dengan tiba-tiba; tapan- djoei’ sadjo alé’ banja’ datang — dengan tiba-tiba sadja banjak djamoe datang. PANDOEKO, lih. padoeko. PANEGEH, patégéh, banja’ panégéh — lawan »bersahadja”. PANEH — panas, kepanasan; panéh ange’ — panas terik; oedjan panéh — hoedjan ber- tjampoer panas; damam panéh — demam keras, madjenoen; afi panéh — marah; panjaki’' panéh — seb, penjakit peroet teroe~ tama pada perempoean, oléh karena itoe ia tiada beranak; soeboeehnjo lah kapanéhan — ia bangoen tinggi hari; sipanéh miang — nama seb. tjanang; baroe lah panéh ari, loepo katjang dikoeli‘njo — ki.: setelah se- orang dapat pangkat atau rezeki atau lepas dari marabahaja, loepa ia akan orang jang membélanja atau jang menolongnja; disangko panéh sampai patang, kiranjo oedjan tangah ari — ki.; disangka kemoeliaan atau kekal, tetapi tiada berapa lama telah hilang ke- moeliaan dan kekajaan itoe; élo’ ara’ diari panéh, lih. ara’. PANE’ — penat; pané’ dén mandangakan — djemoe saja mendengarkan; inda’ pané’-pané’- njo batandang — tiada djemoe ia bertandang; bapané’ moentjoeeng awa’ sadjo mangatoi- njo, didangakannjo inda’ — pajah (tjoema- tjoema) sadja memberi ia nasihat, tetapi tiada didengarkannja. PANENAN, paménan, lih. pada main. PANGADAN — n. sebagian kajoe pintoe. PANGALAN, panggalan — tongkat pandjang akan pendjolok bogah-boeahan atau pengedjoet ajam; kasieh iboe sapandjang djalan, kasieh anak sapandjang panggalan, lih. pandjang. PANGE’ — pengat: mamangé — memengat; bapangé’ — soesah karena karib, demikian djoega hal perempoean jang tiada diberi be- landja soeaminja; manjandoce’ koeah dalam |
|
pangé’ — ki.: mengambil keoentoengan pada orang jang tiada berada; ibo dikatjang tjie ta’ djadi mamangé’ (Soeliki) — sajang akan garam setjetjah, kerbau seékor diboesoekkan artinja: karena sajang mengeloearkan oeang sedikit lagi, djadi beroléh roegi lebih banjak, PANGGA(L) — penggal; sapangga — sepo- tong, tentang kain, biasanja seperdoea; mamangga — memotong; pangga batang = péndék dan terang (tentang berkata). PANGGA’, siapo nan ang pangga’kan? — siapa jang kamoe peragakan?; djadi pa- mangga’ bana dé’ njo kakajoannjo — men- djadi peragaan betoel padanja akan keka- jaannja. PANGGALAN, lih. pangalan. PANGGANG — panggang; roemah tapang- gang — roemah terbakar; panggang ajam — ajam berpanggang; tapanggang awa’ — panas hatikoe; tapanggang djanfoeeng — ki.: ter- laloe amat marah; djaoeeh panggang dari api — ‘ibarat orang jang tinggal di Betawi menjoeroeh memboeat roemah di Padang, tentoe koerang selamat, atau lambat soedahnja atau banjak ongkosnja. PANGGAO, poenggao — penggawa. PANGGATOEO, lih. foco. PANGGIE(L) — panggil (haloes dari imbau); mamanggie — memanggil akan berdjamoe; tapanggie — diminta datang oléh orang di- atas karena ada keperloean; soerat pang- gilan — soerat mendjamoe; kanai panggie — dipanggil berdjamoe; sipanggie-panggie — mama sematjam toemboehan. PANGGOEE (L), lih. pinggoee(l). PANGGOEENG — panggoeng, dikatakan ha- nja tentang panggoeng komidi. PANGKA(L) — pangkal, asal; pangka tjaka’ — jang mendjadi sebab perkelahian; orang jang memoelai berkelahi; si pangka, si pang- kalan — orang jang berdjamoe; alé’ sapa- réntah si pangkalan — djamoe _haroes menoeroet atoeran jang berdjamoe; oeré’ ma- lang pangka tjilako, jattoe salah garogo’ — ki; jamg mendatangkan tjelaka atau per- moesoehan atau kebentjian jaitoe salah pada moelanja, karena berlakoe dengan antjaman atau kekerasan; silang bapangka, karako’ badjoendjoeeng, oedjan bapoehoen — tiap- tiap persengkétaan tentoe mempoenjai sebab dan ada orang jang mendjadi pokoknja; pangka toeo, lih. toeo. PANGKALAN — pelaboehan atau permoe- Jaan djalan darat. PANGKAT — pangkat; oerang bapangkat — orang berpangkat, orang bangsawan ; poelai bapangkat naie’, manoesie bapangkat toeroen. lih. poelai, N. B. kata pangkat di- toetoerkan pada setengah negeri mendjadi pangke’. ‘ PANGKEH — pangkas, tampas; bapangkéh — bergoenting ramboet; mamangkéh kato — berkata mengambil ringkas. PANGKE’ I — pangkat, tingkat, petala: roemah figo pangké’ — roemah tiga pangkat; saroego toedjoeeh pangké’ — soerga toedjoch pangkat; perb. dengan pangkat. |
PANGKE' II — baja; sapangke’ — sebaja, se'oemoer; (sa)pangké’ siapo bapa’ ang? — se‘oemoer siapa bapamoe? PANGKE’ III; mamangké'-mangke'i,_ mampa- pangké'i — menenoeng; toekang pangke’ — toekang tenoeng. PANGKIENG — teriak jang keras dan nja- ring; mamangkieng — berteriak keras, oemp. kidjang; sipangkieng (Sidjoendjoeng) — nja- moek, PANGKOE — doekoeng kélék; kajoe sapang- koean — kajoe sebanjak dapat memangkoe; ana’ dipangkoe kamanakan dibimbieng — ki.: anak dan kemanakan hendaklah sama-sama dibela dan dididik; ana’ dipangkoe dilapéh- kan, baroee’ dirimbo disoesoekan — anak sendiripoen dilepaskan dan beroek dipelihara, artinja le pendirian hakim hendaklah ‘adil, tiada memandang siapapoen, 2e anak sen- diri diboeang-boeang, tetapi jang boekan kaoem atau karib, dipelihara. PANGKOEE(R) — tjangkoel; mamangkoee — mentjangkoel; maraich (marangkoeeh) pang- koee kadado — ki.: insaf akan diri setelah melihat atau mendengar nasihat atau hal jang terdjadi. PANGKOEEH; pangkoeeh gadang — agak besar; nan pangkoeeh gadang nan ka dibali — jang agak besar jang akan dibeli. PANGO (v.d.T.), tapango — tertjengang. PANGOEBA(L) — koebal, goebal. PANGOEE(R) — koekoeran; mamangoee — mengoekoer. PANGOEIH, lamah pangoeih — lemah se- mangat, hal orang, jang moedah sakit atau tiada tahan sakit, PANGOET’; safoeo pangoei’ — terlaloe amat toea, toea rénta. PANGOELOE — penghoeloe ad2', lih. oeloe. PANGO' I — sesak napas; di (dé’) pango’ — sakit sesak dada (napas). PANGO' II, mamango’ andjieng — memberi andjing makan soeatoe obat, soepaja ia be- rani. PANIENG, panjieng — pening, poesing ke- pala; ana’ko mamanieng awa’ — anak ini memoesing kepala saja; panieng-panieng la- le’ — lalat pening sebentar sadja, laloe ia terbang; panieng-panieng — n. seb. kajoe jang baik diboeat tiang roemah. PANIN — paneel (Holl.). PANIOE — n. seb. boeroeng hoetan seperti ajam. PANITI, panitih — peniti. PANJAI (v.d.T.) — penggosok rebab. PANJARAM., pinjaram — sebangsa koeé pé- péh, digoréng dengan minjak njioer. PANJIENG, lih. panieng. PANJO’, bapanjo’ (Kota Gedang) — ber- simpan; mamanjo’i — menjimpan. . PANOEEH — penoeh, banjak; boelan pa- noeeh — boelan poernama; moekonjo ba’- tjando boelan panoeeh — moekanja seperti boelan poernama; mamanoeehi adjat oerang — menolong orang dengan setjoekoepnja; menjempoernakan atau memperkenankan per- mintaan orang; ba’ manatieng minja’ pa- noeeh — bagai menatang minjak penoeh; djandji sampai, soekatan panoeeh — sampai |
|
adjal, meninggal; baria’ tando ta’ dalam, bakoentjang tando ta’ panoeeh — dikiaskan kepada orang jang sombong, kebiasaan tiada berapa isinja; ba basoeké lah panoeeh — ki: telah habis sabar; simpanoeeh, ih, sipanoeeh, PANOEKOET' lih. pinakoei’. PANSAN — pingsan. PANTAI I — pantai; miring sedikit, oemp. atap; lamah baraieh, pantai batitih — ki.: hal orang melakoekan atau mendjalankan perin- tah, kebiasaan menilik kepada hal orang jang akan menerima perintah itoe. PANTAI II (Sidjoendjoeng) — kedai nasi. PANTA’ — pantak; dipanta’ oela (kalo) — dipagoet oelar, disengat kaladjengking; pan- ta’ amai ang — poeki ma'moe! PANTAN, main pantan — djadi djenang da- lam perdjamoean. PANTANG — pantang; dén bapantang soe- roei didjalan—ki.: saja pantang tiada mene- roeskan maksoed (pekerdjaan) jang soedah saja moelai; oebé’ ko banja’ pantang(an)njo — obat ini banjak pantangnja; awa bapan- tang karandahan, nasoe bapantang kakoe- rangan — hawa dan nafsoe selamanja hen- dak lebih dari orang lain; pantang man- djadi padjatian — jang tiada disoekai da- hoeloe, sekarang djadi digemari, oemp. bapa tiada soeka melihat orang memakai topi, fetapi seka ang anak-anaknja memakai topi semoeanja) ta’ (sabaloen) adja bapantang mati, lih, udja(1). PANTAU —- nama sebangsa ikan ketjil dalam air tawar. PANTEH (v.d.T.) — nama perkakas tenoen. PANTE — poekas, poeki. PANTENG, pevkataan ini scbenarnja sama dengan jaig diatas, dioebah sedikit, soepaja djangan tepat artinja dan biasa diseboet oen- toek menjstakan kehéranan; kadang-kadang seboetannja; pantoeeng, pantie’. PANTIE’ (Koto Toeo), lih, panténg. PANTIENG — panting; bapantiengan — ber- pelantingan; kétjé’ tangkoemari bapantiengan — roendingan beroebah toedjoean, sehingga menjakiti hati orang; poentang-pantieng — toenggang-langgang; nan ftapantieng nan dipiliehi, nan taséra’ inda’ dikampoeengkan lai — ki: kita haroes hémat, tetapi djika berdjamoe, djangan kikir. PANTI' — pantik; bapanti’ — bersoenat. PANTJA(R) — pantjar; matoari lah tapan- tja — i soedah terbit; ana’ toe lah tapantja — anak itoe telah lahir: ana’ pan- tja — sekalian anak dari kaoem laki-laki dinamai ana’ pantja tentangan keloearga ba- paknja; boengo pantja matoari — nama se- boeah boenga besar. PANTJA’ (koerang lazim) — pentjak; foe- kang mantja’ — toekang pentjak; mamantja’ — mementjak; mantja’ (‘rang) Kalieng — toenggang-langgang; poetar-balik; mantija’ malin Améh — dikiaskan kepada djawab jang tiada sepadan dengan pertanjaan. PANTJANG — pantjang, rantjang; maman- tjang galanggang — mendirikan (memboeat) gelanggang tempat menjaboeng ajam pada waktoe seorang poeteri mentjari djodoh atau |
berdjamoe besar; pantjang nan ampé’ — ba- tas sawah atau ladang pada keempat pen- djoeroenja. PANTJARINGE’ — nama seb. toemboehan. PANTJAROEBO — pantjaroba; pantjaroebo boekan sabagai, koerang iman pasie’ lah diri — ki: asoetan dan fitnah berbagai-bagai, djika tiada ingat, binasa diri. PANTJAROENO, lih. pantjorono pada rono, PANTJI — n. seb. koeali (pannetje Holl.). PANTIIE(L) — pentjil; doedoee’ mamantiie — doedoek djaoeh dari kawan; dipantjie oerang — tiada dibawa orang tjampoer da- lam permoepakatan atau perhimpoenan; ba- pantjie — 2-3 orang meminta izin kepada madjelis memperkatakan satoe rahsia. PANTJIENG — pantjing; toekang pantjieng — toekang pantjing; mamantijieng moeloei’ — mendjolok kata, menjelidik. PANTJIN — tjorot. PANT]JO I, bapantjo — memasoekkan dijari tangan antara djari tangan lawan akan mengadoe kekoeatan; perbandingkan dengan pantja (Melajoe). PANTJO II (v.d.T.) — dangau. PANTJOE — kepéndékan dari pa’ antjoe ja‘ni pa’ boengsoe, artinja bapak moeda, bapak ketjil, dipéndékkan mendjadi pa’ soe, pa’ tji’. PANTJOEE(R) — pantjoer; pantjoeeran, pin- tjoeeran — pantjoeran; aie mantjoee (ke- péndékan aie mamantjoee) — djeram, sebe- narnja air terdjoen; ana’ nan dipantjoeekan — anak sendiri, boekan anak orang lain atau anak angkat. PANTJOEENG — pantjoeng; mamantjoeeng — memantjoeng, memenggal; tapantjoeeng — mendapat maloe besar; pamantjoeengan — tempat memenggal atau memantjoeng orang; koeé pantjoeeng — nama sem. koeé; dén inda’ boelieh maloeloee boelé’, mamakan abih, mamantjoeeng poetoeih tantangan étongan ko — ki.: saja tiada dapat memberi kepoetoesan roendingan ini sebeloem ber- moepakat dengan ninie’, mama’ dan karib? saja lebih dahoeloe. PANTJONO, pintjono — pantjawarna; ba- nang pantjono — benang lima helai, ber- Jain-lain warnanja akan djadi tali ‘azimat, ada djoega jang toedjoeh lembar; lih. pan- ~tjorono pada rono. PANTO — belak. PANTOEENG, lih. panténg. PANTOEN I — pantoen; bapantoen — ber- pantoen; mamantoeni — menjindir dengan pantoen; sapantoen — seperti, ‘ibarat; kami sapantoen ana’ balam, sikoee djantan, sikoee batino — kami seperti anak balam: seorang lakitaki, seorang perempoean; pantoen iba- rat — pantoen jang mengandoeng ‘ibarat, cemp.: pantjaringé’ ditapi aie, lah mati, moengko baboeah; ingé’-ingé’ toean balaie, laoei’ sati, ranfau batoeah. PANTOEN II; mamantoen — melondjak; ma-__ mantoen — diseboetkan djoega mamalan- toen; lib. palantoen. PAO — paha; bagandang pao — soekatijita, karena orang lain dapat kesoesahan; sapao kabau — 1/4 dari kerbau jang disembelih; |
|
sapao (timbangan) — 4 tahil, 4 emas atau 4 majam. PAOEEH — paoeh; koenieng aoe ak — dikatakan tentang koelit orang jang ke- koeningan. PAOEE’; mamaoee’ — memarang. PAOEI’ ie ikat; tapaoei’ — terikat; langkah tapaoei’ — tiada dapat pergi; bapacei'-paoei’ — berpalit-palit; perkara jang tiada moedah dipoetoeskan, atau mengenai lagi beberapa orang jang lain; sangkoei’ paoei’ — perta- lian atau perkariban karena oetang Ppioetang atau kawin mengawini; bapaoei’ saéto tali — ki: tiada dapat berboeat sekehendak hati, tiada bébas; bapaoei’ ta’ batali, bapanggang ta’ djo api — ki.: hal orang jang telah lama beloem poetoes perkaranja; hal perempoean jang telah lama minta bertjerai dengan soe- aminja, tetapi beloem djoega dapat; dalam tapaceikan dinjo (dé’njo) — ki: ia amat koeat memakaikan (mengisi) ‘adat, soepaja persahabatan tiada poetoes, hanja bertambah tegoeh. PAPA(R) — papar; mamapakan — mema- parkan, mentjoeraikan, mengoeraikan; ba- roendieng bapapa — beroending pandjang lébar; paparan — oeraian perkataan; tjoeraian dan paparan — oeraiam jang amat terang; dibilang gano’, dipapa gandjie — ki,: dikata- kan tentang perhitoengan perniagaan; dilihat begitoe sadja ada berdentoeng, tetapi dihi- betoel-betoel, meroegi. PAPAH — papah; oerang saki’ toe bapapah naie’ béndi — orang sakit itoe dipapah akan PAPAN — papan; papan tjafoee — papan tjatoer; mamapan — mendinding atau me- lantai dengan papan, terpampang; mamapani tjatoee — menjoesoen anak tjatoer akan moelai main; patai sapapan — petai setang- kai; papan deta — moeka destar, bagian sebelah moeka; balaie sambie mamapan — sambil berdiang nasi masak, sambil menje- jem minoem air; data ba’ lantai papan, litjin ba’ dindieng tjamin — ki.: hoekoeman jang se‘adil‘adilnja, tiada lagi dapat dibanding. PAPATAH — pepatah, pematah, perbaha- sa(an); papatah djo patitih — berbagai-ba- gai pe: bidal dan peroempamaan. PAPATIE(L) — patil, lih. patie(1) I; toeroen idjoee’ toeroen ie — ki: barang jang dibeli, harganja dibajar sekali (toenai). PAPEH — kail, pantjing, mata kail, mata pentjing; mamapéh — mengail, memantjing; mamapeh dalam balango. manoehoee’ kawan sairieng — ki: mendatangkan kedjahatan kepada sahabat atau rekanan. PAPE’ — pepat, repang; mamape— mere- pang. mendaboeng; figo ari papé’ — tiga hari betoel, tiada lebih, tiada koerang; pa- diloea, rantjoeeng (pant joeeng) - lam — ki.: baik dimoeloet, tetapi hati boe- soek ; tjoepa’ dipapé’ ‘rang manggaleh, djalan dialieh oerang laloe - ki: ‘adat dioebah orang datang PAPO — ame ana’ papo — anak jang tiada beriboe bapa, tiada jang akan memberi be- Kamoes Minangkabau — Melajoe |
landja; dagang papo — dagang melarat dan miskin; ino papo — hina papa; pi’ (pipi’) Papo — boeroeng jang boenjinja mendajoe- dajoe. PARABOEENG — raboeng; ato’ idjoee’ pa- raboceng oepich — ki,: hal barang jang bagoes, tetapi karena bagian jang diatas dje- lik, djadi tiada bagoes, lih. raboeeng /. PARADAH — perada, emas, pérak, tembaga, tipis-tipis; paradah — dikatakan djoega ten- tang anak jang lekas menangis, kalau kena apa-apa; demikian djoega jang moedah sa- kit; ango'njo ba’ boenji paradah — napasnja berboenji (karena sesak dada), PARADJOERI’ — pendjoerit. PARAGAT — bermatjam-matjam perkakas, bakal alat atau barang ketjik-mengetjik; pa- ragat radjo — alat kebesaran radja. PARAGO, paragokan — perlihatkan; bapa- rago — memperagakan; pado pakai parago nan labieh — maksoed memakai itoe ter- oetama jaitoe memperagakan, PARAH I — parah; loekonjo parah — loeka- nja parah; ¢jintjin parah — n. sematjam tjintjin dipakai diléhér dengan benang pan- tjono (pantjawarna), akan djadi penangkal. PARAH II — perah; lah koeroeih ambo diparah ana’ — saja tiada lagi beroeang, karena selaloe diminta anak. PARAKA — roeang tempat menjimpan dan membongkar moeatan dikapal, PARAKAN — kiranja; dikatokan injo disiko djoeo, parakan injo lah pindah ka Padang — disangka ia lagi masih disini, kiranja ia telah pindah ke Padang; lih. padahkan pada padah. PARAKARO — perkara; mantjar’ parakaro — mengadang perselisihan; mamparakarokan sawah — bersengkétakan sawe1, ado tigo pacakaro nan ja diingé’ — ada tiga perkara (hal) jang akan diingat (diperhatikan); lih. djoega_ pakaro. PARAKOE — paloeng, moenggoer; parakoe andjieng, parakoe koedo — paloeng tempat memberi makan andjing, koeda. PARA’ I — parak; para’ siang — antara ma- lam dengan siang. PARA’ II — keboen; lih. pala’; mampapara’i — memakai djadi keboen; para’ awa’ sadjolah siangi! — ki.: hal diri sendiri pikiri, djangan- lah dipedoelikan hal orang lain; djawi adji masoee’ para’ adji — ki.: jang membeli dan jang mendjoeal orang-orang jang befekanan; pisang masa’ sapara’ — ki.: hal beberapa orang saudara semoeanja berbahagia; dipala- wéh para’ inda’ tasiangi — ditambah loeas keboen, barangkali tiada terpelihara, mak- soednja djika mata pekerdjaan ditambah, ten- toe pendjagaannja koerang sempoerna; ba’ kambieng lapéh kapara’ — serba sedikit ia hendak memakan, demikian hal anak jang dibawa kepekan, serba sedikit ia hendak membeli. PARALAHAN (dalam pedato) — perlahan. PARALA’ — verlakt leer (Holl.); hain pa- rala’ — kain jang ditjat dengan sebangsa vernis, imitatieleer (Holl.). PARALENTE — apik, selia; soeka berpa- kaian bagoes. 12 |
|
PARALOE — perloe; kaparalocan — perloe (bal jang perloe); mamparalockan — mem- perloekan; kalau inda’ dibaie, lah paraloe kanai oekoen — kalau tiada dibajar, ta’ da- pat tidak kena hoekoem; batang karambie ko paraloe ditabang, ko’ inda’ injo maimpi’ — pohon njioer ini mésti (haroes) ditebang, kalau tidak, nanti ia menimpa orang atau roemah. PARAM — peram; mamaram boeah-boeahan — membenamkan boeah-boeahan jang toea kedalam beras atau tanah soepaja masak; ma- maram arato oerang — telah beberapa lama- nja beloem lagi mengembalikan barang orang jang dipindjam; baparam sadjo diroemah — tinggal sadja diroemah, tiada pergi-pergi; mamaram ana gadih — memingit, tiada memberikan anak gadis keloear dari roemah; nan soerang mamaram batoe, nan soerang mamaram pisang — ki: dikatakan tentang orang jang bersengkéta: pihak jang sebelah tiada koeatir, kalau perkara itoe didiamkan sadja, tetapi pihak jang lain lagi, tentoe tiada dapat membiarkan lama-lama. PARAMADANI — permadani; lih. padani. PARAMAISORI — permaisoeri. PARAMAJO; djoehoeeng paramajo — ‘ilmoe sihir jang menjakitkan orang; toedjoe para- majo, lih. toedjoe II. PARAMAN I — tambak oentoek anak-anak ikan, atau tempat ikan berteloer. PARAMAN II — firman, perman. PARAMANO — permana; inda’ taparamanoi — tiada t-permanai. PARAMAT() — permata; paramato laké ka- pangkoee — ki. hal barang jang terletak tiada pads ‘empatnja jang patoet. Lawannja: paramato liké dikapoee'-kapoee'njo. PARAMPOZAN — perempoean, isteri; pa- rampoean Toeangkoe Laréh — isteri Toean- koe Laras isteri orang kebanjakan diseboet- kan; padcest, ana’ roemah, roebiah, dil. PARAN — peran: mamaran — melekatkan peran; kalakafi mandjé’ paran, (sa)baloen mati (sa)baloen djaran =~ sebeloem orang mendapat tjelaka atau terhoeckoem, beloem lagi ia djera. PARANAH — pernah, lih. panah II. PARANG I — parang; parangan — penjakit mentjotjok-tjotjok dalam dada dan soesah bernapas. PARANG II — perang: baparang — berpe- rang: mamarangi — memerangi; parang-pa- rang batoe — perang dengan berlémpar-lém- paran batoe; parang manah — perang jang hébat dan tiada berkesoedahan; parang sabie — perang sabil; mamarangi awa napasoe — menahan (tiada menoeroetkan) hawa nafsoe; na parang gilieng piloeroe, na’ oetjo’ dila- wan damai — boleh pilih: hendak perang atau bersengkéta atau berdamai; ko’ inda’ takoei' ka mati, inda’ salama’ parang, ko’ inda’ takoei’ ka alah, inda’ salama’ saboeeng — berperang dan menjaboeng kedoea-doea- nja digemari, tetapi mendatangkan roegi atau tjelaka; parang bamalaékat, saboeeng baboe- djang djoearo — ki.: djangan tekeboer, ‘aki- bat permainan, perloembaan, oedjian, Toehan jang menentoekan. |
PARANGAI — perangai; baparangai — ber- tingkah; maningga-ninggakan parangai — perangai atau tingkah lakoe jang pelik di- boeat oléh orang jang tiada berapa lama sesoedah itoe meninggal doenia, djadi se- boet-seboetan kemoedian. PARANGGI; taroeeng paranggi — (teroeng Ferangki?) tomaten (Holl.), diseboet. djoega; taroeeng pacinggi. PARANGKAT, saparangkat — seperangkap, sesoesoen. PARANGKO — franco (Holl.); franco tibo diroemah — tiada lagi membajar oepah ba- rang pesanan jang disampaikan keroemah. PARANSI lih. parasi. PARANTJIH — perantjis; oerang Parantjih — orang Perantjis; oebi parantjih, dinamai djoega oebi bafang — ketéla (Jav.). PARAOE — perahoe; baparaoe — berlajar dengan perahoe. PARAPATI — merpati. PARASI, paransi — Farsi; inai parasi (pa- ransi) — sebangsa pohon kajoe berbatang ketjil, daoennja dipakai djadi penginai koe- koe. PARATAMO — pertama. PARATEH — katil. PARATIAPAN, lih. tiap. PARAU — serak, PAREH I — paras, seroepa; maambie’ paréh — moeka-moeka; paréh mantji’ — seroepa tikoes (maki); paréh injo nan poenjo — se- roepa ia jang poenja. PAREH II, mamaréh — memaras; saparéhan kapalo — sama datar dengan kepala ting- ginja. PAREKAH — -berinda; saparékah — sebe- rinda. PAREMAN I — orang perlintih. PAREMAN II — orang jang tiada lagi be- kerdja (vrijman). PARENA-PARENA (Koto Toeo) — besiar. PARENAL — silakan; parénai naie’ katéh roe- mah — silakan naik roemah. PARENTAH — perintah; mamaréntah — me- merintah; mamaréntahkan — memerintahkan; pamaréntah — pemerintah; pamaréntahan — pemerintahan; saparéntah — seloeroeh pe- merintahan; saparéntah Tozan Basa Padang — seloeroeh (seloeas) pemerintahan Toean Besar Padang: kamanakan saparéntah mama’ — kemanakan hendaklah menoeroet perintah mamak, lih. paléntah. PARESEN (dikota) — persén (present Holl.); mamaréséni — memberi persén. PARESO — periksa; baa parésonjo — bagai- mana rasanja (tentang makanan); mamparéso. mamaréso — memeriksa; pamarésoan — peme~- riksaan; raso djo paréso — perasaan haloes tentang bersahabat atau dengan djiran dil.; kito manoesie wadji’ mamakai raso djo paréso — ki. kita manoesia wadjib tahoe timbang- menimbang; .kinilah baroe taparéso kétjé angkoe dé’ ambo — sekaranglah baroe tes ~ rasa (termakan) pada saja akan perkataan engkoe. . PAREWA — perisau; asal kata ini agaknja dari perwira tetapi dalam pekerdjaan jang djahat. |
|
PARI — pari; ba’ tjando koeli” pari — sangat kesat; bangki’ pari — gelegata, koelit ber- kikir. PARIBOEKALO — poerbakala, ih, djaman, PARIEH, baparieh-baparieh bapakaro — lama beperkara dan banjak pemeriksa: lesai, lih. poerieh. PARIENG, goelieng Parieng goelieng. PARIGI (dalam pantoen) — Perigi, PARI — parit; mamari’ — memboeat parit; bapari’ — berparit; pipi’ pari’ — pipit jang biasa tinggal diparit; pari‘lah tarantang, aoce lah tataga’, atau pari'lah basisie’, andjiloeeng lah tataga’ — ki.: telah poetoes betoel per- saudaraan atau perkariban. PARINGGI; oerang Paringgi orang Hindoe; taroeeng paringgi. lih. paranggi. PARINGGO — fjela, tjatjat; badie toe lah baparinggo — bedil itoe telah ada tjatjatnja, cemp. retak, telah ada rakanja; koedo toe lah baparinggo — koeda itoe telah ada sa- lahnja oemp. patah pinggang atau sakit kaki PARIO — peria; oeré’ dipoepoee’ djo tang- goeli, poetjoee’ dirandam djo manisan, na- moen pario pai djoeo — ki.: orang jang asainja djahat, walau diberi nasihat atau diadjar sekalipoen, tiada djoega akan ber- oebah perangainja. PARIOEE’ — perioek; saparioee’ — kaoem jang amat dekat; dalain parioee’ — kaoem jang telah djaoeh; dima parioee’ patjah, di- sinan tambika tingga — ki. dimana orang mati, disitoe ia berkoeboer; bialah nasi ta- boeang (taséra’), asa djan parioce’ patjah — ki: biarlah anak jang dilahirkan mati, asal iboenja terpelihara. PARISAI — perisai- PARO I; arang paro — arang para-para. PARO II; diparo — dibagi doea; baparo-paro atinjo — bata-bata; saparo gilo — separoeh gila. PAROEDAN (dikota) — paroedan (Jav.). PAROEEH — paroeh; tjapé paroeeh — be- léter, hal orang jang berkata dengan tiada memikirkan, bahwa perkataannja akan men- datangkan kesoesahan baginja atau menja- kiti hati orang; manjangkoei’kan paroeeh — ki: minta pertolongan. PAROEE’; aroee’ paroee’ — haroe-biroe. PAROEI’ I — paroet; paroei’ katoemboeehan — paroet tjatjar. PAROET II — peroet; paroei’ roemah — ba- gian roemah dari lantai kepagoe; boeroee paroei’ — lahap; peroet tiada koeat; lekas salah tampa; faparoeci’ — hendak makan énak-tnak sadja; inda’ baparoei’ lipé’ — ki.: koerang timbangan, atau pikiran; padi lah bapercei’’ — batang padi moelai berisi ma- jang: fali saparoei_ — tali satoe géntjél; gadang paroei’ — boenting; lah dalam pa- roei pangoeloe toe — itoe kami {saja) telah ma'‘loem; fibo diparoei’ dikampihkan lik. kampih. PAROEN — peroen; mamaroen — memeroen; soem aroen — perdjamoean mempelai jang achir sekali, tanda pekerdjaan telah selesai; doenie pa’ si Karoen: abih bareh, |
soempi’ diparoen — ki:hal orang jang barboer jang menghabis-habiskan harta-ben- danja dan achirnja mendjoeal roemahnja; di- paroen sikoelambai — dipoenahkan api sang kelembai. PAROEPOEE' — seb. teberau. PAROGO — pergol; barang parogo — barang jang tiada baik atau jang tiada tahan, PARO’ I — parap; mamaro’ dado — menin- djoe dada karena sebal. PARO' Il; mamaro’ — membajar kealahan main; paro’an — bajaran kealahan main. PASA(L) 1 — pasal, fasal; pasa roendiengan foe — tentang (lorong) roendingan itoe. PASA(R) II — pasar, hal djalan jang tiada la- gi ditoemboehi roempoet, karena selaloe diin- djak; lah pasa tapa’ dén dé’ badjalan — telah litjin tapak, karena berdjalan; pasa djalan de’ batoeroei’, lantja kadji_ dé’ baoelang — ki: karena soeatoe pekerdjaan banjak kali diboeat, djadilah ia mahir (lekas menger- djakannja). PASAH I — pasah; mamasah — memasah, kadi (penghoeloe) berhak mentalak seorang perempoean menoeroet hoekoem sjara'; ma- minta’ pasah — meminta tjerai. PASAH II; tapasah — djatoeh (sampai) ke- pada soeatoe tempat dengan tiada disangka- sangka; dibao angin (dibao oentoeeng) tapa- sah ambo kamari — dibawa angin (dibawa nasib) sampai saja_kesini. PASAI — djemoe, bosan; lah pasai dén ma- njabakan — telah poeas saja bersabar; ana’ ko mamasai — anak ini memberi bosan; lah kapasaian awa’ dé’ lakoe ana’ ko — telah bosan benar-benar saja karena tingkah anak ini; pasai dé’ arato poesako — poeas men- dapat poesaka; inda’ pasai man wigih — tiada berhenti menangis. PASA’ — pasak; pasa’ koekoe — garis hitam dari boenga koekoe jang poetih sampai ke- oedjoengnja (tanda baik); pasa’ lidah — hal orang jang perkataannja ditoeroet orang; pasa’ nagari — orang jang terdik dalam negeri tempat orang bertanja; orang jang melindoengi negeri; pasa’ sariboe — nasi; dén pasa‘kan katalinganjo — saja nasihatkan (pesankan) betoel-betoel kepadanja; inda’ pasa’ nan manggoejah — ki.: tiada makanan jang meroesakkan keséhatan; gadang pasa’ pado tiang — ki.: besar belandja dari pen- dapatan (penghasilan). PASAN — pesan; bapasan — berpesan; ba- pasan kato — meminta kepada seseorang jang akan pergi menjampaikan kabar pada orang lain; bapasan manjoeroeeh poelang — berpesan meminta poelang; pasan baftoe- roeii, pitaroeeh baoenjikan — ki.: tiada se- genapnja pertjaja kepada orang, hanja sela- * Ipe djoea dimata-matai; lih. sipasan. PASANG I — pasang; sapasang — sepasang; badjoe sapasang — sehelai badjoe, sehelai tjelana; ajam sapasang — seékor djantan, seékor betina; koedo ko sapasang djo koedo toe — koeda ini seroepa dengan koeda itoe; badjalan sapasang-sapasang berdjalan berdoea-doea (laki isteri atau doea orang jang sama tjantik atau sama _pakaiannja); |
|
iko pasangannjo — ini temannja (tentang barang-barang). PASANG II; mamasang koedo — memasang koeda dibéndi atau dipedati; dikatakan djoe- ga: mamasang béndi atau padati; mamasang palito — memasang pelita; pasangan — koek; pasangan tibo dikoedoee’ — ki,: pe- rintah dari atas jang tiada dapat diélakkan (mesti ditoeroet atau didjalankan), PASANG III; pasang naie’ — air pasang; Pasang soeroei’ — air soeroet; pasang poe- ronamo — pasang poernama; inda’ dikana (diingé’) pasang socroei’ — ki.; tiada diingat hari kemoedian, djika tiada lagi beroeang; dikatakan tentang orang jang soeka mem- boroskan oeang, kemoedian djatoeh melarat; Ppasang-pasangan — hal penjakit jang ka- dang-kadang ada baiknja, kadang-kadang bertambah, PASARO — koeboer, pekoeboeran; dén pa- singké’ pasaro ang — saja tjentjang kamoe loemat-loemat, sehingga koeboeranmoe pén- dék. PASAWE'’, pisawé’ — pesawat; bingkéh pa- sawé’ — dikatakan tentang perangkap bina- tang, jang lepas pesawatnja, sehingga pin- toe tertoetoep, atau bedil jang terpasang berboenji. PASEBAN — pendjara, boei, terongko. PASEKA’; dari paséka’ ka pasékong — per- tjakapan jang tidak tetap tentang soeatoe perkara, belo1m soedah pindah kepada jang lain. PASEKONG, lih. paséka’. PASI — poetjit. PASIA (dikoti) — pesiar (Bat.). PASIE(R) — pasir; tapi pasie — tepi laoet; omba'njo sal)» kadangaran, pasienjo aloen dilié’ — ki, kabarnja atau tjakapnja jang baroe kedenyaran, kebenarannja beloem ada. PASIEH — pasih, fasih; injo lah pasieh man- tjilo’ — dia telah biasa mentjoeri; pasich lidahnjo tjaro Oelando — lantjar ia berba- hasa Belanda; itoelah djalan nan pasieh atau itoelah nan pasieh biaso — itoelah jang telah dilazimkan; bapasieh-pasieh langkah — memahirkan silat, berkelahi. PASIE' — pasik, fasik. PASIMIN — pasmén. PASISIE(R) — pesisir. PASO .I — paksa; kanai paso, dipaso — di- _ paksa; tapaso — terpaksa, mesti, djera; ambo tapaso manggadai — saja terpaksa meng- gadai (karena daroerat); adén lah tapaso makan djarieng — saja telah djera makan djering; paso saki’njo — pajah sakitnja. PASO II — kajoe boelat penggoeloeng kain jang telah ditenoen. PASO-PASO — sematjam sosok pada perte- moean tali pengikat ajam atau ternak, soe- paja djangan saring; karena memakai sosok, tali itoe dapat berpoetar; nan taoe dikili-kili: djawi, nan taoe dipaso-paso: ajam — ki.: jang tahoe akan ‘adat atau oendang d.l.l tentoelah orang jang selaloe memakainja. PASOE I — pasoe. PASOE II — soeatoe ‘ilmoe jang menjebabkan orang tiada pandai berkata; mamasoe — me~- njihir dengan ‘ilmoe terseboet. |
PASOEE’ — pesoek; Nigh pasoee’ — nama sindiran bagi orang Nias, Karena tjoeping telinganja bertindik; gadih toe lah pasoee’ — gadis itoe telah hilang kehormatannja; koemboee’ pasoee’ — ki.: orang jang tiada dapat menjimpan rahsia; pasoee’-pasoee’ — berpesoek-pesoek; afo'lah pasoee’-pasoee’ — atap telah berpesoek-pesoek. PASOEENG — pasoeng; pasoeengan — pa- soeng; mamasoeeng — memasoeng. PASOEMANDAN perempoean® moeda berpakaian bagoes menemani mempelai. PASOEPADAN, lih. soepadan. PASO’ — tangkoel; mamaso’ — menangkoel. PATA(.) 1; itam pata — sangat hitam. PATA(.) II; basipata — menangis menghen- tam-hentam tanah, PATAH — patah; sapatah kato — sepatah kata; pandieng sambilan patah — pending sembilan patah; patah saléro — tiada soeka makan; patah taboe — dikatakan tentang tangan atau kaki, patah betoel toelangnja; patah-batoe atinjo — ia tiada lagi maoe bekerdja atau membantoe, tiada lagi dapat diboedjoek; patah lidah — tiada lagi pandai berkata atau memberi djawab; patah ati — tiada lagi mengindahkan sesoeatoe hal; ban- da patah — sérokan roesak, sehingga air tiada lagi mengalir; tiada lagi mendapat boe- lan; patah poetjoee’ — hal pekerdjaan jang tidak sampai; patah ditangah — hal peker- djaan jang tidak diteroeskan; patah sikoe — terpandang kepada orang, karena boedi baik- nja kepada kita; sipatah — nama sem. kartoe main; mamatahi — mengélon, soepaja orang mengoeroengkan maksoednja; patahan — se- bagian dari jang patah; pamatahan — tempat pertemoean anggota badan, oemp. sikoe, loe- toet dsb.; ajam patah ko’ lai manikam — ki.: sigpa tahoe, barangkali orang jang telah dja- toeh melarat, kelak baik nasibnja; patah lidah bakéh alah, patah karih bakéh mati — ki. djika tidak pandai mendjawab atau mem- beri keterangan dalam sesoeatoe persengké- taan, ‘alamat akan alah; patah toemboeeh, ilang baganti — ki.: dikatakan tentang peng- hoeloe atau pangkat, djika jang mendjabatnja berhenti atau mati, tentoe akan diganti; pateh kapa’ batoengké’ paroeeh, patah paroeeh ba- tilakan — ki.: tiada poetoes asa, melainkan masih mendjalankan ichtiar; patah saléro ba- nja’ makan, saki’ kapalo pandjang ramboei — ki: pada lahirnja ta’ maoe, tetapi sebe~ narnja amat soeka; lah patah nan batadji — ki: telah mati mamak atau karib jang mem- bantoe atau jang dimaloei orang; inda’ patah nan ta’ gindjo — ki: meskipoen telah ber- damai, tetapi masih beloem baik djoega pada batinnja. PATAI I; bapatai-patai — tjerai-berai; dipa- tai-pataikan — ditaroch dengan tiada ber- atoeran; darah bapatai-patai — darah ber- sérak (berhamboeran). PATAI II — petai; bangsanja: patai baréh, patai kabau; badjoca patai ampo — ki: membohong, menjombong. PATANG — petang; bapatang — bermalam; sikolah bapatang toean! — saja minta toean bermalam diroemah saja (karena hari telah |
|
petang); kapatang — kemarin,kelemarin; hari kapatang — kelemarin dahoeloe kapa tangan — kemalaman; ,,bermalam” pada soeatoe tempat,karena hari telah petang; sapatang-patang ari ambo datang djoeo — meskipoen hari telah petang atau moelai malam, nistjaja saja datang djoega; mama- tang-matangkan ari — berdjalan-djalan atau bermain-main, soepaja dengan tiada diketa- hoei hari petang, peléngah; di(dé") ambo ari lah patang — ki.: saja telah toea. PATI I — pati; pati santan — pati santan; nan patinjo sadjolah katokan — jang sebe- narnja sadjalah katakan! PATI I — pateri; mamati — mematerikan; mamati roendiengan — menetapkan roen- dingan; dipati dengan doa — disoedahi de- ngan do‘a. PATIE(L) I — patil; ih. papatie. PATIE(.) IW (v.d.T.) — tangkas, tjerdik. PATIE’ I (perpadoean ketjik, paman, pa’ tji’. PATIE’ Il — petik; mamatie’ sisoengoei’) — memoetar soengoet; mamatie’ paiso’ — meng- oedoet dengan menjepitkan rokok antara djari; mamatie’ déta — mengikat destar ba- goes-bagoes; mamatie’ badie — memasang (memboenjikan) bedil; pafie’an — pétjoe; loengga patie’an — orang jang pengentoet; mamatie” moentjoeeng — berkata; inda’ ta- patie’ d& njo moentjoeengnjo basoeo djo angkoe kapalo — tiada berani ia berkata (mengadoekan halnja) djika bertemoe de- ngan engkoe kepala. PATIENG I — oengkil, pengoengkil; mama- tieng — mengoengkil. PATIENG II; mamatieng kaléréng — memoe- koel keléréng dengan keléréng lain dengan kekoeatan djari jang dilentoer betoel-betoel; palatieng atau pilafieng — pegas oentoek menangkap binatang boeas, perb. d. latieng. PATIN — nama seb. ikan soengai (di Riau »patin™ ikan laoet). PATITIH — perbahasa; papatah djo patitih — pepatah, perbahasa, bidal dsb. PATJAH — petjah; patjah kaba (barito) — kabar tersiar; dadieh patjah — soesoe pe- tjah; afi patjah — mendoea hati; soesah pikiran; pikiran patjah — bimbang; patjah paroei — kasar moeloet; patjah pirie’ — boeta betoel; paftjah mafo bilalang — sen- dja: pafjah badoensana’ — tiada berbaik dengan saudara; patjah balah — tiada lagi berbaik tentang anak dengan bapak, mamak dengan kemanakan, laki dan isteri dsb.; tja- wan pinggan, piring mangkoek dan barang- barang jang moedah petjah; mamatjah — memetjah: mamafjah boeé’ — melanggar ata merombak perdjandjian; mamatjah oe- rang badoensana’ — mempertjeraikan orang bersaudara; omba’ mamatjah — ombak meng- empas; patjahan pirieng — tembékar, tem- béréng: kapatjahan taloee — goegoeran; dari (pado) parioee’ patjah, bialah nasi taboeang, lih. parioee’; mamatjah sadjo nan pandai — mempertjeraikan orang pandai, tetapi tiada pandai memperdamaikan; mamatjah dama atéh pagoe — ki: karena tiada lagi pentja- |
rian lain atau karena pendapatan tiada lagi memadai, dipakai oeang simpanan lama PATJA’ — pertjik; kapatja’an — kena pertjik, tepertjik; paloeeh tapatja’ — keloear peloeh, karena maloe sebab mendengar kata jang koerang baik, PATJE" — tjertja, maki; mamatjé’ — men- tjertja; amoen patjé’ — hamoen dan maki, PATI; amoen dijo patji, amoen djo patjé’ — hamoen dan maki, PATJI" — pegang; mamatji’ pitoea — meme- gang petoea; mamatiji’ gadai — memegang gadai; patji’kan moentjoeengnjo — pegang- kan moeloetnja!; bapatji’-patji'an kain — ki.: bertegoeh-tegoehan djandji, semoepakat; oe- rang tapatji’ dioeloenjo, awa’ tapatji’ dima- fonjo — orang memegang hoeloenja (hoeloe sendjata), kita memegang matanja, artinja orang lebih berkoeasa dari kita, djika kita melawan tentoe kita akan alah, kita haroes menoeroet kemaoean orang itoe. PATJO I — pertja kain. PATIO II; poelau Patio — poelau Soematera. PATJOE — patjoe; besi jang ditokok mem- benamkan pakoe kedalam kajoe sampai_ hi- lang kepalanja; mamatjoe koedo — mema- tjoe koeda;, mampapatjockan oerang malieng — bersama-sama mengedjar pentjoeri; papa- tjoean — patjoean. PATOEEH — patih; inda’ tapafoeeh — tiada terbentoer, (tiada teradjar), tiada terpatih. PATOEE’ I (Pajakoemboeh) — patoek; pa- toee’ ajam — paroeh ajam; mamatoee’ — mentjotok. PATOEE'’ II (Agam) — pelir. PATOEIH — petir; patoeih toengga — petir jang berboenji sekali sadja dan sangat ke- rasnja; mamatoeih pandainjo ~- sanqat pan- dainja; satoe kilé’ satoe patoeih — ki.: serta terinaat, dikerdjakan sekali. PATOEI’ — patoet; oerang pafoei’ — orana bangsawan; dimakan pafoei’ — patoet; diatéh patoei’ — menoeroet atoerannja, menoeroet ‘adat dan agama; mamafoei’ — memandang bagaimana jang akan élok; mainatoei’ arago — dengan menilik baranq ianq akan dibeli, ditentoekan berapa patoet harqania; manoe- roei’ aloee dio patoei’ — sepandjang atoer- an: bapatoei’tan djo aka — dimakan ‘akal. PATOEKA; pisanq patocka, pisang katocka — betik; (patoeka — portugal ?). PAWA(.); mangoenjah pawa, mamawa — me- mamah. PAWANG, lih. poeawang. PAWEH — nama seb. ikan air tawar. PEA’, galépa’ péa’, galéma’ péa’ — sangat ko- tor, karena bétjak. PEKEH — koekoeh, siap: pékéh boeatan roe- mah ko — koekoeh boeatan™ roemah ini; bavékéh — bersiap. PEKENG, saréndéng pékéng, atau saréndéng tékéng — dikatakan tentang hal orang jang membawa barang-barang: kepala mendjoen- djoeng, belakang mendoekoeng, bahoe memi- koel, tangan mendjindjing dan ada lagi jang dikepitnja: dikatakan djoega tentang moe- atan pedati jang tiada tersoesoen; ih. saréndéng. |
|
PEKO' — pekoek. PE’ I, kepéndékan fampé’ — tempat; pé’ étan, ditampé’ étan — disitoe; pe’ nan saisoee’ — ditempat jang dahoeloe; dipé’ nan kajo — pada orang jang kaja, PE' II; pé’ injo kamati — tiada lama lagi dia akan mati; pé’ dén ka ka Padang — waktoe saja akan pergi ke Padang, PELA’ — hal warna kain atau tjat jang lekas tampak, tetapi tiada manis roepanja, karena tiada berpadanan dengan warna jang ber- dekatan, lih, béla’. PELANG — pélang. PELO — n. seb. oebi: pélo gadoreng — kentang: pisang pélo lih. p. pisang I. PRLONG — télor, pélat, teroetama sebab sakit PENA I — péna, kalam besi, pasak. PENA(.) II — bingoeng, pening, perb. d. né- na(r). PENDA(R); bapénda — soeatoe matjam per- mainan boedak-boedak dengan keminting, batoe dil. PENDE’ — péndék; bapéndé’-pénde’ baroen- dieng — beroending dengan mengambil ring- kas; ko’ ambo taminta’ di nan péndé’ — kalau kirania saja (lekas) mati. PENDJENG, bakapéndjéngan — tiada berke- poetoesan, lih. pandjang I. PENDIOH (Koto Toeo); péndjoh! kan lah dén lie’ — bohong (tiakap angin), boekankah telah saja lihat keadaannja. PENGKA(R) — péngkar, kebiasaan kedalam, boekannja k loear. PENSE(L) — pensil. PENSI — sebangsa tiram dalam air tawar (danau) ata1 anak soengai. koelitnja dibakar djadi kapoer sirih. isinja dapat dimakan PENTAN: sca‘i péntan — sehari betoel. PENTANG -— tiada loeroes, sérong, tiada sepadan; péntang sadjo djawabnjo — dja- wabnja tiala sepadan dengan pertanjaan. (lain tania lain djawab. dan lagi tiada baik): péntang rasonjo ko’ ambo manjaboei’ — tiada patoet. diika saja jang mengatakan. PENTENG, lth. karénténg pénténg, perb. d. saréndéng pékéng, tentangan membawa barana-barang atau moeatan pedati. PENTJONG — péntjong; atinjo péntjong — hatinja tiada loeroes; péntjong méong — pén- tjong méntjong; kaléntjong-péntiong — poe- tar balik. PENTONG, lih. péntang. PEO’ — tiada loeroes, tentang kaki jang se- belah loeroes, jang lain tidak. PEONG. dipéong ardjieng — digigit andiing sehingga terbawa daging sekerat besar. PEPAT (Koto Toeo) — tiada ingat apa-apa, hilanq ingatan, bingoenq. PEPEH; tapépéh langkah — salah langkah tentangan pendékar, moedah Jawan mendja- toehkan, salah perkataan atau djawab, se- hingga alah dalam perkara. PEPE’ (Padang) — poekas. PERAI — perai, bersérak-sérak. PERA’ lih. pira’. PERE, lih. tapéré. PERENG, maméréng — menggoenting tepi ramboet pada dahi, soepaja moeka djadi bagoes; inda’ dapé’ dipéréng lai — tiada |
lagi dapat dibanding, telah tjoekoep éloknja. PESE’ I (Padang) — tiada lagi beroeang, PESE' II (Jav.) — pénjék; idoceng pése’ — hidoeng pénjék. PESONG I — poetar mendatar; mamésong — memoetar (mendatar); aie bapésong — poe- saran air. PESONG II — bodoh, hal orang jang beker- dja serba salah; dipésong Alah ang! (me- njoempah) — dipandirkan Allah kamoe. PETAI, bapéetai-pétai, lih. bapatai-patai pada patai, PETA’ — pétak; mananam bawang bapéta’- péta’kan — oentoek menanam bawang di- boeat pesemaian. PETI — peti; améh bapéti, kabau bakandang — emas hendaklah disimpan dalam peti dan kerbau dipelihara dalam kandang. maksoed- nja: harta benda haroeslah dipelihara dan didjagai_baik-baik. PETO — pasti, pesti, sjah, njata, terang: lah péto awa’ oerang miskin — telah njata kita orang miskin; pétoi, péfat — tanjakan, minta keterangan; tjoebo pétoi, dima baliau kini — tjoba tanjakan (periksa), dimana beliau se- karang. PI, kepéndékan pai — pergi; ka pi kama? — hendak pergi kemana?; pi mati sadio ka Makah — beloem lama ia sampai di Mekah, ia meninggal. PIA(L) — pial; mantjatja’ pia — mentjoebit pial ajam jang takoet, soepaja ia melawan; ki.: mengasoet. PIABOEENG — empoeloer pimping, empoe- loer teberau, diboeat pelampoeng. PIAH, lih. pia(I). PIA’ I — pihak, tentang. (lorong); pia’ diba- dan ambo soerang — tentang (lorong) diri saja sendiri; sawah foe lah roentoech sapia’ — sawah itoe telah roboh sepihak (sedjihat); pia‘i kaioe toe — keping-keping kajoe itoe moelai dari tepi. PIA’ II: oeang pia’ — oeang ketip, pitjis (Batav.). PIANGGANG — pianggang, walang sanait; pitih ambo banja’ pianggangnio — ki.: ba- njak mata keloearnja oeang saja. PIANGGOE — n. pohon kajoe. PIAPOEENG — pelampoeng, lih. apoeeng. PIARI' — piarit, seroeit; loeroeih ba’ piari’ — ki: hal orang roepanja loeroes hati, tetapi amat djahat pada batinnja. PIARO — piara, pelihara; mamiaro — meme- lihara; kapiaroan (kapiaraan), divéndékkan mendjadi kapiaran — baik pemeliharaannja. PIATOE — piatoe; rimbo piatoe — hoetan besar; ana’ ko lah kapiatoean — anak ini tia- da lagi beriboe bapak; jatim. PIAWAI — pandai, ahli, baik; naratjo nan paliengan, boengka nan piawai — neratja jang moedah bergojang, timbangannia jang baik, ki.: artinja hakim jang ‘adil; mahkamah pengadilan. “. PIAWEH — djamboe bidji, lih. biawéh, poe- rawth, PIDADA — pedada,. PIDAREH, lib. daréh, PIDATI, lih. padati. |
|
PIDATO — pedato; bapidato — mengatakan sesoeato> menoeroet soesoen jang baik: lih. padato. PIDT' I, ceang pidi’- oeang ketjil,ja'ni ketip pitjis; bapid. — berdikit-dikit, PIDI' Il; pidi’-pidi” — soeling pemikat boe- roeng pipit, menoeroet boenjinja djika di- emboes. PIDJA(R) I — pidjar, sebangsa tawas diboe- boeh toekang pada emas atau pérak jang akan dileboer (borax Holl), soepaja lekas hantjoer. PIDJA(R) Il — padjar, fadjar; tabi’ pidja — padjar menjingsing. PIDJA’ — pidjak; mamidja’ — memidjak; ma- midja’ kapalo oerang — sombong, disangka erang semoeanja dibawahnja; dape’ tapidja’ — ki: diperoléh keoentoengan dengan tiada berscesah pajah; baroe injo bapitih (ba- pangkat) saketé’ sadjo, injo lah mamidja’ kapalo oerang — baroe ia mempoenjai ceang atau pangkat sedikit sadja, disang- kanja orang lain dibawah telapak kakinja; saajoen sapidja’ — sama langkah, artinja: semoepakat, bertegoeh-tegoehan djandji; tapi- dja’ dikapoee. poetich tapa’, tapidja’ diarang, itam tapa’ — ki.: tangan mentjentjang, bahoe memikoel, orang jang bersalah tentoe akan dihoekoem menoeroet kadar salahnja; samoei’ tapidja’ inda’ mafi aloe fataroeeng patah tigo — meloekiskan hal perdjalanan perem- poenn, tiada terlampau Iemboet dan tiada terlaloe kasar (tegang), melainkan sedang sadja; kini lah bapidja’-pidja’ pitoea oerang toeo salamo iko — kini telah dihinakan nasi- hat orang toea jang dahoeloe; bakéh bapidja’ lah taban, bakéh bagantoeeng lah poetoeih — ki: orang jang melindoengkan telah mening- gal atau dapat tjelaka dan sebagainja. PIDJAM — pedjam: mamidjamkan — meme- djamkan; tapidjam — tertidoer sekedjap, lengah sebentar. PIDJI’; kalam pidjii — gelap goelita; matonjo pidji’ — ia boeta. PIE’ kepéndékan oepie’, panggilan kepada perempoean jang beloem bersoeami; boléh djoega jang telah bersoeami, tetapi jang me- negoer aloeran bapa, paman atau nénéknja. PIE’ — tjoebit: mamié’ — mentjoebit. PIGANTA(R). lib. ganta(r). PIGARIENG, lih. garieng II. PIIE(L) — piil. fil. : Ke PIIE(R), mamiie — memegang (menarik) pipi boedak jang montok antara teloendjoek dan djari2 jang lain. PIKAU I - a. sebangsa poejoeh. PIKAU II - lih. pingkau. PIKE’ I — pikat, sebangsa lalat koeda. PIKE’ II — pikat, memikat boeroeng; sangka pike’ — sangkar dipakai oentoek memikat: balam pamike’ — balam pemikat; foekang pi- ke’ — pemikat; bapiké’ balam djo balam — cemp. mentjari erang djahat dengan orang djahat la dsb. 7 PIKIE(R) - pikir; bapikie — berpikir: pi- kieran — pikiran; mamikiekan — memikirkan; kapikieran — héran, ta‘adjoeb; pikie palito ati — pikir itoe pelita hati: tapikie ambo |
mandangakan kaba toe — amat héran saja mendengar chabar itoe. PIKOEE(L) — pikoel; pikoeelan — pikoelan, tanggoengan; sapikoee — sepikoel, jaitoe 100 kati; baré’ sapikoee, ringan sadjindjieng — berat sama dipikoel, ringan sama didjindjing, artinja semoepakat mengerdjakan soeatoe pe- kerdjaan, baik jang besar atau jang ringan; ka mamikoee inda’ babaoe, ka mandjoedjoeeng kapalo loentjoeeng — ki.: tiada berdaja oepaja akan mengerdjakan soeatoe pekerdjaan, PIKOEE’, lih, pada aroee’, iroce’. PILADANG — nama seb. toemboehan, daoen- nja_dipakai djadi. obat, PILAJAH, lib. lajah. PILAKOEI, lih. lakoei’. PILANGANG, lih. langang, PILANGEH I (v.d.T.) — nama seb. padi. PILANGEH II — nama seb. pohon. PILANGGOE — belenggoe; dipilanggoe Alah atinjo — diikat Allah hatinja jang hendak berboeat cjahat. PILANTIENG, tapilantieng. tapalantieng — terpelanting, lih. pantieng. PILANTOEN, lih. palantoen. PILEH — nama sematjam ajam saboeng. PILI, lih. piliang. PILIANG — nama soeatoe soekoe di Minang- kabau, biasa dipéndékkan djadi ,,pili” di- tinggalkan ang, soepaja djangan mengenai orang tempat berkata. PILIEH — pilih; piliehan — pilihan; pamilichan — sisa sesoedah memilih, tinggal jang boe- soek atau djelik; baindang batampi taréh, bapilich atah ¢jié’-tjié’ — ki.: telah diperiksa betoel-betoel, diboeang jang boesoek, oléh karena itoe tinggal jang baik sadja; mak- soednja: dengan saksama memeriksa sesoea- toe perkara. PILIN I — pilin, pintal; bapilin; atinjo bapilin — hatinja tiada loeroes; saparati tali pilin tigo — ‘ibarat tali pilin tiga, demikianlah dikiaskan kepada tiga orang janj bersahabat karib; paroei’ mamilin — peroet sakit (moe- les Jav.); oerang toe banjak piceeh pilin — orang itoe banjak poetar balik; pilin katjang na’ mangabé’, pilin djarieng na’ baisi — ki.: soeatoe moeslihat oedjoednja hendak mentjari keoentoengan. PILIN II — plint (Holl.), PILOEBANG, lih. loebang. PILOEROE — peloeroe; na’ parang gilieng piloeroe, lih. parang. PILOEROEI' — telinga tjelana, tempat me- masoekkan talinja. PILOTA(R), lih. lota(r). PIMPIENG — n. sebangsa teberau; bataréh kaloea ba’ pimpieng — ki.: dikatakan ten- tang hal orang jang soeka berpakaian ba- goes, tetapi tiada menjimpan oeang atau banjak beroetang; pajoee’ ba’ pimping dilé- RETU nasiidevisase lih. pajoee’. PINAGO — penaga. PINAKO — penaka; (ba) pinako mandapé — seperti mendapat; boelieh pinako kailangan — mendapat (memperoléh) sesoeatoe, tetapi menjoesahkan pikiran. PINAKOEI’, panoekoei’, pinoekoei’ — nama sem. koeé dadar (pannekoek Holl.). |
|
PINA’, ana’ pina’, lih, ana’, PINANG — pinang; pinang karéh — pinang toea; pina.g sinawa -—— n, sem. pinang oen- toek penangkal sétan; madaf sapinang — segéndél (seoental) madat; pinang roeangi — pinang haroem (roeangi kepéndékan dari haroem-wangi); maminang — meminang; pi- nang foeo sirah ikoee — ki,: orang perem- poean jang telah ber‘oemoer, tetapi kela- koean masih seperti orang moeda; ba’ pinang dibalah doeo — seperti pinang dibelah doea, seroepa betoel. PINDAH —pindah; pindah nagari — berpin- dah kenegeri lain; mamindah dama — me- masang pelita (lampoe); panjaki’ mamindah — penjakit mendjangkit (menoelar Jav.); panjaki’ pindah mamindah — penjakit men- djangkit; kapindahan — kediangkitan; galésé koetoe pindahan — ki.: dikatakan tentang orang jang asalnja dari negeri lain jang bersipat sombonq, lebih dari orang asli, PINDARIENG, lih. darieng. PINDI’ toeroenan jang kelima. jaitoe: le. anak, 2e. tjoetjoe, 3e. pioei’, 4e. tjitji’, 5e pindi’. PINDJAI', pandjai’ — djaroem, lih. djai’ ; maadoe oedjoeeng pindjai’ — ki.: amat soe- sah mentjari penghidoepan; orang pandai sama orang pandai berbitjara. PINDIARO — pendiara, perangkap harimau. PINDIE’, lih. pandjé’. PINDII’. sapirdji’ — sedjempoet. PINDIOFE (_ (v.d.T.) — intjoet, péntjong. PINDJOEROE — ovendjoeroe; kaampé’ pin- djoeroe alan — keempat pendioeroe ‘alam ja‘ni:_timoer, barat, selatan, oetara. PINDJOEROE - penjoeloeh, mata-mata; pendiolok, :alkoe. PINGAI — pinqai, poetih; si boeroeeng pingai — njawa dalam badan. PINGGAN -- pinggan; pinggan gadang — pingaan besar oentoek makan 6 oranq (se- djambar); pinggan djorong pinggan djorong. PINGGANG — pinggang: pinggana boeki’ — léréng boekit; boeah pinggang — boeah ping- aang. kerindjal. PINGGOEE(L), panggoee(1) — pantat, pang- kal paha; baré’ pinggoee — malas, tjoelas, tjelih. PINGI’ — pingit; koedo pingitan (pingi’an) — koeda jang dipingit; ba’ koedo lanéh dari pingi'an — ki.: seperti anak sekolah jang waktoe témpoh bersoeka-soeka_ hati. PINGKAU. pikau; mamingkau — _ berteriak keras; baningkauan baniak _ berteriak; tjiau_pingkau — haroe-biroe, hoeroe-hara. PINGOE — sanding papan atau djendéla jang diketam. PINIA —. pénjék. PINJANGE’ — penjengat; pinjangé’ gantieng — tahoehan; lih. sangé’ IT. PINJARAM — n. sem. penaram, tetani tiada berisi daging atau ikan, hanja digoréng dengan miniak njioer; lih. panjaram. PINOEEH (Taloe) — danaau disawah. PINORKOEI' lih. pinakoei’. PINTA(R) — pintar, pandai; kapintaran — kepandaian, kepintaran; (kapintalan) kapin- |
taran oerang laoei’ — kepandaian orang Eropah. PINTA’, pinto — pinta; maminta’ — meminta; paraminta’an — permintaan; djiko singké’ tapinta’ dé’ ambo — djika kiranja saja mati; boeroee’ paraminta’annjo — nasibnija tidak baik; paraminta’annjo balakoe — permintaan- nja berkenan; pinta’ boelich, kahanda’ balakoe —vapa jang ditjita-tjitanja dapat, kehendaknja makboel; maminta’ dibawah tangan — ki.: waktoe meminta hendaklah merendahkan diri menoeroet ‘adat; bakaoee ka nan kiramat, maminta’ ka nan ka boelich — ki.; memo- honkan soeatoe permintaan kepada orang janq dapat memperkenankannja. PINTAU — pintau; ba’ tjando pintau larinjo — terlaloe amat tjepat larinja. PINTEH — pintas; mamintéh — memintas, me- rentas; djalan mamintéh — djalan memintas; pintasan — pintasan; pamintéhan — tempat harimau kerap kali tampak; pamintéh — pengaroek; kapinféhan akanjo — ketahoean ‘akalnja jang djahat; anjoei’ injo nan ka mamintéh, loeloeih injo nan ka manjalam — ki: ia jang akan menolong dalam kesoe- sahan; sapintéh laloe sebentar; dilié” (dipandangi) sapintéh laloe — dilihat seben- tar sadja. PINTI-PINTI — n. seb. boeroeng. PINTJALANG — pentjalang. PINTJANG — pintjang; mamintjang — menje- babkan pintjang; mamintjang-mintjang mengintjoet-intjoet. PINTIOFERAN, lih. pada pantjoee(r). PINTJOEIH — hal boeah pisang jang tiada bernas (penoeh isinja) karena tersepit dian- tara pisang-pisang jang lain, boléh dioega dikatakan tentangan pipi, djantoeng tangan, lih. kimpoeih. PINTJONO, lih. pantjono, PINTO, lih. pinta’; boeroee’ pinto — nasib malang. PINTOE — pintoe; pintoe koeboee — loebang koeboer; pintoe pantjarian — mata pentija- harian; pintoe radjaki — tempat datang re- zeki; pintoe aie — pintoe air, tempat masoek air kedalam sawah; pinfoe angin — tempat dimana banjak angin bertioep; baban lah dipintoe — ki.: oemp. anak perempoean te- lah besar, soedah patoet dipersoeamikan. PINTOEAI (Dr. de Vries) — n. seb. boeroeng. PIOEEH — pioeh; pioeeh pilin, lih. pilin; pioeehan — perkakas pemintal tali; paroei’ mamioeeh — sematjam perasaan sakit peroet. lih. paroei’ mamilin, pada pilin. PIOEI' — tiitiit. PIPA (dikota) — beroemboeng. PIPI — pipi. PIPIE(R) — tjekit; mamipie randang — men- tiekit rendang; sapipie — sepotong ketijil. PIPIEH — pipih; pipich boelieh dilajangkan, boelé’ boelich digolé’kan — ki,: artinja telah semoepakat. PIPIH I — pipis; mamipih lado — menggiling lombok; pipi(h)san — batoe tempat meng- ailing lada, PIPIH II — pipi. PIPI' — pipit, bangsanja: pipi’ pari’, pipi pinang, menoeroet tempatnja; pipi’ oetieh — [ 187 ]
|