Lompat ke isi

Lembaran Adat Minangkabau

Dari Wikibasurek
Lembaran Adat Minangkabau
2803Lembaran Adat Minangkabau
[ 1 ]

LEMBARAN ADAT
MINANGKABAU
OLEH: N.M. RANGKOTO






Hubungan
Mamak dgn Kemenakan
Dahulu dan Sekarang


Templat:Block center [ 2 ]Page:Lembaran Adat Minangkabau.pdf/2 [ 3 ]

LEMBARAN ADAT
MINANGKABAU
OLEH: N.M. RANGKOTO






Hubungan
Mamak dgn Kemenakan
Dahulu dan Sekarang


Templat:Block center [ 4 ] LEMBARAN ADAT MINANGKABAU


HUBUNGAN mamak

dengan kemenakan

dahulu dan sekarang


DOKUMENTASI

LUKMAN ALI


Oleh

N. M. RANGKOTO

pasambahan

carano

kamakan

oleh

DT. BANDARO


PENERBIT - LESTARI — BUKITTINGGI [ 5 ]

I. PENDAHULUAN

Templat:Block center [ 6 ]Templat:Block center [ 7 ]Pada pokoknya naskah saya ini mengambil thema yang sederhana saja, dengan judul "Hubungan mamak de- gan kemenakan dahulu dan sekarang". Motief seder- hana, yang kita dengar sehari-hari, kita lihat sehari-hari, dan kita bicarakan sehari-hari. Berdasarkan telah ada- nya gejala-gejala negatief, tanda-tanda³. yang tidak se- hat, yang mungkin membawa kepada keruntuhan adat Minangkabau. Kilat cermin sudah ke, muka, kilat 'be- lung sudah ke kaki, kilat air sudah ke peroman.

Templat:Block center

II. MAMAK DAN KEMENAKAN

MENURUT ADAT

Templat:Block center

1. Sebelum kita membicarakan soal "Mamak dan ke-
menakan menurut adat", lebih dahulu dikemuka-
kan defenisi tentang adat. Yang dimaksud adat disini
ialah : adat Minangkabau. Salah satu diantara
sekian banyak rumusannya ialah Adat Minang
kabau yaitu suatu susunan peraturan yang tidak
tersurat dan kebiasaan-kebiasaan yang terpakai da-
lam pergaulan hidup turun terurun di Minangka-

[ 8 ]
bau. Sebagai sendi adat adalah agama Islam. Se
perti kata pepatah Adat bersendi syarak, syarak
bersendi Kitabullah.
2.Adat Minangkabau mengajarkan bahwa "Mamak"
ialah laki-laki yang bertanggung jawab terhadap anak
kemenakannya pria dan wanita di pihak ibu.
Seorang "mamak" dapat dibedakan menurut ketu
runan dan fungsinya sebagai berikut:
a. Bila ia saudara kandung dari ibu, yang disebut ju
ga bertali darah, dinamakan „mamak kandung.'
b. Bila ia menjadi tungganai dari sebuah rumah,
dinamakan "Mamak rumah" (tungganai rumah).
c. Kalau ia laki-laki yang tertua dari kelompok ke
luarga di pihak ibu yang mempunyai status hutan
tanah "suarang alun baragiah sakutu alun baba
lah", meskipun rumah mereka telah terdiri dari 2
atau 3 buah rumah, maka ia dinamakan "mamak
kepala waris" menurut hukum adat.
3. Andai katą ia seorang laki-laki yang telah didahulu
kan selangkah ditinggikan seranting di dalam kaum
pesukuannya, dengan tidak mengambil ukuran dari
segi umurnya baik muda ataupun tua, dinamakan
"ninik mamak" (penghulu). Nan tinggi tampak jauh,
nan tabirombong jolong bersua, kayu gadang di te-
ngah padang, tempat berlindung kepanasan, tempat
berteduh kehujanan, uratnya tempat bersila, batang
nya tempat bersandar, kan pergi tempat bertanya,
'kan pulang tempat berberita.
Penghulu diwakili oleh Panungkek Penghulu yang di
pilih dan diangkat dari salah seorang "mamak" (ma[ 9 ]

mak kandung, mamak rumah atau tungganai rumah, mamak kepala waris). Dalam segi lain, kumpulan yang merupakan dewan yang terdiri dari mamak-mamak (mamak kandung, mamak rumah, mamak kepala waris, Panungkek Penghulu dan Penghulu) dinamakan juga "niniak mamak".

4. Adat Minangkabau mengajarkan bahwa "kemenakan" ialah laki-laki atau perempuan dari pihak ibu yang dipertanggungjawabkan oleh mamaknya, Pertanggungan jawab itu dapat diukur sesuai dengan turunan dan fungsi masing-masing, sebagai mamak kandung, mamak rumah (tungganai rumah), mamak kepala waris, penghulu dan panungkek penghulu.

5. Andaikata "kemenakan" itu diperinci menurut bahagiannya, maka terdapatlah :
a. Kemenakan di bawah dagu, yakni kemenakan bertali darah.
b. Kemenakan di bawah pusat, yakni kemenakan bertali budi.
c. Kemenakan bertali emas, yakni kemenakan yang disebabkan karena uang.

6. Bila disimpulkán uraian mamak dan kemenakan menurut adat tersebut di atas, kenyataan: Mamak ialah pemimpin dari kemenakannya" dan" kemenakan adalah yang dipimpin oleh mamaknya." Tiap-tiap pemimpin tentu saja bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW: Kullukum raa'i, wa kullu raa'i mas-uulun 'an ra'iyyatihi (Tiap-tiap kamu adalah pemim-

[ 10 ]

pin, dan tiap-tiap pemimpin itu akan ditanya nanti pertanggungan jawabnya di Yaumil mahsyar dari hal kepemimpinannya).

7.Pada umumnya setiap laki-laki dewasa di Minangkabau, pasti menjadi mamak di pihak ibu. Sekurang-kurangnya mamak kandung dari kemenakan yang tali darah. Mungkin merangkap mamak rumah, mamak kepala waris, panungkek penghulu atau penghulu. Dengan demikian karena laki-laki itu semua kemungkinan menjadi mamak, maka dengan sendirinya semua menjadi pemimpin, menjadi orang yang bertanggung jawab. Hanya besarnya tanggung jawab itu berbeda-beda sesuai menurut fungsi yang dipegangnya.

8. Untuk mengetahui tugas mamak dan kemenakan menurut adat, baiklah diperhatikan beberapa pepatah petitih yang berikut:
a.Mamak kaya kemenakan murah.
b.Mamak kaya di adat kemenakan murah menurut.
c.Kemenakan seperintah mamak, mamak seperintah penghulu, penghulu seperintah "bana".
d.Mamak menunjuk mengajari, malam dengar- dengarkan siang lihat-lihati.
e.Kemenakan menjunjung titah, menurut suruh menghentikan tegah.
f.Mamak pergi tampak punggung pulang tampak muka.
g.Kemenakan pergi bertanya pulang berberita.
h.Mamak di pintu hutang kemenakan di pintu bayar.

[ 11 ]

i. Di lahir kemenakan menyembah di batin mamak menyembah.
k. Dsb-dsbnya.

9. Khusus mengenai penghulu, di antara pepatah petitihnya sebagai berikut:
a. Tegak penghulu beserta penungkek.
b. Berdiri penghulu sekata. kaum, berdiri andiko
sekata negari, berdiri raja sekata alam.
c. Raja sedaulat penghulu seandiko.
d. Penghulu andiko gadang tidak terlilit, tinggi ti
dak tersondak, melenggang tidak tapepeh.
e. Kata penghulu kata menyelesai
f. Elok negari dek pénghulu
g. Utang penghulu menjaga, utang raja memerintah.
h. Dsb - dsbnya.
10. Hak, ulayat dan kelengkapan penghulu :
a. Hak penghulu tanam batu, pagang' gadai dan
jual beli, bungo kayu, bungo tanah, takuak ka-
yu, tutup bubuang, timbang tarimo, tahia ameh.
b. Ulayat penghulu: rimbo, gunuang (bukik), pa-
nan golong, tapian,
dang, payo, sungai, labuah
balai, musajik, korong kampuang, pandam paku-
buran.
c. Kelengkapan penghulu sawah gadang, tabek ga-
dang, ladang-laweh, taranak kambang.

Templat:Block center [ 12 ]Templat:Block center

III. MAMAK DAN KEMENAKAN SEKARANG

Templat:Block center [ 13 ]

Marilah kita tinjau keadaan mamak dan kemenakan sekarang berdasarkan beberapa fala yang dikemukakan
di bawah ini :

1. Adat mengatakan: "Mamak kayo kamanakan murah"."Mamak kaya di adat kemenakan murah menurut."Kebanyakan mamak sekarang ini sudah tidak "kaya diadat" lagi. Dan kemenakan sudah tidak "murah menurut "lagi. Bukti-buktinya :

a. Kebanyakan mamak sekarang, baik mamak kandung, mamak/tungganai rumah, mamak kepala waris, malah kadang- kadang Panungkek dan Niniak mamak, jangankan mengerti tentang seluk beluk adat malah tidak tahu tentang tugas dan kewajibannya lagi menurut fungsinya masing-masing. mamak kandung yang tidak mau tahu dengan kemenakan kandungnya. Malah ada yang sampai berkasam- berkesomat, atau berkelahi.

Mamak/tungganai rumah ada yang tidak mau mengurus helat kawin kemenakannya sendiri. Ada yang berketahuan dalam arti kata bermusuhan dengan sumandonya Ada yang sampai bertahun tidak pernah mengunjungi rumah orangtuanya.Ada yang tidak mau tahu dengan kematian yang terjadi di rumah orang tuanya. Ada yang membiarkan begitu saja anak kemenakannya yang masih muda mudi bergelandangan tanpa pendidikan, termasuk bidang adat maupun bidang agama.

Mamak/Tungganai rumah ada yang ingin berbagi harta pusaka dengan kemenakan/saudaranya yang perempuan ada yang tidak mau ha-

[ 14 ]dir dalam upacara batagak rumah anak kemenakannya. Malah kadang-kadang rumah itu dibangun oleh rang sumando di rumah kemenakan si mamak yang bersangkutan.

Mamak kepala waris sebagai seorang mamak tertua dari kelompok kemenakan yang terdiri dari beberapa buah perut yang mempunyai hutan tinggi dengan ketentuan "suarang alun baragiah sakutu alun babalah," sudah ada yang ingin hendak membagi harta tersebut di mana sebahagian adalah untuknya. Karena ia menganggap bahwa bagiannya itu sudah jadi hak miliknya, yang hendak dipindahkannya ke rumah isterinya. Dan apabila si mamak kepala waris itu mempunyai hartą pusaka guntuang, sudah ada pula yang hendak melelang habis semuanya sebelum ia meninggal dunia.

Ada pula mamak kepala waris yang sampai hati mendakwa/merampas hak milik setumpak sawah dari sebuah perut yang di bawah naungannya tapi tidak seperut dengan dia, hingga sawah dari perut yang dirugikan itu-karena kebutuhan mamak berpindah rumahnya tidak ada atau jauh di rantau dah tangan tanpa gangguan dan gugatan kepada seperut ibunya.

b. Bagaimanakah akan mengatakan "mamak kaya di adat" terhadap seorang Panungkek/Penghulu yang tidak mengetahui sedikit juga akan tambo/sejarah Minangkabau, dengan silsilah keturunan nenek moyangnya, atau sekurang-kurangnya tambo/sejarah dari negari tempat kelahirannya ?</poem>}} [ 15 ]Templat:Block center [ 16 ]Templat:Block center [ 17 ]Templat:Block center [ 18 ]Templat:Block center [ 19 ]{{ppoem|::::Hilang rono karano panyakik

hilang bangso tak baramen;
Mamak 'lah bansaik kamanakan sampilik
karano dek ameh sagalo kameh.

C. Kemenakan menjunjung titab, menurut suruh mengentikan tegah. Kalau titah itu titah yang baik bila suruh itu suruh yang ma'ruf, tidak hendak diindahkan oleh kemenakan, bagaimanakah lagi sikap ninik mamak. Sudah berapa kali Kerapatan-kerapatan Adat Negari bersidang menyangkut dengan adat istiadat dalam nagari, baik bidang helat nikah kawin, bidang batagak gadang, bidang adat sehari-hari dsb-nya, tapi kenyataannya hasil buah fikiran para ninik mamak yang telah demikian banyak mengorbankan energie dan pemerasan otak, namun bagi sebahagian kemenakan enak saja menyanggah putusan-putusan Kerapatan-kerapatan Adat tsb.

Malah mangaruak sahabih gauang
alah ditampi diindangi;
Manyarah kito pado untuang
dima takadia ditapati.

d. Mamak pai tampak punggung pulang tampak muka. Kalau kepada kemenakan yang hendak pergi merantau diharuskan memberi tahu kepada mamaknya, kenapa mamak kandung atau tungganai ṛumah atau mamak kepala waris yang hendak meninggalkan kampung kebanyakan berjalan begitu saja ? [ 20 ]

Andai kata terjadi kusut ranyah dikalangan kemenakan yang ditinggalkannya, mamak yang mana kusut yang akan menyelesaikan keruh yang akan menjernihkan kalau tidak mamak yang kampung Kadang-kadang urusan penyelesaian itu tergantung begitu saja karena mamak yang bersangkutan tidak ada dan tidak pula mewakilkannya. Hal ini sangat merugikan bagi kemenakan ybs.

Sanang tak mambari diam
seso tak mambari bakeh;
Dek alimu kapalang paham
karajo ado dianggap lapeh.

Palito hati pikia dahulu
datangnyo paham di nan tanang:
Sadang di kampuang mamak leh ragu
kok kunun pulo di rantau urang.

c. Kemenakan pergi bertanya pulang berberita. Sudah banyak kejadian sekarang, kemenakan. pergi ke rantau orang tanpa setahu mamaknya, apalagi setahu penghulunya. Malah kadang-kadang sampai melangsungkan perkawinan di rantau, baik laki-laki maupun perempuan. Alhamdulillah bila perjalanan itu selamat, atau rumah tangga yang dibinanya itu tenteram saja. Tetapi bila terjadi sesuatu musibah bagi kemenakan yang merantau tanpa setahu mamak tersebut, atau pertengkaran /perceraian dengan suami/isteri pilihannya di rantau tersebut, urusan kembali kepada mamak juga. Akan bertambah ruwetlah keadaannya bila sisuami itu berlainan suku bangsa dengan keme-

[ 21 ]

nakan yang bersangkutan. Lain lubuk lain ikan-nya, asing padang lain belalangnya.

Bacampua carai jo sipuluik.
elok dibuek nasi tuai;
Baru taraso sakik paruik
sinan takana liang lantai.

Mamak di pintu hutang kemenakan di pintu bayar. Pada umumnya niník mamak sekarang jarang mempunyai pakaian adat kebesarannya yang lengkap. Hingga bila terjadi upacara upacara adat alangkah janggalnya bila para ninik mamak tidak berpakaian lengkap menurut yang sebenar-nya. Apalagi bila ditinjau dari segi kebudayaan, udah barang tentu akan merendahkan mutu ninik mamak yang bersangkutan. Hal ini jarang sekali menjadi perhatian para keenakan yang seharusnya berdiri di pintu bayar

Lobak Singgalang namo lobak
dibaok urang ka Padang Panjang
Rajo nan jombang kato awak
rajo nan sumbang kato urang.

a. Khusus mengenai penghulu, pepatah menyebutkan: Berdiri penghulu sekata kaum, berdiri andiko sekata nagari, berdiri raja sekatą alam. Bagaimana mengenai penghulu yang tidak berdiri?Pada sebahagian negeri sudah beberapa kali dituntut oleh Kerapatan Adat segeri yang bersangkutan, agar menentukan status kepenghuluan dari penghulu-penghulu yang belum berdiri itu, te-

[ 22 ]

tapi jawaban dari pesukuan yang bersangkutan ialah janji-janji belaka. Terapung tak hanyut terendam tak basah. Pada hal: elok nagari dek penghulu. Kato penghulu menyalasai. Hutang penghulu menjaga, utang raja memerintah.

Dek paham kapalang tangguang
mabuak dek pandang nan salewai;
Lauik dalam pasia marapuang
di dalam hujan badan tasangai.

b. Raja sedaulat, penghulu seandiko. Andiko asal katanya "ngadika" (bhs. Sangsekerta) artinya memerintah. Penghulu andiko : gedang tidak terlilit,tinggi tidak tersondak, melenggang tidak terpepeh. Adapun kelengkapan nagari menurut adat diantaranya ditandai dengan adanya di negari itu balai-balai adat. Untuk tempat para penghulu nan andiko membicarakan soal-soal adat. Tapi sebagian negari ada pula yang tidak mempunyai balai-balai adat tersebut. Apakah negari tersebut tidak kurang namanya kelengkapannya menurut
adat tanpa adanya baleirong tersebut?

Di Koto Gadang Lareh nan Jambek
mamarentah sa IV Koto;
Cubolah tenggang jo pandapek
panghulu banyak balairong tak ado.

c. Membicarakan soal penghulu, marilah pula dibicarakan tentang haknya. Menurut adat hak penghulu itu amat banyak macamnya sebagai sumber dari ekonominya. Alangkah pincangnya jika kita ha-

[ 23 ]

nya menitik beratkan persoalan kepada tugas dan kewajiban penghulu belaka, kalau tidak disebutkan pula tentang haknya.

Padahal ninik mamak disamping tugasnya memimpin kemenakan, juga harus bertanggung jawab sebagai pemimpin rumah tangganya. Alangkah pincangnya jika seorang penghulu terus-terusan mendapat kritik dan umpatan malah tantangan dari anak kemenakannya, bila terlambat atau tidak sempat mengurus anak kemenakannya, sedang soal hak penghia itu sendiri yang menjadi kewajiban bagi si kemenakan terhadap penghulunya tidak pernah terlintas dalam hati si kemenakan yang bersangkutan.

Babuah lansek di Sijunjuang
dijua anak 'rang Koto Tuo
dibali urang Bukik Apik.
Baban barek patuik dijujuang
sayang singguluang nan tak ado
dima kapalo tak ka sakik.

d. Salah satu ulayat penghulu ialah rimbo. Dan sebahagian dari rimbo ulayat ini sekarang masih rawan. Kenapa tanah-tanah ulayat yang demikian itu sebahagiannya masih belum dibangun ? Alangkah sayangnya tanah-tanah subur itu masih belum diadakan pengolahannya. Padahal sebahagian nagari-nagari adalah daerah minus, hingga menyebabkan sebahagian besar anak kekemenakan pergi merantau. Sungguh menyedihkan bahwa anak kemenakan dibiarkan pergi meran-

[ 24 ]Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem". [ 25 ]

Nyatalah kepada kita sekarang bahwa hubungan mamak dengan kemenakan dewasa ini menurut adat sudah merosot. Gejala-gejala ini sudah dapat kita tanggapi bersama-sama, kita pahamkan bersama-sama. Dan persoalan ini tidak terlepas dari membicarakan gejala-gejala negatief dalam garis besar adat pada umumnya.

Faktor-faktor perobahan adat tersebut yang antara lain menyebabkan perobahan pula dalam hubungan mamak dan kemenakan sekarang. Adapun sebab-sebab perobahan tersebut di sini saya coba mengemukakan sebagai berikut :

  1. Terbukanya negeri sekarang, karena adanya lalu lintas antara nagari-nagari dalam daerah Minangkabau dan lalu lintas dengan nagari-nagari yang ada di luar Minangkabau. Menyebabkan anak kémenakan sudah banyak merantau ke negeri lain, malah ada yang sudah menetap di rantau turun temurun menghuni rumah yang mereka miliki sendiri.Kalau dahulu anak kemenakar yang perempuan tidak ada pada umumnya yang merantau, sekarang malah sudah ada yang tidak pulang-pulang lagi ke kampung. Kalau yang mula merantau itu masih mengekelahirannya sebagai kampung aslinya akibat dari lang negeri asalnya, yang sudah menganggap rantau dari keturunan mereka yang tidak pernah tahu tentahui keadaan adat istiadat kampung aslinya, maka Lingkungan yang didapatinya semenjak ia dilahirkan,sudah tipis harapan hubungan secara adat antara mereka sebagai kemenakan dengan mamak-mamaknya dị kampung akan berlangsung seperti di zaman ibunya.
  2. Berobahnya keadaan ekonomi, umpamanya dengan beredarnya uang ke dalam negeri, di samping ada-

[ 26 ]

nya lalu lintas orang dan barang-barang perdagang-
an antar wilayah. Dalam hal ini tidak terkecuali ke-
menakan yang perempuan yang sudah banyak ikut
aktif dalam perniagaan tersebut.

3. Kemajuan pendidikan anak kemenakan yang semakin tinggi dewasa ini dan di masa yang akan datang.Hal ini menyebabkan ninik mamak harus mengimbangi dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan ninik mamak sendiri dengan pelbagai cara. Jangan terjadi apa yang dimaksud oleh pepatah : Tinggi atap dari pada gonjong.

4. Harta pusaka tidak lagi menjadi satu-satunya sumber hidup mutlak dari suatu kaum dan anak kemenakan. Karena harta pusaka itu tidak bertambah, sedang anak kemenakan dari sehari ke sehari semakin berkembang jumlahnya. Perhatikanlah jumlah jiwa di rumah kita masing-masing dan coba memperbandingkannya dengan beberapa tahun yang lalu.

5. Adanya organisasi ketata negaraan yang melingkupi
negari-negari umumnya di Minangkabau ini.}}
a. Yang menyebabkan banyaknya kekuasaan ninik mamak yang telah beralih ke tangan pemerintah.Dimana satu diantara tungku nan tiga sejarangan (agama, adat dan undang-undang) sudah semakin menjadi kecil, yakni tungku yang bernama bidang adat.
b. Berkurangnya kekuasaan ninik mamak terhadap harta pusaka, hak, ulayat, kelengkapan ninik mamak dan sebagainya.

6. Hapusnya rumah gadang. Dan diganti dengan hidup bersama secara menetap antara suami isteri dan

[ 27 ]Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem".

Kedelapan sebab-sebab yang saya kemukakan ini, bila dipecah satu demi satu secara terperinci, niscaya akan memakan tempat yang panjang serta pembahasan yang mendalam.

Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem". Templat:Rule [ 28 ]Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem". Templat:Rule [ 29 ] Templat:Xx-larger


Templat:X-larger Templat:X-larger



OLEH DT. BANDARO

[ 30 ]

PASAMBAHAN CARANO

Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem". [ 31 ]

Adat di lauik bajurumudi, adat di sabuang bajuaro, adat di alek barajo janang.Kok dikaji tantang si jurumudi tau di angin nan basiru, tau di ombak nan basabuang, pandai manjago pasang turun naiak.

Kok dikaji tantang si juaro, tau di tuah sisiak ayam, tau di bulang nan bakicuah,pandai managah manampin taruah. Kok dikaji tantang si rajo janang, tau diereng dengan gendeng, tau dicaka dengan kaik, tau manjago labiah jo kurang.

Baa sakarang kini nangko ; Ramo-ramo tabang malayang, malayok ka Koto Tangah, banyaknyo ampek puluah ampek, indah carano bukan kapalang, talatak di tangah-tangah, di lingkuang urang nan rapek.

Buruang si nurak buruang si nuri, manari-nari di ateh pamatang, siriah galak pinang manangih, mancaliek carano nanlah datang.

Lorong kapado caranonyo, carano banja Reno Ali, buatan tukang Koto Gadang, nan rimbun bungo kalikih, nan ranggan bungo kacubuang, nan kungkun gagak ka hinggok, nan lantiek alang bamain.satahun dipanggang Bugih, samusm dilingka Cino, usahkan ratak rángch pun tido.

Pihak kapado siriehnyo, sirieh udang tampa hari, tampuaknyo bak kuku balam, ga

[ 32 ]

gangnyo bagai suaso, batang diambiek katinaman, buah diambiek ka tiruan,satahun dalam panggulungan usahkan layua batambah hiduik.

Kok kunun pulo di pinangnyo, pinang si erak ero manih, tumbuahnyo di kida rumah, tingginyo pan:jek-panjekan, randahnyo jangkau-jangkauan, pucuek malepai awan putiah, satalun tupai dek mamanjek jarang basuo jo buahnyo.

Pihak kapado di gambienyo, gambie kuniang sarupo dadiah buatan puti Sari Lamak, manihnyo tingga di lidah, kaleknyo tingga di rangkungan daun malayo kalautan, tibo di pulau batebaran. Kok konon pulo di sadahnyo, sadah putieh ambun bajano, dibasah jo aie bungo.dipati jo pati santan, dikipeh jo ambai-ambai, dipalik jo jari manih, bakisa ka jari tunjuak, mambayang ka tapak tangan,sapalik sapuluah ameh, sakadam sakati limo.

Harago nan tidak ta haragoi, harago satimbang jo nagari, makanan anak rajo-rajo makanan Sutan jo Panghulu.

Pihak kapado timbakaunyo, timbakau aluih ambun tajelo, bijonyo datang dari Ruhum pakirin si dayang di lautan, dibaok anak Sutan Bentan di racik anak garagasi.

[ 33 ]Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem".

JAWABAN DARI SI ALEK

Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem". [ 34 ]Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem".

JAWABAN DARI SI PANGKA

Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem". [ 35 ]

amba gadang lai maaf dimintak, parundiengan dikumbalikan ka bakeh Angku Datuak (Sutan).

Ruponyo parundiengan nan ka dikumbalikan ka bakeh Angku Datuak (Sutan),nan manjadi buah kabanaran dek Angku Datuak (Sutan) ma adok ka ateh badan diri ambo, dek karano kami lai baduo batigo, dihadapan ado Niniek Mamak sarato alek nan banyak ko, kok ambo cubo mampaiyo patidokan di tantangan gayuang nan ka manyambuik, ditantangan kato nan ka manjawek, lai kol adat nan baitu lai koh pasa nan bak kian, kan baitu kato Engku Datuak (Sutan) ? yo baitu nan biaso nan bapakai.

Dapek surang kababuleti dapek baduo batigo bapaiyokan, baa lo nyo kini asa lai dapek surang ka babuleti, dapek baduo
batigo ka bapaiyokan, alah dirasuek manjariau, alah di lae lakek atok, alah rancak bananyo Angku Datuak (Sutan)!

JAWABAN DARI SI ALEK

Si Alek  : Lah banamo sampai dek Angku Datuak (Sutan) ?
Si Pangka  : Bilang alah !
Si Alek  : Dek ambo muluik Angku Datuak (Sutan) nan sapatah itu pulo nan ambo nanti.Baa tonyo kini, umpamo lah gugua dari

[ 36 ]

tampuek umpamo lah saka dari dahan, Insya Allah ambo pa iyokam, lai mananti Angku Datuak (Sutan) jo panitahan?

Si Pangka : Insya Allah ambo nanti

SI ALEK MAMPAIYOKAN SAMO SI ALEK

Datuak Kayo  : Iyo ka bakeh Datuak Bandaro sambah sa- patah.

Datuak Ban-daro : Manitahlah Angku Datuak !

Datuak Kayo  : Sungguah pun Angku Datuak sorang nan taimbau, dalam syari'at jo hakikat, atau dilahia dengan bathin samo di dalam am- pun, ampun jo maaf dipabanyak suko jo rilah dipalabiah.

Dek kato banyaklaan salah, dek rundieng banyak nan sasek namun kito basifat ga wa, Allah nan basifat kadim, lai jo pa rundiengan Angku Patuak dijalang.

Mangko jo paruriengan Angku Datuak dijalang, dek karano lah mandatangkan sambah jo panitahan, silang nan bapaugka karajo nan bajunjung mahadok kabakoh kito di alek jamu, kalau manuruik, adat lamo pusako usang, limbago gayueng sambuik, pusako kato bajawek.

Baa sakarang kini nangko, ka tantang an gayueng nan kamanyambuik, ditan- tangan kato nan ka manjawek, dibulek[ 37 ]kan aia kapambuluah, dibulekkan kato ka mupakaik nak dari Angku Datuak ta- biknyo.

Datuak Ban-daro : Iyo lah sampai lek Angku Datuak?

Datuak Kayo  : Bilang alah !

Datuak Ban-daro : Tapi tantangan sambah manyambah, ran- dali dianjueng tinggi ketek diamba ga- dang, lai maaf dimintak, parundiengan dikambalikan kabakeh Angku Datuak.

Parundiengan nan ka dikambalikan ka bakeh Angku Datuak, dek korong lah mandatangkan sambah, jo panitahan si- lang nan bapangka karajo nan bapokok, mahadok kabakeh kito si Alek jamu.

Kalau manuruik nan biaso, limbago ga- yuang basambuik, pusako kato bajawek, baa sakarang kini nangko di tautangan ga. yueng nan kamanyambuik, di tantangan kato nan ka manjarek, nak dari Angku Datuak bana tabiknyo. Kan baitu kato Angku Datuak ?

Datuak Kayo  : Yooo lah.

Datuak Ban-daro :

Kok dikaji rancak jo elok iyo diambo. Baatu nyo kini, dek karano basiang tampek nan tumbuah, batanam tampek nan

ado, dek lah tumbuah di Angku Datuak, [ 38 ]

               
                 rancak manah Angku Datuak gayueng ma
                 nyambuik, kato manjawek.

Datuak Kayo  : Ruponyo nan manjadi kabanaran dek Angku
                 Datuak mahadok ka ateh badan diri ambo,
                 karano basiang tampek nan tumbuah,
                 batanam tampek nan ado, rancak malah Angku
                 Datuak gayuang manyambuik, kato nan
                 manjawek, kan bitu kalo Angku Datuak ?

Datuak Ban-daro : Yooo lah.

Datuak Kayo  : Ruponyo kan bajolak-jolai bana antaro,
                  ambo jo Angku Datuak, alah kabalamo
                  indak. A tonyo nan, gayuang disambuik
                  kato dijawek.

                  Tapi sungguahpun gayuang kadisambuik,
                  kato ka dijawek, kok kurang mintak di
                  tukuak, kok senteang mintak dibilni, iko
                  di pulangkan ka bakeh Angku Datuak.

Datuak Ban-daro : Dek ambo kaji nan marusueh iyolah kaji
                  nan saganok itu, gayuang kok indak
                  basambuik kato kok indak bajawek, baatu
                  nyo kini, asa lai gayuang ka basambuik.
                  asa lai kato ka bajawek, indak ka
                  dipadia,kan tagamang Angku Datuak doh.

                  Kok kurang ditukuak, senteang dibilal,
                  tabanam disilami, hilang dicari, alah ka
                  sanang hati Angku Datuak ?

[ 39 ]Datuak Kayo  : Mandanga kato Angku Datuak cako sa-

nang rasonyo paratian, sajuak di dalam kiro-kiro.

Ambo sangko cako tu, kurang kok indak ka batukuak, hilang kok indak ka bacari. Baatu nyo kini, asa lai tabanam ka disi- lami, senteang lai ka dib lai, Insya Allah gayuang ambo sambuik kato ambo jawek. lai basamo-i dek Angku Datuak.

Datuak Ban-daro : Inya Allah disamoi.

JAWABAN DARI SI ALEK KA SI PANGKA

Si Alek  : Ma Angku Datuak (Sutan) ?

Si Pangka : Manitahlah!

Si Alek  : Tapi tantangan sambah manyambalı ran- dah nan dianjuang tinggi ketek nan di- amba gadang, lai maaf dimintak jo bana sajo Angku Datuak (Sutan) di jalang.

Mangko jo kabanaran Angku Datuak (Sutan) dijalang, adapun ambo antaro jo Angku Datuak (Sutan) cako, panek nan jadi parantian, pantang nan jadi pamalam- an, iyo malah d'tantangan bajalan baiyo bakato bamolah. Jokok d'ambo tu kini di ateh duduak nan baropok, tagak nan ba- pusu alah ambo tariak bajalan baiyo ba

iyo bak kato bamolah, [ 40 ]

            
              Lah dapek bulek nan sagolek, picak nan
              salayang, di tantangan gayuang nan ka
              manyambuik, kato nan kamanjawek, ta tumpah
              juo bakeh badan diri ambo.

              Jokok diambo tu kini gayuang ka disambuik,
              kato ka dijawek, tapi sabalun gayuang ka
              disambuik, kato ka dijawek, nan marusueh nan
              maibo dhati ambo, jokok bak di ate andaknyo
              kun iyo tu, sabanyak gayuang sabanyak
              sambuik, sabanyak kato sabanyak jawek.

              Baa tunyo kini kok indak ta ulang bak
              manyapuah, kok indak tabaliek bak mamanggang
              ka baa kolah ?

              Iko dipulangkan ka bakeh Angku Datuak
              (Sutan).

Si Pangka  : Yo lah sampai dek Angko Datuak (Sutan) ?

Si Alek  : Bilang alah!

Si Pangka  : Ruponyo nan manjadi buah panitahan dek Angku
              Datuak (Sutan) mahadok ka ateh badan diri
              ambo, iyo malah jokok bak di ateh andaknyo di
              ukuran nan sampai, di bilangan nan cukuik iyo
              malah sabanyak gayuang sabanyak sambuiknyo,
              sabanyak kato sabanyak jaweknyo.

              Baa tunyo kini kok indak taulang bak
              manyapuah, kok indak tabaliek bak mamanggang,
              ka baa kolah,

              Kan baitu kato Angku Datuak (Sutan) ?

[ 41 ]

Si Alek  : Bilang alah !

Si Pangka : Ruponyo nan manjadi buah panitahan dek Angku. Datuak (Sutan) mahadok ka ateh badan diri ambo, iyo malah jokok bak di ateh andaknyo di ukuran nan sampai,di bilangan nan cukuik iyo malah sabanyak gayuang sabanyak sambuiknyo, sabanyak kato sabanyak jaweknyo.

Baa tunyo kini kok indak ta ulang bak manyapuah, kok indak
tabaliak bak manggang, ka baa kolah, kan baitu kato Angku Datuak (Sutan) ?

Si Alek  : Iyooo lah.
Si Pangka  : Dek ambo kaji nan marusuah nan manggamang iyo kaji nan saganok itu, gayuang kok indak basambuik, kato kok indak bajawek.

Baa tonyo kini asa lai gayuang ka basambuik, asa lai kato kabajawek, indak kan diuji samo merah, indak kan di kati samo barek, panjang jo singkek pado Allah di sarahkan.

Alah ka sanang hati Angku Datuak (Sutan) ?

Si Alek: Dek ambo muluik Angku Datuak (Sutan) nan sa patah itu pulo nan ambo nanti. Ambo sangko cako itu balari kok samo kancang, baramuak kok samo dalam

[ 42 ]

Baa indak di kaj nan saganok itu Insya Allah gayuang ambo sambuik kato ambo jawek...

Lai ka bakeh Angku Datuak (Sutan) juo
malah !.

PASAMBAHAN KA MAKAN



Si Pangka  : Iyooo ka bakeh Angku Datuak (Sutan)
sambah sapatah.

Sungguehpun Angku Datuak (Sutan) nanta imbau, dalam sari'at jo hakikat, atau dizahir dengan bathin, samo di dalam ampun. Ampun jo maaf di pabanyak, suko jo rilah di palabiah, dek kato banyak.nan salah, dek rundiang banyak nan sasek, namun kito bersifat gawa, Allah nan basifat kadim, lai jo parundiengan Angku Datuak (Sutan) di jalang.

Mangko jo parundiengan Angku Datuak (Sutan) di jalang, pihak di hari sahari kini, antah hari koh nan baiek, antah katiko koh nan elok sadang wakatu bungo kambang, ajuang balaia dimusimnyo, sauah tatagak angin tibo, kok jamu lah datang babondong, si pokok mananti basamo janang, manatieng sangaik suko, panawa sagalo runggo hati.

Imbauan lah tibo bakeh Angku Datuak (Sutan), sambah taserak "ka nan tapek,

[ 43 ]

salam kapado nan basamo, awa di kana
tantang iko, akhia dibaco niat jo nazar.

Nan ta niat nan ta nazar pihak di kami si pangkalan, tantangan juadah nan ka tangah, di tilak di pandang rupo di silau dipandang roman elok nan tidak babincano, tuah karajo lah manjadi tuah karajaan lah salamat, pihak sa banta iko
kini, alah dek manti jo pagawai sarato bujang main pautan, dek banyak manaruah ragu dek lamo manaruah lupo.

Tantangan juadah nan ka tangah, kok kurang susunnyo nan bak sirieh, kok kurang liriknyo bak pambatue, lai nak dibari maaf kami silang nan bapangka karajo nan ba junjuang.

Limbak nan dari pado itu;
Nak hila ka Batang Hari, nak mudiak
ka Pauah Kamba
Babelok jalan ka Pariaman.
Minumlah ale nan ta isi, santok juadah
nan katangah.
Nak sanang hati si pangkalan.

Sakianlah sambah jo panitahan diparirik-kan kahadapan Angku Panghulu Nan Gadang Basa Batuah, ujuang panitahan ka bakeh Angku Datuak (Sutan).

[ 44 ]

JAWABAN DARI SI ALEK

Page Templat:Ppoem/styles.css has no content.Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Ppoem". Templat:Rule [ 45 ]Page:Lembaran Adat Minangkabau.pdf/45 [ 46 ]Page:Lembaran Adat Minangkabau.pdf/46