Lompat ke isi

Page:Kaba Minang.pdf/23

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Dalipah dengan Mansun menempati rumah orang tuanya itu. Tak lama Dalipah melahirkan seorang anak laki-laki dan pangkat Man-sun pun naik beberapa kali. Ia sudah menjadi orang yang berpang-kat tinggi. Hidupnya sudah makmur. Sekarang timbul keinginan-nya hendak pulang kampung menemui orang tua dan adiknya Upiak Boneh.

Bukan main gembira hati orang kampungnya melihat Mansun sukses dan sekarang sudah menjadi polisi yang berpangkat tinggi, lebih-lebih lagi adiknya Upiak Boneh. Upiak Boneh hidupnya masih melarat, miskin, dan belum bersuami. Mansun kasihan me-lihatnya dan membawanya ke Betawi. Di Betawi, Upiak Boneh di-kawinkannya dengan temannya. Mulai pulalah ia hidup bahagia.

Mansun pandai bergaul, rendah hati dan aktif dalam organisa-si masyarakat, banyak membantu orang melarat, orang dagang yang kesusahan. Ia disegani oleh masyarakat. Ia tidak hanya me-mikirkan anak istrinya tetapi juga adik dan kemenakannya,

Setelah lama di Betawi, Mansun dipindahkan ke Medan. Di Medan pun ia banyak membantu orang yang kesusahan. Demikian-lah kisah pemuda Mansun yang giat bekerja dan belajar hingga ia sukses.Templat:Right