Lompat ke isi

Page:Kaba Minangkabau 2.pdf/82

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Syamsuddin dan kepada ibunya sendiri

Tapi jangankan bantuan yang akan diterimanya, malah ia dicaci maki oleh ibu dan kakaknya.

Si As yang pandai bergaul dengan orang tua-tua, mempelajari ilmu silat, sehingga ia menjadi seorang pendekar yang kenamaan dan dipercayai untuk menjadi guru silat.

Pada suatu hari ia ditangkap oleh polisi karena pengaduan dari Cina, bahwa ia tidak melunasi hutang-hutangnya. Setelah ditahan di penjara Padang Panjang, ia diadili oleh Pengadilan Negeri di Padang dan dijatuhi hukuman tiga bulan penjara.

Di penjara ia menjadi orang yang ditakuti, karena satu persatu jagoan penjara itu ditaklukkannya. Pada waktu bertugas di luar penjara ia menemukan sebuah kalung di muka rumah seorang Nyai yang berasal dari Pekalongan. Kalung itu kepunyaan puteri Nyai tersebut yang bernama si Tin. Karena, kebaikan hati si As, Nyai bemiat untuk mengawainkan si Tin dengan si As, setelah si As keluar dari penjara nantinya.

Niat Nyai itu akhimya menjadi kenyataan, namun kebahagiaan si As dan si Tin tidak dapat diikuti Nyai dalam waktu yang lama, karena ia meninggal dunia, tidak lama setelah perkawinan anaknya.

Si Tin menjual rumahnya dan mengajak suaminya untuk pindah ke kampungnya Pekalongan. Waktu itu di Pekalongan sedang banyak terjadi perampokan-perampokan. Pemerintah mengumumkan akan memberi hadiah kepada siapa yang dapat menangkap kepala perampok tersebut. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh pendekar dari Padang Panjang ini, yang tak ayal lagi berhasil menangkap kepala perampok. Si As mendapat hadiah yang dijanjikan dan ia pun diangkat menjadi polisi. Karena kebolehannya dalam membongkar penyelundupan candu di Batawi, maka ia didiangkat menjadi Komisaris Besar Polisi.

Suatu ketika ia sangat rindu untuk melihat kampung halaman serta sanak keluarganya. Dengan menyamar dan berpakaian compang-camping, ia tiba di Silaian Padang Panjang. Ternyata sikap ibu dan kakaknya Syamsuddin masih belum berubah kepadanya Waktu ia sedang duduk-duduk di kedai memikirkan nasibnya yang tidak diterima oleh ibu dan kakaknya, ia mendengar orang membicarakan tentang adiknya Sitti Darama sedang berurusan dengan polisi karena jawinya memakan tanaman orang lain. IaTemplat:Left