Lompat ke isi

Page:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/13

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

tertarik pada pemuda itu. Dia berangan-angan sendiri kalau ada keizinan dari orang tua hati sudah tertarik sangat kepada si Rambun Podeh. Tetapi hati merasa sangsi apakah cintanya akan diterima karena dia bukanlah penduduk asli di kampung itu.

Rupanya Sari Banilai tidak bertepuk sebelah tangan karena Rambun Poden juga ada perhatian padanya. Selama ini Rambun Podeh sangat rajin mengaji tetapi setelah hati mulai tergoda pikirannya selalu kacau dan perhatian mengaji berkurang. Gurunya Tanam Mula yang arif bijaksana melihat perubahan pada diri si Rambun Poden lalu ditanya apakah dia sakit atau adakah satu persoalan yang dihadapi. Untuk meringankan pikirannya maka diceritakan oleh si Rambun Podeh bahwa dia sedang tertarik kepada seorang putri cantik yang tinggal dekat jalan dia pulang pergi mengaji yang menggoyahkan imannya dan dia minta tolong kepada gurunya untuk meminang putri itu. Karena sayang kepada murid yang selama ini sangat rajin dan tekun, maka diperkenankanlah permintaannya dan pergilah Imam Mulia menyelidiki putri itu kepada bapaknya apakah sudah ada yang akan dijodohkan kepada putrinya.

Kedatangan Imam Mulia disambut dengan ramah oleh Maulana Karim, karena dia merasa mendapat kehormatan didatangi oleh seorang alim yang arif bijaksana. Maka disampaikanlah oleh Imam Mulia maksud kedatangannya untuk meminang putrinya Sari Banilai untuk muridnya yang bernama Rambun Podeh. Dikatakan oleh Maulana Karim bahwa Sari Banilai semenjak kecil sudah dipertunangkan dengan Bujang Juaro dan mereka sudah mengadakan sumpah setia tiada akan saling mengubah janji. Apabila Sari Banilai yang merubah janji maka dia akan menjadi batu dan kalau Bujang duaro yang merubah janji dia menjadi ular besar. Ditanya lagi oleh Imam Mulia tujuannya berangkat dari kampungnya apakah maksud untuk merubah janji. Kata Maulana Karim tidaklah maksud yang demikian karena tujuannya hanya untuk pergi berjalan jalan ke pulau Patamuan memenuhi kehendak anaknya. Sedang dia berada di tengah tautan luas datanglah badai besar dan dia terdampar di Bukit Jambu, Untuk kembali ke kampung sasanya tidak mungkin mengingat pengalam-

6