dari perhelatannya dengan Puti Pinang Masak.
Sesudah beberapa tahun perkawinannya dengan Puti Mayang Taurai Raja Angek Garang memang memperlihatkan kasih sayangnya kepada Mayang Taurai tidak seperti dengan istri-istrinya sebelum ini. Tapi sesudah empat tahun perkawinannya kasih Raja Angek Garang mulai agak pudar.
Mayang Taurai mempunyai adik yang bernama Bongsu Urai yang sering datang ke tempatnya bahkan kadang-kadang sampai seminggu. Bongsu Urai ini memang lebih cantik dari Mayang Taurai tapi masih sangat kecil.
Rupanya dasar Angek Garang ini mata keranjang walaupun anak itu masih kecil tidaklah menjadi penghalang baginya untuk memikat anak ini dengan bermacam-macam cara yang menyebabkan anak itu cepat matang. Dia diberi bermacam-macam hadiah berupa perhiasan dan lain-lain. Dia sangat merasa manja dengan kakak iparnya ini. Apabila permintaannya tidak dikabulkan dia akan menangis dan menjerit-jerit. Mayang Taurai sudah merasa muak melihat tingkah adiknya dengan suaminya. Dengan diam-diam dia menyuruh Puti Nilamcayo melaporkan kelakuan adiknya dengan Bongsu Urai kepada ibunya. Betapa kagetnya ibu Mayang Taurai mendengar ini karena selama ini dia menganggap bahwa Mayang Taurai adalah satu-satunya istri yang disayangi Angek Garang. Untuk mengatasi ini maka ibu dan ayah Mayang Taurai berusaha untuk membatasi hubungan Bongsu Urai dengan Angek Garang. Lama kelamaan Raja Angek Garang tahu juga bahwa mengapa Bongsu Urai tidak datang-datang lagi, lalu dia memerintahkan untuk menjemput Bongsu Urai kepada Manti Tuo.
Ayah dan ibu Bongsu Urai berunding akan menyingkirkan Bongsu Urai ke negeri Sungai Pagu dan dia sendiri yang akan mengantarkan dengan jalan membohongi Bongsu Urai bahwa akan diantar ke Koto Lamo, agar dia mau mempersiapkan diri. Sesudah selesai ia dibawa ke hutan tempat Tuanku Sati bertapa. Bongsu Urai menjerit-jerit dan minta diantarkan ke negeri Koto Lamo dan dalam tangisnya dia mengatakan bahwa dia berjanji akan kawin dengan Angek Garang.
Tuanku Sati sesudah mengantarkan Bongsu Urai ke dalam hutan,Templat:Right