Lompat ke isi

Page:Sutan Tumangguang Nan Rancak di Labuah.pdf/11

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

KATA PENGANTAR

Ungkapan Rancak Di Labuah, sudah dikenal benar oleh orang
Minangkabau. Rancak Di Labuah berarti Bagus di jalan. Ung-
kapan itu dimaksudkan kepada seseorang yang suka berdandan
tidak ada kerja dan kurang berpengetahuan.
Lagak dan gayanya saja yang ditonjolkan sedangkan yang berupa
pengetahuan tidak dimilikinya.

Ungkapan itu lahir dari sastra lama Minangkabau yang berjudul:
Sutan Tumangguang nan Rancak Dilabuah.
Tidak banyak orang yang tahu mengenai asal mula ungkapan
tersebut, karena sastra lama berjudul: Sutan Tumangguang nan
Rancak Dilabuah itu tidak banyak dikenal karena belum ter-
sebar luas di kalangan orang Minangkabau, khususnya generasi
mudanya.

Kisah sastra Minang Lama ini ditulis dalam bahasa Minangkabau
berbentuk puisi. Naskah buku ini ditulis oleh pengarang yang
sudah terkenal di zaman dulu dengan bukunya di antaranya
dalam Kalau Tak Untung terbitan Balai Pustaka.
Nama samaran pengarang ialah Selasih. Pengarangnya berasal
dari Minangkabau.

Cerita Rancak Dilabuah dalam buku ini berakhir dengan sifat
yang positif, yaitu pemuda yang suka menjual tampang menurut
istilah zaman sekarang berbalik menjadi pemuda yang mau belajar dan bekerja, setelah lamarannya ditolak oleh gadis yang
dicintainya.

Gadis tersebut tidak mau menerima lamarannya karena dia malas
bekerja.

Penolakan lamaran merupakan cambuk bagi dia untuk rajin
belajar dan bekerja.

Mudah-mudahan buku: Sutan Tumangguang Nan Rancak Dilabuah
ini dapat menggugah hasrat pemuda Minangkabau khususnya
untuk menggali dan mempelajari Sastra lama Minangkabau dalam
rangka menggali budaya daerah.

Jakarta, 11, 1983

Templat:Right